Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026/2027 SMP Muhammadiyah 04 Sambi.


    SMP Muhammadiyah 04 Sambi Gelar Raker 2026/2027, Awali IHT Menuju Sekolah Unggul Berkemajuan

    Boyolali - majalahlarise.com – SMP Muhammadiyah 04 Sambi menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Aula Sekolah pada 2–3 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan In House Training (IHT) bertema "Menjadi Sekolah Unggul" sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menyusun program kerja yang terarah untuk meningkatkan mutu pendidikan.

    IHT menghadirkan narasumber Ust. Pujiono, Fasilitator Diksuspala sekaligus Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kegiatan diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bekal dalam menyusun program kerja sekolah selama satu tahun pelajaran ke depan.

    Dalam materinya, Ust. Pujiono menjelaskan sekolah unggul tidak hanya diukur dari prestasi akademik peserta didik, tetapi juga dibangun melalui budaya mutu yang kuat, kepemimpinan visioner, pelayanan pendidikan yang berkualitas, serta kolaborasi seluruh warga sekolah.

    "Guru dan tenaga kependidikan perlu terus berinovasi serta membangun semangat perbaikan berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern," ujar Ust. Pujiono.

    Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 04 Sambi, Sahid, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan Raker Tahun Pelajaran 2026/2027 menjadi langkah strategis untuk menyatukan visi, semangat, dan gerak seluruh warga sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang semakin berkualitas.

    Menurutnya, materi yang diperoleh selama IHT menjadi landasan penting dalam merancang program-program sekolah yang lebih terarah, terukur, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.

    "Melalui Raker ini kami berharap seluruh guru dan karyawan memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan SMP Muhammadiyah 04 Sambi sebagai sekolah yang unggul, berkarakter Islami, serta mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik dan masyarakat," ujarnya.

    Melalui semangat kebersamaan dan profesionalisme, Raker Tahun Pelajaran 2026/2027 diharapkan menghasilkan berbagai program inovatif yang mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan SMP Muhammadiyah 04 Sambi. Sekolah juga berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sehingga semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul, berkualitas, dan berkemajuan. (Sofyan)


    Baca juga: Rektor Univet Bantara Lantik Ketua Prodi MPBI dan Kepala Pusat Jurnal LPPM Periode 2026–2031

    Rektor Unisri Surakarta, Prof. Dr. Sutoyo menyerahkan tropi juara 1 Piala Rektor Cup I – UNISRI Volleyball Tournament.


    Turnamen Perdana UNISRI Jadi Ajang Penjaringan Atlet Voli Muda Soloraya dalam Kejuaraan Piala Rektor Cup I 2026

    Solo - majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta sukses menggelar turnamen bola voli pelajar perdana bertajuk Piala Rektor Cup I – UNISRI Volleyball Tournament di Lapangan Bola Voli UNISRI belum lama ini. Kejuaraan antar SMA/SMK sederajat kategori putra tersebut menjadi ajang penjaringan atlet voli muda berbakat sekaligus mempererat sinergi antara UNISRI dengan sekolah-sekolah di wilayah Soloraya dan sekitarnya.

    Sebanyak 16 tim dari Surakarta, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Ngawi, hingga Yogyakarta bersaing menggunakan sistem gugur selama dua hari. Turnamen memperebutkan total hadiah Rp7.000.000, piala tetap, serta sertifikat bagi empat tim terbaik.

    Pada partai final yang berlangsung Minggu malam (28/6/2026) pukul 19.00 WIB, MAN 2 Boyolali tampil impresif dengan mengalahkan SMA Negeri 1 Simo. Kemenangan tersebut mengantarkan MAN 2 Boyolali meraih gelar juara pertama Piala Rektor Cup I 2026.

    Adapun hasil akhir turnamen menempatkan MAN 2 Boyolali sebagai Juara 1 dengan hadiah Rp3.000.000, piala tetap, dan sertifikat. Juara 2 diraih SMA Negeri 1 Simo dengan hadiah Rp2.000.000, piala tetap, dan sertifikat. Sementara posisi Juara 3 bersama ditempati SMKS 7 Pracimantoro dan SMK Binawiyata Sragen yang masing-masing memperoleh hadiah Rp1.000.000, piala tetap, dan sertifikat.

    Prestasi individu juga diberikan kepada Aditya, pemain andalan MAN 2 Boyolali, yang dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) berkat penampilan konsisten sepanjang turnamen. Sebagai bentuk apresiasi, UNISRI memberikan beasiswa kuliah penuh selama delapan semester kepada Aditya.

    Selain penghargaan bagi pemain terbaik, panitia juga memberikan penghargaan Best Supporter kepada kelompok pendukung yang dinilai paling sportif dan memberikan semangat terbaik selama pertandingan berlangsung.

    Turnamen Piala Rektor Cup I merupakan hasil kolaborasi Program Studi Ilmu Komunikasi UNISRI bersama Voli Akademi UNISRI. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan untuk melahirkan atlet-atlet voli muda potensial sekaligus memperkuat citra UNISRI sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung pengembangan olahraga dan prestasi generasi muda.

    Perwakilan panitia, Hasmi, menjelaskan turnamen ini memiliki tujuan lebih luas dibanding sekadar mencari juara, tetapi juga membuka peluang pendidikan bagi pelajar berprestasi melalui jalur olahraga.

    "Turnamen ini tidak hanya soal kompetisi, tapi juga jembatan antara UNISRI dengan sekolah-sekolah. Kami ingin pelajar tahu bahwa berprestasi di bidang olahraga bisa mengantarkan ke bangku kuliah melalui beasiswa," ujar Hasmi.

    Melalui penyelenggaraan perdana yang berlangsung sukses, Piala Rektor Cup I UNISRI diharapkan terus berkembang menjadi ajang bergengsi bagi atlet voli pelajar di Soloraya dan daerah sekitarnya, sekaligus menjadi wadah pencarian bibit-bibit unggul yang mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. (Sofyan)


    Baca juga: Rektor Univet Bantara Lantik Ketua Prodi MPBI dan Kepala Pusat Jurnal LPPM Periode 2026–2031

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Muhammadiyah PKBS Solo Sri Sayekti menjelaskan SMP Muhammadiyah PKBS Solo merupakan rintisan sekolah unggulan berbasis Integrated Dual System, yang memadukan sistem boarding school dan full day school.


    SMP Muhammadiyah PKBS Solo Usung Konsep Smart School, Syar'i Soul, Siapkan Generasi Ulul Albab Berkualitas

    Solo - majalahlarise.com – SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (PKBS) Solo terus mengembangkan pendidikan Islam berkemajuan yang selaras dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai hamba Allah yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah. Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Muhammadiyah PKBS Solo, Sri Sayekti, Kamis (2/7/2026).

    Sri Sayekti menjelaskan SMP Muhammadiyah PKBS Solo merupakan rintisan sekolah unggulan berbasis Integrated Dual System, yang memadukan sistem boarding school dan full day school. Konsep tersebut mengintegrasikan Kurikulum Nasional, tradisi intelektual pesantren melalui kajian kitab turats, serta penguatan teknologi digital menuju Smart School.

    “Semoga terwujud Generasi Ulul Albab yang Mandiri, Tangguh, Menguasai IPTEK, dan Fasih Berbahasa Internasional dengan Berpijak pada Nilai Tauhid serta Prinsip Kemuhammadiyahan,” ujar Sri Sayekti.

    Ia menjelaskan, sekolah mengusung tagline "Smart School, Syar'i Soul" sebagai identitas yang mencerminkan keseimbangan antara kecerdasan akademik dan kekuatan spiritual. Menurutnya, penggunaan rima pada slogan tersebut menjadikannya mudah diingat sekaligus menggambarkan arah pengembangan sekolah.

    Salah satu anggota Penjaminan Mutu Pendidikan Muhammadiyah Pimpinan Pusat tersebut juga menjelaskan upaya mewujudkan sekolah yang berkualitas, inklusif, dan adaptif dilakukan dengan berpegang pada tujuh prinsip pengelolaan sekolah. Ia mengajak seluruh warga sekolah mengubah pola pikir menuju budaya kerja yang berorientasi pada kemajuan.

    “Sering kali sekolah tidak dilirik calon siswa karena citra bangunan yang kurang menarik. Karena itu, diperlukan tujuh kunci sukses agar sekolah dapat berkemajuan,” jelasnya.

    Tujuh prinsip tersebut meliputi manajemen sumber daya manusia, manajemen loyalitas, manajemen pelayanan, manajemen kurikulum, manajemen inovasi dan teknologi, manajemen pemasaran dan promosi, serta manajemen doa. Menurutnya, seluruh aspek tersebut harus berjalan secara terpadu agar mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

    Sri Sayekti menjelaskan, keberhasilan sekolah sangat ditentukan oleh kualitas pola pikir, karakter, serta kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Karena itu, proses pengembangan sumber daya manusia harus menjadi prioritas dalam membangun sekolah yang unggul.

    “Kesuksesan berawal dari recharging mindset, karakter, dan kualitas guru maupun karyawan. Banyak orang terbalik memahami kesuksesan. Padahal 95 persen itu mindset, hanya 5 persen strategi,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, sekolah berkemajuan dapat dimulai dari mimpi besar yang diwujudkan melalui keberhasilan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pengelolaan anggaran secara cermat, serta penyusunan program pendidikan yang disesuaikan dengan potensi dan kondisi sekolah. Dengan langkah tersebut, SMP Muhammadiyah PKBS Solo optimistis mampu menjadi sekolah unggulan yang melahirkan generasi Islami, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. (Sofyan)


    Baca juga: Rektor Univet Bantara Lantik Ketua Prodi MPBI dan Kepala Pusat Jurnal LPPM Periode 2026–2031

     

    Kegiatan menghadirkan Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, S.Si., M.M., sebagai narasumber.


    MIMBASA Tanjungsari Gelar In House Training, Perkuat Solid Team Guru Menuju Sekolah Unggul dan Berkemajuan

    Boyolali - majalahlarise.com – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Bustanul Athfal (MIMBASA) Tanjungsari, Banyudono menggelar In House Training (IHT) bertema "Membangun Solid Team Guru untuk Mewujudkan Sekolah Unggul dan Berkemajuan" di ruang kelas 1 MIM Tanjungsari, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi, profesionalisme, dan budaya kolaboratif seluruh guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.

    Kegiatan menghadirkan Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, S.Si., M.M., sebagai narasumber. Dalam paparannya, mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut menjelaskan sekolah yang maju tidak dibangun hanya oleh guru yang unggul secara individu, tetapi oleh tim yang solid, memiliki visi yang sama, saling menguatkan, serta terus berinovasi memberikan layanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.

    "Sekolah yang maju tidak hanya dibangun oleh guru-guru yang hebat secara individu, tetapi oleh tim yang solid, memiliki visi yang sama, saling menguatkan, serta terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik," tutur Pujiono.

    Kepala MI Muhammadiyah Tanjungsari, Abdul Fitri Berlianto, saat membuka kegiatan menjelaskan In House Training merupakan bagian dari ikhtiar sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menyatukan langkah seluruh guru untuk mewujudkan madrasah yang unggul dan berkemajuan.


    "Sekolah yang hebat lahir dari kerja sama yang kuat. Melalui IHT ini kami ingin membangun budaya kolaborasi, saling belajar, dan saling menguatkan sehingga seluruh guru bergerak dalam satu visi untuk kemajuan MIM Tanjungsari," ungkapnya.

    Kegiatan juga mendapat dukungan dari Kepala TK ABA Tanjungsari, Etik, sebagai wujud sinergi antarjenjang pendidikan Muhammadiyah-'Aisyiyah. Hadir pula Ketua Komite MIM Tanjungsari, Sri Muryati (Ibu Bekti), yang mengapresiasi komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru.

    Sri Muryati menjelaskan komite sekolah siap mendukung setiap program yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran maupun pelayanan kepada peserta didik sehingga MIM Tanjungsari semakin berkembang dan dipercaya masyarakat.

    Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif. Seluruh guru mengikuti diskusi, berbagi pengalaman, serta merumuskan berbagai strategi untuk memperkuat budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi, peningkatan kompetensi, inovasi, dan orientasi pada mutu pendidikan.

    Melalui In House Training ini, MIMBASA Tanjungsari berharap seluruh guru semakin kompak, profesional, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Semangat "Solid Team, Strong School. Bersama Berkolaborasi, Bersama Mewujudkan Sekolah Unggul dan Berkemajuan" diharapkan menjadi budaya kerja yang terus tumbuh demi melahirkan generasi berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: Rektor Univet Bantara Lantik Ketua Prodi MPBI dan Kepala Pusat Jurnal LPPM Periode 2026–2031

    Prosesi penandatanganan naskah MoU sekaligus serah terima mahasiswa magang/PPL Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas PTIQ Jakarta.


    Prodi Ilmu Komunikasi Univet Bantara Sukoharjo Terima Mahasiswa Magang KPI Universitas PTIQ Jakarta, Perkuat Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

    Sukoharjo - majalahlarise.com – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menerima mahasiswa magang/Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas PTIQ Jakarta. Prosesi serah terima mahasiswa berlangsung di Kampus Univet Bantara Sukoharjo, Rabu (1/7/2026), dihadiri Dekan FISH Univet Bantara Dr. Joko Suryono, M.Si., Wakil Dekan FISH, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Univet Bantara Hariyanto, S.Sos., M.I.Kom., dosen Prodi Ilmu Komunikasi Univet serta Ketua Program Studi KPI Universitas PTIQ Jakarta Wahab Nur Kadri, M.Sos.

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si., menjelaskan pelaksanaan PPL tersebut merupakan implementasi nyata dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua perguruan tinggi. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi akademik sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa.

    "Kami sangat bergembira karena implementasi kerja sama ini justru diinisiasi secara aktif oleh Universitas PTIQ. Ini bukan sekadar proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah penting untuk memperkuat aktivitas akademik kedua institusi," ujar Joko Suryono.

    Ia menjelaskan kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada pelaksanaan PPL mahasiswa, tetapi juga membuka peluang pengembangan berbagai program akademik lain, seperti pertukaran dosen, dosen praktisi, visiting lecturer, hingga penyelenggaraan kuliah bersama. Menurutnya, pola kolaborasi seperti ini telah diterapkan bersama sejumlah perguruan tinggi lain dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan.

    Selain pembelajaran, Joko Suryono juga mendorong kolaborasi pada bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Menurutnya, dosen dari kedua perguruan tinggi dapat menyusun artikel ilmiah bersama, melakukan penelitian kolaboratif, hingga melibatkan penulis dari berbagai perguruan tinggi maupun luar negeri untuk meningkatkan kualitas publikasi sekaligus mendukung akreditasi program studi.

    "Kita bisa menulis artikel bersama, melakukan penelitian bersama, bahkan melibatkan penulis dari luar negeri. Semakin banyak kolaborasi akademik yang dibangun, semakin besar manfaatnya bagi pengembangan institusi dan kualitas publikasi ilmiah," katanya.

    Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta, Wahab Nur Kadri, M.Sos., menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Univet Bantara. Ia menjelaskan mahasiswa yang mengikuti program magang adalah Muhammad Zaid Faqihuddin, dengan tujuan memperoleh pengalaman praktis, khususnya pada bidang media dan multimedia yang menjadi salah satu keunggulan Program Studi Ilmu Komunikasi Univet Bantara.

    "Kami ingin sharing pengalaman, khususnya dalam masalah media. Kami merasa masih banyak yang harus dipelajari di bidang multimedia. Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti pada program magang, tetapi dapat berkembang ke berbagai program lainnya," ujarnya.

    Ia menjelaskan semula terdapat dua mahasiswa yang direncanakan mengikuti program tersebut, namun satu mahasiswa batal mengikuti PPL karena alasan keluarga. Meski demikian, Universitas PTIQ Jakarta tetap berkomitmen menjalankan program tersebut sebagai bagian dari peningkatan kompetensi mahasiswa sekaligus mempererat hubungan antar kampus.

    Wahab juga berharap kolaborasi dapat diperluas pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kedua perguruan tinggi memiliki peluang besar mengembangkan penelitian bersama, program MBKM, hingga pendampingan desa binaan melalui penguatan publikasi dan pelaporan kegiatan masyarakat.

    "Kami berharap nanti ada kerja sama penelitian, MBKM, pengabdian masyarakat, sampai pendampingan desa binaan. Kami melihat banyak peluang yang bisa dikerjakan bersama sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan mahasiswa, tetapi juga dosen dan masyarakat," jelasnya.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Univet Bantara, Hariyanto, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan mahasiswa PPL akan mengikuti program pembelajaran intensif selama satu bulan, mulai 1 hingga 30 Juli 2026. Materi yang diberikan meliputi Fotografi Iklan, Produksi Audiobook dan Olah Vokal, Penulisan dan Peliputan Berita Jurnalistik, Videografi, Praktik Fotografi Iklan, serta Praktik Produksi Audiobook dan Liputan Berita.

    Selama pelaksanaan PPL, mahasiswa akan dibimbing langsung oleh dosen-dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Univet Bantara, yakni Dr. Joko Suryono, M.Si., Henny Sri K., S.Sos., M.I.Kom., Adhika Prasetya K., S.Sos., M.I.Kom., Hariyanto, S.Sos., M.I.Kom., Mahaghani Gelar Kuncoro, S.I.Kom., serta Sofyan Yuli A., S.Sos. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang komunikasi, jurnalistik, multimedia, dan penyiaran melalui perpaduan pembelajaran teori dan praktik secara langsung. (Sofyan)


    Baca juga: Rektor Univet Bantara Lantik Ketua Prodi MPBI dan Kepala Pusat Jurnal LPPM Periode 2026–2031



    Reuni 40 Tahun Alumni 1986 SMAN 1 Sragen Pererat Silaturahmi, Usung Semangat Alumni untuk Sekolah dan Masyarakat

    Karanganyar - majalahlarise.com – Alumni angkatan 1986 SMAN 1 Sragen menggelar Reuni 40 Tahun bertajuk "Friendship Gathering Alumni'86 SMAN 1 Sragen" di Hazuma Homestay, Ngargoyoso, Karanganyar, pada 27–28 Juni 2026. Mengusung tema "A Journey of 40 Years, Friends Then, Family Now", kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian antarsesama alumni, sekolah, dan masyarakat.

    Sekitar 100 alumni hadir dalam reuni tersebut. Sejumlah guru yang pernah mengajar angkatan 1986 turut diundang untuk memberikan sambutan dan nasihat. Salah satunya guru Kimia, Ibu Titik Haryati, yang mengapresiasi kekompakan para alumni setelah empat dekade lulus dari bangku sekolah.

    "Luar biasa, Alumni '86 masih bisa eksis menjalin tali silaturahmi. Semoga reuni ini ada manfaatnya, ada keberlanjutannya, tidak hanya sekadar bertemu, terus jalin kerukunan dan kebersamaan," ujar Titik Haryati.


    Ketua Panitia, Agus Supriyadi, menjelaskan reuni tidak sekadar menjadi ajang melepas rindu, tetapi juga menjadi wadah memperkuat kontribusi alumni bagi berbagai pihak. Menurutnya, Alumni 1986 memiliki komitmen menjaga kebersamaan melalui tiga pilar yang menjadi arah gerakan alumni.

    "Diharapkan Alumni '86 mempunyai kepedulian dan semangat untuk tetap saling menjaga silaturahmi. Kami memiliki tiga pilar, yaitu Alumni untuk Alumni, Alumni untuk Sekolah (SMAN 1 Sragen), dan Alumni untuk Masyarakat atau kegiatan sosial," jelasnya.

    Ia menambahkan, peserta reuni tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Sragen, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, peserta terjauh hadir dari Papua dan Lampung, menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan yang tetap terjalin meski telah berpisah selama 40 tahun.

    Rangkaian kegiatan reuni diawali dengan Jeep Adventure yang diikuti sekitar 20 kendaraan jeep. Selanjutnya peserta mengikuti tausiyah kesehatan yang disampaikan dr. H. Agus Ali Fauzi, PGD.Pall.Med (ECU) atau yang dikenal sebagai dr Agus Paliatif dari Surabaya dengan tema "Menua dengan Sehat, Berkarya dengan Manfaat, Berpulang dengan Kehormatan". Kehadiran narasumber difasilitasi oleh alumni, Ir. Jumadi, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, serta dr Hargiyanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen.

    Pada malam hari, suasana reuni semakin semarak dengan hiburan, bernyanyi bersama, dan pembagian doorprize. Keesokan paginya kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama, outbound, serta berbagai fun game sebelum seluruh rangkaian acara ditutup pada siang hari.

    Dengan semangat persaudaraan yang terus terjaga, reuni 40 tahun Alumni 1986 SMAN 1 Sragen diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang semakin kuat untuk saling mendukung sesama alumni, memberikan kontribusi bagi almamater, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. (Sofyan)


    Baca juga: Rektor Univet Bantara Lantik Ketua Prodi MPBI dan Kepala Pusat Jurnal LPPM Periode 2026–2031



    Pria Tewas Tertemper KRL di Klaten, di Lokasi Ditemukan Tas

    Klaten – majalahlarise.com - Seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah diduga tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) rute Yogyakarta–Solo di jalur rel kereta api wilayah Tonggalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026).

    Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya topi, tas berisi dompet, kartu tanda penduduk (KTP), serta pakaian. 

    Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban diketahui bernama Agus Riyanto (52), warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kapolsek Klaten Tengah, Iptu Alif Akbar, mengatakan pihaknya menerima laporan dari petugas keamanan stasiun setelah mendapat informasi dari masinis KRL. Masinis mengaku sempat melihat seseorang menyeberang di jalur rel sebelum akhirnya tertemper kereta.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan kaki. Saat pertama kali ditemukan, korban telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

    Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

    "Dugaan masih kita dalami dan kita sudah menghubungi pihak keluarga korban," ujarnya.

    Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas maupun menyeberang sembarangan di jalur rel kereta api. Masyarakat diminta menggunakan perlintasan resmi demi menghindari insiden serupa. (Eprilia Indra)


    Baca juga: Fakultas Hukum Unisri Hadirkan Penguji dari Madagaskar, Teaching Practitioner Perkuat Kerja Sama Internasional


Top