GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Berita
![]() |
| Kegiatan bersih-bersih rumah ibadah lintas agama di Vihara Sradha Murti, Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran. |
Jalin Kebersamaan dan Perkuat Kerukunan, Penyuluh Agama Se-Distrik Wuryantoro Gelar Bersih-Bersih Vihara Sradha Murti Pijiharjo
Wonogiri - majalahlarise.com - Dalam upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan bersih-bersih rumah ibadah lintas agama di Vihara Sradha Murti, Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran. Selasa (19/5/2026). Kegiatan bertajuk “IPARI Wonogiri Ramah Berseri (Rumah Ibadah Bersih, Sehat, Rapi dan Indah)” tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan semangat gotong royong.
Kegiatan diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri dari Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Manyaran, Wuryantoro, Eromoko, dan Pracimantoro, Penyuluh Agama Buddha Kabupaten Wonogiri, serta umat Buddha di wilayah Desa Pijiharjo. Mereka bersama-sama membersihkan area vihara sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus simbol nyata toleransi antar umat beragama.
Koordinator kegiatan, Eko Rahmanto, S.Ud selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Manyaran menjelaskan kegiatan tersebut merupakan program yang diselenggarakan Pengurus Daerah IPARI Kemenag Wonogiri untuk memperkuat persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah IPARI Kemenag Wonogiri dengan tujuan menguatkan kerukunan, kedamaian, persaudaraan antar umat beragama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan saling mengunjungi, memperhatikan dan kerja sosial bersama, maka jangan ada lagi sikap saling curiga, saling membenci, saling mencaci antara umat agama satu dengan umat agama lainnya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari umat Buddha di Desa Pijiharjo. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian para penyuluh agama serta tokoh lintas agama yang hadir dan ikut bergotong royong membersihkan vihara.
Menurut mereka, perhatian serta kepedulian terhadap pemeluk agama lain menjadi langkah penting untuk bersama-sama mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh toleransi di tengah keberagaman. Semangat kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi contoh positif bagi masyarakat luas dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. (Sofyan)
Baca juga: Sosialisasi Kesehatan Jiwa di SMP Negeri 2 Manyaran, Bekali Siswa Hadapi Tantangan Psikologis
Pendidikan
![]() |
| Narasumber Arum Mustika Sari, SKM menyampaikan materi tentang P3LP atau pertolongan pertama pada luka psikologis. |
Sosialisasi Kesehatan Jiwa di SMP Negeri 2 Manyaran, Bekali Siswa Hadapi Tantangan Psikologis
Wonogiri - majalahlarise.com - SMP Negeri 2 Manyaran bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Manyaran menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan jiwa bagi para siswa pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus membangun kesiapan menghadapi tantangan psikologis di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber pertama, Arum Mustika Sari, SKM menyampaikan materi tentang P3LP atau pertolongan pertama pada luka psikologis. Ia menjelaskan dukungan awal secara psikologis sangat penting diberikan kepada individu yang sedang mengalami tekanan mental, stres berat, maupun trauma.
“Pertolongan pertama pada luka psikologis menjadi langkah awal untuk membantu seseorang lebih tenang, merasa aman, dan tidak menghadapi masalahnya sendirian,” ujarnya.
Sementara itu, pemateri kedua, Nur Sasongko, AMK memberikan materi mengenai self care first aider. Ia mengajak siswa memahami pentingnya merawat diri sendiri secara mental dan emosional agar mampu menjaga kesehatan jiwa secara berkelanjutan. Menurutnya, kesadaran untuk mengenali kondisi diri menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan psikologis sejak dini.
“Self care bukan hanya menjaga fisik, tetapi juga menjaga pikiran dan emosi agar tetap sehat dan produktif,” jelasnya.
Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Kumaidah Hidayati menyampaikan kegiatan ini bertujuan memberikan dukungan non-klinis berbasis empati untuk menstabilkan emosi individu yang mengalami krisis, stres berat, atau trauma. Ia berharap sosialisasi kesehatan jiwa tersebut mampu menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Harapan sekolah, kegiatan ini akan memberikan stimulus pada murid dalam menghadapi tantangan psikologis sehingga murid tetap nyaman dalam berkarya,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi kesehatan jiwa ini juga mendapat dukungan penuh dari bidang kesiswaan yang dikoordinasikan Dwi Widodo bersama guru Bimbingan Konseling (BK), Didit Edi Suryadi. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan peduli terhadap kesehatan mental peserta didik. (Sofyan)
Baca juga: UNISRI Job Fair 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Ribuan Pencari Kerja Padati Auditorium
Pendidikan
![]() |
| Pengunjung UNISRI Job Fair saat mengisi formulir lowongan pekerjaan di salah satu stand. |
UNISRI Job Fair 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Ribuan Pencari Kerja Padati Auditorium
Solo - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta resmi membuka UNISRI Job Fair 2026 di Gedung Auditorium UNISRI, Rabu (20/5/2026). Sejak pagi, ribuan pencari kerja dari berbagai wilayah Soloraya memadati lokasi kegiatan untuk mencari peluang kerja dari puluhan perusahaan yang membuka rekrutmen secara langsung. Bursa kerja tahunan yang digelar selama dua hari, 20–21 Mei 2026 tersebut diselenggarakan oleh UNISRI Career Center (UCC) dan terbuka gratis untuk umum.
Pembukaan acara ditandai dengan pengguntingan pita oleh Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd. Antusiasme masyarakat terlihat dari panjangnya antrean pelamar yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai lulusan SMA/SMK, Diploma (D3), hingga Sarjana (S1). Para pencari kerja langsung mendatangi stan perusahaan untuk menyerahkan lamaran dan mengikuti proses rekrutmen awal.
Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., menjelaskan pelaksanaan Job Fair menjadi agenda wajib tahunan kampus sebagai bentuk tanggung jawab perguruan tinggi dalam membantu lulusan memperoleh akses kerja secara nyata. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya meluluskan mahasiswa tanpa membuka jembatan menuju dunia industri.
“Hari ini resmi kami buka, dan ini adalah bagian dari tanggung jawab kami. Perguruan tinggi tidak boleh sekadar meluluskan mahasiswa, melainkan wajib ikut memberikan akses dan peluang nyata bagi para lulusan untuk mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, melalui Job Fair di Auditorium ini, kami mempertemukan langsung para pelamar dengan puluhan perusahaan terkemuka,” jelas Prof. Dr. Sutoyo di sela kegiatan pembukaan.
Prof. Sutoyo juga mengungkapkan tingginya persaingan kerja saat ini. Ia mencontohkan ketika UNISRI membuka lowongan tenaga administrasi internal beberapa waktu lalu, dalam waktu tiga hari jumlah pelamar mencapai 960 orang. Kondisi tersebut menjadi dasar kampus memperketat seleksi perusahaan peserta Job Fair agar benar-benar memberikan jaminan perlindungan bagi tenaga kerja.
“Kebijakan kami sangat tegas, perusahaan penyedia kerja yang ikut serta hari ini harus perusahaan yang terstandar. Kami seleksi betul sejak awal agar setelah rekrutmen selesai, kejelasan mengenai standar gaji, fasilitas kerja, hingga hak jaminan kesehatan pelamar terjamin dengan baik dan transparan. Kami tidak ingin sekadar mengumpulkan banyak perusahaan, tapi kualitas perlindungan tenaga kerja menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Hal menarik pada penyelenggaraan Job Fair tahun ini ialah tidak adanya pembatasan usia pelamar kerja sesuai regulasi terbaru dari Dinas Tenaga Kerja. Kebijakan tersebut membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan tanpa terkendala faktor usia.
“Sesuai edaran resmi dari Dinas Tenaga Kerja, peluang kerja kali ini tidak membatasi usia pelamar. Bahkan pelamar berusia 50 tahun pun, selama kompetensi dan kondisi fisiknya memenuhi kriteria perusahaan, memiliki hak yang sama untuk mendaftar. Kami juga menaikkan standarisasi perusahaan peserta secara ketat. Perusahaan yang hadir wajib memberikan jaminan kelangsungan kerja, kejelasan standar gaji, serta proteksi kesehatan berupa BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan agar pelamar merasa aman dan yakin,” jelasnya.
Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Tenaga Kerja turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Perwakilan Disnaker Surakarta menilai kolaborasi antara kampus dan dunia industri menjadi langkah strategis dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja formal di Kota Solo.
“UNISRI bersama beberapa SMK di Solo masuk dalam komunitas Bursa Kerja Khusus (BKK) yang aktif di bawah binaan kami. Dinas Tenaga Kerja Surakarta pasti memberikan dukungan penuh dan rekomendasi resmi untuk setiap event bursa kerja seperti ini. Kami rutin berkoordinasi secara terpadu dengan ketua pengelola karier di kampus untuk mendorong percepatan pengentasan pengangguran, khususnya bagi lulusan-lulusan terbaru dari sektor pendidikan di Kota Surakarta,” ungkap perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta.
Selain menghadirkan sekitar 40 perusahaan, UNISRI Job Fair 2026 juga dilengkapi workshop dan talk show interaktif yang membahas strategi memasuki dunia kerja modern. Pihak kampus bersama Dinas Tenaga Kerja menargetkan sekitar 30 hingga 50 persen peserta yang hadir dapat terserap langsung ke dunia industri melalui momentum bursa kerja tersebut.
Sementara itu, salah satu pencari kerja dari Karanganyar, Dila mengaku dirinya merasa terbantu adanya job fair ini. "Saya senang ada job fair. Saya mencari - cari lowongan kerja bagian marketing," ujarnya. (Sofyan)
Baca juga: Kuliah Pakar PBI Univet Bantara Bekali Mahasiswa Jadi Arsitek Konten Pembelajaran Kreatif
Pendidikan
![]() |
| Narasumber Hardika Dwi Hermawan saat menyampaikan materi kuliah pakar. |
Kuliah Pakar PBI Univet Bantara Bekali Mahasiswa Jadi Arsitek Konten Pembelajaran Kreatif
Solo - majalahlarise.com - Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo menggelar Kuliah Pakar bertajuk “Creative Teaching: Menjadi Arsitek Konten Pembelajaran” di Gedung H lantai 3, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc ITE dengan tujuan membekali mahasiswa mengenai kreativitas pembelajaran berbasis teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI).
Ketua panitia Arin Arianti dalam laporannya menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan wawasan serta keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan media pembelajaran kreatif berbasis teknologi. Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan menuntut calon pendidik mampu menghadirkan metode pembelajaran yang inovatif dan adaptif. “Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang,” ujarnya.
Disampaikan pula seorang pengajar tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi juga harus memiliki kreativitas dalam mengelola pembelajaran di kelas. Ia menilai kemampuan memanfaatkan teknologi informasi menjadi kebutuhan penting bagi guru masa kini. “Menjadi pengajar itu harus mempunyai hal-hal yang sifatnya kreatif terutama yang terkait dengan IT,” katanya.
Ia mengibaratkan guru sebagai seorang arsitek yang mampu merancang ruang belajar yang menarik dan bermanfaat bagi peserta didik. Menurutnya, guru perlu menghadirkan ide-ide kreatif dan inovatif agar siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang memberikan manfaat di masa depan. “Anda tidak hanya sekadar mengajar, menyampaikan materi, tetapi harus mempunyai ide-ide kreatif, inovatif,” jelasnya.
Wakil Dekan I FKIP Univet, Dr. Anwari Adi Nugroho, M.Pd, saat membuka kegiatan turut menjelaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Ia menyampaikan pembelajaran modern tidak lagi dapat mengandalkan metode lama semata, melainkan harus dipadukan dengan teknologi digital agar lebih menarik dan interaktif bagi siswa. “Guru itu adalah perancang kebiasaan belajar dan perancang konteks materi. Sekarang pembelajaran harus dikemas dengan teknologi agar menarik dan kreatif,” ujarnya.
Anwari berharap mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali ilmu dari para narasumber dan menerapkannya ketika menjadi pendidik di masa mendatang. Ia juga mendorong mahasiswa agar aktif mengikuti pelatihan karena kemampuan membuat konten pembelajaran kreatif sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini. “Harapannya mahasiswa bisa menjadi arsitek aset konten dan mewujudkan pengajaran yang kreatif ketika nanti mengajar di kelas,” tuturnya.
Pada sesi pemaparan materi, Hardika Dwi Hermawan mengangkat tema digital entrepreneurship dengan fokus pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pembuatan storybook anak. Ia memperkenalkan penggunaan ChatGPT, Canva sebagai alat bantu kreatif dalam menyusun konten edukatif yang menarik dan inovatif. “Penggunaan ChatGPT, Canva sangat relevan untuk mendukung proses kreatif dalam pembuatan konten digital, khususnya storybook anak,” jelasnya.
Melalui pendekatan praktis, peserta diajak berdiskusi dan melakukan praktik langsung agar pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam dunia pendidikan nyata. Narasumber berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai teori semata, tetapi menjadi pengalaman yang aplikatif bagi mahasiswa ketika terjun menjadi pendidik. “Pemahaman dasar tentang ChatGPT menjadi langkah penting sebelum masuk pada tahap pengembangan produk digital,” pungkasnya. (Sofyan)
Pendidikan
Dies Natalis ke-46 UNISRI, Kunjungan ke Rumah Pahlawan Slamet Riyadi Perkuat Nilai Karakter Civitas Akademika
Solo - majalahlarise.com - Dalam rangka rangkaian Dies Natalis ke-46, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) menyelenggarakan kegiatan “Kunjungan Rumah Slamet Riyadi” pada Jumat, 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada Pahlawan Nasional Slamet Riyadi sekaligus upaya memperkuat pendidikan karakter bagi seluruh civitas akademika kampus.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Oktiana Handini, menyampaikan kunjungan ini merupakan wujud apresiasi UNISRI terhadap jasa dan perjuangan Pahlawan Slamet Riyadi. Pada kesempatan itu, pihak kampus juga menyerahkan buku ajar Keslametriyadian sebagai bagian dari pelestarian nilai perjuangan di lingkungan akademik.
“Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan kami kepada Pahlawan Slamet Riyadi. Penyerahan buku ajar Keslametriyadian diharapkan mampu menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda, khususnya civitas akademika UNISRI,” ujarnya.
Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd, menjelaskan kunjungan ke kediaman Pahlawan Slamet Riyadi merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka Dies Natalis kampus. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat karakter sekaligus mempererat silaturahmi dengan keluarga besar Pahlawan Slamet Riyadi.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai karakter bagi seluruh civitas akademika UNISRI. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi sarana menjaga silaturahmi dengan keluarga Pahlawan Slamet Riyadi,” kata Prof. Sutoyo.
Rombongan UNISRI yang berjumlah sekitar 40 orang terdiri atas Pembina dan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi Surakarta, rektorat, dekan, panitia Dies Natalis, dosen, tenaga kependidikan, hingga perwakilan mahasiswa. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Sarjono, salah satu cucu keponakan Pahlawan Slamet Riyadi.
![]() |
| Pertunjukan dua tokoh wayang modifikasi, yakni tokoh Pahlawan Slamet Riyadi dan tokoh Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd. |
Kegiatan diawali dengan ramah tamah dan sambutan dari pihak keluarga serta Rektor UNISRI. Suasana semakin menarik saat digelar pertunjukan pakeliran wayang kulit dengan lakon “Sang Slamet Riyadi”. Pertunjukan tersebut dibawakan oleh Raditya, mahasiswa semester 2 Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNISRI.
Dalam pertunjukan wayang tersebut ditampilkan dua tokoh wayang modifikasi, yakni tokoh Pahlawan Slamet Riyadi dan tokoh Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd. Dialog interaktif dalam pertunjukan menggambarkan semangat perjuangan, keteladanan, dan penguatan pembelajaran karakter melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Pengawas PAI SMP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Tutik Rijani saat menyampaikan sambutan. |
Momentum Hari Jadi Wonogiri ke-285, Guru PAI SR 03 Selenggarakan MGMP Perkuat Kompetensi dan Inovasi Pembelajaran
Wonogiri - majalahlarise.com - Semangat meningkatkan mutu pendidikan terus ditunjukkan para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Sub Rayon 03 Kabupaten Wonogiri melalui kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang digelar di SMP Negeri 1 Baturetno, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke-285 sekaligus memperkuat dedikasi guru dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Sekitar 25 guru PAI dari SMP negeri maupun swasta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Forum MGMP kali ini membahas berbagai materi strategis mulai dari koordinasi program kerja, bedah perangkat pembelajaran, evaluasi administrasi guru, hingga pemanfaatan media video pembelajaran guna menunjang proses belajar mengajar yang lebih menarik dan efektif.
Turut hadir Pengawas PAI SMP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Tutik Rijani. Dalam sambutan dan pembinaannya, ia menyampaikan sejumlah informasi serta kebijakan terbaru terkait tugas dan tanggung jawab guru, baik dari sisi profesionalisme maupun kompetensi pedagogis.
Menurutnya, guru agama memiliki peran sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks.
“Sebagai guru PAI kita harus mampu menjaga marwah profesi dan menjadi teladan di manapun berada. Guru bukan hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga memberi contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Guru agama harus memiliki integritas, akhlak yang baik, disiplin, serta mampu menanamkan nilai-nilai keislaman yang damai dan menyejukkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pembelajaran semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
Sementara itu, sesi berikutnya diisi praktik teknik penyusunan perangkat ajar digital dan karya inovasi guru yang didokumentasikan melalui Google Drive. Kegiatan dipandu narasumber Wawan Fuad Zamroni yang memberikan pelatihan langsung terkait pengelolaan administrasi dan arsip pembelajaran berbasis digital.
Para peserta tampak aktif mengikuti praktik dan diskusi yang berlangsung interaktif. Melalui kegiatan tersebut diharapkan guru-guru PAI mampu meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan sesuai perkembangan zaman.
Ketua MGMP PAI SR 03, Catur Marwandi menyampaikan kegiatan MGMP ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar guru PAI SMP di wilayah Sub Rayon 03 Kabupaten Wonogiri.
“Kegiatan ini menjadi wadah bersama untuk saling belajar, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat sinergi dalam memajukan dunia pendidikan yang religius dan berkarakter,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: 67 Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Diwisuda Tahfiz, Hafalan Capai 12 Juz
Pendidikan
![]() |
| Sebanyak 67 siswa mengikuti prosesi wisuda dengan capaian hafalan bervariasi hingga 12 juz. |
67 Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Diwisuda Tahfiz, Hafalan Capai 12 Juz
Solo - majalahlarise.com - Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai Wisuda Tahfiz Al-Qur’an SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta yang digelar di Ballroom The Alana Hotel Solo, Sabtu (16/5/2026). Sebanyak 67 siswa mengikuti prosesi wisuda dengan capaian hafalan bervariasi hingga 12 juz.
Mengusung tema “Membentuk Generasi Rabbani dengan Al-Qur’an”, kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekolah terhadap perjuangan para siswa dalam menghafal Al-Qur’an sekaligus penguatan komitmen mencetak generasi Qur’ani.
Dalam wisuda tersebut, capaian hafalan siswa mulai dari juz 1 hingga juz 29. Rinciannya, wisuda juz 1 diikuti 8 siswa, juz 2 sebanyak 2 siswa, juz 3 satu siswa, juz 4 tiga siswa, juz 5 dan 6 masing-masing satu siswa, juz 23 satu siswa, juz 26 tiga siswa, juz 27 lima siswa, juz 28 sebanyak 20 siswa, juz 29 sebanyak 21 siswa, dan juz 30 satu siswa.
Prestasi membanggakan juga diraih Juhaina Yafi'ah Fadhila sebagai wisudawan terbaik pertama dan Afham Rais Faizullah Swandono sebagai wisudawan terbaik kedua.
Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Abdul Kholiq Hasan, MA., M.Ed., yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas capaian para siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, keberhasilan anak tidak lepas dari peran besar keluarga dalam proses pendampingan.
“Jika ingin anak mampu menghafal Al-Qur’an, maka orang tua harus memiliki komitmen untuk membersamai. Ada lima kunci, yakni murojaah setiap hari, pendampingan keluarga, tasmi’, jadwal hafalan yang jelas, dan doa kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga memaparkan program tahfiz yang dijalankan SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menjadi salah satu model pendidikan yang layak dikembangkan. Menurutnya, siswa tidak hanya didorong unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kekuatan religius melalui hafalan Al-Qur’an.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., mengapresiasi semangat para siswa dan dukungan orang tua dalam menyukseskan program tahfiz di sekolah.
“Alhamdulillah wisuda tahfiz diikuti 67 siswa. Saya mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang hadir, Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta, dan Kementerian Agama. Kami berharap para wisudawan dan wisudawati mampu menjaga hafalan, memahami, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an,” tuturnya.
Momen paling mengharukan terjadi saat sesi pemberian mahkota dan surat cinta kepada orang tua. Prosesi diawali dengan pemutaran video perjuangan siswa selama mengikuti program tahfiz. Saat lampu ballroom dipadamkan, para siswa secara perlahan memasangkan mahkota kepada orang tua masing-masing. Tangis haru pun pecah di berbagai sudut ruangan.
Melalui kegiatan wisuda tahfiz ini, SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...










