Penyerahan Gunungan Sego berkat kepada Polres Kabupaten Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo.


    Tradisi Terima Kasih Pospam Lebaran Kembali Digelar, Warga Sukoharjo Apresiasi Petugas dan Pemudik

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Tradisi tahunan “Terima Kasih Pospam Lebaran dan Terima Kasih Para Pemudik” kembali digelar masyarakat Sukoharjo pada Rabu (25/3/2026) sore di kawasan Pospam Proliman. Kegiatan yang telah dirintis sejak 2014 ini sempat vakum selama satu tahun, sebelum akhirnya kembali dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada para petugas dan pemudik.

    Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari relawan mahasiswa, duta wisata, organisasi kepemudaan dari Solidaritas Masyarakat Sukoharjo (SMS), hingga perwakilan pelajar.

    Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mengirimkan satu gerobak mie ayam, parcel kupat opor ayam, gunungan sego berkat, serta jamu ke Pospam Lebaran Proliman. Aksi ini dipimpin oleh tokoh Gatutkaca Agus Widanarko yang akrab disapa Danar selaku staf promosi pariwisata Disporapar Kabupaten Sukoharjo tampil mengenakan kostum Gatotkaca sebagai simbol bahwa pemudik merupakan “pahlawan devisa” bagi daerah.

    Rombongan dipimpin Agus Widanarko, disambut langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polres Sukoharjo di Pos Terpadu Simpang Lima.


    Prosesi diawali dengan pengalungan ketupat oleh duta wisata kepada Kapolres Sukoharjo sebagai simbol permohonan maaf masyarakat apabila selama arus mudik terdapat ketidaktertiban. Selanjutnya, penyerahan mie ayam dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada para petugas yang telah berjaga selama masa Lebaran.

    Gunungan sego berkat dan jamu kemudian diarak menuju proliman lampu merah untuk dibagikan kepada para pemudik arus balik. Pembagian ini diharapkan menjadi simbol doa agar perjalanan para pemudik berjalan lancar dan membawa keberkahan dalam usaha mereka di perantauan.

    Tokoh penggagas kegiatan, Gatutkaca Danar, menyampaikan tradisi ini lahir dari kepedulian masyarakat terhadap petugas yang berjaga saat Lebaran.

    “Agenda hari ini sebenarnya adalah tradisi tahunan sejak 2015. Dulu pernah ada kejadian di pospam yang membuat kami berpikir, para petugas ini sudah berjuang luar biasa menjaga keamanan Lebaran. Sudah seharusnya masyarakat memberikan apresiasi,” ujarnya.

    Pembagian jamu kepada para pemudik arus balik.


    Ia menjelaskan, tradisi ini sempat terhenti akibat pandemi dan kondisi tertentu, namun kini kembali dihidupkan sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan.

    “Kami mengajak masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan duta wisata untuk bersama-sama menyampaikan terima kasih. Sekaligus kami juga mengaku lepat atau memohon maaf kepada petugas jika selama di jalan kami kurang tertib,” jelasnya.

    Gatutkaca juga menuturkan bahwa mie ayam yang dibagikan memiliki makna khusus sebagai kearifan lokal Sukoharjo.

    “Banyak warga Sukoharjo yang merantau dan sukses berjualan mie ayam di kota besar seperti Jakarta. Ini menjadi simbol bahwa rezeki mereka juga lancar berkat pengamanan dari petugas pospam saat Lebaran,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap tugas pengamanan Lebaran.

    “Kami mewakili seluruh personel, baik dari Polri, TNI, maupun petugas di Pospam Proliman, mengucapkan terima kasih dan matur nuwun atas apresiasi dari rekan-rekan semua, baik ormas, pemuda, duta wisata, maupun masyarakat,” ujarnya.

    Ia menguraikan, hingga hari terakhir pelaksanaan Operasi Ketupat, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sukoharjo tetap terjaga dengan baik.

    “Alhamdulillah, kondisi kamtibmas di Kabupaten Sukoharjo tetap aman dan kondusif. Tempat-tempat wisata juga mengalami peningkatan kunjungan. Ini menjadi tanda bahwa Sukoharjo semakin hidup dan berkembang,” katanya.

    Kapolres juga berharap dukungan masyarakat terus berlanjut dalam menjaga keamanan dan ketertiban ke depan.

    “Kami mohon dukungan agar dalam pelaksanaan tugas selanjutnya dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan. Semua yang kami lakukan ini untuk masyarakat Sukoharjo,” imbuhnya.

    Melalui kegiatan ini, masyarakat Sukoharjo tidak hanya menyampaikan rasa terima kasih kepada petugas, tetapi juga memberikan doa dan semangat kepada para pemudik agar perjalanan arus balik berjalan lancar dan penuh keberkahan. Tradisi ini sekaligus menjadi simbol kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang terus hidup di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: SMP Negeri 1 Banyudono Gelar Halal Bi Halal, Perkuat Silaturahmi dan Spirit Ramadhan

    Halal bihalal keluarga besar SMP Negeri 1 Banyudono dihadiri guru, karyawan, komite sekolah, dan tokoh masyarakat setempat.


    SMP Negeri 1 Banyudono Gelar Halal Bi Halal, Perkuat Silaturahmi dan Spirit Ramadhan

    Boyolali — majalahlarise.com - Keluarga besar SMP Negeri 1 Banyudono menggelar kegiatan Halal Bi Halal pada Rabu (25/3/2026). Acara berlangsung hangat di kediaman ibu Umbuk, Kuwiran, serta dihadiri guru, karyawan, komite sekolah, dan tokoh masyarakat setempat.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah Tukiman, S.Pd, Ketua Komite Sekolah, serta Badarudin yang memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan penuh kebersamaan ini.

    Kegiatan Halal Bi Halal menghadirkan narasumber Pujiono. Dalam tausiyahnya, ia menguraikan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadhan agar tetap hidup dalam keseharian.

    “Ramadhan telah melatih kita untuk disiplin, ikhlas, dan meningkatkan kualitas ibadah. Jangan sampai setelah Ramadhan, semangat itu luntur. Justru harus terus dijaga dan diamalkan,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga ruh Ramadhan sepanjang tahun. “Pesan Ramadhan harus bisa kita rawat di 11 bulan ke depan. Inilah yang disebut sebagai upaya memindahkan ruh Ramadhan di bulan-bulan berikutnya,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan antarsesama, serta memperkuat ukhuwah di lingkungan sekolah.

    Kegiatan dilanjutkan dengan ikrar Halal Bi Halal yang dipimpin oleh Kepala Sekolah sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar sekolah.

    Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. “Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan memperkuat komitmen kita dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, seluruh warga sekolah diharapkan mampu menjaga nilai-nilai Ramadhan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat, sehingga semangat kebersamaan dan keikhlasan terus terjaga sepanjang waktu. (Sofyan)


    Baca juga: SVC Sukoroyom Kulon Tampil Perkasa, Sabet Juara 1 Latber GardaMask 2026

    Tim bola voli Sukoroyom Kulon Voli Ball Club (SVC) meraih juara pertama dalam ajang Latber GardaMask 2026.


    SVC Sukoroyom Kulon Tampil Perkasa, Sabet Juara 1 Latber GardaMask 2026

    Wonogiri – majalahlarise.com - Tim bola voli Sukoroyom Kulon Voli Ball Club (SVC) tampil impresif dengan meraih juara pertama dalam ajang Latber GardaMask 2026 yang digelar pada Selasa (24/3/2026) di Lapangan GardaArena, Dusun Ploso, Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Wonogiri.

    Turnamen yang berlangsung meriah ini diikuti sejumlah tim dari tiga kecamatan, yakni Giritontro, Giriwoyo, dan Pracimantoro. Sejak babak awal hingga partai final, pertandingan berjalan sengit dengan menampilkan permainan terbaik dari masing-masing tim.

    Perjalanan SVC menuju tangga juara terbilang tidak mudah. Tim kebanggaan warga Sukoroyom Kulon ini harus melewati laga berat dengan menumbangkan tim Nawangan Giriwoyo dan Dungpadas Pracimantoro sebelum melaju ke partai puncak.

    Tim bola voli Sukoroyom Kulon Voli Ball Club (SVC).

    Pada laga final, SVC berhadapan dengan tim kuat Sawit Giritontro. Pertandingan berlangsung ketat dan penuh tensi tinggi, dengan kedua tim saling menampilkan permainan menyerang dan bertahan yang solid.

    SVC yang dikawal Ilham Afif mampu menunjukkan performa gemilang. Kerja sama tim yang apik serta strategi permainan yang terorganisir membuat SVC berhasil mengungguli lawannya dan memastikan gelar juara pertama. Atas kemenangan tersebut, SVC berhak membawa pulang piala serta uang pembinaan.

    Usai pertandingan, Ilham Afif menyampaikan rasa syukur atas capaian timnya.

    Tim bola voli Sukoroyom Kulon Voli Ball Club (SVC) saat bertanding.


    “Kemenangan ini kami persembahkan untuk seluruh warga Sukoroyom Kulon dan SVC Mania,” ujarnya.

    Sementara itu, tokoh pemuda bidang olahraga setempat, Ismu Jatmiko, turut memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih SVC. Ia menguraikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat yang terus mengiringi perjalanan tim.

    “Kami sangat berterima kasih atas dukungan luar biasa dari semua pihak. Ke depan, kami berharap SVC semakin maju dan mampu berprestasi, tidak hanya di bola voli tetapi juga di berbagai ajang olahraga lainnya,” ungkapnya.

    Adapun hasil akhir Latber GardaMask 2026 sebagai berikut:

    Juara 1: SVC Sukoroyom Kulon, Giritontro

    Juara 2: Tim Sawit, Giritontro

    Juara 3: Tim Dungpadas, Pracimantoro dan Tim Ingak Inguk Giritontro

    Keberhasilan ini semakin mengukuhkan SVC sebagai salah satu tim bola voli yang patut diperhitungkan di tingkat lokal, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sukoroyom Kulon. (Syarif/ Sofyan)


    Baca juga: Halal Bihalal SMPN 22 Surakarta, Alumni Angkatan Pertama Perkuat Paseduluran Lewat “Sambung Rasa”

    Berbagi kisah pengalaman selama masa remaja menjadi siswa SMPN 22 Surakarta.


    Halal Bihalal SMPN 22 Surakarta, Alumni Angkatan Pertama Perkuat Paseduluran Lewat “Sambung Rasa”

    Surakarta – majalahlarise.com - Gelak tawa bercampur suasana haru menyelimuti Rumah Makan SFA Solo Baru, Jawa Tengah, Senin (23/3/2026). Sekitar 50 alumni angkatan pertama “Anak Mbarep” SMPN 22 Surakarta berkumpul dalam acara halal bihalal bertajuk “Sambung Rasa Paseduluran”.

    Pertemuan yang digelar dalam momentum Lebaran tersebut menjadi bukti kuat, jarak dan waktu tak mampu memutus tali persaudaraan. Para alumni hadir dengan penuh antusias, meskipun harus menempuh perjalanan jauh dari berbagai daerah di Indonesia.

    Sejumlah peserta datang dari wilayah Solo Raya, serta kota-kota lain seperti Jakarta, Lampung, Palembang, Purwokerto, Pekalongan, hingga berbagai daerah lintas provinsi. Kebersamaan tersebut menghadirkan kembali kenangan masa sekolah yang penuh cerita.

    Suasana semakin hidup saat Hardono, mantan anggota DPRD Wonogiri, membagikan kisah masa remajanya. Ia menguraikan pengalaman unik semasa sekolah yang mengundang gelak tawa para alumni.


    “Cerita-cerita seperti ini membuat kita sadar, paseduluran yang terjalin dulu sangat murni dan penuh kenangan lucu,” tutur Hardono.

    Ia juga mengenang kuatnya solidaritas antarsahabat pada masa itu. Bahkan, ia kerap didatangi teman ke rumah untuk dibangunkan agar berangkat sekolah.

    “Dulu sampai ada teman yang rela datang pagi-pagi, bahkan memberi ‘sogokan’ supaya saya mau berangkat sekolah. Itu kenangan yang tidak terlupakan,” katanya sambil tersenyum.

    Selain Hardono, hadir pula Budi Susetyo yang kini mengabdi sebagai PNS di Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Kehadiran para alumni yang telah sukses di berbagai bidang menambah semangat kebersamaan dalam acara tersebut.

    Momentum halal bihalal juga menjadi ajang penghormatan bagi para guru yang telah berjasa mendidik mereka. Kehadiran para pendidik seperti Suyono, Agatha, dan Dewi Amerikawati menjadi daya tarik tersendiri.

    Di mata para alumni, Dewi Amerikawati tetap terlihat awet muda dan penuh semangat, meski telah puluhan tahun berlalu sejak mereka lulus pada 1988. Kehangatan pertemuan antara guru dan murid tampak jelas dalam setiap momen kebersamaan.

    Ketua panitia Halal Bihalal 22, Hermawan, menyampaikan kegiatan ini tidak sekadar temu kangen, tetapi menjadi sarana memperkuat jejaring komunikasi antaralumni.

    “Pertemuan ini bukan sekadar temu kangen, tetapi wujud nyata menjaga semangat paseduluran yang tidak lekang oleh waktu,” ujar Hermawan di sela acara.

    Ia juga mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

    “Saya mewakili panitia mengucapkan terima kasih kepada para donatur, yang merupakan alumni SMP Negeri 22 Surakarta, serta teman-teman semua yang telah hadir dan mendukung acara ini,” ungkapnya.

    Selain bernostalgia, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian doorprize, mulai dari produk UMKM karya alumni hingga barang elektronik. Hal ini semakin menambah kemeriahan suasana kebersamaan.

    Melalui kegiatan ini, para alumni berharap silaturahmi tetap terjaga dan semakin solid di masa mendatang. Tidak hanya menjadi ruang mengenang masa lalu, tetapi juga wadah untuk saling mendukung dan bersinergi.

    Acara Halal Bihalal 22 ditutup dengan sesi saling bersalaman antara guru dan alumni, menjadi simbol eratnya ikatan kekeluargaan yang terus terjaga hingga kini. (Sofyan)


    Baca juga: Dosen DKV ISI Surakarta Tembus Pameran Poster Internasional di China



    Dosen DKV ISI Surakarta Tembus Pameran Poster Internasional di China

    NANTONG, CHINA – majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan insan akademik Indonesia di kancah global. Karya dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, berhasil tampil dalam ajang bergengsi The 4th Yangtze River Future Public Welfare Poster Design Invitation Exhibition 2026 yang digelar di Wenfeng Square, Nantong, China.

    Pameran poster internasional ini diikuti oleh 52 seniman dan desainer dari 18 negara, di antaranya Polandia, Pakistan, Meksiko, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jerman, Rusia, Korea Utara, Ekuador, Belarus, Austria, serta negara lainnya. Selain itu, ratusan peserta dari dalam negeri China turut ambil bagian dalam perhelatan tahunan tersebut.

    Mengangkat tema Sungai Yangtze, pameran ini tidak hanya menyoroti aspek geografis, tetapi juga nilai ideologis dan moral yang terkandung dari peradaban panjang yang tumbuh di sepanjang sungai tersebut. Dengan panjang mencapai 6.397 kilometer, Sungai Yangtze dikenal sebagai salah satu sungai terpanjang di dunia sekaligus menjadi saksi lahirnya peradaban manusia sejak era Paleolitikum.

    Dalam ajang tersebut, Basnendar menampilkan karya berjudul “The Existence of The Yangtze River” dengan teknik digital imaging berukuran A3. Karya ini menonjolkan dominasi warna biru sebagai representasi keberadaan Sungai Yangtze, serta elemen teks “FUTURE” yang disusun secara simbolis untuk menggambarkan peran sungai dalam kehidupan manusia, baik di masa lalu maupun masa depan.

    Pameran ini terselenggara melalui kolaborasi antara Publicity Department of the CPC Nantong Municipal Committee, Municipal Bureau of Culture, Radio, Television and Tourism, serta Nantong Federation of Literary and Art Circles. Kegiatan ini telah dibuka sejak 5 Februari 2026 dan direncanakan berlangsung hingga Maret 2030, serta akan dipamerkan secara bergilir di berbagai kota sepanjang aliran Sungai Yangtze.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima, Basnendar menyampaikan keikutsertaannya dalam pameran internasional ini menjadi bagian penting dalam membangun jejaring global di bidang seni dan desain.

    “Keikutsertaan ini menjadi peluang untuk berjejaring dengan seniman dan desainer dari berbagai negara, sekaligus sebagai sarana untuk mengenal perkembangan seni rupa dan desain melalui karya-karya peserta internasional,” ujarnya.

    Partisipasi ini sekaligus memperkuat eksistensi akademisi Indonesia di panggung internasional, serta membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan seni dan desain di masa mendatang. (Sofyan)


    Baca juga: Halal Bihalal Keluarga Besar Pageyan Bero Dimeriahkan Pagelaran Wayang Kulit dan Kirab Gunungan

    Penyerahan tokoh wayang Puntodewo dari sesepuh Tugiyo kepada Dalang Ki Sutiyo sebagai tanda dimulainya pagelaran.


    Halal Bihalal Keluarga Besar Pageyan Bero Dimeriahkan Pagelaran Wayang Kulit dan Kirab Gunungan

    WONOGIRI – majalahlarise.com - Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar Pageyan Bero Perantauan Tahun 2026 yang digelar di Balai Dusun Pageyan, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Wonogiri, Minggu (22/3/2026) malam. Acara ini semakin semarak dengan pagelaran wayang kulit oleh Dalang Ki Sutiyo dengan lakon “Pandawa Kumpul”.

    Sebelum pagelaran dimulai, rangkaian kegiatan diawali dengan kirab tumpeng dan gunungan hasil bumi berupa sayuran. Barisan kirab semakin menarik dengan kehadiran tokoh Hanoman di barisan depan yang menjadi simbol semangat dan keberanian. Prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh tokoh masyarakat yang kemudian diserahkan kepada Kepala Desa Bero Roh Edy Wibowo serta penyerahan tokoh wayang Puntodewo dari sesepuh Tugiyo kepada Dalang Ki Sutiyo sebagai tanda dimulainya pagelaran.

    Tidak hanya itu, para penonton juga disuguhi hiburan seni tari piring yang menambah semarak suasana malam penuh silaturahmi tersebut.

    Dewan Penasehat PKMJ (Paguyuban Keluarga Manyaran Jakarta), HY Supardi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pagelaran wayang.


    Ketua panitia sekaligus Kepala Dusun Pageyan, Galih, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menguraikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, khususnya keluarga besar perantauan.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini, baik tenaga, pikiran, maupun materi. Tanpa dukungan semua pihak, acara ini tidak akan berjalan dengan lancar,” ujar Galih.

    Ia juga menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur keluarga besar yang diwujudkan melalui tradisi tumpengan dan gunungan, dengan harapan mendapatkan keberkahan rezeki, sandang, dan pangan.

    Kirab tumpeng dan gunungan hasil bumi berupa sayuran.


    “Semoga apa yang menjadi niat baik keluarga besar dapat dikabulkan Allah SWT serta diberikan kelancaran tanpa hambatan,” tambahnya.

    Selain pagelaran budaya, panitia juga menyiapkan kupon undian berhadiah bagi para hadirin, dengan hadiah utama berupa sepeda motor yang semakin menambah antusiasme masyarakat.

    Sementara itu, Dewan Penasehat PKMJ (Paguyuban Keluarga Manyaran Jakarta), HY Supardi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa momentum halal bihalal ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai ajang memperkuat kebersamaan.


    “Semoga kebersamaan seperti ini tidak hanya terjadi tahun ini, tetapi dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Yang terpenting adalah menjaga kerukunan dan mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Supardi.

    Ia juga mengungkapkan harapan adanya pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Manyaran, termasuk rencana pengaspalan jalan yang diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2026.

    Pagelaran wayang kulit dengan lakon “Pandawa Kumpul” yang diiringi para sinden menjadi penutup rangkaian acara, sekaligus menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan nilai-nilai luhur budaya Jawa yang terus dijaga oleh masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: ATI Pusat Tunjuk Asri Purwanti Pimpin Tinju Jateng, Targetkan Lompatan Prestasi Nasional

    Adv. Asri Purwanti, SH, MH, CIL, CPM


    ATI Pusat Tunjuk Asri Purwanti Pimpin Tinju Jateng, Targetkan Lompatan Prestasi Nasional

    Jakarta - majalahlarise.com - Pengurus Pusat Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) resmi melakukan restrukturisasi kepengurusan di daerah dengan menetapkan pimpinan baru Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah periode 2026–2031. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 01/ATI/SK/III/2026 yang diteken langsung di Jakarta.

    Dalam keputusan tersebut, Adv. Asri Purwanti, SH, MH, CIL, CPM dipercaya menakhodai ATI Jawa Tengah. Penunjukan ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan langkah strategis untuk mempercepat pembinaan dan profesionalisasi olahraga tinju di tingkat daerah yang selama ini dinilai belum maksimal.

    ATI secara tegas menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan. Selama ini, potensi petinju daerah dinilai besar, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem pembinaan yang terstruktur, kompetisi berjenjang, serta dukungan manajerial yang kuat.

    Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, ATI menegaskan perannya sebagai mitra pemerintah dalam mendorong lahirnya atlet profesional yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional. Karena itu, kepengurusan baru dituntut bekerja cepat, terukur, dan berorientasi hasil.

    Plt. Ketua Umum ATI Pusat, Ester Situmorang, menegaskan bahwa pengurus yang telah ditetapkan tidak boleh hanya menjalankan fungsi administratif. Ia meminta agar kepengurusan baru segera menyusun program konkret, mulai dari pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga penyelenggaraan kejuaraan rutin.

    “ATI tidak butuh pengurus simbolik. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata, mencetak atlet, dan menghadirkan kompetisi berkualitas,” tegasnya.

    Dalam isi keputusan juga disebutkan bahwa susunan kepengurusan masih terbuka untuk penyempurnaan, dengan catatan harus mendapat persetujuan dari pengurus pusat. Hal ini memberi ruang fleksibilitas bagi Ketua DPW untuk membangun tim yang solid dan profesional.

    Sementara itu, Ketua ATI Jawa Tengah terpilih, Adv. Asri Purwanti, SH, MH, CIL, CPM, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan olahraga tinju di wilayah Jawa Tengah agar semakin maju dan diminati masyarakat luas.

    Menurutnya, tinju bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan, mulai dari menjaga kebugaran, meningkatkan stamina, hingga membantu membentuk tubuh yang ideal. Ia ingin menjadikan tinju sebagai olahraga yang dicintai lintas generasi, khususnya kalangan muda.

    “Tinju bukan sekadar olahraga keras, tetapi juga sarana pembinaan fisik, mental, dan disiplin. Ini olahraga yang sangat baik untuk kesehatan sekaligus membuka peluang meraih prestasi, baik di level amatir maupun profesional,” ujarnya.

    Asri menegaskan, pihaknya akan langsung bergerak dengan program nyata, di antaranya memperbanyak penyelenggaraan event dan kejuaraan secara rutin di berbagai daerah agar atlet memiliki jam terbang yang cukup.

    Selain itu, ATI Jawa Tengah juga akan membuka pelatihan bagi wasit dan pelatih guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang tinju. Dengan SDM yang kompeten, sistem pembinaan diharapkan berjalan lebih profesional dan berkelanjutan.

    Tak hanya itu, pembinaan usia dini juga akan diperkuat melalui kerja sama dengan sekolah, komunitas olahraga, serta klub-klub tinju di daerah sebagai langkah strategis mencetak regenerasi atlet sejak awal.

    Asri juga menekankan pentingnya sinergi dengan Pengurus Pusat ATI agar pembinaan di daerah selaras dengan program nasional, sekaligus membuka akses bagi atlet Jawa Tengah untuk tampil di kejuaraan tingkat nasional hingga internasional.

    “Kami tidak ingin berjalan sendiri. Kolaborasi dengan ATI Pusat menjadi kunci agar pembinaan atlet memiliki arah yang jelas, dari tingkat daerah hingga ke panggung dunia,” tegasnya.

    Ia optimistis, dengan kerja keras, konsistensi program, serta dukungan berbagai pihak, Jawa Tengah mampu melahirkan petinju-petinju potensial yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.

    “Target kami jelas, mencetak atlet dari level amatir hingga profesional yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia. Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi kami siap berjuang mewujudkannya,” pungkasnya.

    Penetapan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa ATI tengah melakukan pembenahan internal secara serius. Jika diikuti dengan langkah konkret dan terukur, Jawa Tengah berpeluang besar menjadi salah satu lumbung utama petinju profesional Indonesia di masa mendatang. (Ags/ Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Tembus Pameran Internasional di Turki, Karya Poster Dipajang Bersama Desainer Dunia


Top