Kegiatan konsolidasi seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan Muhammadiyah–Aisyiyah se-Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Giriwoyo.


    Perkuat Sinergi Pendidikan, AUM Muhammadiyah–Aisyiyah se-PCM Giriwoyo Gelar Konsolidasi

    Wonogiri — majalahlarise.com - Upaya memperkuat kolaborasi dan kualitas pendidikan terus dilakukan Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat cabang. Seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan Muhammadiyah–Aisyiyah se-Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Giriwoyo menggelar kegiatan konsolidasi pada Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di SMK Muhammadiyah 3 Giriwoyo dan diikuti perwakilan lembaga pendidikan mulai dari TK ABA hingga SMK.

    Konsolidasi tersebut dihadiri unsur Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (MDikdasmen-PNF) PCM Giriwoyo serta MDikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonogiri. Kehadiran berbagai unsur persyarikatan ini menjadi penanda keseriusan Muhammadiyah dalam membangun sinergi lintas lembaga pendidikan.

    Ketua MDikdasmen PCM Giriwoyo yang diwakili Ustaz Sriyanto menyampaikan harapan agar seluruh elemen dapat memperkuat kebersamaan dalam perjuangan pendidikan Muhammadiyah. Ia menguraikan pentingnya sinergi antara Persyarikatan, AUM, guru, serta tenaga kependidikan non-guru agar langkah dan gerak perjuangan semakin solid.

    Menurutnya, pendidikan Muhammadiyah memerlukan barisan yang rapat dan visi yang sejalan. Dengan kebersamaan tersebut, penguatan mutu, karakter, dan daya saing lembaga pendidikan Muhammadiyah di Giriwoyo dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

    Sementara itu, Ketua MDikdasmen PDM Wonogiri, Ustaz Agus Wahyu, menjelaskan urgensi penerapan sistem pendidikan holistik di sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Ia menguraikan pendidikan holistik sebagai pendekatan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, namun juga pembentukan karakter, spiritualitas, sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan.

    Ustaz Agus Wahyu juga mendorong terbangunnya sinergi dan saling dukung antar sekolah Muhammadiyah, Persyarikatan, serta masyarakat. Sinergi tersebut dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap kemajuan sekolah, baik dari sisi manajemen, kualitas pembelajaran, maupun kepercayaan publik.

    Ia menyampaikan, melalui implementasi pendidikan holistik, tujuan pendidikan Muhammadiyah sebagai ujung tombak dakwah dapat terwujud secara nyata. 

    "Pendidikan tidak hanya melahirkan generasi cerdas, namun juga berakhlak, berdaya saing, dan siap mengabdi untuk umat dan bangsa," ujarnya.

    Kegiatan konsolidasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkesinambungan dalam memperkuat jaringan dan komitmen AUM Pendidikan Muhammadiyah–Aisyiyah se-PCM Giriwoyo. 

    "Dengan sinergi yang terus dirawat, pendidikan Muhammadiyah diyakini mampu tumbuh maju dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Insyaallah," harapannya. (Sofyan)


    Baca juga: Lakon Sri Mulih Jadi Tradisi Wajib dalam Pagelaran Wayang Merti Dusun Desa Penggung

    Pembangunan Gedung KDMP Kelurahan Pagutan memasuki tahap akhir.


    Perjalanan KDMP Kelurahan Pagutan, Dari Perjuangan Legalitas hingga Menggerakkan Ekonomi

    Wonogiri — majalahlarise.com - Perjalanan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kelurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran, menunjukkan dinamika panjang dan penuh tantangan. Mulai dari proses perizinan pembangunan hingga upaya membuka akses pasar, koperasi ini terus berupaya menguatkan ekonomi masyarakat.

    Lurah Pagutan, Sukadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/1/2026), menyampaikan KDMP Pagutan lahir dari inisiatif kuat desa untuk menghadirkan pusat aktivitas ekonomi yang legal dan berkelanjutan. Ia menguraikan proses awal pembangunan Gedung KDMP yang diawali dengan pengajuan resmi hingga memastikan status lahan terbebas dari kawasan pertanian berkelanjutan.

    “Lahan yang digunakan sudah dinyatakan bebas, bukan lahan hijau atau lahan pertanian berkelanjutan, sehingga dinas terkait menyarankan bangunan bisa berdiri di lokasi tersebut,” kata Sukadi.

    Pembangunan Gedung KDMP kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai pada bulan ini. Meski penyerahan resmi masih menunggu kepastian, aktivitas KDMP Kelurahan Pagutan sudah berjalan sejak Oktober 2025. Salah satu langkah awal dilakukan dengan menjalin kerja sama bersama Pupuk Indonesia. Dari 12 kelompok yang mengajukan, tiga kelompok berhasil diterima dan aktif hingga awal 2026.

    Sukadi menjelaskan, usia KDMP yang masih muda menjadi pertimbangan utama dalam perluasan distribusi pupuk. Ia menyampaikan Pupuk Indonesia membuka peluang evaluasi lanjutan jika kinerja koperasi dinilai baik.

    “KDMP diminta menjalankan dulu prosesnya. Jika dalam perjalanannya menunjukkan hasil positif, bukan tidak mungkin kelompok lain akan diarahkan ke KDMP Pagutan,” tuturnya.

    Selain sektor pupuk, KDMP Kelurahan Pagutan juga mencoba masuk ke program pangan Bulog, terutama distribusi beras dan minyak. Namun, sebagian produk premium dinilai belum sepenuhnya diterima masyarakat karena faktor harga. Kondisi ini membuat sistem penjualan paket belum memberikan keuntungan optimal bagi koperasi.

    Upaya lain dilakukan melalui suplai hasil pertanian ke Bulog, salah satunya jagung. Sukadi menceritakan pengiriman awal mencapai 10 ton, meski sebagian dikembalikan akibat kendala kualitas. Meski demikian, langkah tersebut membuka akses penting.

    “Setidaknya KDMP sudah punya nama dan kontrak di Bulog. Kalau nanti ada suplai lagi, prosesnya akan jauh lebih mudah,” jelasnya.

    Memasuki 2026, KDMP Kelurahan Pagutan menargetkan penguatan sektor pertanian melalui pembelian gabah dan jagung, serta penjajakan usaha penggilingan. Untuk sektor gas bersubsidi, seluruh persyaratan telah dipenuhi, meski masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait.

    Di sisi permodalan, Sukadi menekankan pentingnya keberanian pengurus dan pengawas untuk berinvestasi secara internal. Menurutnya, kepercayaan diri dari orang dalam menjadi kunci menarik kepercayaan pihak luar.

    “Kalau pengurus dan pengawas sendiri tidak berani investasi, orang luar tentu akan ragu,” ujarnya.

    KDMP Kelurahan Pagutan juga sempat mengkaji peluang budidaya semangka dengan potensi keuntungan cukup menjanjikan. Namun, faktor musim hujan dan risiko produksi membuat koperasi memilih menunda hingga kondisi lebih siap.

    Menutup penjelasannya, Sukadi menyampaikan KDMP Kelurahan Pagutan akan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada awal Februari 2026 untuk membahas program kerja dan arah pengembangan ke depan. Meski secara pembukuan masih mencatat kerugian akibat penurunan harga hingga akhir 2025, ia optimistis kondisi akan membaik seiring rencana pengembalian selisih harga dari pemerintah.

    “Kami yakin, dengan proses yang terus berjalan dan dukungan semua pihak, KDMP Kelurahan Pagutan akan tumbuh menjadi penggerak ekonomi kelurahan,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Lakon Sri Mulih Jadi Tradisi Wajib dalam Pagelaran Wayang Merti Dusun Desa Penggung

    Pagelaran wayang kulit dengan lakon Sri Mulih.


    Lakon Sri Mulih Jadi Tradisi Wajib dalam Pagelaran Wayang Merti Dusun Desa Penggung

    BOYOLALI – majalahlarise.com - Pagelaran wayang kulit dengan lakon Sri Mulih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi Merti Dusun di Desa Penggung, Kabupaten Boyolali. Tradisi ini berawal dari kisah leluhur saat desa tersebut pernah dilanda wabah penyakit pada masa lalu.

    Kala itu, seorang tokoh masyarakat memindahkan lokasi desa dan bernazar akan menggelar pertunjukan wayang apabila seluruh warga selamat dari wabah. Sejak saat itulah, pagelaran wayang terus dilaksanakan secara turun-temurun dan dijaga hingga sekarang.

    Kepala Desa Penggung, Suyamto, mengatakan tradisi Merti Dusun kini tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga dikembangkan sebagai wisata budaya lokal. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan secara gotong royong oleh warga, baik dalam pelaksanaan maupun pendanaan.

    “Total anggaran yang terkumpul mencapai sekitar Rp95 juta, murni dari partisipasi masyarakat. Ini menjadi bukti semangat gotong royong warga Desa Penggung,” ujar Suyamto saat ditemui di lokasi, Selasa (13/1/2026).

    Ia menambahkan, semangat gotong royong perlu terus ditanamkan agar masyarakat tidak selalu bergantung pada dana desa. Menurutnya, keterlibatan langsung warga sangat penting untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

    Dalam rangkaian Merti Dusun tahun ini, digelar pagelaran wayang kulit siang hari dengan lakon Sri Mulih dan malam hari dengan lakon Bima Bungkus. Kedua pertunjukan tersebut dibawakan oleh dalang Tantut Sutanto. Selain itu, sepanjang jalan Desa Penggung juga diramaikan dengan bazar pasar murah yang melibatkan pelaku UMKM, baik dari dalam maupun luar desa.

    “Visi kami adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kerja keras dan kerja cerdas, sehingga Desa Penggung bisa menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” kata Suyamto.

    Sementara itu, Ketua Panitia Merti Dusun, Tri Haryanto, menjelaskan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Minggu dengan kerja bakti membersihkan lingkungan RW 7 hingga RW 11. Kegiatan berlanjut pada Senin pagi dengan pentas karawitan anak-anak SD, dan malam harinya karawitan warga yang dimainkan oleh para bapak-bapak Desa Penggung.

    “Pagi ini juga dilakukan ritual di Kepunden, yang merupakan petilasan sesepuh Desa Penggung, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur,” jelasnya. (Ags/ Sofyan)


    Baca juga: Tausiyah Ahad Pagi Ust. Pujiono di Demangan Bahas Empat Hal yang Membinasakan Kehidupan

    Tausiyah oleh Ust. Pujiono dengan tema “Berlindung dari Empat Hal yang Membinasakan".


    Tausiyah Ahad Pagi Ust. Pujiono di Demangan Bahas Empat Hal yang Membinasakan Kehidupan

    Boyolali — majalahlarise.com - Pengajian Ahad pagi yang digelar di Balaidesa Demangan, Kecamatan Sambi, berlangsung khidmat dan penuh antusias, Ahad, 11 Januari 2025. Kegiatan keagamaan tersebut diisi tausiyah oleh Ust. Pujiono dengan tema “Berlindung dari Empat Hal yang Membinasakan.”

    Pengajian dihadiri warga Desa Demangan dari berbagai kalangan. Turut hadir Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Demangan, Sarjana, serta tokoh masyarakat Rusyidi yang bersama jamaah mengikuti tausiyah hingga selesai.

    Dalam ceramahnya, Ust. Pujiono menguraikan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah SWT dari empat perkara yang dapat membinasakan kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Ia menjelaskan, kehancuran seseorang sering bermula dari kerusakan hati dan kelalaian dalam mendekatkan diri kepada Allah, bukan semata karena kekurangan harta atau jabatan.

    “Rasulullah mengajarkan umatnya untuk berlindung dari hati yang tidak khusyuk, doa yang tidak didengar, ilmu yang tidak bermanfaat, serta nafsu yang tidak pernah merasa puas. Empat hal ini jika dibiarkan akan membinasakan pelakunya secara perlahan,” tutur Ust. Pujiono di hadapan jamaah.

    Dengan penyampaian yang komunikatif dan sarat hikmah, ia mengajak jamaah melakukan muhasabah diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta membiasakan doa agar hati tetap lembut dan dekat dengan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

    Sementara itu, Kaur Kesra Desa Demangan, Sarjana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian Ahad pagi tersebut. Menurutnya, kegiatan pengajian rutin memiliki peran penting dalam memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat desa.

    Pengajian Ahad pagi ditutup dengan doa bersama, memohon perlindungan Allah SWT agar masyarakat Desa Demangan dijauhkan dari hal-hal yang membinasakan serta dianugerahi kehidupan yang aman, tenteram, dan penuh keberkahan. (Sofyan)


    Baca juga: Remaja Cerdas, Masa Depan Berkualitas: PSL-KPW UNISRI Edukasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini di Kelurahan Tipes



    Remaja Cerdas, Masa Depan Berkualitas: PSL-KPW UNISRI Edukasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini di Kelurahan Tipes

    Surakarta — majalahlarise.com — Pusat Studi Lingkungan, Kependudukan, dan Pengembangan Wilayah (PSL-KPW) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) berkolaborasi dengan Forum Generasi Berencana (GenRe) Surakarta menggelar Program Edukasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini bertema “Remaja Cerdas, Masa Depan Berkualitas: Edukasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini”. Kegiatan ini dilaksanakan belum lama ini di Kelurahan Tipes dan diikuti remaja yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Surakarta.

    Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terkait risiko pernikahan usia dini, sekaligus memperkuat kapasitas mereka dalam mengambil keputusan secara bertanggung jawab dan berorientasi pada kualitas hidup masa depan. Kegiatan menghadirkan dua narasumber lintas sektor, yakni Farah Aulia dari Forum GenRe Surakarta serta Jacika Pifi Nugraheni, S.Sos., M.A.P. dari Satgas PPKPT (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi).

    Dalam sesi pemaparan, Jacika Pifi Nugraheni menguraikan isu strategis terkait risiko kekerasan seksual, literasi consent, body autonomy, serta perlindungan anak. Ia menyampaikan pemahaman hak atas tubuh dan relasi yang sehat menjadi fondasi penting dalam upaya pencegahan pernikahan usia dini.

    “Remaja perlu memahami hak atas tubuhnya sendiri dan mampu membangun relasi yang sehat. Kesadaran ini menjadi langkah awal untuk mencegah pernikahan usia dini sekaligus berbagai bentuk kekerasan terhadap remaja,” kata Jacika Pifi Nugraheni.

    Sementara itu, Farah Aulia menuturkan pernikahan usia dini berdampak luas terhadap keberlanjutan pendidikan, karier, serta kualitas hidup remaja. Menurutnya, penguatan life skill menjadi kunci agar remaja mampu menghadapi tekanan sosial, kultural, maupun ekonomi di lingkungannya.

    “Remaja perlu dibekali kepercayaan diri, kemampuan komunikasi asertif, dan perencanaan masa depan. Dengan bekal tersebut, mereka mampu mengatakan tidak pada tekanan yang mendorong pernikahan usia dini,” ujar Farah Aulia.

    Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh peserta. FGD menjadi ruang dialog partisipatif bagi remaja untuk berbagi pengalaman, pandangan, serta tantangan yang dihadapi di lingkungan masing-masing terkait isu pernikahan usia dini. Beragam perspektif yang muncul dinilai penting sebagai bahan evaluasi dan penguatan program edukasi ke depan.

    Melalui kegiatan ini, PSL-KPW UNISRI bersama Forum GenRe Surakarta berharap edukasi pencegahan pernikahan usia dini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi dan kapasitas remaja, tetapi juga menghasilkan bahan kajian akademik yang dapat ditindaklanjuti oleh para akademisi serta berkontribusi dalam penyusunan kebijakan yang berorientasi pada perlindungan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup remaja. (Sofyan)


    Baca juga: PD Salimah Sukoharjo Resmi Dilantik, Siap Jalankan Program Periode 2025–2030

    Pengurus serta DPS PD Salimah periode 2025-2030.

    PD Salimah Sukoharjo Resmi Dilantik, Siap Jalankan Program Periode 2025–2030

    Sukoharjo — majalahlarise.com - Pengurus Pimpinan Daerah (PD) Salimah Sukoharjo Periode 2025–2030 resmi dilantik dalam rangkaian kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja yang digelar pada Ahad, 11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Baitul Qur’an Salimah Sukoharjo dan diikuti oleh seluruh jajaran pengurus terpilih.

    Acara diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh Yanti, kemudian dilanjutkan doa yang dipimpin Sri Handayani. Prosesi pelantikan pengurus dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Ketua PD Salimah Sukoharjo, Titik Haryati. Kegiatan pelantikan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai penanda dimulainya masa bakti kepengurusan baru.

    Dalam sambutannya, Titik Haryati menyampaikan pesan kepemimpinan yang merujuk pada QS. At-Taubah ayat 105. Ia menguraikan pentingnya bekerja dan beramal secara sungguh-sungguh dalam menjalankan amanah organisasi.

    “Setiap amal dan kerja kita akan disaksikan oleh Allah SWT, Rasul-Nya, dan kaum mukmin. Semua itu kelak akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan nyata,” ujar Titik Haryati.

    Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk menjaga integritas, kekompakan, dan semangat pengabdian agar Salimah Sukoharjo mampu menjalankan peran strategis di tengah masyarakat.

    Sambutan dan arahan berikutnya disampaikan oleh Ketua Dewan Penasihat Syariah (DPS) Salimah Sukoharjo, dr. Ardiyasih. Dalam arahannya, ia menuturkan tantangan kepengurusan di era saat ini semakin kompleks, terutama berkaitan dengan perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.

    “Pengurus Salimah perlu bersikap adaptif sekaligus selektif dalam menyikapi perubahan, agar nilai-nilai perjuangan tetap terjaga dan relevan dengan kondisi zaman,” kata dr. Ardiyasih.

    Ia juga mendorong kepengurusan baru untuk melanjutkan serta mengembangkan program dan perjuangan pengurus sebelumnya, sehingga Salimah Sukoharjo dapat terus tumbuh dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

    Setelah rangkaian pelantikan dan sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi perkenalan anggota pengurus PD Salimah Sukoharjo Periode 2025–2030. Masing-masing bidang memaparkan program kerja sebagai langkah awal pelaksanaan amanah organisasi selama lima tahun ke depan.

    Melalui pelantikan dan rapat kerja ini, PD Salimah Sukoharjo meneguhkan komitmen untuk memperkuat peran organisasi dalam pembinaan perempuan dan keluarga, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam. (Sofyan)


    Baca juga: JATEC Gelar Strategi Cerdas Merebut Peluang Bisnis 2026 di Waduk Cengklik Boyolali

    Persebi Boyolali tampil impresif pada lanjutan Grup C Liga 4 Jawa Tengah. 


    Hajar Mahesa Jenar Muda 5-0, Persebi Boyolali Fokus Revans Lawan Persipur

    BOYOLALI – majalahlarise.com - Persebi Boyolali tampil impresif pada lanjutan Grup C Liga 4 Jawa Tengah. Bermain di Stadion Kebo Giro, Minggu (11/1/2026), tim berjuluk Laskar Pandan Arang Muda ini sukses menggilas Mahesa Jenar Muda Semarang dengan skor mencolok 5-0.

    Sejak menit awal, Persebi langsung mengambil alih kendali permainan. Permainan cepat dan agresif yang diperagakan para pemain muda Persebi membuat Mahesa Jenar Muda kesulitan keluar dari tekanan. Dominasi tuan rumah berbuah kemenangan telak sekaligus mengamankan poin penuh di kandang.

    Manajer Persebi Boyolali, Aldila Fajri, mengaku bersyukur atas hasil positif tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa fokus tim kini tertuju pada laga berikutnya yang diprediksi berlangsung sengit.

    “Pertandingan selanjutnya sangat menentukan, jadi pemain harus tetap menjaga konsentrasi,” ujar Aldila.

    Persebi akan melakoni laga kandang terakhir fase grup melawan Persipur Purwodadi pada Selasa (13/1/2026). Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Persebi untuk membalas kekalahan 3-2 pada pertemuan pertama di Stadion Krida Bhakti.

    Menatap laga tersebut, tim pelatih sengaja melakukan rotasi pemain saat menghadapi Mahesa Jenar Muda demi menjaga kondisi fisik pemain inti. Persebi pun menargetkan kemenangan sebagai bentuk revans sekaligus modal penting melangkah ke fase berikutnya.

    Aldila berharap dukungan penuh dari suporter dapat menambah motivasi pemain di laga penentuan tersebut. (Sofyan)


    Baca juga: JATEC Gelar Strategi Cerdas Merebut Peluang Bisnis 2026 di Waduk Cengklik Boyolali


Top