KRITERIA GURU INSPIRATIF

Print Friendly and PDF

KRITERIA GURU INSPIRATIF

Oleh: Parmi, S.Pd.

SDN Duyungan 1, Sidoharjo, Sragen Jawa Tengah 


Parmi, S.Pd.


       Untuk menjadi seorang guru, kita harus memiliki antusiasme dalam mengajar dikelas. Artinya kita memiliki semangat untuk bertemu dengan peserta didik kita. Kita menyebarkan senyum ramah meskipun terkadang saya yakin seorang guru pasti juga memiliki masalah hidup tetapi saat bertemu dengan peserta didik kita harus mengenyampingkan itu semua. Dalam sebuah penelitian juga dikatakan jika seseorang membawa vibes yang positif maka orang yang ada disekitarnya juga akan terbawa dalam positive vibes orang tersebut.

       Seorang guru disekolah tidak hanya bertemu dengan peserta didik saja, tetapi kita juga bertemu dengan rekan guru yang lain, kepala sekolah, dan civitas akademika sekolah lainnya. Dimana kita harus menjaga hubungan baik antar sesama. Agar terciptanya suatu lingkungan yang baik dan adanya dukungan antar sesama agar kita mampu bersama-sama menjadi guru yang saling menginspirasi dan berkembang bersama.

       Tugas utama seorang guru adalah mengajar di kelas. Dalam proses belajar dan mengajar tentu seorang guru harus mempersiapkan yang namanya RPP, perangkat pembelajaran, metode pembelajaran dan tentunya harus mampu menguasai materi dengan baik. Tetapi banyak dari kita terkadang hanya berfokus pada salah satu tujuan pembelajaran yaitu tercapainya materi kepada peserta didik sehingga melupakan berbagai inovasi pembelajaran yang bisa membuat anak lebih semangat untuk belajar dikelas. Seringkali metode pembelajaran yang digunakan guru cenderung monoton yang membuat peserta didik merasa bosan dan jenuh. Maka dari itu guru yang inspiratif juga memiliki pengajaran yang inovatif dan kreatif seperti games, proses bernalar kritis, belajar outdoor dan lain sebagainya sehingga peserta didik menikmati proses belajar dengan menyenangkan dan tentunya lebih mudah dipahami.

       Berikut ini beberapa kriteria guru inspiratif yang banyak disukai para murid:

1.  Improvisasi

       Guru harus bisa melakukan improvisasi pada saat menyampaikan materi kepada murid. Kemampuan dalam improvisasi berhubungan erat dengan kepekaan guru dalam situasi pembelajaran. Jika situasi tidak kondusif, guru yang peka akan segera mengganti pendekatan mengajar yang sesuai.

2.  Menguasai Materi

       Kriteria guru inspiratif berikutnya adalah menguasai materi pembelajaran serta mempunyai keyakinan dalam materi tersebut. Fungsinya supaya guru dapat mengelola dirinya dengan baik dalam mendidik murid.

3.  Respek

       Seorang guru harus mampu membesarkan hati murid-muridnya. Tujuannya agar respek dalam diri murid tumbuh. Sosok guru yang peduli akan menumbuhkan semangat belajar murid.

4.  Memecahkan Masalah

       Guru yang mampu memecahkan masalah mengenai instruksional pembelajaran dapat menjadi sosok guru inspiratif. Pasalnya, guru tidak cukup hanya memiliki pengetahuan formal mengenai metode belajar, tapi juga harus mempunyai pengetahuan implisit tentang cara penyampaian materi.

5.  Monitor Pembelajaran

       Dalam proses belajar mengajar, guru harus mampu menjaga fokus murid tetap dalam pembelajaran agar materi dapat diserap secara maksimal. Guru harus memonitor hal tersebut dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengemukakan pertanyaan pada murid.

6.  Berjiwa Pendidik

       Kriteria guru inspiratif yang selanjutnya adalah berjiwa pendidik. Guru harus terus berupaya meningkatkan kualitas murid-muridnya, sehingga dibutuhkan jiwa ketulusan. Sosok guru yang tulus pandai memilih kata, nada suara, sampai bahasa tubuh yang tepat.

7.  Memfasilitasi

       Guru harus memenuhi kebutuhan fasilitas murid dalam pembelajaran, supaya mampu memahami kompleksitas serta meraih prestasi. Tak jarang murid hanya memiliki pengetahuan terbatas sehingga guru harus mampu membimbing murid dalam berpikir lebih kritis.

       Proses belajar dan mengajar disekolah tentu dilakukan di dalam kelas. Saat di kelas seorang guru sudah harus siap dengan berbagai macam karakter dan tingkah laku peserta didik. Ada kalanya peserta didik semangat untuk menerima materi, tetapi ada kalanya peserta didik kita merasa capek, lelah, low motivation, atau perasaan lainnya yang tidak bisa kita kontrol. Maka dari itu sebagai seorang guru kita juga harus peka dan menyadari kondisi peserta didik kita. Kita juga harus fleksibel dalam proses pembelajaran di kelas. Karena jika dipaksakan saat kondisi anak tidak semangat dan low motivation tentu materi yang kita sampaikan tidak akan diterima dengan baik. Sebagai guru yang inspiratif kita juga harus bisa membangun motivasi yang baik untuk peserta didik kita, memberikan semangat, memberikan positive vibes dan memberikan pelajaran hidup yang membangkitkan semangat peserta didik untuk kembali belajar dan mengejar cita-citanya.



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top