Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno memberi apresiasi tradisi bersih Dusun Gedangan Desa Balepanjang Kecamatan Baturetno.


    Bupati Wonogiri Apresiasi Tradisi Bersih Dusun Gedangan Desa Balepanjang Baturetno, Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk Lestarikan Budaya Jawa

    Wonogiri - majalahlarise.com - Tradisi Bersih Dusun (Rasulan) Dusun Gedangan, Desa Balepanjang, Kecamatan Baturetno, berlangsung meriah dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang digelar di rumah Hariyanto, Rabu (3/6/2026). Acara budaya yang menampilkan dalang H. Widodo Wilis Prabowo, S.Sn dengan lakon Pandawa Syukur tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. Kegiatan ini juga didukung oleh Gareng Jajak dan Elisha Orcarus Allaso serta dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

    Dalam sambutannya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan salam hormat kepada seluruh tokoh masyarakat, perangkat desa, ketua RT/RW, panitia, dalang, dan warga Dusun Gedangan yang hadir. Ia mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang tetap menjaga tradisi budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Wonogiri. 

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Wonogiri, kami ikut berbahagia atas terselenggaranya Bersih Dusun Gedangan. Semoga masyarakat selalu diberikan keselamatan, ketenteraman, dan kemakmuran,” ujarnya.

    Pagelaran wayang kulit Dalang H. Widodo Wilis Prabowo, S.Sn dengan lakon Pandawa Syukur.


    Bupati menjelaskan kegiatan Bersih Dusun yang dirangkai dengan pagelaran wayang kulit merupakan bentuk nyata pelestarian budaya Jawa yang adiluhung. Menurutnya, tradisi semacam ini harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman. 

    Penampilan Gareng Jajak dan Elisha Orcarus Allaso menghibur penonton saat adegan limbukan.


    “Kegiatan ini merupakan wujud nguri-uri budaya Jawa yang luhur. Tradisi seperti ini perlu terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” katanya.

    Selain itu, Setyo Sukarno memberikan penghargaan kepada seluruh warga Dusun Gedangan yang telah bergotong royong menyukseskan acara. Ia menilai kekompakan, kerukunan, dan kebersamaan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis. 


    “Kekompakan, kerukunan, dan gotong royong masyarakat Dusun Gedangan patut menjadi contoh. Semua unsur masyarakat bersatu menyukseskan kegiatan ini,” jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Balepanjang Adi Prabowo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Bersih Dusun atau Rasulan yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Gedangan. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, perwakilan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Forkopimcam Baturetno, tokoh masyarakat, serta para seniman yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. 

    “Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran seluruh tamu undangan yang telah memenuhi acara Bersih Dusun Gedangan malam ini,” ujarnya.



    Adi Prabowo menjelaskan Rasulan merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur. Ia juga mengapresiasi seluruh warga yang telah memberikan dukungan tenaga, pikiran, maupun materi sehingga kegiatan berjalan lancar. 

    “Acara Bersih Dusun ini merupakan wujud syukur masyarakat Dusun Gedangan sekaligus upaya menjaga tradisi yang telah diwariskan para leluhur,” katanya.

    Lebih lanjut, Kepala Desa berharap semangat gotong royong masyarakat terus terjaga dan membawa manfaat bagi kehidupan warga. Ia juga mendoakan agar masyarakat Dusun Gedangan selalu diberikan kesehatan, ketenteraman, kemakmuran, hasil pertanian yang melimpah, serta rezeki yang berkah.

    “Semoga seluruh warga Gedangan diberikan ketenteraman, kemakmuran, kesehatan, dan rezeki yang berkah. Mari kita nikmati pagelaran wayang kulit ini hingga selesai,” ungkapnya.

    Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) Wonogiri, KRT HY Supardi Gunodipuro saat foto bersama Gareng Jajak.


    Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) Wonogiri, KRT HY Supardi Gunodipuro, turut menyampaikan harapannya agar kesenian wayang kulit semakin dikenal luas hingga tingkat dunia. Menurutnya, wayang merupakan warisan budaya dan seni yang selalu mendapat tempat di hati masyarakat. “Mudah-mudahan wayang terus mendunia sebagai budaya dan seni yang selalu digemari masyarakat,” tuturnya.

    Pagelaran wayang kulit dengan lakon Pandawa Syukur yang dibawakan H. Widodo Wilis Prabowo menjadi puncak acara Bersih Dusun Gedangan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mengungkapkan rasa syukur, tetapi juga memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai budaya Jawa, serta mendukung upaya pelestarian warisan budaya yang menjadi kebanggaan Kabupaten Wonogiri. (Sofyan)


    Baca juga: Pelepasan 105 Siswa SMP Negeri 2 Wuryantoro Berlangsung Khidmat, Kepala Sekolah Ajak Lulusan Gapai Masa Depan Hebat

     

    Kepala SMP Negeri 2 Wuryantoro, Etist Saptarini, S.Pd., M.Pd saat menyampaikan sambutan.

    Pelepasan 105 Siswa SMP Negeri 2 Wuryantoro Berlangsung Khidmat, Kepala Sekolah Ajak Lulusan Gapai Masa Depan Hebat

    Wonogiri - majalahlarise.com - Sebanyak 105 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Wuryantoro mengikuti acara wisuda dan pelepasan siswa Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar dengan khidmat pada Selasa (2/6/2026). Dari jumlah tersebut, terdiri atas 63 siswa laki-laki dan 42 siswa perempuan. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh haru dengan dihadiri komite sekolah, orang tua siswa, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

    Acara pelepasan tidak hanya menjadi momen perpisahan bagi para siswa, tetapi juga menjadi ajang menampilkan berbagai potensi dan kreativitas peserta didik. Beragam penampilan seni disuguhkan, mulai dari tari tradisional hingga seni vokal paduan suara yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi bukti hasil pembinaan karakter dan pengembangan bakat siswa selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Wuryantoro.

    Kepala SMP Negeri 2 Wuryantoro, Etist Saptarini, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun. Ia secara resmi melepas dan mengembalikan para siswa kepada orang tua masing-masing untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


    “Alhamdulillah, dengan mengucap syukur saya melepas anak-anak kelas IX karena telah dengan semangat mengakhiri belajar di SMP Negeri 2 Wuryantoro. InsyaAllah dengan hasil yang maksimal dan secara resmi kami mengembalikan anak-anak kepada orang tua,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Etist berpesan agar para lulusan terus berkembang sesuai bakat dan potensi yang dimiliki. Ia juga mengajak seluruh siswa untuk terus berjuang meraih cita-cita dan menghadapi tantangan masa depan dengan optimisme. 

    “Berkembanglah sesuai bakatmu, berjuanglah untuk mencapai masa selanjutnya. Teguhkan langkah, satukan semangat, gapai masa depan hebat,” katanya.

    Pada kesempatan tersebut, Etist juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pendampingan kepada para siswa. Namun demikian, ia menjelaskan seluruh guru dan tenaga kependidikan selalu berupaya memberikan yang terbaik. 

    “Mohon maaf jika kami salah kata atau perbuatan dan dirasa kurang maksimal dalam melayani anak-anak. Namun percayalah, kami selalu berusaha maksimal mendampingi kalian. Terima kasih karena sudah memilih kami untuk membersamai selama tiga tahun ini,” pungkasnya.

    Suasana haru tampak menyelimuti acara saat para siswa menerima penghargaan dan ucapan selamat dari para guru serta orang tua. Pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Wuryantoro diharapkan menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah di masa mendatang. (Sofyan)


    Baca juga: Akhirussanah MTs Muhammadiyah 7 Klego Semarak dengan Wayang Golek Pitutur, 65 Siswa Siap Menatap Masa Depan Gemilang



    Akhirussanah MTs Muhammadiyah 7 Klego Semarak dengan Wayang Golek Pitutur, 65 Siswa Siap Menatap Masa Depan Gemilang

    Boyolali - majalahlarise.com - MTs Muhammadiyah 7 Klego (Mutugo) menggelar Akhirussanah Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan penuh khidmat dan semarak di Gedung Dakwah PCM Klego 1. Sebanyak 65 siswa kelas IX mengikuti prosesi pelepasan dengan mengusung tema "Santri MTs Mutugo Siap Menatap Masa Depan yang Gemilang." Acara tersebut dihadiri jajaran Persyarikatan Muhammadiyah, orang tua siswa, guru, serta tokoh masyarakat yang turut memberikan dukungan dan doa bagi para lulusan.

    Suasana semakin istimewa dengan pelaksanaan Wisuda Tahfiz Al-Qur'an bagi 35 siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan mulai dari 1 hingga 5 juz. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian para siswa dalam bidang akademik maupun keagamaan selama menempuh pendidikan di MTs Muhammadiyah 7 Klego.

    Ketua PCM Klego, H. M. Arifin, S.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia berharap para lulusan mampu menjaga akhlak Islami, terus meningkatkan semangat belajar, serta membawa nama baik almamater di jenjang pendidikan berikutnya. 

    "Kami berharap para lulusan tetap menjaga nilai-nilai Islam yang telah ditanamkan selama belajar di Mutugo dan mampu menjadi generasi yang membanggakan keluarga maupun masyarakat," ujarnya.

    Motivasi juga disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Boyolali, Drs. Kamtar. Ia mengingatkan para wisudawan agar tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diraih. Menurutnya, lulusan Muhammadiyah harus memiliki bekal iman, ilmu, dan karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. 

    "Perjalanan kalian masih panjang. Teruslah belajar dan tingkatkan kualitas diri agar mampu menjadi generasi yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan persyarikatan," katanya.

    Kepala MTs Muhammadiyah 7 Klego, Sarwanto, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kelulusan seluruh siswa kelas IX. Ia memberikan apresiasi kepada para guru, orang tua, dan siswa yang telah bekerja keras selama tiga tahun dalam proses pendidikan di Mutugo. 

    "Semoga para lulusan menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan prestasi yang membanggakan," tuturnya.

    Puncak acara diisi dengan tausiyah budaya melalui Wayang Golek Pitutur yang dibawakan oleh Ki Ustad Pujiono. Dengan gaya dakwah yang menarik, penuh hikmah dan humor, ia mengajak para siswa menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Dalam pituturnya, Ki Ustad Pujiono mengupas kandungan Surat An-Nahl ayat 89 yang menjelaskan Al-Qur'an sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri kepada Allah SWT.

    "Al-Qur'an bukan sekadar dibaca dan dihafal, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hafalan yang tidak diamalkan ibarat lampu yang terang tetapi tidak menerangi jalan," tutur Ki Ustad Pujiono di hadapan para hadirin.

    Ia juga berpesan agar para lulusan tidak hanya mengejar kesuksesan dunia, tetapi tetap menjaga shalat, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, serta terus belajar sepanjang hayat. Pesan tersebut mendapat perhatian penuh dari para siswa dan orang tua yang hadir.

    Acara Akhirussanah dan Wisuda Tahfiz MTs Muhammadiyah 7 Klego berlangsung dengan penuh haru dan kebanggaan. Tangis bahagia para orang tua mewarnai prosesi pelepasan sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan sekaligus mengukir prestasi dalam menghafal Al-Qur'an.

    Dengan bekal ilmu, akhlak, dan hafalan Al-Qur'an yang dimiliki, para lulusan MTs Muhammadiyah 7 Klego diharapkan siap melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang serta menjadi generasi penerus umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah. (Sofyan)


    Baca juga: Pelepasan Siswa SMPN 1 Wuryantoro Meriah, Kelulusan 100 Persen dan Prestasi TKA Jadi Kebanggaan

    Siswa berprestasi kelas IX saat foto bersama saat penerima penghargaan.


    Pelepasan Siswa SMPN 1 Wuryantoro Meriah, Kelulusan 100 Persen dan Prestasi TKA Jadi Kebanggaan

    Wonogiri - majalahlarise.com - Suasana penuh kebanggaan dan haru mewarnai acara Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Wuryantoro Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di aula sekolah, Rabu (3/6/2026). Kegiatan diawali dengan penampilan Grup Karawitan Kartika Laras yang membawakan Gending Wonogiri Sukses dan Lancaran Kartika Laras sebagai sajian penyambutan bagi tamu undangan, orang tua siswa, dan wali murid yang hadir. Nuansa budaya Jawa semakin terasa dengan penampilan tari kreasi dari siswa kelas VII dan VIII yang turut memeriahkan acara.

    Selain menjadi momen perpisahan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang apresiasi bagi siswa berprestasi. Sekolah memberikan penghargaan kepada peraih nilai tertinggi Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika serta 10 besar siswa dengan nilai rapor tertinggi. Acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda kelulusan melalui pengalungan samir kepada seluruh siswa kelas IX sebagai simbol berakhirnya masa belajar mereka di SMP Negeri 1 Wuryantoro.

    Kepala SMP Negeri 1 Wuryantoro, Is Budiyarti, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur atas capaian kelulusan siswa yang mencapai 100 persen. Dari total 211 siswa yang terdiri atas 109 laki-laki dan 102 perempuan, seluruhnya berhasil menyelesaikan proses pendidikan dan dinyatakan lulus.

    Prosesi wisuda pelepasan dengan pengalungan samir kepada siswa kelas IX.


    “Alhamdulillah, berkat perjuangan mereka, anak-anak semuanya 100 persen dinyatakan lulus. Ini adalah perjuangan yang hebat,” ujarnya.

    Budiyarti juga menyampaikan rasa bangga kepada para siswa atas kerja keras dan kedisiplinan yang mereka tunjukkan selama tiga tahun menempuh pendidikan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari tanggung jawab siswa dalam menjalankan seluruh kewajiban belajar. 

    “Terima kasih telah menjadi anak yang hebat, terima kasih telah berjuang luar biasa, dan terima kasih telah mengerjakan semuanya yang menjadi kewajiban kalian sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang terbaik,” katanya.

    Prestasi membanggakan juga diraih sekolah dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang untuk pertama kalinya diterapkan. Dari 211 peserta, satu siswa SMP Negeri 1 Wuryantoro berhasil meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Capaian itu menjadi kebanggaan tersendiri karena di tingkat Kabupaten Wonogiri hanya terdapat 13 siswa yang memperoleh nilai sempurna. 

    “Dari satu kabupaten yang mendapatkan nilai 100 itu hanya 13 siswa dan salah satu siswa adalah dari sekolah kami. Kami bangga, kerja keras kalian terbayar di hari ini,” ungkapnya.

    Meski telah dinyatakan lulus, Budiyarti mengingatkan para siswa agar terus melanjutkan perjuangan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ia mengajak seluruh orang tua untuk terus mendukung anak-anak mereka agar melanjutkan pendidikan ke SMA maupun SMK. 

    “Ini bukan akhir dari perjuangan. Besok pagi kalian akan mulai berjuang mengikuti seleksi penerimaan murid baru tingkat SMA dan SMK. Jangan pernah lelah untuk berjuang, semua harus melanjutkan ke SMA atau SMK,” tuturnya. Ia juga mengungkapkan bahwa empat siswa telah lolos hingga tahap tes kesehatan untuk masuk SMK Negeri 2 Wonogiri Semi Boarding.

    Penampilan tari kreasi dari siswa kelas VII dan VIII.


    Pada kesempatan yang sama, Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, memberikan apresiasi atas berbagai prestasi yang telah diraih siswa SMP Negeri 1 Wuryantoro. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus berprestasi. Menurutnya, pendidikan merupakan bekal utama dalam menghadapi tantangan masa depan dan mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. 

    “Kami berharap prestasi yang sudah diraih tahun ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut. Anak-anak harus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi agar memiliki bekal yang cukup untuk masa depannya,” ujarnya.

    Camat juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi perkembangan anak, terutama di era digital yang penuh tantangan. Ia mengajak siswa untuk selalu menghormati orang tua dan guru serta menggunakan teknologi secara bijak. 

    “Orang tua, guru, dan lingkungan harus saling terhubung. Anak-anak perlu didampingi agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merugikan,” jelasnya.

    Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Setiyarso mewakili seluruh orang tua siswa menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh tenaga kependidikan yang telah mendidik serta membimbing para siswa selama tiga tahun terakhir. Ia mengibaratkan momen tersebut sebagai proses pengembalian amanah yang dahulu dititipkan kepada sekolah. 

    “Tiga tahun yang lalu kami secara resmi menyerahkan anak-anak kami kepada sekolah, dan pada hari ini kami menerima kembali anak-anak kami untuk selanjutnya kami bimbing melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

    Setiyarso juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan yang mungkin terjadi selama proses pendidikan berlangsung serta berharap para lulusan dapat meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik. 

    “Kami mengucapkan selamat kepada anak-anak kami sekalian. Mudah-mudahan di kemudian hari bisa sukses dan menjadi anak-anak yang berguna bagi bangsa dan negara,” tuturnya.

    Mengusung tema “Atharva”, pelepasan siswa SMP Negeri 1 Wuryantoro tahun ini menjadi momentum yang menandai berakhirnya masa pendidikan tingkat pertama sekaligus awal perjalanan baru para lulusan. Sekolah berharap seluruh siswa tidak hanya memiliki bekal ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter dan budi pekerti luhur yang akan menjadi fondasi dalam menempuh pendidikan serta kehidupan di masa mendatang. (Sofyan)


    Baca juga: Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 2 Selogiri 2026, Kepala Sekolah Ajak Lulusan Terus Menggapai Mimpi dan Harumkan Nama Sekolah



    Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 2 Selogiri 2026, Kepala Sekolah Ajak Lulusan Terus Menggapai Mimpi dan Harumkan Nama Sekolah

    WONOGIRI - majalahlarise.com - Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Selogiri Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di aula sekolah, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh komite sekolah, tamu undangan, orang tua dan wali murid, serta tokoh masyarakat setempat.

    Sebanyak 92 siswa resmi dilepas pada tahun ajaran ini, terdiri atas 57 siswa laki-laki dan 35 siswa perempuan. Acara berlangsung khidmat dengan berbagai rangkaian kegiatan yang menjadi penanda berakhirnya masa belajar para siswa selama tiga tahun di SMP Negeri 2 Selogiri.

    Kepala SMP Negeri 2 Selogiri, Safitri Rokhmadiah, S.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelulusan seluruh siswa kelas IX. Ia mengungkapkan hari pelepasan merupakan momen yang telah lama dinantikan oleh para siswa, orang tua, maupun pihak sekolah setelah melalui perjalanan pendidikan yang penuh perjuangan dan kenangan.



    "Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas nikmat dan kebahagiaan yang luar biasa. Hari yang ditunggu telah tiba, hari yang sangat membahagiakan atas kelulusan anak-anak kelas IX tahun ajaran 2025/2026. Tiga tahun ini merupakan rekam jejak dari kerja keras dan kenangan yang telah kalian ukir bersama," tutur Safitri Rokhmadiah.

    Dalam pesannya kepada para lulusan, Safitri mengajak seluruh siswa untuk tidak pernah berhenti bermimpi dan terus berusaha meraih cita-cita. Menurutnya, tantangan di masa depan akan semakin beragam, namun bekal ilmu dan karakter yang diperoleh selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Selogiri akan menjadi modal penting dalam menghadapi kehidupan.

    "Jangan pernah berhenti untuk meraih mimpi dan menggapai asa, teruslah melangkah. Dunia di luar sana penuh dengan tantangan, namun saya yakin dengan bekal yang kalian dapatkan dari sekolah ini akan menjadikan pribadi yang tangguh dan luar biasa," ujarnya.

    Ia juga mengingatkan para siswa agar menjadikan pengalaman belajar selama tiga tahun sebagai lentera kehidupan. Perpisahan, kata dia, bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh serta menjaga nilai-nilai kebaikan di mana pun berada.

    "Jadikan pengalaman dan ilmu selama belajar di sekolah ini sebagai lentera yang menerangi jalan kalian dalam menggapai cita-cita dan rida Allah SWT. Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat, pegang teguh nilai-nilai kebaikan, dan harumkan nama sekolah di mana pun kalian berada," jelasnya.

    Acara pelepasan berlangsung penuh kehangatan dan menjadi momen berkesan bagi para siswa, guru, serta orang tua. Dengan resmi dilepasnya siswa kelas IX, keluarga besar SMP Negeri 2 Selogiri berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, meraih prestasi terbaik, serta menjadi generasi yang membanggakan bangsa, agama, dan keluarga. (Sofyan)


    Baca juga: Sujud Syukur Warnai Pengumuman Kelulusan, 86 Siswa SD Muhammadiyah PK Banyudono Lulus 100 Persen

    Siswa kelas VI saat melakukan sujud syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas keberhasilan yang telah diraih.

    Sujud Syukur Warnai Pengumuman Kelulusan, 86 Siswa SD Muhammadiyah PK Banyudono Lulus 100 Persen

    Boyolali - majalahlarise.com - Suasana haru, bahagia, dan penuh rasa syukur menyelimuti Masjid Asyiroj, Banyudono, Selasa (2/6/2026), saat SD Muhammadiyah PK Banyudono menggelar Pengumuman Kelulusan Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026. Sebanyak 86 siswa hadir bersama orang tua masing-masing untuk menerima hasil akhir perjalanan pendidikan mereka selama enam tahun di sekolah tersebut.

    Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Si., M.M., yang memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

    Dalam sambutannya, Pujiono mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjaga akhlak dan karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kesuksesan sejati tidak hanya ditentukan oleh nilai yang tinggi, melainkan juga oleh kemampuan menjaga adab dan nilai-nilai keislaman.

    "Nilai yang tinggi akan lebih bermakna jika diiringi akhlak yang mulia. Teknologi boleh maju, tetapi adab tetap nomor satu. Jagalah shalatmu, cintailah Al-Qur'an, hormati orang tua dan guru, serta jadilah anak yang bermanfaat bagi sesama," ujar Pujiono di hadapan siswa dan wali murid.

    Pengumuman Kelulusan Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026.


    Berdasarkan Surat Keputusan Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono Nomor 400.3.11/226/4.1.1.9.33/2026, seluruh peserta didik kelas VI yang berjumlah 86 siswa dinyatakan lulus 100 persen. Pengumuman tersebut disambut rasa syukur yang mendalam oleh para siswa dan orang tua yang memadati masjid.

    Momen paling mengharukan terjadi setelah pembacaan keputusan kelulusan. Para siswa bersama orang tua secara serentak melakukan sujud syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas keberhasilan yang telah diraih. Tangis haru tampak mewarnai suasana ketika para orang tua menyaksikan putra-putri mereka berhasil menuntaskan pendidikan dasar.

    Keberhasilan seluruh siswa tersebut tidak terlepas dari sinergi yang baik antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Selama tahun pelajaran 2025/2026, para siswa kelas VI mendapatkan pendampingan dari tiga wali kelas, yakni Shela Yunitamara, S.Pd. sebagai wali kelas VI A, Putri Endri Astuti, S.Pd. sebagai wali kelas VI B, dan Iin Marlinda, S.Pd. sebagai wali kelas VI C.

    Pujiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan orang tua yang telah membersamai proses pendidikan anak-anak selama enam tahun terakhir. Ia berharap para lulusan dapat terus mengembangkan prestasi, menjaga akhlak, serta menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan berkemajuan.

    "Kelulusan ini adalah hasil kerja keras bersama. Terima kasih kepada seluruh guru dan orang tua yang telah mendampingi putra-putri kita dengan penuh kesabaran. Semoga para lulusan SD Muhammadiyah PK Banyudono mampu melanjutkan prestasi, menjaga akhlak, dan menjadi generasi yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat," jelasnya.

    Dengan capaian kelulusan 100 persen, SD Muhammadiyah PK Banyudono kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan nilai-nilai keislaman yang kokoh. Menutup pesannya kepada para lulusan, Pujiono memberikan motivasi yang menyentuh hati.

    "Terbanglah setinggi langit, tetapi jangan lupakan tempat di mana kalian belajar mengepakkan sayap," pesannya kepada seluruh siswa yang akan melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang berikutnya. (Sofyan)


    Baca juga: Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 2 Manyaran 2026 Berlangsung Haru, Tim Karawitan Tampil Memukau dan Lestarikan Budaya Jawa

    Pengalungan samir oleh kepala sekolah, Dra. Siti Khumaidah Hidayati tandai dilepasnya siswa kelas IX.


    Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 2 Manyaran 2026 Berlangsung Haru, Tim Karawitan Tampil Memukau dan Lestarikan Budaya Jawa

    WONOGIRI - majalahlarise.com - Lantunan gending Jawa yang dimainkan penuh atraktif oleh para siswa yang tergabung dalam tim karawitan SMP Negeri 2 Manyaran mengawali suasana haru sekaligus penuh makna dalam acara Pelepasan Siswa Kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di halaman sekolah, Selasa (2/6/2026). 

    Penampilan yang disajikan dengan penuh penghayatan tersebut memberikan kesan mendalam kepada para tamu undangan dan wali murid. Alunan gamelan yang mengiringi jalannya acara menjadi bukti nyata bahwa seni karawitan masih tetap lestari di tangan generasi muda dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

    Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada tim karawitan sekolah yang selama dua tahun terakhir berhasil menorehkan prestasi dengan masuk 10 besar lomba karawitan tingkat Kabupaten Wonogiri. Ia berharap pada tahun ini prestasi tersebut dapat meningkat dan para siswa tetap bersemangat dalam melestarikan budaya bangsa melalui seni karawitan. 

    Tim karawitan siswa tampil memukau.


    Mengusung tema “Menyiapkan Hati Mengantar Mimpi”, pihak sekolah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SMPN 2 Manyaran selama tiga tahun terakhir. 

    “Atas nama keluarga besar SMPN 2 Manyaran, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para wali murid yang telah memberikan kepercayaan kepada sekolah kami untuk mendidik putra-putri panjenengan selama tiga tahun ini,” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pembelajaran dan pembinaan masih terdapat kekurangan maupun kekhilafan. Kepada para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang SMP, Dra. Siti Khumaidah Hidayati berpesan agar kelulusan tidak dianggap sebagai akhir perjalanan, melainkan awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi. 

    “Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan langkah awal untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi. Jangan pernah berhenti belajar dan teruslah mengharumkan nama almamater di mana pun kalian berada,” pesannya. 

    Ia juga mengingatkan para lulusan untuk selalu berbakti kepada orang tua karena doa dan restu mereka menjadi salah satu kunci kesuksesan di masa depan.

    Ketua Panitia, Dwi Widodo, dalam laporannya menyampaikan acara pelepasan diikuti seluruh siswa kelas IX sebanyak 85 siswa yang terdiri atas 58 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan para siswa yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun di SMP Negeri 2 Manyaran. 



    “Kegiatan ini merupakan penghargaan kepada seluruh siswa kelas IX yang telah menempuh studi selama tiga tahun di SMP Negeri 2 Manyaran,” kata Dwi Widodo. 

    Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, karyawan sekolah, pengurus OSIS, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.

    Dwi Widodo turut menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan dan berharap adanya kritik serta saran yang membangun untuk perbaikan di masa mendatang. Kepada para lulusan, ia berpesan agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta menjaga nama baik keluarga dan almamater sekolah. 

    “Ini bukan langkah akhir, tetapi langkah awal menuju pendidikan yang lebih tinggi lagi. Jagalah nama baik keluarga, nama baik almamater sekolah, teruslah berprestasi, dan jadilah siswa yang berkarakter serta berguna bagi masyarakat,” pungkasnya.

    Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Jumiran, mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah membimbing serta mendidik para siswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 2 Manyaran. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa. 

    “Selama belajar di sini anak-anak kami ada kesalahan mohon dimaafkan dan mohon restunya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya untuk meraih cita-cita,” ungkapnya.

    Suasana haru semakin terasa ketika perwakilan siswa kelas IX, Yusuf Fitriansyah Berlian, menyampaikan prakata pamitan di hadapan para guru, orang tua, dan tamu undangan. Ia mewakili seluruh siswa menyampaikan permohonan maaf atas segala sikap dan perilaku yang kurang berkenan selama menempuh pendidikan di sekolah. 

    “Oleh karena itu, kami selaku siswa memohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami juga memohon doa restu, mudah-mudahan ke depannya kami bisa menjadi orang yang berguna bagi masyarakat serta dapat meraih apa yang kami cita-citakan,” tuturnya.



    Yusuf juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru yang telah membimbing dan mendidik selama tiga tahun serta berkomitmen menjaga nama baik almamater di mana pun berada. Sebagai penutup, ia menyampaikan parikan Jawa yang menggambarkan eratnya tali persaudaraan meski harus berpisah.

    “Meskipun berpisah, jiwa kita tetap menyatu. Itulah yang sangat saya harapkan. Jika ada salah kata, mohon dimaafkan, sangat-sangat mohon dimaafkan,” ujarnya yang disambut haru para hadirin. 

    Acara pelepasan berlangsung penuh kehangatan dan menjadi momentum berharga bagi para siswa untuk melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan semangat, harapan, dan mimpi yang baru. (Sofyan)


    Baca juga: “Kalau Mau Sukses, Jangan Pacaran Dulu”, Pesan Camat Giritontro Warnai Pelepasan 177 Siswa SMP Negeri 2 Giritontro


Top