PEMBAHARUAN KURIKULUM

Print Friendly and PDF

PEMBAHARUAN KURIKULUM

Oleh: Bayu Sapto Nugroho, S.Pd

SD Negeri Gumpang 01, Gumpang, Kartasura Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah


Bayu Sapto Nugroho, S.Pd


      Kurikulum suatu hal yang amat penting dalam pendidikan, menurut Olivia (1997:12 dalam Hasan, tt: 2) kurikulum adalah sebuah bangunan atau konsep atau verbalisasi ide yang sangat kompleks atau juga seperangkat ide. Jadi dapat kita ketahui bahwa kurikulum adalah suatu perangkat dalam pembelajaran yang sangat penting guna dapat mencapai apa yang diharapkan, yang mana kurikulum adalah seperangkat gagasan-gagasan baru, yang dirancang secara bersama dengan memikirkan kekurangan serta kelebihannya secara matang sehingga dapat menjadi suatu konsep yang tepat yang dapat digunakan pada proses pendidikan di Indonesia. Kurikulum tidak hadir secara tiba-tiba dalam masalah pendidikan nasional, kurikulum harus dirancang dan di persiapkan sebaik mungkin sesuai dengan perubahan serta kemajuan perkembangan teknologi dan zaman. Pada kondisinya saat ini kurikulum saat ini tidak membatasi beberapa bidang pelajaran tertentu, akan tetapi di masing-masing siswa juga dapat merasakan semua pengalaman belajar yang mana lebih mengarah pada kenyataan atau realita di lapangan. Sehingga hal tersebut sangat berpengaruh pada kepribadian masing-masing siswa. Pemahaman kurikulum terkadang disangkutpautkan dengan sejumlah faktor-faktor yang terkait diantaranya faktor gagasan, faktor rancangan, faktor pelaksanaan, dan faktor pengeluaran atau output.

       Untuk siswa disini kurikulum merupakan bagian yang paling utama dan sangat penting dalam pembelajaran, yang dapat membimbing dan dapat menjadi petunjuk dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah, yang mana fungsi lain dari kurikulum disini dapat membentuk karakter siswa dan dapat juga membimbing menjadi siswa yang berakhlak, berkarakter, tangguh dan memiliki jati diri yang kuat, sehingga juga kurikulum haruslah dapat mengarahkan siswa untuk dapat menemukan keahlian serta masing-masing ketertarikan atau keinginan siswa yang mana pastinya semua siswa memiliki ketertarikan itu, sehingga dapat tersalurkan keahlian dan ketertarikan siswa terhadap suatu hal yang baru dan dapat menunjang keahlian siswa itu sendiri sehingga dapat terasah menjadi sesuatu yang lebih baik dan optimal hasilnya. Dan juga dapat mengetahui keahlian dan kekurangan yang pastinya dimiliki oleh masing-masing siswa.

       Proses perbaikan kurikulum di Indonesia terjadi sudah sangat banyak, yang mana dapat membawa dampak kepada mutu pendidikan di Indonesia, perbaikan kurikulum ini sendiri dilaksanakan agar terciptanya suatu pengeluaran atau hasil yang sangat efektif, dari adanya kurikulum pada masa belanda, jepang, dan dari kurikulum tahun 1964, sampai dengan pelaksanaan kurikulum sekarang kurikulum merdeka, yang mana pastinya dengan adanya perubahan kurikulum dari tahun ke tahun yang dilalui oleh bangsa Indonesia ini sendiri sangatlah dapat menjadi pembelajaran demi terciptanya perbaikan kurikulum yang optimal dan sesuai dengan perubahan dan perkembangan teknologi yang ada di era sekarang.

       Proses penerapan kurikulum dalam pelaksanaan pembelajaran mempunyai fungsi yang paling mendasar dan utama dalam proses meraih output, output ini tadi menjadi tolak ukur dalam dilakukannya pembaharuan pada kurikulum, yang mana dapat menentukan seperti apa arah pembaharuan yang harus dicapai dan juga yang memiliki pengaruh yang baik ataupun kurang baik,sehingga disini terlaksananya perbaikan kurikulum disini dapat menyelesaikan berbagai hambatan yang sudah dialami maupun hambatan dimasa akan datang yang akan dijalani.

       Pada pelaksanaannya kurikulum terkadang dihadapkan pada berbagai macam kendala yang mana kendala itu perlu penanganan dan penyelesaian yang sangat tepat dan tanggap. Adanya berbagai macam kendala tersebut hadir dikarenakan adanya faktor-faktor yang mungkin belum terduga sebelumnya, dan harus diseimbangkan oleh dorongan yang segera mungkin harus terlaksana. Dalam proses pembelajaran yang telah dilaksanakan di Indonesia tentu saja telah dilaksanakan berbagai macam pergantian serta revisi yang mana demi terciptanya cita-cita tujuan nasional pendidikan Indonesia.

       Akan tetapi niat dari proses perbaikan kurikulum ini terus dikembangan dan dicari, dan kekurangan yang terjadi pada penerapan kurikulum sebelumnya dapat dijadikan acuan atau pembelajaran untuk kedepannya. Sehingga seluruh aspek disini baik dari siswa, guru, orang tua, pihak sekolah, maupun pemerintah harus turut dapat belajar sama-sama memperbaiki apa yang menjadi kekurangan sehingga proses pembelajaran dan pendidikan dapat menjadi optimal dan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top