Dhini Winahyu Hapsari (Beramal Jariyah Lewat Mendongeng)

Print Friendly and PDF

Aktivis Rumah Dongeng, Dhini Winahyu Hapsari saat mendongeng dalam acara Double Decker berbagi bersama anak yatim.
Dhini Winahyu Hapsari
Aktivis Rumah Dongeng

Beramal Jariyah Lewat Mendongeng

Sukoharjo-Dibesarkan di keluarga pendidik, wanita bernama lengkap Dhini Winahyu Hapsari (22) ini mengalir darah pendidik. Walaupun mengambil pendidikan perguruan tinggi jurusan ilmu hukum Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) hati kecil dan jiwanya tidak dapat melepaskan diri di dunia pendidikan. Panggilan jiwa inilah yang membuatnya terpanggil berbagi ilmu melalui mendongeng.
     Dara berjilbab berparas ayu ini mengaku mencintai dunia pendidik sejak kecil. Ini dikarenakan sejak kecil tidak jauh dari lingkungan taman pendidikan Al Qur’an (TPQ) yang didirikan ibunya sejak 14 tahun yang lalu dan ia dapat menikmati sebagai pengajar di TPQ.
     “Waktu SMP sangat suka mendidik atau mengajar TPQ. Ketika SMA saya kost juga ikut mengajar di PAUD dan TPQ di lingkungan kost. Saya sekarang sudah semester 6 saya mengajar melalui dongeng dan mendirikan rumah dongeng bersama teman-teman,” ujarnya usai mendongeng acara Double Decker berbagi bersama anak yatim. Selasa (22/5/2018).
     Gadis kelahiran, Sukoharjo 26 Mei 1996 ini bercerita bergelut di dunia dongeng sampai saat ini tidak terlepas dari pengalaman sewaktu kecil sebelum TK. Ia pernah didongengi oleh orang yang belum pernah dikenalnya hingga saat ini dongeng itu masih sangat meresap di memorinya.
     “Ternyata dongeng salah satu sarana edukatif anak-anak. Saya ingin adik-adik mendapatkan edukasi membekas di memori sampai mereka dewasa melalui dongeng,” katanya.
     Disinggung mengenai pemilihan tema dalam mendongeng, ia menjelaskan disesuaikan dengan tempat dan tema kegiatan yang sedang berlangsung. Ketika mendapatkan kesempatan mendongeng di TPQ mengangkat tema kisah-kisah nabi dan rasul beserta penanaman akhlak maupun hafalan Al Qur’an. 
     Lebih lanjut, wanita yang saat ini tinggal di Bulu Sukoharjo ini mengatakan mendirikan rumah dongeng merupakan impiannya bersama teman-teman agar bisa mengajarkan anak-anak maupun orang lain mendongeng. Melalui rumah dongeng inilah menjadi ladang amal jariyah investasi akhirat melalui pendidikan.
     “Saya berharap setelah lulus kuliah nanti rumah dongeng tetap berdiri ada penerusnya yang kita bimbing terus. Saya pun tidak melepaskan dari rumah dongeng. Kami sudah berikrar rumah dongeng ini seperti rumah amal untuk kita jangan sampai berhanti walau sudah lulus kuliah atau sudah bekerja,” terangnya. (Sofyan)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top