Tim Mahasiswa Kelompok 2 KKN Non-Reguler Prodi Kesehatan Masyarakat Univet Bantara Sukoharjo bersama perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri saat mendampingi pelaku usaha industri rumah tangga pangan di Resto Jawi Wonogiri.


    Gandeng Dinkes Wonogiri, Mahasiswa KKN Non-Reguler Kesmas Univet Bantara Dampingi 120 Pelaku IRTP Raih SPP-IRT

    Wonogiri - majalahlarise.com - Tim mahasiswa Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non-Reguler Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo bersinergi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri menggelar Penyuluhan Keamanan Pangan dan pendampingan Sertifikasi Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

    Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut dipusatkan di Resto Jawi, Wonogiri. Sebanyak 120 pelaku usaha mikro industri rumah tangga pangan (IRTP) mengikuti kegiatan yang dibagi menjadi dua angkatan. Angkatan pertama berlangsung pada 10-11 Agustus 2026, sedangkan angkatan kedua dilaksanakan pada 12-13 Agustus 2026.

    Program tersebut melibatkan lima mahasiswa, yakni Anang Wahyu Nugroho, Herlindawati Kumaladewi, Fhiki Ratih, Ike Widyastuti, dan Herni Purwanti, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nur Ani, S.K.M., M.K.K.K.

    Kegiatan praktik cuci tangan.


    Mahasiswa pelaksana program, Anang Wahyu Nugroho, menjelaskan sinergi dengan Dinkes Wonogiri memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai keamanan pangan sekaligus proses pemenuhan persyaratan administrasi untuk memperoleh SPP-IRT.

    "Lewat sinergi dua angkatan ini, kami mendampingi pelaku usaha industri rumah tangga pangan dari pemenuhan administrasi hingga alur pendaftaran digital agar mereka segera mengantongi izin edar SPP-IRT," ujar Anang Wahyu Nugroho.

    Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan industri rumah tangga pangan. Anang Wahyu Nugroho menyampaikan materi Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT).

    Herlindawati Kumaladewi memberikan materi mengenai penggunaan bahan tambahan pangan serta persyaratan kemasan, label, dan iklan pangan. Sementara Fhiki Ratih memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).


    Materi penerbitan Sertifikasi Pemenuhan Komitmen Produk Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) disampaikan Ike Widyastuti. Adapun Herni Purwanti memberikan materi mengenai keamanan, mutu, dan regulasi pangan serta teknologi proses pengolahan pangan.

    Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Nur Hidayati, S.Si., Apt., MM., selaku Penata Kelola Layanan Kesehatan, menyambut positif program pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN Non-Reguler Kesmas Univet Bantara.

    Menurutnya, pendampingan secara langsung di tingkat pelaku usaha membantu mempercepat pemahaman dan proses pemenuhan persyaratan izin edar bagi produk pangan industri rumah tangga. Legalitas tersebut penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memastikan produk pangan yang beredar memenuhi aspek keamanan.

    Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai regulasi pangan, tetapi juga membekali pelaku usaha dengan pengetahuan praktis terkait proses produksi, kebersihan, penggunaan bahan tambahan pangan, kemasan, pelabelan, hingga proses pendaftaran melalui sistem digital OSS.

    Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Non-Reguler Prodi Kesehatan Masyarakat Univet Bantara berharap semakin banyak pelaku usaha IRTP di Wonogiri yang memiliki legalitas usaha dan izin edar SPP-IRT. Legalitas produk diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, mendorong pengembangan usaha, serta memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah. (Sofyan)



    LPPM UNISRI Gelar Seminar Penguatan Pemberdayaan 54 Ketua PEKKA Se-Kota Surakarta

    Solo - majalahlarise.com - Pusat Studi Pemberdayaan Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta menggelar Seminar “Penguatan Pemberdayaan Masyarakat bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA)”, Kamis (10/9/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Aula UNISRI Kampus I tersebut diikuti 54 Ketua PEKKA yang merupakan perwakilan dari 54 kelurahan se-Kota Surakarta. Seminar ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas perempuan kepala keluarga agar semakin berdaya, percaya diri, serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

    Hadir sebagai narasumber utama, Kepala DP3AP2KB Kota Surakarta, Kristiana Hariyanti, A.Pi., M.Si., M.M., menyampaikan data terkini mengenai kondisi perempuan kepala keluarga di Kota Surakarta.

    “Di Kota Surakarta terdapat 49.410 perempuan kepala keluarga. Dari jumlah tersebut masih terdapat 14.700 perempuan kepala keluarga yang rentan secara ekonomi atau rentan miskin yang perlu pendampingan agar mereka dapat keluar dari kerentanan tersebut,” jelas Kristiana.

    Menurut Kristiana, berbagai program pelatihan telah dilakukan untuk meningkatkan keterampilan para anggota PEKKA. Program tersebut diarahkan agar perempuan kepala keluarga semakin memiliki kemampuan, kepercayaan diri, serta kemandirian dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNISRI, Dr. Marjam Desma Rahadhini, SE., M.Si., menyampaikan komitmen UNISRI untuk mendukung dan mendampingi upaya DP3AP2KB dalam pemberdayaan PEKKA.

    “UNISRI siap mendampingi upaya yang dilakukan Dinas untuk membantu memotivasi dan menambah keterampilan para PEKKA. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk pemberdayaan PEKKA antara lain memperkuat program pelatihan, memperluas jangkauan kolaborasi, dan membangun ekosistem yang mendukung kemandirian ekonomi perempuan,” ujarnya.

    Ketua Panitia sekaligus Kepala Pusat Studi Pemberdayaan Masyarakat LPPM UNISRI, Dorothea Ririn Indriastuti, SE., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta.

    “PEKKA adalah para perempuan yang mengelola rumah tangga sekaligus sebagai pencari nafkah bagi keluarga. Dengan semakin berdaya dan percaya diri, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ke depan kami berharap sinergi LPPM UNISRI dan DP3AP2KB terus berlanjut dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan program pemberdayaan berkelanjutan,” ungkapnya.

    Melalui seminar tersebut, LPPM UNISRI dan DP3AP2KB Kota Surakarta berharap para Ketua PEKKA dapat menjadi motor penggerak di kelurahan masing-masing. Para Ketua PEKKA diharapkan mampu menggerakkan berbagai program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan perempuan kepala keluarga di wilayahnya.

    Upaya tersebut diharapkan turut membantu menekan jumlah perempuan kepala keluarga yang berada dalam kondisi rentan secara ekonomi di Kota Surakarta.

    LPPM UNISRI selama ini berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui kajian, pelatihan, dan pendampingan. Penguatan kapasitas kelompok rentan, termasuk perempuan kepala keluarga, menjadi salah satu bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: CSR Inklusi Dorong Dunia Usaha Bangun Ekosistem Seni Disabilitas Berkelanjutan

    Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti dari Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.


    Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani Terima Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65

    PURWOKERTO – majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti dari Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 yang berlangsung di GOR Satria Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026).

    Astrid yang juga menjabat Ketua Harian Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Surakarta menerima penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung pembinaan serta pengembangan Gerakan Pramuka, khususnya di Kota Surakarta.

    Astrid mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Menurutnya, Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus mendorong generasi muda agar mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung Gerakan Pramuka, khususnya dalam pembinaan generasi muda. Pramuka bukan hanya tentang kegiatan keorganisasian, tetapi juga bagaimana membentuk karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat,” ujar Astrid.

    Selain penghargaan yang diterima Astrid, prestasi juga ditorehkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surakarta. Bersama Sdr. Ar Rafi, Kwarcab Kota Surakarta berhasil meraih Juara II Lomba Pembina Gugus Depan (Gudep) Penegak Berprestasi.

    Astrid mengapresiasi capaian tersebut dan berharap prestasi yang diraih semakin mendorong jajaran pembina dan anggota Pramuka Kota Surakarta meningkatkan kualitas pembinaan.

    “Ini menunjukkan bahwa pembinaan Pramuka di Kota Surakarta terus berjalan dan menghasilkan prestasi. Kami berharap capaian ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Bela Negara, Mental, dan Spiritual Kwaran, Mayjen TNI (Purn.) Widagdo Hendro Sukoco, yang mewakili Ketua Mabida Kwarda Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mendorong Gerakan Pramuka Jawa Tengah terus memperkuat peran dan pengabdian kepada masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman.

    Widagdo menjelaskan Pramuka tidak boleh hanya menjadi penonton ketika menghadapi berbagai persoalan sosial. Gerakan Pramuka harus hadir sebagai bagian dari solusi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan masyarakat.

    Peran tersebut antara lain melalui pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta pencegahan berbagai ancaman yang menyasar generasi muda, seperti narkoba, kenakalan remaja, perundungan, judi online, pergaulan bebas, hoaks, provokasi, hingga paham yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

    “Pramuka jangan hanya menjadi penonton, Pramuka harus menjadi bagian dari solusi,” tegas Widagdo.

    Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Jawa Tengah juga ditandai dengan pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa (ETK), salah satu ciri khas peringatan Hari Pramuka di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari 14 titik keberangkatan hingga berakhir di Kwartir Cabang Banyumas.

    Widagdo menjelaskan ETK bukan sekadar perjalanan simbolik, tetapi menggambarkan estafet nilai, semangat, dan pengabdian dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

    Di tengah perkembangan era digital, Gerakan Pramuka Jawa Tengah juga didorong melakukan transformasi digital dan modernisasi tata kelola organisasi. Pemanfaatan teknologi, termasuk pengembangan sistem surat elektronik dan aplikasi kepramukaan, dinilai penting agar organisasi semakin cepat, transparan, andal, dan adaptif menghadapi perubahan zaman.

    “Teknologi adalah alat, namun karakter harus tetap menjadi fondasi,” kata Widagdo.

    Pemerintah Kota Surakarta menyampaikan apresiasi atas penghargaan dan prestasi yang diraih jajaran Gerakan Pramuka Kota Surakarta. Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian, pendidikan karakter, serta pembentukan generasi muda yang tangguh, disiplin, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Safety Rangers Goes to School, KAI Daop 6 Edukasi Keselamatan Perkeretaapian kepada Siswa SDN 5 Gayam



    Safety Rangers Goes to School, KAI Daop 6 Edukasi Keselamatan Perkeretaapian kepada Siswa SDN 5 Gayam

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta melalui Tim Humas menggelar program Safety Rangers Goes to School di SDN 5 Gayam, Sukoharjo, Selasa (8/9/2026). Kegiatan edukasi keselamatan perkeretaapian tersebut diikuti sekitar 80 siswa yang terdiri dari 50 siswa sekolah dasar dan 30 siswa taman kanak-kanak.

    Program ini menjadi sarana edukasi keselamatan perkeretaapian sejak usia dini. Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keselamatan ketika berada di sekitar jalur dan perlintasan kereta api.

    Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan materi yang diberikan mencakup keselamatan saat berada di perlintasan sebidang, larangan beraktivitas di jalur kereta api, serta pengenalan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

    “Kami berusaha agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan sosialisasi dikemas secara edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Tim Daop 6 menggunakan topeng karakter superhero yang digemari anak-anak. Selain itu, kami juga menghadirkan pendongeng yang menyampaikan pesan-pesan keselamatan dengan cara yang dekat dengan dunia anak,” ujar Feni.

    Menurut Feni, keselamatan di lingkungan perkeretaapian merupakan tanggung jawab bersama sehingga pemahamannya perlu ditanamkan sejak usia dini.

    “Keselamatan di perkeretaapian bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, melalui Safety Rangers Goes to School, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak sejak dini bahwa kereta api memiliki jalur dan ruang operasional yang harus dihormati dan dijaga bersama,” jelasnya.

    Feni menambahkan, anak-anak memiliki peran penting dalam menyebarluaskan pesan keselamatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Edukasi yang diterima di sekolah diharapkan tidak berhenti pada pemahaman pribadi, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kami berharap anak-anak tidak hanya memahami aturan keselamatan untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen keselamatan kecil di lingkungan sekolah dan keluarga. Kami juga berharap para siswa mulai paham tentang bahaya bermain di sekitar jalur rel kereta api, apalagi sampai melakukan aksi-aksi yang membahayakan perjalanan kereta api,” tambah Feni.

    Selain keselamatan, KAI Daop 6 Yogyakarta mengajak para siswa mencintai kereta api dengan cara yang benar. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, tidak melakukan vandalisme, serta ikut menjaga lingkungan perkeretaapian agar tetap aman dan nyaman.

    Melalui program Safety Rangers Goes to School, KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen memperluas edukasi keselamatan kepada berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Edukasi sejak dini diharapkan membentuk budaya keselamatan yang kuat dan meningkatkan kesadaran bersama dalam mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat.

    “Kami ingin anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa kereta api adalah moda transportasi yang harus kita dukung dan cintai bersama. Caranya sederhana, mulai dari disiplin mematuhi aturan, menjaga lingkungan perkeretaapian, dan selalu mengutamakan keselamatan,” pungkas Feni. (Sofyan)


    Baca juga: HILLSI Wonogiri Gandeng Univet Bantara Tingkatkan Kompetensi Lulusan LPK

    Bupati Boyolali Agus Irawan melakukan. peletakan batu pertama atau groundbreaking.


    Tingkatkan Kualitas Layanan, RS PKU Aisyiyah Boyolali Groundbreaking Gedung Baru

    BOYOLALI – majalahlarise.com – Rumah Sakit (RS) PKU Aisyiyah Boyolali resmi memulai pembangunan perluasan Gedung A melalui prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Resepsi Milad ke-27 RS PKU Aisyiyah Boyolali.

    Gedung baru tersebut dirancang setinggi lima lantai dan satu lantai basement. Bangunan berdiri di atas lahan seluas 501 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 2.960 meter persegi. Pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada akhir September 2026 dan diharapkan selesai serta diresmikan pada akhir 2027.

    Bupati Boyolali Agus Irawan yang hadir sekaligus melakukan groundbreaking memberikan apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui sektor kesehatan dan pendidikan.

    “Pemerintah Daerah Boyolali mengapresiasi Muhammadiyah yang mempunyai kontribusi luar biasa dalam membantu program pemerintah. Bukan hanya melalui layanan kesehatan berupa rumah sakit atau klinik, namun juga dalam bidang pendidikan,” ujar Agus Irawan.

    Menurut Agus, Pemerintah Kabupaten Boyolali berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah, dinilai penting untuk mempercepat pembangunan daerah.

    “Pemerintah tidak bisa membangun daerah sendirian. Kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat menjadi sebuah keharusan,” jelasnya.

    Dukungan terhadap pengembangan RS PKU Aisyiyah Boyolali juga disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, Mardiyah. Ia meminta rumah sakit terus melakukan transformasi agar mampu menjawab perubahan dan tantangan layanan kesehatan.

    “RS PKU Aisyiyah harus senantiasa melakukan transformasi perubahan untuk mengantisipasi berbagai tantangan ke depan. Perluasan Gedung A ini adalah bagian nyata dari transformasi tersebut,” tegas Mardiyah.

    Direktur RS PKU Aisyiyah Boyolali, dr. Zahrosofi Ahmadah, M.A.R.S., menyampaikan pembangunan perluasan Gedung A menjadi bagian dari keberlanjutan perjuangan para perintis, pendiri, dan direktur terdahulu dalam mengembangkan rumah sakit.

    “Pembangunan perluasan Gedung A ini adalah simbol komitmen kami untuk bertumbuh dan memperluas akses layanan kesehatan yang menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat Boyolali,” kata dr. Zahrosofi.

    Ketua Panitia Pembangunan, Thontowi Jauhari, menjelaskan perluasan gedung dilakukan seiring meningkatnya tuntutan regulasi dan komitmen rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan. Setiap lantai dirancang memiliki fungsi pelayanan yang berbeda.

    Lantai pertama akan digunakan sebagai Wellness Center atau pusat kebugaran dan Poliklinik Eksekutif. Lantai kedua diperuntukkan bagi ruang rawat inap setara Kelas 1. Lantai ketiga menjadi bangsal persalinan, sedangkan lantai keempat digunakan sebagai ruang KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) khusus pasien bedah. Sementara lantai atas difungsikan sebagai aula untuk kegiatan internal, edukasi, dan berbagai kegiatan lainnya.

    “Dengan penambahan gedung baru ini, insya Allah RS PKU Aisyiyah Boyolali akan kian memenuhi harapan masyarakat,” pungkas Thontowi.

    Sementara itu, Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, dr. H. Bugar Wijiseno, M.A.R.S., FISQua, mengingatkan pentingnya konsistensi rumah sakit dalam memenuhi regulasi dan menjaga standar operasional.

    Ia berpesan agar pengembangan fasilitas fisik diikuti peningkatan kualitas tata kelola dan pelayanan. Pemenuhan berbagai regulasi menjadi bagian penting untuk memastikan RS PKU Aisyiyah Boyolali mampu memberikan layanan kesehatan secara berkelanjutan, bermutu, dan berkemajuan.

    Groundbreaking Gedung A tersebut menjadi momentum penting bagi RS PKU Aisyiyah Boyolali untuk memperkuat kapasitas layanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas.(Sofyan)


    Baca juga: HILLSI Wonogiri Gandeng Univet Bantara Tingkatkan Kompetensi Lulusan LPK



    HILLSI Wonogiri Gandeng Univet Bantara Tingkatkan Kompetensi Lulusan LPK

    WONOGIRI – majalahlarise.com – DPC Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Kabupaten Wonogiri bekerja sama dengan Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lulusan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Rabu (9/9/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di RM Rumpun Padi (Jolly Bakery & Shop), Jalan Diponegoro, Pokoh, Wonoboyo, Wonogiri. Kegiatan diikuti para pengelola LPK dengan mengikutsertakan dua peserta didik dari masing-masing lembaga.

    Ketua DPC HILLSI Kabupaten Wonogiri, Dwi Suswatiningsih, SE, menjelaskan kerja sama dengan Univet Bantara menjadi langkah untuk memperluas jaringan kemitraan sekaligus membuka akses peningkatan pendidikan dan kompetensi bagi lulusan LPK.




    “DPC HILLSI bekerja sama dengan Universitas Veteran Bangun Nusantara bermaksud menyosialisasikan peluang peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan melalui program pendidikan yang diselenggarakan Univet Bantara,” jelas Dwi Suswatiningsih.

    Menurutnya, lulusan LPK tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga perlu mendapatkan kesempatan mengembangkan pendidikan dan kompetensi secara berkelanjutan.

    Selain sosialisasi program pendidikan dan pengembangan kompetensi Univet Bantara, kegiatan tersebut juga diisi pembinaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Wonogiri. Agenda tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara lembaga pelatihan kerja, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.

    Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Wonogiri, Joko Pramono, S.Si., mengatakan peningkatan akses pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Wonogiri.

    “Tujuan sosialisasi ini turut serta meningkatkan IPM Kabupaten Wonogiri. Saat ini rata-rata pendidikan masyarakat Wonogiri masih pada jenjang lulusan SMP,” ujar Joko.

    Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan peluang lebih luas bagi lulusan LPK untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

    Sementara itu, Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Univet Bantara, Yoppy Syahrial, S.E., M.M., memaparkan profil Univet Bantara, mulai dari fakultas, program studi, hingga berbagai keunggulan yang dimiliki perguruan tinggi tersebut.

    Dalam kesempatan itu, Yoppy juga menjelaskan mekanisme pendaftaran mahasiswa baru yang dapat dilakukan secara offline maupun online. Peserta memperoleh informasi mengenai biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta sejumlah jalur pendaftaran, yakni jalur reguler, transfer, dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

    “Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak lulusan LPK yang mengetahui peluang melanjutkan pendidikan di Univet Bantara. Kami juga membuka peluang kerja sama dengan LPK sebagai mitra dalam penerimaan mahasiswa baru,” jelas Yoppy.

    Sejumlah LPK di Kabupaten Wonogiri turut menjadi peserta undangan, di antaranya LPK PT Matahari Abadi Jaya Indonesia, LPK Mutiara Aji Jaya Utama, LPK Restu Bumi Nusantara, LPK Regar Sport Industri Indonesia, LPK I-On Manabu Sentaa, LPK Erube, LPK PT Sepakat Maju Bareng, serta LPK Mugen Indo Japanese Training Centre.

    Melalui kegiatan tersebut, DPC HILLSI Wonogiri dan Univet Bantara berupaya memperkuat jejaring kemitraan sekaligus mendorong lulusan LPK meningkatkan pendidikan, keterampilan, dan kompetensi agar semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. (Sofyan)


    Camat Baturetno, Hery Indrastiyono, S.STP saat menggunting pita tandai pembukaan expo produk KKN Univet Bantara Sukoharjo.


    Tim Monev KKN Univet Bantara Tinjau Expo Produk Mahasiswa di Baturetno

    WONOGIRI - majalahlarise.com - Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo meninjau pelaksanaan program KKN sekaligus mengunjungi stand Expo produk mahasiswa di Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan KKN sekaligus melihat secara langsung hasil inovasi mahasiswa selama berkolaborasi dengan masyarakat desa.

    Wakil Rektor 2 Univet Bantara Sukoharjo, Ir. Yos Wahyu Harinta, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Baturetno dan pemerintah desa yang telah mendukung pelaksanaan KKN di delapan desa. Menurutnya, dukungan pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan program KKN.

    “Kami bersyukur kepada Allah SWT karena seluruh hadirin dapat mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi KKN Tahun 2026. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Camat Baturetno beserta jajaran serta para kepala desa yang telah mendukung pelaksanaan KKN,” ujarnya.

    Camat Baturetno Hery Indrastiyono, S.STP bersama tim monev KKN saat mengunjungi stand display produk karya mahasiswa KKN.


    KKN Univet Bantara 2026 berlangsung sejak 3 Agustus hingga 17 September 2026. Kegiatan mengusung tema “Univet Berdampak, Sinergi Kampus dan Masyarakat dalam Mengembangkan Potensi Lokal dan Produk Unggulan Daerah melalui Inovasi dan Kolaborasi.”

    Yos Wahyu Harinta menjelaskan, melalui tema tersebut mahasiswa didorong tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal dan produk unggulan desa.

    Dalam Monev, tim universitas turut melihat berbagai produk inovasi mahasiswa yang dipamerkan melalui Expo. Produk tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai hasil kegiatan KKN, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan berpeluang menembus pasar yang lebih luas.

    “Produk-produk ini diharapkan bisa dikembangkan hingga menembus pasar yang lebih luas dan global. Univet Bantara juga mendapat kesempatan mengikuti Expo di Tangerang pada 14 Oktober 2026 setelah sebelumnya mengikuti kegiatan di Purwokerto. Kami berharap ada produk mahasiswa yang dapat difasilitasi untuk naik kelas melalui akses dan peluang yang diberikan Kementerian Perdagangan,” jelasnya.

    Wakil Rektor 2 Univet Bantara Sukoharjo, Ir. Yos Wahyu Harinta, M.Si. saat melakukan monitoring dan evaluasi di salah satu stand expo KKN.


    Menurut Yos Wahyu Harinta, pengembangan produk unggulan desa pada akhirnya diharapkan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah. Berdasarkan komunikasi dengan Camat dan Kapolsek Baturetno, pelaksanaan KKN dinilai berjalan baik dan menghasilkan kolaborasi positif bagi kemajuan desa.

    Sementara itu, Koordinator DPL KKN Kecamatan Baturetno, R. Adi Deswijaya, S.S., M.Hum., menjelaskan KKN di wilayah tersebut diikuti 160 mahasiswa yang tersebar di delapan desa dalam 16 kelompok. Expo digelar sebagai bentuk penyampaian hasil kerja mahasiswa selama melaksanakan program di tengah masyarakat.

    “Expo ini menampilkan berbagai capaian dan program yang telah dilaksanakan mahasiswa. Ada produk unggulan, pengembangan produk UMKM lokal, inovasi pembelajaran bagi masyarakat maupun siswa, serta berbagai bentuk kreativitas mahasiswa,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di kampus sekaligus belajar hidup bersama masyarakat. Mahasiswa dituntut mampu memahami kebutuhan desa dan memberikan solusi sesuai potensi yang dimiliki masyarakat.

    “Harapannya, program kerja dan produk yang dihasilkan tidak berhenti setelah KKN selesai. Hasilnya dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat dan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

    Camat Baturetno, Hery Indrastiyono, S.STP., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan karena wilayahnya dipercaya menjadi lokasi KKN Univet Bantara 2026. Kehadiran mahasiswa selama lebih dari satu bulan dinilai memberikan manfaat melalui transfer pengetahuan, keterampilan, dan ilmu kepada pemerintah desa serta masyarakat.

    Ia juga mengapresiasi Expo KKN yang untuk pertama kalinya digelar di Kecamatan Baturetno. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperlihatkan hasil kerja mahasiswa sekaligus membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.

    “Kami berharap kegiatan KKN tidak berhenti pada kegiatan formal. Komunikasi dan kerja sama dapat terus dilanjutkan sehingga potensi yang ada di Kecamatan Baturetno bisa dikembangkan bersama,” tuturnya.

    Hery menyebut sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari pemberdayaan perempuan melalui Tim Penggerak PKK Kecamatan Baturetno, UMKM, hingga desa wisata. Potensi wisata menurutnya tidak hanya berkaitan dengan wisata alam, tetapi juga UMKM dan sektor hortikultura, seperti komoditas semangka di Desa Botoh.

    “Kami berharap Univet Bantara dapat terus berkontribusi, termasuk menyediakan narasumber dan pendampingan untuk meningkatkan wawasan serta kapasitas masyarakat,” katanya.

    Salah satu peserta Expo, Ferdi Erianto, Ketua Kelompok 55 KKN Desa Belikurip, menjelaskan kelompoknya memamerkan sejumlah produk hasil kreativitas mahasiswa selama menjalankan program KKN. Produk yang ditampilkan antara lain hasil karya dari siswa SD kolase biji-bijian serta beberapa produk dari UMKM yaitu tempe kripik dan makanan srabi.

    “Produk unggulan yang menjadi fokus utama dalam pameran adalah master plan untuk perangkat desa dan peta. Kami berharap produk tersebut dapat memberikan manfaat serta mendukung kebutuhan masyarakat dan pengembangan desa,” jelas Ferdi.

    Melalui kegiatan Monev dan Expo, Univet Bantara mendorong hasil KKN menjadi pijakan untuk membangun kerja sama yang lebih berkelanjutan antara kampus dan masyarakat. Program dan produk mahasiswa diharapkan mampu terus dikembangkan sehingga memberikan dampak nyata bagi penguatan potensi lokal serta perekonomian masyarakat di wilayah Baturetno. (Sofyan)


    Baca juga: Maulid Nabi 1448 H, SMA Veteran 1 Sukoharjo Ajak Siswa Hidupkan Akhlak Rasulullah


Top