Purnawiyata SMP Negeri 4 Wonogiri 2026, 83 Siswa Siap Melangkah ke Jenjang Pendidikan Lebih Tinggi

    Wonogiri - majalahlarise.com - SMP Negeri 4 Wonogiri menggelar acara Purnawiyata siswa kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh haru tersebut menjadi momen perpisahan bagi 83 siswa yang telah menyelesaikan masa pendidikan selama tiga tahun di sekolah tersebut. Acara mengusung tema “Masa Lalu Jadi Kenangan, Masa Depan Jadi Perjuangan” sebagai motivasi bagi para siswa untuk terus melangkah meraih cita-cita.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan peserta dan penampilan seni tari dari siswa kelas VIIA, dilanjutkan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama yang dipimpin Rastoto, S.Pd.I., serta laporan panitia. 

    Ketua panitia, Nur Effendi, S.Pd dalam laporan menyampaikan jumlah siswa kelas IX sebanyak 83 orang yang terdiri atas 48 siswa putra dan 35 siswa putri. Pada pelaksanaan purnawiyata, sebanyak 81 siswa hadir, sementara dua siswa berhalangan mengikuti kegiatan.

    Ia berharap agar seluruh siswa kelas IX memperoleh hasil terbaik dan dinyatakan lulus 100 persen. Selain itu, siswa diingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi pengumuman kelulusan sekaligus mulai merencanakan langkah pendidikan berikutnya. 

    “Kami berharap seluruh siswa dapat lulus dengan hasil yang membanggakan dan mampu menentukan masa depan yang terbaik setelah menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 4 Wonogiri,” ujarnya.

    Kepala SMP Negeri 4 Wonogiri, Salehah, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh siswa kelas IX yang telah berjuang dan bekerja keras menyukseskan pelaksanaan purnawiyata. Ia juga menjelaskan masa pembelajaran siswa kelas IX telah berakhir dan pengumuman kelulusan dijadwalkan pada Selasa, 2 Juni 2026 pukul 15.00 WIB.

    “Anak-anak telah menyelesaikan proses pembelajaran selama tiga tahun. Terima kasih atas kerja keras dan semangat yang ditunjukkan selama ini. Semoga seluruh siswa memperoleh hasil terbaik dan dapat melanjutkan pendidikan sesuai cita-cita masing-masing,” tuturnya.

    Pada kesempatan tersebut, Salehah juga memaparkan berbagai prestasi yang berhasil diraih SMP Negeri 4 Wonogiri sepanjang tahun ajaran 2025/2026. Prestasi tersebut meliputi bidang kepramukaan, olahraga renang, hingga ajang talenta tingkat nasional yang mengharumkan nama sekolah. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berprestasi di jenjang pendidikan berikutnya.

    Kepada para orang tua, Salehah mengingatkan pentingnya pendampingan terhadap putra-putri mereka, terutama dalam penggunaan gadget dan telepon seluler. Menurutnya, pengawasan orang tua menjadi faktor penting agar anak tidak terpengaruh dampak negatif perkembangan teknologi. 

    “Orang tua harus terus mendampingi dan mengawasi penggunaan gadget oleh anak-anak agar mereka dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan tidak terlena,” jelasnya.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Komite Sekolah, Wardo, S.Pd. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru yang telah mendidik, membimbing, dan memberikan kasih sayang kepada siswa selama tiga tahun. Wardo juga mengapresiasi dukungan orang tua yang telah bekerja sama dengan sekolah sehingga proses pendidikan dan pelaksanaan purnawiyata dapat berjalan dengan baik.

    “Perjalanan selama tiga tahun di SMP Negeri 4 Wonogiri merupakan langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah. Gunakan ilmu yang telah diperoleh sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan, tetap berbakti kepada orang tua, serta menjaga nama baik almamater,” terangnya.

    Sebagai puncak acara, dilaksanakan prosesi penyematan samir kepada siswa kelas IX yang didampingi wali kelas masing-masing. Prosesi tersebut menjadi simbol berakhirnya masa belajar di SMP Negeri 4 Wonogiri sekaligus penanda dimulainya perjalanan baru menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Suasana haru dan bangga mewarnai kegiatan yang menjadi kenangan berharga bagi siswa, guru, dan orang tua yang hadir. (Sofyan)


    Baca juga: Dies Natalis ke-46 UNISRI Meriah, 800 Peserta Ikuti Jalan Sehat yang Dilepas Wawali Surakarta

    Jalan sehat secara resmi dilepas oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayati.


    Dies Natalis ke-46 UNISRI Meriah, 800 Peserta Ikuti Jalan Sehat yang Dilepas Wawali Surakarta

    Solo - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Dies Natalis ke-46 dengan tema “Membangun Kolaborasi Menuju Perguruan Tinggi yang Membumi”, Minggu (31/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kampus UNISRI tersebut berlangsung meriah dan diikuti sekitar 800 peserta dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta masyarakat sekitar. Jalan sehat secara resmi dilepas oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayati.

    Ketua Pelaksana Jalan Sehat, Dr. Ahmad Mustofa, S.TP., M.P., menjelaskan tingginya antusiasme peserta menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan antara keluarga besar UNISRI dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat di lingkungan kampus.

    “Antusiasme peserta sangat tinggi. Ini wujud kebersamaan keluarga besar UNISRI dengan masyarakat,” ujar Dr. Ahmad Mustofa.

    Peserta menempuh rute yang mengelilingi kawasan kampus serta sejumlah jalan protokol di sekitar UNISRI. Untuk menambah semarak acara, panitia menyediakan berbagai hadiah utama dan doorprize menarik, di antaranya kulkas, sepeda, mesin cuci, dispenser, magicom, kipas angin, kompor gas, TV LED, serta puluhan hadiah lainnya. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, yakni Teh Nusantara, Pixy, Cidea, BPR Bina Insani, Koperasi UNISRI, Bakul Vespa Surakarta, dan Intra Food.

    Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan jalan sehat tahun ini terasa istimewa karena mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Selain dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta, acara juga dihadiri jajaran yayasan mulai dari pembina, pengurus hingga pengawas.

    “Jalan sehat UNISRI dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta, MC-nya dari TATV, kita cetuskan super sekali. Pengurus yayasan hadir lengkap antara lain pembina, pengurus, dan pengawas,” ungkapnya.

    Prof. Sutoyo menjelaskan kegiatan jalan sehat merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi wadah silaturahmi bagi seluruh civitas akademika. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus memperkuat eksistensi UNISRI dalam menjalankan peran pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    “Kebersamaan ini perlu dijaga karena kebersamaan membuat UNISRI semakin kuat dan maju. Sesuai tema Dies Natalis, kita terus membangun kolaborasi menuju perguruan tinggi yang membumi,” jelasnya.

    Kemeriahan acara semakin terasa saat sesi hiburan dan pembagian doorprize di penghujung kegiatan. Seluruh peserta juga memperoleh kupon undian dan paket konsumsi yang telah disiapkan panitia. Jalan Sehat Dies Natalis ke-46 ini menjadi simbol komitmen UNISRI untuk terus hadir, berkolaborasi, serta memberikan manfaat nyata bagi civitas akademika dan masyarakat Kota Surakarta. (Sofyan)


    Baca juga: OM PNS dan Pentas Siswa Semarakkan Panggung Karakter HUT ke-41 SMP Negeri 2 Selogiri

     

    Bintang tamu OM PNS (Orkes Musik Pengin Nge-band Sak-sak'e) sukses menghibur warga sekolah dan para tamu undangan.


    OM PNS dan Pentas Siswa Semarakkan Panggung Karakter HUT ke-41 SMP Negeri 2 Selogiri


    Wonogiri - majalahlarise.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 SMP Negeri 2 Selogiri berlangsung meriah dan penuh semangat di halaman sekolah, Sabtu (30/5/2026). Berbagai penampilan siswa serta kehadiran bintang tamu OM PNS (Orkes Musik Pengin Nge-band Sak-sak'e), grup musik dangdut modern asal Wonogiri yang beranggotakan para pegawai kantoran, sukses menghibur warga sekolah dan para tamu undangan.

    Suasana semakin semarak ketika OM PNS tampil membawakan sejumlah lagu yang mengundang antusiasme penonton. Tidak hanya itu, seluruh siswa turut menunjukkan kreativitas dan bakat mereka melalui berbagai pertunjukan per kelas. Penampilan kelas KKO sepak bola, Pramuka, baris-berbaris, hingga seni tari menjadi daya tarik tersendiri yang mendapat apresiasi dari para hadirin.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap tema perayaan yang diusung SMP Negeri 2 Selogiri. Menurutnya, tema tersebut selaras dengan upaya pembentukan karakter peserta didik yang saat ini menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan.

    Salah satu penampilan siswa.


    “Saya sangat setuju dengan temanya. Tidak cukup anak itu punya kecerdasan akademik, semuanya harus berkarakter,” ujar Sriyanto.

    Sriyanto menilai konsep kegiatan yang melibatkan seluruh siswa sebagai subjek utama merupakan langkah yang tepat. Penampilan yang dilakukan secara berkelompok dalam satu kelas dinilai mampu memberikan ruang yang sama bagi seluruh peserta didik untuk tampil, berpartisipasi, dan membangun rasa kebersamaan.

    “Apa yang disaksikan di sini, bagaimana melibatkan semua anak sebagai subjek. Pengambilannya semuanya berkelas. Saya membayangkan indahnya tampil dalam satu tim di atas panggung dalam satu kelas, itu sangat-sangat indah,” katanya.

    Lebih lanjut, Sriyanto menjelaskan pengalaman tampil bersama teman-teman di sekolah akan menjadi kenangan berharga yang akan selalu diingat hingga dewasa. Karena itu, sekolah diharapkan tidak hanya memberikan kesempatan kepada siswa yang dianggap berbakat atau menonjol, tetapi juga membuka ruang bagi seluruh anak untuk menunjukkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.

    “Jangan hanya menampilkan anak-anak yang tampak bertalenta dan menonjol. Semua anak harus kita beri rumah untuk bisa menunjukkan kemampuan dan talentanya,” jelasnya.

    Kepala SMP Negeri 2 Selogiri, Safitri Rokhmadiah, mengatakan berbagai penampilan yang ditampilkan siswa merupakan bagian dari proses pembentukan karakter yang selama ini menjadi fokus sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus membangun karakter yang kuat sebagai bekal masa depan peserta didik.

    “Dengan karakter kuat, anak hebat. Di sini tidak hanya kita itu pintar secara akademik saja, kalau tidak berkarakter nanti anak-anak jadi apa. Jadi karakter itu penting untuk modal dasar kita dalam pendidikan,” tuturnya.

    Safitri menambahkan pembentukan karakter membutuhkan proses yang berkelanjutan dan tidak bisa dilakukan secara instan. Oleh karena itu, sekolah terus berupaya menanamkan nilai-nilai karakter bersamaan dengan penguatan kompetensi akademik melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh siswa.

    “Pendidikan tidak hanya dari hasil saja, tapi kita harus melalui proses, proses yang bertahap tentunya. Kalau prosesnya baik, insya Allah nanti hasilnya juga akan baik,” ujarnya.

    Melalui perayaan HUT ke-41 ini, SMP Negeri 2 Selogiri tidak hanya menghadirkan hiburan dan kreativitas siswa, tetapi juga memperkuat pesan penting tentang pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas, berprestasi, dan berakhlak baik. Kemeriahan acara yang dipadukan dengan nilai-nilai pendidikan tersebut menjadi bukti komitmen sekolah dalam memberikan ruang bagi seluruh peserta didik untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. (Sofyan)


    Baca juga: Lestarikan Warisan Tertulis, Perpustakaan Boyolali Gelar Sosialisasi Identifikasi dan Penelusuran Naskah Kuno 2026

    Sosialisasi Identifikasi dan Penelusuran Naskah Kuno 2026 di Dinas Arsip dan Perpustakaan Boyolali.


    Lestarikan Warisan Tertulis, Perpustakaan Boyolali Gelar Sosialisasi Identifikasi dan Penelusuran Naskah Kuno 2026

    Boyolali - majalahlarise.com - Naskah kuno merupakan budaya sejarah yang sangat penting untuk dilestarikan karena mengandung nilai budaya, pengetahuan, serta rekam jejak sejarah bangsa yang menjadi identitas dan warisan bagi generasi mendatang. Hal ini disampaikan oleh pewara dalam sosialisasi bertajuk “Identifikasi dan Penelusuran Naskah Kuno Tahun 2026” di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali Remen Maos, Jl. Pandanaran No.167 Siswodipuran Boyolali, Selasa (26/05/2026).

    Acara ini menghadirkan dua narasumber yang memaparkan materi tentang keberagaman naskah kuno Nusantara. Salah satunya, Asep Yudha Wirajaya, dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret, menjelaskan naskah kuno merupakan tulisan tangan yang menyimpan nilai budaya, informasi intelektual, sejarah bangsa yang penting, bahkan usianya minimal 50 tahun. 

    “Sejarah naskah kuno yang dimiliki suatu daerah khususnya di Boyolali yang sekarang sudah berusia 167 tahun, harus selalu dilestarikan dan diturunkan ke generasi selanjutnya supaya naskah kuno yang penting tidak hangus dimakan zaman. Sementara Boyolali masih terdapat manuskrip yang ada di Padepokan Merapi,” ungkapnya. 

    Tantangan dari pelestarian naskah kuno bisa melalui ancaman fisik, tantangan kurangnya tenaga ahli, keterbatasan anggaran dan fasilitas, serta masih banyak lagi tantangannya. 

    “Naskah kuno dan arsip tertulis ini merupakan pondasi yang autentik dalam rekonstruksi naskah secara lokal yang kadang sering terabaikan, upaya pelestarian bukan hanya tugas eksklusif para pakar perpustakaan tetapi pengembangan kolektif demi menjaga identitas budaya bangsa. Pemanfaatan teknologi digital sangat penting sebagai jembatan untuk menghubungkan kearifan masa lalu dengan aksesibilitas masa sekarang,” tambahnya.

    Narasumber yang tak kalah hebat juga datang dari Ahmad Wahyu, Filolog di Prodi Ilmu Al-quran dan tafsir ISQI Sunan Pandanaran Jogja, beliau menekankan bahwa manuskrip itu penting karena didalam naskah itu memuat sumber informasi masa lalu, budaya dan Sejarah bangsa. Berguna sebagai ingatan kolektif Masyarakat. 

    “Fungsi dari manuskrip adalah menjadi testimoni yang kaitannya dengan suatu peristiwa Ketika naskah itu dibuat,” ujarnya.

    Menurutnya, langkah menemukan naskah yaitu seperti identifikasi (asal-usul, pengarang, bahasa, dll.), inventarisasi (catatan, informasi yang detail), katogisasi, digitalisasi (koleksi di Perpustakaan), konservasi. Melalui Langkah-langkah tersebut, diharapkan Masyarakat Boyolali supaya dapat mengakses manuskrip kuno.

    Melalui kegiatan sosialisasi “Identifikasi dan Penelusuran Naskah Kuno Tahun 2026”, Pemerintah Kabupaten Boyolali menegaskan pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai warisan budaya dan sumber sejarah bangsa. 

    Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Boyolali akan pentingnya menjaga dan melestarikan manuskrip kuno sebagai warisan budaya bangsa. Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital, naskah kuno diharapkan tetap terjaga, terdokumentasi, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai sumber pengetahuan dan identitas sejarah daerah.

    Penulis : Ellika Septhea Nanda & Tiara Putri Maharani

    Dokumentasi : Rea Cahya Valentina

    Editor: Sofyan


    Baca juga: Prestasi Gemilang, Tim Robotik MTs Negeri 5 Wonogiri Raih Juara 1 Madagascar Robotic Fair 2026

    Tim Robotik MTs Negeri 5 Wonogiri berhasil meraih Juara 1 pada ajang Madagascar Robotic Fair 2026.


    Prestasi Gemilang, Tim Robotik MTs Negeri 5 Wonogiri Raih Juara 1 Madagascar Robotic Fair 2026

    Wonogiri - majalahlarise.com - Tim Robotik MTs Negeri 5 Wonogiri berhasil mengharumkan nama madrasah dengan meraih Juara 1 pada ajang Madagascar Robotic Fair 2026 yang diselenggarakan di MTs Negeri 1 Karanganyar, Sabtu (30/5/2026). Tim yang terdiri atas Nasuha Ramadani, Nabil Zaki Wibowo, dan Dean Aprianto Wibowo dari Kelas 7 A PK tersebut sukses mengungguli 11 tim lain dari berbagai madrasah di Eks karesidenan Surakarta.

    Kompetisi robotik bergengsi ini diikuti oleh 12 tim peserta dari berbagai madrasah, di antaranya MTs Negeri 2 Sukoharjo, MTs Negeri 1 Karanganyar, MTs Negeri 2 Boyolali, serta sejumlah madrasah lainnya. Keberhasilan ini menjadi pencapaian istimewa bagi MTs Negeri 5 Wonogiri karena merupakan kali pertama mengikuti Madagascar Robotic Fair dan langsung meraih gelar juara.

    Guru Pembimbing Tim Robotik MTs Negeri 5 Wonogiri, Katino, menjelaskan lomba yang diikuti berada pada kategori coding robotik. Dalam kompetisi tersebut, setiap tim dituntut menyusun program yang akan mengendalikan pergerakan robot untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang telah ditentukan panitia. “Alhamdulillah dari 12 tim yang ikut, MTs Negeri 5 Wonogiri berhasil mendapatkan Juara 1,” ujarnya.

    Katino menerangkan proses perlombaan diawali dengan pembuatan program menggunakan aplikasi Mblock. Program yang telah disusun kemudian diunggah ke robot yang sebelumnya dirakit oleh peserta. Robot tersebut selanjutnya harus mampu menjalankan berbagai instruksi dan melewati rintangan sesuai perintah yang telah dibuat melalui proses coding. 

    “Ketika anak mampu menyelesaikan rintangan dengan coding yang telah dibuat dari perintah yang sudah berhasil disusun, maka anak bisa mendapatkan nilai terbaik,” jelasnya.

    Menurutnya, prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri karena diraih pada keikutsertaan perdana MTs Negeri 5 Wonogiri dalam festival robotik tersebut. Bahkan, tim madrasah mampu mengalahkan sejumlah peserta yang telah berpengalaman dan pernah meraih prestasi pada kompetisi serupa. 

    “Pertama kali mengikuti festival robotik dan langsung mampu mengalahkan tim-tim yang sebelumnya sudah pernah menjadi juara,” katanya.

    Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus mengembangkan pembelajaran teknologi. Katino mengungkapkan pihak sekolah berencana memberikan pendalaman materi robotik, Internet of Things (IoT), dan berbagai keterampilan teknologi lainnya guna meningkatkan daya saing peserta didik. 

    “Ke depan anak-anak MTs Negeri 5 Wonogiri akan kami berikan pembelajaran lebih lanjut tentang robotik, IoT, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala MTs Negeri 5 Wonogiri, Umi Muslikhah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim, pelatih, dan pembina yang telah berjuang dengan penuh dedikasi hingga berhasil membawa pulang gelar juara. Ia berharap prestasi tersebut menjadi pemicu semangat bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi. 

    “Terima kasih kepada para peserta, pelatih, dan pembina yang telah berjuang dengan penuh dedikasi. Semoga piala kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus mengukir prestasi di masa depan dan menginspirasi seluruh siswa lainnya,” tuturnya. 

    Ia juga berharap penguatan materi robotik dapat terus dilakukan, bahkan melalui kelas khusus, agar siswa mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional serta siap menghadapi dunia kerja berbasis teknologi. (Sofyan)


    Baca juga: FORPIS Surakarta Gelar Seminar Bahasa Isyarat, Tanamkan Semangat Inklusivitas di Kalangan Pelajar

    Foto bersama pembicara, panitia dan peserta Seminar Bahasa Isyarat bertajuk “Satu Gerakan Seribu Makna” di Aula SMA Negeri 6 Surakarta, Sabtu (30/5/2026). 


    FORPIS Surakarta Gelar Seminar Bahasa Isyarat, Tanamkan Semangat Inklusivitas di Kalangan Pelajar

    Surakarta - majalahlarise.com - Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Surakarta sukses menyelenggarakan Seminar Bahasa Isyarat bertajuk “Satu Gerakan Seribu Makna” di Aula SMA Negeri 6 Surakarta, Sabtu (30/5/2026). 

    Kegiatan yang diikuti 80 peserta dari kalangan pelajar SMP hingga SMA se-Kota Surakarta ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya komunikasi yang inklusif serta memperkenalkan dasar-dasar bahasa isyarat sebagai sarana berinteraksi dengan teman-teman Tuli.

    Seminar dibuka oleh Bambang Nugroho, S.Sn., M.Sn., selaku Pengurus PMI Bidang Relawan dan Penanggulangan Bencana, didampingi Kepala Markas PMI Kota Surakarta, Riki Mirzam Abdurrozaq. Kegiatan menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang bahasa isyarat dan pendidikan inklusif. Para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya bahasa isyarat, etika berkomunikasi dengan penyandang disabilitas pendengaran, hingga praktik langsung penggunaan bahasa isyarat dasar dalam kehidupan sehari-hari.

    Ketua Pelaksana Seminar Bahasa Isyarat, Zahra, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya FORPIS Surakarta dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya anggota PMR di Kota Surakarta. 

    “Saya harap melalui Seminar Bahasa Isyarat ini, peserta bisa lebih meningkatkan kepedulian terhadap teman-teman disabilitas dan mampu membangun relasi juga komunikasi tanpa batas di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi praktik dan tanya jawab. Banyak peserta aktif berinteraksi dan mempraktikkan gerakan bahasa isyarat yang diajarkan narasumber. Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga memahami pentingnya menghargai keberagaman serta membangun komunikasi yang setara bagi semua kalangan.

    Melalui seminar ini, FORPIS Surakarta berharap semakin banyak generasi muda yang peduli terhadap isu inklusivitas dan terdorong untuk mempelajari bahasa isyarat sebagai langkah nyata dalam menciptakan masyarakat yang terbuka, saling menghargai, serta memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial. (Is/ Sofyan)


    Baca juga: Tanamkan Tauhid dan Semangat Berqurban, SD Muhammadiyah PK Banyudono Sembelih 5 Kambing pada Hari Tasyrik

    Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan (PPL) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membantu pencacahan daging hewan qurban.


    Tanamkan Tauhid dan Semangat Berqurban, SD Muhammadiyah PK Banyudono Sembelih 5 Kambing pada Hari Tasyrik

    Boyolali - majalahlarise.com - SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan penyembelihan hewan qurban sebanyak lima ekor kambing pada hari Tasyrik terakhir, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai tauhid, keikhlasan, dan kepedulian sosial kepada para siswa sejak dini.

    Ketua Panitia Qurban, Habibi Nur Rahman, S.Pd., menjelaskan, dari total lima ekor kambing yang disembelih, empat ekor merupakan hewan latihan qurban siswa, sedangkan satu ekor kambing berasal dari shohibul qurban wali murid atas nama Bapak Dendy Sadono Priyanto. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga sarana pembelajaran karakter bagi peserta didik. 

    “Semoga Allah SWT menerima amal ibadah qurban para shohibul qurban dan menjadikannya sebagai sarana pendidikan karakter bagi anak-anak,” ujarnya.

    Pelaksanaan qurban tahun ini semakin semarak dengan keterlibatan 12 mahasiswa Program Pengenalan Lapangan (PPL) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Para mahasiswa turut membantu proses penyembelihan, pengemasan, hingga pendistribusian daging qurban kepada masyarakat yang berhak menerima. Kehadiran mereka memberikan pengalaman kolaboratif yang positif antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dasar dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial.

    Siswa mengikuti lomba membuat kaligrafi.


    Selain menyaksikan proses penyembelihan secara edukatif, para siswa juga mengikuti berbagai kegiatan pendukung yang telah disiapkan panitia. Kegiatan tersebut meliputi lomba membuat kaligrafi, menyusun puzzle edukatif, serta berbagai aktivitas kreatif yang bertujuan memperdalam pemahaman siswa mengenai makna dan hikmah Idul Adha.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menjelaskan kegiatan qurban merupakan media pendidikan karakter yang efektif untuk menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa qurban adalah wujud ketakwaan, ketaatan kepada Allah, serta bentuk kepedulian kepada sesama. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang keikhlasan, berbagi, dan semangat berkorban sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS,” tuturnya.

    Melalui kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekolah tersebut, SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap dapat membentuk generasi yang memiliki tauhid kuat, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Momentum Idul Adha juga dimanfaatkan untuk mempererat sinergi antara sekolah, orang tua, mahasiswa PPL, dan masyarakat dalam menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin. (Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-41 SMP Negeri 2 Selogiri, Pemotongan Tumpeng dan Balon Udara Tandai Puncak Perayaan


Top