Prosesi wisuda dan pelepasan siswa kelas XII SMK Veteran 1 Sukoharjo.


    540 Siswa SMK Veteran 1 Sukoharjo Dikembalikan kepada Orang Tua, Sekolah Perkuat Link and Match Dunia Industri

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Sebanyak 540 siswa kelas XII SMK Veteran 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2026/2027 resmi dikembalikan kepada orang tua dalam acara pelepasan siswa yang berlangsung di Auditorium Kampus Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Selasa (12/5/2026). 

    Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri jajaran yayasan, komite sekolah, guru, orang tua wali murid, serta para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut.

    Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo, Malkan Maliya dalam sambutannya menyampaikan sekolah yang berdiri sejak tahun 2003 itu terus berkembang menjadi salah satu SMK unggulan di Kabupaten Sukoharjo. Saat ini sekolah memiliki tujuh konsentrasi keahlian dan pada tahun ajaran 2026 resmi membuka program teknik ototronik untuk menjawab kebutuhan industri otomotif modern dan kendaraan berbasis energi baru.

    Jumlah siswa yang dikelola mencapai 1.608 siswa dalam 44 kelas dengan status akreditasi A unggul. “Rapor pendidikan sekolah semuanya hijau sehingga tahun ini kita mendapatkan predikat sekolah unggulan,” ujarnya.

    Ia menguraikan sistem pembelajaran di sekolah mengacu pada Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning yang menitikberatkan pada praktik. Komposisi pembelajaran diterapkan sebesar 70 persen praktik dan 30 persen teori sebagai ciri khas pendidikan vokasi. Selain itu, sekolah juga menanamkan budaya kerja industri dan kedisiplinan siswa sejak dini sebagai bekal memasuki dunia kerja. 

    “Kedisiplinan siswa adalah nomor satu untuk persiapan bekerja di dunia industri dengan penguatan karakter keagamaan sebagai fondasi utama,” tuturnya. 

    Sekolah juga menerapkan program link and match dengan dunia industri melalui kerja sama lebih dari 120 perusahaan yang mencakup sinkronisasi kurikulum, guru tamu, magang, hingga penyaluran tenaga kerja.

    Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menguraikan keberhasilan penyaluran lulusan ke dunia kerja. Dari total 540 siswa kelas akhir, sebanyak 158 siswa telah diterima bekerja, 18 siswa melanjutkan kuliah, enam siswa memilih berwirausaha, sedangkan ratusan siswa lainnya masih dalam proses penempatan kerja. Kepala sekolah mengingatkan para siswa agar tidak menyia-nyiakan peluang kerja yang datang setelah lulus sekolah. 

    “Jangan pernah berharap sukses tanpa pengalaman. Banyak lowongan kerja tersedia, tetapi anak-anak kadang kurang merespons dengan cepat,” katanya. 

    Ia berharap lulusan SMK Veteran mampu memanfaatkan kesempatan untuk menambah pengalaman dan meningkatkan keterampilan di dunia kerja.

    Selain fokus pada penyaluran kerja, SMK Veteran 1 Sukoharjo juga memiliki berbagai teaching factory sebagai sarana praktik nyata bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi dan jiwa kewirausahaan. Berbagai unit praktik tersedia mulai dari studio broadcasting, bengkel komputer dan jaringan, bengkel sepeda motor, bengkel mobil bekerja sama dengan Toyota, bengkel alat berat, hingga bengkel las dan konstruksi baja. Produk dan jasa hasil karya siswa telah dimanfaatkan masyarakat sebagai implementasi pembelajaran berbasis industri. 

    “Meskipun sekolah swasta, kualitas kami tidak kalah dengan SMK negeri karena seluruh sarana praktik sudah berstandar industri,” jelasnya. 

    Sekolah juga terus mengembangkan kelas industri, program beasiswa, serta pembinaan karakter keagamaan untuk mendukung lulusan agar siap bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha.

    Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Lasiman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pihak sekolah atas keberhasilan seluruh siswa kelas XII yang resmi diserahkan kembali kepada orang tua dalam keadaan lulus dengan hasil baik. Ia menguraikan kebanggaannya karena para siswa mampu menyelesaikan pendidikan dengan lancar berkat dukungan kepala sekolah beserta jajaran guru. 

    “Saya mewakili orang tua wali murid menerima dengan penuh hormat, rasa syukur, dan kebahagiaan karena anak-anak telah lulus semua dengan nilai yang bagus,” tuturnya.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang selama ini membantu para siswa, termasuk memberikan perhatian kepada siswa yang mengalami kendala selama menempuh pendidikan. Menurutnya, yayasan dan pembina sekolah memiliki peran besar dalam mendukung keberhasilan siswa, terutama melalui kebijakan yang berpihak kepada orang tua dan peserta didik. 

    “Saya mohon kepada Ketua Pembina Yayasan, Ketua Yayasan, dan Kepala Sekolah untuk lebih mendorong agar anak-anak ini lulus pulang membawa ijazah sebagai alat mencari pekerjaan maupun melanjutkan sekolah,” katanya.

    Selain itu, Lasiman berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMK. Ia mendorong para siswa untuk tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sesuai kemampuan masing-masing keluarga serta terus mencari ilmu demi masa depan yang lebih baik. Dirinya juga berharap sekolah tetap memberikan pendampingan kepada alumni, khususnya dalam membantu akses pekerjaan dan pemantauan setelah lulus. 

    “Carilah ilmu setinggi-tingginya untuk bekal kehidupan yang akan datang. Saya mohon sekolah jangan melepas anak-anak begitu saja setelah lulus, tetapi tetap membantu mencarikan pekerjaan dan memonitor mereka,” ujarnya. (Sofyan)


    Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Musik Dapat Menjadi Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

    Jaringan Perempuan Usaha Kecil (JARPUK), serta keluarga besar turut memberikan dukungan dan doa terbaik atas keberhasilan yang diraih Ahmad Andi Maulana, S.I.Kom.


    Ahmad Andi Maulana, S.I.Kom Raih Kelulusan, Dapat Dukungan dari Mirae Asset Sekuritas Solo, Core Troops, JARPUK, dan Keluarga Besar

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti prosesi Wisuda Pascasarjana ke-27, Sarjana ke-57, dan Diploma III ke-10 Periode Mei 2026 Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara). Salah satu wisudawan, Ahmad Andi Maulana, resmi meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom) dan mendapatkan dukungan istimewa dari berbagai pihak yang hadir memberikan ucapan selamat.

    Dalam momen bahagia tersebut, hadir manajer dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia cabang Solo, anggota Core Troops, Jaringan Perempuan Usaha Kecil (JARPUK), serta keluarga besar turut memberikan dukungan dan doa terbaik atas keberhasilan yang diraih.

    Kehadiran para sahabat, rekan kerja, komunitas, dan keluarga menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan Ahmad Andi Maulana dalam menyelesaikan pendidikan hingga berhasil memperoleh gelar sarjana. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak dalam kebersamaan usai prosesi wisuda berlangsung.

    Manajer Mirae Asset Sekuritas Solo, Ardiles Apria Deni menyampaikan rasa bangga terhadap pencapaian Ahmad Andi Maulana yang dinilai mampu menunjukkan semangat dan dedikasi dalam menempuh pendidikan.

    Manajer Mirae Asset Sekuritas Solo Ardiles Apria Deni saat menghadiri wisuda Ahmad Andi Maulana.

    “Kami turut bangga atas keberhasilan Ahmad Andi Maulana meraih gelar S.I.Kom. Semoga ilmu yang didapat dapat bermanfaat dan menjadi motivasi untuk terus berkembang serta berkarya di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Selain itu, JARPUK yang turut hadir juga memberikan dukungan moral dan doa agar Ahmad Andi Maulana dapat meraih kesuksesan di masa depan serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

    Acara wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan. Para tamu yang hadir tampak antusias mengabadikan momen bersama wisudawan sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian yang diraih.

    Kelulusan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Ahmad Andi Maulana, S.I.Kom untuk terus mengembangkan kemampuan, meniti karier, dan memberikan inspirasi bagi generasi muda lainnya agar terus semangat dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. (Sofyan)


    Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Musik Dapat Menjadi Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

    Talkshow Edukatif dan Ujian Perform Siswa bertajuk “Musik sebagai Stimulasi Anak Berkebutuhan Khusus: Membangun Harmoni Tumbuh Kembang Anak melalui Musik dan Kasih Sayang”.


    Tak Banyak yang Tahu, Musik Dapat Menjadi Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

    SOLO – majalahlarise.com - Rhythm Therapy Indonesia menggelar Talkshow Edukatif dan Ujian Perform Siswa bertajuk “Musik sebagai Stimulasi Anak Berkebutuhan Khusus: Membangun Harmoni Tumbuh Kembang Anak melalui Musik dan Kasih Sayang” di Atrium Ground Floor Neo Solo Grand Mall, Minggu (10/5/2026). 

    Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi orang tua, guru, terapis, mahasiswa pendidikan dan psikologi, komunitas parenting, hingga masyarakat umum untuk memahami pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak sejak dini, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus.

    Melalui pendekatan musik yang menyenangkan, kegiatan ini diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat jika musik bukan sekadar sarana hiburan, namun juga media stimulasi efektif untuk mendukung perkembangan anak. Dalam talkshow tersebut hadir dua narasumber, yakni Venessa Winastesia serta Hasto Daryanto. Keduanya menguraikan pentingnya kolaborasi antara keluarga, dunia pendidikan, dan pendekatan kreatif seperti musik dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.


    Dalam kesempatan tersebut, Venessa Winastesia menyampaikan hadirnya berbagai kegiatan yang mengakomodasi anak berkebutuhan khusus semakin memperkuat citra Kota Solo sebagai kota inklusi. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Surakarta terhadap kegiatan edukatif yang memberikan ruang tumbuh bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

    “Dengan adanya event-event yang mengakomodasi anak berkebutuhan khusus, Kota Solo semakin menunjukkan diri sebagai kota inklusi. Pemerintah kota juga sangat mendukung kegiatan seperti ini dan kami mengapresiasi upaya yang dilakukan Rhythm Therapy Indonesia,” tuturnya.

    Usai sesi talkshow, acara dilanjutkan dengan penampilan anak-anak Ekstrakurikuler Musik Sekolah Murid Merdeka Kotabarat serta Ujian Perform siswa-siswi Gilang Ramadhan Studio Band bersama Rhythm Therapy Indonesia. Penampilan tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk menunjukkan hasil proses belajar mereka di hadapan orang tua dan masyarakat luas.

    Direktur Utama PT RTI sekaligus Branch Manager GRSB Solo, Djoko Santoso menyampaikan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, namun juga memperkenalkan program pendampingan dan stimulasi yang dikembangkan oleh Rhythm Therapy Indonesia.

    “Kami ingin membangun kesadaran masyarakat jika dukungan lingkungan sangat penting dalam perkembangan anak. Melalui musik dan pendekatan kasih sayang, kami berharap tercipta ekosistem sosial-edukatif yang lebih inklusif di Kota Surakarta,” jelasnya.

    Program Rhythm Therapy Indonesia saat ini juga telah tersedia di sejumlah klinik dan rumah sakit di Kota Surakarta. Masyarakat yang ingin memperoleh informasi maupun mengikuti free trial session dapat menghubungi admin melalui nomor 08567567188. Dengan semangat Melayani Dengan Hati, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Surakarta dan sekitarnya. (Sofyan)


    Baca juga: Takwa Jadi Solusi Langit Setiap Persoalan Kehidupan

    Peserta saat mengikuti lomba menyanyi solo.

    FLS3N SD Tingkat Kecamatan Wuryantoro Jadi Ajang Pengembangan Karakter dan Kreativitas Siswa

    Wonogiri – majalahlarise.com - Korwilcambidik Kecamatan Wuryantoro menyelenggarakan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Dasar, Senin (11/5/2026), bertempat di SD Negeri 1 Wuryantoro. Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa dari berbagai sekolah dasar sebagai upaya mengembangkan karakter, kreativitas, serta potensi seni peserta didik sejak usia dini.

    Ketua panitia, Sutarno menyampaikan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menyalurkan bakat seni yang dimiliki. Menurutnya, ajang tersebut menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya sekaligus membangun karakter generasi muda yang kreatif, berprestasi, dan berdaya saing.

    “Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah keberanian, kemampuan berekspresi, serta membangun rasa percaya diri sejak usia dini,” ujarnya.

    Ia menguraikan kegiatan pengembangan karakter siswa melalui ajang kreativitas dan seni tersebut kembali digelar dengan melibatkan peserta dari berbagai sekolah dasar di wilayah Kecamatan Wuryantoro. Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah peserta mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 133 siswa dari 23 sekolah mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri dari SD Negeri dan satu SDIT.

    “Alhamdulillah meningkat dari tahun sebelumnya, sekarang ada 133 siswa dari 23 sekolah,” tuturnya.

    Menurutnya, meningkatnya jumlah peserta menunjukkan antusiasme sekolah maupun siswa terhadap kegiatan pengembangan karakter melalui seni semakin baik. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi media pembelajaran untuk melatih disiplin, kerja keras, dan sportivitas para siswa.

    Dalam pelaksanaan FLS3N tahun ini, panitia menyiapkan tujuh cabang lomba yang terdiri dari gambar bercerita, pantomim, seni kriya, menyanyi solo, mendongeng, menulis cerita, tari kreasi. Para peserta tampak antusias menampilkan kemampuan terbaik di hadapan dewan juri dan pendamping sekolah.

    Sutarno berharap peningkatan jumlah peserta juga diikuti dengan meningkatnya kualitas penampilan siswa sehingga mampu bersaing pada jenjang berikutnya. “Karena peserta secara kualitas meningkat, insya Allah nanti kualitasnya juga meningkat dan bisa berbicara di tingkat kabupaten,” jelasnya.

    Panitia berharap melalui kegiatan tersebut lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, namun juga memiliki karakter kuat, kreatif, dan mencintai seni budaya bangsa. (Sofyan)


    Baca juga: Takwa Jadi Solusi Langit Setiap Persoalan Kehidupan

    Memahami Kapita Selekta Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Pengajarannya dalam berbagai Perspektif 


    Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.

    Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA

    Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa


    Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.


    "Kawan, proses belajar dan membelajarkan diri dengan keinginan untuk berjuang dan meyakini perjuangan itu pasti akan indah pada waktunya”


           Puji syukur hanya untuk-Nya. Atas kehendak dan hidayah-Nya akhirnaya Buku Diklisa#4 yang berjudul Kapita Selekta Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Pengajarannya telah terbit dalam rangka ulang tahun ke-1 Komunitas Diklisa (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra). Komunitas Diklisa didirikan dan diluncurkan oleh Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S.,M.Hum. pada Jumat, 2 Mei 2025 dan saat ini, Sabtu, 2 Mei 2026, Komunitas Diklisa tepat berusia 1 tahun sejak diluncurkan. Kehadiran buku Diklis#4 ini diluncurkan pada tanggal 2 Mei 2026 sebagai kado ulang tahun setahun usia Komunitas Diklisa yang Cerdas dan Kreatif untuk Indonesia. 

           Kegiatan Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Pengajarannya ini didukung oleh keluarga besar Komunitas Diklisa dan didukung oleh Unit Akreditasi Internasional dan Internasional LPPMP UNS, Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa Surakarta, Penerbit Yuma Pustaka Surakarta, kampus, dan sekolah di seluruh Indonesia. Kehadiran buku Diklisa#4 ini sekaligus juga mangayubagyo purnatugas salah satu keluarga Komunitas Diklisa, yaitu Dr. Edy Suryanto, M,Pd. salah satu dosen PBSI FKIP UNS Surakarta. Oleh karena itu, kepada keluarga besar Diklisa dan semua lembaga yang telah mendukung kegiatan Komunitas Diklisa selama satu tahun ini diucapkan banyak terima kasih.

           Perkembangan teknologi yang begitu pesat menjadi peluang dan tantangan tersendiri bagi para siswa, mahasiswa, guru, dosen, penggiat literasi, wartawan, dan seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan semua data dan informasi berkelimpahan tersedia pada sumber-sumber literasi digital tanpa terseleksi. Apabila pembaca tidak selektif akan dapat berdampak negatif tetapi apabila pembaca dapat selektif dan melek literasi digital pastilah akan aman dan justru dapat memanfaatkan semua sumber-sumber literasi digital tersebut untuk kemaslahatan diri dan umat sepanjang hayat. Komtimen untuk terus belajar dan membelajarkan diri melalui aneka sumber literasi digital dan nondigital merupakan komitmen untuk mengimplementasikan proses belajar mandiri melalui literasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) sepanjang masa. 

           Peran guru, dosen, orang tua, penggiat litearasi untuk dapat menjadi fasilitator untuk belajar dan membelajarkan diri melalui aneka sumber-sumber literasi digital sangat dirindukan. Kehadiran para penggiat literasi untuk dapat memilih dan memilah aneka kapita selekta keilmuan dan pengetahuan dalam multikonteks kehidupan sangat diharapkan oleh seluruh masyarakat NKRI. Upaya untuk terus menggerakkan semangat belajar dan membelajarkan multigenrasi NKRI dengan berbagai sumber literasi yang berkonteks pendidikan, agama, budaya, seni, bahasa, politik, sosial, ekonomi, hukum dan aneka konteks lainnya dalam multikonteks kehidupan sangatlah diperlukan. Oleh karena itu, Komunitas Diklisa dan Lembaga Literasi Arfuazh Ratulisa hadir untuk dapat menjadi fasilitaor dialog aneka topik dan imajinasi kreatif bagi multigenerasi NKRI yang hebat dan luar biasa.

           Kehadiran Buku Diklisa#4 ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sumber literasi bagi multigenerasi NKRI yang terus harus belajar dan berliterasi dengan Ratulisa sepanjang masa. Kehadiran Buku Diklis#4 diharapkan dapat memantik semangat siswa, guru, dosen, penggiat literasi, dan seluruh masyarakat NKRI untuk terus menjadi penggerak literasi ratulisa bersama Komunitas Diklisa melalui keluarga, teman, sahabat, saudara, kawan, guru, dosen, seluruh komunitas-komunitas dan penggiat literasi, serta masyarakat NKRI. Upaya nyata untuk dapat melek literasi ya harus menjadi teladan untuk berliterasi dengan ratulisa, rajin menulis dan membaca sepanjang masa. 

           Akhirnya, selamat untuk Komunitas Diklisa yang telah berulang tahun ke-1 dan selalu hadir sebagai penggerak dan fasilitator untuk berliterasi dengan Ratulisa. Selama 12 bulan telah mengadakan kegiatan Diklisa sebanyak 12 kali kegiatan seminar dan Dialog Diklisa, dan diabadikan melalui kanal Youtube DIKLISA dan ARFUZH RATULISA sebanyak 12 kegiatan. Kemudian dihasilkan Mars Diklisa dan Arfuzh Ratulisa, Lagu Ratulisa, dan Profil Diklisa. Selain itu juga telah dihasilkan karya bersama keluarga besar Diklisa dalam bentuk 4 buku Diklisa yang ditulis bersama, yaitu Buku Diklisa #1, Buku Diklisa#2, Buku Diklisa#3 berwujud prosiding, dan Buku Diklisa#4. Semoga kehadiran buku-buku dan karya-karya komunitas Diklisa akan memberikan kemaslahatan untuk umat sepanjang hayat. Selamat melaksanakan 3M: membaca, memahami, dan mengamalkan. Kawan, teruslah berliterasi dengan Ratulisa. “Membacalah untuk menulis dan menulislah untuk dibaca umat sepanjang hayat”. Mohon maaf segala khilaf dan terima kasih atas segala dukungan dan motivasi silaturahmi dan berliterasi dengan Ratulisa sepanjang masa. 

    “Makan rendang dengan rambak, minumnya es kelapa muda. Ayo bergerak agar berdampak bersama Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa dan Komunitas Diklisa”

    “Tulisan ini merupakan pengantar dalam Buku Diklisa#4 semoga dapat memotivasi dan menginspirasi multigenerasi NKRI bagi yang tidak dapat memiliki atau membaca Buku Diklisa#4 yang berjudul Kapita Selekta Bahasa, Sastra, Seni, Budaya dan Pengajarannnya”.


    Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa Surakarta, 11 Mei 2026

    Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko saat mengisi Pengajian Rutin Aisyiyah.


    Takwa Jadi Solusi Langit Setiap Persoalan Kehidupan

    SOLO – majalahlarise.com - Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari berbagai persoalan. Namun, setiap masalah diyakini memiliki jalan keluar apabila manusia kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Pesan itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko saat mengisi Pengajian Rutin Aisyiyah yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Aisyiyah di Madrasah Diniyah depan Masjid Jami’ Kampung Sewu Solo, Minggu (10/5/2026).

    Dalam tausiyahnya, Jatmiko menyampaikan hidup bukan tentang bagaimana manusia terbebas dari masalah, melainkan bagaimana menyelesaikan persoalan dengan petunjuk Allah SWT melalui Al-Quran dan As-Sunnah.

    “Setiap masalah pasti ada solusi langit, jika kita mau kembali pada Al-Quran dan As-Sunnah. Kita buka Quran Surah At Talaq ayat 2, ‘Dan siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya jalan keluar’,” kata Jatmiko.

    Guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta itu menguraikan setiap manusia pasti diuji dengan persoalan kehidupan. Menurutnya, orang beriman harus berani menghadapi ujian dengan meningkatkan ketakwaan, berikhtiar, dan berserah diri kepada Allah SWT.

    “Dari kepasrahan dan usaha tersebut, Allah akan memberikan rezeki yang tak terduga. Kita buka Quran Surah At Talaq ayat 3, ‘Dan Dia memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka’,” tuturnya sambil tersenyum.

    Selain itu, Jatmiko juga mengajak jamaah memahami kandungan Surah Al-Anfal ayat 29 yang menjelaskan orang bertakwa akan diberikan “furqan”, yakni kemampuan membedakan antara yang benar dan salah.

    “Setiap persoalan kehidupan sejatinya bisa diselesaikan dengan meningkatkan ketakwaan. Baik laki-laki maupun perempuan, kaya ataupun miskin, pejabat maupun rakyat biasa, semuanya memiliki kesempatan yang sama mendapatkan pertolongan Allah SWT melalui ketakwaan,” jelasnya.

    Anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Kota Surakarta tersebut juga menyampaikan ketakwaan tidak hanya membawa kemakmuran, tetapi mampu menghadirkan ketenteraman dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam keluarga.

    Sebaliknya, perilaku maksiat dan keingkaran terhadap perintah Allah SWT dapat mengundang berbagai musibah, kemiskinan, penderitaan, hingga kehancuran suatu negeri. Ia mengutip Surah Al-Isra ayat 16 yang menjelaskan kehancuran sebuah negara dapat terjadi akibat kedurhakaan penduduknya ketika kemewahan membuat manusia lalai terhadap perintah Allah SWT.

    “Semoga dengan istiqomah mengikuti pengajian mampu memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta menjadikan ketakwaan sebagai fondasi membangun bangsa yang damai, makmur, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Wisuda Tahfiz dengan Tausiyah Wayang Golek Pitutur

    Wisuda Tahfiz Al-Qur’an dengan suasana khidmat dan penuh makna di Hotel Novotel Surakarta, Sabtu (9/5/2026).


    SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Wisuda Tahfiz dengan Tausiyah Wayang Golek Pitutur

    Surakarta – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menggelar Wisuda Tahfiz Al-Qur’an dengan suasana khidmat dan penuh makna di Hotel Novotel Surakarta, Sabtu (9/5/2026). Mengusung tema “Cahaya Qur’an di Jantung Kota Budaya Surakarta”, kegiatan ini menjadi momentum syiar Al-Qur’an sekaligus bentuk komitmen sekolah dalam membentuk generasi Qurani yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.

    Sebanyak 150 siswa mengikuti wisuda tahfiz tahun ini dengan capaian hafalan yang membanggakan. Rinciannya, 79 siswa berhasil menyelesaikan hafalan juz 30, 29, dan 28, sedangkan 71 siswa lainnya mengikuti kategori tilawah Al-Qur’an. Para wisudawan tampil percaya diri mempersembahkan hafalan dan lantunan ayat suci Al-Qur’an di hadapan orang tua, guru, dan tamu undangan yang hadir.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Nursalam menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa dalam program tahfiz sekolah. Ia menguraikan keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara sekolah, guru, dan dukungan penuh dari orang tua siswa.

    “Alhamdulillah, hari ini menjadi momen yang membahagiakan bagi kami semua. Anak-anak telah menunjukkan semangat luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an. Kami berharap mereka tidak berhenti pada hafalan saja, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

    Acara semakin istimewa dengan hadirnya tausiyah Wayang Golek Pitutur yang disampaikan oleh Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. Dengan gaya dakwah yang memadukan nilai budaya dan pesan keislaman, ia mengajak para siswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan dan pedoman menghadapi tantangan zaman.

    Tausiyah Wayang Golek Pitutur yang disampaikan oleh Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. 


    “Anak-anak harus bangga menjadi generasi Qurani. Al-Qur’an bukan hanya untuk dihafal, tetapi menjadi petunjuk dalam bersikap, bertutur kata, dan menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan para wisudawan dan wali murid.

    Perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Surakarta, Kartono turut memberikan apresiasi atas kesungguhan SD Muhammadiyah PK Kottabarat dalam membangun budaya Qurani di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan tahfiz menjadi investasi penting dalam menyiapkan generasi Islam yang berilmu, beradab, dan memiliki akhlak mulia.

    “Kami melihat sekolah ini istiqamah menanamkan pendidikan Al-Qur’an sejak dini. Ini menjadi bekal yang sangat penting agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara spiritual,” jelasnya.

    Pengawas PAI Kota Surakarta, Sumiyati juga menyampaikan rasa bangga kepada SD Muhammadiyah PK Kottabarat yang terus konsisten menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada para siswa. Ia menilai wisuda tahfiz bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari ikhtiar membangun generasi yang memiliki kecerdasan spiritual dan akhlak mulia di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

    “Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dibiasakan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter baik, disiplin, dan mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

    Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tamu undangan istimewa yang membersamai acara dari awal hingga selesai, di antaranya Muhdiyatmoko, Upik Mairina, ibu Ratna Kepala TK Aisyiyah PK, serta Joko Susilo Ketua PCM Kottabarat.

    Suasana haru dan bangga menyelimuti jalannya acara. Kehadiran para orang tua, guru, dan tokoh Muhammadiyah menjadi bukti nyata sinergi dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Wisuda Tahfiz ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus menjaga hafalan, memperbaiki akhlak, serta menjadi generasi penerang umat di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Menjadi Guru dan Dosen Abad XXI yang Kreatif, Kritis, Inovatif, Produktif, dan Inspiratif yang Dirindukan oleh Siswa, Mahasiswa, dan Masyarakat Indonesia  


Top