MENUMBUHKAN MINAT BACA

Print Friendly and PDF

MENUMBUHKAN MINAT BACA

Oleh : Anisa Aji Ardiyanti, S.Pd

SDN Sambiyan, Kaliori, Rembang Jawa Tengah

Anisa Aji Ardiyanti, S.Pd


       Tercatat sebanyak 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget, atau urutan kelima dunia terbanyak kepemilikan gadget. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 lalu, jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.

       Ironisnya, meski minat baca buku rendah tapi data wearesocial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. Tidak heran dalam hal kecerewetan di media sosial orang Indonesia berada di urutan ke 5 dunia.

       Lewat gadget memang banyak informasi fakta yang beredar. Sayangnya informasi yang mereka dapatkan juga bukan berasal dari media yang bisa dipercaya, melainkan dari media sosial yang lebih banyak dipenuhi oleh opini, bukan fakta. Bahkan sebaliknya, mereka malah percaya dengan portal-portal fake news dan akun-akun penyebar hoax itu.

       Rendahnya minat baca di Indonesia tentu sangat berpengaruh terhadap masa depan bangsa. Karena bangsa yang besar ditentukan dari berhasil atau tidaknya sebuah pendidikan. Memiliki karakter minat baca dan minat belajar yang tinggi adalah salah satu tujuan pendidikan yang terkandung pada makna mencerdaskan kehidupan bangsa.

       Membangun bangsa diwujudkan dengan cara membangun generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat. Menumbuhkan minat baca dan minat belajar dilakukan dari tingkatan terendah pendidikan yakni PG/TK. Membangun minat baca dan minat belajar pada anak usia dini bisa dibilang cukup mudah, karena usia mereka yang termasuk masih usia golden age untuk mengingat, memahami apapun yang terjadi pada lingkungan sekitarnya. Usia golden age pada anak yaitu di fase 0-5 tahun. Pada fase ini pertumbuhan anak berkembang begitu pesat.

       Berikut cara menumbuhkan minat baca dan minat belajar pada anak usia dini :

Sediakan banyak buku bacaan

       Dengan menyediakan banyak buku bacaan di rumah, anak akan tumbuh rasa ingin tahu apa tentang apa isi buku-buku yang ada di sekitarnya.

Luangkan waktu untuk membaca

       Keluarga yang memiliki waktu khusus untuk membaca buku adalah keluarga yang sangat bagus untuk diidolakan. Karena membaca buku berarti membuka jendela dunia.

Bacakan buku setiap hari

       Orang tua harus rajin membacakan buku kepada anak setiap harinya. Membacakan buku membuat anak berimajinasi sesuai dengan umur anak.

Ceritakan hasil bacaannya

       Orang tua perlu menambah intensitas komunikasi dengan anak dengan cara menceritakan hasil bacaannya. Hal ini mampu membuat anak memiliki pengalaman menarik tersendiri.

Ajak anak beli buku

       Ketika orang tua pergi ke toko buku, ajaklah anak untuk ikut dan beli buku. Ajarkan padanya tentang lebih berharga membelanjakan hasil tabungan daripada membeli barang-barang yang tidak terlalu penting.

       Minat baca dan minat belajar yang tumbuh pada anak-anak usia dini akan menjadi bekal ketika anak-anak menjadi orang dewasa nanti. Orang dewasa yang tidak lepas dari kegiatan belajar. Belajar bukan hanya dengan cara membaca buku saja, tetapi belajar menyelesaikan satu kasus dalam kehidupan sehari-hari juga aplikasi belajar orang dewasa. Orang dewasa yang senang belajar akan selalu haus ilmu dan ingin tahu tentang banyak hal di dunia ini. Terbentuknya orang dewasa yang senang baca dan senang belajar akan menjadikan karakter yang mandiri juga konsisten terhadap dirinya sendiri. Mandiri yang artinya perbaikan generasi yang tidak ketergantungan terhadap siapapun kecuali kepada Tuhan Yang Maha Esa.

       Generasi yang ada di zaman sekarang adalah generasi instan dan memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap manusia lain atau benda sekitarnya,  yang hanya menunggu hasil tanpa mau bersusah payah belajar. Dengan tumbuhnya minat baca dan minat belajar pada anak usia dini diharapkan mampu membentuk karakter generasi pembelajar yang mandiri sepanjang hayat. Yang perlu diperhatikan tak hanya tingkat membaca dari sekadar membaca saja, namun juga sejauh mana pemahaman terhadap sesuatu yang sedang mereka baca.

       Untuk sukses, tidak hanya baca tapi juga memahami. Kita nggak bisa memaksa orang buat baca keseluruhan.



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top