GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum saat memberikan sambutan dan arahan kepada calon wisuda FKIP. |
Yudisium Mahasiswa FKIP Univet Bantara Sukoharjo Periode Mei 2026, Rektor Jelaskan Kesiapan Mental dan Soft Skill Lulusan
Sukoharjo — majalahlarise.com - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar yudisium mahasiswa calon wisudawan periode Mei 2026 pada Selasa (5/5/2026) di Gedung H Lantai 3. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti sebanyak 182 mahasiswa sebagai momentum penting sebelum memasuki dunia kerja dan kehidupan profesional.
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum dalam arahan sekaligus sambutan menyampaikan yudisium bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal fase kehidupan yang penuh tantangan. Ia mengingatkan para lulusan agar memiliki kesiapan mental dan tanggung jawab dalam menghadapi dunia nyata.
“Besok ketika Anda menerima ijazah, itu bukan berarti perjuangan selesai, tetapi justru di situlah perjuangan akan dimulai,” tuturnya.
![]() |
| Fikrun Najih Hidayat calon wisudawan terbaik FKIP periode Mei 2026 saat foto bersama Rektor beserta jajarannya, Dekan FKIP beserta jajarannya dan calon wisuda. |
Ia juga menguraikan berbagai peluang karier lulusan, mulai dari menjadi guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG), melanjutkan studi hingga jenjang S2 dan S3 untuk menjadi dosen, hingga memanfaatkan peluang di era digital.
“Peluang itu banyak, silakan diraih. Anda boleh menjadi guru, dosen, bahkan kreator digital seperti YouTuber, selama tetap fokus pada tujuan utama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan pentingnya karakter, doa, dan keyakinan dalam meraih kesuksesan. Ia menyampaikan keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga integritas dan hubungan baik dengan sesama.
“Mimpilah setinggi-tingginya dan yakinlah kepada Tuhan, karena tidak ada yang mustahil selama kita berusaha dan berdoa,” tuturnya.
Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan kegiatan yudisium menjadi titik awal bagi lulusan untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Ia menguraikan dunia kerja saat ini menuntut tidak hanya kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan nonteknis yang menjadi penentu keberhasilan.
![]() |
| Pembicara Mas Sulis Setiyono, M.Hum saat menyampaikan materi soft skills bertema Optimalisasi Soft Skills untuk Mendukung Kesiapan Karier dan Profesionalisme Lulusan. |
“Keberhasilan seseorang ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, serta mengelola diri yang kita kenal sebagai soft skill,” ujarnya.
Ia juga mengajak lulusan untuk tidak hanya mengejar ilmu, tetapi juga menjadi pribadi yang bermanfaat. “Jangan hanya menjadi orang yang berilmu, jadilah orang yang berarti. Jangan hanya hidup untuk diri sendiri, tetapi hidup untuk memberi makna bagi sesama,” tuturnya.
Dalam rangka mendukung kesiapan karier, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan soft skills bertema Optimalisasi Soft Skills untuk Mendukung Kesiapan Karier dan Profesionalisme Lulusan dengan pembicara Mas Sulis Setiyono, M.Hum.
Dalam pemaparannya, narasumber membagikan strategi menghadapi rekrutmen kerja, khususnya pada program PPG dan BUMN. Ia menyampaikan pentingnya memiliki target karier yang jelas sebelum melamar pekerjaan serta memahami tahapan rekrutmen. “Anda pastikan dulu ingin kerja seperti apa, baru kemudian menyiapkan langkah-langkah yang tepat sejak awal,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya penyusunan dokumen lamaran kerja secara profesional. Menurutnya, CV memiliki peran strategis dalam menentukan arah proses seleksi. “CV itu akan menentukan arah interview dan peluang Anda diterima, jadi harus disusun dengan benar, tidak seadanya,” jelasnya.
Selain itu, ia menguraikan pentingnya memahami posisi sebagai fresh graduate serta kemampuan menampilkan potensi diri secara optimal meskipun belum memiliki pengalaman kerja formal.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan dan menyerahkan penghargaan kepada calon wisudawan terbaik FKIP periode Mei 2026. Penghargaan tersebut diraih oleh Fikrun Najih Hidayat dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas prestasi akademik sekaligus motivasi bagi lulusan lain untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik di tengah masyarakat. (Sofyan)
Baca juga: Univet Bantara Terima Kunjungan FTIK UIN Ponorogo, Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Program PPG
Pendidikan
![]() |
| Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum menyerahkan kenang-kenangan kepada Dekan FTIK UIN Ponorogo, Prof. Dr. Mukhibat, M.Ag. |
Univet Bantara Terima Kunjungan FTIK UIN Ponorogo, Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Program PPG
SUKOHARJO — majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam rangka penguatan kerja sama pengelolaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Univet Bantara ini diikuti oleh 11 peserta dari FTIK UIN Ponorogo dan disambut langsung oleh jajaran pimpinan serta tim pengelola PPG Univet Bantara.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman terkait pelaksanaan PPG, khususnya PPG Prajabatan, sekaligus menjalin kerja sama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Koordinator PPG Univet Bantara, dilanjutkan dengan perkenalan tim pengelola PPG. Selanjutnya, Dekan FTIK UIN Ponorogo, Prof. Dr. Mukhibat, M.Ag., menyampaikan paparan mengenai sejarah dan perkembangan program PPG di institusinya.
Agenda dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama antara PPG Univet Bantara dan FTIK UIN Ponorogo sebagai bentuk komitmen kolaborasi antar Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman (sharing session) terkait pengelolaan PPG, baik PPG Prajabatan maupun PPG Dalam Jabatan. Dalam sesi ini, kedua belah pihak saling bertukar praktik baik, tantangan, serta solusi dalam pengelolaan program sejak pendirian hingga pengembangannya saat ini.
Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., dalam arahannya menyampaikan bahwa kerja sama antar perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam mencetak guru profesional.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkaya perspektif dan memperkuat tata kelola Program PPG. Kami percaya, melalui sinergi antar LPTK, kualitas calon guru yang dihasilkan akan semakin baik dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan Univet Bantara berkomitmen untuk terus mengembangkan program PPG secara berkelanjutan sejak didirikan pada 2018, dengan mengedepankan inovasi dan peningkatan mutu layanan pendidikan.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif. Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi berlanjut dalam program-program konkret yang berdampak,” tambahnya.
Delegasi FTIK UIN Ponorogo yang hadir terdiri dari pimpinan fakultas dan pengelola PPG, di antaranya Wakil Dekan II Mukhlison Effendi, M.Ag., Wakil Dekan III Dr. Esti Yuli Widayanti, M.Pd., Ketua Program Studi PPG Nur Kolis, M.Ag., serta jajaran pengelola lainnya.
Sementara itu, tim PPG Univet Bantara yang menerima kunjungan dipimpin langsung oleh Rektor, didampingi Koordinator PPG Dr. Mukti Widayati, M.Hum., beserta jajaran sekretariat, bendahara, tim IT, dan administrasi.
Melalui kegiatan ini, kedua institusi diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengelolaan Program PPG, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan nasional. (Sofyan)
Baca juga: Akhirussanah SMA Muhammadiyah 2 Manyaran, 57 Siswa Lulus dengan Bekal Ilmu dan Adab
Pendidikan
![]() |
| Tampilan layar Pengumuman Pemenang Lomba Video Edukatif Tingkat Nasional 2026 FKIP Univet Bantara Sukoharjo. |
FKIP Univet Bantara Umumkan Pemenang Lomba Video Edukasi Nasional 2026, Perkuat Peran Generasi Muda dalam Transformasi Digital
Wonogiri – majalahlarise.com - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara menggelar acara Pengumuman Pemenang Lomba Video Edukatif Tingkat Nasional 2026 pada Selasa (5/5/2026) di Laboratorium Teknologi Pendidikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-58 yang mengangkat tema “Pendidikan Berdampak dalam Transformasi Digital untuk Dunia Berkelanjutan.”
Sejak pukul 10.00 WIB, suasana acara berlangsung khidmat dan penuh antusias dengan kehadiran peserta, panitia, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia secara daring.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh MC Mutiara Dana Elita dan Angga, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kebangsaan. Memasuki sesi inti, peserta diajak menyanyikan Hymne Univet Bantara, kemudian dilanjutkan laporan ketua panitia oleh Isna Farah Santi, M.Pd. Dalam laporannya, ia menyampaikan lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengekspresikan ide kreatif berbasis teknologi digital.
“Kegiatan ini kami hadirkan untuk mendorong mahasiswa dan pelajar agar berperan aktif sebagai agen perubahan dalam transformasi digital pendidikan yang berdampak dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menuturkan tema yang diusung mendorong peserta menghadirkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus mengandung pesan edukatif yang kuat. “Kami berharap peserta dapat menghadirkan karya yang edukatif, inovatif, dan berkontribusi terhadap keberlanjutan di masa depan,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp10 juta bagi 12 pemenang dari dua kategori. Ketua panitia menuturkan, “Kami menyediakan total hadiah Rp10 juta sebagai bentuk apresiasi atas karya-karya terbaik peserta dari seluruh Indonesia," ungkapnya.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP Univet Bantara Dr. Pranichayudha Rohsulina, M.Pd mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa syukur atas partisipasi peserta dari berbagai wilayah di Indonesia serta kerja keras panitia dan dewan juri yang telah menjalankan tugas secara profesional. “Di era digital saat ini kreativitas bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi telah menjadi kebutuhan utama,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan lomba ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, melainkan tentang proses belajar dan keberanian menyampaikan gagasan. “Melalui kegiatan ini kita merayakan proses berpikir, berimajinasi, serta keberanian peserta dalam menyampaikan ide yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Dekan memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus berkarya dan tidak berhenti berinovasi. “Bagi para pemenang, jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus menginspirasi. Dan bagi yang belum meraih juara, jangan pernah berhenti berkarya,” pesannya.
Acara semakin menarik dengan sesi preview video karya peserta yang dipandu oleh wakil juri, Dr. Fatma Sukmawati, M.Pd. Beberapa karya terbaik ditampilkan sebagai gambaran kualitas dan kreativitas peserta dalam mengolah ide menjadi media edukasi yang inspiratif. Karya-karya tersebut menyoroti berbagai isu penting, mulai dari literasi digital, lingkungan hidup, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pembelajaran.
Memasuki puncak acara, pengumuman pemenang dilakukan secara bertahap mulai dari kategori mahasiswa hingga siswa. Sebelum pengumuman utama, Wakil Dekan III turut menyampaikan promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), sekaligus memperkenalkan FKIP Univet Bantara sebagai institusi yang aktif mendorong inovasi pendidikan berbasis teknologi.
Untuk kategori siswa, Juara Harapan 3 diraih tim dari SMA Negeri 1 Sukoharjo melalui karya “Echo Chamber.” Juara Harapan 2 diraih SMA Widyagama Malang dengan karya “Start Today, Keep The Earth Clean With Small Action.” Juara Harapan 1 diraih SMK Muhammadiyah 4 Surakarta melalui karya “Satu Lingkaran Seribu Cerita.” Juara 3 diraih UPT SMAN 1 Palopo dengan karya “ECOSTEP PRESENT: Langkah Kecil Pelajar, Dampak Besar bagi Lingkungan.” Juara 2 diraih MAN 4 Kebumen melalui karya “Bumi Tak Butuh Janji.” Sementara Juara 1 diraih SMA Negeri 1 Jatinom dengan karya “Jejak Yang Abadi.”
Sementara itu, pada kategori mahasiswa, Juara Harapan 3 diraih Universitas Veteran Bangun Nusantara dengan karya “Creating Engaging Literacy With AI Technology.” Juara Harapan 2 diraih Universitas Negeri Surabaya melalui karya “Belajar Cerdas di Era Digital.” Juara Harapan 1 diraih Primakara University dengan karya “Evolusi Bangku Kuliah.” Juara 3 diraih Jakarta Global University melalui karya “Akses Tak Terbatas.” Juara 2 diraih Universitas Sebelas Maret dengan karya “Nilai.” Sedangkan Juara 1 diraih Institut Seni Indonesia Yogyakarta melalui karya “Edukasi atau Sensasi?”
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak transformasi digital pendidikan di Indonesia. Selain itu, ajang ini juga mempertegas komitmen FKIP Univet Bantara dalam menghadirkan ruang kolaborasi, kreativitas, dan inovasi yang berkelanjutan di tingkat nasional. (Sofyan)
Baca juga: Mudir PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Lulusan Harus Siap Kuliah, Siap Kerja, dan Siap Dakwah
Pendidikan
![]() |
| Kepala SMA Muhammadiyah 2 Manyaran, Wening Hidayati, S.Pd menyematkan Samir kepada siswa kelas XII. |
Akhirussanah SMA Muhammadiyah 2 Manyaran, 57 Siswa Lulus dengan Bekal Ilmu dan Adab
Wonogiri — majalahlarise.com - Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti kegiatan Akhirussanah siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 2 Manyaran Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar pada Selasa (5/5/2026) di halaman sekolah. Mengusung tema “Ilmu di Hati, Adab di Diri, Langkah Kami Menuju Masa Depan yang Diberkahi,” kegiatan ini menjadi momentum sakral bagi 57 siswa yang telah dinyatakan lulus.
Para siswa tampil anggun mengenakan pakaian adat Jawa, menambah nuansa khidmat sekaligus kental budaya dalam prosesi tersebut. Acara semakin semarak dengan berbagai penampilan potensi siswa, mulai dari seni karawitan, tari Saman, hingga seni bela diri Tapak Suci yang ditampilkan di hadapan orang tua dan tamu undangan. Puncak acara ditandai dengan prosesi penyerahan siswa dari pihak sekolah kepada orang tua serta penyematan samir sebagai simbol kelulusan.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Manyaran, Wening Hidayati, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelulusan para siswa. Ia mengajak seluruh hadirin untuk memaknai momen ini sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui.
![]() |
| Penampilan Tari Saman oleh siswa. |
“Alhamdulillah kita masih diberikan kekuatan dalam menjalankan aktivitas, dan hari ini kita dipertemukan dalam momen yang membahagiakan bagi anak-anak kelas 12,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada sekolah selama tiga tahun. “Terima kasih kepada Bapak Ibu yang telah mengamanahkan putra-putrinya kepada kami. Banyak pengorbanan yang telah diberikan demi keberhasilan anak-anak,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang makna kelulusan tidak hanya terletak pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. “Kelulusan sejati bukan hanya angka di ijazah, tetapi bagaimana kalian menjadi pribadi yang lebih santun, menghormati orang tua, dan mengutamakan adab di atas ilmu,” jelasnya.
Ia juga mendorong para lulusan untuk terus belajar, melanjutkan pendidikan, serta menjaga nama baik almamater. “Jaga nama baik sekolah, ceritakan hal-hal baik yang kalian dapatkan, dan jadilah manusia yang menebar kebaikan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Eko Rahmanto, menyampaikan rasa haru dan bangga atas capaian para siswa. Ia mengaku terharu menyaksikan penampilan siswa dalam acara tersebut. “Ini bukan kesedihan, tapi kebanggaan. Bahkan baru satu penampilan saja, saya sudah tidak mampu menahan air mata,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan kedekatannya dengan sekolah serta melihat perkembangan kualitas lulusan yang semakin baik dari waktu ke waktu.
Eko Rahmanto turut menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru, karyawan, serta orang tua siswa yang telah bersinergi dalam mendidik generasi muda. “Kami dari komite sekolah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perjuangan bapak ibu guru dalam mendidik anak-anak kami, serta kepada wali siswa yang telah bersinergi bersama sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan masa depan. “Ilmu itu penting, tetapi adab berada di atas ilmu. Kita berharap generasi kita menjadi generasi yang kuat, tangguh, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
Akhirussanah ini tidak hanya menjadi penutup masa belajar di bangku SMA, tetapi juga menjadi awal langkah para lulusan dalam menapaki masa depan dengan bekal ilmu dan adab, sebagaimana tema yang diusung dalam kegiatan tersebut. (Sofyan)
Baca juga: Mudir PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Lulusan Harus Siap Kuliah, Siap Kerja, dan Siap Dakwah
Pendidikan
![]() |
| Siswa bersama kepala sekolah, guru, karyawan dan komite sekolah PonpesMu Manafiul Ulum Sambi saat foto bersama usai acara Akhirussanah kelas XII. |
Mudir PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Lulusan Harus Siap Kuliah, Siap Kerja, dan Siap Dakwah
Boyolali — majalahlarise.com - Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti acara Akhirussanah kelas XII SMA Muhammadiyah PK Manafiul Ulum Sambi yang digelar pada Senin, 4 Mei 2026 di RM SFA Colomadu. Sebanyak 34 siswa resmi dilepas, terdiri dari 17 putra dan 17 putri, sebagai generasi penerus yang siap melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya.
Acara tersebut dihadiri Kepala Sekolah Ari Rosmawati, S.Pd., jajaran pengurus pondok pesantren, serta tamu undangan dari berbagai lembaga pendidikan, di antaranya Ponpes Al-Birru, Mahad Aisyah, Mahad Imam Asyafii, dan Ponpes Al Ikhsan. Kehadiran para tamu menambah kekhidmatan sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga dalam membangun generasi unggul.
Ketua Majelis Dikdasmen PCM Sambi, Muhammad Rosyidi, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pendidikan berbasis nilai sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. Ia mengajak para lulusan untuk terus menjaga nama baik almamater serta mengembangkan diri dengan semangat keilmuan dan keislaman.
“Kami berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai dan karakter. Jaga nama baik sekolah dan teruslah belajar di mana pun berada,” ujarnya.
Sementara itu, Mudir PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Pujiono, menuturkan pesan yang menjadi ruh dalam pelepasan tersebut. Ia menguraikan tiga kesiapan utama yang harus dimiliki para lulusan, yaitu siap melanjutkan kuliah, siap memasuki dunia kerja, dan siap berdakwah.
Menurutnya, kuliah menjadi jalan untuk memperluas wawasan dan memperdalam ilmu pengetahuan, sementara kerja merupakan bentuk nyata kemandirian dan tanggung jawab. Adapun dakwah menjadi misi utama sebagai umat Islam untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap lini kehidupan.
“Di mana pun kalian berada, jadilah pembawa risalah Nabi. Dakwah tidak hanya di mimbar, tetapi melalui sikap, akhlak, dan profesionalitas dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Pujiono di hadapan para wisudawan dan orang tua.
Akhirussanah ini tidak sekadar menjadi momen perpisahan, melainkan juga peneguhan komitmen bahwa lulusan SMA Muhammadiyah PK Manafiul Ulum Sambi siap menjadi generasi yang berilmu, mandiri, serta mampu berkontribusi bagi umat dan bangsa.
Dengan bekal pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai keislaman, para lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan di tengah masyarakat. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Tim pengabdian kepada masyarakat dari Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) saat foto bersama peserta pelatihan. |
Pelatihan Tepache dari Limbah Kulit Nanas, UNDIP Dorong Kesadaran Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat Warga Padangsari
Semarang — majalahlarise.com - Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui tim pengabdian kepada masyarakat dari Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) menggelar pelatihan pembuatan tepache, minuman fermentasi berbahan dasar limbah kulit nanas, di Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi upaya konkret dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik rumah tangga sekaligus mengenalkan alternatif minuman sehat yang mudah dibuat dan terjangkau.
Ketua tim pengabdian, Dwi Retno Fatmawati, M.Si., menyampaikan pelatihan ini dirancang tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Kami ingin masyarakat melihat limbah dapur, khususnya kulit nanas, sebagai bahan yang masih memiliki nilai guna. Melalui pelatihan ini, kami mengajak warga untuk mengolahnya menjadi minuman fermentasi yang menyehatkan dan bernilai tambah,” tuturnya.
Pelatihan diikuti sekitar 20–30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga dan warga usia produktif di lingkungan setempat. Tim pengabdian turut melibatkan dosen Dr. Drs. Wijanarka, Dr. Dra. Susiana Purwantisari, dan Drs. Budi Raharjo, M.Si., serta mahasiswa UNDIP sebagai pendamping selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan interaktif mengenai potensi kulit nanas sebagai bahan baku fermentasi, konsep dasar pembuatan tepache, serta manfaat kesehatan dari minuman fermentasi yang mengandung bakteri asam laktat dan metabolit fungsional.
Dr. Dra. Susiana Purwantisari menjelaskan minuman fermentasi memiliki potensi dalam mendukung kesehatan pencernaan jika diolah dengan benar.
“Minuman fermentasi seperti tepache mengandung mikroorganisme yang bermanfaat. Jika prosesnya higienis dan tepat, produk ini bisa menjadi alternatif minuman sehat bagi keluarga,” jelasnya.
Materi disampaikan melalui leaflet dan demonstrasi visual yang mudah dipahami. Antusiasme peserta terlihat tinggi dengan banyaknya pertanyaan terkait waktu fermentasi, variasi bahan, hingga teknik penyimpanan yang aman.
Memasuki sesi praktik, peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk langsung membuat tepache dengan pendampingan tim. Proses yang dilakukan meliputi pemilihan dan pencucian kulit nanas, penambahan gula dengan rasio yang tepat, hingga pengaturan fermentasi menggunakan wadah non-reaktif.
Drs. Budi Raharjo, M.Si., menguraikan praktik langsung menjadi kunci keberhasilan pelatihan karena peserta dapat memahami proses secara menyeluruh.
“Dengan praktik langsung, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman membuat sendiri sehingga lebih percaya diri untuk mencoba di rumah,” katanya.
Seluruh kelompok berhasil menyelesaikan proses pembuatan tepache dengan baik. Produk yang dihasilkan menunjukkan aroma khas fermentasi awal yang sesuai dengan standar.
Kegiatan ini turut mengubah cara pandang peserta terhadap limbah dapur. Kulit nanas yang sebelumnya dianggap tidak berguna kini dipahami sebagai bahan yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat kesehatan.
Salah satu peserta, Siti Aminah, mengaku mendapatkan wawasan baru dari pelatihan tersebut.
“Saya baru tahu kalau kulit nanas bisa diolah jadi minuman sehat. Saya ingin mencoba membuatnya di rumah dan membagikan ilmu ini ke tetangga,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UNDIP berharap dapat menghadirkan model pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif di bidang pangan dan lingkungan.
Dwi Retno Fatmawati menambahkan pendekatan teknologi tepat guna menjadi kunci dalam menjawab tantangan pengelolaan limbah rumah tangga.
“Kami berupaya menghadirkan solusi yang sederhana, murah, dan bisa langsung diterapkan masyarakat. Harapannya, kegiatan ini bisa berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kesehatan warga,” pungkasnya.
Dengan pelatihan ini, UNDIP terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya berbasis riset, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. (Sofyan)
Baca juga: Rute Epic dan Kental Budaya Bikin Takjub Pelari di Mangkunegaran Run 2026
Olahraga
![]() |
| Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X menyapa para peserta. |
Rute Epic dan Kental Budaya Bikin Takjub Pelari di Mangkunegaran Run 2026
SOLO — majalahlarise.com - Gelaran Mangkunegaran Run 2026 kembali menyuguhkan pengalaman berbeda bagi ribuan pelari. Tidak sekadar berlari, para peserta diajak menyelami denyut budaya Kota Solo melalui rute epic yang dipadukan dengan atraksi seni dan semangat kebersamaan, Minggu (3/5/2026).
Sebanyak 7.750 pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan 22 negara ambil bagian dalam ajang tahunan ini. Sepanjang lintasan, peserta disuguhi pemandangan heritage serta energi budaya Nusantara yang dihadirkan melalui 50 titik tematik. Rinciannya, 20 titik merepresentasikan identitas Mangkunegaran dan 30 titik lainnya dihadirkan oleh sponsor dengan nuansa pop Nusantara.
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X menyampaikan, Mangkunegaran Run bukan sekadar olahraga, tetapi ruang perayaan budaya yang terbuka bagi semua kalangan.
“Mangkunegaran Run kami hadirkan sebagai perayaan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini bukan sekadar event lari, tetapi pengalaman untuk merasakan energi Kota Solo dan budayanya secara langsung. Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang terbuka untuk siapa saja,” ujarnya saat memberikan flag off di garis start.
Keunikan lain terlihat dari puluhan cheering point yang tersebar di sepanjang rute. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga seniman dari Institut Seni Indonesia Surakarta dan Universitas Sebelas Maret turut ambil bagian dengan menampilkan tari-tarian dan musik tradisional.
![]() |
| Peserta 5K, Aryanto, tampil unik dengan mengenakan topeng Spiderman dan tangan Hulk. |
Berbagai karakter unik juga memeriahkan suasana, seperti tokoh wayang Gatotkaca, Buto, penari Lembu Sura, hingga karakter kartun. Pelajar dari SMA Muhammadiyah 2 Solo bahkan tampil memainkan gamelan lengkap dengan sinden, sekaligus membagikan minuman dan buah segar kepada para pelari.
Salah satu peserta yang terlibat sebagai pengisi cheering point, Jody Al Atas, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari event ini. Dengan mengenakan kostum Gatotkaca, ia sudah bersiap sejak dini hari.
“Kostum Gatotkaca ini saya pakai mulai pukul 3 pagi sampai sekarang. Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari Mangkunegaran Run, mantap luar biasa,” ungkapnya penuh semangat.
Antusiasme juga dirasakan oleh peserta lari kategori 21K, Moniq. Ia mengaku terhibur dengan berbagai atraksi di sepanjang lintasan.
“Setiap beberapa meter selalu ada cheering point menarik. Saya sempat lari bareng karakter kartun dan ikut menari Lembu Sura. Ini benar-benar seperti pesta budaya,” tuturnya usai mencapai garis finis.
Hal senada disampaikan Gigih Putra yang terkesan dengan kreativitas warga.
“Ada tarian, topeng lucu, kostum wayang, bahkan Spiderman dengan tangan Hulk. Ini jadi penyemangat tersendiri saat berlari,” ujarnya.
Sementara itu, peserta 5K, Aryanto, tampil unik dengan mengenakan topeng Spiderman dan tangan Hulk. Ia menyampaikan ingin menciptakan pengalaman berbeda dalam ajang ini.
“Saya ingin tampil beda. Ini jadi pengalaman yang tidak terlupakan,” katanya.
Di sisi lain, kehadiran pacer dengan penanda kepala kuda juga menjadi perhatian tersendiri bagi pelari. Para pacer ini bertugas menjaga ritme dan membantu peserta mencapai target waktu hingga garis finis.
Memasuki garis akhir di kawasan Ngarsopuro, para pelari disambut hangat oleh panitia yang mengenakan busana adat Jawa. Prosesi penyambutan dengan taburan bunga serta pengalungan medali menambah kesan sakral dan berbudaya.
Rute Mangkunegaran Run 2026 sendiri dimulai dari kawasan Stadion Manahan dan berakhir di Ngarsopuro, tepat di depan Pura Mangkunegaran. Jalur ini dirancang melewati titik-titik historis yang menggambarkan perjalanan budaya Kota Solo.
Menariknya, rute tersebut telah tersertifikasi oleh World Athletics melalui verifikasi langsung oleh perwakilan resmi, Kim Vivan. Hal ini semakin menguatkan posisi Mangkunegaran Run sebagai event lari berstandar internasional.
Dengan perpaduan olahraga, budaya, dan kebersamaan, Mangkunegaran Run 2026 kembali membuktikan diri sebagai ajang yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga pengalaman berlari yang berkesan dan penuh makna. (Is/ Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...










