GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
Guru dan Tendik SD Muhammadiyah 16 Karangasem Ikuti Capacity Building di Kemuning
KARANGANYAR – majalahlarise.com – Sebanyak 49 guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah 16 Karangasem Surakarta mengikuti touring sekaligus capacity building di Kemuning, Karanganyar, Sabtu (3/8/2026). Kegiatan bertajuk Recharge Spirit, Rebuild Teamwork tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan, komunikasi, dan kerja sama keluarga besar sekolah.
Rombongan yang dipimpin Kepala SD Muhammadiyah 16 Karangasem Surakarta, Maghfirotun Na’imah, berangkat dari Solo menuju Kemuning dengan perjalanan sekitar 1 jam 15 menit. Sebanyak 21 sepeda motor digunakan dalam kegiatan tersebut, ditambah empat armada roda empat untuk guru dan tenaga kependidikan yang belum memungkinkan menempuh perjalanan jauh menggunakan kendaraan roda dua.
Setibanya di Kemuning, rombongan singgah di Resto Bale Botram yang memiliki fasilitas arena indoor dan outdoor. Selain menjadi ruang rekreasi bersama, lokasi tersebut digunakan untuk mengikuti agenda utama berupa capacity building dengan menghadirkan Faris Isnawan, founder Esensial Training dan Consulting.
“Kegiatan touring bersama ini untuk membangun kebersamaan, apalagi banyak guru-guru muda yang masih suka berpetualang. Sedangkan guru tendik yang belum memungkinkan berkendara jarak jauh disediakan empat armada roda empat,” ujar Maghfirotun Na’imah.
Dalam sesi capacity building, Faris mengangkat pentingnya service excellence dalam meningkatkan kualitas layanan sekolah. Menurutnya, pelayanan prima tidak hanya menjadi tanggung jawab wali kelas ketika berinteraksi dengan orang tua siswa, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh unsur sekolah.
“Service excellence dari garda depan hingga bagian belakang menjadi kunci kepuasan pelanggan. Orang tua siswa bukan lagi raja, melainkan mitra dalam mendidik,” jelas Faris.
Ia menjelaskan, sekolah perlu memiliki standar operasional prosedur (SOP) pelayanan yang jelas sekaligus dinamis. SOP tersebut mencakup seluruh lini pelayanan, mulai wali kelas, guru mata pelajaran, tata usaha, keamanan, kantin hingga petugas kebersihan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 15.00 WIB tersebut juga diisi sesi refleksi yang dipandu Waka Kesiswaan, Deby, bersama Alfa dari tim humas MunasSka Official. Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk melakukan evaluasi, membangun komunikasi, sekaligus memperkuat komitmen bekerja sebagai satu tim.
Guru Tahfidz, Ustaz Sumadi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, agenda bersama seperti ini memberi kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan untuk lebih dekat secara personal sehingga tercipta hubungan kerja yang semakin solid.
“Kegiatan ini sangat positif karena dapat mempererat persaudaraan, meningkatkan saling mengenal, dan membangun budaya saling menguatkan di antara keluarga besar sekolah,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize berupa berbagai peralatan rumah tangga. Setelah seluruh rangkaian selesai, rombongan kembali melakukan touring menuju Solo dengan membawa semangat baru untuk memperkuat teamwork dan memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik. (Sofyan)
Baca juga: Murid SD Muhammadiyah 1 Solo Belajar Jurnalistik Lewat Smartphone
Pendidikan
![]() |
| Murid saat mengikuti ekstrakurikuler Jurnalistik Cilik dengan memanfaatkan smartphone sebagai media belajar menulis berita. |
Murid SD Muhammadiyah 1 Solo Belajar Jurnalistik Lewat Smartphone
SOLO – majalahlarise.com – Puluhan murid SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, mengikuti ekstrakurikuler Jurnalistik Cilik dengan memanfaatkan smartphone sebagai media belajar menulis berita. Kegiatan yang digelar rutin setiap Jumat ini mengajak siswa tidak hanya memahami dasar-dasar jurnalistik, tetapi juga mempraktikkan penulisan berita secara langsung melalui aplikasi notepad di telepon pintar, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan berlangsung pukul 12.30 hingga 14.00 WIB dengan bimbingan Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko, bersama jurnalis profesional dari Solopos, Adam Aryo. Pembelajaran dirancang agar keterampilan jurnalistik dapat dipelajari secara dekat dengan kehidupan digital yang sehari-hari dijalani siswa.
Dwi Jatmiko menjelaskan pemanfaatan smartphone dalam pembelajaran jurnalistik menjadi salah satu cara untuk mengarahkan perangkat digital ke aktivitas yang produktif. Smartphone yang selama ini identik dengan hiburan dapat dimanfaatkan siswa untuk mencari informasi, mencatat fakta, menyusun berita hingga mempublikasikan karya secara bertanggung jawab.
“Anak-anak sebanyak 70 bersemangat belajar. Smartphone bukan hanya untuk bermain. Anak didik bisa menggunakannya untuk mencari informasi, mencatat fakta, menyusun berita, kemudian mempublikasikannya secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam pembelajaran tersebut, siswa dikenalkan dengan konsep ADIKSIMBA, yakni Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana sebagai dasar dalam menggali informasi sebuah peristiwa. Konsep tersebut kemudian dikembangkan dengan dua pertanyaan tambahan, yakni What Unique atau apa hal unik dari peristiwa yang diberitakan serta What Impact atau apa dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.
Menurut Dwi Jatmiko, dua pertanyaan tambahan tersebut diperlukan agar tulisan siswa tidak berhenti pada pemenuhan unsur dasar berita. Siswa didorong mampu menemukan sisi menarik dari sebuah peristiwa sekaligus memahami dampak yang ditimbulkannya.
Selain menulis, murid juga mendapatkan materi dasar foto jurnalistik untuk memperkuat berita yang mereka hasilkan. Dengan demikian, siswa belajar menggabungkan kemampuan mengamati peristiwa, menggali informasi, menulis, serta memilih visual yang relevan.
Hasil karya jurnalistik para murid selanjutnya akan dipasang di majalah dinding sekolah sebagai bentuk apresiasi sekaligus ruang bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajar mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun literasi digital, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian berkomunikasi berdasarkan fakta.
“Mengenalkan jurnalistik sejak dini berarti melatih anak berpikir kritis, berani bertanya, dan jujur menyampaikan fakta. Dari menulis berita sederhana, murid belajar bahwa kebenaran, empati, dan tanggung jawab adalah karakter yang harus dibangun sejak dini,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Pendidikan
Ust. Pujiono Pompa Semangat Guru SMKN 1 Ngawen dalam Sarasehan Keluarga
KLATEN – majalahlarise.com – Keluarga menjadi sumber kekuatan, kasih sayang, keteladanan, sekaligus motivasi untuk terus berkembang. Semangat tersebut mengemuka dalam Sarasehan Keluarga Besar SMK Negeri 1 Ngawen Gunungkidul bertema “Keluarga Menguatkan, STEMSANGA Membanggakan: Bersama Menjaga Harmoni, Bersinergi Meraih Prestasi”, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang digelar di rumah Bapak Samsu Sartono, S.Pd., Trucuk, Klaten, diikuti Kepala SMK Negeri 1 Ngawen Gunungkidul Drs. Sriyono, M.Ds. bersama keluarga besar sekolah. Hadir sebagai pemateri Ust. Pujiono, S.Pd., S.Si., MM, Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Canden, Sambi, Boyolali.
Dalam sarasehan tersebut, Pujiono memompa semangat para guru agar tidak terjebak dalam rutinitas pekerjaan. Menurutnya, rutinitas yang dijalani tanpa refleksi dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk terus berkembang.
“Jangan sampai guru terjebak dalam rutinitas harian. Pergi pagi-pagi, pulang petang, begitu setiap hari. Tahu-tahu kita sudah tua,” ujar Pujiono.
Ia mengingatkan, profesi guru bukan sekadar pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan, tetapi merupakan amanah Allah SWT yang perlu dijalani dengan kesadaran, keikhlasan, dan rasa syukur. Karena itu, guru perlu melihat kembali kontribusi yang telah diberikan melalui profesinya.
“Allah telah mengamanahkan kita sebagai guru. Maka jangan hanya bertanya, apa yang kita dapat dari profesi ini? Tetapi mari bertanya, apa yang sudah kita berikan melalui profesi ini?” pesannya.
Pujiono mengajak guru SMKN 1 Ngawen mewujudkan rasa syukur atas amanah profesi melalui tiga sikap. Pertama, tidak mendholimi profesi dengan menjalankan tugas secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
“Jangan kita mendholimi profesi dengan mengajar sekadar menggugurkan kewajiban. Anak-anak berhak mendapatkan guru terbaik yang kita mampu berikan,” ungkapnya.
Kedua, guru harus mau mengembangkan profesi. Perubahan zaman, teknologi, karakter peserta didik, hingga perkembangan kecerdasan buatan menuntut guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.
“Guru yang hari ini sama dengan guru lima atau sepuluh tahun yang lalu, tanpa ada perkembangan, harus bertanya kepada dirinya sendiri: apakah saya masih mau bertumbuh?” katanya.
Menurut Pujiono, guru hebat bukanlah guru yang merasa dirinya sudah hebat, melainkan guru yang terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan bersedia memperbaiki diri.
Ketiga, guru perlu ridha dengan ketentuan Allah SWT. Setiap orang memiliki jalan, rezeki, posisi, dan tantangan masing-masing. Karena itu, proses pengabdian perlu dijalani dengan ikhlas dan penuh keyakinan.
“Jalani profesi ini dengan ikhlas. Ada kalanya kita mendapatkan sesuatu yang sesuai harapan, ada kalanya tidak. Ada kalanya perjuangan kita langsung mendapatkan penghargaan, ada kalanya tidak terlihat. Tetapi yakinlah, tidak ada satu pun amal kebaikan yang sia-sia di hadapan Allah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Pujiono mengajak keluarga besar SMKN 1 Ngawen membangun budaya sekolah yang harmonis, saling menguatkan, dan mampu bersinergi. Prestasi sekolah dinilai penting, tetapi harus tetap berpijak pada nilai pengabdian dan karakter.
“Jangan hanya mengejar sekolah berprestasi, tetapi mari membangun guru yang berprestasi sekaligus berkarakter. Jangan hanya hebat di dunia, tetapi juga selamat di akhirat,” pesannya.
Pujiono optimistis kepemimpinan Drs. Sriyono, M.Ds. bersama kebersamaan seluruh keluarga besar sekolah mampu membawa SMKN 1 Ngawen Gunungkidul semakin berkembang dan membanggakan.
“Insya Allah, guru-guru SMK Negeri 1 Ngawen adalah guru-guru hebat. Hebat dalam mengajar, hebat dalam mendidik, hebat dalam memberi keteladanan, dan yang paling penting: hebat dalam menjalankan amanah Allah. Semoga menjadi guru yang selamat dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Sarasehan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar SMKN 1 Ngawen untuk kembali menyegarkan niat dalam menjalankan profesi. Menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah dan jalan pengabdian. Rutinitas boleh berulang setiap hari, tetapi semangat, ilmu, keteladanan, dan kebermanfaatan seorang guru harus terus bertumbuh. (Sofyan)
Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
News
KBIHU Aisyiyah Surakarta Buka Manasik Haji 1448 H, Siapkan Jamaah Sesuai Sunnah
SURAKARTA - majalahlarise.com - Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah Kota Surakarta membuka program bimbingan manasik haji tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi melalui pengajian perdana di Balai Muhammadiyah Kota Surakarta, Ahad (9/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 calon jemaah haji dari berbagai wilayah di Kota Surakarta.
Kegiatan diawali pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars Aisyiyah. Acara kemudian diisi prakata Ketua KBIHU Aisyiyah Kota Surakarta, H. Agus Thontowi Mahdi, S.E., M.M., sambutan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surakarta, Dr. Hj. Mahasri Shobahiya, M.Ag., serta tausiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Drs. K.H. Subari.
Ketua PDA Kota Surakarta, Dr. Hj. Mahasri Shobahiya, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat kepada para calon jemaah yang telah mempersiapkan diri untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Menurutnya, persiapan ibadah haji perlu dilakukan sejak jauh hari, terutama dengan memperkuat bekal ilmu.
“Selamat kepada Bapak Ibu yang sudah bersemangat untuk bertarbiyah dalam rangka mempersiapkan diri untuk memenuhi undangan Allah SWT yang tentu disiapkan jauh-jauh hari, belasan tahun, bahkan mungkin sudah 14 tahun mendaftar sebagai calon haji,” ujarnya.
Ia berharap seluruh calon jemaah yang mengikuti program tersebut dapat mematangkan persiapan menjelang keberangkatan pada 2027. “Tahun ini insyaallah semua sudah terdaftar berangkat haji di tahun 2027 sehingga dalam rangka mematangkan persiapan Bapak Ibu semua. Selamat, semoga dalam proses mempersiapkan diri dalam keberangkatan ibadah haji betul-betul dilandasi dengan ilmu,” katanya.
Mahasri menjelaskan KBIHU Aisyiyah Kota Surakarta mendapat dukungan penuh dari PDM Kota Surakarta. Program bimbingan manasik akan dilaksanakan sedikitnya 22 kali pertemuan sehingga calon jemaah memiliki waktu cukup untuk memahami seluruh rangkaian ibadah haji.
Sementara itu, Ketua KBIHU Aisyiyah Kota Surakarta, H. Agus Thontowi Mahdi, S.E., M.M., mengatakan pengajian perdana sekaligus pembukaan manasik menjadi awal pelaksanaan program bimbingan yang akan digelar secara rutin setiap Ahad.
“Hari ini kami melaksanakan pengajian perdana sebagai pembukaan bimbingan manasik haji. Kegiatan ini akan kami lanjutkan secara rutin setiap hari Ahad sebagai bagian dari upaya sosialisasi sekaligus menjaring calon jemaah haji tahun 2027,” ujarnya.
Agus menegaskan bimbingan manasik diarahkan untuk membekali calon jemaah agar mampu melaksanakan ibadah haji sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Kesiapan yang dibangun tidak hanya menyangkut aspek fisik dan finansial, tetapi juga pemahaman ilmu manasik.
“Kami ingin jamaah benar-benar siap, tidak hanya secara fisik dan finansial, tetapi juga memiliki bekal ilmu yang cukup agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar,” tambahnya.
Ia berharap jumlah jemaah yang mengikuti bimbingan KBIHU Aisyiyah Surakarta tahun ini minimal menyamai capaian tahun sebelumnya. Pada musim haji sebelumnya, KBIHU Aisyiyah Surakarta memberangkatkan 101 jemaah.
“Harapannya tahun ini bisa sama atau bahkan lebih dari tahun kemarin. Kami menyampaikan materi dengan cara yang mudah dan praktis, serta tetap mengedepankan program tarwiyah sebagai unggulan,” ungkap Agus.
Dalam tausiyahnya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, K.H. Subari, mengingatkan para calon jemaah agar mengikuti proses bimbingan secara sungguh-sungguh. Menurutnya, ibadah haji merupakan kewajiban yang hanya dilaksanakan sekali seumur hidup bagi yang mampu sehingga persiapannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
“Ibadah haji adalah kewajibannya hanya sekali seumur hidup. Oleh karena itu, para calon tamu Allah harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, salah satunya dengan mengikuti bimbingan manasik secara sungguh-sungguh,” tuturnya.
Ia menambahkan, kesiapan fisik dan finansial perlu diimbangi dengan penguasaan ilmu. Pemahaman tata cara ibadah menjadi bekal penting agar jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian haji secara tertib dan sesuai tuntunan.
“Ilmu menjadi bekal utama agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, tertib, dan sesuai tuntunan. Dengan mengikuti bimbingan dari para pembimbing yang berpengalaman, jamaah akan lebih siap dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah,” tandasnya.
Melalui program bimbingan manasik tersebut, KBIHU Aisyiyah Kota Surakarta berkomitmen mendampingi calon jemaah sejak masa persiapan hingga keberangkatan. Pembekalan yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu membentuk jemaah yang lebih siap, mandiri, memahami tata cara ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, serta mampu meraih predikat haji mabrur. (Sofyan)
Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Kabar Desa
![]() |
| Ratusan warga dari berbagai usia tumpah ruah mengikuti jalan sehat yang menjadi bagian rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI. |
Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
WONOGIRI – majalahlarise.com – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 terasa meriah di Dusun Sukoroyom Kulon, Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri. Ratusan warga dari berbagai usia tumpah ruah mengikuti jalan sehat yang menjadi bagian rangkaian kegiatan peringatan HUT RI.
Sejak pagi, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa terlihat antusias mengikuti kegiatan. Jalan sehat tidak sekadar menjadi aktivitas olahraga bersama, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, persaudaraan, serta kekompakan masyarakat.
Tokoh masyarakat sekaligus panitia kegiatan, Lukman Efendi, mengatakan jalan sehat merupakan agenda rutin tahunan yang digelar warga Sukoroyom Kulon untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan.
“Kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan yang digelar warga Sukoroyom Kulon. Selain jalan sehat, ada banyak agenda kegiatan yang melibatkan warga dan masyarakat sekitar, seperti bola voli, permainan anak-anak maupun dewasa, panggung hiburan dan berbagai kegiatan lainnya,” ujar Lukman.
Menurut Lukman, rangkaian kegiatan HUT RI tidak hanya ditujukan untuk menciptakan kemeriahan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan menumbuhkan semangat gotong royong masyarakat.
“Kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 ini sebagai bentuk semangat warga dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Kami memiliki slogan SEMESTA, yaitu Semangat Menuju Sejahtera,” tambahnya.
Kemeriahan jalan sehat semakin bertambah dengan disiapkannya beragam hadiah bagi peserta. Tahun ini, panitia menyediakan lima ekor kambing sebagai doorprize utama, selain ratusan hadiah lainnya berupa barang elektronik rumah tangga dan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Beragam hadiah tersebut menjadi daya tarik bagi peserta. Kendati demikian, antusiasme warga tidak semata-mata dipicu hadiah. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, berkumpul, bersilaturahmi, dan merayakan kemerdekaan secara bersama-sama.
Peserta berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan panitia sebelum kembali ke garis finis. Setelah tiba di lokasi, warga tidak langsung membubarkan diri. Sambil menunggu pembagian doorprize, peserta menikmati hiburan organ tunggal yang menambah semarak suasana.
Kebersamaan semakin terasa ketika warga menikmati nasi bungkus secara bersama-sama. Makan bersama menjadi salah satu gambaran kekompakan dan persaudaraan masyarakat Sukoroyom Kulon.
Di sekitar lokasi kegiatan, sejumlah pelaku UMKM warga turut membuka lapak dengan menjajakan aneka makanan, minuman, dan produk kebutuhan masyarakat. Kehadiran UMKM tersebut memberikan kesempatan bagi warga untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk usaha mereka.
Keramaian kegiatan juga turut menggerakkan ekonomi masyarakat. Warga yang hadir menjadi konsumen potensial bagi pelaku usaha lokal sehingga kegiatan peringatan HUT RI tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Peringatan HUT RI ke-81 di Sukoroyom Kulon menjadi gambaran semangat kemerdekaan yang diwujudkan melalui berbagai aktivitas masyarakat. Olahraga bersama, gotong royong, hiburan rakyat, pemberdayaan UMKM, hingga makan bersama menjadi bagian dari upaya menjaga kebersamaan warga.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat Sukoroyom Kulon menunjukkan semangat untuk mempertahankan tradisi kebersamaan sekaligus membangun lingkungan yang semakin kompak, mandiri, dan sejahtera.
Semangat kemerdekaan pun tidak berhenti pada perayaan. Bagi warga, momentum HUT RI menjadi pengingat untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan gotong royong, serta bersama-sama membangun desa menuju kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. (Sofyan)
Komunitas
![]() |
| Grup Angklung KJNI tampil dengan identitas pita berwarna hijau daun yang dipasang pada angklung. |
Grup Angklung KJNI Surakarta Ramaikan Musik Angklung Kolosal 12 Grup Se-Solo Raya
SURAKARTA – majalahlarise.com – Grup Angklung KJNI (Komunitas Jalan Nordik Indonesia) Surakarta turut ambil bagian dalam perhelatan Musik Angklung Kolosal 12 Grup Angklung Se-Solo Raya yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Ngarsopuro, Kota Surakarta, Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama bagi komunitas angklung untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan musik tradisional angklung kepada masyarakat.
KJNI tampil dengan identitas pita berwarna hijau daun yang dipasang pada angklung masing-masing pemain. Selain KJNI, setiap grup memiliki warna pita berbeda sebagai penanda identitas kelompok, sehingga penampilan 12 grup semakin semarak secara visual.
Pentas kolosal yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut melibatkan 12 grup angklung dengan total 381 pemain dari berbagai wilayah Solo Raya. Para peserta berasal dari sejumlah komunitas, di antaranya Angklung DWP UNS, Simponi Angklung Kiryani Mbah Wongso Soekarjo, Angklung PERPEN Bank Jateng Wilayah Surakarta, Angklung KJNI Solo, Angklung PMHK STIE Surakarta, serta kelompok angklung dari Boyolali, Karanganyar, dan Surakarta.
Ketua Grup Angklung KJNI Surakarta, Dr. Ir. R. Ngt. Retno Setyowati, M.S., menyambut positif kesempatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan KJNI menjadi pengalaman berharga bagi anggota untuk belajar dan tampil bersama komunitas angklung lainnya. Meskipun baru menjalani satu bulan latihan setiap hari Senin siang para anggota tetap menunjukkan antusiasme mengikuti pentas kolosal.
“Kami sangat senang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan ini. Meskipun kami baru satu bulan berlatih, kami tetap bisa mengikuti dan menjadi bagian dari kegiatan ini,” ujar Retno.
![]() |
| Grup Angklung KJNI Surakarta, pimpinan Dr. Ir. R. Ngt. Retno Setyowati, M.S saat foto bersama usai pertunjukan menghibur masyarakat di kawasan Car Free Day (CFD) Ngarsopuro Solo. |
Menurut Retno, kegiatan bermusik secara bersama-sama memberikan pengalaman positif bagi anggota. Musik angklung tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang kreatif yang dapat membangun kebersamaan, kepercayaan diri, dan semangat berkegiatan.
Retno juga berharap grup angklung dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kegiatan positif yang mendukung keberadaan komunitas. “Kita berharap grup angklung ini menjadi bagian dari KJNI, karena Komunitas Jalan Nordik Indonesia ada di dalamnya untuk kesehatan masalah jiwa dan raga maupun seni agar kita berkembang dalam hal yang sangat membuat kita baik-baik saja,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Musik Angklung Kolosal, Widiastuti Hartono, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi pentas perdana musik angklung di kawasan CFD Kota Surakarta. Pemilihan ruang publik diharapkan membuat angklung semakin dekat dengan masyarakat dan tidak hanya dimainkan dalam lingkungan komunitas.
“Pentas musik Angklung Kolosal ini diikuti oleh 12 grup Angklung Se-Solo Raya yang melibatkan 381 pemain angklung,” ujar Widiastuti.
Widiastuti menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antar komunitas pencinta angklung. Masih terdapat sejumlah grup angklung di Surakarta dan wilayah Solo Raya yang belum bergabung dalam paguyuban. Karena itu, Dharma Wanita Persatuan UNS berupaya memprakarsai terbentuknya Paguyuban Pencinta Angklung Se-Solo Raya sebagai wadah silaturahmi dan penguatan gerakan pelestarian musik angklung.
“Semoga di waktu mendatang akan semakin banyak grup angklung yang bergabung, sehingga semangat pelestarian budaya ini semakin berkembang,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali sesi persiapan sejak pukul 05.30 WIB berupa pemotretan masing-masing kelompok, pengecekan sound system, serta pengarahan oleh Coach Edhi. Pada pukul 06.30 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, sambutan ketua penyelenggara, serta perkenalan masing-masing grup dan ketuanya.
Memasuki sesi pertunjukan, para pemain membawakan sejumlah lagu secara berkelompok maupun kolosal. Beberapa lagu yang masuk dalam rangkaian pentas di antaranya Hip Hip Hura, Suket Teki, Karanganyar Kemayoran, Anak Sekolah, Seperti Mati Lampu, Memakai Kacamata Hitam, You Raise Me Up, Taman Jurug, dan Cendol Dawet.
Widiastuti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelatih, panitia, komunitas peserta, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, pentas di ruang publik seperti CFD menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan angklung kepada masyarakat yang lebih luas.
“Saya berharap Paguyuban Angklung Se-Solo Raya semakin berkembang, semakin kompak, dan semakin banyak kelompok baru yang bergabung untuk bersama-sama melestarikan budaya bambu,” pungkasnya.
Pentas Musik Angklung Kolosal tersebut ditutup sekitar pukul 08.30 WIB. Kegiatan tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan 12 komunitas dalam menjaga keberlanjutan seni musik tradisional angklung di Solo Raya. (Sofyan)
News
![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengunjungi kegiatan Liga Angkasa 2026 yang berlangsung di kawasan Sangkrah, selatan Stasiun Solo Kota. |
Kunjungi Liga Angkasa 2026, Astrid Widayani Apresiasi Semangat Guyub Warga Sangkrah
SURAKARTA - majalahlarise.com - Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengunjungi kegiatan Liga Angkasa 2026 yang berlangsung di kawasan Sangkrah, selatan Stasiun Solo Kota, Sabtu (8/8/2026). Kehadiran Astrid menambah semarak kompetisi sepak bola anak yang digelar di tengah permukiman warga tersebut.
Liga Angkasa menjadi ruang bermain sekaligus bertanding bagi anak-anak yang memiliki minat terhadap sepak bola, termasuk mereka yang belum bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB). Kompetisi dengan konsep street ball tersebut diselenggarakan secara swadaya oleh panitia bersama masyarakat sekitar.
Sekitar 50 anak usia SD hingga SMP ambil bagian dalam kompetisi. Selain memberikan pengalaman bertanding, Liga Angkasa menjadi wadah untuk melihat potensi bibit-bibit pemain sepak bola sekaligus membangun mental, karakter, dan semangat berkompetisi sejak usia dini.
Astrid mengaku menikmati suasana kompetisi yang berlangsung meriah dan dipenuhi antusiasme warga. Menurutnya, Liga Angkasa tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat di tingkat kampung.
“Sangat seru. Ini menjadi bentuk guyub warga. Anak-anak bisa belajar kompetisi, belajar sportivitas, kerja sama, dan kejujuran,” kata Astrid.
Menurut Astrid, pengalaman bertanding sejak usia dini penting untuk membentuk karakter anak. Dalam sebuah kompetisi, anak-anak tidak hanya belajar bagaimana meraih kemenangan, tetapi juga belajar menghargai lawan, bekerja sama dengan teman satu tim, menaati aturan, serta menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.
“Bukan masalah menang atau kalah. Yang penting anak-anak senang, semangat, rukun, dan bisa belajar dari prosesnya,” ujarnya.
Astrid juga mengapresiasi inisiatif warga Sangkrah yang secara swadaya menghadirkan ruang positif bagi anak-anak melalui olahraga. Penyelenggaraan yang tumbuh dari masyarakat tersebut dinilai menjadi contoh bagaimana lingkungan kampung dapat menciptakan aktivitas yang mendorong anak-anak untuk aktif, sehat, sekaligus membangun karakter.
Menurutnya, kegiatan olahraga yang melibatkan anak-anak dan masyarakat memiliki nilai lebih karena mampu mempertemukan berbagai unsur dalam suasana yang positif. Lapangan tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga ruang interaksi dan kebersamaan warga.
Liga Angkasa 2026 diarahkan tidak berhenti sebagai kompetisi perdana. Panitia mulai membuka peluang untuk menambah jumlah peserta dan memperluas jangkauan turnamen sehingga ke depan dapat berkembang menjadi agenda kompetisi tahunan.
Bagi Astrid, semangat tersebut sejalan dengan upaya menciptakan ruang tumbuh yang positif bagi anak-anak di Kota Surakarta. Melalui olahraga, anak-anak dapat belajar banyak hal sekaligus menikmati masa tumbuh dalam suasana yang menyenangkan, penuh semangat, dan guyub bersama masyarakat.
“Harapannya kegiatan seperti ini terus hidup dan bisa menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkembang, tidak hanya dalam olahraga, tetapi juga dalam karakter dan kebersamaan,” pungkasnya. (Mas Is/ Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...










