BANGUN MOTIVASI DAN ASAH KETERAMPILAN SISWA DALAM BELAJAR DASAR-DASAR SISTEM MESIN BENSIN PADA MASA PANDEMI MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI BERBASIS VIDEO TUTORIAL

Print Friendly and PDF

BANGUN MOTIVASI DAN ASAH KETERAMPILAN SISWA DALAM BELAJAR DASAR-DASAR SISTEM MESIN BENSIN PADA MASA PANDEMI MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI BERBASIS VIDEO TUTORIAL

Oleh : Dinda Purbo Aji, S.Pd.

Guru mata pelajaran Perawatan dan Perbaikan EMS SMK N 1 Susukan Banjarnegara Jawa Tengah


Dinda Purbo Aji, S.Pd.


       Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif  menjawab tuntutan zaman yang selalu berubah. (Permendiknas nomor 41 tahun 2007). Pendidikan  merupakan sarana utama yang perlu dikelola secara sistematis dan konsisten. Karena semakin tinggi cita-cita manusia semakin menuntut peningkatan mutu pendidikan sebagai sarana menggapai cita-citanya. Dalam prosesnya pendidikan tidak terlepas dari faktor psikologis, fisik manusia dan pengaruh faktor lingkungan. 

       Di era globalisasi seperti sekarang tuntutan kemajuan pendidikan sangatlah mutlak diperlukan demi mempersiapkan generasi emas anak cucu kedepan. Siswa-siswi sebagai generasi penerus bangsa  perlu dibekali berbagai hal yang bisa menghadapi segala tantangan zaman. Dunia pendidikan di sekolah adalah salah satu cara pemerintah untuk membekali siswa dengan berbagai bidang ilmu. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, pembelajaran merupakan aktifitas yang paling utama, ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Guru sebagai pendidik profesional mempunyai tugas utama yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi para siswanya. Oleh sebab itu guru harus mampu menentukan bagaimana mengemas suatu  pembelajaran sebaik mungkin agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal. Selain itu kegiatan belajar mengajar ini tidak hanya sebagai proses transfer ilmu semata,namun adanya keterlibatan secara intelektual-emosional siswa dalam berbagai kegiatan pembelajaran sebagai upaya pendidikan. 

       Pandemi Covid 19 yang semakin merebak di Indonesia saat ini membawa perubahan besar  dalam kehidupan. Salah satunya pada aktifitas belajar mengajar. Di dunia Pendidikan Mendikbud menghimbau melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), semua lembaga pendidikan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka diganti dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring online. Pembelajaran daring  atau pembelajaran jarak jauh adalah pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka melalui platform yang telah tersedia. (www.kompasiana.com). Dalam parktek pembelajaran ‘dipaksa’ untuk memanfaatkan  fasilitas berupa media Informasi Teknologi. Banyak pendidik mulai  memanfaatkan media sosial seperti WhattApps (WA), telegram, aplikasi  Google Classroom.meet,microsoft team dan lain-lain.

       Dalam pelaksanannya pembelajaran jarak jauh tidak mudah seperti membalikkan tangan, banyak sekali tantangan maupun hambatannya.Kondisi tersebut tentunya telah membawa dampak pada penurunan kualitas pendidikan secara umum. Diantara hambatan yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran daring yaitu sulitnya sinyal internet, kurangnya interaksi antara guru dan siswa, penyampaian materi yang sulit dipahami. Peran guru dalam mengatasi tantangan diatas sangat dibutuhkan terutama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan kemampuannya dengan melaksanakan pembelajaran yang menarik, aktif, kreatif, menyenangkan dan tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal, salah satunya guru harus pandai dalam memilih dan menerapkan strategi, metode maupun media pembelajaran dengan tepat. Metode  menurut sudjana adalah cara yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud. Metode mengandung unsur prosedur yang disusun secara teratur dan logis serta dituangkan dalam suatu rencana kegiatan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian bahwa unsur-unsur metode mencakup prosedur, sitematik, logis, terencana dan kegiatan untuk  mencapai tujuan (Sudjana,Metode dan teknik Pembelajaran Partisipasi Bandung:Falah Production,2001.hlm.7).

       Penulis sebagai pengampu mata pelajaran Perawatan dan Perbaikan EMS kelas 11.TO.2 di SMK N 1 Susukan Banjarnegara, saat melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh khususnya saat menyampaikan materi ”Dasar-dasar sistem mesin bensin” berusaha semaksimal mungkin agar materi tersampaikan kepada siswa dengan baik dan mudah diterima, yaitu dengan menerapkan metode Demonstrasi berbasis Video tutorial. Pemilihan ini di dasari karena minat dan motivasi siswa belajar semakin lama semakin menurun. Motivasi belajar yang menurun ini pada akhirnya telah mempengaruhi kedisiplinan, pengetahuan, pemahaman, kedisiplinan, karakter maupun hasil belajar siswa. Penurunan kedisiplinan diketahui saat siswa mulai kurang disiplin dalam belajar maupun mengerjakan tugas tugas yang diberikan oleh guru sehingga berpengaruh juga pada pengetahuan, pemahaman dan  hasil belajar. Dari jumlah siswa keseluruhan kelas 11.TO.12 sebanyak 28 siswa hanya 70% siswa terlihat aktif disiplin sehingga mampu menguasai materi dan mendapatkan nilai rat-rata 80 melampaui batas kkm. Sedangkan 30% siswa belum aktif, kurang disiplin kurang mampu menguasai materi sehingga masih mendapatkan nilai di bawah kkm. Melihat kondisi tersebut penulis berusaha mencari cara agar proses pembelajaran menjadi menarik, mudah diterima sehingga meningkatkan motivasi dalam belajar dan berpengaruh pada meningkatnya pengetahuan, pemahaman serta hasil belajarnya yaitu dengan menerapkan metode Demonstrasi berbasis video tutorial sebagai sarana dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga mudah dilihat, dipelajari oleh siswa kapan dan dimana saja.

       Apa metode demonstrasi? Metode demonstrasi menurut Syah (2000: 208) adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Demonstrasi yang dilakukan oleh penulis yaitu mendemonstrasikan,dan memperagakan dengan tutorial sesuai dengan materi yang diajarkan kemudian direkam dengan video untuk disampaikan kepada siswa. Menurut pendapat Arsyad (2003) Media video memiliki fungsi sebagai media pembelajaran yaitu fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif dan fungsi kompensatoris. Sedangkan menururt Agnew dan Kellerman (1996) mendefinisikan video sebagai media digital yang menunjukkan susunan atau urutan gambar-gambar dan memberikan ilusi, gambaran serta fantasi pada gambar yang bergerak. Video tutorial ini memiliki unsur audio atau suara serta unsur gambar bergerak sehingga dapat menarik perhatian siswa mempermudah pemahaman dan  memperlancar pencapaian tujuan pembelajaran. 

       Adapun langkah-langkah pembelajaran yaitu 1). Guru mempersiapkan video tutorial serta sarana-prasarana pembelajaran, menetapkan garis besar langkah yang akan dilaksanakan. 2). Melalui Google meet,guru menyampaikan tujuan pembelajaran, kemudian memberikan gambaran tentang seluruh kegiatan demonstrasi dan mewujudkan hasil akhir. 3). Melalui Google meet, guru menghubungkan kegiatan dengan keterampilan yang akan disampaikan dan selalu mengingat pokok-pokok materi yang di demonstrasikan  agar demonstrasi mencapai sasaran. 4). Saat menyampaikan materi guru menyangkan video tutorial yang telah disesuaikan materi,siswa mengamatinya dan menulis di buku catatan poin yang penting. 5). Melalui Google meet guru memberikan kesempatan pada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut tentang apa yang dilihat  dan apa yang  didengarnya dalam bentuk mengajukan pertanyaan, membandingkan dengan yang lain, atau dengan mencoba melakukan dengan bimbingan guru. 6). Di akhir kegiatan guru melakukan evaluasi kegiatan, mengajak siswa untuk menyimpulkan bersama, memberi penguatan materi, motivasi serta mengajak untuk selalu menjaga kesehatan dengan menrapkan 5M.

       Penerapan metode diatas telah membawa dampak positif bagi siswa. Seluruh siswa telah meningkat motivasi dan aktifitasnya dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh setelah melihat tayangan video tutorial. Video tutorial yang berisi demonstrasi tersebut mampu menarik perhatian sehingga meningkatkan motivasi, keaktifan siswa dalam belajar maupun mengasah pengetahuan serta keterampilannya. Kondisi positif tersebut berdampak juga pada telah peningkatan nilai hasil belajar maupun prestasinya sehingga tujuan pembelajaran tercapai.  Peningkatan hasil belajar bisa dilihat saat guru mengecek hasil kerja siswa dari keseluruhan  28 siswa di atas 100% semuanya telah mampu 88 melampaui batas minimal kkm yangh ditentukan. Hal ini tentunya patut dikembangkan lagi supaya pembelajaran lebih maju lagi.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top