GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Pertemuan rutin Paguyuban Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Kecamatan Sambi. |
Paguyuban AUM Sambi Bahas Unique Selling Point, Perkuat Identitas Sekolah Muhammadiyah Hadapi Persaingan Pendidikan
Boyolali - majalahlarise.com - Paguyuban Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Kecamatan Sambi menggelar pertemuan rutin di Aula SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Babadan, Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang diikuti kepala TK/BA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK Muhammadiyah se-Kecamatan Sambi tersebut membahas strategi pengembangan sekolah melalui penguatan Unique Selling Point (USP) atau keunggulan khas sekolah sebagai upaya meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Pertemuan diawali dengan sambutan Ketua PCM Sambi, H. Sudiman. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan filosofi pensil sebagai inspirasi bagi para pengelola AUM dalam menjalankan lembaga pendidikan. Menurutnya, setiap bagian dari pensil memiliki makna mendalam yang dapat menjadi pedoman kepemimpinan sekolah.
“Pensil yang lancip menggambarkan visi yang jelas. Sekolah harus memiliki arah dan tujuan yang tegas agar mampu melahirkan generasi unggul. Sedangkan penghapus pada pensil melambangkan akhlak yang baik, yaitu kemampuan untuk memperbaiki kesalahan dan terus melakukan evaluasi diri. Dengan visi yang jelas dan akhlak yang baik, kita dapat menulis jejak-jejak kebaikan bagi umat dan bangsa,” tuturnya.
Ketua Paguyuban AUM Kecamatan Sambi, Yulianto, S.Pd., yang juga Kepala SMK Muhammadiyah 01 Sambi, menjelaskan pentingnya sinergi antar-AUM untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan Muhammadiyah di wilayah Sambi. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antar lembaga menjadi modal penting untuk menghadirkan pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pada sesi utama, Ust. Pujiono dari Tim Fasilitator Diklat Kepala Sekolah dan Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah tingkat Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun Unique Selling Point (USP) sebagai strategi menghadapi persaingan pendidikan yang semakin kompetitif. Ia menjelaskan banyak sekolah memiliki fasilitas, kurikulum, maupun program unggulan yang relatif serupa sehingga diperlukan identitas khas yang membedakan sebuah sekolah dari sekolah lainnya.
“Unique Selling Point adalah alasan utama mengapa orang tua memilih sebuah sekolah. Jika sekolah tidak memiliki pembeda yang jelas, maka akan sulit dikenal dan diminati masyarakat,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Ust. Pujiono menerangkan USP merupakan keunggulan khusus yang tidak mudah ditemukan di tempat lain dan harus benar-benar dirasakan masyarakat. Ia mencontohkan USP berupa sekolah tahfidz berprestasi, sekolah digital dan koding, sekolah berbasis karakter Islami, sekolah ramah anak, sekolah entrepreneur muda, sekolah berbasis lingkungan, maupun sekolah penggerak literasi.
Menurutnya, USP harus memenuhi tiga syarat utama, yakni unik atau memiliki kekhasan yang berbeda dari sekolah lain, bernilai bagi masyarakat serta menjawab kebutuhan orang tua, dan dijalankan secara konsisten sehingga menjadi identitas sekolah yang kuat.
Ia juga mengingatkan sekolah agar tidak berupaya menjual terlalu banyak keunggulan sekaligus. “Ketika sekolah ingin dikenal sebagai sekolah tahfidz, sekolah digital, sekolah olahraga, sekolah seni, sekolah lingkungan, dan sekolah internasional sekaligus, masyarakat justru bingung. Pilih satu atau dua keunggulan utama yang benar-benar kuat, lalu bangun branding secara konsisten,” ujarnya.
Menurut Ust. Pujiono, USP yang kuat akan memudahkan sekolah dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memperkuat citra lembaga pendidikan.
Lebih lanjut, Ust. Pujiono menjelaskan USP harus diwujudkan dalam budaya sekolah, prestasi siswa, pelayanan guru, dan testimoni wali murid. “USP bukan sekadar kata-kata. USP harus hidup dalam keseharian sekolah. Ketika masyarakat mendengar nama sekolah Muhammadiyah, mereka langsung teringat pada keunggulan yang dimiliki sekolah tersebut,” tegasnya.
Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif dengan berbagai diskusi mengenai potensi yang dapat dikembangkan menjadi keunggulan khas di masing-masing AUM. Melalui forum Paguyuban Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (PKAUM) ini, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kecamatan Sambi diharapkan semakin mampu memperkuat identitas, meningkatkan mutu layanan pendidikan, serta menjadi pilihan utama masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang unggul dan berkemajuan. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Narasumber Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah Periode 2013-2023) saat memaparkan materi seminar nasional. |
SRIPA 2026 UNISRI Hadirkan Ganjar Pranowo, Bahas Optimalisasi Anggaran Transparan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Solo - majalahlarise.com - Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar Slamet Riyadi Conference on Public Administration (SRIPA) 2026 di Auditorium UNISRI, Kamis (4/6/2026). Seminar nasional tersebut mengangkat tema “Pembangunan Berkelanjutan melalui Optimalisasi Anggaran yang Efektif dan Transparan” dengan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, termasuk Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah Periode 2013-2023. Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk membahas tata kelola anggaran yang efisien, akuntabel, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Tema yang diusung SRIPA 2026 dinilai sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, terutama di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap efisiensi APBN dan APBD, transparansi belanja negara, serta pengawasan penggunaan pajak rakyat. Berbagai isu terkait pengadaan barang, perjalanan dinas, hingga program bantuan sosial menjadi perhatian publik sehingga optimalisasi anggaran dipandang sebagai kebutuhan yang mendesak untuk menjamin keberlanjutan pembangunan.
Selain Ganjar Pranowo, seminar nasional ini juga menghadirkan Prof. Dr. Winarti, M.Si., Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, H. Adhe Eliana, S.E., Wakil Bupati Karanganyar, serta Hanum Ashtya Vianti selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara UNISRI. Kehadiran para narasumber dari kalangan akademisi, pemerintahan, dan mahasiswa diharapkan mampu memberikan perspektif yang komprehensif terkait pengelolaan anggaran publik.
Ketua Pelaksana SRIPA 2026, Dinda Puspita, menjelaskan bahwa SRIPA merupakan wadah bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi untuk bertukar gagasan sekaligus merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan bangsa.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mendorong lahirnya pemikiran inovatif yang mampu menjawab dinamika kebijakan publik,” ujarnya.
Dinda juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, fakultas, program studi, sponsor, narasumber, serta seluruh panitia yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan manfaat besar, memperluas wawasan, memperkuat jejaring akademik, serta menjadi sarana pengembangan kapasitas bagi seluruh peserta,” katanya.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UNISRI, Dr. Joko Pramono, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menjelaskan pentingnya tema yang diangkat pada SRIPA 2026. “Tema ini menjadi sangat penting dan aktual pada saat ini. Ini merupakan strategi bagaimana mengelola dana. Efisiensi penggunaan anggaran menjadi penting sekaligus evaluasi terhadap implementasi anggaran kita. Misalnya isu APBN untuk pengadaan hewan kurban, perjalanan dinas ke luar negeri, bagaimana ini terkait dengan optimalisasi anggaran. Sangat penting semoga bisa mencari narasi-narasi yang berkaitan dengan optimalisasi anggaran pembangunan berkelanjutan,” paparnya.
Sementara itu, Dekan FISIP UNISRI, Dr. Herning Suryo Sarjono, M.Si., mengapresiasi konsistensi mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara dalam menyelenggarakan SRIPA setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut telah menjadi ruang ilmiah yang strategis untuk mengasah daya kritis mahasiswa dalam mengkaji berbagai isu kebijakan publik sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan kampus.
Melalui SRIPA 2026, UNISRI berharap lahir berbagai rekomendasi dan gagasan konstruktif yang dapat mendukung terciptanya tata kelola anggaran yang lebih efektif, transparan, dan bertanggung jawab guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Sofyan)
Kabar Desa
![]() |
| Narasumber Sofyan Yuli Antonius saat foto bersama Lurah Pagutan, Sukadi dan para peserta pelatihan. |
Pelatihan Penulisan Berita Web Digelar di Kelurahan Pagutan Manyaran, Dorong Transparansi Informasi dan Publikasi Kegiatan Masyarakat
Wonogiri - majalahlarise.com - Kelurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri menggelar pelatihan penyusunan berita dan artikel dalam rangka sosialisasi literasi bagi lembaga kemasyarakatan dengan menghadirkan narasumber Sofyan Yuli Antonius, S.Sos., Praktisi Media Online sekaligus Pengelola majalahlarise.com.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Pagutan pada Kamis-Jumat (4-5/6/2026) tersebut diikuti oleh pengurus PKK, kader Posyandu, serta Karang Taruna. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyusun berita yang informatif, akurat, dan sesuai kaidah jurnalistik guna mendukung publikasi kegiatan serta keterbukaan informasi di lingkungan kelurahan.
Lurah Pagutan, Sukadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir. Ia menilai antusiasme peserta menjadi bukti dukungan masyarakat terhadap upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang informasi dan publikasi.
![]() |
| Sekretaris Kecamatan Manyaran, Widodo saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan pelatihan. |
Sukadi menjelaskan pelatihan tersebut menjadi langkah awal untuk membekali masyarakat dengan kemampuan menulis berita yang baik dan sesuai standar jurnalistik. Menurutnya, keterampilan tersebut sangat diperlukan seiring rencana Kelurahan Pagutan mengembangkan website dan media sosial sebagai sarana penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
“Hari ini kita akan diajari tentang tata cara membuat berita yang tentunya sesuai standar yang ada di Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan media informasi digital akan mempermudah penyampaian berbagai program, kegiatan, dan pelayanan kepada masyarakat secara cepat dan mudah dipahami.
Lebih lanjut, Sukadi mengungkapkan website Kelurahan Pagutan nantinya tidak hanya memuat berita kegiatan masyarakat, tetapi juga berbagai informasi pelayanan publik. Berbagai aktivitas lembaga kemasyarakatan, pembangunan wilayah, hingga layanan administrasi akan dipublikasikan melalui platform tersebut.
“Kami mempunyai maksud dan tujuan membuat web ataupun berita di media sosial agar informasi lebih mudah dibaca dan pesan yang ada dalam berita bisa sampai kepada masyarakat,” jelasnya.
![]() |
| Lurah Pagutan, Sukadi saat menyampaikan sambutan. |
Ia berharap pengembangan layanan digital mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan administrasi secara lebih praktis.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Manyaran, Widodo, yang hadir sekaligus membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kemampuan menulis berita merupakan keterampilan penting yang dapat mendukung terwujudnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Kami berharap masyarakat dapat ikut aktif mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujarnya.
Widodo menilai informasi mengenai kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan perlu dipublikasikan secara luas agar manfaatnya dapat diketahui oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Widodo juga memperkenalkan program Layar Informasi Kecamatan Manyaran (LIKMAN) sebagai media publikasi berbagai aktivitas masyarakat. Ia mengajak warga untuk aktif mengirimkan berita mengenai kegiatan sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, maupun pemerintahan agar dapat menjadi sumber informasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat lainnya.
“Semua kegiatan masyarakat yang positif perlu dipublikasikan agar dapat menjadi informasi dan inspirasi bagi warga lainnya,” ungkap Widodo.
Ia menambahkan setiap berita yang dipublikasikan harus tetap mengedepankan fakta, data yang jelas, serta proses penyuntingan agar kualitas informasi tetap terjaga.
Pada sesi materi, Sofyan Yuli Antonius memaparkan materi bertajuk “Penyusunan dan Penulisan Berita Website Kelurahan Menggunakan Artificial Intelligence (AI)”. Ia menjelaskan pentingnya website kelurahan sebagai media informasi resmi pemerintah yang berfungsi mendukung transparansi program, dokumentasi pembangunan, publikasi kegiatan masyarakat, hingga promosi potensi wilayah. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian berita, unsur berita 5W+1H, struktur penulisan berita, teknik membuat judul yang menarik, serta penerapan pola piramida terbalik dalam penyusunan berita website.
Dalam pemaparannya, Sofyan juga mengenalkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT, Gemini, Copilot, dan Claude untuk membantu proses penulisan berita. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk membuat draf berita, merangkum hasil rapat, memperbaiki tata bahasa, hingga menghasilkan ide konten media sosial. Namun demikian, penggunaan AI tetap harus dibarengi dengan proses verifikasi dan pengecekan fakta oleh manusia.
“AI dapat mempercepat penulisan berita, tetapi pengelola website tetap bertanggung jawab terhadap kebenaran informasi, verifikasi fakta, etika publikasi, dan kualitas tulisan,” jelasnya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan praktis mengenai cara mengumpulkan data kegiatan, menyusun unsur 5W+1H, membuat prompt AI yang tepat, hingga melakukan proses editing sebelum berita dipublikasikan. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, pengurus PKK, kader Posyandu, Karang Taruna, dan seluruh elemen masyarakat mampu menjadi kontributor informasi yang aktif sehingga website Kelurahan Pagutan dapat berkembang sebagai pusat informasi publik yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (Sofyan)
Kabar Desa
![]() |
| Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno memberi apresiasi tradisi bersih Dusun Gedangan Desa Balepanjang Kecamatan Baturetno. |
Bupati Wonogiri Apresiasi Tradisi Bersih Dusun Gedangan Desa Balepanjang Baturetno, Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk Lestarikan Budaya Jawa
Wonogiri - majalahlarise.com - Tradisi Bersih Dusun (Rasulan) Dusun Gedangan, Desa Balepanjang, Kecamatan Baturetno, berlangsung meriah dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang digelar di rumah Hariyanto, Rabu (3/6/2026). Acara budaya yang menampilkan dalang H. Widodo Wilis Prabowo, S.Sn dengan lakon Pandawa Syukur tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. Kegiatan ini juga didukung oleh Gareng Jajak dan Elisha Orcarus Allaso serta dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan salam hormat kepada seluruh tokoh masyarakat, perangkat desa, ketua RT/RW, panitia, dalang, dan warga Dusun Gedangan yang hadir. Ia mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang tetap menjaga tradisi budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Wonogiri.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Wonogiri, kami ikut berbahagia atas terselenggaranya Bersih Dusun Gedangan. Semoga masyarakat selalu diberikan keselamatan, ketenteraman, dan kemakmuran,” ujarnya.
![]() |
| Pagelaran wayang kulit Dalang H. Widodo Wilis Prabowo, S.Sn dengan lakon Pandawa Syukur. |
Bupati menjelaskan kegiatan Bersih Dusun yang dirangkai dengan pagelaran wayang kulit merupakan bentuk nyata pelestarian budaya Jawa yang adiluhung. Menurutnya, tradisi semacam ini harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
![]() |
| Penampilan Gareng Jajak dan Elisha Orcarus Allaso menghibur penonton saat adegan limbukan. |
“Kegiatan ini merupakan wujud nguri-uri budaya Jawa yang luhur. Tradisi seperti ini perlu terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” katanya.
Selain itu, Setyo Sukarno memberikan penghargaan kepada seluruh warga Dusun Gedangan yang telah bergotong royong menyukseskan acara. Ia menilai kekompakan, kerukunan, dan kebersamaan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
“Kekompakan, kerukunan, dan gotong royong masyarakat Dusun Gedangan patut menjadi contoh. Semua unsur masyarakat bersatu menyukseskan kegiatan ini,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Balepanjang Adi Prabowo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Bersih Dusun atau Rasulan yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Gedangan. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, perwakilan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Forkopimcam Baturetno, tokoh masyarakat, serta para seniman yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran seluruh tamu undangan yang telah memenuhi acara Bersih Dusun Gedangan malam ini,” ujarnya.
Adi Prabowo menjelaskan Rasulan merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur. Ia juga mengapresiasi seluruh warga yang telah memberikan dukungan tenaga, pikiran, maupun materi sehingga kegiatan berjalan lancar.
“Acara Bersih Dusun ini merupakan wujud syukur masyarakat Dusun Gedangan sekaligus upaya menjaga tradisi yang telah diwariskan para leluhur,” katanya.
Lebih lanjut, Kepala Desa berharap semangat gotong royong masyarakat terus terjaga dan membawa manfaat bagi kehidupan warga. Ia juga mendoakan agar masyarakat Dusun Gedangan selalu diberikan kesehatan, ketenteraman, kemakmuran, hasil pertanian yang melimpah, serta rezeki yang berkah.
“Semoga seluruh warga Gedangan diberikan ketenteraman, kemakmuran, kesehatan, dan rezeki yang berkah. Mari kita nikmati pagelaran wayang kulit ini hingga selesai,” ungkapnya.
![]() |
| Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) Wonogiri, KRT HY Supardi Gunodipuro saat foto bersama Gareng Jajak. |
Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Banasan (IKKABA) Wonogiri, KRT HY Supardi Gunodipuro, turut menyampaikan harapannya agar kesenian wayang kulit semakin dikenal luas hingga tingkat dunia. Menurutnya, wayang merupakan warisan budaya dan seni yang selalu mendapat tempat di hati masyarakat. “Mudah-mudahan wayang terus mendunia sebagai budaya dan seni yang selalu digemari masyarakat,” tuturnya.
Pagelaran wayang kulit dengan lakon Pandawa Syukur yang dibawakan H. Widodo Wilis Prabowo menjadi puncak acara Bersih Dusun Gedangan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mengungkapkan rasa syukur, tetapi juga memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai budaya Jawa, serta mendukung upaya pelestarian warisan budaya yang menjadi kebanggaan Kabupaten Wonogiri. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Kepala SMP Negeri 2 Wuryantoro, Etist Saptarini, S.Pd., M.Pd saat menyampaikan sambutan. |
Pelepasan 105 Siswa SMP Negeri 2 Wuryantoro Berlangsung Khidmat, Kepala Sekolah Ajak Lulusan Gapai Masa Depan Hebat
Wonogiri - majalahlarise.com - Sebanyak 105 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Wuryantoro mengikuti acara wisuda dan pelepasan siswa Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar dengan khidmat pada Selasa (2/6/2026). Dari jumlah tersebut, terdiri atas 63 siswa laki-laki dan 42 siswa perempuan. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh haru dengan dihadiri komite sekolah, orang tua siswa, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Acara pelepasan tidak hanya menjadi momen perpisahan bagi para siswa, tetapi juga menjadi ajang menampilkan berbagai potensi dan kreativitas peserta didik. Beragam penampilan seni disuguhkan, mulai dari tari tradisional hingga seni vokal paduan suara yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi bukti hasil pembinaan karakter dan pengembangan bakat siswa selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Wuryantoro.
Kepala SMP Negeri 2 Wuryantoro, Etist Saptarini, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun. Ia secara resmi melepas dan mengembalikan para siswa kepada orang tua masing-masing untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Alhamdulillah, dengan mengucap syukur saya melepas anak-anak kelas IX karena telah dengan semangat mengakhiri belajar di SMP Negeri 2 Wuryantoro. InsyaAllah dengan hasil yang maksimal dan secara resmi kami mengembalikan anak-anak kepada orang tua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Etist berpesan agar para lulusan terus berkembang sesuai bakat dan potensi yang dimiliki. Ia juga mengajak seluruh siswa untuk terus berjuang meraih cita-cita dan menghadapi tantangan masa depan dengan optimisme.
“Berkembanglah sesuai bakatmu, berjuanglah untuk mencapai masa selanjutnya. Teguhkan langkah, satukan semangat, gapai masa depan hebat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Etist juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pendampingan kepada para siswa. Namun demikian, ia menjelaskan seluruh guru dan tenaga kependidikan selalu berupaya memberikan yang terbaik.
“Mohon maaf jika kami salah kata atau perbuatan dan dirasa kurang maksimal dalam melayani anak-anak. Namun percayalah, kami selalu berusaha maksimal mendampingi kalian. Terima kasih karena sudah memilih kami untuk membersamai selama tiga tahun ini,” pungkasnya.
Suasana haru tampak menyelimuti acara saat para siswa menerima penghargaan dan ucapan selamat dari para guru serta orang tua. Pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Wuryantoro diharapkan menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah di masa mendatang. (Sofyan)
Pendidikan
Akhirussanah MTs Muhammadiyah 7 Klego Semarak dengan Wayang Golek Pitutur, 65 Siswa Siap Menatap Masa Depan Gemilang
Boyolali - majalahlarise.com - MTs Muhammadiyah 7 Klego (Mutugo) menggelar Akhirussanah Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan penuh khidmat dan semarak di Gedung Dakwah PCM Klego 1. Sebanyak 65 siswa kelas IX mengikuti prosesi pelepasan dengan mengusung tema "Santri MTs Mutugo Siap Menatap Masa Depan yang Gemilang." Acara tersebut dihadiri jajaran Persyarikatan Muhammadiyah, orang tua siswa, guru, serta tokoh masyarakat yang turut memberikan dukungan dan doa bagi para lulusan.
Suasana semakin istimewa dengan pelaksanaan Wisuda Tahfiz Al-Qur'an bagi 35 siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan mulai dari 1 hingga 5 juz. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian para siswa dalam bidang akademik maupun keagamaan selama menempuh pendidikan di MTs Muhammadiyah 7 Klego.
Ketua PCM Klego, H. M. Arifin, S.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia berharap para lulusan mampu menjaga akhlak Islami, terus meningkatkan semangat belajar, serta membawa nama baik almamater di jenjang pendidikan berikutnya.
"Kami berharap para lulusan tetap menjaga nilai-nilai Islam yang telah ditanamkan selama belajar di Mutugo dan mampu menjadi generasi yang membanggakan keluarga maupun masyarakat," ujarnya.
Motivasi juga disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Boyolali, Drs. Kamtar. Ia mengingatkan para wisudawan agar tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diraih. Menurutnya, lulusan Muhammadiyah harus memiliki bekal iman, ilmu, dan karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
"Perjalanan kalian masih panjang. Teruslah belajar dan tingkatkan kualitas diri agar mampu menjadi generasi yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan persyarikatan," katanya.
Kepala MTs Muhammadiyah 7 Klego, Sarwanto, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kelulusan seluruh siswa kelas IX. Ia memberikan apresiasi kepada para guru, orang tua, dan siswa yang telah bekerja keras selama tiga tahun dalam proses pendidikan di Mutugo.
"Semoga para lulusan menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan prestasi yang membanggakan," tuturnya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah budaya melalui Wayang Golek Pitutur yang dibawakan oleh Ki Ustad Pujiono. Dengan gaya dakwah yang menarik, penuh hikmah dan humor, ia mengajak para siswa menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Dalam pituturnya, Ki Ustad Pujiono mengupas kandungan Surat An-Nahl ayat 89 yang menjelaskan Al-Qur'an sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri kepada Allah SWT.
"Al-Qur'an bukan sekadar dibaca dan dihafal, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hafalan yang tidak diamalkan ibarat lampu yang terang tetapi tidak menerangi jalan," tutur Ki Ustad Pujiono di hadapan para hadirin.
Ia juga berpesan agar para lulusan tidak hanya mengejar kesuksesan dunia, tetapi tetap menjaga shalat, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, serta terus belajar sepanjang hayat. Pesan tersebut mendapat perhatian penuh dari para siswa dan orang tua yang hadir.
Acara Akhirussanah dan Wisuda Tahfiz MTs Muhammadiyah 7 Klego berlangsung dengan penuh haru dan kebanggaan. Tangis bahagia para orang tua mewarnai prosesi pelepasan sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan sekaligus mengukir prestasi dalam menghafal Al-Qur'an.
Dengan bekal ilmu, akhlak, dan hafalan Al-Qur'an yang dimiliki, para lulusan MTs Muhammadiyah 7 Klego diharapkan siap melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang serta menjadi generasi penerus umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah. (Sofyan)
Baca juga: Pelepasan Siswa SMPN 1 Wuryantoro Meriah, Kelulusan 100 Persen dan Prestasi TKA Jadi Kebanggaan
Pendidikan
![]() |
| Siswa berprestasi kelas IX saat foto bersama saat penerima penghargaan. |
Pelepasan Siswa SMPN 1 Wuryantoro Meriah, Kelulusan 100 Persen dan Prestasi TKA Jadi Kebanggaan
Wonogiri - majalahlarise.com - Suasana penuh kebanggaan dan haru mewarnai acara Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Wuryantoro Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di aula sekolah, Rabu (3/6/2026). Kegiatan diawali dengan penampilan Grup Karawitan Kartika Laras yang membawakan Gending Wonogiri Sukses dan Lancaran Kartika Laras sebagai sajian penyambutan bagi tamu undangan, orang tua siswa, dan wali murid yang hadir. Nuansa budaya Jawa semakin terasa dengan penampilan tari kreasi dari siswa kelas VII dan VIII yang turut memeriahkan acara.
Selain menjadi momen perpisahan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang apresiasi bagi siswa berprestasi. Sekolah memberikan penghargaan kepada peraih nilai tertinggi Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika serta 10 besar siswa dengan nilai rapor tertinggi. Acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda kelulusan melalui pengalungan samir kepada seluruh siswa kelas IX sebagai simbol berakhirnya masa belajar mereka di SMP Negeri 1 Wuryantoro.
Kepala SMP Negeri 1 Wuryantoro, Is Budiyarti, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur atas capaian kelulusan siswa yang mencapai 100 persen. Dari total 211 siswa yang terdiri atas 109 laki-laki dan 102 perempuan, seluruhnya berhasil menyelesaikan proses pendidikan dan dinyatakan lulus.
![]() |
| Prosesi wisuda pelepasan dengan pengalungan samir kepada siswa kelas IX. |
“Alhamdulillah, berkat perjuangan mereka, anak-anak semuanya 100 persen dinyatakan lulus. Ini adalah perjuangan yang hebat,” ujarnya.
Budiyarti juga menyampaikan rasa bangga kepada para siswa atas kerja keras dan kedisiplinan yang mereka tunjukkan selama tiga tahun menempuh pendidikan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari tanggung jawab siswa dalam menjalankan seluruh kewajiban belajar.
“Terima kasih telah menjadi anak yang hebat, terima kasih telah berjuang luar biasa, dan terima kasih telah mengerjakan semuanya yang menjadi kewajiban kalian sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang terbaik,” katanya.
Prestasi membanggakan juga diraih sekolah dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang untuk pertama kalinya diterapkan. Dari 211 peserta, satu siswa SMP Negeri 1 Wuryantoro berhasil meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Capaian itu menjadi kebanggaan tersendiri karena di tingkat Kabupaten Wonogiri hanya terdapat 13 siswa yang memperoleh nilai sempurna.
“Dari satu kabupaten yang mendapatkan nilai 100 itu hanya 13 siswa dan salah satu siswa adalah dari sekolah kami. Kami bangga, kerja keras kalian terbayar di hari ini,” ungkapnya.
Meski telah dinyatakan lulus, Budiyarti mengingatkan para siswa agar terus melanjutkan perjuangan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ia mengajak seluruh orang tua untuk terus mendukung anak-anak mereka agar melanjutkan pendidikan ke SMA maupun SMK.
“Ini bukan akhir dari perjuangan. Besok pagi kalian akan mulai berjuang mengikuti seleksi penerimaan murid baru tingkat SMA dan SMK. Jangan pernah lelah untuk berjuang, semua harus melanjutkan ke SMA atau SMK,” tuturnya. Ia juga mengungkapkan bahwa empat siswa telah lolos hingga tahap tes kesehatan untuk masuk SMK Negeri 2 Wonogiri Semi Boarding.
![]() |
| Penampilan tari kreasi dari siswa kelas VII dan VIII. |
Pada kesempatan yang sama, Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, memberikan apresiasi atas berbagai prestasi yang telah diraih siswa SMP Negeri 1 Wuryantoro. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus berprestasi. Menurutnya, pendidikan merupakan bekal utama dalam menghadapi tantangan masa depan dan mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami berharap prestasi yang sudah diraih tahun ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut. Anak-anak harus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi agar memiliki bekal yang cukup untuk masa depannya,” ujarnya.
Camat juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi perkembangan anak, terutama di era digital yang penuh tantangan. Ia mengajak siswa untuk selalu menghormati orang tua dan guru serta menggunakan teknologi secara bijak.
“Orang tua, guru, dan lingkungan harus saling terhubung. Anak-anak perlu didampingi agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merugikan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Setiyarso mewakili seluruh orang tua siswa menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh tenaga kependidikan yang telah mendidik serta membimbing para siswa selama tiga tahun terakhir. Ia mengibaratkan momen tersebut sebagai proses pengembalian amanah yang dahulu dititipkan kepada sekolah.
“Tiga tahun yang lalu kami secara resmi menyerahkan anak-anak kami kepada sekolah, dan pada hari ini kami menerima kembali anak-anak kami untuk selanjutnya kami bimbing melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Setiyarso juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan yang mungkin terjadi selama proses pendidikan berlangsung serta berharap para lulusan dapat meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.
“Kami mengucapkan selamat kepada anak-anak kami sekalian. Mudah-mudahan di kemudian hari bisa sukses dan menjadi anak-anak yang berguna bagi bangsa dan negara,” tuturnya.
Mengusung tema “Atharva”, pelepasan siswa SMP Negeri 1 Wuryantoro tahun ini menjadi momentum yang menandai berakhirnya masa pendidikan tingkat pertama sekaligus awal perjalanan baru para lulusan. Sekolah berharap seluruh siswa tidak hanya memiliki bekal ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter dan budi pekerti luhur yang akan menjadi fondasi dalam menempuh pendidikan serta kehidupan di masa mendatang. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...

















