GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Outing class murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo untuk menumbuhkan rasa empati sekaligus rasa syukur di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo, Senin (14/9/2026). |
Semai Empati, Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Solo Rajut Kebersamaan di YPAC
Solo - majalahlarise.com- Sebanyak 82 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo menggelar kegiatan outing class untuk menumbuhkan rasa empati sekaligus rasa syukur di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo, Senin (14/9/2026).
Koordinator tim kelas IV, Atit Nur Ariyanna, menyampaikan langkah ini diambil sebagai upaya nyata pembentukan karakter murid dalam menumbuhkan rasa empati serta kepekaan sosial terhadap sesama.
"Terima kasih atas sambutan hangat keluarga besar YPAC Surakarta, kunjungan ini juga bagian dari silaturahmi supaya murid kami dapat memetik pelajaran berharga tentang cara memahami sudut pandang orang lain, menghindari prasangka serta senantiasa memanjatkan rasa syukut atas karunia yang Allah Swt. berikan," terangnya.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan langsung terasa saat rombongan tiba di lokasi. Momen penuh makna ini diawali dengan doa bersama untuk memohon kelancaran serta keberkahan atas niat tulus untuk saling mengenal dan belajar satu sama lain. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah YPAC Solo, Jalaludin Khawarizmi.
Dalam sambutannya, Jalaludin memberikan gambaran mengenai dinamika kehidupan para murid di yayasan. Dengan penuh rasa bangga, beliau memaparkan berbagai aktivitas harian serta deretan prestasi yang berhasil diraih oleh murid-murid YPAC khususnya dalam bidang nonakademik dan kesenian. Jalaludin juga menggarisbawahi bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengukir karya dan prestasi karena setiap individu terlahir pasti memiliki keunikan, potensi bawaan serta berkesempatan bersinar di jalannya masing-masing.
Puncak kebersamaan semakin meriah ketika seluruh peserta melebur dalam kegiatan mewarnai bersama. Aktivitas sederhana ini menjadi sarana yang sangat efektif dalam menjalankan komunikasi, mencairkan suasana, dan membangun jembatan persahatan yang tulus di antara mereka. Momen ini sebagai wujud nyata menumbuhkan nilai-nilai kepedulian secara alami tanpa sekat penghalang.
Tampak terlihat, para murid SD Muhammadiyah PK dengan sigap dan sukarela meminjamkan alat mewarnai serta mendampingi teman-teman dari YPAC sehingga tercipta ruang interaksi yang ramah dan penuh kegembiraan. Suasana ini juga mengajarkan bahwa kebahagian sejati dapat tumbuh dan dirayakan dalam situasi apa pun.
Salah satu murid kelas IV, Genio Azzaheer Istiyawan, merasa terkesan menyaksikan suasana yang terjalin di ruang aula YPAC.
"Ternyata berbagi itu tidak selalu berpatokan pada materi, melalui perhatian, meluangkan waktu untuk mereka serta berbagi fasilitas sudah membuat teman-teman di sini tersenyum lebar," ucapnya haru.
Penutupan kegiatan outing class diisi dengan berbagi bingkisan kepada teman-teman YPAC. Tak lupa, sesampai di sekolah para murid juga diminta untuk merefleksikan kegiatan melalui lembar kerja peserta didik (LKPD) supaya mereka paham arti dari menghargai, berbagi, dan bersyukur. (Sofyan)
Baca juga: PKKMB 2026 Universitas Veteran Bantara, Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Unggul
News
![]() |
| Wali Kota Surakarta Respati Ardianto saat menyampaikan sambutan. |
Transid Aktivasi Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas, Wali Kota Respati Dorong Volunteer Turun Langsung ke Warga
Surakarta - majalahlarise.com - Komunitas Transid mengaktivasi perpustakaan kampung dan taman cerdas se-Kota Surakarta melalui program literasi yang melibatkan ratusan volunteer. Kegiatan Urun Rembug #7 bertajuk “Pentingnya Aktivasi Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas se-Kota Surakarta” berlangsung di Pendopo Lodji Gandrung, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Surakarta Respati Ardianto, Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta Sekar Tandjung, Founder Transid Mohammad Taufiq Hasan, serta 220 volunteer dan 35 peserta magang dari berbagai perguruan tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, Respati menyerahkan naskah nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada Mohammad Taufiq Hasan sebagai penanda kerja sama Pemerintah Kota Surakarta dan Transid dalam mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi masyarakat.
Kerja sama tersebut menjadi payung kolaborasi untuk menghidupkan ruang-ruang literasi warga secara berkelanjutan sekaligus mendorong keterlibatan anak muda dalam kegiatan literasi di tingkat kampung.
![]() |
| Respati menyerahkan naskah nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada Mohammad Taufiq Hasan sebagai penanda kerja sama Pemerintah Kota Surakarta dan Transid. |
Respati meminta para volunteer tidak hanya menjalankan kegiatan di perpustakaan, tetapi juga turun langsung dan berbaur dengan masyarakat. Menurutnya, interaksi secara langsung diperlukan agar volunteer memahami kondisi dan kebutuhan warga.
“Teman-teman yang mengikuti pelatihan ini bisa turun ke kampung-kampung, ngobrol dengan warga yang ada di masyarakat, memahami serta merasakan langsung kondisi mereka,” kata Respati.
Ia menjelaskan, keterlibatan volunteer di kampung diharapkan memberikan dampak lebih luas. Aktivitas yang dilakukan tidak sebatas menggelar kegiatan, tetapi juga membangun kesadaran dan menumbuhkan minat baca, terutama bagi anak-anak.
“Bukan hanya sekadar mengaktivasi sebuah kegiatan, tetapi juga bagaimana menyadarkan dan menumbuhkan minat baca anak-anak di kampung-kampung,” ujarnya.
Respati melihat kampung memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi muda dengan kapasitas dan kemampuan yang luar biasa. Karena itu, anak muda yang terlibat dalam program literasi diharapkan ikut membangun kembali budaya membaca di tengah masyarakat.
“Saya yakin, generasi yang tumbuh dan memiliki kapasitas luar biasa itu banyak muncul dari kampung-kampung. Anak-anak muda dari kampung memiliki potensi yang besar,” katanya.
Dalam pelaksanaan program, Transid menyiapkan 35 peserta magang yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Para peserta magang akan ditempatkan di 10 perpustakaan kampung yang tersebar di Kota Surakarta. Mereka berkolaborasi dengan pengurus perpustakaan kampung dan volunteer untuk menjalankan aktivitas literasi secara langsung di tengah masyarakat.
Salah satu program yang diperkenalkan Transid adalah Ruang Bercerita. Program ini menjadi ruang interaksi dengan anak-anak melalui aktivitas literasi yang tidak hanya berorientasi pada membaca buku, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak untuk bercerita dan mengekspresikan gagasan.
Ruang Bercerita didukung kegiatan pameran karya dan voluntrip. Berbagai program tersebut menjadi pendekatan Transid dalam menghidupkan perpustakaan kampung agar tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga ruang aktivitas warga dan anak-anak.
Founder Transid Mohammad Taufiq Hasan mengatakan Transid lahir secara organik dari keresahan bersama sebagai warga Kota Surakarta. Komunitas tersebut dibentuk sebagai wadah bagi setiap orang untuk bertumbuh sesuai dengan potensi masing-masing.
Melalui kerja sama dengan Pemkot Surakarta, Transid berharap program-program yang telah disiapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.
Setelah sesi sambutan dan penyerahan MoU, kegiatan Urun Rembug #7 dilanjutkan dengan pengenalan program Ruang Bercerita kepada para volunteer. Forum berlangsung interaktif dengan peserta mendapatkan penjelasan mengenai alur kerja dan sistem pelaksanaan program ketika terjun langsung ke masyarakat serta mendampingi anak-anak.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan focus group discussion (FGD). Para volunteer dikelompokkan berdasarkan perpustakaan kampung yang telah dipilih untuk berdiskusi bersama pengurus perpustakaan masing-masing.
Dalam FGD tersebut, volunteer dan pengurus perpustakaan mendalami modul Ruang Bercerita yang telah disiapkan untuk masing-masing lokasi. Tahapan ini menjadi proses awal bagi volunteer untuk mengenali karakteristik lingkungan dan kebutuhan masyarakat di kampung yang akan mereka dampingi.
Kolaborasi Pemkot Surakarta dan Transid diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang belajar, berinteraksi, berkarya, sekaligus menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat. (Sofyan)
Baca juga: PKKMB 2026 Universitas Veteran Bantara, Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Unggul
Pendidikan
![]() |
| Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum memukul gong tandai dibukanya PKKMB 2026 Universitas Veteran Bantara Sukoharjo. Senin (14/9/2026). |
PKKMB 2026 Universitas Veteran Bantara, Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Unggul
Sukoharjo - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang diikuti sekitar 800 mahasiswa baru dari seluruh program studi, baik jenjang sarjana maupun pascasarjana. Kegiatan berlangsung secara luring di Auditorium Universitas Bantara, Senin-Rabu, 14-16 September 2026.
PKKMB 2026 mengusung tema “Transformasi Menjadi Mahasiswa Unggul” dengan jargon “Mahasiswa Unggul, Generasi Cerdas, Tanggap Perubahan, Kreatif di Era Digital”. Kegiatan tersebut menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru sekaligus mengantarkan mereka memasuki kehidupan perguruan tinggi sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Veteran Bantara.
Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia berharap mahasiswa mampu menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh dan meraih kesuksesan selama menempuh pendidikan di Universitas Bantara.
“Mahasiswa baru adalah saudara kita karena sudah memasuki tahap kehidupan sebagai manusia dewasa yang memiliki hak dan tanggung jawab untuk menentukan arah masa depannya,” ujar Prof. Farida.
Menurutnya, kehidupan perkuliahan merupakan masa transisi menuju kemandirian. Kondisi tersebut berbeda dengan masa sekolah menengah yang masih mendapatkan pendampingan lebih intensif dari orang tua maupun guru. Di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut lebih aktif mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap proses pendidikannya.
![]() |
| Prosesi penyematan jas almamater oleh Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum kepada perwakilan mahasiswa baru. |
Meski demikian, mahasiswa tetap mendapatkan pendampingan dari lingkungan akademik, mulai dari dosen, pembimbing akademik, ketua dan sekretaris program studi, dekan, wakil dekan, wakil rektor hingga rektor. Namun, tanggung jawab terbesar dalam menentukan keberhasilan pendidikan tetap berada pada diri mahasiswa.
Karena itu, mahasiswa didorong menjadi pribadi yang aktif, kritis dan mandiri serta terus mengembangkan potensi diri. Berbagai fasilitas dan kegiatan yang tersedia di Universitas Bantara dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk belajar, mengasah kemampuan dan mengembangkan prestasi.
Prof. Farida juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengejar ilmu pengetahuan, tetapi turut membangun integritas, karakter, etika, moral dan adab. Ilmu menjadi bekal penting untuk meraih kesuksesan, namun adab harus ditempatkan di atas ilmu.
“Mahasiswa juga harus menjaga nama baik almamater dan menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Bantara,” jelasnya.
Sebagai generasi muda, mahasiswa memiliki tanggung jawab sebagai agent of change atau agen perubahan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pelopor kemajuan masyarakat melalui kecerdasan, etika dan keteladanan. Perubahan tersebut perlu dimulai dari diri sendiri sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat dan Indonesia.
Selama menempuh pendidikan, mahasiswa juga didorong menggali ilmu dan potensi sebanyak-banyaknya melalui kegiatan perkuliahan maupun aktivitas kemahasiswaan. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang untuk belajar kepemimpinan, membangun kerja sama serta menyelesaikan berbagai proyek bersama.
Mahasiswa juga diharapkan memperluas jejaring dan pengalaman melalui program pertukaran mahasiswa, magang serta berbagai kegiatan di luar kampus. Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi persaingan masa depan yang semakin ketat.
Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB Univet Bantara, Hamda Kharisma Putra, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan PKKMB menjadi wahana untuk memperkenalkan kehidupan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan mahasiswa baru menjalani proses transisi menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri.
“PKKMB menjadi wahana untuk memperkenalkan kehidupan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan mahasiswa baru dalam menjalani proses transisi menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri,” kata Hamda.
Ia menjelaskan, kegiatan PKKMB juga bertujuan mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan kampus. Selain itu, mahasiswa diberikan berbagai bekal agar mampu menjalani proses pendidikan tinggi dengan baik.
Materi PKKMB 2026 disusun sesuai pedoman Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Materi tersebut meliputi kehidupan berbangsa dan bernegara, pembinaan kesadaran bela negara, sistem pendidikan tinggi di Indonesia, perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri, serta pengembangan karakter mahasiswa.
Melalui materi tersebut, mahasiswa diharapkan menjadi lulusan yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air serta mampu bersaing di tingkat global.
Selain materi umum, mahasiswa baru juga mendapatkan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan kampus dan lingkungan sekitar. Materi tersebut antara lain bahaya narkoba, sosialisasi PPKPT, sistem akademik kampus atau SPADA, pengenalan lingkungan kampus dan satuan tugas, serta peran mahasiswa di tengah masyarakat.
Panitia juga memberikan sosialisasi mengenai sistem pembayaran melalui bank mitra, yakni Bank Jateng dan Bank BTN. Seluruh rangkaian PKKMB diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun kesiapan mengikuti kehidupan perkuliahan.
Panitia menyambut seluruh mahasiswa baru dan berharap mereka mampu menaati peraturan yang berlaku, saling mendukung, serta aktif mengembangkan potensi. Mahasiswa juga didorong meraih prestasi akademik maupun non akademik sehingga dapat membawa nama baik Universitas Veteran Bantara. (Sofyan)
Baca juga: Luar Biasa! SMA Veteran 1 Sukoharjo Borong Medali Emas dan Perak di Ajang POPDA Jateng
Pendidikan
Luar Biasa! SMA Veteran 1 Sukoharjo Borong Medali Emas dan Perak di Ajang POPDA Jateng
Sukoharjo – majalahlarise.com - Prestasi gemilang kembali ditorehkan siswa-siswi SMA Veteran 1 Sukoharjo. Kontingen sekolah tersebut sukses memborong medali emas dan perak dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Capaian membanggakan tersebut datang dari dua cabang olahraga, yakni tenis lapangan dan tinju. Pada cabang tenis lapangan, siswa-siswi SMA Veteran 1 Sukoharjo berhasil meraih tiga medali emas.
Medali emas pertama dipersembahkan Mochamad Aryasatya Dwi Tarizky, siswa kelas XI F4.2, yang tampil cemerlang dan berhasil menjadi juara pada kategori tunggal putra.
Prestasi berlanjut pada kategori ganda putra. Pasangan Muhammad Misbah Abdullah kelas XII F4.2 dan Aidan Hana Indrayana kelas XII F4.1 tampil solid hingga berhasil merebut medali emas.
Sementara itu, prestasi juga ditorehkan pasangan ganda putri Syavira Dhini Maimunah dan Anggita Listin Aprilia, keduanya dari kelas XII F4.1. Keduanya tampil memukau dan berhasil membawa pulang medali emas.
Tidak hanya dari tenis lapangan, prestasi juga datang dari cabang olahraga tinju. Thifal Nur Alfiyah, siswi kelas XII F3, berhasil meraih medali perak kategori putri.
Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi yang diraih para siswa.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian luar biasa anak-anak di ajang POPDA Jateng. Tiga medali emas di cabang tenis lapangan dan satu perak di cabang tinju ini merupakan buah dari kedisiplinan, kerja keras pantang menyerah, serta doa dari seluruh keluarga besar sekolah,” ungkapnya.
Menurut Koyem, prestasi tersebut menjadi bukti kemampuan siswa SMA Veteran 1 Sukoharjo dalam mengembangkan potensi di bidang olahraga. Ia berharap capaian tersebut mampu menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi.
“Sesuai dengan semboyan sekolah kita, Berkibar, Terampil, dan Berprestasi, mereka telah membuktikan diri mampu mengibarkan nama baik sekolah di tingkat provinsi. Semoga kesuksesan ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain untuk terus menggali potensi diri. Kami dari pihak sekolah akan selalu berkomitmen memberikan wadah dan dukungan penuh bagi pengembangan bakat anak didik,” tambahnya.
Sementara itu, Waka Kesiswaan SMA Veteran 1 Sukoharjo, Drs. Sukino, menyampaikan kebanggaan sekolah atas prestasi siswa, khususnya di cabang olahraga tenis lapangan.
Menurutnya, prestasi tersebut tidak lepas dari keikutsertaan para siswa dalam berbagai event olahraga di Kabupaten Sukoharjo. Pengalaman mengikuti berbagai pertandingan turut membentuk mental bertanding dan meningkatkan kemampuan siswa.
“Prestasi yang diraih anak-anak tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah. Keikutsertaan mereka dalam berbagai event di Kabupaten Sukoharjo memberikan pengalaman dan turut membawa nama baik SMA Veteran 1 Sukoharjo,” ujar Sukino.
Ia menjelaskan, sekolah terus memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga dan pengembangan bakat siswa. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk pembinaan, tetapi juga apresiasi atas prestasi yang berhasil diraih.
Sebagai bentuk penghargaan, bidang kesiswaan memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi, antara lain berupa uang pembinaan dengan nominal yang disesuaikan kemampuan sekolah. Siswa berprestasi bersama orang tua juga mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan sekolah atas pencapaian mereka.
Sukino berharap prestasi olahraga siswa SMA Veteran 1 Sukoharjo dapat terus berkembang hingga tingkat nasional. Sejumlah siswa bahkan telah mendapatkan kesempatan mewakili Jawa Tengah dalam ajang tingkat nasional.
“Harapannya prestasi ini terus berkembang. Anak-anak bisa meningkatkan kemampuan, berprestasi sampai tingkat nasional, bahkan menjadi juara satu di tingkat nasional,” harapnya.
Capaian di POPDA Jawa Tengah tersebut tidak hanya menjadi bukti kemampuan siswa dalam bidang olahraga. Prestasi itu juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda agar memiliki kedisiplinan, sportivitas, mental tangguh, kerja keras, dan keberanian untuk bersaing pada jenjang yang lebih tinggi.
Dengan raihan tiga medali emas dan satu medali perak, SMA Veteran 1 Sukoharjo kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan potensi. Prestasi tersebut sekaligus menjadi modal penting bagi para siswa untuk terus mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Tausyiyah Milad disampaikan Ustaz Dr. Hamdam Magribi dari Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. |
Dr. Hamdam Magribi: 24 Tahun PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Saatnya Bersinergi Menguatkan Institusi dan Mencerahkan Generasi
Boyolali - majalahlarise.com - Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul ‘Ulum Sambi memperingati Milad ke-24 pada Ahad (13/9/2026) di Aula Masjid PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi. Mengusung tema “24 Tahun Mengabdi, Bersinergi Menguatkan Institusi, Mencerahkan Generasi”, kegiatan berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan.
Rangkaian kegiatan diawali qiroah, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, kemudian rangkaian acara Milad PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi.
Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Ustaz Pujiono, dalam prakata menyampaikan usia 24 tahun menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan lembaga yang dibangun melalui perjuangan banyak pihak.
Menurutnya, perjalanan PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi tidak terlepas dari kontribusi para pendiri, pengurus, guru, karyawan, wali santri, alumni, masyarakat, serta para donatur.
“Milad bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk bermuhasabah, mengevaluasi perjalanan, sekaligus meneguhkan kembali arah perjuangan lembaga,” ungkap Pujiono.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sambi, Drs. Sudiman, memberikan apresiasi atas perjalanan PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi yang terus berkembang serta berkontribusi dalam bidang pendidikan dan dakwah di tengah masyarakat.
Tausyiyah Milad disampaikan Ustaz Dr. Hamdam Magribi dari Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Ia mengajak seluruh keluarga besar PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi menjadikan Milad ke-24 sebagai momentum memperkuat pengabdian sekaligus meningkatkan kualitas kelembagaan.
Dr. Hamdam menjelaskan, membangun lembaga pendidikan tidak dapat dilakukan secara individual. Diperlukan sinergi antara pimpinan, guru, karyawan, persyarikatan, wali santri, alumni, masyarakat, dan para donatur.
“Institusi yang besar tidak dibangun oleh satu orang hebat, tetapi oleh banyak orang yang mau berjalan bersama,” tuturnya.
Menurut Dr. Hamdam, kebersamaan menjadi kekuatan penting dalam mengembangkan institusi pendidikan. Setiap unsur memiliki peran yang saling melengkapi sehingga lembaga dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak para guru dan seluruh pengelola lembaga membangun budaya kerja yang berorientasi pada pengabdian. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter dan masa depan generasi.
“Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman, adab, akhlak, keterampilan, dan kepedulian terhadap masyarakat,” jelasnya.
Tema “24 Tahun Mengabdi, Bersinergi Menguatkan Institusi, Mencerahkan Generasi” menjadi pijakan PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi dalam menatap perjalanan ke depan.
PonpesMU tidak hanya dituntut untuk mempertahankan eksistensi, tetapi juga terus melakukan pembenahan dan penguatan sistem kelembagaan. Penguatan sumber daya manusia, budaya kerja, sistem pendidikan, sinergi antar unit, serta peningkatan mutu menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan pendidikan.
Puncak dari proses tersebut adalah mencerahkan generasi. Para santri diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang siap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan memasuki dunia kerja, tetapi juga siap berdakwah serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam momentum Milad ke-24, keluarga besar PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi kembali meneguhkan semangat membangun pendidikan berlandaskan Keimanan, Keislaman, Keilmuan, Kebahasaan, dan Keterampilan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua PDM Boyolali Muhammad Muslih, segenap Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sambi yang diketuai Sriyono, M.Pd., Dewan Penyantun H. Sunarno, para donatur, serta keluarga besar PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi.
Milad ke-24 menjadi momentum bagi PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi untuk menatap masa depan dengan semangat baru: mengabdi lebih ikhlas, bersinergi lebih kuat, menguatkan institusi, dan mencerahkan generasi untuk membangun negeri. (Sofyan)
Baca juga: CSR Inklusi Dorong Dunia Usaha Bangun Ekosistem Seni Disabilitas Berkelanjutan
Kabar Desa
Masjid Arrohman Banaran Gelar Maulid Nabi dengan Syiar Wayang Golek Pitutur
Boyolali – majalahlarise.com – Takmir Masjid Arrohman Banaran, Desa Trosobo, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, menggelar pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan dikemas melalui dakwah kultural dengan menghadirkan pementasan Wayang Golek Pitutur.
Pementasan menghadirkan Ki Ustadz Pujiono sebagai dalang. Ia membawakan cerita berjudul “Jejak Dua Kyai”, sebuah kisah yang sarat pesan moral dan nilai-nilai keislaman. Pesan dakwah disampaikan melalui seni wayang sehingga lebih dekat dan mudah diterima masyarakat.
Kegiatan diawali lantunan hadrah dari Grenjeng yang menambah suasana religius sekaligus semarak peringatan Maulid Nabi. Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Trosobo Hartaya, Ketua Takmir Masjid Arrohman Sujati, jajaran takmir, tokoh masyarakat, serta warga Banaran dan sekitarnya.
Kepala Desa Trosobo Hartaya mengapresiasi pelaksanaan Maulid Nabi yang dikemas secara kreatif serta melibatkan masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan warga sekaligus menyampaikan nilai-nilai keagamaan melalui pendekatan budaya.
Salah satu Takmir Masjid Arrohman, Samudi, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi bagian dari hajatan warga yang mendapat dukungan dan keterlibatan masyarakat.
“Ini benar-benar menjadi hajatan warga. Masyarakat ikut terlibat dan merasa memiliki kegiatan ini,” jelasnya.
Apresiasi juga disampaikan salah satu warga, Jito. Ia mengaku bangga dan puas mengikuti kegiatan Maulid Nabi yang berlangsung meriah tersebut.
“Kami bangga dan puas. Acaranya bagus, masyarakat antusias, dan pesan yang disampaikan melalui wayang mudah diterima,” ungkap Jito.
Pementasan Wayang Golek Pitutur menjadi daya tarik tersendiri dalam peringatan Maulid Nabi di Masjid Arrohman. Wayang tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi dimanfaatkan sebagai media menyampaikan keteladanan Nabi Muhammad SAW dan pesan kehidupan kepada masyarakat.
Konsep dakwah kultural tersebut membuat peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi melalui pendekatan seni dan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan dakwah dapat hadir melalui berbagai media, termasuk budaya dan kesenian tradisional. Selama pesan yang disampaikan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam, seni budaya dapat menjadi sarana efektif untuk mengajak masyarakat memahami dan mengamalkan pesan kebaikan. (Sofyan)
Baca juga: CSR Inklusi Dorong Dunia Usaha Bangun Ekosistem Seni Disabilitas Berkelanjutan
Olahraga
![]() |
| Putra Mahesa Jajar berhasil keluar sebagai juara pertama. |
SVC CUP 5 2026 Bikin Gelanggang Kroya Bergemuruh, Putra Mahesa Jajar Juara
Wonogiri - majalahlarise.com - Gelanggang Arena Kroya, Wonogiri Selatan, bergemuruh oleh sorak-sorai ribuan voli mania saat LATBER SVC CUP 5 Tahun 2026 digelar, Jumat (12/6/2026). Sejak siang, masyarakat dari berbagai wilayah Wonogiri Selatan memadati arena untuk menyaksikan pertandingan delapan tim bola voli.
Kemeriahan semakin terasa ketika pertandingan memasuki babak penentuan. Tepuk tangan dan dukungan suporter mengiringi aksi para pemain yang tampil penuh semangat sepanjang pertandingan.
Delapan tim yang ambil bagian dalam LATBER SVC CUP 5 2026 yakni SVC Sukoroyom Kulon sebagai tuan rumah, WMU Giritontro, Bulurejo, Bintang Teler Mandeyan, Putra Mahesa Jajar, Dadigo Tlogoharjo, Tireng, dan Platarejo.
Persaingan antar tim berlangsung sengit. Setiap tim berupaya memberikan permainan terbaik dengan dukungan suporter yang terus mengalir dari awal hingga pertandingan berakhir.
.
Setelah melalui pertandingan yang ketat, Putra Mahesa Jajar berhasil keluar sebagai juara pertama. Sementara WMU Giritontro menempati posisi juara kedua. Kedua tim terbaik tersebut mendapatkan penghargaan sekaligus uang pembinaan dari panitia.
Keberhasilan Putra Mahesa Jajar disambut meriah para pendukungnya. Permainan solid dan semangat pantang menyerah menjadi salah satu faktor yang mengantarkan tim tersebut menjadi yang terbaik pada LATBER SVC CUP 5 2026.
Ketua Panitia LATBER SVC CUP 5, Ismu Jatmiko, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan. Menurutnya, turnamen juga menjadi sarana latihan bersama sekaligus mempererat silaturahmi antar tim dan komunitas bola voli.
“Kegiatan ini merupakan ajang latihan bersama sekaligus silaturahmi. Kami ingin para pemain bisa menambah pengalaman bertanding, meningkatkan kemampuan, dan menjalin persaudaraan antarklub bola voli,” ungkap Ismu.
Ia berharap LATBER SVC CUP dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin dengan jumlah peserta yang semakin banyak.
“Harapan kami ke depan kegiatan ini akan kami jadikan agenda rutin dan terus kami kembangkan. Mudah-mudahan pesertanya semakin banyak dan mampu menjadi wadah bagi para pemain untuk meningkatkan prestasi bola voli, khususnya di wilayah Wonogiri Selatan dan sekitarnya,” ujarnya.
Tiga Kambing dan Emas Jadi Doorprize
Selain pertandingan bola voli, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik bagi penonton. Hal tersebut turut meningkatkan antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan hingga selesai.
Tiga ekor kambing dan emas menjadi hadiah yang paling menarik perhatian dalam pengundian doorprize. Selain itu, panitia menyediakan berbagai barang elektronik dan perlengkapan rumah tangga.
Saat pengundian dimulai, suasana Gelanggang Arena Kroya kembali meriah. Penonton dengan antusias menunggu nomor atau kupon mereka dipanggil untuk mendapatkan kesempatan membawa pulang hadiah.
Ismu Jatmiko mewakili panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan LATBER SVC CUP 5 2026.
“Kami selaku perwakilan panitia mengucapkan selamat kepada para pemenang dan tentunya terima kasih kepada seluruh tim peserta, para penonton, sponsor, donatur, masyarakat, dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Berkat dukungan semua pihak, kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan meriah,” katanya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.
“Kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan, penyambutan maupun hal-hal lainnya. Semua akan menjadi bahan evaluasi kami agar kegiatan berikutnya bisa lebih baik,” tambah Ismu.
LATBER SVC CUP 5 2026 pun tidak sekadar menjadi ajang kompetisi bola voli. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya klub, pemain, suporter, dan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan serta pembinaan olahraga bola voli di Wonogiri Selatan. (Sofyan)
Baca juga: CSR Inklusi Dorong Dunia Usaha Bangun Ekosistem Seni Disabilitas Berkelanjutan
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
















