Lengking Gelar Lomba Unik 17-an, Lukis Kain Sepanjang 25 Meter Bertema Desaku Tercinta Indonesia Tanah Airku

Print Friendly and PDF

warga saat mengikuti lomba unik menggambar dan melukis bersama di atas kain putih sepanjang 25 meter.


Lengking Gelar Lomba Unik 17-an, Lukis Kain Sepanjang 25 Meter Bertema Desaku Tercinta Indonesia Tanah Airku

Sukoharjo - majalahlarise.com  - Suasana berbeda tampak di Desa Lengking, RT 2 RW 6, Kecamatan Bulu, Rabu (20/8/2025). Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, warga setempat menggelar lomba unik menggambar dan melukis bersama di atas kain putih sepanjang 25 meter dengan tema “Desaku Tercinta Indonesia Tanah Airku”.

Sebanyak 21 peserta dari berbagai kalangan usia turut serta dalam kegiatan kreatif yang baru pertama kali digelar di wilayah tersebut. Dengan beragam aliran dan gaya melukis, para peserta menuangkan ide dan imajinasi mereka tentang kemerdekaan serta keindahan desa Lengking ke atas bentangan kain panjang.

Koordinator kegiatan, Sigit Nugroho, S.Stp., MM, menuturkan lomba ini lahir dari semangat kebersamaan warga desa untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang berbeda. “Acara hari ini merupakan inisiatif seluruh warga. Kita ingin merayakan kemerdekaan dengan sayuk rukun dan kreatif. Biasanya lomba 17-an identik dengan permainan, kali ini kita mencoba hal baru: melukis bersama. Ternyata antusiasme warga luar biasa,” ungkapnya.

Menariknya, karya lukisan para peserta nantinya tidak hanya disimpan, tetapi akan dibentangkan di pinggir jalan raya Sukoharjo–Bulu selama hampir setengah bulan. Tujuannya, agar para pengguna jalan dapat menikmati karya seni sekaligus merasakan semangat kebangsaan dan kecintaan warga terhadap desanya.

Camat Bulu, Widiyanto Setya Wibowo, S.Stp., MM, yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya. “Saya sangat mendukung kegiatan ini. Lomba ini bisa menjadi inspirasi bagi desa atau kampung lain untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang kreatif, guyub, dan penuh kebanggaan terhadap daerahnya,” ujarnya.

Proses penilaian karya dilakukan oleh juri yang terdiri dari pemerhati seni Danar dan seniman lukis Adib. Menurut Danar, penjurian berlangsung cukup sulit lantaran hampir semua lukisan memiliki kualitas dan karakter yang kuat. “Ada yang mengangkat tema Sungai Bengawan Solo yang memang melewati desa Lengking, ada pula yang menggambarkan hamparan sawah, Gunung Seribu, hingga keberagaman budaya dengan wayang dan tempat ibadah berbagai agama berlatar suasana pedesaan. Semuanya indah dan penuh makna,” jelasnya.

Lebih lanjut, Danar menilai kegiatan ini membuka mata banyak pihak akan potensi seni di desa. “Biasanya lomba menggambar hanya untuk anak-anak TK atau SD. Kali ini pesertanya remaja hingga dewasa. Dari sini terlihat bahwa di Lengking ternyata banyak bakat terpendam di bidang seni rupa. Mereka menyalurkan kecintaan pada desa dan tanah air melalui lukisan. Semoga ini bisa menjadi contoh lomba 17-an unik yang bisa ditiru tahun depan,” tuturnya.

Dengan penuh semangat kemerdekaan, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang ekspresi, kebersamaan, dan kebanggaan warga terhadap desa serta tanah air tercinta. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top