Siswa tampil percaya diri dalam lomba fashion show batik dan baju adat, yang dikemas unik dengan kehadiran tokoh Gatotkaca.


    Semarak Hari Kartini, Siswa SLB Fadhillah Ummah Tampil Percaya Diri dalam Fashion Show Bersama Gatotkaca dan Spiderman

    Sukoharjo – majalahlarise.com – Suasana penuh keceriaan dan semangat mewarnai peringatan Hari Kartini di SLB Fadhillah Ummah, Gentan Sukoharjo. Selasa (21/4/2026). Puluhan siswa tampil percaya diri dalam lomba fashion show batik dan baju adat, yang dikemas unik dengan kehadiran tokoh Gatotkaca dan Spiderman dalam program literasi Disporapar.

    Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan lomba fashion show, tetapi juga menampilkan beragam pertunjukan seni dari tiap kelas, mulai dari menyanyi, puisi hafalan, hingga gerak dan lagu. Sebanyak 30 siswa SLB turut ambil bagian dalam fashion show dengan mengenakan busana batik dan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

    Kepala SLB Fadhillah Ummah, Hamidah Nur Hasanah, menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mengapresiasi potensi siswa berkebutuhan khusus.

    “Kegiatan fashion show dan tampilan seni dari tiap kelas ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi. Mereka tidak hanya tampil, tetapi juga belajar berani, mandiri, dan bangga dengan diri mereka sendiri,” jelasnya.

    Kehadiran tokoh Gatotkaca dan Spiderman menjadi daya tarik tersendiri. Keduanya tidak hanya memandu jalannya fashion show, tetapi juga mengajak siswa berinteraksi, memberikan semangat, hingga mendongeng dalam program literasi. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian jamu gratis dalam program “MJG” (Minum Jamu Gratis) untuk menjaga kesehatan anak-anak.

    Salah satu siswa kelas 7, Muhamad Halim, mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengikuti kegiatan tersebut.

    “Saya senang sekali bisa ikut fashion show, apalagi ditemani Gatotkaca dan Spiderman. Jadi lebih berani tampil,” ungkapnya dengan wajah sumringah.

    Sementara itu, Tokoh Gatutkaca Danar selaku perwakilan tim kegiatan menyampaikan alasan memilih SLB sebagai lokasi perayaan Hari Kartini. Ia menguraikan semangat Kartini harus dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali.

    “Kami memilih SLB karena ingin menghadirkan kesetaraan. Hari Kartini dirayakan untuk semua anak tanpa kecuali, termasuk anak-anak difabel, agar mereka juga merasakan kebahagiaan di hari spesial ini,” tuturnya.

    Ia menambahkan, kegiatan literasi melalui dongeng menjadi bagian penting dalam program tersebut. Menurutnya, seluruh anak berhak mendapatkan akses literasi yang sama.

    “Kami juga menghadirkan program literasi mendongeng wisata Gatotkaca dari Disporapar. Anak-anak difabel juga perlu mendapatkan literasi. Selain itu, kami membawa jamu gendong agar anak-anak tetap sehat,” tambahnya.

    Melalui kegiatan ini, semangat Kartini tidak hanya diwujudkan dalam balutan busana, tetapi juga dalam keberanian, kesetaraan, dan kebahagiaan yang dirasakan seluruh siswa tanpa terkecuali. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa FISH Univet Bantara Antusias Ikuti “KPU Mengajar”, Perkuat Literasi Politik dan Konstitusi

    Narasumber Murwedhy Tanomo dari Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sukoharjo membahas secara komprehensif sejarah pemilu, peran pemuda, hingga pentingnya kesadaran politik bagi generasi muda.


    Mahasiswa FISH Univet Bantara Antusias Ikuti “KPU Mengajar”, Perkuat Literasi Politik dan Konstitusi

    Sukoharjo — majalahlarise.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara menggelar kuliah umum bertajuk “KPU Mengajar: Komunikasi Politik & Hukum Acara Konstitusi” yang diikuti mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Hukum semester 4. Kegiatan berlangsung di Ruang Kuliah Gedung D FISH, Selasa (21/4/2026).

    Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Murwedhy Tanomo dari Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sukoharjo yang membahas secara komprehensif sejarah pemilu, peran pemuda, hingga pentingnya kesadaran politik bagi generasi muda.

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, dalam sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan kegiatan “KPU Mengajar” menjadi bentuk nyata kerja sama antara perguruan tinggi dengan KPU dalam meningkatkan literasi politik mahasiswa.

    “Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara kampus dan KPU dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait pendidikan pemilih. Harapannya mahasiswa memiliki kesadaran untuk menjadi pemilih yang cerdas, tidak mudah terpengaruh, dan mampu menentukan pilihan berdasarkan hati nurani,” tuturnya.

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono menyerahkan kenang-kenangan kepada narasumber Murwedhy Tanomo.


    Ia juga menguraikan pentingnya peran mahasiswa dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dalam berpartisipasi pada proses demokrasi.

    “Mahasiswa harus memilih pemimpin yang benar-benar mampu membawa kemajuan, bukan karena iming-iming materi. Jangan sampai memilih karena tekanan atau pengaruh tertentu, tetapi berdasarkan pertimbangan yang rasional dan hati nurani,” jelasnya.

    Sementara itu, dalam pemaparannya, Murwedhy Tanomo menguraikan peran strategis pemuda dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, mulai dari Sumpah Pemuda 1928, gerakan mahasiswa 1966, hingga reformasi 1998.

    “Pemuda memiliki peran sentral dalam perubahan bangsa. Dari Sumpah Pemuda, gerakan mahasiswa tahun 1966, hingga reformasi 1998, semua menunjukkan bahwa mahasiswa menjadi motor penggerak perubahan,” ungkapnya.

    Ia menjelaskan mahasiswa sebagai agen perubahan harus aktif berpikir kritis, berdiskusi, dan terlibat dalam organisasi untuk mengasah intelektualitas dan kepekaan sosial.

    “Mahasiswa bukan hanya kuliah lalu pulang. Ada harapan besar dari masyarakat agar mahasiswa mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.

    Murwedhy juga menjelaskan perkembangan sistem pemilu di Indonesia, mulai dari Pemilu 1955, masa Orde Baru, hingga era reformasi yang menghadirkan pemilihan langsung sejak 2004.

    Menurutnya, sistem demokrasi saat ini memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung dalam menentukan pemimpin.

    “Sejak 2004, masyarakat dapat memilih langsung presiden dan wakilnya. Ini menjadi tonggak penting dalam demokrasi kita,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menguraikan asas pemilu yang dikenal dengan prinsip Luber dan Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil) yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

    “Pemilu harus dilaksanakan secara langsung tanpa perwakilan, bebas dari tekanan, serta menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan,” jelasnya.

    Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih melalui layanan daring KPU serta memanfaatkan media sosial resmi KPU sebagai sumber informasi.

    Selain itu, Murwedhy membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan pemilu, baik melalui KPU, Bawaslu, maupun lembaga terkait lainnya.

    “Mahasiswa bisa ikut berkontribusi menjadi penyelenggara pemilu. Selain mendapatkan pengalaman, juga ikut menjaga kualitas demokrasi,” katanya.

    Di akhir sesi, ia menjelaskan pentingnya kesadaran politik, pengetahuan, dan kemampuan dalam menentukan pilihan.

    “Pilihlah calon pemimpin berdasarkan rekam jejak, integritas, dan kapasitasnya. Jangan karena popularitas atau iming-iming materi. Etika menjadi faktor utama dalam menentukan pemimpin yang layak,” tegasnya.

    Kegiatan “KPU Mengajar” ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang demokrasi dan mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas, kritis, serta bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Sofyan)


    Baca juga: UNISRI Bekali 28 Wisudawan Terbaik dengan Sertifikasi Kompetensi BNSP, Perkuat Daya Saing Lulusan

     


    UNISRI Bekali 28 Wisudawan Terbaik dengan Sertifikasi Kompetensi BNSP, Perkuat Daya Saing Lulusan

    Surakarta — majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) terus mendorong lahirnya lulusan yang siap bersaing di dunia kerja melalui program diklat dan uji kompetensi bagi wisudawan terbaik. Sebanyak 28 mahasiswa terpilih dari berbagai program studi mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lulusan.

    Ketua Panitia, Niken Larasati, menyampaikan kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan masa depan. Ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai memiliki nilai penting bagi peserta.

    “Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kita dapat hadir bersama dalam kegiatan yang sangat bermakna ini,” tuturnya.

    Ia menjelaskan peserta yang mengikuti program ini merupakan wisudawan terbaik yang memiliki komitmen lebih dalam mempersiapkan diri. Kesempatan ini, menurutnya, tidak diambil oleh semua mahasiswa.

    “Tidak semua orang mengambil kesempatan ini. Ini adalah bentuk kesungguhan Saudara dalam mempersiapkan masa depan,” menguraikan.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan Lembaga Sertifikasi Profesi UNISRI (LSP UNISRI) kini telah memiliki skema sertifikasi baru yang terverifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memastikan kompetensi lulusan diakui secara nasional.

    “Ini adalah komitmen kami untuk memastikan kompetensi yang dimiliki benar-benar diakui dan relevan,” katanya.

    Sementara itu, Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, menyampaikan program ini merupakan bentuk penghargaan bagi mahasiswa berprestasi sekaligus investasi kualitas lulusan.

    “Wisudawan terbaik dari masing-masing prodi ini merupakan penghargaan. Artinya, wisudawan terbaik mendapatkan penghargaan berupa uji kompetensi dan nanti saat wisuda akan didahulukan. Dari 500-an mahasiswa, Anda termasuk yang terpilih,” jelasnya.

    Ia menambahkan peserta akan memperoleh sertifikat resmi dari BNSP yang berlaku selama tiga tahun. Program ini menjadi bagian dari langkah besar universitas dalam mendorong seluruh lulusan memiliki sertifikasi kompetensi.

    “Universitas sebenarnya memprogramkan seluruh calon wisudawan harus bersertifikasi. Kami berharap di tahun 2027 sudah ada tujuh uji kompetensi di masing-masing fakultas. Saat ini universitas sudah mengadakan dua uji kompetensi, yaitu TOEFL dan uji kompetensi LSP,” menguraikan.

    Melalui program ini, UNISRI tidak hanya membekali mahasiswa dengan ijazah, tetapi juga kompetensi terukur dan kemampuan personal yang dibutuhkan di dunia kerja.

    “Ini komitmen lembaga dengan harapan lulusan UNISRI memiliki kompetensi yang dapat dimanfaatkan saat lulus,” menuturkan.

    Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, di mana lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. (Sofyan)


    Baca juga: UPK PKBM Syifa Surakarta Diikuti 283 Warga Belajar, Ujian Pendidikan Kesetaraan Berbasis Komputer

    Upacara peringatan hari Kartini di SD Muhammadiyah PK Banyudono.


    SD Muhammadiyah PK Banyudono Bedah Jejak Spiritual Kartini dalam Upacara Hari Kartini

    Boyolali — majalahlarise.com — Peringatan Hari Kartini di SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono pada Senin (20/4/2026) berlangsung khidmat dan sarat makna. Upacara yang digelar di halaman sekolah diikuti seluruh siswa, guru, dan karyawan dengan penuh semangat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran karakter dan spiritual.

    Keunikan upacara tahun ini terlihat dari keterlibatan petugas upacara dari kelas 5B yang menjalankan tugas dengan tertib, percaya diri, dan penuh tanggung jawab di bawah bimbingan wali kelas, Maya Dwikartika, SE. Penampilan mereka menuai apresiasi dari peserta upacara.

    Kepala sekolah, Pujiono, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan amanat dengan tema “Jejak Spiritual Kartini”. Ia mengajak siswa memahami sosok Raden Ajeng Kartini tidak hanya sebagai pelopor emansipasi perempuan, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki kedalaman spiritual.

    “R.A. Kartini adalah sosok perempuan yang haus ilmu, termasuk ilmu agama. Beliau belajar kepada KH Saleh Darat. Dari beliau, Kartini mulai memahami makna Al-Qur’an, terutama saat mendengarkan tafsir Surat Al-Fatihah,” kata Pujiono.

    Ia menguraikan, pertemuan Kartini dengan KH Saleh Darat menjadi titik penting dalam perjalanan intelektual dan spiritualnya. Dari proses tersebut, Kartini memahami pentingnya keseimbangan antara ilmu dan iman.

    Pujiono juga menyampaikan, Kartini memiliki kepedulian besar terhadap kondisi umat Islam yang membaca Al-Qur’an tanpa memahami makna. Dari kegelisahan tersebut, muncul gagasan agar Al-Qur’an diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa yang kemudian melahirkan Kitab Faidlur Rohman.

    “Pemikiran Kartini seperti ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ memiliki makna mendalam yang sejalan dengan nilai Al-Qur’an, yaitu dari kegelapan menuju cahaya,” ujarnya.

    Melalui amanat tersebut, siswa diajak meneladani semangat Kartini dalam menuntut ilmu, berakhlak mulia, serta memperkuat keimanan.

    Upacara Hari Kartini kali ini tidak sekadar mengenang jasa pahlawan, tetapi menjadi momentum menanamkan nilai-nilai spiritual dan karakter kepada peserta didik. SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap, melalui refleksi jejak spiritual Kartini, siswa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan memiliki semangat juang tinggi dalam meraih masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: UPK PKBM Syifa Surakarta Diikuti 283 Warga Belajar, Ujian Pendidikan Kesetaraan Berbasis Komputer

    Siswa saat mengerjakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK).


    UPK PKBM Syifa Surakarta Diikuti 283 Warga Belajar, Ujian Pendidikan Kesetaraan Berbasis Komputer

    Surakarta – majalahlarise.com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta yang beralamat di Jl. Jamsaren No. 44 Serengan menyelenggarakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) sebagai tahapan evaluasi akhir bagi peserta didik pada jalur pendidikan nonformal. Kegiatan ini menjadi penentu kelulusan sekaligus pengukur capaian kompetensi warga belajar setelah menuntaskan seluruh proses pembelajaran.

    UPK merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan kesetaraan, setara dengan ujian sekolah pada pendidikan formal. Melalui ujian ini, peserta didik dari Paket A, Paket B, hingga Paket C diuji sesuai dengan jenjang masing-masing.

    Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas Winantu, menjelaskan pelaksanaan UPK tahun ini mencakup seluruh jenjang pendidikan kesetaraan.

    “Kegiatan yang terselenggara hari ini adalah Paket A yang setara dengan SD, sedangkan Paket B akan dilaksanakan minggu depan dan Paket C sudah berlangsung pada awal April. Kegiatan ini menjadi dasar penetapan kelulusan selain nilai rapor dari semester awal hingga akhir serta penilaian sikap,” ujarnya.

    Siswa saat mengerjakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK).


    Ia menguraikan, jumlah peserta UPK di PKBM Syifa Surakarta mencapai 283 siswa, terdiri dari 203 peserta Paket A, 29 peserta Paket B, dan 51 peserta Paket C.

    “Untuk Paket C kemarin alhamdulillah berjalan lancar sesuai harapan. Kegiatan ini merupakan bagian akhir dari proses asesmen jenjang akhir, sehingga diharapkan menjadi indikator kualitas lulusan sesuai tingkatannya,” jelasnya.

    Pelaksanaan UPK di PKBM Syifa dilakukan dengan metode berbasis komputer (UPK-BK) menggunakan perangkat PC yang tersedia di laboratorium komputer. Sistem ini diterapkan untuk meningkatkan efektivitas serta menyesuaikan dengan perkembangan teknologi pendidikan.

    Adapun jadwal pelaksanaan UPK terbagi dalam beberapa tahap, yakni Paket C pada 6–10 April 2026, Paket A pada 20–21 April 2026, serta Paket B pada 22–24 April 2026, yang seluruhnya dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

    Sementara itu, salah satu wali murid STTD Al-Hikam Ustad Dudi Budi Astoko, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan peserta didik dari lembaganya turut mengikuti UPK sebagai bagian dari pengakuan hasil belajar pendidikan nonformal.

    “Tujuan dari UPK ini adalah memberikan pengakuan kualitas hasil belajar peserta didik Paket A agar setara dengan pendidikan formal SD. Ini juga menjadi bentuk evaluasi pembelajaran untuk mengukur capaian kompetensi pada setiap mata pelajaran,” tuturnya.

    Ia menyebutkan, pada hari pertama pelaksanaan UPK Paket A, peserta mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPAS.

    “Harapannya kegiatan ini dapat menghasilkan capaian maksimal sehingga menjadi tolok ukur kemampuan siswa untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” katanya.

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan kerja sama antara STTD Al-Hikam dengan PKBM Syifa telah terjalin selama dua tahun dan berjalan dengan baik.

    “Alhamdulillah kerja sama sudah berlangsung dua tahun dan berjalan lancar, baik dari sisi teknis, koordinasi, maupun komunikasi,” ungkapnya.

    Melalui pelaksanaan UPK ini, PKBM Syifa Surakarta berkomitmen menghasilkan lulusan pendidikan kesetaraan yang memiliki kompetensi setara dengan pendidikan formal serta siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. (Sofyan)


    Baca juga: Pengajian dan Halalbihalal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Perkuat Ukhuwah dan Semangat Memajukan Sekolah

    Penyerahan hadiah utama kepada Farhan Ziven, siswa dari SMA Negeri 1 Surakarta.


    Penyerahan Hadiah Utama Tryout UTBK SNBT INDONUSA 2026, Wujud Nyata Apresiasi dan Motivasi Prestasi Siswa

    Surakarta – majalahlarise.com — Politeknik Indonusa Surakarta menyerahkan hadiah utama kepada pemenang Tryout UTBK SNBT INDONUSA 2026. Hadiah berupa satu unit sepeda dan smartphone diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi siswa yang berhasil meraih nilai terbaik dalam kegiatan tersebut.

    Adapun pemenang hadiah utama adalah Farhan Ziven, siswa dari SMA Negeri 1 Surakarta, serta Louisa Nayara Adity S.A dari SMA Pangudi Luhur Santo Yosep Surakarta. Keduanya berhasil unggul di antara ratusan peserta yang mengikuti tryout sebagai simulasi menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

    Penyerahan hadiah dilaksanakan dalam dua kesempatan, yakni pada Jumat, 17 April 2026 di halaman SMA Negeri 1 Surakarta dan Senin, 20 April 2026 di halaman SMA Pangudi Luhur Santo Yosep Surakarta. Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus meriah, disaksikan oleh para guru, siswa, serta civitas sekolah yang memberikan apresiasi kepada para pemenang.

    Penyerahan hadiah utama kepada Louisa Nayara Adity S.A dari SMA Pangudi Luhur Santo Yosep Surakarta.


    Direktur Politeknik Indonusa Surakarta, Suci Purwandari, secara langsung menyerahkan hadiah kepada para siswa berprestasi tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kegiatan tryout ini merupakan bagian dari kontribusi nyata institusi pendidikan tinggi dalam mendukung kesiapan akademik siswa menuju jenjang perguruan tinggi.

    “Kami tidak hanya ingin memberikan latihan soal, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang mendekati kondisi UTBK sesungguhnya. Harapannya, siswa lebih siap secara akademik maupun mental,” jelasnya.

    Ia menambahkan, pemberian hadiah ini menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak berhenti berjuang meraih cita-cita.

    “Kami berharap penghargaan ini dapat memotivasi siswa untuk terus berprestasi dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” ujarnya.

    Suasana penyerahan hadiah di kedua sekolah berlangsung penuh semangat. Para siswa tampak antusias dan bangga atas pencapaian rekan mereka. Guru dan pihak sekolah juga memberikan dukungan serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat tersebut.

    Perwakilan pihak sekolah menyampaikan kegiatan tryout yang diselenggarakan oleh Politeknik Indonusa Surakarta memberikan dampak positif bagi siswa, khususnya dalam mengukur kemampuan dan kesiapan menghadapi UTBK SNBT yang kompetitif.

    “Kegiatan ini sangat membantu siswa kami dalam memetakan kemampuan mereka. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut ke depan,” ungkap salah satu guru pendamping.

    Tryout UTBK SNBT INDONUSA 2026 sendiri diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai sekolah di Surakarta dan sekitarnya. Selain sebagai ajang latihan, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bagi siswa dalam mengukur kesiapan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

    Melalui program ini, Politeknik Indonusa Surakarta terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kampus, tetapi juga aktif menjalin sinergi dengan sekolah menengah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih siap, kompetitif, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

    Kegiatan penyerahan hadiah ini menjadi bukti nyata bahwa apresiasi terhadap prestasi siswa dapat menjadi pemicu semangat belajar, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang kolaboratif antara sekolah dan perguruan tinggi. (Sofyan)


    Baca juga: Gemilang di Pesta Siaga Wonogiri 2026, Barung Putra SDN 1 Manyaran Raih Juara 1 dan Siap Ukir Prestasi di Tingkat Jawa Tengah

     



    Pengajian dan Halalbihalal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Perkuat Ukhuwah dan Semangat Memajukan Sekolah

    Surakarta — majalahlarise.com - Keluarga Besar SD Muhammadiyah 8 Jagalan menggelar Pengajian dan Halalbihalal di Aula Balaikambang, Surakarta, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan bertema “Bersatu dalam Ukhuwah, bersama Memajukan Sekolah” berlangsung hangat, penuh kebersamaan, serta sarat nilai spiritual.

    Acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan dihadiri kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, wali murid, serta seluruh keluarga besar sekolah. Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua.

    Kepala SD Muhammadiyah 8 Jagalan, Marina Riski Tri Nurcahyani, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menguraikan pentingnya kebersamaan dalam membangun lembaga pendidikan yang berkualitas.

    “Kebersamaan dan ukhuwah adalah kekuatan utama dalam membangun sekolah yang unggul, berbudaya, dan religius,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Jebres, Dr. Suharno, mengajak seluruh warga sekolah menjaga semangat persatuan serta terus meningkatkan mutu pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Ia menilai kekompakan antara guru, orang tua, dan siswa menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi berkarakter.

    Puncak kegiatan diisi pengajian oleh Ustaz Pujiono, S.Si., M.M. dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. Dengan gaya khas melalui media Wayang Golek Pitutur, ia berhasil menghidupkan suasana sekaligus menyampaikan pesan dakwah secara menarik dan mudah dipahami.

    Dalam tausiyahnya bertema “Dahsyatnya Waktu”, Ustaz Pujiono menjelaskan waktu sebagai aspek paling konsisten dalam kehidupan manusia.

    “Waktu itu paling konsisten, tidak bisa diajak negosiasi,” tegasnya.

    Ia kemudian menguraikan tiga karakter waktu, yakni tidak bisa diulang, bagaikan pedang, serta menjadi peluang. Setiap detik yang berlalu perlu dimanfaatkan secara optimal untuk kebaikan dan keberkahan hidup.

    Lebih lanjut, ia mengajak para orang tua dan guru memaksimalkan waktu dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

    “Mari kita gunakan waktu sebaik mungkin untuk mendampingi tumbuh kembang anak, karena mereka adalah aset dunia dan akhirat bagi orang tua,” pesannya.

    Sebagai penutup, Ustaz Pujiono menyampaikan pantun yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin, menambah kehangatan suasana halal bihalal. (Sofyan)


    Baca juga: Halal Bihalal ASBF Wonogiri Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi UMKM, Dorong Kebangkitan Ekonomi Lokal


Top