PENTINGNYA BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI PENINGKATAN BAKAT MINAT ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI JEPARA KELAS 7 SMPLB

Print Friendly and PDF

PENTINGNYA BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI PENINGKATAN BAKAT MINAT ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI JEPARA KELAS 7 SMPLB


Oleh: Hidayatus Sa'adah, S.Psi

SLB Negeri Jepara Jawa Tengah 


Hidayatus Sa'adah, S.Psi


       Sejak lahir, manusia telah dilengkapi dengan bakat-bakat yang mungkin belum terungkap sepenuhnya. Bakat ini bisa berupa kemampuan alami dalam bidang tertentu, seperti seni, olahraga, atau akademis. Namun, realisasi potensi ini memerlukan pengembangan melalui latihan dan pengalaman. Proses pengenalan dan pengembangan bakat ini dapat terjadi melalui lingkungan, pendidikan, serta interaksi sosial. Oleh karena itu, penting untuk memberikan kesempatan dan dukungan yang memadai bagi setiap individu untuk mengeksplorasi dan mengembangkan bakatnya. 

       Menurut E Lestari (2020) minat adalah ketertarikan yang kuat terhadap suatu aktivitas atau bidang tertentu yang memicu motivasi untuk mengeksplorasi dan terlibat secara aktif. Bakat adalah kemampuan alami atau potensi yang dimiliki seseorang dalam bidang tertentu, yang dapat dikembangkan melalui latihan dan pengalaman.

       Dalam proses mengungkapkan minat dan bakatnya, seseorang membutuhkan bimbingan yang diberikan baik oleh orang tua maupun guru. Dengan bimbingan yang tepat, mereka dapat mengidentifikasi minat serta bakat yang dimiliki, mengeksplorasi potensi mereka secara lebih mendalam, dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan. Bimbingan ini tidak hanya memfasilitasi pengembangan bakat secara efektif, tetapi juga membantu dalam memahami kekuatan dan minat yang akan membantu mereka mencapai kesuksesan di masa depan.

       Di lingkungan sekolah, Guru Bimbingan dan Konseling memegang peranan sangat penting dalam mengenalkan, menumbuhkan, dan memberikan arahan terkait minat dan bakat siswanya. Mereka tidak hanya membantu siswa mengidentifikasi minat dan bakat mereka, tetapi juga memberikan dukungan yang diperlukan untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut. Melalui interaksi dan panduan yang bersifat individual, Guru Bimbingan dan Konseling membantu siswa mengeksplorasi dan memahami minat serta bakat mereka secara lebih dalam, mempersiapkan mereka untuk meraih keberhasilan di masa depan.

       Sebagai Guru Bimbingan dan Konseling konseling di SLB Negeri Jepara Jawa Tengah, penulis memiliki tanggung jawab yang meliputi memberikan layanan Bimbingan dan Konseling kepada siswa Tunarungu kelas 7 SMPLB untuk meningkatkan minat dan bakat mereka. Siswa tunarungu adalah mereka yang mengalami gangguan pendengaran yang signifikan, sehingga mereka menghadapi kesulitan dalam mendengar atau memahami pembicaraan secara verbal tanpa menggunakan bantuan alat bantu dengar atau bahasa isyarat. Mereka memerlukan pendekatan pembelajaran khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka agar dapat mengakses pendidikan dengan optimal (M Rusmini, ND Khoeriah, 2020).

       Melalui pendekatan yang terarah dan dukungan yang berkelanjutan, penulis berupaya membantu siswa Tunarungu mengenali, mengembangkan, dan mengekspresikan potensi-potensi mereka dengan lebih baik, memungkinkan mereka untuk mencapai prestasi dan keberhasilan secara optimal.

       Langkah-langkah yang dilakukan penulis sebagai Guru Bimbingan dan Konseling kepada siswa Tunarungu kelas 7 untuk meningkatkan minat dan bakat mereka meliputi evaluasi mendalam terhadap minat dan bakat individual siswa, penyusunan rencana pengembangan yang sesuai, pemberian dukungan dan bimbingan secara personal, serta kolaborasi dengan guru dan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bagi setiap siswa Tunarungu dalam mewujudkan potensi mereka.

       Hasil yang dicapai penulis dalam melaksanakan layanan Bimbingan dan Konseling kepada siswa Tunarungu kelas 7 SMPLB yaitu dapat mengidentifikasi minat dan bakat mereka dengan lebih jelas, serta memiliki rencana pengembangan yang sesuai untuk memperkuat potensi-potensi tersebut. Dukungan personal yang diberikan oleh Guru Bimbingan dan Konseling membantu siswa merasa termotivasi dan percaya diri dalam mengeksplorasi bakat mereka. Kolaborasi dengan guru dan orang tua juga memastikan adanya lingkungan yang mendukung dalam mengembangkan potensi siswa secara optimal.

       Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam membantu siswa Tunarungu kelas 7 SMPLB meningkatkan minat dan bakat mereka, peran Guru Bimbingan dan Konseling sangat penting. Melalui evaluasi, rencana pengembangan, dukungan personal, dan kolaborasi, siswa dapat mengembangkan potensi mereka dengan lebih baik dan mencapai keberhasilan di masa depan.



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top