PENGGUNAAN LKPD DIGITAL UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Print Friendly and PDF

PENGGUNAAN LKPD DIGITAL UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Oleh : Hanif Shohibul Arham, S.Pd.

Guru SMK Widya Mandala Tambak, Banyumas Jawa Tengah


Hanif Shohibul Arham, S.Pd.


       Pada tahun 2020, Pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia dan menyebar secara cepat. Diliput dari https://covid19.go.id/id, lebih dari 5 juta orang terpapar virus corona ini.  Penanganan wabah yang rumit memaksa pemerintah menerapkan kebijakan yang sangat ketat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Social distancing menjadi pilihan yang sulit bagi bagi Indonesia untuk pencegahan penyebaran Covid-19. karena kebijakan ini berdampak negatif pada semua aspek kehidupan. Pembatasan interaksi sosial di masyarakat dapat menghambat pertumbuhan dan kemajuan di berbagai bidang kehidupan.

       Pada penerapanya, social distancing mengharuskan manusia mengurangi interaksi sosial sehingga kegiatan-kegiatan yang menyebabkan kerumunan harus dikurangi. Pada sektor ekonomi dan bisnis, kantor-kantor dan perusahan mewajibkan para pekerja melakukan work from home (WFH) sehingga aktifitas bertemu antar pekerja berkurang. Pada sektor hiburan, tempat-tempat hiburan seperti tempat wisata, gym, taman, bioskop dan tempat hiburan lainya diwajibkan untuk tutup sementara dan disusul dengan diperbolehkan buka tetapi dengan aturan yang ketat. Tidak terhindar pada sektor pendidikan, pemerintah juga mewajibkan sekolah untuk tidak melaksanaan pembelajaran secara tatap muka. 

       Pembelajaran online menjadi alternatif atas ditiadakanya pembelajaran tatap muka. Pembelajaran online merupakan pembelajaran jarak jauh yang dapat mengakomodasi proses kegiatan pembelajaran meskipun para siswa tidak hadir di sekolah. Dengan adanya kebijakan pembelajaran online, pemerintah tidak menutup mata untuk memberikan subsidi berupa bantuan kuota belajar bagi pendidik, peserta didik, dan tenaga kependidikan.

       Beberapa aplikasi yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar dapat didapatkan dengan mudah baik yang dapat diaskses secara gratis ataupun berbayar. Google Classrom, Zoom Meeting dan Google Meet merupakan beberapa aplikasi yang biasa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. 

        Dalam pelaksanaanya, kegiatan belajar mengajar online mengalami beberapa kendala yang ditemui. Salah satu kendala yang ditemui adalah kegiatan scaffloding yang biasanya dilakukan dengan aktifitas yang dikerjakan pada Lembar Kerja Peserta Didik. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan sarana yang mendukung dan memfasilitasi proses belajar mengajar agar terjadi interaksi yang efektif antara siswa dengan guru, kinerja siswa dan pembelajaran dapat meningkat. Salah satu manfaat LKPD adalah untuk memberikan materi yang tergradasi kepada peserta didik. Dengan adanya pembelajaran online, LKPD berbetuk file .pdf atau .doc membuat anak merasa jenuh. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif bentuk LKPD yang lebih interaktif dan tidak membuat peserta didik bosan. 

       Lembar kerja peserta didik digital adalah lembar kerja yang dapat diakses dengan mudah melaui telepon genggam mereka. Beberapa bentuk kegiatan LKPD interaktif dapat dibuat dengan mudah seperti mencocokan, benar atau salah, pilihan ganda, fill in the blank, bahkan pembuatan soal dalam bentuk audio yang dapat dimanfaatkan oleh guru bahasa Inggris. Selain mendukung proses pembelajaran, penggunaan LKPD digital yang dapat diakses menggunakan telepon genggam dapat menjadi salah satu contoh pemanfaatan telepon genggam secara positif. 

       Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa LKPD digital dapat menjadi salah satu alternatif agar dapat mendukung proses kegiatan belajar peserta didik selama masa pandemi agar menjadi lebih efektif dan menarik. 



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top