Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan workshop tersebut relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM di tengah perkembangan ekosistem digital.


    Workshop UMKM Soloraya Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar

    Surakarta - majalahlarise.com - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Soloraya mengikuti Workshop UMKM bertajuk Transformasi Digital Marketing dengan AI yang digelar Kerabat UMKM Soloraya bersama Astra Credit Companies (ACC) di Pendopo Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

    Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan workshop tersebut relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM di tengah perkembangan ekosistem digital. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi perlu diiringi kewaspadaan terhadap berbagai risiko di lingkungan usaha, termasuk potensi kebakaran, khususnya saat musim kemarau.

    “Pelaku UMKM perlu terus meningkatkan keterampilan menghadapi perkembangan digital. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap sumber api di rumah maupun tempat usaha juga penting, terutama saat musim kemarau,” ujar Astrid.


    Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Astrid, mengapresiasi kolaborasi ACC melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bersama komunitas UMKM. Edukasi dan peningkatan kapasitas tersebut dinilai dapat membantu pelaku usaha beradaptasi, meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

    Dalam workshop, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan bisnis. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari ide konten, menyusun strategi promosi, menentukan kalimat pemasaran, membuat caption, membaca tren pasar, hingga memahami karakter konsumen berdasarkan wilayah, usia, gender, dan segmen pasar.

    Pelaku UMKM juga diingatkan tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Merek, karakter produk, pemahaman terhadap konsumen, serta kehadiran di media sosial, marketplace, dan toko digital menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pemasaran. Pemerintah Kota Surakarta menegaskan AI sebaiknya ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas dan karakter pelaku usaha.

    Kekuatan UMKM, menurut Astrid, tetap terletak pada cerita, keunikan produk, dan karakter pemilik usaha. Teknologi kemudian digunakan untuk memperkuat potensi tersebut sehingga produk lokal semakin mudah dikenal dan memiliki daya saing lebih luas.


    Ketua Kerabat UMKM Soloraya, Joko Purnomo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk belajar dan membangun kolaborasi. Kegiatan itu juga merupakan tindak lanjut dari fasilitasi ASI Astra dan Kecamatan Pasar Kliwon.

    “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada acara hari ini. Mudah-mudahan bisa terus berlanjut secara berkelanjutan melalui kegiatan belajar dan sosialisasi bersama,” kata Joko.

    Selain mengikuti materi, peserta dapat melihat berbagai produk UMKM yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Sejumlah produk bahkan baru diketahui peserta berasal dari Kota Solo dan wilayah sekitarnya. Joko berharap kegiatan tersebut memberikan dampak nyata, terutama terhadap peningkatan penjualan, perluasan pemasaran, penambahan tenaga kerja, serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surakarta dan wilayah sekitarnya.

    Sementara itu, Tri Anggoro dari Astra Credit Companies menyampaikan materi mengenai literasi keuangan dan peran pembiayaan dalam mendukung kegiatan ekonomi serta pengembangan usaha. Pembiayaan dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh barang atau sarana yang dibutuhkan sekaligus mendukung pengembangan sektor pertanian dan industri.

    Dalam pemaparannya, Tri juga mengenalkan lembaga pembiayaan yang telah berdiri sejak 15 Juni 1982 dan memiliki jaringan layanan luas. Fasilitas pembiayaan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk peralatan berat dan pengembangan usaha masyarakat. Menurutnya, skema pembiayaan perlu dikelola secara tepat agar dukungan terhadap kegiatan ekonomi dapat berjalan berkelanjutan.

    Selain pembiayaan, akses terhadap informasi yang jelas, terkini, dan mudah diperoleh juga menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Informasi tersebut dapat membantu pelaku usaha memahami berbagai kendala serta peluang pengembangan, termasuk pada sektor pertanian dan industri.

    Materi utama mengenai Digital Marketing dengan AI disampaikan Marcell Radiktya. Ia menjelaskan AI tidak menggantikan manusia, tetapi berperan sebagai asisten yang hasilnya sangat bergantung pada kemampuan pengguna dalam memberikan perintah atau prompting.

    “AI itu tidak menggantikan kita sebagai manusia. Justru kecerdasan AI sangat dibutuhkan bersama kecerdasan kita. Semakin sering kita berlatih menggunakan AI, semakin optimal hasil yang kita dapatkan,” jelas Marcell.

    Menurut Marcell, AI dapat membantu berbagai pekerjaan bisnis, mulai dari membuat naskah, storyboard, hingga menghasilkan konten video. Teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung pemasaran melalui media sosial, termasuk pembuatan konten dalam jumlah besar untuk TikTok Shop maupun aktivitas affiliate.

    Ia mengibaratkan bisnis seperti meja dengan empat kaki, yakni marketing, sales, operation, dan finance. Keempat fungsi tersebut berdiri di atas business foundation serta ditopang team culture. Marketing berperan menciptakan traffic dan mengenalkan produk kepada calon konsumen, sedangkan sales mengubah traffic menjadi penjualan.

    Pada sisi operasional, AI dapat membantu membuat template alur kerja, pengelolaan stok hingga fulfillment. Sementara dalam bidang keuangan, AI dapat membantu pencatatan dan pengelolaan arus keuangan secara lebih otomatis.

    Marcell juga mengingatkan pelaku usaha memperkuat business foundation berupa belief, mindset, kemauan belajar, semangat, dan sikap pantang menyerah. Setelah bisnis berjalan, AI dapat dimanfaatkan untuk menyusun Standard Operating Procedure (SOP) dan Key Performance Indicator (KPI), sehingga pekerjaan dapat distandardisasi, diukur, dan diduplikasi oleh tim.

    Melalui workshop tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memahami AI sebagai alat pembuat konten, tetapi mampu memanfaatkannya untuk mendukung berbagai aspek bisnis. Kolaborasi pemerintah, ACC, dan komunitas UMKM diharapkan terus berkembang sehingga UMKM Soloraya semakin adaptif, kompetitif, mampu memperluas pasar, dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. (Sofyan)


    Baca juga: Tim PPK Ormawa DKV ISI Surakarta Produksi Video Dokumenter Sejarah Kampoeng Batik Laweyan



    Tim PPK Ormawa DKV ISI Surakarta Produksi Video Dokumenter Sejarah Kampoeng Batik Laweyan

    SURAKARTA – majalahlarise.com - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMA DKV ISI Surakarta memproduksi video dokumenter sebagai upaya mengarsipkan memori sejarah dan budaya warga Kampoeng Batik Laweyan. Kegiatan produksi dokumenter tersebut dilaksanakan secara bertahap pada 16–24 Juli 2026 dengan melibatkan mahasiswa, dosen pembimbing, serta warga setempat.

    Produksi dokumenter dipimpin Fajar Haditiya Nugraha dan Tasya Putri Wardhana selaku penanggung jawab tim dokumentasi PPK. Kegiatan juga melibatkan seluruh anggota tim, Bagus Kafabik sebagai volunteer, serta Insan Ilmiawan dari HIMA DKV ISI Surakarta.

    Dalam proses produksi, tim didampingi Ipung Kurniawan selaku dosen pembimbing. Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya, yakni Ndalem Jimatan, Bunker Setono, Butulan di Masjid Laweyan, serta Langgar Merdeka. Setiap lokasi menjadi bagian penting dalam upaya merekam kembali jejak sejarah Laweyan melalui medium audiovisual.

    Selain pengambilan gambar, tim melakukan wawancara dengan narasumber dan mengumpulkan dokumentasi pendukung. Seluruh proses produksi mengacu pada naskah yang telah disiapkan sebelumnya sehingga pengambilan gambar dan wawancara dapat berlangsung secara terarah. Keterlibatan warga juga menjadi bagian penting untuk menghadirkan perspektif masyarakat dalam dokumentasi sejarah Kampoeng Batik Laweyan.

    Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL), Alpha Febela Priyatmono, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa tersebut. Menurutnya, dokumentasi sejarah menjadi langkah penting untuk menjaga keberadaan cerita dan memori masyarakat Laweyan di tengah perkembangan zaman.

    “Sejarah Kampoeng Batik Laweyan perlu terus didokumentasikan agar tidak hilang ditelan zaman. Saya mengapresiasi semangat tim mahasiswa PPK Ormawa yang mau terjun langsung ke lapangan untuk mengangkat kembali cerita-cerita bersejarah yang selama ini hanya diketahui masyarakat sekitar,” ujar Alpha.

    Sementara itu, Fajar Haditiya Nugraha menjelaskan, kegiatan produksi video dokumenter tersebut tidak sekadar menghasilkan karya audiovisual, tetapi juga menjadi upaya untuk merekam sejarah Laweyan yang memiliki kekayaan seni, budaya, dan tradisi.

    “Tujuan kegiatan ini untuk mendokumentasikan sejarah Laweyan yang penuh dengan narasi seni, budaya, dan tradisi. Kami ingin cerita-cerita tersebut dapat terdokumentasikan dengan baik sehingga bisa menjadi arsip digital dan dapat dikenali oleh generasi mendatang,” jelas Fajar.

    Melalui produksi video dokumenter ini, Tim PPK Ormawa HIMA DKV ISI Surakarta berharap arsip digital yang dihasilkan dapat menjadi media edukasi sekaligus sarana mengenalkan sejarah dan budaya Kampoeng Batik Laweyan kepada masyarakat yang lebih luas. Dokumentasi audiovisual tersebut diharapkan turut menjaga kesinambungan memori sejarah warga Laweyan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital. (Sofyan)


    Baca juga: Univet Bantara Raih Juara III Tenis LLDIKTI Jateng, Perkuat Kolaborasi PTS

    Pasangan Samijo dan Prof. Dr. Herry Agus Susanto dari Univet Bantara Sukoharjo berhasil meraih juara III pada kelompok usia total 100 tahun. 


    Univet Bantara Raih Juara III Tenis LLDIKTI Jateng, Perkuat Kolaborasi PTS

    SUKOHARJO - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo turut ambil bagian dalam kegiatan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah melalui cabang olahraga tenis lapangan. Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Semarang tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana membangun kolaborasi dan mempererat silaturahmi ant perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah.

    Prof. Dr. Herry Agus Susanto mengatakan Univet Bantara mengirimkan lima pasangan pemain dalam kejuaraan tersebut. Pertandingan dibagi ke dalam empat kategori, yakni kategori eksekutif serta kelompok usia total 100 tahun, 90 tahun, dan 80 tahun. Dari lima pasangan yang dikirim, para pemain Univet Bantara mengikuti tiga kategori, yaitu eksekutif, 100 tahun, dan 90 tahun.

    “Dari lima pasangan yang kami kirim, tiga pasangan berhasil masuk delapan besar. Kemudian dari tiga pasangan tersebut, satu pasangan mampu melanjutkan sampai semifinal,” ujar Prof. Dr. Herry Agus Susanto saat ditemui di kampus Univet Bantara Sukoharjo.

    Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari persiapan dan latihan yang dilakukan secara rutin. Para pemain Univet Bantara berlatih tiga kali dalam sepekan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi pertandingan. Perjalanan salah satu pasangan akhirnya terhenti di babak semifinal. Namun, berdasarkan sistem kejuaraan yang diterapkan, pasangan Univet Bantara tetap berhasil menempati posisi juara III.

    Pasangan Samijo dan Prof. Dr. Herry Agus Susanto berhasil meraih juara III pada kelompok usia total 100 tahun. Prestasi tersebut menjadi capaian positif bagi Univet Bantara sekaligus bentuk apresiasi atas partisipasi perguruan tinggi dalam kegiatan yang mempertemukan civitas akademika dan insan perguruan tinggi swasta se-Jawa Tengah.

    Kegiatan tenis lapangan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah digelar di tiga lokasi, yakni Lapangan Tenis LLDIKTI, Lapangan Tenis Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dan Lapangan Tenis Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan dapat diselenggarakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi swasta sehingga tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga semakin memperkuat jejaring, kolaborasi, dan silaturahmi antarperguruan tinggi di Jawa Tengah. (Sofyan)


    Baca juga: 1.535 Mahasiswa Baru Ikuti Pembukaan PKKMB UNISRI 2026, Giant Flag Riyadi Muda Berkibar



    Lolos Kurasi, Karya Poster Mahasiswa DKV ISI Surakarta Dipajang dalam Re:Rasa Poster International Biennale 2026

    JAKARTA - majalahlarise.com - Karya mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berhasil menembus ajang internasional Re:Rasa Poster International Biennale 2026. Poster karya Frian Abadi tersebut lolos tahap kurasi dan dipamerkan bersama desainer dari berbagai negara.

    Mengusung tema “Re: Think, Re: Make, Re: Act”, Re:Rasa Poster International Biennale 2026 menghadirkan karya para desainer dari dalam dan luar negeri dengan beragam isu, mulai sosial, lingkungan, budaya, hingga persoalan kemanusiaan global.

    Frian Abadi, mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta angkatan 2025 asal Batang, Jawa Tengah, menampilkan karya berjudul Displaced. Karyanya bersanding dengan 88 desainer, akademisi, praktisi, dan seniman dari 25 negara.

    Poster tersebut dikerjakan selama tiga hari menggunakan teknik editing dan ilustrasi vektor. Melalui karya visual monokromatik, Frian menghadirkan pesan tentang kehancuran alam dan hilangnya habitat satwa akibat eksploitasi dan keserakahan manusia.

    Pada bagian utama poster, tampak potret seekor rusa yang meneteskan air mata sebagai representasi emosional satwa liar yang kehilangan tempat hidupnya. Pesan tersebut diperkuat melalui metafora visual pada tanduk rusa yang bertransformasi menjadi dahan dan ranting pohon kering dengan daun-daun berguguran.

    Visual tersebut menyiratkan keterkaitan antara kehidupan satwa dan kelestarian hutan yang tidak dapat dipisahkan. Ketika hutan rusak, ruang hidup satwa pun ikut terancam.

    Sementara itu, latar belakang poster didominasi tumpukan kayu gelondongan hasil tebangan yang membentang hingga cakrawala. Visual tersebut menggambarkan realitas deforestasi dalam skala besar.

    Dengan tipografi vertikal “SAVE THE EARTH”, karya Displaced menjadi sebuah ajakan sekaligus teguran untuk menjaga bumi. Poster itu menyampaikan pesan bahwa perusakan hutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga merenggut ruang hidup makhluk yang bergantung di dalamnya.

    Re:Rasa Poster International Biennale 2026 digagas Program Studi DKV Fakultas Ilmu Rekayasa Universitas Paramadina. Ajang ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Paramadina dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, ASPRODI DKV Indonesia, AIDIA atau Asosiasi Desainer Grafis Indonesia, Selasar Art Space (Selasart), dan ASEDAS Malaysia.

    Ajang tersebut resmi dibuka Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Jumat (31/7/2026). Pameran berlangsung selama tiga hari, 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, di Kampus Universitas Paramadina, Jakarta.

    Frian mengaku tidak menyangka karyanya dapat lolos tahap kurasi dan dipamerkan dalam ajang internasional tersebut.

    “Saya sangat senang sekali dapat lolos dalam pameran internasional ini. Saya tidak menyangka karya saya bisa lolos dan dipajang sejajar dengan para desainer profesional dari berbagai negara dalam event Re:Rasa Poster Biennale,” ungkap Frian dalam rilis yang dikirim.

    Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang desain dan lebih produktif mengikuti berbagai kegiatan.

    “Ke depan, saya berharap bisa lebih semangat dan produktif dalam mengikuti event pameran maupun perlombaan yang berkaitan dengan desain,” tambahnya.

    Dosen DKV FSRD ISI Surakarta sekaligus pembimbing Frian, Basnendar Herry Prilosadoso, mengapresiasi pencapaian mahasiswa bimbingannya tersebut. Menurutnya, kompetensi mahasiswa perlu terus ditingkatkan melalui pengalaman langsung mengikuti pameran maupun kompetisi di luar kampus.

    “Mahasiswa perlu berani mencoba dan mengikuti kegiatan pameran maupun kompetisi di luar kampus, khususnya di tingkat internasional. Hal ini penting agar mahasiswa memiliki pengalaman sekaligus dapat meningkatkan kompetensinya,” ujar Basnendar.

    Ia berharap semakin banyak mahasiswa yang berani menunjukkan karya dan kemampuannya di berbagai ajang nasional maupun internasional.

    Keberhasilan Frian Abadi lolos dalam Re:Rasa Poster International Biennale 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa DKV ISI Surakarta mampu menghadirkan karya visual yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyampaikan pesan kritis terhadap persoalan global, khususnya isu lingkungan dan kelestarian alam. (Sofyan)


    Memuliakan Anak, Menghidupkan Kelas

    SOLO – majalahlarise.com – Sekolah tidak sekadar menjadi tempat untuk menyampaikan materi pelajaran. Lebih dari itu, sekolah perlu menjadi ruang yang mampu memuliakan murid, menghadirkan pembelajaran bermakna, serta menghidupkan setiap proses belajar sesuai dengan kebutuhan dan realitas kehidupan anak.

    Semangat tersebut terus dikembangkan SD Muhammadiyah 1 Solo yang kini memasuki usia ke-91 tahun. Melalui wadah Kelompok Belajar (Kombel), para pendidik secara konsisten merumuskan berbagai strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang humanis.

    Staf Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Martono Lanjar Sari, menjelaskan penguatan budaya saling memuliakan menjadi salah satu fokus sekolah selama Agustus 2026. Guru dan murid didorong membangun relasi pembelajaran yang dilandasi sikap saling menghargai.

    “Kita ingin melahirkan suasana kelas yang humanis, relevan, dan benar-benar hadir untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak,” ujar Sri Martono Lanjar Sari, Selasa (1/9/2026).

    Menurutnya, pembelajaran yang humanis tidak berhenti pada terciptanya suasana kelas yang nyaman. Materi yang diberikan juga perlu memiliki keterkaitan dengan kehidupan nyata agar anak mampu memahami manfaat ilmu yang dipelajarinya.

    “Sepanjang bulan ini, fokus penuh diarahkan untuk menguatkan sikap saling menghargai antara guru dan murid,” bebernya.

    Pada saat yang sama, materi pelajaran dirancang agar dekat dengan dunia anak. Setiap konsep pembelajaran diupayakan memiliki konteks yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga proses belajar tidak terasa terpisah dari pengalaman peserta didik.

    “Setiap materi pelajaran selalu kita kaitkan dengan realitas kehidupan nyata anak-anak,” urainya.

    Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun ekosistem belajar yang humanis. Anak tidak hanya diarahkan mengejar capaian akademik, tetapi juga dikembangkan menjadi pribadi yang memiliki karakter, mampu merefleksikan pengalaman belajar, serta memiliki semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.

    Dari Ketelan, Surakarta, ikhtiar tersebut terus dirajut melalui penguatan pembelajaran secara bertahap. Kurikulum sekolah dirancang mulai dari tahapan Pra-Berkembang hingga mencapai Tahapan Unggul. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan perkembangan kompetensi dan kebutuhan peserta didik.

    Penguatan pembelajaran mendalam juga dipadukan dengan pengenalan koding dan kecerdasan artifisial (AI). Integrasi tersebut diarahkan agar peserta didik tidak sekadar mengenal teknologi, tetapi mampu memahami, menggunakan, dan menyikapinya secara bijak sesuai perkembangan zaman.

    Pada tahap akhir, SD Muhammadiyah 1 Solo menargetkan terbentuknya ekosistem pembelajaran yang inovatif, reflektif, dan memberikan dampak lebih luas kepada masyarakat. Satuan pendidikan diharapkan berkembang menjadi pusat praktik baik sekaligus rujukan dalam penguatan etika digital dan inovasi teknologi pendidikan.

    “Optimalisasi pembelajaran mendalam dan asesmen holistik. Penguatan kemitraan dengan orang tua, komunitas, dan dunia kerja. Pengembangan projek koding & AI secara menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya.

    Upaya tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang SD Muhammadiyah 1 Solo dalam merespons perubahan dunia pendidikan. Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan kompetensi masa depan, sekolah berupaya memastikan transformasi pembelajaran tetap berpijak pada nilai kemanusiaan: menghargai anak, memahami kebutuhannya, dan memberikan ruang bagi setiap murid untuk tumbuh serta berkembang secara optimal. (Sofyan)


    Baca juga: Bulan Agustus, SD Muhammadiyah 1 Solo Borong 62 Prestasi Tingkat Kota hingga Nasional

    Penekanan tombol sirine oleh Rektor dan Ketua Yayasan Perguruan Slamet Riyadi didampingi Wakil Rektor tandai dibukanya PKKMB 2026.


    1.535 Mahasiswa Baru Ikuti Pembukaan PKKMB UNISRI 2026, Giant Flag Riyadi Muda Berkibar

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Auditorium UNISRI, Rabu (2/9/2026). Pembukaan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut ditandai dengan pengibaran Giant Flag Riyadi Muda berukuran 20 x 10 meter, sekaligus menjadi momentum awal 1.535 mahasiswa baru memulai perjalanan akademiknya di perguruan tinggi.

    Rektor UNISRI Surakarta, Prof. Dr. Sutoyo, dalam sambutannya menjelaskan PKKMB merupakan perubahan paradigma dari kegiatan OSPEK yang pada masa lalu identik dengan orientasi dan perpeloncoan. 

    "Melalui PKKMB, mahasiswa baru dikenalkan dengan kehidupan kampus secara lebih positif, mulai dari bidang akademik, kemahasiswaan hingga berbagai aktivitas nonakademik," ujar Prof. Dr. Sutoyo.

    Ia menegaskan, selama pelaksanaan PKKMB tidak diperbolehkan adanya kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik, verbal maupun psikologis. Mahasiswa baru akan mendapatkan pembekalan mengenai administrasi, aktivitas kemahasiswaan, layanan kampus hingga peta jalan perkuliahan menuju kelulusan.

    Pengibaran Giant Flag Riyadi Muda berukuran 20 x 10 meter.


    Menurut Prof. Sutoyo, pembekalan tersebut penting agar mahasiswa memiliki arah yang jelas selama menempuh pendidikan. Dengan memahami sistem akademik dan berbagai layanan kampus sejak awal, mahasiswa diharapkan tidak kebingungan dalam menjalani proses perkuliahan.

    Selain akademik, mahasiswa baru juga diingatkan mengenai kedisiplinan dan kerapian. UNISRI memiliki kebijakan maksimal empat tahun untuk menyelesaikan studi. Kebijakan tersebut didukung oleh capaian sejumlah mahasiswa yang mampu menyelesaikan pendidikan sekitar tiga tahun enam bulan.

    “Kami berharap mahasiswa baru mengikuti jejak kakak tingkat yang bisa menyelesaikan studi tepat waktu. Mari kita bersama-sama mengatakan, ‘Saya siap empat tahun lulus’,” tegasnya.

    Sutoyo juga meminta mahasiswa menjaga komunikasi dengan pimpinan fakultas maupun program studi. Menurutnya, mahasiswa merupakan amanah yang dipercayakan orang tua kepada universitas. Karena itu, UNISRI berkomitmen memberikan kenyamanan, keamanan, kepastian studi, serta layanan yang setara kepada seluruh mahasiswa.

    Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB UNISRI 2026, Kris Agung, S.Kom., M.Kom., dalam laporannya mengatakan PKKMB menjadi awal perjalanan mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, bertemu orang-orang baru, menghadapi tantangan, sekaligus menemukan potensi diri.

    “PKKMB menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kehidupan perguruan tinggi, baik dari sisi akademik maupun kemahasiswaan, sehingga mahasiswa baru memiliki gambaran dan bekal untuk menjalani masa studi,” jelas Kris Agung.

    PKKMB UNISRI 2026 mengusung tema “Bright Mind, Brave Action, Tumbuh, Berkarya, Berdampak”. Tema tersebut menjadi semangat untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga berani mengambil langkah serta mewujudkan gagasan melalui tindakan nyata.

    Kegiatan PKKMB diikuti 1.535 mahasiswa baru selama enam hari dan terbagi dalam dua sesi, yakni 2–4 September 2026 serta 7–9 September 2026. Beragam materi disiapkan, antara lain pendidikan tinggi di Indonesia, kegiatan akademik, tata kelola perguruan tinggi, nilai budaya, tata krama dan etika keilmuan, organisasi kemahasiswaan, layanan mahasiswa, personal branding, motivasi, anti-narkoba, wawasan kebangsaan dan bela negara.

    Mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai bahaya judi dan pinjaman online serta gerakan green living melalui pengabdian masyarakat bertema urban farming. Rangkaian materi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk berkembang secara akademik sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

    Semarak pembukaan PKKMB semakin terasa melalui aksi dan atraksi ketangkasan mahasiswa UKM Taekwondo serta penampilan tarian dari mahasiswa UKM Lokapala. Pengibaran Giant Flag Riyadi Muda berukuran 20 x 10 meter menjadi salah satu momen utama yang menandai dimulainya rangkaian PKKMB 2026.

    Kris Agung mengajak seluruh mahasiswa baru tidak takut mencoba, gagal maupun mengambil kesempatan. Menurutnya, perkuliahan bukan sekadar proses menemukan jawaban, tetapi juga perjalanan untuk mengenali dan mengembangkan diri.

    “Jangan takut mencoba, jangan takut gagal, dan jangan takut mengambil kesempatan. Jadilah pribadi yang mampu memberi arti, terus bertumbuh, berkarya, dan memberikan dampak,” pesannya.

    Dengan semangat “Bright Mind, Brave Action, Tumbuh, Berkarya, Berdampak”, mahasiswa baru Riyadi Muda diharapkan memulai perjalanan perkuliahan dengan pikiran terang, hati terbuka dan keberanian untuk bertindak. Hari pertama PKKMB pun menjadi langkah awal untuk membangun pengalaman sekaligus cerita bermakna selama menempuh pendidikan di UNISRI. (Sofyan)


    Baca juga: Perkuat Kerja Sama Internasional, PMI Kota Surakarta Sambut Mahasiswa Sekolah Keperawatan Palang Merah Jepang



    Perkuat Kerja Sama Internasional, PMI Kota Surakarta Sambut Mahasiswa Sekolah Keperawatan Palang Merah Jepang

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta menerima kunjungan delegasi dan mahasiswa Sekolah Keperawatan Palang Merah Jepang atau Japanese Red Cross College of Nursing, Senin (31/8/2026). Kunjungan kerja dan studi banding tersebut berlangsung selama tiga hari dengan agenda utama memperkuat hubungan antar lembaga kemanusiaan sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang pelayanan kesehatan.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun jejaring dan kerja sama internasional antara PMI Kota Surakarta dengan Palang Merah Jepang. Para mahasiswa dan delegasi dari Jepang mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara langsung sistem pelayanan kesehatan dan kegiatan kemanusiaan yang dijalankan PMI Kota Surakarta.

    Selama kunjungan, delegasi diajak meninjau sejumlah fasilitas utama PMI Kota Surakarta. Di antaranya Unit Donor Darah (UDD), fasilitas pelayanan kesehatan, serta Markas PMI Kota Surakarta. Melalui kunjungan lapangan tersebut, para peserta dapat melihat secara langsung aktivitas operasional, pelayanan kepada masyarakat, pengelolaan donor darah, hingga kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.

    Ketua PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk saling belajar antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan serta kegiatan kemanusiaan.

    "Selama tiga hari ini, kami saling berbagi pengalaman dan sistem pelayanan kesehatan. Kami berharap hasil dari pertukaran ilmu ini dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan PMI Kota Surakarta. Sebaliknya, kami juga berharap rekan-rekan dari Palang Merah Jepang dapat membawa pulang pengalaman dan pembelajaran positif dari sini," ujar Sumartono.

    Menurutnya, kerja sama internasional tidak hanya berkaitan dengan kunjungan kelembagaan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperoleh perspektif baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Perbedaan sistem, karakteristik masyarakat, serta tantangan di masing-masing negara menjadi bahan pembelajaran yang berharga bagi kedua pihak.

    Selain pemaparan materi dan studi lapangan, rangkaian kegiatan diisi diskusi interaktif. Topik yang dibahas antara lain perbedaan tantangan pelayanan kesehatan di Indonesia dan Jepang, pengelolaan relawan, pelayanan donor darah, serta berbagai inovasi yang dapat dikembangkan dalam mendukung kegiatan kemanusiaan.

    Interaksi antara mahasiswa keperawatan Jepang dengan jajaran PMI Kota Surakarta juga memberikan ruang bagi peserta untuk memahami praktik pelayanan kesehatan dari perspektif yang berbeda. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih berkelanjutan.

    PMI Kota Surakarta juga membuka peluang kerja sama balasan dengan Palang Merah Jepang sebagai bagian dari upaya membangun hubungan kemanusiaan lintas negara. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mencakup berbagai bidang yang relevan, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelayanan kesehatan, donor darah, kerelawanan, hingga penanggulangan bencana.

    Kunjungan mahasiswa Sekolah Keperawatan Palang Merah Jepang menjadi momentum bagi PMI Kota Surakarta untuk memperluas wawasan sekaligus memperkenalkan praktik pelayanan kemanusiaan yang dilakukan di tingkat daerah.

    Melalui pertukaran pengalaman tersebut, kedua pihak diharapkan dapat saling mengambil pembelajaran positif dan mengembangkan inovasi pelayanan. Sinergi yang terbangun juga diharapkan terus berlanjut sehingga kerja sama PMI Kota Surakarta dan Palang Merah Jepang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat serta memperkuat kontribusi kedua lembaga dalam bidang kemanusiaan. (Sofyan)


    Baca juga: Bulan Agustus, SD Muhammadiyah 1 Solo Borong 62 Prestasi Tingkat Kota hingga Nasional


Top