GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Zona Ramadhan
![]() |
| Jum’at Kajian Remaja Islam yang dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari. |
Ramadhan Kreatif ke-6, SMK Kriya Sahid Sukoharjo Hadirkan Program Religius dan Penguatan Karakter Siswa
Sukoharjo – majalahlarise.com - SMK Kriya Sahid Sukoharjo kembali menyemarakkan bulan suci dengan menggelar kegiatan Ramadhan Kreatif #6. Program tahunan yang telah memasuki tahun keenam ini menghadirkan beragam agenda religius selama bulan Ramadhan 1447 H sebagai upaya meningkatkan iman dan ketakwaan siswa.
Kegiatan Ramadhan Kreatif #6 dilaksanakan secara terjadwal dan terstruktur. Setiap hari, siswa mengikuti literasi Baca Al-Qur’an Digital pukul 07.30–07.40 WIB. Selanjutnya, pada pukul 12.00–12.30 WIB dilaksanakan Sholat Dhuhur berjamaah dan pembacaan kultum.
Selain itu, sekolah juga menggelar Sholat Dhuha berjamaah serta Jum’at Kajian Remaja Islam yang dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari dan 6 Maret 2026 pukul 07.30–08.30 WIB. Program ini memberikan ruang bagi siswa untuk memperdalam pemahaman keislaman melalui kajian yang dikemas menarik dan relevan dengan kehidupan remaja.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H pada Senin, 9 Maret 2026. Pada tanggal yang sama hingga Rabu, 11 Maret 2026, sekolah juga mengadakan pengumpulan dana buka puasa bersama dan zakat fitrah warga sekolah.
Puncak kegiatan akan digelar pada Jumat, 13 Maret 2026, berupa berbagi zakat dan takjil, tausiyah, pembagian hadiah lomba, serta buka puasa bersama keluarga besar SMK Kriya Sahid Sukoharjo dengan menghadirkan ustadz dari luar sekolah.
Kepala SMK Kriya Sahid Sukoharjo, Mujono, S.Kom., saat ditemui usai kegiatan pada Jumat (27/2/2026) menyampaikan Ramadhan Kreatif merupakan agenda tahunan bernuansa Islam yang telah berjalan selama enam tahun.
“Ramadhan Kreatif 6 ini artinya sudah enam tahun kami mengadakan agenda yang nuansanya Islamic. Di dalamnya ada banyak kegiatan untuk meningkatkan iman dan ketakwaan siswa,” ujar Mujono.
Ia menguraikan, penguatan iman dan ketakwaan dilakukan melalui kegiatan harian seperti literasi membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan, sholat Dhuha berjamaah, serta sholat Dhuhur berjamaah. Setiap Jumat juga digelar Jum’at Religi yang berisi kajian remaja Islam.
“Puncaknya tanggal 13 Maret nanti akan ada buka bersama seluruh warga sekolah sekaligus tausiyah dengan mengundang ustadz dari luar,” katanya.
Menurut Mujono, kegiatan bernuansa religius selama Ramadhan diharapkan mampu menanamkan nilai karakter kepada siswa agar dapat memaknai bulan suci sebagai momentum penuh berkah dan ampunan.
“Kami berharap siswa bisa menjadikan Ramadhan sebagai bulan untuk selalu berbuat kebaikan, karena setiap kebaikan berpahala berlipat ganda. Ini bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara matang agar memberikan dampak nyata bagi seluruh warga sekolah.
“Kami mengupayakan kegiatan ini dirancang sebaik mungkin agar tidak hanya menjadi seremonial di bulan suci, tetapi juga berkelanjutan pada bulan-bulan berikutnya,” pungkasnya. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Siswa SD Muhammadiyah PK Banyudono saat mengikuti rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan. |
Pesantren Ramadhan SD Muhammadiyah PK Banyudono Hadirkan Program Religius dan Edukatif
Boyolali – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah PK Banyudono kembali menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan pada 26–27 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan sekolah dalam mengisi bulan suci Ramadhan melalui aktivitas religius, edukatif, dan menyenangkan bagi para siswa.
Pesantren Ramadhan tahun ini menghadirkan pemateri utama, Ustadz Yasin M.Pd.I yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah di PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi. Dalam tausiyahnya, ia mengajak siswa untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat iman dan memperbaiki akhlak sejak usia dini.
“Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Anak-anak perlu dibimbing agar memahami makna puasa, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, sikap, dan perbuatan,” tuturnya di hadapan para peserta.
Suasana kegiatan semakin hidup pada sesi siang hingga sore hari yang dipandu penuh semangat oleh Kak Dila dan Kak Ida. Beragam ice breaking dan sesi mendongeng interaktif menghadirkan keceriaan sekaligus menanamkan nilai-nilai moral dan keislaman dengan cara yang menyenangkan.
Ketua panitia, Ust Habibi, menyampaikan kegiatan ini dirancang bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebagai sarana pembentukan karakter Islami siswa sejak dini. “Kami ingin anak-anak merasakan Ramadhan yang berkesan, penuh makna, serta menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah PK Banyudono, Ust Pujiono, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan Pesantren Ramadhan merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk generasi unggul dalam iman, ilmu, dan akhlak.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung ibadah dan kebersamaan dalam nuansa Ramadhan,” jelasnya.
Adapun rangkaian kegiatan yang diikuti para siswa meliputi tadarus Al-Qur’an, ice breaking, materi Pendidikan Agama Islam, Lomba Cerdas Cermat (LCC), mendongeng, buka bersama, shalat tarawih, tausiyah, motivasi dan muhasabah, sahur bersama, kuliah subuh, hingga senam bersama.
Dengan rangkaian agenda tersebut, Pesantren Ramadhan SD Muhammadiyah PK Banyudono diharapkan mampu membentuk pribadi siswa yang lebih disiplin, religius, serta memiliki semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen sekolah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman. Ramadhan pun dimaknai bukan sekadar seremonial, melainkan momentum membentuk generasi berakhlak mulia. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Gilbert Gohnarso, mahasiswa DKV angkatan 2023, berhasil lolos kurasi dan memajang karyanya dalam ajang International Art & Design Exhibition METAVERSE. |
Mahasiswa DKV Institut Seni Indonesia Surakarta Lolos Kurasi, Karyanya Dipajang di International Art dan Design Exhibition METAVERSE Malaysia
Surakarta – majalahlarise.com - Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia Surakarta kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Gilbert Gohnarso, mahasiswa DKV angkatan 2023, berhasil lolos kurasi dan memajang karyanya dalam ajang International Art & Design Exhibition METAVERSE yang digelar di Galeri Seni Puncak A & B, Fakulti Seni Lukis & Seni Reka, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Puncak Alam, Malaysia, pada 12 Februari hingga 12 Maret 2026.
Pameran yang terselenggara atas kerja sama Fakulti Seni Lukis & Seni Reka UiTM Puncak Alam dengan Universitas Pendidikan Indonesia tersebut memajang sekitar 120 karya dari berbagai negara peserta. Ajang ini menjadi ruang dialog kreatif yang mempertemukan beragam perspektif seni dan desain dalam konteks perkembangan metaverse dan transformasi digital.
Gilbert lolos kurasi melalui karya ilustrasi berjudul AVATRA yang dikerjakan menggunakan teknik digital illustration dan generative visual. Pendekatan eksploratif yang ia usung menggabungkan unsur budaya tradisional dengan estetika futuristik.
Dalam rilis yang dikirimkan, Gilbert menyampaikan proses kreatifnya diawali dari pengembangan konsep dan riset visual terhadap motif batik Nusantara.
“Prosesnya saya mulai dari riset motif batik Nusantara, lalu saya reinterpretasikan secara digital menjadi pola, tekstur, dan elemen cahaya. Saya ingin batik hadir bukan hanya sebagai ornamen, tetapi sebagai energi visual di ruang metaverse,” ujarnya.
Karya AVATRA menggambarkan figur avatar yang dirancang melalui teknik digital rendering dengan penekanan detail anatomi wajah dan struktur visual menyerupai entitas virtual. Motif batik diaplikasikan menggunakan teknik layering, compositing, serta glowing effect sehingga membentuk kesan data visual, energi, dan cahaya digital.
Gilbert menguraikan, penggunaan warna neon, partikel, serta latar berbasis grid dan cahaya sengaja dipilih untuk memperkuat nuansa futuristik.
“Saya memadukan ilustrasi digital, manipulasi visual, dan eksplorasi estetika futuristik untuk menciptakan representasi budaya yang bertransformasi di era digital. Saya ingin menunjukkan budaya kita mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” katanya.
Dalam proses penciptaannya, Gilbert mendapat bimbingan dari Basnendar Herry Prilosadoso, dosen DKV ISI Surakarta. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan akademik yang diberikan selama proses eksplorasi karya.
Judul AVATRA berasal dari istilah avatar digital yang dimaknai sebagai perwujudan identitas manusia di ruang metaverse. Dalam karya tersebut, batik ditransformasikan menjadi pola cahaya, data visual, serta struktur digital yang menyatu dengan figur manusia virtual. Transformasi ini merepresentasikan pergeseran budaya dari bentuk fisik dan historis menuju wujud baru yang imaterial, interaktif, dan futuristik.
“Saya berharap karya ini bisa menjadi bagian dari dialog seni internasional, mempertemukan beragam perspektif dan membuka ruang pertukaran gagasan lintas budaya,” tutur Gilbert.
Saat ini Gilbert juga tengah menjalani program Asian International Mobility for Students (AIMS) melalui Inbound Exchange Program Semester Oktober 2025 di Universiti Teknologi MARA, Malaysia. Mahasiswa asal Medan tersebut mengatakan pengalaman berpameran di forum internasional menjadi pijakan penting untuk mengembangkan praktik berkarya yang lebih matang dan berkelanjutan ke depan. (Sofyan)
Zona Ramadhan
![]() |
| Kegiatan ilmiah dan ruhiyah dalam rangka menyemarakkan bulan suci melalui Kajian Ramadhan Series #2. |
PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Gelar Kajian Ramadhan Series #2, Teguhkan Ramadhan sebagai Bulan Tarbiyah
Boyolali – majalahlarise.com - PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi kembali menghadirkan kegiatan ilmiah dan ruhiyah dalam rangka menyemarakkan bulan suci melalui Kajian Ramadhan Series #2. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan akan dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 16.30–17.30 WIB di Aula Masjid At-Taqwa PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi.
Mengangkat tema “Ramadhan Sebagai Bulan Tarbiyah: Waktu Terbaik Untuk Memperbaiki Diri”, kajian ini menghadirkan pemateri Ust. Nur Rokhim, S.Pd.I yang akan mengupas makna Ramadhan sebagai momentum pembinaan diri dan penguatan karakter.
Ust. Nur Rokhim menyampaikan Ramadhan merupakan bulan pendidikan jiwa yang tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta kedisiplinan.
“Ramadhan adalah bulan tarbiyah. Di dalamnya Allah mendidik kita agar mampu mengendalikan diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas ibadah. Jika Ramadhan dijalani dengan kesadaran, maka ia akan membentuk pribadi yang lebih bertakwa,” tuturnya.
Koordinator kegiatan, Ustadz Dani, menguraikan kajian ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman keislaman.
“Kami ingin menghadirkan kajian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh hati dan menggerakkan perubahan. Ramadhan harus menjadi titik balik perbaikan diri,” jelasnya.
Sementara itu, Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Ust. Pujiono, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pesantren dalam menebar dakwah dan memperkuat nilai-nilai tarbiyah di tengah masyarakat.
“Pesantren memiliki tanggung jawab membina generasi yang berilmu dan berakhlak. Melalui Kajian Ramadhan Series ini, kami ingin mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai madrasah kehidupan,” ujarnya.
Sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi juga mengelola berbagai unit pendidikan formal, yakni TK Aisyiyah PK Sambi, SD Muhammadiyah PK Sambi Kampus Jati, SMP Muhammadiyah 14, serta SMA Muhammadiyah PK Boyolali Kampus Canden.
Sinergi pendidikan dari jenjang usia dini hingga menengah atas ini menjadi wujud komitmen pesantren dalam membangun generasi berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.
Melalui Kajian Ramadhan Series #2 ini, seluruh civitas akademika serta masyarakat umum diharapkan dapat mengambil hikmah dan menjadikan Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menata masa depan yang lebih diridhai Allah SWT. (Sofyan)
Baca juga: AI Ready ASEAN, Polres Boyolali dan Mafindo Cetak Generasi Muda Melek Kecerdasan Buatan
Pendidikan
![]() |
| Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. |
AI Ready ASEAN, Polres Boyolali dan Mafindo Cetak Generasi Muda Melek Kecerdasan Buatan
BOYOLALI – majalahlarise.com - Fenomena kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kian merambah dunia pendidikan di Kabupaten Boyolali. Melalui program global bertajuk AI Ready ASEAN, Polres Boyolali bekerja sama dengan Mafindo menggelar pelatihan intensif bagi 100 pelajar SMA/SMK sederajat di Aula Bhara Merapi, Kamis (26/02/2026).
Program ini mendapat dukungan dari ASEAN Foundation dan Google.org. Kegiatan tersebut bertujuan membekali siswa dengan kompetensi digital tingkat lanjut guna menghadapi transformasi teknologi yang semakin masif.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan penguasaan AI menjadi kebutuhan generasi muda, namun tetap harus diimbangi kesadaran etika dan keamanan digital.
“Kita berada di era di mana AI mempermudah segalanya, mulai dari pencarian informasi hingga membantu pekerjaan harian. Namun ada sisi negatif yang perlu diwaspadai, seperti manipulasi deepfake yang bisa meniru wajah dan suara seseorang secara sangat persis. Pelajar harus cerdas memanfaatkan AI tanpa terjebak risikonya,” jelas AKBP Indra Maulana.
Ia juga menambahkan program ini merupakan langkah preventif untuk membangun kesadaran sejak dini.
“Kami ingin adik-adik di Boyolali tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab moral dalam penggunaannya. Literasi digital dan keamanan siber harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah, Mohan Arta Subarka, menguraikan literasi digital kini menjadi fondasi penting dalam kurikulum pendidikan.
“Perkembangan teknologi tidak bisa dibendung. Yang bisa kita lakukan adalah membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, dan menggunakan AI secara bijak untuk mendukung proses belajar,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, menjelaskan 100 peserta yang hadir telah melalui proses seleksi berdasarkan minat dan bakat di bidang IT.
“Harapan kami, para peserta tidak berhenti sebagai pengguna AI. Mereka harus menjadi agen literasi digital di sekolahnya masing-masing. Ilmu yang didapat hari ini perlu diimbaskan,” ungkap Septiaji.
Ia menargetkan efek pelatihan dapat menjangkau hingga 30 kali lipat.
“Kami menargetkan dampaknya bisa menyentuh sekitar 3.000 orang di Boyolali melalui skema tutor sebaya. Ini bukan sekadar pelatihan sehari, tetapi gerakan bersama membangun generasi yang adaptif dan beretika,” katanya.
Kehadiran AI Ready ASEAN di Boyolali menjadi momentum strategis. Melalui kolaborasi antara kepolisian, pegiat literasi, serta dunia pendidikan, Kabupaten Boyolali bersiap mencetak generasi muda yang tangguh dan siap bersaing di era kecerdasan buatan. (DF/ Sofyan)
Baca juga: Semangat Ramadan Menguat, MGMP PAI SR 03 Matangkan PSTS dan Kupas Kebijakan Terbaru
Pendidikan
![]() |
| Pemateri, Pengawas PAI Kabupaten Wonogiri, Tutik Rijani, memberikan paparan mendalam terkait kebijakan terbaru dunia pendidikan sekaligus penguatan profesionalisme guru. |
Semangat Ramadan Menguat, MGMP PAI SR 03 Matangkan PSTS dan Kupas Kebijakan Terbaru
Wonogiri – majalahlarise.com - Semangat bulan suci Ramadan terasa kental dalam pertemuan rutin Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) Sub Rayon (SR) 03 yang digelar Rabu, 25 Februari 2026. Bertempat di Aula SMP Negeri 1 Baturetno, kegiatan diikuti puluhan guru PAI tingkat SMP se-SR 03.
Hadir sebagai pemateri, Pengawas PAI Kabupaten Wonogiri, Tutik Rijani, memberikan paparan mendalam terkait kebijakan terbaru dunia pendidikan sekaligus penguatan profesionalisme guru.
Kegiatan dibuka Ketua MGMP PAI SR 03, Catur Marwandi, S.Pd.I. Ia menyampaikan pentingnya kesiapan menghadapi Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS). Selain itu, ia menguraikan adanya perubahan capaian pembelajaran yang perlu dipahami bersama agar pelaksanaannya seragam dan sesuai regulasi terbaru.
“Kesiapan administrasi dan kesamaan persepsi menjadi kunci agar pelaksanaan PSTS berjalan tertib dan terarah,” ujarnya di hadapan peserta.
Kepala SMP Negeri 1 Baturetno, Cundoko, S.Pd., M.Pd., selaku tuan rumah, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengatakan forum MGMP menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kompetensi guru PAI dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Turut hadir Koordinator MGMP PAI SR 03 yang baru, Agus Rusdianto, S.Pd dalam sambutannya, ia memperkenalkan diri sekaligus mengajak seluruh anggota menjaga kekompakan dan terus berinovasi dalam pembelajaran.
Sementara itu, Tutik Rijani mengupas sejumlah kebijakan terbaru, termasuk pembaruan aplikasi tunjangan profesi Guru Pendidikan Agama Islam. Ia mengingatkan pentingnya ketelitian administrasi serta kesiapan guru menyesuaikan diri dengan sistem dan regulasi yang terus berkembang.
Ia juga memberikan motivasi khusus menyambut Ramadan. Menurutnya, tugas mendidik bukan sekadar kewajiban profesi, melainkan bagian dari ibadah yang bernilai pahala.
“Di bulan penuh berkah ini, jangan sampai semangat menurun. Ramadan harus menjadi energi spiritual untuk meningkatkan kualitas pengabdian sebagai pendidik,” pesannya.
Suasana pertemuan berlangsung interaktif. Sesi tanya jawab dimanfaatkan peserta untuk menggali berbagai hal terkait PSTS, capaian pembelajaran, hingga teknis tunjangan profesi.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan diskusi ringan merancang program MGMP ke depan. Pertemuan ini menunjukkan komitmen MGMP PAI SR 03 menjaga profesionalisme serta kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Wonogiri, sekaligus menjadikan Ramadan sebagai momentum penguatan spiritual dan kinerja guru. (Syarif)
News
![]() |
| Pembahasan teknis dipimpin Ketua Komisi D, Ida Nursaadah, serta diikuti seluruh anggota Komisi D. |
Mulyadi Anggota DPRD Jateng Usulkan Perbaikan Jalan Provinsi Wonogiri Tuntas Sebelum Lebaran 2026
Surakarta – majalahlarise.com - Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Kunjungan Dalam Daerah dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Selasa–Rabu (24–25/2/2026). Kunjungan ini bertujuan memperoleh data dan masukan untuk penyusunan Naskah Akademik serta draft Raperda tentang Penyelenggaraan Standarisasi Jalan Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan diawali Selasa (24/2/2026) pukul 11.00 WIB di Kantor Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Surakarta dan dilanjutkan dengan seminar pembahasan teknis. Rombongan dipimpin Ketua Komisi D, Ida Nursaadah, serta diikuti seluruh anggota Komisi D.
Selain pembahasan regulasi, rombongan juga melakukan peninjauan ruas jalan perbatasan Klaten–Boyolali guna melihat langsung kondisi infrastruktur di lapangan.
Dalam forum tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mulyadi, menyampaikan perhatian khusus terhadap kondisi jalan provinsi di Kabupaten Wonogiri. Ia menguraikan Wonogiri memiliki panjang jalan provinsi terpanjang di wilayah Soloraya, mencapai 414 kilometer.
“Wonogiri itu jalannya paling panjang. Maka perlu perhatian serius, apalagi menjelang Lebaran ketika arus mudik meningkat,” ujar Mulyadi.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera menuntaskan perbaikan jalan berlubang sebelum Lebaran, khususnya di ruas-ruas yang dinilai cukup parah seperti kawasan perempatan Terminal Pasar Pracimantoro menuju Giriwoyo. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan, terlebih saat arus kendaraan meningkat.
Mulyadi juga menyinggung titik rawan di kawasan Watu Kelir, perbatasan Sukoharjo, yang memiliki tanjakan dan tikungan cukup ekstrem serta kerap dilalui truk bermuatan pasir. Ia menilai perlu adanya perhatian pada aspek pengaman jalan guna meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Menanggapi hal tersebut, Ida Nursaadah menyampaikan pentingnya pemetaan kewenangan jalan, baik jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten, agar masyarakat memperoleh penjelasan yang tepat. Ia menuturkan kerusakan jalan kerap menjadi sorotan publik tanpa melihat status kewenangannya.
“Kita perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kewenangan jalan. Namun jika memang itu jalan provinsi dan kondisinya parah, tentu harus menjadi prioritas penanganan,” kata Ida.
Ia juga mendukung instruksi Gubernur Jawa Tengah agar H-10 Lebaran seluruh jalan provinsi sudah dalam kondisi bebas lubang. Komisi D, lanjutnya, akan menjalankan fungsi pengawasan dan berkoordinasi dengan dinas terkait apabila menerima laporan dari masyarakat.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Komisi D memperkuat landasan regulasi sekaligus memastikan kualitas infrastruktur jalan provinsi semakin terstandarisasi. Dengan dukungan data teknis dari BPJ Wilayah Surakarta serta masukan lapangan, diharapkan Raperda tentang Penyelenggaraan Standarisasi Jalan Provinsi Jawa Tengah mampu menjawab tantangan kebutuhan infrastruktur yang aman, nyaman, dan mendukung mobilitas masyarakat, terutama menjelang momentum mudik Lebaran 2026. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...









