GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Kabar Desa
Gatutkaca Literasi Tim Pembina Posyandu Sukoharjo Sosialisasikan 6 SPM kepada Kader Kelurahan Gayam dan Kelurahan Bulakrejo
Sukoharjo - majalahlarise.com - Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sukoharjo melaksanakan sosialisasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) kepada Tim Posyandu Kelurahan Gayam dan Kelurahan Bulakrejo di Posyandu Ngudi Waras Mulyo II, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (24/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 30 kader Posyandu ini bertujuan memberikan pemahaman terkait konsep dan implementasi enam SPM sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024.
Sosialisasi tersebut menitikberatkan pada perluasan fungsi Posyandu sebagai pusat layanan dasar masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Enam SPM yang disosialisasikan meliputi bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas). Melalui Posyandu, kader diharapkan mampu mendata, mendampingi, sekaligus memberikan rujukan layanan dasar kepada masyarakat secara lebih dekat hingga tingkat dusun dan RW.
Kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber dari Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sukoharjo, Tim Pembina Posyandu Kecamatan Sukoharjo, serta Relawan Superhero Literasi. Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri atas kader Posyandu Ngudi Waras Mulyo II Kelurahan Gayam, kader Posyandu Ngudi Lestari V Kelurahan Bulakrejo, Ketua TP PKK beserta tim inti TP PKK Kelurahan Gayam dan Kelurahan Bulakrejo, Ketua dan tim inti TP PKK Kecamatan Sukoharjo, Bidan Kelurahan Gayam, Bidan Kelurahan Bulakrejo, Camat Sukoharjo, Lurah Gayam, serta Kepala Puskesmas.Paragraf tersebut dapat ditempatkan setelah lead sehingga susunan berita menjadi lebih lengkap dan informatif.
Narasumber dari Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sukoharjo, Rangga Fajar, menjelaskan antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan sangat tinggi. Menurutnya, para kader aktif berdiskusi dan memiliki rasa ingin tahu yang besar terkait implementasi Posyandu enam SPM di lapangan.
![]() |
| Camat Sukoharjo, Nanang Syarifudin, mengapresiasi semangat kader Posyandu dari Kelurahan Gayam dan Bulakrejo yang mengikuti sosialisasi. |
"Alhamdulillah, testimoninya lumayan beragam, seru, cukup aktif dan rasa ingin mengetahuinya tinggi. Semoga di Kecamatan Sukoharjo dan secara umum di Kabupaten Sukoharjo, enam SPM ini bisa segera direalisasikan setelah diluncurkan oleh kabupaten," ujarnya.
Camat Sukoharjo, Nanang Syarifudin, mengapresiasi semangat kader Posyandu dari Kelurahan Gayam dan Bulakrejo yang mengikuti sosialisasi tersebut. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut peluncuran Posyandu enam SPM oleh Bupati Sukoharjo pada peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK tingkat Kabupaten Sukoharjo. Nanang berharap materi yang diperoleh para kader dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Alhamdulillah saya sangat mengapresiasi semangat dari kader-kader Posyandu, baik di Kelurahan Gayam maupun Kelurahan Bulakrejo. Semoga dengan adanya sosialisasi Posyandu 6 SPM ini bisa semakin menambah semangat para ksatria Posyandu dan nantinya berguna bagi masyarakat, baik di sekitar Posyandu maupun di luar Posyandu," kata Nanang Syarifudin.
Ia menambahkan, Posyandu diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, pembangunan, serta kemasyarakatan di Kabupaten Sukoharjo, khususnya di masing-masing desa dan kelurahan.
![]() |
| Tim Pembina Posyandu Kecamatan Sukoharjo, Endang Nanang Syarifudin saat menyampaikan sambutan. |
Tim Pembina Posyandu Kecamatan Sukoharjo, Endang Nanang Syarifudin, menyampaikan harapannya agar seluruh kader di Kelurahan Gayam dan Kelurahan Bulakrejo dapat mengikuti sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan baik. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar, sekaligus meningkatkan pemahaman kader terkait implementasi Posyandu 6 SPM yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo pada 23 Juni 2026.
Menurut Endang, kehadiran Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sukoharjo menjadi momentum penting bagi kader untuk menggali ilmu dan memperkuat pemahaman terkait pelaksanaan Posyandu 6 SPM di wilayah masing-masing.
"Kami berharap kegiatan pada siang hari ini akan memberikan motivasi kepada seluruh kader sehingga nanti kita dapat mengimplementasikan Posyandu 6 SPM di wilayah kita masing-masing," ujarnya.
Kegiatan sosialisasi juga melibatkan Relawan Superhero Literasi Danar Gatutkaca sebagai mitra dalam menyampaikan materi dengan pendekatan literasi dan budaya. Danar menjelaskan keterlibatan literasi dipilih karena salah satu indikator dalam enam SPM berkaitan dengan bidang pendidikan, termasuk penguatan budaya membaca. "Kami sebagai relawan literasi ingin para ibu kembali bisa mendongeng, mencintai literasi, menyampaikan cinta buku, membaca, dan itu bagian dari bidang pendidikan," ujarnya.
Selain penyampaian materi teknis, kegiatan dikemas dengan nyanyian, budaya, dan metode interaktif sehingga lebih mudah dipahami peserta. "Literasi sangat tepat digandeng untuk menyampaikan hal-hal penting dari pemerintah karena penjelasannya menjadi lebih enak didengar dan mudah diterima masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua RW 02 Kelurahan Gayam, Darus Rohman, menyambut baik sosialisasi tersebut karena memberikan pemahaman baru terkait peran Posyandu. Menurutnya, Posyandu kini tidak hanya melayani balita dan lansia, tetapi juga menjadi wadah penyampaian berbagai persoalan masyarakat.
"Kami baru mengetahui ternyata Posyandu tidak hanya melayani balita dan lansia, tetapi juga melayani aduan masyarakat terkait permasalahan sosial, pendidikan, kesehatan, kebersihan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, bahkan pekerjaan umum," ungkapnya.
Ia berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan Posyandu sebagai sarana menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, keberadaan Posyandu di tingkat RW dan RT akan mempermudah warga dalam menyampaikan keluhan tanpa harus datang ke kantor kelurahan yang lokasinya lebih jauh. "Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap ke depan sosialisasi seperti ini terus ditingkatkan," kata Darus. (Sofyan)
Berita
![]() |
| Kegiatan In House Training (IHT) Pemulasaran Jenazah yang digelar di Aula Wijayakusuma RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. |
RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Gelar IHT Pemulasaran Jenazah, Tingkatkan Kompetensi Petugas Sesuai Syariat Islam
Sukoharjo - majalahlarise.com - RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk dalam pelayanan pemulasaran jenazah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan In House Training (IHT) Pemulasaran Jenazah yang digelar di Aula Wijayakusuma RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo, Kamis (25/6/2026).
Pelatihan yang diikuti 25 petugas Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) ini bertujuan meningkatkan kompetensi petugas agar pelayanan yang diberikan sesuai standar akreditasi rumah sakit sekaligus memenuhi tuntunan syariat Islam. Kegiatan menghadirkan pemateri Ma'ruf Budiyanto dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo.
Kasubag Diklat dan Penelitian RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo, Agus Setyawan, menjelaskan pelatihan tersebut sangat penting untuk membekali petugas dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai ketentuan agama.
"Tujuan kami meningkatkan kompetensi petugas IJP, agar setiap proses pemulasaran jenazah berjalan sesuai syariat Islam," kata Agus Setyawan.
Dalam pemaparannya, Ma'ruf Budiyanto menguraikan secara rinci tata cara mengurus jenazah sesuai ajaran Islam. Ia menjelaskan pemulasaran jenazah merupakan proses mengurus jenazah umat Muslim yang meninggal dunia sesuai tuntunan syariat Islam dengan status hukum fardhu kifayah, yakni kewajiban kolektif yang gugur apabila telah dilaksanakan sebagian umat Islam.
Adapun empat tahapan utama dalam pemulasaran jenazah yang disampaikan meliputi memandikan jenazah sesuai adab Islam, mengkafani dengan kain kafan sesuai ketentuan, menshalatkan jenazah, serta menguburkan jenazah di pemakaman.
Melalui kegiatan IHT ini, RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo berharap standar mutu layanan pemulasaran jenazah semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik sekaligus menghadirkan ketenangan bagi keluarga pasien yang ditinggalkan. (Sofyan)
Baca juga: UPT Bahasa Univet Bantara Buka Kursus Pambiwara, Hadirkan Praktisi Kraton Surakarta sebagai Pemateri
Pendidikan
UPT Bahasa Univet Bantara Buka Kursus Pambiwara, Hadirkan Praktisi Kraton Surakarta sebagai Pemateri
SUKOHARJO - majalahlarise.com - UPT Bahasa Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo membuka Kursus Pambiwara sebagai upaya melestarikan budaya Jawa sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam bidang kepemanduan acara berbahasa Jawa. Program ini menghadirkan praktisi berpengalaman dari lingkungan Kraton Surakarta serta akademisi Univet sebagai pemateri.
Kepala UPT Bahasa Univet, R. Adi Deswijaya, M.Hum., menyampaikan kursus tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktik kepada peserta agar mampu menjadi pambiwara yang profesional. Menurutnya, kemampuan menjadi pambiwara tidak hanya berkaitan dengan keterampilan berbicara, tetapi juga pemahaman unggah-ungguh basa, etika, serta pelestarian budaya Jawa.
"Melalui kursus ini kami ingin memberikan wadah bagi masyarakat, mahasiswa, guru, maupun pemerhati budaya untuk memperdalam kemampuan sebagai pambiwara. Keterampilan ini sangat dibutuhkan dalam berbagai kegiatan adat maupun acara resmi," ujar R. Adi Deswijaya, M.Hum.
Dalam pelaksanaannya, kursus menghadirkan K.P. Budayaningrat, praktisi pambiwara Kraton Surakarta, bersama R. Adi Deswijaya, M.Hum. sebagai narasumber. Kehadiran praktisi dari Kraton Surakarta diharapkan mampu memberikan pengalaman dan wawasan secara langsung terkait teknik, tata krama, serta seni membawakan acara dalam tradisi Jawa.
R. Adi Deswijaya menjelaskan, kursus akan dilaksanakan dalam dua periode setiap tahun, yakni periode pertama pada Agustus hingga Oktober dan periode kedua pada Maret hingga Mei. "Program ini akan dibuka dengan minimal 10 peserta sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan interaktif," jelasnya.
Kegiatan kursus dijadwalkan setiap hari Rabu dan Jumat pukul 15.30 hingga 17.30 WIB bertempat di Kampus Univet. Biaya yang dikenakan sebesar Rp. 450.000 per bulan. Bagi masyarakat yang berminat mengikuti program tersebut dapat menghubungi narahubung Ratih Wijayava, M.Hum. melalui nomor 085642328871 untuk memperoleh informasi dan pendaftaran lebih lanjut. (Sofyan)
Pendidikan
SD Muhammadiyah 1 Solo Terima Studi Tiru SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal, Bahas Digitalisasi hingga Manajemen Sekolah
Solo - majalahlarise.com - SD Muhammadiyah 1 Solo menerima kunjungan studi tiru dari SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan, penguatan manajemen sekolah profesional, serta pengembangan berbagai program unggulan di lingkungan sekolah.
Rombongan SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal dipimpin Kepala Sekolah Ina Oktaviana dengan membawa sebanyak 35 peserta menggunakan satu armada bus. Kedatangan rombongan disambut jajaran pimpinan SD Muhammadiyah 1 Solo yang dipimpin Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Imam Priyanto.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mempelajari berbagai aspek pengelolaan sekolah, mulai dari manajemen sekolah, pengembangan kurikulum, hingga digitalisasi sekolah. Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal Ina Oktaviana menjelaskan pihaknya juga mendalami sejumlah program unggulan yang telah diterapkan di SD Muhammadiyah 1 Solo.
"Pengelolaan program kekhasan ISMUBA dan pembiasaan karakter siswa, pengelolaan sarana prasarana, kantin sehat, dan usaha kesehatan sekolah (UKS), serta strategi kehumasan dan penerimaan peserta didik baru (PPDB)," ujarnya.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo Sri Sayekti melalui Humas Dwi Jatmiko, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, sekolah yang berdiri sejak 1935 tersebut selalu terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan. Ia menjelaskan kolaborasi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperluas kontribusi bagi umat yang berkemajuan.
Dalam paparannya, Dwi Jatmiko memaparkan tujuh elemen manajemen penting yang menjadi mesin penggerak sekolah modern. "Ada tujuh elemen manajemen penting yang digambarkan layaknya mesin penggerak sekolah modern. Tanamkan sistem ke warga sekolah jangan seperti ibarat mendorong mobil mogok," ujarnya.
Ia menjelaskan, pilar pertama diawali dengan Manajemen SDM, diikuti Manajemen Loyalitas untuk membangun komitmen internal yang kuat. Pilar berikutnya meliputi Manajemen Pelayanan dan Manajemen Kurikulum sebagai fondasi akademik. "Menghadapi era digital, Pilar 5 mengusung Manajemen Inovasi dan Teknologi dengan kartu multi fungsi M1Smart Card," bebernya.
Sementara itu, untuk memperkuat daya saing institusi, SD Muhammadiyah 1 Solo juga menerapkan Manajemen Marketing. Seluruh sistem tersebut ditopang oleh Pilar Manajemen Doa sebagai landasan spiritual. "Sinergi utuh dari ketujuh pilar ini diharapkan mampu mencetak standar baru sekolah berkualitas tinggi di masa depan dan diminati masyarakat sukses SPMB hingga tahun 2030 secara indent," pungkas Dwi Jatmiko. (Sofyan)
Pendidikan
Kerja Sama Tax Center Univet Bantara dan DJP Jateng II Diperpanjang, Perkuat Literasi Pajak dan Kompetensi Mahasiswa
Sukoharjo - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II resmi menandatangani naskah dokumen kerja sama sebagai upaya memperkuat literasi perpajakan di lingkungan perguruan tinggi, Rabu (24/6/2026). Penandatanganan yang berlangsung di Gedung A Bantara Meeting Rooms tersebut menjadi kelanjutan sinergi yang telah terjalin sejak 2021 melalui Tax Center Univet Bantara.
Kegiatan dihadiri Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Humas, Kerjasama dan Alumni Dr. Djatmiko Hidajat, S.Pd., M.Pd., jajaran Fakultas Ekonomi, serta pimpinan Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II yang diwakili Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Herlin Sulismiyarti, S.H., M.H. Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembukaan, doa, laporan Ketua Tax Center, sambutan para pimpinan, penandatanganan naskah kerja sama, tukar cinderamata, hingga foto bersama.
Ketua Tax Center Univet Bantara Salman Faris Insani, S.E., M.M. dalam laporannya menyampaikan Tax Center yang diresmikan pada 2021 lahir dari gagasan almarhumah Dr. Sri Wahyuni Agustiningsih, dekan pertama Fakultas Ekonomi, untuk meningkatkan kompetensi perpajakan mahasiswa sekaligus memperluas jejaring dunia kerja. Salman mengungkapkan sejumlah capaian membanggakan, salah satunya keberhasilan mahasiswi Injas Rimawati yang pernah mengikuti magang di KPP Pratama Sukoharjo hingga akhirnya diterima bekerja di PT Libra Permana.
"Ketika dia mengikuti tahapan seleksi, sampai pada tahap akhir wawancara bersama kandidat dari perguruan tinggi lain, salah satu pertanyaannya terkait kompetensi perpajakan. Alhamdulillah, ini sebuah rezeki yang luar biasa bagi mahasiswi kami," ungkapnya.
Menurut Salman, program Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) juga terus menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah mahasiswa berhasil lolos seleksi dan memperoleh prestasi membanggakan, termasuk Nur Fahmi yang meraih sertifikat kategori platinum setelah bertugas selama lima bulan di KP2KP Wonogiri.
"Tahun berikutnya sosialisasi Renjani kembali dilaksanakan dan ada satu orang mahasiswa lolos, saudara Nur Fahmi yang dalam kurun waktu lima bulan berhasil mendapatkan sertifikat dengan kategori platinum," jelasnya. Memasuki 2026, Tax Center juga menggelar pelatihan Coretax DCP serta memberikan beasiswa pelatihan bersertifikat bagi mahasiswa.
Sementara itu, Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum. menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan DJP telah memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi Fakultas Ekonomi, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika.
"Apapun yang kita lakukan programnya harus tampak dampaknya. Semuanya harus bisa diukur karena sekarang ukuran kinerja perguruan tinggi adalah dampak yang dihasilkan," ujarnya.
Prof. Farida berharap kerja sama ke depan dapat diperluas melalui peningkatan penyuluhan perpajakan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Selain itu, pihak universitas juga mengusulkan adanya kesempatan magang yang lebih luas bagi mahasiswa di lingkungan instansi perpajakan.
"Kami sangat berharap anak-anak kami diberi kesempatan untuk magang. Pengalaman itu akan sangat bermanfaat dan menjadi bekal untuk meraih pekerjaan di berbagai lini," ungkapnya.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II, Herlin Sulismiyarti, S.H., M.H. menjelaskan perpanjangan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam melakukan transfer pengetahuan dan meningkatkan kesadaran perpajakan di kalangan mahasiswa maupun sivitas akademika.
"Kerja sama ini merupakan komitmen kami untuk melakukan transfer knowledge dan literasi kepada adik mahasiswa maupun sivitas akademika terkait perpajakan," ujarnya.
Herlin menambahkan DJP membuka peluang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi untuk menyelenggarakan kuliah umum, penyuluhan, maupun berbagai kegiatan edukasi perpajakan lainnya. DJP juga siap menerima mahasiswa magang dengan mekanisme pengajuan resmi dari perguruan tinggi.
"Kalau ada permintaan dari universitas untuk memberikan kuliah umum maupun edukasi masalah pajak tertentu, insya Allah kami siap hadir asal ada undangan. Dari undangan itu kami akan menyusun materi dan silabus yang diperlukan," jelasnya.
Ia berharap kolaborasi antara DJP dan perguruan tinggi dapat terus berlanjut karena edukasi perpajakan memiliki dampak jangka panjang terhadap pembangunan bangsa.
"Mengedukasi masyarakat harus terus dilakukan karena dampaknya bukan hanya saat ini, tetapi juga di masa depan. Pajak adalah tulang punggung perekonomian Indonesia dan dari situlah kita membangun negeri ini menjadi negeri yang berdaulat," pungkasnya. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Pertunjukan Wayang Golek Pitutur yang dibawakan Ki Ustad Pujiono. |
Milad ke-117 Muhammadiyah, PCM Tersono Batang Gelar Tabligh Akbar dan Wayang Golek Pitutur, Ribuan Jamaah Padati SMP Muhammadiyah Tersono
Batang - majalahlarise.com - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tersono, Kabupaten Batang, menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Milad ke-117 Muhammadiyah dengan menghadirkan pertunjukan Wayang Golek Pitutur yang dibawakan Ki Ustad Pujiono, anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung di kompleks SMP Muhammadiyah Tersono tersebut dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah.
Suasana khidmat sekaligus penuh keakraban mewarnai peringatan Milad ke-117 Muhammadiyah tersebut. Melalui media dakwah budaya berupa wayang golek, Ki Ustad Pujiono menyampaikan pesan-pesan Islam yang mencerahkan. Dalam pertunjukannya, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat keimanan, menjaga akhlak, serta terus menghidupkan semangat ber-Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua PCM Tersono Musbikhin menjelaskan peringatan Milad ke-117 Muhammadiyah menjadi momentum untuk memperkokoh gerakan dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial yang selama ini menjadi ciri khas Muhammadiyah. "Milad ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi menjadi pengingat agar seluruh warga Muhammadiyah terus berkontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan persyarikatan," ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang, di antaranya Harto Setyono bersama para wakil ketua, yakni Suhari, Rahwanto, dan Caswanto. Hadir pula jajaran Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Tersono yang dipimpin Amanah, tokoh masyarakat, pimpinan amal usaha Muhammadiyah, serta warga persyarikatan.
Dalam tausiyahnya, Ki Ustad Pujiono mengajak seluruh jamaah menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan yang terus menebar manfaat, menjaga persatuan, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Antusiasme ribuan jamaah yang memadati lokasi menunjukkan tingginya semangat warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar dalam mengikuti syiar Islam melalui pendekatan budaya yang edukatif dan menghibur.
Peringatan Milad ke-117 Muhammadiyah di PCM Tersono diharapkan semakin memperkuat ukhuwah, memperluas dakwah berkemajuan, serta menginspirasi lahirnya berbagai gerakan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan masyarakat luas. (Sofyan)
Baca juga: SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Peringkat 22 Nasional TKA 2025/2026
Pendidikan
SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Peringkat 22 Nasional TKA 2025/2026
Solo - majalahlarise.com - SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menempati peringkat 22 nasional dalam hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP/MTs tahun ajaran 2025/2026. Selain itu, sekolah ini juga meraih peringkat pertama tingkat sekolah Muhammadiyah se-Indonesia dan peringkat pertama tingkat Kota Surakarta.
Prestasi tersebut diraih berdasarkan akumulasi nilai TKA yang mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa. SMP Muhammadiyah PK Kottabarat mencatatkan nilai rata-rata Bahasa Indonesia sebesar 86,78 dan Matematika sebesar 69,00, dengan total nilai mencapai 155,78. Rata-rata tersebut berada di atas capaian nasional, yakni Bahasa Indonesia 60,83 dan Matematika 40,42. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan literasi (Bahasa Indonesia) dan numerasi (Matematika) menjadi sudah menunjukkan trend positif.
Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras seluruh siswa dan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi. “Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan layanan terbaik bagi siswa,” ujarnya.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Abi Satoto, S.Pd., M.Si mengucapkan selamat kepada SMP Muhammadiyah PK Kottabarat atas prestasi yang diraih. Ia berharap sekolah terus memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan. “Saya mengucapkan selamat kepada SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Kota Solo yang telah meraih predikat tertinggi rata-rata TKA. Semoga bisa terus memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi warga Solo,” ujarnya.
Ketua Komite SMP Muhammadiyah PK Kottabarat sekaligus Bendahara PP Muhammadiyah, Drs. H. Marpuji Ali, M.Si., mengucapkan selamat kepada SMP Muhammadiyah PK atas prestasinya. “Selamat kepada SMP Muhammadiyah PK yang sudah tembus peringkat 22 nasional. Ini menjadi bukti bahwa pengelolaan pendidikan dilakukan secara serius dan profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta, Dr. Mohamad Ali, mengingatkan seluruh civitas akademika agar tidak cepat puas dengan berbagai pencapaian yang telah diraih. “Selama 16 tahun kita bersama-sama merintis sekolah ini dengan perjuangan yang sangat berliku. Jangan sampai lengah terhadap prestasi-prestasi yang sudah ada dan jangan terlena di zona nyaman. Teruslah berjuang untuk masa depan pendidikan di Kota Surakarta,” pesannya.
Dr. Mohamad Ali berharap SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta terus menjaga komitmen dalam mencetak generasi unggul, berkualitas, dan siap menghadapi tantangan global. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...











