PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS IT

Print Friendly and PDF

PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS IT

Oleh : Meilina Rahayu Utami, S.Si

Guru SMK Negeri 1 Wirosari, Grobogan Jawa Tengah

Meilina Rahayu Utami, S.Si


       Kimia merupakan salah satu pelajaran IPA yang kurang diminati oleh kebanyakan peserta didik SMK. Hal tersebut tidak terlepas dari cara buku menyajikan materi, cara guru mengajarkan kimia, informasi publik yang diterima peserta didik, dan tujuan siswa belajar kimia. Tulisan ini menguraikan ide-ide baru pelaksanaan pelajaran kimia SMK untuk menguatkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran kimia. Selain itu, merupakan konstruksi teoretis pembelajaran kimia yang disusun berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman panjang dalam praktik pembelajaran ilmu kimia, baik di sekolah maupun di perguruan tinggi, yang diberi nama paradigma baru pembelajaran kimia SMK. Hasil konstruksi tersebut merekomendasikan tiga ide pokok yang dapat digunakan untuk penguatan peminatan peserta didik terhadap mata pelajaran kimia di SMK. Pertama, pembelajaran kimia SMK harus diawali dengan membangun cara berpikir baru peserta didik tentang mata pelajaran kimia. Hal ini dapat dilakukan dengan menjelaskan bahwa kimia itu penting, menyejahterakan, menyenangkan, menyehatkan, dan bermanfaat bagi semua orang. Kedua, setiap pembelajaran materi kimia SMK harus dikaitkan kembali dengan eksistensi kimia dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, peserta didik dilatih untuk berpikir kritis dan kreatif terhadap setiap aspek materi kimia yang dipelajari. Dengan demikian, peserta didik mampu melihat peranan kimia dalam menjelaskan atau memecahkan masalah sehari-hari dan bukan hanya dilihat sebagai pengetahuan belaka. Dengan tiga cara tersebut diharapkan, kesadaran, minat dan motivasi peserta didik belajar kimia dapat ditingkatkan.

       Memasuki abad Teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini sangat dirasakan kebutuhan dan pentingnya penggunaan ilmu teknologi (IT) dalam berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Melalui pemanfaatan IT kita dapat meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan cara mengaplikasikan teknologi dalam praktik pembelajaran. Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling utama dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti bahwa pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara professional. Kimia adalah ilmu yang mempelajari struktur, komposisi, sifat materi dan perubahannya. Pembelajaran kimia dapat dimulai dengan mempelajari fenomena yang terkait dengan kehidupan sehai- hari (Brady, 2012). Pembelajaran kimia tidak hanya membahas konsep-konsep yang bersifat konkrit, yang dapat diamati peserta didik melalui ekseprimen dilapangan saja, akan tetapi tidak sedikit pula konsep kimia yang bersifat abstrak. Konsep yang bersifat abstrak akan lebih mudah dipahami peserta didik jika guru menyajikannya melalui gambar, foto, video, atau animasi. Salah satu cara yang dapat mengkonkritkan sesuatu yang abstrak adalah melalui visualisasi dalam media pembelajaran berbasis IT (Suryani: 2015). Informasi dan teknologi memberikan kemudahan bagi guru untuk mengkongkritkan konsep-konsep yang abstrak dalam bentuk model, multimedia pembelajaran atau media pembelajaran audio visual sehingga memudahkan peserta didik dalam memahami konsep tersebut. Selain untuk mengkongritkan konsep yang abstrak, penggunaan media pembelajaran berbasis IT juga dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Peserta didik dapat memanfaatkan teknologi multimedia dan komputer untuk mengakses materi pelajaran, berinteraksi dengan pendidik dan peserta didik lainnya dan memperoleh beberapa bentuk tutorial yang tersedia melalui pembelajaran berbasis IT ini (Rusman,2013). Dengan demikian, pembelajaran akan menjadi lebih hidup dan konsep yang dipelajari akan tertinggal di long term memori peserta didik. 

       Penerapan pembelajaran berbasis IT dilapangan sering mengalami kendala. Kendala yang dihadapi guru antara lain kurangnya bahan ajar dan media pembelajaran kimia yang tersedia dilapangan. Kendala lain yang dihadapi adalah sebagian guru belum terampil dalam membuat media pembelajaran berbasis IT sendiri sesuai dengan topik-topik kimia SMK. Selain itu, hanya sebagian kecil dari guru-guru Kimia yang pernah menggunakan beberapa platform pembelajaran online seperti edmodo, google classroom, dan kahoot untuk menunjang proses pembelajaran. Akibatnya, kondisi pandemik sekarang yang mengharuskan pembelajaran online dari rumah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Guru mengajar hanya memanfaatkan aplikasi WhatsApp dan e-mail dalam pembelajaran sehingga kurang terjadi interaksi timbal balik antara guru dan siswa maupun siswa dengan siswa lainnya.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top