GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Aktris Acha Septriasa hadir sebagai bintang tamu utama dalam kegiatan WomenTalk Mental Health Issue. |
Acha Septriasa Hadir di Politeknik Indonusa Surakarta, Bahas Isu Mental Health Melalui Film Suamiku Lukaku
SOLO - majalahlarise.com - Aktris Acha Septriasa hadir sebagai bintang tamu utama dalam kegiatan WomenTalk Mental Health Issue bersama film Suamiku Lukaku yang digelar di Ballroom Sabha Kencana Politeknik Indonusa Surakarta, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dan civitas akademika yang antusias mengikuti diskusi mengenai kesehatan mental, relasi keluarga, serta pesan sosial yang diangkat dalam film tersebut.
Acara berlangsung hangat dan interaktif dengan menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Acha Septriasa selaku pemeran utama film Suamiku Lukaku, Nasri Ika Yulianti, M.Psi., Psikolog sebagai praktisi kesehatan mental, serta Ssharad Sharaan selaku sutradara film. Ketiganya membahas berbagai persoalan mental health yang kerap terjadi di lingkungan keluarga maupun kehidupan sehari-hari generasi muda.
Dalam sesi diskusi, Acha Septriasa menyampaikan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dan memahami kondisi psikologis setiap individu. Menurutnya, kesehatan mental perlu menjadi perhatian bersama agar tercipta hubungan yang harmonis di lingkungan keluarga maupun sosial.
“Melalui karakter yang saya perankan di film Suamiku Lukaku, saya berharap masyarakat semakin sadar pentingnya empati, dukungan emosional, dan memahami kondisi psikologis pasangan maupun orang-orang di sekitar kita,” ujarnya.
Sementara itu, Nasri Ika Yulianti, M.Psi., Psikolog memaparkan isu kesehatan mental saat ini memerlukan perhatian serius, khususnya di kalangan generasi muda. Ia menilai edukasi melalui media kreatif seperti film dapat menjadi sarana efektif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental.
“Film dapat menjadi media refleksi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari sana masyarakat bisa belajar memahami emosi, relasi keluarga, hingga pentingnya menciptakan lingkungan yang suportif,” jelasnya.
Ssharad Sharaan selaku sutradara film juga menyampaikan film Suamiku Lukaku hadir tidak hanya sebagai hiburan, tetapi membawa pesan sosial mengenai pentingnya kepedulian terhadap kondisi mental seseorang dalam kehidupan rumah tangga maupun lingkungan sekitar.
Kegiatan WomenTalk Mental Health Issue tidak hanya menjadi ruang diskusi edukatif, tetapi juga ajang inspiratif bagi mahasiswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung aktif sepanjang acara.
Usai talkshow di Ballroom Sabha Kencana, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan nonton bareng film Suamiku Lukaku di The Park Solo yang diikuti civitas akademika Politeknik Indonusa Surakarta. Kegiatan tersebut menjadi momentum kebersamaan sekaligus refleksi bersama atas pesan moral dan isu kesehatan mental yang diangkat dalam film tersebut. (Sofyan)
Baca juga: IGABA Boyolali Gelar Festival Anak dan Guru Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109
Pendidikan
![]() |
| Penyerahan Alat Pembuatan Mie Sehat Berbahan Lokal dari Ketua Tim Pengabdian ke Ketua KWT. |
Optimalisasi Pengelolaan Makanan Tambahan Berbahan Lokal, Tim Pengabdian Masyarakat Univet Bantara Sukoharjo Dorong KWT Turunkan Angka Stunting di Manyaran
WONOGIRI - majalahlarise.com - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Optimalisasi Penguatan Pengelolaan Makanan Tambahan Berbahan Lokal melalui Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani dalam Menurunkan Incidence Rate Stunting” di Batu Sari RT 06 RW 05, Kelurahan Punduh Sari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lemah Ireng serta Karang Taruna Sinar Remaja sebagai peserta utama.
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Manyaran, khususnya di RT 06 Punduh Sari, melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan pengetahuan gizi, serta pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif makanan sehat dan bergizi.
Ketua RT 06 Batu Sari, Triyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Ia berharap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kemampuan warga mengolah bahan pangan lokal menjadi produk sehat sekaligus bernilai ekonomi.
![]() |
| Penyuluhan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Karang Taruna. |
“Kami menyambut baik kegiatan dari Univet Bantara Sukoharjo ini. Harapannya masyarakat dapat semakin kreatif memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi makanan sehat yang bermanfaat bagi keluarga dan memiliki nilai jual,” ujar Triyanto.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dewi Puspitosari, S.K.M., M.K.M., menjelaskan pemanfaatan bahan pangan lokal dapat menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya Kelompok Wanita Tani, agar mampu mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan tambahan sehat. Selain mendukung pemenuhan gizi keluarga, keterampilan ini juga dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat,” jelasnya.
Pada kegiatan inti, anggota KWT Lemah Ireng mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya makanan tambahan sehat berbahan lokal dalam mendukung pencegahan stunting. Peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan mie sehat sebagai inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.
![]() |
| Pelatihan pembuatan Mie Sehat. |
Pelatihan tersebut mendapat antusias tinggi dari peserta. Anggota KWT aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan bahan pangan sehat agar menghasilkan produk bergizi dan menarik untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan.
Sementara itu, Karang Taruna Sinar Remaja memperoleh materi tentang pemasaran digital. Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi hingga strategi penjualan produk secara daring agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan mesin pembuat mie sehat kepada KWT Lemah Ireng oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat. Bantuan alat tersebut diharapkan dapat mendukung produksi pangan sehat berbahan lokal sekaligus mendorong pengembangan usaha masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami berharap bantuan alat ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh KWT Lemah Ireng untuk meningkatkan produksi makanan sehat berbahan lokal serta mendukung perekonomian masyarakat,” tambah Dewi Puspitosari.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut menjadi salah satu upaya kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran pentingnya gizi keluarga, pemberdayaan ekonomi lokal, serta percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Wonogiri. (Sofyan)
Baca juga: IGABA Boyolali Gelar Festival Anak dan Guru Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109
Pendidikan
![]() |
| Tari Tembang Dolanan dengan tema “Menanamkan Karakter Berkemajuan dan Cinta Al-Islam Kemuhammadiyahan Sejak Dini'. |
IGABA Boyolali Gelar Festival Anak dan Guru Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109
BOYOLALI - majalahlarise.com - Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) Boyolali menggelar Festival Anak dan Guru dalam rangka memeriahkan Milad ‘Aisyiyah ke-109 di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan berlangsung meriah dan diikuti peserta dari berbagai cabang se-Kabupaten Boyolali dengan menampilkan semangat kreativitas, kebersamaan, serta pelestarian budaya Nusantara.
Ketua panitia, Nur Aisyiah Jamil, memaparkan festival ini menjadi wadah pengembangan bakat anak dan guru ‘Aisyiyah sekaligus media penguatan karakter Islami. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk menanamkan nilai budaya dan kecintaan terhadap Al-Islam Kemuhammadiyahan sejak usia dini melalui suasana yang menyenangkan dan edukatif.
“Festival ini menjadi sarana pengembangan bakat sekaligus penguatan karakter Islami dan budaya Nusantara bagi anak maupun guru ‘Aisyiyah. Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kreativitas dan rasa cinta budaya bangsa,” ujar Nur Aisyiah Jamil.
Festival menghadirkan berbagai jenis perlombaan. Pada kategori anak digelar lomba Tahfidz surat pendek dan Tari Tembang Dolanan bertema “Melestarikan Budaya Melalui Gerak dan Lagu Anak Nusantara.” Adapun kategori guru melombakan penulisan cerita bergambar seri serta Tari Tembang Dolanan dengan tema “Menanamkan Karakter Berkemajuan dan Cinta Al-Islam Kemuhammadiyahan Sejak Dini.”
![]() |
| Para pemenang saat foto bersama panitia. |
Sejak pagi hari, peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Suasana penuh semangat dan kreativitas terlihat dari penampilan peserta yang membawakan gerak tari, lagu dolanan, hingga kemampuan bercerita dengan menarik. Kebersamaan antar guru dan anak didik juga menjadi warna tersendiri dalam festival tersebut.
Pada lomba Tari Tembang Dolanan kategori guru, Juara 1 diraih peserta undi nomor 5 dari Cabang Banyudono dengan nilai 275. Juara 2 diraih Cabang Boyolali dan Juara 3 dari Wonosegoro. Sementara lomba bercerita dan membuat cerita bergambar seri menempatkan peserta undi nomor 2 dari Boyolali sebagai Juara 1, disusul Nogosari sebagai Juara 2 dan Gladagsari sebagai Juara 3.
Ketua PD ‘Aisyiyah Boyolali, Sri Hidayati, memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut sebagai bagian dari dakwah pendidikan ‘Aisyiyah. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk mempererat silaturahmi antar guru dan lembaga pendidikan ‘Aisyiyah di Boyolali.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga media melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa. Semoga silaturahmi dan sinergi antar lembaga pendidikan ‘Aisyiyah semakin kuat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono Pujiono, M.Pd menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah festival. Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat kolaborasi antar Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam menghadirkan pendidikan unggul, Islami, dan berkemajuan.
“Festival ini menjadi momentum memperkuat sinergi dalam memajukan pendidikan yang berkualitas serta berkarakter Islami,” ungkapnya. (Sofyan)
Baca juga: Kunci Kampung yang Berkah dan Bahagia, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Warga Gemar Baca Al-Qur’an
Berita
![]() |
| Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko. |
Kunci Kampung yang Berkah dan Bahagia, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Warga Gemar Baca Al-Qur’an
SOLO - majalahlarise.com - Kunci kampung yang berkah dan bahagia menjadi tema Salat Subuh Berjamaah dan Kajian Subuh di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15 Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta, Minggu (17/5/2026). Kajian tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko.
Dalam tausiyahnya, guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan itu mengingatkan pentingnya menjadikan seluruh aktivitas hidup semata-mata untuk Allah SWT. Ia mengutip penggalan Surat Al-An’am ayat 162, “Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin.”
“Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia mengajak jemaah merenungi dua konsep dasar dalam Islam yang tidak lekang oleh waktu, yakni iman dan takwa. Menurutnya, iman bukan hanya sekadar percaya, melainkan keyakinan dalam hati, pengakuan dengan lisan, serta dibuktikan melalui amal perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.
Ustaz Dwi Jatmiko juga mengutip firman Allah dalam QS Al-A’raf ayat 96 tentang keberkahan bagi negeri yang penduduknya beriman dan bertakwa. Ia menegaskan, kampung yang berkah dan bahagia dapat dimulai dari gerakan sederhana yang disebut gerakan WA, yakni waosan Al-Qur’an atau membaca Al-Qur’an serta memahami artinya.
“Seandainya seluruh penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Allah melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi. Maka kunci kampung berkah dan bahagia bisa diawali dengan gerakan WA, yaitu waosan Al-Qur’an atau membaca Al-Qur’an dan memahami artinya,” paparnya.
Ia menjelaskan, keberkahan tersebut dapat dirasakan dalam berbagai bentuk, mulai dari rezeki yang melimpah, kemudahan dalam urusan kehidupan, kesehatan rohani dan jasmani, hingga kemudahan menjalankan ibadah umrah maupun haji.
Di akhir pengajian, Ustaz Dwi Jatmiko yang juga anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Solo mengajak jemaah meningkatkan kualitas ibadah dengan peduli agama, peduli sesama manusia, peduli lingkungan, serta menjaga sistem kehidupan yang baik.
“Semoga setiap pasangan mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman, rumahku surgaku, sehingga rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah bisa haji dan umrah dengan mudah,” pungkasnya. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Ustadz Pujiono, S.Si., M.M. menyampaikan Al-Qur’an harus menjadi cahaya hidup sekaligus cahaya perubahan dalam kehidupan umat Islam. |
Kajian Rutin Guru MI Muhammadiyah Kismoyoso, Al-Qur’an Harus Menjadi Cahaya Perubahan
Boyolali - majalahlarise.com - Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Kismoyoso Ngemplak Boyolali menggelar Kajian Rutin Guru MI Muhammadiyah Kismoyoso di Kantin Rumah Kismoyoso, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan diikuti para guru beserta keluarga besar MIM Kismoyoso. Acara diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang dipandu Ustadz Arifin.
Dalam sambutan sekolah, Chamidi, S.Pd. mengajak seluruh guru untuk terus menjaga semangat kebersamaan serta memperkuat dakwah pendidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Ia memaparkan guru Muhammadiyah memiliki peran penting bukan hanya sebagai pengajar di ruang kelas, namun juga penggerak perubahan di tengah masyarakat.
“Guru Muhammadiyah harus terus menjaga kekompakan dan semangat membangun sekolah yang unggul serta berkemajuan. Kita bukan sekadar mengajar, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan di masyarakat,” ujarnya.
Pada sesi tausiah, Ustadz Pujiono, S.Si., M.M. menyampaikan Al-Qur’an harus menjadi cahaya hidup sekaligus cahaya perubahan dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, namun harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar mampu melahirkan perubahan besar.
“Al-Qur’an jangan hanya dibaca, tetapi harus diamalkan. KH Ahmad Dahlan mampu membuat sejarah besar dari mengamalkan QS Ali Imran ayat 104 hingga lahirlah Muhammadiyah yang kini usianya lebih dari 100 tahun,” tuturnya.
Ia juga mencontohkan penghayatan Surat Al-Ma’un yang melahirkan gerakan sosial dan panti asuhan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Menurutnya, semangat tersebut perlu terus dihidupkan oleh para guru Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah pendidikan.
“Dari Surat Al-Ma’un lahir gerakan sosial yang luar biasa. Saatnya kita juga membuat sejarah melalui pendidikan dan amal nyata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ustadz Pujiono mengingatkan setiap aktivitas guru dapat bernilai pahala apabila diniatkan karena Allah SWT. Tutur kata, sikap, keteladanan, hingga hal-hal kecil dalam keseharian dinilai dapat menjadi amal kebaikan.
Ia juga mengapresiasi tim humas MIM Kismoyoso yang aktif membuat flyer serta publikasi kegiatan sekolah sebagai bagian dari syiar dakwah. “MIM Kismoyoso besar karena humas. Flyer yang dibuat tim humas pun bisa bernilai pahala karena menjadi bagian dari syiar dakwah,” ungkapnya.
Kegiatan kajian rutin tersebut berlangsung penuh inspirasi dan diharapkan semakin menguatkan semangat guru-guru Muhammadiyah dalam menjadikan pendidikan sebagai jalan dakwah, pengabdian, serta amal jariyah bagi umat. (Sofyan)
News
![]() |
| Bupati Wonogiri Setyo Sukarno memberangkatkan peserta jalan sehat. |
Jalan Sehat Selogiri Meriahkan Hardiknas, Hari Kebangkitan Nasional dan HUT ke-285 Wonogiri
Wonogiri - majalahlarise.com - Ribuan warga Kecamatan Selogiri mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, dan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri yang digelar di Lapangan Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Keluarga Besar Pendidikan Selogiri tersebut berlangsung meriah dengan berbagai hadiah door prize menarik seperti sepeda, peralatan elektronik, speaker audio, dan paket hadiah lainnya.
Kegiatan jalan sehat itu dihadiri langsung Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, yang tampil mengenakan kaos putih dan topi merah mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kebersamaan sebagai modal utama membangun daerah. Menurutnya, momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, dan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri menjadi sarana mempererat solidaritas masyarakat.
“Mari terus kita jaga persatuan dan kesatuan di antara kita,” ujar Setyo Sukarno di sela kegiatan jalan sehat.
Ia menilai semangat guyub dan gotong royong masyarakat Selogiri terlihat dari tingginya partisipasi warga yang hadir sejak pagi hari di Lapangan Desa Pule. “Jalan sehat ini menunjukkan kebersamaan dari seluruh masyarakat Kecamatan Selogiri,” katanya.
![]() |
| Ribuan warga mengikuti jalan sehat. |
Bupati Wonogiri juga memaparkan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri tanpa dukungan masyarakat. Semangat “Manunggal Setyo” dinilai menjadi simbol kebersamaan seluruh elemen masyarakat Wonogiri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Untuk mewujudkan visi Wonogiri, pemerintah tidak bisa sendiri. Maka Manunggal Setyo merupakan satu perwujudan kebersamaan dari seluruh masyarakat Kabupaten Wonogiri,” ungkapnya.
Setyo Sukarno menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Selogiri yang telah memeriahkan kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Ia berharap nilai persatuan dan gotong royong terus dipertahankan demi kemajuan Kabupaten Wonogiri. “Terima kasih atas kebersamaan masyarakat Selogiri dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional, Hari Jadi, dan Hari Kebangkitan Nasional,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Drs. Agus Joko Sumarno, M.Pd menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga sarana mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa dan berdirinya Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, kegiatan tersebut digelar setelah adanya masukan dari para sesepuh agar generasi muda tidak melupakan sejarah bangsa dan perjuangan para pendiri negara.
“Kita berharap jangan sampai generasi muda lupa dengan sejarah Indonesia dan sejarah para pendiri bangsa. Sejarah itu bisa menjadi bekal untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan peserta kegiatan melibatkan berbagai unsur masyarakat mulai dari pelajar SD, SMP, masyarakat umum, kepala desa beserta perangkat desa, anggota PKK, hingga tokoh masyarakat.
Agus berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami perjalanan pendidikan dan sejarah kebangkitan bangsa Indonesia. “Harapan kami ke depan generasi muda tidak melupakan sejarah pendiri negara dan perjalanan pendidikan Indonesia, sehingga negara semakin baik dan masyarakat juga semakin maju,” pungkasnya. (Sofyan)
Komunitas
![]() |
| Para lansia yang diwisuda saat foto bersama pengurus PD Salimah Sukoharjo. |
Wisuda Sekolah Lansia PD Salimah Sukoharjo, 17 Lansia Gayamsari Terima Penghargaan
Sukoharjo - majalahlarise.com - Persaudaraan Muslimah (Salimah) Daerah (PD) Salimah Sukoharjo menggelar wisuda perdana Sekolah Lansia Salimah (Salsa) bagi 17 muslimah lansia dari Posyandu Lansia Ngudi Waras Gayamsari, Kelurahan Gayam, Sukoharjo. Kegiatan dikemas dalam agenda rihlah dan wisuda yang berlangsung di Rumah Makan Watergong, Klaten.
Program Salsa menjadi bentuk pembinaan rutin yang dilakukan PD Salimah Sukoharjo kepada para lansia muslimah agar tetap sehat, aktif, bahagia, dan mandiri. Kelompok Salsa Ngudi Waras Gayamsari tercatat sebagai kelas binaan pertama sekaligus angkatan pertama yang mengikuti prosesi wisuda.
Keceriaan para peserta sudah terlihat sejak keberangkatan menuju lokasi kegiatan. Para lansia bersama pengurus PD Salimah Sukoharjo menaiki sepur kelinci menuju Rumah Makan Watergong. Suasana penuh canda dan tawa membuat perjalanan terasa semakin menyenangkan bagi para peserta lansia.
Sesampainya di lokasi, kegiatan diawali dengan senam bersama dan outbond ringan. Aktivitas tersebut digelar untuk membangun suasana bahagia dan mempererat kebersamaan antar peserta sebelum memasuki prosesi wisuda.
![]() |
| Para lansia saat mengikuti outbond. |
Acara formal dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan peserta lansia, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Salimah. Selanjutnya, Wakil Ketua PD Salimah Sukoharjo, Weni Kurniawati, S.Pd membacakan surat keputusan kelulusan peserta Salsa.
Prosesi wisuda dipimpin langsung Ketua PD Salimah Sukoharjo, Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H dengan membacakan teks pelantikan wisuda. Satu per satu peserta menerima medali dan sertifikat sebagai tanda kelulusan setelah mengikuti pembinaan dalam kelas Salsa.
Suasana haru dan bangga semakin terasa saat seluruh peserta menyanyikan Mars Lansia. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Ketua Panitia Septini Mingki, S.Kep serta pidato wisudawati oleh penerima penghargaan lansia teraktif, Suprih Ambar.
“Kami sangat berterima kasih kepada Salimah yang sudah mengadakan kelas Salsa untuk kami para lansia. Kelas ini sangat bermanfaat dan harapannya ke depan kelas bisa terus berlanjut dan berjalan,” ujar Suprih Ambar penuh semangat.
Dalam sambutannya, Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H memberikan apresiasi kepada para peserta yang tetap memiliki semangat belajar tinggi meski usia terus bertambah. Menurutnya, wisuda tersebut menjadi bukti belajar tidak mengenal batas usia.
“Ibu-ibu yang hebat dan menginspirasi, wisuda hari ini bukan sekadar menerima sertifikat atau kalung wisuda. Hari ini menjadi bukti ibu-ibu telah menepis anggapan belajar hanya milik usia muda. Ibu-ibu membuktikan semangat menuntut ilmu tetap menyala meski usia terus bertambah,” tuturnya.
Penasihat Posyandu Ngudi Waras Gayamsari, Shodiqul Amin, S.Pd turut memberikan apresiasi terhadap program Salsa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana syiar sekaligus wadah pembelajaran bagi para lansia.
“Salimah sedang bersyi’ar melalui Salsa ini. Program ini memberikan fasilitas kepada para lansia agar terus belajar sesuai slogan ‘Salimah bersama Lansia agar Lansia Sehat, Bahagia dan Mandiri’,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada peserta lansia paling senior serta apresiasi bagi peserta outbond. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama dalam suasana hangat penuh kekeluargaan. (Sofyan)
Baca juga: Semarak Milad ke-94, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Tanam 94 Pohon di Bantaran Bengawan Solo
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...













