KURIKULUM MERDEKA

Print Friendly and PDF

KURIKULUM MERDEKA

Oleh: Dwi Putri R, S.Pd

SD Negeri Tepisari 02 Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo


Dwi Putri R, S.Pd


       Mengutip laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Di mana konten pembelajaran akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

       Di sisi lain, guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajarnya. Sehingga, pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

         Mulai tahun 2022/2023, satuan pendidikan dapat memilih untuk mengimplementasikan kurikulum berdasarkan kesiapan masing-masing. Mulai dari TK B, Kelas I, Kelas IV, VII, dan X. Untuk mengukur kesiapan satuan pendidikan ini, pemerintah juga telah menyiapkan angket untuk membantu satuan pendidikan menilai tahap kesiapan dirinya untuk menggunakan Kurikulum Merdeka.

       Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum terbaru yang tengah disosialisasikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Belum menjadi kurikulum nasional, kurikulum ini awalnya merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Darurat. Kurikulum Merdeka kini telah diadopsi oleh 300 ribu sekolah di Indonesia. Kemdikbudristek memproyeksi bahwa Kurikulum Merdeka akan menjadi kurikulum nasional pada tahun 2024.

       Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler dengan konten yang beragam agar siswa dapat lebih optimal dan memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Kurikulum Merdeka pertama diluncurkan pada tahun 2022 dan bersifat opsional. Artinya, sekolah bisa memilih untuk mengadopsi Kurikulum Merdeka, atau tetap pada Kurikulum 2013. Kurikulum Merdeka diluncurkan tepat pada momen pandemi COVID-19. Mengacu pada Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa 70% siswa berusia 15 tahun berada di bawah kompetensi minimum dalam memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Skor PISA ini tidak mengalami peningkatan yang signifikan dalam sepuluh hingga lima belas tahun terakhir. Dilansir dari laman Kemdikbud, studi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan besar antarwilayah dan antar kelompok sosial-ekonomi dalam hal kualitas belajar. Hal ini diperparah dengan adanya pandemi COVID-19. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemdikbud melakukan penyederhanaan kurikulum dalam kondisi khusus bernama Kurikulum Darurat. Efektivitas kurikulum dalam kondisi khusus semakin mendorong pentingnya perubahan kurikulum secara lebih strategis dan komprehensif. Setelah dirumuskan, akhirnya Kurikulum Merdeka mulai disosialisasikan pada tahun 2022. Kemendikbudristek mulai membuka pendaftaran implementasi Kurikulum Merdeka kepada setiap satuan pendidikan.

       Dari pendaftaran tersebut, sebanyak 140 ribu satuan pendidikan secara sukarela mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Tahun ini ada lebih dari 300 ribu satuan pendidikan sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. Karakteristik utama dari Kurikulum Merdeka yang membedakannya dengan kurikulum lain ialah:

1. Fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam. 

2. Waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui belajar kelompok seputar konteks nyata (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). 

3. Capaian pembelajaran per fase dan jam pelajaran fleksibel.

4. Memberikan fleksibilitas bagi pendidik dan dukungan perangkat ajar serta materi pelatihan untuk mengembangkan kurikulum satuan pendidikan. 

5. Mengedepankan gotong royong dengan seluruh pihak untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

       Prinsip Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka mencakup tiga tipe kegiatan pembelajaran, yaitu:

1. Pembelajaran Intrakurikuler

       Pembelajaran intrakurikuler dilakukan secara terdiferensiasi sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

2. Pembelajaran Kokurikuler

       Pembelajaran kokurikuler berupa projek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dengan prinsip pembelajaran interdisipliner yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum.

3. Pembelajaran Ekstrakurikuler

       Pembelajaran ekstrakurikuler ialah pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan minat murid dan sumber daya satuan pendidik.

       Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di Indonesia pun semakin masif. Hal itu ditandai dengan Surat Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Nomor 022/H/KR/2023 tentang Satuan Pendidikan Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2023/2024 yang menyebutkan lebih dari 105 ribu sekolah atau satuan pendidikan yang telah mengimplementasikannya.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top