Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber saat menyampaikan pengalamannya di bidang kemahasiswaan dan penyusunan proposal hibah nasional. 


    UNISRI Gelar Workshop Proposal PPK Ormawa dan P2MW, Dorong Mahasiswa Tembus Pendanaan Nasional 2027

    SOLO – majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar Workshop Penyusunan Proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) untuk meraih pendanaan tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Seminar Lantai 3, Gedung B UNISRI, Senin (12/10/2026), dengan diikuti 150 peserta dari perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan kampus.

    Workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber yang berpengalaman di bidang kemahasiswaan dan penyusunan proposal hibah nasional. Kegiatan tersebut menjadi upaya UNISRI mempersiapkan mahasiswa agar mampu menyusun proposal program yang berkualitas, inovatif, berkelanjutan, serta memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pendanaan dari pemerintah.

    Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., membuka kegiatan secara langsung. Dalam sambutannya, ia menjelaskan PPK Ormawa dan P2MW merupakan program strategis kementerian yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dan kewirausahaan.


    “UNISRI memiliki potensi Ormawa dan UKM yang besar dan kreatif. Melalui workshop ini saya berharap proposal-proposal yang disusun tidak hanya lolos pendanaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa. Ini adalah bagian dari penguatan prestasi kemahasiswaan,” ujar Prof. Sutoyo.

    Dalam pemaparan materi, Prof. Parmin mengulas berbagai strategi penyusunan proposal yang sesuai dengan kebutuhan program dan kriteria penilaian. Materi mencakup pemetaan masalah di desa atau mitra sasaran, penyusunan judul yang menarik, perumusan program yang terukur dan berkelanjutan, hingga teknik penyusunan anggaran yang tepat. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai kesalahan umum dalam penyusunan proposal yang berpotensi menyebabkan usulan tidak lolos seleksi.

    Antusiasme peserta terlihat selama workshop berlangsung. Perwakilan UKM dan Ormawa aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi mengenai pengembangan ide program pemberdayaan masyarakat, khususnya di desa binaan, dan pengembangan usaha mahasiswa yang sedang dirintis. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam gagasan agar dapat diterjemahkan menjadi program yang realistis, inovatif, dan memberikan manfaat bagi kelompok sasaran.

    Melalui kegiatan ini, UNISRI berharap semakin banyak tim PPK Ormawa dan P2MW yang berhasil memperoleh pendanaan nasional pada 2027. Selain meningkatkan prestasi kemahasiswaan, program tersebut diharapkan memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.(Sofyan)


    Baca juga: Zayyan Trans Pariwisata Hadir Layani Perjalanan Travel Wonogiri, Jakarta, Bandung hingga Surabaya

    Para penumpang saat foto bersama di depan armada Zayyan Trans.


    Zayyan Trans Pariwisata Hadir Layani Perjalanan Travel Wonogiri, Jakarta, Bandung hingga Surabaya

    WONOGIRI - majalahlarise.com – Kebutuhan transportasi antarkota dan perjalanan wisata membuka peluang bagi pelaku usaha transportasi untuk menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Zayyan Trans Pariwisata hadir sebagai salah satu alternatif layanan perjalanan yang melayani rute Wonogiri, Jakarta, Bandung, hingga Surabaya untuk keperluan pekerjaan, keluarga, bisnis, maupun wisata.

    Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai jadwal keberangkatan, rute perjalanan, dan pemesanan dapat menghubungi WhatsApp 0822-2304-9139. Layanan ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan sesuai kebutuhan.

    Di balik perkembangan usaha transportasi tersebut, terdapat pengalaman panjang Didit dalam merintis bisnis travel dari nol sejak 2009. Pada masa awal merintis usaha, ia melayani perjalanan dari Wonogiri menuju Jakarta dengan jumlah penumpang hanya tiga hingga lima orang. Kondisi serupa juga terjadi pada perjalanan pulang. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan operasional perjalanan pulang pergi, ia membutuhkan sedikitnya sepuluh penumpang.

    “Awalnya saya merintis usaha ini benar-benar dari nol. Penumpang dari Wonogiri ke Jakarta hanya tiga sampai lima orang. Pulangnya juga begitu, sedangkan untuk menutup kebutuhan operasional, saya membutuhkan minimal sepuluh penumpang,” ujar Didit mengenang masa awal perjalanan usahanya.


    Keterbatasan jumlah penumpang menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Didit. Dengan modal terbatas dan berbagai kendala operasional, ia tetap berupaya mempertahankan usahanya. Baginya, membangun bisnis transportasi membutuhkan ketekunan, kemampuan membaca peluang, serta kesediaan untuk terus memberikan pelayanan kepada pelanggan meskipun hasilnya belum sesuai harapan.

    Perkembangan mulai terasa pada 2011, ketika masyarakat semakin mengenal layanan travel dengan sistem penjemputan dari rumah dan pengantaran hingga tempat tujuan. Layanan tersebut memberikan kemudahan bagi penumpang dan dilengkapi fasilitas makan satu kali selama perjalanan.

    Didit berupaya menjaga kualitas pelayanan, memenuhi persyaratan perizinan, serta memperhatikan keamanan perjalanan untuk membangun kepercayaan pelanggan. “Kami berusaha memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pelanggan. Kepercayaan masyarakat menjadi hal penting agar usaha ini bisa terus berjalan dan berkembang,” ungkapnya.

    Seiring perkembangan usaha, Didit mulai mengajak teman-temannya, termasuk rekan semasa sekolah dan kuliah yang belum mendapatkan pekerjaan, untuk bergabung. Armada yang dikelolanya sempat berkembang hingga lima kendaraan. Namun, dinamika usaha membuatnya harus menyesuaikan operasional. Dua kendaraan akhirnya dijual karena keterbatasan pengemudi.

    Armada Zayyan Trans.

    Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan langkahnya untuk mempertahankan usaha transportasi yang telah dirintis. Bagi Didit, bisnis travel bukan sekadar mencari penghasilan, melainkan juga menjadi jalan untuk membuka kesempatan kerja bagi orang lain.

    “Saya ingin usaha ini juga bisa memberikan manfaat bagi teman-teman yang mempunyai keterampilan mengemudi, tetapi belum mendapatkan pekerjaan. Harapannya, mereka bisa ikut bekerja dan memperoleh penghasilan secara halal,” jelas Didit.

    Ketika perkembangan bisnis travel mulai cenderung stagnan, Didit melihat peluang lain di bidang pariwisata. Ia mengawali langkah tersebut dengan melayani perjalanan menggunakan kendaraan Elf. Dari pengalaman melayani pelanggan, ia semakin memahami kebutuhan wisatawan dan mulai mempelajari pengelolaan perjalanan wisata, penyusunan paket, serta bentuk pelayanan yang dapat disesuaikan dengan keinginan pelanggan.

    Dalam layanan wisata, Didit memberikan keleluasaan kepada pelanggan untuk menentukan konsep perjalanan. Jika pelanggan membutuhkan paket wisata, ia membantu mengarahkan pilihan sesuai kebutuhan. Namun, apabila pelanggan sudah menentukan destinasi yang ingin dikunjungi, ia bersedia menyesuaikan perjalanan dengan rencana tersebut.

    “Kalau pelanggan menginginkan paket wisata, kami membantu mengarahkan pilihan sesuai kebutuhan. Namun, kalau mereka sudah menentukan sendiri tempat yang ingin dikunjungi, kami mengikuti rencana perjalanan mereka,” tutur Didit.

    Peran Didit dalam perjalanan wisata juga tidak sebatas sebagai pengemudi. Ia turut mendampingi wisatawan sebagai tour leader untuk membantu mengarahkan perjalanan agar berjalan dengan baik. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan tidak hanya berfokus pada transportasi, tetapi juga pendampingan selama wisata berlangsung.

    Saat ini, usaha yang dirintis Didit mencakup layanan travel rute Wonogiri–Jakarta dan perjalanan wisata dengan dukungan tiga kendaraan yang digunakan sesuai kebutuhan operasional. Pengalaman sejak 2009 menjadi bekal untuk terus menyesuaikan layanan dengan perkembangan pasar sekaligus mempertahankan kepercayaan pelanggan.

    Melalui Zayyan Trans, Didit berharap usahanya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ia ingin membuka kesempatan kerja bagi orang-orang yang memiliki keterampilan mengemudi, tetapi belum memperoleh pekerjaan. Baginya, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari perkembangan armada atau jumlah pelanggan, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

    Perjalanan Didit menunjukkan usaha yang bertahan tidak selalu tumbuh melalui langkah besar dalam waktu singkat. Ketekunan, kemampuan membaca peluang, dan kesediaan menyesuaikan layanan menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika bisnis transportasi.

    Zayyan Trans beralamat di wilayah Karanggayam, Kedungsono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Melalui layanan Zayyan Trans Pariwisata, masyarakat dapat memperoleh pilihan perjalanan menuju sejumlah kota, termasuk Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan pemesanan dapat diperoleh melalui WhatsApp 0822-2304-9139. (Sofyan)


    Baca juga: SMP Negeri 2 Manyaran Gelar Refreshing Capacity Building, Perkuat Kompetensi dan Kepedulian Sosial Guru

    Narasumber Aziz Widhi Nugroho, S.H., M.H., dosen Prodi Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) saat memaparkan materi secara daring.


    Dosen Prodi Hukum Univet Bantara Paparkan Strategi Hukum dan Tata Kelola Wisata Berkelanjutan di Palangka Raya

    PALANGKA RAYA – majalahlarise.com – Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya menggelar Workshop Perintisan Desa/Kelurahan Binaan Hukum Tahun 2026, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Aziz Widhi Nugroho, S.H., M.H., dosen Prodi Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo sekaligus anggota Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia (APPIHI), sebagai narasumber.

    Dalam workshop tersebut, Aziz memaparkan strategi penguatan aspek hukum, tata kelola kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pengembangan wisata berkelanjutan di Kelurahan Tangkiling dan Desa Sei Gohong, Kota Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus memperkuat peran pemerintah dan kelembagaan lokal dalam mengembangkan potensi wilayah.

    Aziz menjelaskan, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan daya tarik destinasi. Pengelolaan pariwisata juga membutuhkan fondasi hukum yang jelas, kelembagaan yang kuat, serta keterlibatan masyarakat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas.

    “Pengembangan desa wisata perlu didukung regulasi yang memberikan kepastian hukum, tata kelola yang transparan, serta partisipasi aktif masyarakat. Dengan demikian, potensi wisata tidak hanya menjadi daya tarik bagi pengunjung, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan warga,” jelas Aziz dalam paparannya.

    Ia memaparkan, Kelurahan Tangkiling memiliki luas wilayah 83,87 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 3.326 jiwa. Berjarak sekitar 34 kilometer dari pusat Kota Palangka Raya, wilayah ini terdiri atas 14 RT dan tiga RW. Salah satu potensi wisata yang dapat dikembangkan adalah Bukit Tangkiling atau dikenal masyarakat sebagai Batu Banama.

    Sementara itu, Desa Sei Gohong memiliki luas wilayah 97,91 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 1.700 jiwa. Desa yang berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Palangka Raya tersebut memiliki tujuh RT dan dua RW. Potensi wisata sejarah serta kekayaan alam dan budaya lokal menjadi modal untuk mengembangkan kegiatan pariwisata yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

    Menurut Aziz, penguatan tata kelola wisata perlu dimulai dari pemahaman terhadap peraturan dan penyusunan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah desa atau kelurahan bersama masyarakat perlu membangun mekanisme pengelolaan yang jelas, termasuk pembagian peran, kemitraan, penyelesaian persoalan hukum, serta perlindungan terhadap kepentingan warga.

    Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengembangkan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) di tingkat desa atau kelurahan. Keberadaan layanan tersebut dapat membantu masyarakat mengakses informasi mengenai peraturan yang berlaku. Program ini perlu dilengkapi penyuluhan hukum secara berkala agar warga memahami hak, kewajiban, dan prosedur hukum yang berkaitan dengan aktivitas sosial maupun ekonomi.

    Selain itu, tokoh masyarakat dapat diberikan pelatihan sebagai mediator untuk membantu menyelesaikan persoalan di tingkat lokal. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong penyelesaian masalah secara musyawarah dan mencegah konflik berkembang menjadi persoalan yang lebih kompleks.

    Aspek legalitas usaha juga menjadi perhatian dalam pengembangan ekonomi berbasis pariwisata. Aziz menjelaskan, pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran merek, sertifikat halal, izin edar, serta perizinan lain sesuai dengan jenis usaha dan ketentuan yang berlaku.

    Legalitas tersebut dapat membantu pelaku UMKM memperoleh kepastian dalam menjalankan usaha, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta membuka peluang akses terhadap layanan perbankan dan program pemerintah sesuai persyaratan. Dengan dukungan tersebut, masyarakat dapat mengembangkan produk lokal, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk unggulan yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan wisata.

    Dalam materi pemberdayaan masyarakat, Aziz memperkenalkan tiga pendekatan, yakni enabling, empowering, dan protecting. Pendekatan enabling diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi yang dimiliki. Sementara itu, empowering berfokus pada peningkatan kapasitas melalui pelatihan, pendampingan, dan pembukaan akses terhadap peluang usaha.

    Adapun protecting bertujuan memberikan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat, menjaga keseimbangan dalam persaingan usaha, serta mencegah eksploitasi terhadap kelompok yang memiliki posisi lebih lemah. Ketiga pendekatan tersebut perlu berjalan beriringan agar pengembangan wisata tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keadilan dan keberlanjutan.

    Aziz juga menjelaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan pengunjung, anggota Pokdarwis perlu memiliki kemampuan mengelola kunjungan, memberikan informasi destinasi, mengembangkan atraksi wisata, menjalin kemitraan, serta melakukan promosi secara efektif.

    Pelatihan dapat dimulai dari pengelolaan wisata dan pemanduan wisata atau guiding. Selanjutnya, peningkatan kapasitas dapat diarahkan pada keterampilan komunikasi, penguasaan bahasa asing, pengembangan produk unggulan, serta penciptaan atraksi wisata yang sesuai dengan karakter dan kearifan lokal.

    Dari sisi kebijakan, pengembangan desa wisata juga memerlukan dukungan regulasi yang selaras antara pemerintah daerah dan pemerintah desa atau kelurahan. Penyusunan peraturan daerah serta peraturan kepala daerah terkait pengembangan desa wisata, kemitraan, dan persaingan usaha dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kelola pariwisata yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi.

    Melalui workshop tersebut, penguatan kapasitas hukum, kelembagaan, dan sumber daya manusia di Kelurahan Tangkiling dan Desa Sei Gohong diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan wisata berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, Pokdarwis, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga kelestarian alam serta budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. (Sofyan)


    Baca juga: Guru SMP Negeri 8 Kota Surakarta Raih The Best Five Pelatihan Pembelajaran Mendalam 100 JP

    Kegiatan refreshing capacity building SMP Negeri 2 Manyaran.

    SMP Negeri 2 Manyaran Gelar Refreshing Capacity Building, Perkuat Kompetensi dan Kepedulian Sosial Guru

    WONOGIRI - majalahlarise.com – SMP Negeri 2 Manyaran menggelar kegiatan refreshing capacity building yang dikemas melalui silaturahmi untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam aspek kepribadian dan sosial. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para guru untuk mempererat hubungan, membangun kolaborasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat.

    Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati, menjelaskan kegiatan tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi guru secara menyeluruh. Menurutnya, kompetensi pedagogik dan profesional dapat terus dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran, sedangkan kompetensi kepribadian dan sosial membutuhkan pendekatan yang berbeda.

    “Kompetensi pedagogik dan profesional bisa kita kembangkan melalui pembelajaran di sekolah. Namun, kompetensi kepribadian dan sosial juga perlu dibangun melalui interaksi, kebersamaan, serta komunikasi yang baik antar guru,” jelasnya.


    Kegiatan yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Koperasi Ceria tersebut juga menjadi bagian dari momen purnatugas Bambang, yang telah mengabdi selama 30 tahun di SMP Negeri 2 Manyaran. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memberikan penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di sekolah.

    Siti Khumaidah berharap kegiatan bersama tersebut memberikan manfaat nyata bagi pengembangan diri para guru. Melalui interaksi di luar lingkungan sekolah, para guru diharapkan lebih leluasa berkomunikasi, berdiskusi, bertukar pikiran, serta membangun hubungan sosial yang lebih baik.

    “Kami berharap melalui kegiatan ini tumbuh kolaborasi, tanggung jawab, kebersamaan, kepercayaan, dan empati. Dengan suasana yang lebih santai, para guru bisa saling mengenal lebih dekat, menyampaikan gagasan, dan memperkuat hubungan sebagai satu keluarga besar SMP Negeri 2 Manyaran,” ungkapnya.

    Tidak hanya berfokus pada penguatan hubungan internal, kegiatan tersebut juga membuka ruang diskusi mengenai kepedulian sosial. Dalam perbincangan antarguru, muncul gagasan untuk membantu masyarakat di sejumlah daerah yang mengalami kekurangan air bersih khususnya di wilayah Ngluwur. Rencana bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan sekaligus wujud penerapan nilai empati dalam kehidupan bermasyarakat.

    Menurut Siti Khumaidah, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti pada hubungan baik di lingkungan sekolah. Lebih dari itu, komunikasi dan diskusi yang terjalin dapat melahirkan gagasan positif yang bisa diwujudkan menjadi kegiatan nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (9/10/2026) setelah proses pembelajaran selesai sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar. Rombongan berangkat sekitar pukul 11.00 WIB menuju kawasan Pantai Drini. Di lokasi tersebut, para guru mengikuti pertemuan yang diisi dengan perbincangan, diskusi, serta penyampaian berbagai gagasan hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 20.00 WIB.

    Siti Khumaidah menambahkan, kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dan semangat kebersamaan, termasuk dalam hal pembiayaan. Ia berharap capacity building dapat menjadi sarana pengembangan kompetensi guru sekaligus memperkuat solidaritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama.

    Melalui kegiatan tersebut, SMP Negeri 2 Manyaran berharap tercipta lingkungan kerja yang semakin harmonis, kolaboratif, dan penuh empati. Kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas guru serta mendorong lahirnya berbagai inisiatif sosial yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Guru SMP Negeri 8 Kota Surakarta Raih The Best Five Pelatihan Pembelajaran Mendalam 100 JP

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, S.STP, M.A.P. menyerahkan sertifikat penghargaan The Best Five Kelompok SMP kepada Aridyah Niken Harjanti, S.Pd., M.Pd.


    Aridyah Niken Harjanti Raih Penghargaan The Best Five Kelompok SMP dalam Bimtek Pembelajaran Mendalam

    SURAKARTA - majalahlarise.com – Dinas Pendidikan Kota Surakarta memberikan penghargaan The Best Five Kelompok SMP kepada Aridyah Niken Harjanti, S.Pd., M.Pd., dalam kegiatan Apresiasi dan Wisuda Peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam 100 Jam Pelajaran (JP), Jumat (9/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara lantai 3, Kantor Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

    Aridyah Niken Harjanti merupakan guru Bahasa Inggris SMP Negeri 18 Kota Surakarta sebelum menerima surat keputusan (SK) sebagai Kepala SMP Negeri 27 Kota Surakarta terhitung mulai 1 Agustus 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasinya dalam mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam 100 JP.

    Niken menyampaikan, pelatihan tersebut memberikan banyak manfaat bagi peningkatan profesionalisme pendidik. Manfaat yang diperoleh tidak hanya berkaitan dengan pemahaman konsep Pembelajaran Mendalam, tetapi juga pengembangan keterampilan yang mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari di sekolah.

    “Bimtek Pembelajaran Mendalam 100 JP sangat bermanfaat bagi peningkatan profesionalisme guru. Kami tidak hanya memperoleh pemahaman tentang Pembelajaran Mendalam, tetapi juga belajar mengembangkan kemampuan lain yang mendukung pelaksanaan tugas sebagai pendidik,” ungkap Niken.

    Menurutnya, salah satu pengalaman berharga selama mengikuti pelatihan adalah belajar mengelola waktu secara efektif. Peserta harus menyelesaikan rangkaian kegiatan dan tugas pelatihan tanpa meninggalkan tanggung jawab mengajar maupun tugas tambahan di sekolah.

    Selain manajemen waktu, penggunaan teknologi digital menjadi keterampilan yang turut berkembang selama pelatihan. Pemanfaatan Learning Management System (LMS) sebagai sarana pembelajaran menuntut peserta untuk beradaptasi dengan sistem digital, mengakses materi, serta menyelesaikan tugas secara daring.

    Niken juga merasakan manfaat dari kolaborasi lintas mata pelajaran. Sejumlah tugas dalam Bimtek mengharuskan peserta berdiskusi dan bekerja sama dengan rekan sejawat sehingga membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman, memperluas sudut pandang, dan mengembangkan pemahaman bersama mengenai penerapan Pembelajaran Mendalam.

    Ia berharap Dinas Pendidikan Kota Surakarta dapat menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Menurutnya, pelatihan perlu diikuti dengan pendampingan implementasi di sekolah agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran.

    “Kami berharap kegiatan semacam ini terus diadakan secara berkelanjutan oleh Dinas Pendidikan, kemudian ditindaklanjuti dengan pendampingan implementasi hasil Bimtek serta diseminasi praktik baik. Dengan demikian, hasil pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta, tetapi juga memberikan dampak bagi pembelajaran di sekolah,” jelasnya.

    Penghargaan The Best Five Kelompok SMP yang diterima Niken menjadi bagian dari apresiasi terhadap peserta pelatihan. Pengalaman mengikuti Bimtek Pembelajaran Mendalam 100 JP diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugasnya sebagai kepala sekolah sekaligus mendorong pengembangan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 27 Kota Surakarta. 

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, S.STP., M.A.P., menyampaikan apresiasi dan wisuda tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Pelatihan Pembelajaran Mendalam 100 JP yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

    Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi guru dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna, sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu memahami materi secara lebih mendalam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui pelatihan tersebut, para guru diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam di sekolah masing-masing. Peningkatan kompetensi pendidik diharapkan turut mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang berkualitas, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.(Sofyan)


    Baca juga: MABIT SD Muhammadiyah PK Banyudono Perkuat Iman dan Adab, Siapkan Calon Pemimpin Bangsa

    Hetty Dwi Agustin, S.Pd., guru Bahasa Inggris SMP Negeri 8 Kota Surakarta, menerima sertifikat penghargaan "The Best Five Kelompok SMP" yang diserahkan oleh Dinas Pendidikan Kota Surakarta Dwi Ariyatno, S.STP., M.A.P.



    Guru SMP Negeri 8 Kota Surakarta Raih The Best Five Pelatihan Pembelajaran Mendalam 100 JP


    SURAKARTA - majalahlarise.com – Hetty Dwi Agustin, S.Pd., guru Bahasa Inggris SMP Negeri 8 Kota Surakarta, meraih penghargaan "The Best Five Kelompok SMP" dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta dalam kegiatan Apresiasi dan Wisuda Peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam 100 Jam Pelajaran (JP), Jumat (9/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara lantai 3, Kantor Dinas Pendidikan Kota Surakarta.


    Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas capaian peserta dalam mengikuti program peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan pembelajaran mendalam. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi para pendidik untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan proses pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.


    Saat dikonfirmasi, Hetty Dwi Agustin mengaku senang dapat terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan sekaligus membawa nama baik SMP Negeri 8 Kota Surakarta.




    “Saya merasa senang terpilih dan bisa membawa nama baik SMP Negeri 8. Selain menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga menambah persaudaraan karena saya mendapat teman sejumlah 400 peserta guru dari sekolah lain, baik dari jenjang SD maupun SMP di Kota Surakarta,” ungkap Hetty.


    Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dapat memberikan manfaat bagi dirinya, rekan-rekan guru, serta lingkungan sekolah.


    “Harapan saya, semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi semuanya,” tambahnya.


    Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, S.STP., M.A.P., menyampaikan apresiasi dan wisuda tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Pelatihan Pembelajaran Mendalam 100 JP yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Surakarta.


    Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi guru dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna, sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu memahami materi secara lebih mendalam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Hetty Dwi Agustin, S.Pd saat foto bersama peserta lain  Aridyah Niken Harjanti, S.Pd, M.Pd Guru bahasa Inggris SMPN 18 Kota Surakarta ( Kepala SMPN 27 Kota Surakarta sejak 1 Agustus 2026).


    Melalui pelatihan tersebut, para guru diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam di sekolah masing-masing. Peningkatan kompetensi pendidik diharapkan turut mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang berkualitas, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.


    Capaian Hetty Dwi Agustin menjadi kebanggaan bagi SMP Negeri 8 Kota Surakarta sekaligus menjadi motivasi bagi para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengembangkan praktik pembelajaran yang

    lebih baik. (Sofyan)


    Baca juga: MABIT SD Muhammadiyah PK Banyudono Perkuat Iman dan Adab, Siapkan Calon Pemimpin Bangsa

    Siswa mengikuti kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) bertema “Menguatkan Iman, Membentuk Adab, Menyiapkan Calon Pemimpin Bangsa”, Jumat (9/10/2026).



    MABIT SD Muhammadiyah PK Banyudono Perkuat Iman dan Adab, Siapkan Calon Pemimpin Bangsa

    Boyolali – majalahlarise.com – SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) bertema “Menguatkan Iman, Membentuk Adab, Menyiapkan Calon Pemimpin Bangsa”, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang diikuti siswa kelas V dan VI ini menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk generasi yang unggul dalam akademik, kuat dalam keimanan, serta memiliki adab dan karakter kepemimpinan.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menjelaskan pendidikan perlu mengintegrasikan kecerdasan intelektual, spiritual, dan pembentukan karakter. Melalui MABIT, sekolah membimbing siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh, cerdas, kreatif, dan mandiri dengan menjadikan adab sebagai landasan dalam menuntut ilmu.

    Rangkaian kegiatan diawali pukul 15.30 WIB dengan pembukaan dan persiapan tempat. Siswa kelas V mendapatkan materi tentang adab berinteraksi dengan lawan jenis, sedangkan siswa kelas VI mengikuti latihan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai persiapan menghadapi evaluasi akademik.

    Siswa kemudian mengikuti materi “Meneladani Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Sehari-hari”. Materi ini mengajak siswa menerapkan keteladanan Rasulullah, seperti jujur, amanah, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.

    Salah satu agenda kegiatan adalah tausiyah motivasi dan spiritual building bersama Ustaz Misnanto, S.Pd., Kepala MIM PK Kartasura, yang dipandu Ustazah Endri. Dalam sesi tersebut, siswa diajak mengenali potensi diri, meningkatkan semangat belajar, serta memahami pentingnya doa, ikhtiar, kedisiplinan, dan akhlak yang baik untuk meraih keberhasilan.

    Pembinaan spiritual dilanjutkan dengan salat Magrib dan Isya berjamaah serta murojaah bersama. Pada dini hari, siswa dijadwalkan melaksanakan salat Tahajud, salat Subuh berjamaah, dan kultum pagi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam bersama dan bersih-bersih lingkungan sebelum penutupan yang dijadwalkan pukul 05.30 WIB.

    Wali kelas VI A, VI B, dan VI C, yaitu Ustazah Shela Yunitamara, Ustazah Putri Endriastuti, dan Ustazah Iin Marlinda, turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Keterlibatan para guru mendukung pelaksanaan program, mulai dari pembelajaran hingga pembiasaan ibadah dan kemandirian.

    Melalui MABIT, SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap siswa mampu menyeimbangkan prestasi akademik dengan keimanan dan akhlak mulia. Kepemimpinan tidak hanya ditunjukkan melalui prestasi, tetapi juga melalui kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. (Sofyan)


    Baca juga: Pererat Silaturahmi Lintas Sekolah, 82 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Unjuk Kolaborasi di Salatiga


⬆
Top