Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat naik motor listrik produk SMK Veteran 1 Sukoharjo di stand pameran.


    Ketua YPPP Veteran Sukoharjo Bangga, Produk Univet Bantara dan SMK Veteran 1 Sukoharjo Tembus Pasar Internasional, Motor Listrik Dilirik Senegal hingga Produk Pangan Masuk Penjajakan Ritel Nasional

    SUKOHARJO – majalahlarise.com - Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo bersama Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) dan SMK Veteran Sukoharjo memperkenalkan sejumlah produk unggulan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dan Pangan Nusa 2026 yang digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, keikutsertaan ini membuka peluang pemasaran produk hasil karya lembaga pendidikan dan UMKM binaan ke pasar nasional maupun internasional.

    Dalam pameran tersebut, YPPP Veteran dan Univet Bantara memperoleh tiga booth di TEI 2026 untuk menampilkan Vetsatech Sparepart dan Motor Listrik, briket Veteran Eco Charcoal Nusantara, serta Ecoprint Veteran. Sementara itu, pada Pangan Nusa 2026, dua booth digunakan untuk memamerkan produk pangan lokal, yakni Intip Goreng Mbah Yati dan Nastar Ineffable Kitch.

    Sejumlah produk tersebut mendapatkan respons positif dari pengunjung dan calon mitra bisnis. Sepeda motor listrik menarik minat calon pembeli dari Senegal dengan potensi permintaan hingga 1.000 unit. Produk briket juga dilirik calon pembeli dari berbagai negara, sedangkan intip dan nastar memperoleh peluang pemasaran melalui jaringan ritel modern nasional.

    Pengurus YPPP Veteran Sukoharjo saat foto bersama dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dan Pangan Nusa 2026 yang digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.


    Ketua YPPP Veteran Sukoharjo, Sadewo Suharto, menyampaikan kebanggaannya atas keikutsertaan Univet Bantara dan SMK Veteran dalam pameran internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi lembaga untuk memperkenalkan produk hasil karya sendiri sekaligus mengukur respons pasar terhadap produk yang dikembangkan.

    “Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membanggakan bagi yayasan. Produk yang dihasilkan SMK maupun UMKM binaan ternyata menarik perhatian pengunjung, bahkan ada yang diminati calon pembeli dari luar negeri,” ungkap Sadewo saat ditemui di ruang kerjanya di lingkungan yayasan.

    Ia menjelaskan, salah satu peluang yang menarik perhatian adalah permintaan dari calon pembeli Senegal terhadap sepeda motor listrik hingga 1.000 unit. Namun, rencana tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan kemampuan produksi SMK, kesesuaian spesifikasi kendaraan, serta kebutuhan pasar di negara tujuan.

    Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat menyampaikan sambutan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dan Pangan Nusa 2026.


    Selain Senegal, sepeda motor listrik juga mendapatkan respons dari sejumlah calon pembeli dalam negeri, di antaranya dari Jambi dan Banjarnegara. Peluang tersebut akan ditindaklanjuti dengan pembahasan mengenai spesifikasi, kapasitas produksi, dan mekanisme pemesanan agar kebutuhan pasar dapat dipenuhi secara realistis.

    “Permintaan dalam jumlah besar tentu menjadi peluang yang baik. Namun, kami juga harus memperhitungkan kemampuan produksi dan memastikan spesifikasi produk sesuai dengan kebutuhan pembeli. Kami ingin kerja sama yang dibangun benar-benar dapat direalisasikan,” jelasnya.

    Produk briket Veteran Eco Charcoal Nusantara turut menarik perhatian calon pembeli dari pasar internasional. Berbagai bahan baku, seperti serabut kelapa, batok kelapa, dan serbuk gergaji, menjadi bagian dari potensi pengembangan produk yang ditawarkan kepada pasar.

    Meski demikian, Sadewo menjelaskan, yayasan masih mempelajari mekanisme ekspor, biaya pengiriman, serta kepastian permintaan dari calon mitra. Sebagian calon pembeli yang menghubungi masih berstatus broker atau perantara sehingga diperlukan proses verifikasi sebelum masuk ke tahap transaksi.

    Untuk sementara, yayasan tetap memprioritaskan pengembangan pasar domestik sembari mempersiapkan peluang ekspor secara bertahap. Penjajakan dengan calon pembeli dari berbagai negara di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Timur akan ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan kelayakan usaha dan kepastian pemesanan.

    Di sektor pangan, Intip Goreng Mbah Yati dan Nastar Ineffable Kitch juga mendapatkan peluang untuk memperluas pemasaran melalui jaringan ritel modern. Penjajakan kerja sama dilakukan melalui pertemuan bisnis atau business matching yang mempertemukan produsen dengan calon mitra distribusi dan jaringan perdagangan.

    Sadewo menjelaskan, yayasan masih mempertimbangkan skema kerja sama yang paling sesuai, terutama terkait sistem pembelian langsung dan konsinyasi atau titip jual. Pembelian langsung dinilai lebih memberikan kepastian bagi produsen dibandingkan sistem konsinyasi yang berpotensi menimbulkan kerugian apabila produk tidak terjual dan dikembalikan.

    “Kami ingin memperluas pemasaran, tetapi skema kerja samanya juga harus diperhitungkan dengan baik. Kami berharap produk bisa diterima pasar dan kerja sama yang terjalin memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kepastian pesanan dari calon mitra diperkirakan mulai terlihat dalam satu hingga dua bulan setelah pameran. Karena itu, komunikasi dan tindak lanjut menjadi bagian penting untuk memastikan peluang yang muncul selama pameran dapat berkembang menjadi transaksi nyata.

    Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Bambang Margono juga menyampaikan kebanggaannya atas respons pengunjung terhadap produk yang dibawa Univet Bantara, SMK Veteran, dan UMKM binaan yayasan.

    Menurut Bambang, keikutsertaan dalam TEI 2026 dan Pangan Nusa 2026 memberikan pengalaman penting bagi lembaga pendidikan untuk mengenalkan produk sekaligus membangun jejaring bisnis. Ketertarikan calon pembeli dari dalam dan luar negeri menjadi modal awal untuk memperluas pemasaran.

    Ia menjelaskan, permintaan sepeda motor listrik dari Senegal hingga 1.000 unit perlu ditindaklanjuti dengan kajian kapasitas produksi dan penyesuaian spesifikasi kendaraan. Kendaraan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi jalan serta kebutuhan operasional di wilayah tujuan agar produk yang ditawarkan benar-benar memenuhi harapan pembeli.

    Selain itu, sejumlah kabupaten di Indonesia juga menunjukkan ketertarikan terhadap sepeda motor listrik. Bambang menyebut terdapat calon pembeli dari 17 negara serta 11 calon pembeli dalam negeri yang perlu ditindaklanjuti untuk memperkuat peluang pemasaran.

    “Pameran ini membuka wawasan kami mengenai kebutuhan pasar. Ada peluang dari luar negeri, tetapi pasar domestik juga harus diperkuat. Kami ingin setiap peluang ditindaklanjuti dengan persiapan yang matang agar dapat berkembang menjadi usaha berkelanjutan,” jelasnya.

    Bambang menambahkan, pengembangan produk ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada peningkatan kualitas, kapasitas produksi, dan penciptaan produk baru. Yayasan berharap kegiatan usaha tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa, guru, dan siswa. (Sofyan)


    Baca juga: Asah Kreativitas dan Karakter, 81 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Abata Baking Class



    Ikrar Wakaf Tanah BAYD Salimah Sukoharjo, Dukung Pengembangan Syiar Dakwah

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Bina Anak Yatim Dhuafa (BAYD) Salimah Sukoharjo melaksanakan ikrar wakaf tanah seluas 243 meter persegi untuk mendukung pengembangan syiar dakwah, pendidikan Al-Qur’an, dan kegiatan sosial bagi umat. Kegiatan berlangsung di Rumah Makan Ayam Mas Rey, Sabtu (24/10/2026), ba’da Magrib.

    Tanah yang diwakafkan tersebut berlokasi tepat di sebelah selatan Gedung Baitul Qur’an Salimah Sukoharjo. Wakaf ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan sarana yang diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi anak-anak yatim dhuafa dan masyarakat sekitar.

    Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua BAYD Salimah Sukoharjo, Sundari. Selanjutnya, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bendosari, Agus Ridwan Widodo, menyampaikan sambutan sekaligus memberikan arahan mengenai pelaksanaan ikrar wakaf bersama tim KUA Kecamatan Bendosari.

    Prosesi ikrar dilakukan oleh Paramita Febrianti K selaku wakif atau perwakilan donatur program wakaf tanah. Ikrar tersebut diterima oleh Titik Haryanti selaku nadzir penerima wakaf sekaligus Ketua Pengurus Daerah Salimah Sukoharjo.

    Pelaksanaan ikrar wakaf disaksikan oleh dua warga di sekitar lokasi tanah, yakni Tukiman dan Demak Kukuh. Kegiatan tersebut juga dihadiri Lurah Jombor, Wiyarsi, perwakilan donatur dan wakif, penasihat BAYD, serta pengurus BAYD Salimah Sukoharjo.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat tanah wakaf kepada pihak terkait sebagai bagian dari dokumentasi pelaksanaan wakaf.

    Ketua BAYD Salimah Sukoharjo, Sundari, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung pengembangan sarana dakwah dan pendidikan Al-Qur’an. Keberadaan tanah wakaf diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi anak-anak yatim dhuafa dan masyarakat luas.

    Wakaf tanah ini juga mencerminkan kepedulian sosial melalui penyerahan aset untuk kepentingan umat. Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab, aset tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan sosial.

    Melalui ikrar wakaf ini, BAYD Salimah Sukoharjo berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat. Wakaf tidak hanya menjadi bentuk kedermawanan, tetapi juga ikhtiar menghadirkan manfaat jangka panjang serta menjadi amal jariyah bagi para wakif. (Sofyan)


    Baca juga: Asah Kreativitas dan Karakter, 81 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Abata Baking Class


    Murid saat membuat dan menghias donat.


    Asah Kreativitas dan Karakter, 81 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Abata Baking Class

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Parents’ Day bertajuk “Junior Donutpreneur: Sweet Success” di Ruang Haji Isa, Senin (26/10/2026). Bekerja sama dengan Abata Baking Class, kegiatan ini mengajak murid belajar membuat dan menghias donat sekaligus mengasah kreativitas, keterampilan, serta membangun karakter positif melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

    Koordinator Tim Kelas III, Lusia Wahyu Purbowati, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman yang interaktif. Melalui praktik langsung, murid tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga belajar mengembangkan sikap positif dalam menyelesaikan setiap tahapan kegiatan.

    “Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar keterampilan membuat donat, tetapi juga berlatih sabar, teliti, bekerja keras, kreatif, dan tangguh saat menghadapi tantangan,” ujarnya.

    Kegiatan diawali dengan registrasi dan pembagian perlengkapan berupa apron serta topi koki. Selanjutnya, murid mengikuti sesi mewarnai dan menyimak video edukatif mengenai bahan-bahan serta proses pembuatan donat. Dalam sesi tersebut, mereka juga dikenalkan dengan proses fermentasi dan fungsi ragi dalam pembuatan adonan.

    Dengan pendampingan tim Abata Baking Class, guru kelas III, dan paguyuban orang tua, murid kemudian mempraktikkan cara membentuk adonan hingga menghias donat. Beragam pilihan topping dan glaze disediakan untuk memberi kesempatan kepada setiap murid berkreasi sesuai imajinasi masing-masing.

    Suasana kegiatan berlangsung interaktif ketika murid mulai menghias donat dengan aneka warna dan bentuk. Melalui proses tersebut, mereka belajar mengembangkan ide, melatih ketelitian, serta menyelesaikan pekerjaan secara bertahap. Pengalaman ini sekaligus memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan kreativitas melalui karya yang dapat dinikmati bersama.

    Setelah praktik selesai, murid menunjukkan hasil karya mereka dalam sesi dokumentasi. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan ketekunan selama kegiatan, setiap murid menerima sertifikat dan voucher.

    Ketua Paguyuban Orang Tua Murid Kelas III, Elsi Sepriyanti, berharap kegiatan Parents’ Day dapat memberikan pengalaman berkesan sekaligus memperluas wawasan murid di luar pembelajaran akademik di kelas.

    “Lebih dari sekadar mempraktikkan keterampilan tata boga, kegiatan Abata Baking Class ini menanamkan nilai-nilai kehidupan, seperti kerja sama tim dan pengendalian emosi,” ungkapnya.

    Menurutnya, kegiatan yang melibatkan sekolah, orang tua, dan mitra pembelajaran menjadi kesempatan bagi murid untuk mengembangkan kemampuan diri melalui pengalaman nyata. Selain memperoleh keterampilan membuat makanan, murid juga belajar menghargai proses, berinteraksi dengan orang lain, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.

    Melalui kegiatan Parents’ Day bertajuk “Junior Donutpreneur: Sweet Success”, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap pembelajaran kolaboratif dapat terus menghadirkan pengalaman bermakna bagi murid. Kegiatan semacam ini menjadi salah satu upaya mendukung perkembangan kreativitas, keterampilan, dan karakter positif sebagai bekal murid dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: HUT ke-48, SMP Negeri 1 Wuryantoro Perkuat Persatuan dan Gali Potensi Siswa

    Penyerahan piala dan piagam penghargaan prestasi juara harapan 1 lomba karawitan tingkat SMP kabupaten Wonogiri tahun 2026 di acara peringatan HUT ke-48, SMP Negeri 1 Wuryantoro.


    HUT ke-48, SMP Negeri 1 Wuryantoro Perkuat Persatuan dan Gali Potensi Siswa

    WONOGIRI – majalahlarise.com – SMP Negeri 1 Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, menggelar berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat persatuan dan kesatuan, menumbuhkan kreativitas, serta mengembangkan potensi siswa melalui olahraga tradisional, seni, dan berbagai aktivitas positif di lingkungan sekolah.

    Kepala SMP Negeri 1 Wuryantoro, Is Budiyarti, S.Pd., menyampaikan peringatan HUT sekolah tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sekolah, tetapi juga mendorong siswa mengembangkan kemampuan dan karakter. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan inovasi sesuai jati diri masing-masing.

    “Melalui kegiatan peringatan HUT ini, kami berharap dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan siswa serta seluruh keluarga besar SMP Negeri 1 Wuryantoro. Kami juga ingin menumbuhkan motivasi, kreativitas, dan inovasi siswa melalui berbagai kegiatan positif di sekolah,” ujar Is Budiyarti.

    Permainan olahraga tradisional gobak sodor.


    Lebih lanjut disampaikan berbagai permainan olahraga tradisional turut memeriahkan peringatan tersebut, di antaranya gobak sodor, jamuran, dan jelungan. Kegiatan ini menjadi upaya sekolah mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, komunikasi, dan kebersamaan.

    Selain permainan tradisional, sekolah menggelar lomba paduan suara dengan membawakan Mars SMP Negeri 1 Wuryantoro. Melalui lomba tersebut, siswa tidak hanya diajak menghafal lirik mars sekolah, tetapi juga memahami dan menghayati nilai-nilai serta cita-cita yang selaras dengan visi dan misi sekolah. Berbagai kegiatan ini menjadi bagian dari pembentukan karakter sekaligus pengembangan bakat dan kemampuan siswa.

    Di bidang akademik, siswa SMP Negeri 1 Wuryantoro berhasil melaju dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga tingkat kabupaten pada mata pelajaran IPA, Matematika, dan IPS, serta melanjutkan ke tingkat provinsi. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti upaya sekolah dalam mengembangkan kemampuan akademik siswa melalui pembelajaran dan kompetisi.

    Penampilan seni tari oleh siswa.


    Prestasi juga diraih di bidang nonakademik. Dalam lomba MAPSI tingkat subrayon, sekolah memperoleh enam kejuaraan dengan empat peserta melaju ke tingkat kabupaten. Sementara itu, siswa juga mencatatkan prestasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Pada kompetisi bahasa Inggris, peserta lomba storytelling dan speech berhasil masuk 10 besar.

    Di bidang seni budaya, tim karawitan SMP Negeri 1 Wuryantoro meraih Juara Harapan I dalam lomba karawitan antar pelajar SMP tingkat Kabupaten Wonogiri tahun 2026. Hasil tersebut menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam melestarikan seni tradisional, sekaligus menjadi peningkatan satu tingkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

    Memasuki usia ke-48, SMP Negeri 1 Wuryantoro berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan potensi peserta didik. Sekolah berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk tumbuh melalui kegiatan pembelajaran, kompetisi, olahraga, dan seni budaya.

    Dukungan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang mendorong siswa meraih prestasi dan membangun karakter positif. Dengan semangat kebersamaan, SMP Negeri 1 Wuryantoro berharap dapat terus berkembang dan melahirkan generasi muda yang kreatif, berprestasi, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa. (Sofyan)


    Baca juga: SMP Negeri 2 Manyaran Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Ngluwur Kepuhsari


    UNISRI Perkuat Jejaring Kemitraan, 30 Mitra Hadiri Penandatanganan MoU dan MoA

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta terus memperkuat jejaring kemitraan dengan instansi pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Nota Kesepakatan Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) serta silaturahmi mitra kerja sama di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisri, Jumat (23/10/2026).

    Kegiatan yang dihadiri 30 mitra kerja sama tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan, meningkatkan komunikasi, serta mendorong pelaksanaan program kolaborasi yang berkelanjutan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 mitra melaksanakan penandatanganan dokumen kerja sama, sedangkan 10 mitra lainnya mengikuti agenda silaturahmi.

    Mitra yang menandatangani MoU dan MoA berasal dari berbagai sektor, di antaranya Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Bawaslu Kabupaten Sragen, KPU Kota Surakarta, Kamar Dagang dan Industri Surakarta, Pengadilan Agama Surakarta, Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia, Universitas Merdeka Madiun, UIN Raden Mas Said Surakarta, Poltekkes Kemenkes Surakarta, dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta.

    Kemitraan juga melibatkan sejumlah perusahaan, organisasi, dan lembaga lainnya, seperti PT Transportologi, Yayasan Seni Kreatif Surakarta, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Surakarta, Kemuning Orchid, Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, PT Samudera Edukasi Teknologi, PT Piranha Smart Center, PT Penerbit Erlangga Surakarta, CV Hadiwijaya Makmur Sejahtera (Coltura), serta CV Ganep Lintas Generasi.

    Sementara itu, 10 mitra yang mengikuti agenda silaturahmi meliputi Pemerintah Kota Surakarta, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karanganyar, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar, BPBD Kota Surakarta, BAZNAS Kota Surakarta, Universitas Sahid Surakarta, PT Japfa Food Indonesia, Solo Technopark, Mercure Hotel, serta PT Micro Madani Institute Surakarta.

    Para mitra tersebut sebelumnya telah menandatangani dokumen kerja sama dengan Unisri pada awal 2026. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya universitas untuk menjaga keberlanjutan kemitraan, memperkuat komunikasi, serta mengembangkan program kolaborasi yang telah disepakati.

    Rektor Unisri, Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd., menyambut baik kehadiran seluruh mitra dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Unisri. Menurutnya, kemitraan dengan berbagai pihak memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan institusi, memperluas peluang kolaborasi, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

    Rektor juga mengapresiasi berbagai implementasi kerja sama yang telah berjalan. Ia berharap kolaborasi tersebut terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Selain itu, sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

    Kepala UPT Kerja Sama Unisri, Andri Astuti Itasari, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan kerja sama yang dibangun selama ini telah diwujudkan melalui berbagai program, antara lain magang mahasiswa, penelitian dan riset kolaboratif, asistensi mengajar, serta kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

    Menurut Andri, implementasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan setiap kesepakatan kerja sama memberikan dampak nyata. Melalui program magang, mahasiswa mendapatkan kesempatan mengenal lingkungan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi profesional. Sementara itu, kolaborasi riset dan asistensi mengajar membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi dosen maupun mahasiswa.

    UPT Kerja Sama Unisri juga mendorong fakultas dan program studi untuk mengoptimalkan peluang kemitraan sesuai bidang keilmuan dan kebutuhan masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat kerja sama sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

    Melalui penandatanganan MoU dan MoA serta silaturahmi mitra kerja sama, Unisri berkomitmen memperluas jejaring kelembagaan dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Hubungan yang terjalin diharapkan melahirkan program kolaborasi yang produktif, terarah, dan saling menguntungkan.

    Dengan kemitraan yang berkelanjutan, Unisri berharap kolaborasi bersama para mitra dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta kemajuan pendidikan tinggi dan pengabdian kepada masyarakat. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa PPG Univet Bantara Pamerkan Karya Pembelajaran Inovatif di CFD Sukoharjo dan Wonogiri



    Astrid Widayani Dorong Pemuda Surakarta Terus Berinovasi dan Cintai Tanah Air

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, berinovasi, dan menjaga kecintaan terhadap Tanah Air. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Jambore Pemuda Kota Surakarta 2026 di halaman Balai Kota Surakarta, Jumat (23/10/2026).

    Jambore Pemuda yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) berlangsung selama dua hari, 23–24 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, menunjukkan kreativitas, serta meraih prestasi di berbagai bidang.

    “Generasi muda harus turut serta memajukan bangsa melalui ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan juga bagaimana tetap menjaga kecintaan kepada Tanah Air Indonesia,” ujar Astrid.

    Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, semangat belajar dan kemauan untuk berkembang menjadi modal penting bagi pemuda agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

    “Tetap semangat belajar sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Astrid menyerahkan trofi dan hadiah kepada para pemenang Seleksi Pemuda Pelopor serta Lomba Jambore Pemuda Kota Surakarta 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas potensi, kreativitas, dan prestasi generasi muda yang telah menunjukkan kemampuan di berbagai bidang.

    Sebelum acara puncak, Dispora Surakarta telah menyelenggarakan Lomba Jambore Tingkat Kota pada 13–14 Oktober 2026 di Kantor Dispora Surakarta. Kompetisi ini mencakup tiga kategori, yakni tari kreasi daerah, solo vokal, dan pidato bahasa Inggris.

    Sebanyak 83 peserta ber-KTP Kota Surakarta berusia 16–30 tahun mengikuti kompetisi tersebut. Ajang ini memberikan kesempatan bagi pemuda untuk mengasah keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menunjukkan kemampuan melalui kompetisi yang positif.

    Rangkaian Jambore Pemuda 2026 juga dimeriahkan panggung seni dan kreasi pemuda, penampilan band pelajar atau sekolah, serta pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola wirausaha muda di bidang kerajinan dan kuliner.

    Kehadiran pameran UMKM memberikan ruang bagi wirausaha muda untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus memperluas peluang pemasaran. Sementara itu, panggung seni menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dan menunjukkan potensi di bidang seni dan budaya.

    Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Surakarta berupaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, meningkatkan jiwa kewirausahaan, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

    Jambore Pemuda 2026 sekaligus menjadi bagian dari semangat menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang diperingati setiap 28 Oktober. Secara nasional, peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, yang menekankan pentingnya semangat kebangsaan, ketangguhan, dan kepedulian sosial.

    Semangat tersebut diharapkan dapat diwujudkan generasi muda Kota Surakarta melalui karya nyata, inovasi, prestasi, serta kontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan bangsa. Dengan demikian, pemuda tidak hanya menjadi penerus cita-cita bangsa, tetapi juga berperan sebagai penggerak perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman. (Sofyan)


    Baca juga: SMP Negeri 2 Manyaran Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Ngluwur Kepuhsari

    Penyaluran bantuan air bersih dari SMP Negeri 2 Manyaran kepada warga dusun Ngluwur.


    SMP Negeri 2 Manyaran Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Ngluwur Kepuhsari

    WONOGIRI – majalahlarise.com – SMP Negeri 2 Manyaran, Kabupaten Wonogiri, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Ngluwur, Kepuhsari, pada Minggu (25/10/2026). Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar sekolah terhadap masyarakat yang membutuhkan air bersih, terutama di wilayah dengan akses yang sulit dijangkau kendaraan besar.

    Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati, menyampaikan penyaluran bantuan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi geografis wilayah tujuan. Medan yang cukup ekstrem membuat kendaraan tangki air tidak dapat menjangkau lokasi sehingga bantuan diberikan dalam bentuk air bersih yang dikemas menggunakan jeriken.

    “Sebagai alternatif, bantuan diberikan dalam bentuk air yang dikemas menggunakan jeriken agar lebih mudah dibawa dan dapat dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan,” jelas Siti Khumaidah Hidayati.

    Bantuan air bersih tersebut berasal dari sumbangan para guru dan siswa SMP Negeri 2 Manyaran. Penyaluran dilaksanakan dengan mengirimkan perwakilan sekolah yang berdomisili dekat dengan wilayah tujuan. Dalam kegiatan tersebut, sekolah diwakili oleh guru Triyatmoko bersama pengurus OSIS SMP Negeri 2 Manyaran. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dwi Widodo selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan.

    Proses penyaluran bantuan menghadapi kendala akses jalan yang sulit dilalui kendaraan berukuran besar. Kendaraan tangki air tidak memungkinkan menjangkau lokasi sehingga pengangkutan harus menggunakan kendaraan yang lebih kecil, seperti mobil pikap dan truk. Air bersih dibawa secara bertahap dengan menyesuaikan kapasitas kendaraan dan kondisi medan.

    Kedatangan perwakilan SMP Negeri 2 Manyaran disambut baik oleh warga setempat. Warga menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh para guru serta siswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah keterbatasan akses menuju wilayah tempat tinggal mereka.

    Kondisi geografis Dusun Ngluwur menjadi gambaran tantangan penyaluran bantuan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Berbeda dengan daerah dataran yang relatif mudah dijangkau, wilayah dengan medan ekstrem membutuhkan metode distribusi khusus agar bantuan dapat sampai kepada warga yang membutuhkan.

    Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 2 Manyaran tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekolah. Partisipasi guru dan siswa dalam pengumpulan bantuan menjadi bentuk pembelajaran nyata mengenai pentingnya berbagi dan memperhatikan kondisi masyarakat sekitar.

    Siti Khumaidah Hidayati berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi warga Dusun Ngluwur, Kepuhsari. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya dukungan berbagai pihak untuk membantu masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa PPG Univet Bantara Pamerkan Karya Pembelajaran Inovatif di CFD Sukoharjo dan Wonogiri

⬆
Top