GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Muhammad Fadli Rabbani, Gadang Akbar Sofyan Riskyananda, dan Rizky Achmad Ramadhan. |
Bareng Desainer 38 Negara, Karya Mahasiswa DKV ISI Surakarta Dipajang di Things That Almost Happened 2026
SURAKARTA - majalahlarise.com - Tiga mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), ISI Surakarta berhasil lolos kurasi dan memamerkan karya dalam ajang TTAH Things That Almost Happened 2026 - Virtual Exhibition yang digelar secara online di Irak.
Pameran internasional tersebut dibuka mulai 15 September 2026. Karya mahasiswa DKV ISI Surakarta bersanding dengan 308 karya dari 202 peserta yang berasal dari 38 negara, di antaranya Belarus, Yunani, China, Kolombia, Mesir, India, Ekuador, dan Hungaria.
Ketiga mahasiswa angkatan 2025 yang berhasil mengikuti pameran internasional tersebut yakni Muhammad Fadli Rabbani, Gadang Akbar Sofyan Riskyananda, dan Rizky Achmad Ramadhan. Ketiganya mengirimkan karya dalam kategori Desain Grafis yang kemudian dinyatakan lolos melalui tahapan kurasi.
Muhammad Fadli Rabbani menampilkan karya berjudul Crossed Line. Melalui digital illustration, karya tersebut menggambarkan dua siluet manusia yang berjalan melintasi garis-garis diagonal seperti zebra cross dengan arah berlawanan. Visual tersebut menyimbolkan dua takdir yang saling bersimpangan tanpa pernah benar-benar menyatu.
Sementara itu, Gadang Akbar Sofyan Riskyananda menghadirkan karya berjudul Start Now. Poster tersebut menggambarkan seseorang yang mendapatkan kesempatan, tetapi tidak segera mengambilnya ketika waktu terus berjalan. Kesempatan akhirnya berlalu dan meninggalkan orang tersebut.
Pesan serupa juga disampaikan melalui karya Think It milik Rizky Achmad Ramadhan. Karya tersebut menggambarkan konsekuensi ketika seseorang tidak segera mengambil kesempatan yang datang. Waktu yang terus bergerak dapat membuat kesempatan berlalu sehingga kegagalan mendapatkan kesempatan tersebut bisa berasal dari keputusan diri sendiri.
Dalam proses berkarya, ketiga mahasiswa mendapatkan pendampingan dari Basnendar Herry Prilosadoso, dosen Prodi DKV ISI Surakarta. Pendampingan dilakukan mulai dari pencarian ide, proses eksekusi, hingga penyelesaian karya.
Rizky Achmad Ramadhan yang mewakili kedua rekannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti pameran internasional tersebut.
"Kami sangat bersyukur akhirnya bisa mengikuti pameran internasional dan lolos kurasi. Ke depannya kami berharap bisa mengikuti lebih banyak pameran untuk terus mengeksplorasi kemampuan kami," ungkap Rizky.
Kepala Prodi DKV ISI Surakarta M Harun Rosyid Ridlo turut mendukung kiprah mahasiswa dalam berkarya dan mengikuti ajang internasional. Menurutnya, pencapaian tersebut dapat menjadi pengalaman sekaligus pemantik motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan karya dan mengikuti berbagai forum seni maupun desain di tingkat internasional.
Keikutsertaan tiga mahasiswa DKV ISI Surakarta dalam TTAH Things That Almost Happened 2026 menunjukkan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan visual sekaligus memperkenalkan karya mereka di tengah komunitas kreatif internasional.
Pameran virtual tersebut dapat diakses secara online melalui laman TTAH Things That Almost Happened 2026 - Virtual Exhibition. (Sofyan)
Baca juga: SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru
Pendidikan
Komunitas Belajar KoSP Kembali Gelar Berbagi Praktik Baik, Bedah TKA Jadi Fokus Diskusi
WONOGIRI - majalahlarise.com - Komunitas Belajar (Kombel) KoSP kembali menggelar kegiatan berbagi praktik baik antar kepala sekolah, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 1 Jatipurno tersebut menjadi ruang bagi para kepala sekolah untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, sekaligus membahas berbagai persoalan dalam pengelolaan sekolah.
Kombel KoSP terdiri atas kepala sekolah dari SMP Negeri 1 Baturetno, SMP Negeri 2 Baturetno, SMP Negeri 1 Giritontro, SMP Negeri 2 Giritontro, SMP Negeri 3 Jatisrono, SMP Negeri 1 Karangtengah, SMP Negeri 2 Slogohimo, dan SMP Negeri 1 Jatipurno.
Kegiatan berbagi praktik baik tersebut digelar secara rutin setiap tiga bulan. Forum ini dimanfaatkan para kepala sekolah untuk saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan sekolah, perkembangan pendidikan, serta berbagai hal yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan ucapan selamat datang dari Suwarto, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Jatipurno selaku tuan rumah.
Selanjutnya, Cundoko, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Baturetno, menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan pendidikan secara umum. Informasi tersebut menjadi bahan awal untuk memperkaya pembahasan dan diskusi antar anggota Kombel KoSP.
Agenda inti kegiatan diisi dengan diskusi dan bedah Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang disampaikan sekaligus dipandu oleh Anggit Joko Pratomo, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 3 Jatisrono.
Dalam pemaparannya, Anggit Joko Pratomo mengupas hasil TKA yang dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Para peserta diajak mencermati informasi hasil TKA serta mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan pemanfaatan data tersebut dalam konteks pendidikan.
“Melalui forum ini, kita tidak hanya melihat hasil TKA, tetapi juga mencoba memahami informasi yang tersedia secara bersama-sama sehingga tidak terjadi perbedaan pemahaman dalam menyikapinya,” ujar Anggit Joko Pratomo.
Diskusi berlangsung aktif. Para peserta secara proaktif menyampaikan pertanyaan, pendapat, dan pengalaman masing-masing. Perbedaan pandangan beberapa kali muncul dalam pembahasan, namun perdebatan berlangsung secara konstruktif hingga menemukan titik temu dan kesamaan persepsi.
Forum berbagi praktik baik ini tidak hanya menjadi sarana bertukar informasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar kepala sekolah dalam menghadapi berbagai perkembangan dan tantangan pendidikan.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.30 WIB dengan tercapainya kesamaan persepsi dan pemahaman para peserta mengenai TKA.
Melalui kegiatan yang digelar secara berkala tersebut, Kombel KoSP terus mendorong budaya belajar bersama di kalangan kepala sekolah, sehingga pengalaman dan praktik baik dari satu sekolah dapat menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah lainnya. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka Kreativitas Anak Sekolah Solo (KREASSO) 2026 di Terminal Tirtonadi, Surakarta, Selasa (22/9/2026). |
Wawali Astrid Widayani Buka KREASSO 2026, Gelorakan Seni Digital Anak Hebat Solo
Solo - majalahlarise.com - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka Kreativitas Anak Sekolah Solo (KREASSO) 2026 di Terminal Tirtonadi, Surakarta, Selasa (22/9/2026). Tahun ini, KREASSO mengangkat tema “Gelorakan Seni Digital Anak Hebat Solo”.
KREASSO 2026 menghadirkan 85 penampilan seni pelajar dan expo yang diikuti sekitar 20 peserta. Penampilan seni tersebut terdiri atas 29 peserta tingkat SD, 40 SMP, 12 SMA, serta empat sanggar seni.
Peserta KREASSO 2026 tidak hanya berasal dari Kota Surakarta. Sejumlah pelajar dari luar Solo juga turut ambil bagian, salah satunya SMA Pradita Dirgantara. Beragam karya ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari seni tradisi hingga karya kontemporer.
Dalam sambutannya, Astrid mengatakan perkembangan teknologi digital perlu diikuti kemampuan anak dalam memanfaatkannya sebagai ruang berkarya. Teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana konsumsi informasi, tetapi juga dapat menjadi media untuk berkreasi dan menghasilkan karya positif.
“Teknologi juga dapat menjadi ruang untuk berkreasi, berekspresi, berkarya, dan menghasilkan sesuatu yang positif. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan bersama dengan kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap seni serta budaya,” kata Astrid.
Menurut Astrid, KREASSO menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan karya di tengah perkembangan teknologi digital. Pelajar didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya kreatif.
“Melalui seni digital, anak-anak dapat menuangkan ide, imajinasi, dan gagasan dengan cara yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Astrid juga meminta pelajar memanfaatkan KREASSO bukan sekadar untuk tampil maupun berkompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pelajar untuk membangun kepercayaan diri, memperluas pertemanan, serta mendapatkan pengalaman baru.
“Jangan takut untuk berkarya, jangan takut untuk mencoba hal baru, dan jangan takut untuk menunjukkan kreativitas kalian. Tidak harus selalu sempurna. Yang paling penting adalah berani berproses, berani berekspresi, dan terus belajar,” pesan Astrid.
Pada pembukaan KREASSO 2026 juga dilakukan penyerahan karya dari MGMP Seni Budaya SMP Kota Surakarta oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta kepada Wakil Wali Kota Surakarta.
Selain menjadi peserta pertunjukan, pelajar turut dilibatkan dalam penyelenggaraan KREASSO sebagai panitia, pembawa acara hingga liaison officer (LO). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk melatih keberanian, kemandirian, kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan mengelola kegiatan.
KREASSO merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang ekspresi dan kreativitas pelajar di Kota Surakarta. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga expo karya serta berbagai aktivitas kreativitas pelajar.
Astrid berharap dukungan terhadap kreativitas pelajar tidak hanya datang dari sekolah, tetapi juga guru dan orang tua. Setiap anak memiliki potensi, bakat, dan cara masing-masing dalam berkarya sehingga perlu diberikan ruang untuk berkembang.
“Kami ingin anak-anak Surakarta tumbuh menjadi generasi yang kreatif, percaya diri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap memiliki karakter dan kecintaan terhadap seni dan budaya,” katanya.
Sementara itu, Koordinator KREASSO 2026 Joko Susilo mengatakan antusiasme pelajar tahun ini cukup tinggi. Jumlah pendaftar bahkan melebihi kapasitas yang disiapkan panitia. Pendaftaran yang awalnya direncanakan ditutup pada 20 Agustus akhirnya ditutup lebih awal.
Menurut Joko, proses kurasi dilakukan melalui Google Form dan pengumpulan video penampilan calon peserta. Setiap karya mendapat durasi maksimal 20 menit agar seluruh penampilan dapat terakomodasi dalam rangkaian kegiatan.
KREASSO 2026 digelar di Terminal Tirtonadi dan terbuka gratis untuk masyarakat umum. Masyarakat dapat menyaksikan langsung beragam karya dan penampilan pelajar yang ditampilkan sepanjang kegiatan.
KREASSO terus dikembangkan sebagai agenda kreativitas pelajar dari tahun ke tahun. Setiap penyelenggaraan menghadirkan tema dan konsep berbeda, sekaligus memberikan ruang bagi pelajar untuk menampilkan karya dan belajar terlibat langsung dalam pengelolaan kegiatan.
Melalui KREASSO 2026, ruang ekspresi pelajar dipadukan dengan perkembangan teknologi digital. Seni, kreativitas, karakter, dan pengalaman berorganisasi menjadi bagian dari proses pelajar untuk terus berkembang dan menghasilkan karya.(Mas Is/ Sofyan)
Komunitas
![]() |
| Tim angklung KJNI Kota Surakarta saat tampil di Solo Square. |
KJNI Kota Surakarta Perkuat Olahraga Masyarakat Lewat Harmoni Angklung
SOLO - majalahlarise.com - Suasana berbeda terlihat di Solo Square, Selasa (22/9/2026). Di tengah aktivitas masyarakat, lantunan suara angklung terdengar berpadu dalam sebuah penampilan yang menghadirkan keceriaan sekaligus kekompakan.
Para anggota Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Kota Surakarta tampil memainkan angklung. Bagi mereka, kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari aktivitas komunitas yang menjadi ruang untuk bersilaturahmi, menjaga kebugaran, sekaligus menyalurkan kreativitas.
Ketua KJNI Kota Surakarta, Dr. Ir. R. Ngt. Retno Setyowati, M.S., mengatakan penampilan angklung tersebut menjadi momentum membahagiakan bagi anggota setelah secara rutin berlatih dua kali dalam seminggu.
![]() |
| Tim angklung KJNI Kota Surakarta kompak dan harmonis saat memainkan alat musik angklung. |
“Alhamdulillah sekali, hari ini merupakan happy day bagi kami karena bisa tampil penuh kekompakan,” ujar Retno.
Kekompakan menjadi hal yang terasa dalam permainan angklung. Setiap anggota harus memainkan alat musik sesuai irama dan bagian masing-masing. Dari aktivitas sederhana tersebut tumbuh semangat kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan komunitas.
Bagi KJNI Kota Surakarta, olahraga masyarakat tidak selalu harus berlangsung dalam bentuk latihan fisik. Aktivitas seni dan budaya juga dapat menjadi ruang interaksi yang membuat anggota tetap aktif, kreatif, dan menikmati kebersamaan.
Retno menjelaskan KJNI merupakan organisasi yang berada di bawah KORMI (Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia) dan tetap menjalankan fokus kegiatan olahraga masyarakat, khususnya senam dan jalan nordik. Namun, aktivitas anggota kemudian berkembang dengan berbagai kegiatan lain seperti angklung, line dance hingga membaca pantun.
Kegiatan tersebut memperlihatkan cara komunitas mengemas olahraga masyarakat menjadi aktivitas yang menyenangkan. Setelah bergerak menjaga kebugaran, anggota memiliki ruang untuk berekspresi melalui seni dan kreativitas.
Tidak hanya mengembangkan kegiatan rutin, KJNI Kota Surakarta juga telah mendapatkan izin dari KORMI untuk menyelenggarakan perlombaan olahraga masyarakat. Konsepnya berbeda dengan kompetisi olahraga prestasi karena lebih diarahkan pada partisipasi, kebersamaan dan ketepatan dalam melakukan gerakan.
“Lombanya dalam bentuk olahraga masyarakat, misalnya jalan beregu dan ketepatan serta ayunan stick nordik yang benar. Jadi tetap berada pada koridor olahraga masyarakat,” ungkap Retno.
Bagi anggota KJNI, olahraga akhirnya tidak hanya tentang bergerak dan menjaga kondisi tubuh. Ada pertemanan, kegembiraan, seni dan kesempatan untuk terus aktif bersama.
Melalui perpaduan olahraga, seni dan budaya, KJNI Kota Surakarta membangun suasana komunitas yang dinamis. Angklung menjadi salah satu medium yang mempertemukan gerak, irama dan kebersamaan sebuah cara sederhana untuk menjaga semangat hidup aktif sekaligus menikmati kebahagiaan bersama. Ketepatan dalam teknik gerakan ayunan stick nordik dan langkah nordik. (Sofyan)
Baca juga: SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru
Prestasi
![]() |
| Dean Aprianto Wibowo berhasil menjadi Juara 1 IPS Terintegrasi, serta Siti Fatimah Azzahra meraih Juara Harapan 3 IPA Terintegrasi. |
MTs Negeri 5 Wonogiri Raih Prestasi OMI 2026, Dean Juara 1 IPS Terintegrasi dan Siti Fatimah Harapan 3 IPA
Wonogiri - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik MTs Negeri 5 Wonogiri. Dua siswa madrasah tersebut berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Jenjang MTs Tahun 2026 tingkat Kabupaten Wonogiri.
Dua prestasi tersebut diraih Dean Aprianto Wibowo yang berhasil menjadi Juara 1 IPS Terintegrasi, serta Siti Fatimah Azzahra yang meraih Juara Harapan 3 IPA Terintegrasi.
Prestasi tersebut menjadi capaian positif bagi MTs Negeri 5 Wonogiri yang berlokasi di Tawangrejo, Pagutan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Data resmi pendidikan Kemendikdasmen mencatat MTs Negeri 5 Wonogiri sebagai satuan pendidikan jenjang MTs berstatus negeri di bawah Kementerian Agama.
Keberhasilan Dean dan Siti Fatimah menunjukkan kemampuan siswa dalam mengikuti kompetisi akademik pada bidang yang berbeda. Dean berhasil menunjukkan kemampuan pada bidang IPS Terintegrasi, sedangkan Siti Fatimah berprestasi melalui bidang IPA Terintegrasi.
OMI menjadi salah satu ajang yang memberikan ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan akademik, penalaran, serta kompetensi sesuai bidang yang dilombakan.
Kepala MTs Negeri 5 Wonogiri, Umi Muslikhah, S.Ag., M.Pd menyampaikan capaian prestasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong siswa untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi pada berbagai tingkatan.
Sebelumnya, MTs Negeri 5 Wonogiri juga mencatat prestasi di bidang teknologi. Tim robotiknya meraih Juara 1 Madagascar Robotic Fair 2026 pada Mei lalu melalui tim yang salah satunya diperkuat Dean Aprianto Wibowo.
"Capaian tersebut memperlihatkan keberagaman potensi peserta didik MTs Negeri 5 Wonogiri, mulai dari bidang akademik hingga teknologi.
"Prestasi Dean Aprianto Wibowo dan Siti Fatimah Azzahra di OMI 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta mengukir prestasi sesuai minat dan bakat masing-masing," harapannya. (Sofyan)
Pendidikan
Lolos Kurasi Pameran Internasional, Karya Mahasiswa DKV ISI Surakarta Dipajang Bersama Karya dari 28 Negara
Surakarta - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Karya fotografi berjudul Blank in White karya Galih Satria Aprilio, mahasiswa angkatan 2025 asal Sukoharjo, berhasil lolos kurasi dalam Ruwaka Exhibition 2026 - NEOFORMAT.
Karya tersebut masuk dalam kategori Conceptual Photography dan dipamerkan bersama sekitar 300 karya dari peserta 28 negara. Sejumlah negara yang turut berpartisipasi di antaranya Turki, Malaysia, Ukraina, Polandia, Hong Kong, Mesir, Meksiko, dan beberapa negara lainnya.
Ruwaka Exhibition 2026 - NEOFORMAT diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Catur Insan Cendikia (UCIC) Cirebon. Pameran internasional tersebut dipusatkan di area Kampus 1 UCIC, Jalan Kesambi Nomor 202 D, Kota Cirebon, selama dua hari, 19-20 September 2026.
Pameran tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan karya kepada khalayak umum dengan menghadirkan inovasi, edukasi, serta gagasan kreatif. Beragam karya ditampilkan, mulai dari lukisan, karya berbasis teknologi artificial intelligence (AI), suvenir, fotografi, hingga karya seni lainnya.
Melalui NEOFORMAT, penyelenggara juga menghadirkan ruang seni yang mendorong masyarakat untuk melihat perkembangan teknologi AI secara lebih terbuka. Teknologi tersebut tidak hanya dipandang sebagai tantangan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses kreatif dan bersinergi dengan manusia untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.
Galih menjelaskan, karya Blank in White merefleksikan ketegangan antara kreativitas manusia dan laju produksi digital yang semakin cepat.
"Karya ini menggambarkan sebuah sosok yang seluruh tubuhnya tertutup warna putih, monitor kosong, dan buku sketsa yang dipenuhi gambar pensil. Elemen tersebut melambangkan sikap menarik diri, kelelahan kreatif, serta kemungkinan untuk menemukan kembali proses kreatif," jelas Galih dalam rilis yang dikirim.
Menurut Galih, karya tersebut tidak bermaksud menolak kecerdasan buatan maupun perkembangan teknologi. Sebaliknya, karya fotografi itu mempertanyakan ketergantungan manusia terhadap proses kreatif yang serba instan.
"Karya ini mengajak kita untuk berhenti sejenak, menjauh dari tekanan visual, dan menjaga ruang untuk berpikir, mengeksplorasi, serta berkreasi melalui proses kita sendiri," ujarnya.
Galih mengaku tidak menyangka karya fotografi pertamanya yang diikutsertakan dalam pameran internasional dapat lolos kurasi dan dipamerkan bersama karya dari berbagai negara.
"Karya fotografi yang lolos kurasi dan dipamerkan di tingkat internasional ini menjadi capaian prestasi yang tidak saya sangka bakal lolos kurasi. Ini merupakan karya fotografi pertama yang saya ikut sertakan dalam pameran internasional," ungkapnya.
Ia berharap karya Blank in White dapat dinikmati oleh berbagai kalangan sekaligus memberikan sudut pandang lain mengenai fotografi dan proses kreatif di tengah perkembangan teknologi.
"Selanjutnya saya berharap karya ini bisa dilihat oleh semua kalangan dan memberikan sudut pandang lain dari karya fotografi tersebut," tambah Galih.
Sementara itu, dosen Program Studi DKV FSRD ISI Surakarta sekaligus dosen pembimbing, Basnendar Herry Prilosadoso, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Galih. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam pameran nasional maupun internasional dapat menjadi pengalaman penting untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membangun motivasi berkarya.
"Dengan mengikuti kegiatan pameran di tingkat nasional maupun internasional diharapkan mahasiswa dapat termotivasi untuk selalu berkarya dan berprestasi untuk meningkatkan kompetensi," ujar Basnendar.
Keberhasilan Galih melalui Blank in White menunjukkan ruang pengembangan kreativitas mahasiswa DKV tidak hanya berada di lingkungan kampus, tetapi juga dapat berkembang melalui forum pameran yang mempertemukan karya mahasiswa dengan publik dan peserta dari berbagai negara. (Sofyan)
Baca juga: PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Borong Tiga Juara 1 MAPSI Kabupaten Boyolali
Pendidikan
![]() |
| Siswa saat mewarnai media gerabah. |
Murid Kelas II SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Eksplorasi Alam dan Sains di Salatiga Eco Park
Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 82 murid kelas II SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip edukatif di Salatiga Eco Park (SAE), Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi murid untuk belajar secara langsung melalui pengalaman di alam terbuka.
Mengusung tema "Eco Adventure: Explore, Learn, and Grow Together", kegiatan dirancang sebagai pembelajaran kontekstual di luar kelas. Melalui kegiatan tersebut, murid diajak memperkaya wawasan, mengembangkan keterampilan, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama melalui berbagai aktivitas edukatif.
Koordinator Tim Kelas II, Rini Dewi Puspitasari, menyampaikan pembelajaran berbasis pengalaman langsung penting bagi tumbuh kembang anak usia sekolah dasar.
"Melalui kegiatan field trip ini, para murid tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga belajar secara nyata, aktif, dan bermakna di alam terbuka. Harapan kami, pengalaman yang didapat hari ini dapat menumbuhkan kepedulian lingkungan serta membentuk sikap mandiri serta mampu bekerja sama," terangnya.
Rombongan berangkat dari sekolah pukul 07.30 WIB dan menempuh perjalanan kurang lebih dua jam menuju Salatiga Eco Park. Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan senam pagi bersama Tim Pemandu SAE. Aktivitas tersebut dilakukan untuk membangun kesiapan dan semangat murid sebelum mengikuti berbagai kegiatan edukatif.
Selanjutnya, murid mengikuti mini workshop kerajinan selama satu jam. Kegiatan dibagi dalam tiga fokus, yakni mewarnai media gerabah, membuat clay dari tanah, serta meracik lilin aromaterapi.
Berbagai aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk melatih koordinasi motorik, ketelitian dan kreativitas. Murid juga dikenalkan pada pemanfaatan bahan-bahan yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar.
Petualangan kemudian berlanjut melalui mini outbound dengan menelusuri berbagai zona edukasi. Murid diperkenalkan dengan tanaman rempah, proses pembuatan jamu, budidaya ikan, serta diajak berinteraksi langsung dengan sejumlah satwa seperti rusa, kelinci, domba, dan burung.
Tidak hanya belajar tentang lingkungan hidup, murid juga mengeksplorasi museum sains. Di tempat tersebut, mereka dapat mencoba berbagai peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara interaktif sehingga konsep sains dapat dipelajari melalui pengalaman langsung.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan di area art work. Murid melihat pemanfaatan barang bekas menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika. Mereka juga mencoba berbagai permainan tradisional berbahan kayu yang melatih ketangkasan sekaligus kerja sama dalam kelompok.
Keceriaan mengikuti kegiatan turut dirasakan Feisya Anindira Yudanto, salah satu murid kelas II. Ia mengaku senang dapat mengikuti berbagai aktivitas selama berada di Salatiga Eco Park.
"Seru sekali, kita bisa mencoba berbagai jenis permainan dan diajak berkeliling kebun untuk mensyukuri nikmat Allah Swt.," ucapnya.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para murid membersihkan diri, melaksanakan ibadah salat, dan makan siang bersama. Rombongan kemudian meninggalkan Salatiga Eco Park pada pukul 14.00 WIB untuk kembali ke Kota Solo.
Melalui field trip tersebut, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan alam, lingkungan, sains, seni, dan aktivitas kelompok. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses tumbuh kembang murid dalam membangun rasa ingin tahu, kreativitas, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan bekerja sama.(Sofyan)
Baca juga: SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...








