GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Magang siswa SMK PGRI Sukoharjo di pabrik jamu CV Bisma Sehat Nguter, Sukoharjo, mendapatkan bimbingan langsung dari akademisi Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo, Bambang Eka Purnama. |
Sinergi Pendidikan dan Kesehatan, Siswa Magang di Bisma Sehat Dibimbing Akademisi Poltekkes Bhakti Mulia
SUKOHARJO - majalahlarise.com - Program magang industri menjadi salah satu sarana penting bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk mengasah kompetensi sekaligus mengenal dunia kerja secara langsung. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan magang siswa SMK PGRI Sukoharjo di pabrik jamu CV Bisma Sehat Nguter, Sukoharjo, yang mendapatkan bimbingan langsung dari akademisi Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo, Bambang Eka Purnama.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku sekolah dengan praktik di dunia industri. Dalam sesi mentoring, siswa mendapatkan pembekalan mengenai alur operasional, pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem kesehatan, hingga pentingnya memberikan pelayanan prima atau service excellence kepada masyarakat.
Selain kompetensi di bidang kerja, siswa juga mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi digital. Mereka diarahkan menggunakan gadget dan media sosial secara produktif, termasuk belajar membuat konten yang ramah SEO serta mengenal pemasaran digital melalui program afiliasi (affiliate marketing).
Bambang Eka Purnama menjelaskan, kegiatan magang seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban akademik untuk memenuhi persyaratan kelulusan. Lebih dari itu, magang menjadi kesempatan bagi siswa untuk membangun pengalaman dan portofolio keterampilan sebelum memasuki dunia kerja.
"Magang bukan sekadar memenuhi syarat kelulusan, melainkan kesempatan emas bagi siswa untuk membangun portofolio keterampilan nyata, mengasah mental kerja, dan memahami standar operasional industri kesehatan secara langsung," ujar Bambang.
Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan peluang luas bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh penghasilan melalui aktivitas digital. Gadget dan media sosial, kata Bambang, perlu diarahkan untuk kegiatan yang produktif dan konstruktif.
"Kalau gadget dan media sosial dimanfaatkan dengan baik, siswa bisa belajar menghasilkan karya, membangun personal branding, menjadi konten kreator, sekaligus mengenal peluang penghasilan melalui afiliasi. Jadi teknologi jangan hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga untuk belajar dan berkarya," jelasnya.
Menghubungkan Dunia Pendidikan dan Industri
CV Bisma Sehat Nguter sebagai industri jamu lokal turut memberikan ruang pembelajaran bagi siswa melalui program magang. Lingkungan industri memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami secara langsung bagaimana sebuah unit usaha menjalankan proses kerja dengan memperhatikan kedisiplinan, tanggung jawab, kualitas pelayanan, dan standar operasional.
Kolaborasi tersebut mempertemukan tiga unsur penting, yakni dunia pendidikan kejuruan melalui SMK PGRI Sukoharjo, pendidikan kesehatan melalui Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo, serta dunia industri melalui CV Bisma Sehat Nguter.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih komprehensif kepada siswa. Tidak hanya menguasai keterampilan teknis, peserta magang juga dibekali kemampuan komunikasi, etika profesional, literasi digital, serta kemampuan memanfaatkan media sosial untuk mendukung pengembangan diri.
Bambang menambahkan, siswa vokasi perlu mulai membangun portofolio sejak masih berada di bangku sekolah. Portofolio tersebut dapat berupa dokumentasi kegiatan, karya konten digital, pengalaman praktik, hingga kemampuan pemasaran melalui media sosial.
Membangun Generasi Vokasi yang Adaptif
Program magang ini diharapkan mampu membentuk lulusan SMK yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Kemampuan menjadi konten kreator dan afiliator menjadi tambahan keterampilan yang dapat dikembangkan siswa di tengah pertumbuhan ekonomi digital.
Kolaborasi antara CV Bisma Sehat Nguter, Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo, dan SMK PGRI Sukoharjo sekaligus menjadi contoh pentingnya keterhubungan antara pendidikan dan dunia industri. Pengalaman langsung di tempat kerja memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami standar profesional sekaligus mengembangkan karakter kerja.
Melalui sinergi tersebut, siswa diharapkan memiliki bekal lebih kuat ketika memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab.
Langkah kolaboratif ini turut memperkuat upaya pengembangan pendidikan vokasi di Sukoharjo agar semakin relevan dengan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, serta dinamika dunia kerja yang terus berubah. (Sofyan)
Baca juga: Problematika dan Solusi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Era Digital
Artikel Pengembangan Profesi
Problematika dan Solusi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Era Digital
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.
Guru Besar Bidang Pragmatik dan Pembelajaran Pragmatik
Dosen PBSI FKIP UNS, Pendiri dan Penggiat Literasi Arfzh Ratulisa, serta Komunitas DIKLISA
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa
![]() |
| Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum. |
"Kawan, bergerak dan berinovasi untuk menemukan solusi bagi multigenerasi NKRI merupakan komitmen yang mulia sepanjang masa”
Alhamdulillah, segala puji syukur hanya untuk Allah SWT. Dengan segala nikmat dan karunia-Nya akhirnya Buku Diklisa#5 yang berjudul Problematika dan Solusi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Era Digital telah terbit dalam rangka ulang tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 dan Gerakan Literasi Komunitas Diklisa (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra) untuk terus berkarya, berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) sepanjang masa. Komunitas DIKLISA didirikan dan diluncurkan oleh Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S.,M.Hum. pada Jumat, 2 Mei 2025 untuk seluruh Masyarakat NKRI dengan visi “Merajut silaturahmi, berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca), berbagi ilmu untuk kemaslahatan umat sepanjang hayat.” Dengan demikian, keluarga besar DIKLISA akan terus bergerak dan menggerakkan semangat multigenrasi NKRI untuk terus berliterasi dengan Ratulisa sepanjang masa.
Pembelajaran bahasa Indonesia pada jenjang sekolah dasar, menengah, dan tinggi memiliki aneka permasalahan yang beragam. Hal ini dapat diidentifikasi pada sumber daya guru dan dosennya, murid atau mahasiswa, media pembelajaran, model pembelajaran, sumber literasi digital dan nondigital, sarana prasana, dan lingkungan pembelajaran. Oleh karena itu, proses belajar dan membelajarkan diri untuk menguasai kompetensi hardskill dan softskill bidang bahasa dan sastra Indonesia perlu diperkaya dengan metode pembelajaran berbasis kasus, dan berbasis proyek. Hal ini dalam rangka untuk memperkaya reportoar bahasa, kasus, dan proyek yang dimiliki murid, mahasiswa, guru, dan dosen era digital. Aneka hal permasalahan dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang dapat diidentifikasi keunggulan, kelemahan, aneka pembelajaran berbasis kasus, dan proyek-proyeknya harus dapat dijadikan sumber literasi bagi para pembelajar bahasa dan sastra Indonesia, baik secara mikro maupun makro dalam multikonteks pembelajaran.
Perkembangan teknologi yang begitu pesat mengikuti perkembangan zaman harus terus diikuti dengan langkah cerdas untuk sosialisasi dan mengedukasi kepada murid, mahasiswa, guru, dan dosen era digital secara berkelanjutan. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap perkembangan dan peningkatan sumber daya guru dan dosen era digital yang dimiliki. Upaya pembekalan keterampilan abad xxi: berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif harus terus diberikan secara bertahap dan menyeluruh. Penguatan enam literasi dasar bagi murid, mahasiswa, guru, dan dosen era digital sangat diperlukan sebagai langkah strategis dan mitigasi untuk peningkatan kualitas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia era digital secara komprehensif dan berkelanjutan. Enam literasi dasar tersebut antara lain, literasi: menulis dan membaca, numerik, digital, keuangan, sains, dan budaya & kewargaan yang harus diajarkan, dipahami, dan diimplementasikan kepada seluruh Masyarakat NKRI.
Akhirnya, selamat dan sukses atas diterbitkan buku DIKLISA#5 yang dihasilkan oleh Komunitas DIKLISA sebagai wujud komitmen untuk terus bersilaturahmi, berliterasi dengan Ratulisa, dan berbagi ilmu untuk kemaslahatan umat sepanjang hayat. Selamat membaca, memahami, dan mengamalkan ilmu yang bermanfaat dalam Buku Diklisa#5 yang ada di tangan Bapak dan Ibu pembaca yang budiman. Sampai jumpa dalam karya nyata Komunitas DIKLISA pada Buku DIKLISA#6 yang akan datang.
“Bergerak dan menggerakkan semangat belajar dan berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) bersama Komunitas DIKLISA (Dilaog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra) menjadi keniscayaan yang harus dilaksanakan secara bertahap dan komprehensif”
“Tulisan ini merupakan pengantar dan ulasan Buku DIKLISA#5 yang diterbitkan dan diluncurkan oleh Komunitas Diklisa pada tanggal 27 Agustus 2026”
Istana Arfuzh Ratulisa dan DIKLISA Surakarta, 3 September 2026
News
![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan workshop tersebut relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM di tengah perkembangan ekosistem digital. |
Workshop UMKM Soloraya Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar
Surakarta - majalahlarise.com - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Soloraya mengikuti Workshop UMKM bertajuk Transformasi Digital Marketing dengan AI yang digelar Kerabat UMKM Soloraya bersama Astra Credit Companies (ACC) di Pendopo Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan workshop tersebut relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM di tengah perkembangan ekosistem digital. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi perlu diiringi kewaspadaan terhadap berbagai risiko di lingkungan usaha, termasuk potensi kebakaran, khususnya saat musim kemarau.
“Pelaku UMKM perlu terus meningkatkan keterampilan menghadapi perkembangan digital. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap sumber api di rumah maupun tempat usaha juga penting, terutama saat musim kemarau,” ujar Astrid.
Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Astrid, mengapresiasi kolaborasi ACC melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bersama komunitas UMKM. Edukasi dan peningkatan kapasitas tersebut dinilai dapat membantu pelaku usaha beradaptasi, meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Dalam workshop, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan bisnis. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari ide konten, menyusun strategi promosi, menentukan kalimat pemasaran, membuat caption, membaca tren pasar, hingga memahami karakter konsumen berdasarkan wilayah, usia, gender, dan segmen pasar.
Pelaku UMKM juga diingatkan tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Merek, karakter produk, pemahaman terhadap konsumen, serta kehadiran di media sosial, marketplace, dan toko digital menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pemasaran. Pemerintah Kota Surakarta menegaskan AI sebaiknya ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas dan karakter pelaku usaha.
Kekuatan UMKM, menurut Astrid, tetap terletak pada cerita, keunikan produk, dan karakter pemilik usaha. Teknologi kemudian digunakan untuk memperkuat potensi tersebut sehingga produk lokal semakin mudah dikenal dan memiliki daya saing lebih luas.
Ketua Kerabat UMKM Soloraya, Joko Purnomo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk belajar dan membangun kolaborasi. Kegiatan itu juga merupakan tindak lanjut dari fasilitasi ASI Astra dan Kecamatan Pasar Kliwon.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada acara hari ini. Mudah-mudahan bisa terus berlanjut secara berkelanjutan melalui kegiatan belajar dan sosialisasi bersama,” kata Joko.
Selain mengikuti materi, peserta dapat melihat berbagai produk UMKM yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Sejumlah produk bahkan baru diketahui peserta berasal dari Kota Solo dan wilayah sekitarnya. Joko berharap kegiatan tersebut memberikan dampak nyata, terutama terhadap peningkatan penjualan, perluasan pemasaran, penambahan tenaga kerja, serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surakarta dan wilayah sekitarnya.
Sementara itu, Tri Anggoro dari Astra Credit Companies menyampaikan materi mengenai literasi keuangan dan peran pembiayaan dalam mendukung kegiatan ekonomi serta pengembangan usaha. Pembiayaan dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh barang atau sarana yang dibutuhkan sekaligus mendukung pengembangan sektor pertanian dan industri.
Dalam pemaparannya, Tri juga mengenalkan lembaga pembiayaan yang telah berdiri sejak 15 Juni 1982 dan memiliki jaringan layanan luas. Fasilitas pembiayaan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk peralatan berat dan pengembangan usaha masyarakat. Menurutnya, skema pembiayaan perlu dikelola secara tepat agar dukungan terhadap kegiatan ekonomi dapat berjalan berkelanjutan.
Selain pembiayaan, akses terhadap informasi yang jelas, terkini, dan mudah diperoleh juga menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Informasi tersebut dapat membantu pelaku usaha memahami berbagai kendala serta peluang pengembangan, termasuk pada sektor pertanian dan industri.
Materi utama mengenai Digital Marketing dengan AI disampaikan Marcell Radiktya. Ia menjelaskan AI tidak menggantikan manusia, tetapi berperan sebagai asisten yang hasilnya sangat bergantung pada kemampuan pengguna dalam memberikan perintah atau prompting.
“AI itu tidak menggantikan kita sebagai manusia. Justru kecerdasan AI sangat dibutuhkan bersama kecerdasan kita. Semakin sering kita berlatih menggunakan AI, semakin optimal hasil yang kita dapatkan,” jelas Marcell.
Menurut Marcell, AI dapat membantu berbagai pekerjaan bisnis, mulai dari membuat naskah, storyboard, hingga menghasilkan konten video. Teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung pemasaran melalui media sosial, termasuk pembuatan konten dalam jumlah besar untuk TikTok Shop maupun aktivitas affiliate.
Ia mengibaratkan bisnis seperti meja dengan empat kaki, yakni marketing, sales, operation, dan finance. Keempat fungsi tersebut berdiri di atas business foundation serta ditopang team culture. Marketing berperan menciptakan traffic dan mengenalkan produk kepada calon konsumen, sedangkan sales mengubah traffic menjadi penjualan.
Pada sisi operasional, AI dapat membantu membuat template alur kerja, pengelolaan stok hingga fulfillment. Sementara dalam bidang keuangan, AI dapat membantu pencatatan dan pengelolaan arus keuangan secara lebih otomatis.
Marcell juga mengingatkan pelaku usaha memperkuat business foundation berupa belief, mindset, kemauan belajar, semangat, dan sikap pantang menyerah. Setelah bisnis berjalan, AI dapat dimanfaatkan untuk menyusun Standard Operating Procedure (SOP) dan Key Performance Indicator (KPI), sehingga pekerjaan dapat distandardisasi, diukur, dan diduplikasi oleh tim.
Melalui workshop tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memahami AI sebagai alat pembuat konten, tetapi mampu memanfaatkannya untuk mendukung berbagai aspek bisnis. Kolaborasi pemerintah, ACC, dan komunitas UMKM diharapkan terus berkembang sehingga UMKM Soloraya semakin adaptif, kompetitif, mampu memperluas pasar, dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. (Sofyan)
Baca juga: Tim PPK Ormawa DKV ISI Surakarta Produksi Video Dokumenter Sejarah Kampoeng Batik Laweyan
Pendidikan
Tim PPK Ormawa DKV ISI Surakarta Produksi Video Dokumenter Sejarah Kampoeng Batik Laweyan
SURAKARTA – majalahlarise.com - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMA DKV ISI Surakarta memproduksi video dokumenter sebagai upaya mengarsipkan memori sejarah dan budaya warga Kampoeng Batik Laweyan. Kegiatan produksi dokumenter tersebut dilaksanakan secara bertahap pada 16–24 Juli 2026 dengan melibatkan mahasiswa, dosen pembimbing, serta warga setempat.
Produksi dokumenter dipimpin Fajar Haditiya Nugraha dan Tasya Putri Wardhana selaku penanggung jawab tim dokumentasi PPK. Kegiatan juga melibatkan seluruh anggota tim, Bagus Kafabik sebagai volunteer, serta Insan Ilmiawan dari HIMA DKV ISI Surakarta.
Dalam proses produksi, tim didampingi Ipung Kurniawan selaku dosen pembimbing. Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya, yakni Ndalem Jimatan, Bunker Setono, Butulan di Masjid Laweyan, serta Langgar Merdeka. Setiap lokasi menjadi bagian penting dalam upaya merekam kembali jejak sejarah Laweyan melalui medium audiovisual.
Selain pengambilan gambar, tim melakukan wawancara dengan narasumber dan mengumpulkan dokumentasi pendukung. Seluruh proses produksi mengacu pada naskah yang telah disiapkan sebelumnya sehingga pengambilan gambar dan wawancara dapat berlangsung secara terarah. Keterlibatan warga juga menjadi bagian penting untuk menghadirkan perspektif masyarakat dalam dokumentasi sejarah Kampoeng Batik Laweyan.
Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL), Alpha Febela Priyatmono, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa tersebut. Menurutnya, dokumentasi sejarah menjadi langkah penting untuk menjaga keberadaan cerita dan memori masyarakat Laweyan di tengah perkembangan zaman.
“Sejarah Kampoeng Batik Laweyan perlu terus didokumentasikan agar tidak hilang ditelan zaman. Saya mengapresiasi semangat tim mahasiswa PPK Ormawa yang mau terjun langsung ke lapangan untuk mengangkat kembali cerita-cerita bersejarah yang selama ini hanya diketahui masyarakat sekitar,” ujar Alpha.
Sementara itu, Fajar Haditiya Nugraha menjelaskan, kegiatan produksi video dokumenter tersebut tidak sekadar menghasilkan karya audiovisual, tetapi juga menjadi upaya untuk merekam sejarah Laweyan yang memiliki kekayaan seni, budaya, dan tradisi.
“Tujuan kegiatan ini untuk mendokumentasikan sejarah Laweyan yang penuh dengan narasi seni, budaya, dan tradisi. Kami ingin cerita-cerita tersebut dapat terdokumentasikan dengan baik sehingga bisa menjadi arsip digital dan dapat dikenali oleh generasi mendatang,” jelas Fajar.
Melalui produksi video dokumenter ini, Tim PPK Ormawa HIMA DKV ISI Surakarta berharap arsip digital yang dihasilkan dapat menjadi media edukasi sekaligus sarana mengenalkan sejarah dan budaya Kampoeng Batik Laweyan kepada masyarakat yang lebih luas. Dokumentasi audiovisual tersebut diharapkan turut menjaga kesinambungan memori sejarah warga Laweyan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital. (Sofyan)
Baca juga: Univet Bantara Raih Juara III Tenis LLDIKTI Jateng, Perkuat Kolaborasi PTS
Prestasi
![]() |
| Pasangan Samijo dan Prof. Dr. Herry Agus Susanto dari Univet Bantara Sukoharjo berhasil meraih juara III pada kelompok usia total 100 tahun. |
Univet Bantara Raih Juara III Tenis LLDIKTI Jateng, Perkuat Kolaborasi PTS
SUKOHARJO - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo turut ambil bagian dalam kegiatan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah melalui cabang olahraga tenis lapangan. Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Semarang tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana membangun kolaborasi dan mempererat silaturahmi ant perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah.
Prof. Dr. Herry Agus Susanto mengatakan Univet Bantara mengirimkan lima pasangan pemain dalam kejuaraan tersebut. Pertandingan dibagi ke dalam empat kategori, yakni kategori eksekutif serta kelompok usia total 100 tahun, 90 tahun, dan 80 tahun. Dari lima pasangan yang dikirim, para pemain Univet Bantara mengikuti tiga kategori, yaitu eksekutif, 100 tahun, dan 90 tahun.
“Dari lima pasangan yang kami kirim, tiga pasangan berhasil masuk delapan besar. Kemudian dari tiga pasangan tersebut, satu pasangan mampu melanjutkan sampai semifinal,” ujar Prof. Dr. Herry Agus Susanto saat ditemui di kampus Univet Bantara Sukoharjo.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari persiapan dan latihan yang dilakukan secara rutin. Para pemain Univet Bantara berlatih tiga kali dalam sepekan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi pertandingan. Perjalanan salah satu pasangan akhirnya terhenti di babak semifinal. Namun, berdasarkan sistem kejuaraan yang diterapkan, pasangan Univet Bantara tetap berhasil menempati posisi juara III.
Pasangan Samijo dan Prof. Dr. Herry Agus Susanto berhasil meraih juara III pada kelompok usia total 100 tahun. Prestasi tersebut menjadi capaian positif bagi Univet Bantara sekaligus bentuk apresiasi atas partisipasi perguruan tinggi dalam kegiatan yang mempertemukan civitas akademika dan insan perguruan tinggi swasta se-Jawa Tengah.
Kegiatan tenis lapangan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah digelar di tiga lokasi, yakni Lapangan Tenis LLDIKTI, Lapangan Tenis Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dan Lapangan Tenis Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan dapat diselenggarakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi swasta sehingga tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga semakin memperkuat jejaring, kolaborasi, dan silaturahmi antarperguruan tinggi di Jawa Tengah. (Sofyan)
Baca juga: 1.535 Mahasiswa Baru Ikuti Pembukaan PKKMB UNISRI 2026, Giant Flag Riyadi Muda Berkibar
Pendidikan
Lolos Kurasi, Karya Poster Mahasiswa DKV ISI Surakarta Dipajang dalam Re:Rasa Poster International Biennale 2026
JAKARTA - majalahlarise.com - Karya mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berhasil menembus ajang internasional Re:Rasa Poster International Biennale 2026. Poster karya Frian Abadi tersebut lolos tahap kurasi dan dipamerkan bersama desainer dari berbagai negara.
Mengusung tema “Re: Think, Re: Make, Re: Act”, Re:Rasa Poster International Biennale 2026 menghadirkan karya para desainer dari dalam dan luar negeri dengan beragam isu, mulai sosial, lingkungan, budaya, hingga persoalan kemanusiaan global.
Frian Abadi, mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta angkatan 2025 asal Batang, Jawa Tengah, menampilkan karya berjudul Displaced. Karyanya bersanding dengan 88 desainer, akademisi, praktisi, dan seniman dari 25 negara.
Poster tersebut dikerjakan selama tiga hari menggunakan teknik editing dan ilustrasi vektor. Melalui karya visual monokromatik, Frian menghadirkan pesan tentang kehancuran alam dan hilangnya habitat satwa akibat eksploitasi dan keserakahan manusia.
Pada bagian utama poster, tampak potret seekor rusa yang meneteskan air mata sebagai representasi emosional satwa liar yang kehilangan tempat hidupnya. Pesan tersebut diperkuat melalui metafora visual pada tanduk rusa yang bertransformasi menjadi dahan dan ranting pohon kering dengan daun-daun berguguran.
Visual tersebut menyiratkan keterkaitan antara kehidupan satwa dan kelestarian hutan yang tidak dapat dipisahkan. Ketika hutan rusak, ruang hidup satwa pun ikut terancam.
Sementara itu, latar belakang poster didominasi tumpukan kayu gelondongan hasil tebangan yang membentang hingga cakrawala. Visual tersebut menggambarkan realitas deforestasi dalam skala besar.
Dengan tipografi vertikal “SAVE THE EARTH”, karya Displaced menjadi sebuah ajakan sekaligus teguran untuk menjaga bumi. Poster itu menyampaikan pesan bahwa perusakan hutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga merenggut ruang hidup makhluk yang bergantung di dalamnya.
Re:Rasa Poster International Biennale 2026 digagas Program Studi DKV Fakultas Ilmu Rekayasa Universitas Paramadina. Ajang ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Paramadina dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, ASPRODI DKV Indonesia, AIDIA atau Asosiasi Desainer Grafis Indonesia, Selasar Art Space (Selasart), dan ASEDAS Malaysia.
Ajang tersebut resmi dibuka Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Jumat (31/7/2026). Pameran berlangsung selama tiga hari, 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, di Kampus Universitas Paramadina, Jakarta.
Frian mengaku tidak menyangka karyanya dapat lolos tahap kurasi dan dipamerkan dalam ajang internasional tersebut.
“Saya sangat senang sekali dapat lolos dalam pameran internasional ini. Saya tidak menyangka karya saya bisa lolos dan dipajang sejajar dengan para desainer profesional dari berbagai negara dalam event Re:Rasa Poster Biennale,” ungkap Frian dalam rilis yang dikirim.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang desain dan lebih produktif mengikuti berbagai kegiatan.
“Ke depan, saya berharap bisa lebih semangat dan produktif dalam mengikuti event pameran maupun perlombaan yang berkaitan dengan desain,” tambahnya.
Dosen DKV FSRD ISI Surakarta sekaligus pembimbing Frian, Basnendar Herry Prilosadoso, mengapresiasi pencapaian mahasiswa bimbingannya tersebut. Menurutnya, kompetensi mahasiswa perlu terus ditingkatkan melalui pengalaman langsung mengikuti pameran maupun kompetisi di luar kampus.
“Mahasiswa perlu berani mencoba dan mengikuti kegiatan pameran maupun kompetisi di luar kampus, khususnya di tingkat internasional. Hal ini penting agar mahasiswa memiliki pengalaman sekaligus dapat meningkatkan kompetensinya,” ujar Basnendar.
Ia berharap semakin banyak mahasiswa yang berani menunjukkan karya dan kemampuannya di berbagai ajang nasional maupun internasional.
Keberhasilan Frian Abadi lolos dalam Re:Rasa Poster International Biennale 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa DKV ISI Surakarta mampu menghadirkan karya visual yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyampaikan pesan kritis terhadap persoalan global, khususnya isu lingkungan dan kelestarian alam. (Sofyan)
Pendidikan
Memuliakan Anak, Menghidupkan Kelas
SOLO – majalahlarise.com – Sekolah tidak sekadar menjadi tempat untuk menyampaikan materi pelajaran. Lebih dari itu, sekolah perlu menjadi ruang yang mampu memuliakan murid, menghadirkan pembelajaran bermakna, serta menghidupkan setiap proses belajar sesuai dengan kebutuhan dan realitas kehidupan anak.
Semangat tersebut terus dikembangkan SD Muhammadiyah 1 Solo yang kini memasuki usia ke-91 tahun. Melalui wadah Kelompok Belajar (Kombel), para pendidik secara konsisten merumuskan berbagai strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang humanis.
Staf Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Martono Lanjar Sari, menjelaskan penguatan budaya saling memuliakan menjadi salah satu fokus sekolah selama Agustus 2026. Guru dan murid didorong membangun relasi pembelajaran yang dilandasi sikap saling menghargai.
“Kita ingin melahirkan suasana kelas yang humanis, relevan, dan benar-benar hadir untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak,” ujar Sri Martono Lanjar Sari, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, pembelajaran yang humanis tidak berhenti pada terciptanya suasana kelas yang nyaman. Materi yang diberikan juga perlu memiliki keterkaitan dengan kehidupan nyata agar anak mampu memahami manfaat ilmu yang dipelajarinya.
“Sepanjang bulan ini, fokus penuh diarahkan untuk menguatkan sikap saling menghargai antara guru dan murid,” bebernya.
Pada saat yang sama, materi pelajaran dirancang agar dekat dengan dunia anak. Setiap konsep pembelajaran diupayakan memiliki konteks yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga proses belajar tidak terasa terpisah dari pengalaman peserta didik.
“Setiap materi pelajaran selalu kita kaitkan dengan realitas kehidupan nyata anak-anak,” urainya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun ekosistem belajar yang humanis. Anak tidak hanya diarahkan mengejar capaian akademik, tetapi juga dikembangkan menjadi pribadi yang memiliki karakter, mampu merefleksikan pengalaman belajar, serta memiliki semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.
Dari Ketelan, Surakarta, ikhtiar tersebut terus dirajut melalui penguatan pembelajaran secara bertahap. Kurikulum sekolah dirancang mulai dari tahapan Pra-Berkembang hingga mencapai Tahapan Unggul. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan perkembangan kompetensi dan kebutuhan peserta didik.
Penguatan pembelajaran mendalam juga dipadukan dengan pengenalan koding dan kecerdasan artifisial (AI). Integrasi tersebut diarahkan agar peserta didik tidak sekadar mengenal teknologi, tetapi mampu memahami, menggunakan, dan menyikapinya secara bijak sesuai perkembangan zaman.
Pada tahap akhir, SD Muhammadiyah 1 Solo menargetkan terbentuknya ekosistem pembelajaran yang inovatif, reflektif, dan memberikan dampak lebih luas kepada masyarakat. Satuan pendidikan diharapkan berkembang menjadi pusat praktik baik sekaligus rujukan dalam penguatan etika digital dan inovasi teknologi pendidikan.
“Optimalisasi pembelajaran mendalam dan asesmen holistik. Penguatan kemitraan dengan orang tua, komunitas, dan dunia kerja. Pengembangan projek koding & AI secara menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang SD Muhammadiyah 1 Solo dalam merespons perubahan dunia pendidikan. Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan kompetensi masa depan, sekolah berupaya memastikan transformasi pembelajaran tetap berpijak pada nilai kemanusiaan: menghargai anak, memahami kebutuhannya, dan memberikan ruang bagi setiap murid untuk tumbuh serta berkembang secara optimal. (Sofyan)
Baca juga: Bulan Agustus, SD Muhammadiyah 1 Solo Borong 62 Prestasi Tingkat Kota hingga Nasional
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...








