Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara meresmikan Masjid AR Fachruddin.


    Peresmian Masjid AR Fachruddin Solo Utara, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pembinaan Umat

    Solo - majalahlarise.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara meresmikan Masjid AR Fachruddin yang berada di lingkungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sekip, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Minggu (2/8/2026). Peresmian dilakukan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta KH Drs Anwar Sholeh dan dirangkaikan dengan pengajian serta pelantikan pengurus Takmir Masjid AR Fachruddin sebagai langkah memperkuat dakwah Muhammadiyah di Solo Utara.

    Ketua PCM Solo Utara Abdul Mutolib menjelaskan pembangunan Masjid AR Fachruddin diawali dengan peletakan batu pertama pada 25 Januari 2026 oleh Joko Riyanto. Dalam waktu sekitar enam bulan, pembangunan berhasil diselesaikan sehingga masjid kini siap difungsikan sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.

    "Kami bersyukur pembangunan Masjid AR Fachruddin dapat diselesaikan sesuai harapan. Terima kasih kepada pewakif Bapak M. Djufri serta donatur Bapak Suharto yang telah memberikan dukungan sehingga masjid ini dapat berdiri dan dimanfaatkan masyarakat," ujar Abdul Mutolib.

    Ia menambahkan, keberadaan Masjid AR Fachruddin merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk menghadirkan dakwah Islam yang mencerahkan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat luas. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

    Lurah Banjarsari berharap Masjid AR Fachruddin menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunannya. Ia mengingatkan kemakmuran masjid tidak cukup diukur dari kemegahan bangunan, tetapi juga dari banyaknya jamaah dan aktivitas keagamaan yang berlangsung secara berkelanjutan.

    "Masjid dikatakan makmur apabila memiliki bangunan yang baik, jamaah yang menghidupkannya, serta aktivitas keagamaan yang terus berjalan sehingga semuanya saling bersinergi," katanya.

    Usai prosesi peresmian, PCM Solo Utara melantik pengurus Takmir Masjid AR Fachruddin yang akan mengemban amanah mengelola sekaligus memakmurkan masjid. Dalam tausiyahnya, KH Anwar Sholeh mengingatkan keutamaan membangun masjid sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah yang semisal di surga" (HR Bukhari dan Muslim).

    Anwar juga mengajak seluruh jamaah mengamalkan pesan Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 35 dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, salah satunya melalui upaya memakmurkan masjid. Menurutnya, penamaan Masjid AR Fachruddin memiliki makna mendalam karena almarhum KH AR Fachruddin dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah yang berdakwah dengan penuh keikhlasan, kelembutan, dan kesejukan.

    "Semoga lahir AR Fachruddin-AR Fachruddin baru yang menghadirkan dakwah penuh kesejukan, keikhlasan, dan persatuan di tengah masyarakat," pesan Anwar.

    Ia juga berpesan kepada seluruh pengurus takmir agar menjaga keikhlasan dalam mengemban amanah, saling menguatkan, tidak mudah tersinggung, serta pantang menyerah dalam memakmurkan rumah Allah. Peresmian Masjid AR Fachruddin diharapkan menjadi momentum membumikan dakwah Muhammadiyah di Solo Utara sekaligus menghadirkan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat demi melahirkan generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan berkemajuan. (Sofyan)


    Baca juga: 821 Mahasiswa Univet Bantara Resmi Diterjunkan KKN 2026, 554 Mahasiswa ke 28 Desa di Kabupaten Wonogiri

    Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd., dalam Pengajian Subuh Barokah di Masjid Al Mukarromah, Minggu (2/8/2026).


    Pengajian Subuh Barokah Masjid Al Mukarromah Bahas Lima Fase Manusia dan Bekal Takwa

    SOLO - majalahlarise.com – Setiap manusia akan melewati lima fase kehidupan yang menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan memperbanyak bekal takwa. Pesan tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd., dalam Pengajian Subuh Barokah di Masjid Al Mukarromah, Minggu (2/8/2026).

    Kegiatan diawali dengan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar diberikan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, serta kesembuhan dari segala penyakit. Suasana khusyuk mengiringi pembukaan pengajian sebelum jamaah diajak merenungkan hakikat perjalanan hidup manusia berdasarkan tuntunan Islam.

    Mengawali tausiyahnya, Ustaz Dwi Jatmiko mengangkat tema "Lima Fase Manusia, Momentum Memperbanyak Bekal Takwa." Ia menjelaskan bahwa setiap manusia akan melewati lima tahapan kehidupan, yakni fase bayi, anak-anak, pemuda, dewasa, hingga lanjut usia.

    "Manusia melewati lima fase kehidupan. Pertama fase bayi, kemudian anak-anak, dilanjutkan fase pemuda yang identik dengan semangat dan produktivitas. Setelah itu memasuki fase dewasa sekitar usia 40 tahun yang menuntut kematangan berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan," jelas Ustaz Dwi Jatmiko.

    Ia menambahkan, fase terakhir adalah usia lanjut, yakni di atas 60 tahun. Pada masa tersebut, seseorang diharapkan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

    Menurutnya, pembagian fase kehidupan bukan sekadar penanda bertambahnya usia, melainkan menjadi pengingat agar manusia terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dalam keimanan, akhlak, serta tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

    "Semakin bertambah usia, semakin besar pula kewajiban untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian," ujarnya.

    Dalam tausiyahnya, ia juga mengingatkan bahwa manusia kerap terlena oleh gemerlap kehidupan dunia. Kesibukan mengejar harta, jabatan, maupun berbagai urusan duniawi sering membuat seseorang merasa memiliki waktu yang panjang, padahal setiap manusia telah memiliki batas usia yang ditetapkan Allah SWT.

    Ustaz Dwi Jatmiko kemudian mengutip Surah Al-A'raf ayat 34 yang menjelaskan bahwa setiap umat memiliki batas waktu kehidupan. Apabila ajal telah tiba, tidak seorang pun mampu menundanya ataupun mempercepatnya walau hanya sesaat.

    Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan setiap fase kehidupan sebagai kesempatan memperbanyak amal kebajikan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Pesan tersebut diperkuat melalui Surah Al-Baqarah ayat 197 yang menegaskan bahwa sebaik-baik bekal dalam perjalanan hidup adalah ketakwaan.

    "Dengan bekal takwa, seorang Muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan dunia secara bijaksana sekaligus mempersiapkan diri menyongsong kehidupan yang kekal di akhirat," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: PPMI Assalaam Gelar Jalan Sehat Keluarga, Syukuri 44 Tahun Pengabdian untuk Pendidikan Islam


    Ustaz Dwi Jatmiko


    Investasi Abadi Tanpa Rugi, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Umat Berniaga dengan Allah

    SOLO - majalahlarise.com – Di tengah kehidupan yang semakin kompetitif dan berorientasi pada keuntungan materi, Islam menawarkan konsep investasi yang tidak mengenal kerugian, yakni berniaga dengan Allah SWT melalui amal saleh. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Safari Dakwah Pencerahan Putaran Kedua yang digelar Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara di Masjid Al Muthmainnah, Nusukan, Minggu (26/7/2026).

    Dalam tausiyahnya, Ustaz Dwi Jatmiko mengupas kandungan Surah Fathir ayat 29 yang menurutnya menjadi pedoman meraih keberuntungan sejati, baik di dunia maupun di akhirat. Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang-orang yang senantiasa membaca Al-Qur'an, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezekinya merupakan hamba yang melakukan perdagangan dengan Allah yang tidak akan pernah merugi.

    "Investasi abadi tanpa rugi, lebih jelas lihat QS. Fathir ayat 29," ujar Ustaz Dwi Jatmiko yang juga Guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Solo.

    Menurutnya, amalan pertama yang menjadi fondasi investasi terbaik adalah membaca Al-Qur'an. Kegiatan tersebut tidak hanya sebatas melafalkan ayat-ayat suci, tetapi juga membangun kedekatan dengan petunjuk Allah SWT. Ia mengutip Surah Al-Isra ayat 9 yang menjelaskan bahwa Al-Qur'an memberikan petunjuk menuju jalan yang paling lurus serta kabar gembira bagi orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh.

    "Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala berlipat ganda, sekaligus menjadi cahaya yang membimbing kehidupan seorang muslim," jelasnya.

    Amalan kedua, lanjut Jatmiko, adalah menegakkan salat secara istiqamah. Salat merupakan tiang agama sekaligus sarana komunikasi paling mulia antara seorang hamba dengan Allah SWT. Konsistensi dalam menjaga salat menjadi bukti ketundukan dan komitmen seorang mukmin dalam menjalankan perintah-Nya.

    Sementara itu, amalan ketiga adalah menginfakkan sebagian rezeki yang telah dikaruniakan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Menurutnya, infak mencerminkan keyakinan bahwa harta hanyalah titipan Allah yang harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

    "Amalan ketiga adalah menginfakkan sebagian rezeki yang telah Allah karuniakan, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan," terangnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko juga mengingatkan bahwa investasi dalam urusan dunia tidak selalu memberikan keuntungan. Ia mencontohkan berbagai bentuk investasi yang berpotensi mengalami kegagalan sehingga menimbulkan kerugian bagi para investor. Sebaliknya, investasi kepada Allah melalui membaca Al-Qur'an, menegakkan salat, dan bersedekah merupakan investasi yang dijamin memberikan keberkahan.

    "Bisnis dengan manusia bisa menghasilkan keuntungan, tetapi juga bisa mendatangkan kerugian. Sementara itu, berniaga dengan Allah melalui Al-Qur'an, salat, dan sedekah merupakan satu-satunya transaksi yang pasti menghadirkan keberkahan hidup di dunia sekaligus keselamatan di akhirat," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Desain Interior ISI Surakarta Hadirkan Karya Mebel dan Aksesoris di Tahir Solo Museum


    Pembangunan masjid yang berdiri di kawasan yang dahulu dikenal sebagai kampung lokalisasi di Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, kini memasuki tahap finishing.


    Masjid di Eks Kampung Lokalisasi Solo Masuki Tahap Finishing, Panitia Ajak Masyarakat Titip Amal Jariyah

    SOLO - majalahlarise.com – Sebuah masjid yang berdiri di kawasan yang dahulu dikenal sebagai kampung lokalisasi di Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, kini memasuki tahap finishing. Pembangunan rumah ibadah yang telah berlangsung lebih dari satu tahun itu menjadi simbol transformasi lingkungan sekaligus harapan baru bagi masyarakat setempat.

    Masjid yang dibangun melalui swadaya masyarakat dan dukungan para donatur tersebut sempat mengalami penghentian pembangunan selama beberapa bulan akibat keterbatasan dana. Namun, berkat semangat warga dan kepedulian para dermawan, proses pembangunan kembali dilanjutkan dan kini terus dikebut agar segera dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah.

    Koordinator Pelaksana Pembangunan Masjid, Mbah Wono, menjelaskan perjalanan pembangunan masjid tidaklah mudah. Meski sempat terhenti, panitia tetap optimistis rumah ibadah itu dapat segera diselesaikan.

    "Alhamdulillah saat ini sudah dimulai kembali pembangunan masjidnya. Kami bersyukur karena masih banyak masyarakat yang peduli dan ikut membantu sehingga pembangunan bisa berlanjut," ujar Mbah Wono.

    Menurutnya, keberadaan masjid bukan sekadar menjadi tempat melaksanakan salat berjemaah. Lebih dari itu, masjid diharapkan menjadi pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, dan kegiatan sosial yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat Cinderejo Lor.

    Saat ini, panitia masih membutuhkan dukungan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan tahap akhir, di antaranya pemasangan keramik, pintu, mimbar, plafon, serta pengadaan perlengkapan ibadah. Karena itu, masyarakat luas diajak ikut berpartisipasi melalui sedekah pembangunan masjid.

    "Kami berharap ada para donatur yang ikut bergabung bersedekah agar masjid segera selesai dan siap digunakan masyarakat. Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi bagian dari amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir," kata Mbah Wono.

    Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai investasi amal jangka panjang. Menurutnya, setiap aktivitas ibadah, pembelajaran Al-Qur'an, maupun kegiatan dakwah yang berlangsung di masjid nantinya akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi siapa saja yang ikut berkontribusi dalam pembangunannya.

    "Bayangkan, setiap orang yang salat di sini, setiap anak yang mengaji di sini, insyaallah pahalanya juga mengalir kepada kita yang ikut membangun. Ini kesempatan membuat sejarah sekaligus meninggalkan amal terbaik," tambahnya.

    Ke depan, masjid ini direncanakan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan salat lima waktu, tetapi juga pusat kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), kajian keislaman, pembinaan generasi muda, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.

    Pembangunan masjid di kawasan yang dahulu identik dengan lokalisasi tersebut menjadi bukti perubahan sosial yang nyata. Kehadiran rumah ibadah ini diharapkan mampu menghadirkan suasana religius sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat di Cinderejo Lor.

    Panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam penyelesaian pembangunan masjid melalui koordinator lapangan. Dukungan sekecil apa pun diharapkan dapat mempercepat rampungnya pembangunan sehingga masjid segera dapat dimanfaatkan sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat. (Riya/Sofyan)


    Baca juga: Keteladanan: Fondasi Sukses yang Terlupakan dalam Pendidikan Kita



    BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Raih Opini WTP Kelima Berturut-turut, Perkuat Tata Kelola Zakat yang Akuntabel

    Sukoharjo - majalahlarise.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas hasil audit laporan keuangan Tahun Buku 2025. Opini tertinggi dalam audit laporan keuangan tersebut menjadi pencapaian kelima kalinya secara berturut-turut, menegaskan komitmen BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dalam mewujudkan tata kelola lembaga yang transparan, akuntabel, dan profesional.

    Hasil audit dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kumalahadi, Sugeng Pamudji dan Rekan. Penyerahan sertifikat hasil audit berlangsung di kantor KAP di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (7/7/2026), dihadiri jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sukoharjo sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mempertahankan kepercayaan publik.

    Opini WTP menunjukkan laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo telah disusun sesuai standar akuntansi yang berlaku. Selain memeriksa laporan keuangan, auditor juga melakukan penilaian terhadap tata kelola kelembagaan, mekanisme penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), pendistribusian serta pendayagunaan kepada mustahik, pengelolaan aset, administrasi perkantoran, hingga kepatuhan terhadap berbagai regulasi pengelolaan zakat.

    Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, Sardiyono menjelaskan capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran, dukungan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), para muzaki, mitra kerja, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mempercayakan pengelolaan dana zakat kepada BAZNAS.

    "Opini Wajar Tanpa Pengecualian bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan amanah yang harus kami jaga. Kepercayaan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah harus dikelola secara profesional, efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan umat," ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo.

    Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama lima tahun berturut-turut diraih melalui pembenahan sistem administrasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pengawasan internal, serta komitmen menjaga integritas dalam setiap proses pengelolaan dana umat.

    Prestasi tersebut semakin memperkuat posisi BAZNAS Kabupaten Sukoharjo sebagai lembaga pengelola zakat yang menjunjung tinggi prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Kepercayaan masyarakat diharapkan terus meningkat sehingga potensi zakat di Kabupaten Sukoharjo dapat dioptimalkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta berbagai program kemanusiaan yang berkelanjutan.

    Ke depan, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo berkomitmen terus menghadirkan inovasi pelayanan melalui penguatan tata kelola berbasis teknologi informasi, meningkatkan kualitas layanan kepada muzaki dan mustahik, serta memastikan setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat dikelola secara transparan, akuntabel, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo. (Sofyan)


    Baca juga: YPPP Veteran Kukuhkan Malkan Maliya, S.Pd, M.Si sebagai Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo Periode 2026–2030



    Pria Tewas Tertemper KRL di Klaten, di Lokasi Ditemukan Tas

    Klaten – majalahlarise.com - Seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah diduga tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) rute Yogyakarta–Solo di jalur rel kereta api wilayah Tonggalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026).

    Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya topi, tas berisi dompet, kartu tanda penduduk (KTP), serta pakaian. 

    Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban diketahui bernama Agus Riyanto (52), warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kapolsek Klaten Tengah, Iptu Alif Akbar, mengatakan pihaknya menerima laporan dari petugas keamanan stasiun setelah mendapat informasi dari masinis KRL. Masinis mengaku sempat melihat seseorang menyeberang di jalur rel sebelum akhirnya tertemper kereta.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan kaki. Saat pertama kali ditemukan, korban telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

    Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

    "Dugaan masih kita dalami dan kita sudah menghubungi pihak keluarga korban," ujarnya.

    Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas maupun menyeberang sembarangan di jalur rel kereta api. Masyarakat diminta menggunakan perlintasan resmi demi menghindari insiden serupa. (Eprilia Indra)


    Baca juga: Fakultas Hukum Unisri Hadirkan Penguji dari Madagaskar, Teaching Practitioner Perkuat Kerja Sama Internasional

    Munadhoroh Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM).


    PCM Solo Utara Gelar Munadhoroh KMM Berkemajuan, Perkuat Peran Mubaligh Menggerakkan dan Menggembirakan Jamaah

    Solo - majalahlarise.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara menggelar Munadhoroh Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) di SMP Muhammadiyah 2 Solo, Senin malam (29/6/2026). Kegiatan bertema "Peran KMM dalam Menggerakkan, Menggairahkan, dan Menggembirakan Jamaah" ini menjadi forum penguatan peran mubaligh Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika dakwah di tengah masyarakat.

    Munadhoroh menghadirkan Ustaz Kyai Haji Muhammad Furqon Hasbi, Lc., M.Ag. sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan dai merupakan garda terdepan gerakan dakwah Muhammadiyah yang memiliki tanggung jawab menyebarluaskan ajaran Islam Berkemajuan (Islam Wasathiyyah), membina umat, sekaligus menjadi pelopor gerakan amar ma'ruf nahi munkar hingga tingkat akar rumput.

    "Peran utamanya sebagai agen pembaruan (tajdid) yang memurnikan akidah dari praktik tahayul, bid'ah, dan khurafat, sekaligus membuka ruang ijtihad untuk merespons tantangan zaman modern," ujar Ustaz Kyai Haji Muhammad Furqon Hasbi.

    Ia menjelaskan, mubaligh Muhammadiyah juga berperan sebagai ujung tombak dakwah komunitas dengan terjun langsung membaur bersama masyarakat. Kehadiran mubaligh diharapkan mampu memberikan pembinaan keagamaan tanpa mengisolasi diri dari lingkungan sosial yang majemuk, sekaligus menjadi pencerah dan pemberi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi umat.

    "Tidak hanya menyampaikan pesan ritual, tetapi juga memberikan edukasi dan solusi atas problem sosial kemasyarakatan, ekonomi, dan moral yang dihadapi jamaah," jelasnya.

    Selain itu, Furqon menguraikan tugas pokok dai dalam mengembangkan metode dakwah melalui ceramah lisan (bil kalam), tulisan atau publikasi (bil qalam), hingga aksi nyata pemberdayaan masyarakat (bil hal). Materi dakwah juga perlu disusun secara kontekstual, mencerahkan, serta berpedoman pada Al-Qur'an dan As-Sunnah agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

    Menurutnya, KMM juga memiliki tanggung jawab menyelenggarakan pembinaan umat melalui kajian, seminar masalah keagamaan (masail diniyyah), serta menjadi tempat konsultasi umat terkait persoalan ibadah maupun kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, peningkatan kapasitas mubaligh juga perlu dilakukan secara berkala agar kompetensi, pemahaman keislaman, dan kesejahteraan para mubaligh terus berkembang sehingga dakwah tetap relevan dengan perkembangan zaman.

    "Pembinaan umat dan konsultasi agama menjadi bagian penting dakwah KMM. Secara berkala juga perlu disusun rencana operasional untuk meningkatkan kompetensi, pemahaman keislaman, dan kesejahteraan anggota mubaligh agar dakwah tetap relevan," paparnya.

    Pada kesempatan itu, Furqon kembali menjelaskan secara rinci peran strategis KMM dalam menggerakkan jamaah melalui aksi sosial, seperti bakti sosial, pendidikan, serta pelayanan kesehatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dakwah juga perlu dikemas secara menggembirakan dengan menghadirkan pesan-pesan agama yang mencerahkan, ramah, dan mampu memberikan solusi terhadap persoalan kehidupan sehari-hari.

    "Membudayakan komunikasi interaktif melalui diskusi, pendekatan personal, dan pembinaan partisipatif akan membuat jamaah merasa dilibatkan dan nyaman dalam proses belajar agama," pungkasnya.(Sofyan)


    Baca juga: Grup Riset Linguistik Indonesia FIB UNS Gelar Pelatihan Berorganisasi dan Komunikasi Dakwah bagi Remaja Masjid Al Furqon Karanganyar


Top