Workshop bertajuk “Intercultural Communication in Indonesia: Practical Guidelines for International Students".


    Dosen UNISRI dan UNS Kenalkan Budaya Indonesia kepada Mahasiswa Internasional di Hong Kong

    HONG KONG – majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan rekognisi kolaboratif di Hong Kong Baptist University (HKBU), Hong Kong. Kegiatan tersebut digelar atas undangan resmi HKBU dengan menghadirkan workshop bertajuk “Intercultural Communication in Indonesia: Practical Guidelines for International Students.”

    Workshop ini menjadi ruang bagi dosen dari UNISRI dan UNS untuk memperkenalkan karakteristik komunikasi serta keberagaman budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional. Pemahaman tersebut diharapkan membantu mahasiswa berinteraksi secara efektif, menghargai perbedaan budaya, sekaligus menghindari kesalahpahaman ketika berada di Indonesia.

    Delegasi Indonesia dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Dr. Triyanto, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Suciati, M.Pd., dan Prof. Dr. Hanik Liskustyawati, M.Kes. dari UNS. Sementara UNISRI Surakarta diwakili Prof. Dr. Anita Trisiana, S.Pd., M.H. dan Alfonsa Maria Sofia Hapsari, S.Si., M.M., M.Pd.

    Berbagai materi komunikasi lintas budaya disampaikan dalam workshop. Mulai dari percakapan ringan atau small talk, topik yang sebaiknya dihindari (taboo topics), bahasa tubuh, etika berpakaian di lingkungan profesional, keberagaman agama, hingga budaya kuliner dan kebiasaan makan masyarakat Indonesia.


    “Pemahaman lintas budaya menjadi bekal penting bagi mahasiswa internasional agar mampu membangun komunikasi yang efektif sekaligus menghormati nilai dan kebiasaan masyarakat Indonesia,” jelas Prof. Dr. Anita Trisiana.

    Kegiatan berlangsung interaktif dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran digital. Para mahasiswa mengikuti presentasi, permainan edukatif menggunakan Kahoot, serta aktivitas kolaboratif melalui Padlet. Mahasiswa HKBU yang berasal dari berbagai negara juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai komunikasi lintas budaya.

    Partisipasi UNISRI dalam kegiatan internasional tersebut menjadi bagian dari komitmen universitas memperkuat internasionalisasi dan memperluas jejaring akademik global. Selain memperkenalkan budaya Indonesia, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi lebih luas antara UNISRI, UNS, dan HKBU di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.

    “Kolaborasi seperti ini tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama akademik yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Alfonsa Maria Sofia Hapsari.

    Melalui kegiatan tersebut, UNISRI dan UNS turut memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam membangun pendidikan berbasis kolaborasi internasional. Komunikasi lintas budaya menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan hubungan akademik yang saling menghargai di tengah keberagaman mahasiswa global. (Sofyan)


    Baca juga: Momentum Hari Pramuka ke-65, Respati Tekankan Pentingnya Karakter Kuat bagi Generasi Muda

    Serah terima perangkat produksi.


    PISN 2026 Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Inovasi Branding Perkuat Daya Saing Lurik Tlingsing


    KLATEN – majalahlarise.com – Teknologi tepat guna dan inovasi branding menjadi langkah baru untuk memperkuat daya saing perajin Lurik Tlingsing, Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026, para perajin mendapatkan dukungan perangkat produksi dan material branding untuk membawa produk lurik dari ruang produksi menuju pasar yang lebih luas.

    Program bertajuk “Penguatan Daya Saing UMKM Melalui Inovasi Visual Branding Interaktif Lurik Tlingsing dengan Identitas Budaya” tersebut mendapat hibah dari DPPM Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek.

    Salah satu tahapan program diwujudkan melalui serah terima teknologi tepat guna dan material pendukung branding kepada kelompok sentra Lurik Tlingsing. Ketua PISN 2026, Ahmad Khoirul Anwar, menyerahkan mesin penggulung kain, kardus pengiriman kain gulungan, serta Paket Material Awal Inovasi Branding kepada para perajin.

    Mesin penggulung kain.


    “Teknologi yang diberikan harus berangkat dari kebutuhan nyata para perajin. Mesin penggulung ini diharapkan dapat membantu proses kerja mereka agar lebih praktis dan rapi, terutama ketika kain sudah masuk pada tahap penanganan dan pengiriman,” ujar Ahmad Khoirul Anwar.

    Menurut Ahmad, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan. Pengetahuan yang diberikan perlu didukung sarana yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas produksi. Karena itu, teknologi tepat guna menjadi bagian penting dari PISN 2026.

    Mesin Penggulung hingga Kemasan Produk

    Mesin penggulung kain diharapkan membantu perajin menghasilkan gulungan yang lebih rapi sekaligus memudahkan penyimpanan, penanganan, dan pengiriman produk. Teknologi tersebut tidak dimaksudkan menggantikan keterampilan perajin, tetapi membantu meningkatkan efektivitas pekerjaan.

    Dukungan juga diberikan dalam bentuk kardus pengiriman kain gulungan. Kemasan tidak hanya dipandang sebagai pelindung produk selama proses distribusi, tetapi menjadi bagian dari strategi branding.

    “Produk yang baik perlu didukung dengan cara penyajian yang baik. Kemasan menjadi salah satu bagian dari pengalaman konsumen sekaligus media untuk memperkenalkan identitas Lurik Tlingsing,” jelas Ahmad.

    Pendekatan tersebut membuat branding tidak berhenti pada logo atau desain visual. Identitas budaya Lurik Tlingsing diupayakan hadir dalam berbagai titik interaksi antara produk dengan konsumen.

    Membawa Identitas Tlingsing ke Pasar Modern

    Paket Material Awal Inovasi Branding menjadi langkah awal bagi perajin untuk menerapkan identitas visual yang dikembangkan melalui program PISN 2026.

    Lurik Tlingsing memiliki kekuatan berupa sejarah, keterampilan perajin, karakter motif, serta keterikatan dengan kehidupan masyarakat Desa Tlingsing. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam membangun identitas produk yang lebih kuat.


    Dalam pemasaran modern, konsumen tidak hanya mempertimbangkan produk, tetapi juga cerita, pengalaman, dan nilai yang melekat di dalamnya. Identitas budaya karena itu menjadi bagian strategis dalam pengembangan Lurik Tlingsing.

    Program ini tidak diarahkan untuk menghilangkan karakter tradisional lurik. Sebaliknya, inovasi dihadirkan agar karakter tersebut semakin mudah dikenali dan dikomunikasikan kepada konsumen, termasuk generasi muda.

    Menjaga Tradisi, Membuka Jalan Baru

    PISN 2026 dipimpin Ahmad Khoirul Anwar bersama anggota tim Evelyne Henny Lukitasari, Farid Fitriadi, dan Erna Indriastiningsih. Program tersebut mengintegrasikan desain, branding, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat daya saing UMKM Lurik Tlingsing.

    Serah terima perangkat menjadi bukti hasil program tidak berhenti di ruang pelatihan. Pengetahuan dan inovasi diterjemahkan menjadi perangkat yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

    Bagi perajin, dukungan tersebut diharapkan menjadi pemantik pengembangan usaha yang lebih berkelanjutan. Lurik Tlingsing tetap mempertahankan karakter budaya lokal, sekaligus tampil lebih siap menghadapi kebutuhan pasar modern.

    Melestarikan budaya bukan berarti membiarkannya berhenti pada masa lalu. Budaya akan terus hidup ketika mampu beradaptasi, memberi manfaat, dan menemukan ruang baru di tengah perubahan zaman.

    Di Tlingsing, benang tetap dirajut dan lurik tetap ditenun. Namun kini, perjalanan menuju konsumen ditemani teknologi, kemasan, dan identitas visual yang lebih kuat. Dari tangan perajin Tlingsing, lurik tidak hanya menenun kain, tetapi juga menenun masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: Momentum Hari Pramuka ke-65, Respati Tekankan Pentingnya Karakter Kuat bagi Generasi Muda

    Wali Kota Solo, Respati Ardi menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Stadion Sriwedari, Kota Solo, Jumat (14/8/2026).

    Momentum Hari Pramuka ke-65, Respati Tekankan Pentingnya Karakter Kuat bagi Generasi Muda

    SOLO – majalahlarise.com – Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Stadion Sriwedari, Kota Solo, Jumat (14/8/2026), menjadi momentum untuk menguatkan kembali pendidikan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Wali Kota Solo, Respati Ardi, menilai nilai-nilai kepramukaan tetap relevan dalam membentuk generasi yang tangguh, disiplin, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.

    Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, jajaran Forkopimda Kota Solo, serta para pelajar Kota Bengawan yang mengikuti rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65.

    Respati mengatakan, dirinya memiliki kenangan mengikuti kegiatan Pramuka sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah. Menurutnya, pengalaman tersebut turut membentuk karakter dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

    “Saya terkenang sejak SD, SMP, SMA mengikuti ekstrakurikuler ini. Ini penting sekali karena menanamkan karakter kemandirian dan kedisiplinan di era tantangan digital agar supaya memiliki karakter. Ini paling penting,” kata Respati.

    Menurut Respati, perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan penguatan karakter. Generasi muda tidak cukup hanya mampu mengikuti kemajuan teknologi, tetapi juga perlu memiliki ketangguhan, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi secara langsung di tengah masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Respati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Peringatan Hari Pramuka ke-65. Ia berharap semangat kepramukaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Saya ucapkan selamat kepada seluruh petugas yang hari ini bertugas dalam rangka Hari Pramuka ke-65. Semoga terus bisa diterapkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme untuk generasi muda,” tuturnya.

    Respati juga berpesan kepada generasi muda agar tidak hanya mengandalkan ruang digital dalam membangun hubungan sosial. Interaksi secara langsung dinilai penting untuk melatih kemampuan memahami lingkungan, membangun kepedulian, serta memperkuat rasa kebersamaan.

    “Bersosial di dunia nyata lebih penting daripada bersosial di dunia maya,” tandasnya.

    Nilai kedisiplinan, kemandirian, gotong royong, kepedulian, dan pengabdian yang menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan dinilai semakin penting di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Melalui momentum Hari Pramuka ke-65, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.(Sofyan)


    Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat

    Prosesi malam renungan dan ulang janji Pramuka dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026.


    Malam Renungan dan Ulang Janji Pramuka Kwaran Manyaran Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Satya Dharma

    WONOGIRI - majalahlarise.com - Malam renungan dan ulang janji Pramuka dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 menjadi momentum bagi anggota Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Manyaran untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan selama satu tahun sekaligus memperkuat kembali penghayatan terhadap nilai-nilai Satya Dharma. Kegiatan tersebut digelar di SMA Negeri 1 Manyaran, Kamis (13/8/2026).

    Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Manyaran, Kak Toto Tri Mulyarto, menjelaskan malam renungan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi bagi anggota Pramuka untuk melihat kembali berbagai kegiatan yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir.

    “Jadi, terkait dengan malam renungan dan ulang janji Pramuka ini, tentu menjadi satu sarana bagi para pramuka muda untuk menelaah kembali apa yang telah dilakukan pada satu tahun yang lalu dan kira-kira apa yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.

    Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Manyaran, Kak Toto Tri Mulyarto saat menyampaikan sambutan dalam ramah tamah usai prosesi malam renungan dan ulang janji Pramuka.


    Menurutnya, proses renungan menjadi bagian penting untuk mendorong anggota Pramuka melakukan introspeksi. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan sekaligus pengabdian pada masa mendatang.

    “Pada malam inilah dilakukan satu renungan,” jelasnya.

    Selain evaluasi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman terhadap ideologi dan jiwa kepramukaan. Nilai Satya Dharma menjadi landasan bagi anggota dalam bersikap, bertindak, menjalankan tanggung jawab, serta memberikan pengabdian di tengah masyarakat.

    “Selanjutnya juga satu penguatan lagi terkait dengan ideologi, jiwa dari Gerakan Pramuka, yaitu Satya Dharma,” ungkap Kak Toto.


    Ia berharap momentum malam renungan dan ulang janji mampu membangkitkan kembali semangat anggota Pramuka untuk mengamalkan nilai-nilai Satya dan Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kepramukaan diharapkan tidak berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi turut membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial generasi muda.

    Sementara itu, Ketua Kwartir Ranting Manyaran, Kak Sutrisno, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan Kwartir Ranting. Dukungan tersebut datang dari keluarga besar, sahabat, unsur Muspika beserta jajarannya, serta pihak-pihak lain yang memberikan perhatian terhadap kegiatan kepramukaan di Manyaran.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar dan sahabat-sahabat yang telah mendukung kegiatan ini. Terima kasih juga kepada Kak Toto Tri Mulyarto, serta Muspika dan jajarannya yang telah memberikan dukungan sehingga acara dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

    Dukungan lintas elemen tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kebersamaan dan kelancaran kegiatan Kwartir Ranting. Perhatian dan motivasi dari berbagai pihak juga menjadi dorongan bagi keluarga besar Gerakan Pramuka Manyaran untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan.

    Malam renungan dan ulang janji Pramuka akhirnya menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menjaga komitmen terhadap nilai-nilai kepramukaan. Momentum Hari Pramuka ke-65 diharapkan mampu memperkuat semangat pengabdian sekaligus mendorong anggota Pramuka Kwaran Manyaran menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan serta masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat

    Aisha Adelia Sintha Sugiar, siswi kelas 6 SDN Mangkubumen Kidul Surakarta, berhasil meraih Bronze Award kategori Science dalam ajang Siam International Math & Science Olympics (IMASO) 2026 yang digelar di Thailand.


    Banggakan Solo! Siswi SDN Mangkubumen Kidul Raih Medali Perunggu di Olimpiade Sains Thailand

    SOLO – majalahlarise.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Solo di kancah internasional. Aisha Adelia Sintha Sugiar, siswi kelas 6 SDN Mangkubumen Kidul Surakarta, berhasil meraih Bronze Award kategori Science dalam ajang Siam International Math & Science Olympics (IMASO) 2026 yang digelar di Thailand, 7–10 Agustus 2026.

    Kompetisi tersebut diikuti lebih dari 500 peserta dari 18 negara, di antaranya Thailand, Filipina, Singapura, Uzbekistan, dan Brasil. Ajang ini diselenggarakan ICE (International Champions in Education) yang berkantor pusat di Thailand bekerja sama dengan IMASO Indonesia.

    Sebelum melaju ke panggung internasional di Bangkok, Adelia terlebih dahulu mengikuti babak penyisihan hingga Final Nasional IMASO Indonesia. Pada tahap tersebut, siswi kelahiran 11 April 2015 ini juga berhasil meraih Bronze Award dan berhak melanjutkan perjuangan ke Final Internasional di Thailand.

    Adelia mengaku sempat merasa perlu memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi internasional tersebut. Namun, kecintaannya terhadap bidang Science menjadi motivasi untuk terus mencoba.

    “Awalnya saya mengikuti babak penyisihan nasional dan meraih Bronze Award juga. Dari hasil tersebut saya berhak mengikuti babak Final Internasional. Saya kemudian memberanikan diri untuk lanjut ke babak final yang diselenggarakan di Bangkok,” ujar Adelia.

    Persiapan menghadapi kompetisi pun dilakukan secara intensif. Selama dua minggu sebelum perlombaan, Adelia memanfaatkan waktu setiap hari untuk mempelajari past papers dan silabus yang diberikan panitia.

    “Persiapannya setiap hari mempelajari past papers dan silabus dari panitia, minimal 60 soal per hari selama dua minggu sebelum hari H,” katanya.

    Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya medali perunggu pada kategori Science.

    Bagi Adelia, mengikuti kompetisi internasional tidak hanya menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman berharga bertemu pelajar dari berbagai negara.

    “Kesannya bangga dan senang bisa bertemu dengan rekan dari berbagai negara. Berikutnya saya akan mengikuti lomba internasional lain,” ucapnya.

    Pihak sekolah menyampaikan prestasi tersebut sekaligus menjadi gambaran kecintaan Adelia terhadap bidang Ilmu Pengetahuan Alam. Ketertarikannya terhadap Science juga selaras dengan cita-citanya untuk menjadi dokter.

    “Ini wujud kecintaannya pada bidang Science sekaligus berkaitan dengan cita-citanya menjadi dokter,” ujar pihak sekolah.

    Bakat Adelia di bidang sains memang telah terlihat sejak dini. Selain berhasil meraih prestasi di tingkat internasional, ia juga beberapa kali menjuarai lomba IPA dari tingkat kota hingga nasional. Di sekolah, Adelia aktif sebagai Dokter Kecil.

    Prestasi yang diraih Adelia turut membawa kebanggaan bagi kedua orang tuanya, Tatang Sugiar dan Kartika Oktavia Pravitasari. Keduanya mengaku senang sekaligus bangga melihat perjuangan putrinya mampu berbuah prestasi di tingkat internasional.

    “Sebagai orang tua kami sangat mendukung kegiatan anak, terlebih karena prestasi ini bisa berpengaruh untuk jenjang pendidikan berikutnya sekaligus sebagai pendukung portofolio akademis,” pungkasnya.

    Keberhasilan Adelia diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Kota Solo untuk terus mengembangkan minat dan bakat, berani mengikuti kompetisi, serta tidak takut bersaing hingga tingkat internasional. (Sofyan)


    Baca juga: Astrid Widayani Apresiasi TMMD Sengkuyung III, Penataan Kampung Makam Bergolo Beri Manfaat Nyata

    Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menghadiri upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di SMP Negeri 22 Surakarta, Kamis (13/8/2026).


    Astrid Widayani Apresiasi TMMD Sengkuyung III, Penataan Kampung Makam Bergolo Beri Manfaat Nyata

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menghadiri upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di SMP Negeri 22 Surakarta, Kamis (13/8/2026). Usai upacara, Astrid meninjau langsung hasil pembangunan di Kampung Makam Bergolo, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan.

    Dalam peninjauan tersebut, Astrid melihat hasil penataan kawasan yang dikerjakan selama pelaksanaan TMMD sekaligus menyaksikan manfaat pembangunan bagi masyarakat. Ia mengapresiasi program TMMD yang dinilai tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan warga.

    “Alhamdulillah, kami mengikuti prosesnya sejak awal hingga selesai. Kami cukup terkesan karena pembangunan yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan saluran air atau drainase, tetapi juga memberikan manfaat lain bagi masyarakat. Bahkan ada rumah warga yang direvitalisasi sehingga menjadi lebih layak untuk dihuni,” ujar Astrid.

    Menurut Astrid, proses penataan kawasan di Kampung Makam Bergolo menghadapi sejumlah tantangan. Kondisi kawasan yang berada di sekitar bantaran sungai serta keberadaan sejumlah bangunan warga membutuhkan komunikasi dan pendekatan yang tepat.

    “Memang tantangannya cukup besar di awal, terutama saat proses perapian kawasan. Ada beberapa bangunan yang posisinya berada di bantaran sungai. Namun, kami melakukan sosialisasi dan pendekatan secara humanis kepada masyarakat. Alhamdulillah, masyarakat bisa memahami dan menerima penataan tersebut,” katanya.

    Astrid juga menyoroti pembangunan saluran air yang dirancang dengan mempertimbangkan aspek pemeliharaan. Saluran dengan lebar sekitar dua meter tersebut ditutup dan bagian atasnya dimanfaatkan, tetapi tetap dilengkapi bak kontrol di sejumlah titik.

    “Jadi bukan berarti setelah ditutup kemudian tidak bisa diakses lagi. Kami tetap berpikir ke depan. Di beberapa titik dibuat bak kontrol, sehingga apabila nantinya diperlukan pembersihan atau pemeliharaan, akses tetap tersedia,” jelasnya.

    Ia berharap hasil pembangunan TMMD tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan secara fisik, tetapi dapat dirawat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

    “Harapannya pembangunan ini bisa berkelanjutan, benar-benar bisa dirawat dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Atas nama Pemerintah Kota Surakarta, kami menyampaikan terima kasih atas program ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Astrid.

    TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, di Kampung Makam Bergolo RT 02 dan RT 06 RW 06, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan.

    Sasaran fisik program meliputi perbaikan saluran air menggunakan konstruksi cor beton bertulang serta pavingisasi sepanjang 97 meter dengan tinggi 1,5 meter. Berdasarkan laporan pelaksanaan, pekerjaan tersebut telah rampung 100 persen.

    Selain pembangunan fisik, TMMD juga diisi berbagai kegiatan nonfisik. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penanaman nilai-nilai Pancasila, pencegahan penyalahgunaan narkoba, keluarga berencana dan stunting, mitigasi bencana kebakaran, pengelolaan sampah, serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    Upacara penutupan diikuti jajaran Forkopimda, anggota TNI-Polri, unsur Pemerintah Kota Surakarta, Linmas, Dinas Perhubungan, serta sejumlah unsur terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan paket sembako kepada 10 perwakilan warga di sekitar lokasi TMMD.

    Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro. Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan apresiasi atas sinergi, kerja keras, dan gotong royong pemerintah daerah, TNI-Polri, serta masyarakat selama pelaksanaan TMMD.

    Pangdam juga berpesan agar hasil pembangunan yang telah dicapai dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa manfaat yang panjang.

    “Seluruh hasil yang telah dicapai tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Apa yang telah kita bangun bersama ini dapat dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” demikian amanat Pangdam yang dibacakan Dandim.

    Pelaksanaan TMMD Sengkuyung III di Serengan menjadi wujud kolaborasi TNI, Pemerintah Kota Surakarta, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan, infrastruktur, serta kesejahteraan warga. Program tersebut sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun kawasan perkotaan yang lebih tertata dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (Mas Is/ Sofyan)


    Baca juga: Tim PISN FSRD ISI Surakarta Serahkan Bantuan Aset untuk Pelestarian Wayang Kulit



    Tim PISN FSRD ISI Surakarta Serahkan Bantuan Aset untuk Pelestarian Wayang Kulit

    SUKOHARJO - majalahlarise.com - Tim Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyerahkan bantuan aset berupa seperangkat alat gamelan dan karakter wayang pahlawan kepada Sanggar Omah Wayang Mas Kamto, Kartasura, Sukoharjo, Senin (10/8/2026). Bantuan tersebut menjadi salah satu luaran program sekaligus upaya mendukung eksistensi dan pengembangan seni tradisi wayang kulit.

    Program PISN tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata Tim FSRD ISI Surakarta kepada mitra yang bergerak di bidang seni tradisi wayang kulit. Tim yang diketuai Agung Purnomo bersama anggota Putri Sekar Hapsari, Basnendar Herry Prilosadoso, dan Sri Murwanti, sebelumnya telah melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi, perancangan karakter wayang pahlawan, latihan bersama, hingga pementasan wayang climen bagi siswa sekolah dasar.

    Penyerahan bantuan aset dilakukan secara simbolis dan dihadiri perwakilan Sanggar Omah Wayang Mas Kamto serta mahasiswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas sanggar sekaligus memperkuat keberlanjutan kegiatan edukasi seni tradisi kepada generasi muda.

    Putri Sekar Hapsari, anggota Tim PISN FSRD ISI Surakarta, menjelaskan bantuan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keberadaan sanggar seni tradisi sekaligus bagian dari upaya mengenalkan wayang kulit kepada siswa sekolah dasar.

    “Bantuan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap keberadaan sanggar seni tradisi dan upaya mengenalkan edukasi wayang kulit kepada siswa sekolah dasar. Selain itu, melalui pementasan wayang juga ditanamkan rasa nasionalisme kepada siswa,” jelas Putri.

    Menurut Putri, rangkaian kegiatan PISN tidak hanya berorientasi pada menghasilkan karya, tetapi juga mendorong pemanfaatan seni tradisi sebagai media edukasi. Kehadiran karakter wayang pahlawan diharapkan dapat membuat materi pementasan lebih dekat dengan siswa sekaligus mengenalkan nilai-nilai kepahlawanan melalui medium wayang.

    Ketua Sanggar Omah Wayang Mas Kamto, Tri Haryoko, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Tim PISN FSRD ISI Surakarta. Menurutnya, aset tersebut memiliki manfaat bagi sanggar dalam memberdayakan serta mengembangkan potensi kesenian tradisional, khususnya wayang kulit.

    “Pemberian bantuan ini sangat bermanfaat dalam memberdayakan sanggar untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi di kesenian tradisional, khususnya seni wayang kulit,” ungkap Tri Haryoko.

    Tri berharap bantuan aset tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap keberadaan dan keberlanjutan Sanggar Omah Wayang Mas Kamto. Selain mendukung kegiatan berkesenian, bantuan tersebut diharapkan dapat memperluas ruang bagi sanggar untuk menjalankan kegiatan edukasi dan regenerasi pelaku seni tradisi.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) yang dikelola Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah naungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

    Melalui penyerahan aset tersebut, Tim PISN FSRD ISI Surakarta menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian seni tradisi. Kolaborasi dengan sanggar juga menjadi langkah strategis agar wayang kulit tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi terus dikenalkan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda. (Sofyan)


    Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat


Top