Siswa kelas 5 MI Al Kahfi Manyaran saat praktik membuat es buah.

    Siswa Kelas 5 MI Al Kahfi Manyaran Bergembira Ikuti Kegiatan Praktik Membuat Es Buah


    Wonogiri- majalahlarise.com -Siswa kelas 5 MI Al Kahfi Manyaran tampak gembira mengikuti kegiatan praktik membuat es buah yang diadakan sebagai bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lillalamin (P5RA). Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga mendorong nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Bertempat di ruang kelas 5. Sabtu (24/2/2024).

    Wali kelas 5, Kasto mengatakan kegiatan ini diadakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya kerjasama dalam kelompok, mempraktikkan nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong dan toleransi, serta mengajarkan keterampilan membuat es buah yang sehat dan menyegarkan. 

    "Selain itu, untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam mengolah bahan makanan menjadi sajian yang menarik dan lezat," terangnya.

    Lebih lanjut dikatakan, proses pembuatan es buah dilakukan oleh siswa secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari lima siswa yang dipilih secara acak untuk memastikan keragaman dan kesempatan untuk belajar bekerja sama dengan teman-teman sekelas yang berbeda. Sebelum memulai praktik, para siswa diberikan penjelasan singkat tentang bahan-bahan yang akan digunakan, langkah-langkah pembuatan es buah, serta pentingnya kebersihan dan kesehatan saat mengolah makanan.

    Baca juga: Renzy, Dari Model Peragawati Jadi Atlet Voli

    "Dengan penuh semangat, siswa mulai bekerja sama dalam kelompok masing-masing. Mereka saling membantu dalam memotong buah-buahan segar seperti melon, semangka, buah naga, alpukat, buah pir, apel dan pepaya," paparnya.

    Selama proses pembuatan, terlihat kerjasama yang harmonis antara para siswa. Mereka saling mengingatkan akan pentingnya menjaga kebersihan, berbagi ide untuk mengatur tata letak es buah yang menarik, dan membantu satu sama lain dalam menyelesaikan tugas masing-masing. Atmosfir keakraban dan keceriaan pun terpancar dari ekspresi wajah mereka.

    Dengan selesainya kegiatan praktik membuat es buah, para siswa pun menunjukkan hasil karya mereka dengan bangga. 

    "Kami berharap melalui kegiatan praktik seperti ini, siswa dapat belajar lebih dari sekadar membuat es buah. Mereka belajar tentang pentingnya kerjasama, kebersihan, dan menghargai hasil karya bersama. Semua nilai-nilai tersebut merupakan landasan bagi pembentukan karakter yang kuat dan berintegritas, sesuai dengan semangat Pancasila," harapnya. (Sofyan)

    Baca juga: Perkuat Keamanan Siber, Informatic Cybernetic UHW Perbanas Adakan Seminar Bagi Pemilik Aset Digital

    Renzy, begitu dia akrab disapa, bergabung di Uvomi, sebuah akademi voli yang didirikan Universitas Slamet Riyadi / Unisri Surakarta.


    Renzy, Dari Model Peragawati Jadi Atlet Voli

    Solo- majalahlarise.com -Laurensia Atharvaveda Samhita menikmati betul perannya sekarang sebagai atlet voli. Bersama teman-temannya, setiap hari dia rajin berlatih olahraga bola voli di lapangan voli Mojosongo Solo.

    Renzy, begitu dia akrab disapa, bergabung di Uvomi, sebuah akademi voli yang didirikan Universitas Slamet Riyadi / Unisri Surakarta. Kecuali Sabtu di pagi hari, latihan bola voli bagi kelompok atlet berprestasi dilakukan sore hari, Senin-Jumat.

    Selama lebih dari satu setengah tahun latihan, posisi yang ditempati Renzy adalah spiker/hitter (Pemukul). Pukulannya sudah terbentuk, setidaknya itu terlihat saat latihan sparing, atau turnamen, dimana lawan yang menerima sulit mengembalikan.

    Namun belakangan, Renzy pindah posisi sebagai tosser atau pengumpan. Itu terjadi saat tim mengalami krisis tosser. Tosser yang ada, menurut pelatih, belum memenuhi harapan, apalagi akan mengikuti turnamen. 

    Baca juga: Perkuat Keamanan Siber, Informatic Cybernetic UHW Perbanas Adakan Seminar Bagi Pemilik Aset Digital

    Renzy mengajukan diri begitu saja menjadi tosser saat latihan bersama. Hasilnya pun cukup menggembirakan meski sebelumnya siswa kelas VI SDN 3 Karanganyar itu belum pernah berlatih tosser.

    Perpindahan Renzy dari spiker ke tosser sempat disayangkan teman temannya bahkan orang tuannya. Sebab, Renzy sudah cukup matang di posisi hitter. Kenapa kamu mau jadi tosser?

    "Saya melihat teman-teman nggak bisa melakukan smash dengan baik saat sparing atau turnamen karena umpannya tidak bagus atau tidak enak. Makanya, aku bilang sama pelatih bersedia menjadi tosser, supaya permainan bagus dan menang," kata Renzy memberi alasan.

    Apa nggak eman-eman, bukankah posisi spike itu lebih prestige, lebih terkenal, dan banyak diinginkan para pemain voli?

    "Iya memang, yang mendapat pujian dan tepuk tangan itu spiker kalau bola yang dipukul masuk meski itu umpan dari tosser. Tapi bagi saya nggak masalah. Semua posisi di voli itu baik, apakah itu spiker, tosser, libero, atau yang lainnya," kata dia.

    Saat ini, posisi tosser Renzy tengah dimatangkan oleh pelatih, dalam setiap latihan. Meski demikian, kadang-kadang Renzy kangen dengan posisi lamanya sebagai spiker, melakukan smash.

    Namun siapa menduga, sebelum menjadi atlet Laurensia Atharvaveda Samhita adalah model, peragawati dan bergabung di salah satu agency yang cukup ternama di Solo.

    Selain lenggak-lenggok di atas catwalk dalam beberapa kali di acara peragaan busana, Renzy pernah jadi bintang iklan sebuah produk creamer. Dalam iklan yang sudah tayang di tv swasta lokal itu, Renzy menjadi anak Megawati Prabowo, putri pariwisata Indonesia 2017.

    Renzy juga sempat menjadi presenter atau host acara jalan-jalan (wisata) yang diproduksi tv swasta nasional. Kenapa bisa pindah ke dunia yang beda sekali, dari model ke voli?

    "Sebenarnya saya suka semua, apakah voli atau model. Tapi karena latihannya tabrakan, saya pilih voli," kata Renzy yang masih sering diundang untuk peragaan busana. (Sofyan)

    Baca juga: SMP Negeri 1 Paranggupito Gelar Panen Karya P5, Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal

    Gaguk Supriyanto, selaku pemateri seminar memaparkan tentang jenis serangan digital muncul. Adapun serangan itu, meliputi: Ransomware, Phising, Endpoint Devices, MITM Attack, IoT, dan Cloud Security. 


    Perkuat Keamanan Siber, Informatic Cybernetic UHW Perbanas Adakan Seminar Bagi Pemilik Aset Digital

    Surabaya- majalahlarise.com -Sistem keamanan siber menjadi sorotan akhir-akhir ini. Bukan terhadap company saja, setiap orang yang memilki data digital perlu mengamankannya agar terhindar dari serangan siber? Lantas, bagaimana cara dan kiat untuk menjaga keamanan siber yang direkomendasikan untuk para penggunanya?

    Menjawab tantangan itu, program studi Sarjana Informatika Universitas Hayam Wuruk Perbanas menggelar seminar tentang Keamanan Siber dan Kecerdasan Buatan di Era Modern, pada Sabtu (24/2). Bertempat di Auditorium Lantai 10 Kampus Wonorejo, kegiatan ini merupakan acara perdana dari Program Cybernetic Fest tahun 2024 yang diinisiasi oleh Komunitas Mahasiswa dan Prodi Informatika UHW Perbanas.

    Ketua Informatic Cybernetic UHW Perbanas, Muhammad Zainuddin mengatakan acara ini merupakan manifestasi, dedikasi, dan semangat para mahasiswa informatika dalam mengeksplorasi serta memahami lebih dalam terkait keamanan siber dan kecerdasan buatan. Pasalnya, keduanya menjadi topik yang kritis dan sangat relevan di era digital saat ini. 

    “Perkembangan teknologi khususnya dalam kecerdasan buatan membawa banyak perubahan cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi. Namun bersamaan dengan kemajuan itu, kita juga dihadapkan oleh tantangan keamanan siber yang semakin kompleks dan dinamis,” ungkap Zainuddin.

    Baca juga: SMP Negeri 1 Paranggupito Gelar Panen Karya P5, Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal

    Lantas, menurut Gaguk Supriyanto, selaku pemateri seminar, selama tahun 2023 ini ada banyak jenis serangan digital muncul. Adapun serangan itu, meliputi: Ransomware, Phising, Endpoint Devices, MITM Attack, IoT, dan Cloud Security. 

    Pihaknya pun memberikan saran dan kiat bagi pengguna data digital untuk melakukan pencegahan kejahatan siber. Beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu: hati-hati membuka email attachment; security training/awareness; hati-hati post it note; password strong/ unik; screen autolock/autolockoff; dan Auto Update Patch atau Apps Original. 

    ”Misalnya dalam pembuatan password, kita harus buat yang strong, yaitu dengan mengkombinasikan angka, huruf, dan karakter/simbol. Meski nanti kita sulit mengingatnya, namun itu salah satu cara juga untuk mengamankan asset-aset digital yang kita miliki,” saran Gaguk kepada pemilik asset digital. (eko/hms)

    Baca juga: Mabit SD Muhammadiyah PK Banyudono, Berprestasi dengan Menjunjung Tinggi Adab dan Akhlaq Mulia

    Siswa saat menampilkan karya budaya melalui tari kreasi maupun klasik.


    SMP Negeri 1 Paranggupito Gelar Panen Karya P5, Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal

    Wonogiri- majalahlarise.com -SMP Negeri 1 Paranggupito menggelar kegiatan Panen Karya P5 yang mengambil tema “Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal” untuk menumbuhkan kreativitas para siswa yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Panen Karya P5 itu menampilkan hasil karya dari para siswa yang dikemas dalam sebuah pameran di halaman SMP Negeri 1 Paranggupito, Sabtu (24/2/2024).

    Kepala Sekolah SMPN 1 Paranggupito, Assani Nugroho, S.Pd,.M.Pd dalam sambutan mengatakan, kegiatan ini dalam menampilkan karya dari para siswa yang menggambarkan jiwa kewirausahaan siswa melalui produksi makanan. 

    “Kegiatan hari ini dalam rangka panen karya dengan tema Kewirausahaan berbasis Kearifan Lokal. Ini merupakan produk dari P5 yang dibuat sesuai dengan kreatifitas dari siswa dalam upaya sekolah menumbuhkan jiwa kewirausahaan para siswa ,” terangnya.

    Karya dari para siswa yang menggambarkan jiwa kewirausahaan melalui produksi makanan. 

    Baca juga: Mabit SD Muhammadiyah PK Banyudono, Berprestasi dengan Menjunjung Tinggi Adab dan Akhlaq Mulia

    Lanjut Assani Nugroho, kegiatan Panen karya P5 ini, untuk menumbuhkan kemandirian siswa dalam berkarya dan sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan ini juga sebagai implementasi dari program kurikulum merdeka belajar.

    Koordinator P5 SMP Negeri 1 Paranggupito  Tutik, S.Pd menuturkan kearifan lokal dipahami sebagai bagian dari budaya dalam kehidupan masyarakat yang tidak terpisah dari kebiasaan masyarakat itu sendiri, juga diharapkan bermanfaat kedepannya, lanjutnya.

    "Produk yang dihasilkan berbeda-beda, untuk kelas 8 yaitu eksplorasi laut. Diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan rasa cinta siswa terhadap budaya lokal di Paranggupito. Sementara kelas 7 mengangkat berbagai budaya melalui tari kreasi maupun klasik yang bisa mengangkat budaya lokal," ujarnya. (Syarif)

    Baca juga: Analisis Wacana Kritis Era Digital untuk Multigenerasi NKRI

    Pembicara Ust. Eko Setiawan Saptiarso, SPd memberikan motivasi kepada para siswa tentang pentingnya menjaga akhlaq dan adab dalam kehidupan sehari-hari.


    Mabit SD Muhammadiyah PK Banyudono, Berprestasi dengan Menjunjung Tinggi Adab dan Akhlaq Mulia


    Boyolali- majalahlarise.com -Sekolah Dasar (SD) Muh PK Banyudono menggelar acara Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) dengan tujuan untuk membiasakan siswa dalam melaksanakan shalat malam. Acara ini diadakan di Masjid Asyiroj Bendan dengan menghadirkan motivator Ust. Eko Setiawan Saptiarso, SPd. Jumat-Sabtu (23-24/2/2024)

    Tema yang diangkat dalam acara ini adalah "Berprestasi dengan Menjunjung Tinggi Adab dan Akhlaq Mulia". Ust. Eko Setiawan Saptiarso, SPd, sebagai pembicara, memberikan motivasi kepada para siswa tentang pentingnya menjaga akhlaq dan adab dalam kehidupan sehari-hari.

    Selain ceramah motivasi, acara ini juga mencakup kegiatan pembiasaan shalat malam yang dipandu oleh para guru dan pembina rohis sekolah. Para siswa diajak untuk memahami pentingnya melaksanakan shalat malam sebagai salah satu ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Waka Kesiswaan sekaligus Wali kelas VIA Putri Endriastuti, SPd menuturkan acara Ini  diikuti 71 Siswa klas VI A, B, dan C dengan koordinator Wali Kelas VIC Ranita Cindi Rahmawati, SPd dan Kelas VIB Novita Ratnasari Putri SPd. Dengan agenda Kegiatan Tadarus Quran, Bincang Adab Islam, Bincang Tarikh, Sholat Tahajud, Sholat Subuh Berjamaah, dan Motivasi Oleh Trainner Ust. Eko Setiawan Saptiarso, SPd dari Solo.

    Baca juga: Analisis Wacana Kritis Era Digital untuk Multigenerasi NKRI

    Sementara Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono Ust Pujiono menyampaikan dengan adanya acara Mabit ini, diharapkan para siswa dapat terbiasa dan termotivasi untuk melaksanakan shalat malam secara rutin, serta menjunjung tinggi akhlaq mulia dalam setiap aspek kehidupan mereka. "Diharapkan dapat membentuk generasi yang berprestasi serta memiliki kepribadian yang mulia dan terpuji," harapnya. (Sofyan)

    Analisis Wacana Kritis Era Digital untuk Multigenerasi NKRI


    Oleh: Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum.

    Dosen PBSI FKIP UNS, Ketua Umum ADOBSI, & Penggiat LIterasi Arfuzh Ratulisa

    Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube: M. Rohmadi Ratulisa


    "Kawan, belajar dan membelajarkan diri dalam multikonteks wacana akan membuka ruang semesta belajar secara kreatif dan kritis"


    Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum.


           Belajar linguistik menjadi komitmen bersama seluruh umat manusia dalam berbagai konteks. Linguistik memiliki dua pilar yaitu linguistik struktural dan fungsional. Linguistik struktural mengkaji dan memahami bahasa berdasarkan bentuk dan fungsi, sedangkan linguistik secara fungsional mengkaji bahasa yang didasarkan pada, bentuk, fungsi, dan konteks. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diuraikan dan dideskripsikan untuk mengingat kembali wawasan kesemestaan bidang linguistik umum yang dipelajari saat semester satu. Linguistik struktural memelajari dan mengkaji bidang fonologi, morfologi, sintaksis, analisis wacana, semantik. Sementara  linguistik fungsional memelajari dan mengkaji bidang pragmatik, psikopragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, neurolinguistik, religiolinguistik, etnolinguistik, dan lain sebagainya. Dengan demikian, memelajari linguistik struktural dan fungsional harus dijadikan dasar pemahaman analisis wacana kritis dalam berbagai konteks.

           Analisis wacana kritis (AWK) memiliki aneka objek kajian dalam media cetak dan online. Belajar AWK harus memahami objek kajian AWK yang dihasilkan oleh manusia sebagai pengguna bahasa, baik yang terikat pada konteks. Oleh karena itu, perlu dipahami bagaimana objek kajian AWK ini dapat diidentifikasi secara lengkap sebagai data dan fakta empirik untuk dikaji dalam kajian AWK, baik terikat teks, koteks, dan konteks. Contoh: Kalimat-kalimat yang terajut sebagai paragraf dan wacana sebagai teks dalam media cetak dan media online. Media cetak, seperti Kedaulatan Rakyat, Kompas, Republika, Solopos, Suara Merdeka, Suara Pembaharuan, Sindo, dan media-media lainnya. Media-media online, seperti: intsagram, facebook, tiktok, twitter, inline, youtube, dan media lainnya. Semua teks data dalam media cetak dan online tersebut dapat dijadikan  sebagai objek dan fakta, data empirik untuk dapat dikaji dan dianalisis berbasis teks, koteks, dan konteks. AWK harus mampu mendeskripsikan, menjelaskan, dan mengkritisi sebagai wujud solusi sebagai pemecahan masalah tanpa masalah berbagai diskusi dan integrasi multikonteks dalam berbagai data dan fakta empirik secara berkelanjutan.

          BBelajar AWK tentu harus memiliki dasar pemahaman secara tek, koteks, dan konteks agar dapat masuk ke berbagai ranah bidang keilmuan, baik berbasis struktural maupun fungsional. Saat memilih data-data AWK harus dapat diidentifikasi dan dipertanggungjawabkan secara sahih sehingga valid sebagai fakta dan data empirik dalam penelitian bidang linguistik. Dosen dan mahasiswa harus memiliki dan memahami berbagai pisau analisis dalam linguistik struktural dan fungsional, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. AWK memiliki aneka macam kajian yang dilihat dengan berbagai pendekatan yang terintegrasi, baik teks, koteks, dan konteks yang diterapkan. AWK akan dapat menjadi salah satu pionir pengembangan diri untuk dapat menguasai dan memahami bidang AWK yang berkelanjutan. AWK harus dapat ditunjukkan dengan berbagai karya nyata, baik kajian kritis terhadap teori dan praktek untuk dilakukan analisis secara mendalam dalam berbagai objek kajian AWK dalam media cetak dan online.

           Era digital menyediakan kelimpahan data AWK yang tersedia sebagai data-data linguistik struktural dan fungsional. Seorang peneliti, dosen, mahasiswa bahasa dan sastra Indonesia, baik pendidikan maupun non pendidikan harus mampu menemukan hal-hal baru yang kritis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hasil-hasil penelitian dan pengembangan AWK harus dapat mendukung perwujudan ketrampilan abad xxi, yaitu: (1) berpikir kritis, (2) berpikir kreatif, (3) kolaboratif, dan (4) komunikatif. Pengembangan dan kajian AWK akan dapat mendukung implementasi dan akselerasi penguasaan enam literasi dasar bagi guru, peserta didik, dosen, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat. Enam literasi dasar tersebut  antara lain: (1) literasi menulis dan membaca, (2) literasi numerik, (3) literasi digital, (4) literasi sains, (5) literasi keuangan, dan (6) literasi budaya & kewargaan. Dengan demikian, enam literasi dasar tersebut sebagai dasar peningkatan kompetensi profesional SDM dan multigenerasi NKRI untuk dapat meningkatkan kemauan dan kemapuan untuk berliterasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca) secara komprehensif.

           Semua mahasiswa, peserta didik, guru, dan dosen abad XXI harus terus meningkatkan kemampuan dan kemauan untuk terus melaksanakan jelajah literasi digital (JLD). Kecepatan dan kepekaan secara kritis untuk menganalisis berbasis pisau analisis AWK harus dapat memanfaatkan berbagai kajian AWK yang sudah dilakukan sebelumnya. Aneka sumber data digital harus dapat dimanfaatkan sebagai sumber data AWK dan literasi digital secara berkelanjutan dalam berbagai bidang kajian struktural dan fungsional linguistik. Komitmen diri untuk terus belajar dan membelajarkan diri mengenai AWK Bagai mahasiswa sarjana, magister, dan doktor harus mampu melakukan 5M: mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan menindaklanjuti secara berkelanjutan untuk menemukan Solusi kritis berdasarkan sumber-sumber cetak dan digital sebagai data AWK. Yakinlah bahwa sember data AWK tersedia berlimpah secara cetak dan digital sehingga dapat dilakukan kajian berbasis teks, koteks, dan konteks untuk dapat menemukan penyelesaian masalah tanpa masalah.


    “Kesunyian senja dalam pelukan semesta di beranda istana arfuzh ratulisa membuka ruang untuk terus berliterasi dengan ratulisa sepanjang masa untuk kemajuan dan kejayaan multigenerasi NKRI”

    Merangin Jambi, 23 Februari 2024

    Narasumber Ekaning Dyah Tantriyani, Amd.Keb dari Puskesmas 1 Banyudono, yang membahas secara komprehensif tentang dampak negatif rokok terhadap kesehatan. 


    Puskesmas 1 Banyudono Bersama SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Screening Bahaya Rokok Untuk Siswa 


    Boyolali- majalahlarise.com -Puskesmas 1 Banyudono bekerja sama dengan SD Muh PK Banyudono menyelenggarakan kegiatan screening bahaya rokok untuk siswa. Acara yang bertempat di Masjid Assyiroj Bendan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bahaya rokok bagi kesehatan, khususnya pada generasi muda. Kamis (22/2/2024).

    Narasumber dalam kegiatan ini Ekaning Dyah Tantriyani Amd.Keb dari Puskesmas 1 Banyudono, yang membahas secara komprehensif tentang dampak negatif rokok terhadap kesehatan. Dengan latar belakang keperawatan yang dimilikinya, Ekaning memberikan informasi yang relevan dan penting bagi para siswa untuk lebih memahami risiko yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok.

    Kegiatan ini dihadiri oleh para siswa SD Muh PK Banyudono, serta beberapa staf dan tenaga medis dari Puskesmas 1 Banyudono. Para peserta mendapatkan pengetahuan baru serta kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber mengenai topik yang dibahas.

    Baca juga: Edukasi Perlindungan dan Keselamatan Diri Anak oleh Sahabat Kapas dan Kesatria Anak untuk Siswa-Siswi di SLB B Pawestri Jaten Karanganyar

    "Diharapkan melalui kegiatan ini, para siswa dapat lebih menyadari bahaya rokok dan dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk menjaga kesehatan mereka di masa depan. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya hidup sehat tanpa rokok," terangnya.

    Koordinator kegiatan Guru Penjaskes Aditya Bagas Pratama, SPd menuturkan kegiatan diikuti siswa klas 3, 4 dan 5. "Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar," ungkapnya 

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono mengucapkan banyak terima kasih atas kerjasamanya kepada Puskesmas 1 Banyudono atas supportnya selama ini. (Sofyan)

    Baca juga: Buktikan Energi Angin, Murid SD Muh PK Solo Membuat Kincir Kertas


Top