GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Siswa saat mewarnai media gerabah. |
Murid Kelas II SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Eksplorasi Alam dan Sains di Salatiga Eco Park
Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 82 murid kelas II SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip edukatif di Salatiga Eco Park (SAE), Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi murid untuk belajar secara langsung melalui pengalaman di alam terbuka.
Mengusung tema "Eco Adventure: Explore, Learn, and Grow Together", kegiatan dirancang sebagai pembelajaran kontekstual di luar kelas. Melalui kegiatan tersebut, murid diajak memperkaya wawasan, mengembangkan keterampilan, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama melalui berbagai aktivitas edukatif.
Koordinator Tim Kelas II, Rini Dewi Puspitasari, menyampaikan pembelajaran berbasis pengalaman langsung penting bagi tumbuh kembang anak usia sekolah dasar.
"Melalui kegiatan field trip ini, para murid tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga belajar secara nyata, aktif, dan bermakna di alam terbuka. Harapan kami, pengalaman yang didapat hari ini dapat menumbuhkan kepedulian lingkungan serta membentuk sikap mandiri serta mampu bekerja sama," terangnya.
Rombongan berangkat dari sekolah pukul 07.30 WIB dan menempuh perjalanan kurang lebih dua jam menuju Salatiga Eco Park. Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan senam pagi bersama Tim Pemandu SAE. Aktivitas tersebut dilakukan untuk membangun kesiapan dan semangat murid sebelum mengikuti berbagai kegiatan edukatif.
Selanjutnya, murid mengikuti mini workshop kerajinan selama satu jam. Kegiatan dibagi dalam tiga fokus, yakni mewarnai media gerabah, membuat clay dari tanah, serta meracik lilin aromaterapi.
Berbagai aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk melatih koordinasi motorik, ketelitian dan kreativitas. Murid juga dikenalkan pada pemanfaatan bahan-bahan yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar.
Petualangan kemudian berlanjut melalui mini outbound dengan menelusuri berbagai zona edukasi. Murid diperkenalkan dengan tanaman rempah, proses pembuatan jamu, budidaya ikan, serta diajak berinteraksi langsung dengan sejumlah satwa seperti rusa, kelinci, domba, dan burung.
Tidak hanya belajar tentang lingkungan hidup, murid juga mengeksplorasi museum sains. Di tempat tersebut, mereka dapat mencoba berbagai peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara interaktif sehingga konsep sains dapat dipelajari melalui pengalaman langsung.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan di area art work. Murid melihat pemanfaatan barang bekas menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika. Mereka juga mencoba berbagai permainan tradisional berbahan kayu yang melatih ketangkasan sekaligus kerja sama dalam kelompok.
Keceriaan mengikuti kegiatan turut dirasakan Feisya Anindira Yudanto, salah satu murid kelas II. Ia mengaku senang dapat mengikuti berbagai aktivitas selama berada di Salatiga Eco Park.
"Seru sekali, kita bisa mencoba berbagai jenis permainan dan diajak berkeliling kebun untuk mensyukuri nikmat Allah Swt.," ucapnya.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para murid membersihkan diri, melaksanakan ibadah salat, dan makan siang bersama. Rombongan kemudian meninggalkan Salatiga Eco Park pada pukul 14.00 WIB untuk kembali ke Kota Solo.
Melalui field trip tersebut, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan alam, lingkungan, sains, seni, dan aktivitas kelompok. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses tumbuh kembang murid dalam membangun rasa ingin tahu, kreativitas, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan bekerja sama.(Sofyan)
Baca juga: SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru
Prestasi
PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Borong Tiga Juara 1 MAPSI Kabupaten Boyolali
Boyolali - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum Sambi. Dalam ajang Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMA se-Kabupaten Boyolali, tiga santri SMA Muhammadiyah PK Manafi’ul ‘Ulum berhasil meraih Juara 1 pada cabang yang diikuti.
Tiga prestasi tersebut diraih Sulthan Agil Muzakki, siswa kelas X SMA, yang berhasil menjadi Juara 1 MTQ Putra. Kemudian Athifa Azkia Khairunnisa, siswa kelas XI SMA, meraih Juara 1 Da’i. Sementara Alifia Husna Azizah, siswa kelas XII SMA, berhasil menjadi Juara 1 MTQ Putri.
Capaian tersebut menjadi prestasi istimewa bagi keluarga besar PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi. Keberhasilan para santri sekaligus menunjukkan hasil pembinaan keislaman, Al-Qur’an, dan dakwah yang menjadi bagian dari kehidupan pesantren.
Kepala SMA Muhammadiyah PK Manafi’ul ‘Ulum, Ari Rosmawati, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas perjuangan para santri yang telah mengikuti kompetisi tersebut. Dalam ajang MAPSI Kabupaten Boyolali, para santri didampingi Sholahudin.
“Alhamdulillah, prestasi ini adalah buah dari ikhtiar, doa, latihan, dan pembinaan yang dilakukan bersama. Semoga menjadi pemantik semangat untuk terus mencintai dan mensyiarkan Al-Qur’an serta dakwah Islam,” ungkap Ari dalam ucapan apresiasi sekolah.
Apresiasi juga disampaikan Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Pujiono. Menurutnya, prestasi yang diraih para santri merupakan bagian dari proses pembentukan pribadi yang memiliki keimanan, keilmuan, keterampilan, sekaligus kesiapan untuk berdakwah di tengah masyarakat.
“Juara boleh diraih, tetapi kerendahan hati harus tetap dijaga. Prestasi harus menjadi energi untuk terus belajar dan tafaqquh fid-din,” pesannya.
Tiga Juara 1 dalam MAPSI Kabupaten Boyolali tersebut menjadi motivasi bagi seluruh santri PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi untuk terus mengembangkan potensi. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk menempa mental, karakter, keterampilan, dan keberanian tampil di tengah masyarakat.
PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi terus mendorong santri untuk tumbuh menjadi generasi berprestasi, berakhlak, serta memiliki kesiapan untuk berdakwah dan berkontribusi bagi masyarakat.
Bagi generasi muda yang ingin memperdalam ilmu agama sekaligus mengembangkan potensi akademik dan nonakademik, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi membuka kesempatan melalui Pendaftaran Santri Baru (PSB). (Sofyan)
Baca juga: SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru
Pendidikan
SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru
SUKOHARJO - majalahlarise.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menyelenggarakan Sambutan Mahasiswa Baru (SAMARU) 2026 bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Hukum, Senin (21/9/2026).
Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai di Gedung D Lantai 2 Ruang 1 dan 2 Univet Bantara. SAMARU dirancang untuk memberikan pemahaman lebih lanjut kepada mahasiswa baru mengenai lingkungan akademik, kurikulum, visi dan misi program studi, prospek kerja, organisasi mahasiswa, fasilitas, serta berbagai kegiatan kemahasiswaan.
Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si., mengatakan SAMARU merupakan kelanjutan dari tahapan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang telah dilaksanakan di tingkat universitas.
"Penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum ini merupakan kelanjutan dari tahapan PKKMB di tingkat universitas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Hukum mendapatkan pengenalan lebih lanjut mengenai lingkungan fakultas dan program studi," ujarnya.
Joko menjelaskan, selama menjalani pendidikan di FISH Univet Bantara, mahasiswa akan mengikuti proses pembelajaran dengan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Konsep pembelajaran tersebut mengembangkan kemampuan mahasiswa melalui learning to know, learning to do, dan learning to live.
"Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga perlu membangun sikap mental melalui kedisiplinan dalam mengikuti perkuliahan, kepercayaan diri, serta kemampuan membangun kebersamaan selama menjalani pendidikan," jelasnya.
Menurutnya, proses pembelajaran di perguruan tinggi juga tidak hanya berlangsung antara mahasiswa dan dosen. Keterlibatan praktisi dan masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional, menjadi bagian yang dapat memperluas pengalaman belajar mahasiswa.
"Melalui berbagai media digital, mahasiswa dapat mengakses dan menggali informasi dari berbagai belahan dunia. Hal ini dapat memperluas wawasan sekaligus mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi," katanya.
Pengenalan Ilmu Komunikasi dan HIMAKOM
Sementara itu, rangkaian SAMARU Program Studi Ilmu Komunikasi yang mengusung tema "COMMUNITY" 2026 diawali dengan persiapan dan briefing panitia pada pukul 06.30-07.00 WIB di Gedung D Ruang 1 dan 2. Mahasiswa baru kemudian melakukan registrasi pada pukul 07.00-07.30 WIB.
Kegiatan resmi dibuka oleh MC Safira dan Baron. Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Univet Bantara.
Agenda berikutnya berupa sambutan Ketua Panitia SAMARU 2026, Ketua Umum HIMAKOM, Kaprodi Ilmu Komunikasi, Wakil Dekan FISH, serta Dekan FISH Univet Bantara.
![]() |
| Mahasiswa baru diperkenalkan UKM While Photography. |
Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan para dosen yang hadir. Perkenalan dilakukan satu per satu oleh pembawa acara sehingga mahasiswa baru dapat mengenal tenaga pendidik yang akan mendampingi mereka selama menempuh pendidikan di Program Studi Ilmu Komunikasi.
Selanjutnya, Kaprodi Ilmu Komunikasi, Hariyanto, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan pemaparan mengenai kurikulum serta visi dan misi Program Studi Ilmu Komunikasi.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan prospek kerja lulusan Ilmu Komunikasi yang disampaikan Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si. Materi tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai berbagai peluang yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan pendidikan di bidang Ilmu Komunikasi.
Mahasiswa baru juga diberikan kesempatan memperkenalkan diri satu per satu. Agenda dilanjutkan dengan pengenalan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) oleh Ketua Umum HIMAKOM.
Kenalkan UKM dan Fasilitas Kampus
Tidak hanya organisasi mahasiswa, SAMARU juga menjadi sarana memperkenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lokal kepada mahasiswa baru. Give Radio dan While Photography mendapatkan kesempatan memperkenalkan organisasi sekaligus aktivitasnya.
Setelah sesi pengenalan, mahasiswa baru melakukan kunjungan ke Laboratorium Give Radio dan Laboratorium While Photography. Kegiatan tersebut memberikan gambaran secara langsung mengenai fasilitas serta aktivitas yang dapat menjadi ruang pengembangan minat dan keterampilan mahasiswa.
![]() |
| Mahasiswa baru diperkenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) GIVE Radio. |
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan istirahat, salat, dan makan (ISHOMA) pada pukul 11.20-12.20 WIB. Setelah itu, mahasiswa baru mengikuti agenda Univet Tour dengan berkeliling lingkungan kampus untuk mengenal berbagai gedung dan fakultas yang ada di Univet Bantara.
Agenda berikutnya berupa materi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) yang disampaikan Ketua Umum HIMAKOM. Mahasiswa baru mendapatkan pengenalan mengenai penggunaan SIAKAD, termasuk proses input Kartu Rencana Studi (KRS).
Rangkaian SAMARU 2026 kemudian ditutup oleh MC dan dilanjutkan dengan foto bersama yang dilakukan oleh tim Publikasi, Dokumentasi, dan Desain (PDD).
Melalui SAMARU 2026, mahasiswa baru FISH Univet Bantara tidak hanya mendapatkan pengenalan mengenai program studi dan proses akademik, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai organisasi, fasilitas, aktivitas kemahasiswaan, serta ruang pengembangan kompetensi selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. (Sofyan)
Baca juga: Wawali Astrid: Lomba Estafet UNSA Simbol Kebersamaan dan Keberlanjutan Antargenerasi
Pendidikan
Desain Interior ISI Surakarta Siapkan Generasi Hadapi Tantangan AI dan Angkat Lokalitas Nusantara ke Global
Surakarta - majalahlarise.com - Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar Kuliah Umum Desain Interior bertema “Mempersiapkan Generasi Penerus Desain Interior Indonesia Menavigasi Tantangan AI dan Mengangkat Lokalitas Nusantara ke Kancah Global”, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–11.30 WIB di Gedung Sungging Purbangkara, Kampus II ISI Surakarta tersebut menjadi ruang dialog bagi sivitas akademika Desain Interior ISI Surakarta dalam memahami perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin memengaruhi bidang kreatif, termasuk praktik dan pendidikan desain interior.
Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat mahasiswa desain interior perlu memiliki kemampuan lebih dari sekadar menguasai perangkat digital. Kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, memahami kebutuhan pengguna, serta mempertahankan nilai dan karakter desain Indonesia menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan ekosistem profesi desain.
Hadir sebagai narasumber, Lea Aviliani S. Aziz, BFA., HDII., Principal PT. Elenbee Cipta Desain. Pengalaman profesionalnya di bidang desain interior menjadi bekal dalam memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai perkembangan AI dan perubahan proses kerja dalam industri desain.
“AI bukan hanya teknologi yang mengubah cara desainer bekerja, tetapi juga membawa perubahan pada ekosistem profesi desain. Karena itu, generasi muda perlu memahami dan merespons perkembangan tersebut secara strategis,” menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kuliah umum tersebut.
Dalam diskusi, peserta juga diajak memahami posisi AI sebagai alat bantu dalam proses kreatif. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung eksplorasi dan pengembangan gagasan, tetapi peran manusia tetap penting dalam memahami konteks, kebutuhan pengguna, budaya, material, konstruksi, hingga membangun konsep desain yang memiliki makna.
Selain tantangan teknologi, kuliah umum tersebut membahas potensi lokalitas Nusantara sebagai sumber gagasan dalam pengembangan desain interior Indonesia. Kekayaan budaya, tradisi, material, kerajinan, ornamen, serta pengetahuan lokal dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi gagasan desain yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mampu diperkenalkan ke tingkat global.
Penggalian lokalitas Nusantara tidak hanya dilakukan dengan menggunakan bentuk atau ornamen tradisional secara literal. Mahasiswa didorong melakukan interpretasi, transformasi, dan inovasi sehingga menghasilkan karya yang memiliki identitas Indonesia sekaligus mampu berdialog dengan perkembangan desain kontemporer.
Kegiatan dibuka Dekan FSRD ISI Surakarta, Dr. Handriyotopo, M.Sn., dan dihadiri Kaprodi Desain Interior, Putri Sekar Hapsari, S.Sn., M.A. Diskusi dipandu Dr. Dhian Lestari Hastuti, M.Sn. selaku moderator.
Bagi Program Studi Desain Interior ISI Surakarta, kuliah umum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan praktik profesional sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi desain dan dinamika industri kreatif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif lebih luas dalam menghadapi transformasi teknologi dan perubahan kebutuhan industri desain interior. Kekayaan lokalitas Nusantara juga diharapkan tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan, tetapi sebagai sumber pengetahuan dan kreativitas yang dapat terus dikembangkan melalui pendekatan desain inovatif.
Desain interior Indonesia ke depan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus mengenali, mengolah, dan memperkenalkan kekayaan lokal Nusantara melalui karya yang relevan bagi masyarakat serta memiliki jangkauan global. (Sofyan)
Baca juga: Wawali Astrid: Lomba Estafet UNSA Simbol Kebersamaan dan Keberlanjutan Antargenerasi
Pendidikan
![]() |
| Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, saat menjadi imam sekaligus khatib di Masjid Al-Mustaqim. |
4 Cara Mencintai Rasulullah SAW, Tak Cukup dengan Ucapan
SOLO - majalahlarise.com - Mengaku mencintai Rasulullah Muhammad SAW tidak cukup hanya melalui ucapan. Kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui perilaku dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga sholat, membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat, hingga peduli kepada sesama.
Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, saat menjadi imam sekaligus khatib di Masjid Al-Mustaqim, Jalan MT Haryono No. 50, Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jumat (18/9/2026).
Dalam khutbahnya, Jatmiko mengingatkan jamaah bahwa Rasulullah SAW diutus Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah SAW semestinya tidak berhenti pada pujian dan shalawat, tetapi diwujudkan dengan mengikuti sunnah serta menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan.
“Makna cinta yang sesungguhnya kepada Nabi SAW adalah mengamalkan apa yang diamalkan oleh Rasulullah. Mencintai Nabi SAW adalah ibadah,” kata Jatmiko.
Jatmiko menyebutkan empat kebiasaan yang dapat menjadi bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW. Pertama, sholat tepat waktu. Menurutnya, ketaatan kepada Allah SWT harus diwujudkan melalui pelaksanaan kewajiban, bukan sekadar menjadi pengetahuan. Kedua, rutin membaca Al-Qur’an. Kedekatan dengan Al-Qur’an diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong umat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Ketiga dengan memperbanyak shalawat. Seperti yang tercantum dalam QS Al-Ahzab ayat 56 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.
Keempat, lanjut Jatmiko, peduli kepada sesama. Rasulullah SAW mengajarkan persamaan, persatuan, saling menghargai, saling menolong, menjaga persaudaraan, perdamaian, serta akhlakul karimah. Nilai-nilai tersebut perlu dihadirkan dalam kehidupan sosial sehingga kecintaan kepada Rasulullah SAW memiliki dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo itu menjelaskan, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus menghasilkan perubahan dalam kehidupan. Mengikuti Rasulullah SAW bukan sekadar mengenang sosok beliau, melainkan berusaha menghadirkan keteladanan beliau dalam hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
“Sebab, ukuran cinta bukan hanya apa yang keluar dari lisan. Cinta yang sebenarnya adalah ketika keteladanan Rasulullah mulai terlihat dalam kehidupan sehari-hari, dengan peduli agama, manusia, lingkungan hingga sistem,” urainya.
Khotbah Jumat dimulai pukul 11.40 WIB. Pada awal khutbah, anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya (MPKSDI) Solo itu mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan untuk menghadiri dan melaksanakan ibadah Jumat.
“Semoga Allah memberikan ridha-Nya terhadap ibadah Jumat yang kita lakukan di siang hari ini, diberikan tambahan berkah sehat fisik, rohani maupun ekonominya,” harapnya.
Selanjutnya, Jatmiko menyampaikan wasiat takwa kepada jamaah dengan menjalankan ketakwaan yang sebenar-benarnya, yakni melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. (Sofyan)
Baca juga: Wawali Astrid: Lomba Estafet UNSA Simbol Kebersamaan dan Keberlanjutan Antargenerasi
Pendidikan
Dari Layar Digital ke Ruang Pamer, Karya Mahasiswa DKV Hadirkan Tafsir Visual Budaya Indonesia
Surakarta - majalahlarise.com - Layar digital menyala di ruang Signature Coffee, STP Sahid Surakarta, Kamis (18/9/2026). Beragam visual budaya Indonesia hadir melalui karya lukisan digital mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Sahid Surakarta, Muhammad Praditya Arifian Zein, NIM 2022021027. Pameran tersebut mengangkat tema “Lukisan Digital sebagai Media Komunikasi Visual Budaya Indonesia” sekaligus menjadi bentuk asesmen pengganti sidang Tugas Akhir.
Pameran menjadi bagian penting dari perjalanan akademik Praditya karena karya dan proses kreatifnya dapat disaksikan secara terbuka oleh sivitas akademika. Kegiatan dibuka Rektor Universitas Sahid Surakarta, Dr. Sri Huning Anwariningsih, S.T., M.Kom., serta dihadiri jajaran pimpinan Universitas Sahid Surakarta dan STP Sahid Surakarta bersama seluruh dosen Program Studi DKV Universitas Sahid Surakarta. Melalui pameran tersebut, proses akademik mahasiswa tidak hanya ditampilkan dalam bentuk presentasi, tetapi juga melalui karya visual yang dapat diapresiasi secara langsung.
Gagasan Praditya berangkat dari upaya memperkenalkan budaya Indonesia melalui komunikasi visual yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Kereta api, arsitektur Surakarta, dan berbagai unsur budaya dipadukan dalam karya ilustrasi digital. Bentuk, warna, komposisi, karakter, serta teknik ilustrasi digunakan untuk menerjemahkan kekayaan budaya ke dalam bahasa visual generasi masa kini.
“Melalui lukisan digital, saya mencoba menghadirkan budaya Indonesia dalam bentuk visual yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi dan cara masyarakat menikmati karya visual saat ini,” ujar Praditya.
Karya yang dipamerkan tidak hanya menunjukkan hasil akhir Tugas Akhir, tetapi juga memperlihatkan proses kreatif di balik pembuatannya. Salah satu bagian pameran menampilkan video presentasi dan dokumentasi perjalanan pengerjaan karya, mulai dari pengembangan gagasan, eksplorasi visual, pengerjaan ilustrasi secara digital, hingga penyelesaian karya. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memahami proses pengambilan keputusan visual serta berbagai tahapan yang dilalui mahasiswa dalam menghasilkan sebuah karya desain.
Pameran juga memberikan pengalaman berbeda dalam pelaksanaan asesmen Tugas Akhir. Karya Praditya tidak hanya dipresentasikan di hadapan tim penguji dalam ruang sidang, tetapi dihadirkan dalam ruang yang memungkinkan sivitas akademika dan pengunjung melihat karya secara langsung.
“Pameran ini menjadi ruang untuk menunjukkan karya, gagasan, proses, sekaligus kemampuan komunikasi visual secara lebih utuh,” kata Praditya.
Dalam konteks pendidikan DKV, kehadiran karya dalam ruang pamer memperlihatkan pentingnya proses kreatif dalam pembelajaran. Kemampuan mahasiswa tidak hanya terlihat dari hasil akhir, tetapi juga dari bagaimana gagasan dikembangkan, masalah desain dihadapi, kemudian diterjemahkan menjadi solusi visual. Pameran tersebut sekaligus membuka ruang pertemuan antara mahasiswa, dosen, pimpinan perguruan tinggi, dan pengunjung dalam satu ruang apresiasi serta evaluasi akademik.
Pameran Praditya juga memperlihatkan ruang pendidikan desain yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi melalui kekuatan kreatifnya. Sebagai mahasiswa autis, perjalanan akademiknya menjadi bagian dari proses pendidikan yang memberikan ruang bagi keberagaman cara belajar, berekspresi, dan berkarya. Namun, fokus pameran tetap berada pada karya dan pencapaian akademiknya sebagai mahasiswa DKV. Ada gagasan budaya yang diterjemahkan, proses kreatif yang ditampilkan, serta karya yang menjadi bukti perjalanan akademik.
Pameran “Lukisan Digital sebagai Media Komunikasi Visual Budaya Indonesia” menjadi penanda berakhirnya perjalanan Tugas Akhir Muhammad Praditya Arifian Zein sekaligus membuka kemungkinan bagi pengembangan karya selanjutnya. Lukisan digital dapat terus dikembangkan menjadi portofolio, ilustrasi, proyek desain, maupun media komunikasi budaya melalui berbagai platform digital. Dari layar komputer, tablet, telepon pintar hingga ruang pamer, budaya Indonesia menemukan kemungkinan bahasa visual baru. Di Signature Coffee, STP Sahid Surakarta, proses akademik ditutup melalui karya, sementara perjalanan kreatif berikutnya mulai terbuka. (Sofyan)
Baca juga: Wawali Astrid: Lomba Estafet UNSA Simbol Kebersamaan dan Keberlanjutan Antargenerasi
Pendidiikan
![]() |
| Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta Astrid Widayani membuka kegiatan senam sehat dan lomba lari estafet dalam rangka Dies Natalis ke-28 Universitas Surakarta (UNSA). |
Wawali Astrid: Lomba Estafet UNSA Simbol Kebersamaan dan Keberlanjutan Antargenerasi
Solo - majalahlarise.com - Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta Astrid Widayani menghadiri kegiatan senam sehat dan lomba lari estafet dalam rangka Dies Natalis ke-28 Universitas Surakarta (UNSA) di Stadion Sriwedari, Solo, Kamis (17/9/2026).
Astrid mengatakan kegiatan olahraga tersebut tidak sekadar menjadi sarana menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan. Menurutnya, lomba lari estafet dapat dimaknai sebagai simbol keberlanjutan perjalanan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
“Estafet ini menjadi simbol bagaimana perjalanan panjang itu diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. UNSA bisa menjadi sarana perjalanan panjang bagi generasi penerus untuk menjadi calon-calon pemimpin,” kata Astrid dalam sambutannya.
Menurut Astrid, setiap peserta dalam lomba estafet memiliki peran untuk mencapai tujuan bersama. Nilai tersebut dinilai relevan dengan kehidupan di lingkungan perguruan tinggi sekaligus pembangunan Kota Surakarta.
“Estafet mengajarkan kekompakan, kerja sama, komunikasi, disiplin dan sportivitas. Nilai-nilai ini juga sejalan dengan semangat membangun Kota Surakarta karena kemajuan kota membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi,” ujarnya.
Astrid juga mengapresiasi pemilihan Stadion Sriwedari sebagai lokasi kegiatan. Ia menyebut stadion tersebut memiliki sejarah panjang dalam perjalanan olahraga di Indonesia.
“Pemilihan Stadion Sriwedari ini sangat baik karena punya nilai sejarah panjang terkait olahraga. Dari tempat yang bersejarah ini, semangat estafet generasi juga bisa kita maknai bersama,” tuturnya.
Lebih lanjut, Astrid menyampaikan tantangan yang dihadapi generasi muda terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya dunia pendidikan menghadapi tantangan globalisasi, kini perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, disinformasi hingga isu perpecahan menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama.
Karena itu, Astrid berharap UNSA terus adaptif dalam menghadapi perubahan zaman dan mampu menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berkolaborasi serta menjaga kebersamaan.
“UNSA harus bisa menghadapi tantangan-tantangan ke depan. Mudah-mudahan selalu adaptif dan terus mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, Kota Surakarta dan bangsa Indonesia,” katanya.
Astrid turut menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-28 UNSA. Tahun ini Dies Natalis UNSA mengusung tema “UNSA Berdaya, Menguatkan Pendidikan, Membangun Kemandirian dan Menjawab Tantangan Bangsa.”
“Selamat Dies Natalis ke-28 Universitas Surakarta. Tetap semangat, terus bergerak dan terus berkontribusi,” pungkasnya. (Mas Is/ Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...












