Proses produksi acara talkshow televisi dari kelompok 5 mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi dengan menghadirkan narasumber Sofyan Yuli Antonius, S.Sos.


    Praktikum Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara Produksi Acara Talkshow Televisi

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Salah satu kelompok Mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) nampak aktif mengerjakan tugas praktikum mata kuliah Produksi Siaran Televisi berupa talkshow dengan menghadirkan narasumber Sofyan Yuli Antonius, S.Sos (Wirausahawan Bidang Komunikasi Mandiri) dipandu host acara Hanifa Anitasari mengangkat tema: Melihat Jejak Profesi Mandiri Bidang komunikasi (Jurnalis, Penyiar Radio, Dosen atau Pengajar Tentang Dunia Jurnalistik dan Siaran Radio). Bertempat di Ruang Studio atau Laboratorium Multimedia. Rabu (22/5/2024).

    Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 5 ini terdiri Putri Anggoro Wati sebagai Director sedangkan Kameramen oleh Zulfa Qurrota 'Ayun, Aprina Intan Pratiwi secara aktif mengatur jalannya acara talk show dari awal hingga akhir. 

    Dosen mata kuliah Produksi Siaran Televisi, Hariyanto, S.Sos, M.I.Kom saat dikonfirmasi menyampaikan adanya penugasan produksi acara talkshow kepada mahasiswa ilmu komunikasi bertujuan untuk memberikan pengalaman kuliah praktikum mendesain dan memproduksi salah satu acara siaran untuk televisi. 

    "Mahasiswa yang diberikan tugas adalah semester VI kelas VI-A dan VI-B. Tiap-tiap kelompok terdiri dari 5-6 mahasiswa. Dari 2 kelas kurang lebih ada 10 kelompok," terangnya. 

    Kelompok 5 mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara saat foto bersama narasumber Sofyan Yuli Antonius usai produksi acara talkshow televisi.

    Baca juga: Kolaborasi Kementerian Luar Negeri BEM Tiga Kampus Lewat Studi Banding Antar Anggota BEM

    Lebih lanjut dikatakan, penugasan ini untuk memenuhi salah satu tugas karya video mahasiswa secara kelompok pada mata kuliah produksi siaran televisi yang nanti hasilnya akan diambil untuk penilaiannya sebagai ujian tengah semester (UTS) genap 2023/ 2024. 

    "Output karyanya untuk di upload di youtube channel Univet TV dan dishare pada media sosial masing-masing seperti Facebook dan IG TV. Outcome atau harapannya untuk membantu promosi penerimaan mahasiswa di prodi Ilmu Komunikasi," terangnya.

    Sementara itu dalam talkshow, narasumber Sofyan Yuli Antonius menceritakan awal mula karier sebagai jurnalis dan penyiar radio, sampai akhirnya memiliki label sendiri. 

    "Ketertarikan menjadi penyiar radio karena sering mendengar radio dan berpikir kerja jadi penyiar radio itu enak hanya ngomong dibayar. Untuk mewujudkan keinginan jadi penyiar radio ikut kursus penyiar radio selama 6 bulan di LPK In Made Solo tahun 2003. Pada bulan ke lima ada magang di stasiun radio, saya magang di Radio Swara Graha. Selesai magang ada lowongan penyiar radio di Radio Swara Graha lalu saya ikut seleksi hanya dibutuhkan 2 penyiar dan diterima jadi penyiar radio," kenangnya.

    Terkait terjun ke bidang jurnalis, Sofyan begitu sapaannya mengatakan pada tahun 2004 selain sebagai penyiar radio ada tugas tambahan sebagai reporter radio meliput acara music tour di berbagai kota. Untuk menambah ilmu jurnalistik masuk kuliah di prodi Ilmu Komunikasi Univet Bantara.

    "Pada akhir semester ada magang di salah satu majalah pendidikan di Solo. Saya ikut magang di majalah dan aktif sebagai jurnalis hingga sekarang. Pada tahun 2013 saya mengelola majalah Larise dan tahun 2016 sampai sekarang di majalahlarise.com," paparnya.

    Sebelum akhir acara talkshow, pria yang juga Dosen praktisi di Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara Sukoharjo memberikan motivasi dan pesan kepada mahasiswa agar terus berlatih mengembangkan bakat yang dimilikinya terutama dalam bidang komunikasi. 

    "Teruslah berlatih sampai kapanpun. Insyaallah ketrampilan yang dimiliki akan berguna nantinya bagi diri sendiri maupun bermanfaat bagi orang lain. Kata-kata motivasi saya yaitu perjelas visimu, fokus pada tujuanmu dan sempurnakan prosesmu hingga hasilkan karya berkualitas dan bermanfaat," ungkapnya. (Yuan)

    Baca juga: MIM Pandeyan Al Akbar Gelar Qur'anic Camp di Bumi Perkemahan Al Amin


    Kementrian BEM di 3 kampus berkumpul menjadi satu lingkaran dan melakukan sharing, saling bertukar pikiran dan pengalaman.


    Kolaborasi Kementerian Luar Negeri BEM Tiga Kampus Lewat Studi Banding Antar Anggota BEM

    Solo- majalahlarise.com -Kementerian Luar Negeri BEM Institut Islam Mambaul Ulum Surakarta (IIM) berkolaborasi dengan kementrian luar negeri BEM Universitas Surakarta (UNSA) dan BEM Universitas Duta Bangsa (UDB) mengadakan agenda Studi Banding antar anggota BEM yang diikuti 3 kampus di Surakarta, ada IIM, UNSA, dan UDB dengan jumlah peserta kurang lebih 99 orang. Studi banding bertempat di Ballroom Universitas Duta Bangsa. Rabu (22/5/2024).

    Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, mars mahasiswa dan sambutan dari presiden mahasiswa di setiap kampus. Presiden Mahasiswa BEM UDB Naufal Bagaskara dalam sambutan menyampaikan selamat datang kepada teman-teman BEM IIM dan BEM UNSA, terimakasih sudah hadir dan ikut meramaikan acara ini, mohon maaf apabila dalam memfasilitasi acara ini banyak kurangnya.

    Senada Presiden Mahasiswa BEM UNSA Bintang Akbar dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada kementerian luar negeri yang sudah menjembatani 3 kampus ini, kalau dari BEM UNSA sendiri baru pertama kali mengadakan anjangsana atau studi banding langsung 3 kampus. "Semoga pertemuan ini dapat menjaga relasi kita dan tali silaturahmi juga," ucapnya.


    Baca juga: MIM Pandeyan Al Akbar Gelar Qur'anic Camp di Bumi Perkemahan Al Amin

    Rozin Afianto selaku presiden mahasiswa BEM IIM memberikan sambutan menyampaikan banyak terimakasih kepada kawan-kawan Duta Bangsa yang sudah memfasilitasi pertemuan hari ini. "Semoga ini tidak pertama kali dan semoga akan terus berkelanjutan, untuk teman-teman terkhusus yang melanjutkan Badan Eksekutif Mahasiswa periode-periode selanjutnya, salah satu nilai yang kurang saat ini adalah persatuan, maka ini adalah bentuk upaya kita untuk mempersatukan bagaimana Solo Raya, Jawa Tengah, Indonesia, dan dunia," harapnya.

    Sharing perkementrian BEM menjadi salah satu acara utama, setiap kementrian BEM di 3 kampus berkumpul menjadi satu lingkaran dan melakukan sharing, saling bertukar pikiran dan pengalaman.

    Fioga selaku Kementrian Dalam Negeri BEM UDB mengaku kgiatan ini luar biasa, karena baru pertama kali ketemu kedekatannya juga enak, kita disini juga bisa sharing-sharing karena kita juga termasuk baru, dapat ilmu dari IIM terus juga dari UNSA juga.

    "Kedepannya nanti untuk periode selanjutnya bisa kayak gini lagi, mungkin malah bisa berkolaborasi untuk beberapa kegiatan," tutur Fioga.

    Rofiq selaku Kementrian Luar Negeri BEM IIM mengatakan kegiatan ini sangat menarik karena dapat menambah relasi antar BEM kampus lain. Dengan kegiatan ini juga kita bisa belajar bagaimana manajemen organisasi yang ada di kampus lain.

    "Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menguatkan tali silaturrahmi dan persatuan dengan BEM kampus lain. Semoga kedepannya kegiatan ini dapat dikembangkan dan dapat menjangkau universitas-universitas ternama sebagai sarana meningkatkan internal BEM yang lebih progresif," terang Rofiq. (Sofyan)

    Baca juga: SMP Negeri 8 Surakarta Gelar Manasik Haji

    Siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Pandeyan Al Akbar (MIMPA) saat mengikuti kegiatan outbound.


    MIM Pandeyan Al Akbar Gelar Qur'anic Camp di Bumi Perkemahan Al Amin

    Karanganyar- majalahlarise.com -Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Pandeyan Al Akbar (MIMPA) sukses menggelar acara Qur'anic Camp pada tanggal 21-22 Mei 2024. Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Al Amin, Ngargoyoso, Karanganyar ini diikuti oleh 108 siswa kelas VI.

    Qur'anic Camp kali ini menghadirkan dua tokoh inspiratif, yaitu Trainer Ustaz Nuruddin dan Motivator Nasional Ustaz Pujiono. Kedua tokoh tersebut memberikan materi yang sangat bermanfaat dan memotivasi para siswa untuk lebih mendalami ajaran Al-Qur'an serta meningkatkan semangat belajar mereka.

    Ustaz Nuruddin, sebagai trainer, memberikan Outbound intensif mengenai kedisiplinan, kekompakan team, kejujuran serta kompetisi. Setelah outbound lapangan dilanjutkan tadarus Qur'an dipandu Ustad Rosyid, ustd Mulyono pemahaman dan penghafalan Al-Qur'an. Sementara itu, Ustaz Pujiono memberikan motivasi yang menginspirasi para siswa agar tetap semangat dalam menuntut ilmu dan mencapai cita-cita mereka.

    Kepala Sekolah MIM Pandeyan Al Akbar, Agus Sutrisno, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter siswa yang dirancang oleh sekolah. "Kami berharap melalui kegiatan ini, para siswa dapat lebih mendekatkan diri kepada Al-Qur'an dan memiliki motivasi yang kuat untuk meraih prestasi akademik dan non-akademik," ujarnya.

    Kegiatan Qur'anic Camp ini diisi dengan berbagai aktivitas menarik seperti tadarus bersama, ceramah motivasi, dan kegiatan outbond yang mengasah keterampilan serta kekompakan para siswa. Para peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian acara.

    "Dengan berakhirnya Qur'anic Camp ini, diharapkan para siswa kelas VI MIM Pandeyan Al Akbar dapat mengambil banyak pelajaran berharga yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta terus meningkatkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur'an," harapnya. (Sofyan)

    Baca juga: SMP Negeri 8 Surakarta Gelar Manasik Haji

    Siswa saat melaksanakan manasik haji.


    SMP Negeri 8 Surakarta Gelar Manasik Haji

    Solo- majalahlarise.com -Manasik haji merupakan hal yang penting diperkenalkan sejak dini kepada para siswa agar benar-benar memahami bagaimana tata cara melaksanakan rukun Islam kelima ini. Oleh karena itu pada hari Rabu, tanggal 22 Mei 2024 dilaksanakan manasik haji yang diikuti oleh siswa kelas IX SMP Negeri 8 Surakarta dibawah pimpinan Triad Suparman, M.Pd.

    Seluruh siswa laki-laki memakai ihram putih dan siswa perempuan mengenakan pakaian yang menutup aurat berwarna putih mengikuti kegiatan yang digelar sejak pukul 07.00 WIB pagi. 

    Koordinator kegiatan, Nur barokah, S.Pd.I menjelaskan praktik manasik adalah bentuk pembelajaran diluar kelas yang merupakan perwujudan materi pelajaran fikih. 

    Tujuannya agar siswa-siswi memahami betul akan kaidah dan tata cara berhaji juga memahamkan mereka terhadap kisah nabi-nabi yang diabadikan dalam ibadah haji ini. Oleh karena itu memang manasik yang dilakukan oleh siswa-siswi SMP Negeri 8 Surakarta ini dilakukan dan dibuat sedetail mungkin menyerupai ibadah haji. Kegiatan pembelajaran manasik haji ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu diperingati bertepatan momentum ibadah haji dan Idul Adha.

    Para siswa saat foto bersama usai melaksanakan manasik haji.

    Baca juga: Siapkan Mahasiswa Sejak Dini, Prodi DKV ISI Surakarta Adakan Sosialisasi Internal Program MSIB Angkatan VII

    Bertempat di Kompleks Religi Firdaus Fatimah Zahra Gunung Pati Semarang kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas IX yang beragama Islam yang berjumlah 97 siswa. Seluruh peserta kegiatan Manasik Haji ini sudah mempersiapkan segala pernak-pernik yang dibutuhkan layaknya kegiatan ibadah haji yang dilakukan oleh umat Islam pada umumnya. 

    Triad Suparman, M.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 8 Surakarta membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya menyampaikan acara kegiatan simulasi Manasik Haji ini merupakan bentuk praktik nyata sekaligus kewajiban umat Islam bagi yang mampu untuk menunaikan rukun Islam yang ke-lima. Dirinya mendoakan anak-anak semua yang melakukan kegiatan ini, dikabulkan nantinya untuk memenuhi panggilan Allah.  Kepala Sekolah yang sudah melakukan ibadah haji beberapa tahun yang lalu itu juga menekankan tentang semangat dalam meniatkan diri untuk berhaji sejak dini. 

    Waka Kesiswaan SMP Negeri 8 Surakarta, Wahyu Prihatin Sayekti, S.Pd. dalam sambutan menyemangati untuk senantiasa menumbuhkan semangat haji sejak dini. Pelaksanaan manasik haji ini diharapkan mampu memberikan wawasan kepada siswa tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji, memberikan pendidikan keislaman, serta dapat memberi motivasi bagi siswa untuk berniat melaksanakan ibadah haji di Baitullah.

    Selain itu juga untuk mengimplementasikan kurikulum, latihan manasik haji juga bertujuan agar siswa memahami rukun-rukun haji sejak dini. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai mengingatkan peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjadi teladan atas sifat disiplin, tanggung jawab, akhlak mulia, dan kesabaran. Kegiatan ini juga merupakan pendidikan karakter bagi siswa. Dengan mengenal proses pelaksanaan haji dan umroh, karakter religius siswa diharapkan akan terbangkitkan.

    "Selain pemahaman teoritis, penting juga bagi siswa untuk memahami rukun dan ketentuan lainnya secara praktis dalam pelaksanaan haji. Bukan hanya menghafalkan bacaan dan doa, tetapi juga memahami rukun yang harus dilakukan secara fisik dalam pelaksanaan haji," terangnya.

    Sesampainya di Firdaus Fatimah Zahra, Semarang, pukul 09.00 WIB,  para siswa berkumpul dan mendapatkan pengarahan dari Prayitno. sebagai pemandu manasik haji kali ini. Dalam arahannya Prayitno mengingatkan kembali kepada siswa terkait doa-doa yang harus dibaca saat pelaksanaan manasik haji. Setelah mendengarkan pengarahan, peserta manasik haji melaksanakan semua rangkaian manasik haji mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabid, melontar jumrah, tawaf, sa’i dan tahalul. 

    Kemudian larangan-larangan selama ibadah berlangsung, seperti tidak boleh memetik pepohonan dan berbicara kasar. "Alhamdulillah, semua siswa mengikuti semua rangkaian kegiatan manasik haji kali ini dengan penuh antusias. Praktik manasik haji kepada anak-anak dapat memberikan nilai positif dan motivasi orang tua untuk menunaikan rukun Islam kelima ini," tuturnya.

    Kegiatan manasik haji ini dengan mengusung tema “Menumbuhkan Semangat Haji Sejak Dini, dimaksudkan untuk menanamkan semangat setiap muslim dalam menjalani ibadah haji. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan dimasa mendatang dimampukan untuk menunaikan ibadah haji yang sesungguhnya.

    Serangkaian kegiatan ini di pandu oleh Prayitno, Nur Barokah, S.PdI., Iffah Mutmainah, S.Pd., Abdullah Yusuf,S.Pd.I selaku guru pendidikan agama Islam sekaligus pendamping manasik haji, serta di bantu oleh Prico Diana Dewi, S.Pd.,MH., Sri Supadmi, S.Pd., Biyanto, S.Kom.

    Nur Barokah, S.Pd.I selaku Guru Agama Islam sekaligus Pendamping dan Koordinator kegiatan menyampaikan kegiatan ini merupakan implementasi dari Tujuan Pembelajaran (TP) pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang harus dimiliki oleh peserta didik, tahun depan Insya Allah kita adakan lagi. Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan praktik sesungguhnya dalam kegiatan ibadah Haji.

    Setelah selesai melakukan giat manasik pada pukul 11.30 WIB kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Masjid Agung, Jawa Tengah untuk melakukan giat religi sholat Dhuhur dan Asar. Kemudian melakukan giat wisata ke Lawang Sewu, dan terakhir melakukan perjalanan menuju Surakarta, dan tiba di SMP Negeri 8 Surakarta pada pukul 18.00 WIB. Semoga sukses dan menjadi anak yang sholeh sholeha. (Sofyan)

    Baca juga: Pupuk Kemandirian dan Peduli Lingkungan SD Muhammadiyah PK Solo Gelar Smart Children Camp


    Sosialisasi Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) angkatan ke VII Prodi DKV ISI Surakarta.


    Siapkan Mahasiswa Sejak Dini, Prodi DKV ISI Surakarta Adakan Sosialisasi Internal Program MSIB Angkatan VII

    Solo- majalahlarise.com -Pada semester kedua tahun 2024, program MSIB Angkatan VII kembali diselenggarakan. Program ini dirancang untuk mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

    Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) ini merupakan salah satu program unggulan dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pembelajaran di dunia kerja.

    Kegiatan sosialisasi internal yang dipandu oleh Kaprodi DKV, Rendya Adi Kurniawan, M.Sn., dan Koordinator MSIB ISI Surakarta, Asmoro Nurhadi Panindias, S.Sn., M.Sn di Ruang Mini Cinema, Gedung Laboratorium Terpadu Multi Matra Kampus 2 FSRD ISI Surakarta, Kampus Mojosongo.

    Tampak 80 mahasiswa ini mengikuti kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual FSRD Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mengadakan sosialisasi Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) angkatan ke VII ini diselenggarakan pada Selasa, 21 Mei 2024.

    Baca juga: Pupuk Kemandirian dan Peduli Lingkungan SD Muhammadiyah PK Solo Gelar Smart Children Camp

    Acara dibuka oleh Kaprodi DKV, Rendya Adi Kurniawan, M.Sn yang menyampaikan pengantar mengenai program MBKM dan pelaksanaannya di ISI Surakarta. Selain itu juga menjelaskan beberapa kebijakan MBKM di Prodi DKV terkait persyaratan, prosedur, dan konversi mata kuliah. 

    Selanjutnya, Koordinator MSIB ISI Surakarta, Asmoro Nurhadi Panindias, S.Sn., M.Sn. memaparkan materi tentang Program MSIB VII yang mencakup pengenalan program, tujuan dan manfaat, alur pendaftaran dan seleksi, serta hak dan kewajiban peserta.

    MSIB adalah salah satu program MBKM yang terdiri dari Magang Bersertifikat Kampus Merdeka (MSIB) yang memberikan pengalaman belajar melalui magang di industri, serta Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka, yang dirancang berdasarkan tantangan nyata dari mitra industri.

    Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis di dunia profesi yang mereka impikan, melampaui pembelajaran dari kelas, laboratorium, dan perpustakaan.

    Melalui sosialisasi ini, mahasiswa DKV diharapkan dapat memanfaatkan program MSIB untuk mendapatkan pengalaman nyata di dunia kerja, yang sangat penting untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia profesi. Sesi sosialisasi diakhiri dengan sesi tanya jawab, dimana mahasiswa bertanya mengenai berbagai aspek program MSIB hingga ke konversi mata kuliah.

    Asmoro NPA juga memberikan informasi lebih lanjut mengenai program MSIB dan pendaftarannya, mahasiswa dapat menghubungi Koordinator MSIB ISI Surakarta atau mengunjungi situs resmi https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/ imbuhnya. (Sofyan)

    Baca juga: Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Narasumber Bagi Kader Keamanan Pangan Sekolah 

    Murid saat kegiatan tali temali membuat dragbar.


    Pupuk Kemandirian dan Peduli Lingkungan SD Muhammadiyah PK Solo Gelar Smart Children Camp


    Solo- majalahlarise.com -Sebanyak 139 murid kelas IV dan V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan kemah Smart Children Camp (SCC) ke-IX Kepanduan Hizbul Wathan (HW) di Agrowisata Kampung Karet, Kenteng, Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa-Rabu (21-22/5/2024). Tema yang diusung pada kegiatan ini adalah "Membentuk Karakter Mandiri dan Peduli Lingkungan".

    Ketua panitia SCC ke-IX, Ima Halimatus Sa'diyah, menyampaikan bahwa peserta dibagi menjadi 6 kuntum (kelompok) putra dan 8 kuntum putri. Menariknya, armada yang digunakan untuk mengangkut peserta menggunakan empat truk dan satu bus dari kesatuan Brimob Batalyon C Surakarta.

    "Melalui kemah ini kami berharap anak-anak terasah karakter kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan melalui rangkaian kegiatan selama dua hari ini," ujarnya.


    Baca juga: Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Narasumber Bagi Kader Keamanan Pangan Sekolah 

    Ima menjelaskan rangkaian kegiatan di hari pertama meliputi, upacara pembukaan, menanam bibit buah alpukat, wide game, dan pentas seni bersamaan dengan api unggun. Hari kedua diisi dengan senam pagi dan outbound.

    "Karakter kepedulian lingkungan diwujudkan dalam kegiatan penanaman bibit pohon di area lokasi kegiatan, penggunaan tumbler untuk isi ulang minuman, dan makan tidak menggunakan piring sekali pakai atau boks. Sedangkan karakter kemandirian ditumbuhkan melalui kegiatan wide game dan outbond." ungkap Ima.

    Kegiatan wide game diisi materi dasar kepanduan, yaitu sandi angka, tanaman obat keluarga (TOGA), tali temali membuat dragbar, sambung ayat Al-Qur'an, baris-berbaris, janji HW, undang-undang HW, dan menyanyikan mars HW.

    "Untuk outbound diisi permainan ketangkasan, dinamika kelompok, serta susur sungai," kata Ima.

    Salah satu murid kelas IV, Cattleya Aisha Ailaniarka Diandra, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya mengikuti perkemahan.

    "Semua kegiatannya menyenangkan, terutama saat api unggun, kami bisa tampil dalam pentas seni hasil latihan bersama kuntum kami sendiri. Meskipun capai, tetap semangat," ungkap Chacha, panggilan akrabnya. (Sofyan)

    Baca juga: Platform Millenials Menginspirasi Selenggarakan Webinar Nasional, Menggali Potensi Digital Mendorong Inovasi dalam Pendidikan Generasi Emas



    Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Keamanan Pangan bagi Kader Keamanan Pangan Sekolah yang digelar Balai POM Surakarta.


    Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Narasumber Bagi Kader Keamanan Pangan Sekolah 

    Solo- majalahlarise.com -Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo menjadi narasumber yang diundang dalam Bimbingan Teknis Keamanan Pangan bagi Kader Keamanan Pangan Sekolah yang digelar Balai POM Surakarta di Front One Hotel Sragen Jl Brigjen Katamso No 37, Kebayan 1, Sragen Kulon, Kec. Sragen, Kabupaten Sragen, Rabu (22/5/2024).

    Paparan pertama disampaikan Kepala Sekolah Sri Sayekti bertajuk Pentingnya Implementasi Keamanan Pangan di Kantin Sekolah.  Dia menyampaikan program kantin sekolah  sebagai bagian integral dari program sekolah secara keseluruhan sehingga dikelola oleh tim yang mendapat surat keputusan (SK) dari Kepala Sekolah. 

    “Memiliki program kerja, sasaran, target,  standart operasional prosedur (SOP) yang baku. Dibina oleh Dinas kesehatan, Dinas Pendiikan, Badan pengawas obat dan makanan (BPOM). Lalu, bekerjasama dengan Fakultas Kesehatan dan fakultas kedokteran gigi (FKG UMS), STIKES Aisyah Surakarta, RS PKU Muhammadiyah Ska Gita Pertiwi, dan Ricolto Belgia,” terangnya.

    Dia menambahkan, tujuan adanya kantin sehat ramah anak dimulai dari meningkatkan proses pembelajaran sebagai indikasi sekolah sehat, memiliki ketahanan pangan dan Kesehatan. Menciptakan kondisi sekolah yang baik, untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah  dapat bertanggungjawab. 

    “Dalam upaya-upaya menjaga kesehatan lewat penyediaan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Mengenalkan Konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman sehingga anak mengetahui dan membawa kepada keluarga keragaman konsumsi pangan,” harapnya.

    Baca juga: Platform Millenials Menginspirasi Selenggarakan Webinar Nasional, Menggali Potensi Digital Mendorong Inovasi dalam Pendidikan Generasi Emas

    Dihadiri langsung Kader keamanan pangan sekolah seperti Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sragen, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sragen, SD N Plupuh 2, Sragen, SD N Mojopuro 1, Sragen, SD N Jetiskarangpung 1, Sragen, SMP N 1 Sambungmacan, Sragen, MTS N 4 Sragen, SMA N 1 Gondang, Sragen, SMK Sakti Gemolong, Sragen, MAN 1 Sragen. 

    Kepala Balai POM di Surakarta dalam sambutan yang dibacakan oleh Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda, Singgih Dwi Cahyo, S.Farm, Apt karena Kepala Balai POM berhalangan hadir sekaligus membuka bimbingan teknis tersebut menyampaikan salah satu tugas dan fungsi dari Balai POM di Surakarta adalah pemberdayaan dalam penyediaan pangan yang aman dan bermutu, termasuk Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). 

    Keamanan dan mutu produk pangan yang beredar di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama dari sekolah, penyedia PJAS di sekitar lingkungan sekolah dan OPD terkait, sedangkan pangan yang beredar di luar lingkungan sekolah membutuhkan peran dari orang tua dan kemandirian dari siswa.

    “Oleh karena itu, kemandirian sekolah dalam penerapan keamanan pangan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah menjadi hal yang penting,” ujarnya.

    Lebih lanjut, dalam mewujudkan kemandirian tersebut, perlu adanya Kader Keamanan Pangan Sekolah yang bertugas untuk melakukan pengawasan keamanan pangan dan penyebaran pesan keamanan pada komunitas sekolah. 

    Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada Kader Keamanan Pangan Sekolah terkait keamanan pangan dan mewujudkan kemandirian sekolah untuk melindungi diri daei peredaran PJAS yang tidak aman dan bermutu, perlu dilakukan Bimbingan Teknis Keamanan Pangan untuk Kader Keamanan Pangan Sekolah.

    Setelah Bimtek, Kader akan mendapatkan sertifikat dari BPOM dan selanjutnya agar meneruskan ilmu yang diperoleh kepada komunitas sekolah dan mempraktikkan keamanan pangan. 

    “Setelah ini, BPOM akan melakukan intervensi langsung ke 8 sekolah terpilih di Kabupaten Sragen, mulai dari pembinaan, pendampingan pemenuhan kriteria kantin sehat, sampling dan pengujian PJAS, dan akhirnya nanti akan diterbitkan Sertifikat Sekolah dengan PJAS bagi sekolah dengan penilaian yang memenuhi syarat,” pungkasnya. (Sofyan)

    Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Beraksi di SAM, Ngarsopuro Gelar Photo Sketch Bimbel Chepot Promosi Persiapan Seleksi Jalur Mandiri 2024


Top