Dalang Jaka Rianto Purna Tugas, Dianugerahi Gelar KR. Eyang Keramat

    SOLO - majalahlarise.com - Dalang dan akademisi Jaka Rianto, S.Kar., M.Hum. resmi memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus dosen Jurusan Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Pengabdian panjangnya di dunia pendidikan dan seni tradisi mendapat apresiasi khusus dari para seniman wayang beber melalui penganugerahan gelar KR. Eyang Keramat.

    Penghormatan tersebut diberikan dalam sebuah pertemuan para seniman wayang beber di Galeri Naladerma, Minggu (30/8/2026). Dalam kesempatan itu, digelar pertunjukan wayang beber lakon Ande-Ande Lumut yang dibawakan dalang muda Halintar Cakra Padnobo.

    Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur dan apresiasi atas keberhasilan Jaka Rianto menuntaskan pengabdiannya sebagai ASN dan dosen hingga memasuki masa purna tugas.


    Sejumlah seniman dan dosen hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dani Iswardana sebagai pelukis wayang beber, Budiharjo selaku pimpinan Wayang Beber Mahesa Sura beserta para pengrawitnya, Arif Setiawan pimpinan Yayasan Kambangsri, Tafsir Hudha selaku Ketua Jurusan Pedalangan, Tatik Harpawati, Ranang Agung Sugihartono, serta Dewi Nurnani.

    Kegiatan di Galeri Naladerma yang dipimpin Doni Susanto tersebut juga mendapat dukungan dari Kampung Wisata Budaya Baluwarti melalui Baluwarti Experience.

    Momentum paling istimewa terjadi ketika Budiharjo, pimpinan Padepokan Seni Keramat Mojokerto, Jawa Timur, memberikan anugerah Eyang Keramat kepada Jaka Rianto. Penganugerahan dilakukan dalam suasana sakral dengan pengucapan doa dan pengantar menggunakan bahasa Jawa.

    Budiharjo menyampaikan anugerah tersebut sebagai bentuk penghormatan dari Warga Bumi Keramat atas dedikasi Jaka Rianto dalam melestarikan dan mengembangkan musik tradisi serta seni pertunjukan tradisi.

    Dalam penganugerahan itu, Jaka Rianto dikukuhkan dengan sebutan KR. Eyang Keramat atau Kanjeng Resi Eyang Gong Keramat.


    Miwiti ingsun klawan nyebut asmaning Gusti Ingkang Maha Welas Langgeng Asih, ora ana daya upaya kejaba Gusti Kang Maha Kuasa. Ing dinten keramat punika, Minggu Kliwon pasaran 13, kula kajuluk Hamengku Keramat ugi wakil saking warga Keramat ingkang kaseksen kaliyan Bopo Angkasa, Ibu Pertiwi, paring kanugrahan dumateng Bopo Jaka Rianto, S.Kar., M.Hum. kedapuk Empu Keramat kaliyan sebutan KR. Eyang Keramat, Kanjeng Resi Eyang Gong Keramat,” ujar Budiharjo.

    Ia berharap seluruh jasa dan karya Jaka Rianto dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia seni tradisi.

    “Mugia jasa lan karya-karya beliau manfaat abadi kagem masyarakat, nusa lan bangsa. Ini merupakan gelar apresiasi tertinggi di bidang musik tradisi dan seni pertunjukan tradisi dari Warga Bumi Keramat,” jelasnya.

    Budiharjo menilai, Jaka Rianto memiliki jasa besar dalam membina generasi seniman di Mojokerto, khususnya di bidang karawitan dan pedalangan wayang beber.

    “Jaka Rianto telah membina karawitan dan seni pedalangan wayang beber di Desa Paras dan Desa Kramatjetak, Kecamatan Pacet, Mojokerto, kurang lebih selama 10 tahun. Beliau telah melahirkan banyak seniman dan seniwati karawitan maupun wayang beber, sehingga kesenian wayang beber tumbuh dan berkembang di bumi Mojokerto hingga saat ini,” ungkap Budiharjo.

    Sementara itu, Jaka Rianto mengaku bersyukur atas perjalanan panjang pengabdiannya sebagai pendidik dan seniman. Menurutnya, kecintaan terhadap dunia pedalangan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.

    “Hati dan jiwa saya untuk pedalangan. Pak Ranang dan Bu Tatik yang membersamai saya selama ini sangat tahu itu,” pungkas Jaka Rianto.

    Penganugerahan KR. Eyang Keramat menjadi penanda perjalanan baru bagi Jaka Rianto. Meski telah memasuki masa purna tugas sebagai ASN dan dosen, dedikasi serta pengabdiannya terhadap pedalangan, wayang beber, dan seni tradisi diharapkan terus hidup dan memberi inspirasi bagi generasi penerus. (Sofyan)


    Baca juga: Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang

    Teknologi sebagai Media Pengembangan Gamifikasi sebagai Media Pembelajaran Inovatif untuk Generasi Abad XXI Era Digital


    Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.

    Guru Besar Bidang Pragmatik dan Pembelajaran Pragmatik

    Dosen PBSI FKIP UNS, Pendiri, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & Komunitas DIKLISA

    Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa

    Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.


    “Kawan, bergerak dan berinovasi tiada henti untuk mengasilkan karya-karya nyata sebagai sumber literasi dan media pembelajaran untuk menyiapkan generasi Indoensia yang unggul, kritis, kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratif”


           Alhamdulillah, segala puji syukur kepada Allah SWT atas terbitnya buku berjudul Teknologi Media Pembelajaran: Pendekatan Gamifikasi untuk Pembelajaran Abad ke-21 yang ditulis Saudara Elen Inderasari, Hari Kusmanto, Giyoto, dan Hilmy Mahya Masyhuda. Kehadiran buku ini menjadi salah satu alternatif sumber literasi bagi guru, dosen, murid, dan mahasiswa abad XXI dalam proses belajar dan membelajarkan diri. Kompetensi hardskill dan softskill yang perlu menjadi bekal bagi guru, dosen, murid, dan mahasiswa abad XXI harus dapat dilaksanakan sejak dini dalam proses pembelajaran di kelas dan mandiri. Komitmen penulis untuk dapat menyajikan sumber literasi yang adaptif sesuai dengan konteks perkembangan zaman digital sangat selaras dengan kebutuhan pendidikan era digital. Oleh karena itu, ucapan selamat dan sukses untuk Saudara Elen Inderasari dkk. untuk terus melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat sepanjang hayat.

           Buku ini memiliki keunggulan secara tekstual dan kontesktual untuk pembelajar mandiri dan berkelompok, baik di kelas maupun di luar kelas. Buku yang terdiri atas xix romawi, 337 halaman, dan 7 bab ini menjadi salah satu rujukan penguatan kompetensi hardskill dan softskill pembacanya secara berimbang. Hal ini dapat dilihat dalam 7 bab yang dideskripsikan dalam buku ini terdiri atas: Bab I Pendahuluan membahas transormasi pembelajaran berbasis teknologi era digital, gamifikasi dan pentingnya dalam pendidikan era digital; Bab II Landasan Teoretis Gamifikasi membahas konsep dasar teknologi pembelajaran, media pembelajaran, gamifikasi dan ruang lingkupnya; Bab III Desain Pembelajaran Berbasis Gamifikasi membahas desain pembelajaran berbasis gamifikasi secara detail; Bab IV Platform Gamifikasi Berbasis Kuis Interaktif membahas aneka platform digital sebagai media pembelajaran pembelajar era digital, seperti kahoot, quizizz/wayground, socrative, quizalize, quizwhizzer, dan mentimeter; Bab V Platform Gamifikasi Berbasis Permainan Edukatif membahas aneka aneka platform gamifikasi, seperti; gimkit, blooket, zep quiz,triva anywhere, kungfu quiz, dan wordwall; Bab VI Platform Gamifikasi Berbasis Aktivitas dan Konten Digital membahas aneka platform quizify AI, educaplay, edpuzzle, formative jotform, dan flexiquiz dalam pembelajaran; Bab VII Evalausi, Tantangan, dan Masa Depan Gamifikasi dalam Pembelajaran membahas aneka dampak positif gamifkikasi, peluang, dan tantangan dalam pembelajaran era digital. Rangkaian penjelasan deskriptif ketujuh bab dalam buku ini dengan contoh dan praktik yang sangat lengkap menjadi keunggulan yang sangat layak untuk dipelajari dan dipahami sebagai modal penegetahuan bagi guru, dosen, mahasiswa, dan murid era digital.

           Perkembangan teknoloogi yang sangat pesat harus diikuti pendidikan dan pelatihan bagi guru, dosen, murid, dan mahasiswa abad XXI terkait dengan aneka platform teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Hal ini sebagai bentuk adaptasi dan penguatan kompetensi hardskill dan softskill untuk pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. Guru dan dosen bersama murid dan mahasiswa harus dapat menguasai keterampilan abad XXI: (1) berpikir kreatif, (2) berpikir kritis, (3) kolaboratif, dan (4) komunikatif. Selain menguasai 4 keterampilan abad XXI guru, dosen, mahasiswa juga harus menguasai enam literasi dasar, yaitu literasi: (1) menulis dan membaca, (2) numerik, (3) digital, (4) keuangan, (5) sains, dan (6) budaya & kewargaan. Penguasaan keterampilan abad XXI dan enam literasi dasar tersebut merupakan modal dasar generasi abad XXI untuk menguasai dunia era digital dan memiliki daya saing serta daya sanding era digital.

           Pembelajaran berbasis media gamifikasi akan sangat efektif bagi generasi digital khususnya gen-Z. Hal ini sebagai wujud adaptasi kekinian yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebermanfaatan media pembelajaran era digital yang dimanfaatkan secara komprehensif bagi guru, dosen, murid, dan mahasiswa dalam pembelajaran. Pengembangan aneka media pembelajaran berbasis teknologi sangat ditunggu dalam dunia Pendidikan era digital sebagai media pembelajaran yang efektif dan efisien era digital. Kehadiran buku ini sebagai salah satu jawaban bahwa inovasi tiada henti untuk menghasilkan karya nyata bagi guru dan dosen abad XXI untuk terus berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) sepanjang masa. Akhirnya, selamat membaca, memahami, mengamalkan ilmu yang telah dibaca dengan cermat dan ceria melalui buku yang juoss guandhos puoll ini.

    “Kawan, keheningan untuk merajut kata sebagai sumber literasi Ratulisa kala senja menuju ke peraduannya akan bangkitkan semangat multigenerasi NKRI untuk cerdas dan sukses sepanjang masa”

    ”Tulisan ini merupakan pengembangan tulisan untuk pengantar dan ulasan buku yang ditulis Saudara Elen Inderasari, Hari Kusmanto, Giyoto, dan Hilmy Mahya Masyhuda berjudul Teknologi Media Pembelajaran: Pendekatan Gamifikasi untuk Pembelajaran Abad ke-2” 

    Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa Surakarta, 31 Agustus 2026


    Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang

    SOLO - majalahlarise.com - Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengabdi. Memasuki masa pensiun justru dapat menjadi fase baru untuk memperbanyak rasa syukur, menjaga kesehatan, memperluas manfaat, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Pesan tersebut disampaikan Soleh Amini dalam tausiah bertema “Menjadi Tua dengan Sehat, Sejahtera, Bahagia, dan Tetap Bermanfaat” di hadapan para pensiunan guru dan kepala sekolah di SD Muhammadiyah 1 Solo, Sabtu (29/8/2026).

    Dalam tausiah tersebut, Soleh mengajak para lanjut usia untuk tidak memandang masa tua sebagai akhir dari pengabdian. Menurutnya, menjadi tua merupakan sunnatullah yang tidak dapat dihindari oleh manusia.

    Al-Qur'an dalam QS. Ar-Rum ayat 54, kata Soleh, menggambarkan perjalanan manusia yang diciptakan dalam keadaan lemah, kemudian menjadi kuat, dan pada akhirnya kembali menjadi lemah serta beruban.

    “Menjadi tua bukanlah pilihan. Kita boleh memilih sekolah, pekerjaan, atau tempat tinggal, tetapi kita tidak dapat memilih untuk tidak menjadi tua,” ujar Soleh.

    Ia mengatakan, rambut memutih, keriput, langkah yang mulai melambat, dan berkurangnya tenaga tidak semestinya dipandang sebagai kegagalan. Sebaliknya, kesempatan mencapai usia lanjut patut disyukuri karena tidak semua orang memperoleh kesempatan tersebut.

    Karena itu, Soleh mengingatkan agar seseorang tidak hanya memohon umur panjang, tetapi juga memohon usia yang penuh keberkahan.

    “Tujuan kita bukan hanya menambah usia pada kehidupan, tetapi menambahkan kehidupan pada usia,” katanya.

    Pensiun Bukan Berhenti Mengabdi

    Soleh menjelaskan, masa pensiun memang dapat membawa perubahan psikologis, terutama bagi guru dan kepala sekolah yang selama puluhan tahun terbiasa memiliki rutinitas, tanggung jawab, murid, serta lingkungan kerja.

    Setelah pensiun, seseorang terkadang mulai mempertanyakan kembali identitas dirinya. Namun, Islam tidak mengajarkan bahwa pensiun berarti berhenti memberikan manfaat.

    “Pensiun dari pekerjaan bukan pensiun dari kehidupan, dan pensiun dari jabatan bukan pensiun dari pengabdian,” tuturnya.

    Pengabdian, lanjut Soleh, dapat berpindah dari sekolah menuju keluarga dan masyarakat. Jika sebelumnya seorang guru mendidik murid di ruang kelas, setelah pensiun ia tetap dapat mendidik anak dan cucu melalui keteladanan.

    “Jangan pernah mengatakan, ‘Saya sudah tidak berguna.’ Katakanlah, ‘Allah sedang memindahkan ladang pengabdian saya,’” katanya.

    Untuk menjalani masa tua secara sehat, sejahtera, bahagia, dan tetap bermanfaat, Soleh menyampaikan lima hal penting yang perlu diperhatikan.

    Pertama, menjaga kesehatan tubuh. Menurutnya, tubuh merupakan amanah dari Allah SWT sehingga perlu dirawat sesuai kemampuan.

    Aktivitas seperti berjalan kaki, senam, berkebun, melakukan pekerjaan rumah yang aman, tidur cukup, serta memeriksakan kesehatan secara berkala menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan.

    Kedua, menjaga pola makan dan gaya hidup. Soleh mengutip QS. Al-A'raf ayat 31 yang memerintahkan manusia untuk makan dan minum, tetapi tidak berlebihan.

    Seiring bertambahnya usia, pola makan perlu semakin diperhatikan dengan mengurangi konsumsi secara berlebihan serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

    Ketiga, tidak membiarkan otak ikut pensiun. Usia lanjut, menurut Soleh, bukan alasan untuk berhenti belajar.

    “Pensiun boleh, tetapi belajar jangan pensiun,” tegasnya.

    Membaca buku dan Al-Qur'an, mengikuti pengajian, berdiskusi, menulis, mempelajari teknologi, serta memahami perkembangan dunia anak dan cucu menjadi bagian penting untuk menjaga pikiran tetap aktif.

    Pensiunan Adalah Perpustakaan Hidup

    Soleh menyebut pengalaman para pensiunan guru dan kepala sekolah sebagai kekayaan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

    “Bapak-Ibu adalah perpustakaan hidup. Di dalam diri Bapak-Ibu tersimpan pengalaman mendidik, memimpin, menghadapi murid, membangun sekolah, menghadapi perubahan zaman, dan pengalaman perjuangan Muhammadiyah,” ujarnya.

    Keempat, menjaga silaturahmi dan tidak mengisolasi diri. Para lansia didorong tetap bertemu sahabat, mengikuti pengajian, kegiatan Muhammadiyah, kegiatan sosial, olahraga bersama, maupun aktivitas kemasyarakatan lainnya.

    Kelima, merawat jiwa dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Soleh mengingatkan kebutuhan spiritual semakin penting ketika usia bertambah.

    Shalat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa, bersedekah, bersilaturahmi, dan menghadiri majelis ilmu menjadi bagian dari upaya menjaga ketenteraman hati.

    Ia mengutip QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

    Soleh menekankan, kebahagiaan pada masa tua tidak selalu identik dengan kondisi tanpa sakit ataupun kekayaan materi. Kebahagiaan lebih berkaitan dengan kemampuan seseorang memaknai kehidupan dan mensyukuri nikmat yang masih diberikan Allah SWT.

    Ia mengajak para pensiunan untuk terus bertanya kepada diri sendiri, apakah masih dapat mencintai dan dicintai, masih berguna bagi orang lain, masih memiliki tujuan hidup, serta masih dekat dengan Allah SWT.

    “Jika jawabannya iya, insyaallah kita masih mempunyai alasan yang sangat kuat untuk bahagia,” katanya.

    Menurut Soleh, pengalaman hidup para pendidik senior jangan sampai hilang seiring bertambahnya usia. Pengalaman mendidik, memimpin sekolah, menghadapi perubahan zaman, hingga perjalanan perjuangan di lingkungan Muhammadiyah merupakan warisan berharga yang dapat menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.

    Karena itu, para pensiunan didorong untuk menceritakan pengalaman kepada anak dan cucu, menuliskannya, mengajarkannya, serta menjadikannya sebagai warisan kehidupan.

    “Menjadi tua adalah kepastian, tetapi menjadi tua dengan baik adalah pilihan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, manusia memang tidak dapat menghentikan waktu maupun proses penuaan. Namun, setiap orang masih dapat menentukan bagaimana mengisi sisa usia dengan kebaikan.

    “Kita tidak dapat menghentikan rambut menjadi putih, tetapi kita dapat membuat hati semakin bersih. Kita tidak dapat menghentikan tubuh menjadi lemah, tetapi kita dapat membuat iman semakin kuat,” kata Soleh.

    Menutup tausiah, Soleh mengajak para pensiunan tidak menunggu usia tua untuk berbuat baik, tidak menunggu sakit untuk mendekat kepada Allah, dan tidak menunggu kehilangan untuk belajar bersyukur.

    Pesan tersebut diperkuat dengan pengingat QS. Al-'Ashr mengenai manusia yang berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

    “Jika Engkau panjangkan usia kami, panjangkan pula kebaikan kami. Jika Engkau kurangi kekuatan tubuh kami, jangan Engkau kurangi kekuatan iman kami,” ucapnya dalam doa penutup.

    Melalui tausiah tersebut, para pensiunan diajak memaknai masa tua bukan sebagai fase menunggu akhir kehidupan. Sebaliknya, usia senja dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal, memperluas manfaat, memperbaiki hubungan dengan sesama, mewariskan ilmu, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Sofyan)


    Baca juga: Jalan Sehat Warga RT 02 Dusun Gunungan, Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Kebersamaan

    Semangat kebersamaan dan kekompakan warga RT 02 RW 02 Dusun Gunungan mewarnai kegiatan Jalan Sehat.


    Jalan Sehat Warga RT 02 Dusun Gunungan, Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Kebersamaan

    WONOGIRI - majalahlarise.com - Semangat kebersamaan dan kekompakan warga mewarnai kegiatan Jalan Sehat Bersama Warga RT 02 RW 02 Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Minggu (30/8/2026).

    Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti warga dengan penuh antusias. Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara, mulai dari sambutan, doa bersama, jalan sehat, hingga berbagai permainan dan undian berhadiah.

    Ketua RT 02 Dusun Gunungan, Legowo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar.

    Warga berjalan melintas area persawahan.


    “Terima kasih kepada seluruh warga RT 02 yang sudah hadir. Mudah-mudahan pada pagi hari ini acara dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan suatu apa pun,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dusun Gunungan, Niki Utami, mengapresiasi kekompakan warga RT 02 yang kembali menggelar jalan sehat untuk menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ia mengaku senang dapat hadir dan berkumpul bersama masyarakat dalam suasana penuh kebahagiaan tersebut.

    “Alhamdulillah, pada pagi hari yang cerah ini kita bisa berkumpul di RT 02 dalam keadaan sehat walafiat. Terima kasih atas undangannya karena pada tahun ini kembali RT 02 menggelar acara jalan sehat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81,” kata Niki Utami.

    Menurutnya, kegiatan seperti jalan sehat tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial dan menjaga kerukunan antarwarga.

    “Semoga warga RT 02 selalu kompak, selalu rukun, dan selalu bahagia. Semoga acara nanti berjalan dengan lancar, kita bisa bergembira, kita bisa berolahraga, kita bisa sehat, dan kita bisa bahagia,” harapnya.

    Penyerahan door prize berupa kipas angin.


    Sebelum peserta diberangkatkan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Sidarno. Dalam doanya, ia mengajak seluruh warga untuk memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

    “Semoga dalam acara jalan sehat ini, seluruh warga RT 02 selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, diberi kesehatan, dan tidak ada halangan suatu apa pun,” tuturnya.

    Setelah doa bersama, peserta mendapatkan penjelasan mengenai rute jalan sehat. Panitia memilih rute yang relatif dekat agar seluruh warga dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan memiliki energi untuk mengikuti permainan yang telah disiapkan setelah jalan sehat.

    Pemberangkatan peserta kemudian dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dusun Gunungan, Niki Utami. Sebelum start, warga bersama-sama melakukan sesi foto dan video sebagai dokumentasi serta kenangan kebersamaan warga RT 02 RW 02.

    Dengan wajah ceria, peserta kemudian berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh canda dan kebersamaan.

    Usai jalan sehat, kemeriahan berlanjut dengan berbagai permainan serta pengundian kupon berhadiah. Antusiasme warga semakin terlihat saat panitia memanggil nama-nama peserta dalam pembagian hadiah permainan.

    Kegiatan Jalan Sehat Bersama Warga RT 02 RW 02 Dusun Gunungan ini menjadi salah satu wujud nyata semangat gotong royong dan persatuan masyarakat dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut, warga tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga memperkuat silaturahmi, kerukunan, serta semangat kebersamaan di lingkungan RT 02 Dusun Gunungan. (Sofyan)


    Baca juga: HI UNISRI dan UniSZA Malaysia Perkuat Kerja Sama Akademik Internasional

    Kuliah Tamu Internasional bersama akademisi dari Malaysia.


    HI UNISRI dan UniSZA Malaysia Perkuat Kerja Sama Akademik Internasional

    SOLO – majalahlarise.com Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menghadirkan akademisi dari Malaysia dalam agenda Kuliah Tamu Internasional, Rabu (26/8/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Diplomasi UNISRI Kampus II tersebut menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Suyatno Ladjqi dari Department of International Relations, Faculty of Law & International Relations, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia. Kuliah tamu diikuti mahasiswa dan dosen Prodi HI UNISRI dengan mengangkat tema Dinamika Diplomasi Indonesia dan Malaysia”.

    Dalam pemaparannya, Suyatno menyoroti dinamika hubungan Indonesia-Malaysia, khususnya di kawasan perbatasan Sabah-Kalimantan. Ia menjelaskan, hubungan kedua negara tidak hanya berlangsung melalui jalur diplomasi formal antarpemerintah, tetapi juga dibentuk oleh mobilitas masyarakat, jaringan kekerabatan, perdagangan, tenaga kerja, serta peran pemerintah daerah.

    “Perbatasan tidak semata-mata menjadi garis pemisah wilayah negara, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, ekonomi, dan politik yang melibatkan berbagai aktor, termasuk aktor subnasional dan non-negara,” jelas Assoc. Prof. Dr. Suyatno Ladjqi.

    Menurutnya, dinamika tersebut menunjukkan hubungan internasional terus berkembang secara multidimensional. Negara tidak lagi menjadi satu-satunya aktor dalam membentuk hubungan antarbangsa, karena masyarakat, pemerintah daerah, pelaku ekonomi, hingga jaringan sosial juga memiliki peran penting.

    Perspektif tersebut memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa HI UNISRI mengenai praktik hubungan internasional yang semakin kompleks, khususnya dalam melihat dinamika diplomasi Indonesia dan Malaysia di kawasan Asia Tenggara.

    Selain kuliah tamu, kunjungan akademisi UniSZA juga menjadi momentum penguatan kerja sama kelembagaan. Prodi HI UNISRI dan UniSZA menandatangani implementasi perjanjian kerja sama untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Kerja sama ini diharapkan membuka ruang kolaborasi lebih luas antara kedua institusi melalui kegiatan akademik bersama, penelitian dan publikasi kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta berbagai program pengembangan kapasitas lainnya.

    Perwakilan Prodi HI UNISRI menjelaskan, kehadiran akademisi UniSZA menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswa melalui perspektif internasional.

    “Kehadiran akademisi UniSZA dan penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah nyata Prodi HI UNISRI dalam memperluas jejaring akademik internasional dan menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan dinamika hubungan internasional di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

    Melalui kolaborasi lintas negara tersebut, Prodi HI UNISRI berkomitmen terus menghadirkan narasumber internasional sekaligus mengembangkan program kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri.

    Langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan dan riset, sekaligus menyiapkan lulusan Hubungan Internasional UNISRI yang kompeten, adaptif, dan memiliki wawasan global.

    Program Studi Hubungan Internasional UNISRI selama ini berfokus pada pengembangan kajian diplomasi, politik internasional, serta studi kawasan Asia Tenggara. Penguatan kerja sama dengan UniSZA menjadi salah satu upaya memperluas jejaring internasional dan memperkuat kapasitas akademik di tengah dinamika hubungan global yang terus berkembang. (Sofyan)


    Baca juga: UNISRI Surakarta Bersama Rekan Media Gathering di New Rivermoon Klaten, Perkuat Sinergi dan Promosi Kampus



    Ahad Wage Penuh Hikmah, Pengajian Umum PCM Giritontro Ajak Jamaah Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

    WONOGIRI - majalahlarise.com - Suasana religius dan penuh kekhidmatan mewarnai Pengajian Umum Ahad Pagi yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Giritontro di Masjid Bani Midjono, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Ahad (30/8/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti puluhan jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Giritontro. Pengajian Ahad Wage ini menjadi agenda rutin PCM Giritontro sebagai sarana meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus memberikan pencerahan keagamaan kepada masyarakat.

    Sebelum memasuki acara inti, kegiatan diawali dengan tadabur ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dipandu Ustaz Hamid. Jamaah diajak tidak hanya membaca Al-Qur'an, tetapi juga memahami dan merenungkan kandungan ayat sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, S.STP. Dalam sambutannya, Sangga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan masyarakat, termasuk pengajian yang diselenggarakan PCM Giritontro.

    Menurutnya, kegiatan pengajian memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang religius. Selain itu, pengajian juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan antarwarga.

    “Kami sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan positif yang ada di wilayah Kecamatan Giritontro, salah satunya kegiatan pengajian seperti ini. Selain menambah ilmu dan wawasan keagamaan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi masyarakat,” ujar Sangga.

    Ia menambahkan, kerukunan masyarakat di Kecamatan Giritontro selama ini telah terjalin dengan baik. Namun, kondisi tersebut perlu terus dijaga dan ditingkatkan agar kehidupan bermasyarakat semakin harmonis.

    Sangga berharap masyarakat terus mengedepankan sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong, serta menjaga komunikasi di tengah keberagaman.

    “Kerukunan yang sudah baik ini jangan sampai kita anggap selesai. Justru harus terus kita rawat dan tingkatkan. Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Giritontro, memperkuat persaudaraan dan saling menghormati,” pesannya.

    Memasuki acara inti, tausyiah disampaikan Ustaz Siswanto, S.H.I., M.H., dari Pengadilan Agama Kabupaten Wonogiri. Dalam kajiannya, ia mengajak jamaah untuk mengenal dan meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

    Ustaz Siswanto menjelaskan, Rasulullah SAW merupakan sosok teladan terbaik bagi umat Islam. Kehidupan beliau menunjukkan bagaimana seorang muslim seharusnya memiliki akhlak mulia, bersikap jujur, amanah, sabar, rendah hati, penyayang, serta mampu menjaga hubungan baik dengan sesama.

    Menurutnya, mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan mengungkapkan kecintaan melalui ucapan. Cinta kepada Rasulullah harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari dengan berusaha mengikuti ajaran dan keteladanan beliau.

    “Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah SAW, maka salah satu buktinya adalah berusaha mengikuti akhlak dan keteladanan beliau. Rasulullah bukan hanya untuk dikagumi, tetapi untuk diteladani,” jelasnya.

    Ia juga mengingatkan jamaah agar menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan. Di tengah perkembangan zaman dan beragam tantangan sosial, umat Islam dituntut tetap berpegang teguh pada ajaran Al-Qur'an dan Sunnah.

    Rasulullah SAW dikenal memiliki akhlak yang sangat mulia. Beliau mengajarkan pentingnya berkata baik, menghormati orang lain, menyayangi sesama, memaafkan kesalahan, serta menghindari permusuhan dan perpecahan.

    Karena itu, keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Ustaz Siswanto, perubahan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, tetangga, sekolah, tempat kerja, hingga kehidupan bermasyarakat.

    Pengajian Ahad Wage tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Jamaah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

    Melalui agenda rutin tersebut, PCM Giritontro berharap pengajian tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan yang bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata dalam membentuk masyarakat yang semakin religius, berakhlak mulia, rukun, dan peduli terhadap sesama. (Sofyan)


    Baca juga: UNISRI Surakarta Bersama Rekan Media Gathering di New Rivermoon Klaten, Perkuat Sinergi dan Promosi Kampus

    Di Universitas Tadulako, penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UNISRI Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd., bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Tadulako, Dr.sc.agr. Ir. Aiyen, M.Sc.


    UNISRI Perkuat Jejaring Akademik di Palu, Gandeng UNTAD dan UMP melalui Rekognisi Dosen FEB

    PALU – majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus memperluas jejaring kerja sama akademik lintas wilayah. Kali ini, UNISRI menjalin kemitraan dengan Universitas Tadulako (UNTAD) dan Universitas Muhammadiyah Palu (UMP) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA), Kamis (27/8/2026).

    Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis UNISRI dalam memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi. Tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, kemitraan ini langsung diarahkan pada implementasi program akademik konkret berupa rekognisi dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang akan dilaksanakan pada Tahun Akademik 2026/2027.

    Di Universitas Tadulako, penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UNISRI Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd., bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Tadulako, Dr.sc.agr. Ir. Aiyen, M.Sc.


    Selanjutnya, Perjanjian Kerja Sama (PKS) tingkat fakultas ditandatangani Dekan FEB UNISRI Dr. Marjam Desma Rahadhini, S.E., M.Si., bersama Dekan FEB Universitas Tadulako Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D.

    Sementara Implementation Agreement ditandatangani Ketua Program Studi Manajemen UNISRI Riska Fii Ahsani, S.E., M.Sc., bersama Ketua Program Studi Manajemen Universitas Tadulako Ponirin, S.E., M.Bus., Ph.D.

    Salah satu implementasi awal yang disepakati adalah program rekognisi dosen pada Program Studi Manajemen dan Program Studi Akuntansi. Program tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan keilmuan antar dosen sekaligus mendorong peningkatan mutu pembelajaran.

    Rektor UNISRI Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd., mengatakan kerja sama dengan Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah Palu merupakan bagian dari strategi UNISRI untuk memperkuat jejaring akademik serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi di berbagai daerah.

    “Kerja sama ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kolaborasi akademik. Kami berharap kesepakatan yang telah ditandatangani tidak hanya menjadi dokumen kerja sama, tetapi segera diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik yang memberikan manfaat bagi kedua perguruan tinggi,” ujar Sutoyo.

    Menurutnya, rekognisi dosen menjadi salah satu bentuk implementasi penting dalam membangun kolaborasi yang produktif. Melalui program tersebut, dosen dari masing-masing perguruan tinggi dapat saling berbagi pengalaman, keilmuan, serta praktik pembelajaran.

    “Melalui rekognisi dosen, kami berharap dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas pengalaman dan kompetensi dosen di kedua perguruan tinggi,” lanjutnya.

    Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Tadulako, Dr.sc.agr. Ir. Aiyen, M.Sc., menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan UNISRI. Ia berharap kesepakatan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan konkret dan berkelanjutan, khususnya dalam bidang akademik serta pengembangan sumber daya manusia.

    MoU ditandatangani oleh Rektor UNISRI Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., bersama Dr. Moh. Yusuf Hasmin, S.H., M.H. selaku Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Inovasi.


    Setelah dari Universitas Tadulako, rombongan UNISRI melanjutkan kunjungan dan penandatanganan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palu.

    MoU ditandatangani oleh Rektor UNISRI Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., dan Universitas Muhammadiyah Palu diwakili Dr. Moh. Yusuf Hasmin, S.H., M.H. selaku Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Inovasi.

    Kerja sama tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan PKS antara Dekan FEB UNISRI Dr. Marjam Desma Rahadhini, S.E., M.Si., dan Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Palu Dr. Sarifuddin T., S.E., M.M.


    Adapun IA ditandatangani Ketua Program Studi Manajemen UNISRI Riska Fii Ahsani, S.E., M.Sc., bersama Ketua Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Palu Hj. Marwana, S.E., M.M.

    Implementasi kerja sama UNISRI dan Universitas Muhammadiyah Palu diarahkan pada program rekognisi dosen yang melibatkan Program Studi Manajemen, Program Studi Bisnis Digital, dan Program Studi Magister Manajemen. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Tahun Akademik 2026/2027 sebagai wujud nyata dari kesepakatan yang telah dibangun.

    Pihak Universitas Muhammadiyah Palu menyambut baik kerja sama tersebut. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai kegiatan akademik dan kelembagaan yang dapat memberikan manfaat bagi kedua perguruan tinggi secara berkelanjutan.


    Melalui penandatanganan MoU, MoA, dan IA dengan dua perguruan tinggi di Kota Palu, UNISRI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi pendidikan tinggi. Rekognisi dosen FEB melalui Program Studi Manajemen, Akuntansi, Bisnis Digital, dan Magister Manajemen menjadi salah satu langkah awal untuk mewujudkan kerja sama yang memberikan dampak nyata.

    Ke depan, jejaring akademik yang dibangun bersama Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah Palu diharapkan dapat berkembang dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran akademik, pengembangan sumber daya manusia, hingga kegiatan pendidikan lainnya.

    Rombongan UNISRI dalam kunjungan ke Palu dipimpin langsung Rektor Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd., didampingi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Marjam Desma Rahadhini, S.E., M.Si., Ketua Program Studi Manajemen Riska Fii Ahsani, S.E., M.Sc., serta Kepala UPT Kerja Sama Andri Astuti Itasari, S.Sos., M.I.Kom. (Sofyan)


    Baca juga: UNISRI Surakarta Bersama Rekan Media Gathering di New Rivermoon Klaten, Perkuat Sinergi dan Promosi Kampus


Top