GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Wisata
![]() |
| Area pemancingan keluarga yang menawarkan suasana santai di tengah alam terbuka. |
Lembah Pereng View, Oase Wisata Alam Bernuansa Desa yang Menghidupkan Kenangan Masa Kecil di Wonogiri
Wonogiri - majalahlarise.com - Waktu seolah berjalan lebih lambat saat memasuki kawasan Wisata Alam Lembah Pereng View di Punduhsari Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Hamparan sawah hijau terbentang di sisi jalan, suara gemericik air sungai terdengar bersahutan dengan kicauan burung liar, sementara udara segar khas pedesaan langsung terasa sejak pertama kali menginjakkan kaki di lokasi wisata tersebut.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, Lembah Pereng View hadir seperti ruang pelarian untuk menikmati ketenangan. Tempat wisata ini tidak menawarkan gemerlap wahana modern ataupun hingar-bingar hiburan kota. Justru kesederhanaan suasana desa menjadi kekuatan utama yang membuat banyak pengunjung merasa nyaman dan betah berlama-lama.
Manajer Lembah Pereng View, Janu Hari Setiawan, mengatakan konsep wisata yang dikembangkan memang berangkat dari kerinduan masyarakat terhadap suasana desa yang alami dan damai.
“Yang kita tawarkan itu justru ketenangan, kenyamanan, serasa flashback ke zaman dulu ketika desa masih alami,” ujar Janu Hari Setiawan saat ditemui di kawasan wisata.
![]() |
| Manajer Lembah Pereng View, Janu Hari Setiawan. |
Menurutnya, masyarakat perkotaan saat ini mulai lelah dengan rutinitas, kemacetan, suara kendaraan, hingga tekanan pekerjaan yang terus meningkat. Kondisi tersebut membuat wisata alam bernuansa desa semakin diminati sebagai tempat beristirahat bersama keluarga.
“Yang kita jual itu nuansa alam dan suasana desa yang sekarang mulai sulit ditemukan,” katanya.
Lembah Pereng View dibangun dengan konsep wisata keluarga berbasis alam, pertanian, peternakan, serta edukasi. Area wisata didesain menyatu dengan lingkungan sekitar tanpa menghilangkan karakter asli pedesaan. Pepohonan dibiarkan tumbuh rindang, area persawahan tetap dipertahankan, sementara aliran air alami menjadi bagian penting dari suasana wisata.
Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berfoto atau bermain, tetapi menikmati suasana tenang sambil duduk santai bersama keluarga. Anak-anak terlihat bebas berlarian di area terbuka, sementara para orang tua menikmati udara sejuk yang kini semakin sulit ditemukan di kawasan perkotaan.
![]() |
| Fasilitas vila dengan tarif mulai Rp250 ribu per malam. |
Salah satu area yang paling ramai dikunjungi adalah mini zoo. Di tempat ini, anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan berbagai hewan seperti domba merino, kambing, sapi, dan kelinci. Pengunjung diperbolehkan memberi makan hewan secara langsung tanpa dipungut biaya tambahan.
Suasana hangat tampak saat anak-anak tertawa sambil mengejar kelinci atau memberi makan domba yang jinak. Aktivitas sederhana tersebut justru menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak yang selama ini lebih sering hidup di lingkungan perkotaan.
“Konsep mini zoo ini supaya anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan hewan secara gratis,” tuturnya.
Tidak jauh dari area mini zoo, tersedia kolam renang anak dan dewasa yang menjadi favorit keluarga. Meski tidak mengusung konsep kolam besar dan mewah, suasana sejuk di sekitar area membuat pengunjung merasa nyaman menikmati waktu bersama keluarga. Tiket masuk kolam renang pun cukup terjangkau, hanya Rp5 ribu.
Selain itu, terdapat area pemancingan keluarga yang menawarkan suasana santai di tengah alam terbuka. Dengan tarif mulai Rp15 ribu hingga Rp30 ribu, pengunjung dapat menikmati sensasi memancing sambil mendengar suara air dan hembusan angin dari area persawahan.
Saat sore mulai datang, suasana di Lembah Pereng terasa semakin syahdu. Langit perlahan berubah jingga, udara menjadi lebih dingin, dan aroma masakan tradisional mulai tercium dari Pawon Lembah Pereng.
Pawon tersebut menjadi salah satu daya tarik kuliner di kawasan wisata. Berbeda dengan tempat wisata modern yang menyajikan menu cepat saji atau makanan western, Pawon Lembah Pereng justru mempertahankan cita rasa rumahan khas desa.
![]() |
| Domba Merino yang berada di mini zoo. |
Menu seperti pecel, aneka sayur tradisional, sambal rumahan, hingga lauk khas pedesaan menjadi sajian favorit pengunjung. Konsep sederhana itu justru menghadirkan rasa hangat dan nostalgia bagi banyak orang.
“Yang kita jual bukan makanan western, tapi makanan tradisional desa seperti pecel dan sayur khas rumahan,” jelasnya.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih lama, Lembah Pereng View juga menyediakan fasilitas vila dengan tarif mulai Rp250 ribu per malam. Vila-vila tersebut dibangun dengan konsep sederhana dan menyatu dengan alam sekitar.
Saat malam tiba, suasana berubah semakin tenang. Tidak terdengar kebisingan kendaraan ataupun hiruk-pikuk kota. Yang terdengar hanya suara jangkrik, aliran air, dan angin malam yang berhembus pelan dari area persawahan.
Banyak pengunjung memilih menginap untuk merasakan pengalaman hidup di desa secara lebih utuh. Pagi hari menjadi momen yang paling dinantikan karena pengunjung dapat menikmati udara segar sambil melihat aktivitas warga dan petani di sekitar kawasan wisata.
![]() |
| Lembah Pereng View juga mengembangkan konsep wisata edukasi. |
Tidak hanya berfokus pada wisata keluarga, Lembah Pereng View juga mengembangkan konsep wisata edukasi. Kawasan ini berada di bawah naungan Yayasan Taubah Al-Falah yang mengelola Al-Falah Quran Institute, sebuah lembaga pendidikan pasca-SMA dengan program pembelajaran agama dan kewirausahaan.
Pengelola kini tengah mempersiapkan program “Integrity Farm”, sebuah wisata edukasi untuk pelajar mulai PAUD hingga SMA. Dalam program tersebut, peserta akan diajak belajar langsung mengenai pertanian dan peternakan.
Anak-anak nantinya dapat mencoba menanam sayuran, memberi makan ternak, hingga memanen hasil pertanian secara langsung. Setelah mengikuti kegiatan, peserta juga akan mendapatkan sertifikat petani cilik.
“Kami ingin anak-anak punya pengalaman praktik bertani dan berinteraksi langsung dengan ternak,” ungkap Janu.
Sejak dilakukan soft opening pasca-Lebaran, jumlah pengunjung Lembah Pereng View terus meningkat. Pada hari biasa, jumlah wisatawan mencapai sekitar 50 orang per hari. Sementara saat akhir pekan dan musim liburan, jumlah pengunjung bisa mencapai ratusan orang.
Dalam satu bulan, total kunjungan diperkirakan mencapai 1.000 hingga 2.000 orang. Sebagian besar pengunjung datang bersama keluarga untuk menikmati suasana desa yang tenang dan alami.
Bagi Janu dan tim pengelola, Lembah Pereng View bukan sekadar tempat wisata. Tempat ini menjadi ruang untuk menghidupkan kembali kenangan masa kecil tentang desa yang damai, sederhana, dan penuh kehangatan.
“Harapan kami setelah pulang dari sini, pengunjung bisa bercerita bagaimana indahnya suasana desa,” pungkas Janu Hari Setiawan. (Sofyan)
Baca juga: Semarak Milad ke-94, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Tanam 94 Pohon di Bantaran Bengawan Solo
Wisata
Danar “Superhero Batman” Bersama Pipit “Superhero Supergirl” Promosikan Rasamadu Heritage Sambut Pemudik Lebaran
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Menjelang arus mudik Lebaran, promosi destinasi wisata di Kabupaten Sukoharjo semakin digencarkan. Salah satunya dilakukan di kawasan Rasamadu Heritage, yang kini menjadi ikon wisata heritage di Kartasura.
Konten kreator sekaligus staf pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo, Danar, hadir dengan konsep unik. Mengusung karakter “Superhero Batman”, ia ditemani Pipit yang tampil sebagai “Superhero Supergirl” untuk menarik perhatian publik, khususnya generasi muda dan keluarga.
Dalam sesi pengambilan konten promosi, keduanya menyusuri sejumlah spot unggulan, mulai dari area pameran mobil klasik, sudut arsitektur bergaya Eropa, hingga aktivitas olahraga padel yang menjadi daya tarik baru di kawasan tersebut.
![]() |
| Aktivitas olahraga padel yang menjadi daya tarik baru di Rasamadu Haritage. |
Mas Danar menyampaikan pendekatan kreatif ini sengaja dipilih agar promosi terasa lebih segar dan mudah diterima masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan promosi yang berbeda. Dengan konsep superhero, harapannya anak-anak hingga orang tua tertarik datang dan merasakan langsung suasana Rasamadu Heritage saat mudik Lebaran,” ujar Danar.
Ia menjelaskan momentum Lebaran menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kunjungan wisata, karena banyak perantau pulang kampung dan mencari destinasi rekreasi bersama keluarga.
![]() |
| Superhero Batman dan Supergirl saat foto bersama anak-anak. |
“Rasamadu Heritage memiliki perpaduan sejarah, edukasi, dan hiburan. Ini cocok untuk wisata keluarga. Kami ingin para pemudik tahu Sukoharjo punya destinasi yang tidak kalah menarik,” tambahnya.
Sementara itu, Pipit yang tampil sebagai Supergirl menuturkan promosi melalui konten kreatif dinilai efektif menjangkau audiens digital.
“Sekarang orang mencari referensi wisata lewat media sosial. Kami mencoba menyampaikan informasi dengan cara yang fun, visual, dan tetap informatif,” tuturnya.
![]() |
| Pengambilan foto spot di ruang Cubic. |
Rasamadu Heritage sendiri merupakan kawasan revitalisasi bekas pabrik gula era kolonial yang kini berkembang menjadi destinasi wisata edukatif dan rekreatif. Perpaduan bangunan klasik dengan fasilitas modern menjadikannya ruang pertemuan antara sejarah dan gaya hidup masa kini.
Disporapar Sukoharjo berharap promosi kreatif ini mampu meningkatkan jumlah kunjungan selama libur Lebaran, sekaligus memperkuat citra Rasamadu Heritage sebagai destinasi unggulan daerah. (Sofyan)
Baca juga: Pegawai PPPK Disporapar Sukoharjo Hadirkan Terobosan Promosi Wisata dan Ekraf Lewat Aksi Superhero
Wisata
![]() |
| Agus Widanarko, SE, SH, MH, MSi, staf PPPK Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Pertama, menghadirkan konsep promosi berbasis konten kreator dengan mengenakan kostum superhero. |
Pegawai PPPK Disporapar Sukoharjo Hadirkan Terobosan Promosi Wisata dan Ekraf Lewat Aksi Superhero
Sukoharjo – majalahlarise.com - Cara unik dilakukan seorang pegawai PPPK di lingkungan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sukoharjo (Disporapar) dalam membantu promosi wisata dan ekonomi kreatif. Agus Widanarko, SE, SH, MH, MSi, staf PPPK Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Pertama, menghadirkan konsep promosi berbasis konten kreator dengan mengenakan kostum superhero.
Agus yang akrab disapa Danar sebelumnya dikenal sebagai konten kreator sekaligus penyuluh narkoba. Dua tahun lalu, ia lolos seleksi ASN pada formasi bidang pariwisata dan kini berlabuh di Disporapar Sukoharjo. Meski statusnya berubah menjadi aparatur sipil negara, jiwa kreatifnya tetap menyala.
“Karena tugas saya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, saya berpikir bagaimana bisa membantu promosi dengan cara yang relevan di era sekarang. Media sosial menjadi ruang promosi paling efektif,” ujar Danar saat ditemui di Sukoharjo.
Berbekal pengalaman membuat konten dan mendongeng dengan kostum superhero, Danar memutar strategi. Ia mereview destinasi wisata, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif dengan tampil sebagai tokoh superhero, termasuk karakter seperti Batman.
![]() |
| Batman saat membantu produksi ekonomi kreatif pelaku UMKM telur asin di Polokarto. |
Sejumlah tempat wisata telah ia kunjungi, mulai dari kolam renang, rumah makan, hingga sentra produksi ekonomi kreatif seperti telur asin di Polokarto. Bahkan, ia membantu pelaku UMKM melakukan siaran langsung di TikTok dengan mengenakan kostum superhero untuk menarik perhatian pasar.
Tidak hanya menyasar UMKM, Danar juga membantu hotel dan restoran mempromosikan paket buka puasa bersama saat Ramadan. Selama dua tahun terakhir, sedikitnya 14 hotel di Sukoharjo dan wilayah Solo Raya telah ia bantu promosikan melalui konten kreatifnya.
Semua kegiatan tersebut dilakukan secara gratis, kadang dibantu sang istri, sebagai bentuk pengabdian terhadap tugasnya sebagai staf PPPK bidang pariwisata. “Ini bagian dari tanggung jawab moral saya untuk mendukung promosi wisata dan ekonomi kreatif daerah,” tuturnya.
Danar menjelaskan, sasaran utama kontennya adalah anak-anak. Menurutnya, pendekatan ini memiliki efek psikologis yang kuat.
“Kalau anak-anak sudah suka dengan idolanya, mereka akan mengikuti apa yang disampaikan. Misalnya mereka melihat superhero buka puasa di hotel tertentu, biasanya akan meminta orang tuanya ke sana,” jelasnya.
Strategi tersebut terbukti efektif. Banyak pelaku usaha ekonomi kreatif dan pengelola wisata kemudian mengundangnya untuk melakukan review. Selain promosi, Danar juga mengedukasi pelaku usaha yang belum memiliki platform media sosial.
Ia mencontohkan pendampingan terhadap produsen telur asin di Polokarto yang sebelumnya berjualan secara tradisional. Danar membantu membuatkan akun media sosial serta mengajarkan teknik pembuatan konten promosi. Hasilnya, penjualan mengalami peningkatan signifikan.
Salah satu pelaku ekonomi kreatif, Dinda pemilik DK Florist, menyampaikan usahanya terbantu setelah direview oleh Danar. “Saya lumayan terbantu penjualan bucket bunga. Mas Danar pernah memberi kejutan wisuda untuk istrinya memakai kostum superhero dan membawa bunga dari produk saya. Aksinya viral dan sempat diliput televisi nasional. Sejak itu permintaan meningkat,” ungkap Dinda.
Program ini dimulai sejak tahun lalu atas izin Kepala Disporapar saat itu, Setyo Ajik Nugroho. Di bawah kepemimpinan kepala dinas saat ini, Herdis Kurnia Wijaya, dukungan terhadap program tersebut semakin kuat. Bahkan Danar didorong untuk memanfaatkan energi kreatifnya berkeliling kampung mempromosikan wisata menggunakan motor literasi “Gatotkaca”, selain melalui konten digital.
Melalui pendekatan kreatif berbasis karakter superhero, Danar berhasil menggabungkan hiburan, edukasi, dan promosi dalam satu kemasan. Terobosan ini menjadi contoh bagaimana aparatur sipil negara dapat berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah secara nyata. (Sofyan)
Baca juga: Batman dan Supergirl Semarakkan Iftar Ramadhan Heritage in Motion di Rasamadu Heritage Kartasura
Wisata
![]() |
| Superhero Gatutkaca membacakan kisah Nabi Nuh kepada anak-anak, didampingi Ultraman dan Spiderman serta duta wisata mas-mbak Sukoharjo. |
Literasi Superhero di Batu Seribu, Dongeng Nabi Nuh hingga Gunungan Sego Berkat Semarakkan Tradisi Padusan Sukoharjo
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Suasana tradisi padusan di kawasan wisata Batu Seribu, Selasa (17/2/2026), tampil berbeda. Di tengah ramainya pengunjung yang memadati kolam dan area wisata untuk bersuci menjelang Ramadan, sosok superhero Gatutkaca hadir membacakan kisah Nabi Nuh kepada anak-anak, didampingi Ultraman dan Spiderman.
Kegiatan literasi tersebut digelar oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sukoharjo sebagai bagian dari tradisi tahunan padusan yang dikemas dengan nuansa baru. Setelah dongeng, acara dilanjutkan dengan pembagian nasi berkat yang dibungkus daun jati, tersusun dalam gunungan sego berkat yang menjadi daya tarik tersendiri.
Superhero Gatutkaca yang diperankan Danar menjelaskan, agenda tersebut merupakan perpaduan tradisi lama dan inovasi baru.
“Hari ini tradisi tahunan padusan kita padukan dengan tradisi baru di Batu Seribu, yaitu gunungan sego berkat. Jadi kita bagi gunungan sego berkat, ada jamu, lalu adik-adik kita dongengi tentang kisah Nabi menjelang Ramadan,” ujar Danar.
![]() |
| Minum jamu bersama-sama. |
Ia menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai spiritual kepada anak-anak sebelum memasuki bulan suci.
“Harapannya adik-adik memasuki Ramadan ini mencucikan diri lewat padusan dan tertarik selalu datang ke sini. Dulu belum ada tradisi seperti ini, sekarang kita buat tradisi baru yang menarik,” katanya.
Kehadiran Ultraman dan Spiderman menambah semarak suasana. Usai sesi literasi, superhero Ultraman terlihat mengajak anak-anak berenang di kolam.
“Gatutkaca tidak sendiri. Kami ajak superhero lain untuk menghibur. Jadi bukan hanya mendongeng, tapi juga menemani adik-adik berenang. Padusan bukan sekadar bersuci, tapi juga tanda keceriaan anak-anak menyambut Ramadan,” jelasnya.
![]() |
| Superhero Ultraman terlihat mengajak anak-anak berenang di kolam. |
Acara tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disporapar Kabupaten Sukoharjo, Herdis Kurnia Wijaya, S.Sos., M.Si., serta Duta Wisata Mas dan Mbak Sukoharjo.
Herdis menyampaikan Batu Seribu menjadi salah satu ikon destinasi wisata yang dikelola pemerintah kabupaten. Momentum menjelang Ramadan dimanfaatkan untuk menggelar padusan secara kolaboratif bersama pegiat wisata.
“Kita memanfaatkan momen menjelang Ramadan dengan menyelenggarakan padusan. Ada yang membawa nasi berkat, ada jamu. Pengunjung berbagi rezeki, berbagi nasi berkat. Harapannya tentu tambah berkat,” ujarnya.
Ia mengakui, meski sempat diguyur hujan, tingkat kunjungan wisatawan meningkat signifikan dibanding hari biasa.
“Desitasnya tinggi sejak pagi dan sampai sore masih hangat. Kenaikannya signifikan sekali hari ini. Momen ini bagi kami menjadi berkah karena meningkatkan kunjungan,” katanya.
Menurut Herdis, saat ini destinasi wisata yang dikelola langsung pemerintah kabupaten ada dua titik, yakni Batu Seribu dan Balakan. Namun, momentum libur panjang seperti Imlek, Ramadan, dan Paskah turut membawa limpahan wisatawan dari kawasan Solo Raya.
“Kita punya kawasan Solo Baru yang menjadi ikon kuliner. Kepadatan pengunjung terasa sekali. Ini motivator luar biasa bagi peningkatan penerimaan daerah. PR kami ke depan bagaimana mengembangkan destinasi wisata sendiri sehingga tidak hanya menunggu limpahan dari kota Solo,” jelasnya.
Tradisi padusan di Batu Seribu tahun ini tidak hanya menjadi ajang bersuci menjelang Ramadan, tetapi juga panggung edukasi dan hiburan ramah anak. Dongeng Nabi Nuh, gunungan sego berkat, hingga tawa anak-anak di kolam renang berpadu menjadi wajah baru wisata religi yang lebih kreatif dan penuh makna. (Sofyan)
Baca juga: Menakjubkan, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Borong 7 Medali di OlympicAD VIII Nasional Makassar
Wisata
![]() |
| kesenian tari Topeng Ireng Sekar Bhawana dari Desa Tarubatang, Kecamatan Selo. |
Sosialisasi Media Tradisional di Klego Boyolali, Ratusan Warga Tumpah Ruah
Boyolali – majalahlarise.com - Sosialisasi peningkatan kapasitas melalui media tradisional digelar di Lapangan Desa Bade, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, pada sabtu (27/12/2025) berhasil menyedot antusiasme ratusan warga. Kegiatan ini difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Sekretariat DPRD Jawa Tengah.
Acara tersebut diinisiasi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari PDI Perjuangan, Ribut Budi Santoso. Ia menjelaskan, setiap anggota DPRD memiliki kewajiban mengundang kelompok seni sekaligus menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat melalui media tradisional.
Dalam kegiatan bertajuk “Klego Gumregah”, ditampilkan kesenian tari Topeng Ireng Sekar Bhawana dari Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, yang berasal dari lereng Gunung Merapi dan Merbabu, di bawah pimpinan Sukardi. Pentas seni ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati lokasi acara.
Ribut Budi Santoso berharap kesenian tradisional dapat terus diuri-uri sebagai warisan leluhur. Ia juga mengajak para seniman di Boyolali untuk aktif berpartisipasi dan berkoordinasi dalam upaya pelestarian budaya.
Camat Klego mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada panitia, warga, serta pihak keamanan dari TNI dan Polri. Menurutnya, acara ini menjadi hiburan positif bagi masyarakat, terutama di masa libur panjang Natal, Tahun Baru, dan liburan sekolah.
Salah seorang warga, Navisa, mengaku senang dengan adanya pentas seni tersebut karena menjadi hiburan positif di tengah libur panjang Natal dan Tahun Baru serta libur sekolah. Hal senada disampaikan pimpinan kesenian Topeng Ireng Sekar Bhawana, Sukardi, yang mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk tampil dalam kegiatan tersebut.
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga diramaikan puluhan stan UMKM yang turut menggerakkan perekonomian lokal. (Ags/ Sofyan)
Baca juga: Refleksi Pendidikan Jateng 2025: Sekolah Kemitraan Perluas Akses, Sekolah Olahraga Jaga Prestasi
Wisata
Jejak Keindahan di Gunung Dewa Dewi: Saat Alam dan Seni Menyatu Harmonis
WONOGIRI – majalahlarise.com - Kabupaten Wonogiri terus menggeliat dalam memoles potensi pariwisatanya. Salah satu destinasi yang kini tengah naik daun dan menjadi primadona baru adalah Wisata Gunung Dewa Dewi. Terletak di kawasan perbukitan yang asri, destinasi ini menawarkan perpaduan unik antara panorama alam yang memukau dengan sentuhan ornamen budaya yang kental, menciptakan ilusi seolah pengunjung sedang berada di Pulau Dewata, namun dengan hawa sejuk khas pegunungan Jawa Tengah.
Saat memasuki kawasan ini, pengunjung langsung disambut oleh gapura megah dan deretan patung-patung artistik yang menjadi ikon utama tempat ini. Keberadaan patung-patung yang menjulang dengan latar belakang langit biru memberikan kesan sakral sekaligus eksotis. Konsep ini sengaja diusung untuk memberikan pengalaman visual yang berbeda bagi wisatawan, menjadikannya lokasi yang sangat instagramable dan memanjakan mata.
Daya tarik utama Gunung Dewa Dewi tak hanya terletak pada ornamen buatannya, melainkan pada lanskap alam yang tersaji di sekelilingnya. Dari ketinggian gardu pandang yang telah disediakan, sejauh mata memandang terhampar permadani hijau hutan jati dan perbukitan kapur yang menjadi ciri khas topografi Wonogiri. Saat cuaca cerah, gumpalan awan putih yang berarak rendah seolah berada dalam jangkauan tangan, menciptakan suasana "negeri di atas awan" yang menenangkan.
Tak hanya menawarkan pemandangan, kawasan Gunung Dewa Dewi juga menjadi titik kumpul favorit bagi komunitas pecinta otomotif. Deretan mobil Jeep off-road yang terparkir gagah siap mengantar pengunjung menjajal medan menantang di sekitar kaki bukit."
Fasilitas di lokasi ini pun terbilang cukup memadai untuk menunjang kenyamanan wisatawan. Selain spot foto di berbagai sudut, pengelola juga menyediakan area duduk santai (gazebo) dan akses jalan setapak yang tertata rapi. Bagi pencinta tantangan, area parkir yang luas juga sering kali dihiasi oleh kehadiran komunitas mobil off-road (Jeep), yang menandakan bahwa medan menuju atau di sekitar kawasan ini juga menawarkan sensasi petualangan tersendiri bagi penggemar otomotif.
Keindahan Gunung Dewa Dewi tidak hanya diakui oleh warga lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan dari luar daerah. Salah satu pengunjung dari Sukoharjo (Sari) mengungkapkan kekagumannya saat pertama kali menapakkan kaki di destinasi ini.
"Ternyata tempatnya sebagus ini. Awalnya lihat di media sosial kirain editan, ternyata aslinya memang seindah itu. Udaranya sejuk banget, beda jauh sama di kota yang panas. Rasanya cocok banget buat healing tipis-tipis tanpa harus keluar biaya mahal," ujar Sari saat ditemui di lokasi.
Kehadiran Wisata Gunung Dewa Dewi ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi semata, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar melalui sektor pariwisata. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan promosi yang tepat, bukan tidak mungkin lokasi ini akan menjadi ikon wisata unggulan baru di Jawa Tengah bagian selatan. (Danu)
Baca juga: Eksistensi Jenang Bu Hartini, Warisan Kuliner 3 Zaman dari Pracimantoro
Wisata
![]() |
| Rangkaian Seni Budaya Hiburan Rakyat yang berlangsung di Taman Balekambang Surakarta. |
Taman Balekambang Gelar Seni Budaya Rakyat Sambut Nataru 2026
SURAKARTA — majalahlarise.com - Dalam rangka menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Taman Balekambang Surakarta menggelar rangkaian Seni Budaya Hiburan Rakyat yang berlangsung mulai 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang pelestarian budaya Jawa yang kental dan khas di tengah arus budaya modern.
Acara tersebut menampilkan beragam pertunjukan seni, mulai dari tari-tari kreasi, sajian lagu keroncong klasik, hingga kolaborasi apik bersama para seniman dan budayawan lokal. Setiap pertunjukan disuguhkan secara terbuka sehingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat yang berkunjung ke kawasan Taman Balekambang.
Tak hanya pertunjukan seni, suasana semakin semarak dengan hadirnya beragam jajanan dan kuliner tradisional yang berjajar di sisi kanan dan kiri area acara. Kehadiran pelaku UMKM ini menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung sekaligus mendukung perputaran ekonomi rakyat selama momen libur akhir tahun.
Penyelenggara acara Arifin berharap, kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk memamerkan karya-karya budaya Nusantara, khususnya budaya Jawa, dalam menyambut pergantian tahun.
"Perayaan Tahun Baru tidak hanya diwarnai oleh budaya asing, tetapi juga memperkuat identitas lokal yang sarat nilai dan filosofi," harapnya.
Melalui gelaran seni budaya ini, Taman Balekambang diharapkan terus menjadi pusat kegiatan kebudayaan dan hiburan rakyat yang edukatif, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam suasana Nataru yang hangat dan bermakna. (Manaf)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...

















