GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Indri Astuti, S.IP., MH saat memberikan sambutan sekaligus membuka FLS3N SMA/SMK Wonogiri 2026. |
Ratusan Siswa Ikuti FLS3N SMA/SMK Wonogiri 2026, Seni Jadi Sarana Pengembangan Karakter
Wonogiri — majalahlarise.com - Pembukaan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMA/SMK sederajat tingkat Kabupaten Wonogiri tahun 2026 berlangsung khidmat di SMA Negeri 2 Wonogiri, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini dihadiri kepala sekolah, pengurus MGMP Seni dan Bahasa Indonesia, dewan juri, panitia, serta ratusan peserta dari berbagai sekolah.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Indri Astuti, S.IP., MH., menyampaikan pentingnya seni sebagai bagian integral dalam dunia pendidikan. Ia menguraikan pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, namun juga membentuk manusia yang utuh melalui penguatan kecerdasan emosional dan estetika.
“Pendidikan adalah tentang membentuk manusia yang utuh, dan seni menjadi bahasa universal yang mampu menembus batas kata-kata,” ujarnya.
Lebih lanjut, peserta diingatkan untuk tidak hanya berorientasi pada kemenangan, melainkan mengutamakan proses dalam berkarya. Dukungan kepala sekolah, guru, dan panitia turut diapresiasi atas komitmen dalam mengembangkan potensi siswa di tengah padatnya aktivitas akademik. Peran guru sebagai mentor dinilai sangat penting dalam mengantarkan siswa tampil optimal.
“Menang itu bonus, berkarya itu harus. Jadikan ajang ini sebagai ruang belajar dan inspirasi untuk terus berkembang,” tuturnya.
Ketua MKKS SMA Wonogiri, Sumanto, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari tuan rumah SMA Negeri 2 Wonogiri, dewan juri, hingga panitia yang mampu bersinergi dengan baik. Ia menilai kolaborasi antara SMA dan SMK menjadi kekuatan baru dalam penyelenggaraan FLS3N, sehingga mampu menghadirkan kompetisi yang lebih berkualitas.
“Mari kita melangkah dan berbenah, agar kegiatan ini semakin baik dan mampu melahirkan generasi berprestasi,” ujarnya,
Sementara itu, Ketua Panitia Ajie Ardriasworo, S.Pd, dalam laporannya menjelaskan FLS3N tahun ini diikuti oleh 27 sekolah dengan jumlah peserta mencapai 273 siswa yang telah terdaftar melalui portal resmi serta melombakan 16 cabang seni sesuai pedoman nasional.
Ia menambahkan, panitia menghadirkan dewan juri dari kalangan akademisi perguruan tinggi dan praktisi seni berpengalaman hingga tingkat provinsi guna menjamin penilaian yang objektif dan profesional. Dukungan dari Cabang Dinas Pendidikan, MKKS, MGMP, serta seluruh sekolah peserta turut menjadi faktor penting terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak dan berharap peserta dapat berkompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas serta menunjukkan kemampuan terbaik,” tuturnya. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Solo Gelar Semarak Hardiknas 2026, Perkuat Karakter dan Jiwa Wirausaha Siswa
Pendidikan
![]() |
| Siswa saat tampil dalam semarak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan tajuk Sound and Soul Festival (Suara dan Jiwa). |
SD Muhammadiyah 1 Solo Gelar Semarak Hardiknas 2026, Perkuat Karakter dan Jiwa Wirausaha Siswa
SOLO – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah 1 Solo menggelar semarak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan tajuk Sound and Soul Festival (Suara dan Jiwa). Kegiatan berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (27–28/4/2026), dengan melibatkan seluruh siswa serta kolaborasi aktif bersama wali murid.
Rangkaian kegiatan diisi beragam aktivitas edukatif dan kreatif, salah satunya Bazar Market Day yang digelar pada hari pertama. Melalui kegiatan ini, siswa diajak belajar berwirausaha sejak dini dengan praktik langsung menjual produk hasil kreativitas mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana penguatan karakter mandiri, kerja sama, dan tanggung jawab.
Kepala Sekolah Sri Sayekti menyampaikan semarak Hardiknas menjadi momentum penting dalam membentuk generasi hebat yang berkemajuan dan berkeadaban. Ia menguraikan pentingnya pembiasaan budaya positif sejak dini sebagai fondasi utama pendidikan.
“Maka, kita gelar semarak Hardiknas 2026 dengan lomba senam Indonesia sehat serta gerak dan lagu rukun sama teman. Terima kasih kepada wali murid yang telah berkolaborasi bersama sekolah melalui kegiatan bazar market day ini,” ujar Sri Sayekti.
Ia menjelaskan, gerakan “rukun sama teman” menjadi bagian dari upaya penguatan karakter siswa sekaligus pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Sekolah yang telah berdiri sejak 1935 tersebut terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
“Bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk membawa Indonesia menuju visi misi emas 2045. Dibutuhkan keseimbangan antara kesehatan mental, kekuatan raga, dan keluhuran budi pekerti atau akhlakul karimah,” jelasnya.
Berlokasi di Jalan Kartini No 1 Ketelan Barat, kawasan Pura Mangkunegaran, SD Muhammadiyah 1 Solo berkomitmen menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa. Sri Sayekti menyebut upaya tersebut membutuhkan kolaborasi kuat dari seluruh elemen pendidikan.
“Bukan tugas yang ringan dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan nilai kolaboratif yang kuat antara kepala sekolah, guru, murid, wali murid, dan seluruh warga satuan pendidikan,” tuturnya.
Dengan semangat “3B: Belajar, Berkarya, Berprestasi”, peringatan Hardiknas 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan generasi sejak dini yang kreatif, inovatif, serta memiliki daya saing global. Nilai kebersamaan juga terus ditanamkan agar tercipta hubungan harmonis antar siswa.
“Kita harus saling menjaga untuk berkembang bersama dan tumbuh menjadi generasi Indonesia hebat. Gerakan ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan tidak ada lagi jarak maupun permusuhan di antara sesama murid,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan pendampingan guru guna memastikan suasana tetap aman, tertib, dan bermakna. Para pendidik berharap kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga membentuk karakter siswa secara utuh.
“Berharap anak didik tidak hanya merasa senang dalam berkegiatan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang hebat, religius, cerdas, sehat, dan kreatif,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Prof. Mundzirin UMY Kunjungi PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Sinergikan Program Pengabdian Masyarakat
Pendidikan
![]() |
| Kunjungan silaturahim Prof. Mundzirin dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum. |
Prof. Mundzirin UMY Kunjungi PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Sinergikan Program Pengabdian Masyarakat
Boyolali – majalahlarise.com - Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai kunjungan silaturahim Prof. Mundzirin dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum pada Jumat, 24 April 2026. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi serta mempererat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Mundzirin hadir bersama Farhan Luthfi, S.Pd., M.Pd. serta Ust. Yanuar. Rombongan diterima langsung oleh Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Pujiono, didampingi Ust. Sahudi dan Ari Rosmawati, S.Pd., Kepala SMA. Pertemuan berlangsung akrab dan penuh semangat kolaborasi, mencerminkan komitmen bersama dalam mengembangkan program yang berdampak bagi masyarakat.
Prof. Mundzirin menyampaikan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pesantren.
“Kami melihat potensi besar yang dimiliki PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, terutama dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, kami ingin menghadirkan kontribusi nyata yang bisa dirasakan langsung oleh santri dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam perbincangan tersebut, kedua pihak menguraikan berbagai peluang kerja sama strategis. Mulai dari pendampingan pendidikan, penguatan literasi, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Selain itu, program pembinaan santri juga menjadi fokus utama agar mampu mencetak generasi yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.
Pujiono menyambut baik rencana sinergi tersebut. Ia mengatakan kerja sama dengan UMY diharapkan mampu memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan umat.
“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi ini. Harapannya, sinergi ini bisa berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi santri tetapi juga masyarakat sekitar pondok,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Jumat di masjid PonpesMU. Pada kesempatan tersebut, Ust. Muhammad Farhan, S.Pd., M.Pd. bertindak sebagai khatib sekaligus imam, menambah kekhidmatan suasana ibadah di lingkungan pondok.
Kunjungan ini menjadi langkah awal terbangunnya kerja sama produktif antara perguruan tinggi dan pesantren. Semangat ukhuwah, sinergi, dan kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu membuka peluang lahirnya berbagai program kemanfaatan yang lebih luas dalam rangka mencerdaskan umat serta memperkuat dakwah Islam berkemajuan. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Secara simbolis jalan sehat diberangkatkan oleh Rektor Prof. Dr. Farida Nugrahani bersama jajaran pimpinan universitas, didampingi Ketua Pembina YPPP Veteran beserta pengurus. |
Semarak Dies Natalis ke-58, Jalan Sehat Keluarga Univet Bantara Perkuat Kebersamaan Civitas Akademika
Sukoharjo – majalahlarise.com - Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-58 tahun 2026, Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menyelenggarakan kegiatan “Jalan Sehat Keluarga & Pengundian Hadiah/Doorprize” yang berlangsung meriah pada Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh dosen, karyawan, tenaga magang, serta keluarga besar kampus, dan secara simbolis diberangkatkan oleh Rektor Prof. Dr. Farida Nugrahani bersama jajaran pimpinan universitas, didampingi Ketua Pembina YPPP Veteran beserta pengurus.
Sejak pagi hari, peserta telah memadati titik kumpul di depan Gedung A kampus. Dengan mengenakan kaos resmi yang dibagikan panitia, dipadukan bawahan bernuansa gelap serta sepatu olahraga, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Bagi peserta perempuan yang mengenakan jilbab, panitia juga mengimbau penggunaan warna bernuansa pink sebagai identitas kebersamaan. Suasana kebersamaan begitu terasa saat seluruh peserta bersiap memulai rute jalan sehat yang telah ditentukan.
Rute jalan sehat menempuh jarak kurang lebih 3,5 kilometer, dimulai dari kampus Univet Bantara ke arah barat menuju lampu bangjo Univet, kemudian berlanjut ke selatan hingga kawasan PPAT Murtini. Perjalanan dilanjutkan ke arah timur menuju gudang penyimpanan barang bukti kejaksaan, kemudian ke utara hingga pertigaan, dan kembali ke arah barat menuju kampus sebagai titik finis. Sepanjang perjalanan, peserta menikmati suasana pagi sembari menjaga kebugaran tubuh, sekaligus mempererat interaksi antar anggota civitas akademika.
![]() |
| Doorprize hadiah utama dua sepeda motor yang telah disiapkan panitia. |
Usai menyelesaikan rute, peserta diarahkan untuk mengambil konsumsi yang telah disediakan panitia di depan kantor PMB, kemudian menikmati hidangan bersama di dalam auditorium. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat, mempertemukan dosen, karyawan, serta keluarga dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Kemeriahan kegiatan semakin terasa dengan adanya pengundian hadiah doorprize dengan hadiah utama dua sepeda motor yang telah disiapkan panitia. Sistem undian dilakukan berdasarkan nama yang telah didata sebelumnya, di mana setiap dosen dan karyawan memperoleh dua kesempatan undian, sementara peserta magang mendapatkan satu kesempatan. Khusus untuk hadiah utama, panitia menetapkan aturan bahwa pemenang wajib mengambil sendiri hadiah tersebut sesuai nama yang keluar dalam undian dan tidak dapat diwakilkan oleh pihak lain.
Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani menyampaikan kegiatan jalan sehat yang menjadi penutup rangkaian Dies Natalis ke-58 berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan. Seluruh rangkaian kegiatan dinilai sukses serta diharapkan memberikan dampak positif bagi perkembangan institusi ke depan.
“Kita berharap pada ulang tahun ke-58 ini, ke depan akan menjadi lebih baik, semakin diterima masyarakat, dan diminati,” ujarnya.
Ia juga menguraikan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana memperkuat nilai kekeluargaan di lingkungan kampus. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang penting kita tetap harus semangat, bersatu dalam satu doa dan satu upaya, jangan saling menyakiti dan iri terhadap sesama,” tuturnya.
Sebelum pemberangkatan jalah sehat, seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran acara sekaligus harapan akan masa depan yang lebih baik bagi Univet Bantara. Rektor juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang kuat, Univet Bantara akan terus berkembang dan mampu mencapai berbagai target yang telah ditetapkan. “Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita dan tujuan kita dapat tercapai dengan baik,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Seminar ICMI Sukoharjo Dorong UMKM Go Global, Hadirkan Tokoh Inspiratif dan Strategi Ekspor
Pendidikan
![]() |
| Siswa saat mengikuti kegiatan mitigasi bencana kebakaran di halaman sekolah. |
SMP Negeri 4 Wonogiri Gelar Mitigasi Bencana Kebakaran, Latih Kesiapsiagaan Seluruh Warga Sekolah
Wonogiri – majalahlarise.com - Dalam rangka menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), SMP Negeri 4 Wonogiri melaksanakan kegiatan mitigasi bencana kebakaran di halaman sekolah, Sabtu (25/4/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX, bersama guru serta tenaga administrasi sekolah sebagai bagian dari upaya membangun budaya siaga bencana di lingkungan pendidikan.
Kepala SMP Negeri 4 Wonogiri, Saleha, menjelaskan kegiatan mitigasi dilakukan melalui dua metode utama. “Mitigasi bencana kebakaran dilaksanakan dengan dua cara, pertama memadamkan api menggunakan kain tebal yang dibasahi, kedua menggunakan alat pemadam api ringan (APAR),” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, teknik pemadaman api terlebih dahulu diperagakan oleh guru yang telah memiliki keterampilan khusus. Selanjutnya, para murid diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung sebagai bentuk pembelajaran aktif. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari seluruh peserta.
Saleha menguraikan kegiatan ini tidak sekadar simulasi, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter tangguh bagi para murid.
“Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pelajaran mental sekaligus keterampilan mitigasi saat terjadi bencana kebakaran, sehingga seluruh warga sekolah memiliki kesiapsiagaan yang baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 4 Wonogiri berharap seluruh warga sekolah mampu memahami langkah-langkah penanganan awal saat terjadi kebakaran serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di lingkungan sekolah. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan rihlah Paguyuban Kelas 5B SD Muhammadiyah PK Banyudono yang digelar di Green Valley Bandungan. |
Rihlah Paguyuban Kelas 5B SD Muhammadiyah PK Banyudono ke Green Valley Bandungan, Pererat Silaturahmi Wali Murid dan Sekolah
Bandungan — majalahlarise.com — Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti kegiatan rihlah Paguyuban Kelas 5B SD Muhammadiyah PK Banyudono yang digelar di Green Valley Bandungan pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum berharga dalam mempererat hubungan antarwali murid sekaligus membangun sinergi yang harmonis antara orang tua, siswa, dan pihak sekolah. Dengan balutan suasana alam yang sejuk, peserta mengikuti rangkaian kegiatan outbound yang sarat kebersamaan, keceriaan, dan kekompakan.
Ketua paguyuban, Etik, menyampaikan kegiatan rihlah ini dirancang sebagai ruang interaksi yang lebih dekat antarwali murid. “Kami ingin menciptakan kebersamaan yang tidak hanya formal, tetapi juga hangat dan menyenangkan. Melalui outbound ini, wali murid bisa saling mengenal lebih dekat dan membangun komunikasi yang lebih baik,” tuturnya.
Kegiatan ini turut didampingi Guru Wali Kelas V, Maya Dwikartika, bersama Wulan yang senantiasa hadir mendampingi seluruh rangkaian acara. Kehadiran guru memberikan nuansa kekeluargaan yang semakin kuat, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih intens antara sekolah dan orang tua. Interaksi yang terbangun selama kegiatan berlangsung menjadi salah satu kekuatan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang suportif.
Kepala Sekolah, Pujiono, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan paguyuban kelas memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan peserta didik melalui kolaborasi yang selaras antara sekolah dan keluarga.
“Melalui kegiatan seperti ini, silaturahmi antar wali murid semakin erat, komunikasi dengan sekolah semakin baik, dan pada akhirnya berdampak positif bagi perkembangan anak-anak,” ujarnya.
Rihlah Paguyuban Kelas 5B ini berlangsung lancar dan penuh kegembiraan. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat rasa kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta membangun sinergi yang berkelanjutan dalam mendampingi pendidikan siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi paguyuban kelas lainnya dalam memperkuat ukhuwah dan kolaborasi demi kemajuan sekolah. (Sofyan)
Baca juga: SMP Negeri 2 Manyaran Gelar TOT Kesehatan Gigi dan Mulut, Cetak Agen Perubahan Remaja Sehat
Pendidikan
![]() |
| Narasumber drg. Mamik Pratiwi Yekti menguraikan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. |
SMP Negeri 2 Manyaran Gelar TOT Kesehatan Gigi dan Mulut, Cetak Agen Perubahan Remaja Sehat
Wonogiri – majalahlarise.com – SMP Negeri 2 Manyaran menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) Kesehatan Gigi dan Mulut sebagai upaya membentuk generasi remaja sehat dan tangguh. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menanamkan kesadaran sejak dini, dimulai dari hal kecil namun krusial, yakni menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan diikuti oleh perwakilan siswa kelas 7 dan kelas 8 yang dipersiapkan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Manyaran Dra. Siti Khumaidah Hidayati menyampaikan, program ini dirancang tidak sekadar memberikan pemahaman, namun juga membangun peran aktif siswa dalam menyebarkan edukasi kesehatan kepada teman sebaya.
“Kami berharap peserta yang mengikuti TOT ini mampu menjadi agen perubahan. Dari memahami proses menjaga kesehatan gigi dan mulut, kemudian mampu menerapkan pada diri sendiri, hingga menyebarkan ilmunya kepada teman-temannya melalui pembelajaran antar teman,” ujarnya.
Kegiatan menghadirkan narasumber drg. Mamik Pratiwi Yekti dari Puskesmas Kecamatan Manyaran yang memberikan materi secara komprehensif. Dalam paparannya, drg. Mamik menguraikan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ia juga mengingatkan, kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dengan benar dan rutin dapat mencegah berbagai masalah kesehatan di masa depan.
“Perawatan gigi dan mulut tidak bisa dianggap sepele. Jika tidak dijaga sejak dini, dampaknya bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami cara merawat gigi yang benar dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari,” jelasnya.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga dilengkapi dengan demonstrasi praktik menyikat gigi yang benar serta sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemaparan materi hingga praktik langsung yang dipandu oleh narasumber.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap terbentuk budaya hidup sehat di kalangan siswa yang berkelanjutan. Dengan pendekatan pembelajaran antar teman, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta TOT, tetapi dapat menyebar lebih luas di lingkungan sekolah, sehingga mampu menciptakan generasi remaja yang sehat, peduli, dan tangguh. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...







