Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka Kreativitas Anak Sekolah Solo (KREASSO) 2026 di Terminal Tirtonadi, Surakarta, Selasa (22/9/2026). 


    Wawali Astrid Widayani Buka KREASSO 2026, Gelorakan Seni Digital Anak Hebat Solo

    Solo - majalahlarise.com - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka Kreativitas Anak Sekolah Solo (KREASSO) 2026 di Terminal Tirtonadi, Surakarta, Selasa (22/9/2026). Tahun ini, KREASSO mengangkat tema “Gelorakan Seni Digital Anak Hebat Solo”.

    KREASSO 2026 menghadirkan 85 penampilan seni pelajar dan expo yang diikuti sekitar 20 peserta. Penampilan seni tersebut terdiri atas 29 peserta tingkat SD, 40 SMP, 12 SMA, serta empat sanggar seni.

    Peserta KREASSO 2026 tidak hanya berasal dari Kota Surakarta. Sejumlah pelajar dari luar Solo juga turut ambil bagian, salah satunya SMA Pradita Dirgantara. Beragam karya ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari seni tradisi hingga karya kontemporer.

    Dalam sambutannya, Astrid mengatakan perkembangan teknologi digital perlu diikuti kemampuan anak dalam memanfaatkannya sebagai ruang berkarya. Teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana konsumsi informasi, tetapi juga dapat menjadi media untuk berkreasi dan menghasilkan karya positif.



    “Teknologi juga dapat menjadi ruang untuk berkreasi, berekspresi, berkarya, dan menghasilkan sesuatu yang positif. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan bersama dengan kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap seni serta budaya,” kata Astrid.

    Menurut Astrid, KREASSO menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan karya di tengah perkembangan teknologi digital. Pelajar didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya kreatif.

    “Melalui seni digital, anak-anak dapat menuangkan ide, imajinasi, dan gagasan dengan cara yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

    Astrid juga meminta pelajar memanfaatkan KREASSO bukan sekadar untuk tampil maupun berkompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pelajar untuk membangun kepercayaan diri, memperluas pertemanan, serta mendapatkan pengalaman baru.

    “Jangan takut untuk berkarya, jangan takut untuk mencoba hal baru, dan jangan takut untuk menunjukkan kreativitas kalian. Tidak harus selalu sempurna. Yang paling penting adalah berani berproses, berani berekspresi, dan terus belajar,” pesan Astrid.

    Pada pembukaan KREASSO 2026 juga dilakukan penyerahan karya dari MGMP Seni Budaya SMP Kota Surakarta oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta kepada Wakil Wali Kota Surakarta.

    Selain menjadi peserta pertunjukan, pelajar turut dilibatkan dalam penyelenggaraan KREASSO sebagai panitia, pembawa acara hingga liaison officer (LO). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk melatih keberanian, kemandirian, kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan mengelola kegiatan.

    KREASSO merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang ekspresi dan kreativitas pelajar di Kota Surakarta. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga expo karya serta berbagai aktivitas kreativitas pelajar.

    Astrid berharap dukungan terhadap kreativitas pelajar tidak hanya datang dari sekolah, tetapi juga guru dan orang tua. Setiap anak memiliki potensi, bakat, dan cara masing-masing dalam berkarya sehingga perlu diberikan ruang untuk berkembang.

    “Kami ingin anak-anak Surakarta tumbuh menjadi generasi yang kreatif, percaya diri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap memiliki karakter dan kecintaan terhadap seni dan budaya,” katanya.

    Sementara itu, Koordinator KREASSO 2026 Joko Susilo mengatakan antusiasme pelajar tahun ini cukup tinggi. Jumlah pendaftar bahkan melebihi kapasitas yang disiapkan panitia. Pendaftaran yang awalnya direncanakan ditutup pada 20 Agustus akhirnya ditutup lebih awal.

    Menurut Joko, proses kurasi dilakukan melalui Google Form dan pengumpulan video penampilan calon peserta. Setiap karya mendapat durasi maksimal 20 menit agar seluruh penampilan dapat terakomodasi dalam rangkaian kegiatan.

    KREASSO 2026 digelar di Terminal Tirtonadi dan terbuka gratis untuk masyarakat umum. Masyarakat dapat menyaksikan langsung beragam karya dan penampilan pelajar yang ditampilkan sepanjang kegiatan.

    KREASSO terus dikembangkan sebagai agenda kreativitas pelajar dari tahun ke tahun. Setiap penyelenggaraan menghadirkan tema dan konsep berbeda, sekaligus memberikan ruang bagi pelajar untuk menampilkan karya dan belajar terlibat langsung dalam pengelolaan kegiatan.

    Melalui KREASSO 2026, ruang ekspresi pelajar dipadukan dengan perkembangan teknologi digital. Seni, kreativitas, karakter, dan pengalaman berorganisasi menjadi bagian dari proses pelajar untuk terus berkembang dan menghasilkan karya.(Mas Is/ Sofyan)


    Baca juga: MTs Negeri 5 Wonogiri Raih Prestasi OMI 2026, Dean Juara 1 IPS Terintegrasi dan Siti Fatimah Harapan 3 IPA

    Dean Aprianto Wibowo berhasil menjadi Juara 1 IPS Terintegrasi, serta Siti Fatimah Azzahra meraih Juara Harapan 3 IPA Terintegrasi.


    MTs Negeri 5 Wonogiri Raih Prestasi OMI 2026, Dean Juara 1 IPS Terintegrasi dan Siti Fatimah Harapan 3 IPA


    Wonogiri - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik MTs Negeri 5 Wonogiri. Dua siswa madrasah tersebut berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Jenjang MTs Tahun 2026 tingkat Kabupaten Wonogiri.


    Dua prestasi tersebut diraih Dean Aprianto Wibowo yang berhasil menjadi Juara 1 IPS Terintegrasi, serta Siti Fatimah Azzahra yang meraih Juara Harapan 3 IPA Terintegrasi.


    Prestasi tersebut menjadi capaian positif bagi MTs Negeri 5 Wonogiri yang berlokasi di Tawangrejo, Pagutan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Data resmi pendidikan Kemendikdasmen mencatat MTs Negeri 5 Wonogiri sebagai satuan pendidikan jenjang MTs berstatus negeri di bawah Kementerian Agama. 


    Keberhasilan Dean dan Siti Fatimah menunjukkan kemampuan siswa dalam mengikuti kompetisi akademik pada bidang yang berbeda. Dean berhasil menunjukkan kemampuan pada bidang IPS Terintegrasi, sedangkan Siti Fatimah berprestasi melalui bidang IPA Terintegrasi.


    OMI menjadi salah satu ajang yang memberikan ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan akademik, penalaran, serta kompetensi sesuai bidang yang dilombakan.


    Kepala MTs Negeri 5 Wonogiri, Umi Muslikhah, S.Ag., M.Pd menyampaikan capaian prestasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong siswa untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi pada berbagai tingkatan.


    Sebelumnya, MTs Negeri 5 Wonogiri juga mencatat prestasi di bidang teknologi. Tim robotiknya meraih Juara 1 Madagascar Robotic Fair 2026 pada Mei lalu melalui tim yang salah satunya diperkuat Dean Aprianto Wibowo. 


    "Capaian tersebut memperlihatkan keberagaman potensi peserta didik MTs Negeri 5 Wonogiri, mulai dari bidang akademik hingga teknologi.


    "Prestasi Dean Aprianto Wibowo dan Siti Fatimah Azzahra di OMI 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta mengukir prestasi sesuai minat dan bakat masing-masing," harapannya. (Sofyan)


    Baca juga: Lolos Kurasi Pameran Internasional, Karya Mahasiswa DKV ISI Surakarta Dipajang Bersama Karya dari 28 Negara




    Lolos Kurasi Pameran Internasional, Karya Mahasiswa DKV ISI Surakarta Dipajang Bersama Karya dari 28 Negara

    Surakarta - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Karya fotografi berjudul Blank in White karya Galih Satria Aprilio, mahasiswa angkatan 2025 asal Sukoharjo, berhasil lolos kurasi dalam Ruwaka Exhibition 2026 - NEOFORMAT.

    Karya tersebut masuk dalam kategori Conceptual Photography dan dipamerkan bersama sekitar 300 karya dari peserta 28 negara. Sejumlah negara yang turut berpartisipasi di antaranya Turki, Malaysia, Ukraina, Polandia, Hong Kong, Mesir, Meksiko, dan beberapa negara lainnya.

    Ruwaka Exhibition 2026 - NEOFORMAT diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Catur Insan Cendikia (UCIC) Cirebon. Pameran internasional tersebut dipusatkan di area Kampus 1 UCIC, Jalan Kesambi Nomor 202 D, Kota Cirebon, selama dua hari, 19-20 September 2026.

    Pameran tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan karya kepada khalayak umum dengan menghadirkan inovasi, edukasi, serta gagasan kreatif. Beragam karya ditampilkan, mulai dari lukisan, karya berbasis teknologi artificial intelligence (AI), suvenir, fotografi, hingga karya seni lainnya.

    Melalui NEOFORMAT, penyelenggara juga menghadirkan ruang seni yang mendorong masyarakat untuk melihat perkembangan teknologi AI secara lebih terbuka. Teknologi tersebut tidak hanya dipandang sebagai tantangan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses kreatif dan bersinergi dengan manusia untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

    Galih menjelaskan, karya Blank in White merefleksikan ketegangan antara kreativitas manusia dan laju produksi digital yang semakin cepat.

    "Karya ini menggambarkan sebuah sosok yang seluruh tubuhnya tertutup warna putih, monitor kosong, dan buku sketsa yang dipenuhi gambar pensil. Elemen tersebut melambangkan sikap menarik diri, kelelahan kreatif, serta kemungkinan untuk menemukan kembali proses kreatif," jelas Galih dalam rilis yang dikirim.

    Menurut Galih, karya tersebut tidak bermaksud menolak kecerdasan buatan maupun perkembangan teknologi. Sebaliknya, karya fotografi itu mempertanyakan ketergantungan manusia terhadap proses kreatif yang serba instan.

    "Karya ini mengajak kita untuk berhenti sejenak, menjauh dari tekanan visual, dan menjaga ruang untuk berpikir, mengeksplorasi, serta berkreasi melalui proses kita sendiri," ujarnya.

    Galih mengaku tidak menyangka karya fotografi pertamanya yang diikutsertakan dalam pameran internasional dapat lolos kurasi dan dipamerkan bersama karya dari berbagai negara.

    "Karya fotografi yang lolos kurasi dan dipamerkan di tingkat internasional ini menjadi capaian prestasi yang tidak saya sangka bakal lolos kurasi. Ini merupakan karya fotografi pertama yang saya ikut sertakan dalam pameran internasional," ungkapnya.

    Ia berharap karya Blank in White dapat dinikmati oleh berbagai kalangan sekaligus memberikan sudut pandang lain mengenai fotografi dan proses kreatif di tengah perkembangan teknologi.

    "Selanjutnya saya berharap karya ini bisa dilihat oleh semua kalangan dan memberikan sudut pandang lain dari karya fotografi tersebut," tambah Galih.

    Sementara itu, dosen Program Studi DKV FSRD ISI Surakarta sekaligus dosen pembimbing, Basnendar Herry Prilosadoso, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Galih. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam pameran nasional maupun internasional dapat menjadi pengalaman penting untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membangun motivasi berkarya.

    "Dengan mengikuti kegiatan pameran di tingkat nasional maupun internasional diharapkan mahasiswa dapat termotivasi untuk selalu berkarya dan berprestasi untuk meningkatkan kompetensi," ujar Basnendar.

    Keberhasilan Galih melalui Blank in White menunjukkan ruang pengembangan kreativitas mahasiswa DKV tidak hanya berada di lingkungan kampus, tetapi juga dapat berkembang melalui forum pameran yang mempertemukan karya mahasiswa dengan publik dan peserta dari berbagai negara. (Sofyan)


    Baca juga: PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Borong Tiga Juara 1 MAPSI Kabupaten Boyolali

     

    Siswa saat mewarnai media gerabah.


    Murid Kelas II SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Eksplorasi Alam dan Sains di Salatiga Eco Park

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 82 murid kelas II SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip edukatif di Salatiga Eco Park (SAE), Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi murid untuk belajar secara langsung melalui pengalaman di alam terbuka.

    Mengusung tema "Eco Adventure: Explore, Learn, and Grow Together", kegiatan dirancang sebagai pembelajaran kontekstual di luar kelas. Melalui kegiatan tersebut, murid diajak memperkaya wawasan, mengembangkan keterampilan, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama melalui berbagai aktivitas edukatif.

    Koordinator Tim Kelas II, Rini Dewi Puspitasari, menyampaikan pembelajaran berbasis pengalaman langsung penting bagi tumbuh kembang anak usia sekolah dasar.

    "Melalui kegiatan field trip ini, para murid tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga belajar secara nyata, aktif, dan bermakna di alam terbuka. Harapan kami, pengalaman yang didapat hari ini dapat menumbuhkan kepedulian lingkungan serta membentuk sikap mandiri serta mampu bekerja sama," terangnya.

    Rombongan berangkat dari sekolah pukul 07.30 WIB dan menempuh perjalanan kurang lebih dua jam menuju Salatiga Eco Park. Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan senam pagi bersama Tim Pemandu SAE. Aktivitas tersebut dilakukan untuk membangun kesiapan dan semangat murid sebelum mengikuti berbagai kegiatan edukatif.

    Selanjutnya, murid mengikuti mini workshop kerajinan selama satu jam. Kegiatan dibagi dalam tiga fokus, yakni mewarnai media gerabah, membuat clay dari tanah, serta meracik lilin aromaterapi.

    Berbagai aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk melatih koordinasi motorik, ketelitian dan kreativitas. Murid juga dikenalkan pada pemanfaatan bahan-bahan yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar.

    Petualangan kemudian berlanjut melalui mini outbound dengan menelusuri berbagai zona edukasi. Murid diperkenalkan dengan tanaman rempah, proses pembuatan jamu, budidaya ikan, serta diajak berinteraksi langsung dengan sejumlah satwa seperti rusa, kelinci, domba, dan burung.

    Tidak hanya belajar tentang lingkungan hidup, murid juga mengeksplorasi museum sains. Di tempat tersebut, mereka dapat mencoba berbagai peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara interaktif sehingga konsep sains dapat dipelajari melalui pengalaman langsung.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan di area art work. Murid melihat pemanfaatan barang bekas menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika. Mereka juga mencoba berbagai permainan tradisional berbahan kayu yang melatih ketangkasan sekaligus kerja sama dalam kelompok.

    Keceriaan mengikuti kegiatan turut dirasakan Feisya Anindira Yudanto, salah satu murid kelas II. Ia mengaku senang dapat mengikuti berbagai aktivitas selama berada di Salatiga Eco Park.

    "Seru sekali, kita bisa mencoba berbagai jenis permainan dan diajak berkeliling kebun untuk mensyukuri nikmat Allah Swt.," ucapnya.

    Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para murid membersihkan diri, melaksanakan ibadah salat, dan makan siang bersama. Rombongan kemudian meninggalkan Salatiga Eco Park pada pukul 14.00 WIB untuk kembali ke Kota Solo.

    Melalui field trip tersebut, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan alam, lingkungan, sains, seni, dan aktivitas kelompok. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses tumbuh kembang murid dalam membangun rasa ingin tahu, kreativitas, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan bekerja sama.(Sofyan)


    Baca juga: SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru

    Agil Muzakki, siswa kelas X SMA, yang berhasil menjadi Juara 1 MTQ Putra. Kemudian Athifa Azkia Khairunnisa, siswa kelas XI SMA, meraih Juara 1 Da’i. Sementara Alifia Husna Azizah, siswa kelas XII SMA, berhasil menjadi Juara 1 MTQ Putri.


    PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Borong Tiga Juara 1 MAPSI Kabupaten Boyolali

    Boyolali - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum Sambi. Dalam ajang Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMA se-Kabupaten Boyolali, tiga santri SMA Muhammadiyah PK Manafi’ul ‘Ulum berhasil meraih Juara 1 pada cabang yang diikuti.

    Tiga prestasi tersebut diraih Sulthan Agil Muzakki, siswa kelas X SMA, yang berhasil menjadi Juara 1 MTQ Putra. Kemudian Athifa Azkia Khairunnisa, siswa kelas XI SMA, meraih Juara 1 Da’i. Sementara Alifia Husna Azizah, siswa kelas XII SMA, berhasil menjadi Juara 1 MTQ Putri.

    Capaian tersebut menjadi prestasi istimewa bagi keluarga besar PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi. Keberhasilan para santri sekaligus menunjukkan hasil pembinaan keislaman, Al-Qur’an, dan dakwah yang menjadi bagian dari kehidupan pesantren.

    Kepala SMA Muhammadiyah PK Manafi’ul ‘Ulum, Ari Rosmawati, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas perjuangan para santri yang telah mengikuti kompetisi tersebut. Dalam ajang MAPSI Kabupaten Boyolali, para santri didampingi Sholahudin.

    “Alhamdulillah, prestasi ini adalah buah dari ikhtiar, doa, latihan, dan pembinaan yang dilakukan bersama. Semoga menjadi pemantik semangat untuk terus mencintai dan mensyiarkan Al-Qur’an serta dakwah Islam,” ungkap Ari dalam ucapan apresiasi sekolah.

    Apresiasi juga disampaikan Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Pujiono. Menurutnya, prestasi yang diraih para santri merupakan bagian dari proses pembentukan pribadi yang memiliki keimanan, keilmuan, keterampilan, sekaligus kesiapan untuk berdakwah di tengah masyarakat.

    “Juara boleh diraih, tetapi kerendahan hati harus tetap dijaga. Prestasi harus menjadi energi untuk terus belajar dan tafaqquh fid-din,” pesannya.

    Tiga Juara 1 dalam MAPSI Kabupaten Boyolali tersebut menjadi motivasi bagi seluruh santri PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi untuk terus mengembangkan potensi. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk menempa mental, karakter, keterampilan, dan keberanian tampil di tengah masyarakat.

    PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi terus mendorong santri untuk tumbuh menjadi generasi berprestasi, berakhlak, serta memiliki kesiapan untuk berdakwah dan berkontribusi bagi masyarakat.

    Bagi generasi muda yang ingin memperdalam ilmu agama sekaligus mengembangkan potensi akademik dan nonakademik, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi membuka kesempatan melalui Pendaftaran Santri Baru (PSB). (Sofyan)


    Baca juga: SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru

     

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai berbagai peluang yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan pendidikan di bidang Ilmu Komunikasi.


    SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru

    SUKOHARJO - majalahlarise.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menyelenggarakan Sambutan Mahasiswa Baru (SAMARU) 2026 bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Hukum, Senin (21/9/2026).

    Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai di Gedung D Lantai 2 Ruang 1 dan 2 Univet Bantara. SAMARU dirancang untuk memberikan pemahaman lebih lanjut kepada mahasiswa baru mengenai lingkungan akademik, kurikulum, visi dan misi program studi, prospek kerja, organisasi mahasiswa, fasilitas, serta berbagai kegiatan kemahasiswaan.

    Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si., mengatakan SAMARU merupakan kelanjutan dari tahapan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang telah dilaksanakan di tingkat universitas.


    "Penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum ini merupakan kelanjutan dari tahapan PKKMB di tingkat universitas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Hukum mendapatkan pengenalan lebih lanjut mengenai lingkungan fakultas dan program studi," ujarnya.

    Joko menjelaskan, selama menjalani pendidikan di FISH Univet Bantara, mahasiswa akan mengikuti proses pembelajaran dengan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Konsep pembelajaran tersebut mengembangkan kemampuan mahasiswa melalui learning to know, learning to do, dan learning to live.

    "Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga perlu membangun sikap mental melalui kedisiplinan dalam mengikuti perkuliahan, kepercayaan diri, serta kemampuan membangun kebersamaan selama menjalani pendidikan," jelasnya.

    Menurutnya, proses pembelajaran di perguruan tinggi juga tidak hanya berlangsung antara mahasiswa dan dosen. Keterlibatan praktisi dan masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional, menjadi bagian yang dapat memperluas pengalaman belajar mahasiswa.

    "Melalui berbagai media digital, mahasiswa dapat mengakses dan menggali informasi dari berbagai belahan dunia. Hal ini dapat memperluas wawasan sekaligus mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi," katanya.

    Pengenalan Ilmu Komunikasi dan HIMAKOM

    Sementara itu, rangkaian SAMARU Program Studi Ilmu Komunikasi yang mengusung tema "COMMUNITY" 2026 diawali dengan persiapan dan briefing panitia pada pukul 06.30-07.00 WIB di Gedung D Ruang 1 dan 2. Mahasiswa baru kemudian melakukan registrasi pada pukul 07.00-07.30 WIB.

    Kegiatan resmi dibuka oleh MC Safira dan Baron. Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Univet Bantara.

    Agenda berikutnya berupa sambutan Ketua Panitia SAMARU 2026, Ketua Umum HIMAKOM, Kaprodi Ilmu Komunikasi, Wakil Dekan FISH, serta Dekan FISH Univet Bantara.

    Mahasiswa baru diperkenalkan UKM While Photography.


    Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan para dosen yang hadir. Perkenalan dilakukan satu per satu oleh pembawa acara sehingga mahasiswa baru dapat mengenal tenaga pendidik yang akan mendampingi mereka selama menempuh pendidikan di Program Studi Ilmu Komunikasi.

    Selanjutnya, Kaprodi Ilmu Komunikasi, Hariyanto, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan pemaparan mengenai kurikulum serta visi dan misi Program Studi Ilmu Komunikasi.

    Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan prospek kerja lulusan Ilmu Komunikasi yang disampaikan Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, M.Si. Materi tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai berbagai peluang yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan pendidikan di bidang Ilmu Komunikasi.

    Mahasiswa baru juga diberikan kesempatan memperkenalkan diri satu per satu. Agenda dilanjutkan dengan pengenalan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) oleh Ketua Umum HIMAKOM.

    Kenalkan UKM dan Fasilitas Kampus

    Tidak hanya organisasi mahasiswa, SAMARU juga menjadi sarana memperkenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lokal kepada mahasiswa baru. Give Radio dan While Photography mendapatkan kesempatan memperkenalkan organisasi sekaligus aktivitasnya.

    Setelah sesi pengenalan, mahasiswa baru melakukan kunjungan ke Laboratorium Give Radio dan Laboratorium While Photography. Kegiatan tersebut memberikan gambaran secara langsung mengenai fasilitas serta aktivitas yang dapat menjadi ruang pengembangan minat dan keterampilan mahasiswa.

    Mahasiswa baru diperkenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) GIVE Radio.


    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan istirahat, salat, dan makan (ISHOMA) pada pukul 11.20-12.20 WIB. Setelah itu, mahasiswa baru mengikuti agenda Univet Tour dengan berkeliling lingkungan kampus untuk mengenal berbagai gedung dan fakultas yang ada di Univet Bantara.

    Agenda berikutnya berupa materi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) yang disampaikan Ketua Umum HIMAKOM. Mahasiswa baru mendapatkan pengenalan mengenai penggunaan SIAKAD, termasuk proses input Kartu Rencana Studi (KRS).

    Rangkaian SAMARU 2026 kemudian ditutup oleh MC dan dilanjutkan dengan foto bersama yang dilakukan oleh tim Publikasi, Dokumentasi, dan Desain (PDD).

    Melalui SAMARU 2026, mahasiswa baru FISH Univet Bantara tidak hanya mendapatkan pengenalan mengenai program studi dan proses akademik, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai organisasi, fasilitas, aktivitas kemahasiswaan, serta ruang pengembangan kompetensi selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. (Sofyan)


    Baca juga: Wawali Astrid: Lomba Estafet UNSA Simbol Kebersamaan dan Keberlanjutan Antargenerasi

     



    Desain Interior ISI Surakarta Siapkan Generasi Hadapi Tantangan AI dan Angkat Lokalitas Nusantara ke Global

    Surakarta - majalahlarise.com - Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar Kuliah Umum Desain Interior bertema “Mempersiapkan Generasi Penerus Desain Interior Indonesia Menavigasi Tantangan AI dan Mengangkat Lokalitas Nusantara ke Kancah Global”, Jumat (18/9/2026).

    Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–11.30 WIB di Gedung Sungging Purbangkara, Kampus II ISI Surakarta tersebut menjadi ruang dialog bagi sivitas akademika Desain Interior ISI Surakarta dalam memahami perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin memengaruhi bidang kreatif, termasuk praktik dan pendidikan desain interior.

    Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat mahasiswa desain interior perlu memiliki kemampuan lebih dari sekadar menguasai perangkat digital. Kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, memahami kebutuhan pengguna, serta mempertahankan nilai dan karakter desain Indonesia menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan ekosistem profesi desain.

    Hadir sebagai narasumber, Lea Aviliani S. Aziz, BFA., HDII., Principal PT. Elenbee Cipta Desain. Pengalaman profesionalnya di bidang desain interior menjadi bekal dalam memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai perkembangan AI dan perubahan proses kerja dalam industri desain.


    “AI bukan hanya teknologi yang mengubah cara desainer bekerja, tetapi juga membawa perubahan pada ekosistem profesi desain. Karena itu, generasi muda perlu memahami dan merespons perkembangan tersebut secara strategis,” menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kuliah umum tersebut.

    Dalam diskusi, peserta juga diajak memahami posisi AI sebagai alat bantu dalam proses kreatif. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung eksplorasi dan pengembangan gagasan, tetapi peran manusia tetap penting dalam memahami konteks, kebutuhan pengguna, budaya, material, konstruksi, hingga membangun konsep desain yang memiliki makna.

    Selain tantangan teknologi, kuliah umum tersebut membahas potensi lokalitas Nusantara sebagai sumber gagasan dalam pengembangan desain interior Indonesia. Kekayaan budaya, tradisi, material, kerajinan, ornamen, serta pengetahuan lokal dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi gagasan desain yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mampu diperkenalkan ke tingkat global.

    Penggalian lokalitas Nusantara tidak hanya dilakukan dengan menggunakan bentuk atau ornamen tradisional secara literal. Mahasiswa didorong melakukan interpretasi, transformasi, dan inovasi sehingga menghasilkan karya yang memiliki identitas Indonesia sekaligus mampu berdialog dengan perkembangan desain kontemporer.

    Kegiatan dibuka Dekan FSRD ISI Surakarta, Dr. Handriyotopo, M.Sn., dan dihadiri Kaprodi Desain Interior, Putri Sekar Hapsari, S.Sn., M.A. Diskusi dipandu Dr. Dhian Lestari Hastuti, M.Sn. selaku moderator.

    Bagi Program Studi Desain Interior ISI Surakarta, kuliah umum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan praktik profesional sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi desain dan dinamika industri kreatif.

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif lebih luas dalam menghadapi transformasi teknologi dan perubahan kebutuhan industri desain interior. Kekayaan lokalitas Nusantara juga diharapkan tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan, tetapi sebagai sumber pengetahuan dan kreativitas yang dapat terus dikembangkan melalui pendekatan desain inovatif.

    Desain interior Indonesia ke depan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus mengenali, mengolah, dan memperkenalkan kekayaan lokal Nusantara melalui karya yang relevan bagi masyarakat serta memiliki jangkauan global. (Sofyan)


    Baca juga: Wawali Astrid: Lomba Estafet UNSA Simbol Kebersamaan dan Keberlanjutan Antargenerasi


Top