GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Sambut Riset UPI Bandung, Perkuat Pionir Pembelajaran AI
SOLO - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah dasar unggulan berwawasan global dengan menerima kunjungan observasi akademik dari tim peneliti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Kunjungan tersebut menjadi pengakuan atas berbagai inovasi pembelajaran yang dikembangkan sekolah, khususnya implementasi Kurikulum Berbasis Artificial Intelligence (AI), koding, serta penguatan karakter Islami yang terintegrasi dalam proses pendidikan.
Tim peneliti UPI Bandung dipimpin Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., didampingi Dr. Yanti Shantini, M.Pd., Dr. Wilodati, M.Pd., dan Lingga Utami, M.Pd. Mereka melakukan observasi langsung terhadap ekosistem pendidikan modern yang diterapkan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, mulai dari model pembelajaran berbasis teknologi hingga budaya sekolah yang berorientasi pada pembentukan Profil Pelajar Berkemajuan.
Pelaksana Tugas Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Sri Martono Lanjarsari, menjelaskan sekolah menerapkan filosofi "Kapal Dakwah" sebagai landasan dalam mengelola lembaga pendidikan. Menurutnya, kualitas sekolah harus berjalan seiring dengan misi dakwah Muhammadiyah melalui pendidikan yang unggul.
"Amal Usaha Muhammadiyah adalah kendaraan dakwah. Kita tidak mungkin memajukan syiar agama jika kapal penggeraknya atau lembaga dibiarkan karam. Kesuksesan sekolah ini adalah kesuksesan dakwah kita bersama," ujar Sri Martono Lanjarsari.
Ia menjelaskan, paradigma pendidikan di SD Muhammadiyah 1 Ketelan telah bergeser sepenuhnya menuju ekosistem pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered ecosystem). Pembelajaran tidak lagi berorientasi pada institusi, melainkan pada pengembangan karakter, kompetensi, kreativitas, dan kepemimpinan murid melalui implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), yang memadukan AI, koding, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta Project-Based Learning.
Untuk mendukung transformasi tersebut, sekolah mengoptimalkan peran sekitar 70 guru dan tenaga kependidikan yang mengelola berbagai pusat pembelajaran. Kawasan sekolah dibagi menjadi Pusat Inovasi dan Teknologi yang meliputi Laboratorium Komputer, Laboratorium MIPA, dan Studio Radio Streaming Solo Belajar. Selain itu terdapat Pusat Seni dan Budaya dengan fasilitas ruang karawitan, musik, serta musala, serta Pusat Kesejahteraan Siswa yang dilengkapi kantin sehat, UKS, hingga ruang laktasi bagi orang tua.
Tidak hanya menjadi pionir dalam pembelajaran AI dan koding, SD Muhammadiyah 1 Ketelan juga mengembangkan potensi nonakademik melalui 26 kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya Robotic Club, Science Club, seni karawitan, pedalangan, kriya batik, Tapak Suci, hingga renang. Sekolah juga menargetkan peningkatan capaian prestasi dari 750 prestasi pada tahun sebelumnya menjadi 1.000 prestasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Sri Martono menambahkan tingginya kepercayaan masyarakat tercermin dari penerimaan peserta didik baru yang selalu memenuhi kuota, yakni 112 siswa atau 100 persen dari daya tampung sekolah.
"Dengan keterisian siswa baru yang selalu mencapai target 100 persen, membuktikan integrasi antara kedalaman spiritual, budaya lokal, dan kecerdasan artifisial mampu melahirkan generasi emas yang siap bersaing di panggung internasional," pungkasnya.
Kunjungan akademik dari tim UPI Bandung diharapkan semakin memperkuat posisi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta sebagai sekolah rujukan nasional dalam pengembangan pembelajaran berbasis AI, koding, dan pendidikan karakter, sekaligus menjadi inspirasi bagi transformasi pendidikan dasar di Indonesia. (Sofyan)
![]() |
| Kepala SMP Negeri 2 Pracimantoro, Asih Budi Utami, S.Pd saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. |
Penguatan PBB SMPN 2 Pracimantoro Bentuk Karakter Disiplin dan Jiwa Kepemimpinan Murid
WONOGIRI - majalahlarise.com – SMP Negeri 2 Pracimantoro menyelenggarakan kegiatan Penguatan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bagi seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX pada Selasa–Kamis, 21–23 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Tubokarto, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri ini melibatkan anggota Koramil 13 Pracimantoro bersama bapak dan ibu guru serta tenaga kependidikan SMP Negeri 2 Pracimantoro sebagai pendamping.
Selama tiga hari pelaksanaan, para murid memperoleh materi latihan dasar baris-berbaris yang dipandu langsung oleh anggota Koramil 13 Pracimantoro. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan menjadi sarana pembinaan karakter melalui latihan yang menekankan kedisiplinan, kekompakan, serta kepatuhan terhadap instruksi.
Kepala SMP Negeri 2 Pracimantoro, Asih Budi Utami, S.Pd, menjelaskan kegiatan Penguatan PBB merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh. Menurutnya, latihan baris-berbaris bukan sekadar melatih gerakan fisik, tetapi juga menanamkan berbagai nilai positif yang akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
![]() |
| Kegiatan Penguatan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bagi seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX pada Selasa–Kamis, 21–23 Juli 2026. |
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan kedisiplinan, meningkatkan rasa tanggung jawab, membentuk sikap percaya diri, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada diri setiap murid,” jelas Asih Budi Utami.
Ia menambahkan, antusiasme seluruh murid terlihat sejak hari pertama hingga penutupan kegiatan. Seluruh peserta mengikuti setiap sesi latihan dengan penuh semangat dan menunjukkan partisipasi yang baik.
“Semua murid sangat semangat mengikuti kegiatan PBB. Mulai hari pertama hingga hari terakhir mereka tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian latihan,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah juga berupaya menanamkan nilai-nilai kepribadian luhur, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, percaya diri, ketaatan, ketertiban, nasionalisme, serta rasa cinta tanah air. Seluruh guru, tenaga kependidikan, dan anggota Koramil 13 Pracimantoro bekerja sama mendampingi para murid agar tujuan pembelajaran karakter dapat tercapai secara optimal.
Asih berharap pengalaman selama mengikuti Penguatan PBB dapat memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter peserta didik. “Setelah mengikuti kegiatan ini, kami berharap anak-anak memiliki rasa disiplin, tanggung jawab, percaya diri, serta mampu menerapkan sikap tertib dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” pungkasnya. (Sofyan)
Artikel Pengembangan Profesi
Membangun Wellbeing Siswa Broken Home Melalui Pendekatan Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Bimbingan Konseling
Oleh: Misi Kamia Wati, S.Pd.
Mahasiswa S2 Uniiversitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
![]() |
| Misi Kamia Wati, S.Pd. |
Fenomena keluarga broken home bukan lagi persoalan yang asing di lingkungan pendidikan. Banyak siswa broken home mengalami kesedihan, kecemasan, rasa tidak berharga, kesulitan mengendalikan emosi, hingga kehilangan motivasi belajar. Dalam konteks inilah, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada pencapaian nilai, tetapi juga harus hadir sebagai ruang pemulihan dan penguatan jiwa Ilmu Bimbingan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam membantu siswa mencapai kesejahteraan psikologis. Integrasi antara ilmu BK dan AIK dapat menjadi kekuatan besar dalam mendampingi siswa broken home, karena tidak hanya menyentuh aspek psikologis, tetapi juga spiritual dan moral. Dalam perspektif Islam, setiap manusia memiliki kemuliaan yang tidak bergantung pada kondisi keluarganya. Allah SWT, berfirman: “Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam…” (QS. Al-Isra’: 70).
Ayat ini memberikan pesan bahwa siswa yang berasal dari keluarga broken home tetap memiliki martabat yang sama di hadapan Allah. Pendekatan BK modern, khususnya Cognitive Behavioral Therapy (CBT), menekankan bahwa pikiran memengaruhi perasaan dan perilaku. Ketika siswa terus-menerus memikirkan bahwa dirinya tidak berharga, maka ia akan merasa sedih, menarik diri, dan kehilangan semangat belajar. Menariknya, prinsip ini sejalan dengan ajaran Islam tentang pentingnya menjaga prasangka dan pikiran. Rasulullah saw, bersabda: “Jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
BHadis tersebut dapat dimaknai bahwa pikiran negatif yang tidak berdasar dapat merusak kondisi batin seseorang. Dalam layanan BK berbasis AIK, konselor dapat membantu siswa mengidentifikasi pikiran negatifnya, kemudian menggantinya dengan keyakinan yang lebih sehat dan sesuai ajaran Islam. Konsep wellbeing dalam BK mencakup kemampuan menerima diri, memiliki hubungan positif dengan orang lain, memiliki tujuan hidup, serta mampu mengelola emosi. Islam sebenarnya telah mengajarkan fondasi wellbeing melalui konsep sakinah, thuma’ninah, dan tawakal. Allah berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Ayat ini menunjukkan bahwa ketenangan batin merupakan bagian penting dari kesejahteraan manusia. Siswa broken home sering mengalami kegelisahan karena merasa hidupnya tidak aman.
Oleh karena itu, layanan BK tidak cukup hanya memberikan nasihat umum, tetapi perlu membimbing siswa menemukan sumber ketenangan yang lebih dalam, yaitu kedekatan dengan Allah. Praktik sederhana seperti doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan refleksi diri dapat menjadi bagian dari strategi konseling yang membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan rasa aman. Nilai Kemuhammadiyahan juga relevan dalam pendampingan siswa broken home. Muhammadiyah menekankan gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang diwujudkan melalui pelayanan kemanusiaan dan pendidikan. Artinya, sekolah Muhammadiyah harus menjadi tempat yang ramah bagi siswa yang sedang mengalami masalah keluarga. Guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, dan teman sebaya perlu membangun budaya empati, bukan stigma. Melalui AIK mengajarkan bahwa setiap ujian hidup memiliki hikmah dan peluang pertumbuhan. Allah berfirman: “Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6).
Ayat ini penting untuk membangun harapan pada diri siswa. Banyak tokoh besar lahir dari keluarga yang tidak ideal, tetapi mampu berkembang karena memiliki dukungan sosial dan keyakinan diri. Konselor dapat membantu siswa menyusun tujuan hidup, mengenali potensi diri, dan merencanakan masa depan. Dengan demikian, siswa tidak terjebak pada masa lalu keluarganya, tetapi bergerak menuju masa depan yang lebih baik. Menurut saya, tantangan terbesar pendidikan saat ini bukan hanya meningkatkan prestasi akademik, tetapi memastikan setiap siswa merasa aman, dihargai, dan memiliki harapan. Siswa broken home sering hadir di kelas dengan luka yang tidak terlihat. Mereka mungkin tersenyum, tetapi menyimpan kecemasan tentang rumahnya. Jika sekolah hanya menilai dari nilai rapor dan kedisiplinan, maka banyak penderitaan siswa yang tidak pernah tersentuh.
Karena itu, integrasi Al-Islam Kemuhammadiyahan dengan ilmu Bimbingan Konseling perlu diperkuat secara nyata. BK berbasis AIK bukan sekadar menambahkan ayat atau hadis dalam sesi konseling, tetapi menghadirkan pendekatan yang memandang manusia secara utuh: sebagai makhluk psikologis, sosial, dan spiritual. Pada akhirnya, kesejahteraan siswa broken home bukan hanya tanggung jawab guru BK, melainkan tanggung jawab seluruh komunitas sekolah. Ketika sekolah mampu menjadi rumah kedua yang penuh kasih, maka banyak siswa yang semula merasa hancur dapat kembali bangkit. Pendidikan yang berlandaskan AIK dan didukung ilmu BK memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh, beriman, dan memiliki kesejahteraan psikologis yang baik meskipun berasal dari latar belakang keluarga yang tidak sempurna.
Pendidikan
554 Mahasiswa Univet Bantara Ikuti Pembekalan KKN Tahun Akademik 2025/2026, Rektor Tekankan Adab dan Solusi bagi Masyarakat
SUKOHARJO – majalahlarise.com – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahun Akademik 2025/2026 bagi 554 mahasiswa di Gedung Auditorium, Rabu (23/7/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai ini menjadi bekal mahasiswa sebelum diterjunkan ke masyarakat dengan materi yang mencakup pendidikan karakter, tata krama di lokasi KKN, potensi unggulan daerah, administrasi pemerintahan desa, pariwisata, pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga sistem pelaporan.
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum, saat membuka kegiatan menjelaskan KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kesiapan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman mengenai lokasi penempatan, perizinan, dan berbagai aspek teknis sebelum menjalankan pengabdian di desa.
"KKN ini salah satu kesempatan bagi kalian untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan semua yang telah diperoleh selama kuliah di lingkungan masyarakat. Selesaikan masalah itu dengan solusi, jangan sampai justru menimbulkan masalah baru," ujarnya.
Selain kemampuan akademik, Prof. Farida mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi KKN. Menurutnya, seluruh sikap dan perilaku mahasiswa akan menjadi cerminan Universitas Veteran Bangun Nusantara di mata masyarakat.
"Apa pun yang kalian lakukan akan dilihat sebagai representasi universitas. Kalau perilakunya baik, nama universitas ikut baik. Sebaliknya, jika buruk, citra perguruan tinggi juga ikut tercoreng. Image itu dibangun dalam waktu lama, tetapi bisa rusak sangat cepat, apalagi di era media sosial," ujarnya.
Prof. Farida juga memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya karakter dan adab. Ia mengingatkan mahasiswa agar disiplin, menghormati nilai-nilai kebangsaan, serta menjaga etika dalam setiap aktivitas.
"Ilmu itu penting, tetapi adab jauh lebih penting. Tidak ada gunanya ilmu setinggi langit jika tidak memiliki adab. Dari hal-hal kecil seperti sikap saat menyanyikan Indonesia Raya dan berdoa, karakter seseorang sudah terlihat," katanya.
Menutup arahannya, Rektor mengajak mahasiswa memanfaatkan masa KKN untuk meninggalkan jejak positif di masyarakat. Ia meminta mahasiswa aktif berkomunikasi dengan dosen pembimbing lapangan agar setiap program maupun kendala dapat dikonsultasikan dengan baik.
"Jangan sampai KKN hanya menjadi ajang pindah tidur atau sekadar mencari suasana baru. Manfaatkan waktu yang singkat itu untuk meninggalkan kenangan yang baik, memperoleh doa dari masyarakat, dan membuka jalan menuju kesuksesan masa depan. Saya berharap kalian semua sukses menjalankan KKN dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pusat KKN Univet Bantara, Ainur Komariah, S.T., M.Sc, melaporkan sebanyak 554 mahasiswa mengikuti pembekalan sebelum diterjunkan ke lokasi KKN. Para peserta terbagi dalam 56 kelompok yang akan melaksanakan pengabdian di empat kecamatan di Kabupaten Wonogiri, yakni 12 kelompok di Kecamatan Manyaran, 12 kelompok di Kecamatan Wuryantoro, 16 kelompok di Kecamatan Nguntoronadi, dan 16 kelompok di Kecamatan Baturetno. Pelaksanaan KKN juga akan didampingi 36 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Ainur menjelaskan pembagian kelompok dilakukan secara acak sebagai bagian dari proses pembelajaran agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan memperkuat kemampuan berkolaborasi.
"Kami tidak bermaksud memberikan tekanan dengan mengelompokkan mahasiswa bersama teman yang belum dikenal. Kami berharap adik-adik dapat meningkatkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan mahasiswa lain yang sebelumnya belum dikenal," ujarnya.
Ia berharap seluruh mahasiswa dapat bekerja sama dengan baik selama menjalankan program KKN. Menurutnya, pembekalan menjadi bekal penting agar mahasiswa memahami penyusunan program kerja, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan laporan di lokasi pengabdian.
"Harapan kami, seluruh mahasiswa mendapatkan informasi yang cukup sebelum terjun ke masyarakat sehingga tidak bingung dalam merancang program kerja, melaksanakan kegiatan, maupun menyusun pelaporan," katanya.
Pembekalan KKN reguler menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas berbagai bidang strategis, mulai pendidikan karakter dan tata krama mahasiswa, potensi unggulan lokal Kabupaten Wonogiri dan administrasi pemerintahan desa, pariwisata dan agrowisata, ekonomi kreatif serta UMKM, pertanian dan ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, pendidikan, hingga sistem pelaporan KKN. Adapun pembekalan KKN nonreguler dijadwalkan berlangsung terpisah dengan metode daring pada Jumat sore dan luring pada Sabtu agar seluruh peserta memperoleh materi secara menyeluruh sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. (Sofyan)
Pendidikan
Rapat Koordinasi AUM PDM Boyolali Perkuat Sinergi Pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan
BOYOLALI - majalahlarise.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Boyolali melalui Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) menggelar Rapat Koordinasi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Bidang Pendidikan di Aula PDM Kabupaten Boyolali, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi, menyatukan visi, dan menyelaraskan program pendidikan Muhammadiyah dengan kebijakan Persyarikatan maupun pemerintah daerah.
Rapat koordinasi diikuti seluruh kepala sekolah AUM Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali, mulai jenjang SD/MI Muhammadiyah, SMP/MTs Muhammadiyah, SMA/MA Muhammadiyah, hingga SMK Muhammadiyah. Turut hadir pula jajaran Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Boyolali.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Boyolali, Drs. Kamtar, menjelaskan pentingnya membangun kolaborasi yang kuat di antara seluruh AUM pendidikan agar mampu menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
"Sinergi seluruh AUM pendidikan harus terus diperkuat. Dengan kebersamaan dan koordinasi yang baik, sekolah Muhammadiyah akan semakin unggul, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Persyarikatan," jelas Drs. Kamtar.
Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Boyolali, Drs. Ali Mushcson, M.Ag., menyampaikan materi mengenai Risalah Islam Berkemajuan (RIB) sebagai landasan gerak seluruh Amal Usaha Muhammadiyah. Ia menjelaskan pendidikan Muhammadiyah harus dibangun di atas nilai tauhid, berpedoman kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah, menghidupkan semangat ijtihad, mengembangkan sikap wasathiyah (moderat), serta menebarkan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.
"Nilai-nilai Risalah Islam Berkemajuan harus menjadi ruh dalam penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah. Dengan demikian, sekolah Muhammadiyah mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ujar Ali Mushcson.
Pada sesi berikutnya, Drs. Jamhari Harahap, M.Pd. memberikan sosialisasi mengenai berbagai kebijakan Pemerintah Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan. Materi tersebut menjadi bekal bagi para kepala sekolah dalam mengelola lembaga pendidikan sesuai regulasi yang berlaku sekaligus tetap menjaga karakter khas pendidikan Muhammadiyah.
Di sela kegiatan, Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, menyambut positif terselenggaranya rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini mampu memperkuat komitmen dan loyalitas seluruh insan pendidikan terhadap Persyarikatan Muhammadiyah.
"Rapat koordinasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan komitmen dan loyalitas terhadap Persyarikatan Muhammadiyah. Selain memperkuat profesionalisme guru, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antarsekolah agar AUM pendidikan di Boyolali semakin maju dan saling menguatkan," kata Pujiono.
Melalui rapat koordinasi ini, PDM Boyolali berharap seluruh AUM Pendidikan Muhammadiyah semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan sekolah-sekolah Muhammadiyah yang unggul, mencerahkan, adaptif terhadap perkembangan kebijakan, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. (Sofyan)
Artikel Pengembangan Profesi
Belajar dan Membelajarkan Pragmatik dalam Perspektif Linguistik Kontemporer sebagai Perwujudan Memahami Teks, Koteks, dan Konteks dalam Multikonteks Kehidupan Era Digital
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.
Guru Besar Bidang Pragmatik dan Pembelajaran Pragmatik
Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa
![]() |
| Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum. |
“Kawan, indahnya cerita dengan rajutan kata kala senja telah membuka mata, rasa, karsa, dan cipta dalam keheningan dan kesunyian pelukan rembulan dini hari”
Rasa syukur kepada Tuhan Yang maha Esa telah memberikan kesempatan dan ruang berliterasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca) atas kesempatan yang diberikan oleh Saudara Julia M. Arumia untuk menjadi pembaca pertama dan sekaligus memberikan komentar dan pengantar untuk buku yang luar biasa. Kesuksesan seorang dosen bukan diukur pada harta benda dan jabatan yang diperoleh dan dijalaninya tetapi akan lebih berharga saat melahirkan tulisan artikel atau buku yang dapat dibagikan ilmunya sebagai nilai amal jariah dan memiliki nilai kemaslahatan untuk umat sepanjang hayat. Selamat dan sukses untuk Saudara Julia M. Arumia yang telah berhasil dan sukses menulis ide cemerlang dan menerbitkan buku berjudul “Pragmatik dalam Perspektif Linguistik Kontemporer” yang sangat motivatif dan inspiratif.
Belajar linguistik fungsional khususnya pragmatik harus terus memiliki reportoar multikonteks kehidupan sesuai dengan perkembangan teknologi kekinian. Hal ini sebagai salah satu upaya agar pemahaman teks, koteks, dan konteks yang digunakan untuk memahami maksud dibalik ujaran seorang penutur dapat sesuai yang dimaksud oleh penutur. Pemahaman ini sangat berkaitan dengan pemahaman pragmatik kehidupan dalam perspektif linguistik kontemporer. Tulisan tersebut sangat menarik karena mengkaji dan membahas pragmatik dalam perspektif linguistik kontemporer yang sangat komprehensif secara teoritik dan praktik. Dengan demikian pembaca akan dapat menjelajahi rimba kata dengan aneka makna teks yang melibatkan koteks dan konteks kehidupan secara komprehensif.
Kehadiran buku tersebut sangat bermanfaat bagi para pembelajar pragmatik pemula yang harus memahami dasar-dasar pragmatik secara teoretik dan praktik. Komitmen untuk belajar pada teks, koteks, dan konteks yang terintegrasi dalam multikonteks kehidupan harus terus dilakukan. Hal ini sebagai bentuk pemahaman konteks secara menyeluruh dalam kehidupan dengan segala keanekaragamannya. Keberagaman konteks pembelajaran pragmatik yang memiliki multikonteks kehidupan era digital harus dipahami secara menyeluruh sesuai dengan situasi dan kondisi terkini. Keberagaman dan kelimpahan data digital akan menjadi sumber data kajian pragmatik dalam perspektif linguistik kontemporer yang sangat bervarasi dan komprehensif dalam multikonteks kehidupan.
Keberagamaan data-data dalam konteks pragmatik, wacana kontekstual, sosiolinguistik dalam multikonteks kehidupan era digital tentu sangat menarik untuk dikaji dan dikritisi secara detail berdasarkan daya dukung fakta dan data empirik yang dideskripsikan secara menyeluruh. Kehadiran aneka data dan fakta dalam konteks pragmatic dalam perspektif linguistik kontemporer akan sangat memantik semangat belajar multignerasi NKRI secara bertahap dan menyeluruh. Kajian-kajian pragmatik, dan linguistik kontemporer era digital juga akan dapat membuka ruang pemahaman aneka penutur dan lawan tutur, konteks dan multikonteks kehidupan, implikatur, praaggapan, prinsip kerja sama, prinsip kesantunan, deiksis, siberpragmatik, psikopragmatik, dan juga aneka kasus yang dapat dikaji dan dikritisi dalam konteks pragmatik, analisis wacana, sosiolinguistik kontemporer era digital. Berdasarkan topik-topik yang disajikan dalam buku tersebut sangat menarik untuk terus berliterasi ratulisa dalam perspektif dan kajian pragmatik, analisis wacana, dan sosiolinguistik kontemporer yang berkelanjutan era digital. Topik-topik yang disajikan pada beberapa seksi pembahasan, antara lain: (1) Fondasi Pragmatik Kontemporer; (2) Teori-teori Inti Pragmatik; (3) Pragmatik, Wacana, dan Media Digital; (4) Pragmatik dalam Pendidikan Bahasa Indonesia; (5) Metode Penelitian dan Praktik Analisis; (6) Arah Masa Depan Pragmatik Indonesia. Semua topik-topik tersebut menggambarkan kedalaman dan keterkaitan multikonteks kehidupan dalam pembahasan pragmatik dan wacana kontemporer era digital yang beraneka ragam. Keunikan dan keunggulan buku tersebut telah memberikan deskripsi menyeluruh sebagai buku rujukan akademik dalam kajian pragmatik dan wacana kontemporer didasarkan pada tujuan pembelajaran, topik-topik pembahasan, contoh-contoh analisis dengan multikonteks kehidupan yang sangat lengkap sebagai daya dukung dan daya pragmatik pada teks, koteks, dan konteks pragmatik dan wacana kontemporer era digital yang berkelanjutan.
Kehadiran tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu buku alternatif bagi mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 yang ingin mengkaji pragmatik dalam perspektif linguistik kontemporer dalam multikonteks kehidupan secara berkelanjutan. Kehadiran buku ini akan dapat memantik semangat para pembelajar pemula bidang pragmatik, analisis wacana, sosiolinguistk, ilmu komunikasi, hubungan komunikasi internasional, dan kajian-kajian keilmuan lain bidang sosial humaniora yang relevan dalam perspektif linguistik kontemporer. Dengan demikian, para penggiat literasi dan pembelajar pragmatik, analisis wacana, sosiolinguistik kontemporer akan dapat menemukan aneka hal yang baru serta dapat berbagi cerita dalam multikonteks pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berbasis teks, koteks, dan konteks pragmatik dan analisis wacana kontemporer era digital secara bertahap dan berkelanjutan. Ruang kajian untuk pengembangan diri dengan berliterasi Ratulisa (rajin menulis dan membaca) Bersama Komunitas DIKLISA (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra) akan terus berkembang dan menghasilkan banyak karya inovatif bagi mahasiswa, guru, dosen, penggiat literasi, dan Masyarakat luas.
Akhirnya ucapan selamat dan sukses atas kehadiran buku tersebut yang ada di tangan Bapak dan Ibu pembaca yang Budiman, semoga bermanfaat, maslahat, dan berkah. Buku tersebut akan dapat menemani para pembelajar pragmatik, analisis wacana, dan sosiolinguistik dalam perspektif linguistik kontemporer berbasis multikonteks kehidupan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Selamat menjelajahi belantara keilmuan pragmatik, analisis wacana, dan sosiolinguistik dalam perspektif linguistik kontemporer yang juos guandhos puoll dan hebat luar biasa bagi kemajuan dan kejayaan multigenerasi NKRI sebagai generasi emas Indonesia 2045 yang akan datang.
#Tulisan ini merupakan resensi dan sekaligus pengantar buku berjudul “Pragmatik dalam Perspektif Linguistik Kontemporer” yang ditulis oleh Julia M. Arumia, salah satu dosen PBSI FKIP UNTAD Palu#
“Bergerak dan menggerakkan semangat multigeneras NKRI untuk terus berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) merupakan giat mulia dunia akhirat sebagai bentuk nyata ilmu dan amal jariah yang akan mengalir pahalanya sepanjang hayat”
Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa Surakarta, 23 Juli 2026
Pendidikan
YPT Slamet Riyadi Siapkan Investasi Rp1,8 Miliar, Prodi Informatika UNISRI Hadirkan Laboratorium AI dan Cybersecurity Bertaraf Industri
Surakarta - majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan industri digital. Melalui dukungan Yayasan Perguruan Tinggi (YPT) Slamet Riyadi, disiapkan investasi sebesar Rp1,8 miliar untuk pengembangan laboratorium Program Studi Informatika yang mulai menerima mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027.
Investasi tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pembelajaran modern guna mencetak lulusan yang siap kerja, inovatif, dan mampu bersaing di tengah pesatnya transformasi teknologi. Pengembangan laboratorium dilakukan secara bertahap dengan menghadirkan fasilitas bertaraf industri yang mendukung pembelajaran, penelitian, sertifikasi kompetensi, hingga pengembangan inovasi mahasiswa.
Program Studi Informatika UNISRI menawarkan sejumlah bidang unggulan, antara lain Artificial Intelligence (AI), Software Engineering, Data Science, Cybersecurity, Cloud Computing, Internet of Things (IoT), serta pengembangan teknologi digital. Seluruh bidang tersebut didukung laboratorium modern yang dilengkapi komputer berperforma tinggi, server, perangkat jaringan, firewall, perangkat IoT, dan berbagai perangkat lunak yang digunakan di dunia industri.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNISRI, Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.T.P., M.P., menjelaskan investasi tersebut merupakan wujud nyata komitmen YPT Slamet Riyadi dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
![]() |
| Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNISRI, Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.T.P., M.P. |
"Kami ingin menghadirkan Program Studi Informatika yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri. Dukungan Yayasan melalui pengembangan laboratorium modern ini menjadi modal penting untuk melahirkan talenta digital yang profesional, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Menurut Prof. Nanik, laboratorium tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana praktikum, tetapi juga dikembangkan menjadi pusat riset, pengembangan inovasi, sertifikasi kompetensi, inkubasi startup mahasiswa, serta ruang kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan berbagai mitra strategis.
Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika UNISRI, Moenawar Kholil, S.Kom., M.Kom., menjelaskan seluruh desain laboratorium dirancang mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan standar industri.
"Kami ingin mahasiswa belajar menggunakan teknologi yang benar-benar digunakan di industri. Sejak semester awal, mahasiswa akan dibiasakan mengembangkan perangkat lunak, membangun sistem berbasis AI, mengelola data, mengembangkan aplikasi, hingga melakukan praktik keamanan siber pada laboratorium yang representatif. Dengan demikian, lulusan Informatika UNISRI diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi inovator, technopreneur, maupun pengembang solusi digital bagi masyarakat," jelasnya.
Selain didukung fasilitas modern, Program Studi Informatika UNISRI menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Project-Based Learning (PBL) yang disusun bersama akademisi, praktisi, serta pelaku industri. Mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar melalui praktikum, penelitian, magang industri, proyek nyata, hingga berbagai program pengembangan kompetensi yang mendukung kesiapan memasuki dunia kerja.
Melalui investasi senilai Rp1,8 miliar tersebut, UNISRI menegaskan keseriusannya membangun Program Studi Informatika sebagai salah satu program studi unggulan di Fakultas Sains dan Teknologi. Dengan dukungan dosen yang kompeten, kurikulum yang adaptif, serta laboratorium modern bertaraf industri, Program Studi Informatika UNISRI diharapkan menjadi pilihan generasi muda yang ingin berkarier di bidang Artificial Intelligence, Cybersecurity, Software Engineering, Data Science, Cloud Computing, maupun teknologi digital, sekaligus berkontribusi dalam mempercepat transformasi digital Indonesia. (Sofyan)
Baca juga: AIK dan Konseling: Menjaga Akal, Menguatkan Hati di Era Digital
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...










