GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani meresmikan sekaligus meninjau Kantor Pusat Bahasa Mandarin (PBM)/Confucius Institute Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis (24/9/2026). |
Wawali Astrid Widayani Apresiasi Peresmian Kantor Pusat Bahasa Mandarin UNS, Dorong Penguatan Kolaborasi Indonesia-Tiongkok
Surakarta - majalahlarise.com - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menghadiri peresmian Kantor Pusat Bahasa Mandarin (PBM)/Confucius Institute Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Utara Javanologi UNS tersebut dirangkai dengan Perayaan Hari Confucius dan Festival Musim Gugur.
Astrid menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Surakarta atas hadirnya kantor baru PBM/Confucius Institute UNS. Ia juga menyambut kedatangan mitra dari Xihua University, para pendidik, mahasiswa, serta mitra dari Tiongkok yang hadir di Kota Surakarta.
“Pemerintah Kota Surakarta menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Universitas Sebelas Maret atas hadirnya kantor baru Pusat Bahasa Mandarin/Confucius Institute ini. Kami juga menyampaikan selamat datang kepada para mitra dari Xihua University, para pendidik, mahasiswa, serta seluruh sahabat dari Tiongkok yang hadir di Kota Surakarta,” kata Astrid.
Confucius Institute UNS merupakan hasil kerja sama UNS dengan Xihua University. Kerja sama kedua perguruan tinggi tersebut dimulai sejak 2018, sebelum Confucius Institute UNS resmi diresmikan pada 11 Maret 2019. Saat diresmikan, Confucius Institute UNS menjadi Confucius Institute pertama di Jawa Tengah dan ketujuh di Indonesia.
Menurut Astrid, keberadaan Confucius Institute tidak sekadar menyediakan ruang pembelajaran bahasa Mandarin. Lembaga tersebut juga menjadi ruang bertemunya pendidikan, kebudayaan, pertukaran pengetahuan, serta hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Tiongkok.
Hal tersebut terlihat dari berbagai program kerja sama yang telah dijalankan, termasuk program pendidikan dan double degree UNS bersama Xihua University. Pada 2026, sebanyak 17 mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok FIB UNS menyelesaikan studi selama dua tahun di Xihua University dan meraih gelar Bachelor of Arts. Pada tahun yang sama, 12 mahasiswa BMKT UNS mengikuti program double degree di Tiongkok.
“Ini tentu menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu berkomunikasi, memahami budaya, serta membangun jejaring dalam lingkungan global,” ujar Astrid.
Ia menjelaskan, pengalaman belajar di lingkungan internasional memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal langsung masyarakat dan kebudayaan negara lain. Karena itu, pembelajaran bahasa perlu berjalan beriringan dengan pemahaman budaya.
Astrid melihat keberadaan Confucius Institute semakin memperkuat posisi Surakarta sebagai kota pendidikan sekaligus kota budaya yang terbuka terhadap kerja sama internasional.
“Surakarta memiliki ruang yang sangat besar untuk terus mempertemukan berbagai budaya melalui pendidikan, seni, kreativitas, dan pertukaran pengetahuan. Ini yang harus terus kita kembangkan,” katanya.
Ia juga menjelaskan pentingnya akulturasi budaya dalam proses pertemuan masyarakat Indonesia dan Tiongkok. Menurut Astrid, Surakarta memiliki pengalaman panjang dalam mempertemukan budaya Jawa dan Tionghoa dalam kehidupan masyarakat.
“Pertemuan budaya bukan berarti menghilangkan identitas masing-masing. Justru dari pertemuan itu kita bisa saling mengenal, saling menghargai, kemudian melahirkan akulturasi yang memperkaya kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Jejak pertemuan budaya Jawa dan Tionghoa tersebut dapat dilihat dalam berbagai tradisi dan kehidupan masyarakat Surakarta. Sejumlah bentuk akulturasi berkembang dalam tradisi Grebeg Sudiro dan Cap Go Meh, kuliner, hingga interaksi sosial masyarakat Jawa dan Tionghoa.
“Nilai-nilai budaya yang kita miliki sebenarnya banyak yang memiliki titik temu. Semangat guyub rukun, gotong royong, kebersamaan dan keharmonisan merupakan nilai yang bisa menjadi ruang bersama dalam pertemuan budaya,” ujarnya.
Perayaan Festival Musim Gugur yang menjadi bagian kegiatan tersebut, menurut Astrid, juga memiliki pesan yang relevan dengan kehidupan masyarakat Surakarta. Tradisi Festival Pertengahan Musim Gugur identik dengan bulan purnama, kebersamaan, keharmonisan, serta berkumpul bersama keluarga dan orang-orang yang dicintai.
Ia berharap kegiatan semacam itu tidak berhenti sebagai perayaan budaya, tetapi berkembang menjadi ruang pertukaran dan kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok.
“Kita tidak hanya belajar budaya Tiongkok, tetapi juga harus menjadikan ruang seperti ini untuk memperkenalkan budaya Jawa dan budaya Indonesia kepada masyarakat Tiongkok,” kata Astrid.
Kolaborasi tersebut telah berjalan dalam berbagai bentuk. Salah satunya melalui program pertukaran dan pembelajaran kebudayaan Jawa yang melibatkan mahasiswa Xihua University. Program kolaborasi PBM Confucius Institute UNS dan PUI Javanologi UNS bahkan pernah diikuti 35 mahasiswa Tiongkok untuk mempelajari keris, batik, tari, bahasa dan aksara Jawa, serta kebudayaan Surakarta.
Astrid berharap mahasiswa dan generasi muda Surakarta dapat memanfaatkan keberadaan Confucius Institute. Belajar bahasa Mandarin, menurutnya, bukan hanya tentang kemampuan berkomunikasi, tetapi juga membuka pintu untuk memahami masyarakat dan kebudayaan Tiongkok serta memperluas peluang pendidikan dan pekerjaan.
PBM UNS juga telah mengembangkan jejaring dengan dunia industri. Dalam kegiatan UNS pada 2025 disebutkan sejumlah mahasiswa dan alumni memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan yang berada di Batang, Morowali, Palembang maupun di Tiongkok. Selain pendidikan dan kebudayaan, kerja sama tersebut juga diarahkan pada kebutuhan dunia kerja dan industri.
“Ke depan, kami berharap hubungan dan pertukaran antara Surakarta dengan berbagai perguruan tinggi maupun kota dan provinsi di Tiongkok dapat terus berkembang, khususnya dalam bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, perdagangan, dan bidang-bidang lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Astrid.
Ia berharap peresmian kantor baru tersebut menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi sekaligus memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Tiongkok.
“Semoga peresmian kantor baru ini menjadi awal dari semakin banyaknya program kolaborasi, semakin luasnya pertukaran pengetahuan dan budaya, serta semakin kuatnya persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok,” pungkasnya.(Sofyan)
Baca juga: Univet Bantara Kembali Dipercaya Kelola PPG, Rektor Dorong Lahirkan Guru Profesional Berbasis Hati
Pendidikan
![]() |
| Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Univet Bantara dan Dirjen GTK di Jakarta. Kamis (24/9/2026). |
Univet Bantara Kembali Dipercaya Kelola PPG, Rektor Dorong Lahirkan Guru Profesional Berbasis Hati
SUKOHARJO - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) kembali mendapat kepercayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) untuk mengelola mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kepercayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Univet Bantara dan Dirjen GTK di Jakarta. Kamis (24/9/2026).
Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum menyampaikan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemerintah menyiapkan calon guru profesional. Setiap tahun Univet Bantara dipercaya mengelola mahasiswa PPG yang dipersiapkan menjadi guru profesional.
"Alhamdulillah pada setiap tahunnya Univet Bantara senantiasa dipercaya oleh Dirjen GTK untuk mengelola mahasiswa PPG, yaitu mahasiswa calon guru profesional," ujarnya.
Menurutnya, dalam kesempatan penandatanganan PKS tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan harapan agar perguruan tinggi membangun kerja sama secara baik untuk menghasilkan guru profesional. Guru tidak hanya dituntut memiliki ilmu, tetapi juga mampu mengajar dengan hati serta memiliki kepedulian terhadap peserta didik.
"Guru itu mempunyai kepedulian terhadap muridnya. Peran guru itu sesungguhnya tidak akan pernah bisa tergantikan dengan mesin ataupun dengan teknologi," jelasnya.
Prof. Farida menjelaskan, perkembangan artificial intelligence (AI) saat ini memang memberikan banyak kemudahan dalam membantu pekerjaan manusia. Namun, guru memiliki peran yang berbeda karena pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membutuhkan sentuhan hati dan perasaan.
Guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar tanpa tekanan sehingga peserta didik memiliki semangat untuk belajar dan berkembang. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan harapan penerapan kurikulum deep learning dalam pendidikan Indonesia.
"Guru diharapkan tidak berperan sebagaimana artificial intelligence dalam memberikan pengetahuan maupun keterampilan kepada murid-muridnya, tetapi lebih pada pekerjaan yang menggunakan hati dan perasaannya," jelasnya.
Kepercayaan Dirjen GTK kepada Univet Bantara akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Univet Bantara berkomitmen terus membantu pemerintah menghasilkan guru-guru profesional yang memiliki kompetensi sekaligus kepedulian terhadap peserta didik.
Dari sisi kesiapan penyelenggaraan, Univet Bantara memiliki Program Studi PPG yang telah meraih akreditasi unggul. Selain itu, sumber daya manusia yang dimiliki juga memenuhi ketentuan Dirjen GTK, bahkan memiliki kualifikasi yang mendukung pengelolaan program PPG.
"Univet tentu saja sudah cukup representatif dalam mengelola PPG karena program studi PPG yang ada di Univet juga sudah terakreditasi unggul. SDM-nya juga sesuai dengan ketentuan dari GTK," ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, Univet Bantara berharap dapat terus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pengelolaan PPG diarahkan untuk menghasilkan guru profesional yang tidak hanya menguasai ilmu dan keterampilan, tetapi juga mampu mendidik dengan kepedulian, empati, dan hati. (Sofyan)
Baca juga: Univet Bantara dan Kemendag RI Jalin Kerja Sama Tridharma, Dorong UMKM dan Wirausaha Mahasiswa
Pendidikan
![]() |
| Penandatanganan dilakukan Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum bersama Sekretaris Jenderal Kemendag RI dan disaksikan Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si. |
Univet Bantara dan Kemendag RI Jalin Kerja Sama Tridharma, Dorong UMKM dan Wirausaha Mahasiswa
Jakarta - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menjalin kerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat program kewirausahaan kampus, pengembangan UMKM, serta membuka peluang mahasiswa mengenal dunia perdagangan dan ekspor.
Penandatanganan MoU berlangsung di Auditorium Kementerian Perdagangan RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026), bersamaan dengan peluncuran aplikasi InaExport Kemendag RI. Penandatanganan dilakukan Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum bersama Sekretaris Jenderal Kemendag RI dan disaksikan Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pembina, Ketua Pengurus, dan Humas YPPP Veteran. Sejumlah perwakilan kementerian dan perguruan tinggi juga hadir, antara lain Kementerian UMKM, Kementerian Perindustrian, Universitas Airlangga Surabaya, serta IBI Kosgoro 1957. Hadir pula para direktur jenderal, direktur, dan kepala biro di lingkungan Kemendag RI.
Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum menyampaikan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Univet Bantara memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus mengembangkan program kampus preneur.
"Kerja sama dengan Kementerian Perdagangan ini berkaitan dengan Tridharma Perguruan Tinggi. Salah satunya melalui program kampus preneur yang sejalan dengan upaya Univet Bantara menjadi kampus berdampak," jelasnya.
Dalam rangkaian kegiatan peluncuran InaExport, Univet Bantara juga mendapat kesempatan memamerkan sejumlah produk UMKM di sekitar kampus yang selama ini menjadi binaan universitas. Produk tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pemasaran dan mengenalkan potensi produk lokal kepada pasar yang lebih luas.
Selain produk UMKM, Univet Bantara turut menampilkan produk mahasiswa yang berasal dari hasil penelitian. Produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipasarkan hingga ke luar negeri.
Menurutnya, keterlibatan Univet Bantara dalam kegiatan Kemendag memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai dunia perdagangan internasional. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat melihat secara langsung proses pengembangan produk hingga peluang memasuki pasar ekspor.
![]() |
| Ketua Pembina, Ketua Pengurus, Humas YPPP Veteran serta Rektor Univet Bantara Sukoharjo saat foto bersama Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si. |
Univet Bantara juga memperoleh kesempatan mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program magang di Kementerian Perdagangan. Program tersebut diharapkan memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai perdagangan, pengembangan usaha, pemasaran, dan peluang ekspor.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pendampingan terhadap UMKM di sekitar kampus. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, mahasiswa, dan pelaku UMKM, Univet Bantara berharap dapat membantu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus melahirkan mahasiswa yang memiliki jiwa kewirausahaan.
"Harapannya, kerja sama ini memberikan manfaat bagi Univet Bantara dalam mendampingi UMKM agar berkembang, sekaligus melatih mahasiswa menjadi wirausahawan dan calon eksportir," ungkapnya.
Program tersebut sejalan dengan konsep kampus berdampak yang dikembangkan Univet Bantara. Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diarahkan tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk peningkatan kesejahteraan dan pengembangan potensi ekonomi daerah.
Dalam waktu dekat, Univet Bantara juga akan mengikuti pameran produk yang diselenggarakan dalam rangkaian Expo Internasional TEI 2026 dan Expo Pangan Nusa 2026 di ICE BSD Tangerang, 14-18 Oktober 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama sekaligus kesempatan memperkenalkan produk UMKM binaan dan produk hasil penelitian mahasiswa.
Sejumlah produk UMKM di sekitar kampus serta produk hasil penelitian dan pengabdian mahasiswa telah melalui proses seleksi Kementerian Perdagangan dan terpilih untuk dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
"Produk UMKM binaan di sekitar kampus dan produk hasil penelitian serta pengabdian mahasiswa sudah melalui proses seleksi dari Kementerian Perdagangan dan terpilih untuk dipamerkan. Kami berharap kesempatan ini dapat membuka peluang produk-produk tersebut memasuki pasar ekspor," jelas Farida.
Setelah penandatanganan MoU, Univet Bantara akan aktif mengikuti berbagai program Kementerian Perdagangan yang berkaitan dengan kampus preneur bersama perguruan tinggi lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas ruang pembelajaran mahasiswa sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus.
Kerja sama Univet Bantara dan Kemendag RI juga diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat Sukoharjo dan sekitarnya. Pengembangan UMKM, kewirausahaan mahasiswa, penelitian, pengabdian masyarakat, program magang, hingga pengenalan peluang ekspor menjadi bagian dari langkah Univet Bantara membangun keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. (Sofyan)
Pendidikan
Berhenti Melihat Naskah sebagai Benda Keramat, Selamatkan sebelum Terlambat
KARANGANYAR — majalahlarise.com — Naskah kuno tidak semestinya hanya dipandang sebagai benda pusaka yang disakralkan dan disimpan tertutup. Di balik lembaran naskah tersimpan pengetahuan, sejarah, serta rekam budaya yang perlu dijaga agar tetap dapat dipelajari generasi mendatang.
Kesadaran tersebut menjadi salah satu pesan dalam kegiatan Sosialisasi, Pendaftaran, dan Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara Tahun 2026 yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi filologi, yakni Ahmad Wahyu Sudrajad, M.Hum., dosen Institut Studi Qur'an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta, serta Dr. Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS).
Keduanya membahas pentingnya inventarisasi, pendaftaran, dan digitalisasi naskah kuno yang masih tersebar dan tersimpan di tengah masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menyelamatkan warisan intelektual bangsa agar tidak hilang akibat kerusakan fisik maupun kurangnya perawatan.
Dalam paparannya, Asep Yudha Wirajaya menjelaskan, ancaman terhadap kelestarian naskah bersejarah tidak selalu berasal dari luar. Pemilik atau orang yang menyimpan naskah juga memiliki peran penting dalam menentukan keberlangsungan naskah tersebut.
Setidaknya terdapat empat faktor yang dapat mengancam kelestarian naskah kuno, yakni jamur dan serangga, kondisi lingkungan penyimpanan, faktor waktu, serta kelalaian manusia dalam merawat dan memperlakukan naskah.
Karena itu, menyimpan naskah secara tertutup tanpa perawatan yang tepat tidak otomatis membuatnya aman. Sebaliknya, kondisi penyimpanan yang kurang sesuai dapat mempercepat kerusakan naskah.
Sementara itu, Ahmad Wahyu Sudrajad menjelaskan klasifikasi naskah berdasarkan usia dan bentuknya. Naskah dapat dikategorikan sebagai naskah kuno apabila telah berusia 50 tahun atau lebih.
“Naskah yang ditulis tangan disebut manuskrip, sedangkan naskah cetak meskipun tergolong naskah kuno bukan merupakan manuskrip. Manuskrip sendiri dimaknai sebagai rekaman peristiwa pada masa lalu yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar masyarakat dapat mengenali nilai yang terdapat pada naskah yang mereka simpan. Naskah tidak hanya memiliki nilai sebagai benda lama, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi untuk memahami pengetahuan, pemikiran, dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.
Melalui kegiatan sosialisasi, pendaftaran, dan digitalisasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar mendorong masyarakat untuk mulai membuka akses pendataan terhadap naskah yang masih berada di lingkungan keluarga maupun komunitas.
Digitalisasi menjadi salah satu langkah penting karena memungkinkan isi naskah memiliki salinan dalam bentuk digital. Dengan demikian, informasi yang terkandung di dalamnya dapat lebih mudah diakses untuk kepentingan penelitian, pendidikan, dan pelestarian budaya, tanpa harus terus-menerus menggunakan naskah fisik sebagai sumber utama.
Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah penyelamatan sebelum naskah mengalami kerusakan permanen akibat usia, jamur, serangga, lingkungan penyimpanan, maupun kelalaian manusia.
Dengan perubahan cara pandang dari sekadar menyimpan menjadi mengenali, mendaftarkan, merawat, dan mendigitalisasi, naskah kuno diharapkan tidak berhenti sebagai benda pusaka yang tertutup dari publik. Lembaran-lembaran bersejarah tersebut dapat terus hidup sebagai sumber pengetahuan bagi generasi sekarang dan mendatang.
Penulis: Tiara Putri Maharani
Dokumentasi: Rezty Putri Ariana Gunarso
Editor: Sofyan
Pendidikan
Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun 2026, Fakultas Pertanian Univet Bantara Kenalkan Laboratorium dan Praktik Lapangan
SUKOHARJO — majalahlarise.com — Sebanyak sekitar 94 mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan dan fasilitas laboratorium di Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian, Desa Jagan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak mengenal lebih dekat berbagai fasilitas yang mendukung proses pembelajaran dan praktik di bidang pertanian.
Mahasiswa baru diperkenalkan dengan sejumlah fasilitas, antara lain kandang ternak ayam, Laboratorium Agroklimatologi, serta fasilitas rekayasa pangan. Pengenalan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai berbagai aktivitas praktikum dan pengembangan ilmu yang dapat dilakukan selama menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian.
Selain pengenalan fasilitas, kegiatan juga diisi dengan penanaman tanaman secara simbolis. Penanaman dilakukan oleh dekan, ketua program studi, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP), dan dosen sebagai bagian dari pengenalan praktik pertanian sekaligus membangun kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan.
Dr. Novian Wely Asmoro, S.TP., M.Sc menyampaikan harapan agar mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan kampus dan praktik lapangan, khususnya di bidang pertanian.
"Harapannya nanti untuk mahasiswa baru selain kenal dengan lapangan khususnya pertanian, mahasiswa juga menjadi lebih bersemangat untuk mengembangkan pertanian, bersemangat untuk bisa bersosialisasi dengan teman-teman, dan bersemangat untuk menempuh pendidikan," ujarnya.
Menurutnya, pengalaman mengenal fasilitas dan lingkungan praktik sejak awal perkuliahan diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun semangat belajar sekaligus memahami penerapan ilmu pertanian secara lebih dekat.
Kegiatan di Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian ini menjadi salah satu langkah awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik sekaligus mengenal ruang belajar dan praktik yang akan mendukung perjalanan pendidikan mereka di Fakultas Pertanian.(Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Siswa SMPN 8 Kota Surakarta tampilkan pertunjukan drama tari berjudul “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca”. |
Siswa SMPN 8 Kota Surakarta Tampilkan Drama Tari “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca” di KREASSO 2026
SURAKARTA — majalahlarise.com — Siswa SMP Negeri 8 Kota Surakarta turut memeriahkan Kreativitas Anak Sekolah Solo (KREASSO) 2026 melalui pertunjukan drama tari berjudul “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca”. Pertunjukan tersebut memadukan seni drama dan tari dengan kisah pewayangan untuk mengenalkan nilai kepahlawanan dan budaya kepada generasi muda.
Pertunjukan berlangsung di Terminal Tirtonadi Convention Hall, Surakarta, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang diikuti siswa SMPN 8 Surakarta.
Drama tari “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca” mengangkat kisah pewayangan yang diawali dengan serangan Prabu Kala Pracana terhadap Kahyangan Suralaya. Serangan tersebut membuat para dewa kewalahan menghadapi kekuatan sang raja.
Dalam situasi tersebut, Batara Guru mengutus Batara Narada untuk mencari seorang ksatria yang mampu mengalahkan Prabu Kala Pracana. Pilihan kemudian jatuh kepada Tetuka, bayi putra Bima dan Arimbi.
Untuk mendapatkan kekuatan sakti mandraguna, Tetuka dimasukkan ke dalam kawah Candradimuka. Setelah melalui proses tersebut, Tetuka muncul sebagai ksatria tangguh dan mendapatkan nama Gathotkaca.
Dalam pementasan siswa SMPN 8 Surakarta, perjalanan tersebut divisualisasikan melalui perpaduan adegan drama dan gerak tari. Gathotkaca kemudian tampil sebagai ksatria yang memiliki kekuatan untuk menghadapi Prabu Kala Pracana hingga berhasil mengalahkannya.
Kepala SMP Negeri 8 Kota Surakarta, Sarjoko, menjelaskan kegiatan KREASSO memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah. Selain menambah wawasan dan pengetahuan, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal sekaligus mengapresiasi berbagai bentuk seni dan kreativitas.
“Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Mereka dapat menyaksikan secara langsung berbagai bentuk seni dan kreativitas sehingga wawasan serta pengalaman mereka semakin bertambah,” jelasnya.
Sarjoko menjelaskan, pembelajaran di luar kelas melalui kegiatan seni seperti KREASSO juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk membangun pengalaman, kedisiplinan, serta apresiasi terhadap karya seni dan budaya.
“Melalui pengalaman langsung, siswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga melihat dan merasakan proses kreativitas dalam sebuah pertunjukan. Hal ini menjadi bagian dari pengalaman belajar yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan siswa,” lanjutnya.
Sementara itu, Guru Pembina Radhian Wrahatnolo menyampaikan keikutsertaan SMPN 8 Kota Surakarta dalam KREASSO 2026 sekaligus memperlihatkan bagaimana cerita pewayangan dapat dikemas dalam pertunjukan yang menarik bagi pelajar. "Perpaduan drama dan tari membuat kisah Gathotkaca hadir dalam bentuk pertunjukan yang komunikatif dan sarat nilai budaya," terangnya.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi siswa untuk mengenal lebih dekat seni pertunjukan sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Siswa kelas 1 SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti kegiatan Fun Games, Tour and Cooking Class di Singkong Keju Argotelo, Salatiga. |
Siswa Kelas 1 SD Muhammadiyah PK Banyudono Belajar Mengolah Singkong melalui Fun Games, Tour and Cooking Class
SALATIGA — majalahlarise.com — Sebanyak 113 siswa kelas 1 SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti kegiatan Fun Games, Tour and Cooking Class di Singkong Keju Argotelo, Salatiga. Rabu, 23 September 2026. Kegiatan tersebut didampingi sembilan guru pendamping.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Pembelajaran di Luar Kelas (PPL) tersebut dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Para siswa diajak mengenal secara langsung proses pengolahan singkong sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui usaha rumahan.
Tidak sekadar melihat proses produksi, siswa juga mendapat kesempatan mempraktikkan langsung cara mengolah singkong. Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui aktivitas nyata sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas.
Melalui kegiatan tour dan cooking class, siswa dapat memahami bahwa bahan pangan sederhana seperti singkong dapat diolah menjadi berbagai produk yang menarik dan memiliki nilai ekonomi. Pembelajaran tersebut diharapkan semakin dekat dengan dunia anak sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.
Selain kegiatan tour dan cooking class, siswa mengikuti fun games yang dirancang untuk membangun kerja sama dan kebersamaan. Permainan tersebut sekaligus melatih kedisiplinan dan kemandirian siswa serta memperkuat ukhuwah Islamiyah antar siswa.
Sembilan guru yang mendampingi kegiatan tersebut yakni Ust. Eka, Ust. Lian, Ust. Ikhah, Ust. Kharis, Ust. Rahma, Ust. Iis, Ust. Vinda, Ust. Lulux, dan Ust. Adit.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, mengatakan pembelajaran bagi siswa kelas 1 perlu dikemas melalui pengalaman yang dekat dengan dunia anak.
“Anak-anak tidak hanya belajar melalui buku dan ruang kelas. Mereka juga perlu melihat, mencoba, dan mengalami secara langsung. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan,” ujarnya.
Menurut Pujiono, pembelajaran di luar kelas juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, dan ukhuwah melalui pengalaman nyata.
“Harapannya, anak-anak pulang tidak hanya membawa oleh-oleh, tetapi juga membawa pengalaman, keterampilan, dan nilai-nilai kebaikan yang mereka dapatkan selama kegiatan,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...











