RENDAHNYA MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN MATEMATIKA

Print Friendly and PDF

RENDAHNYA MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN MATEMATIKA 

Oleh: Supadmi, S.Pd.    

Guru SMP Negeri 1 Demak Jawa Tengah

Supadmi, S.Pd.


           

      Motivasi dan minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika sekarang ini rendah terutama setelah adanya Covid 19. Siswa santai karena pada masa Covid 19 pembelajarannya daring. Dari dampak Covid 19 masih terbawa sampai sekarang. Siswa maunya santai tidak fokus saat pembelajaran. Bahkan sebagian waktu dari siswa disibukkan dengan handphone yaitu untuk main game, Tiktok dan hal- hal lain yang tidak berhubungan dengan pelajaran.  Dengan adanya itu sebagian siswa banyak yang tidak semangat dan tidak antusias dalam belajarnya pada matematika. Maka  sebagai pendidik harus bisa menumbuh rasa antusias dan menumbuhkan minat supaya termotivasi untuk mengikuti pembelajaran pada mata pelajaran matematika.

       Selain dari dampak Covid 19 ada faktor – faktor lain yang menyebabkan rendahnya  motivasi dan minat belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Ada 2  faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi  dan minat belajar  siswa yaitu faktor Internal dan faktor eksternal.

       Faktor internal yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar siswa yaitu faktor yang berasal dari diri sendiri siswa itu sendiri. Siswa tidak termotivasi untuk belajar disebabkan: 1)  siswa malas karena kemampuan dasar terhadap matematika kurang, 2) siswa belum bisa membagi waktu antara belajar dan bermain, 3) Siswa belum mempunyai rasa tanggung jawab sehingga mau belajar kalau di suruh oleh orang tua. 4) kurangnya rasa ingin tahu terhadap pelajaran. 5) faktor kesehatan. 

       Faktor eksternal yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar siswa meliputi faktor pendidik dan faktor lingkungan terutama lingkungan keluarga. Faktor  dari pendidik yaitu penyampaian materi oleh pendidik kurang menarik sehingga siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Pendidik kurang inovatif  dalam menggunakan model atau metode pembelajaran sehingga siswa bosan. Siswa tidak dilibatkan langsung dalam pembelajaran karena guru selalu menggunakan metode ceramah yang pembelajarannya berpusat  pada guru atau teacher center. Kurang optimalnya  penggunaan IT yang disebabkan kemampuan guru tentang IT kurang sehingga pembelajaran kurang menarik dan membosankan.

       Faktor eksternal yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar matematika yang lain yaitu dari lingkungan terutama lingkungan keluarga. Orang tua sibuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk  memperhatikan belajar anaknya.

       Untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika maka perlu usaha peningkatan motivasi dengan memberikan variasi model pembelajaran yang menarik atau menyenangkan, melibatkan siswa yang dapat meningkatkan dan tanggungjawab siswa. Dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi yang disesuaikan dengan karakteristik materi misalkan dengan menggunakan model pembelajaran PBL (Project Based Learning) atau pembelajaran berbasis proyek siswa akan lebih aktif dan bertanggungjawab. Dengan menggunakan model pembelajaran PBL siswa berperan langsung dalam pembelajaran sehingga siswa lebih antusias dan lebih termotivasi dalam pembelajaran matematika.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top