TIGA METODE MENGAJAR MATEMATIKA

Print Friendly and PDF

TIGA METODE MENGAJAR MATEMATIKA

Oleh: Listiyanti, S.Pd

SMPN 3 Ngadirojo, Ngadirojo, Wonogiri Jawa Tengah 


Listiyanti, S.Pd


       Matematika sering dianggap sebagai pelajaran di sekolah yang paling sulit. Anggapan tersebut akan hilang jika sebagai guru menerapkan metode mengajar matematika yang tepat, yaitu metode yang menyenangkan dan juga membuat murid cepat paham. Banyak guru yang menggunakan metode mengajar matematika yang menyenangkan. Mengubah Mindset tentang Pelajaran Matematika, hal utama yang harus dilakukan adalah mengubah mindset bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit serta menakutkan. Hal ini akan membuat siswa tertarik mempelajari matematika. Percuma menerapkan metode mengajar matematika yang menyenangkan ketika siswa masih takut untuk sekedar mulai belajar matematika.

        Lalu, bagaimana agar mengubah mindset tersebut? Ini sangat tergantung pada kita sebagai guru. Selama ini, guru matematika diidentikkan sebagai guru yang ketinggalan zaman, tidak suka bercerita, dan pemarah. Stigma tersebut harus dihilangkan dulu. 

       Bagaimana caranya? Mulailah dengan hal yang sederhana. Misalnya saja kita sering mengajak siswa mengobrol di luar tentang matematika. Bisa juga dengan cara mendekati siswa secara personal untuk menanyakan dan membantu mereka yang masih belum mengerti tentang materi matematika tertentu. Yang pasti, buat diri kita sebagai teman yang menyenangkan, bukan guru yang menakutkan. Tentu saja bukan berarti kita harus menjadi teman mereka sehingga mereka tidak memberikan hormat sama sekali. Tetap harus ada jarak yang proporsional antara murid dengan guru. 

       Setelah kita tahu apa hal utama yang harus dilakukan, selanjutnya kita bisa menerapkan salah satu dari 3 metode mengajar matematika berikut ini:

Metode Penyampaian Materi yang Lugas

        Beberapa guru matematika merasa mereka harus menjelaskan panjang lebar untuk bab-bab tertentu dengan alasan bab tersebut sulit untuk dipahami siswa-siswi. Akan tetapi, tahukah Kita jika Kita terlalu bertele-tele menjelaskan, justru siswa semakin sulit untuk memahami materi yang sedang dijelaskan? Siswa awalnya sudah merasa matematika itu sulit. Ketika guru menjelaskan secara panjang lebar, siswa semakin merasa sulit untuk belajar matematika.

       Akan lebih baik jika kita menjelaskan dengan penjelasan lugas. Setelah itu, lakukan review dengan memberikan soal. Jadi, setiap sub-bab dijelaskan secara singkat lalu berikan soal dengan level yang ringan, kemudian menaikkan level kesulitan soal secara bertahap. Sebagai guru, kita juga bisa melakukan variasi metode penjelasan dengan menggunakan video-video pembelajaran yang singkat, menarik, dan mudah dipahami siswa. Hal ini juga sesuai dengan karakteristik siswa kita yang terbiasa dengan internet dan teknologi

Metode Questioning 

       Sesekali letakkan alat tulis yang sering Kita gunakan untuk menuliskan angka-angka di papan tulis. Ganti dengan memberikan pertanyaan kepada siswa-siswi. Misalnya saja Kita mengajukan pertanyaan “Mengapa langkah yang kita ambil seperti ini?” Pertanyaan ini membuat siswa-siswa menjawab alur yang harus dilakukan untuk menjawab sebuah soal matematika. Dari pertanyaan ini juga kita tahu bagaimana pola pikir siswa ketika menghadapi sebuah pertanyaan matematika. Pemberian soal juga tidak terbatas hanya dari buku paket, LKS, atau lembar foto copy-an yang dibagikan. Kita dapat mengemas soal-soal dalam bentuk yang lebih menarik bagi siswa, misalnya dengan melakukan permainan online yang bisa diakses melalui HP atau komputer siswa. Pemberian soal melalui permainan dapat membuat siswa lebih tertarik untuk mencoba mengerjakannya, apalagi jika dalam permainan itu siswa dapat bertanding melawan siswa lainnya. Untuk memahami matematika ini tidak hanya tentang apakah siswa bisa mengerjakan soal atau tidak. Penting juga untuk Kita ketahui bagaimana cara pkitang atau cara berpikir siswa ketika menghadapi sebuah soal.

Metode GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan)

       Penting sekali untuk memberikan soal yang inovatif dan interaktif untuk siswa. Tujuannya agar siswa terbiasa mengerjakan soal. Diharapkan juga siswa lebih cepat menyelesaikan soal matematika. Untuk pertama kali sebaiknya kita tidak membuat soal yang berbeda-beda. Buat model soalnya sama hanya angkanya saja yang dimodifikasi. Tujuannya agar siswa paham cara menyelesaikan soal tersebut, sehingga termotivasi dan menganggap matematika itu mudah. Setelah siswa menguasai 1 jenis masalah, kita bisa menambahkan jenis soal dan permasalahan lain yang harus diselesaikan siswa. Metode GASING ini merupakan metode pembelajaran matematika dengan langkah-langkah yang disusun sedemikian rupa, sehingga penguasaan materi siswa dibangun dari pemahaman materi sebelumnya secara gampang, asyik dan menyenangkan. 

       Itulah 3 metode mengajar matematika yang bisa kita terapkan. Kita bisa menerapkan secara bergantian. Tujuannya agar siswa kita tidak jenuh. Selain itu, kita juga bisa mencoba mana metode yang tepat untuk digunakan di kelas yang kita ajar. Karena setiap siswa memiliki cara belajar yang berbeda, kita perlu memilihkan cara yang terbaik bagi mereka dalam belajar matematika.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top