GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Pelepasan secara simbolis mahasiswa KKN untuk wilayah Kecamatan Jenar dipimpin langsung Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd. |
1.446 Mahasiswa KKN UNISRI 2026 Diterjunkan di Sragen, Usung Pemberdayaan Desa untuk Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Sragen - majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menerjunkan 1.446 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Kabupaten Sragen. Sebanyak 104 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut mendampingi pelaksanaan KKN yang tersebar di 11 kecamatan.
Pelepasan secara simbolis mahasiswa KKN untuk wilayah Kecamatan Jenar dipimpin langsung Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd. KKN tahun ini mengusung tema "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen."
Dalam sambutannya, Prof. Sutoyo menjelaskan tema tersebut menjadi arah utama pengabdian mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan program kerja, tetapi juga belajar memahami kondisi riil masyarakat desa sekaligus menghadirkan solusi yang bermanfaat.
"Melalui KKN ini kami ingin mahasiswa UNISRI hadir langsung di tengah masyarakat. Bukan hanya mengabdi, tetapi juga belajar memahami persoalan nyata di desa, khususnya terkait ekonomi, pangan, dan keberlanjutan," ujar Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd.
Mahasiswa KKN UNISRI Tahun 2026 akan melaksanakan pengabdian di 11 kecamatan, yakni Jenar, Plupuh, Mondokan, Gemolong, Gesi, Kalijambe, Sumberlawang, Tangen, Miri, Sukodono, dan Tanon. Khusus Kecamatan Kalijambe, program KKN juga melibatkan mahasiswa kelas malam yang akan ditempatkan di empat desa.
Selama masa pengabdian, mahasiswa bersama DPL akan melaksanakan berbagai program sesuai kebutuhan masyarakat desa. Program tersebut meliputi pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif desa, penguatan ketahanan pangan melalui pelatihan pertanian, hidroponik, serta diversifikasi pangan lokal, edukasi dan pendampingan digitalisasi desa serta pelestarian lingkungan, hingga program pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Rektor UNISRI berharap kehadiran ribuan mahasiswa mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun desa.
"Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami titipkan adik-adik mahasiswa untuk belajar, bekerja sama, dan memberikan kontribusi terbaik bagi desa," tutup Prof. Sutoyo.
Sementara itu, Camat Jenar, Yulius David Supriyadi, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi atas konsistensi UNISRI mengirimkan mahasiswa KKN ke wilayah Kabupaten Sragen. Ia berharap berbagai program yang dijalankan mahasiswa dapat mendukung program pemerintah desa.
"Kami sangat mengapresiasi UNISRI yang terus konsisten mengirimkan mahasiswa terbaiknya ke Sragen. Kami berharap program-program KKN dapat bersinergi dengan program pemerintah desa untuk menguatkan kemandirian ekonomi warga dan ketahanan pangan," ungkapnya.
Program KKN UNISRI merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, UNISRI setiap tahun menerjunkan ribuan mahasiswa ke berbagai daerah untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kapasitas desa, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan di berbagai sektor. (Sofyan)
Pendidikan
MPLS SMA Veteran 1 Sukoharjo Hadirkan Praktisi Media, 472 Siswa Belajar Mengembangkan Minat dan Bakat
Sukoharjo - majalahlarise.com - Hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Veteran 1 Sukoharjo diisi materi inspiratif bertajuk "Menghubungkan Minat dan Bakat Melalui Jurnalistik dan Konten Kreator" yang disampaikan Praktisi Media sekaligus Pengelola majalahlarise.com dan Channel LARISE TV, Sofyan Yuli Antonius, S.Sos., Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak 472 siswa baru sebagai bekal mengenali potensi diri sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang karier di bidang media dan industri kreatif digital.
Dalam paparannya, Sofyan mengajak peserta memahami perbedaan antara minat dan bakat, mengenali potensi diri sejak dini, serta menghubungkannya dengan berbagai profesi di dunia jurnalistik dan konten kreator. Materi juga membahas pentingnya mengembangkan hard skill seperti menulis, fotografi, videografi, dan editing, disertai soft skill berupa komunikasi, kreativitas, berpikir kritis, disiplin, serta kerja sama tim.
Selain itu, para siswa dikenalkan peluang berkarya melalui berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook dengan menekankan pentingnya menghasilkan konten edukatif, inspiratif, dan bermanfaat. Sofyan juga mengingatkan pentingnya etika bermedia digital, mulai dari cek fakta sebelum membagikan informasi, menghindari hoaks, menggunakan bahasa yang santun, menghormati hak cipta, hingga membangun jejak digital yang positif.
"Karya pertama tidak harus sempurna, tetapi harus dimulai. Jadikan minat sebagai semangat, bakat sebagai kekuatan, dan latihan sebagai jalan menuju kesuksesan. Orang hebat bukan selalu yang paling berbakat, tetapi mereka yang terus belajar, berlatih, dan berkarya," ujar Sofyan saat memotivasi peserta.
Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Pd., menjelaskan MPLS dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus mengenali potensi yang dimiliki setiap siswa.
"Tujuan MPLS membantu murid baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenali potensi pada diri masing-masing, serta memberikan motivasi agar semakin semangat belajar. Kami ingin setiap anak merasa dihargai, dibimbing, dan terlindungi sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, serta bebas dari perundungan. Tahun ini MPLS diikuti 472 siswa baru dan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Drs. Sukino menyampaikan kehadiran narasumber dari kalangan praktisi media memberi pengalaman nyata kepada peserta didik mengenai pengembangan minat dan bakat, khususnya melalui ekstrakurikuler jurnalistik dan konten kreator.
"Kehadiran narasumber ini diharapkan mampu memberi motivasi, tips, dan cara mengembangkan bakat siswa selama belajar di SMA Veteran 1 Sukoharjo, terutama melalui ekstrakurikuler jurnalistik dan konten kreator. Anak-anak sangat antusias mengikuti MPLS dengan hati gembira. Mereka mulai memahami arah pembelajaran di sekolah serta peluang mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki," ujarnya.
Ditambahkannya, peserta dalam MPLS memperoleh materi meliputi Wawasan Wiyata Mandala, pengenalan visi, misi, dan tujuan sekolah, pengenalan lingkungan dan fasilitas sekolah, pembentukan karakter melalui materi Aku Anak Indonesia Hebat Karakterku, edukasi penggunaan internet dan media sosial yang sehat, pengenalan delapan profil lulusan, ruang perjumpaan antar siswa baru, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan, pengembangan minat dan bakat, budaya 5S dan tata tertib sekolah, eksplorasi potensi diri, motivasi serta cara belajar efektif, hingga pengenalan organisasi sekolah seperti OSIS dan ROHIS.
Antusiasme juga disampaikan salah seorang peserta didik baru, Diva. Ia mengaku semakin termotivasi untuk terus belajar, mengembangkan bakat khususnya serta meraih prestasi akademik selama menempuh pendidikan di SMA Veteran 1 Sukoharjo.
"Saya ingin terus belajar dan mengembangkan bakat di bidang seni tari, tetap berprestasi di bidang akademik, lalu setelah lulus bercita-cita melanjutkan kuliah di universitas negeri," ungkap Diva.
Materi "Menghubungkan Minat dan Bakat" menjadi salah satu agenda penting pada hari kedua MPLS sesuai jadwal resmi sekolah. Melalui kegiatan ini, SMA Veteran 1 Sukoharjo berharap peserta didik baru semakin percaya diri mengenali potensi diri, berani berkarya, serta mampu memanfaatkan media digital secara positif sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. (Sofyan)
![]() |
| Anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) membentangkan poster berisi ucapan selamat datang. |
Meriah Apel Hari Pertama, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Sambut 442 Siswa Awali Tahun Ajaran Baru
Surakarta - majalahlarise.com – SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar apel hari pertama masuk sekolah di halaman basket sekolah, Senin (14/7/2026). Sebanyak 442 siswa kelas 7, 8, dan 9 mengikuti kegiatan tersebut sebagai penanda dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Suasana penuh semangat dan kegembiraan mewarnai penyambutan siswa, terutama bagi 160 peserta didik baru kelas 7.
Apel diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Ustaz Muhdiyatmoko, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh siswa, yakni 160 siswa kelas 7, 155 siswa kelas 8, dan 127 siswa kelas 9. Ia juga memberikan apresiasi kepada siswa kelas 9 atas capaian prestasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Asesmen Nasional yang berhasil meraih peringkat 1 Kota Surakarta, peringkat 22 nasional, serta menjadi sekolah Muhammadiyah peringkat 1 se-Indonesia.
Muhdiyatmoko menjelaskan SMP Muhammadiyah PK Kottabarat menjadi tempat bagi siswa untuk bertumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi menuju generasi ulul albab. "Selamat datang di sekolah yang insyaallah akan melejitkan potensi ananda semua," ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah para siswa.
Usai apel, penyambutan siswa baru berlangsung semakin semarak. Anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) membentangkan poster berisi ucapan selamat datang, sementara siswa kelas 8 dan 9 berbaris dari lobi hingga ruang kelas untuk menyambut adik-adik kelas mereka. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan pun terasa sejak hari pertama masuk sekolah.
Salah seorang siswa baru kelas 7, Bening Ayska, mengaku gembira dapat belajar di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat. Ia berharap mampu meraih prestasi akademik sekaligus mengikuti program tahfiz. "Saya senang bersekolah di sini karena sekolahnya bagus dan banyak teman," katanya.
Hal senada disampaikan Naila Azka Zaidan. Ia berharap selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut dapat memperoleh nilai yang baik, menambah hafalan Al-Qur'an, serta semakin rajin belajar. "Saya juga bercita-cita menjadi dokter," ungkapnya penuh semangat.
Sementara itu, Rasya Fatma Nahdi mengaku sangat berkesan mengikuti hari pertama sekolah. Menurutnya, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat merupakan sekolah impiannya sejak lama. Ia berharap dapat bergabung di kelas ICP, meraih prestasi terbaik, dan mewujudkan cita-citanya di masa depan.
Ketua Panitia MPLS, Burhan Taufik Hidayat, S.Pd., menjelaskan kegiatan hari pertama dirancang dengan suasana ceria agar siswa baru merasa nyaman dan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah. "Alhamdulillah kegiatan hari pertama berjalan lancar dan penuh semangat berkat dukungan seluruh guru dan IPM," ujarnya.
Melalui penyambutan yang hangat dan penuh semangat tersebut, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta berharap seluruh siswa dapat memulai tahun ajaran baru dengan motivasi tinggi untuk berprestasi, berkarakter Islami, serta mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Siswa baru SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta mengikuti MPLS JELAJAH SIMPON 2026 |
MPLS JELAJAH SIMPON 2026, SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta Kenalkan Budaya Sekolah dan Luncurkan Buku TAKTIS
Surakarta - majalahlarise.com – SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta menyambut peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertajuk JELAJAH SIMPON 2026 (Jejak Langkah Awal Menuju Harapan). Kegiatan yang digelar pada Senin (13/7/2026) ini diawali dengan apel pagi yang dipimpin Kepala SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta, HM Rusmanto, sekaligus meluncurkan BUKU TAKTIS (Tabungan Adab Kedisiplinan, Ketertiban, dan Prestasi Siswa) sebagai panduan pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa selama menempuh pendidikan di sekolah.
Peluncuran Buku TAKTIS menjadi penanda dimulainya rangkaian MPLS JELAJAH SIMPON 2026. Setelah apel, seluruh peserta didik kelas VII mengikuti sesi ice breaking untuk membangun keakraban dan mempererat pertemanan dalam suasana hangat dan menyenangkan sebelum memasuki berbagai materi pengenalan sekolah.
Selanjutnya, siswa memperoleh materi Wawasan Wiyata Mandala yang mencakup pemaparan visi, misi, program, serta budaya sekolah. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah, HM Rusmanto, agar peserta didik memahami fungsi sekolah sebagai tempat belajar, mengembangkan potensi, serta membentuk karakter yang berakhlak dan berprestasi.
HM Rusmanto menjelaskan, pelaksanaan MPLS dirancang untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus mengenalkan budaya positif yang menjadi ciri khas SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta. Kehadiran Buku TAKTIS diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh siswa dalam membangun kedisiplinan, ketertiban, serta prestasi selama mengikuti proses pembelajaran.
Wali Kelas VII Smart Digital Class (SDC) 4, Fina Dwi Astuti, menjelaskan kegiatan MPLS memiliki peran penting dalam mendampingi proses adaptasi siswa baru. Menurutnya, melalui kegiatan ini peserta didik dapat mengenal lingkungan sekolah, para guru, serta budaya yang diterapkan di SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta.
"MPLS JELAJAH SIMPON 2026 sangat dibutuhkan siswa baru. Mereka mengenal lingkungan sekolah, bapak dan ibu guru, serta budaya yang ada di sekolah. Dengan MPLS, siswa dapat memahami lingkungan belajar yang nantinya menemani mereka hingga lulus," ujar Fina Dwi Astuti.
Ia juga berharap MPLS menjadi ruang bagi peserta didik untuk membangun komunikasi dan persahabatan dengan teman seangkatan maupun kakak kelas.
"Melalui MPLS, siswa baru memiliki ruang untuk berinteraksi, bermain, dan bersosialisasi dengan teman-teman, termasuk menjalin hubungan baik dengan kakak kelas VIII dan IX," tambahnya.
Kesan positif juga disampaikan salah satu peserta didik baru, Baskarabumi HAJ. Ia mengaku senang mengikuti rangkaian MPLS karena dapat mengenal suasana kelas, lingkungan sekolah, serta memperoleh teman-teman baru.
"Saya senang mengikuti kegiatan ini karena bisa mengenal kelas, lingkungan sekolah, dan memiliki teman-teman baru. Suasananya menyenangkan," ungkap Baskarabumi.
Melalui MPLS JELAJAH SIMPON 2026, SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan cepat, memahami budaya sekolah, serta siap menempuh perjalanan belajar yang penuh prestasi dan karakter unggul. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Sebanyak 45 guru SMP Negeri 8 Kota Surakarta mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dan Pemanfaatan IFP sebagai Media Pembelajaran Mendalam di Aula SMP Negeri 8 Surakarta, Senin (13/7/2026). |
45 Guru SMP Negeri 8 Surakarta Ikuti Workshop Peningkatan Kompetensi dan Pemanfaatan IFP untuk Pembelajaran Mendalam
Surakarta - majalahlarise.com – Sebanyak 45 guru SMP Negeri 8 Kota Surakarta mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dan Pemanfaatan IFP sebagai Media Pembelajaran Mendalam yang berlangsung selama empat hari, 13–16 Juli 2026, di Aula SMP Negeri 8 Kota Surakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berorientasi pada penguatan kualitas pendidikan.
Workshop dibuka oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Abi Satoto, M.Pd. Acara diawali dengan sambutan Kepala SMP Negeri 8 Kota Surakarta, Sarjoko, S.Pd., dilanjutkan pembukaan resmi, serta penampilan dirigen oleh Hetty Dwi Agustin, S.Pd. yang memimpin seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan.
![]() |
| Hetty Dwi Agustin, S.Pd. memimpin seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan. |
Kepala SMP Negeri 8 Kota Surakarta, Sarjoko, S.Pd., menjelaskan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kompetensi guru agar mampu menjadi pendidik profesional yang siap menjawab tantangan pendidikan saat ini.
"Workshop ini bertujuan agar guru semakin berkualitas dan memiliki kompetensi yang lebih baik, sehingga menjadi pendidik profesional yang dapat menjadi andalan Dinas Pendidikan Kota Surakarta dalam mendidik anak-anak bangsa sebagai generasi muda penerus," ujar Sarjoko.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari kebijakan pendidikan, profesionalitas kepegawaian, pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran, penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), perancangan pembelajaran mendalam, penyusunan media ajar berbasis IFP, hingga penyusunan dan presentasi perangkat ajar oleh kelompok MGMP sekolah. Seluruh rangkaian dirancang agar guru mampu mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran secara efektif.
Melalui workshop ini, SMP Negeri 8 Kota Surakarta berharap seluruh guru semakin siap mengembangkan pembelajaran yang kreatif, mendalam, dan berpusat pada peserta didik, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Surakarta. (Sofyan)
Baca juga: MPLS SMP Negeri 2 Manyaran 2026 Resmi Dibuka, Utamakan Sekolah Ramah dan Bebas Perundungan
Pendidikan
![]() |
| Pembukaan FORTASIB dilakukan oleh Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Ust. Pujiono, didampingi perwakilan wali murid, Aiptu Heri dari Polsek Banyudono. |
112 Siswa Baru SD Muhammadiyah PK Banyudono Ikuti FORTASIB, Awali Perjalanan Menjadi Generasi Berakhlak dan Berprestasi
Boyolali - majalahlarise.com – Sebanyak 112 siswa baru SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono mengikuti Forum Ta'aruf Siswa Baru (FORTASIB) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang resmi dibuka di halaman sekolah, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, serta budaya belajar yang diterapkan sebagai bekal menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah PK Banyudono.
Pembukaan FORTASIB dilakukan oleh Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Ust. Pujiono, didampingi perwakilan wali murid, Aiptu Heri dari Polsek Banyudono. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat, dihadiri guru, karyawan, orang tua, serta seluruh siswa baru yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Ust. Pujiono, menjelaskan FORTASIB bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi momentum menanamkan karakter Islami, adab, serta semangat belajar sejak hari pertama siswa bergabung di sekolah.
"Anak-anak adalah calon pemimpin bangsa. Karena itu, sejak awal mereka harus dibiasakan dengan adab Islami, disiplin, cinta belajar, dan saling menghormati. Sekolah berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan berkualitas," ujar Ust. Pujiono.
Sementara itu, mewakili orang tua siswa, Aiptu Heri menyampaikan rasa syukur sekaligus kepercayaan kepada SD Muhammadiyah PK Banyudono untuk mendidik putra-putri mereka. Ia berharap kolaborasi antara sekolah dan orang tua mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
"Kami para orang tua dengan penuh ketulusan dan keikhlasan menitipkan amanah terbesar kami kepada SD Muhammadiyah PK Banyudono. Semoga bapak dan ibu guru dapat membimbing, mendidik, serta mengarahkan anak-anak kami agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menggapai cita-cita yang mereka impikan," tuturnya.
Selama FORTASIB berlangsung, para siswa mengikuti berbagai materi yang mendukung pembentukan karakter dan budaya positif di sekolah. Materi tersebut meliputi adab dalam Islam, Wawasan Wiyata Mandala, tujuh kebiasaan hidup sehat, pencegahan perundungan (anti-bullying), bahaya penyalahgunaan narkoba, budaya sekolah, tata tertib, hingga berbagai pembiasaan positif yang menjadi ciri khas SD Muhammadiyah PK Banyudono.
Melalui FORTASIB Tahun 2026, SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap seluruh siswa baru mampu beradaptasi dengan cepat, memiliki rasa percaya diri, mencintai lingkungan sekolah, serta tumbuh menjadi pribadi yang saleh, cerdas, kreatif, dan mandiri sesuai visi sekolah sebagai "Sekolahnya Calon Pemimpin Bangsa." (Sofyan)
Baca juga: MPLS SMP Negeri 2 Manyaran 2026 Resmi Dibuka, Utamakan Sekolah Ramah dan Bebas Perundungan
![]() |
| Tim UHW Perbanas melatih perajin disabilitas Batik Wistara Surabaya menggunakan cap batik resin berbasis 3D printing untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian. (Foto: Dok. UHW Perbanas) |
Teknologi Buka Peluang, UHW Perbanas Perkuat Kemandirian Perajin Disabilitas Lewat Inovasi Batik
Surabaya - majalahlarise.com - Di tengah tantangan dunia kerja yang masih dihadapi penyandang disabilitas, UMKM Batik Wistara Surabaya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Selama 16 tahun terakhir, usaha batik ini menjadi ruang bagi penyandang tuna rungu, tunawicara, hingga tunadaksa untuk bekerja, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan batik khas Surabaya.
Komitmen tersebut mendapat dukungan dari tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas melalui pengembangan teknologi cap batik berbahan resin hasil 3D printing yang dirancang lebih ringan, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan para perajin disabilitas.
Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) UHW Perbanas, Nanang Setiyoko, S.Pd., M.A., mengatakan program pengabdian ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga bertujuan memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui inovasi teknologi yang mudah diterapkan.
"Kami ingin teknologi benar-benar menjadi alat pemberdayaan. Bukan sekadar memberikan alat, tetapi memastikan para perajin mampu menggunakannya secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ungkap Nanang saat dikonfirmasi pada Senin (13/7).
Lanjutnya, program telah dimulai pada Rabu 8 Juli 2026, diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra, dilanjutkan dengan perancangan solusi, pelatihan, praktik langsung, hingga pendampingan. Selain pelatihan penggunaan cap batik resin hasil 3D printing, tim UHW Perbanas juga memberikan pelatihan pemasaran UMKM dan pelatihan pembuatan merchandise dari sisa produksi batik.
Bagi tim UHW Perbanas, Batik Wistara dipilih bukan hanya karena menghasilkan batik khas Surabaya, tetapi juga memiliki misi sosial yang kuat. Usaha yang dikelola Sumarni itu telah menjadi tempat bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh keterampilan sekaligus kesempatan bekerja secara produktif.
Sumarni menceritakan, pada awal merintis usaha batik, dirinya bekerja bersama tenaga kerja non-disabilitas. Namun, perjalanan usahanya berubah ketika bertemu dua penyandang tunadaksa dan tunarungu yang telah berhari-hari mencari pekerjaan. "Saya bertanya pada mereka sudah dua minggu belum dapat pekerjaan, kemudian bisanya apa? Kebetulan keduanya bisa jahit dan kemudian janjian mereka bekerja di sini hingga sekarang," tutur Sumarni.
Menurutnya, keputusan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas menjadi bagian dari perjalanan Batik Wistara hingga berkembang seperti saat ini. Selama 16 tahun menjalankan usaha, ia mengaku tidak menemui kendala berarti dalam bekerja bersama para penyandang disabilitas. "Usaha kami sudah berjalan selama 16 tahun ini semuanya aman," tambahnya.
Melihat besarnya peran Batik Wistara dalam pemberdayaan penyandang disabilitas, UHW Perbanas kemudian menghadirkan solusi yang mampu menjawab tantangan produksi. Berdasarkan hasil observasi, proses pembuatan batik masih didominasi teknik batik tulis yang membutuhkan waktu relatif lama. Di sisi lain, jumlah cap batik yang dimiliki terbatas sehingga pembuatan motif baru harus memesan cap logam dari luar daerah dengan biaya tinggi dan waktu pengerjaan yang cukup lama.
Menurut Nanang, kondisi tersebut menjadi alasan timnya mengembangkan cap batik berbahan resin menggunakan teknologi 3D printing.
"Teknologi cap batik berbahan resin kami rancang agar lebih ringan, mudah digunakan, dan menggunakan pendekatan kerja yang lebih visual sehingga sangat sesuai dengan karakteristik para perajin. Melalui praktik secara langsung, mereka dapat mempelajari penggunaannya tanpa bergantung pada komunikasi verbal yang kompleks," jelasnya.
Selain meningkatkan efisiensi produksi, teknologi tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian para perajin disabilitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. "Harapan kami bukan hanya meningkatkan produktivitas Batik Wistara, tetapi juga memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pemanfaatan teknologi yang mudah diterapkan. Keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari bertambahnya jumlah produksi batik, tetapi juga dari meningkatnya rasa percaya diri, keterampilan, dan kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas," ungkap Nanang.
Ke depan, UHW Perbanas berharap Batik Wistara dapat menjadi contoh UMKM batik inklusif yang berhasil memadukan inovasi teknologi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat. "Kami berharap model pengabdian ini dapat direplikasi oleh UMKM batik lainnya di Indonesia sehingga semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan berkarya, mandiri, dan berdaya saing," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Fakultas Hukum UNISRI Jalin MoU dengan UiTM Johor Malaysia, Perkuat Jejaring Akademik Internasional
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...











