Karya ilustrasi digital milik Baskarabumi Haidar Alif Jadaa berhasil lolos kurasi dan dipamerkan dalam 2nd International Design Challenge and Exhibition 2025 “Threads of Creativity”.


    Karya Siswa SD Muhammadiyah I Ketelan Tembus Pameran Internasional di Palestina

    Surakarta — majalahlarise.com - Karya ilustrasi digital milik Baskarabumi Haidar Alif Jadaa berhasil lolos kurasi dan dipamerkan dalam 2nd International Design Challenge and Exhibition 2025 “Threads of Creativity” yang digelar di Bab idDeir Art Gallery, Bethlehem, Palestina. Pameran internasional ini berlangsung pada 25–27 November 2025 dan diikuti desainer serta seniman dari berbagai negara.

    Karya Baskarabumi HAJ menampilkan karakter burung dengan latar dominasi warna kuning yang dikerjakan menggunakan tablet dan perangkat lunak Ibis Paint. Visual tersebut diolah sebagai ornamen tradisional yang terinspirasi dari kekayaan budaya Palestina. Proses pengerjaan karya memerlukan waktu sekitar dua minggu hingga akhirnya dinyatakan lolos seleksi kurator internasional.

    Pameran “Threads of Creativity” mengangkat tema pelestarian dan penataan kembali warisan budaya Palestina melalui praktik kreatif kontemporer. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif riset yang tengah dikembangkan University of Porto melalui ID+ Research Institute for Design, Media and Culture, bekerja sama dengan Departemen Desain dan Seni Terapan Palestine Technical University Kadoorie Cabang Aroub.

    Baskarabumi yang akrab disapa Aska mengungkapkan karyanya disesuaikan dengan panduan teknis pameran internasional.

    “Karya ini saya buat berbentuk kotak-kotak mengikuti pola yang ditentukan panitia pameran,” ungkap Aska dalam rilis yang diterima redaksi.

    Siswa kelas VI SD Muhammadiyah I Ketelan, Surakarta ini juga menyampaikan rasa senang dan bangga atas pencapaiannya.

    “Saya senang sekali karena karya saya bisa dipamerkan bersama desainer dan seniman dari luar negeri,” tuturnya.

    Pencapaian ini mendapat apresiasi penuh dari keluarga. Evy Widyaningsih selaku orang tua menyampaikan rasa bangga atas prestasi putranya yang mampu menembus ajang internasional di usia dini.

    “Ini sangat membanggakan, tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk sekolah,” ujarnya.

    Evy juga berharap prestasi tersebut menjadi pemantik semangat bagi Aska untuk terus mengembangkan minat dan bakatnya.

    “Semoga ke depannya lebih fokus menekuni hobi menggambar dan terus berkarya,” katanya.

    Keberhasilan Baskarabumi HAJ menembus pameran internasional ini menjadi bukti potensi generasi muda Indonesia dalam bidang seni dan desain, sekaligus membawa nama baik dunia pendidikan dasar Indonesia di kancah global. (Sofyan)


    Baca juga: SMANSAWUR Scout Competition 2026 Jadi Ajang Pembinaan Karakter Pramuka Penggalang

    Para pemenang SMANSAWUR Scout Competition 2026 saat foto bersama usai menerima tropi kejuaraan.


    SMANSAWUR Scout Competition 2026 Jadi Ajang Pembinaan Karakter Pramuka Penggalang

    Wonogiri — majalahlarise.com - SMAN 1 Wuryantoro menggelar SMANSAWUR Scout Competition Tahun 2026 yang diikuti Pramuka Penggalang tingkat SMP se-Kabupaten Wonogiri. Kegiatan berlangsung di Halaman SMAN 1 Wuryantoro, Selasa (3/2/2026), dengan mengusung semangat Cakra Satya Birawa / Mawarti Bhakti.

    Ajang kepramukaan ini mempertandingkan tiga cabang lomba, yakni pionering, Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), dan Semaphore Dance. Sejak pagi hingga penutupan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi serta menjunjung nilai sportivitas dalam setiap perlombaan.

    Kamabigus SMAN 1 Wuryantoro, Kak Tinuk Triyana, menyampaikan kegiatan berjalan lancar dan sukses tanpa kendala berarti. Ia menguraikan apresiasi kepada panitia yang telah mengawal jalannya lomba sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana dan selesai tepat waktu.

    “Tidak ada kendala, semua berjalan lancar. Apresiasi kami berikan kepada kakak-kakak panitia yang sudah mengawal jalannya lomba dengan baik. Kompetisi ini berjalan sesuai rencana dan selesai sebelum waktu kepulangan,” ujarnya.

    Atraksi peserta saat lomba Semaphore Dance.


    Kak Tinuk juga mengungkapkan rasa bangga kepada para peserta yang tetap bersemangat hingga akhir kegiatan. Menurutnya, antusiasme dan semangat adik-adik Pramuka Penggalang terlihat jelas sampai penutupan lomba.

    “Adik-adik semuanya luar biasa. Sampai sore hari penutupan masih menunjukkan semangat tinggi. Kalian mengikuti lomba dengan penuh antusias dan menjunjung sportivitas. Semua menampilkan yang terbaik dari versi masing-masing,” tuturnya.

    Ia mengatakan penampilan maksimal seluruh peserta membuat dewan juri harus bekerja ekstra dalam menentukan pemenang. Setiap regu dinilai telah mempersiapkan diri dengan baik dan mempersembahkan hasil latihan secara optimal.

    “Dalam sebuah kompetisi tentu ada yang pulang membawa piala dan ada yang belum. Namun, semua sudah belajar, melihat, dan mendapatkan pengalaman berharga. Ini menjadi bekal penting untuk tampil lebih baik di kompetisi berikutnya,” jelasnya.


    Kak Tinuk juga mengingatkan keputusan dewan juri bersifat mutlak dan diharapkan dapat diterima dengan lapang dada serta penuh rasa syukur oleh seluruh peserta.

    Adapun hasil SMANSAWUR Scout Competition Tahun 2026 meliputi Lomba Pionering juara 1 SMP Negeri 4 Pracimantoro, juara 2 SMP Negeri 3 Selogiri, dan juara 3 SMP Negeri 1 Manyaran. Lomba LKBB diraih juara 1 SMP Negeri 2 Wuryantoro, juara 2 SMP Negeri 4 Pracimantoro, dan juara 3 SMP Negeri 1 Manyaran. Pada Lomba Semaphore Dance, juara 1 diraih SMP Negeri 2 Wuryantoro, juara 2 SMP Kanisius, dan juara 3 SMP Negeri 6 Wonogiri.

    Sementara itu, Juara Umum SMANSAWUR Scout Competition Tahun 2026 diraih oleh SMP Negeri 2 Wuryantoro. (Sofyan)


    Baca juga: Belajar Hidup di Desa, 150 Siswa SMP Muhammadiyah PK Ikuti Home Stay di Wonogiri

    Siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan home stay.


    Belajar Hidup di Desa, 150 Siswa SMP Muhammadiyah PK Ikuti Home Stay di Wonogiri

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 150 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan home stay atau live in selama tiga hari dua malam di Dukuh Keblokan, Sendang Ijo, Selogiri, Wonogiri, Kamis–Sabtu (29–31/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Mandiri dalam Keseharian, Bermakna dalam Kebersamaan”.

    Para siswa berangkat menuju lokasi home stay pada Kamis siang. Mereka mengikuti kegiatan pembukaan serta prosesi penyerahan siswa kepada orang tua asuh di Masjid Al Ikhlas. Selanjutnya, para siswa tinggal bersama keluarga asuh dan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat setempat.

    Selama kegiatan, siswa mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan sosial. Pada Jumat (30/1/2026), mereka belajar langsung di Home Industri Roti Widoro dan Stek Anggur. Mereka belajar mulai dari proses produksi hingga praktik sederhana. Sore harinya, siswa mengadakan lomba TPA di Masjid Al Ikhlas yang diikuti anak-anak setempat. Kegiatan dilanjutkan dengan pengajian akbar pada malam hari yang menghadirkan Ustaz Drs. H. Parno, M.Pd.I.

    Pada Sabtu pagi, para siswa menggelar Bazar Sembako Murah. Mereka membagikan 200 paket sembako kepada warga. Menjelang siang, para siswa berpamitan dengan orang tua asuh. Suasana haru mewarnai perpisahan saat siswa menyampaikan ucapan terima kasih dan tali asih.

    Siswa belajar langsung di Home Industri Roti Widoro.


    Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan home stay menjadi sarana pembelajaran karakter secara langsung. 

    “Selama tiga hari ini anak-anak belajar hidup mandiri, kebersamaan, dan tanggung jawab di tengah masyarakat. Mereka belajar menjadi panitia lomba, membersihkan rumah tempat tinggal, mengikuti bakti sosial, hingga berinteraksi dengan warga. Nilai-nilai karakter inilah yang ingin kami kuatkan,” ujarnya.

    Ia berharap pengalaman tersebut dapat membentuk sikap mandiri dan bertanggung jawab. “Semoga nilai-nilai kemandirian dan karakter ini dapat terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

    Pemilik Roti Widoro, Sri Harjanto Yuwono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan para siswa. “Terima kasih kepada siswa SMP Muhammadiyah PK yang telah datang belajar di tempat kami. Semoga anak-anak terinspirasi untuk memahami dunia usaha. Roti Widoro berdiri sejak 1922 dan hingga kini. Kami berusaha menjaga kualitas dan cita rasa yang sama,” ungkapnya.

    Sementara itu, Pragunadi, salah satu orang tua asuh sekaligus Takmir Masjid Al Ikhlas, mengaku senang menerima para siswa. “Warga merasa positif dan senang. Anak-anak rapi, tertib, disiplin bangun subuh, dan sopan. Jika ada kesempatan, kami siap menerima mereka kembali,” katanya.

    Salah satu peserta, Kavaya Altamizza Ibrahim, siswa kelas VII, mengaku mendapatkan pengalaman berharga. “Saya hidup bersama orang tua asuh, belajar menyapu, mengepel, mencuci piring, dan disiplin. Kegiatan ini membuat saya lebih mandiri dan bersyukur,” tuturnya. (Sofyan)


    Baca juga: Program Minim Sampah Plastik, SMP Negeri 2 Manyaran Tanamkan Tanggung Jawab dan Disiplin Siswa

    Siswa saat makan dan minum di kantin sekolah menggunakan wadah yang dibawa dari rumah.


    Program Minim Sampah Plastik, SMP Negeri 2 Manyaran Tanamkan Tanggung Jawab dan Disiplin Siswa

    Wonogiri – majalahlarise.com - SMP Negeri 2 Manyaran terus menjalankan program sekolah secara konsisten dan berkelanjutan untuk meningkatkan layanan pendidikan sekaligus memperkuat karakter siswa. Salah satu program unggulan yang dijalankan sejak semester satu Tahun Pelajaran 2025/2026 ialah program minim sampah plastik di lingkungan sekolah.

    Program ini dirancang tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan kebersamaan kepada seluruh siswa dalam aktivitas keseharian di sekolah.

    Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026), menyampaikan program tersebut lahir dari kepedulian sekolah terhadap pembentukan karakter siswa melalui kebiasaan sederhana namun berdampak besar.

    “Kami berpikir, program apa yang bisa menghadirkan rasa tanggung jawab ke dalam diri anak dan lingkungannya. Dari situ, kami memulai program pengurangan sampah plastik secara bertahap,” ujarnya.

    Melalui program ini, sekolah memberikan keleluasaan kepada siswa untuk membawa bekal makanan dan minuman dari rumah dengan menggunakan wadah sendiri. Sekolah juga mendorong siswa tidak menggunakan kemasan sekali pakai yang berpotensi menambah sampah plastik.

    “Anak-anak boleh membawa makanan dan minuman dari rumah, tetapi harus menggunakan wadah sendiri. Kami ingin membiasakan mereka bertanggung jawab sejak dari hal kecil,” jelasnya.

    Untuk mendukung program tersebut, pihak sekolah tetap menyediakan air minum di lingkungan sekolah. Namun, siswa diwajibkan menggunakan botol pribadi. Sekolah juga menyiapkan kantong khusus untuk pengumpulan botol plastik yang kemudian diambil secara berkala.

    “Setiap beberapa hari, botol plastik kami kumpulkan. Ke depan, kami juga bekerja sama dengan pemerintah desa untuk membangun bank sampah agar sampah plastik ini bisa dikelola dan memberi nilai manfaat,” kata Siti Khumaidah.

    Dari pelaksanaan program tersebut, perubahan perilaku siswa mulai terlihat nyata. Lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, sementara kesadaran siswa terhadap kebersihan dan tanggung jawab meningkat signifikan.

    “Guru-guru pernah melihat siswa memungut sedotan plastik yang tercecer lalu membuangnya ke tempat sampah. Itu tanda tumbuhnya rasa tanggung jawab terhadap lingkungan,” ungkapnya.

    Selain berdampak pada kebersihan, program minim sampah plastik juga berpengaruh pada peningkatan kedisiplinan siswa dalam berbagai aspek kegiatan sekolah.

    “Tanggung jawab terhadap sampah ternyata berdampak pada disiplin anak. Sekarang, anak-anak lebih tertib, lebih peduli, dan muncul disiplin positif. Guru juga ikut memberi contoh dan apresiasi,” tuturnya.

    Ia menambahkan, pendidikan tidak sekadar mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga mendidik karakter siswa agar siap menghadapi tantangan kehidupan, termasuk pengaruh negatif media digital.

    “Kami membekali anak dengan rasa tanggung jawab terhadap diri dan lingkungannya. Aksi kecil seperti mengurangi sampah plastik ini dampaknya luar biasa terhadap pembentukan karakter,” jelasnya.

    Program tersebut juga disinergikan dengan kantin sekolah dan lingkungan sekitar agar kebiasaan baik dapat diterapkan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.

    “Harapan kami, kebiasaan ini terbawa sampai di rumah. Anak-anak bisa menjadi agen perubahan, minimal untuk pengelolaan sampah plastik di lingkungannya,” katanya.

    Melalui program minim sampah plastik ini, SMP Negeri 2 Manyaran berupaya membuktikan pendidikan karakter dapat dibangun melalui pembiasaan sehari-hari yang sederhana, terencana, dan dilakukan secara berkelanjutan. (Sofyan)


    Baca juga: SD Aisyiyah Slawi Gelar Wayang Golek Pitutur, Peringati Milad ke-10 Tahun




    SD Aisyiyah Slawi Gelar Wayang Golek Pitutur, Peringati Milad ke-10 Tahun

    Tegal – majalahlarise.com - SD Aisyiyah Slawi menggelar pentas Wayang Golek Pitutur dalam rangka memperingati Milad ke-10 sekolah, yang berlangsung di halaman SD Aisyiyah Slawi. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian milad dengan menghadirkan Ustadz Ki Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah sebagai dalang sekaligus penceramah.

    Pentas wayang golek pitutur kali ini mengangkat lakon “Lahire Aisyiyah: 10 Tahun Berkarya, Menginspirasi Masa Depan Indonesia”. Lakon tersebut sarat pesan perjuangan, keteladanan, serta peran pendidikan Aisyiyah dalam mencetak generasi berkarakter Islami dan berkemajuan. Melalui pendekatan budaya, nilai dakwah dan pendidikan disampaikan secara komunikatif, ringan, dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

    Kepala SD Aisyiyah Slawi, Wahyudi, M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan sepuluh tahun sekolah yang terus bertumbuh dan mendapatkan kepercayaan luas dari masyarakat.

    “Sepuluh tahun perjalanan SD Aisyiyah Slawi merupakan amanah besar. Kami bersyukur atas dukungan semua pihak sehingga sekolah ini terus berkembang dan menjadi pilihan pendidikan yang berkarakter,” ujar Wahyudi di sela kegiatan.

    Ia juga menguraikan harapan agar momentum Milad ke-10 ini mampu menjadi penguat semangat seluruh warga sekolah.

    “Milad ini kami jadikan titik refleksi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta mengabdi bagi masa depan anak-anak Indonesia,” tuturnya.

    Sementara itu, Ustadz Ki Pujiono dalam pituturnya menyampaikan pentingnya pendidikan berbasis nilai dan budaya sebagai sarana dakwah yang membumi. Menurutnya, wayang golek pitutur menjadi media efektif untuk menanamkan karakter Islami sejak usia dini dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.

    Rangkaian kegiatan Milad ke-10 SD Aisyiyah Slawi tidak hanya diisi dengan pentas wayang golek pitutur, tetapi juga berbagai lomba tingkat TK, resepsi dan pengajian, serta jalan sehat. Seluruh kegiatan melibatkan siswa, wali murid, guru, serta masyarakat sekitar, sehingga suasana kebersamaan terasa kuat sepanjang peringatan milad.

    Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Casmadi, Eko, dan Abadi, yang memberikan dukungan serta apresiasi atas kiprah SD Aisyiyah Slawi di bidang pendidikan. Hadir pula para pendiri SD Aisyiyah Slawi, yakni Hj. Titi Nuraeni (Bu Titi), Hj. Sriyatun, serta Ibu Zaenal, yang menyaksikan langsung perkembangan sekolah yang dirintis dengan penuh perjuangan.

    Dengan mengusung semangat “10 Tahun Berkarya, Menginspirasi Masa Depan Indonesia”, SD Aisyiyah Slawi berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan unggul, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, guna menyiapkan generasi penerus bangsa yang berakhlak dan berkemajuan. (Sofyan)


    Baca juga: Lomba Mewarnai Celengan Karakter di Umbul Nogo, Wadah Ekspresi Kreativitas Anak

     

    Firah Aniq Imtinansyah, mahasiswa angkatan 2023.


    Mahasiswa DKV ISI Surakarta Lolos Kurasi Pameran Internasional The NCA Triennale di Pakistan

    Surakarta – majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Firah Aniq Imtinansyah, mahasiswa angkatan 2023, berhasil lolos kurasi dan berpartisipasi dalam pameran internasional The NCA Triennale: The Visual Communication Design International Poster Exhibition yang digelar di Lahore, Pakistan.

    Karya ilustrasi digital berjudul Root Woven menjadi satu-satunya karya yang dikirim Firah dan terpilih untuk dipamerkan bersama 92 seniman dan desainer dari 30 negara, di antaranya Argentina, Belarus, China, Mesir, Hungaria, Meksiko, serta sejumlah negara lain. Pameran ini mengusung tema “Crafts of Pakistan and the World” dan diselenggarakan pada 1–28 November 2025 oleh Visual Communication Design Department, National College of Arts (NCA), Lahore, Pakistan.

    Ilustrasi Root Woven berangkat dari eksplorasi pola kain tenun pucuk rebung khas budaya Melayu yang diolah melalui teknik digital imaging. Firah menguraikan, proses pencarian ide hingga eksekusi karya membutuhkan waktu sekitar tiga minggu dengan pendampingan dosen pembimbing, Basnendar Herry Prilosadoso.

    “Prosesnya cukup panjang, mulai dari riset visual, penggalian makna motif pucuk rebung, sampai pengolahan visual secara digital. Semua tahapan dibimbing langsung oleh dosen,” tutur Firah dalam rilis yang diterima.

    Mahasiswa asal Jakarta ini juga menyampaikan kebahagiaannya dapat memperkenalkan budaya Indonesia ke tingkat internasional. Ia mengatakan, latar belakang keluarga yang memiliki darah Melayu menjadi motivasi tersendiri dalam penciptaan karya tersebut.

    “Melalui karya ini, saya berharap budaya Melayu Indonesia semakin dikenal dunia. Sebagai anak yang memiliki setengah darah Melayu, saya merasa sangat senang bisa memperkenalkan budaya orang tua saya. Harapannya, motif pucuk rebung semakin familiar dan terus dieksplorasi dalam dunia desain grafis modern,” ungkapnya.

    Apresiasi turut disampaikan Ketua Program Studi DKV ISI Surakarta, Rendya Adi Kurniawan. Ia menguraikan rasa bangganya atas capaian mahasiswa yang mampu menembus pameran berskala internasional.

    “Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih Firah. Capaian ini menunjukkan potensi besar mahasiswa DKV ISI Surakarta. Ke depan, kami berharap semakin banyak karya mahasiswa yang diikutsertakan dalam pameran, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

    Keikutsertaan Firah Aniq Imtinansyah dalam The NCA Triennale menjadi bukti kontribusi mahasiswa seni dan desain Indonesia dalam percaturan seni visual dunia, sekaligus memperkuat eksistensi budaya Nusantara melalui medium desain kontemporer. (Sofyan)


    Baca juga: Lomba Mewarnai Celengan Karakter di Umbul Nogo, Wadah Ekspresi Kreativitas Anak

    Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo praktik membuat donat.


    Murid Kelas III SD Muhammadiyah PK Solo Perkuat Karakter Melalui Kegiatan DONAT

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 84 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo praktik membuat donat dalam kegiatan parent day yang digelar di hall utama gedung sekolah setempat, Sabtu (31/1/2026).

    Tema yang diangkat untuk kegiatan _parents day_ kali ini "Sprinkles of Love: Membuat DONAT (Dzikir, Obrolan, dan Nasehat Anak Taqwa)" serta turut mengundang narasumber Melati Hapsari selaku orang tua murid dari Naifa Sekar Fadheela.

    Koordinator tim guru kelas III, Yuli Ekowati, menyampaikan kegiatan parents day merupakan program unggulan sekolah yang sudah direncanakan sejak awal tahun ajaran baru dan dilaksanakan setiap Sabtu keempat jika dalam satu bulan terdapat lima kali hari Sabtu.

    "Tujuan kegiatan ini untuk menghubungkan materi pelajaran dengan dunia nyata agar pembelajaran semakin bermakna. Penanaman karakter murid juga bisa diterapkan dalam pendekatan berbasis aktivitas melalui keterampilan membuat kue donat," terangnya.

    Kegiatan parents day dibuka dengan sambutan dari ketua paguyuban orang tua murid kelas III, pembagian kelompok murid, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan langkah-langkah membuat kue donat dari narasumber.

    Sebelum praktik secara berkelompok, Melati menjelaskan langkah-langkah membuat donat dasar yang anti gagal. Pertama, siapkan alat dan bahan kemudian pisahkan antara bahan basah dan bahan kering. Kedua, pengulenan adonan hingga kalis elastis. Ketiga, fermentasi pertama berupa tahap mengistirahatkan adonan dengan kain basah atau _plastic wrap_ selama 15-20 menit. Keempat, Bulatkan adonan hingga permukaannya licin lalu istirahatkan kembali selama 10 menit. Kelima, pipihkan adonan lubangi tengahnya dengan cetakan atau jari tangan. Keenam, goreng dengan minyak banyak serta api kecil dan cukup dibalik sekali saja kemudian beri topping sesuai selera. 

    Salah satu murid kelas III, Hanif Arkan Bramantyo, terlihat antusias saat mengikuti proses menaburkan topping di atas permukaan donat.

    "Aku baru tahu, ternyata untuk membuat adonan donat lebih baik menggunakan air es supaya ragi tidak berkembang terlalu cepat saat proses pengulenan. Kunci dari empuknya donat juga tergantung tepung yang dipakai yaitu tepung protein tinggi," ucapnya.

    Kegiatan parents day kali ini secara tidak langsung dapat menguatkan karakter murid. Belajar memasak akan mengasah kemampuan kognitif, meningkatkan kreativitas, dan yang paling utama melatih kesabaran. Perwakilan orang tua murid yang mendampingi tiap kelompok juga senantiasa menyelipkan nasihat, pesan-pesan religi, dan kalimat positif agar para murid selalu semangat belajar di sekolah. Kegiatan ini juga bagian dari implementasi mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi teks prosedur. (Sofyan)


    Baca juga: Univet Bantara Sukoharjo Lantik Ketua dan Sekretaris Program Studi Periode 2026–2031


Top