Dean Aprianto Wibowo berhasil menjadi Juara 1 IPS Terintegrasi, serta Siti Fatimah Azzahra meraih Juara Harapan 3 IPA Terintegrasi.


    MTs Negeri 5 Wonogiri Raih Prestasi OMI 2026, Dean Juara 1 IPS Terintegrasi dan Siti Fatimah Harapan 3 IPA


    Wonogiri - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik MTs Negeri 5 Wonogiri. Dua siswa madrasah tersebut berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Jenjang MTs Tahun 2026 tingkat Kabupaten Wonogiri.


    Dua prestasi tersebut diraih Dean Aprianto Wibowo yang berhasil menjadi Juara 1 IPS Terintegrasi, serta Siti Fatimah Azzahra yang meraih Juara Harapan 3 IPA Terintegrasi.


    Prestasi tersebut menjadi capaian positif bagi MTs Negeri 5 Wonogiri yang berlokasi di Tawangrejo, Pagutan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Data resmi pendidikan Kemendikdasmen mencatat MTs Negeri 5 Wonogiri sebagai satuan pendidikan jenjang MTs berstatus negeri di bawah Kementerian Agama. 


    Keberhasilan Dean dan Siti Fatimah menunjukkan kemampuan siswa dalam mengikuti kompetisi akademik pada bidang yang berbeda. Dean berhasil menunjukkan kemampuan pada bidang IPS Terintegrasi, sedangkan Siti Fatimah berprestasi melalui bidang IPA Terintegrasi.


    OMI menjadi salah satu ajang yang memberikan ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan akademik, penalaran, serta kompetensi sesuai bidang yang dilombakan.


    Kepala MTs Negeri 5 Wonogiri, Umi Muslikhah, S.Ag., M.Pd menyampaikan capaian prestasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong siswa untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi pada berbagai tingkatan.


    Sebelumnya, MTs Negeri 5 Wonogiri juga mencatat prestasi di bidang teknologi. Tim robotiknya meraih Juara 1 Madagascar Robotic Fair 2026 pada Mei lalu melalui tim yang salah satunya diperkuat Dean Aprianto Wibowo. 


    "Capaian tersebut memperlihatkan keberagaman potensi peserta didik MTs Negeri 5 Wonogiri, mulai dari bidang akademik hingga teknologi.


    "Prestasi Dean Aprianto Wibowo dan Siti Fatimah Azzahra di OMI 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta mengukir prestasi sesuai minat dan bakat masing-masing," harapannya. (Sofyan)


    Baca juga: Lolos Kurasi Pameran Internasional, Karya Mahasiswa DKV ISI Surakarta Dipajang Bersama Karya dari 28 Negara


    Agil Muzakki, siswa kelas X SMA, yang berhasil menjadi Juara 1 MTQ Putra. Kemudian Athifa Azkia Khairunnisa, siswa kelas XI SMA, meraih Juara 1 Da’i. Sementara Alifia Husna Azizah, siswa kelas XII SMA, berhasil menjadi Juara 1 MTQ Putri.


    PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Borong Tiga Juara 1 MAPSI Kabupaten Boyolali

    Boyolali - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum Sambi. Dalam ajang Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMA se-Kabupaten Boyolali, tiga santri SMA Muhammadiyah PK Manafi’ul ‘Ulum berhasil meraih Juara 1 pada cabang yang diikuti.

    Tiga prestasi tersebut diraih Sulthan Agil Muzakki, siswa kelas X SMA, yang berhasil menjadi Juara 1 MTQ Putra. Kemudian Athifa Azkia Khairunnisa, siswa kelas XI SMA, meraih Juara 1 Da’i. Sementara Alifia Husna Azizah, siswa kelas XII SMA, berhasil menjadi Juara 1 MTQ Putri.

    Capaian tersebut menjadi prestasi istimewa bagi keluarga besar PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi. Keberhasilan para santri sekaligus menunjukkan hasil pembinaan keislaman, Al-Qur’an, dan dakwah yang menjadi bagian dari kehidupan pesantren.

    Kepala SMA Muhammadiyah PK Manafi’ul ‘Ulum, Ari Rosmawati, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas perjuangan para santri yang telah mengikuti kompetisi tersebut. Dalam ajang MAPSI Kabupaten Boyolali, para santri didampingi Sholahudin.

    “Alhamdulillah, prestasi ini adalah buah dari ikhtiar, doa, latihan, dan pembinaan yang dilakukan bersama. Semoga menjadi pemantik semangat untuk terus mencintai dan mensyiarkan Al-Qur’an serta dakwah Islam,” ungkap Ari dalam ucapan apresiasi sekolah.

    Apresiasi juga disampaikan Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Pujiono. Menurutnya, prestasi yang diraih para santri merupakan bagian dari proses pembentukan pribadi yang memiliki keimanan, keilmuan, keterampilan, sekaligus kesiapan untuk berdakwah di tengah masyarakat.

    “Juara boleh diraih, tetapi kerendahan hati harus tetap dijaga. Prestasi harus menjadi energi untuk terus belajar dan tafaqquh fid-din,” pesannya.

    Tiga Juara 1 dalam MAPSI Kabupaten Boyolali tersebut menjadi motivasi bagi seluruh santri PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi untuk terus mengembangkan potensi. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk menempa mental, karakter, keterampilan, dan keberanian tampil di tengah masyarakat.

    PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi terus mendorong santri untuk tumbuh menjadi generasi berprestasi, berakhlak, serta memiliki kesiapan untuk berdakwah dan berkontribusi bagi masyarakat.

    Bagi generasi muda yang ingin memperdalam ilmu agama sekaligus mengembangkan potensi akademik dan nonakademik, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi membuka kesempatan melalui Pendaftaran Santri Baru (PSB). (Sofyan)


    Baca juga: SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru

     

    Dhimas Pandu Aji Aryanata berhasil meraih Juara II Lomba Nembang Macapat dan Alexander Arrondya Iswara Bumi meraih Juara II pada Lomba Maca Geguritan.


    Prestasi FTBI 2026, SMP Negeri 8 Kota Surakarta Raih Juara II Nembang Macapat dan Geguritan

    Surakarta - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik SMP Negeri 8 Kota Surakarta melalui ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SMP Tingkat Kota Surakarta Tahun 2026.

    Dalam ajang tersebut, SMP Negeri 8 Kota Surakarta berhasil meraih dua Juara II. Prestasi tersebut diraih melalui cabang Lomba Nembang Macapat dan Lomba Maca Geguritan.

    Pada Lomba Nembang Macapat yang berlangsung 20 Agustus 2026 di Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dhimas Pandu Aji Aryanata berhasil meraih Juara II. Sementara itu, Alexander Arrondya Iswara Bumi meraih Juara II pada Lomba Maca Geguritan yang dilaksanakan 24 Agustus 2026 di tempat yang sama.

    Kedua peserta didik tersebut mengikuti perlombaan dengan bimbingan Sri Murwani, S.Pd. Persiapan dan latihan yang dilakukan mampu mengantarkan Dhimas dan Alexander menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang bahasa dan seni budaya Jawa.

    Prestasi tersebut tidak hanya menjadi capaian dalam perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus melestarikan bahasa dan budaya Jawa di kalangan generasi muda.

    Lomba Nembang Macapat dan Maca Geguritan menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, melatih kepercayaan diri, serta mengenal kekayaan budaya daerah.

    Ucapan selamat dan Apresiasi juga  disampaikan keluarga besar SMP Negeri 8 Kota Surakarta oleh Kepala Sekolah Sarjoko, S.Pd.

    “Selamat untuk tim FTBI. Semoga prestasinya membawakan berkah. Depanska jaya, pasti bisa,” ujarnya.

    Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi peserta didik untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi di berbagai bidang.

    Capaian Dhimas Pandu Aji Aryanata dan Alexander Arrondya Iswara Bumi sekaligus menunjukkan pentingnya ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan seni serta bahasa daerah.

    Dengan prestasi tersebut, SMP Negeri 8 Kota Surakarta terus mendorong peserta didik untuk berkarya, berprestasi, sekaligus ikut menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya Jawa. (Sofyan)


    Baca juga: Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Berbagai Perspektif untuk Hasilkan Generasi Unggul, Kreatif, Kritis, Inovatif, Produktif, dan Inspiratif Era Digital



    PASKANATHA (EIC) Drill Team SMA Veteran 1 Sukoharjo Raih Empat Penghargaan di Kejurda Forbasi Jateng

    Sukoharjo - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA Veteran 1 Sukoharjo. Melalui PASKANATHA East India Company (EIC) Drill Team, siswa sekolah tersebut berhasil membawa pulang empat penghargaan dalam Lomba Olahraga Baris-Berbaris Kejurda Forbasi Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Universitas Harkat Negeri, Tegal, Minggu (13/9/2026).

    Dalam kompetisi tersebut, EIC Drill Team SMA Veteran 1 Sukoharjo berhasil meraih Juara Harapan 3 Utama (6 Besar), Juara 2 Kostum Terbaik, Best Kontingen, dan Best Voucher.

    Pencapaian tersebut menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, serta semangat para anggota EIC Drill Team dalam mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi. Prestasi ini sekaligus menambah deretan capaian nonakademik SMA Veteran 1 Sukoharjo.

    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd, M.Si, menjelaskan sekolah harus mampu menjadi wadah bagi siswa untuk berproses, baik melalui bidang akademik maupun non akademik. Salah satunya melalui ekstrakurikuler di SMA Veteran 1 Sukoharjo, termasuk Tonsus.

    Menurut Koyem, kegiatan ekstrakurikuler memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, sekaligus membangun karakter. Proses tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membentuk pribadi siswa yang memiliki pengalaman dan mental kompetitif.

    “Harapannya, dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler, anak mampu berproses dengan hebat serta memperoleh prestasi-prestasi. Dari situ karakter dan branding sekolah terbentuk,” jelasnya.

    Koyem menambahkan, berbagai prestasi yang diraih siswa diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap SMA Veteran 1 Sukoharjo. Sekolah terus berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai minat, bakat, dan kemampuannya.

    “Dengan prestasi-prestasi tersebut, masyarakat percaya bahwa SMA Veteran 1 Sukoharjo mempunyai banyak prestasi, baik tingkat daerah maupun pusat. Sehingga masyarakat ingin dan berebut anaknya bersekolah di SMA Veteran 1 Sukoharjo,” tandasnya.

    Prestasi PASKANATHA EIC Drill Team di Kejurda Forbasi Jawa Tengah tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen SMA Veteran 1 Sukoharjo dalam mengembangkan potensi siswa melalui kegiatan akademik maupun nonakademik.

    Semangat “Berkibar, Terampil & Berprestasi” pun terus digaungkan sebagai bagian dari upaya sekolah mencetak generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, disiplin, terampil, dan mampu berprestasi di berbagai bidang. (Sofyan)


    Baca juga: Luar Biasa! SMA Veteran 1 Sukoharjo Borong Medali Emas dan Perak di Ajang POPDA Jateng


    Dhimas Pandu Aji Aryanata saat meraih juara 1 lomba MAPSI cabang adzan tingkat Provinsi Jawa Tengah.


    Dari Suara Adzan hingga Panggung Seni, Dua Mimpi Besar Dhimas Pandu Aji Aryanata Siswa SMP Negeri 8 Kota Surakarta 

    Surakarta - majalahlarise.com - Suara adzan bagi Dhimas Pandu Aji Aryanata bukan sekadar penanda masuknya waktu salat. Dari lantunan kalimat-kalimat penuh makna itu, tumbuh sebuah perjalanan panjang yang membawanya dari latihan sederhana di rumah hingga menjadi juara adzan tingkat Provinsi Jawa Tengah.

    Siswa kelas 7F SMP Negeri 8 Surakarta itu mulai mengenal dan menekuni adzan sejak duduk di kelas 4 SD. Tidak ada pelatih khusus yang mendampinginya. Di tengah masa pandemi Covid-19, ketika sebagian besar waktunya dihabiskan di rumah, Arya begitu nama panggilannya justru menemukan ruang untuk mengasah kemampuan.

    YouTube menjadi salah satu gurunya.

    Ia menyimak berbagai lantunan adzan, kemudian mencoba menirukan suara, irama, hingga tekniknya. Salah satu lantunan yang menjadi referensinya adalah adzan Syekh Syabah. Dari sana, Arya belajar sedikit demi sedikit. Tidak sekali dua kali, tetapi berulang-ulang.

    Latihan pun menjadi rutinitas. Pagi dan sore hari, suara Arya digunakan untuk berlatih. Ia belajar mengatur napas, menjaga kestabilan suara, sekaligus memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi agar kualitas vokalnya tetap terjaga.

    “Kalau latihan biasanya dua kali sehari, pagi dan sore,” ujarnya.

    Kerja keras itu kemudian menemukan panggungnya.

    Pada 2024, ketika masih duduk di kelas 4 SD, Arya mengikuti lomba MAPSI cabang adzan. Ia berhasil melaju hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Kota Magelang. Hasilnya, ia meraih juara harapan II.

    Bagi sebagian orang, capaian tersebut mungkin menjadi sebuah akhir. Bagi Dhimas, justru menjadi awal untuk berlatih lebih keras.

    Setahun berikutnya, ketika duduk di kelas 5 SD, ia kembali mengikuti kompetisi adzan tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kudus. Kali ini hasilnya meningkat. Dhimas berhasil meraih juara II.

    Ia belum puas. Pada 2025, saat kelas 6 SD, Arya kembali berada di arena yang sama. Pengalaman dua tahun sebelumnya menjadi bekal. Ia tampil dengan persiapan lebih matang dan berhasil meraih juara I tingkat Provinsi Jawa Tengah.

    Prestasi itu tidak membuatnya berhenti. Setelah memasuki SMP Negeri 8 Surakarta, semangat berkompetisinya tetap menyala. Ia kembali mengikuti perlombaan mocopat berhasil masuk 20 besar.

    Bagi Arya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Setiap perlombaan menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan dan menemukan bagian yang masih harus diperbaiki.

    Menariknya, kemampuan adzan tersebut tidak berhenti di panggung perlombaan. Dhimas juga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia mulai dipercaya menjadi muadzin di masjid.

    Pada minggu pertama, ia mendapat kesempatan mengumandangkan adzan salat Jumat di Masjid Dinas Pendidikan Kota Surakarta. Pada minggu kedua dan keempat, ia mengisi adzan di Masjid Nuraini, Mojosongo.

    Di tempat-tempat itulah suara yang dahulu dilatih seorang diri di rumah kini didengar oleh jamaah.

    Dukungan keluarga dan sekolah menjadi energi tersendiri bagi Dhimas. Putra pasangan Endah Sarianti, S.Pd. dan Aji Pamungkas, A.Md. tersebut mendapatkan dorongan dari orang tua dan guru untuk terus berkembang.

    Namun, dunia Arya ternyata tidak hanya berisi lantunan adzan.

    Di balik sosok yang tekun berlatih vokal, terdapat anak muda yang juga memiliki kecintaan kuat terhadap seni tradisional.

    Ketertarikan itu pula yang menjadi salah satu alasan Arya memilih SMP Negeri 8 Surakarta. Ia melihat perkembangan seni di sekolah tersebut sangat maju. Lingkungan itu membuatnya semakin dekat dengan dunia yang sudah akrab dalam keluarganya.

    Sosok guru bernama Radhian menjadi salah satu figur yang menginspirasinya. Guru yang juga seorang dalang tersebut membuat Arya memiliki cita-cita baru yaitu menjadi dalang.

    Darah seni memang tidak asing dalam keluarganya. Sang kakek dikenal sebagai sosok yang dituakan di lingkungan seni. Ibunya pernah menekuni seni tari dan bahkan memiliki pengalaman tampil hingga Eropa. Sementara sang kakak aktif berkesenian dan berlatih di Sanggar Gedung Kuning serta Sanggar Minang Padang.

    Bagi Arya, seni bukan sekadar kegiatan tambahan. Seni menjadi bagian dari kehidupan yang ingin terus ia pelajari.

    Dhimas Pandu Aji Aryanata saat tampil memerankan tokoh Bagong.


    Ia mulai memberi perhatian lebih pada karawitan dan tari. Sejumlah pengalaman tampil pun telah dirasakannya. Ia pernah membawakan Tari Eko Prawiro dan tari Bagong dalam berbagai kegiatan, termasuk di Sanggar Gedung Kuning, Graha Wisata, lingkungan SMP Negeri 8 Surakarta, hingga Loji Gandrung.

    Di atas panggung, Arya menemukan kegembiraan yang berbeda. Jika melalui adzan ia belajar mengolah suara dan membangun keberanian, melalui seni ia belajar mengenal budaya sekaligus menjaga warisan leluhur.

    Ia memiliki harapan sederhana, tetapi penting: semakin banyak anak muda yang mencintai seni tradisional.

    Menurutnya, tari dan karawitan harus tetap hidup meski zaman terus berubah. Generasi muda perlu diberi ruang untuk mengenal, mempelajari, kemudian mengembangkan kesenian daerah dengan cara mereka sendiri.

    Lebih jauh, Arya memiliki sebuah gagasan untuk sekolahnya. Ia berharap suatu saat SMP Negeri 8 Surakarta dapat berkembang menjadi sekolah yang memiliki kekhususan di bidang seni, seperti halnya Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang menjadi wadah pengembangan atlet.

    “Semoga semakin banyak generasi muda yang mencintai seni tradisional, terutama tari dan karawitan,” harapnya.

    Di usianya yang masih belia, Arya sudah memiliki dua mimpi besar yang mungkin terdengar jauh, tetapi justru menjadi kompas dalam langkahnya.

    Ia ingin menjadi muadzin di Masjidil Haram. Di saat yang sama, ia juga ingin menjadi dalang.

    Dua cita-cita itu seolah berasal dari dua dunia berbeda. Yang satu lahir dari suara adzan dan kecintaan terhadap kehidupan religi. Yang lain tumbuh dari panggung seni, gamelan, tari, wayang, dan tradisi keluarga.

    Namun bagi Arya, keduanya memiliki benang merah yang sama yaitu latihan, ketekunan, keberanian untuk tampil, dan kecintaan terhadap apa yang dijalaninya.

    Perjalanan Arya masih panjang. Ia baru mengawali masa SMP. Masih ada banyak kompetisi, panggung seni, latihan, kegagalan, dan kesempatan yang akan datang.

    Tetapi satu hal sudah terlihat sejak sekarang. Arya tidak sedang sekadar mengejar piala.

    Ia sedang membangun dirinya sendiri dengan suara adzan di satu sisi, dan seni tradisional di sisi lainnya.

    Dari latihan sederhana di rumah, ia belajar mengejar prestasi. Dari panggung perlombaan, ia belajar percaya diri. Dari keluarga dan guru, ia belajar arti dukungan. Dan dari seni tradisional, ia belajar mencintai akar budayanya.

    Kelak, entah suara adzannya bergema di Masjidil Haram atau namanya dikenal sebagai seorang dalang, perjalanan itu akan selalu bermula dari seorang anak yang memilih untuk terus berlatih ketika kesempatan belum tentu datang. Dan Arya memilih untuk tidak berhenti bermimpi. (Sofyan)


    Baca juga: CSR Inklusi Dorong Dunia Usaha Bangun Ekosistem Seni Disabilitas Berkelanjutan

    Pasangan Samijo dan Prof. Dr. Herry Agus Susanto dari Univet Bantara Sukoharjo berhasil meraih juara III pada kelompok usia total 100 tahun. 


    Univet Bantara Raih Juara III Tenis LLDIKTI Jateng, Perkuat Kolaborasi PTS

    SUKOHARJO - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo turut ambil bagian dalam kegiatan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah melalui cabang olahraga tenis lapangan. Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Semarang tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana membangun kolaborasi dan mempererat silaturahmi ant perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah.

    Prof. Dr. Herry Agus Susanto mengatakan Univet Bantara mengirimkan lima pasangan pemain dalam kejuaraan tersebut. Pertandingan dibagi ke dalam empat kategori, yakni kategori eksekutif serta kelompok usia total 100 tahun, 90 tahun, dan 80 tahun. Dari lima pasangan yang dikirim, para pemain Univet Bantara mengikuti tiga kategori, yaitu eksekutif, 100 tahun, dan 90 tahun.

    “Dari lima pasangan yang kami kirim, tiga pasangan berhasil masuk delapan besar. Kemudian dari tiga pasangan tersebut, satu pasangan mampu melanjutkan sampai semifinal,” ujar Prof. Dr. Herry Agus Susanto saat ditemui di kampus Univet Bantara Sukoharjo.

    Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari persiapan dan latihan yang dilakukan secara rutin. Para pemain Univet Bantara berlatih tiga kali dalam sepekan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi pertandingan. Perjalanan salah satu pasangan akhirnya terhenti di babak semifinal. Namun, berdasarkan sistem kejuaraan yang diterapkan, pasangan Univet Bantara tetap berhasil menempati posisi juara III.

    Pasangan Samijo dan Prof. Dr. Herry Agus Susanto berhasil meraih juara III pada kelompok usia total 100 tahun. Prestasi tersebut menjadi capaian positif bagi Univet Bantara sekaligus bentuk apresiasi atas partisipasi perguruan tinggi dalam kegiatan yang mempertemukan civitas akademika dan insan perguruan tinggi swasta se-Jawa Tengah.

    Kegiatan tenis lapangan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah digelar di tiga lokasi, yakni Lapangan Tenis LLDIKTI, Lapangan Tenis Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dan Lapangan Tenis Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan dapat diselenggarakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi swasta sehingga tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga semakin memperkuat jejaring, kolaborasi, dan silaturahmi antarperguruan tinggi di Jawa Tengah. (Sofyan)


    Baca juga: 1.535 Mahasiswa Baru Ikuti Pembukaan PKKMB UNISRI 2026, Giant Flag Riyadi Muda Berkibar

    Wali Kota Surakarta Respati Ardi memberikan apresiasi kepada siswi kelas VI SD Negeri Mangkubumen Kidul Solo, Aisha Adelia Sintha Sugiar.


    Siswi SD Negeri Mangkubumen Kidul Surakarta Raih Medali IMASO 2026, Wali Kota Respati Tawarkan Beasiswa ke Singapura

    SURAKARTA - majalahlarise.com - Wali Kota Surakarta Respati Ardi memberikan apresiasi kepada siswi kelas VI SD Negeri Mangkubumen Kidul Solo, Aisha Adelia Sintha Sugiar, yang berhasil mengharumkan nama Kota Solo di ajang internasional Institute of Mathematics and Science Olympiad (IMASO) 2026.

    Siswi yang akrab disapa Adel itu berhasil meraih medali perunggu kategori Science dalam kompetisi internasional yang digelar di Bangkok, Thailand.

    Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi tersebut, Adel berkesempatan bertemu langsung dengan Wali Kota Surakarta Respati Ardi di Kantor Wali Kota Solo, Senin (24/8/2026) siang.



    Dalam pertemuan tersebut, Respati menawarkan kesempatan kepada Adel untuk memperoleh bantuan agar dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa penuh di Singapura. Sebelum mengikuti program tersebut, Adel ditawarkan untuk menempuh pendidikan di SMP Kelas Program Khusus.

    “Dan tadi saya sampaikan untuk Adel, saya tawarkan untuk bisa masuk ke sekolah SMP Program Khusus. Dan kita akan deal dengan Adel untuk bisa masuk ke program scholarship agar dapat mendapatkan beasiswa penuh di Singapore. Itu yang kami tawarkan, namun menunggu keputusan dari orang tua,” kata Respati.

    Respati menjelaskan, prestasi Adel menjadi bukti anak-anak Kota Solo memiliki potensi besar untuk bersaing, termasuk di tingkat internasional. Menurutnya, setiap anak mempunyai kemampuan dan bakat yang perlu dikenali serta dikembangkan melalui dukungan lingkungan terdekat.

    Ia juga mengapresiasi peran guru dan orang tua yang telah memberikan pendampingan kepada Adel hingga mampu meraih prestasi dalam kompetisi sains internasional.

    “Ini luar biasa dan tentu saya mengapresiasi juga dari gurunya yang ternyata memberikan informasi terkait kompetisi ini. Saya ucapkan terima kasih kepada guru dan orang tua yang mendidik dengan luar biasa,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Respati mengajak para guru untuk semakin peka dalam melihat potensi peserta didik. Potensi tersebut, menurutnya, perlu difasilitasi agar anak-anak memiliki kesempatan berkembang sesuai kemampuan masing-masing.

    “Saya percaya semua anak memiliki kemampuan, tapi tinggal kepedulian orang tua dan guru. Dan hari ini saya disadarkan betul, kemudian mengajak para guru untuk melihat potensi anak didiknya dan memfasilitasinya,” tambah Respati.

    Pemerintah Kota Surakarta, lanjutnya, berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan negeri. Ia berharap masyarakat semakin percaya terhadap sekolah-sekolah negeri yang ada di Kota Solo.

    “Untuk para orang tua jangan khawatir, percayakan kepada kami. Kami akan berikan kualitas pendidikan negeri yang lebih baik,” tandasnya.

    Prestasi Adel di ajang IMASO 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengikuti berbagai kompetisi, baik tingkat nasional maupun internasional. Sementara itu, dukungan guru, orang tua, sekolah, dan pemerintah diharapkan dapat membuka jalan lebih luas bagi lahirnya generasi berprestasi dari Kota Solo. (Sofyan)


⬆
Top