Direktur Teknik dan Operasional PT Jasamarga Solo Ngawi, M. Historya Ayanda, hadir sebagai narasumber berbagi wawasan dan pengalaman mengenai praktik operasional di industri jalan tol.


    JSN Mengajar Hadirkan Perspektif Industri melalui Kuliah Dosen Tamu di UMPKU

    Boyolali - majalahlarise.com - PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan dunia pendidikan melalui program JSN Mengajar. Kali ini, JSN menjadi bagian dari kegiatan Kuliah Dosen Tamu di Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta (UMPKU), Selasa (15/9/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Direktur Teknik dan Operasional PT Jasamarga Solo Ngawi, M. Historya Ayanda, hadir sebagai narasumber untuk berbagi wawasan dan pengalaman mengenai praktik operasional di industri jalan tol.

    Materi yang disampaikan mengaitkan pembelajaran akademik dengan praktik penyelenggaraan jalan tol yang dilakukan PT JSN. Pembahasan mencakup berbagai aspek, mulai dari operasional, pelayanan, pemeliharaan, keselamatan, hingga pengelolaan sumber daya.

    Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai dinamika pekerjaan di sektor jalan tol sekaligus kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi kebutuhan dan persaingan dunia kerja.

    Tidak hanya membahas kompetensi akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya kesiapan menghadapi dunia profesional yang terus berkembang.

    Direktur Teknik dan Operasional PT JSN, M. Historya Ayanda, menjelaskan kemampuan beradaptasi dan keterampilan interpersonal menjadi bagian penting yang perlu dimiliki mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

    “Mahasiswa perlu memahami bahwa kebutuhan industri terus berkembang. Karena itu, kompetensi yang dimiliki tidak cukup hanya dari sisi akademik, tetapi juga harus dibarengi kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, berkolaborasi, dan kemauan untuk terus belajar. Hal tersebut menjadi bekal penting ketika nantinya memasuki dunia profesional,” ujar Historya.

    Menurutnya, hubungan antara dunia pendidikan dan industri menjadi ruang penting untuk memperluas wawasan mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan praktisi, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi di dunia kerja.

    Program JSN Mengajar menjadi salah satu bentuk kontribusi PT Jasamarga Solo Ngawi dalam membuka ruang berbagi antara dunia industri dan akademik. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan praktik penyelenggaraan jalan tol, tetapi juga memberikan perspektif langsung kepada mahasiswa mengenai kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional.

    Dengan adanya kegiatan kuliah dosen tamu tersebut, JSN berharap kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dapat terus berkembang serta memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja. (Sofyan)


    Baca juga: D'Kreasindo bersama NEO Solo Grand Mall Gelar “Warnai Mimpiku”, Wadah Ekspresi Seni dan Bakat Anak Nusantara



    D'Kreasindo bersama NEO Solo Grand Mall Gelar “Warnai Mimpiku”, Wadah Ekspresi Seni dan Bakat Anak Nusantara

    Surakarta - majalahlarise.com - D'Kreasindo bersama NEO Solo Grand Mall akan menggelar event bertajuk “Warnai Mimpiku: Warna Anak Nusantara” pada Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak usia PAUD, TK, SD, hingga SMP untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengembangkan bakat melalui seni dan budaya Nusantara.

    Event yang berlangsung di NEO Solo Grand Mall itu menghadirkan tiga kategori lomba, yakni Warnai Gambarku, Bintang Vokal Surakarta, serta Festival Tari Tradisional dan Apresiasi Nusantara.

    Panitia dari D'Kreasindo, Boyke Handoko, menjelaskan kegiatan tersebut menyasar anak-anak di Surakarta dan sekitarnya. Selain menjadi wadah berkreasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Nusantara kepada generasi muda sejak usia dini.

    "Event ini menyasar anak-anak di Surakarta dan sekitarnya sebagai ruang untuk berekspresi sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Nusantara sejak usia dini,” jelas Boyke.


    Kategori pertama adalah Warnai Gambarku yang diperuntukkan bagi anak jenjang PAUD dan TK. Peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp30.000. Lomba mewarnai tersebut dirancang untuk mengasah kreativitas dan imajinasi anak melalui kegiatan seni rupa.

    Selanjutnya, Bintang Vokal Surakarta diperuntukkan bagi pelajar SD dan SMP dengan biaya pendaftaran Rp75.000 per peserta. Peserta dapat memilih salah satu dari 10 lagu yang telah disiapkan panitia, yakni Kupu-Kupu yang Lucu, Aku Anak Sehat, Pergi Belajar, Selalu Ada di Nadimu karya Prince Poetiray, Jangan Menyerah dari D'Masiv, Andai Aku Besar Nanti dari Sherina, Manusia Kuat dari Tulus, Cinta untuk Mama dari Vidi Aldiano, Lima Kata Ajaib dari Naura Ayu, serta Aku Berani Bermimpi dari Naura Ayu.

    Untuk musik pengiring, peserta membawa sendiri minus one dalam format MP3 sesuai nada dasar yang dipilih serta lagu yang akan dibawakan.

    Sementara itu, kategori ketiga adalah Festival Tari Tradisional dan Apresiasi Nusantara untuk jenjang SD dan SMP. Peserta dapat mengikuti lomba secara perorangan maupun kelompok maksimal tiga orang.

    Untuk kategori tari putri, pilihan tari meliputi Tari Manipuri, Tari Golek Manis, dan Tari Bondan Payung. Sedangkan kategori tari putra menyediakan pilihan Tari Kuda-Kuda, Tari Lutung, dan Tari Gambir Anom.

    Peserta tari juga membawa sendiri musik atau gamelan pengiring dalam bentuk file MP3 sesuai jenis tarian yang dipilih, baik untuk kategori single maupun group.

    Biaya pendaftaran Festival Tari Tradisional dan Apresiasi Nusantara sebesar Rp75.000 untuk peserta single, sedangkan peserta group maksimal tiga orang dikenakan biaya Rp225.000.

    Boyke menyampaikan, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut akan memperoleh sejumlah fasilitas dan penghargaan.

    “Setiap peserta mendapatkan snack dan piagam atau sertifikat. Selain itu tersedia piala atau plaque serta doorprize yang akan diberikan selama acara berlangsung,” ungkapnya.

    Melalui “Warnai Mimpiku: Warna Anak Nusantara”, NEO Solo Grand Mall bersama D'Kreasindo berharap kegiatan tersebut dapat menghadirkan ruang positif bagi anak-anak untuk berani tampil, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan apresiasi terhadap seni tradisional dan budaya Nusantara melalui pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak.

    Bagi orang tua maupun pihak sekolah yang ingin mendaftarkan putra-putrinya, informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui Boyke di nomor 0812-8605-2904.

    “Warnai Mimpiku: Warna Anak Nusantara”

    Hari/Tanggal: Sabtu, 26 September 2026

    Lokasi: NEO Solo Grand Mall. 

    (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa KKN Univet Bantara Sosialisasikan SIMPUL RS, Digitalisasi Monitoring Keamanan dan Kebersihan Rumah Sakit UNS



    Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi kesehatan diikuti dengan antusias oleh warga RT 04/RW 06 Dusun Pokoh Baru sebagai bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN).






    Mahasiswa KKN Kelompok 02 Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Ajak Warga Pokoh Baru Peduli GERMAS

    Karanganyar - majalahlarise.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 02 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo mengajak warga Dusun Pokoh Baru, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan melalui kegiatan Gerakan Rutin Memeriksa Agar Sehat (GERMAS) bertajuk “GERMAS DESA”.

    Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi kesehatan tersebut digelar di RT 04/RW 06 Dusun Pokoh Baru, Minggu (16/8/2026), mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Warga mengikuti kegiatan dengan antusias karena mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

    Kegiatan dilaksanakan tiga mahasiswa KKN Kelompok 02, yakni Dihan Haidar Ulfah, Putri Ramdani, dan Erlinda, dengan didampingi dosen pembimbing, Nur Ani, S.K.M., M.K.K.K.

    Program GERMAS DESA menjadi salah satu program kerja KKN Kelompok 02 yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan memantau kondisi kesehatan secara rutin.

    “Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Pemeriksaan secara rutin dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi tubuh dan mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular,” ujar salah satu mahasiswa KKN Kelompok 02.

    Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyediakan lima jenis pemeriksaan kesehatan secara gratis, meliputi berat badan, tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol, dan asam urat.

    Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap sejumlah faktor risiko penyakit tidak menular yang dapat dialami masyarakat.

    Diawali Registrasi dan Edukasi Kesehatan

    Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal warga mengenai kesehatan.


    Mahasiswa KKN memberikan edukasi kesehatan kepada warga RT 04/RW 06.


    Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai jenis dan tujuan pemeriksaan kesehatan serta pentingnya melakukan pemeriksaan secara rutin. Setelah itu, peserta mengikuti pemeriksaan berat badan, tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol, dan asam urat.

    Hasil pemeriksaan kemudian disampaikan kepada masing-masing peserta. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, menjaga berat badan, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

    Bagi peserta yang mendapatkan hasil pemeriksaan di luar batas normal, mahasiswa menganjurkan untuk melakukan konsultasi lebih lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan.

    “Tidak hanya melakukan pemeriksaan, kami juga memberikan penjelasan kepada warga mengenai hasil pemeriksaannya. Harapannya, warga dapat memahami kondisi kesehatannya dan mengambil langkah yang tepat apabila membutuhkan pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

    Kegiatan kemudian diakhiri dengan post-test untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta setelah mendapatkan edukasi kesehatan.

    Antusias Warga Ikuti Pemeriksaan

    Antusiasme warga RT 04/RW 06 terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga tidak hanya mengikuti pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memperhatikan materi edukasi yang disampaikan mahasiswa KKN.

    Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya variasi kondisi kesehatan peserta. Sebagian peserta memperoleh hasil pemeriksaan dalam batas normal, sedangkan sebagian lainnya memiliki hasil yang membutuhkan perhatian dan pemantauan lebih lanjut, khususnya pada indikator tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.

    Perubahan tingkat pengetahuan juga terlihat dari hasil pre-test dan post-test. Hal tersebut menunjukkan edukasi yang diberikan dalam rangkaian GERMAS DESA membantu meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan penerapan pola hidup sehat.

    Mahasiswa KKN Kelompok 02 bersama warga setelah kegiatan GERMAS DESA.


    Dorong Pola Hidup Sehat Berkelanjutan

    Mahasiswa KKN Kelompok 02 berharap kegiatan GERMAS DESA dapat mendorong masyarakat Dusun Pokoh Baru semakin sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan secara rutin.

    “Kami berharap kegiatan sederhana ini bisa memberikan manfaat dan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak menunggu sakit baru memeriksakan kesehatan. Pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari,” ungkap mahasiswa KKN Kelompok 02.

    Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga didorong menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila membutuhkan pemeriksaan maupun tindak lanjut.

    Melalui kegiatan tersebut, KKN Kelompok 02 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo berharap upaya sederhana yang dilakukan bersama masyarakat dapat menjadi langkah dalam membangun kesadaran kesehatan secara berkelanjutan.

    “Bersama Masyarakat, Mewujudkan Masyarakat yang Lebih Sehat,” menjadi semangat KKN Kelompok 02 dalam melaksanakan program GERMAS DESA.(Sofyan)



    Mahasiswa KKN Univet Bantara Sosialisasikan SIMPUL RS, Digitalisasi Monitoring Keamanan dan Kebersihan Rumah Sakit UNS

    Sukoharjo - majalahlarise.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menghadirkan inovasi digital untuk mendukung monitoring keamanan dan kebersihan lingkungan Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS).

    Inovasi tersebut diperkenalkan melalui sosialisasi “Digitalisasi Sistem Monitoring dan Pelaporan Lingkungan RS – SIMPUL RS” kepada petugas satuan pengamanan (security) dan cleaning service RS UNS, Sabtu (12/9/2026).

    SIMPUL RS merupakan singkatan dari Sistem Informasi Monitoring dan Pelaporan untuk Lingkungan Rumah Sakit. Platform ini dikembangkan mahasiswa KKN sebagai solusi atas sistem pelaporan kondisi kebersihan dan keamanan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual melalui grup WhatsApp.

    Mahasiswa pelaksana, Retno Suci Wulandari dan Evi Listrianti, menjelaskan SIMPUL RS dirancang agar proses pelaporan lebih sistematis, cepat, mudah dipantau, serta memiliki dokumentasi yang jelas.


    “Melalui SIMPUL RS, petugas dapat melaporkan kondisi lingkungan rumah sakit secara real-time dengan dilengkapi foto, lokasi, dan waktu kejadian. Setiap laporan juga tersimpan otomatis sehingga riwayat laporan dan tindak lanjutnya dapat ditelusuri,” jelas Retno dan Evi.

    Dengan sistem tersebut, pihak manajemen rumah sakit dapat memperoleh informasi kondisi keamanan dan kebersihan lingkungan secara lebih terstruktur. Laporan yang masuk juga dapat menjadi dasar untuk mempercepat respons serta tindak lanjut dari pihak terkait.

    Kegiatan sosialisasi berlangsung di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Nur Ani, S.K.M., M.K.K.K. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan mahasiswa perlu berangkat dari kebutuhan nyata yang ditemukan selama berada di lapangan.

    “Inovasi berbasis digital seperti SIMPUL RS menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Teknologi perlu digunakan untuk menjawab permasalahan yang benar-benar dihadapi petugas dalam menjalankan tugas sehari-hari,” ujar Nur Ani.


    SIMPUL RS diharapkan dapat membantu petugas cleaning service dan security dalam melakukan monitoring lingkungan rumah sakit dengan lebih mudah dan cepat. Sistem ini juga diharapkan mampu memperkuat dokumentasi laporan sehingga setiap kondisi yang ditemukan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

    Program KKN Fakultas Kesehatan Masyarakat Univet Bantara di RS UNS berlangsung mulai 3 Agustus hingga 17 September 2026. Selain sosialisasi SIMPUL RS, mahasiswa juga akan melaksanakan kegiatan lanjutan untuk memperkuat penerapan sistem monitoring dan pelaporan digital di lingkungan rumah sakit.

    Melalui program tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas monitoring keamanan dan kebersihan lingkungan rumah sakit. (Sofyan)

    Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, M.Pd saat menyerahkan penghargaan kepada para pemenang.


    PK Competition 2026 SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Diikuti 237 Siswa SD/MI se-Solo Raya

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 237 siswa SD/MI se-Solo Raya mengikuti ajang PK Competition 2026 yang digelar SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Nyalakan Potensimu, Pancarkan Prestasimu” tersebut terdiri atas kompetisi Plasmic dan Frasa.

    Dari total peserta tersebut, sebanyak 192 siswa mengikuti Plasmic, sedangkan 45 siswa mengikuti Frasa. Ajang ini menjadi wadah bagi siswa SD/MI untuk mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan berbahasa, serta kemampuan di bidang keagamaan.

    Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, M.Pd., membuka secara langsung kegiatan tersebut. Ia menyampaikan PK Competition menjadi salah satu upaya sekolah memberikan ruang kepada siswa SD/MI untuk mengembangkan potensi sekaligus mengasah kemampuan melalui kompetisi yang sehat.

    “Alhamdulillah, lomba diikuti kurang lebih 200 siswa SD/MI se-Solo Raya. Sesuai dengan tema, nyalakan potensimu, pancarkan prestasimu. Peserta sangat antusias mengikuti lomba,” ujar Muhdiyatmoko.

    Menurutnya, keberadaan kompetisi tersebut diharapkan mampu menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meraih prestasi.

    “Harapannya, dengan adanya lomba ini potensi para siswa SD/MI se-Solo Raya bisa terwadahi dan menjadi sarana para siswa untuk melejitkan potensinya,” lanjutnya.

    PK Competition 2026 menghadirkan dua kompetisi, yakni Plasmic dan Frasa. Plasmic meliputi Olimpiade Matematika, IPA, dan IPS. Sementara Frasa mempertandingkan Membaca Puisi, Story Telling Bahasa Inggris, Mendongeng Bahasa Jawa, dan Murottal Al-Qur’an.

    Setelah pembukaan, para peserta mengikuti perlombaan di ruang yang telah disiapkan panitia. Peserta Plasmic mengerjakan soal Olimpiade IPA, Matematika, dan IPS melalui sistem Computer Based Test (CBT) atau daring yang berlangsung di laboratorium komputer dan sejumlah ruang kelas.

    Sementara peserta Frasa mengikuti perlombaan sesuai cabang masing-masing. Mereka menunjukkan kemampuan membaca puisi, bercerita menggunakan bahasa Inggris, mendongeng dengan bahasa Jawa, hingga melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an.

    Pelaksanaan PK Competition 2026 mendapat apresiasi dari orang tua peserta. Apri, orang tua Hanif Nur Azfar Zainudin dari SD Islam Diponegoro, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif bagi anak-anak sekaligus mendorong mereka berkompetisi secara sehat.

    “Acara ini sangat bagus sekali karena mendorong anak-anak berkompetisi secara sehat dan mendorong kualitas pendidikan lebih baik,” katanya.

    Ia juga mengapresiasi SMP Muhammadiyah PK Kottabarat yang telah memberikan ruang bagi siswa SD/MI untuk mengembangkan kemampuan.

    “Saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya lomba ini karena mendorong anak-anak menjadi lebih maju, kreatif, dan berdaya saing tinggi. Untuk ke depannya, saya berharap lomba seperti ini lebih sering diadakan,” ujarnya.

    Apresiasi serupa disampaikan pendamping dari MI Muhammadiyah Karanganyar. Sekolah tersebut mengirimkan 14 peserta untuk mengikuti sejumlah cabang, yakni IPA, Matematika, IPS, dan Pildacil.

    “Harapannya bisa masuk juara. Semoga PK Competition terus dilanjutkan dari tahun ke tahun untuk memberikan ajang kompetisi para siswa SD/MI,” ungkapnya.

    Salah satu peserta, Alvaro Allinson Kristanto dari SD Kanisius Keprabon 2, mengaku senang mengikuti kompetisi tersebut. Ia menyebut soal Olimpiade Matematika yang dikerjakannya cukup menantang.

    “Saya sangat senang dan soalnya sangat menantang. Harapan saya lomba ini harus diteruskan sampai generasi berikutnya. Saya juga berharap menjadi juara satu,” kata Alvaro.

    Alvaro berhasil mewujudkan harapannya. Ia meraih Juara I Olimpiade Matematika Plasmic PK Competition 2026. Sebelumnya, pada 2026, Alvaro juga mencatat prestasi dengan meraih medali emas OSN Matematika dan The Best Exploration.


    Daftar Juara PK Competition 2026

    PLASMIC – Olimpiade IPA

    - Juara I: Fakhri Al Ghozali Putra Yuniarta – MI Muhammadiyah Karanganyar

    - Juara II: Excel Aptasandhi – SD Islam Al Azhar 28 Solo Baru

    - Juara III: Adhiguna Harimurti Widodo – SD Muhammadiyah PK Kottabarat

    - Harapan I: Sakeeza Nadhifa Winurtri – MI Muhammadiyah Karanganyar

    - Harapan II: Ezra Althaf Farenka – SD Muhammadiyah PK Kottabarat


    PLASMIC – Olimpiade IPS

    - Juara I: Muhammad Abidzar Arjuna A R – SD Muhammadiyah Palur

    - Juara II: Danella Faihanah Gastiasih – SD Muhammadiyah PK Kottabarat

    - Juara III: Naufal Althaf Astama – MI Muhammadiyah Karanganyar

    - Harapan I: Evano Raffasya Adipradana – SD Muhammadiyah PK Kottabarat

    - Harapan II: Sheza Maryam – SDIT Nur Hidayah Surakarta


    PLASMIC – Olimpiade Matematika

    - Juara I: Alvaro Allinson Kristanto – SD Kanisius Keprabon 2

    - Juara II: Antonius Arya Panji Nugroho – SD Marsudirini Surakarta

    - Juara III: Muhammad Zayn Al Fatih – SDII Al Abidin Surakarta

    - Harapan I: Alfredo Nathanael Setiawan – SD Pelita Nusantara Kasih

    - Harapan II: Kenzo Rajendra Dikto – SD Muhammadiyah 20 Surakarta


    FRASA – Membaca Puisi

    - Juara I: Adzia Zahira Iskandar – SDIT Ulil Albab

    - Juara II: Jihad Aida Putri – MIN 9 Sragen

    - Juara III: Sofia Mahven Kurniawan – MIN 2 Sukoharjo

    - Harapan I: Brisha Lashira Shanum – SD Muhammadiyah Palur

    - Harapan II: Kalila Qudsia Syakira – MI Muhammadiyah Karanganyar


    FRASA – Mendongeng Bahasa Jawa

    - Juara I: Gendis Sekarwangi Kusworo – SD Aisyiyah Unggulan Gemolong

    - Juara II: Laras Aisyah Ayu Hani – MIN 2 Sukoharjo

    - Juara III: Dhafita Nizza Nur Azizah – SD Negeri Jetiskarangpung 1

    - Harapan I: Ikhsan Nurrokhim – MIN 9 Sragen

    - Harapan II: Annasya Syafa Nafeeza – SD Muhammadiyah Palur


    FRASA – Story Telling

    - Juara I: Lameena Ryanti Safeena – MI Muhammadiyah Karanganyar

    - Juara II: Arsyila Zanatti El Shanum – MIN 2 Sukoharjo

    - Juara III: Clearesta Gendhis Achmad – SDIT Ulil Albab

    - Harapan I: Alesha Ramadhani – SD Muhammadiyah Palur

    - Harapan II: Kayla Okalina Nadine – SD Al Azhar Syifa Budi Solo


    FRASA – Murottal

    - Juara I: Alayya Ibnati Azzakiyyah – MIM Unggulan Suruhkalang Jaten KRA

    - Juara II: Harits Habibie – SD Muhammadiyah Palur

    - Juara III: Ahmad Ibrahim Al Ghifari – SD Islam Diponegoro

    - Harapan I: Almahyra Zanetta – SD Aisyiyah Unggulan Gemolong

    - Harapan II: Giftan Muqaffa Arundaya – SD Aisyiyah Unggulan Gemolong


    Kegiatan PK Competition 2026 ditutup dengan pengumuman dan pemberian penghargaan kepada para pemenang. Ajang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa SD/MI se-Solo Raya untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, dan meraih prestasi.(Sofyan)

    Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Tim Unit Penjaringan Mahasiswa Baru UNISRI kepada masing-masing sekolah.


    UNISRI Beri Apresiasi Lima Sekolah di Solo Raya Penyumbang Mahasiswa Baru Terbanyak

    Solo - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta memberikan apresiasi kepada lima SMA/SMK di Solo Raya yang menjadi penyumbang lulusan terbanyak sebagai pendaftar mahasiswa baru UNISRI tahun akademik 2026/2027. Apresiasi tersebut diberikan pada Senin (14/9/2026).

    Kelima sekolah yang menerima apresiasi yakni SMA Batik 2 Surakarta, SMA Negeri 6 Surakarta, SMA Negeri 8 Surakarta, SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, dan SMA Negeri Kerjo Karanganyar.

    Apresiasi diberikan secara simbolis berupa piagam penghargaan dan uang pembinaan. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Tim Unit Penjaringan Mahasiswa Baru UNISRI kepada masing-masing sekolah.

    Kepala UPT Penjaringan Mahasiswa Baru UNISRI, Dr. Oka Irmade, S.Pd., M.Pd., mengatakan pemberian apresiasi tersebut memiliki dua tujuan. Pertama, sebagai bentuk penghargaan kepada sekolah yang masuk dalam lima besar penyumbang lulusan terbanyak yang melanjutkan pendidikan di UNISRI.

    “Ada dua poin. Pertama, kami selaku unit yang memiliki tupoksi menjaring mahasiswa baru ingin memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang termasuk Top 5 terbanyak lulusannya masuk UNISRI. Jumlah yang signifikan dan perlu kami apresiasi,” ujarnya.

    Menurut Oka, tujuan kedua yakni memperkuat sinergisitas antara UNISRI dengan sekolah-sekolah di wilayah Solo Raya. Hubungan yang telah terjalin diharapkan dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk kerja sama.

    “Melalui kegiatan ini kami bermaksud untuk memupuk peluang-peluang kerja sama, termasuk kemungkinan MOU di kemudian hari,” terang Oka.

    Apresiasi yang diberikan UNISRI tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala BK SMA Negeri 8 Surakarta, Dwiyanto Ariwibowo, mengatakan pihak sekolah turut memberikan informasi mengenai berbagai pilihan perguruan tinggi kepada siswa, khususnya bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan masuk perguruan tinggi negeri.

    “Kami menyarankan ke anak-anak kami, ketika tidak masuk ke negeri, maka kami mengarahkan untuk masuk ke PTS sebagai alternatif. UNISRI menjadi salah satu tempat kuliah yang kami rekomendasikan. Pada jadwal siswa konsultasi juga kami sampaikan terkait program dan keunggulan UNISRI,” jelasnya.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Tim Penjaringan Mahasiswa Baru UNISRI yang terdiri atas Taufik Sani, S.Pd., M.Pd., Christian Andhika Pramudia, S.I.Kom., M.Kom., dan Muhammad Suyo Kartiko.

    Melalui pemberian apresiasi ini, UNISRI berharap hubungan baik dengan sekolah-sekolah di Solo Raya dapat terus terjalin dan berkembang. Selain memperkuat sinergi kelembagaan, kerja sama tersebut diharapkan membuka akses lebih luas bagi lulusan SMA/SMK untuk melanjutkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau. (Sofyan)


    Baca juga: PASKANATHA (EIC) Drill Team SMA Veteran 1 Sukoharjo Raih Empat Penghargaan di Kejurda Forbasi Jateng



    Tim Riset DKV ISI Surakarta Garap Infografis Kampoeng Batik Laweyan, Upaya Pelestarian Warisan Budaya Berbasis Digital

    Surakarta - majalahlarise.com - Tim Riset Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mengembangkan media infografis sebagai upaya memperkuat pelestarian dan interpretasi warisan budaya Kampoeng Batik Laweyan di era digital.

    Kampoeng Batik Laweyan dikenal sebagai kawasan cagar budaya sekaligus salah satu sentra batik tertua di Indonesia. Kawasan ini menyimpan nilai historis tinggi sejak abad ke-14 Masehi. Namun, di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi, penyampaian sejarah Laweyan secara konvensional dinilai perlu dikembangkan agar lebih menarik dan mudah dipahami generasi muda.

    Melalui pendekatan research-through-design, Tim Riset DKV FSRD ISI Surakarta merancang lima prototipe infografis berbasis visual storytelling. Kelima infografis tersebut merepresentasikan sejumlah bangunan ikonik di Laweyan, yakni Ndalem Djimatan, Bunker Sentono, Butulan, Masjid Laweyan, dan Langgar Merdeka.


    Media tersebut dirancang untuk menyederhanakan data sejarah yang kompleks menjadi sajian visual yang edukatif, komunikatif, sekaligus estetis. Kehadiran infografis diharapkan dapat membantu masyarakat maupun wisatawan memahami nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang melekat pada kawasan Kampoeng Batik Laweyan.

    Hasil rancangan tersebut merupakan luaran penelitian dasar bertajuk “Eksplorasi Visual Storytelling Budaya Melalui Infografis sebagai Pendekatan Heritage Interpretation dalam Mengonstruksi Memori Kolektif Kampoeng Batik Laweyan.”

    Sebagai bagian dari rangkaian penelitian, Tim Riset DKV FSRD ISI Surakarta menyelenggarakan acara Launching dan Penyerahan Infografis pada 2 September 2026. Acara puncak digelar di Ndalem Djimatan, salah satu situs cagar budaya bersejarah di kawasan Laweyan, Surakarta.

    Penelitian yang didanai melalui DIPA ISI Surakarta tahun 2026 tersebut diketuai Indriati Suci Pravitasari dengan anggota peneliti Brilindra Pandanwangi serta melibatkan sejumlah mahasiswa. Kegiatan ini juga menggandeng Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) sebagai mitra strategis.

    Ketua tim peneliti, Indriati Suci Pravitasari, mengatakan media infografis yang dikembangkan tidak sekadar berfungsi sebagai dokumentasi visual. Lebih dari itu, karya tersebut menjadi bagian dari strategi untuk membangun kembali keterikatan emosional masyarakat terhadap identitas budaya lokal.

    “Infografis ini dirancang menggunakan prinsip heritage interpretation agar audiens, khususnya generasi muda, tidak hanya menyerap fakta sejarah secara tekstual, tetapi juga mampu merasakan nilai filosofis dan resonansi emosional dari setiap artefak arsitektur di Kampoeng Batik Laweyan,” ujarnya.

    Menurut Indriati, pendekatan visual storytelling memungkinkan informasi mengenai sejarah dan bangunan bersejarah disampaikan melalui bahasa visual yang lebih dekat dengan karakter masyarakat di era digital. Dengan demikian, warisan budaya tidak hanya dipahami sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat terus memiliki relevansi bagi generasi sekarang.

    Launching dan penyerahan karya infografis tersebut mendapat sambutan dari tokoh budaya setempat, penggiat sejarah, warga Laweyan, serta kalangan akademisi. Karya infografis kemudian diserahkan secara simbolis kepada pihak pengelola dan perwakilan masyarakat untuk mendukung kegiatan edukasi dan wisata sejarah di kawasan tersebut.

    Ketua FPKBL, Alpha Febela Priyatmono, mengatakan kehadiran media infografis menjadi sarana pendukung edukasi wisata sejarah yang menyesuaikan perkembangan teknologi digital.

    “Melalui kegiatan ini, media infografis diserahkan langsung kepada pihak pengelola dan perwakilan masyarakat sebagai sarana penunjang edukasi wisata sejarah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” ungkapnya.

    Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah proyek penelitian dan produksi media visual. Tim Riset DKV ISI Surakarta berharap model komunikasi visual budaya yang dikembangkan dapat menjadi alternatif dalam menyampaikan informasi warisan budaya secara lebih menarik, mudah dipahami, dan relevan bagi masyarakat.

    Selain memberikan kontribusi secara praktis bagi pelestarian warisan budaya Nusantara, penelitian ini juga diharapkan memperkaya perkembangan keilmuan DKV, khususnya dalam penerapan visual storytelling, infografis, dan heritage interpretation untuk mengonstruksi memori kolektif masyarakat.

    Dengan pendekatan berbasis desain dan teknologi digital, Kampoeng Batik Laweyan diharapkan semakin dikenal tidak hanya sebagai kawasan sejarah dan sentra batik, tetapi juga sebagai ruang budaya yang terus hidup, dipahami, dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Sofyan)


    Baca juga: PASKANATHA (EIC) Drill Team SMA Veteran 1 Sukoharjo Raih Empat Penghargaan di Kejurda Forbasi Jateng


Top