Kontingen dari MI Al-Kahfi Manyaran saat menyerahkan karangan bunga kepada Camat Manyaran diterima ibu Toto Tri Mulyarto.


    Pawai Budaya dan Pembangunan Meriahkan HUT ke-81 RI di Manyaran

    WONOGIRI - majalahlarise.com - Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, menggelar Pawai Budaya dan Pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (18/8/2026). Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah desa/kelurahan, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Pawai menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Manyaran. Berdasarkan surat Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kecamatan Manyaran Nomor B/015/PAN-HUT-81/VIII/2026 tertanggal 10 Agustus 2026, peserta dibagi dalam dua kategori keberangkatan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan.

    Kategori pertama yang terdiri atas Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD) diberangkatkan dari Lapangan Karanglor mulai pukul 08.00 WIB. Sementara kategori kedua yang meliputi SMP, SMA/SMK, desa/kelurahan, dan peserta umum diberangkatkan dari halaman SMP Negeri 1 Manyaran sekitar pukul 09.00 WIB.

    Kontingan MI Al-Kahfi Manyaran mengenakan pakai bertema wayang orang dan kostum batik karnival.


    Peserta kemudian mengikuti rute yang telah ditentukan hingga finis di depan Puskesmas Manyaran. Setelah seluruh rangkaian selesai, peserta diarahkan untuk membubarkan diri menuju arah utara.

    Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat dan lembaga di Kecamatan Manyaran. Di antaranya Forkopimcam, DPRD, PKK, Dharma Wanita, KUA, Puskesmas, unsur pendidikan, satuan pendidikan tingkat SMA hingga SD, pemerintah desa/kelurahan, tokoh masyarakat, serta panitia HUT Kemerdekaan RI ke-81.

    Camat Manyaran, Toto Tri Mulyarto, menjelaskan Pawai Budaya dan Pembangunan digelar sebagai sarana menggairahkan masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali jasa dan perjuangan para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Camat Manyaran Toto Tri Mulyarto beserta tamu undangan saat berada di panggung kehormatan.


    “Ini menjadi satu semangat kepada masyarakat untuk mengekspresikan bagaimana mereka merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dengan berbagai ide, kreasi, dan gagasan,” ujar Toto Tri Mulyarto.

    Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam mengikuti pawai mencerminkan semangat gotong royong dan kreativitas warga. Berbagai tampilan yang disuguhkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan rasa syukur sekaligus kecintaan terhadap bangsa dan negara.

    Selain aspek budaya dan kreativitas, pawai juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan yang melibatkan banyak warga tersebut memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus mengembangkan usaha.

    “Di samping itu juga memberikan kesempatan, satu sarana bagi UMKM yang ada di sini untuk berdaya guna dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

    Panitia juga menerapkan sejumlah tata tertib untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Peserta diperbolehkan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan batas maksimal kendaraan truk engkel. Kendaraan tidak diperbolehkan menggunakan knalpot brong. Peserta juga dilarang membawa atau menggunakan petasan maupun benda sejenis yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

    Setiap kontingen diwajibkan menampilkan atraksi di depan panggung kehormatan yang berada di depan Kantor Kecamatan Manyaran dengan durasi maksimal lima menit. Sebelum memasuki panggung kehormatan, peserta menyampaikan narasi mengenai nama kontingen, jumlah peserta, tema yang diusung, serta informasi pendukung lainnya.

    Ketentuan tersebut membuat Pawai Budaya dan Pembangunan tidak sekadar menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi ruang kreativitas, edukasi, kebersamaan, dan penguatan semangat nasionalisme masyarakat Manyaran dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Sofyan)


    Baca juga: Kostum Jadul dan Aksi Teatrikal Suradi “Gentong” Pecahkan Gelak Tawa di Malam Tirakatan HUT RI Ke-81

    Pelaksanaan upacara tahun ini. Seluruh petugas upacara berasal dari kalangan guru. Para guru mengambil peran mulai dari pemimpin upacara, pembaca teks Proklamasi, pembaca Undang-Undang Dasar 1945, pengibar bendera, hingga petugas lainnya.


    Upacara HUT ke-81 RI di SD Muhammadiyah PK Solo, Seluruh Petugas Berasal dari Guru

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 149 murid kelas V dan VI serta 50 guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di hall sekolah, Senin (17/8/2026).

    Ada hal menarik dalam pelaksanaan upacara tahun ini. Seluruh petugas upacara berasal dari kalangan guru. Para guru mengambil peran mulai dari pemimpin upacara, pembaca teks Proklamasi, pembaca Undang-Undang Dasar 1945, pengibar bendera, hingga petugas lainnya.

    Sementara itu, murid kelas I–IV mengikuti upacara dari rumah melalui siaran langsung kanal YouTube SDMUHPKTV. Skema tersebut memungkinkan seluruh warga sekolah tetap mengikuti momentum peringatan kemerdekaan meskipun berada di tempat yang berbeda.


    Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, dalam amanatnya mengajak seluruh peserta upacara untuk senantiasa mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.

    “Kemerdekaan merupakan anugerah sekaligus amanah dari Allah Swt. Kemerdekaan sebagai anugerah karena tanpa pertolongan dari Allah, tidak akan mungkin perjuangan para pahlawan berhasil meraih kemerdekaan. Sedangkan kemerdekaan juga merupakan amanah, sehingga kita sebagai generasi saat ini wajib mengisinya dengan fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan,” ungkapnya.

    Nursalam juga mengajak seluruh peserta upacara untuk meneladan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan tiga sikap penting yang perlu terus dibangun. Pertama, berani membela kebenaran dan keadilan. Kedua, senantiasa jujur dalam perkataan dan perbuatan. Ketiga, menampilkan sikap hidup sederhana.

    Menurut Nursalam, nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dikenang dalam momentum peringatan kemerdekaan, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Nursalam juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas berbagai prestasi tingkat nasional maupun internasional yang telah diraih murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo.

    Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa murid terus berusaha menerapkan nilai-nilai kepahlawanan, terutama keberanian untuk berprestasi, kerja keras, kedisiplinan, dan semangat memberikan yang terbaik.

    Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang 13 cabang lomba semarak HUT ke-81 RI yang telah dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026).

    Pengumuman tersebut menjadi penutup rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo. Sebelumnya, ratusan murid telah mengikuti berbagai perlombaan yang dirancang untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, kebugaran, kerja sama, serta semangat nasionalisme.

    Melalui peringatan HUT ke-81 RI, sekolah tidak hanya mengajak murid mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga mendorong seluruh warga sekolah untuk mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi, kejujuran, kesederhanaan, dan semangat fastabiqul khairat. (Sofyan)


    Baca juga: BUMDes Jenalas Sragen Hilirisasi Sawo Menjadi Selai, Dongkrak Nilai Ekonomi Desa

    Tim drumband SMPN 2 Manyaran dipercaya sebagai pengiring Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).


    Drumband SMPN 2 Manyaran Tampil di Upacara HUT ke-81 RI

    MANYARAN – majalahlarise.com – Drumband SMP Negeri 2 Manyaran mendapat amanah untuk turut menyukseskan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Senin (17/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, tim drumband SMPN 2 Manyaran dipercaya sebagai pengiring Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) sekaligus memberikan hiburan bagi tamu undangan dan peserta upacara.

    Penampilan drumband menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian upacara. Para siswa tampil dengan disiplin dan penuh semangat mengiringi langkah Paskibra dalam menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih. Kekompakan antara pemain alat musik, gerakan baris-berbaris, serta aransemen musik yang dibawakan membuat suasana upacara semakin khidmat dan semarak.

    Tidak hanya mengemban tugas sebagai pengiring Paskibra, drumband SMPN 2 Manyaran juga dipercaya menghibur tamu undangan dan peserta upacara sebelum pelaksanaan upacara penurunan bendera. Penampilan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan keterampilan, kedisiplinan, kerja sama, sekaligus rasa percaya diri yang selama ini dibangun melalui kegiatan ekstrakurikuler.

    Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati, menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Manyaran yang telah memberikan amanah kepada sekolah yang dipimpinnya.

    Tim drumband SMPN 2 Manyaran saat tampil sebelum upacara penurunan bendera.


    “Terima kasih kepada panitia penyelenggara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Manyaran yang telah memberikan amanah dan kepercayaan kepada SMP Negeri 2 Manyaran untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan ini,” ujar Siti Khumaidah Hidayati.

    Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk belajar bertanggung jawab sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki. Keterlibatan drumband dalam upacara tingkat kecamatan juga menjadi pengalaman bagi siswa untuk tampil di hadapan masyarakat dalam momentum peringatan kemerdekaan.

    “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada anak-anak dan bapak ibu guru yang telah mempersiapkan serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berprestasi dan mengembangkan bakatnya,” jelasnya.

    Ia berharap partisipasi siswa dalam kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi penampilan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Melalui latihan rutin dan keterlibatan dalam kegiatan resmi, siswa belajar mengenai kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta menghargai perjuangan para pahlawan.

    Penampilan drumband SMPN 2 Manyaran dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Manyaran sekaligus menunjukkan peran sekolah dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan. Semangat para siswa menjadi warna tersendiri dalam peringatan kemerdekaan yang berlangsung di Kecamatan Manyaran. (Sofyan)


    Baca juga: Kostum Jadul dan Aksi Teatrikal Suradi “Gentong” Pecahkan Gelak Tawa di Malam Tirakatan HUT RI Ke-81

    Tim pengabdi dari Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jenalasku Maju mengembangkan buah sawo menjadi produk selai sekaligus memperkuat manajemen dan pemasaran usaha.


    BUMDes Jenalas Sragen Hilirisasi Sawo Menjadi Selai, Dongkrak Nilai Ekonomi Desa

    SRAGEN – majalahlarise.com – Potensi buah sawo yang melimpah di Desa Jenalas, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, didorong menjadi produk pangan bernilai tambah melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Tim pengabdi dari Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jenalasku Maju mengembangkan buah sawo menjadi produk selai sekaligus memperkuat manajemen dan pemasaran usaha.

    Program tersebut mengusung judul “Penguatan Peran BUMDes Jenalas Sragen dalam Pengelolaan dan Pemasaran Sawo melalui Produksi Selai sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Berkelanjutan Desa.” Kegiatan diarahkan untuk menjawab persoalan produksi dan manajemen usaha BUMDes melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, pelatihan, pendampingan, pengemasan, pembukuan, serta penguatan pemasaran.

    Ketua tim PKM, Dr. Yoto Widodo, M.Si., bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan, menjalin komunikasi dengan BUMDes dan pemangku kepentingan desa, serta memperkuat strategi pemberdayaan masyarakat dan manajemen usaha.

    "Tujuan program dirumuskan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas BUMDes Jenalas dalam produksi selai sawo melalui penerapan proses pengolahan yang terstandar sehingga dihasilkan produk selai sawo yang berkualitas dan siap dipasarkan," jelasnya.

    Ketua tim PKM, Dr. Yoto Widodo, M.Si saat menyampaikan pelaksana program.

    Pernyataan tersebut menunjukkan program tidak sekadar mengajarkan cara membuat selai, tetapi diarahkan membangun kemampuan BUMDes agar dapat menjalankan unit usaha secara mandiri. Penguatan juga mencakup perencanaan produksi, pengelolaan bahan baku, penetapan harga, pencatatan keuangan, hingga pengaturan sistem pemasaran.

    Potensi Sawo Belum Tergarap Optimal

    Desa Jenalas memiliki sekitar 57 pohon sawo yang tersebar di pekarangan warga. Masa panen berlangsung sekitar Mei hingga Oktober. Produksinya dapat mencapai sekitar 1,5 kuintal per pohon pada periode panen.

    Selama ini buah sawo lebih banyak dikonsumsi rumah tangga, dijual secara individual dalam skala kecil, atau dijual kepada pengepul. Pada periode panen, produksi sekitar 100–200 kilogram sebagian digunakan untuk konsumsi, sebagian dijual di lingkungan sekitar, dan sebagian lainnya masuk ke pasar pengepul.

    Pola tersebut dinilai belum memberikan nilai ekonomi optimal bagi masyarakat maupun BUMDes. Penjualan secara individual juga menyebabkan volume pemasaran tidak kontinu dan harga sangat bergantung pada kondisi pasar serta pengepul.

    BUMDes belum memiliki sistem pengumpulan dan penjualan sawo yang terkoordinasi. Daya simpan buah yang terbatas juga menjadi persoalan ketika produksi meningkat pada musim panen.

    Kondisi tersebut menjadi dasar pengembangan selai sawo. Buah yang sebelumnya cepat mengalami penurunan mutu dapat diolah menjadi produk dengan daya simpan lebih panjang dan memiliki nilai jual berbeda dibandingkan buah segar.

    Aspek teknis produksi menjadi tanggung jawab Dr. Bovi Wira Harsanto, S.TP.. Ia memiliki kompetensi teknologi hasil pertanian dan bertugas menyusun formulasi, proses pengolahan, pengendalian mutu, serta memberikan pelatihan pembuatan dan pengemasan selai.

    “Transfer iptek terkait pembuatan selai sawo melalui pelatihan dan pendampingan teknis merupakan upaya tim pengusul untuk meningkatkan keterampilan BUMDes dalam mengolah buah sawo menjadi produk selai yang berkualitas dan siap dipasarkan," jelasnya.

    Teknologi yang diterapkan menggunakan peralatan skala rumah tangga atau UMKM, seperti panci stainless steel, kompor gas, spatula food grade, serta blender atau chopper.


    Pelatihan dilakukan secara praktik langsung. Peserta mendapatkan materi mengenai karakteristik bahan baku, formulasi, prinsip pengolahan pangan, sortasi, pengolahan, pemasakan, hingga pengemasan sementara.

    Teknologi yang diterapkan menggunakan peralatan skala rumah tangga atau UMKM, seperti panci stainless steel, kompor gas, spatula food grade, serta blender atau chopper. Kapasitas produksi dirancang sekitar 10–15 kilogram sawo segar dalam satu proses produksi.

    Pengemasan Diperkuat agar Siap Pasar

    Selain membuat produk, BUMDes mendapatkan pendampingan pengemasan. Materi meliputi pemilihan kemasan food grade, teknik pengisian dan penutupan, desain kemasan, serta penyusunan label.

    Produk dirancang dalam kemasan botol kaca atau plastik food grade berukuran 100–200 gram. Kapasitas pengemasan ditargetkan mencapai sekitar 50–100 kemasan setiap batch.

    “Desain kemasan yang menarik dan label yang informatif berperan penting dalam meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen terhadap produk pangan olahan.”

    Target program pada aspek pengemasan meliputi tersedianya kemasan food grade, desain label lengkap yang memuat nama produk, komposisi, berat bersih dan produsen, serta minimal 50–100 unit produk siap jual.

    Manajemen dan Pemasaran Tidak Ditinggalkan

    Pengembangan unit usaha selai sawo juga membutuhkan tata kelola bisnis yang baik. Karena itu, program memberikan pelatihan manajemen yang mencakup perencanaan produksi, pengelolaan bahan baku, pencatatan keuangan, penetapan harga, perhitungan HPP, dan pemasaran.

    Dr. Joko Suryono, M.Si., anggota tim bidang ilmu komunikasi, mendapatkan tugas memperkuat komunikasi dan pemasaran unit usaha. Ia berperan dalam perancangan strategi komunikasi pemasaran berbasis data, penyusunan materi promosi, serta integrasi komunikasi pemasaran dengan sistem manajemen BUMDes.

    “Sistem manajemen usaha yang baik memungkinkan BUMDes menjalankan unit usaha selai sawo secara lebih efisien dan berorientasi pada keberlanjutan," jelasnya.

    Dengan pembukuan sederhana, pengurus BUMDes diharapkan mampu mengetahui pemasukan, pengeluaran, biaya produksi, HPP, serta harga jual produk. Targetnya, BUMDes memiliki buku kas sederhana dan mampu melakukan pencatatan keuangan secara rutin selama kegiatan.

    Melibatkan Mahasiswa

    Kegiatan PKM juga melibatkan dua mahasiswa, yakni Irma Dwi Wijayanti dari Ilmu Komunikasi dan Heru Febrianto dari Teknologi Hasil Pertanian.

    Irma membantu pendataan, pembukuan sederhana, monitoring dan evaluasi, penyusunan materi pelatihan, serta komunikasi antara tim pengabdi dan mitra. Heru membantu kegiatan produksi, pengemasan, dokumentasi, pencatatan data produksi dan evaluasi hasil pelatihan.

    Keterlibatan mahasiswa tersebut dapat direkognisi menjadi mata kuliah minimal enam SKS.

    Targetkan Produksi Mandiri

    Program menetapkan indikator capaian yang terukur. BUMDes ditargetkan mampu menghasilkan minimal satu hingga dua varian selai sawo, melakukan sedikitnya dua kali produksi secara mandiri, serta menyusun SOP produksi.


    Proses pembuatan selai sawo.

    Pada aspek pemasaran produk, ditargetkan minimal 50–100 unit selai sawo siap jual. Sementara dari sisi manajemen, BUMDes diharapkan memiliki buku kas sederhana, rekap HPP dan harga jual, serta mampu melakukan pencatatan keuangan secara rutin.

    Program juga menargetkan peningkatan level keberdayaan mitra pada aspek produksi dan manajemen, produk usaha berupa selai sawo, publikasi berita pada media massa elektronik nasional, serta video kegiatan sebagai luaran wajib.

    Dari Buah Pekarangan Menjadi Produk Ekonomi Desa

    Hilirisasi sawo melalui pengembangan selai diharapkan memberikan manfaat langsung kepada pemilik pohon sawo. Buah yang sebelumnya dijual secara individual dapat diserap BUMDes sebagai bahan baku produksi.

    Pemilik pohon sawo dapat memperoleh tambahan pendapatan melalui mekanisme penyerapan buah oleh BUMDes. Masyarakat juga dapat dilibatkan dalam proses produksi, pengemasan maupun pemasaran sehingga membuka peluang peningkatan keterampilan dan kesempatan kerja.

    Teknologi yang diterapkan dirancang sederhana, berbiaya rendah, dan sesuai dengan skala desa. Rangkaian prosesnya meliputi sawo segar, sortasi dan pencucian, pengupasan dan penghalusan, pemasakan terkontrol, selai sawo, pengemasan dan pelabelan, kemudian pencatatan usaha.

    Program ini pada akhirnya diarahkan bukan hanya menghasilkan satu produk baru, melainkan membangun model usaha BUMDes berbasis komoditas lokal. Pengolahan sawo diharapkan dapat mengurangi kehilangan hasil panen saat musim melimpah, meningkatkan nilai tambah, menciptakan sumber pendapatan baru, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Desa Jenalas.

    Dengan demikian, sawo yang selama ini tumbuh di pekarangan warga memiliki peluang untuk naik kelas. Dari komoditas yang sebagian besar dijual segar atau kepada pengepul, sawo diarahkan menjadi produk olahan dengan merek, kemasan, pembukuan dan strategi pemasaran yang dikelola secara kelembagaan melalui BUMDes. (Sofyan)

    Pengibaran bendera merah putih oleh petugas pengerek bendera terdiri atas Dwi Angga Saputra, Cantika Tri Hapsari, dan Bias Rafael Alfarizi.


    Semarak HUT ke-81 RI di Manyaran, 14 Penampilan Seni Meriahkan Pra Upacara

    WONOGIRI - majalahlarise.com - Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, berlangsung semarak. Sebanyak 14 penampilan seni dan kreativitas dari lembaga pendidikan serta organisasi guru turut memeriahkan rangkaian kegiatan pra upacara Detik-Detik Proklamasi, Senin (17/8/2026).

    Penampilan pra upacara dibagi dalam dua sesi, yakni pagi dan sore. Beragam kreativitas ditampilkan, mulai dari tari masal, tari kolosal, drum band hingga musikalisasi puisi. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar dan pendidik untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme melalui seni dan budaya.

    Sesi pagi berlangsung pukul 07.00 hingga 08.30 WIB. Penampilan diawali IGTKI Kecamatan Manyaran melalui Tarian Masal Anak TK “Caca Marica” yang melibatkan sekitar 250 anak. Setelah itu, SD Negeri 1 Manyaran dan SD Negeri 3 Punduhsari menampilkan drum band. SD Negeri 4 Gunungan kemudian menyuguhkan tari masal.

    SD Negeri 4 Gunungan menyuguhkan tari masal.

    Rangkaian penampilan dilanjutkan TK Al Huda Manyaran, SD Negeri 5 Gunungan, SD Negeri 2 Manyaran, TK Pertiwi Manyaran, serta MI Al-Kahfi Manyaran yang masing-masing menampilkan drum band.

    Sementara sesi sore menghadirkan lima penampilan. MTs Negeri Manyaran membuka sesi dengan Tari Kethek Ogleng Kolosal. Selanjutnya, SMP Negeri 2 Manyaran menampilkan drum band, disusul SMP Muhammadiyah Manyaran dengan musikalisasi puisi. SMP Negeri 1 Manyaran kemudian tampil melalui drum band dan rangkaian ditutup SMA Negeri 1 Manyaran dengan Tari Gendro.

    Selain pertunjukan seni, Upacara Detik-Detik Proklamasi tingkat Kecamatan Manyaran dipersiapkan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, lembaga pendidikan, guru, serta pelajar dari sejumlah sekolah.

    Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapten Infantri Budi Utama dari Danramil-11 Manyaran. Perwira Upacara dipercayakan kepada Peltu Sriyanto, sedangkan Komandan Upacara Pelda Joko Adi Prasetyo. Petugas lainnya berasal dari unsur pemerintah kecamatan, sekolah, KUA, TNI, Polri, serta lembaga pendidikan.

    MI Al-Kahfi Manyaran menampilkan drum band.


    Pasukan pengibar bendera merupakan gabungan siswa SMA dan SMK se-Kecamatan Manyaran dari SMA Negeri 1 Manyaran, SMK Veteran Manyaran, dan SMA Muhammadiyah 2 Manyaran. Paskibra dilatih Serka Yoyok Sri Ariyanto, Serka Agus Suranto, Bripka Pandhit, dan Brippol Nico.

    Dalam formasi Paskibra, Danton 1 dipercayakan kepada Rendi Aditya Pratama dan Danton 2 Tiara Dwi Saputri, keduanya dari SMA Negeri 1 Manyaran. Jasmine Arifa Kinanti bertugas sebagai pembawa bendera. Sementara petugas pengerek bendera terdiri atas Dwi Angga Saputra, Cantika Tri Hapsari, dan Bias Rafael Alfarizi.

    Dalam amanatnya yang dibacakan Inspektur Upacara, Bupati Wonogiri Setio Soekarno mengajak masyarakat melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui kerja nyata, pengabdian, serta menjaga persatuan dan kesatuan.

    “Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah melanjutkan perjuangan segenap pahlawan bangsa untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Setio Soekarno.

    Ia juga mengingatkan aparatur negara, perangkat pemerintahan, serta masyarakat agar menempatkan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Semangat perjuangan para pahlawan perlu diwujudkan melalui kerja dengan niat tulus dan sepenuh hati.

    Para tamu undangan.


    Menurutnya, perjalanan menuju usia satu abad Indonesia membutuhkan ketekunan dan perjuangan yang panjang. Pembangunan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai evaluasi.

    “Setiap keberhasilan membutuhkan perjuangan dan usaha. Mari kita jadikan masa lalu sebagai evaluasi untuk menuju masa depan yang semakin baik,” katanya.

    Setio Soekarno juga mengajak seluruh elemen masyarakat Wonogiri memperkuat sinergi agar setiap warga memiliki kesempatan yang sama dalam pembangunan. Persatuan dan kesatuan, menurutnya, harus terus dirawat sebagai landasan menuju Wonogiri yang semakin berdaya saing, maju, sejahtera, dan pembangunan berkelanjutan.

    Usai upacara, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mulyadi, mengapresiasi antusiasme masyarakat Manyaran dalam mengikuti berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, semangat warga menjadi wujud kecintaan terhadap bangsa sekaligus menunjukkan kuatnya kebersamaan masyarakat.

    “Kita sebagai warga masyarakat Indonesia mengapresiasi kegiatan di Kecamatan Manyaran yang hari ini masih luar biasa, antusias warga masyarakat untuk memperingati hari kemerdekaan yang ke-81,” ujar Mulyadi.

    Ia berharap semangat gotong royong dan kekompakan yang tumbuh di tengah masyarakat Manyaran terus dipertahankan.

    “Semoga semangat gotong royong, kekompakan yang ada di Manyaran selalu kita jaga bersama,” katanya.

    Semarak peringatan HUT ke-81 RI di Manyaran pun tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Keterlibatan pelajar, guru, pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat memperlihatkan kolaborasi berbagai unsur dalam merawat nasionalisme sekaligus menghidupkan semangat kemerdekaan melalui seni, pendidikan, kebersamaan, dan pengabdian.(Sofyan)


    Baca juga: Kostum Jadul dan Aksi Teatrikal Suradi “Gentong” Pecahkan Gelak Tawa di Malam Tirakatan HUT RI Ke-81

    Drama teatrikal dengan mengenakan kostum bernuansa jadul atau tempo dulu.


    Kostum Jadul dan Aksi Teatrikal Suradi “Gentong” Pecahkan Gelak Tawa di Malam Tirakatan HUT RI Ke-81

    WONOGIRI – majalahlarise.com – Ratusan warga Sukoroyom Kulon, Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, mengikuti malam tirakatan sekaligus panggung hiburan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Minggu (16/8/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB tersebut berlangsung meriah, khidmat, sekaligus penuh keakraban.

    Rangkaian kegiatan diawali doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia. Acara kemudian dilanjutkan pembacaan sejarah perjuangan para pahlawan oleh Ustad Maryanto. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi warga, terutama generasi muda, untuk terus menghargai jasa dan pengorbanan para pejuang kemerdekaan.

    Suasana semakin semarak saat panitia membacakan hasil berbagai perlombaan yang sebelumnya digelar untuk memeriahkan HUT RI ke-81. Nama para pemenang dari berbagai kategori, mulai anak-anak hingga dewasa, dibacakan satu per satu dan disambut tepuk tangan warga. Para juara mendapat apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan partisipasi mereka.

    Ketua Panitia HUT RI ke-81 Sukoroyom Kulon, Dian Winarto, menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang peringatan kemerdekaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga.

    Para juara lomba mendapat apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan partisipasi mereka.


    “Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Selain untuk mengenang jasa para pahlawan, seluruh kegiatan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga,” ungkap Dian.

    Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam mengikuti berbagai kegiatan menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan masih terjaga di lingkungan Sukoroyom Kulon. Perlombaan yang digelar juga tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang untuk membangun sportivitas, kekompakan, dan keguyuban warga.

    Setelah rangkaian acara berlangsung khidmat, suasana berubah menjadi semakin gayeng ketika warga tampil dalam panggung hiburan. Berbagai penampilan disuguhkan, mulai gerak lagu, menyanyi, hingga drama teatrikal dengan mengenakan kostum bernuansa jadul atau tempo dulu.

    Aksi teatrikal yang dikomandani Suradi “Gentong” sukses mencuri perhatian. Dengan kostum khas zaman dahulu, gaya jenaka, serta adegan-adegan spontan yang menghibur, Suradi bersama para pemain mampu menghidupkan suasana malam tirakatan.

    Tingkah Suradi “Gentong” sejak awal memasuki panggung hingga penampilan berakhir berkali-kali mengundang gelak tawa. Tepuk tangan dan sorak warga terdengar meriah sepanjang pertunjukan.

    Panggung hiburan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat rasa kebersamaan. Perbedaan usia melebur dalam suasana kekeluargaan, menjadikan malam tirakatan tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga momentum mempererat hubungan antar warga.

    Dian berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui rangkaian peringatan HUT RI tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

    “Harapannya, ke depan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan semakin meriah. Yang paling penting bukan hanya kemeriahannya, tetapi bagaimana kebersamaan, gotong royong dan rasa persaudaraan antarwarga tetap terjaga,” harapnya.

    Malam tirakatan Sukoroyom Kulon pun menjadi gambaran sederhana bagaimana peringatan kemerdekaan dapat dikemas melalui perpaduan refleksi sejarah, apresiasi, kreativitas, dan hiburan. Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga diwujudkan melalui kebersamaan dan keguyuban masyarakat.(Syarif)


    Baca juga: KJNI Surakarta Bentangkan Bendera Merah Putih dan Teladani Semangat Perjuangan Slamet Riyadi

    Warga dusun Gunungan saat mengikuti doa bersama pada malam tirakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


    Tirakatan HUT ke-81 RI, Warga Dusun Gunungan Diajak Perkuat Kerukunan dan Gotong Royong

    WONOGIRI – majalahlarise.com – Warga Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, berkumpul di balai dusun mengikuti malam tirakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu malam (16/8/2026). Kegiatan berlangsung sederhana dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

    Rangkaian acara diawali sambutan Kepala Dusun Gunungan, Niki Utami, dilanjutkan doa bersama seluruh warga. Sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan kecintaan kepada bangsa Indonesia, warga juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

    Dalam sambutannya, Niki Utami mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai semangat untuk menghadapi tantangan kehidupan saat ini. Menurutnya, perjuangan masyarakat masa kini memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan perjuangan para pendahulu yang mengangkat senjata melawan penjajah.

    “Kalau dahulu kita berperang melawan penjajah dengan senjata, sekarang kita harus berjuang melawan kemiskinan, kehancuran, dan berbagai hal negatif yang ada di lingkungan kita,” ujar Niki Utami.

    Ia mengajak seluruh warga menjadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi untuk bersama-sama membangun kehidupan masyarakat yang aman, makmur, tenteram, dan harmonis. Semangat perjuangan, menurutnya, dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, saling membantu, serta menjaga hubungan baik antar warga.

    Niki juga berharap malam tirakatan menjadi momentum mempererat persaudaraan masyarakat Dusun Gunungan, terutama melalui kebersamaan di tingkat RT. Para ketua RT dan seluruh warga diharapkan terus membangun komunikasi serta menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

    “Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini persaudaraan kita semakin bertambah dan warga dari masing-masing RT semakin rukun,” katanya.

    Selain menyampaikan pesan kebangsaan, Niki Utami memberikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah mendukung pelaksanaan malam tirakatan. Dukungan tersebut diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari dana, tenaga, hingga pemikiran.

    Menurut Niki, partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan lancar. Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong tidak berhenti pada peringatan HUT Kemerdekaan, tetapi terus tumbuh dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

    Malam tirakatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi warga Dusun Gunungan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mengisi kemerdekaan. Kebersamaan, kerukunan, komunikasi, dan gotong royong menjadi modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera. (Sofyan)


    Baca juga: KJNI Surakarta Bentangkan Bendera Merah Putih dan Teladani Semangat Perjuangan Slamet Riyadi


Top