Penyerahan potongan tumpeng oleh Kepala sekolah, Retno Winarni, S.S., M.Pd., kepada Ketua Komite Sugiyo sebagai simbol rasa syukur peringatan HUT ke-33 SMA Negeri 1 Manyaran.

    SMA Negeri 1 Manyaran Genap 33 Tahun, Mantapkan Semangat Kridha Paramarta

    Wonogiri – majalahlarise.com – SMA Negeri 1 Manyaran memperingati hari ulang tahun ke-33 pada Senin (5/10/2026). Mengusung tema “Kridha Paramarta”, momentum tersebut menjadi ajang refleksi perjalanan sekolah sekaligus memperkuat komitmen untuk terus berkarya, berprestasi, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta bangsa.

    Kepala SMA Negeri 1 Manyaran, Retno Winarni, S.S., M.Pd., menyampaikan usia 33 tahun merupakan perjalanan panjang yang diwarnai kerja keras, pengabdian, perjuangan, keberhasilan, tantangan, pengorbanan, dan berbagai pengalaman. Menurutnya, pada usia tersebut sekolah telah memasuki fase matang dengan sejarah, budaya, pengalaman, prestasi, serta nama baik yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

    “Tema Kridha Paramarta kami maknai sebagai semangat untuk terus berkarya, bekerja nyata, memberikan yang terbaik, serta menghadirkan manfaat bagi sekolah, peserta didik, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.

    Selama sekitar 11 bulan menjalankan amanah sebagai kepala sekolah, Retno melihat potensi besar yang dimiliki SMA Negeri 1 Manyaran. Potensi tersebut mencakup dedikasi guru dan tenaga kependidikan, talenta peserta didik, serta dukungan orang tua, komite, alumni, dan masyarakat.

    Penampilan potensi siswa dalam seni tari.


    Berbagai upaya pengembangan terus dilakukan untuk mewujudkan sekolah yang mantap, berintegritas, ramah anak, dan inklusif. Penguatan dilakukan melalui bidang akademik, keterampilan, kewirausahaan, hingga pendidikan karakter.

    Salah satunya melalui pengaktifan kembali koperasi sekolah. Koperasi tidak hanya diarahkan sebagai tempat transaksi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik untuk menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, gotong royong, kewirausahaan, dan kemandirian.

    “Pendidikan karakter kami perkuat agar peserta didik tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli, mampu bekerja sama, dan berintegritas,” jelasnya.

    Retno mengibaratkan SMA Negeri 1 Manyaran sebagai sebuah pohon yang telah tumbuh besar. Akar menjadi simbol sejarah dan nilai-nilai yang ditanamkan para pendahulu. Batang menggambarkan guru, tenaga kependidikan, dan seluruh keluarga besar sekolah. Cabang merupakan berbagai program dan inovasi, daun menjadi proses pembelajaran, sedangkan buah adalah peserta didik dan alumni.

    “Karena itu, sekolah tidak cukup hanya bertambah usia. Sekolah harus terus menghasilkan prestasi, karakter, inovasi, dan kontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.

    Penampilan pemenang lomba menyanyi mars SMA Negeri 1 Manyaran.


    Ia berharap peringatan usia 33 tahun tersebut menjadi titik tolak untuk melangkah lebih baik, bukan menjadi titik akhir. Retno juga menyampaikan apresiasi kepada para pendahulu, mantan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite, orang tua, alumni, panitia, peserta didik, sponsor, serta seluruh pihak yang selama 33 tahun telah memberikan kontribusi bagi kemajuan SMA Negeri 1 Manyaran.

    “Semangat Kridha Paramarta mengajak seluruh keluarga besar sekolah hadir dalam karya, bergerak melalui kolaborasi, berprestasi dengan integritas, dan mengabdi untuk negeri demi mewujudkan SMA Negeri 1 Manyaran yang semakin unggul dan bermartabat,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia, Christus Parus Wahyu Cahyo Pinilih, menyampaikan rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 24 September 2026. Kegiatan diawali dengan bola voli antarsekolah se-Wonogiri, senam bersama, serta aksi kebersihan dan peduli lingkungan.

    Rangkaian berlanjut dengan jalan sehat, sharing alumni, cek kesehatan gratis dari Puskesmas, servis gratis Honda, lomba Mas dan Mbak, ekshibisi futsal putri, serta lomba konten kreator.

    Kegiatan juga diisi debat Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos), lomba paduan suara, Jumat Religi, serta wawasan kebangsaan yang bekerja sama dengan TNI dan Polri. Kolaborasi tersebut direncanakan berlanjut setiap bulan sebagai sarana memberikan wawasan tentang kebangsaan, nasionalisme, dan kedisiplinan kepada siswa.

    “Keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan hasil kerja keras dan kreativitas para siswa. Guru memberikan arahan dan pendampingan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik,” kata Christus.

    Puncak peringatan dilaksanakan pada 5 Oktober dengan lomba tumpeng dan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh siswa, guru, panitia, serta sponsor yang telah mendukung seluruh rangkaian acara.

    Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi SMA Negeri 1 Manyaran untuk terus maju sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia kerja.

    Di sisi lain, Ketua Komite SMA Negeri 1 Manyaran, Sugiyo, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dengan lancar. Menurutnya, kegiatan dapat terlaksana berkat kerja keras panitia, dukungan berbagai pihak, serta niat yang ikhlas.

    Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berjuang menyukseskan acara. Menurut Sugiyo, angka 33 memiliki makna tersendiri yang dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah.

    “Angka 33 ini bisa menjadi inspirasi. Dalam ibadah, tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing dibaca 33 kali. Karena itu, kami berharap peringatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga membawa nilai kerohanian dan keberkahan bagi seluruh warga SMA Negeri 1 Manyaran serta para tamu yang hadir,” jelasnya.

    Terkait berbagai perlombaan, Sugiyo menjelaskan SMA Negeri 1 Manyaran sebagai tuan rumah berupaya memberikan kesempatan kepada para tamu untuk berprestasi. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan upaya menjaga hubungan baik agar peserta dari luar sekolah dapat kembali berpartisipasi pada kegiatan berikutnya.

    “Kami berharap seluruh rangkaian acara ini dapat memberikan kebahagiaan, inspirasi, serta mempererat kebersamaan antara sekolah dan masyarakat,” pungkasnya.(Sofyan)


    Baca juga:  UNISRI Perkuat Jejaring Akademik di Lubuklinggau, Jalin Kerja Sama dengan UNPARI dan UNMURA



    Ziarah Agung Mbah Kyai Nur Suhud, Rawat Jejak Dakwah Ulama Keraton Kartosura di Nguter

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Warga Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukoharjo berduyun-duyun mendatangi kompleks Makam Kedungkembang, Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Minggu (4/10/2026). Kehadiran mereka untuk mengikuti Ziarah Agung Makam Mbah Kyai Nur Suhud yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

    Penyelenggaraan Ziarah Agung tersebut mendapat dukungan penuh dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Nguter bersama jajaran ranting dan badan otonom NU se-Kecamatan Nguter.

    Ziarah Agung tidak hanya menjadi momentum doa dan penghormatan kepada ulama terdahulu, tetapi juga menjadi sarana mengenang jejak perjuangan dakwah Mbah Kyai Nur Suhud yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perkembangan Islam di wilayah Nguter dan sekitarnya.

    Rais Syuriah PCNU Sukoharjo, KH. Dr. Abdullah Faishol, M.Hum., dalam penyampaian sejarah Mbah Kyai Nur Suhud menjelaskan, ulama tersebut merupakan salah seorang ulama Keraton Kartosura yang datang ke wilayah Nguter pada abad ke-17 setelah peristiwa Geger Pecinan.

    Menurutnya, Mbah Kyai Nur Suhud datang ke wilayah tersebut untuk berlindung sekaligus tetap menjalankan dakwah Islam kepada masyarakat di sekitarnya.

    “Beliau datang ke wilayah ini dalam rangka berlindung diri dan tetap mendakwahkan Islam kepada warga masyarakat di sekitarnya,” jelas KH. Dr. Abdullah Faishol.

    Jejak perjuangan dakwah Mbah Kyai Nur Suhud hingga kini masih dikenang masyarakat. Beberapa peninggalan yang dikaitkan dengan perjuangan beliau antara lain Masjid Nur Suhud, sumur Mbah Kyai Nur Suhud, serta manuskrip Al-Qur'an tulisan tangan.

    Masjid Nur Suhud oleh masyarakat Kedungwinong dikenal dengan sebutan Masjid Tiban karena tidak diketahui secara pasti tahun berdirinya. Keberadaan masjid tersebut menjadi salah satu bagian dari jejak sejarah dakwah Islam yang berkembang di wilayah Kedungwinong.

    Sementara itu, manuskrip Al-Qur'an tulisan tangan juga menjadi salah satu peninggalan yang masih mendapat perhatian masyarakat. Pengasuh Madrasah Diniyah Nur Suhud, Ustadz Alfan Muzakki, menyampaikan adanya kesaksian masyarakat mengenai manuskrip tersebut yang pada waktu tertentu disebut memancarkan aroma wangi.

    “Manuskrip Al-Qur'an tulisan tangan ini menjadi salah satu peninggalan yang terus dijaga dan dihormati oleh masyarakat,” ungkapnya.

    Tradisi mengenang perjuangan Mbah Kyai Nur Suhud juga telah berlangsung dari tahun ke tahun melalui kegiatan haul yang diselenggarakan masyarakat Desa Kedungwinong.

    Ketua Tanfidziyah MWC NU Nguter, Ustadz Muhammad Andika, dalam sambutannya sekaligus mewakili panitia penyelenggara menyampaikan, masyarakat Kedungwinong setiap tahun memperingati haul Mbah Kyai Nur Suhud sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan beliau dalam dakwah Islam.

    Ketua Tanfidziyah PCNU Sukoharjo, H. Khomsun NA, S.Ag., M.M., menjelaskan peringatan HSN yang diselenggarakan setiap tahun di Sukoharjo menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran warga Nahdliyin terhadap jati diri sebagai santri.

    Menurutnya, nilai kesantrian perlu terus dirawat oleh warga NU melalui pengenalan, pengamalan, dan pelestarian ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang diwariskan melalui para kyai.

    “Peringatan Hari Santri Nasional ini menjadi upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan jati diri sebagai santri bagi seluruh warga Nahdliyin yang mengenal dan mengamalkan Islam ala Ahlussunnah Wal Jamaah melalui para kyai,” jelas H. Khomsun.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk mengikuti rangkaian kegiatan HSN 2026 berikutnya, yakni Haul Masyayikh NU Sukoharjo yang akan dilaksanakan di Lapangan Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Sabtu (10/10/2026), pukul 19.30 WIB hingga selesai.

    Kegiatan tersebut dijadwalkan menghadirkan KH. Muhammad Yusuf Chudlori, Pengasuh Pesantren API Tegalrejo, Magelang.

    Ziarah Agung Makam Mbah Kyai Nur Suhud turut dihadiri Plt. Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, S.E., beserta jajaran. Sejumlah tamu undangan dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nguter juga hadir dalam kegiatan tersebut.

    Seluruh rangkaian Ziarah Agung kemudian ditutup dengan dzikir dan tahlil yang dipimpin langsung oleh Rais Syuriah PCNU Sukoharjo, KH. Dr. Abdullah Faishol, M.Hum.

    Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga NU untuk mendoakan para ulama dan pendahulu sekaligus merawat ingatan sejarah perjuangan dakwah Islam di wilayah Sukoharjo. (Zain/ Sofyan)


    Baca juga: Kolaborasi Sekolah dan Wali Murid Siap Wujudkan Pembelajaran Digital



    UNISRI Perkuat Jejaring Akademik di Lubuklinggau, Jalin Kerja Sama dengan UNPARI dan UNMURA

    LUBUKLINGGAU – majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus memperluas jejaring kerja sama akademik lintas pulau. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja sama ke dua perguruan tinggi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yakni Universitas PGRI Silampari (UNPARI) dan Universitas Musi Rawas (UNMURA), 1 Oktober 2026.

    Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen UNISRI untuk mengembangkan kerja sama perguruan tinggi yang tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dilanjutkan dengan implementasi berbagai program akademik yang memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa.

    Kunjungan ke UNPARI merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya UNPARI melakukan sharing session bersama mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNISRI.


    Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor UNISRI Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd. dan Rektor UNPARI Dr. Rudi Erwandi, M.Pd.

    Rektor UNPARI Dr. Rudi Erwandi menyambut baik kunjungan UNISRI sekaligus menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang mulai diwujudkan melalui kegiatan akademik.

    "Kerja sama ini sudah mulai kita implementasikan melalui kegiatan akademik. Ke depan tentu masih banyak kegiatan yang dapat dikembangkan bersama, baik yang berkaitan dengan dosen, mahasiswa, maupun bidang akademik lainnya," ujar Dr. Rudi.

    Rektor UNISRI Prof. Sutoyo menjelaskan pentingnya menjaga keberlanjutan komunikasi dan program kerja sama yang telah dibangun kedua perguruan tinggi.

    "Hubungan yang sudah terjalin perlu terus dikembangkan. Kunjungan balasan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan komunikasi dan kerja sama yang telah dimulai sebelumnya," kata Prof. Sutoyo.

    Kegiatan di UNPARI turut dihadiri jajaran pimpinan perguruan tinggi, antara lain Wakil Rektor Bidang Akademik, Administrasi, dan Kerja Sama serta para dekan.


    Usai melakukan kunjungan ke UNPARI, rombongan UNISRI melanjutkan agenda ke Universitas Musi Rawas (UNMURA). Di perguruan tinggi tersebut, kerja sama diperkuat melalui penandatanganan MoU tingkat universitas, Memorandum of Agreement (MoA) tingkat fakultas antara FISIP UNISRI dan FISIP UNMURA, serta Implementation Agreement (IA).

    IA ditandatangani Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Negara UNISRI Riska Wirawan, S.Sos., M.Si. dan Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Publik UNMURA Drs. Mardi Murahman, M.Si.

    Kerja sama tersebut langsung diimplementasikan melalui kegiatan guest lecture yang menghadirkan dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara UNISRI untuk memberikan materi kepada mahasiswa UNMURA.

    Wakil Rektor I UNMURA, Dr. Etty Safriyani, SP., M.Si., berharap kerja sama yang telah dibangun dapat mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus berkembang melalui berbagai program kolaboratif lainnya.

    "Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lainnya. Ke depan kami ingin melakukan kunjungan balasan ke UNISRI bersama mahasiswa," ujarnya.

    Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Rektor UNISRI. Prof. Sutoyo menjelaskan kunjungan mahasiswa dapat menjadi sarana untuk memperluas pengalaman sekaligus wawasan akademik.

    "Kami tentu menyambut baik kunjungan balasan bersama mahasiswa. Selain mempererat kerja sama, ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dan wawasan baru," pungkas Prof. Sutoyo.

    Rangkaian kunjungan ke Lubuklinggau dipimpin Rektor UNISRI Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd., didampingi Dekan FISIP Dr. Dra. Herning Suryo Sardjono, M.Si., Sekretaris Program Studi MAP Dr. Purbayakti Purbo, Sekretaris Program Studi AN Riska Wirawan, S.Sos., M.Si., serta Kepala UPT Kerja Sama Andri Astuti Itasari, S.Sos., M.I.Kom.

    Melalui kerja sama dengan UNPARI dan UNMURA, UNISRI berupaya memperluas kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi antara perguruan tinggi di Jawa dan Sumatera. Kolaborasi tersebut mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, seminar, guest lecture, hingga rekognisi dosen antarperguruan tinggi.

    Kerja sama lintas pulau ini diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring kelembagaan, tetapi juga membuka semakin banyak ruang bagi sivitas akademika UNISRI, UNPARI, dan UNMURA untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta mengembangkan inovasi akademik secara berkelanjutan. (Sofyan)


    Baca juga: Wawali Astrid Widayani Buka Pameran Seni Rupa Alumni ISI Surakarta Sinergi 4 “Tenun Imagi”

     


    Kolaborasi Sekolah dan Wali Murid Siap Wujudkan Pembelajaran Digital

     BOYOLALI – majalahlarise.com - Sebanyak 583 wali murid SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti pengambilan hasil Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) 1 sekaligus Rapat Pleno Wali Murid yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Bendan, Banyudono, Sabtu (3/10/2026).

    Rapat pleno mengangkat tema “Bersama Sekolah dan Orang Tua, Mewujudkan Fasilitas Pembelajaran Digital untuk Membentuk Generasi yang Cakap Teknologi dan Berakhlaq Mulia.” Tema tersebut menjadi gambaran komitmen sekolah bersama orang tua dalam menghadirkan pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus tetap menguatkan akhlak dan karakter peserta didik.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi sekolah dan orang tua dalam membangun lingkungan pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.

    “Anak-anak kita akan hidup di zaman yang semakin digital. Karena itu, sekolah harus menyiapkan fasilitas dan pembelajaran yang membuat mereka cakap teknologi, tetapi tetap memiliki adab dan akhlak yang mulia,” pesannya.

    Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PCM Banyudono menyampaikan apresiasi terhadap berbagai prestasi yang telah diraih SD Muhammadiyah PK Banyudono, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

    “Catatan tahun 2026 saja, SD Muhammadiyah PK Banyudono telah meraih 33 piala tingkat kecamatan, 20 piala tingkat kabupaten, dan dua piala tingkat nasional. Yang barusan MAPSI tingkat kecamatan juga menjadi juara umum dengan meraih 18 piala, terdiri atas sembilan juara 1, lima juara 2, dan empat juara 3,” ungkapnya.

    Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari pengelolaan sekolah yang kompak serta dukungan berbagai pihak. Ia juga menyampaikan apresiasi atas predikat yang diterima SD Muhammadiyah PK Banyudono sebagai Sekolah Unggul Madya dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

    “Ini karena pengelolaan yang kompak. Alhamdulillah, SD Muhammadiyah PK Banyudono juga dinobatkan sebagai Sekolah Unggul Madya oleh Pimpinan Pusat. Peningkatan mutu pendidikan membutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh unsur, termasuk sekolah, orang tua, dan persyarikatan. Mari kita sama-sama kuatkan demi cita-cita anak-anak kita,” ajaknya.

    Penguatan juga disampaikan Ketua Komite SD Muhammadiyah PK Banyudono, Danto Krissuwarno. Ia mengajak para wali murid melihat kebutuhan fasilitas pendidikan sebagai investasi bersama bagi masa depan anak-anak.

    “Menurut survei kami, SD Muhammadiyah PK Banyudono meski murah, prestasinya luar biasa. Kami mengapresiasi bapak dan ibu guru. Jujur, kami belum bisa memberikan penghargaan seperti yang diinginkan. Semoga ke depan kita sama-sama bisa mewujudkannya,” tuturnya.

    Dalam rapat tersebut, sekolah bersama wali murid memiliki kesamaan tekad untuk mewujudkan Laboratorium Komputer SD Muhammadiyah PK Banyudono. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang dapat dimanfaatkan seluruh peserta didik untuk meningkatkan keterampilan teknologi, literasi digital, kreativitas, sekaligus kesiapan menghadapi perkembangan zaman.

    Pembangunan laboratorium komputer tidak hanya dipandang sebagai upaya menghadirkan ruang dan perangkat komputer. Lebih dari itu, fasilitas tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

    Sekolah akan menyiapkan program dan pengelolaan pembelajaran, sedangkan orang tua memberikan dukungan sesuai kemampuan dan kesepakatan bersama. Pola kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan fasilitas pembelajaran digital yang berkelanjutan.

    Rapat pleno juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah. Peran orang tua dan dukungan persyarikatan menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh.

    Dengan semangat kebersamaan, SD Muhammadiyah PK Banyudono terus berikhtiar menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlak. Teknologi boleh maju, adab tetap nomor satu. (Sofyan)


    Baca juga: Wawali Astrid Widayani Buka Pameran Seni Rupa Alumni ISI Surakarta Sinergi 4 “Tenun Imagi”

     


    SVC Sukoroyom Kulon Tuntaskan Misi di Kades Cup V, Berakhir dengan Pesta Juara

    WONOGIRI – majalahlarise.com - Perjuangan panjang SVC Sukoroyom Kulon akhirnya berbuah manis. Tampil dalam Turnamen Bola Voli Kades Cup V di Lapangan Bola Voli Sawit, Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Sabtu (3/10/2026), SVC (Sukoroyom Voli Ball) berhasil merebut gelar juara pertama setelah melewati sejumlah pertandingan sengit hingga partai final.

    Gelar tersebut terasa semakin istimewa karena SVC berhak membawa pulang piala tetap sekaligus piala bergilir Kades Cup V.

    Sejak pertandingan dimulai, Lapangan Sawit dipadati masyarakat dan pecinta bola voli. Antusiasme penonton semakin tinggi ketika turnamen memasuki pertandingan-pertandingan penentuan. Ribuan pasang mata menyaksikan perjuangan tim-tim yang tampil untuk memperebutkan gelar juara.

    Salah satu pertandingan yang menyita perhatian terjadi ketika SVC Sukoroyom Kulon menghadapi Ingak Inguk dalam perebutan tiket menuju partai final.

    Ingak Inguk bukan lawan sembarangan. Tim tersebut tercatat telah empat kali meraih juara pertama, sehingga menjadi ujian berat bagi SVC untuk melangkah ke partai puncak.


    Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim saling memberikan tekanan dan berusaha mempertahankan momentum. Setiap poin diperjuangkan dengan konsentrasi tinggi.

    Dalam tekanan pertandingan tersebut, SVC mampu menunjukkan permainan solid. Kekompakan, komunikasi antarpemain dan kegigihan menjadi kekuatan yang terus dijaga hingga akhirnya SVC berhasil mengatasi perlawanan Ingak Inguk dan memastikan tiket menuju final.

    Tantangan berat kembali menanti SVC di partai final. Kali ini mereka harus menghadapi Putra Sawit Lor, tim tuan rumah yang mendapat dukungan penuh dari penonton di Lapangan Sawit.

    Atmosfer pertandingan semakin panas. Suara dukungan suporter menggema dari sisi lapangan. Setiap serangan, blok dan perolehan angka langsung disambut sorakan penonton.

    Namun, SVC tidak membiarkan tekanan tersebut mengganggu konsentrasi. Para pemain tetap menjaga kekompakan dan berjuang hingga pertandingan berakhir.

    Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. SVC Sukoroyom Kulon berhasil keluar sebagai juara pertama Kades Cup V Sawit Pucanganom 2026.

    Kemenangan sontak disambut kegembiraan para pemain dan SVC Mania. Selebrasi kemenangan menjadi pemandangan yang mewarnai akhir pertandingan. Piala tetap dan piala bergilir pun menjadi simbol keberhasilan SVC dalam menuntaskan misi di turnamen tersebut.

    Kebahagiaan atas keberhasilan tersebut dirasakan seluruh skuad SVC Sukoroyom Kulon. Afif, salah satu pentolan pemain SVC, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pemain dan masyarakat yang memberikan dukungan.

    “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil ini. Semua pemain sudah berjuang dan bermain dengan penuh kekompakan. Juara ini kami persembahkan untuk masyarakat Sukoroyom Kulon dan seluruh SVC Mania yang selama ini selalu memberikan dukungan,” kata Afif.

    Menurutnya, dukungan suporter menjadi suntikan semangat bagi para pemain, terutama ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.

    Semangat dari tribun penonton membuat pemain semakin termotivasi untuk memberikan permainan terbaik hingga pertandingan terakhir.

    Sementara itu, Farid Ismu, ofisial SVC Sukoroyom Kulon, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, ofisial dan masyarakat Sukoroyom Kulon yang telah memberikan dukungan sepanjang perjalanan tim di Kades Cup V.

    Ia menyampaikan terima kasih kepada para pemain yang telah menunjukkan semangat juang dan kekompakan selama turnamen.

    “Terima kasih kepada semua pemain, ofisial dan terutama masyarakat Sukoroyom Kulon serta SVC Mania. Dukungan mereka luar biasa. Kemenangan ini merupakan hasil perjuangan bersama,” ujar Farid.

    Menurutnya, keberhasilan meraih juara bukan hanya hasil kerja para pemain di dalam lapangan. Dukungan masyarakat dan suporter juga menjadi bagian penting dalam perjalanan SVC hingga mampu mengangkat trofi juara.

    Kades Cup V Sawit Pucanganom tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Turnamen tersebut juga menjadi magnet masyarakat untuk berkumpul, menikmati pertandingan bola voli sekaligus mempererat silaturahmi.

    Antusiasme penonton terlihat sejak pertandingan dimulai. Ketika turnamen memasuki babak-babak penting, jumlah penonton semakin bertambah sehingga suasana Lapangan Sawit semakin meriah.

    Bagi SVC Sukoroyom Kulon, perjalanan di Kades Cup V akhirnya ditutup dengan cerita manis. Mereka datang membawa semangat, menghadapi lawan-lawan tangguh, melewati pertandingan penuh tekanan, hingga akhirnya pulang sebagai kampiun dengan membawa piala tetap dan piala bergilir.

    Sabtu malam di Sawit menjadi malam penuh kebanggaan bagi masyarakat Sukoroyom Kulon.

    SVC juara, SVC Mania bersorak, dan trofi Kades Cup V akhirnya dibawa pulang ke Sukoroyom Kulon. (Sofyan)


    Baca juga: Wawali Astrid Widayani Buka Pameran Seni Rupa Alumni ISI Surakarta Sinergi 4 “Tenun Imagi”

     

    Wawali Astrid Widayani secara simbolis melukis sebuah Vespa sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pameran.


    Wawali Astrid Widayani Buka Pameran Seni Rupa Alumni ISI Surakarta Sinergi 4 “Tenun Imagi”

    SURAKARTA – majalahlarise.com - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka Pameran dan Bursa Seni Rupa Alumni ISI Surakarta Sinergi #4 “Tenun Imagi” di Galeri Seni Rupa, Taman Budaya Jawa Tengah, Jumat (2/10/2026) malam. Dalam pembukaan tersebut, Astrid turut secara simbolis melukis sebuah Vespa sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pameran.

    Pameran yang berlangsung pada 2–9 Oktober 2026 tersebut menjadi ruang bagi para alumni STSI/ISI Surakarta untuk kembali berkarya, bersilaturahmi sekaligus mempertemukan beragam gagasan dan ekspresi seni rupa. Masyarakat dapat mengunjungi pameran secara gratis setiap hari mulai pukul 10.00–21.00 WIB.

    Astrid menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Alumni STSI/ISI Surakarta yang terus menjaga semangat berkesenian dan berkarya. Menurutnya, seni tidak lahir dalam ruang kosong, tetapi tumbuh dari pengalaman, lingkungan, kebudayaan, perjumpaan antar manusia, serta keberanian seniman menerjemahkan apa yang dilihat, dirasakan dan dipikirkan ke dalam karya.

    “Tema Tenun Imagi memiliki makna yang menarik. Tenun merupakan proses mempertemukan banyak helai menjadi satu kesatuan. Satu benang mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika dipadukan dengan benang lainnya, dengan warna, pola, tekstur, dan keterampilan manusia, dapat menjadi sebuah karya yang memiliki makna,” kata Astrid.

    Ia menjelaskan, konsep tersebut menggambarkan bagaimana pengalaman, ingatan, tradisi, perubahan zaman, persoalan sosial, lingkungan hingga harapan masa depan dapat menjadi benang-benang gagasan bagi seorang seniman. Berbagai gagasan itu kemudian dirangkai menjadi karya yang memiliki karakter dan makna.

    Karena itu, Astrid menyebut Pameran Sinergi #4 “Tenun Imagi” bukan sekadar ruang untuk menghadirkan dan menikmati karya seni. Pameran tersebut juga menjadi ruang dialog antara seniman dengan penikmat seni, pengalaman masa lalu dengan realitas hari ini, serta tradisi dengan berbagai kemungkinan baru di masa depan.

    “Surakarta memiliki perjalanan panjang sebagai kota budaya. Dalam kehidupan kota, seni bukan hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi bagian dari identitas sekaligus dinamika masyarakat,” ujarnya.

    Astrid menambahkan, keberlangsungan ekosistem kebudayaan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, seniman, akademisi, komunitas, dunia usaha dan masyarakat. Pameran menjadi salah satu ruang penting untuk memberikan kesempatan kepada seniman berekspresi sekaligus membuka akses masyarakat untuk menikmati, memahami dan mengapresiasi karya seni.

    Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ruang silaturahmi alumni, tetapi berkembang menjadi ruang regenerasi, apresiasi, eksperimentasi dan pertemuan berbagai gagasan yang memperkaya kehidupan seni dan budaya di Surakarta serta Jawa Tengah.

    “Dunia terus berubah, teknologi berkembang, cara manusia berkomunikasi berubah, dan cara masyarakat melihat lingkungan serta kebudayaan juga terus berkembang. Namun, seni tetap memiliki kekuatan yang tidak tergantikan, yaitu kemampuan manusia untuk memberikan makna terhadap apa yang terjadi di sekitarnya,” katanya.

    Pameran dan Bursa Seni Rupa Alumni ISI Surakarta Sinergi #4 “Tenun Imagi” menghadirkan puluhan seniman alumni STSI/ISI Surakarta dengan beragam karya seni rupa. Pembukaan pameran juga dimeriahkan penampilan Solo Guitar oleh Yoga Major Guitar serta Tari Kreasi Tradisi Dayak Kenyah Kutai Timur oleh Punati Mahinukia Alyaista.

    Selain menghadirkan karya seni rupa, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan para alumni dan pelaku seni untuk memperkuat jejaring sekaligus memperkenalkan karya seni kepada masyarakat.

    Puluhan seniman turut berpartisipasi dalam pameran tersebut, di antaranya Agus Ari Nugroho, Agus Prayono, Agus Wahyudi, Agus Ardianto, Agus Satria, Agus Tri Purwanto, Agus Widiatmoko, Ana Nurhayati, Arif Rachman, Arianto Suryono, C. Wahyu Wicaksono, Cipyo Wibowo, Darto Setyow, Desi Anggraeni, Dian Setiawan, Eko Prasetyo, Elyia Susanti, Ferry Wibowo, Herianto, Hermininggih, Irawan Kurniawan, Joko Santoso, Lilik Bambang, Lufli B. Santoso, M. Dani Nursyam, Mulyana, Nanik Rahayu, Nia Kurniawati, Oktaviana R. Dwi Kristianto, P. M. Wulandari, Sari Yanti, Siti Aminah, Taufik Hidayat, Totok Sugiarto, Tri Wibowo, Wahyu Setyawan, Widi Astuti, Yudi Hermawan, Yudi Wuryanto, Zainal Arifin, Zahra Fadilah, Agus Prasetyo dan Rian Maulana.

    Melalui Sinergi #4 “Tenun Imagi”, karya seni tidak hanya hadir sebagai objek untuk dinikmati, tetapi juga sebagai medium untuk mempertemukan pengalaman, gagasan, tradisi dan perkembangan zaman. Kehadiran pameran tersebut sekaligus memperlihatkan keberlanjutan proses kreatif para alumni STSI/ISI Surakarta dalam menjaga kehidupan seni rupa di tengah perubahan zaman.

    Pameran terbuka untuk masyarakat secara gratis hingga 9 Oktober 2026 di Galeri Seni Rupa, Taman Budaya Jawa Tengah, setiap hari pukul 10.00–21.00 WIB. (Sofyan)


    Baca juga: 7 Tahun Menanti, Anak Tunarungu di Sukoharjo Kini Bisa Mendengar Berkat Bantuan Alat Dengar Kemensos



    7 Tahun Menanti, Anak Tunarungu di Sukoharjo Kini Bisa Mendengar Berkat Bantuan Alat Dengar Kemensos

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Penantian selama tujuh tahun akhirnya menghadirkan harapan baru bagi Firdaus Aziz, anak penyandang tunarungu asal Sukoharjo. Sejak kecil, Firdaus mengalami gangguan pendengaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kemampuan pendengarannya hanya sekitar 15 persen.

    Harapan keluarga untuk membantu Firdaus mendengar dan berkomunikasi lebih baik kini mulai terwujud. Firdaus mendapatkan alat bantu dengar secara gratis melalui bantuan sosial Kementerian Sosial (Kemensos).

    Bantuan tersebut disalurkan melalui kerja sama Kemensos dengan DPD LDII Sukoharjo serta Anggota DPR RI Singgih Januratmoko. Firdaus menjadi salah satu dari 25 penerima manfaat bantuan sosial berupa alat bantu dengar, kursi roda, dan sejumlah alat bantu lainnya.


    Orang tua Firdaus, Dwi, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterima anaknya. Selama tujuh tahun, keluarga menantikan adanya bantuan yang dapat membantu Firdaus mendengar dan berkomunikasi lebih baik.

    Menurut Dwi, gangguan pendengaran yang dialami Firdaus sejak kecil turut memengaruhi kemampuan berbicaranya. Kondisi tersebut membuat keluarga terus berupaya mencari solusi agar Firdaus dapat memperoleh dukungan yang dibutuhkan.

    “Dengan bantuan alat dengar ini, kami berharap anak kami bisa mendengar dan nantinya dapat berbicara. Kami sudah tujuh tahun menunggu. Ini menjadi harapan baru untuk meniti masa depan anak kami,” ujar Dwi.

    Dwi berharap alat bantu dengar tersebut dapat memberikan perubahan dalam kehidupan Firdaus, terutama dalam proses belajar, berkomunikasi dengan keluarga, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Singgih Januratmoko, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan alat bantu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

    Menurut Singgih, terdapat 25 penerima manfaat yang mendapatkan bantuan. Bantuan terdiri atas beberapa jenis alat bantu, di antaranya kursi roda dan alat bantu dengar, dengan total nilai sekitar Rp83 juta.

    “Kita membantu saudara-saudara yang memang membutuhkan, ada kursi roda, alat bantu dengar dan alat bantu lainnya. Hari ini ada 25 penerima manfaat yang kita bantu melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” kata Singgih.

    Singgih menjelaskan penyaluran bantuan serupa diharapkan dapat terus dilakukan dengan menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah. Ia juga mengajak masyarakat turut menyampaikan informasi apabila mengetahui penyandang disabilitas yang membutuhkan alat bantu.

    “Kalau ada saudara atau tetangga yang membutuhkan, nanti bisa disampaikan kepada teman-teman LDII untuk didata. Mudah-mudahan bisa kita bantu,” ujarnya.

    Bagi keluarga Firdaus, alat bantu dengar tersebut bukan sekadar perangkat pendukung aktivitas sehari-hari. Bantuan itu menjadi pintu menuju harapan baru setelah selama bertahun-tahun Firdaus hidup dengan keterbatasan pendengaran.

    Kini, Firdaus memiliki kesempatan untuk mendengar suara di sekitarnya dan belajar berkomunikasi dengan lebih baik. Keluarga berharap kemampuan mendengarnya dapat terus berkembang sehingga ke depan Firdaus mampu berbicara, belajar, berinteraksi, dan menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri.

    Bantuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dukungan yang tepat dapat membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.(Din/ Sofyan)


    Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Apresiasi Siswa Berprestasi, Orang Tua Diajak Saksikan Penyerahan Penghargaan

⬆
Top