KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN MODEL DARING

Print Friendly and PDF

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN MODEL DARING


Oleh: Sri Sulastri, S.Pd.S.D

Guru SD Negeri 1 Beteng Kecamatan Jatinom, Klaten Jawa Tengah 

Sri Sulastri, S.Pd.S.D


             Pembelajaran model daring adalah pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara jarak jauh, yaitu guru dan murid tidak berada dalam satu ruangan/ tidak melakukan tatap muka. Dalam pembelajaran model daring/ on line guru sulit mengontrol mana siswa yang serius mengikuti pembelajaran dan mana yang tidak. Pembelajaran lebih banyak bersifat teoritis dan minim praktek, karena tidak dimungkinkan adanya interaksi langsung dengan siswa.

       Era digital telah membawa dampak yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat, masyarakat seolah-olah dipaksa untuk bermigrasasi dari cara manual ke media digital dalam menjalani kehidupan mereka, salah satunya adalah dalam sektor pendidikan. Pembelajaran berbasis digital atau lebih dikenal dengan e-learning semalin banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Jika intrastruktural memadai, penerapan e-learning dapat menjadi suatu metode pembelajaran yang hemat sumber daya. Selain itu, penerapan e-learning juga dapat membangun rasa percaya diri dan kemandirian masyarakat. Ditengah merebaknya wabah COVID-19 belakangan ini, menerapkan pembelajaran berbasis digital atau e-learning sangat bermanfaat untuk melindungi peserta didik dari penyebaran virus COVID-19. Apalagi pemerintah sudah menghimbau agar masyarakat dapat beraktivitas di rumah sebagai upaya physical distancing atau menjaga jarak fisik untuk menekan penyebaran virus. Namun tidak seperti namanya yang terdengar canggih, penerapan e-learning juga mempunyai kelemahan dan kekurangan.

Ada 4 Kelebihan dan kekurangan pembelajaran model daring (E-Learning) yaitu:

Kelebihan penerapan model e-learning:

Biaya lebih terjangkau

       Tentunya kita semua ingin menanbah ilmu pengetahuan tanpa kendala keuangan, dengan bermodalkan paket data internet, anda dapat mengakses berbagai materi pembelajaran tanpa khawatir ketinggalan pelajaran apabila tidak hadir. Disarankan anda mendaftar member dalam e-leaning karena biaya member lebih murah dibandingkan mrngikuti les atau kursus di lembaga pembelajaran.

Dapat diakses dengan mudah.

       Cukup menggunakan smartphone atau perangkat teknologi lain seperti laptop yang terhubung dengan internet anda sudah dapat mengakses materi yang ingin dipelajari. Dengan menerapkan e-learning anda dapat melakukan kegiatan pembelajaran di mana saja, kapan saja.

Wawasan yang luas

        Dengan menerapkan e-learning, tentunya anda akan menemukan banyak hal yasng semula belum anda ketahui. Hal ini disebabkan beberapa materi pelajaran yang tersedia pada e-learning belum tersedia dalam media cetak seperti buku yang sering digunakan dalam metode belajar mengajar konvensional. Berbeda dengan pembelajaran melalui tatap muka yang dilakukan dengan membaca buku.

Waktu belajar fleksibel.

       Biasanya kebanyakan orang yang ingin belajar lagi tidak memiliki waktu yang cukup. Salah satu alasannya mungkin karena waktu Anda sudah digunakan untuk bekerja. Pembelajaran berbasis digital atau e-leaning ini adalah solusinya. Waktu untuk belajar bisa dilakukan kapan saja tanpa terikat dengan jam belajar.

Sedangkan kekurangan penerapan e-learning adalah:

Keterbatasan akses internet

       Salah satu kekurangan metode pembelajaran e-learning adalah terbatasnya akses internet. Jika anda berada didaerah yang tidak mendapatkan jangkauan internet stabil, maka akan sulit bagi anda untuk mengakses lyanan e-learning. Hal ini tentunya masih banyak terjadi di indonesia mengingat beberapa daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) masih belum terjangkau akses internet. Selain itu, harga pemakaian data internet juga masih dirasa cukup mahal untuk beberapa kalangan masyarakat indonesia. Hal ini menyebabkan kemampuan untuk memanfaatkan e-lewarning masih dianggap sebagai suatu keistimewaan.

Pemahamam terhadap materi.

       Materi yang diajarkan dalam e-leaning direspon berdasarkan tingkat pemahaman yang berbeda-beda, tergantung kepada kemampuan si pengguna. Beberapa orang mungkin dapat menangkap materi dengan lebih cepat hanya dengan membaca, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama sampai benar-benar paham. Bahkan ada juga yang membutuhkan penjelasan dari orang lain agar dapat memahami materi yang dipelajari.

Berkurangnya interaksi dengan pengajar.

       Beberapa metode pembelajaran e-learning bersifat satu arah. Hal tersebut menyebabkan interaksi pengajar dan siswa menjadi berkurang sehingga akan sulit bagi Anda untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang sukar dipahami.

Minimnya Pengawasan dalam Belajar.

       Kurangnya pengawasan dalam melakukan pembelajaran secara daring membuat pengguna e-learning kadang kehilangan fokus. Dengan adanya kemudahan akses, beberapa pengguna cenderung menunda-nunda waktu belajar. Perlu kesadaran diri sendiri agar proses belajar dengan metode daring menjadi terarah dan mencapai tujuan. 



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top