Ketua GOW Kabupaten Sukoharjo Hartini Wiwik Handayani menyerahkan santunan kepada anak yatim.


    GOW Sukoharjo Santuni 25 Anak Yatim di Bulan Ramadhan

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sukoharjo menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim pada Kamis (12/3/2026) di Sekretariat GOW Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–10.30 WIB tersebut menjadi wujud kepedulian sosial organisasi perempuan di Sukoharjo dalam memaknai momentum bulan suci Ramadhan.

    Kegiatan diikuti oleh 64 pengurus dan anggota GOW, dua perwakilan dari DP2KBP3A Kabupaten Sukoharjo, serta 25 anak yatim yang hadir bersama wali mereka. Program santunan ini merupakan hasil kolaborasi antara GOW Kabupaten Sukoharjo dan DP2KBP3A Sukoharjo.

    Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars GOW, pembacaan doa, sambutan, penyerahan santunan kepada anak yatim, hingga penutup.

    Ketua GOW Kabupaten Sukoharjo periode 2026–2030, Hartini Wiwik Handayani menyampaikan kepengurusan GOW yang baru diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antar organisasi perempuan di Kabupaten Sukoharjo. Ia menguraikan keberjalanan organisasi tidak hanya bertumpu pada ketua, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pengurus dan anggota di setiap bidang.


    “Perjalanan GOW ke depan adalah kerja bersama seluruh pengurus dan anggota. Dengan kebersamaan ini, kita dapat menjalankan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

    Hartini menjelaskan santunan pada kegiatan ini diberikan kepada anak yatim dari 22 organisasi anggota GOW serta tambahan tiga anak yatim dari DP2KBP3A. Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

    Selain itu, GOW berkomitmen menjalankan program kerja yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah melalui koordinasi bersama DP2KBP3A. Dalam waktu dekat, organisasi tersebut juga mempersiapkan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kartini.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sukoharjo, Sumini menyampaikan apresiasi atas kegiatan sosial yang digelar oleh GOW. Ia mengaku senang dapat menghadiri kegiatan GOW untuk pertama kalinya sekaligus memberikan ucapan selamat atas pengukuhan pengurus GOW periode 2026–2030.

    Menurutnya, GOW memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan positif, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan kepedulian sosial di masyarakat.

    “Kegiatan santunan anak yatim ini sangat baik, apalagi dilaksanakan di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh organisasi yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bersama. Ke depan, DP2KBP3A membuka peluang agar pertemuan rutin GOW dapat dilaksanakan di ruang DP2KBP3A guna memperkuat koordinasi program.

    Melalui kegiatan santunan ini, GOW Kabupaten Sukoharjo berharap dapat terus menumbuhkan semangat kepedulian sosial serta memperkuat peran organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Muhammadiyah 2 Manyaran Gelar Pesantren Ramadan dan Beragam Kegiatan Dakwah

    Kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat ini berlangsung di lampu merah Simpang Lima Kota Kabupaten Sukoharjo.


    Mahasiswa HIMASDA FKIP Univet Bantara Andum Takjil di Simpang Lima Sukoharjo, Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Himpunan Mahasiswa Sastra Daerah (HIMASDA) Mudha Wira Batana Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah menggelar kegiatan “Andum Takjil” dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat ini berlangsung di lampu merah Simpang Lima Kota Kabupaten Sukoharjo, Rabu (11/3/2026) mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

    Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa membagikan paket takjil secara gratis kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan sosial ini mengusung tema “Satu Bungkus Takjil, Sejuta Kebaikan. Satu Langkah Berbagi, Sejuta Keberkahan.”

    Ketua HIMASDA, Della, menyampaikan kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

    “Melalui kegiatan ini kami berharap setiap takjil yang dibagikan dapat menghadirkan senyum, meringankan langkah para pengendara dan masyarakat yang masih di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Lebih dari sekadar makanan, ini tentang doa, kebersamaan, dan keberkahan yang kami usahakan bersama,” ujarnya.


    Ia menguraikan, takjil yang dibagikan berasal dari donasi berbagai pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut. HIMASDA membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyisihkan rezekinya di bulan Ramadan, baik berupa uang maupun makanan.

    “Donasi yang telah kami dapatkan seratus persen kami wujudkan dalam bentuk takjil dan kami berikan kepada para pengendara maupun masyarakat yang berada di pinggir jalan. Alhamdulillah semuanya telah terdistribusi. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan keikutsertaan semua pihak untuk menciptakan senyum di bulan suci ini. Semoga yang telah Panjenengan donasikan bisa menjadi berkah dan mendatangkan pahala dari Allah SWT,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Tri Widiatmi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan berbagi di bulan Ramadan.

    Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya melatih kepedulian sosial mahasiswa, tetapi juga mempererat hubungan antara kampus dengan masyarakat.

    “Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan para mahasiswa. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi mereka serta bagi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah ke depannya. Mari kita jadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna dengan berbagi dan menebar kebaikan, karena bersama berbagi kita meraih berkah,” tuturnya.

    Melalui kegiatan Andum Takjil ini, para mahasiswa HIMASDA berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan yang penuh rahmat dan keberkahan. (Sofyan)


    Baca juga: SMA Muhammadiyah 2 Manyaran Gelar Pesantren Ramadan dan Beragam Kegiatan Dakwah

    Siswa saat mempresentasikan karya puisi islami.


    SMA Muhammadiyah 2 Manyaran Gelar Pesantren Ramadan dan Beragam Kegiatan Dakwah

    Wonogiri – majalahlarise.com - Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang penuh makna, SMA Muhammadiyah 2 Manyaran menggelar berbagai program keagamaan bagi siswa, guru, dan karyawan sekolah. Kegiatan tersebut meliputi safari dakwah, berbagi takjil, pembagian zakat, hingga Pesantren Ramadan yang dilaksanakan selama beberapa hari.

    Kepala SMA Muhammadiyah 2 Manyaran, Wening Hidayati, S.Pd menyampaikan rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan tahun ini. Ia menguraikan sekolah telah menyusun sejumlah program untuk menghidupkan suasana Ramadan sekaligus meningkatkan kualitas keimanan seluruh warga sekolah.

    “Alhamdulillah kita dipertemukan Allah dengan bulan Ramadan tahun ini. SMA Muhammadiyah 2 Manyaran menyusun beberapa program di antaranya safari dakwah, berbagi takjil dan zakat, serta Pesantren Ramadan,” ujar Wening.

    Ia menjelaskan Pesantren Ramadan menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk memperdalam pemahaman agama serta membentuk karakter yang lebih baik.

    “Pesantren Ramadan ini merupakan kesempatan emas bagi siswa-siswi untuk meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mereka. Saya berharap kegiatan ini menjadi sarana membentuk karakter dan kepribadian siswa yang lebih baik, sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya nilai-nilai agama dan moral serta menyadari hakikat manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT,” tuturnya.

    Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi siswa untuk belajar, berlatih, dan beribadah bersama sehingga dapat merasakan kebahagiaan serta ketenangan jiwa selama Ramadan.

    “Di Pesantren ini siswa-siswi dapat belajar, berlatih, dan beribadah bersama sehingga mereka dapat merasakan kebahagiaan dan ketenangan jiwa. Saya mengajak seluruh siswa, guru, dan staf untuk berpartisipasi aktif agar Pesantren Ramadan berjalan lancar dan sukses,” ungkapnya.

    Siswa mengikuti sesi hukum fikih perjenazahan.


    Koordinator kegiatan Ramadan, Fajar Wahyu Dana, S.Pd, menjelaskan Pesantren Ramadan diselenggarakan selama empat hari, dimulai Selasa (10/3/2026) hingga puncaknya pada Jumat (13/3/2026).

    “Pesantren Ramadan ini diselenggarakan selama empat hari. Mulai Selasa sampai Jumat sebagai puncaknya. Setelah kegiatan pada hari Jumat, dilanjutkan dengan buka puasa bersama,” jelas Fajar.

    Ia menguraikan selama tiga hari pertama kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 13.30 WIB dengan tiga sesi pembelajaran keagamaan.

    “Kegiatan diawali dengan salat Dhuha dan kegiatan Qur’aniyah bersama dari pukul 07.00 sampai 08.00. Setelah itu dilanjutkan sesi pertama pukul 08.00 sampai 09.30, sesi kedua pukul 10.00 sampai 11.30, kemudian persiapan salat Zuhur dan sesi ketiga dari pukul 12.15 sampai 13.30,” jelasnya.

    Sementara pada hari terakhir, selain kegiatan pesantren kilat juga dilaksanakan persiapan buka puasa bersama hingga setelah waktu Maghrib serta pembagian takjil kepada masyarakat.

    Selain Pesantren Ramadan, SMA Muhammadiyah 2 Manyaran juga mengadakan program tarawih keliling dengan melibatkan siswa yang telah memiliki kemampuan memimpin ibadah.

    “Program ini memberi kesempatan kepada siswa yang sudah mumpuni untuk terjun langsung ke masyarakat sebagai imam tarawih maupun menyampaikan kultum. Tujuannya menambah jam terbang mereka agar kelak siap terjun dalam kegiatan dakwah di masyarakat,” terangnya.

    Ia menuturkan program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Beberapa pengurus masjid bahkan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan dalam durasi lebih lama.

    “Alhamdulillah tanggapan masyarakat sangat baik. Mereka senang karena masjid menjadi lebih ramai. Bahkan ada pengurus masjid yang menanyakan apakah ada siswa yang bisa mengisi tarawih secara penuh selama satu bulan atau beberapa hari berturut-turut,” ungkapnya.

    Melalui rangkaian kegiatan Ramadan ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai keislaman semakin tertanam dalam diri siswa, sekaligus membentuk generasi yang beriman, berakhlak baik, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: FISH Univet Bantara Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Silaturahmi dengan Ponpes Darurrohmah

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono menyerahkan santunan kepada anak yatim yang diterima langsung oleh pimpinan pondok ustadz Rohmad Handoyo.


    FISH Univet Bantara Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Silaturahmi dengan Ponpes Darurrohmah

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan bagi anak yatim dari Pondok Pesantren Darurrohmah Al Jawahiri Tasikmadu Karanganyar. Kegiatan berlangsung di Gedung FISH lantai 2, Kamis (12/3/2026) mulai pukul 16.00 WIB.

    Acara ini menghadirkan pengasuh Pondok Yatim dan Miskin Darurrohmah Al Jawahiri beserta para santri, serta tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Ali Mursyid. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara civitas akademika FISH Univet Bantara dengan lembaga pendidikan pesantren.

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memohon doa dari para ulama dan santri untuk keberkahan fakultas.

    Doa bersama dipimpin oleh pimpinan Pondok Rohmad Handoyo.

    “Kami ingin bersilaturahmi dengan Bapak Kiai, Ibu Kiai, dan adik-adik santri dari Pondok Pesantren Darurrohmah. Harapan kami, dengan silaturahmi akan tercipta hubungan yang baik, menghadirkan keberkahan, rezeki yang melimpah, serta umur yang panjang,” ujar Joko Suryono.

    Ia juga menyampaikan harapan agar fakultas yang saat ini memiliki dua program studi yakni Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Hukum terus mendapatkan rahmat Allah sehingga mampu memberikan pendidikan yang berkualitas bagi mahasiswa.

    “Kami juga memiliki hajat. Kami memohon doa dari Bapak Kiai dan seluruh santri agar Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum memperoleh keberkahan, mendapat cahaya rahmat dari Allah, sehingga dapat membimbing mahasiswa dengan pembelajaran yang baik dan tetap eksis dengan jumlah mahasiswa yang terus berkembang,” jelasnya.

    Sesi foto bersama.


    Sementara itu, Pimpinan Pondok Yatim dan Miskin Darurrohmah Al Jawahiri, Rohmad Handoyo, menyampaikan apresiasi atas kegiatan berbagi yang dilakukan oleh FISH Univet Bantara.

    “Kami dari pengasuh Pondok Pesantren Darurrahmah mengucapkan terima kasih atas kehadiran rombongan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo yang pada sore hari ini mengadakan kegiatan berbagi buka bersama dan santunan untuk anak-anak yatim di lingkungan pondok,” tuturnya.

    Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan tinggi dan pesantren serta membawa keberkahan bagi semua pihak.

    “Kami mendoakan semoga apa yang menjadi hajat Bapak Dekan dan seluruh civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum dikabulkan oleh Allah. Semoga fakultas ini semakin jaya, semakin banyak mahasiswanya, dan mampu mencetak generasi yang berakhlakul karimah serta berilmu yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa,” ungkapnya.

    Dalam tausiyah Ramadan, Prof. Ali Mursyid menguraikan keutamaan Al-Qur’an dan pengaruh besar kitab suci tersebut dalam kehidupan manusia. Ia menyampaikan bulan Ramadan sering terasa cepat berlalu bagi orang yang mengisi waktunya dengan ibadah. Bahkan rasa lelah hingga tertidur setelah beribadah tetap bernilai ibadah selama dilakukan karena kelelahan dalam ketaatan.

    Hiburan musik religi dari grup band Adhika Project yang mengiringi kebersamaan waktu berbuka puasa. 


    Ia juga menjelaskan kemuliaan Al-Qur’an mampu menjadikan sesuatu yang bersentuhan dengannya menjadi istimewa. Salah satunya terlihat pada waktu, di mana bulan Ramadan menjadi sangat mulia karena di dalamnya Al-Qur’an diturunkan. Keutamaan tersebut tercermin dari berbagai keistimewaan Ramadan, seperti pahala puasa yang diberikan langsung oleh Allah, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.

    Selain itu, malam turunnya Al-Qur’an yaitu Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah yang lebih baik dari seribu bulan. Hal ini menunjukkan bagaimana Al-Qur’an menjadikan waktu yang biasa menjadi sangat istimewa.

    Prof. Ali juga menjelaskan kemuliaan Al-Qur’an terlihat pada manusia, malaikat, dan tempat. Nabi Muhammad menjadi penutup para nabi karena menerima wahyu Al-Qur’an melalui Malaikat Jibril yang menjadi malaikat sangat mulia karena membawa wahyu tersebut. Demikian pula Kota Mekah dan Madinah menjadi kota suci karena menjadi tempat turunnya Al-Qur’an selama 23 tahun.

    Pada akhir ceramahnya, ia mengingatkan umat Islam untuk tidak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai hiasan di rumah, tetapi benar-benar membacanya, mempelajarinya, serta mengamalkannya secara istiqamah.

    “Orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an disebut sebagai sebaik-baik manusia. Al-Qur’an juga akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi orang yang membacanya,” jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Dekan FISH Univet Bantara menyerahkan santunan kepada anak yatim yang diterima langsung oleh pimpinan pondok. Suasana kegiatan semakin hangat dengan penampilan menyanyi dari anak-anak yatim serta hiburan musik dari grup band Adhika Project yang mengiringi kebersamaan waktu berbuka puasa. (Sofyan)


    Baca juga: Cinta Ramadan SMPN 1 Wuryantoro Tanamkan Iman, Kepedulian, dan Karakter Siswa

    Siswa saat mengikuti kegiatan bertajuk Cinta Ramadan 1447 H / 2026 M dengan tema “Cahaya Iman Niat Taqwa Menuju Ampunan”. 


    Cinta Ramadan SMPN 1 Wuryantoro Tanamkan Iman, Kepedulian, dan Karakter Siswa

    Wonogiri – majalahlarise.com - Semangat menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SMP Negeri 1 Wuryantoro menggelar kegiatan bertajuk Cinta Ramadan 1447 H / 2026 M dengan tema “Cahaya Iman Niat Taqwa Menuju Ampunan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12–13 Maret 2026 dengan agenda Cinta Ramadan dan Pendalaman Materi, serta dilanjutkan pada 14 Maret 2026 melalui kegiatan Wonogiri Mengaji dan Berbagi Bersama Solo Peduli.

    Program ini menjadi bagian dari pembinaan karakter religius siswa melalui rangkaian ibadah, pembelajaran agama, dan kegiatan sosial yang melibatkan seluruh warga sekolah.

    Panitia kegiatan sekaligus guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 1 Wuryantoro, Kasmi, S.Pd., M.Pd, menyampaikan kegiatan Cinta Ramadan dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan kepedulian sosial kepada para siswa.

    Menurutnya, istilah CINTA dalam tema kegiatan memiliki makna khusus yang sarat nilai spiritual.

    “Cinta itu sendiri kami maknai sebagai akronim, yaitu C berarti cahaya, I iman, N niat, dan T taqwa menuju ampunan. Harapannya melalui kegiatan ini anak-anak semakin memahami makna Ramadan dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

    Ia menguraikan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama program berlangsung meliputi puasa, shalat berjamaah, pendalaman ilmu agama, serta kegiatan infak dan sedekah.

    “Kegiatannya antara lain puasa, shalat berjamaah seperti shalat Dzuhur bersama, kemudian tholabul ‘ilmi melalui pendalaman materi keagamaan, serta kegiatan shadaqah atau infak. Ini menjadi bagian dari pembelajaran agar siswa tidak hanya memahami agama secara teori tetapi juga mengamalkannya,” jelasnya.

    Selain kegiatan keagamaan, sekolah juga menggelar aksi sosial dengan menggalang infak serta memberikan santunan kepada anak yatim dan siswa kurang mampu.

    Kasmi menjelaskan, di SMP Negeri 1 Wuryantoro terdapat 37 siswa yatim dan piatu yang mendapat perhatian khusus dari sekolah.

    “Setiap tahun kami mengadakan santunan bagi anak yatim piatu. Di sekolah ini ada sekitar 37 siswa yatim atau piatu. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 20 anak yang mendapatkan bantuan rutin setiap bulan karena benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu,” katanya.

    Ia menguraikan bantuan tersebut berasal dari donatur serta pengelolaan infak yang dihimpun oleh sekolah.

    “Setiap bulan mereka mendapat bantuan sekitar Rp165 ribu untuk membantu kebutuhan sekolah. Selain itu, pada bulan Ramadan ini juga ada tambahan bantuan dari para donatur, seperti beras lima kilogram untuk setiap anak,” ungkapnya.

    Menurut Kasmi, gerakan infak yang dilakukan siswa memiliki tujuan membangun empati serta kepedulian sosial antar teman.

    “Kami ingin menanamkan rasa kepedulian. Anak-anak belajar untuk berbagi dengan temannya yang membutuhkan. Dengan begitu, yang memberi merasa peduli, sementara yang menerima merasa dihargai dan diperlakukan seperti saudara,” katanya.

    Ia menambahkan kegiatan keagamaan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentengi siswa dari pengaruh negatif, termasuk kenakalan remaja yang semakin kompleks di era digital.

    “Kami berusaha memberikan penguatan akhlak agar anak-anak memiliki pemahaman agama yang baik. Dengan pemahaman itu, mereka akan lebih mampu menghindari hal-hal negatif yang sekarang banyak memengaruhi remaja,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, sekolah juga berharap tumbuh sikap empati, persaudaraan, serta budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

    “Harapan kami, anak-anak semakin memahami agamanya dan menjalankan ibadah dengan keikhlasan, bukan karena terpaksa. Selain itu juga menumbuhkan empati, saling peduli, dan menghindari perilaku bullying di lingkungan sekolah,” menguraikan.

    Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Wuryantoro, Is Budiyarti, S.Pd menyampaikan kegiatan Cinta Ramadan menjadi momentum penting bagi siswa untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci.

    “Harapan kami para siswa dapat lebih memantapkan diri dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadan tahun ini. Dengan sisa waktu Ramadan yang masih ada, mereka dapat mempercepat langkah untuk menyelesaikan target ibadah pribadinya,” tuturnya.

    Ia juga mendorong siswa untuk meningkatkan amalan sosial seperti infak dan sedekah sebagai bagian dari pembentukan karakter.

    “Selain ibadah pribadi, siswa juga kami dorong untuk meningkatkan amalan lain seperti infak dan shadaqah. Tujuan akhirnya adalah adanya peningkatan karakter menuju pribadi yang beriman dan bertakwa," urainya.

    Melalui kegiatan Cinta Ramadan ini, SMP Negeri 1 Wuryantoro berharap nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta akhlak mulia dapat semakin tertanam dalam diri para siswa sebagai bekal menjalani kehidupan di masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: Pesantren Kilat Ramadan, SMP Negeri 2 Manyaran Perkuat Iman dan Karakter Siswa

    Kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) serta Upgrading Guru pada Rabu–Kamis, 11–12 Maret 2026. 


    PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Gelar MABIT dan Upgrading Guru di Bulan Ramadhan

    Boyolali – majalahlarise.com - Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang penuh makna, Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul ‘Ulum Sambi menyelenggarakan kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) serta Upgrading Guru pada Rabu–Kamis, 11–12 Maret 2026. Kegiatan berlangsung di Aula PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi dengan suasana hangat, penuh semangat, dan kebersamaan.

    Kegiatan MABIT bertajuk Ramadhan Ceria diperuntukkan bagi siswa SD/MI umum. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah sejak usia dini. Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias, mulai dari rangkaian ibadah, materi keislaman, hingga kegiatan pembinaan karakter.

    Selain MABIT, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi juga mengadakan kegiatan Pesantren Kilat tingkat SLTP. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi keislaman, pembinaan akhlak, serta motivasi belajar guna membentuk pribadi yang berkarakter dan berprestasi.

    Kegiatan MABIT dan Pesantren Kilat menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan pembinaan kepada para peserta, di antaranya Ust. Ahmad Yasin, Ust. Fatchul Ulum, Ust. Suradi, Ust. Shodiq, Ust. Ari Rosmawati, serta Aris Munandar. Para pemateri menguraikan berbagai materi terkait ibadah Ramadhan, penguatan akhlak, serta motivasi bagi para siswa untuk semakin giat belajar dan beribadah.

    Di waktu yang sama, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi juga menyelenggarakan kegiatan Upgrading Guru yang diikuti para guru dan karyawan pondok pesantren. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat sinergi tim dalam mengembangkan lembaga pendidikan.

    Upgrading guru menghadirkan narasumber Ust. Nuruddin, S.Pd dan Ust. Agus Sutrisno yang juga menjabat sebagai Ketua FKKS SD/MIM Kabupaten Boyolali. Dalam materinya, para narasumber menguraikan pentingnya membangun soliditas tim, memperkuat budaya kerja, serta merancang strategi SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) agar lembaga pendidikan semakin berkembang dan diminati masyarakat.

    Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Pujiono, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pondok pesantren dalam memanfaatkan momentum Ramadhan untuk pembinaan spiritual peserta didik sekaligus penguatan kapasitas para guru dan karyawan.

    “Melalui kegiatan MABIT, Pesantren Kilat, dan Upgrading ini diharapkan tercipta generasi yang berakhlak mulia, rajin beribadah, serta didukung oleh tim guru yang solid dan profesional dalam mengembangkan PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi,” tuturnya.

    Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan. Melalui program ini, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi berharap mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan dan dakwah, khususnya di lingkungan pondok pesantren serta masyarakat sekitar. (Sofyan)


    Baca juga: Pesantren Kilat Ramadan, SMP Negeri 2 Manyaran Perkuat Iman dan Karakter Siswa

    Siswa SMP Negeri 2 Manyaran saat mengikuti kegiatan pesantren kilat Ramadan.


    Pesantren Kilat Ramadan, SMP Negeri 2 Manyaran Perkuat Iman dan Karakter Siswa

    Wonogiri – majalahlarise.com - SMP Negeri 2 Manyaran menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadan yang diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Maret, sebagai bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus penguatan karakter peserta didik selama bulan suci Ramadan.

    Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Negeri 2 Manyaran, Nasikin, saat ditemui disela-sela kegiatan Kamis (12/3/2026) menyampaikan kegiatan keagamaan sebenarnya sudah menjadi rutinitas siswa setiap hari sebelum kegiatan belajar dimulai.

    “Setiap hari siswa melaksanakan salat berjamaah, zikir, berdoa, dan mengaji sebelum bel masuk. Kemudian mulai tanggal 12, 13, sampai 14 hari Sabtu dilaksanakan kegiatan Pesantren Ramadan yang diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX,” ujar Nasikin.

    Ia menguraikan kegiatan Pesantren Ramadan memiliki sejumlah tujuan penting. Pertama, meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Kedua, memperbaiki aktivitas ibadah siswa dengan memberikan pembelajaran dan bimbingan dari para guru melalui berbagai kajian keislaman.

    “Tujuan berikutnya membentuk karakter akhlak mulia dalam diri siswa agar ke depan mereka menjadi generasi yang hebat dan siap menghadapi tantangan menuju Indonesia tahun 2045,” jelasnya.

    Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekolah. Seluruh unsur sekolah dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari guru, tenaga kependidikan hingga staf tata usaha.

    “Melalui pesantren kilat ini, hubungan persaudaraan antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, maupun guru dengan guru semakin erat. Seluruh unsur sekolah terlibat dalam kegiatan ini,” katanya.

    Dalam pelaksanaannya, para siswa mendapatkan berbagai materi keagamaan yang meliputi penguatan akidah, praktik ibadah, pembinaan akhlak, pemahaman Al-Qur’an dan Hadis, fikih, serta Sirah Nabawiyah.

    Menurut Nasikin, materi akidah difokuskan pada penguatan keimanan siswa. Sementara pada materi ibadah, siswa diajak mempraktikkan secara langsung tata cara ibadah, terutama salat, agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

    “Kemudian materi akhlak diarahkan untuk membentuk karakter yang baik dan mulia. Materi Al-Qur’an dan Hadis membantu siswa memahami kandungan ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an. Sedangkan fikih membahas aspek ibadah yang perlu dikuasai siswa agar pelaksanaannya sesuai syariat,” tuturnya.

    Ia menambahkan, materi Sirah Nabawiyah diberikan sebagai motivasi bagi siswa agar mampu meneladani kehidupan Rasulullah SAW, para sahabat, serta ulama terdahulu.

    “Dengan meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabat, siswa diharapkan mampu mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbentuk pribadi yang baik,” ujarnya.

    Nasikin juga menyampaikan harapan besar dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap para siswa memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik sesuai kaidah ilmu tajwid.

    “Harapan kami siswa memiliki kemampuan tilawatil Qur’an yang lebih baik. Selain itu mereka juga memiliki kesadaran tinggi dalam menjalankan ibadah seperti salat dan puasa sebagai kewajiban setiap muslim,” katanya.

    Lebih jauh, ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan akhlakul karimah dalam diri para siswa, baik dalam pergaulan di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

    “Para siswa diharapkan memiliki akhlak yang baik dalam berinteraksi dengan teman, guru, karyawan sekolah, orang tua, maupun masyarakat di sekitarnya,” jelas Nasikin.

    Selain kegiatan di sekolah, para guru juga mengadakan program tarawih keliling selama dua hari di wilayah Pijiiharjo dan Nglangkir. Dalam kegiatan tersebut, tim guru sekaligus menyalurkan zakat fitrah kepada masyarakat.

    Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati, menyampaikan kegiatan Pesantren Kilat Ramadan menjadi momentum penting dalam pembinaan karakter siswa.

    “Melalui pesantren kilat pada Ramadan ini, saya berharap kegiatan tersebut menjadi wahana pembinaan karakter, penguatan spiritual, dan pembelajaran mendalam yang berdampak nyata pada perilaku siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah,” harapannya. (Sofyan)


    Baca juga: HMPS PPKn UNISRI Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Aisyiyah 2


Top