PENERAPAN MODEL PROJEK BASED LEARNING DAN PEMANFAATAN VIDEO TIKTOK PADA MATERI DESCRIPTIVE TEXT KELAS VII D SMP NEGERI 1 KUTOWINANGUN MAMPU MENGATASI KEJENUHAN SISWA DALAM BELAJAR, MENGASAH KETERAMPILAN DAN HASIL BELAJAR

Print Friendly and PDF

PENERAPAN MODEL PROJEK BASED LEARNING DAN PEMANFAATAN VIDEO TIKTOK PADA MATERI DESCRIPTIVE TEXT KELAS VII D SMP NEGERI 1 KUTOWINANGUN MAMPU MENGATASI KEJENUHAN SISWA DALAM BELAJAR, MENGASAH KETERAMPILAN DAN HASIL BELAJAR


Oleh: Suti, S.Pd.

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Kutowinangun Kebumen, Jawa Tengah 


Suti, S.Pd. 


       Pendidikan mempunyai peranan penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan hidup suatu bangsa, karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.

       Mengutip pendapat Ki Hajar Dewantara, ’’Pendidikan adalah sebuah proses pembudayaan sebagai usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi muda yang tidak hanya bersifat pemeliharaan, namun juga untuk memajukan dan mengembangkan kebudayaan menuju kearah keluhuran hidup kemanusiaan.

       Beberapa faktor pendukung keberhasilan dalam Pendidikan di sekolah formal tak lepas dari kerjasama antar lini antara lain lingkungan, siswa, guru, wali siswa, kurikulum, metode, media maupun sarana prasarana dalam pembelajaran. Peranan seorang guru disini sangatlah penting. Sesuai amanat undang-undang guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU Guru dan Dosen Republik Indonesia No.14 Tahun 2005). Dalam hal ini, guru sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan harus mampu meningkatkan kinerjanya, khususnya dalam mengelola kelas  agar  proses belajar mengajar menjadi kondusif serta  mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung pemberdayaan seluruh potensi yang dimiliki siswa baik aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan Bab IV pasal 19 ayat 1 yang mengatakan ”Bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berperan aktif, dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

       Di era abad 21 ini kecerdasan seorang guru dalam memilih dan menentukan strategi pembelajaran sangat dibutuhkan. Guru harus berani berkolaborasi dengan guru yang lain serta jeli dan cermat dalam memilih, menerapkan strategi pembelajaran yang tepat serta pemanfaatan berbagai media berbasis Teknologi Informasi salah satunya pada mata pelajaran bahasa Inggris.  

       Mata pelajaran bahasa Inggris merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang perlu dikuasai pada zaman sekarang ini. Oleh karena hal-hal yang berada disekitar kita sudah banyak terkait dengan penggunaan bahasa Inggris, maka dengan menguasainya kita dapat memahami fungsi dari realitas-realitas yang berada di sekitar kita sekarang ini. English as a subject taught at several educational institutions in Indonesia is an important aspect in order to enrich the knowledge of Indonesian learners (Bahasa Inggris sebagai sebuah mata pelajaran yang diajarkan pada beberapa institusi pendidikan di Indonesia merupakan salah satu aspek penting demi memperkaya ilmu dan pengetahuan para pembelajar di Indonesia). 

       Peningkatan kualitas dalam pendidikan khususnya bahasa Inggris tidak lepas dari berbagai faktor pendukung yang semuanya itu berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu guru harus mampu mewujudkan proses belajar mengajar yang kondusif dan  mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung pemberdayaan seluruh potensi yang dimiliki siswa baik aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Daya tarik suatu pelajaran terletak pada dua hal yaitu mata pelajaran itu sendiri dan cara guru mengajar, oleh karena itu guru perlu memiliki kompetensi merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil proses pembelajaran.

       Penulis sebagai guru mata pelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Kutowinangun Kebumen khususnya kelas VII D semester 2 tahun pelajaran 2021/2022, ketika melaksanakan pembelajaran di kelas selalu berinovasi dengan menyesuaikan materi, metode serta memanfaatkan media pembelajaran berbasis informasi teknologi. Hal tersebut juga dilakukan saat menyampaikan materi “Descriptive text”. Pada saat penyampaian materi ini penulis memilih metode PjBL serta memanfaatkan aplikasi berupa video Tiktok. Pemilihan strategi tersebut dikarenakan penyampaian pada materi pertemuan pertama pemilihan metode kurang tepat dan monoton kurang menarik minat belajar sehingga menjenuhkan. Akibanya beberapa siswa kurang menguasai materi, pengetahuan, keterampilan serta hasil belajarnya menurun. Penurunan tersebut terlihat ketika guru memberikan soal pertanyaan secara teori maupun praktek kepada seluruh kelas VII D, sebanyak 32 siswa hanya 80% yang selalu aktif disiplin mengikuti pembelajaran dan menguasai materi sehingga mendapat nilai rata-rata 82. sedangkan 20% siswa kurang aktif dan hasil belajarnya belum memenuhi target yang ditentukan guru. Setelah dilakukan evaluasi, untuk mengatasi  kasus atau permasalahan pembelajaran di kelas tersebut pada pertemuan selanjutnya penulis mengganti strategi pembelajaran dengan menerapkan model PjBL serta memanfaatkan media berupa aplikasi video Tiktok sebagai sarana dalam belajar yang hasilnya ternyata  membawa dampak perubahan yang positif. 

       Menurut Grant (2020), PjBL atau pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Sedangkan menurut Fathurrohman (2016, hlm. 119) pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning [PjBL] adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Melalui PjBL peserta didik dalam hal ini siswa diajak untuk melakukan suatu aktivitas belajar yang meliputi memahami, menelaah dan menarik kesimpulan sesuai materi di atas. Video merupakan media Audio visual yang menampilkan gerak (sadiman,2008:74). Sedangkan Tiktok merupakan aplikasi yang ada di Handphone android yang digunakan penulis sebagai sarana siswa dalam merekam kegiatan proyek yang dilakukan kemudian di unggah di media sosial sebagai sarana promosi massal. Dengan memanfaatkan video tiktok sebagai media pembelajaran sekaligus berlatih keterampilan sehingga tercipta kondisi dan suasana pembelajaran yang menarik, aktif, interaktif, kreatif dan menyenangkan. 

        Adapun langkah-langkah penulis dalam menerapkan metode tersebut yaitu: 1]. Guru menyiapkan sarana prasarana pembelajaran yang akan dibutuhkan. 2]. Guru membuka pelajaran, menyampaikan tujuan serta proses pembelajaran yang akan berlangsung. 3]. Guna menarik perhatian siswa, guru mencoba interaktif dengan siswa dengan menayangkan video pembelajaran yang telah di sesuaikan materi, di lanjutkan pemaparan point-point materi dan menentukan pertanyaan mendasar (start with essential question). 4]. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil dan membimbing dalam pembuatan agenda perencanaan proyek (create schedule). 5]. Masing‐masing kelompok diberikan penjelasan tentang tugas dan tanggung jawab (setting the structure) yang harus dilakukan secara berkelompok. 6]. Siswa di masing‐masing kelompok berusaha mengidentifikasikan masalah (visiting the problem) dan mencari cara untuk menyelesaikan masalah/tugas. 7]. Siswa di masing‐masing kelompok mencari informasi dari berbagai sumber media koran, internet, buku dan lain-lain untuk mendapatkan pemahaman tentang masalah (re‐visiting the problem). 8]. Guru selalu memantau dan mengarahkan siswa untuk saling bekerjasama, berdiskusi dalam mengerjakan tugas (monitoring the students and progress of project). 9]. Sebelum diunggah di media sosial tiktok masing‐masing kelompok mensosialisasikan pengalaman untuk mendapatkan masukan dari kelompok lainnya, pada saat inilah guru bisa melakukan penilaian (assess the outcome). 10]. Diakhir pembelajaran guru mengevaluasi (evaluation the experience) memberikan rangkuman materi, penguatan motivasi dan apresiasi.       

       Penerapan pembelajaran inovatif melalui model PjBL dan pemanfaatan video tiktok ini sangat menarik minat belajar sehingga mampu mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar. Dalam penerapannya seluruh siswa diajak untuk belajar sambil bermain sehingga tercipta suasana pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif. Pembelajaran lebih bermakna dengan meningkatnya pengetahuan, ketrampilan, pemahaman maupun hasil belajarnya. Peningkatan hasil belajar secara akademik maupun keterampilan terlihat ketika guru memberikan tugas pada seluruh siswa kelas VII D  sejumlah 32 anak mereka telah 100% semuanya aktif dalam belajar, mampu menguasai materi, terampil sehingga layak mendapatkan nilai rata-rata 86 melampaui batas yang ditentukan. Peningkatan yang lain terlihat pada kreativitas dalam belajar dengan memanfaatkan media berbasis Teknologi Informatika.



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top