Para lansia yang diwisuda saat foto bersama pengurus PD Salimah Sukoharjo.


    Wisuda Sekolah Lansia PD Salimah Sukoharjo, 17 Lansia Gayamsari Terima Penghargaan

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Persaudaraan Muslimah (Salimah) Daerah (PD) Salimah Sukoharjo menggelar wisuda perdana Sekolah Lansia Salimah (Salsa) bagi 17 muslimah lansia dari Posyandu Lansia Ngudi Waras Gayamsari, Kelurahan Gayam, Sukoharjo. Kegiatan dikemas dalam agenda rihlah dan wisuda yang berlangsung di Rumah Makan Watergong, Klaten.

    Program Salsa menjadi bentuk pembinaan rutin yang dilakukan PD Salimah Sukoharjo kepada para lansia muslimah agar tetap sehat, aktif, bahagia, dan mandiri. Kelompok Salsa Ngudi Waras Gayamsari tercatat sebagai kelas binaan pertama sekaligus angkatan pertama yang mengikuti prosesi wisuda.

    Keceriaan para peserta sudah terlihat sejak keberangkatan menuju lokasi kegiatan. Para lansia bersama pengurus PD Salimah Sukoharjo menaiki sepur kelinci menuju Rumah Makan Watergong. Suasana penuh canda dan tawa membuat perjalanan terasa semakin menyenangkan bagi para peserta lansia.

    Sesampainya di lokasi, kegiatan diawali dengan senam bersama dan outbond ringan. Aktivitas tersebut digelar untuk membangun suasana bahagia dan mempererat kebersamaan antar peserta sebelum memasuki prosesi wisuda.

    Para lansia saat mengikuti outbond.


    Acara formal dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan peserta lansia, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Salimah. Selanjutnya, Wakil Ketua PD Salimah Sukoharjo, Weni Kurniawati, S.Pd membacakan surat keputusan kelulusan peserta Salsa.

    Prosesi wisuda dipimpin langsung Ketua PD Salimah Sukoharjo, Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H dengan membacakan teks pelantikan wisuda. Satu per satu peserta menerima medali dan sertifikat sebagai tanda kelulusan setelah mengikuti pembinaan dalam kelas Salsa.

    Suasana haru dan bangga semakin terasa saat seluruh peserta menyanyikan Mars Lansia. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Ketua Panitia Septini Mingki, S.Kep serta pidato wisudawati oleh penerima penghargaan lansia teraktif, Suprih Ambar.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Salimah yang sudah mengadakan kelas Salsa untuk kami para lansia. Kelas ini sangat bermanfaat dan harapannya ke depan kelas bisa terus berlanjut dan berjalan,” ujar Suprih Ambar penuh semangat.

    Dalam sambutannya, Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H memberikan apresiasi kepada para peserta yang tetap memiliki semangat belajar tinggi meski usia terus bertambah. Menurutnya, wisuda tersebut menjadi bukti belajar tidak mengenal batas usia.

    “Ibu-ibu yang hebat dan menginspirasi, wisuda hari ini bukan sekadar menerima sertifikat atau kalung wisuda. Hari ini menjadi bukti ibu-ibu telah menepis anggapan belajar hanya milik usia muda. Ibu-ibu membuktikan semangat menuntut ilmu tetap menyala meski usia terus bertambah,” tuturnya.

    Penasihat Posyandu Ngudi Waras Gayamsari, Shodiqul Amin, S.Pd turut memberikan apresiasi terhadap program Salsa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana syiar sekaligus wadah pembelajaran bagi para lansia.

    “Salimah sedang bersyi’ar melalui Salsa ini. Program ini memberikan fasilitas kepada para lansia agar terus belajar sesuai slogan ‘Salimah bersama Lansia agar Lansia Sehat, Bahagia dan Mandiri’,” ujarnya.

    Di akhir kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada peserta lansia paling senior serta apresiasi bagi peserta outbond. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama dalam suasana hangat penuh kekeluargaan. (Sofyan)


    Baca juga: Semarak Milad ke-94, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Tanam 94 Pohon di Bantaran Bengawan Solo

    Area pemancingan keluarga yang menawarkan suasana santai di tengah alam terbuka. 


    Lembah Pereng View, Oase Wisata Alam Bernuansa Desa yang Menghidupkan Kenangan Masa Kecil di Wonogiri

    Wonogiri - majalahlarise.com - Waktu seolah berjalan lebih lambat saat memasuki kawasan Wisata Alam Lembah Pereng View di Punduhsari Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Hamparan sawah hijau terbentang di sisi jalan, suara gemericik air sungai terdengar bersahutan dengan kicauan burung liar, sementara udara segar khas pedesaan langsung terasa sejak pertama kali menginjakkan kaki di lokasi wisata tersebut.

    Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, Lembah Pereng View hadir seperti ruang pelarian untuk menikmati ketenangan. Tempat wisata ini tidak menawarkan gemerlap wahana modern ataupun hingar-bingar hiburan kota. Justru kesederhanaan suasana desa menjadi kekuatan utama yang membuat banyak pengunjung merasa nyaman dan betah berlama-lama.

    Manajer Lembah Pereng View, Janu Hari Setiawan, mengatakan konsep wisata yang dikembangkan memang berangkat dari kerinduan masyarakat terhadap suasana desa yang alami dan damai.

    “Yang kita tawarkan itu justru ketenangan, kenyamanan, serasa flashback ke zaman dulu ketika desa masih alami,” ujar Janu Hari Setiawan saat ditemui di kawasan wisata.

    Manajer Lembah Pereng View, Janu Hari Setiawan.


    Menurutnya, masyarakat perkotaan saat ini mulai lelah dengan rutinitas, kemacetan, suara kendaraan, hingga tekanan pekerjaan yang terus meningkat. Kondisi tersebut membuat wisata alam bernuansa desa semakin diminati sebagai tempat beristirahat bersama keluarga.

    “Yang kita jual itu nuansa alam dan suasana desa yang sekarang mulai sulit ditemukan,” katanya.

    Lembah Pereng View dibangun dengan konsep wisata keluarga berbasis alam, pertanian, peternakan, serta edukasi. Area wisata didesain menyatu dengan lingkungan sekitar tanpa menghilangkan karakter asli pedesaan. Pepohonan dibiarkan tumbuh rindang, area persawahan tetap dipertahankan, sementara aliran air alami menjadi bagian penting dari suasana wisata.

    Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berfoto atau bermain, tetapi menikmati suasana tenang sambil duduk santai bersama keluarga. Anak-anak terlihat bebas berlarian di area terbuka, sementara para orang tua menikmati udara sejuk yang kini semakin sulit ditemukan di kawasan perkotaan.

    Fasilitas vila dengan tarif mulai Rp250 ribu per malam.


    Salah satu area yang paling ramai dikunjungi adalah mini zoo. Di tempat ini, anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan berbagai hewan seperti domba merino, kambing, sapi, dan kelinci. Pengunjung diperbolehkan memberi makan hewan secara langsung tanpa dipungut biaya tambahan.

    Suasana hangat tampak saat anak-anak tertawa sambil mengejar kelinci atau memberi makan domba yang jinak. Aktivitas sederhana tersebut justru menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak yang selama ini lebih sering hidup di lingkungan perkotaan.

    “Konsep mini zoo ini supaya anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan hewan secara gratis,” tuturnya.

    Tidak jauh dari area mini zoo, tersedia kolam renang anak dan dewasa yang menjadi favorit keluarga. Meski tidak mengusung konsep kolam besar dan mewah, suasana sejuk di sekitar area membuat pengunjung merasa nyaman menikmati waktu bersama keluarga. Tiket masuk kolam renang pun cukup terjangkau, hanya Rp5 ribu.

    Selain itu, terdapat area pemancingan keluarga yang menawarkan suasana santai di tengah alam terbuka. Dengan tarif mulai Rp15 ribu hingga Rp30 ribu, pengunjung dapat menikmati sensasi memancing sambil mendengar suara air dan hembusan angin dari area persawahan.

    Saat sore mulai datang, suasana di Lembah Pereng terasa semakin syahdu. Langit perlahan berubah jingga, udara menjadi lebih dingin, dan aroma masakan tradisional mulai tercium dari Pawon Lembah Pereng.

    Pawon tersebut menjadi salah satu daya tarik kuliner di kawasan wisata. Berbeda dengan tempat wisata modern yang menyajikan menu cepat saji atau makanan western, Pawon Lembah Pereng justru mempertahankan cita rasa rumahan khas desa.

    Domba Merino yang berada di mini zoo.

    Menu seperti pecel, aneka sayur tradisional, sambal rumahan, hingga lauk khas pedesaan menjadi sajian favorit pengunjung. Konsep sederhana itu justru menghadirkan rasa hangat dan nostalgia bagi banyak orang.

    “Yang kita jual bukan makanan western, tapi makanan tradisional desa seperti pecel dan sayur khas rumahan,” jelasnya.

    Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih lama, Lembah Pereng View juga menyediakan fasilitas vila dengan tarif mulai Rp250 ribu per malam. Vila-vila tersebut dibangun dengan konsep sederhana dan menyatu dengan alam sekitar.

    Saat malam tiba, suasana berubah semakin tenang. Tidak terdengar kebisingan kendaraan ataupun hiruk-pikuk kota. Yang terdengar hanya suara jangkrik, aliran air, dan angin malam yang berhembus pelan dari area persawahan.

    Banyak pengunjung memilih menginap untuk merasakan pengalaman hidup di desa secara lebih utuh. Pagi hari menjadi momen yang paling dinantikan karena pengunjung dapat menikmati udara segar sambil melihat aktivitas warga dan petani di sekitar kawasan wisata.

    Lembah Pereng View juga mengembangkan konsep wisata edukasi.


    Tidak hanya berfokus pada wisata keluarga, Lembah Pereng View juga mengembangkan konsep wisata edukasi. Kawasan ini berada di bawah naungan Yayasan Taubah Al-Falah yang mengelola Al-Falah Quran Institute, sebuah lembaga pendidikan pasca-SMA dengan program pembelajaran agama dan kewirausahaan.

    Pengelola kini tengah mempersiapkan program “Integrity Farm”, sebuah wisata edukasi untuk pelajar mulai PAUD hingga SMA. Dalam program tersebut, peserta akan diajak belajar langsung mengenai pertanian dan peternakan.

    Anak-anak nantinya dapat mencoba menanam sayuran, memberi makan ternak, hingga memanen hasil pertanian secara langsung. Setelah mengikuti kegiatan, peserta juga akan mendapatkan sertifikat petani cilik.

    “Kami ingin anak-anak punya pengalaman praktik bertani dan berinteraksi langsung dengan ternak,” ungkap Janu.

    Sejak dilakukan soft opening pasca-Lebaran, jumlah pengunjung Lembah Pereng View terus meningkat. Pada hari biasa, jumlah wisatawan mencapai sekitar 50 orang per hari. Sementara saat akhir pekan dan musim liburan, jumlah pengunjung bisa mencapai ratusan orang.

    Dalam satu bulan, total kunjungan diperkirakan mencapai 1.000 hingga 2.000 orang. Sebagian besar pengunjung datang bersama keluarga untuk menikmati suasana desa yang tenang dan alami.

    Bagi Janu dan tim pengelola, Lembah Pereng View bukan sekadar tempat wisata. Tempat ini menjadi ruang untuk menghidupkan kembali kenangan masa kecil tentang desa yang damai, sederhana, dan penuh kehangatan.

    “Harapan kami setelah pulang dari sini, pengunjung bisa bercerita bagaimana indahnya suasana desa,” pungkas Janu Hari Setiawan. (Sofyan)


    Baca juga: Semarak Milad ke-94, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Tanam 94 Pohon di Bantaran Bengawan Solo

    Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani turut menanam bibit pohon.


    Semarak Milad ke-94, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Tanam 94 Pohon di Bantaran Bengawan Solo

    Solo- majalahlarise.com - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surakarta peringati Milad ke-94 dengan aksi nyata peduli lingkungan melalui penanaman 94 pohon di bantaran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Kampung Sewu, Surakarta, Kamis (14/5/2026). Kegiatan bertajuk “Kado Hijau Pemuda Muhammadiyah Surakarta” menjadi wujud kontribusi generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan perkotaan.

    Aksi penanaman pohon dilaksanakan di wilayah Kampung Sewu, Surakarta berkolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Surakarta. Aksi ini juga melibatkan berbagai elemen Muhammadiyah serta dukungan pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surakarta Mahasri Shobahiya, Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta, Weni Hastuti, serta Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani.


    Turut hadir pula berbagai organisasi otonom Muhammadiyah, di antaranya Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Hizbul Wathan, dan Nasyiatul Aisyiyah. Hadir pula PCM Jebres, SIBAT Kampung Sewu, Lurah Sewu, serta perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta.

    Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surakarta, Andi Tri Prasetyo, menjelaskan sebanyak 94 pohon ditanam sebagai simbol usia Pemuda Muhammadiyah yang ke-94. Jenis pohon yang ditanam antara lain kelengkeng, jambu, mangga, matoa, pete, dan beberapa tanaman produktif lainnya. 

    “Dalam kegiatan ini, kami menanam 94 pohon sebagai simbol Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah. Harapannya, pohon-pohon ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi warisan hijau yang dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang,” ujar Andi Tri.

    Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengapresiasi inisiatif dan langkah Pemuda Muhammadiyah yang dinilai sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan di Kota Surakarta. “Pemerintah Kota Surakarta menyambut baik dan merasa senang dapat membersamai rangkaian Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah. 

    Kegiatan ini merupakan contoh nyata bahwa kepedulian ingkungan dapat diwujudkan melalui aksi konkret. Tidak hanya berbuat baik kepada sesama manusia, tetapi juga sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT dengan menjaga kelestarian alam di sekitar kita,” ungkapnya.

    Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta, Weni Hastuti, memberikan apresiasi atas kontribusi Pemuda Muhammadiyah Surakarta dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. 

    “Kami mengucapkan selamat Milad ke-94 kepada Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta. Kegiatan ‘Kado Hijau’ ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan memberikan kontribusi nyata bagi penghijauan Kota Surakarta. Ini juga menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita di masa depan,” tuturnya.

    Melalui kegiatan ini, Pemuda Muhammadiyah Surakarta menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan gerakan yang berdampak bagi masyarakat. Penanaman pohon tidak hanya menjadi simbol peringatan milad, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga bumi, memperkuat ketahanan lingkungan, dan mewariskan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang. 

    “Kado Hijau Pemuda Muhammadiyah Surakarta” menjadi bukti gerakan pemuda tidak hanya hadir dalam wacana, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. (Sofyan)


    Baca juga: PCA Nguter Semarakkan Milad Aisyiyah ke-109 dengan Lapak UMKM dan Program Pemberdayaan Ekonomi

    Sebanyak 25 kepala sekolah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.


    Capacity Building AUM Sambi Digelar di SM Kemadjouan Resto Yogyakarta

    Yogyakartamajalahlarise.com - Sebanyak 25 kepala sekolah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, mengikuti kegiatan Capacity Building yang digelar di SM Kemadjouan Resto Yogyakarta, Kamis (14/5/2026). Peserta terdiri dari kepala sekolah jenjang TK, SD/MI Muhammadiyah, SMP/MTs, hingga SMA/SMK Muhammadiyah di wilayah Sambi.

    Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi ajang penguatan kapasitas kepemimpinan, kegiatan ini sekaligus mempererat sinergi antar-AUM Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompetitif.

    Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sambi, Drs. H. Sudiman, dalam tausiyahnya menjelaskan pentingnya semangat berbenah bagi seluruh sekolah Muhammadiyah.

    “Sekolah Muhammadiyah harus terus berbenah. Kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan pelayanan pendidikan yang unggul dan penuh keteladanan,” tuturnya.

    Ia menjelaskan keberhasilan pendidikan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan capaian akademik, namun juga pembentukan karakter serta nilai-nilai keislaman yang kuat pada peserta didik.

    Sudiman juga mengatakan kesinambungan studi satu atap antara jenjang pendidikan Muhammadiyah menjadi kunci pembinaan siswa secara berkelanjutan, mulai dari TK hingga SMA/SMK Muhammadiyah.

    “Kalau bukan kita yang percaya kepada AUM, lalu siapa lagi? Studi banding ke sekolah lain boleh, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri Muhammadiyah,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan tersebut, ia menguraikan pentingnya meneladani pendidikan Luqmanul Hakim kepada anaknya, yakni menanamkan aqidah, akhlak dan budi pekerti, mengenalkan Allah SWT, menghargai perjuangan orang tua, memahami dosa dan kebaikan, menegakkan shalat, serta mengajak kepada amar ma’ruf nahi munkar.

    Sudiman juga mengucapkan apresiasi kepada Umi Sholihah atas dedikasi dan amanah yang telah dijalankan dalam memimpin SMP Muhammadiyah 4 Sambi.

    Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Sambi, Muhammad Rosyidi, menjelaskan kepala sekolah perlu terus inovatif dalam menyusun strategi mendapatkan peserta didik baru.

    “Kepala sekolah harus mampu menjual program sekolahnya kepada masyarakat. Program unggulan harus dikenalkan dengan baik agar menjadi daya tarik,” katanya.

    Ia menambahkan kolaborasi antarjenjang sekolah Muhammadiyah perlu terus diperkuat, seperti sinergi TK dengan SD/MI maupun kerja sama SMP/MTs bersama SD/MI Muhammadiyah.

    Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Ketua Paguyuban Kepala Sekolah Yulianto, S.Pd.. Hadir pula Sekretaris Majelis Dikdasmen Pujiono serta Bendahara Majelis Drs. Daryono yang memberikan semangat bagi penguatan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Kecamatan Sambi.

    Melalui kegiatan capacity building ini diharapkan lahir kepala sekolah Muhammadiyah yang semakin solid, inovatif, dan mampu membangun sekolah unggul, berkemajuan, serta semakin dipercaya masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: PCA Nguter Semarakkan Milad Aisyiyah ke-109 dengan Lapak UMKM dan Program Pemberdayaan Ekonomi


    Lapak UMKM yang digelar saat Pengajian rutin dalam rangka Milad Aisyiyah ke-109.


    PCA Nguter Semarakkan Milad Aisyiyah ke-109 dengan Lapak UMKM dan Program Pemberdayaan Ekonomi

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Pengajian rutin dalam rangka Milad Aisyiyah ke-109 yang digelar di Gedung Sabdo Palon, Gatak Rejo, Kamis (14/5/2026), berlangsung semarak. Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Aisyiyah Nguter tersebut diramaikan berbagai lapak UMKM, Jimpitan Sembako, Lazismu Nguter, hingga lapak Sandangmu yang dipadati pengunjung sejak pagi hari. Kehadiran lapak-lapak tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah yang hadir dalam pengajian.

    Ketua Majelis Ekonomi PCA Nguter, Sugiyati, menyampaikan pemberdayaan ekonomi anggota terus digalakkan melalui kegiatan UMKM dalam setiap pengajian maupun agenda organisasi. Para anggota diberi kesempatan membawa berbagai produk hasil usaha sendiri untuk dipasarkan kepada jamaah. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga sekaligus membangun semangat kemandirian anggota Aisyiyah.

    “Dari Majelis Ekonomi selalu dipacu untuk pemberdayaan dari anggota ke anggota. Salah satunya UMKM ini. Semua diberdayakan dari anggota membawa dagangan-dagangan ini,” tuturnya.

    Ibu-ibu saat menggelar dagangan sambil mengikuti pengajian.


    Sugiyati menjelaskan produk yang dijual didominasi kuliner buatan anggota sendiri. Selain membantu menambah penghasilan keluarga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi usaha rumahan para ibu. Dalam pelaksanaannya, panitia hanya mengambil infak seikhlasnya guna mendukung kebersihan lokasi kegiatan.

    “Paling banyak makanan kuliner, ibu-ibu buat sendiri lalu dibawa sambil pengajian juga. Untuk membantu keluarga,” jelasnya.

    Tidak hanya fokus pada penjualan produk, Majelis Ekonomi PCA Nguter juga aktif mengadakan berbagai pelatihan keterampilan usaha bagi anggota. Pelatihan yang telah dilakukan antara lain pembuatan sabun serta pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomis. Hasil pelatihan tersebut kemudian diproduksi dan dipasarkan kembali oleh anggota sebagai bentuk penguatan ekonomi berbasis pemberdayaan. 

    “Kemarin pelatihannya membuat sabun dari pemanfaatan minyak jelantah. Kita buat lalu dijual juga untuk pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Sugiyati menguraikan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Aisyiyah di wilayah Nguter terus meningkat. Saat ini PCA Nguter memiliki perkembangan ranting yang cukup pesat hingga mencapai 17 ranting. Ia juga menyampaikan kegiatan bazar dan jualan UMKM seperti ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari aktivitas rutin organisasi. 

    “Alhamdulillah animo masyarakat sangat baik. Nguter sekarang sudah berkembang menjadi 17 ranting dan kegiatan jualan seperti ini memang sudah lama berjalan,” ungkapnya. (Sofyan)


    Baca juga: PCA Nguter Gelar Pengajian Milad Aisyiyah ke-109, Seribu Jamaah Padati Gedung Sabdo Palon

    Penceramah KH. Wiwaha Aji Santoso saat menyampaikan materi pengajian.


    PCA Nguter Gelar Pengajian Milad Aisyiyah ke-109, Seribu Jamaah Padati Gedung Sabdo Palon

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Nguter menggelar pengajian rutin dalam rangka Milad Aisyiyah ke-109 di Gedung Sabdo Palon, Gatak Rejo, Kamis (14/5/2026). Kegiatan bertajuk “Kajian 14 AN” tersebut menghadirkan penceramah KH. Wiwaha Aji Santoso dan diikuti sekitar seribu jamaah dari berbagai ranting se-Kecamatan Nguter. Selain pengajian, acara juga diramaikan lapak UMKM, Jimpitan Sembako, Lazismu Nguter, serta lapak sandangmu yang dipadati pengunjung.

    Ketua PCA Nguter, Hj. Umi Samsiti, menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap pengajian rutin tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan panitia menyiapkan konsumsi hingga 1.200 porsi untuk mengantisipasi membludaknya jamaah. “Pesertanya paling minim 900 orang. Biasanya kami menyediakan konsumsi itu 1.000 sampai 1.200 porsi. Yang jelas kegiatan ini sekitar seribu peserta,” tuturnya.

    Menurutnya, kegiatan pengajian bukan hanya menjadi sarana dakwah dan silaturahmi, tetapi juga menggerakkan perekonomian anggota melalui majelis ekonomi. Berbagai produk UMKM milik anggota seperti telur asin, makanan ringan, hingga aneka dagangan rumahan dipasarkan langsung dalam kegiatan tersebut. 

    “Semua produk dari anggota kami sendiri. Alhamdulillah ibu-ibu senang dan pasti habis. Bakul cilok, bakul panganan kecil semuanya ludes, saya senang sekali,” katanya.

    Seribu jamaah dari berbagai ranting se-Kecamatan Nguter.


    Suasana pengajian semakin semarak karena jamaah dari tiap ranting datang dengan cara unik dan penuh kekompakan. Ada yang menggunakan sepur kelinci, kendaraan terbuka, hingga bus rombongan. “Tiap ranting itu ada yang naik sepur kelinci, ada yang naik mobil terbuka, bahkan ada yang nyarter bus. Tapi rata-rata naik sepur kelinci dan biasanya kita jadikan juara,” ujarnya sambil tersenyum.

    Wanita yang akrab disapa Ibu Samsiti itu menguraikan pengajian rutin PCA Nguter telah berlangsung sejak lama. Sebelum tahun 2011, kegiatan masih berpindah-pindah tempat, termasuk di lingkungan sekolah SMK. Namun sejak 2011 dipusatkan di Gedung Sabdo Palon sehingga pelaksanaan lebih tertata dan jumlah peserta terus meningkat. “Dulu sebelum 2011 itu pindah-pindah tempat. Mulai 2011 dipusatkan di gedung ini sampai sekarang,” jelasnya.

    Ia berharap kegiatan pengajian mampu menjadi sarana pembinaan keluarga dan pendidikan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi saleh dan taat kepada Allah SWT. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan kerukunan di tengah masyarakat tanpa membedakan golongan maupun latar belakang politik. 

    “Harapan saya tentu saja ibu-ibu ini bisa mencetak generasi yang saleh, taat kepada Allah. Itu menjadi harapan kita semuanya. Saya selalu menyampaikan kepada warga, tidak usah gontok-gontokan soal golongan. Bagaimanapun mereka saudara kita. Yang penting soleh, Islam, dan baik. Di sini tidak ada urusan partai,” pungkasnya.

    Sementara itu, KH. Wiwaha Aji Santoso menyampaikan Islam mengajarkan kehidupan yang damai, rukun, dan penuh kepedulian terhadap sesama. Ia mengingatkan umat agar tidak hanya menjalankan ibadah secara lahiriah, tetapi juga memahami makna sosial dari ajaran agama. “Islam memang selalu mengajak untuk damai, rukun, mensejahterakan, dan peduli kepada sesama,” tuturnya.

    Dalam tausiyahnya, narasumber juga mengulas sejarah perjalanan Muhammadiyah dan Aisyiyah yang telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan masyarakat. Ia mengajak jamaah menjadikan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari sebagai sarana mencari rezeki sekaligus bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Pada akhir tausiyah, ia mengingatkan tujuan hidup manusia adalah kembali kepada Allah dengan hati yang tenang dan diridai-Nya. 

    “Tujuan hidup kita adalah kembali kepada Allah dengan hati yang tenang dan diridai,” katanya. Ia menambahkan, ketenangan hidup diperoleh melalui keimanan, pendidikan, dan kedekatan kepada Allah SWT. (Sofyan)


    Baca juga: Semarak FLS3N 2026 Kecamatan Manyaran, Ajang Kreativitas dan Prestasi Seni Siswa SD/MI

    Penyerahan santunan kepada anak yatim.


    JARPUK Sukoharjo dan BRNR Kolaborasi Santuni Anak Yatim serta Bagikan 300 Paket Sayur Gratis

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Semangat kepedulian sosial kembali ditunjukkan Jaringan Perempuan Usaha Kecil (JARPUK) Sukoharjo bersama Barisan Relawan Nusantara Raya (BRNR) melalui kegiatan santunan anak yatim dan pembagian paket sayur gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Kegiatan sosial tersebut menjadi momen kolaborasi perdana antara JARPUK Sukoharjo dan BRNR dalam upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan saat para relawan berinteraksi langsung dengan anak-anak yatim maupun warga penerima bantuan.

    Santunan anak yatim dilaksanakan sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dan dukungan moral kepada anak-anak yang membutuhkan kepedulian bersama. Para relawan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang hadir.

    Selain santunan, kegiatan sosial juga diisi dengan pembagian sekitar 300 paket sayur gratis kepada masyarakat kurang mampu, kaum dhuafa, dan warga sekitar. Program berbagi ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat karena dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

    Salah satu pengurus kegiatan, Tutik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus mempererat tali silaturahmi antar komunitas dan masyarakat.

    “Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua pihak dan menjadi awal kolaborasi yang terus berlanjut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

    Masyarakat pun memberikan apresiasi atas kegiatan sosial yang dilakukan JARPUK Sukoharjo bersama BRNR. Warga berharap program kepedulian seperti ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi komunitas maupun organisasi lainnya untuk ikut berbagi kepada sesama.

    Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, JARPUK Sukoharjo dan BRNR berkomitmen untuk terus menebarkan nilai-nilai kemanusiaan serta menghadirkan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (Andi)


    Baca juga: Semarak FLS3N 2026 Kecamatan Manyaran, Ajang Kreativitas dan Prestasi Seni Siswa SD/MI


Top