PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL, TEKNIK KATA KUNCI, DAN MODEL PEMBELAJARAN PJBL

Print Friendly and PDF

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL, TEKNIK KATA KUNCI, DAN MODEL PEMBELAJARAN PJBL

Oleh: Lelatul Kodar Yanti, S.Pd.

SMP Negeri 9 Purwokerto Jawa Tengah


Lelatul Kodar Yanti, S.Pd.


       Pembelajaran bahasa memiliki empat aspek keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Seseorang dapat dikatakan mahir berbahasa apabila menguasai empat keterampilan berbahasa tersebut. Empat  keterampilan berbahasa tersebut memiliki tingkat kesulitan berbeda-beda, namun keterampilan menulis menjadi keterampilan yang memiliki tingkat kesulitan paling tinggi. Oleh karena, keterampilan menulis membutuhkan kemahiran ketiga keterampilan lainnya. Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang sifatnya produkti dan ekspresif (Putra, Purnomo dan Mukmin, 2022). Penulis dapat menuangkan ide, gagasan, pesan dan opininya kepada pembaca mengenai sesuatu hal yang dirasakan oleh penulis.

       Keterampilan menulis tidak serta merta dikuasai oleh seseorang. Keterampilan menulis membutuhkan pelatihan, agar seseorang dapat menguasai keterampilan menulis. Keterampilan menulis diajarkan di sekolah dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Oleh karena, sesuai dengan salah satu tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu siswa dapat menguasai empat keterampilan berbahasa yang salah satunya yaitu keterampilan menulis. Salah satu keterampilan menulis yang harus dikuasai siswa yaitu keterampilan menulis puisi. Seperti halnya pembelajaran keterampilan menulis lainnya, keterampilan menulis puisi membutuhkan pelatihan secara tekun, kreatifitas dan daya imajinasi siswa. Tanpa adanya beberapa hal tersebut, maka para siswa akan kesulitan dalam menghasilkan teks puisi yang baik. 

       Sebagai guru menjadi tantangan besar untuk bisa dituntaskan dengan harapan tujuan tercapainya keterampilan menulis teks puisi siswa. Guru membutuhkan segala hal yang mendukung pembelajaran inovatif. Pembelajaran seperti apakah yang bisa dikatakan inovatif? Pembelajaran inovatif dapat diartikan pembelajaran yang dirancang oleh guru yang sifatnya baru tidak seperti biasnya bertujuan membangun pemahaman siswa/ mengubah perilaku menjadi lebih baik. Dalam hal menulis puisi dimana guru mampu menampilkan model pembelajaran yang kooperatif dengan teknik kata kunci, media audio visual, dan lembar kerja siswa yang dibuat menarik akan merangsang kinerja siswa dalam belajar. Guru memaksimalkan model dan media pembelajaran yang melibatkan TPACK (Technological, Pedagogical, and Content, Knowladge). 

       Pemakaian media dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat membuat kegiatan belajar-mengajar berlangsung menarik, menyenangkan, dan variatif. Media pembelajaran yang sesuai dan bervariasi dapat melatih siswa dalam menghadapi kesulitan dalam menguasai keterampilan menulis. (Anditasari, Martutik, dan Andajani, 2018). Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis yaitu media audiovisual. Media audiovisual merupakan media yang lengkap dan jelas karena menggabungkan media audio dan visual yang dapat mengamati dengan jelas dan lengkap seperti yang diharapkan dalam menulis puisi (Putra, Purnomo dan Mukmin, 2022). Oleh karena itu, media audiovisual menjadi media yang cocok dalam mengajarkan keterampilan menulis puisi. 

        Media audio visual menayangkan video short film pendek kisah inspiratif  dapat merangsang imajinasi dan kreatifitas serta daya fokus siswa. Apabila siswa dapat berkonsentrasi dengan baik, maka 1) dapat menyerap materi dengan baik sehingga siswa lebih mudah dalam menuangkan ide atau gagasannya. Penggunaan media audio visual membantu guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran menulis menulis puisi dalam menerapkan kebijakan merdeka belajar, 2) media audio visual short film pendek kisah inspiratif yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi berpengaruh dalam meningkatkan nilai pendidikan, mengajak peserta didik berpikir kritis, serta memberikan pengalaman yang bermakna, 3) media audio visual dapat mempermudah di dalam menuliskan teks puisi secara langsung melalui  informasi yang didapat, dan 4) media audio visual tidak akan membosankan bagi peserta didik karena materi menulis teks puisi yang disampaikan sangat variatif (Ariyana, Ramdhani, dan Sumiyani, 2020).

       Selain penggunaan media audiovisual, guru dapat menggunakan permainan teknik kata kunci. Media permainan Teknik kata kunci itu dapat mengubah pola belajar siswa menjadi riang dan antusias. Apabila hati siswa sudah senang dan tidak terbebani siswa akan lebih mudah menyampaikan ide atau gagasannya sehingga pembelajaran hidup siswa saling aktif bertanya jawab. Pembuatan lembar kerja siswa yang kreatif menumbuhkan semangat siswa dalam menulis teks puisi. Ketika siswa melihat lembar kerjanya berbeda dan bervariasi siswa lebih semangat mengisi dan menulis hasil karyanya. Guru dapat memanajemen waktu dengan baik sehingga siswa akan terus fokus mengerjakan sampai batas waktu selesai. Kelompok siswa yang selesai terlebih dahulu dicatat di papan tulis itu memacu kelompok lain untuk dapat menyelesaikan hasil projeknya.

       Selain itu, model pembelajaran yang cocok dalam materi menulis teks puisi yaitu PJBL. Model PJBL ini memiliki kelebihan yaitu meningkatkan motivasi, keterampilan berpikir kritis, meningkatkan sikap kemandirian bekerja sama dalam kelompok sehingga dapat memberikan pengalaman dalam belajar untuk dapat merancang, melaksanakan dan memecahkan proyek secara mandiri agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, bernalar dan kemandirian dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan model PJBL dapat merangsang siswa dalam menghasilkan teks puisi yang sesuai dengan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dapat mengeksplorasi daya imajinasinya sehingga menghasilkan teks puisi yang baik. Apabila keterampilan menulis tersebut terus diasah, maka siswa dapat menghasilkan teks puisi secara maksimal.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top