Kegiatan Baitul Arqam Purna Study bagi siswa kelas XII.


    SMA Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura Gelar Baitul Arqam Purna Study, Bekali Siswa Jadi Pemimpin Amanah

    Sukoharjo — majalahlarise.com - SMA Muhammadiyah Al Kautsar Program Khusus (PK) Kartasura menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Study bagi siswa kelas XII pada Rabu, 6 Mei 2026, bertempat di aula sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan spiritual sekaligus penguatan karakter kepemimpinan sebelum para siswa melanjutkan ke jenjang kehidupan berikutnya.

    Kepala Sekolah, Nasrul Harahap, dalam sambutannya menyampaikan Baitul Arqam bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan kepemimpinan berkemajuan. Ia menguraikan para lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak mulia, serta semangat berkontribusi di tengah masyarakat.

    “Baitul Arqam menjadi bekal penting agar siswa mampu menjadi pribadi yang utuh, berilmu sekaligus berakhlak, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.

    Dalam kegiatan tersebut, salah satu narasumber utama, Pujiono, menyampaikan materi kepemimpinan Islami dengan menitikberatkan pada tiga nilai utama, yaitu amanah, uswah, dan musyawarah. Ia menjelaskan amanah sebagai kepercayaan yang harus dijaga dalam setiap tanggung jawab, baik terkait tugas, waktu, maupun organisasi. Sementara itu, uswah atau keteladanan menjadi kunci utama dalam kepemimpinan karena pengaruh sikap jauh lebih kuat dibanding sekadar instruksi.

    “Musyawarah menjadi landasan penting dalam mengambil keputusan, melalui proses mendengar, mengolah data, hingga berani menentukan sikap yang tepat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Pujiono menguraikan kepemimpinan bukan hanya soal berada di posisi terdepan, tetapi bagaimana seorang pemimpin mampu memastikan orang lain ikut tumbuh dan berkembang. Ia juga menekankan pentingnya konsep pemimpin yang melayani, yakni sosok yang peka terhadap kebutuhan tim, memberi ruang berkembang, membagi peran secara jelas, serta memberikan apresiasi atas setiap proses dan hasil.

    Dalam perspektif kader Muhammadiyah, kepemimpinan dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu beriman, berilmu, dan beramal. Nilai Islam menjadi fondasi, ilmu sebagai alat berpikir, dan amal sebagai wujud nyata kontribusi. Dengan pendekatan ini, para siswa diharapkan mampu menghadirkan solusi melalui dakwah, pendidikan, sosial, serta keteladanan di lingkungan masing-masing.

    Nasrul Harahap juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme peserta. Ia berharap seluruh siswa kelas XII mampu membawa nilai-nilai yang telah ditanamkan sebagai bekal dalam melanjutkan studi maupun terjun ke masyarakat.

    “Semoga para lulusan menjadi generasi pemimpin yang amanah, berakhlak, dan berkemajuan,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Yudisium Mahasiswa FKIP Univet Bantara Sukoharjo Periode Mei 2026, Rektor Jelaskan Kesiapan Mental dan Soft Skill Lulusan

    Wayang Golek Pitutur yang berlangsung di SMK Muhammadiyah Gubug.

    Milad ke-32 SMK Muhammadiyah Gubug Grobogan Gelar Wayang Golek Pitutur, Teguhkan Nilai Spiritual dan Keikhlasan

    Grobogan — majalahlarise.com - SMK Muhammadiyah Gubug memperingati milad ke-32 dengan menggelar kegiatan bertajuk Wayang Golek Pitutur yang berlangsung khidmat di halaman sekolah, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang pengabdian dalam mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia.

    Kepala SMK Muhammadiyah Gubug, Muslimin, S.Pd.I., dalam laporannya menyampaikan perjalanan 32 tahun bukanlah waktu yang singkat. Ia menguraikan seluruh capaian yang diraih merupakan buah dari kerja keras, kebersamaan, serta komitmen dalam menjaga nilai-nilai keislaman. “Semoga perjalanan ini semakin membawa keberkahan, dengan terus dilandasi keikhlasan dan keimanan,” tuturnya.

    Apresiasi juga disampaikan Ketua PCM Gubug, Ali Sadzali, yang menilai sekolah mampu menjaga konsistensi dalam mengembangkan pendidikan berbasis karakter. Ia berharap SMK Muhammadiyah Gubug terus menjadi pilar pendidikan unggul yang mampu menjawab tantangan zaman. “Sekolah ini diharapkan terus melahirkan generasi yang siap menghadapi perubahan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai moral,” ujarnya.


    Suasana peringatan semakin semarak dengan penampilan seni tari dari siswa SMK Muhammadiyah Mugu. Sekolah ini diketahui memiliki lima jurusan unggulan, yakni Keperawatan, Farmasi, Tata Busana, Teknik Kendaraan Ringan (TKR), serta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), sebagai wujud keseriusan dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing.

    Puncak acara diisi tausiyah oleh Pujiono yang menyampaikan pesan spiritual tentang pentingnya memaknai waktu dalam kehidupan. Ia menguraikan tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian, yakni waktu tidak bisa diulang, waktu bagaikan pedang, dan waktu adalah peluang. 

    “Mari bersyukur atas 32 tahun ini dengan terus mengembangkan institusi, tidak mendzalimi profesi, dan senantiasa mengharap ridha Allah dalam setiap langkah,” jelasnya.

    Momentum milad ini menjadi pengingat penting bagi seluruh civitas akademika untuk terus menjaga niat dalam setiap langkah pengabdian. Dengan semangat keikhlasan dan keimanan, SMK Muhammadiyah Gubug diharapkan terus bergerak maju menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Yudisium Mahasiswa FKIP Univet Bantara Sukoharjo Periode Mei 2026, Rektor Jelaskan Kesiapan Mental dan Soft Skill Lulusan


    Wujudkan Mimpi dan Cita-Citamu dengan 7B Agar Sukses Dunia dan Akhirat

     

    Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.

    Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA

    Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa


    Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.


    "Kawan, kala mentari mulai tersenyum dari ufuk timur, perjalanan pun dimulai untuk menyibak peluang dan tantangan dalam multikonteks kehidupan dengan terus berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis & membaca) sepanjang masa”


           Kawan, hari ini, Selasa, 5 Mei 2026 saya memenuhi undangan salah satu guru hebat luar biasa yang mengajar mata pelajaran bahasa Indoensia di SMA 1 N Gemolong, Sragen, Jawa Tengah. Guru tersebut, cerdas, kreatif, kritis, komunikatif, kolaboratif, baik hati, tidak sombong, dan suka menabung.Saya pernah satu kelas dengan guru tersebut saat belajar dan membelajarkan diri untuk berproses berliterasi Ratulisa pada salah satu kampus tercinta, yaitu Program Studi PBSI FKIP Universitas Sebelas Maret yang berada di Kentingan, Jebres, Surakarta. Nama guru tersebut Mas Arif, semoga hari ini saya dapat berjumpa dengan Mas Guru tersebut, kepala sekolah, guru-guru, dan siswa-siswa yang baru lulus yang hebat luar biasa lainnya dengan hati senang dan bahagia sepanjang masa.

           Akhirnya, saya memenuhi undangan Mas guru yang baik hati tersebut untuk bersilaturahmi, berkomunikasi, berkolaborasi, beraksi, berliterasi dengan ratulisa, dan berbagi cerita kepada guru-guru dan siswa-siswa yang baru saja lulus kemarin sore, 4 Mei 2026 pengumumannya. Selamat dan sukses ya teman-temanku yang hebat dan luar biasa, sekarang kalian telah lulus dari SMA N 1 Gemolong tercinta dan siap menuju kampus Impian yang menjadi mimpi dan cita-citamu bersama teman-temanmu yang menyenangkan. Saya pernah belajar dan membelajarkan diri di SMA N 1 Gemolong tercinta ini dengan guru-guru yang baik hati dan menyenangkan selama 3 tahun dan lulu tahun 1994.

           Mimpi dan imajinasi lebih kuat dari pengetahuan kita. Kawan, “Gantungkan mimpi dan cita-citamu setinggi langit sehingga kalau jatuh masih di atas genting. Lihatlah, yakini, dan perjuangkan mimpi dan imajinasimu tersebut sampai kau menangis berdarah-darah. Suatu saat kau pasti akan menangis terharu dan bahagia karena telah memeluk kesuksesan yang telah diperjuangkan dengan segala proses, kerja keras, doa, dan restu kedua orang tuamu”. Setiap mimpi dan cita-cita memang harus dituliskan, diucapkan, diyakini, diperjuangkan, didoakan, agar dapat diwujudkan dengan kesungguhan dan keyakinan dengan bersandar kepada-Nya. Titik balik perjuangan untuk meraih mimpi dan imajinasi adalah belajar dan membelajarkan diri sepanjang hayat, berjuang dan memperjuangkannya, dan meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa akan selalu memberikan yang terbaik dalam kehidupan kita sekarang, besok, dan selamanya.

           Kawan, wujudkan mimpi dan cita-citamu dengan 7B, yaitu: (1) Berniat untuk ibadah sepanjang hayat; (2) Berbakti kepada kedua orang tua tanpa syarat; (3) Belajar dengan berliterasi Ratulisa (rajin menulis & membaca) sepanjang masa; (4) Berjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan mimpi dan cita-citamu; (5) Bersilaturahmi, berkomunikasi dan berkolaborasi dengan siapa saja; (6) Berbagi ilmu dan harta yang dimiliki untuk kemaslahatan umat sepanjang hayat; (7) Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan ikhlas dan penuh keyakinan. Ketujuh B tersebut merupakan sarana dan media untuk membangun sistem keyakinan diri agar kita memiliki hati dan pikiran satu bahwa Tuhan Yang Maha Esa selalu ada, bersama, dan memberikan yang terbaik sepanjang masa. Kekuatan hati dan pikiran bergantung kepada sistem keyakinan yang dibangun oleh siapa saja tanpa harus bertanya anak siapa, ketemu di mana, dan masuk kategori yang mana. Semua manusia memiliki kesempatan untuk sukses yang sama dunia dan akhirat. Hal ini bergantung mau atau tidak meyakini, memperjuangkan, dan mewujudkannya.

           Perjuangan untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Setiap orang memiliki laku dan cerita yang berbeda-beda. Proses perjuangan dan jalannya pun beraneka ragam dalam kebhinekaan untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya untuk meraih sukses dunia dan akhirat. Namun demikian bergantung pada kemauan dan kesungguhan untuk menuliskan dan mewujudkan mimpi dan cita-cita tersebut dalam buku hariannya. Kekuatan diri yang dibangun dengan sistem keyakinan harus menjadi salah satu motivasi diri untuk mewujudkannya. Gerakan nyata yang harus dilakukan yakni meyakini dan memperjuangkan dengan mohon doa restu kedua orang tua tanpa syarat dengan terus bersandar dalam pelukan-Nya. Hal ini sebagai bukti bahwa tidak ada kekuatan dan kekayaan yang tidak atas kehendak dan pertolongan-Nya. Jadi mulai detik ini, tuliskan, yakini, perjuangkan, dan wujudkan mimpi dan cita-citamu dengan terus bersyukur, berdoa, dan bersandar kepada kedua orang tuamu dan kepada-Nya.

           Akhirnya, setiap mimpi dan cita-cita itu merupakan sebuah proses perjuangan. Apabila kita ingin mengatakan sukses maka proses perjuangan yang telah dilakukan untuk mencapai apa yang dinginkan itu merupakan kesuksesan yang nyata dan harus disyukuri. Hasil perjuangan itu merupakan bonus dari proses perjuangan untuk meraih mimpi dan cita-cita yang telah dituliskan. Sikap positif yang dibangun dalam hati dan pikirannya sendiri merupakan kekuatan yang maha dahsyat untuk dijadikan modal dan pondasi dasar untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita itu. Kesuksesan aka menjadi satu kekuatan untuk terus berbagi dan menyebarkan virus-virus positif dan kemaslahatan umat sepanjang hayat. Yakini bahwa kalian akan sukses pada saat yang tepat dan terbaik dengan penuh rasa syukur, rendah hati, penuh empati kepada seluruh manusia sepanjang masa. Selamat berjuang untuk menuliskan, meyakini, memperjuangkan, dan mewujudkan mimpi dan cita-cita terbaikmu sepanjang masa.

    “Perjuangan merupakan proses untuk dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita untuk bahagia dunia dan akhirat. Semuanya harus disadari bahwa milik-Nya yang terbaik, terbesar, terkaya, dan kita hanya dapat memohon, merencanakan, dan berpeluksandar atas kehendak-Nya”  

    Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa, SMA N 1 Gemolong, Sragen, Jateng, 5 Mei 2026

    Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum saat memberikan sambutan dan arahan kepada calon wisuda FKIP.


    Yudisium Mahasiswa FKIP Univet Bantara Sukoharjo Periode Mei 2026, Rektor Jelaskan Kesiapan Mental dan Soft Skill Lulusan

    Sukoharjo — majalahlarise.com - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar yudisium mahasiswa calon wisudawan periode Mei 2026 pada Selasa (5/5/2026) di Gedung H Lantai 3. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti sebanyak 162 mahasiswa sebagai momentum penting sebelum memasuki dunia kerja dan kehidupan profesional.

    Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum dalam arahan sekaligus sambutan menyampaikan yudisium bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal fase kehidupan yang penuh tantangan. Ia mengingatkan para lulusan agar memiliki kesiapan mental dan tanggung jawab dalam menghadapi dunia nyata. 

    “Besok ketika Anda menerima ijazah, itu bukan berarti perjuangan selesai, tetapi justru di situlah perjuangan akan dimulai,” tuturnya. 

    Fikrun Najih Hidayat calon wisudawan terbaik FKIP periode Mei 2026 saat foto bersama Rektor beserta jajarannya, Dekan FKIP beserta jajarannya dan calon wisuda.


    Ia juga menguraikan berbagai peluang karier lulusan, mulai dari menjadi guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG), melanjutkan studi hingga jenjang S2 dan S3 untuk menjadi dosen, hingga memanfaatkan peluang di era digital. 

    “Peluang itu banyak, silakan diraih. Anda boleh menjadi guru, dosen, bahkan kreator digital seperti YouTuber, selama tetap fokus pada tujuan utama,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Rektor menjelaskan pentingnya karakter, doa, dan keyakinan dalam meraih kesuksesan. Ia menyampaikan keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga integritas dan hubungan baik dengan sesama. 

    “Mimpilah setinggi-tingginya dan yakinlah kepada Tuhan, karena tidak ada yang mustahil selama kita berusaha dan berdoa,” tuturnya.

    Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan kegiatan yudisium menjadi titik awal bagi lulusan untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Ia menguraikan dunia kerja saat ini menuntut tidak hanya kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan nonteknis yang menjadi penentu keberhasilan. 

    Pembicara Mas Sulis Setiyono, M.Hum saat menyampaikan materi soft skills bertema Optimalisasi Soft Skills untuk Mendukung Kesiapan Karier dan Profesionalisme Lulusan.


    “Keberhasilan seseorang ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, serta mengelola diri yang kita kenal sebagai soft skill,” ujarnya. 

    Ia juga mengajak lulusan untuk tidak hanya mengejar ilmu, tetapi juga menjadi pribadi yang bermanfaat. “Jangan hanya menjadi orang yang berilmu, jadilah orang yang berarti. Jangan hanya hidup untuk diri sendiri, tetapi hidup untuk memberi makna bagi sesama,” tuturnya.

    Dalam rangka mendukung kesiapan karier, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan soft skills bertema Optimalisasi Soft Skills untuk Mendukung Kesiapan Karier dan Profesionalisme Lulusan dengan pembicara Mas Sulis Setiyono, M.Hum. 

    Dalam pemaparannya, narasumber membagikan strategi menghadapi rekrutmen kerja, khususnya pada program PPG dan BUMN. Ia menyampaikan pentingnya memiliki target karier yang jelas sebelum melamar pekerjaan serta memahami tahapan rekrutmen. “Anda pastikan dulu ingin kerja seperti apa, baru kemudian menyiapkan langkah-langkah yang tepat sejak awal,” ujarnya.

    Ia juga menjelaskan pentingnya penyusunan dokumen lamaran kerja secara profesional. Menurutnya, CV memiliki peran strategis dalam menentukan arah proses seleksi. “CV itu akan menentukan arah interview dan peluang Anda diterima, jadi harus disusun dengan benar, tidak seadanya,” jelasnya.

    Selain itu, ia menguraikan pentingnya memahami posisi sebagai fresh graduate serta kemampuan menampilkan potensi diri secara optimal meskipun belum memiliki pengalaman kerja formal.

    Pada kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan dan menyerahkan penghargaan kepada calon wisudawan terbaik FKIP periode Mei 2026. Penghargaan tersebut diraih oleh Fikrun Najih Hidayat dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas prestasi akademik sekaligus motivasi bagi lulusan lain untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Univet Bantara Terima Kunjungan FTIK UIN Ponorogo, Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Program PPG

    Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum menyerahkan kenang-kenangan kepada Dekan FTIK UIN Ponorogo, Prof. Dr. Mukhibat, M.Ag.


    Univet Bantara Terima Kunjungan FTIK UIN Ponorogo, Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Program PPG

    SUKOHARJO — majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam rangka penguatan kerja sama pengelolaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Kamis (30/4/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Univet Bantara ini diikuti oleh 11 peserta dari FTIK UIN Ponorogo dan disambut langsung oleh jajaran pimpinan serta tim pengelola PPG Univet Bantara.

    Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman terkait pelaksanaan PPG, khususnya PPG Prajabatan, sekaligus menjalin kerja sama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Koordinator PPG Univet Bantara, dilanjutkan dengan perkenalan tim pengelola PPG. Selanjutnya, Dekan FTIK UIN Ponorogo, Prof. Dr. Mukhibat, M.Ag., menyampaikan paparan mengenai sejarah dan perkembangan program PPG di institusinya.

    Agenda dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama antara PPG Univet Bantara dan FTIK UIN Ponorogo sebagai bentuk komitmen kolaborasi antar Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

    Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman (sharing session) terkait pengelolaan PPG, baik PPG Prajabatan maupun PPG Dalam Jabatan. Dalam sesi ini, kedua belah pihak saling bertukar praktik baik, tantangan, serta solusi dalam pengelolaan program sejak pendirian hingga pengembangannya saat ini.

    Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., dalam arahannya menyampaikan bahwa kerja sama antar perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam mencetak guru profesional.

    “Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkaya perspektif dan memperkuat tata kelola Program PPG. Kami percaya, melalui sinergi antar LPTK, kualitas calon guru yang dihasilkan akan semakin baik dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini,” ujarnya.

    Ia menambahkan Univet Bantara berkomitmen untuk terus mengembangkan program PPG secara berkelanjutan sejak didirikan pada 2018, dengan mengedepankan inovasi dan peningkatan mutu layanan pendidikan.

    “Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif. Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi berlanjut dalam program-program konkret yang berdampak,” tambahnya.

    Delegasi FTIK UIN Ponorogo yang hadir terdiri dari pimpinan fakultas dan pengelola PPG, di antaranya Wakil Dekan II Mukhlison Effendi, M.Ag., Wakil Dekan III Dr. Esti Yuli Widayanti, M.Pd., Ketua Program Studi PPG Nur Kolis, M.Ag., serta jajaran pengelola lainnya.

    Sementara itu, tim PPG Univet Bantara yang menerima kunjungan dipimpin langsung oleh Rektor, didampingi Koordinator PPG Dr. Mukti Widayati, M.Hum., beserta jajaran sekretariat, bendahara, tim IT, dan administrasi.

    Melalui kegiatan ini, kedua institusi diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengelolaan Program PPG, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan nasional. (Sofyan)


    Baca juga: Akhirussanah SMA Muhammadiyah 2 Manyaran, 57 Siswa Lulus dengan Bekal Ilmu dan Adab

    Tampilan layar Pengumuman Pemenang Lomba Video Edukatif Tingkat Nasional 2026 FKIP Univet Bantara Sukoharjo.


    FKIP Univet Bantara Umumkan Pemenang Lomba Video Edukasi Nasional 2026, Perkuat Peran Generasi Muda dalam Transformasi Digital

    Wonogiri – majalahlarise.com - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara menggelar acara Pengumuman Pemenang Lomba Video Edukatif Tingkat Nasional 2026 pada Selasa (5/5/2026) di Laboratorium Teknologi Pendidikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-58 yang mengangkat tema “Pendidikan Berdampak dalam Transformasi Digital untuk Dunia Berkelanjutan.” 

    Sejak pukul 10.00 WIB, suasana acara berlangsung khidmat dan penuh antusias dengan kehadiran peserta, panitia, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia secara daring.

    Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh MC Mutiara Dana Elita dan Angga, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kebangsaan. Memasuki sesi inti, peserta diajak menyanyikan Hymne Univet Bantara, kemudian dilanjutkan laporan ketua panitia oleh Isna Farah Santi, M.Pd. Dalam laporannya, ia menyampaikan lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengekspresikan ide kreatif berbasis teknologi digital.

    “Kegiatan ini kami hadirkan untuk mendorong mahasiswa dan pelajar agar berperan aktif sebagai agen perubahan dalam transformasi digital pendidikan yang berdampak dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Ia juga menuturkan tema yang diusung mendorong peserta menghadirkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus mengandung pesan edukatif yang kuat. “Kami berharap peserta dapat menghadirkan karya yang edukatif, inovatif, dan berkontribusi terhadap keberlanjutan di masa depan,” tambahnya.

    Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp10 juta bagi 12 pemenang dari dua kategori. Ketua panitia menuturkan, “Kami menyediakan total hadiah Rp10 juta sebagai bentuk apresiasi atas karya-karya terbaik peserta dari seluruh Indonesia," ungkapnya.

    Dalam sambutannya, Dekan FKIP Univet Bantara Dr. Pranichayudha Rohsulina, M.Pd mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa syukur atas partisipasi peserta dari berbagai wilayah di Indonesia serta kerja keras panitia dan dewan juri yang telah menjalankan tugas secara profesional. “Di era digital saat ini kreativitas bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi telah menjadi kebutuhan utama,” ungkapnya.

    Ia juga menjelaskan lomba ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, melainkan tentang proses belajar dan keberanian menyampaikan gagasan. “Melalui kegiatan ini kita merayakan proses berpikir, berimajinasi, serta keberanian peserta dalam menyampaikan ide yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

    Dekan memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus berkarya dan tidak berhenti berinovasi. “Bagi para pemenang, jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus menginspirasi. Dan bagi yang belum meraih juara, jangan pernah berhenti berkarya,” pesannya.

    Acara semakin menarik dengan sesi preview video karya peserta yang dipandu oleh wakil juri, Dr. Fatma Sukmawati, M.Pd. Beberapa karya terbaik ditampilkan sebagai gambaran kualitas dan kreativitas peserta dalam mengolah ide menjadi media edukasi yang inspiratif. Karya-karya tersebut menyoroti berbagai isu penting, mulai dari literasi digital, lingkungan hidup, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pembelajaran.

    Memasuki puncak acara, pengumuman pemenang dilakukan secara bertahap mulai dari kategori mahasiswa hingga siswa. Sebelum pengumuman utama, Wakil Dekan III turut menyampaikan promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), sekaligus memperkenalkan FKIP Univet Bantara sebagai institusi yang aktif mendorong inovasi pendidikan berbasis teknologi.

    Untuk kategori siswa, Juara Harapan 3 diraih tim dari SMA Negeri 1 Sukoharjo melalui karya “Echo Chamber.” Juara Harapan 2 diraih SMA Widyagama Malang dengan karya “Start Today, Keep The Earth Clean With Small Action.” Juara Harapan 1 diraih SMK Muhammadiyah 4 Surakarta melalui karya “Satu Lingkaran Seribu Cerita.” Juara 3 diraih UPT SMAN 1 Palopo dengan karya “ECOSTEP PRESENT: Langkah Kecil Pelajar, Dampak Besar bagi Lingkungan.” Juara 2 diraih MAN 4 Kebumen melalui karya “Bumi Tak Butuh Janji.” Sementara Juara 1 diraih SMA Negeri 1 Jatinom dengan karya “Jejak Yang Abadi.”

    Sementara itu, pada kategori mahasiswa, Juara Harapan 3 diraih Universitas Veteran Bangun Nusantara dengan karya “Creating Engaging Literacy With AI Technology.” Juara Harapan 2 diraih Universitas Negeri Surabaya melalui karya “Belajar Cerdas di Era Digital.” Juara Harapan 1 diraih Primakara University dengan karya “Evolusi Bangku Kuliah.” Juara 3 diraih Jakarta Global University melalui karya “Akses Tak Terbatas.” Juara 2 diraih Universitas Sebelas Maret dengan karya “Nilai.” Sedangkan Juara 1 diraih Institut Seni Indonesia Yogyakarta melalui karya “Edukasi atau Sensasi?”

    Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak transformasi digital pendidikan di Indonesia. Selain itu, ajang ini juga mempertegas komitmen FKIP Univet Bantara dalam menghadirkan ruang kolaborasi, kreativitas, dan inovasi yang berkelanjutan di tingkat nasional. (Sofyan)


    Baca juga: Mudir PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Lulusan Harus Siap Kuliah, Siap Kerja, dan Siap Dakwah

    Kepala SMA Muhammadiyah 2 Manyaran, Wening Hidayati, S.Pd menyematkan Samir kepada siswa kelas XII.


    Akhirussanah SMA Muhammadiyah 2 Manyaran, 57 Siswa Lulus dengan Bekal Ilmu dan Adab

    Wonogiri — majalahlarise.com - Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti kegiatan Akhirussanah siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 2 Manyaran Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar pada Selasa (5/5/2026) di halaman sekolah. Mengusung tema “Ilmu di Hati, Adab di Diri, Langkah Kami Menuju Masa Depan yang Diberkahi,” kegiatan ini menjadi momentum sakral bagi 57 siswa yang telah dinyatakan lulus.

    Para siswa tampil anggun mengenakan pakaian adat Jawa, menambah nuansa khidmat sekaligus kental budaya dalam prosesi tersebut. Acara semakin semarak dengan berbagai penampilan potensi siswa, mulai dari seni karawitan, tari Saman, hingga seni bela diri Tapak Suci yang ditampilkan di hadapan orang tua dan tamu undangan. Puncak acara ditandai dengan prosesi penyerahan siswa dari pihak sekolah kepada orang tua serta penyematan samir sebagai simbol kelulusan.

    Kepala SMA Muhammadiyah 2 Manyaran, Wening Hidayati, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelulusan para siswa. Ia mengajak seluruh hadirin untuk memaknai momen ini sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui. 

    Penampilan Tari Saman oleh siswa.


    “Alhamdulillah kita masih diberikan kekuatan dalam menjalankan aktivitas, dan hari ini kita dipertemukan dalam momen yang membahagiakan bagi anak-anak kelas 12,” ujarnya. 

    Ia juga mengapresiasi peran orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada sekolah selama tiga tahun. “Terima kasih kepada Bapak Ibu yang telah mengamanahkan putra-putrinya kepada kami. Banyak pengorbanan yang telah diberikan demi keberhasilan anak-anak,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang makna kelulusan tidak hanya terletak pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. “Kelulusan sejati bukan hanya angka di ijazah, tetapi bagaimana kalian menjadi pribadi yang lebih santun, menghormati orang tua, dan mengutamakan adab di atas ilmu,” jelasnya. 

    Ia juga mendorong para lulusan untuk terus belajar, melanjutkan pendidikan, serta menjaga nama baik almamater. “Jaga nama baik sekolah, ceritakan hal-hal baik yang kalian dapatkan, dan jadilah manusia yang menebar kebaikan,” pesannya.

    Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Eko Rahmanto, menyampaikan rasa haru dan bangga atas capaian para siswa. Ia mengaku terharu menyaksikan penampilan siswa dalam acara tersebut. “Ini bukan kesedihan, tapi kebanggaan. Bahkan baru satu penampilan saja, saya sudah tidak mampu menahan air mata,” ungkapnya. 

    Ia juga menuturkan kedekatannya dengan sekolah serta melihat perkembangan kualitas lulusan yang semakin baik dari waktu ke waktu.

    Eko Rahmanto turut menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru, karyawan, serta orang tua siswa yang telah bersinergi dalam mendidik generasi muda. “Kami dari komite sekolah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perjuangan bapak ibu guru dalam mendidik anak-anak kami, serta kepada wali siswa yang telah bersinergi bersama sekolah,” jelasnya. 

    Ia menambahkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan masa depan. “Ilmu itu penting, tetapi adab berada di atas ilmu. Kita berharap generasi kita menjadi generasi yang kuat, tangguh, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

    Akhirussanah ini tidak hanya menjadi penutup masa belajar di bangku SMA, tetapi juga menjadi awal langkah para lulusan dalam menapaki masa depan dengan bekal ilmu dan adab, sebagaimana tema yang diusung dalam kegiatan tersebut. (Sofyan)


    Baca juga: Mudir PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Lulusan Harus Siap Kuliah, Siap Kerja, dan Siap Dakwah


Top