GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
News
![]() |
| Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangan, Mulyadi saat menyampaikan sambutan. |
Anggota DPRD Jateng, Mulyadi dan Anggota DPRD Wonogiri Zakaria Anan Fachruzi Hadiri Rasulan Dusun Gunungan, Dorong Kekompakan dan Perjuangkan Aspirasi Warga
Wonogiri - majalahlarise.com - Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangan, Mulyadi, bersama Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri Fraksi PDI Perjuangan, Zakaria Anan Fachruzi, menghadiri acara Rasulan atau Bersih Dusun di Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Minggu malam (14/6/2026). Kegiatan yang digelar di Balai Dusun Gunungan tersebut berlangsung meriah dan menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat dengan para wakil rakyat.
Dalam sambutannya, Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh warga Dusun Gunungan yang tetap menjaga kekompakan dalam pelaksanaan kegiatan desa. Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan di tingkat desa.
“Saya mengapresiasi kepanitiaan dan kekompakan warga. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dijaga karena menjadi kekuatan masyarakat dalam membangun desa,” ujarnya.
![]() |
| Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri Fraksi PDI Perjuangan, Zakaria Anan Fachruzi memberi apresiasi kepada kepala dusun Gunungan Niki Utami. |
Mulyadi juga menyoroti kondisi pembangunan di tengah kebijakan pemangkasan anggaran yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Meski terdapat berbagai keterbatasan, ia menjelaskan masih ada sejumlah program yang dapat dipertahankan dan diperjuangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Alhamdulillah masih ada program yang bisa dipertahankan sehingga pembangunan dan kebutuhan masyarakat tetap dapat diperhatikan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Mulyadi memberi perhatian khusus terhadap persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk Dusun Gunungan. Ia meminta masyarakat bersama pemerintah desa segera melengkapi data yang belum terverifikasi agar dapat masuk dalam usulan program bantuan.
“Rumah tidak layak huni ini menjadi prioritas yang harus kita perjuangkan bersama. Data yang belum masuk atau belum terverifikasi harus segera dilengkapi supaya bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Mulyadi mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa maupun para ketua RT. Menurutnya, sinergi yang baik akan memudahkan berbagai program pembangunan dan bantuan sosial tersalurkan secara tepat sasaran.
“Yang saya inginkan adalah kebersamaan dan saling membantu. Melalui kekompakan warga serta dukungan para ketua RT, berbagai kebutuhan masyarakat dapat kita perjuangkan bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Zakaria Anan Fachruzi, mengawali sambutannya dengan menyapa warga dan mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan. Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama agar masyarakat dapat terus beraktivitas dan berpartisipasi dalam pembangunan desa.
“Kalau sehat maka semuanya bisa berjalan dengan baik. Karena itu kesehatan menjadi hal yang sangat penting bagi kita semua,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa mas Anan juga mengapresiasi semangat kebersamaan yang selama ini terus dipelihara masyarakat Dusun Gunungan. Ia menilai kegiatan yang melibatkan warga secara langsung, seperti kerja bakti dan agenda sosial kemasyarakatan, menjadi bukti nyata kepedulian terhadap lingkungan dan kemajuan desa.
“Yang paling penting adalah kebersamaan warga. Dengan kebersamaan, berbagai kebutuhan dan persoalan bisa diselesaikan bersama-sama,” katanya.
Selain itu, Anan menjelaskan berbagai aspirasi yang telah disampaikan masyarakat akan terus diperjuangkan melalui jalur pemerintahan sesuai kewenangan yang ada. Ia memastikan usulan pembangunan dan kebutuhan warga akan ditindaklanjuti secara bertahap.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Anan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat Dusun Gunungan dalam berbagai kebutuhan pembangunan dan sosial kemasyarakatan. “Kami pastikan akan tetap bersama warga masyarakat. Apa pun yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat akan terus kami perjuangkan,” pungkasnya. (Sofyan)
Kabar Desa
![]() |
| Hiburan campursari Sekar Kemuning. |
Tradisi Rasulan Dusun Gunungan, Desa Gunungan Manyaran Meriah, Warga Lestarikan Budaya dan Perkuat Gotong Royong
WONOGIRI - majalahlarise.com - Warga Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, menggelar tradisi Rasulan atau Bersih Dusun dengan meriah pada Minggu malam (14/6/2026) di Balai Dusun Gunungan. Kegiatan tahunan yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan berbagai berkah yang diterima tersebut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mulyadi dan Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Zakaria Anan Fachruzi dimeriahkan penampilan Tarian Gugur Gunung Suko Pari Suko serta hiburan campursari Sekar Kemuning.
Kepala Dusun Gunungan, Niki Utami, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan berkah yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, kesuburan lahan pertanian dan hasil panen yang baik merupakan anugerah yang patut disyukuri bersama melalui pelaksanaan Bersih Dusun yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Kami mengadakan syukuran Bersih Dusun sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah dan hasil panen yang diberikan kepada warga Dusun Gunungan,” ujar Niki Utami.
Dalam sambutannya, Niki Utami menjelaskan kegiatan Bersih Dusun tidak hanya diisi doa bersama, tetapi juga menjadi momentum memanjatkan harapan agar masyarakat senantiasa memperoleh keberkahan, keselamatan, dan hasil panen yang melimpah pada masa mendatang.
“Mudah-mudahan warga Dusun Gunungan selalu diberikan keberkahan, rezeki yang baik, dan hasil panen yang melimpah,” katanya.
![]() |
| Tarian Gugur Gunung Suko Pari Suko. |
Ia juga mengajak masyarakat memaknai bersih dusun sebagai upaya membersihkan hati, pikiran, dan niat agar kehidupan bermasyarakat semakin harmonis. “Bersih dusun juga mengandung makna membersihkan diri agar hati, pikiran, dan tujuan hidup kita menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Niki Utami berharap semangat kebersamaan, kerukunan, dan gotong royong terus terpelihara di tengah masyarakat. Menurutnya, kemajuan dusun hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh warga.
“Mari kita terus menjaga kerukunan dan gotong royong demi kemajuan Dusun Gunungan agar masyarakat semakin sejahtera,” tuturnya.
Pada akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga yang telah mendukung terselenggaranya acara serta mengajak masyarakat menikmati hiburan campursari sebagai bagian dari kemeriahan Rasulan.
Sementara itu, Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti, mengajak seluruh warga menjadikan Bersih Dusun sebagai sarana memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT. Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan juga momentum mempererat kebersamaan masyarakat.
![]() |
| Warga beserta para perangkat dan tokoh masyarakat Dusun Gunungan, Desa Gunungan. |
“Yang namanya Bersih Dusun ini adalah ucapan terima kasih. Bila kita menjalani kehidupan dengan syukur kepada Allah SWT, maka rezeki akan semakin bertambah,” ujarnya.
Widi Hastuti juga memberikan apresiasi kepada seluruh warga yang selama ini menjaga kerukunan dan mendukung berbagai kegiatan desa. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, persatuan, serta suasana yang kondusif demi mendukung pembangunan desa.
“Semoga semuanya baik-baik saja dan seluruh kegiatan yang kita laksanakan dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya di hadapan warga yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa menjelaskan pentingnya menjaga adat istiadat yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, keberlangsungan tradisi Bersih Dusun menjadi bukti kuatnya komitmen masyarakat dalam melestarikan budaya lokal yang memiliki nilai luhur serta mampu mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Adat yang telah diwariskan ini sangat mengingatkan kita untuk terus menjaga dan melestarikannya,” katanya.
Menutup sambutannya, Widi Hastuti memberikan apresiasi kepada panitia, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang terus menguri-uri budaya desa. Ia menilai semangat gotong royong masyarakat menjadi faktor penting yang membuat tradisi Bersih Dusun tetap lestari hingga saat ini.
“Apresiasi yang sangat luar biasa karena selama bertahun-tahun adat ini selalu dilestarikan. Terima kasih kepada seluruh warga yang terus menjaga tradisi ini,” pungkasnya. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Pemberangkatan peserta jalan sehat Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo. |
Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo Meriah, Perkuat Sinergi Keluarga dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Berakhlak
SOLO - majalahlarise.com - Ratusan peserta memadati halaman SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, dalam kegiatan Family Day 2026 yang berlangsung meriah pada Minggu (14/6/2026). Acara yang mengusung tema “Bersama Keluarga, Membangun Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia” ini menjadi penutup tahun pelajaran 2025/2026 sekaligus momentum mempererat hubungan antara sekolah, siswa, dan orang tua.
Kegiatan Family Day mendapat dukungan dari berbagai sponsor, di antaranya Bank Mandiri, Bank BSI, Bank BSN, Bank BPD Syariah, Ace Group, CV Utama Jasa Teknik, FKIP UMS, Al Ikhlas, dan Toko Snack. Acara juga dihadiri Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Surakarta Eni Idayati, jajaran Komite Sekolah, Majelis Pendidikan Muhammadiyah Kota Surakarta Kartono, guru, karyawan, orang tua siswa, calon siswa baru, serta masyarakat sekitar.
Beragam kegiatan digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari Jalan Sehat Keluarga, bazar, pentas seni, hingga pembagian puluhan doorprize. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari ketika keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Solo mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menghadirkan suasana kebersamaan dan kegembiraan.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sayekti, dalam sambutannya menyampaikan Family Day merupakan wujud kebersamaan seluruh keluarga besar sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1935. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penutup proses pembelajaran selama satu tahun ajaran.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi pendidikan anak-anak,” ujar Sayekti.
Ia menjelaskan keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi memerlukan dukungan penuh dari keluarga. Karena itu, Family Day menjadi sarana membangun kolaborasi yang semakin erat antara guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan anak.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan sinergi antara guru, siswa, dan orang tua. Melalui kegiatan Family Day 2026, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang suportif serta memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan bakat dan kreativitasnya bersama keluarga,” jelasnya.
Salah satu penampilan yang menyita perhatian pengunjung adalah kolaborasi siswa kelas 2 bersama ekstrakurikuler karawitan dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam pertunjukan bertajuk Sirnaning Angkoro Murko. Pentas tersebut menampilkan dalang cilik Adeka Sang Narendra dari kelas 2B, putra Ki Anom Dwijo Kangko Dwi Kurniawati, dengan pembina Ki Agung Sudarwanto dan penata iringan Bima Sakti Nugraha. Pertunjukan semakin menarik dengan dukungan grup karawitan sekolah serta sinden remaja Rahesta Deka Candradewi, putri dari pesinden kondang Dwi Kurniawati.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Tarno, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak sehingga sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu terus diperkuat.
“Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan kepedulian sosial yang kuat,” kata Tarno membacakan sambutan Wali Kota.
Ia juga menjelaskan kegiatan jalan sehat menjadi sarana membudayakan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan keluarga. Adapun bazar yang digelar mampu menumbuhkan kreativitas serta jiwa kewirausahaan, sedangkan pentas seni menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat dan potensi mereka.
“Melalui kegiatan jalan sehat ini, kita diajak untuk membudayakan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antar anggota keluarga. Bazar yang diselenggarakan menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Tarno, mendukung berbagai kegiatan pendidikan yang mampu membentuk karakter generasi muda secara menyeluruh. Ia berharap SD Muhammadiyah 1 Solo terus menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi unggul, berprestasi, mencintai budaya, serta memiliki akhlak mulia.
“Kami berharap SD Muhammadiyah 1 Solo terus menjadi sekolah yang melahirkan generasi berprestasi, berakhlak mulia, cinta budaya, serta siap menghadapi masa depan dengan optimisme,” pungkasnya.
Kegiatan Family Day 2026 tidak hanya menjadi ajang rekreasi dan hiburan bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Solo, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi yang cerdas, kreatif, sehat, dan berkarakter melalui kolaborasi yang harmonis antara sekolah dan keluarga. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Diklat DSD (Dewan Sugli Daerah) HW Boyolali di halaman Ponpes Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum. |
Mudir Ponpes Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum dan Kwarda HW Boyolali Lepas Diklat DSD, Cetak Kader Pemimpin Berkarakter Islami
BOYOLALI - majalahlarise.com - Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum Canden, Sambi, Boyolali, Ustadz Pujiono bersama Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Boyolali, Ramanda Mustamik, secara resmi melepas peserta Diklat DSD (Dewan Sugli Daerah) HW Boyolali di halaman Ponpes Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum, Ahad (14/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Juni 2026 tersebut diikuti kader-kader Hizbul Wathan dari berbagai wilayah di Kabupaten Boyolali. Diklat DSD diselenggarakan sebagai upaya menyiapkan calon pemimpin kepanduan yang tangguh, berkarakter, disiplin, serta memiliki landasan keislaman yang kuat.
Dalam tausiyah pembukaan, Ustadz Pujiono mengajak seluruh peserta untuk membangun kekuatan diri sebagai kader Muhammadiyah dan kader Hizbul Wathan. Menurutnya, seorang kader harus memiliki kesiapan jasmani, rohani, mental, dan spiritual agar mampu menjalankan amanah serta menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat.
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Kader Hizbul Wathan harus dipersiapkan menjadi generasi yang sehat, kuat secara jasmani, rohani, mental, dan spiritual sehingga mampu menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan sebagai organisasi otonom Muhammadiyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui berbagai kegiatan kepanduan, peserta dibina menjadi pribadi yang dapat dipercaya, jujur, disiplin, serta memiliki kesucian hati dan pikiran sesuai nilai-nilai yang diajarkan dalam Hizbul Wathan.
“Karena itu ikutilah seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ambil ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diberikan selama diklat agar dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kwarda HW Boyolali Ramanda Mustamik memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan mengikuti diklat secara maksimal. Ia mengingatkan peserta untuk tidak sekadar hadir, tetapi aktif mengikuti seluruh proses pembelajaran dan pelatihan yang telah disiapkan panitia.
“Ikutilah kegiatan ini dengan serius. Jangan hanya pindah tidur. Manfaatkan setiap materi, diskusi, dan latihan yang diberikan agar benar-benar memperoleh manfaat untuk diri sendiri maupun organisasi,” kata Ramanda Mustamik di hadapan peserta.
Kegiatan Diklat DSD HW Boyolali menghadirkan instruktur berpengalaman dari Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kehadiran para instruktur tersebut diharapkan mampu memberikan bekal kepemimpinan, keterampilan kepanduan, serta wawasan keislaman kepada para peserta sebagai calon pemimpin Hizbul Wathan di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, Kwarda Hizbul Wathan Boyolali berharap lahir kader-kader pemimpin yang berintegritas, berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian tinggi untuk Persyarikatan Muhammadiyah, umat, bangsa, dan negara. Semangat kepanduan yang berpadu dengan nilai-nilai Islam diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk terus menebarkan manfaat dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing. (Sofyan)
Baca juga: Raih Rata-Rata TKA Jauh Melampaui Nasional, SD Muhammadiyah PK Solo Lepas 54 Murid
Pendidikan
![]() |
| 54 murid kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo. |
Raih Rata-Rata TKA Jauh Melampaui Nasional, SD Muhammadiyah PK Solo Lepas 54 Murid
Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 54 murid kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan akhirussanah di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (13/6/2026).
Mengusung tema “Menggapai Cita-Cita dengan Akhlak Mulia”, kegiatan tersebut dihadiri Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo Mohamad Ali, Pengawas Gugus IV Slamet Riyadi Issufiah Dwi Nuryati, Komite dan Ketua Tim Pengembang Perguruan Muhammadiyah Kottabarat, Basuki Haryono, Ketua POSSMA Rochmadin Manshur, serta pimpinan KB-TK Aisyiyah, SMP, dan SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Solo.
Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, menyampaikan apresiasi kepada orang tua murid atas dukungan dan doa yang diberikan selama proses pendidikan.
Menurutnya, pada semester II tahun ajaran 2025/2026, sekolah berhasil meraih predikat Sekolah Unggul Utama dari Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, predikat Platinum Implementasi International Class Program (ICP) dari Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah, serta ditunjuk sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
“Kelulusan hari ini bukan akhir dari segalanya, tetapi gerbang awal menuju proses belajar yang sesungguhnya. Jagalah akhlak dan adab di mana pun berada,” pesannya.
Dalam kegiatan tersebut, sekolah juga memberikan penghargaan kepada murid berprestasi. Murid kelas VI angkatan ke-21 berhasil mengoleksi 180 prestasi, terdiri atas 70 prestasi dari kelas VI A dan 110 prestasi dari kelas VI B.
Penghargaan diberikan kepada peraih prestasi terbanyak, peraih nilai 100 Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ), lima besar nilai PSAJ, peraih nilai 100 Tes Kemampuan Akademik (TKA), sepuluh besar rata-rata nilai TKA, serta lima besar transkrip nilai kelulusan tahun ajaran 2025/2026.
Pengawas Gugus IV Slamet Riyadi, Issufiah Dwi Nuryati, menyampaikan apresiasi atas capaian sekolah yang berhasil mengumpulkan 826 prestasi selama tahun ajaran 2025/2026.
Selain itu, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo mencatat rata-rata nilai TKA sekolah sebesar 80,94, dengan rincian Bahasa Indonesia 87,67 dan Matematika 74,20. Nilai tersebut melampaui rata-rata nasional TKA jenjang SD.
“Selalu berpegang teguh kepada Allah Swt., hormati orang tua, dan jadilah alumni yang menjaga nama baik sekolah,” pesannya kepada para murid.
Akhirussanah juga diwarnai peluncuran dua buku karya murid berjudul Mesin Waktu di Laci Kelas karya murid kelas VI dan Jejak Kata Pantun Bermakna karya murid kelas V.
Acara dilanjutkan dengan prosesi pengalungan samir, serah terima murid dari pihak sekolah kepada komite kelas VI, penyampaian kata pamit, serta penyerahan kenang-kenangan.
Salah satu murid berprestasi, Gerrard Prajnadhira Agung, mengaku bersyukur berhasil meraih predikat peraih prestasi terbanyak sekaligus nilai 100 TKA Matematika.
“Selama enam tahun di SD Muhammadiyah PK, saya berhasil meraih 42 prestasi. Semua ini berkat doa orang tua dan pendampingan ustaz-ustazah,” ujarnya. (Sofyan)
Olahraga
![]() |
| Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti saat memberikan sambutan pada Turnamen Bola Voli Cup 3 Dusun Gunungan, Desa Gunungan Kecamatan Manyaran. |
Turnamen Bola Voli OTASA Cup 3 Dusun Gunungan Manyaran Resmi Dibuka, Warga Antusias Dukung Lahirnya Atlet Berprestasi
WONOGIRI - majalahlarise.com - Turnamen Bola Voli OTASA Cup 3 Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri resmi dibuka oleh Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti, di Lapangan Bola Voli Sugiyo Tresno Dusun Gunungan, Sabtu malam (13/6/2026). Kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan ketiga ini berlangsung meriah dengan pembagian doorprize berupa satu sak gabah kering serta diikuti empat tim tangguh yang siap bersaing secara sportif.
Ratusan warga tampak memadati area lapangan untuk menyaksikan pembukaan turnamen. Suasana penuh semangat terlihat dari antusiasme masyarakat yang memberikan dukungan kepada para peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan gotong royong warga Dusun Gunungan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunungan Widi Hastuti menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang terus menjaga semangat olahraga di lingkungan desa. Ia mengaku baru pada pelaksanaan ketiga ini dapat hadir secara langsung dan melihat perkembangan fasilitas olahraga yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.
![]() |
| Pertandingan tim perangkat Desa Gunungan melawan tim karangtaruna dusun Gunungan. |
“Luar biasa sekali. Ternyata warga Dusun Gunungan ini orang-orang yang tangguh dan semangat membangun lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, semangat masyarakat dalam membangun sarana olahraga patut diapresiasi. Sebelumnya warga telah memiliki lapangan bulu tangkis di balai dusun, kemudian berhasil membangun lapangan bola voli yang kini menjadi kebanggaan bersama. Keberadaan fasilitas tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pembinaan olahraga di tingkat dusun.
Widi Hastuti menjelaskan keberhasilan pembangunan fasilitas olahraga tidak lepas dari peran seluruh elemen masyarakat. Para pemuda, bapak-bapak, ibu-ibu hingga anak-anak turut memberikan dukungan dalam berbagai bentuk sehingga lapangan bola voli dapat terwujud dan dimanfaatkan bersama.
Ia berharap lapangan bola voli tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat pertandingan atau hiburan semata, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda. Regenerasi atlet dinilai penting agar semangat olahraga yang telah tumbuh dapat terus berlanjut pada generasi berikutnya.
“Harus ada generasi penerus. Sayang sekali kalau sudah membangun lapangan bola voli tetapi tidak ada yang melanjutkan,” katanya.
Lebih lanjut, Widi mengingatkan pembangunan lapangan memerlukan biaya, tenaga, dan kerja sama yang tidak sedikit. Karena itu, seluruh warga diharapkan menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ia juga menaruh harapan besar agar dari Dusun Gunungan lahir atlet-atlet berbakat yang mampu berprestasi di berbagai ajang olahraga. Menurutnya, kesempatan tersebut sangat terbuka apabila generasi muda terus berlatih dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia dengan baik.
“Harapan kami nanti tumbuh atlet-atlet yang muncul dari Dusun Gunungan ini,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Widi Hastuti mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta Turnamen Bola Voli Cup 3 Dusun Gunungan. Ia mengajak seluruh pemain untuk menjunjung tinggi sportivitas, menjaga persaudaraan, dan menjadikan turnamen sebagai momentum memperkuat kebersamaan warga.
“Saya mengucapkan selamat bertanding, jaga selalu sportivitas, dan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa antara panitia dan seluruh warga Dusun Gunungan,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar PK Fest 2026, Ajang Kreativitas dan Inovasi Siswa
Pendidikan
![]() |
| Tampilan pentas seniPK Fest 2026. |
SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar PK Fest 2026, Ajang Kreativitas dan Inovasi Siswa
Solo - majalahlarise.com - SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar PK Fest 2026 pada Sabtu (13/6/2026) di lingkungan sekolah. PK Fest menghadirkan beragam kegiatan mulai dari perlombaan akademik dan nonakademik, pameran produk, bazar kewirausahaan, hingga pentas seni.
PK Fest 2026 dirancang sebagai ajang aktualisasi potensi sekaligus motivasi bagi siswa di akhir tahun pembelajaran. Berbagai lomba seperti olimpiade, film pendek, tahfiz, hingga game online turut meramaikan kegiatan yang diikuti pelajar tingkat SMP/MTs. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah pameran inovasi dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran yang dikemas secara edukatif dan inspiratif.
Humas SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Hendro Susilo, M.Pd., menyampaikan bahwa PK Fest 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Road to One Decade” sekolah. “Kegiatan ini menghadirkan lomba untuk siswa SMP/MTs se-Solo Raya, serta pameran produk pendidikan dari siswa kelas XI yang mengikuti program Sit In University. Dari program tersebut, siswa menghasilkan produk inovasi berbasis pengalaman kuliah, seperti aplikasi E-Count dari bidang ekonomi dan bisnis,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga memberi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi diri, berkreasi, dan berinovasi melalui karya nyata. Sementara itu, siswa kelas X menampilkan hasil proyek kewirausahaan yang telah mereka rancang sejak awal pembelajaran.
Guru pembimbing proyek kewirausahaan kelas X, Siami Kostimawati, menegaskan pentingnya pendidikan kewirausahaan sejak dini. “Siswa belajar mulai dari perencanaan ide, implementasi, manajemen anggaran, hingga promosi dan penjualan. PK Fest menjadi momentum bagi mereka untuk memasarkan produk melalui bazar,” jelasnya. Produk yang ditampilkan didominasi olahan makanan dan minuman yang sesuai dengan selera remaja.
Selain pameran dan lomba, PK Fest 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni seperti tari saman dan musik, serta peluncuran tiga buku karya siswa, yakni Transformasi Fungsi Masjid di Kota Surakarta, Katalisator Muda: Berdaya dengan Karya dan Inovasi, serta antologi cerpen Memorabilia.
Ketua Komite SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Rudi Setyohadi, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus menandai usia satu dekade sekolah. “Kami mengucapkan selamat atas 10 tahun berdirinya SMA Muhammadiyah PK Kottabarat. Prestasi yang diraih sangat luar biasa dan menjadi bukti kualitas sebagai sekolah unggulan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar PK Fest menjadi momentum peningkatan kualitas di masa mendatang. “PK Fest adalah bukti karya luar biasa. Memasuki dekade kedua, kita siap melangkah lebih maju,” katanya.
PK Fest 2026 diharapkan menjadi ruang inspiratif bagi siswa untuk terus berprestasi, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan semangat inovatif bagi generasi muda. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta lomba untuk meraih “golden ticket” masuk SPMB SMA Muhammadiyah PK Kottabarat bagi juara pertama. (Sofyan)
Baca juga: Prestasi Gemilang, Dua Siswi SMK Warga Surakarta Raih Juara I Lomba Video Tingkat Perguruan Tinggi
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...














