Kunjungan silaturahim Prof. Mundzirin dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum.


    Prof. Mundzirin UMY Kunjungi PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Sinergikan Program Pengabdian Masyarakat

    Boyolali – majalahlarise.com - Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai kunjungan silaturahim Prof. Mundzirin dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum pada Jumat, 24 April 2026. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi serta mempererat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren.

    Dalam kunjungan tersebut, Prof. Mundzirin hadir bersama Farhan Luthfi, S.Pd., M.Pd. serta Ust. Yanuar. Rombongan diterima langsung oleh Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Pujiono, didampingi Ust. Sahudi dan Ari Rosmawati, S.Pd., Kepala SMA. Pertemuan berlangsung akrab dan penuh semangat kolaborasi, mencerminkan komitmen bersama dalam mengembangkan program yang berdampak bagi masyarakat.

    Prof. Mundzirin menyampaikan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pesantren. 

    “Kami melihat potensi besar yang dimiliki PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, terutama dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, kami ingin menghadirkan kontribusi nyata yang bisa dirasakan langsung oleh santri dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

    Dalam perbincangan tersebut, kedua pihak menguraikan berbagai peluang kerja sama strategis. Mulai dari pendampingan pendidikan, penguatan literasi, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Selain itu, program pembinaan santri juga menjadi fokus utama agar mampu mencetak generasi yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.

    Pujiono menyambut baik rencana sinergi tersebut. Ia mengatakan kerja sama dengan UMY diharapkan mampu memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan umat. 

    “Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi ini. Harapannya, sinergi ini bisa berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi santri tetapi juga masyarakat sekitar pondok,” tuturnya.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Jumat di masjid PonpesMU. Pada kesempatan tersebut, Ust. Muhammad Farhan, S.Pd., M.Pd. bertindak sebagai khatib sekaligus imam, menambah kekhidmatan suasana ibadah di lingkungan pondok.

    Kunjungan ini menjadi langkah awal terbangunnya kerja sama produktif antara perguruan tinggi dan pesantren. Semangat ukhuwah, sinergi, dan kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu membuka peluang lahirnya berbagai program kemanfaatan yang lebih luas dalam rangka mencerdaskan umat serta memperkuat dakwah Islam berkemajuan. (Sofyan)


    Baca juga: Semarak Dies Natalis ke-58, Jalan Sehat Keluarga Univet Bantara Perkuat Kebersamaan Civitas Akademika

    Secara simbolis jalan sehat diberangkatkan oleh Rektor Prof. Dr. Farida Nugrahani bersama jajaran pimpinan universitas, didampingi Ketua Pembina YPPP Veteran beserta pengurus.


    Semarak Dies Natalis ke-58, Jalan Sehat Keluarga Univet Bantara Perkuat Kebersamaan Civitas Akademika

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-58 tahun 2026, Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menyelenggarakan kegiatan “Jalan Sehat Keluarga & Pengundian Hadiah/Doorprize” yang berlangsung meriah pada Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh dosen, karyawan, tenaga magang, serta keluarga besar kampus, dan secara simbolis diberangkatkan oleh Rektor Prof. Dr. Farida Nugrahani bersama jajaran pimpinan universitas, didampingi Ketua Pembina YPPP Veteran beserta pengurus.

    Sejak pagi hari, peserta telah memadati titik kumpul di depan Gedung A kampus. Dengan mengenakan kaos resmi yang dibagikan panitia, dipadukan bawahan bernuansa gelap serta sepatu olahraga, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Bagi peserta perempuan yang mengenakan jilbab, panitia juga mengimbau penggunaan warna bernuansa pink sebagai identitas kebersamaan. Suasana kebersamaan begitu terasa saat seluruh peserta bersiap memulai rute jalan sehat yang telah ditentukan.

    Rute jalan sehat menempuh jarak kurang lebih 3,5 kilometer, dimulai dari kampus Univet Bantara ke arah barat menuju lampu bangjo Univet, kemudian berlanjut ke selatan hingga kawasan PPAT Murtini. Perjalanan dilanjutkan ke arah timur menuju gudang penyimpanan barang bukti kejaksaan, kemudian ke utara hingga pertigaan, dan kembali ke arah barat menuju kampus sebagai titik finis. Sepanjang perjalanan, peserta menikmati suasana pagi sembari menjaga kebugaran tubuh, sekaligus mempererat interaksi antar anggota civitas akademika.

    Doorprize hadiah utama dua sepeda motor yang telah disiapkan panitia.


    Usai menyelesaikan rute, peserta diarahkan untuk mengambil konsumsi yang telah disediakan panitia di depan kantor PMB, kemudian menikmati hidangan bersama di dalam auditorium. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat, mempertemukan dosen, karyawan, serta keluarga dalam suasana santai dan penuh keakraban.

    Kemeriahan kegiatan semakin terasa dengan adanya pengundian hadiah doorprize dengan hadiah utama dua sepeda motor yang telah disiapkan panitia. Sistem undian dilakukan berdasarkan nama yang telah didata sebelumnya, di mana setiap dosen dan karyawan memperoleh dua kesempatan undian, sementara peserta magang mendapatkan satu kesempatan. Khusus untuk hadiah utama, panitia menetapkan aturan bahwa pemenang wajib mengambil sendiri hadiah tersebut sesuai nama yang keluar dalam undian dan tidak dapat diwakilkan oleh pihak lain.

    Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani menyampaikan kegiatan jalan sehat yang menjadi penutup rangkaian Dies Natalis ke-58 berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan. Seluruh rangkaian kegiatan dinilai sukses serta diharapkan memberikan dampak positif bagi perkembangan institusi ke depan. 

    “Kita berharap pada ulang tahun ke-58 ini, ke depan akan menjadi lebih baik, semakin diterima masyarakat, dan diminati,” ujarnya.

    Ia juga menguraikan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana memperkuat nilai kekeluargaan di lingkungan kampus. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. 

    “Yang penting kita tetap harus semangat, bersatu dalam satu doa dan satu upaya, jangan saling menyakiti dan iri terhadap sesama,” tuturnya.

    Sebelum pemberangkatan jalah sehat, seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran acara sekaligus harapan akan masa depan yang lebih baik bagi Univet Bantara. Rektor juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. 

    Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang kuat, Univet Bantara akan terus berkembang dan mampu mencapai berbagai target yang telah ditetapkan. “Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita dan tujuan kita dapat tercapai dengan baik,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Seminar ICMI Sukoharjo Dorong UMKM Go Global, Hadirkan Tokoh Inspiratif dan Strategi Ekspor

    Siswa saat mengikuti kegiatan mitigasi bencana kebakaran di halaman sekolah.


    SMP Negeri 4 Wonogiri Gelar Mitigasi Bencana Kebakaran, Latih Kesiapsiagaan Seluruh Warga Sekolah

    Wonogiri – majalahlarise.com - Dalam rangka menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), SMP Negeri 4 Wonogiri melaksanakan kegiatan mitigasi bencana kebakaran di halaman sekolah, Sabtu (25/4/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX, bersama guru serta tenaga administrasi sekolah sebagai bagian dari upaya membangun budaya siaga bencana di lingkungan pendidikan.

    Kepala SMP Negeri 4 Wonogiri, Saleha, menjelaskan kegiatan mitigasi dilakukan melalui dua metode utama. “Mitigasi bencana kebakaran dilaksanakan dengan dua cara, pertama memadamkan api menggunakan kain tebal yang dibasahi, kedua menggunakan alat pemadam api ringan (APAR),” jelasnya.

    Dalam pelaksanaannya, teknik pemadaman api terlebih dahulu diperagakan oleh guru yang telah memiliki keterampilan khusus. Selanjutnya, para murid diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung sebagai bentuk pembelajaran aktif. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari seluruh peserta.

    Saleha menguraikan kegiatan ini tidak sekadar simulasi, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter tangguh bagi para murid. 

    “Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pelajaran mental sekaligus keterampilan mitigasi saat terjadi bencana kebakaran, sehingga seluruh warga sekolah memiliki kesiapsiagaan yang baik,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 4 Wonogiri berharap seluruh warga sekolah mampu memahami langkah-langkah penanganan awal saat terjadi kebakaran serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di lingkungan sekolah. (Sofyan)


    Baca juga: Rihlah Paguyuban Kelas 5B SD Muhammadiyah PK Banyudono ke Green Valley Bandungan, Pererat Silaturahmi Wali Murid dan Sekolah

    Kegiatan rihlah Paguyuban Kelas 5B SD Muhammadiyah PK Banyudono yang digelar di Green Valley Bandungan.


    Rihlah Paguyuban Kelas 5B SD Muhammadiyah PK Banyudono ke Green Valley Bandungan, Pererat Silaturahmi Wali Murid dan Sekolah

    Bandungan — majalahlarise.com — Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti kegiatan rihlah Paguyuban Kelas 5B SD Muhammadiyah PK Banyudono yang digelar di Green Valley Bandungan pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum berharga dalam mempererat hubungan antarwali murid sekaligus membangun sinergi yang harmonis antara orang tua, siswa, dan pihak sekolah. Dengan balutan suasana alam yang sejuk, peserta mengikuti rangkaian kegiatan outbound yang sarat kebersamaan, keceriaan, dan kekompakan.

    Ketua paguyuban, Etik, menyampaikan kegiatan rihlah ini dirancang sebagai ruang interaksi yang lebih dekat antarwali murid. “Kami ingin menciptakan kebersamaan yang tidak hanya formal, tetapi juga hangat dan menyenangkan. Melalui outbound ini, wali murid bisa saling mengenal lebih dekat dan membangun komunikasi yang lebih baik,” tuturnya.

    Kegiatan ini turut didampingi Guru Wali Kelas V, Maya Dwikartika, bersama Wulan yang senantiasa hadir mendampingi seluruh rangkaian acara. Kehadiran guru memberikan nuansa kekeluargaan yang semakin kuat, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih intens antara sekolah dan orang tua. Interaksi yang terbangun selama kegiatan berlangsung menjadi salah satu kekuatan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang suportif.

    Kepala Sekolah, Pujiono, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan paguyuban kelas memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan peserta didik melalui kolaborasi yang selaras antara sekolah dan keluarga. 

    “Melalui kegiatan seperti ini, silaturahmi antar wali murid semakin erat, komunikasi dengan sekolah semakin baik, dan pada akhirnya berdampak positif bagi perkembangan anak-anak,” ujarnya.

    Rihlah Paguyuban Kelas 5B ini berlangsung lancar dan penuh kegembiraan. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat rasa kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta membangun sinergi yang berkelanjutan dalam mendampingi pendidikan siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi paguyuban kelas lainnya dalam memperkuat ukhuwah dan kolaborasi demi kemajuan sekolah. (Sofyan)


    Baca juga: SMP Negeri 2 Manyaran Gelar TOT Kesehatan Gigi dan Mulut, Cetak Agen Perubahan Remaja Sehat

    Narasumber drg. Mamik Pratiwi Yekti menguraikan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. 


    SMP Negeri 2 Manyaran Gelar TOT Kesehatan Gigi dan Mulut, Cetak Agen Perubahan Remaja Sehat

    Wonogiri – majalahlarise.com – SMP Negeri 2 Manyaran menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) Kesehatan Gigi dan Mulut sebagai upaya membentuk generasi remaja sehat dan tangguh. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menanamkan kesadaran sejak dini, dimulai dari hal kecil namun krusial, yakni menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan diikuti oleh perwakilan siswa kelas 7 dan kelas 8 yang dipersiapkan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah.

    Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Manyaran Dra. Siti Khumaidah Hidayati menyampaikan, program ini dirancang tidak sekadar memberikan pemahaman, namun juga membangun peran aktif siswa dalam menyebarkan edukasi kesehatan kepada teman sebaya. 

    “Kami berharap peserta yang mengikuti TOT ini mampu menjadi agen perubahan. Dari memahami proses menjaga kesehatan gigi dan mulut, kemudian mampu menerapkan pada diri sendiri, hingga menyebarkan ilmunya kepada teman-temannya melalui pembelajaran antar teman,” ujarnya.

    Kegiatan menghadirkan narasumber drg. Mamik Pratiwi Yekti dari Puskesmas Kecamatan Manyaran yang memberikan materi secara komprehensif. Dalam paparannya, drg. Mamik menguraikan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ia juga mengingatkan, kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dengan benar dan rutin dapat mencegah berbagai masalah kesehatan di masa depan.

    “Perawatan gigi dan mulut tidak bisa dianggap sepele. Jika tidak dijaga sejak dini, dampaknya bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami cara merawat gigi yang benar dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari,” jelasnya.

    Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga dilengkapi dengan demonstrasi praktik menyikat gigi yang benar serta sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemaparan materi hingga praktik langsung yang dipandu oleh narasumber.

    Melalui kegiatan ini, sekolah berharap terbentuk budaya hidup sehat di kalangan siswa yang berkelanjutan. Dengan pendekatan pembelajaran antar teman, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta TOT, tetapi dapat menyebar lebih luas di lingkungan sekolah, sehingga mampu menciptakan generasi remaja yang sehat, peduli, dan tangguh. (Sofyan)


    Baca juga: Bangun Budaya Siaga Sejak Dini, SMP N 2 Giritontro Gelar Simulasi Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 Secara Komprehensif

    Narasumber M. Cholidi Asadil Alam, S.I.Kom., M.I.Kom., M.E. (Aktor Utama Ketika Cinta Bertasbih) tema Inspirasi Semangat Halal dalam Penyiapan Produk Go Global.


    Seminar ICMI Sukoharjo Dorong UMKM Go Global, Hadirkan Tokoh Inspiratif dan Strategi Ekspor

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Seminar bertajuk Prospek UMKM Sukoharjo Go Global diselenggarakan di Convention Hall Hotel Brother, Bundaran Pandawa Solo Baru, Sabtu (25/4/2026), menjadi momentum strategis dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar internasional. 

    Kegiatan ini diinisiasi oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia bersama Bank Jateng Syariah dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Singgih Purnomo, M.M. tema Mengapa harus berbisnis? Dr. R. Djayendra Dewa, S.E., M.M tema Saatnya ICMI bersama UMKM Go Global. Dr. Slamet Sulistiono, S.E., M.M. tema Dukungan Bank Syariah Memperkuat UMKM. M. Cholidi Asadil Alam, S.I.Kom., M.I.Kom., M.E. (Aktor Utama Ketika Cinta Bertasbih) tema Inspirasi Semangat Halal dalam Penyiapan Produk Go Global.

    Seminar ini tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu, tetapi juga ajang silaturahmi dan penguatan jejaring antar pelaku usaha, organisasi, serta lembaga keuangan dalam menghadapi persaingan global yang semakin dinamis.

    Ketua panitia Chaniago menyampaikan kegiatan ini digelar sebagai upaya mendorong pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar global yang semakin kompetitif. Ia menguraikan, transformasi usaha menjadi kebutuhan mendesak, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan branding, hingga strategi ekspansi pasar internasional. 

    Para peserta menerima doorprize.


    “Kami meyakini kolaborasi antara organisasi pengusaha, dunia usaha, dan lembaga keuangan syariah akan menjadi kekuatan strategis dalam mendorong UMKM naik kelas dan menembus pasar global,” ujarnya. 

    Ia juga mengakui adanya keterbatasan dalam persiapan kegiatan, namun tetap berharap seminar ini mampu memberikan manfaat nyata serta menjadi awal kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

    Dalam sambutan yang dibacakan perwakilan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo, disampaikan peran strategis UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, UMKM juga menjadi penopang stabilitas ekonomi masyarakat. Narasumber menguraikan tantangan ke depan yang semakin kompleks, seiring terbukanya akses pasar global yang menuntut standar kualitas tinggi. 

    “UMKM harus mampu beradaptasi, meningkatkan daya saing, serta melakukan ekspansi pasar hingga tingkat internasional melalui pemenuhan standar, penguatan manajemen, dan optimalisasi teknologi informasi,” disampaikan dalam sambutan tersebut. Pemerintah daerah terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM melalui peningkatan kapasitas SDM, fasilitasi perizinan, akses pembiayaan, hingga promosi di tingkat nasional dan internasional.

    Para narasumber saat foto bersama panitia penyelenggara.


    Paparan Prof. Dr. Singgih Purnomo menjelaskan pentingnya semangat kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga dilandasi nilai spiritual dan keteladanan. Ia menguraikan perjalanan Nabi Muhammad sebagai pedagang sukses sejak usia muda hingga mampu menjangkau pasar mancanegara menjadi inspirasi utama dalam membangun bisnis. Ia juga membagikan pengalaman pribadinya memulai usaha di usia 32 tahun yang berkembang dari skala kecil hingga memiliki berbagai unit usaha dan lembaga pendidikan. 

    “Pada saat kita memulai usaha, awalnya terasa sulit, tetapi setelah dijalankan banyak peluang yang datang dengan sendirinya,” ujarnya. Ia menambahkan, keberhasilan usaha sangat ditentukan oleh kejujuran dan integritas, sebagaimana dicontohkan oleh Abdul Rahman bin Auf. “Kalau kita berbisnis dengan jujur dan tidak menipu, justru itulah yang membuat usaha kita bisa bertahan dan membawa keberkahan,” jelasnya.

    Sementara itu, Dr. R. Djayendra Dewa menguraikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat UMKM naik kelas. Ia menyampaikan telah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk jaringan pemerintah pusat, guna memastikan program penguatan UMKM dapat berjalan secara konkret dan terukur. 

    “Apa yang kita sampaikan pada pagi hari ini bukan main-main, tetapi insya Allah menjadi berita gembira bagi kita semua, bagi pelaku UMKM untuk go global,” ujarnya. 

    Ia menjelaskan, terdapat tiga kunci utama keberhasilan UMKM, yaitu memahami cara, berani mencoba, dan konsisten hingga berhasil. Ia juga menguraikan rencana ke depan berupa pemetaan dan klasterisasi UMKM, kurasi produk untuk ekspor, hingga pengiriman pelaku usaha ke luar negeri pada bulan September sebagai langkah nyata go international. 

    “Yang pertama harus tahu caranya, yang kedua harus mau mencoba, dan yang ketiga terus mencoba sampai berhasil,” jelasnya.

    Paparan Dr. Slamet Sulistiono menyoroti kondisi ekonomi yang sedang melambat sehingga menuntut pelaku usaha untuk lebih adaptif dan strategis. Ia menguraikan indikator perbankan seperti meningkatnya kehati-hatian dalam penyaluran kredit sebagai sinyal bahwa dunia usaha menghadapi tantangan serius. Dalam kondisi tersebut, ia mendorong UMKM untuk tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi mulai melirik pasar global yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, seperti kawasan Afrika. 

    “Kalau Indonesia sedang kurang bergairah, maka coba kita tengok wilayah lain. Jangan hanya melihat pasar lokal, tapi lihat dunia yang lebih luas,” ujarnya. 

    Ia juga menjelaskan pentingnya mentalitas entrepreneur yang kuat, disiplin, serta berbasis nilai spiritual. “UMKM itu tulang punggung ekonomi, tapi harus kreatif, kolaboratif, dan jangan terjebak pinjol. Kalau niat usaha untuk menyalurkan rezeki, maka akan terbuka peluang yang lebih besar,” jelasnya.

    Inspirasi kuat juga disampaikan oleh M. Cholidi Asadil Alam yang mengangkat kisah tokoh Azam dalam film Ketika Cinta Bertasbih. Ia menguraikan karakter Azam sebagai simbol perjuangan, tanggung jawab, dan pengorbanan demi keluarga. 

    “Azam itu sengaja tidak diluluskan setiap semester agar tetap bisa bertahan dan membantu keluarganya. Ini bentuk pengorbanan dan tanggung jawab,” tuturnya. 

    Ia juga membagikan perjalanan kariernya sebagai aktor yang memilih jalan dakwah dengan prinsip kuat dalam menjaga nilai-nilai Islam. “Saya ini aktor yang berdakwah. Tidak semua film saya ambil, karena saya punya prinsip menjaga nilai-nilai Islam,” jelasnya. 

    Selain itu, ia menguraikan kiprahnya sebagai akademisi dan pelaku usaha kuliner yang menunjukkan pentingnya manajemen waktu, pendidikan, serta konsistensi dalam berwirausaha. “Menjadi entrepreneur itu memberikan dua hal, merdeka secara waktu dan merdeka secara finansial,” ungkapnya.

    Melalui seminar ini, peserta mendapatkan berbagai manfaat, mulai dari peningkatan wawasan bisnis, strategi pemasaran terkini, ide usaha kreatif, hingga peluang memperluas jaringan relasi. Selain itu, peserta juga memperoleh insight praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha, termasuk tips meningkatkan penjualan dan keuntungan di tengah persaingan global. 

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir sinergi dan kolaborasi nyata antar pemangku kepentingan dalam mendorong UMKM Sukoharjo menjadi lebih unggul, mandiri, dan berdaya saing global, sekaligus mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. (Sofyan)


    Baca juga: Bangun Budaya Siaga Sejak Dini, SMP N 2 Giritontro Gelar Simulasi Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 Secara Komprehensif

    Siswa dilatih mengenai prosedur tanggap darurat, mulai dari teknik evakuasi, pertolongan pertama, hingga koordinasi di lapangan. 


    Bangun Budaya Siaga Sejak Dini, SMP N 2 Giritontro Gelar Simulasi Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 Secara Komprehensif

    WONOGIRI – majalahlarise.com - Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026, SMP Negeri 2 Giritontro menggelar kegiatan edukasi dan simulasi penanggulangan bencana secara menyeluruh pada Sabtu (23/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti ratusan siswa, guru, serta tenaga kependidikan dengan penuh antusias. Momentum ini menjadi upaya nyata membangun budaya sadar bencana sejak dini, mengingat wilayah selatan Wonogiri yang berdekatan dengan kawasan rawan gempa di pesisir selatan.

    Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Para siswa kemudian mendapatkan materi edukasi tentang berbagai jenis bencana alam, langkah penyelamatan diri, serta teknik evakuasi yang benar. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami, sebelum dilanjutkan dengan simulasi lapangan yang dirancang menyerupai kondisi darurat sebenarnya.

    Pembimbing Palang Merah Remaja (PMR), Basuki Okto, S.Pd., menguraikan kegiatan ini telah dipersiapkan secara matang melalui pembekalan khusus kepada anggota PMR. Mereka dilatih mengenai prosedur tanggap darurat, mulai dari teknik evakuasi, pertolongan pertama, hingga koordinasi di lapangan. 

    “Kami ingin anak-anak PMR benar-benar siap menjadi penggerak saat terjadi simulasi maupun dalam kondisi nyata. Mereka kami latih untuk sigap, tanggap, dan mampu membantu teman-temannya,” katanya.

    Puncak kegiatan ditandai dengan dibunyikannya sirine sebagai tanda dimulainya simulasi bencana. Suasana sekolah seketika berubah tegang, menggambarkan kondisi riil saat bencana terjadi. Meski demikian, proses evakuasi berjalan tertib berkat arahan guru dan kesigapan anggota PMR. Para siswa diarahkan menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan, sementara tim PMR juga memperagakan penanganan korban luka ringan sebagai bagian dari latihan keterampilan pertolongan pertama.

    Kepala sekolah, Retno Wulandari, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata imbauan pemerintah dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.

    “Kegiatan ini sangat penting dan relevan dengan kondisi wilayah kami. Edukasi seperti ini menjadi bekal berharga bagi siswa agar lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, khususnya gempa bumi. Harapan kami, ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi juga diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” tuturnya.

    Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga kesiapsiagaan menjadi bagian dari karakter siswa. Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 2 Giritontro tidak hanya memperingati momentum nasional, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, keberanian, serta keterampilan hidup yang penting bagi generasi muda. Dengan kesiapsiagaan yang terlatih, risiko dan dampak bencana diharapkan dapat diminimalisir, sekaligus mewujudkan lingkungan sekolah yang tangguh dan responsif terhadap situasi darurat. (Sofyan)


    Baca juga: Dua Dekade “24 Jam Menari” ISI Surakarta, Ruang Tanpa Batas Menembus Medan Budaya


Top