Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, M.Pd saat menyerahkan penghargaan kepada para pemenang.


    PK Competition 2026 SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Diikuti 237 Siswa SD/MI se-Solo Raya

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 237 siswa SD/MI se-Solo Raya mengikuti ajang PK Competition 2026 yang digelar SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Nyalakan Potensimu, Pancarkan Prestasimu” tersebut terdiri atas kompetisi Plasmic dan Frasa.

    Dari total peserta tersebut, sebanyak 192 siswa mengikuti Plasmic, sedangkan 45 siswa mengikuti Frasa. Ajang ini menjadi wadah bagi siswa SD/MI untuk mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan berbahasa, serta kemampuan di bidang keagamaan.

    Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, M.Pd., membuka secara langsung kegiatan tersebut. Ia menyampaikan PK Competition menjadi salah satu upaya sekolah memberikan ruang kepada siswa SD/MI untuk mengembangkan potensi sekaligus mengasah kemampuan melalui kompetisi yang sehat.

    “Alhamdulillah, lomba diikuti kurang lebih 200 siswa SD/MI se-Solo Raya. Sesuai dengan tema, nyalakan potensimu, pancarkan prestasimu. Peserta sangat antusias mengikuti lomba,” ujar Muhdiyatmoko.

    Menurutnya, keberadaan kompetisi tersebut diharapkan mampu menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meraih prestasi.

    “Harapannya, dengan adanya lomba ini potensi para siswa SD/MI se-Solo Raya bisa terwadahi dan menjadi sarana para siswa untuk melejitkan potensinya,” lanjutnya.

    PK Competition 2026 menghadirkan dua kompetisi, yakni Plasmic dan Frasa. Plasmic meliputi Olimpiade Matematika, IPA, dan IPS. Sementara Frasa mempertandingkan Membaca Puisi, Story Telling Bahasa Inggris, Mendongeng Bahasa Jawa, dan Murottal Al-Qur’an.

    Setelah pembukaan, para peserta mengikuti perlombaan di ruang yang telah disiapkan panitia. Peserta Plasmic mengerjakan soal Olimpiade IPA, Matematika, dan IPS melalui sistem Computer Based Test (CBT) atau daring yang berlangsung di laboratorium komputer dan sejumlah ruang kelas.

    Sementara peserta Frasa mengikuti perlombaan sesuai cabang masing-masing. Mereka menunjukkan kemampuan membaca puisi, bercerita menggunakan bahasa Inggris, mendongeng dengan bahasa Jawa, hingga melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an.

    Pelaksanaan PK Competition 2026 mendapat apresiasi dari orang tua peserta. Apri, orang tua Hanif Nur Azfar Zainudin dari SD Islam Diponegoro, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif bagi anak-anak sekaligus mendorong mereka berkompetisi secara sehat.

    “Acara ini sangat bagus sekali karena mendorong anak-anak berkompetisi secara sehat dan mendorong kualitas pendidikan lebih baik,” katanya.

    Ia juga mengapresiasi SMP Muhammadiyah PK Kottabarat yang telah memberikan ruang bagi siswa SD/MI untuk mengembangkan kemampuan.

    “Saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya lomba ini karena mendorong anak-anak menjadi lebih maju, kreatif, dan berdaya saing tinggi. Untuk ke depannya, saya berharap lomba seperti ini lebih sering diadakan,” ujarnya.

    Apresiasi serupa disampaikan pendamping dari MI Muhammadiyah Karanganyar. Sekolah tersebut mengirimkan 14 peserta untuk mengikuti sejumlah cabang, yakni IPA, Matematika, IPS, dan Pildacil.

    “Harapannya bisa masuk juara. Semoga PK Competition terus dilanjutkan dari tahun ke tahun untuk memberikan ajang kompetisi para siswa SD/MI,” ungkapnya.

    Salah satu peserta, Alvaro Allinson Kristanto dari SD Kanisius Keprabon 2, mengaku senang mengikuti kompetisi tersebut. Ia menyebut soal Olimpiade Matematika yang dikerjakannya cukup menantang.

    “Saya sangat senang dan soalnya sangat menantang. Harapan saya lomba ini harus diteruskan sampai generasi berikutnya. Saya juga berharap menjadi juara satu,” kata Alvaro.

    Alvaro berhasil mewujudkan harapannya. Ia meraih Juara I Olimpiade Matematika Plasmic PK Competition 2026. Sebelumnya, pada 2026, Alvaro juga mencatat prestasi dengan meraih medali emas OSN Matematika dan The Best Exploration.


    Daftar Juara PK Competition 2026

    PLASMIC – Olimpiade IPA

    - Juara I: Fakhri Al Ghozali Putra Yuniarta – MI Muhammadiyah Karanganyar

    - Juara II: Excel Aptasandhi – SD Islam Al Azhar 28 Solo Baru

    - Juara III: Adhiguna Harimurti Widodo – SD Muhammadiyah PK Kottabarat

    - Harapan I: Sakeeza Nadhifa Winurtri – MI Muhammadiyah Karanganyar

    - Harapan II: Ezra Althaf Farenka – SD Muhammadiyah PK Kottabarat


    PLASMIC – Olimpiade IPS

    - Juara I: Muhammad Abidzar Arjuna A R – SD Muhammadiyah Palur

    - Juara II: Danella Faihanah Gastiasih – SD Muhammadiyah PK Kottabarat

    - Juara III: Naufal Althaf Astama – MI Muhammadiyah Karanganyar

    - Harapan I: Evano Raffasya Adipradana – SD Muhammadiyah PK Kottabarat

    - Harapan II: Sheza Maryam – SDIT Nur Hidayah Surakarta


    PLASMIC – Olimpiade Matematika

    - Juara I: Alvaro Allinson Kristanto – SD Kanisius Keprabon 2

    - Juara II: Antonius Arya Panji Nugroho – SD Marsudirini Surakarta

    - Juara III: Muhammad Zayn Al Fatih – SDII Al Abidin Surakarta

    - Harapan I: Alfredo Nathanael Setiawan – SD Pelita Nusantara Kasih

    - Harapan II: Kenzo Rajendra Dikto – SD Muhammadiyah 20 Surakarta


    FRASA – Membaca Puisi

    - Juara I: Adzia Zahira Iskandar – SDIT Ulil Albab

    - Juara II: Jihad Aida Putri – MIN 9 Sragen

    - Juara III: Sofia Mahven Kurniawan – MIN 2 Sukoharjo

    - Harapan I: Brisha Lashira Shanum – SD Muhammadiyah Palur

    - Harapan II: Kalila Qudsia Syakira – MI Muhammadiyah Karanganyar


    FRASA – Mendongeng Bahasa Jawa

    - Juara I: Gendis Sekarwangi Kusworo – SD Aisyiyah Unggulan Gemolong

    - Juara II: Laras Aisyah Ayu Hani – MIN 2 Sukoharjo

    - Juara III: Dhafita Nizza Nur Azizah – SD Negeri Jetiskarangpung 1

    - Harapan I: Ikhsan Nurrokhim – MIN 9 Sragen

    - Harapan II: Annasya Syafa Nafeeza – SD Muhammadiyah Palur


    FRASA – Story Telling

    - Juara I: Lameena Ryanti Safeena – MI Muhammadiyah Karanganyar

    - Juara II: Arsyila Zanatti El Shanum – MIN 2 Sukoharjo

    - Juara III: Clearesta Gendhis Achmad – SDIT Ulil Albab

    - Harapan I: Alesha Ramadhani – SD Muhammadiyah Palur

    - Harapan II: Kayla Okalina Nadine – SD Al Azhar Syifa Budi Solo


    FRASA – Murottal

    - Juara I: Alayya Ibnati Azzakiyyah – MIM Unggulan Suruhkalang Jaten KRA

    - Juara II: Harits Habibie – SD Muhammadiyah Palur

    - Juara III: Ahmad Ibrahim Al Ghifari – SD Islam Diponegoro

    - Harapan I: Almahyra Zanetta – SD Aisyiyah Unggulan Gemolong

    - Harapan II: Giftan Muqaffa Arundaya – SD Aisyiyah Unggulan Gemolong


    Kegiatan PK Competition 2026 ditutup dengan pengumuman dan pemberian penghargaan kepada para pemenang. Ajang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa SD/MI se-Solo Raya untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, dan meraih prestasi.(Sofyan)

    Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Tim Unit Penjaringan Mahasiswa Baru UNISRI kepada masing-masing sekolah.


    UNISRI Beri Apresiasi Lima Sekolah di Solo Raya Penyumbang Mahasiswa Baru Terbanyak

    Solo - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta memberikan apresiasi kepada lima SMA/SMK di Solo Raya yang menjadi penyumbang lulusan terbanyak sebagai pendaftar mahasiswa baru UNISRI tahun akademik 2026/2027. Apresiasi tersebut diberikan pada Senin (14/9/2026).

    Kelima sekolah yang menerima apresiasi yakni SMA Batik 2 Surakarta, SMA Negeri 6 Surakarta, SMA Negeri 8 Surakarta, SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, dan SMA Negeri Kerjo Karanganyar.

    Apresiasi diberikan secara simbolis berupa piagam penghargaan dan uang pembinaan. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Tim Unit Penjaringan Mahasiswa Baru UNISRI kepada masing-masing sekolah.

    Kepala UPT Penjaringan Mahasiswa Baru UNISRI, Dr. Oka Irmade, S.Pd., M.Pd., mengatakan pemberian apresiasi tersebut memiliki dua tujuan. Pertama, sebagai bentuk penghargaan kepada sekolah yang masuk dalam lima besar penyumbang lulusan terbanyak yang melanjutkan pendidikan di UNISRI.

    “Ada dua poin. Pertama, kami selaku unit yang memiliki tupoksi menjaring mahasiswa baru ingin memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang termasuk Top 5 terbanyak lulusannya masuk UNISRI. Jumlah yang signifikan dan perlu kami apresiasi,” ujarnya.

    Menurut Oka, tujuan kedua yakni memperkuat sinergisitas antara UNISRI dengan sekolah-sekolah di wilayah Solo Raya. Hubungan yang telah terjalin diharapkan dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk kerja sama.

    “Melalui kegiatan ini kami bermaksud untuk memupuk peluang-peluang kerja sama, termasuk kemungkinan MOU di kemudian hari,” terang Oka.

    Apresiasi yang diberikan UNISRI tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala BK SMA Negeri 8 Surakarta, Dwiyanto Ariwibowo, mengatakan pihak sekolah turut memberikan informasi mengenai berbagai pilihan perguruan tinggi kepada siswa, khususnya bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan masuk perguruan tinggi negeri.

    “Kami menyarankan ke anak-anak kami, ketika tidak masuk ke negeri, maka kami mengarahkan untuk masuk ke PTS sebagai alternatif. UNISRI menjadi salah satu tempat kuliah yang kami rekomendasikan. Pada jadwal siswa konsultasi juga kami sampaikan terkait program dan keunggulan UNISRI,” jelasnya.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Tim Penjaringan Mahasiswa Baru UNISRI yang terdiri atas Taufik Sani, S.Pd., M.Pd., Christian Andhika Pramudia, S.I.Kom., M.Kom., dan Muhammad Suyo Kartiko.

    Melalui pemberian apresiasi ini, UNISRI berharap hubungan baik dengan sekolah-sekolah di Solo Raya dapat terus terjalin dan berkembang. Selain memperkuat sinergi kelembagaan, kerja sama tersebut diharapkan membuka akses lebih luas bagi lulusan SMA/SMK untuk melanjutkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau. (Sofyan)


    Baca juga: PASKANATHA (EIC) Drill Team SMA Veteran 1 Sukoharjo Raih Empat Penghargaan di Kejurda Forbasi Jateng



    Tim Riset DKV ISI Surakarta Garap Infografis Kampoeng Batik Laweyan, Upaya Pelestarian Warisan Budaya Berbasis Digital

    Surakarta - majalahlarise.com - Tim Riset Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mengembangkan media infografis sebagai upaya memperkuat pelestarian dan interpretasi warisan budaya Kampoeng Batik Laweyan di era digital.

    Kampoeng Batik Laweyan dikenal sebagai kawasan cagar budaya sekaligus salah satu sentra batik tertua di Indonesia. Kawasan ini menyimpan nilai historis tinggi sejak abad ke-14 Masehi. Namun, di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi, penyampaian sejarah Laweyan secara konvensional dinilai perlu dikembangkan agar lebih menarik dan mudah dipahami generasi muda.

    Melalui pendekatan research-through-design, Tim Riset DKV FSRD ISI Surakarta merancang lima prototipe infografis berbasis visual storytelling. Kelima infografis tersebut merepresentasikan sejumlah bangunan ikonik di Laweyan, yakni Ndalem Djimatan, Bunker Sentono, Butulan, Masjid Laweyan, dan Langgar Merdeka.


    Media tersebut dirancang untuk menyederhanakan data sejarah yang kompleks menjadi sajian visual yang edukatif, komunikatif, sekaligus estetis. Kehadiran infografis diharapkan dapat membantu masyarakat maupun wisatawan memahami nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang melekat pada kawasan Kampoeng Batik Laweyan.

    Hasil rancangan tersebut merupakan luaran penelitian dasar bertajuk “Eksplorasi Visual Storytelling Budaya Melalui Infografis sebagai Pendekatan Heritage Interpretation dalam Mengonstruksi Memori Kolektif Kampoeng Batik Laweyan.”

    Sebagai bagian dari rangkaian penelitian, Tim Riset DKV FSRD ISI Surakarta menyelenggarakan acara Launching dan Penyerahan Infografis pada 2 September 2026. Acara puncak digelar di Ndalem Djimatan, salah satu situs cagar budaya bersejarah di kawasan Laweyan, Surakarta.

    Penelitian yang didanai melalui DIPA ISI Surakarta tahun 2026 tersebut diketuai Indriati Suci Pravitasari dengan anggota peneliti Brilindra Pandanwangi serta melibatkan sejumlah mahasiswa. Kegiatan ini juga menggandeng Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) sebagai mitra strategis.

    Ketua tim peneliti, Indriati Suci Pravitasari, mengatakan media infografis yang dikembangkan tidak sekadar berfungsi sebagai dokumentasi visual. Lebih dari itu, karya tersebut menjadi bagian dari strategi untuk membangun kembali keterikatan emosional masyarakat terhadap identitas budaya lokal.

    “Infografis ini dirancang menggunakan prinsip heritage interpretation agar audiens, khususnya generasi muda, tidak hanya menyerap fakta sejarah secara tekstual, tetapi juga mampu merasakan nilai filosofis dan resonansi emosional dari setiap artefak arsitektur di Kampoeng Batik Laweyan,” ujarnya.

    Menurut Indriati, pendekatan visual storytelling memungkinkan informasi mengenai sejarah dan bangunan bersejarah disampaikan melalui bahasa visual yang lebih dekat dengan karakter masyarakat di era digital. Dengan demikian, warisan budaya tidak hanya dipahami sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat terus memiliki relevansi bagi generasi sekarang.

    Launching dan penyerahan karya infografis tersebut mendapat sambutan dari tokoh budaya setempat, penggiat sejarah, warga Laweyan, serta kalangan akademisi. Karya infografis kemudian diserahkan secara simbolis kepada pihak pengelola dan perwakilan masyarakat untuk mendukung kegiatan edukasi dan wisata sejarah di kawasan tersebut.

    Ketua FPKBL, Alpha Febela Priyatmono, mengatakan kehadiran media infografis menjadi sarana pendukung edukasi wisata sejarah yang menyesuaikan perkembangan teknologi digital.

    “Melalui kegiatan ini, media infografis diserahkan langsung kepada pihak pengelola dan perwakilan masyarakat sebagai sarana penunjang edukasi wisata sejarah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” ungkapnya.

    Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah proyek penelitian dan produksi media visual. Tim Riset DKV ISI Surakarta berharap model komunikasi visual budaya yang dikembangkan dapat menjadi alternatif dalam menyampaikan informasi warisan budaya secara lebih menarik, mudah dipahami, dan relevan bagi masyarakat.

    Selain memberikan kontribusi secara praktis bagi pelestarian warisan budaya Nusantara, penelitian ini juga diharapkan memperkaya perkembangan keilmuan DKV, khususnya dalam penerapan visual storytelling, infografis, dan heritage interpretation untuk mengonstruksi memori kolektif masyarakat.

    Dengan pendekatan berbasis desain dan teknologi digital, Kampoeng Batik Laweyan diharapkan semakin dikenal tidak hanya sebagai kawasan sejarah dan sentra batik, tetapi juga sebagai ruang budaya yang terus hidup, dipahami, dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Sofyan)


    Baca juga: PASKANATHA (EIC) Drill Team SMA Veteran 1 Sukoharjo Raih Empat Penghargaan di Kejurda Forbasi Jateng


    PASKANATHA (EIC) Drill Team SMA Veteran 1 Sukoharjo Raih Empat Penghargaan di Kejurda Forbasi Jateng

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA Veteran 1 Sukoharjo. Melalui PASKANATHA East India Company (EIC) Drill Team, siswa sekolah tersebut berhasil membawa pulang empat penghargaan dalam Lomba Olahraga Baris-Berbaris Kejurda Forbasi Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Universitas Harkat Negeri, Tegal, Minggu (13/9/2026).

    Dalam kompetisi tersebut, EIC Drill Team SMA Veteran 1 Sukoharjo berhasil meraih Juara Harapan 3 Utama (6 Besar), Juara 2 Kostum Terbaik, Best Kontingen, dan Best Voucher.

    Pencapaian tersebut menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, serta semangat para anggota EIC Drill Team dalam mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi. Prestasi ini sekaligus menambah deretan capaian nonakademik SMA Veteran 1 Sukoharjo.

    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd, M.Si, menjelaskan sekolah harus mampu menjadi wadah bagi siswa untuk berproses, baik melalui bidang akademik maupun non akademik. Salah satunya melalui ekstrakurikuler di SMA Veteran 1 Sukoharjo, termasuk Tonsus.

    Menurut Koyem, kegiatan ekstrakurikuler memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, sekaligus membangun karakter. Proses tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membentuk pribadi siswa yang memiliki pengalaman dan mental kompetitif.

    “Harapannya, dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler, anak mampu berproses dengan hebat serta memperoleh prestasi-prestasi. Dari situ karakter dan branding sekolah terbentuk,” jelasnya.

    Koyem menambahkan, berbagai prestasi yang diraih siswa diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap SMA Veteran 1 Sukoharjo. Sekolah terus berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai minat, bakat, dan kemampuannya.

    “Dengan prestasi-prestasi tersebut, masyarakat percaya bahwa SMA Veteran 1 Sukoharjo mempunyai banyak prestasi, baik tingkat daerah maupun pusat. Sehingga masyarakat ingin dan berebut anaknya bersekolah di SMA Veteran 1 Sukoharjo,” tandasnya.

    Prestasi PASKANATHA EIC Drill Team di Kejurda Forbasi Jawa Tengah tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen SMA Veteran 1 Sukoharjo dalam mengembangkan potensi siswa melalui kegiatan akademik maupun nonakademik.

    Semangat “Berkibar, Terampil & Berprestasi” pun terus digaungkan sebagai bagian dari upaya sekolah mencetak generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, disiplin, terampil, dan mampu berprestasi di berbagai bidang. (Sofyan)


    Baca juga: Luar Biasa! SMA Veteran 1 Sukoharjo Borong Medali Emas dan Perak di Ajang POPDA Jateng


    Wali Kota Respati dalam kegiatan Advokasi Kepemimpinan Transformasi Pendidikan Solo yang berlangsung di Balai Kota Surakarta, Senin (14/9/2026). 


    Dorong Transformasi Pendidikan Negeri Solo, Respati Siapkan Tiga Tambahan Mata Pelajaran

    SURAKARTA - majalahlarise.com - Wali Kota Surakarta Respati Ardi terus mendorong transformasi pendidikan di sekolah negeri Kota Solo. Salah satu langkah yang disiapkan yakni menambahkan tiga materi pembelajaran bagi siswa SD dan SMP Negeri.

    Ketiga materi tersebut meliputi life skill, budaya tertib lalu lintas, serta kemanusiaan atau kepalangmerahan. Penambahan materi ini dinilai penting untuk membekali siswa dengan kemampuan dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Hal tersebut disampaikan Respati dalam kegiatan Advokasi Kepemimpinan Transformasi Pendidikan Solo yang berlangsung di Balai Kota Surakarta, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh Kepala Sekolah Negeri se-Kota Solo.

    Respati menjelaskan, pelaksanaan materi budaya tertib lalu lintas nantinya akan melibatkan Polresta Surakarta. Sementara itu, unsur Kodim dan Palang Merah Indonesia (PMI) akan dilibatkan dalam materi yang berkaitan dengan kedisiplinan, kemanusiaan, dan kepalangmerahan.

    “Transformasi Pendidikan Sekolah Negeri di Kota Surakarta menjadi nyata. Setelah ini kita melakukan pendampingan khusus kepada Kepala Sekolah dan meningkatkan layanan kualitas pendidikan agar masyarakat percaya kembali ke Sekolah Negeri yang tetap terjangkau tanpa biaya beban tambahan bagi masyarakat,” kata Respati.

    Menurut Respati, transformasi pendidikan tidak hanya dilakukan melalui penambahan materi pembelajaran, tetapi juga melalui peningkatan kualitas pengelolaan sekolah. Para kepala sekolah akan mendapatkan pendampingan sekaligus evaluasi dari Pemerintah Kota Surakarta.

    “Ini program awal kami bahwa transformasi pendidikan negeri menjadi wajib dilakukan termasuk improvisasi kepala sekolah. Nanti dari masyarakat akan merasakan perbedaan setelah ini. Dan kita akan monev langsung kinerja kepala sekolah,” paparnya.

    Respati juga membuka ruang bagi masyarakat, termasuk orang tua siswa, untuk memberikan saran maupun masukan terkait kinerja dan layanan sekolah negeri. Masukan tersebut akan menjadi bagian dari monitoring Pemkot Surakarta dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

    “Silakan masyarakat jika ada masukan terkait kinerja, kami akan terbuka dan kita akan monitoring langsung agar orangtua dapat menyekolahkan anaknya di sekolah negeri,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Respati mendorong kepala sekolah untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan bagi siswa.

    Transformasi pendidikan sekolah negeri di Kota Solo diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri. Di sisi lain, peningkatan kualitas layanan tetap diarahkan agar pendidikan negeri dapat diakses masyarakat tanpa menambah beban biaya bagi orang tua.(Sofyan)


    Baca juga: PKKMB 2026 Universitas Veteran Bantara, Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Unggul

    Outing class murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo untuk menumbuhkan rasa empati sekaligus rasa syukur di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo, Senin (14/9/2026).


    Semai Empati, Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Solo Rajut Kebersamaan di YPAC

    Solo - majalahlarise.com- Sebanyak 82 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo menggelar kegiatan outing class untuk menumbuhkan rasa empati sekaligus rasa syukur di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo, Senin (14/9/2026).

    Koordinator tim kelas IV, Atit Nur Ariyanna, menyampaikan langkah ini diambil sebagai upaya nyata pembentukan karakter murid dalam menumbuhkan rasa empati serta kepekaan sosial terhadap sesama.

    "Terima kasih atas sambutan hangat keluarga besar YPAC Surakarta, kunjungan ini juga bagian dari silaturahmi supaya murid kami dapat memetik pelajaran berharga tentang cara memahami sudut pandang orang lain, menghindari prasangka serta senantiasa memanjatkan rasa syukut atas karunia yang Allah Swt. berikan," terangnya.

    Suasana hangat dan penuh kekeluargaan langsung terasa saat rombongan tiba di lokasi. Momen penuh makna ini diawali dengan doa bersama untuk memohon kelancaran serta keberkahan atas niat tulus untuk saling mengenal dan belajar satu sama lain. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah YPAC Solo, Jalaludin Khawarizmi.


    Dalam sambutannya, Jalaludin memberikan gambaran mengenai dinamika kehidupan para murid di yayasan. Dengan penuh rasa bangga, beliau memaparkan berbagai aktivitas harian serta deretan prestasi yang berhasil diraih oleh murid-murid YPAC khususnya dalam bidang nonakademik dan kesenian. Jalaludin juga menggarisbawahi bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengukir karya dan prestasi karena setiap individu terlahir pasti memiliki keunikan, potensi bawaan serta berkesempatan bersinar di jalannya masing-masing.

    Puncak kebersamaan semakin meriah ketika seluruh peserta melebur dalam kegiatan mewarnai bersama. Aktivitas sederhana ini menjadi sarana yang sangat efektif dalam menjalankan komunikasi, mencairkan suasana, dan membangun jembatan persahatan yang tulus di antara mereka. Momen ini sebagai wujud nyata menumbuhkan nilai-nilai kepedulian secara alami tanpa sekat penghalang.

    Tampak terlihat, para murid SD Muhammadiyah PK dengan sigap dan sukarela meminjamkan alat mewarnai serta mendampingi teman-teman dari YPAC sehingga tercipta ruang interaksi yang ramah dan penuh kegembiraan. Suasana ini juga mengajarkan bahwa kebahagian sejati dapat tumbuh dan dirayakan dalam situasi apa pun. 

    Salah satu murid kelas IV, Genio Azzaheer Istiyawan, merasa terkesan menyaksikan suasana yang terjalin di ruang aula YPAC. 

    "Ternyata berbagi itu tidak selalu berpatokan pada materi, melalui perhatian, meluangkan waktu untuk mereka serta berbagi fasilitas sudah membuat teman-teman di sini tersenyum lebar," ucapnya haru. 

    Penutupan kegiatan outing class diisi dengan berbagi bingkisan kepada teman-teman YPAC. Tak lupa, sesampai di sekolah para murid juga diminta untuk merefleksikan kegiatan melalui lembar kerja peserta didik (LKPD) supaya mereka paham arti dari menghargai, berbagi, dan bersyukur. (Sofyan)


    Baca juga: PKKMB 2026 Universitas Veteran Bantara, Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Unggul

    Wali Kota Surakarta Respati Ardianto saat menyampaikan sambutan.


    Transid Aktivasi Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas, Wali Kota Respati Dorong Volunteer Turun Langsung ke Warga

    Surakarta - majalahlarise.com - Komunitas Transid mengaktivasi perpustakaan kampung dan taman cerdas se-Kota Surakarta melalui program literasi yang melibatkan ratusan volunteer. Kegiatan Urun Rembug #7 bertajuk “Pentingnya Aktivasi Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas se-Kota Surakarta” berlangsung di Pendopo Lodji Gandrung, Sabtu (12/9/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Surakarta Respati Ardianto, Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta Sekar Tandjung, Founder Transid Mohammad Taufiq Hasan, serta 220 volunteer dan 35 peserta magang dari berbagai perguruan tinggi.

    Dalam kegiatan tersebut, Respati menyerahkan naskah nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada Mohammad Taufiq Hasan sebagai penanda kerja sama Pemerintah Kota Surakarta dan Transid dalam mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi masyarakat.

    Kerja sama tersebut menjadi payung kolaborasi untuk menghidupkan ruang-ruang literasi warga secara berkelanjutan sekaligus mendorong keterlibatan anak muda dalam kegiatan literasi di tingkat kampung.

    Respati menyerahkan naskah nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada Mohammad Taufiq Hasan sebagai penanda kerja sama Pemerintah Kota Surakarta dan Transid.


    Respati meminta para volunteer tidak hanya menjalankan kegiatan di perpustakaan, tetapi juga turun langsung dan berbaur dengan masyarakat. Menurutnya, interaksi secara langsung diperlukan agar volunteer memahami kondisi dan kebutuhan warga.

    “Teman-teman yang mengikuti pelatihan ini bisa turun ke kampung-kampung, ngobrol dengan warga yang ada di masyarakat, memahami serta merasakan langsung kondisi mereka,” kata Respati.

    Ia menjelaskan, keterlibatan volunteer di kampung diharapkan memberikan dampak lebih luas. Aktivitas yang dilakukan tidak sebatas menggelar kegiatan, tetapi juga membangun kesadaran dan menumbuhkan minat baca, terutama bagi anak-anak.

    “Bukan hanya sekadar mengaktivasi sebuah kegiatan, tetapi juga bagaimana menyadarkan dan menumbuhkan minat baca anak-anak di kampung-kampung,” ujarnya.

    Respati melihat kampung memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi muda dengan kapasitas dan kemampuan yang luar biasa. Karena itu, anak muda yang terlibat dalam program literasi diharapkan ikut membangun kembali budaya membaca di tengah masyarakat.

    “Saya yakin, generasi yang tumbuh dan memiliki kapasitas luar biasa itu banyak muncul dari kampung-kampung. Anak-anak muda dari kampung memiliki potensi yang besar,” katanya.

    Dalam pelaksanaan program, Transid menyiapkan 35 peserta magang yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

    Para peserta magang akan ditempatkan di 10 perpustakaan kampung yang tersebar di Kota Surakarta. Mereka berkolaborasi dengan pengurus perpustakaan kampung dan volunteer untuk menjalankan aktivitas literasi secara langsung di tengah masyarakat.

    Salah satu program yang diperkenalkan Transid adalah Ruang Bercerita. Program ini menjadi ruang interaksi dengan anak-anak melalui aktivitas literasi yang tidak hanya berorientasi pada membaca buku, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak untuk bercerita dan mengekspresikan gagasan.

    Ruang Bercerita didukung kegiatan pameran karya dan voluntrip. Berbagai program tersebut menjadi pendekatan Transid dalam menghidupkan perpustakaan kampung agar tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga ruang aktivitas warga dan anak-anak.

    Founder Transid Mohammad Taufiq Hasan mengatakan Transid lahir secara organik dari keresahan bersama sebagai warga Kota Surakarta. Komunitas tersebut dibentuk sebagai wadah bagi setiap orang untuk bertumbuh sesuai dengan potensi masing-masing.

    Melalui kerja sama dengan Pemkot Surakarta, Transid berharap program-program yang telah disiapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.

    Setelah sesi sambutan dan penyerahan MoU, kegiatan Urun Rembug #7 dilanjutkan dengan pengenalan program Ruang Bercerita kepada para volunteer. Forum berlangsung interaktif dengan peserta mendapatkan penjelasan mengenai alur kerja dan sistem pelaksanaan program ketika terjun langsung ke masyarakat serta mendampingi anak-anak.

    Rangkaian kegiatan ditutup dengan focus group discussion (FGD). Para volunteer dikelompokkan berdasarkan perpustakaan kampung yang telah dipilih untuk berdiskusi bersama pengurus perpustakaan masing-masing.

    Dalam FGD tersebut, volunteer dan pengurus perpustakaan mendalami modul Ruang Bercerita yang telah disiapkan untuk masing-masing lokasi. Tahapan ini menjadi proses awal bagi volunteer untuk mengenali karakteristik lingkungan dan kebutuhan masyarakat di kampung yang akan mereka dampingi.

    Kolaborasi Pemkot Surakarta dan Transid diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang belajar, berinteraksi, berkarya, sekaligus menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: PKKMB 2026 Universitas Veteran Bantara, Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Unggul


Top