Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat berinteraksi dengan siswa SMP Warga Surakarta.


    Wakil Wali Kota Astrid Widayani Ajak Pelajar Solo Cintai Sejarah lewat Program GEMAS di SMP Warga Surakarta

    Surakarta - majalahlarise.com - Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengunjungi SMP Warga Surakarta dalam rangka Program GEMAS (Gerakan Cinta Sejarah Masuk Sekolah), Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta tersebut mengusung tema “Kenali Sejarahnya, Cintai Budayanya” sebagai upaya menanamkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal sejak dini.

    Dalam kesempatan tersebut, Astrid Widayani memberikan motivasi kepada para siswa mengenai pentingnya memahami sejarah sebagai fondasi membangun karakter dan identitas bangsa. Ia menjelaskan Kota Surakarta memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang besar sehingga harus terus dijaga dan dilestarikan bersama, terutama oleh generasi muda.

    “Solo memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang sangat tinggi. Karena itu kami ingin memastikan seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda, ikut mengenal, menjaga, dan melestarikan budaya Jawa sebagai bagian dari identitas Kota Surakarta,” ujarnya.

    Astrid mengaku senang melihat antusiasme para siswa dan siswi dalam mengikuti Program GEMAS. Menurutnya, semangat pelajar dalam mempelajari sejarah menjadi modal penting dalam membentuk generasi muda yang memahami identitas daerah dan bangsanya.


    “Saya melihat anak-anak sangat antusias mengikuti Program GEMAS ini. Ini menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, budaya, dan berbagai peristiwa masa lalu yang membentuk Kota Solo hingga sekarang,” katanya.

    Ia berharap Gerakan Cinta Sejarah tersebut dapat tepat sasaran dan benar-benar menjadi ruang edukasi sekaligus motivasi bagi pelajar mengenai pentingnya sejarah dalam membentuk identitas, karakter, dan budaya bangsa di tengah arus globalisasi saat ini.

    “Gerakan ini diharapkan menjadi bekal motivasi bagi generasi muda bahwa sejarah sangat penting dalam membentuk identitas, karakter, dan budaya bangsa di tengah arus globalisasi yang semakin cepat,” lanjut Astrid.

    Dalam paparannya kepada para siswa, Astrid menjelaskan sejarah bukan sekadar mempelajari masa lalu, tetapi juga menjadi sarana memahami jati diri dan nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu. Menurutnya, pembelajaran sejarah mampu melatih pola pikir kritis, menghargai perjuangan bangsa, sekaligus menjadi sumber inspirasi untuk membangun masa depan yang lebih baik.

    Astrid juga menyoroti tantangan pembelajaran sejarah di kalangan generasi muda saat ini, di antaranya stigma bahwa sejarah merupakan pelajaran yang membosankan akibat metode pembelajaran yang monoton dan terlalu banyak hafalan. Selain itu, maraknya disinformasi dan hoaks di media sosial juga dinilai menjadi tantangan dalam menjaga pemahaman sejarah yang benar.

    Karena itu, Pemerintah Kota Surakarta melalui Program GEMAS terus menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih interaktif, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan pelajar sehari-hari.

    “Pembelajaran sejarah sekarang harus dikemas lebih menarik dan multiplatform. Anak-anak sekarang sudah sangat memahami teknologi, sehingga pendekatan pembelajaran juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman agar materi sejarah lebih mudah diterima dan dipahami,” ujar Astrid.

    Ia menambahkan belajar sejarah tidak hanya melalui buku, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai platform digital dan teknologi yang ada saat ini agar wawasan yang diterima para siswa lebih bermanfaat dan aplikatif.

    Program GEMAS merupakan program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta yang pada tahun 2026 menyasar 20 sekolah di Kota Solo, terdiri atas 13 SMP negeri dan 7 SMP swasta dengan target menjangkau sekitar 5.450 siswa. Program tersebut dilaksanakan mulai April hingga Oktober 2026 bekerja sama dengan narasumber dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

    Astrid berharap ke depan Program GEMAS tidak hanya memberikan materi sejarah, tetapi juga mampu memotivasi para siswa untuk ikut berkontribusi membangun Kota Solo menjadi lebih baik.

    “Mari kita dukung bersama Gerakan Cinta Sejarah ini. Karena melalui sejarah, generasi muda dapat memahami jati diri bangsa sekaligus memiliki semangat untuk membangun masa depan Kota Solo yang lebih baik,” pungkasnya. (Is/ Sofyan)


    Baca juga: PKW LKP Amalia 2026 Resmi Dibuka, Cetak Wirausaha Muda Menjahit Busana Shibori di Sukoharjo

    Penyerahan alat dan bahan kepada peserta sebagai tanda resmi dibuka pelaksanaan PKW LKP Amalia Tahun 2026.


    PKW LKP Amalia 2026 Resmi Dibuka, Cetak Wirausaha Muda Menjahit Busana Shibori di Sukoharjo

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Amalia resmi membuka Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 keterampilan menjahit busana shibori di SFA Steak & Resto Gentan Sukoharjo, Jumat (29/5/2026). Program tersebut merupakan kerja sama LKP Amalia dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbud RI, Batik Diajeng, Bunda Collection, serta platform digital Gampang go.com. Kegiatan dihadiri instruktur kewirausahaan Dr. R. Djayendra Dewa, para instruktur pelatihan, tamu undangan, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo.

    Pimpinan LKP Amalia, Hani Safitri, SE MM, melaporkan program PKW tahun ini menyasar 20 peserta usia 16 hingga 24 tahun dengan latar belakang anak usia sekolah tidak sekolah dan keluarga kurang mampu. Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara ketat agar peserta yang terpilih benar-benar memiliki motivasi kuat untuk berwirausaha. 

    “Ada anak yang baru kuliah semester satu lalu putus karena biaya, tetapi ketika dimasukkan aplikasi tidak bisa karena dianggap pernah kuliah. Padahal mereka juga termasuk anak kurang mampu yang membutuhkan program seperti ini,” jelas Hani Safitri.

    Kabid Pembinaan PAUD & PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Warsini, S.Sos, MM, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo sekaligus membuka kegiatan memberikan motivasi kepada seluruh peserta.


    Ia menjelaskan sosialisasi program dilakukan secara masif melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, hingga jaringan PKK dan pemerintah kelurahan. Dari promosi tersebut tercatat sekitar 40 pendaftar yang berminat mengikuti program PKW. Setelah melalui wawancara, peserta dipilih berdasarkan keseriusan dan motivasi untuk berkembang. 

    “Ada yang kami nilai hanya ingin mengisi waktu luang sehingga tidak lolos seleksi. Kami ingin peserta yang serius dan siap berkembang,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaannya, program PKW menggunakan metode Project Based Learning (PjBL) yang menekankan praktik langsung berbasis proyek dan dunia usaha nyata. Peserta tidak hanya mendapatkan teori kewirausahaan dan keterampilan menjahit, tetapi juga praktik langsung di unit usaha Amalia Fashion. 

    “Kami ingin peserta merasakan sensasi benar-benar punya usaha. Mereka belajar menyapa pelanggan, menerima order, membuat pola, memotong bahan sampai proses jahit selesai,” ungkapnya.

    Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Pimpinan LKP Amalia, para instruktur pelatihan dan peserta PKW saat foto bersama.


    Untuk memperkuat kompetensi peserta, LKP Amalia menggandeng sejumlah UMKM dan pelaku usaha seperti Bunda Collection dan Batik Diajeng. Peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan industri ke Klaten guna melihat langsung proses produksi kain shibori dan konveksi. Selain itu, lembaga menggandeng koperasi dan Bank Jateng Syariah guna membuka akses pembiayaan usaha setelah peserta menyelesaikan pelatihan. 

    “Kami ingin mereka tidak hanya selesai pelatihan, tetapi benar-benar bisa merintis usaha mandiri dengan dukungan jaringan usaha dan keuangan,” katanya.

    Program PKW menjahit busana shibori tersebut memiliki total 250 jam pelajaran yang terdiri atas 195 jam keterampilan menjahit, 50 jam kewirausahaan, serta materi tambahan lainnya. Pelatihan dilaksanakan selama 36 kali pertemuan mulai Rabu hingga Sabtu pukul 08.00 sampai 16.00 WIB dengan dukungan instruktur kompeten bersertifikasi. 

    “Kami masih mengejar kualitas. Karena tujuan utama program ini bukan hanya peserta bisa menjahit, tetapi mampu menghasilkan produk yang layak jual dan memiliki mental wirausaha,” jelasnya.

    Sementara itu, Kabid Pembinaan PAUD & PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Warsini, S.Sos, MM, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo sekaligus membuka kegiatan memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, program yang dijalankan LKP Amalia selama ini mendapat dukungan pemerintah pusat karena mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan membuka peluang kerja bagi generasi muda. 

    “Apa yang sudah dilaksanakan oleh LKP Amalia ini Alhamdulillah digemari oleh dunia industri. Output-nya kemudian bisa diterima bekerja di perusahaan, ini sesuatu yang luar biasa,” jelasnya.

    Warsini menyampaikan peserta yang lolos program merupakan peserta terbaik hasil seleksi program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, peserta memperoleh fasilitas pelatihan dan sarana usaha tanpa biaya besar sehingga harus dimanfaatkan dengan disiplin dan penuh semangat. 

    “Pemerintah hadir di sini untuk panjenengan semua. Jenengan tidak butuh biaya sama sekali, tetapi mendapatkan ilmu dan sarana untuk merintis usaha sendiri maupun bekerja di perusahaan yang membutuhkan keahlian,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam meraih kesuksesan. Warsini mengapresiasi kontribusi LKP Amalia dalam membantu pemerintah daerah mencetak tenaga kerja sekaligus mendukung pengentasan pengangguran. 

    “Orang itu kalau ingin maju harus berkarakter, memiliki budi pekerti, kreativitas, dan inovasi. Sekarang semuanya sudah serba aplikasi,” katanya.

    Salah satu peserta PKW, Gilang Pamungkas dari Mayang RT 2 RW 4, mengaku mengikuti program tersebut karena memiliki keinginan kuat menjadi wirausaha mandiri. Sebelumnya ia bekerja sebagai teknisi servis komputer bersama kakaknya selama sekitar tiga tahun dan kemudian menjadi tukang amplas di Xavier Valve. “Saya tertarik dengan program ini untuk berjuang menjadi wirausaha,” ujar Gilang.

    Ketertarikan Gilang pada dunia menjahit tumbuh sejak kecil karena sering melihat kakaknya menjahit di rumah. Melalui pelatihan PKW, ia berharap mampu membangun usaha mandiri dari nol hingga sukses. “Harapan saya setelah mengikuti PKW ini nantinya bisa menjadi wirausaha yang sukses mulai dari nol hingga sukses,” katanya.

    Peserta lainnya, Astri Edilia Rahma warga Tegal Mulyo, Bener, Wonosari, Klaten, mengikuti program PKW karena ingin menambah keterampilan menjahit sekaligus membuka peluang usaha rumahan. Sebagai ibu rumah tangga dengan satu anak, Astri menilai keterampilan menjahit dapat menjadi aktivitas produktif yang membantu perekonomian keluarga. 

    “Saya mengikuti program ini karena saya ibu rumah tangga yang punya satu anak. Saya berpikir menjahit bukan hal yang membosankan, lalu saya melihat kursus PKW ini di media sosial dan akhirnya bergabung,” ujarnya.

    Astri berharap setelah menyelesaikan program tersebut dirinya mampu membangun usaha jahit rumahan tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai ibu dan istri. (Sofyan)


    Baca juga: HUT Ke-41 SMPN 2 Selogiri Hadirkan Beragam Kegiatan Edukatif dan Hiburan, Usung Tema Karakter Kuat dan Anak Hebat

    Lomba fashion show antar kelas.


    HUT Ke-41 SMPN 2 Selogiri Hadirkan Beragam Kegiatan Edukatif dan Hiburan, Usung Tema Karakter Kuat dan Anak Hebat

    Wonogiri - majalahlarise.com - SMP Negeri 2 Selogiri menggelar rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan mengusung tema “Karakter Kuat, Anak Hebat Menuju SMP N 2 Selogiri Maju dan Berdaya Saing”. Berbagai kegiatan edukatif, olahraga, seni, hingga hiburan disiapkan untuk memeriahkan peringatan ulang tahun sekolah yang berlangsung sejak 22 hingga 30 Mei 2026.

    Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat, 22 Mei 2026 dengan agenda jalan sehat, menghias taman, dan cek kesehatan gratis. Selanjutnya pada Senin, 25 Mei 2026 digelar lomba futsal, disusul lomba bola voli pada Selasa, 26 Mei 2026. Memasuki Jumat, 29 Mei 2026, suasana perayaan semakin semarak melalui lomba pertunjukan kolosal, sosialisasi program sekolah, dan lomba fashion show. Selain itu, bazar dan market day turut digelar selama dua hari pada 29–30 Mei 2026 sebagai sarana melatih kreativitas dan jiwa kewirausahaan siswa.

    Puncak perayaan HUT ke-41 SMP Negeri 2 Selogiri akan dilaksanakan pada Sabtu, 30 Mei 2026 dengan berbagai penampilan seni dan hiburan. Acara dimulai sejak pagi melalui lomba tumpeng, resepsi HUT, tari sambutan, penampilan tari kolosal dari siswa kelas 7, 8, dan 9, performa dari SMK Bhakti Mulia serta SMK Tunas Bangsa, hingga penampilan guru, karyawan, dan siswa. Kemeriahan acara akan ditutup dengan hiburan spesial dari Band “OM PNS”.

    Kepala SMP Negeri 2 Selogiri, Safitri Rokhmadiah, S.Si menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang sekolah yang kini memasuki usia ke-41 tahun. Menurutnya, usia tersebut menjadi bukti komitmen dan dedikasi seluruh warga sekolah dalam membangun pendidikan berkualitas. “Puji syukur senantiasa kita panjatkan ke hadapan Allah SWT karena atas limpahan rahmat, hidayah, dan karunianya SMP Negeri 2 Selogiri dapat menapaki usia yang ke-41 tahun dengan penuh berkah, prestasi, dan dedikasi,” ujarnya.

    Penampilan senam semaphore dari Pramuka SMPN 2 Selogiri.


    Ia menjelaskan, perjalanan selama 41 tahun bukan sekadar angka, melainkan sejarah panjang penuh perjuangan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ribuan alumni telah lahir dari sekolah tersebut dan berkiprah di berbagai bidang. “Perjalanan ini adalah bentangan sejarah yang sarat dengan perjuangan, pengetahuan, dan komitmen bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelasnya.

    Safitri juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar menjadikan momentum ulang tahun sekolah sebagai penyemangat untuk terus belajar dan berprestasi. 

    “Jadikan momentum hari ulang tahun ke-41 ini sebagai pemantik semangat kalian untuk belajar lebih giat, gantungkan cita-cita kalian setinggi langit, ukirlah prestasi terbaik, dan jagalah nama baik sekolah ini,” katanya.

    Menurutnya, kebanggaan menjadi bagian dari SMP Negeri 2 Selogiri harus diwujudkan melalui karya nyata dan akhlak mulia. Ia juga mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat demi kemajuan pendidikan. “Marilah kita rekatkan kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat,” tuturnya.

    Ia menambahkan, SMP Negeri 2 Selogiri harus terus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter. Sekolah diharapkan tetap menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.

    “Bersama-sama kita bawa SMP Negeri 2 Selogiri melompat lebih tinggi, adaptif terhadap perubahan, dan tetap menjadi sekolah yang aman, nyaman, serta menyenangkan untuk belajar,” imbuhnya.

    Menutup sambutannya, Safitri menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-41 untuk SMP Negeri 2 Selogiri disertai harapan agar seluruh keluarga besar sekolah senantiasa diberi keberkahan dan semangat untuk terus berprestasi. “Selamat hari ulang tahun yang ke-41 SMP Negeri 2 Selogiri. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati setiap langkah dan niat tulus kita. SMP Negeri 2 Selogiri, jaya, jaya, jaya luar biasa,” pungkasnya.

    Perayaan HUT ke-41 SMP Negeri 2 Selogiri juga membawa slogan “Ayo! Tunjukkan Karakter Terbaikmu” dengan penanaman nilai karakter religius, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, dan gotong royong. Semangat tersebut dipertegas melalui seruan “Satu Hati, Satu Prestasi, SMPN 2 Selogiri Jaya!” sebagai motivasi bersama untuk terus melahirkan generasi unggul dan berdaya saing. (Sofyan)


    Baca juga: Tiga Dosen DKV ISI Surakarta Tekankan Kreativitas dalam Penjurian FLS3N SMP Sragen 2026

    Kegiatan penyembelihan hewan qurban tersebut dihadiri Pembina dan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi, Rektor UNISRI, pimpinan universitas, tenaga kependidikan, serta 16 shohibul qurban dari civitas akademika UNISRI. 


    UNISRI Surakarta Sembelih 2 Sapi dan 2 Kambing, Daging Qurban Dibagikan kepada 520 Penerima

    Solo - majalahlarise.com - PHBI Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menyembelih 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing untuk dibagikan kepada 520 penerima dalam perayaan Idul Adha 1447 H/2026 M di lingkungan kampus UNISRI, Kamis (29/5). Kegiatan rutin tahunan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus pengamalan nilai-nilai Slamet Riyadi di lingkungan civitas akademika.

    Kegiatan penyembelihan hewan qurban tersebut dihadiri Pembina dan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi, Rektor UNISRI, pimpinan universitas, tenaga kependidikan, serta 16 shohibul qurban dari civitas akademika UNISRI. Suasana kebersamaan tampak dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di area kampus dengan melibatkan panitia dan tim takmir masjid kampus.

    Ketua PHBI UNISRI, Arief Sutikno, S.Kom., M.Kom., menjelaskan tahun ini UNISRI menyembelih 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang dagingnya didistribusikan kepada 520 penerima manfaat. Penerima terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, warga sekitar kampus, hingga masyarakat kurang mampu.

    “Penyembelihan hewan qurban tahun ini dipandu oleh Sarafuddin, S.Pd., M.Pd. Seluruh proses dilaksanakan sesuai syariat Islam dan distribusi dilakukan secara tertib melalui kupon yang telah dibagikan sebelumnya,” ujarnya.

    Sementara itu, Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya pelaksanaan qurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al Kautsar ayat 2. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dari awal hingga akhir.

    “Terkait kegiatan qurban merupakan perintah Allah SWT seperti tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al Kautsar ayat 2, maka laksanakan sholat dan berkorbanlah. Universitas Slamet Riyadi memfasilitasi adanya penyembelihan Idul Qurban ini,” kata Prof. Sutoyo.

    Prof. Sutoyo juga menyampaikan kebijakan baru dari Yayasan dan Universitas terkait penamaan shohibul qurban yang mulai tahun ini difokuskan bagi dosen dan tenaga kependidikan yang menjelang purna tugas. Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi civitas akademika dalam kegiatan qurban di lingkungan kampus.

    “Harapannya seluruh dosen dan karyawan bisa qurban di sini meskipun bisa berkurban di tempat yang lain. Suasana qurban tidak hanya menyembelih hewan tapi ada ketaatan pada Allah. Mudah-mudahan ketaatan kita bisa kita implementasikan di dalam universitas,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, Prof. Sutoyo menekankan nilai pengorbanan sebagai inti dari peringatan Idul Adha. Ia menyebut semangat rela berkorban menjadi salah satu dari sembilan nilai Slamet Riyadi yang perlu diterapkan dalam kehidupan kampus maupun bermasyarakat.

    “Pengorbanan itu sangat dibutuhkan. Rela berkorban itu penting karena salah satu dari 9 nilai Slamet Riyadi ini juga tentang rela berkorban. Pengorbanan kita tidak sia-sia tapi ada nilai-nilai keikhlasan. Harapan kita mudah-mudahan qurban hari ini memberikan keberkahan kepada kita semua dan lembaga,” tuturnya.

    Melalui kegiatan qurban ini, UNISRI berharap semangat kebersamaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan civitas akademika serta masyarakat sekitar kampus. (Sofyan)


    Baca juga: Tiga Dosen DKV ISI Surakarta Tekankan Kreativitas dalam Penjurian FLS3N SMP Sragen 2026

    Dosen DKV FSRD ISI Surakarta saat melakukan penilaian penjurian FLS3N SMP Sragen 2026.


    Tiga Dosen DKV ISI Surakarta Tekankan Kreativitas dalam Penjurian FLS3N SMP Sragen 2026

    Sragen - majalahlarise.com - Tiga dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Surakarta menekankan pentingnya aspek kreativitas dalam proses penjurian cabang lomba Gambar Ilustrasi pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) SMP/MTs sederajat tingkat Kabupaten Sragen Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 5 Sragen, Rabu (20/5/2026).

    Sebanyak 27 peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing sekolah mengikuti lomba dengan penuh antusias. Para peserta terlebih dahulu membuat sketsa manual di atas kertas ukuran A3, kemudian melanjutkan proses pewarnaan dan penyelesaian karya menggunakan teknik digital di dua ruang kelas yang telah disiapkan panitia.

    Beragam tema dan karakter ilustrasi ditampilkan peserta dalam kompetisi tersebut. Lomba ini menjadi ajang seleksi untuk menentukan perwakilan Kabupaten Sragen yang akan maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.

    Tiga dosen DKV FSRD ISI Surakarta yang dipercaya menjadi tim juri dalam kegiatan tersebut yakni Rendya Adi Kurniawan, Alfiandi Eka Kusuma, dan Basnendar Herry Prilosadoso. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator meliputi tema, kreativitas, prinsip estetika, keterampilan, serta presentasi karya.

    Dalam hasil penjurian, Mikaela Allyna S.S dari SMP Negeri 1 Sragen berhasil meraih Juara I. Sementara Juara II diraih Nayla Khairunisa W dari SMP Negeri 1 Sragen dan Juara III diraih Putri Addahwa Z dari SMP Negeri 2 Masaran.

    Rendya Adi Kurniawan menjelaskan kegiatan FLS3N menjadi wadah positif bagi siswa untuk menuangkan ide dan kreativitas melalui karya ilustrasi. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan mampu menjadi wahana bagi siswa dalam menuangkan gagasan serta kreativitas ke dalam sebuah karya ilustrasi,” ujarnya.

    Ia juga berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung perkembangan potensi seni dan kreativitas pelajar di Kabupaten Sragen. (Sofyan)


    Baca juga: PPMI Assalaam Sebar 78 Hewan Kurban Secara Mandiri, Perkuat Ukhuwah Islamiyah hingga Lereng Gunung Lawu

    Pada Idul Adha tahun ini, PPMI Assalaam menyembelih sebanyak 78 hewan kurban yang terdiri dari 25 ekor sapi dan 53 ekor kambing. 


    PPMI Assalaam Sebar 78 Hewan Kurban Secara Mandiri, Perkuat Ukhuwah Islamiyah hingga Lereng Gunung Lawu

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H dengan penuh khidmat melalui rangkaian kegiatan ibadah dan sosial kemasyarakatan, Rabu (27/5/2026). Momentum Idul Adha tahun ini dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kepedulian sosial melalui penyembelihan dan distribusi hewan kurban ke berbagai wilayah binaan dan daerah yang membutuhkan.

    Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Idul Adha di Lapangan Sepak Bola PPMI Assalaam yang diikuti santri, guru, keluarga besar Assalaam, serta masyarakat sekitar. Bertindak sebagai imam dan khatib yakni Prof. Dr. Suwadi, S.Ag., M.Ag., M.Pd., Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga alumni ke-3 PPMI Assalaam.

    Pada Idul Adha tahun ini, PPMI Assalaam menyembelih sebanyak 78 hewan kurban yang terdiri dari 25 ekor sapi dan 53 ekor kambing. Hewan kurban tersebut tidak hanya didistribusikan di lingkungan sekitar pesantren, namun juga disalurkan ke sejumlah daerah binaan dan wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

    Sebanyak 6 ekor sapi didistribusikan ke wilayah Gunungkidul, 2 ekor sapi ke Kabupaten Pacitan, serta 4 ekor kambing disalurkan ke kawasan lereng Gunung Lawu. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam memperluas manfaat ibadah kurban sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

    Sekretaris PPMI Assalaam, Ustadz Dr. Arkanudin Budiyanto, M.I.Kom menjelaskan seluruh proses distribusi hewan kurban dilakukan secara mandiri dari hasil iuran masyarakat dan keluarga besar PPMI Assalaam tanpa dukungan pihak lain.

    “Penting untuk diketahui distribusi hewan kurban ini dilakukan murni dari kesadaran, keikhlasan, dan iuran masyarakat serta keluarga besar PPMI Assalaam, tanpa adanya dukungan pihak lain. Seluruh kegiatan ini merupakan usaha mandiri. Prioritas penyaluran diberikan kepada daerah-daerah yang membutuhkan dukungan lebih, seperti kawasan lereng Gunung Lawu yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap sumber daya. Dengan banyaknya masyarakat mualaf di wilayah tersebut, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif,” jelas Ustadz Dr. Arkanudin Budiyanto.

    Melalui kegiatan ini, PPMI Assalaam berharap ibadah kurban tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi santri dan masyarakat, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah binaan seperti Pacitan, Boyolali, dan kawasan lereng Gunung Lawu. Program distribusi hewan kurban tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. (Sofyan)


    Baca juga: POKJALUH Kemenag Wonogiri Gelar Qurban Sampai Tujuan ke-11 di Jatipurno, Perluas Syiar Islam dan Kuatkan Ukhuwah

    Kegiatan Qurban Sampai Tujuan (QST) ke-11 di Dusun Nglalar, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno.


    POKJALUH Kemenag Wonogiri Gelar Qurban Sampai Tujuan ke-11 di Jatipurno, Perluas Syiar Islam dan Kuatkan Ukhuwah

    Wonogiri - majalahlarise.com - Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (POKJALUH) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan Qurban Sampai Tujuan (QST) ke-11 di Dusun Nglalar, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno, Kamis (28/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas syiar Islam sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Seluruh Penyuluh Agama Islam Kemenag Wonogiri turut mengikuti kegiatan tahunan tersebut.

    Ketua Pokjaluh Agama Islam Kemenag Wonogiri, Drs. H. Munawir, M.S.I., dalam laporannya menyampaikan program Qurban Sampai Tujuan merupakan program unggulan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Program tersebut tidak hanya bertujuan menghidupkan sunnah Rasulullah Muhammad SAW, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Program Qurban Sampai Tujuan ini menjadi bentuk ikhtiar kami dalam menghidupkan sunnah Rasulullah SAW sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah,” jelasnya.

    Pembagian daging qurban kepada warga.


    Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, S.STP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada POKJALUH Kemenag Wonogiri atas terselenggaranya kegiatan sosial keagamaan tersebut di wilayah Kecamatan Jatipurno.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada POKJALUH Kemenag Wonogiri atas kepedulian dan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut juga diisi tausiyah oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, H. Hariyadi, S.Ag., M.S.I. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan ibadah qurban berawal dari ujian yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Menurutnya, kehidupan manusia tidak akan lepas dari berbagai ujian yang membutuhkan kesabaran dan keteguhan hati.

    “Dalam kehidupan ini minimal ada tiga ujian yang dihadapi manusia, yaitu ujian penderitaan, ujian kenikmatan, dan ujian ketaatan. Untuk melewati semua ujian tersebut diperlukan kesabaran dan keimanan yang kuat,” terangnya.

    Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai penyakit di era kekinian, salah satunya kecemasan akibat tekanan kehidupan dan keinginan untuk selalu mengikuti tren. Karena itu, masyarakat diajak memperkuat spiritualitas melalui majelis taklim, dzikir, dan majelis ilmu sebagai bentuk healing ruhani.

    Kegiatan Qurban Sampai Tujuan ke-11 tersebut ditutup dengan pembagian daging qurban kepada seluruh warga Dusun Nglalar, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri. Warga tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan dan semangat kepedulian sosial. (Sofyan)


    Baca juga: Aksi Superhero Spiderman dan Ultraman Meriahkan Kurban di Masjid Sudarto Milatoen Sukoharjo


Top