Ikrar Wakaf Tanah BAYD Salimah Sukoharjo, Dukung Pengembangan Syiar Dakwah

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Bina Anak Yatim Dhuafa (BAYD) Salimah Sukoharjo melaksanakan ikrar wakaf tanah seluas 243 meter persegi untuk mendukung pengembangan syiar dakwah, pendidikan Al-Qur’an, dan kegiatan sosial bagi umat. Kegiatan berlangsung di Rumah Makan Ayam Mas Rey, Sabtu (24/10/2026), ba’da Magrib.

    Tanah yang diwakafkan tersebut berlokasi tepat di sebelah selatan Gedung Baitul Qur’an Salimah Sukoharjo. Wakaf ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan sarana yang diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi anak-anak yatim dhuafa dan masyarakat sekitar.

    Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua BAYD Salimah Sukoharjo, Sundari. Selanjutnya, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bendosari, Agus Ridwan Widodo, menyampaikan sambutan sekaligus memberikan arahan mengenai pelaksanaan ikrar wakaf bersama tim KUA Kecamatan Bendosari.

    Prosesi ikrar dilakukan oleh Paramita Febrianti K selaku wakif atau perwakilan donatur program wakaf tanah. Ikrar tersebut diterima oleh Titik Haryanti selaku nadzir penerima wakaf sekaligus Ketua Pengurus Daerah Salimah Sukoharjo.

    Pelaksanaan ikrar wakaf disaksikan oleh dua warga di sekitar lokasi tanah, yakni Tukiman dan Demak Kukuh. Kegiatan tersebut juga dihadiri Lurah Jombor, Wiyarsi, perwakilan donatur dan wakif, penasihat BAYD, serta pengurus BAYD Salimah Sukoharjo.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat tanah wakaf kepada pihak terkait sebagai bagian dari dokumentasi pelaksanaan wakaf.

    Ketua BAYD Salimah Sukoharjo, Sundari, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung pengembangan sarana dakwah dan pendidikan Al-Qur’an. Keberadaan tanah wakaf diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi anak-anak yatim dhuafa dan masyarakat luas.

    Wakaf tanah ini juga mencerminkan kepedulian sosial melalui penyerahan aset untuk kepentingan umat. Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab, aset tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan sosial.

    Melalui ikrar wakaf ini, BAYD Salimah Sukoharjo berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat. Wakaf tidak hanya menjadi bentuk kedermawanan, tetapi juga ikhtiar menghadirkan manfaat jangka panjang serta menjadi amal jariyah bagi para wakif. (Sofyan)


    Baca juga: Asah Kreativitas dan Karakter, 81 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Abata Baking Class


    Murid saat membuat dan menghias donat.


    Asah Kreativitas dan Karakter, 81 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Abata Baking Class

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Parents’ Day bertajuk “Junior Donutpreneur: Sweet Success” di Ruang Haji Isa, Senin (26/10/2026). Bekerja sama dengan Abata Baking Class, kegiatan ini mengajak murid belajar membuat dan menghias donat sekaligus mengasah kreativitas, keterampilan, serta membangun karakter positif melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

    Koordinator Tim Kelas III, Lusia Wahyu Purbowati, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman yang interaktif. Melalui praktik langsung, murid tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga belajar mengembangkan sikap positif dalam menyelesaikan setiap tahapan kegiatan.

    “Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar keterampilan membuat donat, tetapi juga berlatih sabar, teliti, bekerja keras, kreatif, dan tangguh saat menghadapi tantangan,” ujarnya.

    Kegiatan diawali dengan registrasi dan pembagian perlengkapan berupa apron serta topi koki. Selanjutnya, murid mengikuti sesi mewarnai dan menyimak video edukatif mengenai bahan-bahan serta proses pembuatan donat. Dalam sesi tersebut, mereka juga dikenalkan dengan proses fermentasi dan fungsi ragi dalam pembuatan adonan.

    Dengan pendampingan tim Abata Baking Class, guru kelas III, dan paguyuban orang tua, murid kemudian mempraktikkan cara membentuk adonan hingga menghias donat. Beragam pilihan topping dan glaze disediakan untuk memberi kesempatan kepada setiap murid berkreasi sesuai imajinasi masing-masing.

    Suasana kegiatan berlangsung interaktif ketika murid mulai menghias donat dengan aneka warna dan bentuk. Melalui proses tersebut, mereka belajar mengembangkan ide, melatih ketelitian, serta menyelesaikan pekerjaan secara bertahap. Pengalaman ini sekaligus memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan kreativitas melalui karya yang dapat dinikmati bersama.

    Setelah praktik selesai, murid menunjukkan hasil karya mereka dalam sesi dokumentasi. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan ketekunan selama kegiatan, setiap murid menerima sertifikat dan voucher.

    Ketua Paguyuban Orang Tua Murid Kelas III, Elsi Sepriyanti, berharap kegiatan Parents’ Day dapat memberikan pengalaman berkesan sekaligus memperluas wawasan murid di luar pembelajaran akademik di kelas.

    “Lebih dari sekadar mempraktikkan keterampilan tata boga, kegiatan Abata Baking Class ini menanamkan nilai-nilai kehidupan, seperti kerja sama tim dan pengendalian emosi,” ungkapnya.

    Menurutnya, kegiatan yang melibatkan sekolah, orang tua, dan mitra pembelajaran menjadi kesempatan bagi murid untuk mengembangkan kemampuan diri melalui pengalaman nyata. Selain memperoleh keterampilan membuat makanan, murid juga belajar menghargai proses, berinteraksi dengan orang lain, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.

    Melalui kegiatan Parents’ Day bertajuk “Junior Donutpreneur: Sweet Success”, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap pembelajaran kolaboratif dapat terus menghadirkan pengalaman bermakna bagi murid. Kegiatan semacam ini menjadi salah satu upaya mendukung perkembangan kreativitas, keterampilan, dan karakter positif sebagai bekal murid dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-48, SMP Negeri 1 Wuryantoro Perkuat Persatuan dan Gali Potensi Siswa

    Penyerahan piala dan piagam penghargaan prestasi juara harapan 1 lomba karawitan tingkat SMP kabupaten Wonogiri tahun 2026 di acara peringatan HUT ke-48, SMP Negeri 1 Wuryantoro.


    HUT ke-48, SMP Negeri 1 Wuryantoro Perkuat Persatuan dan Gali Potensi Siswa

    WONOGIRI – majalahlarise.com – SMP Negeri 1 Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, menggelar berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat persatuan dan kesatuan, menumbuhkan kreativitas, serta mengembangkan potensi siswa melalui olahraga tradisional, seni, dan berbagai aktivitas positif di lingkungan sekolah.

    Kepala SMP Negeri 1 Wuryantoro, Is Budiyarti, S.Pd., menyampaikan peringatan HUT sekolah tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sekolah, tetapi juga mendorong siswa mengembangkan kemampuan dan karakter. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan inovasi sesuai jati diri masing-masing.

    “Melalui kegiatan peringatan HUT ini, kami berharap dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan siswa serta seluruh keluarga besar SMP Negeri 1 Wuryantoro. Kami juga ingin menumbuhkan motivasi, kreativitas, dan inovasi siswa melalui berbagai kegiatan positif di sekolah,” ujar Is Budiyarti.

    Permainan olahraga tradisional gobak sodor.


    Lebih lanjut disampaikan berbagai permainan olahraga tradisional turut memeriahkan peringatan tersebut, di antaranya gobak sodor, jamuran, dan jelungan. Kegiatan ini menjadi upaya sekolah mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, komunikasi, dan kebersamaan.

    Selain permainan tradisional, sekolah menggelar lomba paduan suara dengan membawakan Mars SMP Negeri 1 Wuryantoro. Melalui lomba tersebut, siswa tidak hanya diajak menghafal lirik mars sekolah, tetapi juga memahami dan menghayati nilai-nilai serta cita-cita yang selaras dengan visi dan misi sekolah. Berbagai kegiatan ini menjadi bagian dari pembentukan karakter sekaligus pengembangan bakat dan kemampuan siswa.

    Di bidang akademik, siswa SMP Negeri 1 Wuryantoro berhasil melaju dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga tingkat kabupaten pada mata pelajaran IPA, Matematika, dan IPS, serta melanjutkan ke tingkat provinsi. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti upaya sekolah dalam mengembangkan kemampuan akademik siswa melalui pembelajaran dan kompetisi.

    Penampilan seni tari oleh siswa.


    Prestasi juga diraih di bidang nonakademik. Dalam lomba MAPSI tingkat subrayon, sekolah memperoleh enam kejuaraan dengan empat peserta melaju ke tingkat kabupaten. Sementara itu, siswa juga mencatatkan prestasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Pada kompetisi bahasa Inggris, peserta lomba storytelling dan speech berhasil masuk 10 besar.

    Di bidang seni budaya, tim karawitan SMP Negeri 1 Wuryantoro meraih Juara Harapan I dalam lomba karawitan antar pelajar SMP tingkat Kabupaten Wonogiri tahun 2026. Hasil tersebut menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam melestarikan seni tradisional, sekaligus menjadi peningkatan satu tingkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

    Memasuki usia ke-48, SMP Negeri 1 Wuryantoro berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan potensi peserta didik. Sekolah berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk tumbuh melalui kegiatan pembelajaran, kompetisi, olahraga, dan seni budaya.

    Dukungan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang mendorong siswa meraih prestasi dan membangun karakter positif. Dengan semangat kebersamaan, SMP Negeri 1 Wuryantoro berharap dapat terus berkembang dan melahirkan generasi muda yang kreatif, berprestasi, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa. (Sofyan)


    Baca juga: SMP Negeri 2 Manyaran Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Ngluwur Kepuhsari


    UNISRI Perkuat Jejaring Kemitraan, 30 Mitra Hadiri Penandatanganan MoU dan MoA

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta terus memperkuat jejaring kemitraan dengan instansi pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Nota Kesepakatan Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) serta silaturahmi mitra kerja sama di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisri, Jumat (23/10/2026).

    Kegiatan yang dihadiri 30 mitra kerja sama tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan, meningkatkan komunikasi, serta mendorong pelaksanaan program kolaborasi yang berkelanjutan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 mitra melaksanakan penandatanganan dokumen kerja sama, sedangkan 10 mitra lainnya mengikuti agenda silaturahmi.

    Mitra yang menandatangani MoU dan MoA berasal dari berbagai sektor, di antaranya Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Bawaslu Kabupaten Sragen, KPU Kota Surakarta, Kamar Dagang dan Industri Surakarta, Pengadilan Agama Surakarta, Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia, Universitas Merdeka Madiun, UIN Raden Mas Said Surakarta, Poltekkes Kemenkes Surakarta, dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta.

    Kemitraan juga melibatkan sejumlah perusahaan, organisasi, dan lembaga lainnya, seperti PT Transportologi, Yayasan Seni Kreatif Surakarta, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Surakarta, Kemuning Orchid, Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, PT Samudera Edukasi Teknologi, PT Piranha Smart Center, PT Penerbit Erlangga Surakarta, CV Hadiwijaya Makmur Sejahtera (Coltura), serta CV Ganep Lintas Generasi.

    Sementara itu, 10 mitra yang mengikuti agenda silaturahmi meliputi Pemerintah Kota Surakarta, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karanganyar, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar, BPBD Kota Surakarta, BAZNAS Kota Surakarta, Universitas Sahid Surakarta, PT Japfa Food Indonesia, Solo Technopark, Mercure Hotel, serta PT Micro Madani Institute Surakarta.

    Para mitra tersebut sebelumnya telah menandatangani dokumen kerja sama dengan Unisri pada awal 2026. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya universitas untuk menjaga keberlanjutan kemitraan, memperkuat komunikasi, serta mengembangkan program kolaborasi yang telah disepakati.

    Rektor Unisri, Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd., menyambut baik kehadiran seluruh mitra dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Unisri. Menurutnya, kemitraan dengan berbagai pihak memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan institusi, memperluas peluang kolaborasi, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

    Rektor juga mengapresiasi berbagai implementasi kerja sama yang telah berjalan. Ia berharap kolaborasi tersebut terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Selain itu, sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

    Kepala UPT Kerja Sama Unisri, Andri Astuti Itasari, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan kerja sama yang dibangun selama ini telah diwujudkan melalui berbagai program, antara lain magang mahasiswa, penelitian dan riset kolaboratif, asistensi mengajar, serta kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

    Menurut Andri, implementasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan setiap kesepakatan kerja sama memberikan dampak nyata. Melalui program magang, mahasiswa mendapatkan kesempatan mengenal lingkungan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi profesional. Sementara itu, kolaborasi riset dan asistensi mengajar membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi dosen maupun mahasiswa.

    UPT Kerja Sama Unisri juga mendorong fakultas dan program studi untuk mengoptimalkan peluang kemitraan sesuai bidang keilmuan dan kebutuhan masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat kerja sama sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

    Melalui penandatanganan MoU dan MoA serta silaturahmi mitra kerja sama, Unisri berkomitmen memperluas jejaring kelembagaan dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Hubungan yang terjalin diharapkan melahirkan program kolaborasi yang produktif, terarah, dan saling menguntungkan.

    Dengan kemitraan yang berkelanjutan, Unisri berharap kolaborasi bersama para mitra dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta kemajuan pendidikan tinggi dan pengabdian kepada masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa PPG Univet Bantara Pamerkan Karya Pembelajaran Inovatif di CFD Sukoharjo dan Wonogiri



    Astrid Widayani Dorong Pemuda Surakarta Terus Berinovasi dan Cintai Tanah Air

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, berinovasi, dan menjaga kecintaan terhadap Tanah Air. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Jambore Pemuda Kota Surakarta 2026 di halaman Balai Kota Surakarta, Jumat (23/10/2026).

    Jambore Pemuda yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) berlangsung selama dua hari, 23–24 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, menunjukkan kreativitas, serta meraih prestasi di berbagai bidang.

    “Generasi muda harus turut serta memajukan bangsa melalui ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan juga bagaimana tetap menjaga kecintaan kepada Tanah Air Indonesia,” ujar Astrid.

    Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, semangat belajar dan kemauan untuk berkembang menjadi modal penting bagi pemuda agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

    “Tetap semangat belajar sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Astrid menyerahkan trofi dan hadiah kepada para pemenang Seleksi Pemuda Pelopor serta Lomba Jambore Pemuda Kota Surakarta 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas potensi, kreativitas, dan prestasi generasi muda yang telah menunjukkan kemampuan di berbagai bidang.

    Sebelum acara puncak, Dispora Surakarta telah menyelenggarakan Lomba Jambore Tingkat Kota pada 13–14 Oktober 2026 di Kantor Dispora Surakarta. Kompetisi ini mencakup tiga kategori, yakni tari kreasi daerah, solo vokal, dan pidato bahasa Inggris.

    Sebanyak 83 peserta ber-KTP Kota Surakarta berusia 16–30 tahun mengikuti kompetisi tersebut. Ajang ini memberikan kesempatan bagi pemuda untuk mengasah keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menunjukkan kemampuan melalui kompetisi yang positif.

    Rangkaian Jambore Pemuda 2026 juga dimeriahkan panggung seni dan kreasi pemuda, penampilan band pelajar atau sekolah, serta pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola wirausaha muda di bidang kerajinan dan kuliner.

    Kehadiran pameran UMKM memberikan ruang bagi wirausaha muda untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus memperluas peluang pemasaran. Sementara itu, panggung seni menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dan menunjukkan potensi di bidang seni dan budaya.

    Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Surakarta berupaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, meningkatkan jiwa kewirausahaan, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

    Jambore Pemuda 2026 sekaligus menjadi bagian dari semangat menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang diperingati setiap 28 Oktober. Secara nasional, peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, yang menekankan pentingnya semangat kebangsaan, ketangguhan, dan kepedulian sosial.

    Semangat tersebut diharapkan dapat diwujudkan generasi muda Kota Surakarta melalui karya nyata, inovasi, prestasi, serta kontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan bangsa. Dengan demikian, pemuda tidak hanya menjadi penerus cita-cita bangsa, tetapi juga berperan sebagai penggerak perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman. (Sofyan)


    Baca juga: SMP Negeri 2 Manyaran Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Ngluwur Kepuhsari

    Penyaluran bantuan air bersih dari SMP Negeri 2 Manyaran kepada warga dusun Ngluwur.


    SMP Negeri 2 Manyaran Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Ngluwur Kepuhsari

    WONOGIRI – majalahlarise.com – SMP Negeri 2 Manyaran, Kabupaten Wonogiri, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Ngluwur, Kepuhsari, pada Minggu (25/10/2026). Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar sekolah terhadap masyarakat yang membutuhkan air bersih, terutama di wilayah dengan akses yang sulit dijangkau kendaraan besar.

    Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati, menyampaikan penyaluran bantuan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi geografis wilayah tujuan. Medan yang cukup ekstrem membuat kendaraan tangki air tidak dapat menjangkau lokasi sehingga bantuan diberikan dalam bentuk air bersih yang dikemas menggunakan jeriken.

    “Sebagai alternatif, bantuan diberikan dalam bentuk air yang dikemas menggunakan jeriken agar lebih mudah dibawa dan dapat dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan,” jelas Siti Khumaidah Hidayati.

    Bantuan air bersih tersebut berasal dari sumbangan para guru dan siswa SMP Negeri 2 Manyaran. Penyaluran dilaksanakan dengan mengirimkan perwakilan sekolah yang berdomisili dekat dengan wilayah tujuan. Dalam kegiatan tersebut, sekolah diwakili oleh guru Triyatmoko bersama pengurus OSIS SMP Negeri 2 Manyaran. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dwi Widodo selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan.

    Proses penyaluran bantuan menghadapi kendala akses jalan yang sulit dilalui kendaraan berukuran besar. Kendaraan tangki air tidak memungkinkan menjangkau lokasi sehingga pengangkutan harus menggunakan kendaraan yang lebih kecil, seperti mobil pikap dan truk. Air bersih dibawa secara bertahap dengan menyesuaikan kapasitas kendaraan dan kondisi medan.

    Kedatangan perwakilan SMP Negeri 2 Manyaran disambut baik oleh warga setempat. Warga menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh para guru serta siswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah keterbatasan akses menuju wilayah tempat tinggal mereka.

    Kondisi geografis Dusun Ngluwur menjadi gambaran tantangan penyaluran bantuan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Berbeda dengan daerah dataran yang relatif mudah dijangkau, wilayah dengan medan ekstrem membutuhkan metode distribusi khusus agar bantuan dapat sampai kepada warga yang membutuhkan.

    Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 2 Manyaran tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekolah. Partisipasi guru dan siswa dalam pengumpulan bantuan menjadi bentuk pembelajaran nyata mengenai pentingnya berbagi dan memperhatikan kondisi masyarakat sekitar.

    Siti Khumaidah Hidayati berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi warga Dusun Ngluwur, Kepuhsari. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya dukungan berbagai pihak untuk membantu masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa PPG Univet Bantara Pamerkan Karya Pembelajaran Inovatif di CFD Sukoharjo dan Wonogiri

    Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum. saat mempraktikkan alat peraga media pembelajaran karya mahasiswa PPG.


    Mahasiswa PPG Univet Bantara Pamerkan Karya Pembelajaran Inovatif di CFD Sukoharjo dan Wonogiri

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo memamerkan berbagai karya pembelajaran inovatif secara langsung kepada masyarakat melalui Gelar Karya PPG di Car Free Day (CFD) Sukoharjo dan CFD Wonogiri, Minggu (25/10/2026).

    Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa PPG Calon Guru tahun akademik 2026/2027 yang kini berada di semester 2 untuk menampilkan hasil kreativitas dan inovasi pembelajaran kepada masyarakat. Gelar Karya PPG merupakan luaran mata kuliah Projek Kepemimpinan yang dirancang sebagai sarana pameran sekaligus unjuk kerja mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon guru profesional.

    Gelar karya tersebut turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Pembina Pendidikan dan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo Drs. Bambang Margono, M.M., Ketua Pengurus YPPP Veteran Sukoharjo Drs. Sadewo Suharto, M.M., serta Wakil Rektor III Univet Bantara Dr. Jatmiko Hidajat, M.Pd.

    Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., yang menyaksikan kegiatan tersebut, menjelaskan pelaksanaan gelar karya di ruang publik merupakan arahan baru yang mulai diterapkan tahun ini. Jika sebelumnya kegiatan serupa diselenggarakan di lingkungan kampus, kini mahasiswa didorong untuk memamerkan karya di tengah masyarakat.

    Mahasiswa PPG Univet Bantara menjelaskan media inovatif pembelajaran kepada pengunjung car free day.

    Menurut Prof. Farida, gelar karya dapat dilaksanakan di berbagai tempat, seperti hotel, sekolah, maupun ruang publik. Panitia kemudian memilih CFD sebagai lokasi penyelenggaraan agar mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan inovasi pembelajaran yang mereka kembangkan.

    Di lokasi kegiatan, mahasiswa mendirikan stan untuk memamerkan berbagai model pembelajaran, media inovatif, dan alat peraga hasil karya mereka. Pengunjung tidak hanya dapat melihat produk yang dipamerkan, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai proses pengembangan, alasan pemilihan media, serta manfaatnya dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.

    Setiap mahasiswa berkesempatan mempresentasikan karyanya secara langsung kepada pengunjung. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa belajar menyampaikan gagasan secara komunikatif sekaligus mengenalkan berbagai alternatif pembelajaran yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

    Prof. Farida mengaku bangga melihat sambutan masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Antusiasme pengunjung dinilai menjadi salah satu indikator positif bagi upaya mahasiswa dalam memperkenalkan inovasi pendidikan di luar lingkungan akademik.

    "Saya sangat bangga karena masyarakat antusias menerima informasi tersebut. Insyaallah ini memberikan dampak yang baik bagi pendidikan masyarakat di tempat gelar karya, dan bagi masyarakat Indonesia secara umum," ungkapnya.

    Selain memberikan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, Prof. Farida juga mendorong mahasiswa untuk memperhatikan aspek perlindungan kekayaan intelektual atas karya yang dihasilkan. Ia berpesan agar karya-karya inovatif tersebut didaftarkan hak kekayaan intelektualnya, bahkan dipatenkan apabila memenuhi persyaratan, sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan dalam lingkup yang lebih luas.

    "Dengan begitu, tagline kampus berdampak benar-benar bisa kita upayakan dan capai," ujarnya.

    Menurut Prof. Farida, inovasi pembelajaran yang dihasilkan mahasiswa tidak seharusnya berhenti sebagai tugas perkuliahan atau sekadar menjadi pajangan dalam sebuah pameran. Karya tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat nyata bagi proses pembelajaran di sekolah maupun bagi masyarakat yang lebih luas.

    Pelaksanaan Gelar Karya PPG di CFD Sukoharjo dan Wonogiri juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai guru profesional. Mereka memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan presentasi, komunikasi, kepemimpinan, serta keberanian memperkenalkan gagasan pendidikan kepada publik.

    Prof. Farida berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus berinovasi, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.

    "Selamat dan sukses untuk seluruh mahasiswa PPG," pungkasnya.

    Melalui kegiatan ini, Univet Bantara Sukoharjo berupaya memperluas ruang aktualisasi mahasiswa sekaligus mendekatkan hasil inovasi pendidikan kepada masyarakat. Gelar karya di ruang publik diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong lahirnya calon guru yang kreatif, profesional, dan mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan. (Sofyan)


    Baca juga: Produk YPPP Veteran dan Univet Bantara Tembus Pasar Nasional dan Internasional di TEI 2026 dan Pangan Nusa

⬆
Top