Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Literasi Keuangan dan Buat Celengan Kreatif, Anak Kelas 3 MIM Blanceran Belajar Menabung dan Berkarya Sambil Peduli Lingkungan

Print Friendly and PDF

 

Tiara Rusida Rahmawati dari Program Studi Manajemen (NPM 22200446) bersama rekannya, Annisa Fadhila Rahmawati dari Program Studi Akuntansi (NPM 22210047), berhasil melaksanakan program pemberdayaan anak sekolah dasar bertajuk “Celengan Kreatif: Menabung dan Berkarya Bersama Anak SD serta Literasi Keuangan Sejak Dini”.


Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Literasi Keuangan dan Buat Celengan Kreatif, Anak Kelas 3 MIM Blanceran Belajar Menabung dan Berkarya Sambil Peduli Lingkungan

Klaten - majalahlarise.com – Edukasi literasi keuangan sejak dini menjadi perhatian khusus bagi dua mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. Tiara Rusida Rahmawati dari Program Studi Manajemen (NPM 22200446) bersama rekannya, Annisa Fadhila Rahmawati dari Program Studi Akuntansi (NPM 22210047), berhasil melaksanakan program pemberdayaan anak sekolah dasar bertajuk “Celengan Kreatif: Menabung dan Berkarya Bersama Anak SD serta Literasi Keuangan Sejak Dini”.

Program ini digelar pada Senin (28/7/2025) di kelas 3 MIM Blanceran dan diikuti puluhan siswa dengan antusias. Anak-anak diajak untuk mengenal pentingnya menabung dan belajar dasar pengelolaan keuangan melalui praktik membuat celengan unik dari botol plastik bekas.

Sejak pagi, suasana kelas 3 MIM Blanceran tampak berbeda. Meja-meja penuh dengan botol plastik bekas, kertas warna, stiker, spidol, dan bahan sederhana lainnya. Anak-anak tampak bersemangat ketika fasilitator menjelaskan tujuan kegiatan: menabung tidak hanya bermanfaat untuk masa depan, tetapi juga bisa dimulai dari hal kecil yang menyenangkan.

“Biasanya anak-anak tahu celengan hanya untuk menyimpan uang jajan. Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan bahwa menabung adalah kebiasaan baik, dan bisa dilakukan dengan cara yang kreatif serta ramah lingkungan,” jelas Tiara Rusida Rahmawati.

Annisa Fadhila Rahmawati menambahkan, pengelolaan uang sejak dini penting untuk membentuk karakter anak di masa depan. “Kami mengenalkan konsep sederhana, seperti menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabung. Harapannya, mereka terbiasa mengatur uang dengan bijak,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif. Setiap siswa diberi satu botol plastik bekas yang kemudian dihias sesuai imajinasi masing-masing. Ada yang menempelkan kertas warna-warni, menggambar karakter kesukaan, hingga menambahkan pita dan stiker.

Sambil menghias, fasilitator menceritakan kisah sederhana tentang pentingnya menabung. Misalnya, bagaimana uang yang ditabung sedikit demi sedikit bisa digunakan membeli keperluan sekolah, membantu orang tua, atau bahkan ditabung untuk cita-cita masa depan.

“Wah, celengan saya mau saya isi buat beli buku cerita,” ungkap salah satu siswa dengan wajah sumringah.

Guru kelas 3 MIM Blanceran, yang turut mendampingi kegiatan, mengapresiasi program ini. “Anak-anak belajar sesuatu yang sangat bermanfaat. Mereka tidak hanya diajarkan menabung, tapi juga melatih kreativitas dan kesadaran menjaga lingkungan dengan mendaur ulang botol plastik,” tutur guru tersebut.

Program Celengan Kreatif membawa berbagai manfaat nyata, baik bagi siswa maupun lingkungan sekolah, antara lain:

Menumbuhkan budaya menabung sejak dini. Anak-anak belajar menyisihkan uang jajan dan memiliki motivasi untuk menabung dengan cara yang menyenangkan.

Meningkatkan literasi keuangan sederhana. Konsep pengelolaan uang diperkenalkan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Mengasah kreativitas dan keterampilan motorik halus. Proses menghias celengan melatih ketelitian, kesabaran, dan daya imajinasi.

Mengurangi sampah plastik. Botol bekas yang biasanya terbuang kini disulap menjadi celengan bermanfaat.

Membangun kepedulian sosial dan lingkungan. Anak-anak memahami bahwa menjaga keuangan dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Kegiatan ini membuktikan bahwa literasi keuangan dapat diajarkan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Melalui pembuatan celengan kreatif, siswa tidak hanya belajar menabung, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam berkarya serta berkontribusi pada kelestarian lingkungan.

“Semoga kebiasaan ini bisa berlanjut di rumah. Anak-anak bisa terus mengisi celengan mereka, sekaligus mengingat bahwa setiap tabungan adalah langkah kecil menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Annisa.

Dengan wajah penuh bangga, siswa kelas 3 MIM Blanceran membawa pulang celengan hasil karya mereka masing-masing. Bukan sekadar botol plastik berwarna-warni, tetapi simbol awal perjalanan menabung, berkreasi, dan peduli lingkungan sejak usia dini. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top