GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Komunitas
![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani saat mengukuhkan pengurus Dewan Pengurus Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) Kota Surakarta periode 2026–2031. |
DPC IWAPI Kota Surakarta Perkuat Transformasi Digital Ekonomi Perempuan, Nurainun Pimpin Periode 2026–2031
Surakarta - majalahlarise.com – Dewan Pengurus Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) Kota Surakarta menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Musdalub) Tahun 2026 yang dilanjutkan dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus periode 2026–2031 di Hotel Minoa, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus mendorong peran perempuan pengusaha dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Mengusung tema "Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing usaha perempuan melalui kolaborasi, inovasi, digitalisasi, serta penguatan pemberdayaan ekonomi.
Ketua Umum DPD IWAPI Jawa Tengah, Hj. Ning Wahyu, S.Sos., menjelaskan Musdalub perlu dilaksanakan agar roda organisasi IWAPI Kota Surakarta tetap berjalan di tengah kondisi ketua sebelumnya yang masih sakit. Ia berharap kepemimpinan baru mampu menjaga keberlanjutan organisasi yang memiliki sejarah panjang tersebut sekaligus membawa manfaat lebih besar bagi para pengusaha perempuan.
“Harapan saya, IWAPI Kota Surakarta semakin berkembang, semakin berdaya, dan menjadi wadah bagi para pengusaha perempuan untuk bertumbuh serta memperkuat usaha mereka,” ujarnya.
Ning Wahyu berpesan kepada ketua terpilih agar membangun kekompakan dan kolaborasi antara ketua, pengurus, serta anggota. Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperkuat internal organisasi dengan mendengarkan aspirasi, masukan, dan keluhan anggota.
Ia juga mendorong pengurus baru mengevaluasi kekurangan, menuntaskan program yang belum terlaksana, serta menyusun langkah kerja yang sesuai dengan kebutuhan anggota.
“Yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah memperkuat internal organisasi. Dengarkan aspirasi anggota, rangkul semuanya, kemudian bersama-sama memperbaiki kekurangan dan melanjutkan program yang belum terlaksana,” jelasnya.
Selain penguatan internal, Ning Wahyu mendorong penambahan anggota, khususnya dari kalangan generasi muda. Regenerasi dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus menghadirkan gagasan baru yang sesuai dengan perkembangan dunia usaha.
Ia berharap IWAPI Kota Surakarta dapat menjadi contoh bagi organisasi IWAPI di wilayah Soloraya, meliputi Sragen, Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, dan daerah sekitarnya.
“Saya berharap ketua terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik, merangkul seluruh anggota, serta mendapat dukungan penuh dari pengurus dan anggota. Dengan begitu, IWAPI Kota Surakarta semakin solid, maju, dan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan usaha perempuan,” ungkapnya.
Ketua DPC IWAPI Kota Surakarta yang baru Nurainun, menyampaikan sejumlah visi dan misi untuk memajukan organisasi selama lima tahun ke depan. Salah satu prioritasnya adalah menambah anggota dari kalangan generasi muda yang memiliki potensi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda diperlukan agar IWAPI tetap berkembang, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi yang terus berubah.
Selain regenerasi, Nurainun berencana mendorong kebangkitan usaha kecil dan menengah (UKM) milik anggota melalui kegiatan promosi dan pameran produk. Langkah tersebut akan dimulai dari lingkungan sekitar sebagai upaya memperkenalkan produk anggota sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
“Kami ingin menambah anggota, terutama generasi muda yang memiliki potensi untuk melanjutkan organisasi ini. Kami juga akan mendorong UKM milik anggota agar semakin berkembang, salah satunya melalui kegiatan pameran untuk memperluas pemasaran produk,” paparnya.
Nurainun juga berencana memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta melalui sinergi lintas sektor. Langkah awal akan dilakukan dengan mengadakan audiensi kepada wali kota atau wakil wali kota untuk membahas peluang kolaborasi dalam mendukung pengembangan usaha anggota.
Perhatian terhadap fasilitas organisasi turut menjadi bagian dari agenda kepengurusan baru. Nurainun menyebut pemeliharaan gedung, perawatan fasilitas, serta upaya perbaikan atau renovasi bagian yang mengalami kerusakan perlu diperhatikan agar dapat menunjang kegiatan organisasi.
Ia berharap seluruh anggota memberikan masukan dan saran sehingga program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan bersama.
“Kami terbuka terhadap masukan dan saran dari seluruh anggota. Harapannya, melalui kebersamaan dan kerja sama, IWAPI Kota Surakarta semakin maju dan program-program yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan pelantikan pengurus IWAPI bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat komitmen, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan kontribusi perempuan dalam dunia usaha.
Ia mengajak seluruh anggota IWAPI DPC Kota Surakarta menjaga kekompakan, berbagi pengalaman, serta saling mendukung dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian kerakyatan, mulai dari sektor UMKM, kerajinan, kuliner, perdagangan hingga industri kreatif.
Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, dan perluasan akses pasar agar usaha lokal mampu menghasilkan nilai tambah serta menjangkau konsumen yang lebih luas.
Astrid juga mengajak pengurus baru memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkuat daya saing usaha. Digitalisasi dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas pemasaran, meningkatkan kualitas layanan, dan membuka peluang kemitraan bisnis.
“Pengurus IWAPI periode 2026–2031 diharapkan mampu memanfaatkan peluang bonus demografi, memperkuat pemasaran digital, meningkatkan kualitas produk, menjaga konsistensi produksi, serta memperluas kemitraan bisnis,” ujarnya.
Ia menjelaskan Pemerintah Kota Surakarta siap bersinergi dengan IWAPI melalui berbagai program pemberdayaan UMKM. Salah satunya melalui UMKM Center yang mendukung pengembangan branding, pemasaran, pengemasan, inovasi, dan digitalisasi usaha.
Astrid berharap kolaborasi tersebut dapat membantu pelaku usaha perempuan meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan pasar.
Selain pengembangan ekonomi, ia mengingatkan pentingnya perhatian terhadap perlindungan hak-hak perempuan, pemberdayaan perempuan, dan ketahanan keluarga. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan keterampilan, komunikasi efektif, serta penguatan kemampuan pengasuhan anak.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan anggota dan masyarakat, seperti terbukanya lapangan kerja serta meningkatnya kesejahteraan keluarga.
“IWAPI diharapkan menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Surakarta dalam membangun ekosistem kewirausahaan perempuan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Pengurus yang baru dilantik hendaknya menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kebersamaan, memperkuat organisasi, dan berorientasi pada hasil,” tuturnya.
Astrid juga menyampaikan pesan agar perempuan pengusaha terus mengembangkan kemampuan dan tidak berhenti berinovasi di tengah perubahan zaman.
“Perempuan berdaya, usia tidak boleh menjadi kendala, tetapi inovasi adalah kuncinya,” pesannya.
Panitia Musdalub DPC IWAPI Kota Surakarta, Tri Apriina Wardhani, menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan atas instruksi DPD IWAPI Provinsi Jawa Tengah. Musdalub diikuti 70 peserta yang terdiri atas 60 anggota aktif dan 10 perwakilan ranting.
Sementara itu, pelantikan direncanakan dihadiri sekitar 120 orang, termasuk 40 tamu undangan dari Pemerintah Kota Surakarta, organisasi, dan undangan khusus.
Berdasarkan daftar kehadiran, panitia menyampaikan peserta telah memenuhi kuorum sehingga Musdalub dapat dinyatakan sah untuk dilaksanakan.
Tri Apriina menjelaskan Musdalub bertujuan memilih dan menetapkan ketua DPC IWAPI Kota Surakarta yang baru sekaligus menyusun program kerja untuk memperkuat ekonomi dan pemberdayaan perempuan pengusaha di Kota Surakarta.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta meningkatkan sinergi antara anggota dan ranting agar organisasi dapat bergerak lebih solid dalam mendukung perkembangan usaha perempuan.
Ia menambahkan seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari swadaya dan kemandirian keluarga besar DPC IWAPI Kota Surakarta. Panitia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama penyelenggaraan kegiatan.
Melalui kepengurusan periode 2026–2031, IWAPI Kota Surakarta diharapkan semakin memperkuat regenerasi, memperluas kolaborasi dengan pemerintah dan sektor usaha, serta mempercepat transformasi digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun perempuan pengusaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UNISRI, Dr. Joko Pramono, S.Sos., M.Si., hadir mengunjungi tenant. |
EXPERIA 2026 Jadi Wadah Nyata Kewirausahaan Mahasiswa Manajemen UNISRI
SOLO – majalahlarise.com – Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kembali menggelar EXPERIA (Economic Entrepreneurship Experience), Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu kewirausahaan secara langsung, mulai dari proses produksi, pengemasan produk, hingga pemasaran kepada konsumen.
EXPERIA 2026 diikuti 12 tenant yang dikelola mahasiswa Program Studi Manajemen semester 5 hingga semester 7. Beragam produk kreatif ditawarkan dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UNISRI tersebut, mulai dari makanan ringan, makanan berat, aneka minuman kekinian, aksesoris, hingga buket bunga.
Koordinator Acara EXPERIA, Fauzi Muhammad Zaky, menjelaskan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman berwirausaha secara langsung kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Studi Manajemen.
“Tujuan EXPERIA adalah menjadi sarana atau wadah nyata bagi mahasiswa untuk mempraktikkan kewirausahaan, terkhusus Prodi Manajemen. Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga merasakan langsung bagaimana mengelola usaha, dari produksi hingga pemasaran,” ujar Fauzi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, menguji ide bisnis, serta belajar menawarkan produk kepada konsumen. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membangun mental wirausaha dan memahami tantangan dalam menjalankan usaha secara langsung.
Keberagaman produk yang ditampilkan oleh 12 tenant juga memperlihatkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan peluang bisnis. Mulai dari sektor kuliner hingga produk aksesori dan buket bunga, setiap tenant berupaya menghadirkan produk dengan karakteristik serta daya tarik masing-masing.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pimpinan universitas. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UNISRI, Dr. Joko Pramono, S.Sos., M.Si., yang hadir mengunjungi tenant, mengaku senang melihat semangat dan kreativitas mahasiswa dalam menjalankan usaha.
“Saya sangat senang saat mengunjungi tenant-tenant EXPERIA. Produknya beragam, kemasannya menarik, dan mahasiswa sangat percaya diri dalam menjelaskan produknya. Ini adalah implementasi nyata dari pembelajaran kewirausahaan yang harus terus didukung,” ungkap Dr. Joko.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan dalam merancang dan menjalankan usaha. Selain menghasilkan produk yang menarik, mahasiswa juga belajar membangun komunikasi dengan konsumen, mempromosikan produk, serta memahami pentingnya pelayanan dalam kegiatan bisnis.
Fauzi berharap EXPERIA dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan Program Studi Manajemen FEB UNISRI.
“Harapan kami event EXPERIA ini menjadi event tahunan bagi Prodi Manajemen untuk terus menjadi wadah bagi mahasiswa manajemen dalam mengembangkan jiwa entrepreneur,” tuturnya.
Melalui EXPERIA 2026, Program Studi Manajemen FEB UNISRI berupaya memperkuat pembelajaran kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pengalaman praktik. Kegiatan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan kreativitas, keberanian mengambil peluang, serta kemampuan mengelola usaha.
Dengan demikian, lulusan UNISRI diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.(Sofyan)
Baca juga: Lewat Beragam Benda Unik, Mahasiswa DKV ISI Surakarta Asah Keterampilan Menggambar Dasar
Pendidikan
![]() |
| Mahasiswa mengikuti perkuliahan Menggambar Dasar dengan memanfaatkan beragam benda unik sebagai objek gambar. |
Lewat Beragam Benda Unik, Mahasiswa DKV ISI Surakarta Asah Keterampilan Menggambar Dasar
SURAKARTA – majalahlarise.com – Seratusan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mengikuti perkuliahan Menggambar Dasar dengan memanfaatkan beragam benda unik sebagai objek gambar. Kegiatan praktik yang berlangsung di lantai 1 Galeri Seni ISI Surakarta, Kampus Mojosongo, Selasa (13/10/2026), menjadi kesempatan bagi mahasiswa semester satu angkatan 2026 untuk mengasah keterampilan dasar menggambar sekaligus memahami prinsip-prinsip visual.
Benda-benda yang digunakan sebagai objek gambar merupakan barang yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dosen pengampu menyiapkan lima benda untuk setiap kelompok, kemudian mahasiswa berdiskusi menentukan penataan dan posisi objek sebelum memulai proses menggambar.
Salah satu dosen pengampu, Alfiandi Eka Kusuma, memilih dua action figure beserta beberapa benda lainnya sebagai objek pembelajaran. Berbagai benda tersebut ditata sedemikian rupa agar mahasiswa dapat mengamati bentuk, proporsi, komposisi, serta hubungan antara benda dari sudut pandang tertentu.
Perkuliahan dilaksanakan di Galeri Seni ISI Surakarta yang berada di kawasan Kampus FSRD ISI Surakarta, Ringroad Utara Mojosongo. Ruang galeri dimanfaatkan sebagai tempat praktik untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami materi melalui penjelasan dosen, tetapi juga menerapkannya dalam karya gambar.
Untuk memudahkan koordinasi dan pendampingan, mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok mendapatkan bimbingan dari seorang dosen pengampu. Melalui pembagian tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan untuk berdiskusi, menentukan komposisi objek, serta memperoleh arahan selama proses pengerjaan.
Setiap kelompok juga diberi kesempatan menata dan menyusun lima benda yang telah disiapkan dosen. Proses ini mendorong mahasiswa untuk mempertimbangkan penempatan objek, jarak antar benda, keseimbangan komposisi, serta sudut pandang yang menghasilkan tampilan visual menarik.
Tim dosen pengampu yang terdiri atas Rendya Adi Kurniawan, Indriati Suci Pravitasari, Alfiandi Eka Kusuma, dan Basnendar Herry Prilosadoso terlihat mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Para dosen memberikan arahan mengenai pemilihan sudut pandang, ketepatan proporsi, teknik arsir, serta aspek teknis lain yang diperlukan dalam menggambar dasar.
Pendampingan tersebut membantu mahasiswa mengenali karakter setiap objek dan menerjemahkannya ke dalam bentuk gambar. Mahasiswa juga belajar mengamati detail, memperhatikan perbandingan ukuran, serta mengolah gelap-terang untuk membangun kesan volume dan kedalaman.
Dosen pengampu, Indriati Suci Pravitasari, menjelaskan perkuliahan Menggambar Dasar menjadi fondasi penting bagi mahasiswa DKV yang masih berada pada semester awal.
“Perkuliahan ini menjadi dasar bagi mahasiswa DKV ISI Surakarta yang duduk di semester dasar sebagai bekal pengetahuan dan praktik untuk mengikuti perkuliahan pada semester berikutnya,” ungkap Indriati dalam rilis yang dikirim.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun kepekaan visual, ketelitian dalam mengamati objek, serta pemahaman mengenai prinsip dasar menggambar. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting dalam proses pembelajaran desain komunikasi visual, yang membutuhkan keterampilan menerjemahkan gagasan ke dalam bentuk visual secara terstruktur.
Pemanfaatan benda-benda sederhana sebagai objek gambar juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat potensi visual dari lingkungan sekitar. Objek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat menjadi sarana pembelajaran untuk memahami bentuk, tekstur, komposisi, dan pencahayaan.
Perkuliahan Menggambar Dasar ini menjadi salah satu tahapan pembelajaran bagi mahasiswa semester satu DKV ISI Surakarta dalam mengembangkan keterampilan artistik dan kemampuan observasi. Penguasaan dasar tersebut diharapkan dapat mendukung proses kreatif mahasiswa dalam menempuh mata kuliah lanjutan serta menghasilkan karya desain yang komunikatif dan memiliki kualitas visual yang baik. (Sofyan)
Baca juga: PD Salimah Sukoharjo Gelar Rakorda 2025–2030, Perkuat Sinergi dan Prinsip Berorganisasi Islam
Pendidikan
![]() |
| Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, mengenalkan wayang berbahan dasar limbah kantong semen. |
Sosialisasi Pengelolaan Sampah, Dwi Jatmiko Kenalkan Wayang Daur Ulang untuk Cegah Kerusakan Lingkungan
SOLO – majalahlarise.com – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan dilakukan melalui pendekatan dakwah dan seni budaya. Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, mengenalkan wayang berbahan dasar limbah kantong semen sebagai media edukasi lingkungan sekaligus ajakan mengurangi sampah plastik dan memanfaatkan barang bekas.
Kegiatan bertajuk *Gerakan Kecil untuk Dunia Bebas Sampah Plastik: Sampahku Tanggung Jawabku* ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta di bawah pimpinan Sri Sayekti, serta didukung budayawan berkemajuan Ki Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn., Rabu (14/10/2026). Kegiatan tersebut mendukung sosialisasi Fatwa MUI Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan.
Dwi Jatmiko menyampaikan apresiasi kepada panitia Akademi Dakwah Digital 1, Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Sri Sayekti, dan budayawan Agung Sudarwanto yang turut mendukung kegiatan edukasi tersebut.
“Terima kasih atas tugas dari panitia Akademi Dakwah Digital 1, Kepala Sekolah Sri Sayekti, dan budayawan Agung Sudarwanto dalam rangka mendukung Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Fatwa Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan,” ujarnya.
Menurut Dwi, persoalan sampah telah menjadi tantangan nasional karena dampaknya meluas ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi, kesehatan, hingga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan sampah membutuhkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak, termasuk melalui pendidikan sejak usia dini.
Ia menjelaskan, Fatwa MUI Nomor 41 Tahun 2014 mengingatkan umat Islam mengenai kewajiban menjaga kebersihan lingkungan serta memanfaatkan barang-barang gunaan untuk kemaslahatan. Masyarakat juga perlu menghindari perilaku tabdzir atau menyia-nyiakan sesuatu dan israf atau berlebih-lebihan.
“Setiap Muslim perlu menjaga kebersihan lingkungan, menghindarkan diri dari berbagai penyakit, serta menghindari perbuatan tabdzir dan israf. Pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan juga bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan,” jelasnya.
Pesan tersebut selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 222 yang artinya, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.”
Bagi Dwi, nilai kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih bermanfaat, serta mengolah limbah menjadi produk bernilai guna.
Dalam kegiatan tersebut, Dwi yang juga merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta memperkenalkan Wayang SSP atau Wayang Sak Semen Press. Karya seni kriya tersebut memanfaatkan kertas bekas kantong atau sak semen sebagai bahan alternatif pengganti kulit hewan dalam pembuatan wayang.
Wayang SSP memiliki karakteristik tersendiri. Bahan baku utamanya berupa delapan hingga 12 lembar kertas bekas kantong semen yang direkatkan menggunakan lem kayu. Proses pembuatannya diawali dengan membersihkan lembaran kertas, melapisinya dengan lem secara bertahap, kemudian mengepresnya menggunakan papan kayu hingga kering.
Pengeringan dilakukan dengan cara diangin-anginkan tanpa terkena sinar matahari langsung. Setelah bahan siap, proses dilanjutkan dengan pembuatan sketsa, penatahan atau pemahatan detail karakter, hingga penyunggingan atau pewarnaan seperti pada wayang kulit tradisional.
Untuk bagian gapit atau pegangan wayang, pembuat dapat menggunakan material pendukung seperti kayu, misalnya kayu sawo, maupun rotan agar wayang lebih kokoh dan mudah dimainkan.
“Keunggulannya menjadi solusi seni yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan dengan kemiripan tekstur serta kelenturan mencapai sekitar 90 persen menyerupai wayang kulit asli,” beber Dwi.
Pemanfaatan kertas bekas kantong semen sebagai bahan seni memberikan contoh konkret bahwa limbah tidak selalu berakhir sebagai barang yang tidak berguna. Melalui kreativitas dan keterampilan, material bekas dapat diolah menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika sekaligus berfungsi sebagai sarana pendidikan.
Pendekatan ini juga membuka peluang pengenalan prinsip penggunaan kembali atau reuse dan daur ulang atau recycle kepada peserta didik. Dengan demikian, edukasi lingkungan tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga melalui praktik kreatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, budayawan Agung Sudarwanto menyampaikan, dari sudut pandang kebudayaan, edukasi pengelolaan sampah berkaitan erat dengan pembentukan estetika lingkungan dan karakter masyarakat.
Menurutnya, budaya bersih tidak cukup dibangun melalui aturan atau imbauan. Kesadaran tersebut perlu tumbuh menjadi kebiasaan bersama yang didukung rasa memiliki terhadap lingkungan dan ruang publik.
“Budaya bersih juga berkaitan erat dengan estetika dan rasa kepemilikan (sense of belonging) terhadap ruang publik,” ungkap Agung.
Ia menjelaskan, ketika masyarakat dididik untuk bangga terhadap kebersihan daerahnya, perilaku membuang sampah sembarangan dapat dipandang sebagai tindakan antisosial dan sesuatu yang tidak pantas dalam kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, integrasi pendidikan lingkungan sejak usia dini dinilai penting untuk membentuk kebiasaan positif yang terus terbawa hingga dewasa. Sekolah, keluarga, dan masyarakat memiliki peran dalam membangun kesadaran bersama agar pengelolaan sampah menjadi bagian dari budaya sehari-hari.
“Ketika masyarakat dididik untuk bangga terhadap kebersihan daerahnya, membuang sampah sembarangan akan dianggap sebagai tindakan antisosial dan tabu secara budaya. Integrasi kurikulum lingkungan sejak usia dini membentuk budaya sadar sampah yang melekat hingga dewasa,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi dakwah, pendidikan, dan seni budaya, sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk memulai langkah sederhana dalam menjaga lingkungan. Pesan "Sampahku Tanggung Jawabku" menjadi pengingat, kebersihan bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan kewajiban bersama yang dapat diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari.(Sofyan)
Baca juga: PD Salimah Sukoharjo Gelar Rakorda 2025–2030, Perkuat Sinergi dan Prinsip Berorganisasi Islam
Kabar Desa
![]() |
| Kunjungan dan koordinasi di P4S Mubarok Farm, Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. |
Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian Berdayakan P4S di Jawa Tengah
SUKOHARJO – majalahlarise.com – Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mendorong pemberdayaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui identifikasi potensi, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kunjungan dan koordinasi di P4S Mubarok Farm, Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengetahui kondisi dan potensi P4S sekaligus mendorong perannya sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan pertanian di tingkat masyarakat.
Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor, Kementerian Pertanian RI, Sukim Supandi, S.Sos., M.M., mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan pengurus, ketua, serta mahasiswa yang tengah menjalin kerja sama dan mengikuti kegiatan pelatihan di P4S Mubarok Farm.
“Alhamdulillah, hari ini saya sudah bisa bertatap muka dengan pengurus, ketua, serta mahasiswa yang sedang menjalin kerja sama. Harapannya, P4S yang ada di Jawa Tengah terus berkembang dan dapat mendukung program pemerintah, terutama dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Sukim.
Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi antara pengelola P4S, lembaga pelatihan, dan kalangan mahasiswa perlu terus diperkuat. Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong pengembangan P4S agar semakin berdaya, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sukim menjelaskan, berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 317 P4S di Jawa Tengah. Sementara itu, jumlah P4S di wilayah Jawa Tengah dan DKI Jakarta secara keseluruhan mencapai sekitar 481 unit.
Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui pemetaan dan identifikasi secara berkelanjutan. Dengan mengetahui kondisi, kemampuan, serta kebutuhan masing-masing lembaga, program pemberdayaan dapat dirancang secara lebih terarah sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah.
Keberadaan P4S tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan pertanian, tetapi juga menjadi wadah bagi petani untuk berbagi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. P4S juga memiliki peluang besar untuk menarik minat generasi muda agar terlibat dalam sektor pertanian melalui penerapan teknologi dan pengembangan usaha produktif.
Penguatan P4S diharapkan mampu mendorong peningkatan kompetensi petani, memperluas akses pembelajaran, serta meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan demikian, kelembagaan tersebut dapat berkontribusi dalam memperkuat kemandirian pangan masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, pemilik P4S Mubarok Farm, Saryadi, menjelaskan, pemanfaatan lahan pekarangan dapat menjadi langkah sederhana untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Lahan yang tersedia di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk membudidayakan berbagai jenis sayuran dan tanaman pangan dengan menerapkan sistem hidroponik maupun integrated farming atau pertanian terpadu.
“Dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada, kita dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga. Berbagai tanaman sayuran dan tanaman lainnya bisa dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik dan integrated farming, sehingga lahan menjadi lebih produktif dan memberikan manfaat bagi keluarga,” jelas Saryadi.
Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan tidak harus dilakukan dalam skala besar. Masyarakat dapat memulainya dengan menanam sayuran sesuai kebutuhan keluarga, kemudian mengembangkan jenis tanaman lain berdasarkan ketersediaan lahan, sumber daya, dan kemampuan pengelolaan.
Penerapan hidroponik juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal alternatif teknik budidaya yang dapat diterapkan pada lahan terbatas. Sementara itu, pendekatan integrated farming memungkinkan berbagai kegiatan pertanian dikembangkan secara terpadu agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Saryadi menambahkan, konsep tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal teknologi pertanian sekaligus membangun jiwa kewirausahaan. Melalui kegiatan praktik dan berbagi pengalaman, masyarakat diharapkan semakin memahami peluang usaha di bidang pertanian.
P4S Mubarok Farm berupaya mengambil bagian dalam proses pembelajaran tersebut dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pemanfaatan lahan pekarangan serta penerapan teknologi budidaya. Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengembangkan pertanian secara mandiri dan produktif.
Pemberdayaan P4S Mubarok Farm di Kecamatan Baki, Sukoharjo, menjadi salah satu contoh pengembangan kelembagaan pertanian berbasis masyarakat. Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, pengelola P4S, petani, dan lembaga pendidikan diharapkan semakin kuat agar potensi pertanian daerah dapat dikembangkan secara optimal.
Melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan pertanian berbasis keluarga, P4S diharapkan mampu menjadi bagian dari penggerak ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. (Sofyan)
Komunitas
PD Salimah Sukoharjo Gelar Rakorda 2025–2030, Perkuat Sinergi dan Prinsip Berorganisasi Islam
SUKOHARJO - majalahlarise.com – Pimpinan Daerah (PD) Salimah Sukoharjo menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pengurus periode 2025–2030 di Sekretariat Gedung Baitul Qur'an Salimah, Jombor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Ahad (11/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–13.00 WIB ini menjadi momentum memperkuat sinergi, koordinasi, dan komitmen pengurus dalam mengoptimalkan pelaksanaan program kerja organisasi.
Rakorda tersebut menjadi forum untuk menyamakan visi, mengevaluasi pelaksanaan program, serta memperkuat kerja sama antar pengurus sesuai bidang masing-masing. Melalui koordinasi yang terarah, PD Salimah Sukoharjo berharap program kerja periode 2025–2030 dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi perempuan, anak, dan keluarga di Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, tilawah Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Salimah, serta doa bersama. Selanjutnya, Ketua PD Salimah Sukoharjo, Titik Haryanti, menyampaikan sambutan dan arahan sekaligus membuka Rakorda secara resmi.
Dalam arahannya, Titik Haryanti menjelaskan pentingnya membangun sinergi dan koordinasi yang kuat di antara seluruh pengurus. Kesamaan visi, komunikasi yang baik, serta kesediaan untuk bekerja sama menjadi modal penting dalam menjalankan amanah organisasi.
“Melalui Rakorda ini, kami berharap seluruh pengurus semakin solid, memiliki kesamaan langkah, dan mampu membangun sinergi dalam menjalankan program kerja. Koordinasi yang baik diperlukan agar setiap program dapat terlaksana secara optimal sesuai tujuan organisasi,” demikian pesan yang disampaikan dalam arahannya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian informasi kesekretariatan oleh Sekretaris PD Salimah Sukoharjo, Hari Margini. Agenda ini memberikan ruang bagi pengurus untuk memperoleh informasi terkait administrasi dan koordinasi organisasi guna mendukung kelancaran pelaksanaan program kerja.
Anggota Dewan Penasihat Salimah Sukoharjo, Arin Ramawati, turut memberikan tanggapan sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan pelaksanaan program. Masukan tersebut menjadi bahan bagi pengurus untuk meningkatkan efektivitas kerja organisasi serta membangun komunikasi yang lebih baik dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.
Salah satu agenda penting dalam Rakorda adalah penyampaian materi *Prinsip Berorganisasi Islam* oleh Ketua Dewan Penasihat Salimah Sukoharjo, Ardyasih. Materi tersebut memberikan penguatan kepada pengurus mengenai pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam mengelola organisasi, membangun hubungan antarpengurus, serta melaksanakan amanah.
Ardyasih mengingatkan pengurus agar prinsip berorganisasi Islam tidak berhenti pada pemahaman, tetapi juga diwujudkan dalam praktik sehari-hari. Hal tersebut dapat tercermin melalui sikap, komunikasi yang santun, pembagian tugas yang jelas, tanggung jawab, serta komitmen bersama dalam menjalankan program organisasi.
“Prinsip berorganisasi Islam perlu menjadi landasan bagi setiap pengurus dalam menjalankan amanah. Nilai-nilai Islam hendaknya tercermin dalam cara kita berkomunikasi, bekerja sama, membagi tugas, dan menyelesaikan persoalan organisasi,” menjadi pesan yang relevan dalam penguatan materi tersebut.
Setelah penyampaian materi, Rakorda dilanjutkan dengan diskusi di masing-masing departemen. Dalam sesi ini, pengurus membahas rencana program kerja, kendala yang berpotensi dihadapi, serta langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan.
Diskusi departemen menjadi bagian penting dalam menerjemahkan hasil koordinasi ke dalam rencana kerja yang lebih terarah. Setiap bidang diharapkan mampu menyusun langkah pelaksanaan program sesuai tugas dan tanggung jawabnya, sekaligus membangun komunikasi lintas departemen agar berbagai kegiatan dapat saling mendukung.
Kegiatan kemudian ditutup dengan istirahat, salat, dan makan (isoma). Melalui Rakorda ini, PD Salimah Sukoharjo berharap seluruh pengurus semakin memahami arah organisasi, memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah, serta meningkatkan kualitas koordinasi selama periode kepengurusan 2025–2030.
Dengan mengedepankan semangat ukhuwah, sinergi, dan prinsip berorganisasi Islam, PD Salimah Sukoharjo berkomitmen memperkuat peran organisasi dalam menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi perempuan, anak, dan keluarga. Kolaborasi yang solid diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya program kerja yang optimal dan berkelanjutan di Kabupaten Sukoharjo. (Sofyan)
Baca juga:
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan pisah sambut pengawas PAI dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri di Gedung Pertemuan Mbak Lies, Watu Agung, Baturetno, Selasa (13/10/2026). |
Penuh Haru dan Semangat Baru, MGMP PAI SMP Sub Rayon 03 Baturetno Gelar Pisah Sambut Pengawas
WONOGIRI – majalahlarise.com – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Sub Rayon 03 Baturetno menggelar kegiatan pisah sambut pengawas PAI dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri di Gedung Pertemuan Mbak Lies, Watu Agung, Baturetno, Selasa (13/10/2026). Kegiatan berlangsung hangat dan penuh haru sebagai bentuk penghargaan kepada pengawas lama, Tutik Rijani, S.Pd., M.Pd., sekaligus menyambut pengawas baru, Baderi, S.Ag., M.Pd., untuk melanjutkan pembinaan dan pendampingan guru PAI.
Kegiatan yang dihadiri para guru PAI SMP anggota MGMP Sub Rayon 03 Baturetno tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat profesionalisme guru, meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam, serta mengevaluasi pelaksanaan Musabaqah Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) sebagai bagian dari persiapan menuju tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Acara dibuka Ketua MGMP PAI SMP Sub Rayon 03 Baturetno, Catur Marwandi, S.Pd.I. Suasana kekeluargaan terasa ketika para guru menyampaikan kesan dan pesan kepada Tutik Rijani yang selama ini mendampingi pelaksanaan tugas profesional guru PAI di wilayah tersebut.
Pergantian pengawas menjadi momen bagi para guru untuk mengenang kebersamaan, arahan, serta pendampingan yang telah diterima selama proses pembinaan. Bagi guru binaan, hubungan yang terjalin selama ini tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga mencakup komunikasi, motivasi, dan kerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam.
Dalam sesi kesan dan pesan, para guru menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pendampingan Tutik Rijani. Mereka juga berharap tali silaturahmi tetap terjaga meskipun tugas pembinaan selanjutnya dilaksanakan oleh pengawas yang baru.
Salah satu momen yang menarik perhatian peserta hadir ketika Mulato, S.Ag., menyampaikan kesan dan pesan melalui pantun serta dendang lagu Rhoma Irama. Perpaduan kata-kata yang jenaka dan lantunan lagu tersebut menghadirkan suasana akrab, menghibur, sekaligus menyentuh perasaan peserta.
Cara penyampaian yang kreatif itu menjadi bentuk penghargaan terhadap kebersamaan yang telah terjalin. Suasana haru dan keakraban berpadu dalam kegiatan yang memberikan ruang bagi para guru untuk menyampaikan kenangan dan rasa terima kasih kepada pengawas yang telah mendampingi mereka.
Pergantian pengawas pun menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan profesional yang dilandasi sikap saling menghargai, komunikasi terbuka, dan semangat kebersamaan dalam memajukan pendidikan.
Setelah sesi penyampaian kesan dan pesan, kegiatan dilanjutkan dengan penyambutan pengawas baru, Baderi, S.Ag., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pembinaan mengenai pentingnya menjaga kekompakan, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat tanggung jawab guru dalam menjalankan tugas pendidikan.
Baderi mengajak para guru PAI untuk terus mengembangkan kemampuan profesional agar mampu menjawab kebutuhan pembelajaran yang terus berkembang. Profesionalisme guru perlu tercermin dalam penguasaan materi, kemampuan pedagogis, kedisiplinan, keteladanan sikap, serta tanggung jawab dalam mendampingi peserta didik.
Guru PAI juga diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Pembelajaran agama tidak cukup berhenti pada penyampaian pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan melalui pembiasaan perilaku terpuji, pembentukan karakter, dan penanaman akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Peningkatan kompetensi tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan MGMP, diskusi profesional, berbagi praktik baik, evaluasi pembelajaran, serta pengembangan metode mengajar yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Kehadiran Baderi diharapkan memberikan semangat baru dalam pembinaan guru PAI di wilayah Sub Rayon 03 Baturetno. Sinergi antara pengawas, MGMP, dan satuan pendidikan menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas sekaligus membentuk peserta didik yang berpengetahuan, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Selain pisah sambut pengawas, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan MAPSI yang telah berlangsung sebelumnya. Evaluasi dilakukan sebagai bahan refleksi untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki, mulai dari persiapan peserta, pembinaan kemampuan, pendampingan guru, hingga koordinasi antarpihak yang terlibat.
Melalui evaluasi tersebut, para guru diharapkan dapat mengambil pelajaran dari pelaksanaan kegiatan sebelumnya agar persiapan berikutnya berjalan lebih terarah. Setiap masukan menjadi bahan untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan kesiapan peserta dalam menghadapi kompetisi.
Pembahasan juga diarahkan pada persiapan MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah. Tahapan ini membutuhkan perencanaan yang matang, latihan secara konsisten, pendampingan yang berkesinambungan, serta kesiapan mental peserta.
Keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peserta saat tampil, tetapi juga oleh proses pembinaan yang terstruktur dan dukungan dari para guru. Karena itu, koordinasi di lingkungan MGMP menjadi bagian penting untuk menyatukan langkah dalam mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
Melalui kegiatan evaluasi dan koordinasi tersebut, MGMP PAI SMP Sub Rayon 03 Baturetno berupaya meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus mempersiapkan peserta MAPSI agar mampu tampil optimal pada tahapan berikutnya.
Kegiatan pisah sambut pengawas PAI SMP Sub Rayon 03 Baturetno menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan agama Islam di Kabupaten Wonogiri.
Pergantian tugas merupakan bagian dari dinamika organisasi pendidikan. Pengalaman dan kontribusi pengawas sebelumnya menjadi bekal berharga, sedangkan kehadiran pengawas baru membuka kesempatan untuk memperkuat pembinaan, mengembangkan kolaborasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, para guru PAI diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas profesional, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan peserta didik agar mampu berprestasi dan memiliki karakter Islami.
Pisah sambut bukan sekadar peralihan tugas, melainkan momentum untuk melanjutkan pengabdian dengan semangat baru. Kebersamaan, profesionalisme, dan komitmen mendidik diharapkan terus terjaga demi terwujudnya pendidikan agama Islam yang berkualitas. (Sofyan)
Baca juga: UNISRI Gelar Workshop Proposal PPK Ormawa dan P2MW, Dorong Mahasiswa Tembus Pendanaan Nasional 2027
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Ziarah Agung Mbah Kyai Nur Suhud, Rawat Jejak Dakwah Ulama Keraton Kartosura di Nguter SUKOHARJO – majalahlarise.com – Warga Nahdlatul Ulam...







