SEKOLAH MELALUI METODE VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE [VCT] DAN PEMANFAATAN VIDEO EDUKASI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 1 BULUSPESANTREN KEBUMEN

Print Friendly and PDF

TANAMKAN KESADARAN SISWA DALAM POLA HIDUP SEHAT DI LINGKUNGAN SEKOLAH MELALUI METODE VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE [VCT] DAN PEMANFAATAN VIDEO EDUKASI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 1 BULUSPESANTREN KEBUMEN  


Oleh: Yustina Wijayanti, S.Pd.

Guru BK SMP N 1 Buluspesantren Kebumen, Jawa Tengah


Yustina Wijayanti, S.Pd.


       Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam hal ini, pendidikan merupakan unsur yang menentukan dalam pengembangan sumber daya manusia. Sumber daya manusia akan lebih bernilai jika memiliki sikap, perilaku, wawasan, kemampuan, keahlian serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan berbagai bidang dan sektor. 

         Pendidikan di sekolah merupakan pendidikan formal yang sangat penting, karena pendidikan sekolah dapat dikatakan sebagai tempat kawah candradimuka untuk menggembleng guna meningkatkan kecerdasan, keterampilan, mengembangkan potensi diri maupun membentuk karakter siswanya. Dalam proses pendidikan tersebut, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam rangkaian keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Hal ini dapat di artikan bahwa berhasil tidaknya pencapaian  tujuan pendidikan  banyak bergantung pada proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru baik di dalam kelas maupun diluar kelas. Menurut Winkel dalam (Nurrahma,1991:14). Belajar menghasilkan suatu perubahan tingkah laku keterampilan, kemampuan dan kecakapan serta perubahan-perubahan aspek-aspek lainnya yang ada pada diri siswa  yang melakukan kegiatan belajar. Oleh karena itu seorang guru wajib memiliki kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil proses pembelajaran dengan baik.Salah satu bentuk kompetensinya yaitu tepat dalam memilih dan  menentukan strategi, model, metode, media maupun alat evaluasi dalam proses pembelajaran serta memberikan kesempatan yang baik kepada siswanya agar memperoleh informasi,ide,ketrampilan maupun cara berpikirnya.

       Di sekolah keberadaan Bimbingan konseling merupakan bagian penting bagi anak-anak, dan sekolah menjadi salah satu yang berperan besar dalam memberikan fasilitas tersebut kepada siswanya. Akan tetapi tak sedikit asumsi atau pandangan seorang peserta didik kepada profesi seorang guru bimbingan dan konseling (BK) terkadang negatif, atau bahkan tidak mendapatkan perhatian yang seharusnya dari peserta didik. Kenyataannya fungsi bimbingan konseling sendiri memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan peserta didik saat di sekolah ataupun diluar sekolah. Beberapa fungsi bimbingan konseling di sekolah adalah Untuk ikut berperan dalam membantu peserta didik memahami dan mengerti akan dirinya sendiri serta lingkungannya. Hal ini bertujuan agar individu yang bersangkutan dapat mengembangkan potensi pribadinya dengan optimal dan dapat menyesuaikan dirinya sendiri dengan lingkungan dengan baik dan sehat,Memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk memperoleh perkembangan yang optimal dan seimbang dalam kepribadian diri seorang peserta didik.Membantu peserta didik untuk menentukan minat, bakat dan potensi, termasuk dalam menentukan kegiatan ekstrakurikuler, program studi saat akan kuliah atau lebih jauh untuk lebih mengembangkan kemampuan untuk karir dimasa depan.

       Guru BK mempunyai peranan penting dalam sekolah untuk memantau, membuat dan memastikan setiap siswa berperilaku baik sesuai dengan visi dan misi pendidikan yang dicanangkan oleh sekolah dan juga tujuan pendidikan nasional.Guru Bk harus menguasai metode atau strategi yang tepat dalam menyelesaikan masalah yang dialami oleh para siswa.

       Penulis sebagai guru Bimbingan Konseling [BK/BP] di SMPN 1 Buluspesantren kelas VIII A semester genap tahun pelajaran 2023/2024 selalu memberikan pelayanan dan tugas dalam mengajar secara maksimal.Salah satu strategi untuk lebih memaksimalkan pembelajaran konseling dengan menggunakan metode pembelajaran VCT berbantu video edukasi  khususnya saat menyampaikan materi “Pola hidup sehat di lingkungan sekolah ”. Penerapan metode ini didasari karena penulis ingin membangun kesadaran dan motivasi siswa belajar serta dalam menerapkan pola hidup sehat di lingkungan sekolah. Karena akhir-akhir ini kesadaran dan motivasi siswa dalam menerapkan pola hidup sehat di sekolah mulai menurun. Dampak dari kebiasaan tersebut menjadikan beberapa siswa cenderung malas dalam mengikuti proses belajar mengajar serta menurunkan nilai akademik maupun keterampilan para siswa. Hal ini terlihat saat pembelajaran berlangsung banyak siswa yang terlihat malas dan kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Pada saat siswa dicek tentang pola hidup sehat dilingkungan sekolah maupun di rumah, hanya 80% yang mampu melaksanakan pola hidup sehat dengan baik dan teratur. Kondisi ini tentunya menurunkan motivasi mereka dalam belajarnya. Sedangkan 20 % siswa perlu dibimbing, dibina, diberi motivasi lagi agar mereka menjadi meningkat dalam hal menerapkan pola hidup sehat. Untuk mengatasi permasalahan diatas,penulis memilih menerapkan memilih metode VCT dan memanfaatkan video edukasi  dengan tujuan untuk membina kesadaran siswa dalam belajar, membimbing dan menyadari fungsi pola hidup sehat khususnya di sekolah. Selain itu melalui langkah-langkah pembelajarannya metode ini bisa menarik perhatian siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi, kedisiplinan,serta hasil belajarnya.

       Metode Value Clarification Technique atau disingkat VCT menurut (Djahiri 1979:115), merupakan sebuah cara bagaimana menanamkan dan menggali mengungkapkan nilai-nilai tertentu dari diri peserta didik. Karena itu, pada prosesnya VCT berfungsi untuk mengukur  dan mengetahui tingkat kesadaran siswa tentang suatu nilai,membina  kesadaran siswa tentang nilai-nilai yang dimiliki baik yang positif maupun yang negatif untuk kemudian dibina kearah peningkatan atau pembentukannya. Menurut Djahiri menyimpulkan bahwa VCT melatih dan membina siswa tentang bagaimana cara menilai,mengambil keputusan terhadap suatu nilai umum untuk kemudian dilaksanakan sebagai warga masyarakat. Video edukasi disini merupakan video pembelajaran yang dibuat oleh guru yang materinya tentang manfaat pola hidup sehat yang bertujuan memudahkan siswa untuk belajar memahami dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.

   Adapun langkah-langkah penerapan metode VCT berbantu video edukasi tersebut yaitu: 1). Pada langkah pertama guru  membuka pelajaran, menyampaikan tujuan, proses pembelajaran,dan menentukan tema yang akan dibahas. 2). Untuk menarik perhatian menayangkan video edukasi yang berkaitan dengan materi para siswa memperhatikan dan menulis hal-hal yang penting. 3). Guru memaparkan materi kemudian mengadakan tanya jawab dan bertanya apa yang telah dialami siswa yang sesuai dengan materi kemudian merangkum hasil tanya jawab. 4). Guru memotivasi agar siswa merespon pertanyaan dari guru. 5). Tanya jawab guru dan siswa berlangsung terus hingga sampai pada tujuan yang diharapkan untuk menanamkan nilai-nilai yang terkandung kemudian menciptakan kesepakatan bersama. 6). Guru memberi penguatan materi, memotivasi, mengawal dan selalu memantau perkembangan siswanya setiap saat secara berkala. 7). Di akhir kegiatan guru memberikan link video edukasi untuk dipelajari,memberi penguatan, motivasi, apresiasi dan menilai. 

       Hasil dari penerapan strategi pembelajaran diatas melalui metode VCT dan Video Edukasi membawa dampak perilaku positif bagi siswa. Pembelajaran dengan memberikan kesadaran dan motivasi siswa terbantu juga dengan adanya video edukasi sehingga memudahkan siswa dalam belajar dan menyadari pentingnya pola hidup sehat di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Metode VCT telah mengajarkan siswa untuk aktif, bertukar pendapat, percaya diri, tanggung jawab, melatih kreatifitas berfikir dalam memecahkan masalah. Setelah di cek secara berkala oleh guru, penerapan metode diatas telah meningkatkan pola hidup pada seluruh siswa kelas VII A dengan jumlah 32 anak semuanya telah 99,9% mampu melaksanakan pola hidup sehat dengan baik di sekolah sehingga memacu motivasi belajar, pengetahuan dan karakternya. 


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top