PCA Banyudono Gelar Pesantren Birrul Walidain ke-2 di Ma’had ‘Aisyiyah Banyudono

    Boyolali – majalahlarise.com - Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Banyudono kembali menggelar kegiatan Pesantren Birrul Walidain ke-2 yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 13–14 Maret 2026 di Ma’had ‘Aisyiyah Banyudono. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan keislaman yang bertujuan menanamkan nilai akhlak mulia, khususnya sikap berbakti kepada orang tua atau birrul walidain.

    Pesantren ini dipimpin oleh Ketua Panitia Hj. Sri Muryati dan diikuti oleh peserta yang antusias mengikuti rangkaian pembinaan selama dua hari. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua PCA Banyudono Sri Widayati, S.Sos.

    Dalam sambutannya, Sri Widayati menyampaikan pendidikan akhlak memegang peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

    “Melalui kegiatan ini kami berharap para peserta semakin memahami pentingnya berbakti kepada orang tua dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat membuka kegiatan.

    Selama pelaksanaan pesantren, para peserta mendapatkan berbagai materi pembinaan yang bersifat edukatif sekaligus spiritual. Beberapa di antaranya adalah Membedah Makna di Balik Bacaan Sholat untuk Meraih Kekhusyukan dalam Beribadah, Mengendalikan Pikiran dan Mengelola Hati, Tuntunan Islam dalam Menghadapi Ujian Hidup, serta Fiqih Zakat.

    Ketua Panitia, Hj. Sri Muryati, menyampaikan kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan keagamaan, tetapi juga memperkuat spiritualitas peserta agar lebih mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang pembinaan yang mampu menumbuhkan kesadaran untuk selalu menghormati dan menyayangi orang tua, sekaligus memperkuat ketakwaan dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.

    Melalui kegiatan Pesantren Birrul Walidain ini, PCA Banyudono berharap nilai-nilai keislaman dapat tertanam kuat dalam diri peserta, sehingga mampu membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, tangguh, dan bertanggung jawab di tengah kehidupan bermasyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Pemuda Muslim Sukoharjo Bagikan Takjil Toleransi kepada Jemaat Gereja Hati Kudus

    Puluhan pemuda Muslim Sukoharjo datang untuk membagikan takjil berupa sego berkat kepada jemaat gereja sebagai simbol persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.


    Pemuda Muslim Sukoharjo Bagikan Takjil Toleransi kepada Jemaat Gereja Hati Kudus

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak di depan Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo pada Jumat (13/3/2026) sore. Puluhan pemuda Muslim Sukoharjo datang untuk membagikan takjil berupa sego berkat kepada jemaat gereja sebagai simbol persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.

    Kegiatan yang telah berlangsung selama empat tahun berturut-turut ini menjadi tradisi kebersamaan di tengah momentum ibadah puasa Ramadan bagi umat Muslim dan puasa Ekaristi yang dijalani umat Katolik menjelang peringatan Jumat Agung. Kehadiran para pemuda Muslim disambut hangat oleh jemaat yang berada di halaman gereja.

    Koordinator kegiatan dari pemuda Muslim, Agus Widanarko, menyampaikan kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan wujud nyata menjaga harmoni dan mempererat hubungan antarumat beragama di Sukoharjo.

    “Tradisi berbagi takjil toleransi ini sudah kami lakukan selama empat tahun. Kami datang ke gereja untuk berbagi sekaligus mempererat persaudaraan. Ramadan menjadi momen yang baik untuk saling menghormati dan menjaga kebersamaan,” tutur Agus.

    Ia juga menguraikan kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi makanan, tetapi menjadi simbol persatuan masyarakat yang hidup berdampingan dalam keberagaman.

    “Kita sama-sama menjalankan ibadah puasa. Harapannya semua umat beragama bisa menjalankan ibadah dengan lancar. Takjil toleransi ini menjadi simbol bahwa kita saling menghormati dan saling menjaga persaudaraan,” jelasnya.

    Sementara itu, Pastor Petrus Dwi Purnomo menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan perhatian para pemuda Muslim yang datang berbagi bersama jemaat gereja.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kebersamaan ini. Semoga kegiatan seperti ini menghadirkan keteduhan, memperkuat semangat persaudaraan, dan menjadi contoh bahwa keberagaman di Indonesia dapat hidup dalam harmoni,” ujarnya.

    Menurutnya, aksi berbagi tersebut menjadi bukti nyata nilai kebhinekaan yang tumbuh kuat di tengah masyarakat. Perbedaan keyakinan tidak menjadi sekat pemisah, tetapi justru menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan.

    Kegiatan berbagi takjil toleransi ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain menghadirkan suasana penuh kehangatan, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuatnya nilai toleransi yang terus dijaga oleh generasi muda di Kabupaten Sukoharjo. (Sofyan)


    Baca juga: Sinergi Ormawa FSRD ISI Surakarta Bidik Hibah Nasional PPK Ormawa 2026

    Tim Bina Kreativitas dan Talenta (BAKAT), FSRD menggelar koordinasi bersama seluruh organisasi kemahasiswaan di lingkungan fakultas.


    Sinergi Ormawa FSRD ISI Surakarta Bidik Hibah Nasional PPK Ormawa 2026

    Surakarta – majalahlarise.com - Upaya memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan terus dilakukan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Surakarta. Melalui Tim Bina Kreativitas dan Talenta (BAKAT), FSRD menggelar koordinasi bersama seluruh organisasi kemahasiswaan di lingkungan fakultas pada Jumat, 13 Maret 2026.

    Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sungging Prabangkara, Kampus 2 ISI Surakarta ini menjadi momentum awal penguatan program kerja bagi kepengurusan baru Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FSRD untuk masa bakti satu tahun ke depan.

    Selain koordinasi internal, forum tersebut juga difokuskan pada sosialisasi serta pendampingan penyusunan subproposal hibah nasional Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026. Sebanyak 13 Himaprodi dan satu BEM fakultas hadir bersama dosen pembina kemahasiswaan untuk mematangkan strategi menghadapi kompetisi di tingkat nasional.

    Untuk memperkaya perspektif peserta, FSRD menghadirkan narasumber dari Universitas Ahmad Dahlan, Iis Suwartini, M.Pd. Ia dikenal aktif sebagai dosen pembina tim PPK Ormawa di UAD dan memiliki rekam jejak prestasi dalam pendampingan organisasi mahasiswa di tingkat nasional.

    Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FSRD ISI Surakarta, Nur Rahmat Ardi Candra Dwi Atmaja, menguraikan pentingnya soliditas antarorganisasi mahasiswa untuk meraih hasil maksimal dalam kompetisi hibah nasional.

    “Himpunan prodi dan BEM Fakultas perlu menyatukan tekad untuk meraih hasil terbaik. Kami mendorong mahasiswa memaksimalkan kolaborasi dengan dosen pembina dalam memetakan kemitraan strategis, terutama yang berangkat dari hasil penelitian maupun pengabdian masyarakat. Dengan langkah tersebut, penyusunan subproposal dapat lebih tajam dan memberi dampak nyata,” ujar Ardi Candra.

    Ia juga menuturkan, sinergi antara mahasiswa dan dosen menjadi kunci dalam membangun program pemberdayaan masyarakat yang inovatif sekaligus berkelanjutan.

    Meski berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan, antusiasme peserta tetap tinggi. Sekitar 80 mahasiswa mengikuti kegiatan ini secara aktif dan interaktif dalam setiap sesi diskusi serta pendampingan penyusunan proposal.

    Melalui kegiatan tersebut, FSRD ISI Surakarta berkomitmen terus mendukung pengembangan talenta mahasiswa agar mampu melahirkan gagasan inovatif yang memberi manfaat bagi masyarakat luas melalui skema hibah nasional PPK Ormawa. (Sofyan)


    Baca juga: Puasa Jadi Momentum Reset Kebiasaan Siswa di SMA Negeri 1 Gabus Grobogan

    Kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang diikuti oleh anggota Rohis, OSIS, serta perwakilan ekstrakurikuler di sekolah. 


    Puasa Jadi Momentum Reset Kebiasaan Siswa di SMA Negeri 1 Gabus Grobogan

    Grobogan – majalahlarise.com - Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan sekaligus memperbaiki diri. Di lingkungan pendidikan, Ramadan juga dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan karakter bagi para siswa. Hal inilah yang dilakukan SMA Negeri 1 Gabus melalui rangkaian kegiatan keagamaan yang berlangsung sejak 26 Februari hingga 13 Maret 2026 dan diikuti seluruh siswa kelas X, XI, dan XII.

    Berbagai kegiatan religius digelar untuk membentuk kebiasaan positif sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan sekolah. Program ini dirancang agar siswa tidak hanya menjalankan ibadah Ramadan, tetapi juga belajar menerapkan pola hidup yang lebih disiplin dan bermakna dalam keseharian.

    Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Gabus, Sumanto, S.Pd, menyampaikan puasa dapat menjadi sarana untuk mereset kebiasaan siswa agar lebih teratur dan produktif.

    “Ramadan mengajarkan pola hidup yang lebih tertata, mulai dari bangun lebih pagi untuk sahur, melaksanakan salat, memperbanyak ibadah, berolahraga ringan, belajar di sekolah, hingga menjalankan salat tarawih berjamaah dan tidur lebih awal,” ujar Sumanto saat membuka kegiatan.

    Salah satu warga masyarakat penerima zakat dari siswa SMAN 1 Gabus.


    Ia juga menguraikan kebiasaan tersebut sejalan dengan program “7 Kebiasaan Anak Hebat” yang digagas Menteri Pendidikan Indonesia Abdul Mu’ti, sehingga Ramadan menjadi momentum tepat untuk menanamkan disiplin sekaligus nilai spiritual kepada para siswa.

    Selama pelaksanaan kegiatan Ramadan, para siswa mengikuti berbagai aktivitas yang tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Setiap hari siswa mengikuti tadarus Al-Qur’an, salat Duha berjamaah, serta kajian islami yang memberikan pemahaman lebih dalam tentang nilai-nilai keislaman.

    Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pembagian beras zakat kepada siswa yang membutuhkan serta masyarakat di sekitar sekolah. Program tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus menumbuhkan rasa empati di kalangan siswa terhadap sesama.

    Puncak kegiatan Ramadan ditutup dengan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang diikuti oleh anggota Rohis, OSIS, serta perwakilan ekstrakurikuler di sekolah. Rangkaian kegiatan dimulai dengan khataman Al-Qur’an, dilanjutkan buka puasa bersama, salat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah, kemudian kajian islami, salat malam, hingga salat Subuh berjamaah di lingkungan sekolah.

    Salah satu peserta MABIT, Frista, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman spiritual yang berkesan sekaligus mempererat kebersamaan antarsiswa.

    “Kegiatan ini membuat kami lebih dekat dengan teman-teman dan juga lebih mencintai sekolah. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar pelajaran, tetapi juga tempat kami belajar membentuk karakter dan nilai kehidupan,” tuturnya.

    Melalui rangkaian kegiatan Ramadan tersebut, SMA Negeri 1 Gabus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, serta spiritualitas yang baik. Puasa pun dimaknai bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebagai momentum untuk mereset kebiasaan serta membangun pola hidup yang lebih baik bagi para siswa. (Sofyan)


    Baca juga: MI Al-Kahfi Manyaran Bagikan 400 Box Takjil di Ramadan 1447 H, Ludes dalam 20 Menit

    Penyaluran zakat fitrah ke masjid AN Nur Dusun Ginade Wetan kecamatan Giritontro.


    Pesantren Ramadhan Berbuah Berkah, SMPN 2 Giritontro Salurkan 1,7 Ton Beras Zakat Fitrah kepada Masyarakat

    Wonogiri – majalahlarise.com - Kegiatan Pesantren Ramadhan di SMP Negeri 2 Giritontro tahun 2026 berlangsung penuh makna. Selain menjadi sarana pembinaan keimanan bagi para siswa, kegiatan ini juga menghadirkan aksi sosial melalui pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Selama kegiatan berlangsung, panitia berhasil mengumpulkan sekitar 1,9 ton beras zakat fitrah dari siswa serta keluarga besar sekolah. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,7 ton beras kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima di sekitar lingkungan sekolah.

    Rangkaian Pesantren Ramadhan dilaksanakan selama enam hari, mulai 9 hingga 14 Maret 2026. Berbagai kegiatan keagamaan digelar untuk menumbuhkan keimanan, memperdalam pemahaman agama, sekaligus membentuk karakter religius para siswa.

    Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti beragam aktivitas seperti tadarus Al-Qur’an, sholat dhuha berjamaah, penyampaian tausiyah oleh siswa dan guru, serta sejumlah lomba bernuansa Islami seperti lomba pidato, kaligrafi, dan kebersihan kelas. Kegiatan juga diisi dengan pengumpulan zakat fitrah dari siswa dan keluarga besar sekolah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.



    Kepala SMP Negeri 2 Giritontro, Retno Wulandari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kegiatan Pesantren Ramadhan menjadi sarana bagi siswa untuk belajar sekaligus mempraktikkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

    “Pesantren Ramadhan ini bertujuan memperdalam pemahaman siswa terhadap ajaran agama serta menumbuhkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan zakat fitrah ini merupakan bentuk nyata penerapan ilmu agama yang dipelajari di sekolah. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan ke depan dapat terus meningkat,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Pesantren Ramadhan, Syarif Aminudin, S.Ag., menjelaskan seluruh siswa muslim mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan dan antusias.

    “Seluruh siswa muslim mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk dan penuh semangat. Untuk zakat fitrah setiap tahun kita adakan berupa beras. Alhamdulillah, tahun ini zakat fitrah berupa beras yang berhasil dikumpulkan dari siswa dan keluarga besar sekolah mengalami peningkatan hingga mencapai sekitar 1,7 ton,” jelasnya.


    Ia menambahkan, beras zakat fitrah tersebut disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima di sekitar lingkungan sekolah. Sebagian zakat juga dititipkan kepada beberapa masjid saat rombongan sekolah melaksanakan kegiatan tarawih keliling, sehingga penyalurannya dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

    Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi siswa dalam kehidupan bermasyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: MI Al-Kahfi Manyaran Bagikan 400 Box Takjil di Ramadan 1447 H, Ludes dalam 20 Menit

    Para siswa kelas 5 MI Al-Kahfi turut terlibat langsung membagikan paket takjil mewakili seluruh siswa. 


    MI Al-Kahfi Manyaran Bagikan 400 Box Takjil di Ramadan 1447 H, Ludes dalam 20 Menit

    Wonogiri – majalahlarise.com - Semangat berbagi di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ditunjukkan keluarga besar MI Al-Kahfi Manyaran dengan menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Kegiatan sosial ini berlangsung pada Sabtu (14/3/2026) di jalan raya depan Kantor Kecamatan Manyaran.

    Dalam kegiatan tersebut, ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Para siswa kelas 5 MI Al-Kahfi turut terlibat langsung membagikan paket takjil mewakili seluruh siswa. Kegiatan ini juga didampingi oleh para guru serta karyawan MI Al-Kahfi yang bersama-sama mengawal jalannya kegiatan dengan penuh semangat.

    Sebanyak 400 box takjil yang telah dipersiapkan sebelumnya dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Dalam waktu sekitar 20 menit saja, seluruh paket takjil yang disiapkan panitia habis dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas di lokasi kegiatan.

    Kepala MI Al-Kahfi, Siti Wahyuni, S.Pd menyampaikan kegiatan berbagi takjil tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk menumbuhkan kepedulian sosial serta semangat berbagi di bulan Ramadan.

    “Kegiatan ini tidak sekadar berbagi makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi anak-anak agar memiliki rasa empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama di bulan yang penuh berkah ini,” ujar Siti Wahyuni.

    Ia juga menguraikan melalui kegiatan tersebut diharapkan nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan dapat terus tertanam dalam diri para siswa.

    “Harapannya, para siswa tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.

    Kegiatan berbagi takjil ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial keluarga besar MI Al-Kahfi Manyaran sekaligus menanamkan pendidikan karakter kepada para siswa agar terbiasa berbagi dan peduli kepada sesama, khususnya di bulan Ramadan yang penuh keberkahan. (Sofyan)


    Baca juga: Milad ke-10, LAZ Sukoharjo Peduli Salurkan Santunan Ratusan Anak Yatim di 12 Kecamatan

    Event puncak penyaluran santunan yatim dalam rangka memperingati Milad ke-10, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sukoharjo Peduli.


    Milad ke-10, LAZ Sukoharjo Peduli Salurkan Santunan Ratusan Anak Yatim di 12 Kecamatan

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Dalam rangka memperingati Milad ke-10, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sukoharjo Peduli menggelar Event Puncak Penyaluran Santunan Yatim yang menyasar ratusan anak yatim di 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan puncak tersebut berlangsung di Hotel Sarila pada Sabtu (14/3/2026) dengan diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari anak-anak yatim terpilih beserta wali mereka.

    Suasana meriah terasa sejak pukul 15.00 WIB saat para peserta tiba di lokasi. Panitia memberikan sambutan hangat sebelum menghadirkan kejutan yang membuat acara semakin berkesan. Para peserta diajak memasuki ruangan yang sempat dibuat gelap, kemudian suasana berubah menjadi penuh keceriaan ketika lampu dinyalakan bersamaan dengan dentuman confetti flair sebagai simbol penyambutan istimewa bagi anak-anak yatim yang hadir.

    Manager Umum LAZ Sukoharjo Peduli, Retno Listyani menyampaikan peringatan milad ke-10 dijadikan momentum berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim. Ia menguraikan kegiatan ini menjadi bentuk komitmen lembaga untuk menghadirkan harapan dan semangat baru bagi mereka.

    “Di usia yang ke-10 tahun ini, kami ingin merayakannya dengan cara yang istimewa melalui puncak penyaluran santunan bersama anak-anak hebat sekalian. Kehadiran adik-adik di hotel hari ini adalah komitmen kami setiap anak berhak merasakan kebahagiaan dan fasilitas terbaik. Semoga ini menjadi penyemangat kalian untuk terus bermimpi besar,” ujar Retno.

    Kebahagiaan juga dirasakan para peserta yang hadir. Salah satu anak yatim peserta kegiatan, Jihan, menuturkan kegembiraannya karena untuk pertama kalinya merasakan suasana di dalam hotel yang besar dan megah.

    “Aku senang bisa ke sini, ini pertama kalinya aku masuk ke dalam hotel yang besar dan bagus. Tadi kaget waktu lampunya nyala dan ada kertas warna-warni terbang, seru banget,” ungkap Jihan dengan wajah antusias.

    Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan berbagai rangkaian acara yang edukatif dan inspiratif. Selain penyaluran santunan dan bingkisan, peserta juga mengikuti sesi kisah inspiratif bersama Kak Arwo, edukasi kemanusiaan mengenai kondisi Palestina, serta berbagai fun games yang menambah keceriaan anak-anak.

    Acara ditutup dengan doa bersama untuk para donatur yang dipimpin oleh Ust. Haitsam, dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat berjemaah. Melalui kegiatan ini, LAZ Sukoharjo Peduli mengajak masyarakat terus menumbuhkan kepedulian sosial serta menghadirkan senyum dan harapan baru bagi ratusan anak yatim di Kabupaten Sukoharjo.

    Pihak panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyalurkan amanah melalui LAZ Sukoharjo Peduli. Dukungan tersebut menjadikan program santunan bagi anak yatim di 12 kecamatan dapat terlaksana dengan baik serta menghadirkan kebahagiaan di momen istimewa Milad ke-10 lembaga tersebut. (Marisa/ Sofyan)


    Baca juga: SMK Kriya Sahid Sukoharjo Gelar Puncak Ramadhan Kreatif 6, Berbagi Takjil dan Perkuat Kebersamaan


Top