GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Komunitas
![]() |
| Pelaksanaan Training for Trainer (TFT) Batch 5 melalui DnA Entrepreneur Academy di Sahid Jaya Hotel Solo. |
DnA Entrepreneur Academy Cetak Trainer Profesional Bersertifikat BNSP melalui Training for Trainer Batch 5 di Solo
Surakarta - majalahlarise.com - DnA Management kembali menyelenggarakan program tahunan Training for Trainer (TFT) Batch 5 melalui DnA Entrepreneur Academy di Sahid Jaya Hotel Solo, Sabtu-Minggu, 20-21 Juni 2026. Kegiatan bertajuk "Membangun Trainer Profesional yang Menginspirasi, Dipercaya, dan Berdampak Luas" ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari manager perusahaan, supervisor, owner bisnis, dosen, CEO perusahaan, hingga ketua komunitas.
Program yang digelar selama dua hari tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan praktisi berpengalaman, di antaranya Yustinus D.A selaku Mentor Bisnis Nasional dan Praktisi Ekspor, Noki Putra, Iin Daryati, Rizki Tanda, serta Pramudita B. Seluruh peserta dibekali berbagai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi trainer profesional sekaligus mengikuti uji sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pimpinan Proyek (Pimpro) kegiatan, Ina Andhi Widyawati menjelaskan, Training for Trainer merupakan agenda rutin DnA Management yang dilaksanakan setiap tahun untuk melahirkan generasi trainer baru yang kompeten dan siap terjun di dunia profesional.
![]() |
| Kegiatan fire walk atau berjalan di atas bara api untuk membangun mental peserta sekaligus menghilangkan berbagai hambatan psikologis dalam pengembangan diri. |
"Untuk Training for Trainer yang diselenggarakan oleh DnA, ini agenda tahunan. Jadi setahun sekali kita mencetak generasi trainer baru. Tahun ini dilaksanakan tanggal 20 dan 21 Juni 2026," ujar Ina.
Menurut Ina, pelatihan tahun ini diikuti 15 peserta dengan kuota maksimal 20 orang dalam setiap angkatan. Pembatasan jumlah peserta dilakukan agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan setiap peserta memperoleh pendampingan secara intensif.
"Kami membuka kelas khusus TFT maksimal 20 peserta dalam satu kali pelatihan supaya hasilnya maksimal," katanya.
Selama hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi strategis seperti public speaking, penyusunan dream book dan pengenalan diri, personal branding, teknik closing, negosiasi proyek, hingga praktik presentasi. Para peserta juga mengikuti sesi evaluasi presentasi untuk mengukur kemampuan komunikasi dan penyampaian materi.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah kegiatan fire walk atau berjalan di atas bara api yang dilaksanakan pada malam hari. Kegiatan tersebut dirancang untuk membangun mental peserta sekaligus menghilangkan berbagai hambatan psikologis dalam pengembangan diri.
![]() |
| Peserta mengikuti rangkaian asesmen sertifikasi BNSP Training of Trainer (ToT) Level 4 atau instruktur. |
"Musuh terbesar manusia itu adalah dirinya sendiri. Jadi kita pakai fire walk untuk membangun mental block agar hilang. Kalau berjalan di atas bara api saja kita bisa, maka dalam hidup yang keras pun kita harus mampu melaluinya," jelas Ina.
Pada hari kedua, seluruh peserta mengikuti rangkaian asesmen sertifikasi BNSP Training of Trainer (ToT) Level 4 atau instruktur. Proses sertifikasi meliputi ujian tertulis dan ujian praktik yang dilaksanakan bersama tim BNSP dengan pendampingan asesor bersertifikat.
Ina menjelaskan, sertifikasi BNSP menjadi aspek penting dalam memperkuat kredibilitas seorang trainer di dunia profesional.
"Bagi kami, seorang trainer tanpa sertifikasi BNSP itu kurang kuat. Branding-nya juga kurang kuat," ungkapnya.
Setelah dinyatakan lulus, para peserta tidak langsung dilepas begitu saja. DnA Management tetap memberikan pendampingan berkelanjutan melalui program mentoring berkala serta membuka peluang keterlibatan dalam berbagai program pelatihan yang bekerja sama dengan BUMN, instansi pemerintah, maupun pendampingan UMKM.
"Tidak hanya dilepas setelah sertifikasi, tetapi kami tetap memberikan jadwal mentoring. Kalau ada jadwal baru, kami selalu membagikannya kepada teman-teman yang waktunya longgar untuk menjadi mentor," ungkapnya.
Sementara itu, Asesor BNSP, Delta Lexi Arbawa, ST., MM menjelaskan masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya sertifikasi Training of Trainer. Karena itu, lembaga penyelenggara perlu terus melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai media.
"Kalau zaman dulu seorang pengajar harus punya SIM Akta IV, maka sertifikat TOT ini bisa diibaratkan sebagai SIM bagi seorang trainer atau pengajar," ujar Delta Lexi Arbawa.
Ia menjelaskan, selain memiliki sertifikat TOT, seorang trainer maupun pengajar juga harus mempunyai sertifikasi teknis sesuai bidang keahlian yang diajarkan agar kompetensi yang dimiliki benar-benar relevan.
"Ketika mereka mau mengajar digital marketing, maka mereka juga harus punya sertifikat digital marketing supaya sesuai dengan bidang yang diajarkan," jelasnya.
Delta menambahkan, sertifikasi TOT kini semakin dibutuhkan, terutama bagi tenaga pelatih yang akan bekerja sama dengan pemerintah maupun perusahaan besar karena pengakuannya telah berlaku secara nasional dan internasional.
"Ketika kita bergerak masuk ke pemerintahan ataupun BUMN, kita wajib mempunyai sertifikat ini karena pengakuannya sudah berskala nasional maupun internasional," terangnya.
Menurut Delta, sertifikat TOT berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang melalui mekanisme Recognition of Current Competency (RCC). Untuk mengikuti sertifikasi, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi, di antaranya KTP, ijazah terakhir minimal D4 atau S1 untuk level 4, pasfoto, serta sertifikat lama bagi peserta perpanjangan.
"Kalau sertifikatnya habis, mereka tidak membuat sertifikat baru, tetapi melakukan perpanjangan melalui RCC," pungkas Delta. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Jihan Saila Khasina, turut mendokumentasikan rangkaian Perayaan Peh Cun di Kota Pekalongan. |
Dokumentasikan Perayaan Peh Cun Pekalongan, Mahasiswa DKV ISI Surakarta Asah Kompetensi Videografi di Diskominfo
Pekalongan - majalahlarise.com - Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Jihan Saila Khasina, turut mendokumentasikan rangkaian Perayaan Peh Cun di Kota Pekalongan dalam skema Magang Program Mahasiswa Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik yang dilaksanakan di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pekalongan.
Selama menjalani program magang, Jihan tidak hanya mengaplikasikan kompetensi desain komunikasi visual, tetapi juga terlibat langsung dalam produksi dokumentasi audiovisual kegiatan budaya di lingkungan pemerintahan. Sebagai videografer, ia dipercaya mengambil footage video pada seluruh rangkaian Perayaan Peh Cun di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Handriyotopo.
Penugasan lapangan tersebut memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami kebutuhan dokumentasi audiovisual untuk publikasi instansi pemerintah. Selain menguasai aspek teknis, mahasiswa juga belajar menyusun strategi dokumentasi agar setiap momen budaya dapat terekam secara utuh dan memiliki nilai publikasi.
Mentor magang, Dimas Arga Yudha, menjelaskan kegiatan dokumentasi lapangan menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring profesional.
“Kegiatan dokumentasi liputan yang terjun langsung ke lapangan ini bukan hanya mengasah kemampuan mahasiswa untuk menerapkan materi yang telah diajarkan di kampus ke dunia kerja, tetapi juga menambah jejaring sosial sehingga dapat memperluas koneksi saat sudah menyelesaikan magang nantinya,” ujar Dimas Arga Yudha.
Perayaan Peh Cun sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Tionghoa di Pekalongan untuk memperingati Qu Yuan. Tradisi tersebut diwujudkan melalui sedekah laut yang dimeriahkan berbagai atraksi seni budaya seperti pertunjukan Liong dan Barongsay. Pada tahun ini, perayaan digelar pada 19 Juni 2026, dimulai dari Litang Makin Pekalongan dan berpuncak di Taman Wisata Laut (TWL) Pasir Kencana Pekalongan.
Berbagai rangkaian kegiatan digelar dalam perayaan tersebut, mulai dari doa bersama, pertunjukan kesenian, lomba mendirikan telur, hingga prosesi penyempurnaan perahu naga dan sedekah laut. Selama bertugas, mahasiswa bertanggung jawab menentukan sudut pengambilan gambar di sejumlah titik strategis, seperti area altar saat ritual inti dan tepi dermaga ketika prosesi pembakaran perahu naga berlangsung, sehingga momen sakral dapat terdokumentasikan secara maksimal.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga berkolaborasi dengan tim Diskominfo Kota Pekalongan guna memastikan hasil dokumentasi sesuai kebutuhan publikasi pada kanal media sosial dan situs resmi Pemerintah Kota Pekalongan, sekaligus menjadi arsip audiovisual jangka panjang kegiatan budaya daerah.
Jihan Saila Khasina mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program magang tersebut. Selain mendapatkan relasi baru, ia juga merasakan secara langsung dinamika pekerjaan lapangan di lingkungan pemerintahan.
“Dengan mengikuti magang ini saya mendapatkan banyak pengalaman baru, mulai dari bertemu banyak orang yang menjadi koneksi baru, hingga merasakan langsung serunya bekerja terjun ke lapangan dengan menyaksikan berbagai acara penting. Selain itu, saya dapat mencoba berbagai alat produksi foto dan video, sekaligus belajar teknik dokumentasi yang tepat agar suasana acara dapat terlihat dan dirasakan melalui foto dan video yang dihasilkan,” ujar Jihan.
Sementara itu, Handriyotopo menjelaskan keterlibatan mahasiswa dalam dokumentasi Perayaan Peh Cun menunjukkan kompetensi mahasiswa DKV tidak hanya terbatas pada kemampuan teknis desain.
“Mahasiswa DKV juga dituntut memiliki kemampuan strategi dokumentasi visual dan videografi secara menyeluruh di berbagai konteks kerja, termasuk di lingkungan instansi pemerintahan. Melalui program magang ini diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan keterampilan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui dokumentasi dan publikasi kekayaan budaya lokal Kota Pekalongan kepada masyarakat yang lebih luas,” jelas Handriyotopo.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026, mahasiswa FSRD ISI Surakarta diharapkan semakin siap menghadapi dunia kerja dengan bekal kompetensi yang relevan, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya daerah melalui dokumentasi audiovisual.(Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Tim kreatif PERSIS Solo melakukan kunjungan ke Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta. |
PERSIS Solo Jajaki Kerja Sama dengan DKV ISI Surakarta, Dorong Kolaborasi Industri Kreatif dan Pendidikan
Surakarta - majalahlarise.com - Tim kreatif PERSIS Solo melakukan kunjungan ke Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta sebagai langkah awal menjalin kolaborasi dan kerja sama dalam pengembangan desain komunikasi visual yang berkaitan dengan pengelolaan sepak bola profesional. Kunjungan berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Gedung Dekanat FSRD ISI Surakarta Kampus Mojosongo, Kamis (18/6/2026).
Rombongan PERSIS Solo dipimpin Head of Creative Division PERSIS Solo, Muhammad Ilyas. Kehadiran tim kreatif klub kebanggaan Kota Bengawan tersebut diterima langsung oleh Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, didampingi sejumlah dosen DKV.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan berbagai peluang kerja sama yang dinilai strategis untuk dikembangkan. Sejumlah program yang menjadi bahan pembahasan antara lain program magang mahasiswa, riset, pengabdian kepada masyarakat, integrasi pembelajaran dengan dunia industri, kuliah umum, hingga pemanfaatan layanan bisnis yang dimiliki ISI Surakarta.
Head of Creative Division PERSIS Solo, Muhammad Ilyas, menjelaskan kunjungan ini merupakan langkah awal untuk membangun sinergi antara dunia industri olahraga profesional dengan kalangan akademisi, khususnya ISI Surakarta.
"Kunjungan awal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk membangun kolaborasi dengan akademisi, khususnya ISI Surakarta, sehingga ke depan dapat tercipta berbagai program bersama yang saling mendukung," ujar Muhammad Ilyas.
Sementara itu, Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan PERSIS Solo. Menurutnya, terdapat banyak potensi kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
"Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini karena ada banyak potensi kerja sama yang dapat dijalin dan menguntungkan kedua pihak. Mulai dari program magang, integrasi mata kuliah dengan industri, kuliah umum, hingga pemanfaatan layanan bisnis ISI Surakarta," jelas M. Harun Rosyid Ridlo.
Ia berharap, pertemuan perdana tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret yang melibatkan mahasiswa dan dosen, sehingga kolaborasi antara dunia akademik dan industri kreatif olahraga dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Kami berharap kunjungan awal ini dapat diwujudkan dalam beragam program yang melibatkan mahasiswa dan dosen," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: MIM Derasan Gelar Parenting Wali Murid Baru, Teguhkan Peran Anak sebagai Investasi Dunia dan Akhirat
Pendidikan
![]() |
| Kegiatan Parenting bagi Wali Murid Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 di aula sekolah. |
MIM Derasan Gelar Parenting Wali Murid Baru, Teguhkan Peran Anak sebagai Investasi Dunia dan Akhirat
Boyolali - majalahlarise.com - MI Muhammadiyah (MIM) Derasan Andong Boyolali menyelenggarakan kegiatan Parenting bagi Wali Murid Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 di aula sekolah, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini diikuti para orang tua dan wali murid baru sebagai upaya memperkuat sinergi antara keluarga dan madrasah dalam mendidik generasi Islami yang berakhlak mulia serta berprestasi.
Kepala MIM Derasan, Sisyanto, S.Pd.I, membuka kegiatan dengan menyampaikan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan proses pembelajaran di madrasah, tetapi juga oleh pendampingan dan keteladanan yang diberikan keluarga di rumah. Pada kesempatan tersebut, Sisyanto juga menyampaikan MIM Derasan saat ini meluncurkan program khusus untuk mendukung penguatan karakter dan prestasi peserta didik.
“Madrasah dan keluarga adalah dua pilar yang harus berjalan seiring. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Sisyanto.
Sesi utama menghadirkan Ust. Pujiono dari Tim Diklat Kepala Sekolah dan Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah (Diksuspala) yang menyampaikan materi bertema “Anak Investasi Dunia Akhirat Orang Tua”. Dalam pemaparannya, ia mengajak para wali murid memandang anak sebagai amanah sekaligus investasi terbaik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat.
Ust. Pujiono menjelaskan investasi paling berharga bagi orang tua bukanlah harta benda, melainkan anak yang saleh dan salehah. Anak yang dibekali iman, ilmu, dan akhlak yang baik akan menjadi sumber kebahagiaan keluarga sekaligus menghadirkan pahala yang terus mengalir melalui doa dan amal kebaikannya.
“Banyak orang tua sibuk menyiapkan warisan untuk anak, tetapi lupa menyiapkan anak yang mampu menjaga warisan iman dan akhlaknya. Padahal anak yang saleh adalah investasi paling berharga yang manfaatnya akan terus dirasakan hingga akhirat,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya membangun budaya ibadah di lingkungan keluarga, membiasakan komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak, serta menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah dan diperkuat melalui lingkungan sekolah yang positif.
Kegiatan parenting berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari wali murid terkait pola asuh, pendidikan karakter, hingga pendampingan anak di era digital. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, MIM Derasan berharap hubungan antara madrasah dan orang tua semakin erat sehingga mampu bersama-sama mengantarkan peserta didik menjadi generasi unggul dalam prestasi, kuat dalam akidah, serta berakhlak mulia.
“Anak adalah investasi dunia akhirat. Ketika orang tua dan sekolah berjalan bersama, maka akan lahir generasi terbaik yang menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan bangsa,” pesan Ust. Pujiono saat menutup kegiatan parenting. (Sofyan)
Baca juga: Isi Jeda PSAT, 60 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Perdalam Hafalan lewat Daurah Al-Qur'an Intensif
Pendidikan
![]() |
| Murid kelas IV dan V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti Daurah Al-Qur'an. |
Isi Jeda PSAT, 60 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Perdalam Hafalan lewat Daurah Al-Qur'an Intensif
Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 60 murid kelas IV dan V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti Daurah Al-Qur'an untuk mengisi jeda setelah pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT). Program pelatihan intensif tahfiz tersebut dipusatkan di Ruang Haji Muhtadi sekolah setempat selama tiga hari, Rabu–Jumat (17–19/6/2026), mulai pukul 07.30 hingga 16.30 WIB.
Kepala Urusan Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba), Tati Kuraesin, mengatakan pendampingan selama tiga hari difokuskan pada perbaikan tajwid serta pembenahan makharijul huruf agar murid mampu membaca Al-Qur'an secara benar dan fasih.
"Langkah strategis ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mencetak generasi ulul albab yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang kuat dengan Al-Qur'an. Untuk mendukung kelancaran program, sekolah menghadirkan enam guru tahfiz profesional serta enam guru Pendidikan Al Islam pada setiap jenjang kelas," ujarnya.
Pada hari pertama, Rabu (17/6/2026), kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh ketua panitia, dan pembagian kartu hafalan. Target hafalan difokuskan pada Surah An-Naba hingga Surah Al-A'la. Sementara itu, materi tahsin disampaikan secara klasikal dengan pembahasan hukum tajwid nun sukun serta dasar-dasar makharijul huruf.
Memasuki sesi siang, peserta mengikuti metode pembelajaran Murajaah Relay agar proses menghafal berlangsung lebih interaktif dan menyenangkan. Melalui permainan estafet, murid saling menyambung bacaan ayat Al-Qur'an yang sedang dihafalkan. Metode tersebut dinilai efektif melatih kerja sama, konsentrasi, dan ketepatan hafalan. Hari pertama ditutup dengan penyetoran hafalan kepada guru tahfiz masing-masing kelompok.
Pada hari kedua, Kamis (18/6/2026), kegiatan diawali dengan pembiasaan Salat Duha berjemaah. Target hafalan meliputi Surah Al-Ghasyiyah hingga Surah Al-'Adiyat. Materi tahsin kemudian ditingkatkan dengan pembahasan berbagai hukum mad, seperti mad thabi'i, mad wajib muttasil, mad jaiz munfasil, mad 'iwad, mad layyin, dan mad 'aridh lissukun.
Di sela waktu istirahat, peserta mengikuti sesi ice breaking untuk menjaga semangat belajar. Panitia juga menghadirkan permainan edukatif bernuansa Islami sebagai sarana mengukur pemahaman materi. Hari kedua ditutup dengan kegiatan ziyadah atau penambahan hafalan baru.
Hari ketiga, Jumat (19/6/2026), menjadi puncak pelaksanaan Dauroh Al-Qur'an. Target hafalan difokuskan pada Surah Al-Qari'ah hingga Surah An-Nas. Materi tahsin membahas ayat-ayat muqatha'ah yang terdapat pada awal beberapa surah dalam Al-Qur'an. Menjelang siang, seluruh peserta mengikuti ujian hafalan yang dipandu tim penguji dari guru tahfiz.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada peserta terbaik atas kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan selama mengikuti kegiatan. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi agar para murid terus menjaga dan menambah hafalan Al-Qur'an selama libur kenaikan kelas.
Salah satu peserta Daurah Al-Qur'an, Kenshin Akira Ryuzaki Adhiera, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
"Ini pengalaman pertama saya mengikuti Dauroh Al-Qur'an. Saya senang bisa mengisi jeda setelah PSAT dengan kegiatan yang bermanfaat. Semoga target hafalan saya tahun ini tercapai dan saya bisa segera menambah hafalan surah-surah baru," tuturnya. (Sofyan)
Baca juga: Meriah, Pengambilan Rapor SMPN 2 Giritontro Disulap Jadi Panggung Kreativitas dan Market Day Siswa
![]() |
| Penampilan tari tradisional oleh para siswa. |
Meriah, Pengambilan Rapor SMPN 2 Giritontro Disulap Jadi Panggung Kreativitas dan Market Day Siswa
Wonogiri - majalahlarise.com - Suasana berbeda mewarnai kegiatan pengambilan rapor akhir semester Tahun Ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 2 Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (20/6/2026). Momentum pembagian hasil belajar siswa dikemas secara meriah melalui berbagai penampilan seni serta Market Day yang melibatkan seluruh peserta didik.
Sejak pagi, halaman sekolah dipadati orang tua dan wali murid yang hadir untuk mengambil rapor. Mereka disuguhi beragam pentas seni, mulai dari penampilan karawitan, tari tradisional, solo vokal, hingga drama kolosal yang berhasil memukau para tamu. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan Market Day yang menampilkan aneka makanan, minuman, serta berbagai hasil kreativitas siswa sebagai implementasi pembelajaran kewirausahaan di sekolah.
Sebelum pengambilan rapor dimulai, seluruh warga sekolah melaksanakan Apel Akhir Semester Tahun Ajaran 2025/2026 yang diikuti seluruh siswa, bapak dan ibu guru, serta tenaga kependidikan. Apel berlangsung khidmat sebagai penutup rangkaian pembelajaran selama satu semester. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat menyongsong tahun ajaran baru.
![]() |
| Market Day yang menampilkan aneka makanan, minuman, serta berbagai hasil kreativitas siswa. |
Koordinator kegiatan, Marsudhi Wibowo, S.H., menjelaskan kegiatan tersebut sengaja dirancang agar pengambilan rapor menjadi lebih bermakna sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk menampilkan potensi terbaik mereka.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi orang tua saat mengambil rapor. Selain mengetahui perkembangan akademik putra-putrinya, mereka juga dapat menyaksikan secara langsung bakat, kreativitas, serta karakter siswa yang berkembang melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan pembelajaran di sekolah. Market Day juga menjadi sarana melatih jiwa kewirausahaan, kerja sama, dan tanggung jawab siswa," ungkap Marsudhi.
Plt. Kepala SMP Negeri 2 Giritontro, Ahsani Nugroho, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi seluruh panitia, guru, siswa, dan orang tua yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari perkembangan karakter dan keterampilan peserta didik.
"Pendidikan tidak hanya diukur dari nilai yang tertulis di dalam rapor, tetapi juga dari tumbuhnya karakter, kreativitas, keberanian, dan kemampuan bekerja sama. Kami berharap kegiatan seperti ini semakin mempererat sinergi antara sekolah dengan orang tua dalam mendukung perkembangan peserta didik secara utuh. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan berlangsung lancar, meriah, dan penuh makna," tutur Ahsani.
Melalui kegiatan tersebut, SMP Negeri 2 Giritontro kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan bakat, seni, budaya, karakter, serta jiwa kewirausahaan peserta didik. (Sofyan)
Baca juga: Pinarak Market Resmi Diluncurkan, Perkuat Kolaborasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Solo Raya
Pendidikan
![]() |
| Narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum saat menyampaikan materi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) bagi para dosen pengajar. |
Pelatihan Kurikulum OBE di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Univet Bantara, Dosen Perkuat Penyusunan CPL dan CPMK untuk Tingkatkan Mutu Lulusan
Sukoharjo - majalahlarise.com - Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Pelatihan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) bagi para dosen pengajar, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di SFA Solo Baru ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang juga dikenal sebagai penggiat literasi Arfuzh Ratulisa dan DIKLISA.
Pelatihan diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus menyesuaikan rancangan pembelajaran berbasis luaran agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.
Kaprodi PBI FKIP Univet Bantara, Giyatmi, M.A., menjelaskan materi pelatihan difokuskan pada peningkatan pemahaman dosen dalam penyusunan dan peninjauan dokumen akademik melalui penguatan pengetahuan terkait kurikulum berbasis OBE. Menurutnya, pemahaman mengenai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) menjadi fondasi penting dalam menyusun kurikulum yang sistematis dan terarah.
![]() |
| Narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum saat foto bersama dengan Kaprodi PBI Giyatmi, M.A., dan para dosen PBI. |
“Kami bermaksud mencari pemahaman dan pengetahuan. Mungkin beberapa bagian sudah kami siapkan, tetapi ada beberapa titik yang belum mampu kami pahami sehingga ingin belajar, misalnya terkait CPL dan CPMK,” ujar Giyatmi.
Ia juga mengajak seluruh peserta aktif berdiskusi selama kegiatan berlangsung. “Mohon maaf kalau nanti kami banyak bertanya, karena kami ingin benar-benar paham,” tambahnya.
Ketua Panitia, Dr. Nunun Tri W., M.Hum., dalam laporannya menyampaikan tuntutan dunia pendidikan tinggi mengharuskan perguruan tinggi terus melakukan pembenahan, termasuk dalam penerapan kurikulum. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Univet Bantara memandang perlu melakukan penyesuaian sistem pendidikan yang berorientasi pada capaian pembelajaran yang jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan.
“Melalui workshop ini kami berharap seluruh dosen PBI FKIP Univet Bantara memiliki pemahaman yang sama mengenai implementasi OBE sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran, akreditasi program studi, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan workshop ini juga diarahkan untuk menyusun dan merevisi RPS berbasis OBE serta merumuskan Program Learning Outcomes yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. memaparkan pentingnya penguatan kompetensi bahasa Inggris melalui pembiasaan dan pengalaman nyata agar lulusan memiliki daya saing global. Menurutnya, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris memiliki peluang besar untuk berkiprah di tingkat internasional, termasuk menjadi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
“Kalau teman-teman yang punya bahasa Inggris yang kuat, yang mumpuni, sebenarnya punya ruang. Setiap tahun dibuka peluang mengajar BIPA di berbagai negara. Kenapa kita tidak mengambil ruang-ruang itu?” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Rohmadi menjelaskan konsep Outcome-Based Education sebagai pendekatan pendidikan yang berorientasi pada hasil atau luaran pembelajaran. Ia mengingatkan setiap proses perkuliahan harus menghasilkan perubahan dan kompetensi nyata pada mahasiswa.
“Kalau lulus satu perkuliahan, kami dapat apa? Kalau tidak ada perubahan sama sekali dan tidak ada yang dihasilkan, mending berhenti kuliah saja,” ujarnya.
Prof. Rohmadi juga menyoroti pembelajaran bahasa Inggris yang masih terlalu teoritis dan kurang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa. Ia mendorong agar mahasiswa lebih banyak dilibatkan dalam praktik nyata sehingga kemampuan berbahasa berkembang secara optimal.
“Ngajarin bahasa Inggris tetapi ngajarnya pakai bahasa Indonesia, itu yang harus diperbaiki. Mahasiswa harus dibiasakan praktik langsung sampai benar-benar bisa,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong program studi melakukan inovasi kurikulum dengan membuka peluang karier yang lebih luas bagi lulusan. Selain menjadi guru, lulusan Pendidikan Bahasa Inggris dinilai memiliki peluang di bidang jurnalistik, penyiaran, penyuntingan, penerjemahan, hingga edupreneurship.
“Tidak ada orang tua yang menyekolahkan anaknya supaya setelah lulus tidak bekerja. Semua berharap anaknya punya pekerjaan dan masa depan yang baik,” katanya.
Pada sesi penutup, Rohmadi menjelaskan penyusunan kurikulum OBE harus diawali dengan analisis kebutuhan masyarakat, dunia industri, pengguna lulusan, serta alumni. Profil lulusan kemudian diturunkan menjadi CPL, CPMK, hingga kegiatan pembelajaran yang konkret. Ia juga menjelaskan pentingnya penerapan metode pembelajaran berbasis kasus dan proyek agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata selama proses studi.
“OBE bukan sekadar konsep teoretik. Mahasiswa harus diberi pengalaman belajar yang langsung menghasilkan karya dan proyek nyata. Dari situlah kompetensi mereka terbentuk,” pungkasnya. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...











