TIK TOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SMA NEGERI 1 GODONG

Print Friendly and PDF

TIK TOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SMA NEGERI 1 GODONG

Oleh: Oki Wulan Kusumawati, S.S., S.Pd.

SMA Negeri 1 Godong Purwodadi Jawa Tengah 


Oki Wulan Kusumawati, S.S., S.Pd.


       Pandangan mengenai Pendidikan Nasional dapat dikatakan sebagai suatu sektor yang memiliki tujuan mulia yakni mencerdaskan kehidupan masyarakatnya (Syamsuar & Reflianto, 2018), diiringi dengan visi yakni terwujudnya sebuah sistem pendidikan yang mampu berdaya saing dalam persaingan global (LUBIS, 2020; Yildiz, 2019), serta dapat menjawab tantangan zaman yang secara dinamis terus mengalami kemajuan (Putra, 2019; Syamsuar & Reflianto, 2018). Selain itu, pendidikan juga dianggap sebagai indikator kemajuan bangsa (Syarif & Mawardi, 2021), hal ini dikarenakan melalui pendidikan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkarakter dan berkompetensi. Sistem pendidikan saat ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas dan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh individu dalam rangka untuk menambah wawasan, keterampilan, dan keahlian sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi  komunikasi (IPTEK). Selaras dengan  hal  tersebut, pendidikan menjadi salah satu landasan untuk dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, oleh karena itu pelaksanaan pendidikan harus dapat memfasilitasi individu sehingga seluruh potensi yang ada dalam diri dapat berkembang secara optimal (Brown, 2014). 

       Tren yang terjadi di kalangan masyarakat saat ini telah memasuki babak baru yang dikenal dengan periode Revolusi Industri4.0. Periode ini ditandai dengan operasi digitalisasi di berbagai tempat sehingga yang semula ada manusia sebagai basis ekonomi, saat ini mulai tergantikan oleh teknologi digital (Syamsuar & Reflianto, 2018). Revolusi Industri4.0 adalah konversi lengkap dari semua aspek urusan di industri melalui kombinasi teknologi digital dan internet dengan industri saat ini (Bujang et al., 2020; Kowang et al., 2020).

       Pada masa pandemi sekitar 2 tahun peserta didik melakukan pembelajaran secara daring dan memanfaatkan media komunikasi seperti handphone (hp) dan menggunakan aplikasi pembelajaran seperti classroom sehingga siswa cenderung pasif hanya mendapatkan pembelajaran satu arah saja kebiasaan di rumah yang sering menggunakan hp terbawa pada saat proses pembelajaran offline yang saat ini oleh karena itu guru dapat memanfaatkan gadget sebagai media pembelajaran.

       Dengan perkembangan zaman yang sekarang ini guru di tuntut untuk selalu berinovasi menciptakan media pembelajaran yang inovatif kreatif yang dapat menarik peserta didik oleh karena itu dengan adanya aplikasi Tik Tok yang saat ini banyak digandrungi oleh para remaja guru dapat memanfaat.

       Media tersebut sebagai media pembelajaran yang menarik, karena dengan media aplikasi tik tok mempermudah pembelajaran pada siswa SMA Negeri 1 Godong Kelas X. Aplikasi Tik Tok itu sendiri adalah Aplikasi untuk membuat dan menyebarkan beragam video pendek dalam format secara vertikal, yang dimainkan dengan men-scroll layer ke atas maupun ke bawah. Dengan aplikasi Tik Tok ini guru dapat memasukkan konten-konten pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar yang akan di sampaikan serta bisa menambahkan gambar video pendek dengan menggabungkan antara gambar gambar dengan aplikasi Capcut dan di sertai dengan dabing suara pada aplikasi Tik Tok di tambah lagi dengan suara musik sehingga menambah ketertarikan peserta didik. Pembelajaran menggunakan media aplikasi Tik Tok yang sudah penulis lakukan hasilnya positif yaitu menambah minat baca siswa serta menambah keaktifan siswa yang di tunjukkan peserta didik aktif membuat buku pojok baca serta berani mengungkapkan pendapat di depan kelas. 

       Bahasa Jawa adalah pelajaran yang susah dipelajari atau diterima anak-anak. Di era Gen-Z ini bahasa Jawa dianggap bahasa yang kurang gaul. Banyak yang sudah meninggalkan bahasa jawa, berpindah ke bahasa Indonesia ataupun ke bahasa inggris yang dianggap lebih popular. Sangat disayangkan jika keadaan tersebut dibiarkan berlarut-larut, karena bahasa jawa itu merupakan warisan budaya yang patut kita lestarikan. Dengan adanya media sosial terutama Tik Tok bisa kita manfaatkan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik. Dengan hasil pembelajaran yang saya lakukan dapat di simpulkan bahwa dengan pemanfaatan media aplikasi Tik Tok dapat meningkatkan minat baca siswa serta dapat meningkatkan minat belajar bahasa jawa di SMA Negeri 1 Godong.

Contoh pembelajaran memanfaatkan media aplikasi Tik Tik: https://vt.tiktok.com/ZSNQGhWL8/





Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top