Penyerahan santunan kepada anak yatim.


    JARPUK Sukoharjo dan BRNR Kolaborasi Santuni Anak Yatim serta Bagikan 300 Paket Sayur Gratis

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Semangat kepedulian sosial kembali ditunjukkan Jaringan Perempuan Usaha Kecil (JARPUK) Sukoharjo bersama Barisan Relawan Nusantara Raya (BRNR) melalui kegiatan santunan anak yatim dan pembagian paket sayur gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Kegiatan sosial tersebut menjadi momen kolaborasi perdana antara JARPUK Sukoharjo dan BRNR dalam upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan saat para relawan berinteraksi langsung dengan anak-anak yatim maupun warga penerima bantuan.

    Santunan anak yatim dilaksanakan sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dan dukungan moral kepada anak-anak yang membutuhkan kepedulian bersama. Para relawan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang hadir.

    Selain santunan, kegiatan sosial juga diisi dengan pembagian sekitar 300 paket sayur gratis kepada masyarakat kurang mampu, kaum dhuafa, dan warga sekitar. Program berbagi ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat karena dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

    Salah satu pengurus kegiatan, Tutik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus mempererat tali silaturahmi antar komunitas dan masyarakat.

    “Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua pihak dan menjadi awal kolaborasi yang terus berlanjut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

    Masyarakat pun memberikan apresiasi atas kegiatan sosial yang dilakukan JARPUK Sukoharjo bersama BRNR. Warga berharap program kepedulian seperti ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi komunitas maupun organisasi lainnya untuk ikut berbagi kepada sesama.

    Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, JARPUK Sukoharjo dan BRNR berkomitmen untuk terus menebarkan nilai-nilai kemanusiaan serta menghadirkan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (Andi)


    Baca juga: Semarak FLS3N 2026 Kecamatan Manyaran, Ajang Kreativitas dan Prestasi Seni Siswa SD/MI

    Para pemenang FLS3N 2026 Kecamatan Manyaran.

    Semarak FLS3N 2026 Kecamatan Manyaran, Ajang Kreativitas dan Prestasi Seni Siswa SD/MI

    Wonogiri — majalahlarise.com - Suasana penuh semangat, kreativitas, dan nuansa seni mewarnai pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kecamatan Manyaran Tahun 2026 yang digelar di SD Negeri 1 Manyaran, Rabu (13/5/2026). Sebanyak 135 siswa terbaik dari 31 SD/MI se-Kecamatan Manyaran mengikuti ajang tahunan yang menjadi wadah pengembangan bakat seni dan sastra peserta didik tersebut.

    Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB itu berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai cabang lomba seni dan sastra. Para peserta merupakan siswa-siswi pilihan yang telah lolos seleksi di sekolah masing-masing dan terdaftar resmi pada portal FLS3N. Ajang ini menjadi momentum penting untuk menampilkan kemampuan sekaligus membangun karakter positif sejak usia dini.

    Ketua Panitia FLS3N Kecamatan Manyaran, Arif Dwi Prastyanto, menyampaikan pelaksanaan kegiatan melibatkan dewan juri profesional sesuai bidang masing-masing agar proses penilaian berlangsung objektif dan berkualitas.

    “Dalam pelaksanaan kegiatan ini panitia bekerja sama dengan dewan juri yang profesional sesuai bidangnya masing-masing. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, lancar, objektif, dan menghasilkan peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kecamatan Manyaran pada FLS3N tingkat Kabupaten Wonogiri,” tuturnya.

    Ia juga memberikan apresiasi kepada Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Manyaran, kepala sekolah, guru pendamping, dan seluruh dewan juri yang telah memberikan dukungan penuh demi suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan FLS3N tidak lepas dari sinergi seluruh pihak dalam mendukung pengembangan potensi siswa di bidang seni dan sastra.

    Tahun ini, FLS3N Kecamatan Manyaran mempertandingkan tujuh cabang lomba, yakni gambar bercerita dengan 25 peserta, menyanyi solo 20 peserta, kriya 14 peserta, mendongeng 20 peserta, menulis cerita 22 peserta, pantomim delapan tim atau 16 anak, serta seni tari enam tim atau 18 anak. Antusiasme peserta dan sekolah terlihat tinggi selama perlombaan berlangsung.

    Setelah melalui proses penilaian yang ketat, para juara yang akan mewakili Kecamatan Manyaran ke tingkat Kabupaten Wonogiri berhasil ditetapkan. Untuk cabang gambar bercerita diraih SDN 1 Bero, menyanyi solo dimenangkan SDN 1 Manyaran, cabang kriya diraih SDN 1 Manyaran, mendongeng dimenangkan SDN 3 Pijiharjo, menulis cerita diraih SDN 1 Manyaran, pantomim dimenangkan SDN 1 Manyaran, sedangkan cabang seni tari berhasil diraih SDN 4 Gunungan.

    Keberhasilan penyelenggaraan FLS3N Tahun 2026 di Kecamatan Manyaran diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan mencintai seni budaya bangsa. Melalui ajang ini, potensi generasi muda Manyaran terlihat semakin berkembang sebagai bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia sejak dini. (Sofyan)


    Baca juga: UNISRI Diplomatic Course 2026, Mahasiswa HI UNISRI Simulasikan Sidang UNGA Bahas Konflik Timur Tengah

    Ketua Pengurus YPPP Veteran Sukoharjo, Sadewa Suharto saat menyematkan samir wisuda kepada siswa program kelas unggulan SMA Veteran 1 Sukoharjo.


    SMA Veteran 1 Sukoharjo Gelar Wisuda Program Kelas Unggulan dan Pelepasan 348 Siswa Kelas XII

    Sukoharjo — majalahlarise.com - Suasana penuh khidmat dan kebanggaan mewarnai pelaksanaan wisuda program kelas unggulan dan pelepasan siswa kelas XII SMA Veteran 1 Sukoharjo yang digelar di auditorium Universitas Veteran Bangun Nusantara, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum pelepasan para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan sekaligus bentuk apresiasi terhadap capaian program unggulan sekolah di bidang bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan IT.

    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd, M.Si menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan wisuda yang berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan. Ia mengucapkan terima kasih kepada yayasan, pengurus sekolah, guru, wali siswa, serta seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan sekolah selama ini. 

    Menurutnya, berbagai program dan kegiatan siswa terus berkembang positif, mulai dari organisasi siswa, Paskibra, seni karawitan, hingga tari yang menjadi kebanggaan sekolah. “Alhamdulillah setiap perlombaan anak-anak selalu membawa prestasi dan itu menjadi kebanggaan bagi sekolah,” ujarnya.

    Koyem menjelaskan sekolah memiliki tiga program unggulan utama yakni bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan IT yang dapat diikuti siswa tanpa biaya tambahan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing lulusan agar siap menghadapi tantangan masa depan. 


    Ia menuturkan seluruh program unggulan tersebut juga telah memperoleh sertifikat tingkat nasional. “Tujuan kami agar anak-anak mempunyai skill dan nilai lebih dibanding sekolah lain sehingga siap menghadapi masa depan,” ungkapnya.

    Selain peningkatan akademik, sekolah juga fokus pada pengembangan keterampilan siswa melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja, termasuk program keterampilan menjahit yang memiliki peluang kerja besar di Jepang. 

    Pihak sekolah juga memberikan akses informasi pekerjaan bagi siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bahkan, beberapa alumni mampu bekerja sambil tetap melanjutkan kuliah secara daring melalui kerja sama dengan Univet Bantara. 

    “Ada anak-anak yang sudah berangkat ke Jepang, kemudian mampu membantu orang tua dan tetap melanjutkan pendidikan. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” katanya.

    Ketua Panitia Wisuda Program Kelas Unggulan dan Pelepasan Siswa Tahun Ajaran 2025-2026, Drs. Sukino, dalam laporannya menyampaikan jumlah peserta ujian tahun ini mencapai 348 siswa yang terdiri dari 139 siswa laki-laki dan 209 siswa perempuan. Seluruh siswa dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan 100 persen. Program kelas unggulan juga menunjukkan hasil membanggakan, meliputi program IT sebanyak 20 siswa, bahasa Inggris 20 siswa, dan bahasa Jepang 13 siswa yang seluruhnya dinyatakan lulus. 

    “Alhamdulillah berkat rahmat Allah anak-anak bisa menamatkan dan lulus dari pendidikannya di SMA Veteran 1 Sukoharjo. Untuk program kelas unggulan, seluruh peserta juga lulus 100 persen,” jelasnya.

    Sukino juga memberikan motivasi kepada para lulusan agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan mengembangkan keterampilan yang telah dimiliki selama mengikuti program unggulan. Ia berharap kemampuan dan sertifikat yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik. 

    “Anak-anak saya harapkan bisa menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi. Tingkatkan belajar kalian, semoga anak-anak bisa sukses dunia wal akhirat dan mampu meraih cita-cita yang diinginkan,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Pengurus YPPP Veteran Sukoharjo, Sadewa Suharto mengapresiasi para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di SMA Veteran 1 Sukoharjo. Ia menilai sekolah tersebut menjadi salah satu SMA swasta unggulan di Sukoharjo dengan berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang membanggakan. 

    “Kami terus terang mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada bapak ibu wali murid yang telah mempercayai kami sehingga sekolah di SMA Veteran 1 Sukoharjo ini merupakan kebanggaan bagi kita,” ujarnya.

    Sadewa Suharto juga memberikan motivasi kepada para lulusan agar mampu menentukan langkah masa depan dengan baik, baik melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Ia menyampaikan pihak yayasan siap memberikan dukungan dan keringanan biaya pendidikan bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah di Univet Bantara. Selain itu, ia turut bangga atas capaian siswa yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri. 

    Di akhir sambutannya, Sadewa Suharto berpesan agar seluruh lulusan menjaga nama baik almamater di mana pun berada. “Jagalah almamater Anda yaitu SMA Veteran 1 Sukoharjo dimanapun anak-anak kita diterima, karena almamater merupakan dasar untuk menjunjung tinggi semuanya ke perguruan tinggi,” ungkapnya. (Sofyan)


    Baca juga: UNISRI Diplomatic Course 2026, Mahasiswa HI UNISRI Simulasikan Sidang UNGA Bahas Konflik Timur Tengah

    Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional berperan sebagai delegasi berbagai negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. 


    UNISRI Diplomatic Course 2026, Mahasiswa HI UNISRI Simulasikan Sidang UNGA Bahas Konflik Timur Tengah

    Solo – majalahlarise.com - Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi kembali menyelenggarakan agenda tahunan bertajuk UNISRI Diplomatic Course (UDC) 2026 di Solo Paragon Hotel & Residences, Rabu (13/5). Kegiatan akademik berbasis simulasi diplomasi internasional ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami dinamika hubungan internasional secara praktis, kritis, dan aplikatif.

    UNISRI Diplomatic Course merupakan program akademik yang dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam bidang diplomasi, negosiasi, public speaking, penyusunan resolusi internasional, hingga pengambilan keputusan dalam forum multilateral. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori hubungan internasional di ruang kuliah, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mempraktikkan diplomasi global layaknya delegasi resmi suatu negara di forum internasional.

    Pada pelaksanaan tahun 2026, UDC mengangkat tema “Mediating Conflict in the Middle East after Israel-USA Attack on Iran” melalui simulasi sidang United Nations General Assembly (UNGA). Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap meningkatnya eskalasi konflik dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang menjadi perhatian dunia internasional. Melalui simulasi ini, peserta diajak memahami kompleksitas konflik internasional, dinamika kepentingan antarnegara, hingga tantangan diplomasi multilateral dalam menciptakan perdamaian global.

    Simulasi sidang UNGA, peserta menyampaikan posisi negara masing-masing, melakukan caucus dan negosiasi, membangun aliansi diplomatik, hingga merumuskan draft resolution sebagai solusi kolektif atas konflik yang dibahas.


    Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional berperan sebagai delegasi berbagai negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam simulasi sidang UNGA, peserta menyampaikan posisi negara masing-masing, melakukan caucus dan negosiasi, membangun aliansi diplomatik, hingga merumuskan draft resolution sebagai solusi kolektif atas konflik yang dibahas. Suasana sidang dibuat menyerupai forum internasional sesungguhnya sehingga peserta dituntut berpikir cepat, analitis, dan strategis dalam menyampaikan argumentasi diplomatik.

    Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI, Dr. Ganjar Widhiyoga menyampaikan UDC bukan sekadar agenda akademik tahunan, melainkan wadah pembentukan karakter diplomatis mahasiswa di tengah perkembangan politik global yang dinamis.

    “UNISRI Diplomatic Course menjadi ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan diplomasi, komunikasi internasional, dan berpikir kritis dalam menghadapi isu-isu global kontemporer. Kami ingin mahasiswa memiliki wawasan internasional yang luas serta mampu menjadi generasi muda yang adaptif dan komunikatif,” tuturnya.

    Ia juga menguraikan kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya diskusi ilmiah, memperluas perspektif internasional mahasiswa, serta menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan global masa kini. Dengan terselenggaranya UNISRI Diplomatic Course 2026, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI terus menunjukkan komitmen menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif, progresif, dan relevan dengan perkembangan isu internasional kontemporer. (Sofyan)


    Baca juga: Wedangan Lek Man Gentan Jadi Ruang Kolaborasi UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat di Sukoharjo

    Tim DnA Entrepreneur Academy saat meeting di Wedangan Lek Man Gentan. Selasa (12/5/2026).


    Wedangan Lek Man Gentan Jadi Ruang Kolaborasi UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat di Sukoharjo

    Sukoharjo –  majalahlarise.com - Aroma kopi hangat, obrolan santai, dan sajian kuliner khas angkringan menjadi suasana yang akrab terasa di Wedangan Lek Man. Namun di balik ramainya pelanggan yang datang silih berganti, tersimpan cerita tentang persahabatan, kepercayaan, dan semangat pemberdayaan masyarakat yang tumbuh perlahan hingga menjadi jaringan usaha kuliner yang berkembang di berbagai tempat.

    Abdul Malik Safa Mustafa atau akrab disapa Pak Tata menjadi salah satu sosok yang ikut bertumbuh bersama Wedangan Lek Man. Ia mengisahkan awal mula keterlibatannya dalam usaha tersebut berawal dari pertemuan kembali dengan Lek Man, sahabat lamanya sejak era bisnis ponsel pada tahun 2000-an. Setelah lama tidak bertemu, keduanya kembali berkomunikasi pada tahun 2017 ketika usaha Wedangan Lek Man mulai berkembang pesat.

    “Waktu itu saya melihat usaha Lek Man berkembang cepat. Buka di mana saja selalu ramai dan laris. Setelah COVID saya akhirnya memutuskan ikut bergabung karena melihat peluang dan sistem usahanya sudah tertata,” tutur Pak Tata.

    Keputusan itu ternyata menjadi langkah besar dalam perjalanan usahanya. Ia melihat Wedangan Lek Man bukan sekadar tempat makan, tetapi juga wadah yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat kecil. Berbagai produk makanan dan camilan dari pelaku UMKM dikumpulkan di basecamp untuk kemudian disalurkan ke sejumlah cabang wedangan. Sistem tersebut menciptakan ruang kolaborasi antara pemilik usaha dan masyarakat sekitar.

    Menurut Pak Tata, kekuatan utama Wedangan Lek Man terletak pada rasa saling percaya dan keterbukaan dalam menjalankan kemitraan. Hubungan pertemanan yang sudah terjalin lama membuat komunikasi berjalan lebih mudah dan penuh kekeluargaan. 

    “Lek Man itu percaya penuh kepada mitra-mitranya. Semua pemasukan dan pengeluaran dikelola bersama dengan sistem yang terbuka sehingga bisa saling mengawasi dan menjaga kepercayaan,” ujarnya.

    Selain menghadirkan sekitar 24 menu utama yang menjadi ciri khas Wedangan Lek Man, para mitra juga diberi kesempatan mengembangkan produk lokal di wilayah masing-masing. Inovasi itu membuat setiap cabang memiliki sentuhan khas tanpa meninggalkan identitas utama. Pak Tata bahkan menggandeng masyarakat sekitar untuk ikut berjualan melalui sistem kolaborasi dan bagi hasil.

    “Kalau ada warga yang punya produk atau bisa memasak menu tertentu, kami ajak kolaborasi. Jadi bukan hanya jualan, tapi sama-sama tumbuh dan mendapatkan manfaat,” katanya.

    Konsistensi rasa menjadi faktor lain yang membuat Wedangan Lek Man memiliki pelanggan loyal. Minuman diracik langsung oleh tim pusat sehingga cita rasa di setiap cabang tetap sama. Hal itu membuat pelanggan merasa nyaman karena dapat menikmati kualitas yang serupa di berbagai lokasi. Tak jarang pelanggan dari satu cabang berpindah nongkrong ke cabang lain karena sudah percaya dengan kualitas rasa yang disajikan.

    Bagi Pak Tata, usaha kuliner bukan hanya soal keuntungan semata. Ia berharap Wedangan Lek Man terus berkembang sebagai usaha berbasis pemberdayaan masyarakat dan pembuka lapangan kerja baru. Semakin banyak cabang yang berdiri, semakin banyak pula masyarakat yang bisa ikut bekerja dan merasakan manfaat ekonomi.

    “Kalau usaha berkembang, pegawai juga harus ditambah supaya pelayanan semakin baik. Prinsip kami sederhana, bagaimana usaha ini bisa memberi manfaat untuk lebih banyak orang,” tuturnya.

    Kini Pak Tata memilih mengembangkan usaha di kawasan Gentan, Baki, Sukoharjo. Meski berasal dari Polokarto, ia merasa lingkungan dan komunitas di wilayah tersebut sangat mendukung perkembangan usaha kuliner berbasis kebersamaan. Dari sebuah pertemanan lama, lahirlah kolaborasi yang kini menjadi ruang berkumpul sekaligus ruang tumbuh bagi masyarakat dan pelaku UMKM. (Sofyan)


    Baca juga: JARPUK Sukoharjo dan BRNR Rutin Santuni Anak Yatim serta Bagikan 200 Paket Sembako Setiap Jumat

    Pemotong tumpeng tandai diresmikan sumur bor untuk Warga Sidorejo Alasombo


    Kolaborasi Lintas Lembaga Hadirkan Sumur Bor untuk Warga Sidorejo Alasombo

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Kolaborasi kebermanfaatan untuk masyarakat kembali diwujudkan melalui pembangunan sumur bor di Dukuh Sidorejo, Desa Alasombo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Program yang diinisiasi oleh LAZIS Jateng ini melibatkan Salimah, YBM PLN UP3 Sukoharjo, Komunitas KUTUB, serta BPBD Kabupaten Sukoharjo. Peresmian sumur bor dilaksanakan pada Selasa (12/5/2026) sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi krisis air bersih saat musim kemarau.

    Kegiatan peresmian diawali dengan pembukaan dan tilawah Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan sambutan dari para pihak yang terlibat dalam program tersebut. Kepala Desa Alasombo, Suwardi, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya sumur bor yang dinilai menjadi berkah bagi warga Dukuh Sidorejo dan sekitarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

    “Sumur ini menjadi berkah untuk warga Alasombo, khususnya Dukuh Sidorejo. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kolaborator yang telah membantu hingga program ini terwujud. Semoga ke depan kebermanfaatannya bisa semakin luas untuk masyarakat,” ujarnya.

    Program sumur bor diinisiasi oleh LAZIS Jateng melibatkan Salimah, YBM PLN UP3 Sukoharjo, Komunitas KUTUB, serta BPBD Kabupaten Sukoharjo. 


    Ketua PD Salimah Sukoharjo, Titik Haryanti, menyampaikan apresiasi kepada LAZIS Jateng yang selama beberapa tahun terakhir terus menggandeng Salimah dalam berbagai program sosial di wilayah Weru. Ia menjelaskan Salimah Sukoharjo memiliki 12 cabang di seluruh kecamatan di Kabupaten Sukoharjo dan berharap sinergi serupa dapat terus berkembang di berbagai wilayah lainnya.

    “Kami berharap kolaborasi seperti ini tidak hanya di Weru, tetapi juga bisa diperluas di wilayah lain sehingga semakin banyak masyarakat Sukoharjo yang merasakan manfaatnya,” tutur Titik Haryanti.

    Perwakilan BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemerintah desa yang telah menyediakan tanah kas desa sebagai lokasi pengeboran. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bijak menggunakan air mengingat prediksi musim kemarau panjang dari BMKG.

    Air sumur bor yang diresmikan.


    “Kita perlu menggunakan air secukupnya dan menjaga alam. Menjaga alam juga merupakan wujud ibadah. Dengan menjaga alam, insyaAllah alam juga akan menjaga kita,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Yayasan Baitul Maal PLN UP3 Sukoharjo, Fathurrohman Trithadi, menuturkan pentingnya peran air dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan sumber air tersebut dengan bijak agar keberadaannya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.

    Direktur Eksekutif LAZIS Jateng, Ariyanto, juga memberikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang berhasil menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi semacam ini diharapkan terus berlanjut untuk program-program kemaslahatan lainnya.

    Pembangunan sumur bor ini dilakukan sebagai solusi atas persoalan kekeringan yang kerap dialami warga saat musim kemarau. Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat Dukuh Sidorejo dan sekitarnya diharapkan dapat memperoleh akses air bersih yang lebih memadai selama musim kering berlangsung.

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan Al-Qur’an wakaf kepada warga setempat. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua PD Salimah Sukoharjo, Titik Haryanti, kepada perwakilan takmir masjid setempat sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Pemuda Sengonwetan Gelar Sedekah Bumi, Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi Desa

    Para peserta pelatihan praktik pembuatan jingle promosi produk UMKM.


    Pelatihan Digital-AI Dorong UMKM Adaptif Hadapi Era Digitalisasi

    Solo - majalahlarise.com - Ruang Gerak UMKM berkolaborasi dengan Hetero Space menggelar pelatihan DIGITAL-AI bertajuk Optimasi Penggunaan AI untuk Bisnis UMKM di HETERO SPACE Solo, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menjadi upaya membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu menghadapi tantangan besar di era digitalisasi melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara praktis dan mudah diterapkan.

    Founder Ruang Gerak UMKM, sekaligus pemateri Rozi, menyampaikan perubahan pasar dari sistem konvensional menuju digital membuat pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap dapat bersaing di tengah dominasi korporasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, keterbatasan sumber daya yang dimiliki UMKM sering menjadi hambatan dalam mengikuti perkembangan zaman sehingga dibutuhkan solusi praktis yang tidak rumit namun tetap efektif. 

    “Kehadiran AI ini bisa menjadi sebuah pembantu kita untuk go digital tanpa harus menguasai coding dan teknologi yang rumit, tetapi tetap bisa menyelesaikan problem solving bagi teman-teman UMKM,” tuturnya.

    Pria yang akrab disapa Mas Rozi itu menguraikan teknologi AI mampu membantu berbagai kebutuhan usaha mulai dari pemasaran, pembuatan konten promosi, hingga analisis perkembangan bisnis secara lebih efektif dan efisien. 

    Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung penggunaan berbagai tools AI yang dapat menunjang usaha mereka. Peserta diajarkan membuat foto produk yang menarik, melakukan analisa serta konsultasi perkembangan usaha menggunakan AI sebagai konsultan bisnis, hingga membuat jingle promosi produk UMKM secara cepat dan kreatif.

    Selain itu, penyelenggara menjelaskan pentingnya pembelajaran yang tidak membebani pelaku usaha kecil. Mas Rozi mengatakan tujuan utama kegiatan bukan sekadar menjual aplikasi atau tools AI, melainkan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai cara menggunakan teknologi secara hemat biaya dan mudah diakses. 

    Ia menuturkan banyak pelaku UMKM memiliki keterbatasan modal sehingga pelatihan dirancang agar memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha peserta. “Kami ingin teman-teman UMKM memahami penggunaan AI secara efisien tanpa harus mengeluarkan biaya besar sehingga teknologi ini benar-benar bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

    Mas Rozi menjelaskan program pelatihan AI untuk UMKM tersebut telah dilaksanakan hampir 50 kali di delapan kota. Tahun ini pihaknya menargetkan kegiatan dapat menjangkau 35 kota dan kabupaten dengan menggandeng berbagai dinas, Balai Koperasi, Dinas Koperasi UMKM Jawa Tengah, Hetero Space, komunitas pelaku usaha, serta berbagai mitra lainnya. 

    “Kita berkolaborasi dengan dinas maupun komunitas secara umum agar digitalisasi UMKM ini bisa berjalan lebih luas dan masif,” jelasnya.

    Ke depan, pihaknya berharap tools AI yang dikembangkan dapat menjadi “senjata” bagi UMKM untuk bersaing di era digitalisasi dengan biaya yang terjangkau. Menurutnya, teknologi tidak harus mahal dan harus bisa diakses seluruh pelaku usaha kecil agar UMKM Indonesia semakin kuat menghadapi persaingan pasar digital. 

    “Harapan kami memberikan tools senjata bagi UMKM untuk bersaing di era digitalisasi dengan harga yang sangat murah dan efisien sehingga teman-teman UMKM bisa mengakses semuanya dengan mudah,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Pemuda Sengonwetan Gelar Sedekah Bumi, Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi Desa


Top