GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
News
![]() |
| Sebanyak 100 UMKM terpilih mengikuti Program Semarang RISE 2026 bertema "Digital & Market Acceleration" yang digelar di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Semarang pada 21–22 Juli 2026. |
Semarang RISE 2026 Perkuat Daya Saing 100 UMKM Lewat Akselerasi Digital dan Akses Pasar
Semarang - majalahlarise.com – Program Semarang RISE 2026 (Revitalize, Innovate, Scale, Empower) terus memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui akselerasi digital dan perluasan akses pasar. Sebanyak 100 UMKM terpilih mengikuti Pertemuan ke-3 bertema "Digital & Market Acceleration" yang digelar di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Semarang pada 21–22 Juli 2026 sebagai bagian dari program inkubasi bisnis selama 90 hari.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Semarang bersama Asia Small Business Federation (ASBF) Regional Jawa Tengah, ASBF Solo Raya, dan DnA Entrepreneur Academy ini terbagi dalam dua sesi. Pada 21 Juli diikuti 50 pelaku UMKM sektor kuliner, sedangkan 22 Juli diikuti 50 UMKM sektor craft. Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan UMKM agar mampu naik kelas, memasuki pasar modern, hingga menembus pasar global.
Pada sesi pertama, peserta memperoleh materi "Digital Presence yang Menjual, Bukan Sekadar Posting" dari praktisi digital marketing sekaligus Chief Operating Area ASBF, Angga Prasetyo. Materi berfokus pada strategi membangun kepercayaan pasar, meningkatkan konversi melalui konten yang tepat, serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung produktivitas pemasaran digital. Selain teori, peserta juga mendapat pendampingan mengoptimalkan profil bisnis digital agar lebih profesional dan kompetitif di marketplace maupun media sosial.
"Di era digital, konsumen membeli karena percaya. Konten bukan sekadar ramai dilihat, tetapi harus mampu mengubah perhatian menjadi transaksi. AI hadir sebagai alat bantu agar UMKM dapat bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan lebih konsisten," jelas Angga Prasetyo.
Sesi berikutnya menghadirkan Anastasia Dhevi Retnaningrum, S.H., trader ekspor, Direktur PT Sri Subagya Berkah Abadi, Ketua DPD Go Export Solo, Affiliate TikTok Shop dan Shopee, sekaligus Trainer DnA Entrepreneur. Melalui materi "Strategi Akses Pasar & Buyer Mapping", peserta dibimbing memahami pentingnya menentukan target pasar sebelum memasarkan produk. Materi meliputi penyusunan buyer persona, strategi memilih pasar B2B maupun retail, hingga pengenalan peluang ekspor. Setiap peserta juga menyusun Target Market Map sebagai panduan pengembangan bisnis pasca program inkubasi.
"Produk yang baik belum tentu langsung diterima pasar. Yang paling penting adalah mengetahui siapa pembelinya, kebutuhan mereka, serta bagaimana cara menjangkaunya secara tepat. Ketika target pasar sudah jelas, strategi pemasaran akan menjadi jauh lebih efektif," ungkap Anastasia Dhevi Retnaningrum.
Project Manager Semarang RISE 2026, Arman Hadi, menjelaskan program tersebut tidak sekadar memberikan pelatihan, melainkan pendampingan bisnis secara bertahap agar UMKM berkembang secara berkelanjutan.
"Semarang RISE 2026 adalah program pendampingan bagi UMKM yang telah memiliki kesiapan untuk berkembang lebih cepat. Kami membangun fondasi usaha mulai dari penguatan model bisnis, digitalisasi, peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, hingga membuka akses kepada buyer, investor, dan peluang ekspor. Harapannya, peserta tidak hanya bertambah pengetahuan, tetapi benar-benar mengalami peningkatan kapasitas dan pasar," jelas Arman.
Sementara itu, Project Manager 2 Semarang RISE 2026, Ika Rosyada Fitriati, menyampaikan setiap tahapan pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan riil pelaku UMKM sehingga materi yang diberikan bersifat aplikatif dan relevan.
"Kami ingin menghadirkan proses pembelajaran yang aplikatif dan relevan. Oleh karena itu, para pemateri yang hadir merupakan praktisi yang telah memiliki pengalaman langsung di bidang digital marketing, perdagangan, dan ekspor. Semarang RISE menjadi ruang kolaborasi agar UMKM Kota Semarang dapat tumbuh lebih adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing yang kuat di pasar nasional maupun internasional," tutur Ika.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas bisnis, akademisi, dan praktisi, Semarang RISE 2026 menghadirkan ekosistem pendampingan yang mempertemukan peserta dengan mentor, pelaku usaha, serta jejaring bisnis yang membuka peluang kemitraan dan ekspor. Program ini diharapkan mampu melahirkan UMKM yang tidak hanya kuat dalam pemasaran digital, tetapi juga siap menjadi bagian dari rantai pasok nasional dan global.
Mengusung semangat "Revitalize. Innovate. Scale. Empower.", Semarang RISE 2026 menegaskan komitmennya untuk mendorong UMKM Kota Semarang bertumbuh lebih adaptif, inovatif, berdaya saing tinggi, serta mampu menembus pasar internasional melalui kolaborasi dan penguatan kapasitas usaha. (Sofyan)
Artikel Pengembangan Profesi
Belajar dan Membelajarkan Bahasa Indonesia Berbasis Seni, Budaya, dan Sastra untuk Memotivasi, Menginspirasi, dan Memantik Gerakan Literasi Ratulisa bagi Multigenerasi NKRI pada Era Digital
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum.
Guru Besar Bidang Pragmatik dan Pembelajaran Pragmatik
Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa
![]() |
| Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum. |
“Kawan, merajut kata untuk membentuk teks merupakan langkah nyata saat menuangkan ide dan gagasan yang dapat disampaikan kepada pembaca di seluruh wilayah Indonesia sepanjang masa”
Alhamdulillah, segala puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang maha Esa yang telah memberikan kekuatan dan kesempatan kepada penulis untuk terus berliterasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca) sepanjang masa bersama kawan-kawan Komunitas DIKLISA (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra) . Ucapan selamat dan sukses luar biasa disampaikan untuk para penulis buku berjudul Bahasa Indonesia Inspiratif: Memahami Teks Melalui Seni, Budaya, dan Sastra yang diterbitkan oleh Penerbit Yuma Pustaka Surakarta. Selamat dan sukses untuk para penulis yang hebat luar biasa, antara lain Saudara; Zuhad, Carrine Irawan K, Cahyo Hasanudin, dan Tutut Septia Wati yang hebat luar biasa. Para penulis tersebut telah berjuang untuk menyelesaikan tulisan yang dibukukan dan diabadikan untuk teladan dan rujukan belajar bahasa Indonesia berbasis seni, budaya, dan sastra bagi seluruh multigenerasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Buku yang ditulis tersebut merupakan wujud keteladanan untuk mengimplementasikan gerakan literasi ratulisa bagi seluruh multigenerasi NKRI yang belajar pada jenjang pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Komitmen untuk belajar berbasis teks, koteks, dan konteks merupakan modal dasar untuk dapat belajar bahasa pada ranah struktural dan fungsional. Belajar bahasa Indonesia berbasis linguistik struktural artinya pembelajar harus memahami teks bahasa Indonesia berbasis struktural. Oleh karena itu, pembelajar bahasa harus memahami linguistik secara diadik, yakni bentuk dan fungsinya. Hal ini diperkuat dan didukung dengan pemahaman linguistik struktural, seperti fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan wacana. Kemudian proses belajar bahasa yang terapan dapat didukung dengan memahami ranah linguistik fungsional. Proses belajar bahasa secara fungsional harus diperkuat dengan pemahaman secara triadik, yakni bentuk, fungsi, dan konteks. Hal ini sebagai penguatan proses belajar linguistik fungsional, seperti: pragmatik, sosiolinguistik, sosiopragmatik, religiopragmatik, neurolinguistik, psikopragmatik, linguistik historis komparatif, dan linguistik terapan lainnya yang mendukung penguatan sumber literasi digital dan nondigital bagi pembelajar bahasa Indonesia berbasis seni, budaya, dan sastra.
Belajar dan membelajarkan bahasa Indonesia berbasis seni, budaya, dan sastra harus dapat dideskripsikan dalam tiga pilar utama, yaitu pilar seni, budaya, dan sastra. Ketiga pilar tersebut akan menjadi dasar penguatan belajar bahasa secara komprehensif. Hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama, pilar seni. Seni merupakan aneka sajian bentuk rupa, suara, dan seni lainnya untuk dikomunikasikan secara verbal dan nonverbal kepada para penikmat seni. Oleh karena itu, seni rupa, musik, patung, dan seni-seni lainnya akan dapat menjadi objek dan media nonverbal untuk menjadi media pembelajaran bahasa Indonesia secara verbal atau teks secara komprehensif dan berkelanjutan. Kedua, pilar budaya. Aspek-aspek budaya akan dapat menjadi dasar moral dan etika berbahasa bagi penggunaan bahasa Indonesia secara formal dan nonformal bagi multigenerasi NKRI. Pilar budaya tersebut akan sangat bermanfaat sebagai reportoar budaya yang menjadi daya dukung dan penguatan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Ketiga, pilar sastra. Sastra merupakan ruang untuk berkreasi dengan teks melalui rajutan kata dengan segala keindahan rasa dan pilihan diksi untuk menyampaikan maksud dan tujuan tuturan dalam berbahasa kepada lawan tutur. Dengan demikian ketiga pilar tersebut, seni, budaya, dan sastra menjadi kebutuhan mendasar untuk dasar dan pengayaan reportoar berbahasa Indonesia khususnya proses belajar teks, koteks, dan konteks dalam berbahasa secara verbal dan nonverbal.
Buku yang disajikan dengan xii halaman romawi dan 412 halaman isi, serta terdiri atas 6 bab, antara lain: (1) Aku dan sekitarku; (2) Imajinasiku tanpa batas; (3) Panduan Praktis Kehidupanku; (4) Indahnya Nasihat dan Rima; (5) Fakta, Berita, dan Gagasan; (6) Inspirasi untuk Maju. Keenam bab tersebut ditambah subbab pembahasan dan dideskripsikan secara lengkap dengan aneka sajian dan deskripsi yang sangat memotivasi dan menginspirasi multigenerasi NKRI secara lengkap dan berkelanjutan. Akhirnya, selamat menikmati dan menjelajahi literasi yang menyenangkan berbasis Buku Bahasa Indonesia Inspiratif yang ada dibaca Bapak, Ibu, dan Saudara sebagai pembaca buku yang baik hati, budiman, dan juos gandhos poll. Komitmen guru, dosen, penggiat literasi, mahasiswa, dan murid untuk terus belajar dan membelajarkan diri dengan ratulisa merupakan Upaya untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Akhirnya tulisan yang disajikan oleh keempat penulis dalam buku tersebut sangat layak dan penting untuk menjadi bacaan alternatif sebagai sumber literasi bagi pembelajar bahasa Indonesia pada jenjang sekolah dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Komitmen para penulis untuk dapat menyajikan ide-ide cemerlang sebagai wujud implementasi gerakan literasi Arfuzh Ratulisa (rajin menulis dan membaca), Diklisa (Dialog Pendidikan Literasi, Bahasa, dan Sastra) secara teoretik dan praktik. Belajar dan membelajarkan diri sepanjang masa untuk dapat memantik rasa cinta dan bangga menggunakan bahasa Indonesia merupakan wujud nyata dan target yang diimplikasikan dalam buku yang ditulis dengan penuh simpati dan empati kepada multigenerasi NKRI.
#Tulisan ini merupakan pengantar dan ulasan buku yang ditulis oleh Zuhad, Carrine Irawan K, Cahyo Hasanudin, dan Tutut Septia Wati# berjudul Bahasa Indonesia Inspiratif: Memahami Teks Melalui Seni, Budaya, dan Sastra yang diterbitkan oleh Penerbit Yuma Pustaka Surakarta#
“Bergerak dan menggerakkan multigenerasi NKRI untuk terus mencintai dan membanggakan penggunaan bahasa Indonesia yang benar, baik, dan santun merupakan implementasi gerakan literasi Ratulisa yang berbasis pembelajaran seni, budaya, dan sastra dalam berbagai perspektif yang menyenangkan untuk kemaslahatan umat sepanjang hayat”
Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa Surakarta, 24 Juli 2026
Pendidikan
![]() |
| Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, S.Si., M.M., sebagai narasumber parenting. |
MIM Munggur dan RA Perwanida Gelar Parenting, Perkuat Sinergi Madrasah, Guru, dan Orang Tua
BOYOLALI - majalahlarise.com – MI Muhammadiyah (MIM) Munggur bersama RA Perwanida Munggur menggelar kegiatan Awalussanah dan Parenting bertema "Sinergitas Madrasah, Guru dan Orang Tua, Tangan Bergandeng, Hati Selaras" pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MIM Munggur, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali ini diikuti seluruh wali murid RA Perwanida dan MIM Munggur sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara madrasah, guru, dan orang tua dalam membentuk generasi Qurani, cerdas, serta berakhlak mulia.
Kegiatan menghadirkan Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, S.Si., M.M., sebagai narasumber parenting. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan keberhasilan pendidikan anak tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Menurutnya, orang tua dan guru harus memiliki visi yang sama, membangun komunikasi yang intensif, serta menghadirkan keteladanan yang selaras di rumah maupun di sekolah.
"Anak-anak membutuhkan keteladanan yang sama antara rumah dan sekolah. Ketika orang tua dan guru berjalan seiring, insyaallah akan lahir generasi yang berilmu, beradab, dan berprestasi," ujar Pujiono.
Kepala MIM Munggur, Istanti, S.Pd., mengapresiasi tingginya antusiasme para wali murid yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan parenting menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi antara keluarga dan madrasah dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak. Dengan adanya kesamaan visi, berbagai program pendidikan di madrasah diharapkan memperoleh dukungan penuh dari orang tua sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
"Parenting ini menjadi momentum yang sangat penting untuk mempererat komunikasi antara madrasah dengan orang tua. Kami berharap seluruh program yang dirancang madrasah dapat berjalan dengan baik karena didukung oleh keluarga di rumah," tutur Istanti.
Senada dengan itu, Kepala RA Perwanida Munggur, Salis Rahmiyati, S.Pd., menjelaskan pembentukan karakter anak sejak usia dini memerlukan sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan keluarga. Menurutnya, pendidikan karakter akan lebih efektif apabila nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah juga diterapkan secara konsisten di lingkungan rumah.
"Sinergi antara orang tua dan lembaga pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Kolaborasi yang baik akan menjadi bekal penting bagi tumbuh kembang anak di masa depan," kata Salis Rahmiyati.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para wali murid aktif mengikuti sesi penyampaian materi hingga diskusi interaktif bersama narasumber. Ketua Komite MIM Munggur, Paiman, turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan di RA Perwanida maupun MIM Munggur.
Melalui kegiatan Awalussanah dan Parenting ini, MIM Munggur dan RA Perwanida berharap terjalin kerja sama yang semakin erat antara madrasah, guru, komite, dan orang tua. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. (Sofyan)
Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Gelar Workshop Gantungan Kunci Clay, Asah Kreativitas Siswa SLB YPAC
Pendidikan
![]() |
| Workshop Pembuatan Gantungan Kunci berbahan air dry clay bagi siswa SDLB D YPAC Surakarta. |
Mahasiswa DKV ISI Surakarta Gelar Workshop Gantungan Kunci Clay, Asah Kreativitas Siswa SLB YPAC
SURAKARTA - majalahlarise.com – Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta menggelar Workshop Pembuatan Gantungan Kunci berbahan air dry clay bagi siswa SDLB D YPAC Surakarta. Kegiatan yang merupakan bagian dari ProMaDam (Program Mahasiswa Berdampak) FSRD ISI Surakarta Tahun 2026 ini bertujuan meningkatkan kreativitas, keterampilan motorik halus, serta kepercayaan diri peserta didik berkebutuhan khusus melalui aktivitas seni yang menyenangkan.
Workshop yang dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Aula SLB D & D1 YPAC Surakarta diprakarsai oleh mahasiswa DKV ISI Surakarta, Audia Sahara Maharani. Selama kegiatan, para siswa diajak mengenal karakteristik air dry clay, mempelajari teknik dasar membentuk objek tiga dimensi, melakukan proses pewarnaan, hingga memasang ring gantungan kunci sebagai tahap akhir. Seluruh proses berlangsung secara interaktif dengan pendampingan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.
Antusiasme siswa terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka bebas menuangkan imajinasi menjadi berbagai bentuk unik dengan perpaduan warna yang beragam. Selain menghasilkan karya kreatif, workshop juga menjadi sarana melatih koordinasi motorik halus, konsentrasi, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara bertahap.
Dosen pembimbing ProMaDam, Luluk Khoironi Maknun, menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa produk kerajinan, tetapi lebih menitikberatkan pada proses belajar yang memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi dan mengekspresikan diri melalui seni.
"Workshop ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir produk, tetapi juga pada proses pembelajaran yang memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi, mencoba, dan mengekspresikan diri melalui media seni. Pendekatan seperti ini dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menghasilkan karya yang layak diapresiasi masyarakat," jelas Luluk.
Kepala SLB D YPAC Surakarta, Jalaludin Khawarizmi, mengapresiasi kolaborasi antara ISI Surakarta dan sekolahnya. Menurutnya, kegiatan kreatif seperti ini memberikan pengalaman belajar baru sekaligus membuka peluang pengembangan potensi siswa secara optimal.
"Kami berterima kasih kepada mahasiswa yang telah membantu penyelenggaraan workshop kreativitas pembuatan gantungan clay ini. Kegiatan ini sangat luar biasa karena selain anak-anak belajar membuat gantungan kunci, mereka juga melatih motorik, kesabaran, serta meningkatkan kreativitas. Kami berharap kegiatan kreatif seperti ini terus berlanjut sebagai langkah awal siswa menciptakan produk yang memiliki nilai jual sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah luar biasa," ujarnya.
Hal senada disampaikan mentor pendamping YPAC Surakarta, Wiwik Haryanti. Ia menilai metode pembelajaran berbasis praktik mampu membangun keterlibatan aktif peserta didik sekaligus menumbuhkan sikap saling bekerja sama.
"Anak-anak terlihat aktif dan antusias selama proses pembuatan gantungan clay. Mereka saling berbagi ide, bekerja sama menyusun clay, sabar bergantian menggunakan alat, hingga membantu teman yang mengalami kesulitan. Workshop ini sangat bermanfaat untuk melatih motorik sekaligus meningkatkan kreativitas siswa dalam menghasilkan produk kreatif," tuturnya.
Sementara itu, penyelenggara sekaligus pemateri workshop, Audia Sahara Maharani, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan implementasi ilmu Desain Komunikasi Visual dalam mendukung pendidikan inklusif melalui pendekatan seni.
"Melalui workshop ini saya ingin mengajak siswa SLB YPAC Surakarta mengenal proses kreatif secara sederhana namun menyenangkan. Saya berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memotivasi mereka untuk terus berkarya. Ke depan, keterampilan seperti ini juga berpotensi dikembangkan menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi sehingga mampu mendukung kemandirian mereka," ungkap Audia.
Melalui kegiatan ProMaDam ini, kolaborasi antara FSRD ISI Surakarta dan SLB D & D1 YPAC Surakarta diharapkan terus berkembang melalui berbagai program kreatif yang mendukung pengembangan keterampilan, kreativitas, dan pemberdayaan peserta didik berkebutuhan khusus. Workshop tersebut sekaligus menunjukkan seni dan desain dapat menjadi media pembelajaran yang inklusif, menyenangkan, serta membuka peluang bagi siswa untuk menghasilkan karya yang bernilai dan bermanfaat bagi masa depan mereka. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Para siswa bergerak bersama dalam senam yang bertujuan menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarsiswa. |
Peringati Hari Anak Nasional, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Gelar Senam Anak Hebat dan Forum Aspirasi Siswa
SOLO - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan menggelar kegiatan bertajuk Peringati Hari Anak Nasional dengan Senam Anak Hebat, Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut Surat Edaran Nomor 93 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pagi Ceria dalam rangka Hari Anak Nasional sekaligus menghadirkan pembelajaran yang sehat, menyenangkan, dan berpusat pada anak.
Ratusan siswa mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi yang diawali dengan mengaji bersama pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti Senam Sehat Ceria di halaman sekolah pada pukul 07.30 WIB. Suasana penuh semangat tampak mewarnai kegiatan ketika para siswa bergerak bersama dalam senam yang bertujuan menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarsiswa.
Usai senam, setiap kelas melaksanakan berbagai permainan tradisional dengan membawa perlengkapan permainan dari rumah. Beragam permainan seperti bekel, lompat tali, gobak sodor, engklek, hingga dakon dimainkan di dalam maupun sekitar kelas. Seluruh aktivitas didokumentasikan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran yang menyenangkan sekaligus upaya melestarikan permainan tradisional Indonesia di kalangan generasi muda.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Sri Sayekti melalui Pelaksana Tugas Kepala Sekolah, Sri Martono Lanjarsari, menjelaskan kegiatan ditutup dengan Forum Kotak Suara Anak. Dalam forum tersebut, setiap siswa diberi kesempatan menuliskan aspirasi, harapan, maupun pendapat mengenai berbagai hal yang mereka alami di lingkungan sekolah pada lembar post-it untuk kemudian ditempel di mading kelas.
"Selanjutnya, seluruh aspirasi ditempel di mading kelas sebagai bentuk partisipasi aktif anak dalam mewujudkan sekolah yang ramah anak," ujar Sri Martono.
Ia menjelaskan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menghadirkan lingkungan belajar yang sehat, menyenangkan, sekaligus memberikan ruang kepada anak agar berani menyampaikan pendapat.
"Anak-anak perlu diberi kesempatan untuk bergerak, bermain, belajar, dan didengar suaranya," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kelas Imam Priyanto mengatakan kegiatan Hari Anak Nasional sejalan dengan komitmen sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid. Menurutnya, proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai aktivitas yang mampu mengembangkan karakter, kemampuan bersosialisasi, serta keberanian menyampaikan ide secara santun.
"Peringatan Hari Anak Nasional kami kemas menjadi pengalaman belajar yang menggembirakan. Anak-anak sehat melalui senam, belajar nilai kebersamaan melalui permainan tradisional, dan berlatih menyampaikan aspirasi melalui Forum Kotak Suara Anak. Ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah yang telah berusia 91 tahun dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak, berkeunggulan, dan berkemajuan," kata Imam Priyanto.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta tidak hanya memperingati Hari Anak Nasional secara seremonial, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang aktif, menyenangkan, dan memberi kesempatan kepada setiap anak untuk tumbuh sehat, kreatif, serta berani menyampaikan gagasannya sebagai bagian dari budaya sekolah ramah anak. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Sambut Riset UPI Bandung, Perkuat Pionir Pembelajaran AI
Artikel Wirausaha
Bangun Mesin Penghasil dan Pengganda Uang untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa
Oleh: Sofyan Yuli Antonius, S.Sos
Praktisi Media dan Pemerhati Wirausaha
![]() |
| Sofyan Yuli Antonius, S.Sos |
Kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, tetapi terutama oleh kemampuannya menciptakan nilai tambah melalui sumber daya manusia, industri, perdagangan, dan perusahaan yang produktif. Negara-negara maju membuktikan bahwa kesejahteraan tidak lahir dari konsumsi semata, melainkan dari kemampuan membangun sistem ekonomi yang mampu menghasilkan dan menggandakan nilai secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi seharusnya diarahkan pada penciptaan "mesin-mesin penghasil uang" dan "mesin-mesin pengganda uang" yang mampu menggerakkan roda perekonomian secara terus-menerus.
Mesin penghasil uang dapat dipahami sebagai seluruh aktivitas ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa bernilai ekonomi. Industri manufaktur, pertanian modern, teknologi digital, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor jasa merupakan contoh nyata mesin penghasil uang. Semakin banyak sektor produktif yang tumbuh, semakin besar pula lapangan kerja yang tercipta, pendapatan masyarakat meningkat, dan daya beli menguat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh masyarakat luas melalui meningkatnya aktivitas ekonomi.
Namun, menghasilkan uang saja tidak cukup. Sebuah bangsa juga memerlukan mesin pengganda uang, yaitu sistem yang mampu memperbesar nilai ekonomi dari setiap rupiah yang dihasilkan. Perdagangan, investasi, ekspor, perusahaan yang sehat, koperasi modern, serta inovasi bisnis merupakan contoh mesin pengganda uang. Ketika sebuah perusahaan berkembang, keuntungan yang diperoleh dapat diinvestasikan kembali untuk memperluas usaha, membuka cabang baru, menciptakan produk inovatif, serta merekrut lebih banyak tenaga kerja. Proses inilah yang menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang lebih berorientasi menjadi pencari kerja daripada pencipta lapangan kerja. Pola pikir seperti ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi berjalan lebih lambat karena jumlah pelaku usaha produktif tidak bertambah secara signifikan. Padahal, kemajuan ekonomi membutuhkan semakin banyak individu yang berani membangun usaha, menciptakan inovasi, dan mengembangkan perusahaan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Industri memiliki peran yang sangat strategis sebagai mesin utama penghasil uang. Melalui industrialisasi, bahan baku yang sebelumnya bernilai rendah dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi. Misalnya, hasil pertanian yang diolah menjadi makanan kemasan, produk kesehatan, atau bahan baku industri akan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan dijual dalam bentuk mentah. Nilai tambah inilah yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perdagangan menjadi jembatan yang menghubungkan hasil produksi dengan pasar. Tanpa sistem perdagangan yang baik, produk berkualitas sekalipun sulit berkembang. Perdagangan modern yang memanfaatkan teknologi digital memungkinkan produk lokal menjangkau pasar nasional bahkan internasional. Kehadiran e-commerce, pemasaran digital, serta sistem pembayaran elektronik membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk meningkatkan omzet secara signifikan. Oleh sebab itu, penguasaan teknologi perdagangan menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Perusahaan merupakan institusi ekonomi yang berfungsi mengelola modal, tenaga kerja, teknologi, dan inovasi menjadi keuntungan yang berkelanjutan. Perusahaan yang sehat tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemilik modal, tetapi juga menjadi sumber lapangan kerja, pusat inovasi, tempat pengembangan keterampilan, serta penyumbang pajak bagi negara. Semakin banyak perusahaan yang tumbuh dan berkembang, semakin kuat fondasi ekonomi suatu bangsa.
Meski demikian, mesin-mesin ekonomi tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang berkualitas. Inilah alasan mengapa pembangunan sekolah dan perguruan tinggi harus menjadi prioritas utama. Lembaga pendidikan bukan sekadar tempat mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan pusat pencetak manusia produktif yang mampu menggerakkan ekonomi. Pendidikan harus menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan.
Sekolah dasar hingga menengah perlu menanamkan karakter disiplin, kejujuran, kerja keras, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Selain itu, peserta didik perlu dikenalkan pada literasi keuangan, kewirausahaan, teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan pengelolaan bisnis sejak dini. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi pegawai, tetapi juga memiliki keberanian membangun usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.
Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Kurikulum perlu dirancang sesuai kebutuhan industri dan perkembangan teknologi global. Kolaborasi antara kampus, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat harus diperkuat agar hasil riset dapat diterapkan menjadi produk dan layanan yang memiliki nilai ekonomi. Inkubator bisnis, pusat inovasi, serta program pendampingan wirausaha menjadi sarana penting untuk melahirkan perusahaan-perusahaan baru berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di era ekonomi digital, kemampuan menghasilkan uang semakin dipengaruhi oleh penguasaan teknologi. Pengembangan perangkat lunak, kecerdasan buatan, keamanan siber, analisis data, pemasaran digital, dan ekonomi kreatif menjadi sektor yang memiliki potensi pertumbuhan sangat tinggi. Karena itu, investasi pada pendidikan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis agar bangsa mampu bersaing dalam ekonomi global.
Pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya mesin-mesin ekonomi. Regulasi yang sederhana, kemudahan berusaha, perlindungan terhadap investasi, pembangunan infrastruktur, akses pembiayaan yang terjangkau, serta kepastian hukum akan meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan dunia usaha. Di sisi lain, sektor swasta harus terus meningkatkan inovasi, efisiensi, dan daya saing agar mampu bertahan dalam persaingan global yang semakin ketat.
Masyarakat pun perlu mengubah pola pikir dari budaya konsumtif menuju budaya produktif. Menabung, berinvestasi, membangun usaha, meningkatkan kompetensi, dan terus belajar merupakan langkah nyata untuk menciptakan kemandirian ekonomi. Setiap individu dapat menjadi bagian dari mesin penghasil dan pengganda uang, baik sebagai pelaku usaha, profesional, peneliti, inovator, maupun pendidik.
Pada akhirnya, kemakmuran bangsa tidak akan tercapai hanya dengan mengandalkan kekayaan alam atau bantuan dari pihak lain. Kemakmuran lahir dari kemampuan membangun sistem ekonomi yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Mesin-mesin penghasil uang berupa industri, perdagangan, dan perusahaan harus terus diperkuat, sementara sekolah dan perguruan tinggi harus menjadi pusat pencetak sumber daya manusia yang mampu mengelola, mengembangkan, dan menggandakan nilai ekonomi.
Jika kedua mesin tersebut berjalan beriringan mesin ekonomi yang menghasilkan kekayaan dan mesin pendidikan yang menghasilkan manusia unggul maka akan tercipta siklus pembangunan yang saling menguatkan. Industri membutuhkan tenaga kerja berkualitas, pendidikan menghasilkan inovator dan wirausahawan, perusahaan menciptakan lapangan kerja, perdagangan memperluas pasar, dan seluruh aktivitas tersebut kembali mendorong investasi pada pendidikan. Inilah fondasi menuju bangsa yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan sejahtera secara berkelanjutan.Jika diinginkan, artikel ini juga dapat dikembangkan menjadi versi opini surat kabar dengan gaya yang lebih persuasif dan disertai data pendukung serta referensi akademik.
Daftar Pustaka
Acemoglu, D., & Robinson, J. A. (2012). Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty. Crown Business.
Porter, M. E. (1998). On Competition. Harvard Business School Press.
Schumpeter, J. A. (1934). The Theory of Economic Development. Harvard University Press.
World Bank. (2024). World Development Report 2024: The Middle-Income Trap. World Bank.
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2023). Education at a Glance 2023: OECD Indicators. OECD Publishing.
Pendidikan
SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Sambut Riset UPI Bandung, Perkuat Pionir Pembelajaran AI
SOLO - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah dasar unggulan berwawasan global dengan menerima kunjungan observasi akademik dari tim peneliti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Kunjungan tersebut menjadi pengakuan atas berbagai inovasi pembelajaran yang dikembangkan sekolah, khususnya implementasi Kurikulum Berbasis Artificial Intelligence (AI), koding, serta penguatan karakter Islami yang terintegrasi dalam proses pendidikan.
Tim peneliti UPI Bandung dipimpin Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., didampingi Dr. Yanti Shantini, M.Pd., Dr. Wilodati, M.Pd., dan Lingga Utami, M.Pd. Mereka melakukan observasi langsung terhadap ekosistem pendidikan modern yang diterapkan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, mulai dari model pembelajaran berbasis teknologi hingga budaya sekolah yang berorientasi pada pembentukan Profil Pelajar Berkemajuan.
Pelaksana Tugas Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Sri Martono Lanjarsari, menjelaskan sekolah menerapkan filosofi "Kapal Dakwah" sebagai landasan dalam mengelola lembaga pendidikan. Menurutnya, kualitas sekolah harus berjalan seiring dengan misi dakwah Muhammadiyah melalui pendidikan yang unggul.
"Amal Usaha Muhammadiyah adalah kendaraan dakwah. Kita tidak mungkin memajukan syiar agama jika kapal penggeraknya atau lembaga dibiarkan karam. Kesuksesan sekolah ini adalah kesuksesan dakwah kita bersama," ujar Sri Martono Lanjarsari.
Ia menjelaskan, paradigma pendidikan di SD Muhammadiyah 1 Ketelan telah bergeser sepenuhnya menuju ekosistem pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered ecosystem). Pembelajaran tidak lagi berorientasi pada institusi, melainkan pada pengembangan karakter, kompetensi, kreativitas, dan kepemimpinan murid melalui implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), yang memadukan AI, koding, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta Project-Based Learning.
Untuk mendukung transformasi tersebut, sekolah mengoptimalkan peran sekitar 70 guru dan tenaga kependidikan yang mengelola berbagai pusat pembelajaran. Kawasan sekolah dibagi menjadi Pusat Inovasi dan Teknologi yang meliputi Laboratorium Komputer, Laboratorium MIPA, dan Studio Radio Streaming Solo Belajar. Selain itu terdapat Pusat Seni dan Budaya dengan fasilitas ruang karawitan, musik, serta musala, serta Pusat Kesejahteraan Siswa yang dilengkapi kantin sehat, UKS, hingga ruang laktasi bagi orang tua.
Tidak hanya menjadi pionir dalam pembelajaran AI dan koding, SD Muhammadiyah 1 Ketelan juga mengembangkan potensi nonakademik melalui 26 kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya Robotic Club, Science Club, seni karawitan, pedalangan, kriya batik, Tapak Suci, hingga renang. Sekolah juga menargetkan peningkatan capaian prestasi dari 750 prestasi pada tahun sebelumnya menjadi 1.000 prestasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Sri Martono menambahkan tingginya kepercayaan masyarakat tercermin dari penerimaan peserta didik baru yang selalu memenuhi kuota, yakni 112 siswa atau 100 persen dari daya tampung sekolah.
"Dengan keterisian siswa baru yang selalu mencapai target 100 persen, membuktikan integrasi antara kedalaman spiritual, budaya lokal, dan kecerdasan artifisial mampu melahirkan generasi emas yang siap bersaing di panggung internasional," pungkasnya.
Kunjungan akademik dari tim UPI Bandung diharapkan semakin memperkuat posisi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta sebagai sekolah rujukan nasional dalam pengembangan pembelajaran berbasis AI, koding, dan pendidikan karakter, sekaligus menjadi inspirasi bagi transformasi pendidikan dasar di Indonesia. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...









