5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Print Friendly and PDF

5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD

SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah


Novi Astutik, S.Pd.SD


       Salah satu wujud keberhasilan dari seorang guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, yaitu apabila mereka telah berhasil menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Peserta didik tersebut tidak hanya bisa menerima materi pelajaran saja, tetapi peserta didik juga berhasil menyerap serta memahami materi yang diajarkan dengan mudah. Dalam Kurikulum Merdeka Belajar, dikatakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang berakar pada pemenuhan kebutuhan peserta didik. 

       Pembelajaran berdiferensiasi ini akan memenuhi kebutuhan peserta didik dari segi kesiapan belajar, minat, maupun profil belajarnya serta bagaimana guru akan merespons kebutuhan belajar siswa. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi ini lebih menitikberatkan pada keragaman kemampuan peserta didik. Pada kesempatan ini, Anda akan lebih tahu apa itu pembelajaran berdiferensiasi dan juga strategi pembelajaran berdiferensiasi.

Pembelajaran Berdiferensiasi

       Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha menyesuaikan kegiatan pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa. Dalam proses kegiatan pembelajarannya, guru sangat diharapkan dapat menggunakan berbagai macam pendekatan belajar dalam prosesnya sehingga sebagian besar peserta didik dapat menemukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Dalam penerapannya, pembelajaran berdiferensiasi memiliki tiga strategi.

1. Diferensiasi konten, yakni jenis muatan atau konten apa yang akan diajarkan guru kepada siswa.

2. Diferensiasi proses, yaitu proses yang mengacu pada bagaimana siswa akan memahami apa yang mereka pelajari.

3. Diferensiasi produk, yakni hasil pekerjaan siswa setelah mempelajari materi pelajaran.

       Berangkat dari pemahaman di atas, pembelajaran berdiferensiasi akan lebih memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran. Hal ini disebabkan siswa memiliki keleluasaan dalam menyampaikan hasil kerja atau hasil belajar mereka sesuai dengan profil belajar siswa. Jadi, bisa dikatakan bahwa peserta didik memiliki kemerdekaan dalam menuangkan hasil karya mereka sendiri setelah mempelajari dan memahami isi dari materi yang dipelajari.

       Menurut Haudi dalam bukunya yang berjudul Strategi Pembelajaran (2021), strategi pembelajaran merupakan cara untuk mengatur dan menggunakan seperangkat keterampilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran dan mencapai hasil yang diharapkan. Dalam penerapannya, strategi pembelajaran ini akan berfokus untuk membantu siswa untuk bisa lebih aktif dalam memilih teori yang dapat membantu mereka dalam memecahkan suatu permasalahan.

       Setiap unsur pembangun strategi pembelajaran memiliki peranannya masing-masing dalam membantu tercapainya suatu tujuan pembelajaran. Akan tetapi, setiap unsur dalam strategi pembelajaran itu tidak akan berjalan lancar tanpa adanya komponen belajar. Komponen belajar merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran yang saling berhubungan. Setiap bagian dari komponen belajar ini memiliki peran yang penting dalam proses kegiatan pembelajaran. Lima komponen pembelajaran yang memungkinkan terlaksananya suatu proses kegiatan pembelajaran, antara lain adalah sebagai berikut. 

1. Tujuan pembelajaran adalah kompetensi yang berusaha dicapai oleh siswa. 

2. Peserta didik adalah mereka yang akan mengikuti program pendidikan di sekolah.

 3. Guru atau tenaga pendidik adalah mereka yang bertugas untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, serta mengevaluasi siswa.

4. Kurikulum adalah rancangan pendidikan yang berisikan sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus diselesaikan oleh siswa dalam setiap tingkatan belajar.

5. Interaksi antara peserta didik dan tenaga pendidik karena proses pendidikan dapat terjadi apabila adanya interaksi antara komponen pembelajaran.

       Dalam penerapannya, guru akan menyusun rencana pembelajaran. Dengan adanya interaksi antara tenaga pendidik dan siswa inilah yang nantinya akan mencapai tujuan pembelajaran yang sudah diterapkan sebelumnya. Selain dapat mendukung terlaksananya proses kegiatan belajar yang efektif, sebagian komponen pembelajaran ini juga dapat menentukan strategi pembelajaran yang cocok untuk siswa.

      Strategi pembelajaran berdiferensiasi terbagi ke dalam lima jenis, yaitu direct instruction, indirect instruction, interactive instruction, experimental learning, dan independent study.

       Dengan adanya kegiatan ini, bisa dikatakan bahwa kemampuan sosial dan kemampuan komunikasi siswa akan semakin terlatih. Jika ingin menerapkan strategi pembelajaran ini, Anda dapat mengadakan kegiatan diskusi di kelas agar suasana belajar menjadi lebih interaktif. Dengan adanya kegiatan diskusi ini, kemampuan, keterampilan, dan ide-ide cemerlang siswa akan berkembang dengan baik. Selain itu, para siswa juga dapat melatih dirinya sendiri untuk bisa berpikir kritis.

       Manfaat dari strategi pembelajaran ini, yaitu untuk melatih siswa untuk bisa menggunakan logikanya dalam berpikir dan mengambil kesimpulan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang telah terkumpul. Oleh karena itu, strategi pembelajaran eksperimen ini bisa dilihat sebagai suatu siklus pembelajaran yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu pengalaman, berbagi, menganalisis, menyimpulkan, dan mengaplikasikannya.

       Demikianlah strategi pembelajaran berdiferensiasi beserta macam-macam jenisnya. Semoga dapat bermanfaat dan membantu untuk mengenali lebih dalam tentang strategi pembelajaran, serta dapat mengimplementasikannya dalam proses kegiatan belajar di kelas.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top