MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN HASIL BELAJAR PPKN MATERI NORMA MELALUI PENGGUNAAN MODEL ROLE PLAYING GAME

Print Friendly and PDF

MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN HASIL BELAJAR PPKN MATERI NORMA MELALUI PENGGUNAAN MODEL ROLE PLAYING GAME

Oleh : Wahyu Budiyanto, S.Pd.

Guru Mapel PPKn SMP Negeri 4 Pracimantoro, Wonogiri Jawa Tengah

Wahyu Budiyanto, S.Pd.


       Guru menjadi sosok penting dan garda terdepan yang berperan merealisasikan fungsi pendidikan seperti yang tertuang dalam pasal 3 Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang dibantu oleh orang tua dan masyarakat yang berasa di sekitar tempat guru mengajar. Menurut Djumarah (2005: 31) guru merupakan orang yang memberikan ilmu pengetahuannya kepada peserta didik atau orang yang melakukan pendidikan di suatu tempat tertentu misalnya rumah, masjid dan sebagainya. Peran guru sebagai pengajar yaitu guru mentransformasikan ilmu pengetahuannya kepada peserta didik (Nella Agustin, 2021). Sehingga guru haruslah memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial, (Rangkuti & Aziz, 2014). 

       Dalam proses kegiatan belajar mengajar  guru dihadapkan permasalahan di kelas seperti yang dialami oleh penulis sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn). Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) adalah suatu mata pelajaran yang merupakan satu rangkaian proses untuk mengarahkan peserta didik menjadi bertanggung jawab sehingga dapat berperan aktif dalam masyarakat sesuai ketentuan Pancasila dan UUD NKRI 1945 (Madiong, 2018). Sedangkan tujuan mata pelajaran PPKn pada siswa SMP adalah mengembangkan pengetahuan dan kemampuan memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila dalam rangka pembentukan sikap dan perilaku sebagai peribadi, anggota masyarakat dan bernegara.

       Pada pelajaran PKKn materi Norma, siswa dijelaskan mengenai pengertian Norma, fungsi Norma dalam masyarakat, tujuan dibentuknya Norma, macam-macam Norma. Norma adalah kaidah atau aturan yang disepakati bersama dan digunakan sebagai pedoman bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat, (Sri Nurhayati & Iwan Muharji, 2021).

       Pada kenyataannya mata pelajaran PPKn kurang diminati oleh siswa. Hal ini dapat dilihat saat pembelajaran PPKn materi Norma berlangsung banyak siswa yang tidak memperhatikan atau melamun, dan bercanda dengan temannya. Permasalah itu terjadi pada siswa kelas 7A SMP Negeri 4 Pracimantoro menyebabkan rendahnya pemahaman dan hasil belajar siswa yang dibuktikan nilai rata-rata ulangan harian dari 24 siswa terdapat 13 siswa yang belum mencapai nilai Kriteria Kentuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan. Oleh karena itu, penulis sebagai guru harus cermat dalam memilih model pembelajaran yang menarik, meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.

       Salah satu model pembelajaran yang dipilih penulis adalah Role Playing Game (RPG)  atau bermain peran. Menurut Wandah Wibawanto (2020: 7) RPG adalah permainan di mana pemain menjalankan peran karakter dalam sebuah cerita fiksi. Pemain bertugas untuk memainkan peran-peran yang ditentukan oleh narasi permainan, serta dituntut untuk melalui proses pengambilan keputusan terstruktur terkait pengembangan karakter. Peran yang dilakukan oleh pemain ditentukan oleh sistem aturan yang didefinisikan secara spesifik oleh pengembang permainan. 

       Penerapan RPG yang dilaksanakan oleh penulis dalam pembelajaran PPKn materi Norma seperti yang dikemukakan oleh Shaftel (1967) yaitu 1) Sebelum pembelajaran dimulai guru menghangatkan suasana dan memberikan motivasi kepada peserta didik. 2) Memilih partisipan atau pemeran dari peserta didik. 3) Guru menyusun tahap-tahap peran. 4) Guru menyiapkan pengamat. 5) Melaksanakan pemeran sesuai tahapan peran yang telah disusun. 6) Guru dan siswa melakukan diskusi dan evaluasi. 7) Siswa melaksanakan pemeran ulang. 8) Guru dan siswa melakukan diskusi dan evaluasi tahap dua. 9) Membagi pengalaman dan mengambil kesimpulan dari pelaksanaan metode Role Playing Game (RPG).

       Melalui metode Role Playing Game (RPG) yang diterapkan penulis pada pelajaran PPKn materi Norma seluruh siswa kelas 7A SMP Negeri 4 Pracimantoro nampak antusias, tidak ada siswa yang ngantuk, melamun dan bercanda dengan temannya. Mereka aktif mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir pembelajaran. Setelah diadakan ulangan harian terjadi peningkatan hasil belajar yang dibuktikan dari 24 siswa hanya 2 siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM. Selanjutnya 2 siswa yang belum tuntas KKM diadakan ulangan remidi. 

       Dengan demikian terbukti bahwa penggunaan model Role Playing Game (RPG) mampu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar mata pelajaran PPKn materi Norma pada siswa kelas 7A SMP Negeri 4 Pracimantoro. Disarankan kepada guru untuk menggunakan model Role Playing Game dalam pembelajaran dan meningkatkan kompetensinya. 


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top