HMPS PGSD FKIP Unisri Gelar Seminar Nasional Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru SD Abad 21

Print Friendly and PDF

Pembicara seminar, dosen, panitia HMPS dan seluruh peserta seminar nasional saat foto bersama di Hotel Sahid Jaya Solo. (foto: dok HMPS PGSD Unisri Surakarta)


HMPS PGSD FKIP Unisri Gelar Seminar Nasional Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru SD Abad 21 

Solo- majalahlarise.com -HMPS PGSD UNISRI bersama dengan Prodi PGSD UNISRI menggelar Seminar Nasional dan Kuliah Umum bertema “Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru SD dalam Tantangan Pembelajaran Abad 21”. Bertempat di Sahid Jaya Hotel Solo. Rabu (20/12/2023).

Ketua HMPS PGSD Unisri Surakarta Viera Nur Khalifah menerangkan seminar ini diikuti oleh suluruh Mahasiswa PGSD Semester 1, 3, 5 dan Semester 7. “Kegiatan bertujuan untuk memberikan bekal dan ilmu baik di lapangan ataupun secara teori bagi calon Guru Sekolah dasar terutama mahasiswa. "Agenda tersebut menjadi agenda wajib bagi mahasiswa untuk menambah ilmu serta bekal menjadi guru di Abad 21," ucap Viera.

Lebih lanjut disampaikan, Seminar tersebut menghadirkan narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yaitu Dr. Achmad Basari Eko Wahyudi, S.Pd., M.Pd yang merupakan dosen PGSD UNS Kebumen, Ratih Rintan Susandra, S.Pd dari Mentor & Narasumber Organisasi Penggerak Platform Merdeka Mengajar serta Guru di SDN 3 Nglanji Kabupaten Boyolali dan Della Agata mahasiswa berprestasi program studi PGSD Unisri periode 2023.

Baca juga: Meriahkan Peringatan Hari Ibu ke-95, Tim Penggerak PKK Kecamatan Jumantono Adakan Berbagai Acara

Acara dibuka oleh Wakil Dekan FKIP UNISRI Anggit Grahito Wicaksono S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan Seminar Nasional dan Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh panitia prodi dan HMPS PGSD. 

“Saya sangat bangga dan juga mengapresiasi acara seminar nasional ini, dikarenakan para mahasiswa sebagai calon Guru Sekolah Dasar akan mendapatkan bekal ilmu baik secara teori ataupun di lapangan bagaimana seorang calon Guru harus bisa mempersiapkan diri serta mampu menguasai kompetensi Pedagogik, yang mana kompetensi ini merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh seorang guru," ucap Anggit Grahito. 

Selain itu Anggit juga menyampaikan dalam menghadapi perkembangan tantangan pembelajaran pada Abad 21 maka diperlukan pengembangan kompetensi pedagogik Guru SD. Selain itu Guru dituntut untuk memiliki keterampilan komunikasi, kolaborasi, berfikir kritis dan kreatif.

Sementara, pembicara Dr. Achmad Basari Eko Wahyudi, S.Pd., M.Pd. menyampaikan menjadi Guru Sekolah Dasar adalah pilihan harus siap dalam menghadapi perkembangan zaman yang modern saat ini.

“Saat saudara sudah memilih untuk menjadi guru SD maka saudara harus siap dengan segala tantangan generasi milenial karena pola pikir dan pola asuh saat ini sudah berbeda selain itu juga kita sebagai calon pendidik milenial harus bisa menyampaikan sebuah ide, baik yang disampaikan secara individu ataupun kelompok," Dr. Achmad dalam Seminar.

Dr. Ahmad juga menambahkan ide itu tidak hanya sekedar ide, tetapi bagaimana kita mampu melaksanakan ide tersebut. Ia juga menyampaikan pepatah “rencanakan yang kamu kerjakan dan kerjakan yang kamu rencanakan”. 

Dalam penyampaian materi pembicara Ratih Rintan Susandra, S.Pd. menyampaikan tentang tantangan guru pada pembelajaran abad 21.

“Kita sebagai guru harus bisa menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman, guru juga harus memberikan pembelajaran efektif yang berpusat pada peserta didik, dan yang terakhir yaitu asesmen, umpan balik dan pelaporan yang berpusat pada peserta didik”, ujar Ratih Intan dihadapan peserta Seminar.

Terakhir dari pembicara Della Agata dalam penjelasannya menyampaikan bagi mahasiswa harus semangat serta menunjukkan keuletan dalam menghadapi tantangan ke depan. 

“Gunakan keuletanmu dalam menghadapi tantangan dan ada satu kegiatan di era kecanggihan AI (Artificial Intelligence) yang tidak bisa digantikan oleh mesin yaitu pendidik. Kalau kita mengajar hanya menjelaskan materi bisa melalui youtube, google tetapi kalau mendidik itu kita harus menunjukkan sisi kebijaksanaan sebagai manusia, agar kita tidak tergantikan. Oleh karena itu harus mengubah mindset kita menjadi bertumbuh," imbuh Della Agata. (Sofyan)

Baca juga: Workshop Model Pembelajaran Atraktif untuk Meningkatkan Kompetensi Mengajar Guru SD Muhammadiyah PK Banyudono



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top