Narasumber Bambang Eka Purnama menjelaskan smartphone yang dimiliki siswa memiliki potensi besar apabila dimanfaatkan secara optimal. 


    Optimalkan Gadget Siswa, SMKN 1 Sambi Hadirkan Bambang Eka Purnama Berikan Pemahaman Branding Produk dan Media Pembelajaran

    BOYOLALI - majalahlarise.com – SMK Negeri 1 Sambi terus mendorong pemanfaatan teknologi secara positif di lingkungan sekolah. Salah satunya dengan menghadirkan akademisi sekaligus praktisi teknologi informasi dari Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Sukoharjo, Bambang Eka Purnama, dalam workshop pemanfaatan gadget sebagai media pembelajaran kreatif sekaligus sarana branding produk karya siswa.

    Kegiatan ini menjadi upaya sekolah mengubah pola penggunaan gawai di kalangan pelajar dari sekadar media hiburan menjadi perangkat yang mampu mendukung proses pembelajaran, pengembangan kreativitas, serta pemasaran produk berbasis digital. Para siswa mendapatkan materi mengenai pemanfaatan smartphone untuk menghasilkan konten promosi yang menarik sekaligus memperkuat keterampilan digital yang dibutuhkan di dunia kerja.

    Dalam paparannya, Bambang Eka Purnama menjelaskan smartphone yang dimiliki siswa memiliki potensi besar apabila dimanfaatkan secara optimal. Melalui perangkat tersebut, siswa dapat belajar membuat foto produk yang menarik, menyusun narasi promosi, hingga memanfaatkan berbagai platform media sosial sebagai media pemasaran.

    "Di era digital saat ini, kemampuan branding dan promosi digital adalah keterampilan wajib bagi siswa vokasi. Melalui gadget yang mereka genggam sehari-hari, siswa bisa belajar mengambil foto produk secara profesional, membuat narasi (copywriting), hingga memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan produk karya siswa ke masyarakat luas," jelas Bambang Eka Purnama saat memberikan materi di hadapan siswa SMKN 1 Sambi.

    Bambang juga memandu peserta mengemas berbagai hasil karya dan produk pembelajaran, mulai dari produk olahan makanan, kerajinan, hingga jasa, menjadi konten visual yang menarik sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Menurutnya, keterampilan digital akan menjadi bekal penting bagi lulusan SMK untuk bersaing di dunia usaha maupun industri.

    Kepala SMKN 1 Sambi, Darsono, SE., S.Kom., MM., M.Par., menjelaskan pelatihan tersebut dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap tingginya intensitas penggunaan gadget di kalangan pelajar yang belum diarahkan pada aktivitas produktif. Karena itu, sekolah menghadirkan Bambang Eka Purnama untuk memberikan wawasan sekaligus alternatif pemanfaatan gawai yang lebih bermanfaat.

    "Kami melihat masih banyak siswa yang menggunakan gadget hanya untuk hiburan. Melalui workshop ini kami ingin memberikan sudut pandang baru bahwa gawai dapat menjadi alat belajar, berkarya, dan membangun masa depan. Kami berharap materi yang disampaikan Pak Bambang mampu memicu ide, kreativitas, serta cara berpikir baru dalam memaksimalkan gadget yang dimiliki siswa," ujar Darsono.

    Pihak sekolah berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan literasi digital sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis teknologi di kalangan peserta didik. Bekal keterampilan digital, branding, dan pemasaran produk dinilai menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh lulusan SMK dalam menghadapi perkembangan dunia kerja yang terus bergerak ke arah digital.

    Melalui workshop ini, siswa SMKN 1 Sambi tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis sesuai bidang keahlian masing-masing, tetapi juga dibekali kemampuan memanfaatkan gadget sebagai media pembelajaran, sarana promosi, serta alat membangun citra produk secara profesional sehingga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar digital. (Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-46 SMPN 1 Pracimantoro, Perkuat Karakter Sekolah Bermartabat



    Dua Mahasiswa DKV ISI Surakarta Rancang Buku Layanan Solo Technopark Lewat Program Mahasiswa Berdampak

    SOLO - majalahlarise.com – Dua mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta turut berkontribusi dalam penyusunan Buku Layanan Solo Technopark melalui Program Mahasiswa Berdampak (ProMaDam) Tahun 2026. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari Skema Magang di UPTD Kawasan Sains dan Teknologi Solo Technopark yang berlangsung selama empat bulan, mulai 11 Mei hingga 11 September 2026.

    Dua mahasiswa yang terlibat dalam proyek tersebut adalah Muhammad Alifi Krisna Pamungkas dan Al Nur Rochim Meyrista Putra Sadewa. Selama menjalani magang, keduanya didampingi dosen pembimbing lapangan Basnendar Herry Prilosadoso dan Isnawati Muslihah, serta memperoleh bimbingan mentor lapangan Agus Jatmiko. Mereka bertugas merancang desain Buku Layanan Solo Technopark dengan mengolah berbagai data dan informasi ke dalam sistem komunikasi visual melalui penyusunan struktur konten, hierarki informasi, hingga tata letak (layout) yang informatif dan komunikatif.

    Buku Layanan Solo Technopark disusun sebagai media informasi yang memuat profil institusi, fasilitas, ruang pertemuan, ruang pelatihan, laboratorium, layanan inkubasi bisnis, program pengembangan talenta, serta berbagai layanan lainnya. Kehadiran buku ini diharapkan mampu memudahkan masyarakat, kalangan industri, akademisi, instansi pemerintah, maupun calon pengguna layanan dalam memperoleh informasi secara lengkap melalui satu media yang terintegrasi. Saat ini buku tersebut masih berada pada tahap perancangan dan direncanakan diterbitkan dalam bentuk buku cetak.

    Dalam proses penyusunannya, perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan komunikasi informasi, karakter identitas Solo Technopark, serta kemudahan pembaca dalam memperoleh informasi secara efektif. Berbagai informasi disusun secara sistematis dengan mengedepankan hierarki visual, keterbacaan, dan konsistensi desain sehingga menghasilkan media informasi yang profesional, komunikatif, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

    Muhammad Alifi Krisna Pamungkas menjelaskan keterlibatannya dalam proyek tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengaplikasikan kompetensi Desain Komunikasi Visual pada proyek nyata.

    "Melalui proyek ini kami belajar bagaimana mengolah berbagai data dan informasi menjadi media komunikasi visual yang informatif, terstruktur, dan mudah dipahami. Perancangan Buku Layanan Solo Technopark memberikan pengalaman bagi kami untuk menerapkan proses desain secara nyata dalam menjawab kebutuhan komunikasi sebuah institusi," ujarnya.

    Apresiasi juga disampaikan Kepala Divisi IT Solo Technopark, Agus Jatmiko. Ia menjelaskan keterlibatan mahasiswa memberikan kontribusi positif dalam pengembangan media informasi institusi. "Proses perancangan Buku Layanan Solo Technopark menjadi langkah yang mendukung penyampaian informasi mengenai berbagai layanan dan fasilitas Solo Technopark kepada masyarakat melalui media yang lebih informatif dan komunikatif," jelasnya.

    Sementara itu, dosen pembimbing lapangan, Isnawati Muslihah, menjelaskan proyek tersebut menjadi ruang belajar yang relevan bagi mahasiswa untuk memahami peran strategis Desain Komunikasi Visual dalam membangun komunikasi institusi. 

    "Sebagai pembimbing lapangan, saya melihat proyek ini menjadi ruang belajar yang tepat bagi mahasiswa untuk memahami bahwa Desain Komunikasi Visual bukan sekadar menyusun elemen agar terlihat menarik, tetapi juga bagaimana mengubah data dan informasi institusi yang kompleks menjadi sebuah paket komunikasi yang runtut, konsisten, dan mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan," ujarnya.

    Ia menambahkan, dalam perancangan Buku Layanan Solo Technopark mahasiswa dituntut menjaga konsistensi tata letak sekaligus membangun identitas visual yang jelas pada setiap halaman, mulai dari profil institusi hingga rincian program dan fasilitas. 

    "Pengalaman ini penting karena melatih mahasiswa untuk berpikir strategis, tidak hanya sebagai perancang visual, tetapi juga sebagai penyusun pesan yang efektif untuk mendukung komunikasi sebuah institusi," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-46 SMPN 1 Pracimantoro, Perkuat Karakter Sekolah Bermartabat

    Siswa kelas V dan VI SD Negeri Mojosongo V Surakarta mengikuti kegiatan PISN Wayang Goes to School.


    200 Siswa SD Negeri Mojosongo V Surakarta Kenali Wayang Babad Kartasura Lewat PISN Wayang Goes to School

    SOLO - majalahlarise.com – Sekitar 200 siswa kelas V dan VI SD Negeri Mojosongo V Surakarta mengikuti kegiatan PISN Wayang Goes to School yang digelar di halaman sekolah, Kamis (30/7/2026). Melalui kegiatan mewarnai karakter Wayang Babad Kartasura, para siswa diajak mengenal seni tradisi dengan cara yang menyenangkan sekaligus edukatif.

    Sejak kegiatan dimulai, para siswa tampak antusias mewarnai gambar karakter Wayang Babad Kartasura menggunakan berbagai media, seperti pastel, pensil warna, spidol, dan alat gambar lainnya. Antusiasme mereka terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai pemilihan warna serta karakter wayang yang sedang diwarnai.

    Sebelum praktik mewarnai, siswa mendapatkan materi pengenalan Wayang Babad Kartasura dari narasumber mitra Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, Kartasura. Penyampaian materi dikemas menarik dengan diawali tembang dolanan sehingga mampu membangun suasana belajar yang interaktif. Siswa dikenalkan pada berbagai unsur wayang, mulai dari bagian tubuh, bahan pembuatan, gapit, warna, busana, hingga filosofi yang terkandung di dalamnya.

    Kegiatan bertajuk Wayang Goes to School ini merupakan salah satu rangkaian Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta sebagai upaya mengenalkan Wayang Babad Kartasura kepada generasi muda. Program tersebut menjadi bagian dari Hibah PISN Kemdiktisainstek bertema Revitalisasi Sejarah Babad Kartasura Melalui Eksistensi Dalang Wanita Lewat Pagelaran Kolaborasi Wayang dengan Motion Graphic.

    Kepala SD Negeri Mojosongo V Surakarta, Tukadi, menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai mampu mendekatkan warisan budaya kepada peserta didik sejak usia dini. "Kami sangat mendukung kegiatan ini karena seni tradisi, khususnya wayang, perlu dikenalkan sejak dini agar siswa memiliki wawasan dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan," ujarnya.

    Ketua Tim Hibah PISN FSRD ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, menjelaskan kegiatan tersebut dirancang sebagai alternatif media pembelajaran yang memadukan unsur pendidikan dan rekreasi. "Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda melalui aktivitas kreatif. Wayang tidak hanya dikenalkan sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media edukasi yang menarik sehingga siswa lebih mudah memahami nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya," jelasnya.

    Basnendar memimpin tim Hibah PISN yang beranggotakan Ana Rosmiati, Indriati Suci Pravitasari, Sri Murwanti, serta melibatkan mahasiswa ISI Surakarta. Melalui kolaborasi dengan Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, tim berharap Wayang Babad Kartasura semakin dikenal masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang berkelanjutan. (Sofyan)


    Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Solo Luncurkan Mutaba'ah Book Daily Practice untuk Perkuat Karakter Religius Siswa

    Mutaba'ah Book Daily Practice edisi Agustus 2026 sebagai buku pemantauan ibadah dan pembiasaan amalan harian bagi siswa kelas 1 hingga kelas 6. 


    SD Muhammadiyah 1 Solo Luncurkan Mutaba'ah Book Daily Practice untuk Perkuat Karakter Religius Siswa

    SOLO - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah 1 Solo meluncurkan Mutaba'ah Book Daily Practice edisi Agustus 2026 sebagai buku pemantauan ibadah dan pembiasaan amalan harian bagi siswa kelas 1 hingga kelas 6. Program yang diperkenalkan pada Kamis (30/7/2026) ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam memperkuat karakter religius peserta didik melalui sinergi antara sekolah dan orang tua.

    Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menjelaskan Mutaba'ah Book Daily Practice dirancang sebagai buku penghubung yang mendokumentasikan aktivitas ibadah siswa setiap hari, baik ketika berada di sekolah maupun di rumah. Melalui buku tersebut, pembentukan karakter islami diharapkan berlangsung secara berkelanjutan dengan pendampingan dari guru dan keluarga.

    “Buku penghubung ibadah Mutaba'ah Book Daily Practice memuat serangkaian agenda pembiasaan harian yang sangat komprehensif,” ujar Sri Sayekti.

    Ia menjelaskan, isi buku tersebut mencakup berbagai aspek pembinaan ibadah, mulai dari pemantauan muroja'ah hafalan Al-Qur'an, ziyadah tahfidz, pembiasaan membaca Al-Qur'an, hingga membaca Asmaul Husna. Selain itu, tersedia pula target hafalan doa sesuai jenjang kelas. Sebagai contoh, untuk siswa kelas 3 Semester Gasal Tahun Pelajaran 2026/2027 terdapat materi hafalan Doa Jalan Mendaki (Allaahu Akbar), Doa Jalan Menurun (Subhaanallaah), Doa untuk Orang Tua, hingga Doa Setelah Adzan.

    Tidak hanya berfokus pada hafalan, buku tersebut juga dilengkapi lembar pencatatan pelaksanaan shalat sunnah harian, seperti shalat Tahajud, Dhuha, serta shalat sunnah Rawatib, baik Qabliyah maupun Ba'diyah. Para siswa juga didorong membiasakan diri melaksanakan puasa sunnah, di antaranya puasa Senin-Kamis dan puasa Ayyamul Bidh sebagai bagian dari pembinaan spiritual sejak usia dini.

    Menurut Sri Sayekti, keunggulan Mutaba'ah Book Daily Practice terletak pada keterlibatan aktif guru dan orang tua dalam memantau perkembangan ibadah siswa. Setiap lembar evaluasi harian maupun mingguan dilengkapi kolom paraf dan penilaian dari guru kelas serta orang tua sehingga proses pembinaan dapat dilakukan secara terpadu.

    “Hal ini memastikan bahwa proses bimbingan, pembentukan akhlak, dan pemantauan ibadah anak berjalan secara bersinergi di dua lingkungan utama anak-anak. Anak hebat orang tua terlibat,” jelasnya.

    Melalui peluncuran Mutaba'ah Book Daily Practice edisi Agustus 2026, SD Muhammadiyah 1 Solo berharap kebiasaan beribadah, menghafal Al-Qur'an, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dapat tertanam secara konsisten pada diri setiap siswa. Program ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki fondasi spiritual yang kuat.

    “Program pemantauan ini menjadi sarana efektif dalam meletakkan fondasi spiritual yang kokoh, sehingga melahirkan generasi anak bangsa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedisiplinan beribadah dan berakhlak mulia,” pungkas Sri Sayekti. (Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-46 SMPN 1 Pracimantoro, Perkuat Karakter Sekolah Bermartabat

    Mubalig Dwi Jatmiko, M.Pd, dalam Safari Dakwah ke-12 yang diselenggarakan Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta di PCM Kota Bengawan Kauman, Solo, Selasa (28/7/2026).


    Doa Selamat Dunia Akhirat Berkemajuan, Dwi Jatmiko Ajak Jamaah Utamakan Keselamatan Iman

    SOLO - majalahlarise.com – Doa merupakan wujud penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT sekaligus pengakuan atas keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta. Melalui doa, seorang muslim memohon keselamatan, kesehatan, keberkahan, hingga kebahagiaan di dunia dan akhirat sebagai bekal menjalani kehidupan.

    Pesan tersebut disampaikan mubalig Muhammadiyah, Dwi Jatmiko, M.Pd, dalam Safari Dakwah ke-12 yang diselenggarakan Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta di PCM Kota Bengawan Kauman, Solo, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang digelar di SD Muhammadiyah 2 Kauman itu diikuti jamaah Aisyiyah dengan penuh kekhusyukan.

    Mengawali tausiyahnya, Dwi Jatmiko mengajak jamaah membaca doa, "Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa 'afiyatan fil jasadi." Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SD Muhammadiyah 2 Kauman yang telah memfasilitasi penyelenggaraan pengajian. "Mari kita berdoa Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa 'afiyatan fil jasadi. Terima kasih SD Muhammadiyah 2 Kauman yang telah bersedia menjadi tempat pengajian ibu-ibu Aisyiyah," ujarnya.

    Dalam penjelasannya, Dai Champions Standardisasi MUI Pusat itu menguraikan bahwa doa tersebut mencakup seluruh kebutuhan manusia, mulai dari keselamatan agama, kesehatan jasmani, keluasan ilmu, keberkahan rezeki, hingga keselamatan ketika menghadapi kematian dan kehidupan akhirat. Menurutnya, urutan doa itu mengandung pelajaran penting agar setiap muslim mendahulukan keselamatan iman dibanding urusan duniawi.


    "Yang pertama diminta adalah keselamatan dalam agama. Ini menunjukkan bahwa iman adalah nikmat terbesar. Harta bisa dicari, kesehatan bisa diupayakan, tetapi jika iman hilang maka semuanya tidak bernilai di sisi Allah," jelas Dwi Jatmiko. Ia juga mengingatkan pentingnya memohon afiyah atau kesehatan karena tubuh yang sehat menjadi sarana untuk beribadah, bekerja, menuntut ilmu, dan melayani sesama. "Rasulullah SAW bahkan menyebut kesehatan sebagai salah satu nikmat yang sering dilalaikan manusia. Doa selamat dunia akhirat yang berkemajuan," tegasnya.

    Selain itu, ia mengajak jamaah memahami makna keberkahan dalam rezeki. Menurutnya, keberkahan bukan semata-mata diukur dari besarnya harta, melainkan rezeki yang menghadirkan ketenangan, kecukupan, serta semakin mendekatkan seseorang kepada Allah SWT. Bagian yang paling menyentuh dalam doa tersebut, lanjutnya, ialah permohonan "taubatan qablal mauti, wa rahmatan 'indal mauti, wa maghfiratan ba'dal mauti" yang berisi harapan memperoleh taubat sebelum ajal, rahmat saat sakaratul maut, dan ampunan setelah wafat.

    "Inilah doa yang mengingatkan kita agar tidak menunda taubat," katanya.

    Pengajian ditutup dengan pembacaan doa "Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar" yang disebut sebagai ringkasan harapan seorang mukmin untuk memperoleh kebaikan di dunia, kebahagiaan di akhirat, serta perlindungan dari siksa neraka. Seluruh jamaah mengikuti rangkaian pengajian dengan khidmat dan berharap doa-doa yang dipanjatkan menjadi jalan hadirnya rahmat, keberkahan, serta keselamatan dunia dan akhirat. (Sofyan)


    Baca juga: Awal Tahun Ajaran, Murid SD Muhammadiyah 1 Solo Borong Prestasi Olahraga dan Akademik

    Kepala SMPN 1 Pracimantoro, Juwariyah, S.Pd saat menyerahkan potongan tumpeng kepada ketua OSIS 


    HUT ke-46 SMPN 1 Pracimantoro, Perkuat Karakter Sekolah Bermartabat

    WONOGIRI - majalahlarise.com – SMP Negeri 1 Pracimantoro memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 pada 29–30 Juli 2026 dengan mengusung tema "Generasi Hebat, Sekolah Bermartabat". Berbagai kegiatan edukatif, olahraga, seni, hingga kewirausahaan digelar di Lapangan SMP Negeri 1 Pracimantoro sebagai sarana mengembangkan kreativitas, mempererat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi bagi seluruh warga sekolah.

    Peringatan HUT ke-46 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum memperkuat karakter dan komitmen seluruh warga sekolah dalam mewujudkan visi dan misi pendidikan. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan melibatkan siswa, guru, orang tua, wali murid, serta komite sekolah dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan.

    Pada hari pertama, siswa kelas VII, VIII, dan IX mengikuti jalan sehat, pemotongan tumpeng, pentas seni, serta pembagian doorprize. Beragam kegiatan tersebut dirancang untuk mengembangkan bakat, kreativitas, sekaligus membangun kebersamaan antar siswa. 

    Memasuki hari kedua, sekolah mengundang orang tua, wali murid, dan komite sekolah untuk mengikuti parenting, doa bersama, senam, market day, pertandingan voli serta berbagai kegiatan kebersamaan sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan sekolah dan keberhasilan peserta didik serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

    Penampilan guru SMPN 1 Pracimantoro mengawali pentas seni siswa. 


    Kepala SMP Negeri 1 Pracimantoro, Juwariyah, S.Pd., menjelaskan peringatan hari ulang tahun sekolah juga harus dimaknai sebagai ajang introspeksi bagi seluruh siswa. Ia mengajak peserta didik untuk tidak sekadar menikmati kemeriahan acara, tetapi juga merenungkan kontribusi yang telah diberikan kepada sekolah demi mewujudkan visi dan misi bersama. 

    "Hari ulang tahun sekolah menjadi kesempatan bagi kita semua untuk bertanya, apa yang sudah kita berikan kepada sekolah. Dengan semangat itu, seluruh warga sekolah dapat bersama-sama menyukseskan visi dan misi yang telah ditetapkan," jelasnya.

    Ia menambahkan, visi SMP Negeri 1 Pracimantoro yakni terwujudnya generasi berilmu, berkarakter, berwawasan lingkungan dan berdaya saing global harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. "Visi dan misi bukan sekadar tulisan yang ditempel di dinding, tetapi menjadi arah yang harus diwujudkan bersama melalui prestasi akademik, akhlak yang baik, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta kesiapan menghadapi perkembangan dunia digital dan globalisasi," tuturnya.

    Penampilan tari ganong oleh siswa.


    Rangkaian peringatan HUT, juga dilaksanakan pemotongan tumpeng yang disajikan dimaknai sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Juwariyah mengajak seluruh warga sekolah untuk terus menjaga kekompakan, menghargai perbedaan karakter dan potensi setiap siswa, serta meneruskan semangat perjuangan para pendiri sekolah. 

    Ia berharap HUT ke-46 SMP Negeri 1 Pracimantoro membawa keberkahan, mempererat kebersamaan, dan semakin mengantarkan sekolah menjadi lembaga pendidikan yang maju, berprestasi, serta bermartabat. (Sofyan)




    Baca juga: Tim PISN ISI Surakarta Latih Kolaborasi Wayang dan Motion Graphic, Tampilkan Dalang Wanita

    Sosialisasi menghadirkan narasumber Adi Deswijaya dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo.


    Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno di Sukoharjo, Masyarakat Diajak Kenali, Daftarkan, dan Digitalisasikan Manuskrip

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukoharjo menggelar Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno Tahun 2026 di Kecamatan Grogol, Selasa (28/7/2026). Kegiatan bertema “Kenali, Daftarkan, Digitalisasikan: Bersama Melestarikan Naskah Kuno Kabupaten Sukoharjo” ini menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan bagi bangsa.

    Sosialisasi menghadirkan narasumber Adi Deswijaya dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan naskah kuno merupakan dokumen tertulis yang tidak dicetak atau diperbanyak dengan cara lain, berusia sekurang-kurangnya 50 tahun, serta memiliki nilai penting bagi kebudayaan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

    Adi menjelaskan, manuskrip tidak hanya bernilai sebagai benda bersejarah, tetapi juga menyimpan berbagai pengetahuan yang diwariskan para leluhur. Beragam isi naskah kuno meliputi hukum, babad atau sejarah, agama, sastra, bahasa, seni, pengobatan tradisional, pertanian, pendidikan, ensiklopedi, hingga primbon yang menjadi sumber penting dalam memahami perkembangan peradaban masyarakat.

    “Mempelajari manuskrip berarti mengenal dan memahami alam pikiran serta kehidupan masyarakat pada masa lampau. Kandungan isi manuskrip masih relevan jika diimplementasikan dalam kehidupan zaman sekarang. Mencintai manuskrip berarti mencintai ilmu pengetahuan,” ujar Adi Deswijaya.

    Ia juga mengingatkan masyarakat yang memiliki naskah kuno agar menjalankan kewajibannya untuk menyimpan, merawat, melestarikan, serta mendaftarkan koleksi tersebut ke Perpustakaan Nasional. Langkah ini dinilai penting agar keberadaan naskah kuno dapat terdokumentasi dengan baik sekaligus memperoleh perhatian dalam upaya pelestariannya.

    Menurut Adi, pelestarian naskah kuno harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyelamatan, perawatan, digitalisasi, transliterasi, penelitian, hingga penerjemahan. Digitalisasi menjadi salah satu strategi penting karena mampu menjaga isi manuskrip tetap lestari sekaligus memudahkan akses bagi peneliti maupun masyarakat tanpa harus menyentuh naskah asli yang rentan mengalami kerusakan.

    Selain itu, hasil kajian terhadap manuskrip perlu didayagunakan melalui berbagai kegiatan, seperti pembacaan naskah, seminar, pementasan seni, hingga publikasi melalui media digital. Dengan cara tersebut, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam naskah kuno dapat dikenal lebih luas serta menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun karakter dan memperkaya khazanah budaya bangsa.

    Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukoharjo berharap terbangun sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam mengenali, mendaftarkan, serta mendigitalisasi naskah kuno yang masih tersimpan di berbagai wilayah. Upaya bersama tersebut diharapkan mampu menyelamatkan warisan intelektual leluhur agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang. (Sofyan)


    Baca juga: UNISRI Siapkan Prodi Baru S1, S2, dan S3 Marketable Menuju Generasi Emas 2045


Top