GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan X Fakultas Hukum UNISRI Surakarta. |
PKPA Angkatan X FH UNISRI dan PERADI Siapkan Advokat Cerdas, Berintegritas, dan Siap Hadapi Tantangan Zaman
SURAKARTA - majalahlarise.com - Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta bekerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan X. Kegiatan pembukaan berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Hukum UNISRI pada Kamis (11/6/2026) dan dilaksanakan secara hybrid hingga 25 Juni 2026.
Program PKPA Angkatan X ini menghadirkan 30 sesi pembelajaran dengan durasi masing-masing 1,5 jam. Pelaksanaan secara hybrid dipilih untuk memberikan kemudahan bagi peserta dari berbagai daerah di luar Surakarta sehingga tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan tanpa terkendala jarak. Model pembelajaran ini juga menjadi upaya memperluas akses pendidikan profesi advokat dengan tetap menjaga kualitas materi dan proses pembelajaran.
Ketua Pelaksana PKPA Angkatan X, Fx. Hastowo Broto Laksito, S.H., M.H., menjelaskan kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara dunia akademik dan profesi hukum dalam menyiapkan calon advokat yang kompeten dan berintegritas.
“Kegiatan ini bagian dari upaya bersama mencetak advokat yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat dalam integritas. Kerja sama UNISRI dan PERADI merupakan komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan pendidikan keprofesian hukum yang aplikatif, beretika, dan relevan dengan perkembangan zaman,” jelas Fx. Hastowo Broto Laksito.
Menurutnya, kurikulum PKPA terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan profesi hukum. Selain membekali peserta dengan kemampuan litigasi dan pemahaman kode etik profesi, program ini juga memberikan wawasan mengenai berbagai isu hukum kontemporer, termasuk perkembangan hukum digital serta profesi-profesi penunjang hukum yang semakin dibutuhkan pada era modern.
Untuk mendukung kualitas pembelajaran, PKPA Angkatan X menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang profesi hukum. Mereka terdiri atas advokat, hakim, notaris, kurator, arbiter, jaksa, serta akademisi berkualifikasi guru besar yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang masing-masing.
Acara pembukaan secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Nasional PERADI, Dr. Achhiel Suyanto, S.H., M.H. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan organisasi profesi terhadap peningkatan kualitas pendidikan calon advokat di Indonesia.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UNISRI, Dr. Dora Kusumastuti, S.H., M.H., menyampaikan komitmen fakultas dalam meningkatkan kompetensi lulusan PKPA agar mampu menjawab kebutuhan dunia profesi hukum yang semakin kompleks.
“Kami Fakultas Hukum UNISRI berupaya semakin meningkatkan kompetensi lulusan PKPA UNISRI yang bekerja sama dengan PERADI, agar peserta memiliki keterampilan untuk semua hal yang dibutuhkan sebagai seorang lawyer. Setelah kegiatan PKPA ini peserta akan mengikuti Ujian Profesi Advokat pada November,” ujarnya.
Pesan motivasi juga disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PERADI Surakarta, Zaenal Abidin, S.H., M.H. Ia mengingatkan peserta agar senantiasa menjaga integritas dan menjunjung tinggi kode etik profesi dalam menjalankan tugas sebagai advokat.
“Jadilah advokat yang berintegritas dan menjunjung tinggi kode etik. Lulusan PKPA UNISRI menjadi advokat yang menasional,” pesannya.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara UNISRI dan PERADI, PKPA Angkatan X diharapkan mampu melahirkan advokat muda yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki komitmen kuat dalam menegakkan hukum dan keadilan. Selain memiliki kompetensi akademik dan keterampilan praktik yang memadai, para lulusan juga diharapkan menjadi insan hukum yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Pagelaran Wayang Golek Pitutur meriahkan Milad ke-12 SD Muhammadiyah Limpung Batang. |
Milad ke-12 SD Muhammadiyah Limpung Batang, Wayang Golek Pitutur Jadi Media Syiar Pendidikan dan Budaya Berkemajuan
Batang - majalahlarise.com - SD Muhammadiyah Limpung Kabupaten Batang memperingati Milad ke-12 dengan menggelar kegiatan Wayang Golek Pitutur di halaman sekolah, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian perayaan milad yang berlangsung meriah dengan mengusung perpaduan nilai pendidikan, dakwah Islam, dan pelestarian budaya sebagai wujud komitmen sekolah dalam membangun generasi berkarakter dan berkemajuan.
Acara menghadirkan Ustadz Pujiono sebagai narasumber sekaligus pendakwah yang menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui media Wayang Golek Pitutur. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari siswa, guru, orang tua, pengurus Muhammadiyah, serta masyarakat sekitar yang hadir mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Pujiono menjelaskan Milad ke-12 menjadi momentum penting untuk mensyukuri perjalanan panjang SD Muhammadiyah Limpung dalam mencerdaskan generasi bangsa. Menurutnya, usia dua belas tahun bukan sekadar penanda perjalanan waktu, melainkan bukti pengabdian sekolah dalam menanamkan ilmu, akhlak, dan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik.
“Dari ruang-ruang belajar yang sederhana, lahir mimpi-mimpi besar yang tumbuh bersama doa, ikhtiar, dan pengabdian. Selamat Milad ke-12 SD Muhammadiyah Limpung. Teruslah menjadi pelita yang menerangi generasi, menumbuhkan anak-anak yang cerdas pikirannya, lembut hatinya, dan kuat imannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga makna penting dalam peringatan milad. Pertama, sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat dan perkembangan yang telah Allah SWT karuniakan kepada sekolah selama dua belas tahun pengabdian. Kedua, sebagai sarana muhasabah untuk mengevaluasi berbagai program dan langkah yang telah dilakukan agar pelayanan pendidikan semakin berkualitas. Ketiga, sebagai media syiar Islam dan penguat ukhuwah antara sekolah, orang tua, Persyarikatan Muhammadiyah, serta masyarakat dalam membangun generasi yang berakhlak mulia.
“Milad menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menyusun langkah yang lebih baik ke depan. Dengan kebersamaan dan semangat dakwah, sekolah akan semakin kuat dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak,” katanya.
Kepala SD Muhammadiyah Limpung, Izam Izzudin, menyampaikan rasa syukur atas capaian sekolah yang kini memasuki usia ke-12 tahun. Ia menilai perjalanan tersebut tidak lepas dari dukungan seluruh pihak yang selama ini memberikan kepercayaan kepada sekolah.
“Milad ke-12 ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat. Kami berharap SD Muhammadiyah Limpung terus berkembang menjadi sekolah unggulan yang mampu melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar Izam Izzudin.
Sementara itu, Ketua PCM Limpung, H. M. Furqon Thohar, memberikan apresiasi atas berbagai prestasi dan perkembangan yang telah dicapai sekolah selama ini. Menurutnya, SD Muhammadiyah Limpung telah menjadi bagian penting dari gerakan dakwah Muhammadiyah di bidang pendidikan.
“SD Muhammadiyah Limpung telah menunjukkan perkembangan yang baik dan menjadi salah satu amal usaha yang memberi manfaat bagi masyarakat. Kami berharap sekolah ini terus tumbuh, berkembang, dan semakin dipercaya masyarakat,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Limpung, H. Rusmanto. Ia menjelaskan keberhasilan sekolah merupakan hasil kerja sama seluruh elemen, mulai dari guru, tenaga kependidikan, orang tua, persyarikatan, hingga masyarakat sekitar.
“Keberhasilan yang diraih sekolah hari ini merupakan hasil sinergi banyak pihak. Momentum milad harus menjadi penyemangat untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu pendidikan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik,” jelasnya.
Selain Wayang Golek Pitutur, peringatan Milad ke-12 SD Muhammadiyah Limpung juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung seperti Lomba Tingkat TK, Market Day, pentas kreativitas siswa, serta sejumlah agenda edukatif dan sosial lainnya. Berbagai kegiatan tersebut menjadi wadah pengembangan bakat, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan siswa sekaligus mempererat hubungan sekolah dengan masyarakat.
Melalui semangat Milad ke-12, SD Muhammadiyah Limpung meneguhkan langkah untuk terus menjadi sekolah yang unggul dalam prestasi akademik, pembentukan karakter, syiar Islam, serta penguatan ukhuwah. Dengan memadukan pendidikan, budaya, dan nilai-nilai keislaman, sekolah ini diharapkan terus menjadi pelita yang menerangi perjalanan generasi menuju masa depan yang cerdas, berakhlak, dan berkemajuan. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Ratusan siswa tampak antusias mengikuti kegiatan bertajuk Pecimase (Petani Cilik Masuk Sekolah). |
SD Negeri Bayan Surakarta Gelar Program Pecimase, Ratusan Siswa Belajar Jadi Petani Cilik dan Tanam Cabai Bersama Dispangtan
SURAKARTA - majalahlarise.com - Suasana berbeda tampak di lingkungan SD Negeri Bayan Surakarta, Kamis (11/6/2026). Sejak pagi hari, ratusan siswa tampak antusias mengikuti kegiatan bertajuk Pecimase (Petani Cilik Masuk Sekolah) yang digelar bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Surakarta. Program edukatif ini menjadi bagian dari implementasi sekolah Adiwiyata dalam membangun kesadaran lingkungan, ketahanan pangan, serta pola hidup sehat kepada peserta didik sejak usia dini.
Alih-alih mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas seperti biasanya, para siswa kelas 1 hingga kelas 5 diajak berinteraksi langsung dengan alam melalui serangkaian kegiatan edukasi dan praktik pertanian sederhana. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan pengalaman nyata sehingga siswa dapat memahami proses produksi pangan secara langsung.
Kepala SD Negeri Bayan, Ary Endah Purwaningsih, S.Pd, menjelaskan program Pecimase merupakan bentuk kolaborasi sekolah dengan Dispangtan Kota Surakarta dalam memberikan edukasi pertanian kepada generasi muda. Selain mengenalkan dunia pertanian, kegiatan ini juga mendukung program Adiwiyata yang selama ini dijalankan sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang peduli dan berbudaya lingkungan.
"Melalui program Pecimase ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak proses menanam sejak dini. Mereka belajar menghargai alam, memahami asal-usul bahan pangan yang dikonsumsi setiap hari, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini juga sejalan dengan program Adiwiyata yang terus kami kembangkan di sekolah," ujar Ary Endah Purwaningsih.
Kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi dan edukasi interaktif yang berlangsung di aula sekolah. Tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta menyampaikan materi dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Melalui tayangan visual, permainan edukatif, serta dialog interaktif, siswa diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui konsumsi makanan bergizi.
Salah satu materi yang diberikan adalah pengenalan konsep real food, yaitu makanan alami yang berasal langsung dari alam dan minim proses pengolahan. Anak-anak dikenalkan pentingnya mengonsumsi sayuran, buah-buahan, serta bahan pangan segar dibandingkan makanan instan yang banyak mengandung bahan tambahan dan pengawet.
Para fasilitator juga mengajak siswa memahami konsep “Makanan Bergizi dari Kebunku”. Dalam sesi tersebut, siswa diberikan wawasan bahwa lahan pekarangan rumah maupun area kosong di lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan sehat. Dengan menanam sendiri sayuran atau tanaman pangan, keluarga dapat memperoleh bahan makanan yang lebih segar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk yang dibeli dari luar.
Selain itu, siswa mendapatkan pembelajaran dasar mengenai dunia pertanian. Mereka dikenalkan perbedaan antara benih dan bibit, jenis media tanam, hingga tahapan sederhana dalam proses budidaya tanaman. Pengetahuan dasar ini diberikan sebagai bekal sebelum para siswa melakukan praktik langsung di lapangan.
Setelah sesi edukasi selesai, seluruh peserta diarahkan menuju halaman dan taman sekolah yang telah disiapkan sebagai area praktik. Di lokasi tersebut, suasana semakin meriah ketika para siswa menerima perlengkapan menanam berupa polybag, media tanam yang terdiri atas campuran tanah dan pupuk organik, serta benih cabai.
Tanaman cabai dipilih karena merupakan komoditas yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia serta relatif mudah dibudidayakan oleh anak-anak. Dengan pendampingan guru dan instruktur dari Dispangtan, para siswa mempraktikkan tahapan menanam mulai dari mengisi polybag dengan media tanam, membuat lubang tanam, memasukkan benih cabai, hingga melakukan penyiraman pertama.
Gelak tawa dan semangat para siswa mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Mereka tampak bersemangat saat memegang media tanam dan mencoba menanam benih secara mandiri. Tidak sedikit siswa yang mengajukan pertanyaan kepada petugas mengenai cara merawat tanaman agar dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah.
Kegiatan praktik tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa karena mereka dapat melihat secara langsung proses awal pertumbuhan tanaman yang selama ini hanya dipelajari melalui buku pelajaran. Melalui pengalaman tersebut, siswa belajar mengenai kesabaran, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Ary Endah Purwaningsih menjelaskan hasil tanaman yang telah ditanam nantinya akan dibawa pulang oleh siswa untuk dirawat bersama keluarga di rumah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan lingkungan sekaligus menumbuhkan kebiasaan bercocok tanam di lingkungan keluarga.
"Kami berharap setelah kegiatan ini anak-anak tetap melanjutkan perawatan tanaman di rumah. Dari proses sederhana tersebut mereka dapat belajar bertanggung jawab, menghargai proses tumbuhnya tanaman, serta memahami pentingnya menjaga ketahanan pangan mulai dari lingkungan keluarga," jelasnya.
Melalui program Pecimase, SD Negeri Bayan tidak hanya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan kepada generasi muda. Kolaborasi antara sekolah dan Dispangtan Kota Surakarta ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, mandiri, peduli lingkungan, serta memiliki apresiasi tinggi terhadap profesi petani sebagai garda terdepan penyedia pangan bagi masyarakat. (Sofyan)
Baca juga: MGMP Geografi Wonogiri Gelar Pelatihan Pembelajaran Geografi Berbasis AI di SMAN 1 Wonogiri
Pendidikan
![]() |
| Naramber Dony Purnomo memberikan materi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran. |
MGMP Geografi Wonogiri Gelar Pelatihan Pembelajaran Geografi Berbasis AI di SMAN 1 Wonogiri
Wonogiri - majalahlarise.com - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Kabupaten Wonogiri kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan Pembelajaran Geografi Berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digelar di SMAN 1 Wonogiri, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini diikuti guru-guru Geografi SMA se-Kabupaten Wonogiri sebagai upaya memperkuat kesiapan pendidik menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan.
Pelatihan menghadirkan Dony Purnomo sebagai narasumber yang memberikan materi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar AI, teknik menyusun prompt yang efektif, hingga praktik pembuatan media pembelajaran daring dengan memanfaatkan berbagai platform berbasis AI. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi karena materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Dalam pemaparannya, Dony Purnomo menjelaskan AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu yang dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Menurutnya, pemahaman terhadap teknologi menjadi kebutuhan penting agar guru mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik.
“AI bukan pengganti guru. Teknologi ini adalah alat bantu yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru perlu memahami cara memanfaatkannya secara bijak sehingga dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMAN 1 Wonogiri, Susilo Joko Raharjo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada MGMP Geografi Kabupaten Wonogiri yang secara konsisten menyelenggarakan program pengembangan profesional guru dan memilih SMAN 1 Wonogiri sebagai lokasi kegiatan.
“Saya mengapresiasi MGMP Geografi Wonogiri yang aktif menyelenggarakan kegiatan rutin dan memilih SMAN 1 Wonogiri sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Forum seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat kolaborasi antarguru,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan para guru untuk terus mengembangkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perubahan menjadi kunci dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi generasi saat ini.
“Guru harus terus berkembang dan terus belajar agar mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, MGMP Geografi Kabupaten Wonogiri berharap para guru semakin siap mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pembelajaran geografi secara efektif dan bertanggung jawab. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Wonogiri melalui penguatan kompetensi guru di era digital. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Simo, Dwitya Nadia Fatmawati, M.Pd. |
Kepala SMA MUSA Buka IHT Integrasi Coding dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Berdiferensiasi
Boyolali - majalahlarise.com - SMA Muhammadiyah 1 Simo (SMA MUSA) menggelar kegiatan In House Training (IHT) bagi seluruh guru dengan tema “Integrasi Coding dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Berdiferensiasi” di aula sekolah, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Simo, Dwitya Nadia Fatmawati, M.Pd. Dalam sambutannya menjelaskan pentingnya guru terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, pemanfaatan coding dan Artificial Intelligence (AI) sudah menjadi kebutuhan yang harus dipahami oleh pendidik untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan relevan.
“Pemanfaatan coding dan Artificial Intelligence bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dipahami oleh pendidik untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Saya berharap seluruh guru dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan ini untuk memperkaya wawasan dan keterampilan yang nantinya diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Sebagai narasumber, Pujiono, S.Si., M.M. menyampaikan materi mengenai strategi integrasi coding dan AI dalam pembelajaran berdiferensiasi. Ia menjelaskan teknologi dapat menjadi alat yang sangat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa.
“Teknologi dapat menjadi alat yang sangat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa. Artificial Intelligence juga dapat dimanfaatkan dalam penyusunan perangkat ajar, pembuatan media pembelajaran, hingga pengembangan asesmen yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan peserta didik,” jelasnya.
Selain memperoleh materi teoritis, para guru juga mengikuti sesi praktik penggunaan berbagai aplikasi berbasis AI yang dapat mendukung proses pembelajaran. Berbagai fitur pemanfaatan kecerdasan buatan dalam penyusunan materi, pembuatan media ajar, hingga pengelolaan asesmen diperkenalkan secara langsung kepada peserta.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi berjalan interaktif dengan banyak pertanyaan serta berbagi pengalaman dari para guru. Beberapa peserta yang tampak aktif mengikuti kegiatan di antaranya Muhammadiyah Fiyan Alfatih, Joko Mardiko, dan guru-guru lainnya yang menunjukkan keseriusan dalam mempelajari teknologi pendidikan terkini.
Acara yang dipandu oleh Desviana Umi Sholihah, S.M. berlangsung lancar dan penuh semangat. Suasana pelatihan terasa hidup karena peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mencoba langsung berbagai aplikasi dan fitur yang diperkenalkan narasumber.
Melalui kegiatan IHT ini, SMA Muhammadiyah 1 Simo berharap seluruh guru mampu mengimplementasikan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran sehari-hari sehingga tercipta suasana belajar yang lebih menarik, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru serta pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan produktif.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, SMA Muhammadiyah 1 Simo terus meneguhkan diri sebagai sekolah yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan siap mencetak generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan masa depan di era digital. (Sofyan)
Baca juga: Dies Natalis ke-11 HIMAKOM UNIVET BANTARA Hadirkan Influencer Minkee dalam Seminar CommVerse Vol 2.0
Pendidikan
Dies Natalis ke-11 HIMAKOM UNIVET BANTARA Hadirkan Influencer Minkee dalam Seminar CommVerse Vol 2.0
Sukoharjo - majalahlarise.com - Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (UNIVET Bantara) Sukoharjo menggelar seminar CommVerse Vol 2.0 dalam rangka Dies Natalis ke-11 HIMAKOM, Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UNIVET Bantara tersebut mengusung tema “Lantunan Aksi dalam Harmoni Komunikasi” dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan komunikasi digital serta personal branding di era media sosial.
Seminar bertajuk “The Rise of Digital Influence: Strategi Gen Z Membangun Personal Branding dan Menguasai Ruang Publik di Media Sosial” menghadirkan influencer sekaligus content creator Raihan Adam atau yang lebih dikenal sebagai Minkee.
Dalam pemaparannya, Minkee membagikan pengalaman membangun identitas diri di media sosial, mulai dari menemukan karakter personal, menciptakan konten yang autentik, hingga membangun engagement dengan audiens.
“Personal branding bukan sekadar soal terkenal, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan nilai dan konsistensi sehingga publik dapat mengenali karakter yang kita bangun,” ujarnya.
Ketua Pelaksana CommVerse Vol 2.0, Chusnul Adjeng Triaputri, menjelaskan seminar ini merupakan bentuk kepedulian HIMAKOM terhadap kebutuhan generasi muda dalam menghadapi tantangan komunikasi digital yang semakin dinamis. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana pengembangan diri dan karier apabila dimanfaatkan secara positif dan strategis.
“Melalui kegiatan ini kami berharap peserta mampu memahami cara memanfaatkan media sosial secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab untuk mendukung pengembangan diri maupun karier di masa depan,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa dalam sesi seminar dan diskusi interaktif. Berbagai pertanyaan terkait pengelolaan media sosial, strategi membangun konten kreatif, hingga tantangan menjadi influencer menjadi topik yang banyak dibahas. Semangat “Lantunan Aksi dalam Harmoni Komunikasi” yang diusung dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian pesan, tetapi juga mampu menghadirkan kolaborasi, inspirasi, dan perubahan positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Dekan FISH UNIVET BANTARA, Dr. Joko Suryono, mengapresiasi penyelenggaraan CommVerse Vol 2.0 yang menghadirkan tema dan narasumber relevan dengan perkembangan dunia komunikasi digital saat ini. Menurutnya, materi yang disampaikan Minkee sangat bermanfaat bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menghadapi era media sosial yang terus berkembang.
“Ilmu yang dimiliki oleh Mas Mingke sangat baik untuk pengembangan ilmu komunikasi di era media sosial. Gen Z mau tidak mau harus menguasai ilmu-ilmu seperti ini,” ujarnya.
Dr. Joko menjelaskan konsep personal branding memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang ilmu komunikasi, mulai dari komunikasi pemasaran, periklanan hingga komunikasi politik. Menurutnya, setiap individu perlu memiliki identitas yang kuat agar mampu membangun kepercayaan dan daya tarik di mata publik.
“Personal branding yang kuat memiliki daya magnet yang kuat untuk membuat orang tertarik, karena ada sesuatu yang luar biasa yang dimiliki seseorang,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai bidang minat masing-masing, baik jurnalistik, komunikasi pemasaran, periklanan, penyiaran maupun konten kreatif.
“Harapan kami, mahasiswa memiliki kelebihan masing-masing sehingga ketika orang membutuhkan keahlian tertentu, nama mahasiswa tersebut langsung teringat karena personal branding yang sudah terbentuk,” ujarnya.
Selain itu, Dr. Joko juga menjelaskan pentingnya membangun corporate branding bagi Program Studi Ilmu Komunikasi agar memiliki ciri khas dan kebaruan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, perkembangan media sosial dan kecerdasan buatan (AI) harus menjadi bagian dari inovasi yang terus dikembangkan program studi.
“Program Ilmu Komunikasi harus memiliki keunikan tertentu. Saat masyarakat membutuhkan keilmuan tertentu, mereka langsung menyebut Ilmu Komunikasi UNIVET. Kebaruan itu tidak lepas dari perkembangan media sosial dan kecerdasan buatan atau AI yang saat ini terus berkembang,” pungkasnya. (Annistya/ Sofyan)
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Dosen, UNISRI Gelar Sosialisasi dan Pendampingan JAFA Bersama LLDIKTI Wilayah VI
Pendidikan
![]() |
| Sosialisasi dan Pendampingan Ajuan Jabatan Fungsional Akademik (JAFA) bagi 175 dosen secara daring melalui Zoom Meeting. |
Tingkatkan Kualitas Dosen, UNISRI Gelar Sosialisasi dan Pendampingan JAFA Bersama LLDIKTI Wilayah VI
Solo - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan Sosialisasi dan Pendampingan Ajuan Jabatan Fungsional Akademik (JAFA) bagi 175 dosen secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (10/6/2026). Kegiatan ini digelar sebagai respons terhadap tuntutan peningkatan mutu perguruan tinggi swasta sekaligus implementasi regulasi terbaru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ketua Pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.TP., M.P., menjelaskan sosialisasi tersebut bertujuan mempercepat peningkatan jumlah dosen yang memiliki Jabatan Akademik minimal Asisten Ahli sekaligus memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penilaian Jabatan Akademik Dosen internal berdasarkan pedoman operasional yang berlaku.
“Ini langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dosen UNISRI secara berkelanjutan. Melalui pendampingan ini kami berharap semakin banyak dosen yang mampu memenuhi persyaratan dan mengajukan kenaikan jabatan akademik sesuai ketentuan,” ujarnya.
Kegiatan menghadirkan Ketua Tim Kerja SDPT LLDIKTI Wilayah VI, Lis Setyowati, S.Sos., M.H., sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci mengenai teknis pengajuan JAFA, pemenuhan syarat khusus, hingga pemanfaatan berbagai platform pendukung yang dapat membantu dosen dalam proses pengajuan jabatan fungsional.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang II UNISRI, Dr. Edi Wibowo, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menjelaskan jabatan fungsional akademik tidak sekadar menjadi sarana pengembangan karier dosen, tetapi juga mencerminkan profesionalisme tenaga pendidik di perguruan tinggi.
“JAFA merupakan cerminan profesionalisme tenaga pendidik. Dosen dituntut adaptif, produktif, dan inovatif. Lembaga berkomitmen mengawal, memfasilitasi, dan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh proses ajuan kenaikan pangkat,” kata Dr. Edi.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., memberikan arahan terkait kebijakan terbaru yang membuka peluang lebih besar bagi dosen untuk meningkatkan jenjang akademiknya. Ia menyoroti terbitnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2026 dan Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 yang memungkinkan adanya mekanisme lompat jabatan bagi dosen yang memiliki prestasi internasional.
Berdasarkan data SIBRAJA dan PDDikti, saat ini UNISRI memiliki 177 dosen. Dari jumlah tersebut, terdapat 24 dosen dengan jabatan Lektor Kepala dan 7 Guru Besar, sehingga total mencapai 31 orang atau sekitar 17,7 persen. Selain itu terdapat 60 dosen dengan jabatan Lektor, 34 Asisten Ahli, dan 2 dosen yang belum memiliki jenjang jabatan akademik. Untuk kualifikasi pendidikan, sebanyak 37 dosen telah menempuh pendidikan doktoral (S3).
Prof. Aisyah juga mengingatkan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian, di antaranya dosen yang telah bertahun-tahun belum mengajukan kenaikan jabatan akademik, dosen berkualifikasi S3 yang masih berada pada jenjang Asisten Ahli, serta berbagai kendala administratif dan teknis dalam proses pengajuan.
Melalui sosialisasi dan pendampingan ini, UNISRI menunjukkan komitmennya dalam mempercepat kenaikan jabatan fungsional dosen sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional sekaligus mendukung arah kebijakan pengembangan perguruan tinggi yang digariskan LLDIKTI Wilayah VI. (Sofyan).
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...









