UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI BANGUN RUANG, SUDUT, PENYAJIAN DATA MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING

Print Friendly and PDF

UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI BANGUN RUANG, SUDUT, PENYAJIAN DATA MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING 


Oleh: Heppy Dian Rosita, S.Pd

SD Negeri 1 Nambangan, Selogiri Wonogiri Jawa Tengah 


Heppy Dian Rosita, S.Pd


       Salah satu tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai hal tersebut, upaya yang dilakukan adalah menjadikan manusia Indonesia memiliki daya pikir cerdas, kritis, dan berkarakter. Dalam hal ini matematika dianggap sebagai salah satu pelajaran yang memiliki peran penting dalam mencapai tujuan tersebut.

       Pembelajaran matematika sudah dipelajari sejak siswa berada di bangku sekolah dasar (SD). Hal ini menjadikan pelajaran matematika sebagai pelajaran yang penting bagi siswa yang nantinya sebagai bekal bagi kehidupannya. Pemahaman matematika membekali siswa dengan keterampilan analitis, pemecahan masalah, dan pemikiran kritis yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari maupun karier masa depan mereka (Y Sukmawijaya, 2019). Selain itu siswa akan mampu mengembangkan kemampuan berpikir logis dan abstrak yang membantunya menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan bermasyarakat dan berwirausaha.

       Saat menjalani proses pembelajaran matematika, banyak siswa menghadapi tantangan, salah satunya adalah berpandangan pelajaran matematika adalah sulit untuk dipahami. Pandangan ini seringkali menghambat kemampuan siswa dalam menguasai konsep-konsep matematika secara mendalam. Selain itu ada ketakutan siswa tidak mampu menyelesaikan soal-soal yang diberikan. 

       Dari pengamatan yang dilakukan penulis sebagai guru mata pelajaran matematika. Siswa kelas 5 SD Negeri 1 Nambangan dalam mempelajari materi Bangun Ruang, Sudut, Penyajian Data masih mengalami kendala antara lain sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep tersebut. Hal ini menunjukkan pentingnya menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih variatif dan disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa guna meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi dan mengatasi kendala yang dihadapi dalam proses belajar.

       Penulis yakin dengan pendekatan pembelajaran yang tepat, seperti penggunaan metode yang interaktif dan aplikatif, serta memberikan dukungan yang memadai, siswa dapat melewati rintangan tersebut dan mengembangkan pemahaman yang kuat dalam matematika. Salah satu metode pembelajaran yang dianggap cocok melalui metode Problem Based Learning.

       Metode Problem Based Learning (PBL) adalah pendekatan pembelajaran di mana siswa dipandu untuk mempelajari materi tertentu melalui penyelesaian masalah dunia nyata atau kasus simulasi (E Faridatunnisa, 2015). Dalam PBL, siswa diberikan sebuah masalah atau kasus yang kompleks yang menuntut mereka untuk mencari solusi atau pemahaman melalui penyelidikan, diskusi kelompok, dan pemecahan masalah. Pendekatan ini menekankan pada pengembangan keterampilan pemecahan masalah, kolaborasi, komunikasi, dan pemikiran kritis.

       Adapun langkah-langkah Metode Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan pemahaman materi Bangun Ruang, Sudut, dan Penyajian Data dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Identifikasi masalah atau kasus: Mulailah dengan memperkenalkan siswa pada sebuah situasi atau masalah dunia nyata yang melibatkan konsep-konsep Bangun Ruang, Sudut, dan Penyajian Data. Misalnya, masalah dapat berkaitan dengan perencanaan taman bermain yang melibatkan pemahaman tentang ruang, pengukuran sudut, dan pengolahan data jumlah pengunjung.

2. Pengorganisasian dan analisis: Siswa bekerja dalam kelompok untuk menganalisis masalah tersebut dan merencanakan strategi untuk memecahkannya. Mereka dapat mengidentifikasi konsep-konsep yang relevan yang harus dipahami untuk menyelesaikan masalah tersebut.

3. Penyelidikan: Siswa melakukan penelitian untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan tentang Bangun Ruang, Sudut, dan Penyajian Data. Mereka dapat menggunakan sumber belajar seperti buku teks, internet, atau wawancara dengan ahli.

4. Diskusi dan kolaborasi: Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk berbagi pengetahuan, ide, dan pemahaman mereka tentang konsep-konsep yang terlibat. Diskusi ini memungkinkan siswa untuk saling mengajar satu sama lain dan memperdalam pemahaman mereka.

5. Pemecahan masalah: Siswa mengembangkan solusi untuk masalah yang diberikan, menerapkan konsep-konsep Bangun Ruang, Sudut, dan Penyajian Data yang telah dipelajari. Mereka dapat melakukan perhitungan, menggambar diagram, atau menerapkan teknik analisis data untuk mencapai solusi yang memadai.

6. Refleksi: Setelah menyelesaikan masalah, siswa merefleksikan proses pembelajaran mereka, mengevaluasi pemahaman mereka tentang konsep-konsep yang terlibat, dan mengidentifikasi area di mana mereka masih perlu meningkatkan pemahaman mereka.

       Setelah menerapkan Metode Problem Based Learning (PBL) dalam mempelajari materi Bangun Ruang, Sudut, dan Penyajian Data, siswa berhasil menyelesaikan masalah yang diberikan dengan baik. Mereka dapat mengidentifikasi berbagai konsep yang terlibat, melakukan perhitungan, menggambar diagram, dan menerapkan teknik analisis data untuk mencapai solusi yang memadai.

       Dengan demikian dapat disimpulkan melalui metode Problem Based Learning (PBL), siswa dapat memperdalam pemahaman mereka tentang konsep-konsep Bangun Ruang, Sudut, dan Penyajian Data dengan menerapkannya dalam kehidupan nyata.



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top