GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Peserta saat mengikuti lomba menyanyi solo. |
FLS3N SD Tingkat Kecamatan Wuryantoro Jadi Ajang Pengembangan Karakter dan Kreativitas Siswa
Wonogiri – majalahlarise.com - Korwilcambidik Kecamatan Wuryantoro menyelenggarakan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Dasar, Senin (11/5/2026), bertempat di SD Negeri 1 Wuryantoro. Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa dari berbagai sekolah dasar sebagai upaya mengembangkan karakter, kreativitas, serta potensi seni peserta didik sejak usia dini.
Ketua panitia, Sutarno menyampaikan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menyalurkan bakat seni yang dimiliki. Menurutnya, ajang tersebut menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya sekaligus membangun karakter generasi muda yang kreatif, berprestasi, dan berdaya saing.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah keberanian, kemampuan berekspresi, serta membangun rasa percaya diri sejak usia dini,” ujarnya.
Ia menguraikan kegiatan pengembangan karakter siswa melalui ajang kreativitas dan seni tersebut kembali digelar dengan melibatkan peserta dari berbagai sekolah dasar di wilayah Kecamatan Wuryantoro. Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah peserta mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 133 siswa dari 23 sekolah mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri dari SD Negeri dan satu SDIT.
“Alhamdulillah meningkat dari tahun sebelumnya, sekarang ada 133 siswa dari 23 sekolah,” tuturnya.
Menurutnya, meningkatnya jumlah peserta menunjukkan antusiasme sekolah maupun siswa terhadap kegiatan pengembangan karakter melalui seni semakin baik. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi media pembelajaran untuk melatih disiplin, kerja keras, dan sportivitas para siswa.
Dalam pelaksanaan FLS3N tahun ini, panitia menyiapkan tujuh cabang lomba yang terdiri dari gambar bercerita, pantomim, seni kriya, menyanyi solo, mendongeng, menulis cerita, tari kreasi. Para peserta tampak antusias menampilkan kemampuan terbaik di hadapan dewan juri dan pendamping sekolah.
Sutarno berharap peningkatan jumlah peserta juga diikuti dengan meningkatnya kualitas penampilan siswa sehingga mampu bersaing pada jenjang berikutnya. “Karena peserta secara kualitas meningkat, insya Allah nanti kualitasnya juga meningkat dan bisa berbicara di tingkat kabupaten,” jelasnya.
Panitia berharap melalui kegiatan tersebut lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, namun juga memiliki karakter kuat, kreatif, dan mencintai seni budaya bangsa. (Sofyan)
Baca juga: Takwa Jadi Solusi Langit Setiap Persoalan Kehidupan
Artikel Pengembangan Profesi
Memahami Kapita Selekta Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Pengajarannya dalam berbagai Perspektif
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.
Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa
![]() |
| Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum. |
"Kawan, proses belajar dan membelajarkan diri dengan keinginan untuk berjuang dan meyakini perjuangan itu pasti akan indah pada waktunya”
Puji syukur hanya untuk-Nya. Atas kehendak dan hidayah-Nya akhirnaya Buku Diklisa#4 yang berjudul Kapita Selekta Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Pengajarannya telah terbit dalam rangka ulang tahun ke-1 Komunitas Diklisa (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra). Komunitas Diklisa didirikan dan diluncurkan oleh Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S.,M.Hum. pada Jumat, 2 Mei 2025 dan saat ini, Sabtu, 2 Mei 2026, Komunitas Diklisa tepat berusia 1 tahun sejak diluncurkan. Kehadiran buku Diklis#4 ini diluncurkan pada tanggal 2 Mei 2026 sebagai kado ulang tahun setahun usia Komunitas Diklisa yang Cerdas dan Kreatif untuk Indonesia.
Kegiatan Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Pengajarannya ini didukung oleh keluarga besar Komunitas Diklisa dan didukung oleh Unit Akreditasi Internasional dan Internasional LPPMP UNS, Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa Surakarta, Penerbit Yuma Pustaka Surakarta, kampus, dan sekolah di seluruh Indonesia. Kehadiran buku Diklisa#4 ini sekaligus juga mangayubagyo purnatugas salah satu keluarga Komunitas Diklisa, yaitu Dr. Edy Suryanto, M,Pd. salah satu dosen PBSI FKIP UNS Surakarta. Oleh karena itu, kepada keluarga besar Diklisa dan semua lembaga yang telah mendukung kegiatan Komunitas Diklisa selama satu tahun ini diucapkan banyak terima kasih.
Perkembangan teknologi yang begitu pesat menjadi peluang dan tantangan tersendiri bagi para siswa, mahasiswa, guru, dosen, penggiat literasi, wartawan, dan seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan semua data dan informasi berkelimpahan tersedia pada sumber-sumber literasi digital tanpa terseleksi. Apabila pembaca tidak selektif akan dapat berdampak negatif tetapi apabila pembaca dapat selektif dan melek literasi digital pastilah akan aman dan justru dapat memanfaatkan semua sumber-sumber literasi digital tersebut untuk kemaslahatan diri dan umat sepanjang hayat. Komtimen untuk terus belajar dan membelajarkan diri melalui aneka sumber literasi digital dan nondigital merupakan komitmen untuk mengimplementasikan proses belajar mandiri melalui literasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) sepanjang masa.
Peran guru, dosen, orang tua, penggiat litearasi untuk dapat menjadi fasilitator untuk belajar dan membelajarkan diri melalui aneka sumber-sumber literasi digital sangat dirindukan. Kehadiran para penggiat literasi untuk dapat memilih dan memilah aneka kapita selekta keilmuan dan pengetahuan dalam multikonteks kehidupan sangat diharapkan oleh seluruh masyarakat NKRI. Upaya untuk terus menggerakkan semangat belajar dan membelajarkan multigenrasi NKRI dengan berbagai sumber literasi yang berkonteks pendidikan, agama, budaya, seni, bahasa, politik, sosial, ekonomi, hukum dan aneka konteks lainnya dalam multikonteks kehidupan sangatlah diperlukan. Oleh karena itu, Komunitas Diklisa dan Lembaga Literasi Arfuazh Ratulisa hadir untuk dapat menjadi fasilitaor dialog aneka topik dan imajinasi kreatif bagi multigenerasi NKRI yang hebat dan luar biasa.
Kehadiran Buku Diklisa#4 ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sumber literasi bagi multigenerasi NKRI yang terus harus belajar dan berliterasi dengan Ratulisa sepanjang masa. Kehadiran Buku Diklis#4 diharapkan dapat memantik semangat siswa, guru, dosen, penggiat literasi, dan seluruh masyarakat NKRI untuk terus menjadi penggerak literasi ratulisa bersama Komunitas Diklisa melalui keluarga, teman, sahabat, saudara, kawan, guru, dosen, seluruh komunitas-komunitas dan penggiat literasi, serta masyarakat NKRI. Upaya nyata untuk dapat melek literasi ya harus menjadi teladan untuk berliterasi dengan ratulisa, rajin menulis dan membaca sepanjang masa.
Akhirnya, selamat untuk Komunitas Diklisa yang telah berulang tahun ke-1 dan selalu hadir sebagai penggerak dan fasilitator untuk berliterasi dengan Ratulisa. Selama 12 bulan telah mengadakan kegiatan Diklisa sebanyak 12 kali kegiatan seminar dan Dialog Diklisa, dan diabadikan melalui kanal Youtube DIKLISA dan ARFUZH RATULISA sebanyak 12 kegiatan. Kemudian dihasilkan Mars Diklisa dan Arfuzh Ratulisa, Lagu Ratulisa, dan Profil Diklisa. Selain itu juga telah dihasilkan karya bersama keluarga besar Diklisa dalam bentuk 4 buku Diklisa yang ditulis bersama, yaitu Buku Diklisa #1, Buku Diklisa#2, Buku Diklisa#3 berwujud prosiding, dan Buku Diklisa#4. Semoga kehadiran buku-buku dan karya-karya komunitas Diklisa akan memberikan kemaslahatan untuk umat sepanjang hayat. Selamat melaksanakan 3M: membaca, memahami, dan mengamalkan. Kawan, teruslah berliterasi dengan Ratulisa. “Membacalah untuk menulis dan menulislah untuk dibaca umat sepanjang hayat”. Mohon maaf segala khilaf dan terima kasih atas segala dukungan dan motivasi silaturahmi dan berliterasi dengan Ratulisa sepanjang masa.
“Makan rendang dengan rambak, minumnya es kelapa muda. Ayo bergerak agar berdampak bersama Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa dan Komunitas Diklisa”
“Tulisan ini merupakan pengantar dalam Buku Diklisa#4 semoga dapat memotivasi dan menginspirasi multigenerasi NKRI bagi yang tidak dapat memiliki atau membaca Buku Diklisa#4 yang berjudul Kapita Selekta Bahasa, Sastra, Seni, Budaya dan Pengajarannnya”.
Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa Surakarta, 11 Mei 2026
Berita
![]() |
| Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko saat mengisi Pengajian Rutin Aisyiyah. |
Takwa Jadi Solusi Langit Setiap Persoalan Kehidupan
SOLO – majalahlarise.com - Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari berbagai persoalan. Namun, setiap masalah diyakini memiliki jalan keluar apabila manusia kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Pesan itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko saat mengisi Pengajian Rutin Aisyiyah yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Aisyiyah di Madrasah Diniyah depan Masjid Jami’ Kampung Sewu Solo, Minggu (10/5/2026).
Dalam tausiyahnya, Jatmiko menyampaikan hidup bukan tentang bagaimana manusia terbebas dari masalah, melainkan bagaimana menyelesaikan persoalan dengan petunjuk Allah SWT melalui Al-Quran dan As-Sunnah.
“Setiap masalah pasti ada solusi langit, jika kita mau kembali pada Al-Quran dan As-Sunnah. Kita buka Quran Surah At Talaq ayat 2, ‘Dan siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya jalan keluar’,” kata Jatmiko.
Guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta itu menguraikan setiap manusia pasti diuji dengan persoalan kehidupan. Menurutnya, orang beriman harus berani menghadapi ujian dengan meningkatkan ketakwaan, berikhtiar, dan berserah diri kepada Allah SWT.
“Dari kepasrahan dan usaha tersebut, Allah akan memberikan rezeki yang tak terduga. Kita buka Quran Surah At Talaq ayat 3, ‘Dan Dia memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka’,” tuturnya sambil tersenyum.
Selain itu, Jatmiko juga mengajak jamaah memahami kandungan Surah Al-Anfal ayat 29 yang menjelaskan orang bertakwa akan diberikan “furqan”, yakni kemampuan membedakan antara yang benar dan salah.
“Setiap persoalan kehidupan sejatinya bisa diselesaikan dengan meningkatkan ketakwaan. Baik laki-laki maupun perempuan, kaya ataupun miskin, pejabat maupun rakyat biasa, semuanya memiliki kesempatan yang sama mendapatkan pertolongan Allah SWT melalui ketakwaan,” jelasnya.
Anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Kota Surakarta tersebut juga menyampaikan ketakwaan tidak hanya membawa kemakmuran, tetapi mampu menghadirkan ketenteraman dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam keluarga.
Sebaliknya, perilaku maksiat dan keingkaran terhadap perintah Allah SWT dapat mengundang berbagai musibah, kemiskinan, penderitaan, hingga kehancuran suatu negeri. Ia mengutip Surah Al-Isra ayat 16 yang menjelaskan kehancuran sebuah negara dapat terjadi akibat kedurhakaan penduduknya ketika kemewahan membuat manusia lalai terhadap perintah Allah SWT.
“Semoga dengan istiqomah mengikuti pengajian mampu memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta menjadikan ketakwaan sebagai fondasi membangun bangsa yang damai, makmur, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Wisuda Tahfiz dengan Tausiyah Wayang Golek Pitutur
Pendidikan
![]() |
| Wisuda Tahfiz Al-Qur’an dengan suasana khidmat dan penuh makna di Hotel Novotel Surakarta, Sabtu (9/5/2026). |
SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Wisuda Tahfiz dengan Tausiyah Wayang Golek Pitutur
Surakarta – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menggelar Wisuda Tahfiz Al-Qur’an dengan suasana khidmat dan penuh makna di Hotel Novotel Surakarta, Sabtu (9/5/2026). Mengusung tema “Cahaya Qur’an di Jantung Kota Budaya Surakarta”, kegiatan ini menjadi momentum syiar Al-Qur’an sekaligus bentuk komitmen sekolah dalam membentuk generasi Qurani yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Sebanyak 150 siswa mengikuti wisuda tahfiz tahun ini dengan capaian hafalan yang membanggakan. Rinciannya, 79 siswa berhasil menyelesaikan hafalan juz 30, 29, dan 28, sedangkan 71 siswa lainnya mengikuti kategori tilawah Al-Qur’an. Para wisudawan tampil percaya diri mempersembahkan hafalan dan lantunan ayat suci Al-Qur’an di hadapan orang tua, guru, dan tamu undangan yang hadir.
Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Nursalam menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa dalam program tahfiz sekolah. Ia menguraikan keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara sekolah, guru, dan dukungan penuh dari orang tua siswa.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi momen yang membahagiakan bagi kami semua. Anak-anak telah menunjukkan semangat luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an. Kami berharap mereka tidak berhenti pada hafalan saja, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Acara semakin istimewa dengan hadirnya tausiyah Wayang Golek Pitutur yang disampaikan oleh Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. Dengan gaya dakwah yang memadukan nilai budaya dan pesan keislaman, ia mengajak para siswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan dan pedoman menghadapi tantangan zaman.
![]() |
| Tausiyah Wayang Golek Pitutur yang disampaikan oleh Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. |
“Anak-anak harus bangga menjadi generasi Qurani. Al-Qur’an bukan hanya untuk dihafal, tetapi menjadi petunjuk dalam bersikap, bertutur kata, dan menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan para wisudawan dan wali murid.
Perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Surakarta, Kartono turut memberikan apresiasi atas kesungguhan SD Muhammadiyah PK Kottabarat dalam membangun budaya Qurani di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan tahfiz menjadi investasi penting dalam menyiapkan generasi Islam yang berilmu, beradab, dan memiliki akhlak mulia.
“Kami melihat sekolah ini istiqamah menanamkan pendidikan Al-Qur’an sejak dini. Ini menjadi bekal yang sangat penting agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara spiritual,” jelasnya.
Pengawas PAI Kota Surakarta, Sumiyati juga menyampaikan rasa bangga kepada SD Muhammadiyah PK Kottabarat yang terus konsisten menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada para siswa. Ia menilai wisuda tahfiz bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari ikhtiar membangun generasi yang memiliki kecerdasan spiritual dan akhlak mulia di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dibiasakan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter baik, disiplin, dan mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tamu undangan istimewa yang membersamai acara dari awal hingga selesai, di antaranya Muhdiyatmoko, Upik Mairina, ibu Ratna Kepala TK Aisyiyah PK, serta Joko Susilo Ketua PCM Kottabarat.
Suasana haru dan bangga menyelimuti jalannya acara. Kehadiran para orang tua, guru, dan tokoh Muhammadiyah menjadi bukti nyata sinergi dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Wisuda Tahfiz ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus menjaga hafalan, memperbaiki akhlak, serta menjadi generasi penerang umat di tengah masyarakat. (Sofyan)
Artikel Pengembangan Profesi
Menjadi Guru dan Dosen Abad XXI yang Kreatif, Kritis, Inovatif, Produktif, dan Inspiratif yang Dirindukan oleh Siswa, Mahasiswa, dan Masyarakat Indonesia
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.
Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa
![]() |
| Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum. |
"Kawan, kala senja menuju ke peraduannya. Banyak cerita dan kenangan yang tersimpan dalam keheningan dan kesunyian menyongsong rembulan dini hari tanpa sua yang tertuang dengan pena dalam rajutan kata”
Alhamdulillah, kebahagiaan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, giat Seminar Nasional Diklisa (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra) tanggal 28 Februari 2026 dapat terlaksana dan menghasilkan prosiding sebagai kumpulan karya ilmiah dan diskusi ilmiah yang disampaikan oleh para narasumber dengan cerdas dan bersahaja saat berbagi ilmunya. Kebahagiaan ini sebagai wujud karya nyata guru dan dosen abad XXI menunjukkan kinerja dan karya nyata untuk terus berliterasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca). Komitmen sebagai guru dan dosen abad XXI selain mendidik, membimbing juga membelajarkan diri, meneliti, dan berbagai ilmu kepada siswa dan seluruh masyarakat NKRI.
Guru dan dosen abad XXI merupakan sosok yang digugu dan ditiru oleh siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NKRI. Posisi guru dan dosen abad XXI sebagai agen perubahan yang memantik semangat belajar dan membelajarkan diri bagi siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NKRI selalu dinanti-nantikan. Hal ini sebagai bukti bahwa kinerja dan karya Bapak dan Ibu guru dan dosen abad XXI terus dinanti-nantikan. Kiprahnya untuk dapat memantik semangat bersilaturahmi, belajar, berliterasi dengan ratulisa sepanjang masa merupakan penantian panjang yang dilakukan oleh siswa, mahasiswa, guru, dan dosen abad XXI di seluruh wilayah NKRI.
Semangat guru dan dosen abad XXI menjadi teladan bagi siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NKRI untuk terus belajar dan membelajarkan diri dengan kondisi dan fasilitas apa pun yang dimilikinya. Komitmen untuk terus belajar dan berliterasi dengan ratulisa mewarnai semangat perjuangan seluruh guru dan dosen abad XXI yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, yaitu di 38 provinsi. Hal ini sebagai bukti bahwa nilai-nilai karakter kebersamaan, kegotongroyongan, integritas, kejujuran, kerja keras, religi, dan semangat untuk belajar dan berliterasi dengan ratulisa merupakan komitmen bersama yang dimiliki oleh guru dan dosen abad XXI. Banyak cerita dan kenangan selama menjadi guru dan dosen abad XXI sebagai wujud peluang dan tantangan yang harus dihadapi oleh semua elemen pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, baik negeri maupun swasta secara bertahap dan berkelanjutan.
Keteladanan guru dan dosen abad XXI selalu dirindukan oleh siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat Indonesia melalui karya-karyanya. Kehadiran prosiding yang dihasilkan melalui kegiatan Seminar Diklisa, tanggal 28 Februari 2026 ini merupakan wujud karya nyata untuk memenuhi kehausan dan kerinduan siswa, mahasiswa, dan seluruh masyarakat NKRI. Aneka cerita dan karya nyata yang dihasilkan berbasis pengalaman dan partisipasi aktif dalam pembelajaran merupakan wujud komitmen dan realitas kerja nyata dalam pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Sikap kesantunan dan keteladanan guru dan dosen abad XXI akan dapat memberikan dampak nyata bagi multigenerasi NKRI sepanjang masa.
Akhirnya, selamat menikmati hasil karya para mahasiswa, guru, dosen abad XXI yang disatukan dalam kumpulan Prosiding. Prosiding Seminar Diklisa yang ada di tangan Bapak dan Ibu pembaca yang budiman dan hebat luar biasa dapat memberikan kemaslahatan pengetahuan dan keberkahan ilmunya. Selamat melaksanakan 3M: membaca, memahami, dan mengamalkannya. Terima kasih. Sampai jumpa dalam waktu dan gelombang yang berbeda tetapi tetap bersama Muhammad Rohmadi Ratulisa, Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa, dan Komunitas Diklisa yang sama sepanjan masa dengan sejuta cerita indah lainnya.
“Kala mentari tersenyum di balik bukit, sumber-sumber literasi Ratulisa (rajin menulis dan membaca) telah tersajikan dengan rapi di meja ditemani secangkir kopi dan racikan cerita-cerita indah kala senja di istana arfuzh Ratulisa”
“Tulisan ini merupakan pengantar dalam Buku Diklisa#3 semoga dapat memotivasi dan menginspirasi multigenerasi NKRI bagai yang tidak dapat memilki atau membaca Buku Diklisa#3 berupa Prosing Seminar Guru dan Dosen Kreatif dan Inovatif Abad XXI”.
Istana Arfuzh Ratulisa & Diklisa Surakarta, 9 Mei 2026
Pendidikan
![]() |
| Penyerahan vandel wisuda oleh Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono tandai wisudawan Prodi Ilmu Komunikasi dilepas. |
Pelepasan Wisudawan Ilmu Komunikasi Univet Bantara Sukoharjo, Alumni Diminta Siap Hadapi Dunia Kerja
Sukoharjo – majalahlarise.com - Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara melaksanakan pelepasan wisudawan usai acara Wisuda Pascasarjana ke-27, Sarjana ke-57 dan Diploma ke-10, Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung FISH lantai 2 tersebut menjadi momen penuh makna bagi para lulusan yang resmi menyandang status alumni setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah.
Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono menyampaikan pelepasan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi merupakan penanda perubahan status dari mahasiswa menjadi alumni. Menurutnya, para mahasiswa telah melalui proses panjang sejak semester awal hingga akhir dengan berbagai pengalaman akademik bersama dosen maupun tenaga kependidikan sebelum akhirnya dinyatakan lulus dan diwisuda.
“Arti pelepasan itu sebagai satu tanda perubahan status dari mahasiswa menjadi alumni yang sudah menyelesaikan studi di Program studi Ilmu Komunikasi,” ujarnya.
Ia menguraikan, prosesi pelepasan bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk pengembalian lulusan kepada keluarga dan masyarakat. Setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, para alumni diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk menghadapi tantangan kehidupan nyata dan dunia profesional yang semakin kompetitif.
“Perayaan pelepasan itu adalah mengembalikan dan melepaskan kembali mereka kepada keluarga dan masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para lulusan agar mampu menunjukkan kualitas diri saat memasuki dunia kerja. Menurutnya, tantangan profesional di masa mendatang membutuhkan kemampuan adaptasi, kompetensi, dan daya saing tinggi sehingga ilmu yang diperoleh selama kuliah harus dimanfaatkan secara maksimal agar dapat memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja maupun masyarakat.
“Mereka harus bisa memberikan manfaat saat nanti mereka bekerja. Ilmu yang diperoleh harus benar-benar dimanfaatkan dan mereka harus terus belajar sepanjang hayat,” katanya.
Ia menambahkan, semangat belajar berkelanjutan menjadi kunci penting agar alumni mampu berkembang dan bertahan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Hariyanto menyampaikan pada periode wisuda kali ini sebanyak 39 wisudawan dilepas dari Program Studi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara Sukoharjo. Ia berharap seluruh lulusan dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (Sofyan)
Baca juga: Napak Tilas hingga Makan 5.000 Porsi Bakso Gratis Meriahkan Hari Jadi ke-285 Wonogiri
News
![]() |
| Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) Wonogiri, KRT HY Supardi Gunodipuro saat mengikuti kegiatan Napak tilas. |
Napak Tilas hingga Makan 5.000 Porsi Bakso Gratis Meriahkan Hari Jadi ke-285 Wonogiri
Wonogiri – majalahlarise.com - Ribuan warga Wonogiri antusias mengikuti kegiatan napak tilas, senam bersama, dan makan bakso gratis dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri di Alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri, Jumat (8/5). Sejak pagi hari, masyarakat sudah memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan napak tilas digelar untuk mengenang sejarah perjuangan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa yang memiliki peran besar dalam perjalanan berdirinya Kabupaten Wonogiri. Dalam sejarahnya, Raden Mas Said menjadikan Wonogiri sebagai basis pertahanan utama dalam perjuangannya melawan Belanda.
Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) Wonogiri, KRT HY Supardi Gunodipuro menyampaikan rasa bangga dan bahagia dapat ikut menjadi bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, napak tilas menjadi momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu dalam membangun Wonogiri.
![]() |
| Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) Wonogiri, KRT HY Supardi Gunodipuro saat mengikuti kegiatan makan bakso gratis di alun-alun Wonogiri. |
“Kegiatan hari ini sangat meriah. Warga Wonogiri merayakan dengan kegiatan napak tilas untuk mengingatkan kembali sejarah berdirinya Kabupaten Wonogiri dan perjuangan Raden Mas Said,” ujarnya.
Ia menuturkan, perjuangan Raden Mas Said menjadi warisan sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Wonogiri. Selain dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa, beliau memimpin ratusan pertempuran demi memperjuangkan rakyat serta meninggalkan jejak sejarah seperti Prasasti Nglaroh dan Sendang Siwani yang hingga kini masih dikenal masyarakat.
Selain napak tilas, kegiatan juga diramaikan dengan senam sehat bersama dan pembagian 5.000 porsi bakso gratis kepada peserta senam maupun masyarakat umum. Ribuan warga tampak antusias mengantre menikmati bakso yang dibagikan para pengusaha bakso Wonogiri.
![]() |
| Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) Wonogiri, KRT HY Supardi Gunodipuro bersama tim PMI Wonogiri. |
Kegiatan bertajuk Stronger Together for Bakso Wonogiri, Bakso Wonogiri Mendunia tersebut menjadi bentuk kolaborasi para pengusaha bakso Wonogiri dalam memeriahkan hari jadi kabupaten sekaligus memperkuat eksistensi kuliner khas Wonogiri di tingkat nasional hingga internasional.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno saat membuka acara menyampaikan apresiasi kepada para pengusaha bakso Wonogiri yang telah berpartisipasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai semangat kebersamaan para pelaku usaha kuliner menjadi kekuatan besar dalam membangun ekonomi daerah.
“Kita dorong para pengusaha bakso Wonogiri terus bermunculan terutama dari generasi muda, untuk membangun ekosistem bisnis yang kuat dan mampu bersinergi dengan dunia pariwisata,” kata Setyo Sukarno.
Ia menguraikan, usaha bakso dan mie ayam asal Wonogiri selama ini telah berkembang di berbagai kota besar di Indonesia bahkan hingga mancanegara. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi generasi muda Wonogiri untuk ikut terjun menjadi pelaku usaha kuliner yang mampu membawa nama daerah semakin dikenal luas.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkayno bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Wonogiri. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan sosial dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Wonogiri untuk program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan sumur pantek bagi masyarakat.
PMI Wonogiri menyalurkan bantuan rehabilitasi delapan unit RTLH dengan nilai masing-masing Rp15 juta. Selain itu, PMI juga memberikan bantuan pembangunan empat unit sumur bor atau sumur pantek untuk irigasi pertanian dengan nilai masing-masing Rp30 juta.
Bupati Wonogiri menyampaikan terima kasih atas kontribusi PMI Kabupaten Wonogiri dalam membantu masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas hunian dan dukungan terhadap sektor pertanian.
“Terima kasih kepada PMI Kabupaten Wonogiri yang pada kesempatan ini ikut berkontribusi dalam peningkatan kualitas RTLH dan bantuan sumur bor untuk irigasi pertanian,” ujar Setyo Sukarno.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Bakso Wonogiri, Maryanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Bakso Wonogiri sebagai identitas kuliner daerah yang memiliki potensi mendunia.
“Hari ini kami ingin menunjukkan bahwa Bakso Wonogiri bukan hanya makanan khas, tetapi juga bagian dari kekuatan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah,” ujarnya.
Selain membagikan ribuan porsi bakso gratis, panitia juga melibatkan masyarakat dalam edukasi serta praktik membuat pentol bakso sebagai simbol kebersamaan dan semangat gotong royong warga Wonogiri. (Sofyan)
Baca juga: PMI Surakarta Gelar Wisuda Anggota PMR 2026 di Kampus AKBARA Surakarta
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...









