GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Talkshow di RRI Jumat (22/5/2026). Dari kiri: Rizal Fahlevi, Prof. Bani Sujadi, Alif Al-Hilal Ahmad, Rianna Wati. |
Hari Kebangkitan Nasional dan Idul Adha 2026 Punya Nilai Sama, Akademisi UNS: Rela Berkorban demi Bangsa
Solo - majalahlarise.com - Momentum Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Raya Kurban dinilai memiliki kesamaan nilai luhur berupa pengorbanan, persatuan, dan keikhlasan dalam mencapai tujuan bersama. Hal itu mengemuka dalam talkshow budaya bertema “Kebangkitan Nasional dan Hari Raya Kurban” yang digelar di RRI Solo, Jumat (22/5/2026). Diskusi dipandu Rizal Fahlevi dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Bani Sudardi, Alif Al-Hilal Ahmad, dan Rianna Wati.
Dalam diskusi tersebut, para akademisi menjelaskan Kebangkitan Nasional maupun Hari Raya Kurban sama-sama mengajarkan pentingnya rela berkorban demi cita-cita besar bangsa dan nilai kemanusiaan. Prof. Dr. Bani Sudardi membuka pembahasan dengan menelusuri sejarah panjang peradaban Nusantara sejak abad ke-7.
“Kita sudah melalui perjalanan yang panjang. Pada abad ke-7, kita sudah memiliki Kerajaan Kalingga, Sriwijaya yang menguasai maritim, Mataram Kuno dengan Candi Borobudur dan Prambanan yang keindahannya sampai sekarang tidak ada tandingannya. Itu kalau boleh saya sebut sebagai kebangkitan awal bangsa-bangsa di Nusantara,” paparnya.
Menurutnya, semangat kebangkitan tidak lepas dari pengorbanan dan kesadaran kolektif masyarakat. Ia mengaitkan hal tersebut dengan filosofi Jawa “Jer Basuki Mawa Beya” yang berarti setiap keberhasilan memerlukan pengorbanan.
“Untuk mencapai basuki, keselamatan, keuntungan, kemerdekaan itu diperlukan biaya. Biaya tidak selalu uang, tetapi juga kesadaran dan kemauan,” jelasnya.
Prof. Bani juga menghubungkan filosofi tersebut dengan makna Hari Raya Kurban. Menurutnya, kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi simbol kesediaan mengorbankan sesuatu demi tujuan yang benar.
“Kita tahunya kurban itu menyembelih binatang. Tapi sebenarnya filosofinya adalah rela mengorbankan apa pun untuk mencapai tujuan atau cita-cita yang benar. Momentum Kebangkitan Nasional adalah momentum rela berkorban,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Sastra Arab FIB UNS, Alif Al-Hilal Ahmad, menjelaskan makna kurban dari sudut pandang bahasa dan tradisi Islam. Ia menyebut kata kurban berasal dari bahasa Arab “qaruba” yang berarti mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kurban itu akar katanya dari bahasa Arab qaruba artinya usaha untuk mendekatkan diri. Jadi awal cerita kurban bukan dari Nabi Ibrahim dan Ismail, tapi jauh sebelumnya, dari zaman putra-putrinya Nabi Adam, yaitu Habil dan Qabil,” terang Alif.
Ia menjelaskan Habil mempersembahkan domba terbaiknya, sedangkan Qabil justru memberikan hasil tanaman yang buruk. Pengorbanan Habil kemudian diterima oleh Allah SWT karena dilakukan dengan ketulusan.
Alif juga mengulas kisah Nabi Ibrahim AS sebagai simbol pengorbanan tertinggi. “Nabi Ibrahim pernah berkata kepada Allah: ‘Ya Allah, jangankan disuruh menyembelih semua hewan peliharaanku, seumpama Engkau beri saya putra dan Engkau perintahkan menyembelihnya, saya korbankan sebagai bukti bahwa saya benar-benar hamba-Mu.’ Akhirnya Allah memberikan putra bernama Ismail, dan pada usia 11-12 tahun, Allah memerintahkan penyembelihan itu,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Dosen Sastra Indonesia FIB UNS, Rianna Wati, menjelaskan bahasa dan sastra memiliki peran besar dalam perjuangan bangsa Indonesia. Menurutnya, Bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu masyarakat dari berbagai daerah.
“Bahasa Indonesia muncul seiring dengan berdirinya negara kita. Bahasa itulah yang kemudian mempersatukan berbagai wilayah di Indonesia. Sastra sebagai budaya yang menggunakan media bahasa menjadi alat perjuangan dan perlawanan para cendekiawan pada saat itu,” ujar Rianna.
Ia menambahkan para sastrawan masa perjuangan menggunakan karya sastra sebagai media menyampaikan semangat pengorbanan dan nasionalisme. “Sastrawan tidak seperti tentara yang punya senjata beneran, peluru, pistol. Yang mereka gunakan adalah bahasa. Dan bahasa itulah yang menjadi media sastra puisi, cerpen, cerita rakyat yang menggambarkan betapa para sastrawan memasukkan nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan,” jelasnya.
Penulis: Mutia Hesti Istiqomah
Dokumentasi: Rezty Putri Ariana Gunarso
Editor: Sofyan
Pendidikan
![]() |
| Koleksi Mesin Ketik di Monumen Pers Nasional. (Dokumentasi oleh Tiara Putri Maharani) |
Kuliah Lapangan Filologi, Mahasiswa Pelajari Konservasi dan Preservasi Arsip di Monumen Pers Nasional
Surakarta – majalahlarise.com - Teori tanpa praktik ibarat peta tanpa perjalanan. Mahasiswa Filologi dari Program Studi Sastra Indonesia angkatan tahun 2023, Universitas Sebelas Maret, melakukan kuliah lapangan di Monumen Pers Nasional (Monpres) pada Rabu (20/5/2026).
Meskipun objek studi Filologi berupa naskah kuno, momentum ini menjadi kesempatan mahasiswa untuk melihat langsung proses konservasi dan preservasi arsip koran lama hingga majalah lama yang dilakukan Monumen Pers Nasional. Ruangan untuk melakukan proses tersebut berada di lantai 3 Monumen Pers Nasional yang terletak di Jalan Gajahmada No.59, Surakarta, Jawa Tengah.
“Secara teknis, perlakuan konservasi koran dan majalah di sini sama dengan konservasi naskah kuno.” Ujar Asep Yudha Wirajaya, dosen Filologi yang turut mendampingi para mahasiswa.
Proses Konservasi Arsip
Konservasi arsip yang dilakukan Monumen Pers Nasional di antaranya: mending, enkapsulasi, dan pembekuan.
Pembekuan dilakukan untuk mematikan serangga yang dapat merusak bahan kertas. Sebelum dibekukan, koran lama dimasukkan ke dalam plastik dan dilakukan proses vakum untuk membuang udara pada plastik tersebut. Proses pembekuan berlangsung selama 2 minggu di freezer bersuhu -18°C.
Selain itu mahasiswa diperlihatkan langsung proses mending, yakni cara memperbaiki bentuk fisik arsip yang rapuh, robek, atau berlubang. Dalam proses ini memerlukan bahan utama berupa tisu jepang dan lem CMC yang dilarutkan dengan air akuades. Setelah proses mending, koran lama dikeringkan dengan cara dianginkan di ruangan tertutup.
Selanjutnya dilakukan proses enkapsulasi, yakni melapisi kedua sisi koran dengan plastik mylar, sejenis plastik transparan yang bebas dari zat asam. Plastik mylar direkatkan dengan double sided tape khusus yang juga bebas dari zat asam. Perlu ketelitian dan presisi yang tinggi pada proses ini agar hasilnya rapi dan tidak kusut.
Preservasi Arsip
Upaya untuk melindungi arsip-arsip pers lama terus dilakukan oleh Monumen Pers Nasional, salah satunya dengan proses digitalisasi. Terdapat 4 meja yang dilengkapi dengan kamera, komputer, alas, pengukur, dan color checker dalam ruang digitalisasi untuk memotret arsip-arsip.
“Dalam sehari, kami di sini memiliki target untuk mendigitalisasikan sebanyak 500 halaman koran. Prioritasnya koleksi koran yang dari segi fisik sudah rapuh.” Ucap Surya, petugas pemandu dari Monpres yang menemani para mahasiswa.
Koran-koran lama yang telah dialihmediakan dapat diakses oleh pengunjung di komputer ruang koleksi dan laman resmi Monpres di https://mpn.komdigi.go.id/ secara gratis.
Selain mempelajari perihal preservasi dan konservasi arsip, para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk menonton sejarah pers dan pendirian Monpres di Ruang Audio Visual, melihat koleksi-koleksi, dan mengunjungi perpustakaan yang terletak di lantai 2.
Kegiatan kuliah lapangan ke Monumen Pers Nasional ini menjadi media belajar yang bermakna karena memadukan teori dan pangalaman lapangan. Para mahasiswa tidak hanya memaham teknik konservasi dan preservasi arsip secara konseptual yang didapatkannya di dalam kelas, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana ilmu tersebut diterapkan untuk melestarikan arsip-arsip lama.
Penulis: Lutfia Hardiantari
Dokumentasi: Rezty Putri Ariana Gunarso dan Tiara Putri Maharani
Pendidikan
Prodi Ilmu Administrasi Negara UNISRI Terakreditasi Unggul Jadi Rujukan Benchmarking STIA AAN Yogyakarta
Solo - majalahlarise.com - Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta yang telah meraih akreditasi Unggul menjadi rujukan benchmarking bagi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi AAN (STIA AAN) Yogyakarta. Kegiatan benchmarking berlangsung di Kampus UNISRI Surakarta, Kamis (22/5/2026), sebagai upaya memperkuat mutu pendidikan tinggi dan tata kelola program studi.
Rombongan STIA AAN Yogyakarta dipimpin langsung Ketua STIA AAN Yogyakarta, Happy Susanto, S.Sos., M.A., M.P.A. Kedatangan rombongan disambut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama UNISRI, Dr. Joko Pramono, M.Pd., bersama jajaran Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Program Studi Ilmu Administrasi Negara, UPT Kerjasama, UPT Humas, dosen, serta tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Dr. Joko Pramono menjelaskan UNISRI selalu terbuka untuk berbagi pengalaman dan belajar bersama dengan perguruan tinggi lain. “Kita selalu berusaha berbenah dan meningkatkan mutu. Mari kita belajar bersama. Benchmarking ini menjadi kesempatan untuk saling menguatkan antar institusi,” ujarnya.
Ketua STIA AAN Yogyakarta, Happy Susanto, menyampaikan harapannya agar kunjungan benchmarking tersebut menjadi langkah awal kolaborasi yang berkelanjutan antara kedua institusi. “Kami berharap bisa bekerjasama dan berkolaborasi dalam bidang pendidikan. UNISRI bisa diajak berdiskusi antar institusi maupun antar program studi untuk saling meningkatkan mutu perguruan tinggi,” tutur Happy.
Pada sesi diskusi, kedua pihak membahas berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi, mulai dari kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penjaminan mutu internal, strategi publikasi ilmiah, implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), hingga tata kelola tridharma perguruan tinggi. Prodi Ilmu Administrasi Negara UNISRI juga membagikan pengalaman dan strategi dalam meraih akreditasi Unggul dari LAMSPAK sebagai indikator keberhasilan tata kelola akademik.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Slamet Riyadi dengan STIA AAN Yogyakarta sebagai komitmen awal kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan benchmarking ini diharapkan mampu memperkuat jejaring antar perguruan tinggi sekaligus menjadi langkah konkret dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang Ilmu Administrasi Negara. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo, Malkan Maliya menyerahkan beasiswa kepada siswa. |
Puluhan Siswa SMK Veteran 1 Sukoharjo Terima Beasiswa YPPP Veteran untuk Prestasi dan Siswa Kurang Mampu
Sukoharjo - majalahlarise.com - SMK Veteran 1 Sukoharjo Pusat Keunggulan menyalurkan beasiswa YPPP Veteran Sukoharjo kepada puluhan siswa berprestasi dan siswa kurang mampu, Kamis (21/5/2026). Program tersebut menjadi bentuk dukungan sekolah terhadap keberlangsungan pendidikan sekaligus upaya meningkatkan motivasi belajar siswa di lingkungan sekolah.
Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo, Malkan Maliya, menjelaskan terdapat 38 siswa penerima bantuan beasiswa yang berasal dari berbagai semester dan terakumulasi dalam satu tahun ajaran. Menurutnya, program itu difokuskan bagi siswa berprestasi serta siswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Kita memang membebaskan biaya bulanan dari anak-anak yang memiliki prestasi akademik yang baik dan ada indikasi kemampuan orang tua secara ekonomi kurang,” tuturnya.
Ia menjelaskan penerima beasiswa dipilih berdasarkan dua kriteria utama, yakni memiliki prestasi akademik yang baik dan berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas. Sekolah menilai bantuan finansial diperlukan agar siswa tetap dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal tanpa khawatir terhadap biaya pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, bantuan paling banyak diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Besaran bantuan yang diterima bervariasi mulai Rp600 ribu hingga Rp700 ribu. Sekolah juga mengundang orang tua dan siswa penerima bantuan dalam prosesi penyerahan beasiswa sebagai bentuk penguatan komunikasi sekaligus memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat belajar.
“Harapannya tentu akan menambah semangat anak tersebut untuk mempertahankan atau meningkatkan prestasi yang selama ini sudah dicapai,” ujarnya.
Selain sebagai bantuan pendidikan, program beasiswa tersebut juga menjadi bentuk penghargaan atas capaian akademik siswa. Sekolah berharap penghargaan itu mampu memacu siswa lain untuk lebih giat belajar dan meningkatkan prestasi di sekolah.
Malkan Maliya menambahkan pemberian beasiswa juga diikat dengan komitmen kedisiplinan dan semangat belajar dari para penerima bantuan. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan siswa tetap rajin mengikuti pembelajaran dan mampu mempertahankan motivasi belajarnya.
“Kita ikat dengan sebuah komitmen bahwa dia harus bisa mempertahankan semangat belajarnya di sekolah kita ini, artinya harus menunjukkan kedisiplinannya ataupun semangat belajarnya dengan rajin masuk dan sebagainya,” ungkapnya.
Ia menambahkan apabila siswa mampu menjaga prestasi dan semangat belajar, peluang memperoleh bantuan lanjutan akan tetap terbuka. Sebaliknya, jika semangat belajar menurun, bantuan tahap berikutnya dapat dihentikan.
Selain program beasiswa dari yayasan, sekolah juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan dalam bentuk bantuan potongan biaya pendidikan bagi siswa yang berpotensi bekerja setelah lulus. Tak hanya itu, sekolah memiliki program ZIS yang berasal dari sumbangan sukarela guru dan karyawan setiap bulan untuk membantu siswa kurang mampu.
“Tujuannya untuk membantu anak-anak yang kurang mampu tadi, jadi ada juga bantuan ZIS dari sekolah kepada para anak-anak kita,” ungkapnya.
Pihak sekolah berharap kuota penerima beasiswa ke depan dapat terus bertambah mengingat masih banyak siswa yang membutuhkan bantuan pendidikan dari sisi ekonomi. Komitmen tersebut dinilai penting agar seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik. (Sofyan)
Baca juga: Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Solo Diisi Aksi Bersih Lingkungan di Benteng Vastenburg
News
![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani turun langsung memangkas rumput liar. |
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Solo Diisi Aksi Bersih Lingkungan di Benteng Vastenburg
Solo - majalahlarise.com - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Kota Surakarta diisi dengan aksi nyata menjaga lingkungan melalui kerja bakti dan bersih-bersih kawasan Benteng Vastenburg, Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Surakarta tersebut melibatkan berbagai stakeholder, komunitas lingkungan, relawan, organisasi masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani turun langsung memimpin kegiatan tersebut. Bersama para peserta, ia membersihkan area sekitar benteng dengan memungut sampah, menyapu pedestrian, memangkas rumput liar, hingga mengangkut sampah di sejumlah titik kawasan publik.
Aksi bersih lingkungan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional sekaligus HUT Pemerintah Kota Surakarta. Pemkot Solo ingin momentum tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Selain dikenal sebagai bangunan bersejarah, Benteng Vastenburg juga menjadi salah satu ruang publik yang kerap digunakan untuk kegiatan budaya, sosial, hingga wisata masyarakat. Karena itu, kebersihan dan kenyamanan kawasan dinilai perlu terus dijaga bersama.
Astrid Widayani menjelaskan semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga simbol kebersamaan. Pemerintah, stakeholder, komunitas, dan relawan hadir bersama menjaga Kota Surakarta agar tetap bersih, indah, dan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebersihan kota tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.
“Kami ingin semangat menjaga lingkungan ini terus tumbuh. Kota yang bersih dan nyaman hanya bisa terwujud kalau ada kepedulian dan partisipasi bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Herwin Tri Nugroho Adi menyebut kawasan Benteng Vastenburg memiliki posisi strategis karena berada di pusat kota sekaligus menjadi salah satu ikon Kota Solo.
Menurutnya, menjaga kebersihan kawasan tersebut penting untuk mempertahankan citra Solo sebagai kota budaya yang bersih, tertata, dan ramah lingkungan.
“Kawasan Benteng Vastenburg berada di pusat kota dan menjadi salah satu ikon Kota Surakarta. Karena itu kebersihan dan keasriannya harus dijaga bersama agar tetap nyaman dan bebas sampah,” katanya.
Herwin juga mengapresiasi keterlibatan relawan dan berbagai stakeholder dalam aksi bersih lingkungan tersebut. Ia berharap semangat gotong royong seperti itu terus tumbuh sebagai gerakan bersama menjaga lingkungan perkotaan yang sehat dan berkelanjutan.
Suasana kerja bakti berlangsung penuh kebersamaan. Para peserta tampak bahu-membahu membersihkan area sekitar benteng sambil mempererat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. (Is/ Sofyan)
Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional 2026, Wakil Wali Kota Surakarta Ajak Warga Perkuat Persatuan Bangsa
News
![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat memberi keterangan usai upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026. |
Hari Kebangkitan Nasional 2026, Wakil Wali Kota Surakarta Ajak Warga Perkuat Persatuan Bangsa
Solo - majalahlarise.com - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menjelaskan pentingnya menjaga semangat kebangsaan dan persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan usai mengikuti upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 di Tugu Lilin Penumping, Laweyan, Surakarta, Rabu (20/5/2026).
Dalam keterangannya, Astrid menyampaikan Kota Solo memiliki sejarah panjang dalam perjuangan nasional Indonesia. Berbagai organisasi besar seperti Serikat Islam, Serikat Dagang Islam, lahirnya PWI, PON pertama, hingga PSSI memiliki keterkaitan sejarah yang erat dengan Kota Bengawan.
“Solo sangat terkenal dengan banyak sekali awal-awal pergerakan yang sifatnya untuk bangsa dan nasional. Semua sejarahnya ada di sini,” ujarnya.
Ia menjelaskan simbol api yang terus menyala di Tugu Lilin menjadi gambaran semangat perjuangan masyarakat Solo yang tidak pernah padam. Semangat tersebut, menurutnya, harus terus dijaga sebagai bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Semua pergerakan ini harus dibarengi dengan suatu tekad bulat untuk kecintaan terhadap negara Republik Indonesia,” jelasnya.
Selain membahas sejarah perjuangan nasional, Wakil Wali Kota juga menyinggung kondisi ekonomi nasional, termasuk melemahnya nilai rupiah dan berbagai tantangan lain yang tengah dihadapi Indonesia. Menurutnya, situasi tersebut harus dijadikan momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Astrid menuturkan masyarakat Solo memiliki filosofi budaya yang mengajarkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kota maupun bangsa. Filosofi tersebut dikenal dengan ungkapan “Melu Hangarbeni, Melu Hangrungkebi, Mulat Sarira Hangrasa Wani.”
“Filosofi budaya kami ingin mengajak semua pihak dan elemen masyarakat untuk terus merangkul bersama-sama, ikut memiliki Kota Solo, ikut bersatu padu, berkontribusi untuk Solo dan bangsa Indonesia,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai kondisi global maupun nasional yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Meski demikian, dirinya optimistis bangsa Indonesia mampu menghadapi setiap tantangan apabila seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persatuan dan kebersamaan.
“Apapun krisisnya dan tantangannya harus tetap dihadapi bersama-sama,” pungkasnya. (Is/ Sofyan)
Baca juga: Dies Natalis ke-46 UNISRI, Ziarah ke TMP Jurug dan Makam Tokoh UNISRI Jadi Wujud Penghormatan
Pendidikan
![]() |
| Prosesi pelepasan balon ke udara sebagai simbol rasa syukur dan harapan bagi kemajuan sekolah. |
HUT ke-34 SMPN 2 Wuryantoro Meriah, Siswa Tampilkan Kreativitas dan Semangat Kebersamaan
Wonogiri - majalahlarise.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 SMP Negeri 2 Wuryantoro berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekolah. Kegiatan yang digelar selama tiga hari, mulai Senin (18/5/2026) hingga Rabu (20/5/2026), di lingkungan SMP Negeri 2 Wuryantoro ini mengusung tema “Grow Together, Satukan Keberagaman dalam Kebersamaan.”
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi potong tumpeng, potong pita, serta pelepasan balon ke udara sebagai simbol rasa syukur dan harapan bagi kemajuan sekolah. Suasana semakin semarak dengan kegiatan jalan sehat, bazar dan marketing day, tukar kado antarmurid senilai Rp5.000, serta panggung bakat yang menampilkan berbagai kreativitas siswa.
Penampilan tari, senam, tim Jumbara, Pramuka, hingga pasukan baris-berbaris (PBB) turut memeriahkan acara. Selain itu, berbagai perlombaan juga digelar untuk mengasah kreativitas dan keberanian siswa, di antaranya lomba video ucapan HUT SMPN 2 Wuryantoro, lomba puisi antarkelas bertema “Sekolah adalah Rumah Keduaku”, karaoke antarkelas dengan tema semangat, persahabatan, dan cinta sekolah, serta lomba menghias tumpeng antar kelas.
Kepala SMP Negeri 2 Wuryantoro, Etist Saptarini, menyampaikan HUT ke-34 menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus menggali potensi peserta didik.
“Hari jadi ke-34 SMPN 2 Wuryantoro ini menjadi ajang bagi anak-anak untuk menggali potensi, kreativitas, dan unjuk keberanian. Kami ingin seluruh warga sekolah bertumbuh bersama dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki,” ujarnya.
Ia menjelaskan SMP Negeri 2 Wuryantoro berdiri sejak 5 Mei 1992 dan hingga kini terus berupaya menjadi sekolah yang mampu membangun karakter, kreativitas, serta semangat kebersamaan di kalangan siswa.
“Terima kasih atas kerja sama seluruh anak-anak, warga sekolah, dan para sponsor sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan meriah,” tambahnya.
Antusiasme para siswa tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga belajar bekerja sama, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap sekolah sebagai rumah kedua mereka. (Sofyan)
Baca juga: Dies Natalis ke-46 UNISRI, Ziarah ke TMP Jurug dan Makam Tokoh UNISRI Jadi Wujud Penghormatan
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...







