Sosialisasi Identifikasi dan Penelusuran Naskah Kuno 2026 di Dinas Arsip dan Perpustakaan Boyolali.


    Lestarikan Warisan Tertulis, Perpustakaan Boyolali Gelar Sosialisasi Identifikasi dan Penelusuran Naskah Kuno 2026

    Boyolali - majalahlarise.com - Naskah kuno merupakan budaya sejarah yang sangat penting untuk dilestarikan karena mengandung nilai budaya, pengetahuan, serta rekam jejak sejarah bangsa yang menjadi identitas dan warisan bagi generasi mendatang. Hal ini disampaikan oleh pewara dalam sosialisasi bertajuk “Identifikasi dan Penelusuran Naskah Kuno Tahun 2026” di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali Remen Maos, Jl. Pandanaran No.167 Siswodipuran Boyolali, Selasa (26/05/2026).

    Acara ini menghadirkan dua narasumber yang memaparkan materi tentang keberagaman naskah kuno Nusantara. Salah satunya, Asep Yudha Wirajaya, dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret, menjelaskan naskah kuno merupakan tulisan tangan yang menyimpan nilai budaya, informasi intelektual, sejarah bangsa yang penting, bahkan usianya minimal 50 tahun. 

    “Sejarah naskah kuno yang dimiliki suatu daerah khususnya di Boyolali yang sekarang sudah berusia 167 tahun, harus selalu dilestarikan dan diturunkan ke generasi selanjutnya supaya naskah kuno yang penting tidak hangus dimakan zaman. Sementara Boyolali masih terdapat manuskrip yang ada di Padepokan Merapi,” ungkapnya. 

    Tantangan dari pelestarian naskah kuno bisa melalui ancaman fisik, tantangan kurangnya tenaga ahli, keterbatasan anggaran dan fasilitas, serta masih banyak lagi tantangannya. 

    “Naskah kuno dan arsip tertulis ini merupakan pondasi yang autentik dalam rekonstruksi naskah secara lokal yang kadang sering terabaikan, upaya pelestarian bukan hanya tugas eksklusif para pakar perpustakaan tetapi pengembangan kolektif demi menjaga identitas budaya bangsa. Pemanfaatan teknologi digital sangat penting sebagai jembatan untuk menghubungkan kearifan masa lalu dengan aksesibilitas masa sekarang,” tambahnya.

    Narasumber yang tak kalah hebat juga datang dari Ahmad Wahyu, Filolog di Prodi Ilmu Al-quran dan tafsir ISQI Sunan Pandanaran Jogja, beliau menekankan bahwa manuskrip itu penting karena didalam naskah itu memuat sumber informasi masa lalu, budaya dan Sejarah bangsa. Berguna sebagai ingatan kolektif Masyarakat. 

    “Fungsi dari manuskrip adalah menjadi testimoni yang kaitannya dengan suatu peristiwa Ketika naskah itu dibuat,” ujarnya.

    Menurutnya, langkah menemukan naskah yaitu seperti identifikasi (asal-usul, pengarang, bahasa, dll.), inventarisasi (catatan, informasi yang detail), katogisasi, digitalisasi (koleksi di Perpustakaan), konservasi. Melalui Langkah-langkah tersebut, diharapkan Masyarakat Boyolali supaya dapat mengakses manuskrip kuno.

    Melalui kegiatan sosialisasi “Identifikasi dan Penelusuran Naskah Kuno Tahun 2026”, Pemerintah Kabupaten Boyolali menegaskan pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai warisan budaya dan sumber sejarah bangsa. 

    Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Boyolali akan pentingnya menjaga dan melestarikan manuskrip kuno sebagai warisan budaya bangsa. Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital, naskah kuno diharapkan tetap terjaga, terdokumentasi, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai sumber pengetahuan dan identitas sejarah daerah.

    Penulis : Ellika Septhea Nanda & Tiara Putri Maharani

    Dokumentasi : Rea Cahya Valentina

    Editor: Sofyan


    Baca juga: Prestasi Gemilang, Tim Robotik MTs Negeri 5 Wonogiri Raih Juara 1 Madagascar Robotic Fair 2026

    Tim Robotik MTs Negeri 5 Wonogiri berhasil meraih Juara 1 pada ajang Madagascar Robotic Fair 2026.


    Prestasi Gemilang, Tim Robotik MTs Negeri 5 Wonogiri Raih Juara 1 Madagascar Robotic Fair 2026

    Wonogiri - majalahlarise.com - Tim Robotik MTs Negeri 5 Wonogiri berhasil mengharumkan nama madrasah dengan meraih Juara 1 pada ajang Madagascar Robotic Fair 2026 yang diselenggarakan di MTs Negeri 1 Karanganyar, Sabtu (30/5/2026). Tim yang terdiri atas Nasuha Ramadani, Nabil Zaki Wibowo, dan Dean Aprianto Wibowo dari Kelas 7 A PK tersebut sukses mengungguli 11 tim lain dari berbagai madrasah di Eks karesidenan Surakarta.

    Kompetisi robotik bergengsi ini diikuti oleh 12 tim peserta dari berbagai madrasah, di antaranya MTs Negeri 2 Sukoharjo, MTs Negeri 1 Karanganyar, MTs Negeri 2 Boyolali, serta sejumlah madrasah lainnya. Keberhasilan ini menjadi pencapaian istimewa bagi MTs Negeri 5 Wonogiri karena merupakan kali pertama mengikuti Madagascar Robotic Fair dan langsung meraih gelar juara.

    Guru Pembimbing Tim Robotik MTs Negeri 5 Wonogiri, Katino, menjelaskan lomba yang diikuti berada pada kategori coding robotik. Dalam kompetisi tersebut, setiap tim dituntut menyusun program yang akan mengendalikan pergerakan robot untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang telah ditentukan panitia. “Alhamdulillah dari 12 tim yang ikut, MTs Negeri 5 Wonogiri berhasil mendapatkan Juara 1,” ujarnya.

    Katino menerangkan proses perlombaan diawali dengan pembuatan program menggunakan aplikasi Mblock. Program yang telah disusun kemudian diunggah ke robot yang sebelumnya dirakit oleh peserta. Robot tersebut selanjutnya harus mampu menjalankan berbagai instruksi dan melewati rintangan sesuai perintah yang telah dibuat melalui proses coding. 

    “Ketika anak mampu menyelesaikan rintangan dengan coding yang telah dibuat dari perintah yang sudah berhasil disusun, maka anak bisa mendapatkan nilai terbaik,” jelasnya.

    Menurutnya, prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri karena diraih pada keikutsertaan perdana MTs Negeri 5 Wonogiri dalam festival robotik tersebut. Bahkan, tim madrasah mampu mengalahkan sejumlah peserta yang telah berpengalaman dan pernah meraih prestasi pada kompetisi serupa. 

    “Pertama kali mengikuti festival robotik dan langsung mampu mengalahkan tim-tim yang sebelumnya sudah pernah menjadi juara,” katanya.

    Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus mengembangkan pembelajaran teknologi. Katino mengungkapkan pihak sekolah berencana memberikan pendalaman materi robotik, Internet of Things (IoT), dan berbagai keterampilan teknologi lainnya guna meningkatkan daya saing peserta didik. 

    “Ke depan anak-anak MTs Negeri 5 Wonogiri akan kami berikan pembelajaran lebih lanjut tentang robotik, IoT, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala MTs Negeri 5 Wonogiri, Umi Muslikhah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim, pelatih, dan pembina yang telah berjuang dengan penuh dedikasi hingga berhasil membawa pulang gelar juara. Ia berharap prestasi tersebut menjadi pemicu semangat bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi. 

    “Terima kasih kepada para peserta, pelatih, dan pembina yang telah berjuang dengan penuh dedikasi. Semoga piala kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus mengukir prestasi di masa depan dan menginspirasi seluruh siswa lainnya,” tuturnya. 

    Ia juga berharap penguatan materi robotik dapat terus dilakukan, bahkan melalui kelas khusus, agar siswa mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional serta siap menghadapi dunia kerja berbasis teknologi. (Sofyan)


    Baca juga: FORPIS Surakarta Gelar Seminar Bahasa Isyarat, Tanamkan Semangat Inklusivitas di Kalangan Pelajar

    Foto bersama pembicara, panitia dan peserta Seminar Bahasa Isyarat bertajuk “Satu Gerakan Seribu Makna” di Aula SMA Negeri 6 Surakarta, Sabtu (30/5/2026). 


    FORPIS Surakarta Gelar Seminar Bahasa Isyarat, Tanamkan Semangat Inklusivitas di Kalangan Pelajar

    Surakarta - majalahlarise.com - Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Surakarta sukses menyelenggarakan Seminar Bahasa Isyarat bertajuk “Satu Gerakan Seribu Makna” di Aula SMA Negeri 6 Surakarta, Sabtu (30/5/2026). 

    Kegiatan yang diikuti 80 peserta dari kalangan pelajar SMP hingga SMA se-Kota Surakarta ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya komunikasi yang inklusif serta memperkenalkan dasar-dasar bahasa isyarat sebagai sarana berinteraksi dengan teman-teman Tuli.

    Seminar dibuka oleh Bambang Nugroho, S.Sn., M.Sn., selaku Pengurus PMI Bidang Relawan dan Penanggulangan Bencana, didampingi Kepala Markas PMI Kota Surakarta, Riki Mirzam Abdurrozaq. Kegiatan menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang bahasa isyarat dan pendidikan inklusif. Para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya bahasa isyarat, etika berkomunikasi dengan penyandang disabilitas pendengaran, hingga praktik langsung penggunaan bahasa isyarat dasar dalam kehidupan sehari-hari.

    Ketua Pelaksana Seminar Bahasa Isyarat, Zahra, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya FORPIS Surakarta dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya anggota PMR di Kota Surakarta. 

    “Saya harap melalui Seminar Bahasa Isyarat ini, peserta bisa lebih meningkatkan kepedulian terhadap teman-teman disabilitas dan mampu membangun relasi juga komunikasi tanpa batas di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi praktik dan tanya jawab. Banyak peserta aktif berinteraksi dan mempraktikkan gerakan bahasa isyarat yang diajarkan narasumber. Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga memahami pentingnya menghargai keberagaman serta membangun komunikasi yang setara bagi semua kalangan.

    Melalui seminar ini, FORPIS Surakarta berharap semakin banyak generasi muda yang peduli terhadap isu inklusivitas dan terdorong untuk mempelajari bahasa isyarat sebagai langkah nyata dalam menciptakan masyarakat yang terbuka, saling menghargai, serta memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial. (Is/ Sofyan)


    Baca juga: Tanamkan Tauhid dan Semangat Berqurban, SD Muhammadiyah PK Banyudono Sembelih 5 Kambing pada Hari Tasyrik

    Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan (PPL) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membantu pencacahan daging hewan qurban.


    Tanamkan Tauhid dan Semangat Berqurban, SD Muhammadiyah PK Banyudono Sembelih 5 Kambing pada Hari Tasyrik

    Boyolali - majalahlarise.com - SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan penyembelihan hewan qurban sebanyak lima ekor kambing pada hari Tasyrik terakhir, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai tauhid, keikhlasan, dan kepedulian sosial kepada para siswa sejak dini.

    Ketua Panitia Qurban, Habibi Nur Rahman, S.Pd., menjelaskan, dari total lima ekor kambing yang disembelih, empat ekor merupakan hewan latihan qurban siswa, sedangkan satu ekor kambing berasal dari shohibul qurban wali murid atas nama Bapak Dendy Sadono Priyanto. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga sarana pembelajaran karakter bagi peserta didik. 

    “Semoga Allah SWT menerima amal ibadah qurban para shohibul qurban dan menjadikannya sebagai sarana pendidikan karakter bagi anak-anak,” ujarnya.

    Pelaksanaan qurban tahun ini semakin semarak dengan keterlibatan 12 mahasiswa Program Pengenalan Lapangan (PPL) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Para mahasiswa turut membantu proses penyembelihan, pengemasan, hingga pendistribusian daging qurban kepada masyarakat yang berhak menerima. Kehadiran mereka memberikan pengalaman kolaboratif yang positif antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dasar dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial.

    Siswa mengikuti lomba membuat kaligrafi.


    Selain menyaksikan proses penyembelihan secara edukatif, para siswa juga mengikuti berbagai kegiatan pendukung yang telah disiapkan panitia. Kegiatan tersebut meliputi lomba membuat kaligrafi, menyusun puzzle edukatif, serta berbagai aktivitas kreatif yang bertujuan memperdalam pemahaman siswa mengenai makna dan hikmah Idul Adha.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menjelaskan kegiatan qurban merupakan media pendidikan karakter yang efektif untuk menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa qurban adalah wujud ketakwaan, ketaatan kepada Allah, serta bentuk kepedulian kepada sesama. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang keikhlasan, berbagi, dan semangat berkorban sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS,” tuturnya.

    Melalui kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekolah tersebut, SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap dapat membentuk generasi yang memiliki tauhid kuat, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Momentum Idul Adha juga dimanfaatkan untuk mempererat sinergi antara sekolah, orang tua, mahasiswa PPL, dan masyarakat dalam menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin. (Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-41 SMP Negeri 2 Selogiri, Pemotongan Tumpeng dan Balon Udara Tandai Puncak Perayaan

    Pelepasan balon udara oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Drs. Sriyanto, MM, didampingi Kepala SMP Negeri 2 Selogiri, Safitri Rokhmadiah.


    HUT ke-41 SMP Negeri 2 Selogiri, Pemotongan Tumpeng dan Balon Udara Tandai Puncak Perayaan

    Wonogiri - majalahlarise.com - Pemotongan tumpeng dan penerbangan balon udara oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Drs. Sriyanto, MM, didampingi Kepala SMP Negeri 2 Selogiri, Safitri Rokhmadiah, menjadi penanda puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 SMP Negeri 2 Selogiri. Kegiatan yang berlangsung meriah di halaman sekolah, Sabtu (30/5/2026), diikuti seluruh warga sekolah, alumni, orang tua siswa, serta tamu undangan.

    Rangkaian puncak perayaan diawali dengan pembukaan, doa bersama, dan tari sambutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan lomba tumpeng, penampilan tari kolosal dari siswa kelas VII, VIII, dan IX, pertunjukan dari SMK Bhakti Mulia dan SMK Tunas Bangsa, penampilan guru, karyawan, serta siswa, hingga hiburan musik dari grup band “OM PNS”. 

    Semangat perayaan semakin terasa dengan slogan "Ayo! Tunjukkan Karakter Terbaikmu" yang mengusung nilai religius, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, dan gotong royong. Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dengan tema besar "Satu Hati, Satu Prestasi, SMPN 2 Selogiri Jaya".

    Penampilan siswa tergabung dalam kelas KKO.


    Kepala SMP Negeri 2 Selogiri, Safitri Rokhmadiah, menyampaikan peringatan HUT ke-41 bukan sekadar ajang perayaan, tetapi menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang sekolah sejak berdiri. Menurutnya, berbagai pencapaian yang diraih selama ini merupakan hasil kerja keras seluruh keluarga besar sekolah. 

    “Dengan kita melaksanakan hari ini hari ulang tahun bukan berarti kita hanya bersenang-senang, tetapi di sini kita melalui hari ini dengan proses yang panjang sejak berdirinya SMP Negeri 2 Selogiri,” ujarnya.

    Safitri menjelaskan selama 41 tahun SMP Negeri 2 Selogiri telah melahirkan banyak alumni yang sukses dan berkiprah di berbagai bidang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang terus memberikan kontribusi bagi kemajuan sekolah. 

    “Kami sangat berterima kasih kepada alumni SMP Negeri 2 Selogiri yang telah memberikan kontribusi dan dukungannya kepada SMP Negeri kita tercinta. Rasa bangga kita sebagai bagian dari keluarga besar SMP Negeri 2 Selogiri yang patut kita banggakan. Kita betul-betul menjadi keluarga besar yang saling mendukung,” ucapnya.

    Penyerahan hadiah lomba antar kelas.


    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Drs. Sriyanto, MM, mengucapkan selamat atas HUT ke-41 SMP Negeri 2 Selogiri. Ia menilai tema "41 Tahun dengan Karakter yang Kuat" sangat tepat untuk menggambarkan perjalanan sekolah yang telah memasuki usia matang. “Hari ini sangat tepat dijadikan titik tolak SMP Negeri 2 Selogiri menuju masa depan yang lebih cerah. Saya sangat setuju dengan tagline 41 Tahun dengan Karakter yang Kuat,” tuturnya.

    Sriyanto menjelaskan pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, keseimbangan antara kecerdasan dan karakter menjadi kunci dalam mencetak generasi unggul. 

    “Tidak ada gunanya anak cerdas tetapi tidak berkarakter. Keseimbangan antara kecerdasan dan karakter itulah yang akan menjadikan anak menjadi seorang yang hebat,” jelasnya.

    Ia juga mengapresiasi SMP Negeri 2 Selogiri yang telah melahirkan banyak tokoh berprestasi, termasuk mantan Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Selain itu, Sriyanto mengajak sekolah untuk terus melibatkan seluruh siswa dalam berbagai kegiatan agar mereka memiliki pengalaman dan kenangan yang berharga selama menempuh pendidikan. 

    “Jadikan anak-anak bangga menjadi siswa SMP Negeri 2 Selogiri. Libatkan semua anak dalam setiap proses sehingga mereka memiliki kenangan indah yang akan diingat sepanjang hidup,” ungkapnya.

    Menutup sambutannya, Sriyanto menyampaikan apresiasi kepada panitia, sponsor, dan para alumni yang telah mendukung suksesnya rangkaian kegiatan HUT ke-41. Ia berharap SMP Negeri 2 Selogiri terus berkembang menjadi sekolah pilihan dan kebanggaan masyarakat. 

    “Kami mengucapkan selamat HUT ke-41. Semoga SMP Negeri 2 Selogiri menjadi sekolah pilihan, kebanggaan siswa, dan kebanggaan masyarakat Selogiri,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Peringati Idul Adha 1447 H, Warga Perum Solo Elok Surakarta Sembelih 3 Ekor Sapi dan Salurkan Daging Kurban ke Masyarakat

    Warga gotong royong saat pemotongan hewan kurban.


    Peringati Idul Adha 1447 H, Warga Perum Solo Elok Surakarta Sembelih 3 Ekor Sapi dan Salurkan Daging Kurban ke Masyarakat

    SURAKARTA - majalahlarise.com - Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Perumahan Solo Elok dan Pesona, Kelurahan Mojosongo, Kota Surakarta. Puluhan warga bersama Karang Taruna setempat bergotong royong melaksanakan penyembelihan, pemotongan, hingga pendistribusian daging hewan kurban pada Kamis (28/5/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi rangkaian peringatan Idul Adha setelah warga melaksanakan Shalat Idul Adha yang digelar di Lapangan Untoroloyo pada Rabu (27/5/2026). Pada hari kedua Idul Adha, warga memusatkan kegiatan penyembelihan hewan kurban di halaman Masjid Baiturrahman Perumahan Solo Elok, Mojosongo.

    Ketua Pengurus Masjid Baiturrahman, Rofiq Ahmadi, menjelaskan pelaksanaan kurban tahun ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas antar warga. Sebanyak tiga ekor sapi yang disembelih berasal dari iuran warga perumahan yang secara sukarela berpartisipasi dalam ibadah kurban.

    “Penyembelihan hewan kurban ini merupakan wujud kepedulian sesama antar warga perumahan untuk saling berbagi dan mempererat kebersamaan dalam momentum Hari Raya Idul Adha,” ujarnya.

    Proses penyembelihan hingga distribusi daging berlangsung lancar dari pagi hingga siang hari. Warga tampak antusias terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari persiapan lokasi, penyembelihan, pencacahan daging, hingga pengemasan untuk dibagikan kepada penerima manfaat.

    Salah satu anggota panitia kurban, Syarif Hussein, menjelaskan momentum Idul Adha tidak hanya mengajarkan nilai pengorbanan dan berbagi kepada sesama, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di lingkungan perumahan.

    “Melalui momentum hari raya kurban ini, selain mengajarkan untuk berkurban dan berbagi kepada sesama, juga meningkatkan rasa peduli serta mempererat kerukunan antar warga,” ungkapnya.

    Daging kurban diprioritaskan untuk warga Perumahan Solo Elok dan Pesona. Selain itu, panitia juga menyalurkan sebagian daging kurban kepada sejumlah tempat ibadah di luar kompleks perumahan, antara lain Musholla Mutiara Plesungan, Masjid Al Hikmah Kedung Tungkul, serta Masjid Umat Sumaroh di Kedung Tungkul.

    Melalui kegiatan kurban tersebut, warga berharap semangat berbagi, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang telah terjalin dapat terus terpelihara serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. (Sofyan)


    Baca juga: PKW LKP Amalia 2026 Resmi Dibuka, Cetak Wirausaha Muda Menjahit Busana Shibori di Sukoharjo

    Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat berinteraksi dengan siswa SMP Warga Surakarta.


    Wakil Wali Kota Astrid Widayani Ajak Pelajar Solo Cintai Sejarah lewat Program GEMAS di SMP Warga Surakarta

    Surakarta - majalahlarise.com - Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengunjungi SMP Warga Surakarta dalam rangka Program GEMAS (Gerakan Cinta Sejarah Masuk Sekolah), Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta tersebut mengusung tema “Kenali Sejarahnya, Cintai Budayanya” sebagai upaya menanamkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal sejak dini.

    Dalam kesempatan tersebut, Astrid Widayani memberikan motivasi kepada para siswa mengenai pentingnya memahami sejarah sebagai fondasi membangun karakter dan identitas bangsa. Ia menjelaskan Kota Surakarta memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang besar sehingga harus terus dijaga dan dilestarikan bersama, terutama oleh generasi muda.

    “Solo memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang sangat tinggi. Karena itu kami ingin memastikan seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda, ikut mengenal, menjaga, dan melestarikan budaya Jawa sebagai bagian dari identitas Kota Surakarta,” ujarnya.

    Astrid mengaku senang melihat antusiasme para siswa dan siswi dalam mengikuti Program GEMAS. Menurutnya, semangat pelajar dalam mempelajari sejarah menjadi modal penting dalam membentuk generasi muda yang memahami identitas daerah dan bangsanya.


    “Saya melihat anak-anak sangat antusias mengikuti Program GEMAS ini. Ini menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, budaya, dan berbagai peristiwa masa lalu yang membentuk Kota Solo hingga sekarang,” katanya.

    Ia berharap Gerakan Cinta Sejarah tersebut dapat tepat sasaran dan benar-benar menjadi ruang edukasi sekaligus motivasi bagi pelajar mengenai pentingnya sejarah dalam membentuk identitas, karakter, dan budaya bangsa di tengah arus globalisasi saat ini.

    “Gerakan ini diharapkan menjadi bekal motivasi bagi generasi muda bahwa sejarah sangat penting dalam membentuk identitas, karakter, dan budaya bangsa di tengah arus globalisasi yang semakin cepat,” lanjut Astrid.

    Dalam paparannya kepada para siswa, Astrid menjelaskan sejarah bukan sekadar mempelajari masa lalu, tetapi juga menjadi sarana memahami jati diri dan nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu. Menurutnya, pembelajaran sejarah mampu melatih pola pikir kritis, menghargai perjuangan bangsa, sekaligus menjadi sumber inspirasi untuk membangun masa depan yang lebih baik.

    Astrid juga menyoroti tantangan pembelajaran sejarah di kalangan generasi muda saat ini, di antaranya stigma bahwa sejarah merupakan pelajaran yang membosankan akibat metode pembelajaran yang monoton dan terlalu banyak hafalan. Selain itu, maraknya disinformasi dan hoaks di media sosial juga dinilai menjadi tantangan dalam menjaga pemahaman sejarah yang benar.

    Karena itu, Pemerintah Kota Surakarta melalui Program GEMAS terus menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih interaktif, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan pelajar sehari-hari.

    “Pembelajaran sejarah sekarang harus dikemas lebih menarik dan multiplatform. Anak-anak sekarang sudah sangat memahami teknologi, sehingga pendekatan pembelajaran juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman agar materi sejarah lebih mudah diterima dan dipahami,” ujar Astrid.

    Ia menambahkan belajar sejarah tidak hanya melalui buku, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai platform digital dan teknologi yang ada saat ini agar wawasan yang diterima para siswa lebih bermanfaat dan aplikatif.

    Program GEMAS merupakan program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta yang pada tahun 2026 menyasar 20 sekolah di Kota Solo, terdiri atas 13 SMP negeri dan 7 SMP swasta dengan target menjangkau sekitar 5.450 siswa. Program tersebut dilaksanakan mulai April hingga Oktober 2026 bekerja sama dengan narasumber dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

    Astrid berharap ke depan Program GEMAS tidak hanya memberikan materi sejarah, tetapi juga mampu memotivasi para siswa untuk ikut berkontribusi membangun Kota Solo menjadi lebih baik.

    “Mari kita dukung bersama Gerakan Cinta Sejarah ini. Karena melalui sejarah, generasi muda dapat memahami jati diri bangsa sekaligus memiliki semangat untuk membangun masa depan Kota Solo yang lebih baik,” pungkasnya. (Is/ Sofyan)


    Baca juga: PKW LKP Amalia 2026 Resmi Dibuka, Cetak Wirausaha Muda Menjahit Busana Shibori di Sukoharjo


Top