Penampilan Finalis Unjuk Bakat Mahasiswa.


    DEM FKIP dan HMPS PGSD Unisri Solo Gelar Education Berkarya 2024

    Solo- majalahlarise.com -DEM FKIP dan HMPS PGSD UNISRI menggelar Education Berkarya (EDUKARYA) bertempat di Auditorium Universitas Slamet Riyadi. Education Berkarya yang diadakan pada hari Jumat - Sabtu (17-18 /05 / 2024). Kegiatan ini bertema “Paradigma Merdeka Belajar Sebagai Landasan Inovasi Pendidikan dan Kreativitas Seni Milenial”.

    Education Berkarya (EDUKARYA) mengadakan Lomba Mewarnai untuk kelas 1-3 SD Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan DIY, Lomba Unjuk Bakat Sekolah Dasar untuk kelas 4-6 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan DIY, Lomba Desain Poster untuk pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum Tingkat Nasional/se-Indonesia, dan Lomba Unjuk Bakat Mahasiswa Tingkat Nasional/se-Indonesia.

    Pada hari Jumat, 17/05/2024 Education Berkarya (EDUKARYA) menggelar Lomba Unjuk Bakat Mahasiswa yang diikuti oleh 10 finalis dan Galeri Poster diikuti oleh 79 karya peserta. Lomba Unjuk Bakat Mahasiswa bertujuan untuk menumbuh kembangkan bakat dan minat para peserta mendapatkan pemahaman baru ataupun dapat memperkuat etos kerja dan kreativitas yang dimiliki setiap individu dan memperkenalkan lebih jauh tentang bakat dan minat khususnya untuk mahasiswa. Galeri poster menampilkan seluruh karya poster yang mendaftar, dan memberikan kesempatan kepada seluruh pengunjung untuk memilih poster mana yang menjadi juara favorit.

    Panitia saat foto bersama dengan peserta.

    Baca juga: Urun Rembug Masalah Uang Kuliah Tunggal di Perguruan Tinggi: Beranikah Rektor Menggratiskan Pendidikan di Perguruan Tinggi?

    Ketua DEM FKIP Alexander Okia Gifta dalam sambutan menyampaikan selamat menikmati dan meresapi rangkaian Edukarya Tahun 2024. "Semoga niat dan langkah baik kita ini akan selalu mendapat restu dari Tuhan Yang Maha Esa," tuturnya.

    Wakil Rektor Bidang III atau yang mewakili yaitu Kris Agung, S.Kom., M.Kom. memberikan sambutan sekaligus pembuka acara. “Apresiasi untuk kegiatan ini, karena dapat menumbuhkembangkan potensi peserta didik, mahasiswa, dan umum. Untuk membuka acara di pagi hari ini EDUKARYA 2024, saya buka dengan bacaan basmalah," ucapnya.

    Pada hari Sabtu, 18 Mei 2024 Education Berkarya (EDUKARYA) menggelar Lomba Unjuk Bakat Sekolah Dasar yang diikuti oleh 6 finalis, Lomba Mewarnai yang diikuti oleh 27 peserta, dan Pengumuman Lomba Desain Poster yang sudah diselenggarakan secara online.

    Tujuan Diadakan Education Berkarya Untuk mengembangkan bakat dan minat siswa di bidang non akademik, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan penting seperti pemecahan masalah, pemikiran kritis, dan kreativitas. Mereka juga belajar untuk membangun kepercayaan diri, menghadapi kegagalan dengan cara yang positif, dan mengasah keterampilan sosial mereka.

    Ketua Umum HMPS PGSD Viera Nur Khalifah dalam sambutan menyampaikan Merdeka belajar adalah suatu pendekatan yang dilakukan supaya peserta didik dapat memilih pelajaran yang diminati. Hal ini dilakukan supaya mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan sumbangan yang paling baik dalam berkarya bagi bangsa. 

    "Diperlombaan Unjuk Bakat SD, peserta bebas mengekspresikan segala bakatnya. Merdeka belajar berkaitan juga dengan P5 yang dimana salah satu dimensinya terdapat kreatif, peserta bebas mengekspresikan kreativitas imajinasi dalam hal pewarnaan pada lomba mewarnai," ujarnya.

    Selain itu Dekan Fakultas FKIP UNISRI Prof. Dr. Anita Trisiana, S.Pd., M.H. memberikan sambutan sekaligus penutup acara. “Harapannya dari seluruh kegiatan kategori lomba ini, menghasilkan bibit unggul yang luar biasa dan menjadi bagian dari generasi penerus bangsa Indonesia. Dengan mengucap Hamdalah bersama-sama, Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin maka kegiatan EDUKARYA kami nyatakan ditutup," ucapnya. (Sofyan)

    Baca juga: Sejak Dini Siswa Dilatih Murajaah dan Shalat Dhuha

    Urun Rembug Masalah Uang Kuliah Tunggal di Perguruan Tinggi: Beranikah Rektor Menggratiskan Pendidikan di Perguruan Tinggi?


    Oleh: Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum.

    Dosen PBSI FKIP UNS & Penggiat LIterasi Arfuzh Ratulisa

    Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube & Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa


    Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum.



    "Kawan, kebersamaan untuk saling berbagi dan bercerita pengalaman tentu akan menjadi solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tanpa masalah"


           Situasi terhangat dan lagi viral pada bulan Mei 2024 sebagai bulan pendidikan nasional yakni masalah uang kuliah tinggi (UKTi), maaf salah yang benar uang kuliah tunggal (selanjutnya disingkat UKT). Berbicara masalah UKT yang saat ini diterapkan di berbagai kampus PTNBH, BLU, dan kampus-kampus negeri satuan kerja (Satker) lainnya di Indonesia menjadi sorotan bagi mahasiswa dan seluruh  masyarakat di NKRI. Adakah masalah dengan UKT di berbagai perguruan tinggi negeri saat ini? Jelas ada masalah! Apabila tidak bermasalah tentu tidak akan diprotes dan dipermasalahkan oleh mahasiswa, komisi x DPR RI, pengamat pendidikan, orang tua, masyarakat, dan seluruh penggiat dan praktisi pendidikan yang masih peduli akan pentingnya pendidikan bagi seluruh rakyat NKRI.

           Masalahnya sebenarnya apa? Masalahnya UKT terlalu tinggi bagi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi  negeri di Indonesia sebagai kampus yang mendapatkan subsidi pemerintah pusat. Berdasarkan informasi yang lagi viral di berbagai media cetak, elektronik, dan media sosial naiknya berliat-lipat. Bagaimana solusinya? Solusinya ada 5 strategi efektif yang dapat diterapkan untuk mengatasi maslah UKT di kampus: (1) pemerintah menyediakan dana APBN yang sangat memadai dan mencukupi untuk pelaksanaan pendidikan tinggi di NKRI, (2) kampus harus memiliki daya inovasi dan kreativitas untuk merencanakan anggaran pendapatan perguruan tinggi (APPT) yang memadai, (3) kampus menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan industri untuk mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, (4) menyosialisasikan semua perencanaan pendapatan, pengeluaran, dan rugi laba kampus kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal, (5) mengajak alumni dan masyarakat berkontribusi untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Lima strategi tersebut harus menjadi rencana strategis pengembangan dan peningkatan pendapatan anggaran kampus yang sangat memadai untuk dapat meringankan beban UKT mahasiswa atau bahkan dapat menggratiskan biaya pendidikan yang ditanggung oleh orang tua mahasiswa bagi yang benar-benar tidak mampu untuk berkontribusi dalam pembiayaan pendidikan di PT secara bertahap dan berkelanjutan dengan dana abadi kampus (DAK).

           Saat ini dinantikan sosok Rektor perguruan tinggi yang berani menggambil kebijakan berbeda dengan Rektor lainnya, yakni dengan menggratiskan biaya kuliah di perguruan tinggi secara bertahap dan berkelanjutan untuk mewujudkannya. Adakah Rektor yang sudah berani mengambil kebijakan tersebut era berita naiknya berlipat-lipat UKT yang diprotes dan diperjuangkan oleh para mahasiswa di berbagai wilayah, khususnya di PT yang UKT-nya naik saat ini. Mengingat pentingnya kebijakan tersebut tentu seorang Rektor tidak mungkin gegabah mengambil kebijakan yang tiba-tiba tanpa pertimbangan dan kajian yang mendalam. Namun demikian, apabila ada Rektor yang berani mengambil kebijakan berbeda dengan Rektor lainnya dengan menggratiskan biaya pendidikan di PT secara bertahap sangat dinantikan dan dirindukan sepanjang hayat oleh seluruh mahasiswa, orang tua, dan  masyarakat NKRI. Mari masalah tersebut didiskusikan bersama-sama sesuai dengan lima strategi efektif yang ditawarkan penulis di atas secara adem dan bijak.

           Pertama, pemerintah menyediakan dana APBN yang sangat memadai dan mencukupi untuk pelaksanaan pendidikan tinggi di NKRI. Langkah bijak ini tentu sejalan pemikiran masyarakat bahwa pemerintah bertanggung jawab akan pendidikan bagi seluruh masyarakat NKRI. Oleh karena itu, perlu dipikirkan strategi bagaimana terwujudnya anggaran pendidikan di PT yang bersumber APBN dapat mencukupi dan memenuhi seluruh kebutuhan perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, pengevaluasian, dan tindak lanjut terhadap pelaksanaan pembelajaran di PT secara efektif dan efisien. Dengan komitmen pemerintah menyediakan pendanaan yang mencukupi untuk pembelajaran di PT tentu rektor tidak akan membuat kebijakan untuk memungut UKT dari mahasiswa terlalu tinggi. Apabila memungut pun sesuai dengan skema masyarakat yang anaknya kuliah di PT tersebut atau tidak memiliki anak berkuliah di PT tersebut dapat berkontribusi untuk membantu pembiayaan Pendidikan melalui dana abadi kampus (DAK) yang disiapkan sesuai dengan regulasi yang tepat. 

           Kedua, kampus harus memiliki daya inovasi dan kreativitas untuk merencanakan anggaran pendapatan perguruan tinggi (APPT) yang sangat memadai. Rektor harus memiliki daya inovasi dan kreativitas tinggi untuk dapat menghasilkan uang untuk dapat menghidupi seluruh keluarga besar kampusnya secara terencana dan efektif dalam implementasinya. Proses bisnis dalam renstra bisnisnya tentu harus dapat memberdayakan dan melakukan berbagai produktivitas usaha yang dapat meningkatkan pendapatan asli kampus (PAK) berbasis riset, keahlian, laboratorium, dan kompetensi hardskill serta softskill dosen dan mahasiswa secara berkelanjutan. Dengan demikian akan diperoleh hasil usaha untuk menjadi dana abadi kampus (DAK) yang dapat digunakan untuk menghidupi operasional pendidikan di PT secara gratis tanpa memungut UKT dari mahasiswa secara bertahap dan berkelanjutan.

           Ketiga, kampus harus dapat menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan industri untuk mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Upaya efektif untuk dapat bersilaturahmi, berkomunikasi, berkolaborasi, dan beraksi nyata dengan dunia usaha dan dunia industri ini bukan hanya sekadar MOU, MoA, atau IA secara formal saja tanpa realisasi kegiatan yang nyata untuk mewujudkan simbiosis mutualisme kampus dengan dunia usaha dan industri. Implementasi kerja sama harus benar-benar dilaksanakan untuk dapat menjadi partner penyelenggaraan pendidikan yang tidak memungut uang kuliah dari mahasiswa alias gratis secara bertahap tetapi justru dapat menghasilkan pendapatan asli kampus (PAK) berbasis pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, baik yang dilaksanakan oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan atau ketiganya secara kolaboratif. Dengan demikian akan dihasilkan berbagai PAK yang dapat menambah pundi-pundi dana abadi kampus (DAK) secara berkelanjutan sebagai sumber dana operasional pendidikan secara berkelanjutan. 

           Keempat, menyosialisasikan semua perencanaan pendapatan, pengeluaran, dan rugi laba kampus kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal. Rektor tidak perlu takut ketika ada mahasiswa, dosen, tendik, orang tua mahasiswa, atau bahkan masyarakat saat bertanya bagaimana proses pendapatan, penggunaan, dan evaluasi anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan pendidikan di PT. Justru Rektor harus berani transparan, terbuka, dan menunjukkan integritas kepercayaan yang tinggi kepada semua pihak dalam perencanaan pendapatan, penggunaan anggaran, evaluasi anggaran, dan tindak lanjutnya. Sosialisasi ini penting untuk dapat membuka kepercayaan publik meningkat dan akhirnya seluruh komponen sivitas akademika kampus dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan generasi muda Indonesia akan ikut serta berkontribusi secara suka rela kepada pihak kampus atau rektorat. Berikan ruang-ruang diskusi mahasiswa, dosen, tendik, dunia usaha dan industri untuk dapat urun rembug memikirkan pemerolehan pendapatan untuk dapat menyelenggarakan kuliah gratis bagai mahasiswa di PT.

           Kelima, Rektor  mengajak alumni dan masyarakat berkontribusi untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Apabila sosialisasi berbagai program pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, pemerolehan pendapatan, penggunaan anggaran, evaluasi anggaran, dan tindak lanjut angaran di PT dilakukan secara terbuka maka upaya Rektor dan jajarannya untuk dapat mengajak alumni, dunia usaha, industri, dan masyarakat untuk berkontribusi dalam pembiayaan kuliah atau pendidikan di PT akan dapat terwujud secara bertahap. Dengan demikian, upaya rektor untuk dapat mengambil kebijakan kuliah gratis secara bertahap bagi seluruh mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan bahkan di swasta akan dapat terwujud secara bertahap. Dengan demikian, terjawab sudah peluang bagi rektor untuk mengambil kebijakan kuliah gratis bagi mahasiswa di PT secara bertahap. Tinggal berani atau tidak mengambil kebijakan yang berbeda dengan Rektor lainnya saat ini dengan strategi bisnis pengelolaan PT yang efektif, kreatif, berdaya saing tinggi, dan inspiratif.

           Sekarang ini, upaya untuk dapat melaksanakan pendidikan gratis di PT sudah mulai dirintis dengan program beasiswa KIP, beasiswa prestasi, beasiswa supersemar, beasiswa yang berasal dari alumni, beasiswa yang bersumber dari dunia usaha dan industri, dan banyak lagi sumber dana CSR yang dimiliki oleh BUMN dan BUMD di seluruh wilayah NKRI. Sekarang saatnya kita bersatu-padu, bergotong-royong untuk mewujudkan program kuliah gratis di perguruan tinggi negeri dan swasta secara bertahap. Program sekolah gratis pada jenjang sekolah dasar dan menengah  (SD, SMP,MTsN, SMA, SMK) sudah dilaksanakan secara bertahap dan dapat terwujud dengan sangat baik, meskipun ada kendala dalam berbagai pelaksanaannya. Namun demikian, dengan evaluasi secara bertahap ternyata juga dapat ditindaklanjuti dengan sangat baik. 

           Sekarang saatnya untuk memulai pendidikan gratis di PT secara bertahap. Kalau tidak sekarang kapan lagi memulai, dan kalau bukan Rektor yang berani berbeda, siapa lagi yang berani memulainya. Semoga ide ini dapat menjadi pemantik bagi para pemangku kepentingan di NKRI tercinta ini, baik Bapak Presiden RI, Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Bapak Ma’ruf Amin, Bapak Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI terpilih, Mas Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR, Ketua DPR, Mendikbudristekdikti, Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Kepala Program Studi, Gubernur, Bupati, Walikota, dan seluruh pemangku kepentingan, dan masyarakat di Indonesia untuk dapat mendukung Pendidikan gratis bagi mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh wilayah NKRI. Semoga UKT bukan lagi dikenal sebagai Uang Kuliah Tinggi (UKTi)  atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) tetapi dikenal oleh mahasiswa dan masyarakat sudah berganti slogan dengan Kuliah Gratis Indonesia (KGI) secara bertahap. Semoga seluruh pemangku kepentingan di wilayah NKRI dan seluruh Masyarakat di 38 provinsi selalu sehat tanpa obat, berbahagia, semangat, sukses, sabar, maslahat, dan berkah untuk menemukan solusi terbaik berbagai permasalahan pendidikan dasar, menengah, dan PT untuk mencerdaskan kehidupan bangsa menuju generasi emas Indonesia tahun 2045.

    “Kawan, mimpi dan imajinasi untuk dapat memeluk bintang, bulan, dan matahari memang mustahil tetapi dengan ikhtiar, perjuangan terus-menerus, dan doa yang tulus ikhlas sepanjang waktu semoga pemilik semesta akan meridhoi dalam pelukan-Nya.

    Suatu senja di Beranda  Istana Arfuzh Ratulisa Surakarta, 24 Mei 2024

    Siswa SD Muhammadiyah 1 Solo saat melaksanakan shalat Dhuha.


    Sejak Dini Siswa Dilatih Murajaah dan Shalat Dhuha

    Solo- majalahlarise.com -SD Muhammadiyah 1 Solo di Jalan Kartini 1 Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa sejak dini melalui pembiasaan shalat Dhuha dan murajaah terkhusus dalam hal mengulang bacaan alquran, Jumat (24/5/2024).

    Shalat Dhuha berjamaah menjadi kegiatan rutin sebelum anak -anak menerima pembelajaran yang lain. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman sekolah sehat tepat pukul 07.00 WIB. 

    Shalat dilaksanakan berjamaah agar anak dapat melakukan ibadah secara istiqomah dan ajeg yang dimulai sejak di sekolah dasar. Selain itu dapat menanamkan  keimanan dan ketakwaan pada anak kekinian.

    Siswa SD Muhammadiyah Solo saat melakukan murajaah.

    Baca juga: Dido yang Baik Hati, Antarkan Balqis Raih Juara 1 Lomba Bercerita Tingkat Jawa Tengah

    Kepala Sekolah Sri Sayekti mengatakan, shalat Dhuha berjamaah bagian dari kurikulum Ismuba Al Islam, Kemuhammadiyah, dan Bahasa Arab (Ismuba). Salah satu perbedaan dengan sekolah lain. 

    Di sekolah yang berdiri sejak 1935 ini dan akan milad ke-89 dalam hal implementasi kurikulum Ismuba berbasis aktivitas dan program pembiasaan seperti salat Dhuha dan muraja’ah alquran.

    “SD Muhammadiyah 1 Solo selalu melatih dan membiasakan salat dhuha dan membaca al quran bagi siswa dan guru,” ujarnya.

    Program pembiasaan inilah yang nanti pada praktiknya semua warga sekolah terlibat. Lembaga pendidikan yang sudah banyak makan asam garam kehidupan. Selalu terdepan dalam kegiatan seperti Hizbul Wathan, Tapak Suci, kegiatan harian, doa harian, tahfiz, tahsin, dan sebagainya. 

    Sri Sayekti di sisi lain berharap Ismuba akan menjadi pembelajaran yang bermakna dan menggembirakan. Artinya Ismuba akan menjadi praktik kehidupan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di luar sekolah.

    Kedepannya akan terbangun generasi yang berbeda dengan sebelumnya karena mereka terbangun dari kebiasaan dari dalam sekolah dan juga luar sekolah. Ini adalah praktik keagamaan yang dijalankan, dilaksanakan, dan diamalkan.

    “Insya Allah adanya Kurikulum Ismuba mampu memunculkan generasi yang unggul dalam prestasi dilandasi akhlakul karimah bersih sehat hijau dan lestari,” jelasnya.

    Dengan taat beribadah punya modal paling mahal dalam hidup yakni selalu dekat dengan Allah dan nanti melahirkan kesalehan. 

    “Maka selain taat beragama, adalah berakhlak mulia. Usaha  kita ini meniru nabi dalam berkata dan bertindak harus sebaik mungkin. Siswa sesuai janji pelajar Muhammadiyah selalu berbuat baik kepada orang tua, guru dan sesama,” pungkasnya. (Sofyan) 

    Baca juga: Dido yang Baik Hati, Antarkan Balqis Raih Juara 1 Lomba Bercerita Tingkat Jawa Tengah



    Balqis Florata De Manasa, murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo, berhasil meraih juara 1 lomba bercerita Festival Insan Pendidikan.


    Dido yang Baik Hati, Antarkan Balqis Raih Juara 1 Lomba Bercerita Tingkat Jawa Tengah

    Solo- majalahlarise.com -Balqis Florata De Manasa, murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo, berhasil meraih juara 1 lomba bercerita Festival Insan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Tengah. Pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan dilaksanakan di gedung BBGP Provinsi Jawa Tengah, Kp. Dadapan RT 06 RW 07, Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Rabu (22/5/2024).

    Festival Insan Pendidikan merupakan rangkaian lomba dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2024 yang diikuti oleh pelajar tingkat PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, maupun guru dan dinas pendidikan se-Jawa Tengah.

    Berdasarkan petunjuk teknis yang tertuang dalam situs https://bbgpjateng.kemdikbud.go.id/blog/festival-insan-pendidikan-peringatan-hari-pendidikan-nasional-2024, lomba bercerita dimulai dengan pendaftaran dan pengumpulan video pada tanggal 18 April sampai 10 Mei 2024. Video dinilai oleh dewan juri pada tanggal 11-13 Mei 2024.

    Balqis Florata De Manasa masuk dalam 10 nomine berdasarkan Surat Keputusan Kepala Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Tengah Nomor: 2682/B7.3/KM.01.02/2024. Para nomine mengikuti penilaian final secara luring untuk diambil juara 1, 2, 3, dan peserta favorit di gedung BBGP Provinsi Jawa Tengah, Selasa, (21/5/2024).

    Baca juga: Praktikum Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara Produksi Acara Talkshow Televisi

    Setelah mengikuti penilaian final secara luring, Balqis Florata De Manasa berhasil meraih juara 1 kategori lomba bercerita tingkat SD se-Jawa Tengah. Ia membawakan cerita dengan judul "Dido yang Baik Hati".

    Prestasi ini tentunya sangat membanggakan bagi pihak sekolah. Dwi Hati Syukur Lestari, selaku penanggung jawab lomba dan olimpiade SD Muhammadiyah PK Kottabarat, mengaku bersyukur atas capaian muridnya tersebut.

    "Dalam lomba ini kami mengirimkan empat peserta. Dua peserta berhasil masuk nominasi, dan Balqis meraih juara 1. Kami sangat bangga dan bersyukur, bahwa kerja keras yang dilakukan anak-anak menuai hasil optimal," ujar Dwi.

    Ia juga berpesan kepada muridnya yang belum berhasil untuk tidak berkecil hati. Harapannya supaya lomba ini menjadi pengalaman berharga untuk mengikuti lomba kembali di tahun mendatang. (Sofyan)

    Baca juga: Kolaborasi Kementerian Luar Negeri BEM Tiga Kampus Lewat Studi Banding Antar Anggota BEM

    Sesi presentasi feature. Sesi ini didedikasikan untuk menampilkan karya-karya sinematik yang lebih panjang dan mendalam. 


    Jurusan Broadcasting SMK Negeri 1 Semarang Gelar Brofest 2.0 

    Semarang- majalahlarise.com -Jurusan Broadcasting SMK Negeri 1 Semarang menggelar Broadcasting Festival 2.0 sebuah acara tahunan yang memfokuskan pada dunia penyiaran dan sinema. Festival ini berhasil menyatukan berbagai kalangan mulai dari pelajar, profesional industri hingga pecinta karya untuk merayakan serta mengapresiasi karya-karya terbaik di bidang film pendek, drama radio, dan feature. Minggu (19/5/2024).

    Salah satu sorotan utama dari Brofest 2.0 adalah menampilkan berbagai karya film pendek. Film-film pendek yang diputar dalam festival ini beragam, mulai dari genre drama, komedi, horor, hingga dokumenter. Setiap karya menawarkan perspektif unik dan segar serta mencerminkan keanekaragaman budaya dan kehidupan di Indonesia.

    Beberapa film pendek yang paling menarik perhatian penonton antara lain adalah “Lamaran Berdarah”, sebuah film yang menceritakan tentang dua sejoli yang memiliki niat untuk makan malam bersama namun berakhir berdarah ketika sang pria berubah wujud dan menghabisi keluarga, dan “Sacred Irony”, sebuah film komedi yang berhasil membuat penonton tegang dengan plot twist yang tak terduga.

    Baca juga: Praktikum Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara Produksi Acara Talkshow Televisi

    Selain film pendek Brofest 2.0 juga menampilkan sesi presentasi feature. Sesi ini didedikasikan untuk menampilkan karya-karya sinematik yang lebih panjang dan mendalam. Hal ini memberikan kesempatan bagi penonton untuk mendapatkan pandangan yang lebih luas tentang perkembangan tren dan teknologi di dunia. 

    Pada acara Brofest, menampilkan satu karya feature yang berjudul “Tugu Waseso” yang membahas sebuah bangunan tugu di Dusun Pandanan, Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Klaten, sejak lama menjadi tetenger desa.

    Karya dokumenter pun tak luput untuk ditayangkan. Salah satu dokumenter yang paling dinantikan adalah “Sinila 149”. Sebuah dokumenter radio yang membahas meledaknya 1 kawah vulkanik yang mampu merusak dan menghilangkan ribuan nyawa. Dokumenter Radio ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana keadaan pada saat bencana alam itu terjadi, tutur Yusuf Ansori editor Sinila 149.

    Ketua Panitia Brofest 2.0 Mario Teguh Satria, S.Tr.Ikom menyampaikan di Brofest 2.0 ini juga menghidupkan kembali kejayaan drama radio. Penonton dapat merasakan langsung proses produksi drama radio dan menikmati pertunjukan yang menggetarkan melalui suara.

    Drama radio “Teman Sebangku” yang juga mencuri perhatian para penonton Brofest 2.0 menceritakan dua orang murid yang bersaing untuk mendapatkan nilai terbaik. Dengan pengisi suara yang berbakat dan efek suara yang memukau, drama radio ini berhasil membawa pendengar masuk ke dalam alur cerita yang mendebarkan.

    Broadcasting Festival 2.0 juga diisi dengan sharing bersama Tries Supardi  membahas “From Script To Screen”. Brofest 2.0 ditutup dengan sharing mengenai sebuah karya film pendek. Festival ini tidak hanya menjadi tempat untuk menampilkan karya tetapi juga tempat berkumpulnya para kreator untuk berbagi ide, berjejaring, dan menginspirasi satu sama lain.

    Dengan berbagai acara dan karya yang dipamerkan, Brofest 2.0 berhasil menunjukkan potensi besar dan kreativitas tak terbatas dari industri penyiaran dan sinema di Indonesia. Festival ini diharapkan terus menjadi wadah yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan talenta-talenta baru di masa depan. (Konan/ Sofyan)

    Baca juga: Kolaborasi Kementerian Luar Negeri BEM Tiga Kampus Lewat Studi Banding Antar Anggota BEM

    Proses produksi acara talkshow televisi dari kelompok 5 mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi dengan menghadirkan narasumber Sofyan Yuli Antonius, S.Sos.


    Praktikum Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara Produksi Acara Talkshow Televisi

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Salah satu kelompok Mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) nampak aktif mengerjakan tugas praktikum mata kuliah Produksi Siaran Televisi berupa talkshow dengan menghadirkan narasumber Sofyan Yuli Antonius, S.Sos (Wirausahawan Bidang Komunikasi Mandiri) dipandu host acara Hanifa Anitasari mengangkat tema: Melihat Jejak Profesi Mandiri Bidang komunikasi (Jurnalis, Penyiar Radio, Dosen atau Pengajar Tentang Dunia Jurnalistik dan Siaran Radio). Bertempat di Ruang Studio atau Laboratorium Multimedia. Rabu (22/5/2024).

    Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 5 ini terdiri Putri Anggoro Wati sebagai Director sedangkan Kameramen oleh Zulfa Qurrota 'Ayun, Aprina Intan Pratiwi secara aktif mengatur jalannya acara talk show dari awal hingga akhir. 

    Dosen mata kuliah Produksi Siaran Televisi, Hariyanto, S.Sos, M.I.Kom saat dikonfirmasi menyampaikan adanya penugasan produksi acara talkshow kepada mahasiswa ilmu komunikasi bertujuan untuk memberikan pengalaman kuliah praktikum mendesain dan memproduksi salah satu acara siaran untuk televisi. 

    "Mahasiswa yang diberikan tugas adalah semester VI kelas VI-A dan VI-B. Tiap-tiap kelompok terdiri dari 5-6 mahasiswa. Dari 2 kelas kurang lebih ada 10 kelompok," terangnya. 

    Kelompok 5 mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara saat foto bersama narasumber Sofyan Yuli Antonius usai produksi acara talkshow televisi.

    Baca juga: Kolaborasi Kementerian Luar Negeri BEM Tiga Kampus Lewat Studi Banding Antar Anggota BEM

    Lebih lanjut dikatakan, penugasan ini untuk memenuhi salah satu tugas karya video mahasiswa secara kelompok pada mata kuliah produksi siaran televisi yang nanti hasilnya akan diambil untuk penilaiannya sebagai ujian tengah semester (UTS) genap 2023/ 2024. 

    "Output karyanya untuk di upload di youtube channel Univet TV dan dishare pada media sosial masing-masing seperti Facebook dan IG TV. Outcome atau harapannya untuk membantu promosi penerimaan mahasiswa di prodi Ilmu Komunikasi," terangnya.

    Sementara itu dalam talkshow, narasumber Sofyan Yuli Antonius menceritakan awal mula karier sebagai jurnalis dan penyiar radio, sampai akhirnya memiliki label sendiri. 

    "Ketertarikan menjadi penyiar radio karena sering mendengar radio dan berpikir kerja jadi penyiar radio itu enak hanya ngomong dibayar. Untuk mewujudkan keinginan jadi penyiar radio ikut kursus penyiar radio selama 6 bulan di LPK In Made Solo tahun 2003. Pada bulan ke lima ada magang di stasiun radio, saya magang di Radio Swara Graha. Selesai magang ada lowongan penyiar radio di Radio Swara Graha lalu saya ikut seleksi hanya dibutuhkan 2 penyiar dan diterima jadi penyiar radio," kenangnya.

    Terkait terjun ke bidang jurnalis, Sofyan begitu sapaannya mengatakan pada tahun 2004 selain sebagai penyiar radio ada tugas tambahan sebagai reporter radio meliput acara music tour di berbagai kota. Untuk menambah ilmu jurnalistik masuk kuliah di prodi Ilmu Komunikasi Univet Bantara.

    "Pada akhir semester ada magang di salah satu majalah pendidikan di Solo. Saya ikut magang di majalah dan aktif sebagai jurnalis hingga sekarang. Pada tahun 2013 saya mengelola majalah Larise dan tahun 2016 sampai sekarang di majalahlarise.com," paparnya.

    Sebelum akhir acara talkshow, pria yang juga Dosen praktisi di Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara Sukoharjo memberikan motivasi dan pesan kepada mahasiswa agar terus berlatih mengembangkan bakat yang dimilikinya terutama dalam bidang komunikasi. 

    "Teruslah berlatih sampai kapanpun. Insyaallah ketrampilan yang dimiliki akan berguna nantinya bagi diri sendiri maupun bermanfaat bagi orang lain. Kata-kata motivasi saya yaitu perjelas visimu, fokus pada tujuanmu dan sempurnakan prosesmu hingga hasilkan karya berkualitas dan bermanfaat," ungkapnya. (Yuan)

    Baca juga: MIM Pandeyan Al Akbar Gelar Qur'anic Camp di Bumi Perkemahan Al Amin


    Kementrian BEM di 3 kampus berkumpul menjadi satu lingkaran dan melakukan sharing, saling bertukar pikiran dan pengalaman.


    Kolaborasi Kementerian Luar Negeri BEM Tiga Kampus Lewat Studi Banding Antar Anggota BEM

    Solo- majalahlarise.com -Kementerian Luar Negeri BEM Institut Islam Mambaul Ulum Surakarta (IIM) berkolaborasi dengan kementrian luar negeri BEM Universitas Surakarta (UNSA) dan BEM Universitas Duta Bangsa (UDB) mengadakan agenda Studi Banding antar anggota BEM yang diikuti 3 kampus di Surakarta, ada IIM, UNSA, dan UDB dengan jumlah peserta kurang lebih 99 orang. Studi banding bertempat di Ballroom Universitas Duta Bangsa. Rabu (22/5/2024).

    Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, mars mahasiswa dan sambutan dari presiden mahasiswa di setiap kampus. Presiden Mahasiswa BEM UDB Naufal Bagaskara dalam sambutan menyampaikan selamat datang kepada teman-teman BEM IIM dan BEM UNSA, terimakasih sudah hadir dan ikut meramaikan acara ini, mohon maaf apabila dalam memfasilitasi acara ini banyak kurangnya.

    Senada Presiden Mahasiswa BEM UNSA Bintang Akbar dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada kementerian luar negeri yang sudah menjembatani 3 kampus ini, kalau dari BEM UNSA sendiri baru pertama kali mengadakan anjangsana atau studi banding langsung 3 kampus. "Semoga pertemuan ini dapat menjaga relasi kita dan tali silaturahmi juga," ucapnya.


    Baca juga: MIM Pandeyan Al Akbar Gelar Qur'anic Camp di Bumi Perkemahan Al Amin

    Rozin Afianto selaku presiden mahasiswa BEM IIM memberikan sambutan menyampaikan banyak terimakasih kepada kawan-kawan Duta Bangsa yang sudah memfasilitasi pertemuan hari ini. "Semoga ini tidak pertama kali dan semoga akan terus berkelanjutan, untuk teman-teman terkhusus yang melanjutkan Badan Eksekutif Mahasiswa periode-periode selanjutnya, salah satu nilai yang kurang saat ini adalah persatuan, maka ini adalah bentuk upaya kita untuk mempersatukan bagaimana Solo Raya, Jawa Tengah, Indonesia, dan dunia," harapnya.

    Sharing perkementrian BEM menjadi salah satu acara utama, setiap kementrian BEM di 3 kampus berkumpul menjadi satu lingkaran dan melakukan sharing, saling bertukar pikiran dan pengalaman.

    Fioga selaku Kementrian Dalam Negeri BEM UDB mengaku kgiatan ini luar biasa, karena baru pertama kali ketemu kedekatannya juga enak, kita disini juga bisa sharing-sharing karena kita juga termasuk baru, dapat ilmu dari IIM terus juga dari UNSA juga.

    "Kedepannya nanti untuk periode selanjutnya bisa kayak gini lagi, mungkin malah bisa berkolaborasi untuk beberapa kegiatan," tutur Fioga.

    Rofiq selaku Kementrian Luar Negeri BEM IIM mengatakan kegiatan ini sangat menarik karena dapat menambah relasi antar BEM kampus lain. Dengan kegiatan ini juga kita bisa belajar bagaimana manajemen organisasi yang ada di kampus lain.

    "Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menguatkan tali silaturrahmi dan persatuan dengan BEM kampus lain. Semoga kedepannya kegiatan ini dapat dikembangkan dan dapat menjangkau universitas-universitas ternama sebagai sarana meningkatkan internal BEM yang lebih progresif," terang Rofiq. (Sofyan)

    Baca juga: SMP Negeri 8 Surakarta Gelar Manasik Haji


Top