International Conference on Technology, Education, and Social Science (ICTESS) 2026 yang ke-8 secara hybrid, Kamis (30/7).


    UNISRI Sukses Gelar ICTESS ke-8 Secara Hybrid, Bahas Transformasi Global di Tengah Ketidakpastian

    SOLO - majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional dengan menyelenggarakan International Conference on Technology, Education, and Social Science (ICTESS) 2026 yang ke-8 secara hybrid, Kamis (30/7). Konferensi internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan strategi menghadapi perubahan global yang semakin dinamis melalui pendekatan lintas disiplin ilmu.

    Mengusung tema "Navigating Global Transformation in an Uncertain World: Interdisciplinary Perspectives on Economics, Business, Education, Law, Agriculture, Food Technology, Politics, and Society", ICTESS 2026 menghadirkan enam pembicara utama dari lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Thailand. Para narasumber tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. (Head of LLDIKTI Wilayah VI Indonesia), Prof. Dr. Geoffrey Harvey Tanakinjal (University Malaysia Sabah), Dr. Tuyen Chan Kha (Nong Lam University, Vietnam), Prof. Dr. Shirlilo R. (University of the East Laguna Campus, Filipina), Prof. Madya Dr. Ahmad Zubir Ibrahim (Universiti Utara Malaysia), serta Dr. Chuan Chen Bi (Khon Kaen University, Thailand).

    Ketua Pelaksana ICTESS 2026, Dr. Marjam Desma Rahadhini, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa konferensi ini tidak sekadar menjadi agenda akademik tahunan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi internasional yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu untuk mencari solusi atas tantangan global.



    "ICTESS 2026 lebih dari sekadar acara akademik tahunan. Acara ini berfungsi sebagai forum internasional dinamis yang menyatukan beragam disiplin ilmu, mulai dari ekonomi, bisnis, pendidikan, hukum, pertanian, teknologi pangan, politik, hingga ilmu sosial, untuk mendorong perspektif kolaboratif dalam menghadapi ketidakpastian global," jelas Dr. Marjam.

    Menurutnya, konferensi ini dirancang untuk memfasilitasi diseminasi hasil penelitian, memperkuat jejaring akademik internasional, sekaligus menjadi wadah pertukaran pengetahuan lintas negara.

    "Melalui promosi penelitian lintas sektor dan dialog kebijakan berbasis bukti, ICTESS 2026 diharapkan membekali peserta dengan wawasan dan strategi menghadapi lingkungan global yang semakin tidak pasti. Ini merupakan kontribusi kami dalam membangun masa depan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," tambahnya.

    Konferensi dibuka secara resmi oleh Rektor UNISRI Surakarta, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta memandang ketidakpastian sebagai momentum untuk berinovasi dan memperkuat kerja sama internasional.

    "Tema Navigating Global Transformation in an Uncertain World menyoroti bahwa ketidakpastian bukanlah penghalang, melainkan ajakan untuk beradaptasi, berkolaborasi, dan mengubah tantangan menjadi peluang," ujar Prof. Sutoyo.

    Ia juga menjelaskan bahwa tantangan global saat ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu bidang ilmu atau satu institusi. "Tidak ada satu disiplin ilmu, lembaga, atau negara pun yang dapat menyelesaikan tantangan saat ini sendirian. Di Universitas Slamet Riyadi, kami percaya bahwa sebuah universitas tidak hanya harus menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memastikan bahwa pengetahuan tersebut bermanfaat bagi umat manusia," tuturnya.

    Menutup sambutannya, Prof. Sutoyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembicara, mitra, sponsor, reviewer, panitia, serta peserta yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan ICTESS 2026.

    "Semoga ICTESS 2026 memperluas perspektif kita, memperkuat kolaborasi yang bermakna, dan menginspirasi kita untuk mengubah pengetahuan menjadi tindakan positif bagi masyarakat," ungkapnya.

    ICTESS merupakan konferensi internasional tahunan yang menjadi salah satu program strategis UNISRI dalam memperkuat budaya riset, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta memperluas jejaring kerja sama global. Melalui penyelenggaraan secara hybrid, ICTESS 2026 berhasil menjangkau lebih banyak akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara, sekaligus mempertegas komitmen Universitas Slamet Riyadi Surakarta dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi melalui riset, kolaborasi, dan inovasi berkelanjutan. (Sofyan)


    Baca juga: Penerimaan Tamu Ambalan SMA Veteran 1 Sukoharjo 2026, Bentuk Pramuka Penegak Berkarakter Tangguh

    Wakil Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo bidang kesiswaan Drs. Sukino saat membuka kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan 2026.


    Penerimaan Tamu Ambalan SMA Veteran 1 Sukoharjo 2026, Bentuk Pramuka Penegak Berkarakter Tangguh

    SUKOHARJO - majalahlarise.com – SMA Veteran 1 Sukoharjo menggelar kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Pramuka selama dua hari, Kamis-Jumat (30-31/7/2026). Kegiatan yang menjadi program kerja tahunan sekolah ini dirancang bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai proses pembinaan untuk membentuk karakter peserta didik dari Pramuka Penggalang menuju Pramuka Penegak. Ambalan Pramuka SMA Veteran 1 Sukoharjo terdiri atas Ambalan Pandu Dewanata untuk putra dan Ambalan Dewi Kunti untuk putri yang berpangkalan di Gugus Depan (Gudep) 01125–01126.

    Melalui kegiatan tersebut, para peserta didik dibekali berbagai pengalaman yang bertujuan menumbuhkan pola pikir yang lebih dewasa, mandiri, dan bertanggung jawab. Proses perubahan tersebut dipandang penting sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi sekaligus membangun karakter yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.

    Wakil Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo bidang kesiswaan Drs. Sukino, menjelaskan perubahan dari Pramuka Penggalang menjadi Pramuka Penegak tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, peserta harus melalui tahapan pembinaan yang mampu mengubah pola pikir, memperkuat sikap, serta membangun mental agar siap menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


    "Penerimaan Tamu Ambalan ini diharapkan benar-benar bisa mengubah pola berpikir anak dari Pramuka Penggalang menjadi Pramuka Penegak. Perubahan itu membutuhkan proses, baik proses berpikir maupun proses menyatakan sikap agar lebih kuat menghadapi kegiatan di sekolah ke depan," ujarnya.

    Sukino menjelaskan pembinaan kepramukaan di SMA Veteran 1 Sukoharjo berorientasi pada penguatan tiga karakter utama, yaitu kemandirian, tanggung jawab, dan budi pekerti luhur. Ketiga nilai tersebut menjadi implementasi nyata dari Trisatya dan Dasa Dharma Pramuka yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

    "Anak-anak yang beralih dari Penggalang menjadi Penegak harus mampu mewujudkan sikap mandiri, bertanggung jawab, dan berbudi luhur sebagai pengamalan Trisatya dan Dasa Dharma Pramuka," katanya.

    Menurutnya, kegiatan perkemahan merupakan media pendidikan karakter yang efektif karena peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga mengalami langsung berbagai situasi yang melatih kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, serta kemampuan memecahkan persoalan di alam terbuka. Dari pengalaman tersebut diharapkan lahir pribadi-pribadi yang lebih tangguh dan memiliki rasa cinta terhadap sekolah.

    "Pramuka harus mampu mengubah perilaku peserta menjadi lebih baik sehingga memiliki sikap positif terhadap sekolah dan mampu menjaga almamater," jelas Sukino.

    Kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan tahun ini diikuti 344 peserta reguler, sementara peserta nonreguler, termasuk siswa baru yang tinggal di lingkungan pondok, mengikuti pembinaan dengan metode yang disesuaikan. 

    Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti beragam materi dan aktivitas, mulai dari pembinaan mental dan spiritual, latihan kepemimpinan, pembelajaran kehidupan di alam terbuka, hingga lomba memasak yang melatih kreativitas, kerja sama, dan kemandirian. Berbagai kegiatan tersebut dirancang agar peserta mampu mengembangkan kemampuan sosial sekaligus membentuk kepribadian yang disiplin, tangguh, dan bertanggung jawab.

    Sementara itu, Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si. berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter unggul dan mampu mengharumkan nama sekolah.

    "Harapan kami, anak-anak memiliki mental yang kuat, berjiwa berbudi luhur, mampu menjaga nama baik SMA Veteran 1 Sukoharjo, serta berprestasi dalam berbagai ajang perlombaan," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-46 SMPN 1 Pracimantoro, Perkuat Karakter Sekolah Bermartabat



    UNISRI dan Universitas PGRI Silampari Perkuat Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Lewat MoU, MoA, dan IA

    SOLO - majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta memperluas jejaring kerja sama antarpendidikan tinggi dengan menjalin kemitraan strategis bersama Universitas PGRI Silampari, Sumatera Selatan. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA) yang berlangsung di Gedung H Lantai 5 UNISRI, Senin (21/7/2026).

    Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui sinergi antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNISRI dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas PGRI Silampari.

    Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UNISRI, Dr. Joko Pramono, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menjelaskan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi UNISRI untuk memperluas kolaborasi akademik lintas daerah sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

    "Kerja sama dengan Universitas PGRI Silampari ini adalah bentuk komitmen UNISRI untuk terus membuka kolaborasi lintas wilayah. Kami berharap melalui MoU, MoA, dan IA ini dapat lahir program-program konkret yang memberi manfaat langsung bagi mahasiswa dan dosen, khususnya di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris," ujar Dr. Joko Pramono.

    UNISRI memandang kemitraan ini tidak hanya sebatas penandatanganan dokumen, tetapi juga menjadi fondasi pelaksanaan berbagai program akademik yang berdampak nyata bagi peningkatan kompetensi sivitas akademika.

    Sementara itu, Universitas PGRI Silampari diwakili oleh Sekretaris Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Dr. Syaprizal, M.Pd. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan UNISRI dan menyatakan kesiapan institusinya untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut secara berkelanjutan.

    "Kami menyambut baik kerja sama ini. Dengan adanya kesepakatan ini, kami berharap ada pertukaran akademik, penelitian bersama, dan pengembangan kurikulum antara PBI UNISRI dan PBI Universitas PGRI Silampari. Ini akan memperkuat kapasitas kedua institusi dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing," ungkap Dr. Syaprizal.

    Melalui Implementation Agreement yang telah disepakati, kedua perguruan tinggi akan mengimplementasikan sejumlah program kolaboratif, meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen untuk memperkaya pengalaman akademik, pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara bersama, pengembangan kurikulum dan modul pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta penyelenggaraan workshop, seminar, dan pelatihan guna meningkatkan kompetensi mahasiswa maupun dosen.

    Kerja sama tersebut diharapkan menjadi awal kemitraan jangka panjang yang mampu menghasilkan berbagai inovasi dalam bidang pendidikan bahasa Inggris, sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di kedua institusi.

    UNISRI terus mendorong penguatan kerja sama di tingkat nasional maupun internasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global melalui kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi.(Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-46 SMPN 1 Pracimantoro, Perkuat Karakter Sekolah Bermartabat

    Narasumber Bambang Eka Purnama menjelaskan smartphone yang dimiliki siswa memiliki potensi besar apabila dimanfaatkan secara optimal. 


    Optimalkan Gadget Siswa, SMKN 1 Sambi Hadirkan Bambang Eka Purnama Berikan Pemahaman Branding Produk dan Media Pembelajaran

    BOYOLALI - majalahlarise.com – SMK Negeri 1 Sambi terus mendorong pemanfaatan teknologi secara positif di lingkungan sekolah. Salah satunya dengan menghadirkan akademisi sekaligus praktisi teknologi informasi dari Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Sukoharjo, Bambang Eka Purnama, dalam workshop pemanfaatan gadget sebagai media pembelajaran kreatif sekaligus sarana branding produk karya siswa.

    Kegiatan ini menjadi upaya sekolah mengubah pola penggunaan gawai di kalangan pelajar dari sekadar media hiburan menjadi perangkat yang mampu mendukung proses pembelajaran, pengembangan kreativitas, serta pemasaran produk berbasis digital. Para siswa mendapatkan materi mengenai pemanfaatan smartphone untuk menghasilkan konten promosi yang menarik sekaligus memperkuat keterampilan digital yang dibutuhkan di dunia kerja.

    Dalam paparannya, Bambang Eka Purnama menjelaskan smartphone yang dimiliki siswa memiliki potensi besar apabila dimanfaatkan secara optimal. Melalui perangkat tersebut, siswa dapat belajar membuat foto produk yang menarik, menyusun narasi promosi, hingga memanfaatkan berbagai platform media sosial sebagai media pemasaran.

    "Di era digital saat ini, kemampuan branding dan promosi digital adalah keterampilan wajib bagi siswa vokasi. Melalui gadget yang mereka genggam sehari-hari, siswa bisa belajar mengambil foto produk secara profesional, membuat narasi (copywriting), hingga memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan produk karya siswa ke masyarakat luas," jelas Bambang Eka Purnama saat memberikan materi di hadapan siswa SMKN 1 Sambi.

    Bambang juga memandu peserta mengemas berbagai hasil karya dan produk pembelajaran, mulai dari produk olahan makanan, kerajinan, hingga jasa, menjadi konten visual yang menarik sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Menurutnya, keterampilan digital akan menjadi bekal penting bagi lulusan SMK untuk bersaing di dunia usaha maupun industri.

    Kepala SMKN 1 Sambi, Darsono, SE., S.Kom., MM., M.Par., menjelaskan pelatihan tersebut dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap tingginya intensitas penggunaan gadget di kalangan pelajar yang belum diarahkan pada aktivitas produktif. Karena itu, sekolah menghadirkan Bambang Eka Purnama untuk memberikan wawasan sekaligus alternatif pemanfaatan gawai yang lebih bermanfaat.

    "Kami melihat masih banyak siswa yang menggunakan gadget hanya untuk hiburan. Melalui workshop ini kami ingin memberikan sudut pandang baru bahwa gawai dapat menjadi alat belajar, berkarya, dan membangun masa depan. Kami berharap materi yang disampaikan Pak Bambang mampu memicu ide, kreativitas, serta cara berpikir baru dalam memaksimalkan gadget yang dimiliki siswa," ujar Darsono.

    Pihak sekolah berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan literasi digital sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis teknologi di kalangan peserta didik. Bekal keterampilan digital, branding, dan pemasaran produk dinilai menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh lulusan SMK dalam menghadapi perkembangan dunia kerja yang terus bergerak ke arah digital.

    Melalui workshop ini, siswa SMKN 1 Sambi tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis sesuai bidang keahlian masing-masing, tetapi juga dibekali kemampuan memanfaatkan gadget sebagai media pembelajaran, sarana promosi, serta alat membangun citra produk secara profesional sehingga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar digital. (Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-46 SMPN 1 Pracimantoro, Perkuat Karakter Sekolah Bermartabat



    Dua Mahasiswa DKV ISI Surakarta Rancang Buku Layanan Solo Technopark Lewat Program Mahasiswa Berdampak

    SOLO - majalahlarise.com – Dua mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta turut berkontribusi dalam penyusunan Buku Layanan Solo Technopark melalui Program Mahasiswa Berdampak (ProMaDam) Tahun 2026. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari Skema Magang di UPTD Kawasan Sains dan Teknologi Solo Technopark yang berlangsung selama empat bulan, mulai 11 Mei hingga 11 September 2026.

    Dua mahasiswa yang terlibat dalam proyek tersebut adalah Muhammad Alifi Krisna Pamungkas dan Al Nur Rochim Meyrista Putra Sadewa. Selama menjalani magang, keduanya didampingi dosen pembimbing lapangan Basnendar Herry Prilosadoso dan Isnawati Muslihah, serta memperoleh bimbingan mentor lapangan Agus Jatmiko. Mereka bertugas merancang desain Buku Layanan Solo Technopark dengan mengolah berbagai data dan informasi ke dalam sistem komunikasi visual melalui penyusunan struktur konten, hierarki informasi, hingga tata letak (layout) yang informatif dan komunikatif.

    Buku Layanan Solo Technopark disusun sebagai media informasi yang memuat profil institusi, fasilitas, ruang pertemuan, ruang pelatihan, laboratorium, layanan inkubasi bisnis, program pengembangan talenta, serta berbagai layanan lainnya. Kehadiran buku ini diharapkan mampu memudahkan masyarakat, kalangan industri, akademisi, instansi pemerintah, maupun calon pengguna layanan dalam memperoleh informasi secara lengkap melalui satu media yang terintegrasi. Saat ini buku tersebut masih berada pada tahap perancangan dan direncanakan diterbitkan dalam bentuk buku cetak.

    Dalam proses penyusunannya, perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan komunikasi informasi, karakter identitas Solo Technopark, serta kemudahan pembaca dalam memperoleh informasi secara efektif. Berbagai informasi disusun secara sistematis dengan mengedepankan hierarki visual, keterbacaan, dan konsistensi desain sehingga menghasilkan media informasi yang profesional, komunikatif, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

    Muhammad Alifi Krisna Pamungkas menjelaskan keterlibatannya dalam proyek tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengaplikasikan kompetensi Desain Komunikasi Visual pada proyek nyata.

    "Melalui proyek ini kami belajar bagaimana mengolah berbagai data dan informasi menjadi media komunikasi visual yang informatif, terstruktur, dan mudah dipahami. Perancangan Buku Layanan Solo Technopark memberikan pengalaman bagi kami untuk menerapkan proses desain secara nyata dalam menjawab kebutuhan komunikasi sebuah institusi," ujarnya.

    Apresiasi juga disampaikan Kepala Divisi IT Solo Technopark, Agus Jatmiko. Ia menjelaskan keterlibatan mahasiswa memberikan kontribusi positif dalam pengembangan media informasi institusi. "Proses perancangan Buku Layanan Solo Technopark menjadi langkah yang mendukung penyampaian informasi mengenai berbagai layanan dan fasilitas Solo Technopark kepada masyarakat melalui media yang lebih informatif dan komunikatif," jelasnya.

    Sementara itu, dosen pembimbing lapangan, Isnawati Muslihah, menjelaskan proyek tersebut menjadi ruang belajar yang relevan bagi mahasiswa untuk memahami peran strategis Desain Komunikasi Visual dalam membangun komunikasi institusi. 

    "Sebagai pembimbing lapangan, saya melihat proyek ini menjadi ruang belajar yang tepat bagi mahasiswa untuk memahami bahwa Desain Komunikasi Visual bukan sekadar menyusun elemen agar terlihat menarik, tetapi juga bagaimana mengubah data dan informasi institusi yang kompleks menjadi sebuah paket komunikasi yang runtut, konsisten, dan mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan," ujarnya.

    Ia menambahkan, dalam perancangan Buku Layanan Solo Technopark mahasiswa dituntut menjaga konsistensi tata letak sekaligus membangun identitas visual yang jelas pada setiap halaman, mulai dari profil institusi hingga rincian program dan fasilitas. 

    "Pengalaman ini penting karena melatih mahasiswa untuk berpikir strategis, tidak hanya sebagai perancang visual, tetapi juga sebagai penyusun pesan yang efektif untuk mendukung komunikasi sebuah institusi," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-46 SMPN 1 Pracimantoro, Perkuat Karakter Sekolah Bermartabat

    Siswa kelas V dan VI SD Negeri Mojosongo V Surakarta mengikuti kegiatan PISN Wayang Goes to School.


    200 Siswa SD Negeri Mojosongo V Surakarta Kenali Wayang Babad Kartasura Lewat PISN Wayang Goes to School

    SOLO - majalahlarise.com – Sekitar 200 siswa kelas V dan VI SD Negeri Mojosongo V Surakarta mengikuti kegiatan PISN Wayang Goes to School yang digelar di halaman sekolah, Kamis (30/7/2026). Melalui kegiatan mewarnai karakter Wayang Babad Kartasura, para siswa diajak mengenal seni tradisi dengan cara yang menyenangkan sekaligus edukatif.

    Sejak kegiatan dimulai, para siswa tampak antusias mewarnai gambar karakter Wayang Babad Kartasura menggunakan berbagai media, seperti pastel, pensil warna, spidol, dan alat gambar lainnya. Antusiasme mereka terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai pemilihan warna serta karakter wayang yang sedang diwarnai.

    Sebelum praktik mewarnai, siswa mendapatkan materi pengenalan Wayang Babad Kartasura dari narasumber mitra Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, Kartasura. Penyampaian materi dikemas menarik dengan diawali tembang dolanan sehingga mampu membangun suasana belajar yang interaktif. Siswa dikenalkan pada berbagai unsur wayang, mulai dari bagian tubuh, bahan pembuatan, gapit, warna, busana, hingga filosofi yang terkandung di dalamnya.

    Kegiatan bertajuk Wayang Goes to School ini merupakan salah satu rangkaian Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta sebagai upaya mengenalkan Wayang Babad Kartasura kepada generasi muda. Program tersebut menjadi bagian dari Hibah PISN Kemdiktisainstek bertema Revitalisasi Sejarah Babad Kartasura Melalui Eksistensi Dalang Wanita Lewat Pagelaran Kolaborasi Wayang dengan Motion Graphic.

    Kepala SD Negeri Mojosongo V Surakarta, Tukadi, menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai mampu mendekatkan warisan budaya kepada peserta didik sejak usia dini. "Kami sangat mendukung kegiatan ini karena seni tradisi, khususnya wayang, perlu dikenalkan sejak dini agar siswa memiliki wawasan dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan," ujarnya.

    Ketua Tim Hibah PISN FSRD ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, menjelaskan kegiatan tersebut dirancang sebagai alternatif media pembelajaran yang memadukan unsur pendidikan dan rekreasi. "Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda melalui aktivitas kreatif. Wayang tidak hanya dikenalkan sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media edukasi yang menarik sehingga siswa lebih mudah memahami nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya," jelasnya.

    Basnendar memimpin tim Hibah PISN yang beranggotakan Ana Rosmiati, Indriati Suci Pravitasari, Sri Murwanti, serta melibatkan mahasiswa ISI Surakarta. Melalui kolaborasi dengan Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, tim berharap Wayang Babad Kartasura semakin dikenal masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang berkelanjutan. (Sofyan)


    Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Solo Luncurkan Mutaba'ah Book Daily Practice untuk Perkuat Karakter Religius Siswa

    Mutaba'ah Book Daily Practice edisi Agustus 2026 sebagai buku pemantauan ibadah dan pembiasaan amalan harian bagi siswa kelas 1 hingga kelas 6. 


    SD Muhammadiyah 1 Solo Luncurkan Mutaba'ah Book Daily Practice untuk Perkuat Karakter Religius Siswa

    SOLO - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah 1 Solo meluncurkan Mutaba'ah Book Daily Practice edisi Agustus 2026 sebagai buku pemantauan ibadah dan pembiasaan amalan harian bagi siswa kelas 1 hingga kelas 6. Program yang diperkenalkan pada Kamis (30/7/2026) ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam memperkuat karakter religius peserta didik melalui sinergi antara sekolah dan orang tua.

    Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menjelaskan Mutaba'ah Book Daily Practice dirancang sebagai buku penghubung yang mendokumentasikan aktivitas ibadah siswa setiap hari, baik ketika berada di sekolah maupun di rumah. Melalui buku tersebut, pembentukan karakter islami diharapkan berlangsung secara berkelanjutan dengan pendampingan dari guru dan keluarga.

    “Buku penghubung ibadah Mutaba'ah Book Daily Practice memuat serangkaian agenda pembiasaan harian yang sangat komprehensif,” ujar Sri Sayekti.

    Ia menjelaskan, isi buku tersebut mencakup berbagai aspek pembinaan ibadah, mulai dari pemantauan muroja'ah hafalan Al-Qur'an, ziyadah tahfidz, pembiasaan membaca Al-Qur'an, hingga membaca Asmaul Husna. Selain itu, tersedia pula target hafalan doa sesuai jenjang kelas. Sebagai contoh, untuk siswa kelas 3 Semester Gasal Tahun Pelajaran 2026/2027 terdapat materi hafalan Doa Jalan Mendaki (Allaahu Akbar), Doa Jalan Menurun (Subhaanallaah), Doa untuk Orang Tua, hingga Doa Setelah Adzan.

    Tidak hanya berfokus pada hafalan, buku tersebut juga dilengkapi lembar pencatatan pelaksanaan shalat sunnah harian, seperti shalat Tahajud, Dhuha, serta shalat sunnah Rawatib, baik Qabliyah maupun Ba'diyah. Para siswa juga didorong membiasakan diri melaksanakan puasa sunnah, di antaranya puasa Senin-Kamis dan puasa Ayyamul Bidh sebagai bagian dari pembinaan spiritual sejak usia dini.

    Menurut Sri Sayekti, keunggulan Mutaba'ah Book Daily Practice terletak pada keterlibatan aktif guru dan orang tua dalam memantau perkembangan ibadah siswa. Setiap lembar evaluasi harian maupun mingguan dilengkapi kolom paraf dan penilaian dari guru kelas serta orang tua sehingga proses pembinaan dapat dilakukan secara terpadu.

    “Hal ini memastikan bahwa proses bimbingan, pembentukan akhlak, dan pemantauan ibadah anak berjalan secara bersinergi di dua lingkungan utama anak-anak. Anak hebat orang tua terlibat,” jelasnya.

    Melalui peluncuran Mutaba'ah Book Daily Practice edisi Agustus 2026, SD Muhammadiyah 1 Solo berharap kebiasaan beribadah, menghafal Al-Qur'an, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dapat tertanam secara konsisten pada diri setiap siswa. Program ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki fondasi spiritual yang kuat.

    “Program pemantauan ini menjadi sarana efektif dalam meletakkan fondasi spiritual yang kokoh, sehingga melahirkan generasi anak bangsa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedisiplinan beribadah dan berakhlak mulia,” pungkas Sri Sayekti. (Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-46 SMPN 1 Pracimantoro, Perkuat Karakter Sekolah Bermartabat


Top