Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti saat memberikan sambutan pada Turnamen Bola Voli Cup 3 Dusun Gunungan, Desa Gunungan Kecamatan Manyaran.


    Turnamen Bola Voli OTASA Cup 3 Dusun Gunungan Manyaran Resmi Dibuka, Warga Antusias Dukung Lahirnya Atlet Berprestasi

    WONOGIRI - majalahlarise.com - Turnamen Bola Voli OTASA Cup 3 Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri resmi dibuka oleh Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti, di Lapangan Bola Voli Sugiyo Tresno Dusun Gunungan, Sabtu malam (13/6/2026). Kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan ketiga ini berlangsung meriah dengan pembagian doorprize berupa satu sak gabah kering serta diikuti empat tim tangguh yang siap bersaing secara sportif.

    Ratusan warga tampak memadati area lapangan untuk menyaksikan pembukaan turnamen. Suasana penuh semangat terlihat dari antusiasme masyarakat yang memberikan dukungan kepada para peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan gotong royong warga Dusun Gunungan.

    Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunungan Widi Hastuti menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang terus menjaga semangat olahraga di lingkungan desa. Ia mengaku baru pada pelaksanaan ketiga ini dapat hadir secara langsung dan melihat perkembangan fasilitas olahraga yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

    Pertandingan tim perangkat Desa Gunungan melawan tim karangtaruna dusun Gunungan.


    “Luar biasa sekali. Ternyata warga Dusun Gunungan ini orang-orang yang tangguh dan semangat membangun lingkungan,” ujarnya.

    Menurutnya, semangat masyarakat dalam membangun sarana olahraga patut diapresiasi. Sebelumnya warga telah memiliki lapangan bulu tangkis di balai dusun, kemudian berhasil membangun lapangan bola voli yang kini menjadi kebanggaan bersama. Keberadaan fasilitas tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pembinaan olahraga di tingkat dusun.

    Widi Hastuti menjelaskan keberhasilan pembangunan fasilitas olahraga tidak lepas dari peran seluruh elemen masyarakat. Para pemuda, bapak-bapak, ibu-ibu hingga anak-anak turut memberikan dukungan dalam berbagai bentuk sehingga lapangan bola voli dapat terwujud dan dimanfaatkan bersama.

    Ia berharap lapangan bola voli tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat pertandingan atau hiburan semata, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda. Regenerasi atlet dinilai penting agar semangat olahraga yang telah tumbuh dapat terus berlanjut pada generasi berikutnya.

    “Harus ada generasi penerus. Sayang sekali kalau sudah membangun lapangan bola voli tetapi tidak ada yang melanjutkan,” katanya.

    Lebih lanjut, Widi mengingatkan pembangunan lapangan memerlukan biaya, tenaga, dan kerja sama yang tidak sedikit. Karena itu, seluruh warga diharapkan menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    Ia juga menaruh harapan besar agar dari Dusun Gunungan lahir atlet-atlet berbakat yang mampu berprestasi di berbagai ajang olahraga. Menurutnya, kesempatan tersebut sangat terbuka apabila generasi muda terus berlatih dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia dengan baik.

    “Harapan kami nanti tumbuh atlet-atlet yang muncul dari Dusun Gunungan ini,” ungkapnya.

    Menutup sambutannya, Widi Hastuti mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta Turnamen Bola Voli Cup 3 Dusun Gunungan. Ia mengajak seluruh pemain untuk menjunjung tinggi sportivitas, menjaga persaudaraan, dan menjadikan turnamen sebagai momentum memperkuat kebersamaan warga.

    “Saya mengucapkan selamat bertanding, jaga selalu sportivitas, dan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa antara panitia dan seluruh warga Dusun Gunungan,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar PK Fest 2026, Ajang Kreativitas dan Inovasi Siswa

    Tampilan pentas seniPK Fest 2026.

    SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar PK Fest 2026, Ajang Kreativitas dan Inovasi Siswa

    Solo - majalahlarise.com - SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar PK Fest 2026 pada Sabtu (13/6/2026) di lingkungan sekolah. PK Fest menghadirkan beragam kegiatan mulai dari perlombaan akademik dan nonakademik, pameran produk, bazar kewirausahaan, hingga pentas seni. 

    PK Fest 2026 dirancang sebagai ajang aktualisasi potensi sekaligus motivasi bagi siswa di akhir tahun pembelajaran. Berbagai lomba seperti olimpiade, film pendek, tahfiz, hingga game online turut meramaikan kegiatan yang diikuti pelajar tingkat SMP/MTs. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah pameran inovasi dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran yang dikemas secara edukatif dan inspiratif.

    Humas SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Hendro Susilo, M.Pd., menyampaikan bahwa PK Fest 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Road to One Decade” sekolah. “Kegiatan ini menghadirkan lomba untuk siswa SMP/MTs se-Solo Raya, serta pameran produk pendidikan dari siswa kelas XI yang mengikuti program Sit In University. Dari program tersebut, siswa menghasilkan produk inovasi berbasis pengalaman kuliah, seperti aplikasi E-Count dari bidang ekonomi dan bisnis,” ujarnya.


    Ia menambahkan, kegiatan ini juga memberi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi diri, berkreasi, dan berinovasi melalui karya nyata. Sementara itu, siswa kelas X menampilkan hasil proyek kewirausahaan yang telah mereka rancang sejak awal pembelajaran.

    Guru pembimbing proyek kewirausahaan kelas X, Siami Kostimawati, menegaskan pentingnya pendidikan kewirausahaan sejak dini. “Siswa belajar mulai dari perencanaan ide, implementasi, manajemen anggaran, hingga promosi dan penjualan. PK Fest menjadi momentum bagi mereka untuk memasarkan produk melalui bazar,” jelasnya. Produk yang ditampilkan didominasi olahan makanan dan minuman yang sesuai dengan selera remaja.

    Selain pameran dan lomba, PK Fest 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni seperti tari saman dan musik, serta peluncuran tiga buku karya siswa, yakni Transformasi Fungsi Masjid di Kota Surakarta, Katalisator Muda: Berdaya dengan Karya dan Inovasi, serta antologi cerpen Memorabilia.

    Ketua Komite SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Rudi Setyohadi, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus menandai usia satu dekade sekolah. “Kami mengucapkan selamat atas 10 tahun berdirinya SMA Muhammadiyah PK Kottabarat. Prestasi yang diraih sangat luar biasa dan menjadi bukti kualitas sebagai sekolah unggulan,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan harapan agar PK Fest menjadi momentum peningkatan kualitas di masa mendatang. “PK Fest adalah bukti karya luar biasa. Memasuki dekade kedua, kita siap melangkah lebih maju,” katanya.

    PK Fest 2026 diharapkan menjadi ruang inspiratif bagi siswa untuk terus berprestasi, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan semangat inovatif bagi generasi muda. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta lomba untuk meraih “golden ticket” masuk SPMB SMA Muhammadiyah PK Kottabarat bagi juara pertama. (Sofyan)


    Baca juga: Prestasi Gemilang, Dua Siswi SMK Warga Surakarta Raih Juara I Lomba Video Tingkat Perguruan Tinggi



    Nahkoda Baru Senthir Nusantara Jaya Surakarta, Adhityo Utomo Resmi Dilantik sebagai Ketua Umum DPC Surakarta 2026-2031

    Surakarta - majalahlarise.com - Senthir Nusantara Jaya DPC Surakarta memasuki babak baru kepemimpinan setelah Adhityo Utomo atau yang akrab disapa Gembul resmi dilantik sebagai Ketua Umum DPC Surakarta periode 2026-2031. Pelantikan yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026) di Hotel Minoa Surakarta menjadi momentum penting bagi organisasi seni budaya tersebut dalam memperkuat peran pelestarian dan pengembangan budaya Nusantara di Kota Bengawan.

    Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Acara dihadiri jajaran pengurus pusat, perwakilan daerah, anggota Senthir Nusantara Jaya, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran para anggota menunjukkan soliditas organisasi sekaligus komitmen bersama untuk mengembangkan seni dan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

    Pelantikan kepengurusan baru dilakukan oleh Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, S.H., M.Kn. Momentum tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa Senthir Nusantara Jaya DPC Surakarta semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


    Adhityo Utomo dikenal sebagai pengusaha sekaligus Founder Harmoni WO & Catering. Sebelum meniti karier sebagai pengusaha, ia mengawali perjalanan profesionalnya sebagai Master of Ceremony dan Announcer. Pengalaman panjang di bidang manajerial, komunikasi publik, dan kepemimpinan menjadi modal berharga dalam mengemban amanah baru sebagai Ketua Umum DPC Surakarta.

    Dalam sambutan perdananya, Adhityo Utomo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut selama lima tahun ke depan.

    “Ini adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar. Bersama seluruh pengurus dan anggota, mari kita kuatkan kebersamaan, memperkuat fondasi organisasi, dan memastikan Senthir Nusantara memberikan dampak yang semakin nyata dan positif bagi masyarakat luas,” ujar Adhityo Utomo.

    Ia menjelaskan kepemimpinannya akan berlandaskan slogan “Seniman Terampil Humanis Berintegritas dan Rasional” sebagai semangat membangun organisasi yang profesional, inklusif, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

    Adhityo juga menyampaikan harapannya agar Senthir Nusantara Jaya DPC Surakarta dapat menjadi rumah besar bagi para pelaku seni dan budaya di Kota Surakarta. Menurutnya, kota yang dikenal dengan julukan “Solo Kutho Budoyo” memiliki kekayaan budaya yang perlu terus dijaga, dikembangkan, dan dikenalkan kepada generasi muda.

    “Besar harapan saya, Senthir Nusantara DPC Surakarta dapat mengembangkan keragaman seni budaya di kota ini, sejalan dengan slogannya Solo Kutho Budoyo. Dalam hal ini, kami siap bersinergi erat dengan Pemerintah Kota Surakarta untuk mengembangkan, mewadahi, serta menyatukan seluruh potensi seni dan budaya yang ada di Surakarta,” katanya.

    Selain pelantikan kepengurusan, Senthir Nusantara Jaya DPC Surakarta juga menyiapkan berbagai agenda budaya yang diharapkan mampu menarik partisipasi masyarakat. Beragam hiburan dan pertunjukan seni tradisional akan ditampilkan, mulai dari penampilan Pecas Ndahe, Wawin, Staso Didi Kempot, ketoprak humor Eko Ranotgouthel, hingga sajian dangdut jadul. Rangkaian kegiatan tersebut direncanakan ditutup dengan penampilan spesial Dimas Tedjo.

    Senthir Nusantara Jaya DPC Surakarta memiliki visi menjadi wadah penggerak pelestarian dan pengembangan seni budaya Nusantara yang kreatif, berdaya saing, serta membuka ruang bagi seniman untuk berperan lebih luas dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Organisasi ini juga mengusung sejumlah misi, antara lain melestarikan seni tradisi melalui pendidikan, pelatihan dan pertunjukan, memberdayakan seniman dan komunitas budaya agar mandiri dan inovatif, mendorong kolaborasi lintas disiplin, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

    Acara pelantikan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antar pengurus serta anggota. Suasana kebersamaan yang terbangun menjadi simbol semangat baru organisasi untuk terus bertumbuh, memperkuat sinergi, dan berkontribusi aktif dalam pengembangan seni budaya Nusantara.

    Dengan kepemimpinan baru di bawah Adhityo Utomo, Senthir Nusantara Jaya DPC Surakarta diharapkan mampu menjadi wadah yang semakin kuat bagi para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif dalam menjaga warisan budaya sekaligus melahirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. (Sofyan)


    Baca juga: Prestasi Gemilang, Dua Siswi SMK Warga Surakarta Raih Juara I Lomba Video Tingkat Perguruan Tinggi



    Langgar Agung Al Falah Kerten Gelar Pengajian Arloji, Ajak Jamaah Sambut Malam 1 Muharram dengan Amal Kebaikan

    Solo - majalahlarise.com - Langgar Agung Al Falah Kerten Solo kembali menggelar Pengajian Arloji (Amanah Ora Lali Ndongo Lan Ngaji) Malam Jumat Kliwon di Teras Beramal Yayasan Sahabat Beramal Bersama, Jalan Srikatan RT 01 RW 04, Kerten, Solo, Kamis malam (11/6/2026). Kegiatan rutin yang menjadi sarana dakwah dan silaturahmi warga tersebut diikuti puluhan jamaah dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua.

    Pengajian menghadirkan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko MPd, yang menyampaikan tausiyah bertema “Sambut Amalan Malam 1 Muharram.” Suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Jamaah tampak menyimak materi yang disampaikan sebagai bekal menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

    Ketua Takmir Langgar Agung Al Falah Kerten, Arif Dwi Utomo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah yang selama ini istiqamah mengikuti Pengajian Arloji setiap Malam Jumat Kliwon. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah menimba ilmu agama, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.


    “Pengajian Arloji, Amanah Ora Lali Ndongo Lan Ngaji, menjadi bagian dari gerakan sosial keagamaan yang kami jalankan. Kegiatan kami meliputi buka bersama anak yatim, santunan yatim piatu, penyediaan air bersih melalui pembuatan sumur, hingga tebar kurban untuk masyarakat,” ujar Arif Dwi Utomo.

    Arif juga mengajak jamaah untuk turut mengenalkan dan mempromosikan berbagai amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sebagai bentuk dakwah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Kami titip kepada seluruh jamaah untuk ikut mempromosikan amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Kita harus bangga dengan amal usaha Muhammadiyah karena telah banyak memberikan kontribusi bagi pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial,” katanya.

    Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Dwi Jatmiko menjelaskan Malam 1 Muharram merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperbanyak ibadah. Ia mengingatkan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT.

    “Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah, adalah salah satu dari empat bulan suci dalam Islam. Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memulai tahun baru dengan memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Dwi Jatmiko yang juga Guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Solo.

    Ia menjelaskan Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam memperbanyak ibadah dan amal kebajikan selama bulan Muharram. Karena itu, malam pergantian tahun Hijriah dapat dimanfaatkan untuk berdoa, berdzikir, bermuhasabah, dan meningkatkan kualitas keimanan.

    “Menyambut Tahun Baru Islam 2026 dapat dilakukan dengan berbagai amalan ibadah di malam 1 Muharram. Ini menjadi cara yang baik untuk memulai tahun baru dengan penuh keberkahan dan harapan kebaikan,” jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Dwi Jatmiko juga mengajak jamaah untuk memperbanyak doa sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 201.

    “Kita membaca Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 201, Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka,” tuturnya.

    Selain memperbanyak doa, ia mengingatkan pentingnya membiasakan diri membaca dan mempelajari Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Islam. Menurutnya, Malam 1 Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan Al-Quran melalui tilawah dan tadabbur.

    “Sebaik-baik kamu sekalian adalah orang-orang yang belajar dan mengajarkan Al-Quran,” pungkasnya.

    Melalui Pengajian Arloji, Langgar Agung Al Falah Kerten berharap semangat dakwah, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap Al-Quran terus tumbuh di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempersiapkan diri menyambut Tahun Baru Islam dengan amal ibadah yang lebih baik. (Sofyan)


    Baca juga: PKPA Angkatan X FH UNISRI dan PERADI Siapkan Advokat Cerdas, Berintegritas, dan Siap Hadapi Tantangan Zaman

    Denia Aura Sari berhasil meraih Juara I Lomba Video Kreatif TikTok dan Nishella Ardani Juara I Lomba Video Youth Red Cross Information Health (YRCIH) dalam rangkaian YRCIH Competition pada Himarmik Fest 2026 saat foto bersama guru pembimbing Nicholauda Januar Nugroho, S.Psi usai menerima piala juara I.


    Prestasi Gemilang, Dua Siswi SMK Warga Surakarta Raih Juara I Lomba Video Tingkat Perguruan Tinggi

    Surakarta - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMK Warga Surakarta. Dua siswi sekolah tersebut berhasil meraih Juara I dalam ajang lomba video yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi di wilayah Solo Raya, membuktikan kreativitas dan kemampuan mereka dalam menghasilkan konten edukatif yang berkualitas.

    Siswi atas nama Denia Aura Sari berhasil meraih Juara I Lomba Video Kreatif TikTok dalam rangka Dies Natalis Univet Bantara 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kesehatan (FKMIK) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) dengan tema “Bersinergi Membentuk Generasi yang Saintifik, Edukatif, Kolaboratif, dan Kreatif di Era Society 5.0.” Penyerahan penghargaan dan hadiah dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2026 di Gedung H Univet Bantara.

    Prestasi serupa juga diraih oleh Nishella Ardani yang sukses menjadi Juara I Lomba Video Youth Red Cross Information Health (YRCIH) dalam rangkaian YRCIH Competition pada Himarmik Fest 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Bangun Nusantara Sukoharjo. Penghargaan diserahkan pada 29 Mei 2026.

    Guru pembimbing, Nicholauda Januar Nugroho, S.Psi, menjelaskan keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Menurutnya, proses persiapan dilakukan secara terstruktur mulai dari pencarian talenta siswa yang memiliki potensi dalam bidang pembuatan konten video hingga tahap evaluasi hasil karya.

    “Kami memulai dengan mencari siswa yang memiliki potensi dalam membuat konten video. Setelah itu menyusun skrip, mempelajarinya bersama, kemudian melakukan latihan sesuai peran masing-masing. Tahap berikutnya adalah proses pengambilan gambar hingga penyuntingan video. Setelah video selesai, kami tetap melakukan evaluasi. Jika masih ada kekurangan, kami lakukan perbaikan. Jadi seluruh proses dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang matang,” ujarnya.

    Ia menambahkan, tantangan terbesar yang dihadapi selama proses produksi bukan pada aspek teknis, melainkan membangun rasa percaya diri siswa untuk tampil di depan kamera. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pembimbing melakukan berbagai kegiatan pra-produksi yang mendorong siswa lebih nyaman dan percaya diri.

    “Kendala yang paling sering muncul adalah bagaimana memupuk rasa percaya diri siswa agar berani tampil di depan kamera. Solusinya kami lakukan melalui sesi berbagi pengalaman, pendampingan, serta latihan menjalankan peran sesuai skenario yang telah disiapkan. Dengan latihan yang berulang, siswa menjadi lebih percaya diri saat proses pengambilan video,” jelas Nicholauda.

    Keberhasilan dua siswi SMK Warga Surakarta meraih gelar juara pertama sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas siswa sekolah menengah kejuruan mampu bersaing di tingkat perguruan tinggi. Prestasi tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara siswa dan guru dalam menghasilkan karya yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat.

    Nicholauda berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani berkarya di berbagai bidang.

    “Semoga prestasi ini menjadi ajang untuk mengasah bakat siswa, terutama dalam hal keberanian tampil, keberanian berkarya, serta meningkatkan soft skill yang sangat dibutuhkan di masa depan. Kami berharap semakin banyak siswa yang termotivasi untuk mengikuti berbagai kompetisi dan mengharumkan nama sekolah,” katanya.

    Pihak sekolah memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Denia Aura Sari dan Nishella Ardani. Keberhasilan tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya berprestasi, kreativitas, serta inovasi di lingkungan SMK Warga Surakarta, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menghasilkan karya positif di era digital. (Sofyan)


    Baca juga: PKPA Angkatan X FH UNISRI dan PERADI Siapkan Advokat Cerdas, Berintegritas, dan Siap Hadapi Tantangan Zaman

    Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan X Fakultas Hukum UNISRI Surakarta.


    PKPA Angkatan X FH UNISRI dan PERADI Siapkan Advokat Cerdas, Berintegritas, dan Siap Hadapi Tantangan Zaman

    SURAKARTA - majalahlarise.com - Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta bekerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan X. Kegiatan pembukaan berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Hukum UNISRI pada Kamis (11/6/2026) dan dilaksanakan secara hybrid hingga 25 Juni 2026.

    Program PKPA Angkatan X ini menghadirkan 30 sesi pembelajaran dengan durasi masing-masing 1,5 jam. Pelaksanaan secara hybrid dipilih untuk memberikan kemudahan bagi peserta dari berbagai daerah di luar Surakarta sehingga tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan tanpa terkendala jarak. Model pembelajaran ini juga menjadi upaya memperluas akses pendidikan profesi advokat dengan tetap menjaga kualitas materi dan proses pembelajaran.

    Ketua Pelaksana PKPA Angkatan X, Fx. Hastowo Broto Laksito, S.H., M.H., menjelaskan kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara dunia akademik dan profesi hukum dalam menyiapkan calon advokat yang kompeten dan berintegritas.



    “Kegiatan ini bagian dari upaya bersama mencetak advokat yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat dalam integritas. Kerja sama UNISRI dan PERADI merupakan komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan pendidikan keprofesian hukum yang aplikatif, beretika, dan relevan dengan perkembangan zaman,” jelas Fx. Hastowo Broto Laksito.

    Menurutnya, kurikulum PKPA terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan profesi hukum. Selain membekali peserta dengan kemampuan litigasi dan pemahaman kode etik profesi, program ini juga memberikan wawasan mengenai berbagai isu hukum kontemporer, termasuk perkembangan hukum digital serta profesi-profesi penunjang hukum yang semakin dibutuhkan pada era modern.

    Untuk mendukung kualitas pembelajaran, PKPA Angkatan X menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang profesi hukum. Mereka terdiri atas advokat, hakim, notaris, kurator, arbiter, jaksa, serta akademisi berkualifikasi guru besar yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang masing-masing.

    Acara pembukaan secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Nasional PERADI, Dr. Achhiel Suyanto, S.H., M.H. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan organisasi profesi terhadap peningkatan kualitas pendidikan calon advokat di Indonesia.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UNISRI, Dr. Dora Kusumastuti, S.H., M.H., menyampaikan komitmen fakultas dalam meningkatkan kompetensi lulusan PKPA agar mampu menjawab kebutuhan dunia profesi hukum yang semakin kompleks.

    “Kami Fakultas Hukum UNISRI berupaya semakin meningkatkan kompetensi lulusan PKPA UNISRI yang bekerja sama dengan PERADI, agar peserta memiliki keterampilan untuk semua hal yang dibutuhkan sebagai seorang lawyer. Setelah kegiatan PKPA ini peserta akan mengikuti Ujian Profesi Advokat pada November,” ujarnya.

    Pesan motivasi juga disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PERADI Surakarta, Zaenal Abidin, S.H., M.H. Ia mengingatkan peserta agar senantiasa menjaga integritas dan menjunjung tinggi kode etik profesi dalam menjalankan tugas sebagai advokat.

    “Jadilah advokat yang berintegritas dan menjunjung tinggi kode etik. Lulusan PKPA UNISRI menjadi advokat yang menasional,” pesannya.

    Melalui kolaborasi berkelanjutan antara UNISRI dan PERADI, PKPA Angkatan X diharapkan mampu melahirkan advokat muda yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki komitmen kuat dalam menegakkan hukum dan keadilan. Selain memiliki kompetensi akademik dan keterampilan praktik yang memadai, para lulusan juga diharapkan menjadi insan hukum yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Sofyan)


    Baca juga: Milad ke-12 SD Muhammadiyah Limpung Batang, Wayang Golek Pitutur Jadi Media Syiar Pendidikan dan Budaya Berkemajuan

    Pagelaran Wayang Golek Pitutur meriahkan  Milad ke-12 SD Muhammadiyah Limpung Batang.

    Milad ke-12 SD Muhammadiyah Limpung Batang, Wayang Golek Pitutur Jadi Media Syiar Pendidikan dan Budaya Berkemajuan

    Batang - majalahlarise.com - SD Muhammadiyah Limpung Kabupaten Batang memperingati Milad ke-12 dengan menggelar kegiatan Wayang Golek Pitutur di halaman sekolah, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian perayaan milad yang berlangsung meriah dengan mengusung perpaduan nilai pendidikan, dakwah Islam, dan pelestarian budaya sebagai wujud komitmen sekolah dalam membangun generasi berkarakter dan berkemajuan.

    Acara menghadirkan Ustadz Pujiono sebagai narasumber sekaligus pendakwah yang menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui media Wayang Golek Pitutur. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari siswa, guru, orang tua, pengurus Muhammadiyah, serta masyarakat sekitar yang hadir mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

    Dalam tausiyahnya, Ustadz Pujiono menjelaskan Milad ke-12 menjadi momentum penting untuk mensyukuri perjalanan panjang SD Muhammadiyah Limpung dalam mencerdaskan generasi bangsa. Menurutnya, usia dua belas tahun bukan sekadar penanda perjalanan waktu, melainkan bukti pengabdian sekolah dalam menanamkan ilmu, akhlak, dan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik.

    “Dari ruang-ruang belajar yang sederhana, lahir mimpi-mimpi besar yang tumbuh bersama doa, ikhtiar, dan pengabdian. Selamat Milad ke-12 SD Muhammadiyah Limpung. Teruslah menjadi pelita yang menerangi generasi, menumbuhkan anak-anak yang cerdas pikirannya, lembut hatinya, dan kuat imannya,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, terdapat tiga makna penting dalam peringatan milad. Pertama, sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat dan perkembangan yang telah Allah SWT karuniakan kepada sekolah selama dua belas tahun pengabdian. Kedua, sebagai sarana muhasabah untuk mengevaluasi berbagai program dan langkah yang telah dilakukan agar pelayanan pendidikan semakin berkualitas. Ketiga, sebagai media syiar Islam dan penguat ukhuwah antara sekolah, orang tua, Persyarikatan Muhammadiyah, serta masyarakat dalam membangun generasi yang berakhlak mulia.

    “Milad menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menyusun langkah yang lebih baik ke depan. Dengan kebersamaan dan semangat dakwah, sekolah akan semakin kuat dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak,” katanya.

    Kepala SD Muhammadiyah Limpung, Izam Izzudin, menyampaikan rasa syukur atas capaian sekolah yang kini memasuki usia ke-12 tahun. Ia menilai perjalanan tersebut tidak lepas dari dukungan seluruh pihak yang selama ini memberikan kepercayaan kepada sekolah.

    “Milad ke-12 ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat. Kami berharap SD Muhammadiyah Limpung terus berkembang menjadi sekolah unggulan yang mampu melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar Izam Izzudin.

    Sementara itu, Ketua PCM Limpung, H. M. Furqon Thohar, memberikan apresiasi atas berbagai prestasi dan perkembangan yang telah dicapai sekolah selama ini. Menurutnya, SD Muhammadiyah Limpung telah menjadi bagian penting dari gerakan dakwah Muhammadiyah di bidang pendidikan.

    “SD Muhammadiyah Limpung telah menunjukkan perkembangan yang baik dan menjadi salah satu amal usaha yang memberi manfaat bagi masyarakat. Kami berharap sekolah ini terus tumbuh, berkembang, dan semakin dipercaya masyarakat,” tuturnya.

    Hal senada disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Limpung, H. Rusmanto. Ia menjelaskan keberhasilan sekolah merupakan hasil kerja sama seluruh elemen, mulai dari guru, tenaga kependidikan, orang tua, persyarikatan, hingga masyarakat sekitar.

    “Keberhasilan yang diraih sekolah hari ini merupakan hasil sinergi banyak pihak. Momentum milad harus menjadi penyemangat untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu pendidikan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik,” jelasnya.

    Selain Wayang Golek Pitutur, peringatan Milad ke-12 SD Muhammadiyah Limpung juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung seperti Lomba Tingkat TK, Market Day, pentas kreativitas siswa, serta sejumlah agenda edukatif dan sosial lainnya. Berbagai kegiatan tersebut menjadi wadah pengembangan bakat, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan siswa sekaligus mempererat hubungan sekolah dengan masyarakat.

    Melalui semangat Milad ke-12, SD Muhammadiyah Limpung meneguhkan langkah untuk terus menjadi sekolah yang unggul dalam prestasi akademik, pembentukan karakter, syiar Islam, serta penguatan ukhuwah. Dengan memadukan pendidikan, budaya, dan nilai-nilai keislaman, sekolah ini diharapkan terus menjadi pelita yang menerangi perjalanan generasi menuju masa depan yang cerdas, berakhlak, dan berkemajuan. (Sofyan)


    Baca juga: SD Negeri Bayan Surakarta Gelar Program Pecimase, Ratusan Siswa Belajar Jadi Petani Cilik dan Tanam Cabai Bersama Dispangtan


Top