Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, Denis Zulkan Pradika, di PT Bara Alam Utama, Desa Lebak Budi, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.



    KKN Mandiri UNIVET BANTARA 2026 Dorong Penerapan BUDAYA 5R di PT Bara Alam Utama Lahat

    Lahat - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo kembali mendorong kontribusi mahasiswa melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Tahun 2026. Salah satu kegiatan dilaksanakan mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, Denis Zulkan Pradika, di PT Bara Alam Utama, Desa Lebak Budi, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Rabu (5/8/2026).

    Kegiatan KKN tersebut mengusung tema “Univet Berdampak: Sinergi Kampus dan Masyarakat dalam Mengoptimalkan Potensi Lokal dan Produk Unggulan Daerah melalui Inovasi dan Kolaborasi”. Melalui tema tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi juga mengidentifikasi kebutuhan di lapangan dan memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuan yang dimiliki.

    Dalam pelaksanaan KKN Mandiri di PT Bara Alam Utama, Denis mengangkat kegiatan bertajuk “Langkah Kecil Untuk Perubahan Besar Penerapan Budaya 5R Untuk Mewujudkan Tempat Kerja Yang Aman, Bersih, Rapi, Efisien Dan Produktif Melalui Pelatihan Dan Implementasi 5R”.

    Pemilihan budaya 5R sebagai fokus kegiatan dilakukan setelah mahasiswa berdiskusi dengan pihak perusahaan, khususnya bagian K3. Dari hasil diskusi tersebut, penerapan budaya 5R dinilai relevan untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman, bersih, tertata, efisien, dan produktif.


    Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui dua tahapan, yakni pelatihan dan pendampingan implementasi 5R. Karyawan bagian K3 menjadi sasaran kegiatan karena memiliki peran penting dalam mendukung penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perusahaan.

    Selain menjadi peserta pelatihan, karyawan bagian K3 juga diproyeksikan sebagai penggerak dan role model penerapan budaya 5R di lingkungan internal PT Bara Alam Utama. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tidak berhenti pada saat pelatihan, tetapi diharapkan dapat diteruskan melalui penerapan secara konsisten di area kerja masing-masing.

    Denis Zulkan Pradika menjelaskan, kegiatan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan perusahaan. Sebelum pelaksanaan, dirinya melakukan komunikasi dan diskusi dengan pihak perusahaan untuk mengetahui kebutuhan yang dapat dikolaborasikan melalui kegiatan KKN Mandiri.

    “Agenda kegiatan ini sesuai dengan kebutuhan perusahaan setelah berdiskusi dengan pihak perusahaan pada Bagian K3. Agenda dimulai dengan melaksanakan pelatihan dan dilanjutkan dengan pendampingan implementasi 5R oleh mahasiswa KKN, dengan peserta karyawan bagian K3 sebagai sasaran utama yang nantinya diproyeksikan sebagai penggerak dan role model budaya 5R di internal perusahaan,” jelas Denis.


    Menurut Denis, penerapan 5R di tempat kerja membutuhkan keterlibatan seluruh unsur yang ada di lingkungan perusahaan. Karena itu, keberadaan karyawan bagian K3 diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak dalam membangun kebiasaan kerja yang lebih tertib dan konsisten.

    Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kondisi nyata di lingkungan kerja.

    Denis menyampaikan apresiasi kepada PT Bara Alam Utama yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo untuk melaksanakan agenda KKN Mandiri Tahun 2026.

    “Terima kasih kepada pihak perusahaan yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo dalam menjalankan agenda KKN Mandiri tahun 2026 untuk melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pilar pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

    Apresiasi juga disampaikan kepada Dosen Pembimbing Lapangan, Nur Ani, S.K.M., M.K.K.K., yang telah memberikan bimbingan kepada mahasiswa selama menjalankan tahapan kegiatan KKN.

    Bagi Denis, dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan agar program yang dirancang dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

    Dia berharap materi pelatihan dan pendampingan implementasi 5R dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari para karyawan. Penerapan secara konsisten diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif yang mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, bersih, rapi, efisien, sekaligus produktif.

    Sementara itu, HR Section Head PT Bara Alam Utama, Alberta Perdana, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo. Menurutnya, pelatihan dan pendampingan implementasi 5R memberikan tambahan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan karyawan dalam mendukung budaya kerja di perusahaan.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Sdr. Denis Zulkan Pradika dan Univet Bantara yang telah berkenan memberikan pelatihan dan pendampingan implementasi 5R di PT Bara Alam Utama,” ujar Alberta.

    Dia berharap karyawan bagian K3 dapat menyerap ilmu dan manfaat dari kegiatan tersebut. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak hanya menjadi materi pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam aktivitas kerja.

    Menurut Alberta, bagian K3 memiliki posisi strategis dalam mendorong penerapan budaya 5R. Dengan adanya penggerak di lingkungan kerja, penerapan 5R diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

    “Dengan terlaksananya agenda ini kami berharap seluruh karyawan melalui bagian K3 dapat memulai dan konsisten menerapkan 5R di area kerja masing-masing, sehingga tercipta budaya kerja 5R di lingkungan perusahaan,” jelasnya.

    Kegiatan KKN Mandiri Univet Bantara di PT Bara Alam Utama tersebut menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam menerapkan ilmu, tetapi juga turut memberikan kontribusi terhadap upaya peningkatan budaya kerja di lingkungan perusahaan.

    Penerapan budaya 5R diharapkan dapat menjadi kebiasaan bersama, dimulai dari langkah-langkah sederhana di lingkungan kerja dan dilakukan secara konsisten. Semangat tersebut sejalan dengan gagasan “Langkah Kecil Untuk Perubahan Besar” yang menjadi dasar kegiatan KKN Mandiri Denis Zulkan Pradika.

    Melalui kegiatan tersebut, Univet Bantara Sukoharjo menunjukkan komitmen untuk menghadirkan program KKN yang memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia kerja. (Sofyan)

    Konten kreator Ari dan Yosep Heri saat menikmati sajian kepala kambing utuh kuah tengkleng gongso.


    Kepala Kambing Utuh Jadi Menu Baru Kambing Guling Aprilia, Daging Moprol dengan Bumbu Tengkleng Gongso

    Wonogiri - majalahlarise.com - Jangan kaget jika melihat satu kepala kambing utuh tersaji di atas meja makan. Di Kambing Guling Aprilia, bagian kepala yang selama ini belum banyak dimanfaatkan justru disulap menjadi menu menarik dengan kuah tengkleng gongso.

    Owner Kambing Guling Aprilia, Mulyoko, mengatakan ide tersebut berawal dari banyaknya kepala kambing yang belum dimanfaatkan. Dalam sehari, restoran miliknya dapat memotong sekitar 25 hingga 45 ekor kambing.

    “Awalnya kami berpikir bagaimana kepala kambing ini bisa dimanfaatkan. Akhirnya bersama teman-teman content creator kami mencari ide supaya kepala kambing bisa menjadi menu yang menarik dan mempunyai nilai jual,” jelas Mulyoko.

    Untuk mengenalkan menu baru tersebut, Kambing Guling Aprilia menggelar kompetisi content creator pada 7–11 September 2026. Peserta cukup datang ke restoran, mencantumkan nama, nomor HP, dan akun media sosial, kemudian menikmati hidangan secara gratis dengan syarat mengunggah konten di TikTok maupun Instagram.

    Sensasi menikmati kepala kambing utuh ternyata mendapat respons positif. Yosep Heri, warga Wonogiri, menyebut rasa manis dan rempahnya pas. Hal yang paling disukainya, daging kambing tidak menimbulkan bau prengus.

    “Rasanya luar biasa. Manisnya terasa, rempahnya juga pas. Yang paling penting tidak ada bau prengus kambing,” kata Yosep.

    Ari, warga Wonogiri lainnya, punya pengalaman berbeda. Ia menyukai daging yang mudah terlepas atau “moprol”, dengan bumbu yang meresap hingga daging dan kulit. Lidah serta telinga menjadi bagian favoritnya karena teksturnya renyah dan kremes.

    Menu ini ditawarkan sekitar Rp 80 ribu untuk tipe A dan Rp100 ribu untuk tipe B. Paket Rp100 ribu sudah mendapatkan empat porsi nasi dan empat minuman, ditambah nasi serta kerupuk gratis.

    Bagi Mulyoko, kepala kambing utuh bukan sekadar menu baru. Inovasi tersebut menjadi cara memanfaatkan bagian kambing sekaligus menghadirkan pengalaman kuliner berbeda bagi pelanggan.

    Selain kepala kambing utuh, Kambing Guling Aprilia juga menyediakan kambing guling, sate, tengkleng, tongseng, dan berbagai olahan kambing lainnya. (Sofyan)


    Baca juga: Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI Kenalkan Laboratorium kepada Mahasiswa Baru 2026

     


    Dosen DKV ISI Surakarta Jadi Juri Lomba Desain Poster PEKSIMINAS XVIII 2026 di Universitas Jember

    Jember - majalahlarise.com - Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, dipercaya menjadi salah satu juri Tangkai Lomba Desain Poster dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur.

    Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan jejaring akademik sekaligus pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui keterlibatan dalam kegiatan nasional, dosen diharapkan terus membangun jejaring dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam bidang seni dan desain komunikasi visual.

    PEKSIMINAS merupakan ajang kompetisi seni mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI).

    Pada penyelenggaraan ke-18 tahun 2026, Pengurus Provinsi BPSMI Jawa Timur dipercaya menjadi tuan rumah untuk ketiga kalinya. Kegiatan dipusatkan di Universitas Jember pada 7-11 September 2026 dengan mengusung tema “PEKSIMINAS Bergerak, Seni Berdampak”.

    Sekitar 34 provinsi hadir membawa keberagaman seni dan budaya masing-masing daerah. Ratusan mahasiswa berkompetisi dalam 15 tangkai lomba seni. Setiap kontingen provinsi merupakan hasil seleksi berjenjang melalui Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA).

    Pada Tangkai Lomba Desain Poster, tiga juri yang bertugas terdiri atas Sufiana dari Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS), Basnendar Herry Prilosadoso dari ISI Surakarta, dan Ida Ayu Dwita Krisna Ari dari ISI Bali. Ketiganya melakukan penilaian terhadap karya 28 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai provinsi.

    Koordinator Juri Desain Poster, Sufiana, menjelaskan subtema yang diangkat dalam lomba tersebut adalah “Tradisi Lintas Zaman: Menembus Batas, Memberi Dampak.”

    “Penyelenggaraan tangkai lomba Desain Poster berada di Fakultas Farmasi Universitas Jember. Mahasiswa perwakilan dari 28 provinsi mengikuti lomba selama dua hari pelaksanaan,” jelasnya dalam rilis.

    Rangkaian lomba diawali dengan kegiatan observasi peserta di sekitar Alun-Alun Jember. Observasi tersebut menjadi bagian dari proses peserta memperoleh referensi dan menggali ide sebelum menuangkannya ke dalam karya desain poster.

    Pada hari berikutnya, peserta mengerjakan desain poster secara digital di Aula Fakultas Farmasi Universitas Jember. Dengan menggunakan beragam perangkat dan perangkat lunak desain, para peserta tampak antusias menuangkan ide serta gagasan kreatif mereka.

    Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, meliputi kesesuaian tema, orisinalitas tema, isi dan penyampaian tema, serta kualitas visual desain.

    Basnendar Herry Prilosadoso mengatakan keikutsertaan dalam PEKSIMINAS tidak semata-mata harus dipandang sebagai ajang kompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan insan seni untuk saling belajar, bertukar informasi, serta membangun jejaring.

    “Dalam PEKSIMINAS tahun ini diharapkan tidak hanya berkompetisi, namun dampak dan peluang untuk saling belajar, berbagi informasi serta berjejaring antar peserta lebih utama untuk ke depannya,” ungkap Basnendar.

    Ia menilai forum nasional seperti PEKSIMINAS memiliki nilai penting bagi pengembangan mahasiswa maupun dosen karena mempertemukan berbagai latar belakang, gagasan, pendekatan kreatif, serta keberagaman seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

    Hasil Tangkai Lomba Desain Poster diumumkan dalam acara penutupan PEKSIMINAS XVIII 2026 di Auditorium Universitas Jember, Jumat (11/9/2026).

    Juara 1 diraih Chika Yutha Cahyacetta dari Yogyakarta. Juara 2 diraih M. Indrajit dari Jambi, sedangkan Juara 3 diraih Daven Edberto Budiawan dari Jawa Timur.

    Sementara itu, Juara Harapan 1 diraih Pande Made Dwi Hasta Wiguna dari Bali, Juara Harapan 2 diraih Radja Daffa Ramadhani dari Jawa Tengah, dan Juara Harapan 3 diraih Devarra Hannah Jasmine Rachel Putri dari Kalimantan Timur.

    Keterlibatan Basnendar sebagai juri sekaligus dosen DKV FSRD ISI Surakarta menunjukkan peran akademisi dalam mendukung pengembangan ekosistem seni dan desain di tingkat nasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi dan jejaring antarpelaku pendidikan seni di Indonesia.(Sofyan)


    Baca juga: Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI Kenalkan Laboratorium kepada Mahasiswa Baru 2026




    Mahasiswa bersama warga melakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah kandang ternak milik warga.


    Mahasiswa KKN 38 Univet Bantara Gelar Sosialisasi Sanitasi Kandang dan Disinfektan Gratis di Dusun Ngadiroyo

    Wonogiri - majalahlarise.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 38 Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar sosialisasi sanitasi kandang ternak sekaligus penyemprotan disinfektan gratis bagi warga Dusun Ngadiroyo, Wonogiri. Kegiatan ini menjadi salah satu program pengabdian kepada masyarakat selama pelaksanaan KKN pada 3 Agustus hingga 17 September 2026.

    Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang dan lingkungan peternakan. Sebagian besar warga Dusun Ngadiroyo memiliki hewan ternak seperti sapi, kambing, dan unggas yang dipelihara di sekitar permukiman.

    Kondisi kandang yang kurang terawat dapat menjadi sumber penyakit bagi hewan ternak sekaligus berpotensi mengganggu kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Univet Bantara berinisiatif memberikan edukasi sekaligus aksi nyata melalui sosialisasi sanitasi kandang dan penyemprotan disinfektan.


    Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada warga mengenai cara menjaga kebersihan kandang dengan baik dan benar. Materi yang disampaikan meliputi pengaturan sirkulasi udara, pengelolaan dan pembuangan kotoran ternak, serta pentingnya penyemprotan disinfektan secara berkala.

    Mahasiswa menyampaikan materi dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh warga dalam melakukan perawatan kandang ternak.

    Setelah sosialisasi, mahasiswa bersama warga melakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah kandang ternak milik warga secara gratis. Penyemprotan dilakukan di wilayah RT 01, RT 02, dan RT 03 Dusun Ngadiroyo.


    Kegiatan mendapat respons positif dari masyarakat. Warga antusias mengikuti sosialisasi sekaligus memanfaatkan layanan penyemprotan disinfektan gratis karena sebagian masyarakat masih membutuhkan informasi mengenai perawatan kandang dan manfaat sanitasi secara rutin.

    Salah satu perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan kandang.

    “Kami berharap melalui sosialisasi ini warga semakin memahami pentingnya sanitasi kandang. Kebersihan kandang perlu dijaga secara rutin agar ternak tetap sehat dan lingkungan sekitar juga lebih bersih,” ujarnya.

    Kepala Desa Ngadiroyo, Mulyono, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Univet Bantara. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama warga yang memiliki ternak.

    Mulyono mengapresiasi mahasiswa yang tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga terjun langsung membantu warga melakukan penyemprotan disinfektan.

    “Kami menyambut baik kegiatan mahasiswa KKN ini. Program seperti sanitasi kandang dan penyemprotan disinfektan sangat bermanfaat bagi warga karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepedulian sosial, serta penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan masyarakat.

    Pelaksanaan program didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Bambang Nur Cahyaningrum, S.E., M.M.

    Adapun anggota kelompok KKN yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Aulia Pisesa Waluyaning Pratami, Dewi Permadani, Ratih Oktafiya, Nisa Aulia Cantikningtyas, Muhammad Ikhsan Nur Dzikri, Pramudya Chesta Adabi, Ellsa Nur Fitrianingrum, Nisrina Nurul Aziizah, Vita Anggraini Putri, dan Biyass Nuzua Madani.

    Melalui program sosialisasi sanitasi kandang dan penyemprotan disinfektan gratis tersebut, mahasiswa KKN 38 Univet Bantara berharap kesadaran masyarakat Dusun Ngadiroyo terhadap kebersihan lingkungan peternakan semakin meningkat. Program ini juga diharapkan mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih sehat serta mendukung produktivitas peternakan masyarakat. (Sofyan)





    Kajian Bulanan AUM PonpesMu Manafiul Ulum Sambi Perkuat Sinergi

    Boyolali – majalahlarise.com – Dalam rangka memperkuat sinergi dan soliditas antar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), PonpesMu Manafiul Ulum Sambi menggelar Kajian Bulanan AUM sekaligus koordinasi bersama seluruh unit pendidikan di bawah koordinasi PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Jumat (11/9/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Aula Masjid PonpesMu Manafiul Ulum Sambi tersebut diikuti unsur pimpinan dan guru dari TK Aisyiyah PK Sambi, SD Muhammadiyah PK Sambi, SMP Muhammadiyah Manafiul Ulum, dan SMA Muhammadiyah Manafiul Ulum.

    Kajian perdana menghadirkan Mudir PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Pujiono, sebagai narasumber. Dalam kajiannya, Pujiono mengajak seluruh unsur AUM membangun budaya kerja bersama yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan masing-masing unit, tetapi juga memiliki visi untuk memajukan institusi secara keseluruhan.

    Mengusung tema “Bersinergi Menguatkan Institusi, Mencerahkan Generasi, Membangun Negeri”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat komunikasi, serta membangun kolaborasi antar unit pendidikan.

    “Sinergi bukan sekadar bekerja bersama, tetapi menyatukan potensi, visi, dan langkah untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Ketika semua AUM bergerak dalam satu irama, maka institusi akan semakin kuat dan manfaatnya semakin luas,” pesannya.

    Pujiono juga mengajak seluruh guru menjadikan forum kajian bulanan sebagai ruang yang lebih luas, tidak hanya untuk kegiatan pengajian, tetapi juga sebagai sarana refleksi, koordinasi, evaluasi, dan penguatan gerakan.

    “Kajian bulanan ini jangan hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin. Jadikan forum ini sebagai ruang untuk saling menguatkan, mengevaluasi langkah yang sudah dilakukan, dan menyusun gerakan bersama agar setiap unit dapat berkembang secara beriringan,” jelasnya.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala TK Aisyiyah PK Sambi Mulyati, Kepala SD Muhammadiyah PK Sambi Murni Hidayati, Kepala SMP Muhammadiyah Manafiul Ulum Muh. Ahmad Yasin, serta segenap guru SMA Muhammadiyah Manafiul Ulum.

    Kajian bulanan AUM ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu mempererat ukhuwah, menyatukan langkah, dan menghidupkan budaya kolaborasi di lingkungan PonpesMu Manafiul Ulum Sambi.

    Melalui sinergi yang semakin kuat, seluruh AUM di bawah PonpesMu Manafiul Ulum Sambi diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang mencerahkan, melahirkan generasi berkarakter, serta memberikan kontribusi nyata dalam membangun negeri. (Sofyan)


    Baca juga: Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI Kenalkan Laboratorium kepada Mahasiswa Baru 2026

    Mahasiswa baru diajak berkeliling sekaligus mencoba secara langsung berbagai fasilitas laboratorium yang dimiliki Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI. 


    Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI Kenalkan Laboratorium kepada Mahasiswa Baru 2026

    Solo – majalahlarise.com – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kegiatan pengenalan laboratorium bagi mahasiswa baru angkatan 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kampus I UNISRI, Kamis (10/9/2026), tersebut bertujuan memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa mengenai berbagai fasilitas penunjang praktik yang akan digunakan selama perkuliahan.

    Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru diajak berkeliling sekaligus mencoba secara langsung berbagai fasilitas laboratorium yang dimiliki Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI. Fasilitas tersebut meliputi Laboratorium Broadcasting, Laboratorium Jurnalistik, Laboratorium Advertising, dan Laboratorium Public Relations.

    Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI, Buddy Riyanto, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan pengenalan laboratorium sejak awal perkuliahan penting untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai pembelajaran berbasis praktik.

    “Laboratorium adalah ruang praktik bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Melalui fasilitas ini mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung praktik membuat konten, siaran, produksi video, hingga simulasi kegiatan PR. Di era digital saat ini, kemampuan praktik sangat dibutuhkan agar lulusan kami siap kerja dan siap bersaing di industri media, creative industry, maupun dunia corporate,” jelasnya.

    Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan broadcasting, seperti kamera, lighting, serta software editing. Mereka mendapatkan gambaran mengenai proses produksi konten untuk media sosial dan podcast, sekaligus mempraktikkan teknik dasar public speaking di studio.

    Menurut Buddy Riyanto, penguatan keterampilan praktik menjadi salah satu perhatian Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan industri komunikasi yang terus berkembang.

    “Kami ingin mahasiswa sejak semester awal sudah terbiasa dengan tools dan workflow di dunia kerja. Dengan begitu ketika magang maupun lulus nanti, mereka sudah memiliki portofolio dan pengalaman praktik yang cukup,” tambahnya.

    Antusiasme mahasiswa baru terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, mengamati proses kerja, serta mencoba sejumlah peralatan yang tersedia di laboratorium.

    Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa baru lebih siap mengikuti mata kuliah berbasis praktik sekaligus mendorong mereka menghasilkan karya komunikasi yang kreatif dan berdampak.

    Program Studi Ilmu Komunikasi UNISRI mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam bidang jurnalistik, broadcasting, public relations, periklanan, dan komunikasi digital. Dengan dukungan fasilitas laboratorium serta dosen praktisi, Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI berkomitmen mencetak lulusan komunikator yang profesional dan berkarakter. (Sofyan)


    Baca juga: CSR Inklusi Dorong Dunia Usaha Bangun Ekosistem Seni Disabilitas Berkelanjutan

    Batman saat ikut periksa kesehatan gigi.


    Batman Pun Sakit Gigi, Sanggar Bhineka Gelar Pemeriksaan dan Pengobatan Gigi Gratis

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Ada yang menarik dalam kegiatan memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional di Sanggar Bhineka Kabupaten Sukoharjo. Sejumlah relawan tampil mengenakan kostum superhero, mulai dari Batman hingga Spiderman, untuk mendampingi anak-anak yatim dan duafa menjalani pemeriksaan serta pengobatan gigi gratis.

    Kegiatan bertajuk “Kesehatan Gigi Milik Semua Anak Indonesia” tersebut digelar Sanggar Bhineka pada Jumat (11/9/2026), sehari menjelang peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional yang jatuh pada 12 September. Kegiatan menghadirkan dokter gigi Rina Wahyu Utami dari Esem Dental Care beserta tim.

    Sekitar 21 orang yang terdiri atas anak-anak yatim dan duafa murid Sanggar Bhineka serta guru dan relawan sanggar mengikuti pemeriksaan dan pengobatan gigi secara gratis.

    Pendiri Sanggar Bhineka, Danar, mengatakan penggunaan kostum superhero sengaja dilakukan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus mengurangi rasa takut anak saat menjalani pemeriksaan gigi.

    Anak-anak yatim dan duafa murid Sanggar Bhineka serta guru dan relawan sanggar mengikuti pemeriksaan dan pengobatan gigi secara gratis.


    “Para relawan Sanggar Bhineka sengaja memakai kostum superhero supaya anak-anak tidak takut periksa gigi. Bahkan, jika ada yang perlu cabut gigi, ada anak yang sampai dipangku oleh Spiderman. Cara ini ternyata sungguh efektif,” ujar Danar.

    Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kesetaraan akses kesehatan gigi bagi seluruh anak Indonesia, termasuk anak-anak yatim korban Covid-19 yang kehilangan orang tua.

    “Kami menghadirkan dokter gigi ini untuk menyatakan kesetaraan kesehatan gigi adalah milik semua anak Indonesia, termasuk para anak yatim korban Covid-19. Karena mungkin setelah tidak memiliki orang tua akibat Covid-19, mereka kurang memperhatikan kesehatan giginya,” jelasnya.

    Menariknya, para superhero yang bertugas mendampingi anak-anak ternyata tidak luput dari pemeriksaan. Danar yang mengenakan kostum Batman juga ikut diperiksa kondisi giginya. Hasilnya cukup mengejutkan karena beberapa giginya mengalami kerusakan dan berlubang.

    Batman pun ternyata bisa sakit gigi. Momen tersebut menjadi bagian menarik dalam kegiatan yang dikemas dengan suasana ceria agar anak-anak tidak lagi menganggap pemeriksaan gigi sebagai sesuatu yang menakutkan.

    Dokter gigi Rina Wahyu Utami, pemilik Esem Dental Care, mengatakan kegiatan tidak hanya berupa pemeriksaan dan pengobatan, tetapi diawali dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

    “Hari ini selain pemeriksaan gigi dan pengobatan gigi, kami juga memberikan edukasi tentang kesehatan gigi terlebih dahulu. Tadi beberapa anak ada yang perlu dilakukan pencabutan gigi dan pengobatan karena giginya rusak dan berlubang. Salah satu penyebabnya karena banyak yang sering mengonsumsi makanan manis secara berlebihan,” ungkapnya.

    Rina berharap edukasi yang diberikan dapat membuat anak-anak memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini, termasuk membatasi konsumsi makanan dan minuman manis serta rutin memeriksakan gigi.

    Salah satu peserta, Fahri, 9 tahun, anak yatim korban Covid-19, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan sudah lama tidak memeriksakan giginya sejak ayahnya meninggal dunia akibat Covid-19.

    “Sudah lama sekali saya tidak periksa gigi sejak ayah meninggal karena Covid-19. Dulu ayah suka menemani Fahri saat periksa ke dokter gigi. Hari ini Fahri senang sekali karena ternyata gigi Fahri lumayan sehat,” tuturnya.

    Kegembiraan juga dirasakan Alka, anak duafa yang tinggal di lingkungan sekitar Sanggar Bhineka. Ia sempat merasa takut sebelum menjalani pemeriksaan karena mengira akan langsung disuntik.

    “Awalnya takut karena saya kira nanti disuntik. Saya takut jarum suntik. Ternyata tidak seperti yang saya bayangkan,” ujar Alka.

    Danar menambahkan, kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis tersebut akan menjadi kegiatan yang dilakukan secara rutin oleh Sanggar Bhineka.

    “Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan oleh Sanggar Bhineka supaya adik-adik murid sanggar sehat semua,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Perkuat Karakter dan Kolaborasi, Murid Kelas III SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Field Trip Edukatif


Top