UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI KELILING DAN LUAS PERSEGI DENGAN MODEL STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)

Print Friendly and PDF

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI KELILING DAN LUAS PERSEGI DENGAN MODEL STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) 

Oleh: Retno Pujiastuti

SD Muhammadiyah Program Khusus Pracimantoro KM 0,3, Pracimantoro, Wonogiri Jawa Tengah


Retno Pujiastuti


       Berdasarkan hasil pengamatan terhadap hasil belajar mata pelajaran matematika siswa kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus Pracimantoro tahun pelajaran 2020/2021 diketahui bahwa hasil belajar siswa kurang optimal. Dari 35 siswa hanya 19 siswa atau 54,28% siswa yang tuntas KKM 70 dengan nilai rata-rata sebesar 68,6.

       Ditinjau dari proses belajar mengajar yang dilakukan permasalahan di atas disebabkan pembelajaran masih terpusat pada guru, dan menggunakan model pembelajaran yang kurang variatif sehingga siswa kurang aktif dan terlihat pasif. Berdasarkan analisis permasalahan tersebut maka perlu diterapkan model pembelajaran yang tepat, agar siswa aktif dan terbiasa bekerja sama dengan siswa lain terutama saat proses pembelajaran matematika untuk memecahkan problematika yang dihadapi pada mata pelajaran matematika. 

       Menurut Trianto (dalam Rakhmawan:2014), menyatakan bahwa pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) merupakan salah satu jenis model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. Pembelajaran dimulai dengan menyampaikan tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok dan penghargaan kelompok. 

       Kelebihan Model Student Team Achievement Divisions (STAD) yaitu: (1) Dapat memberikan kesempatan kepada  siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah, (2) Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih intensif mendiskusikan suatu masalah, (3) Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi, (4) Dapat memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu dan kebutuhan belajarnya, (5) Siswa lebih aktif dalam berdiskusi, (6) Dapat mengembangkan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa menghargai, menghormati dan menghargai pendapat orang lain/teman (Slavin, Robert.E (2015)).

       Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Program Khusus Pracimantoro kelas IV semester 2 tahun pelajaran 2020/2021. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus Pracimantoro yang berjumlah 35 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Kemmis & Taggart (dalam Mu’alimin, 2014) menyatakan bahwa prosedur PTK ini terdiri dari tiga tahapan yaitu perencanaan (planning), tindakan (action) dan observasi (observe) dan refleksi (reflect). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes dengan memberikan butir soal. Teknik tes digunakan untuk memperoleh hasil belajar. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Teknik analisis mengacu pada model analisis Miles dan Huberman (dalam Hardani, 2020) yang terdiri dari tiga alur yaitu (1) reduksi data (data reduction); (2) penyajian data (data display); dan (3) penarikan simpulan.

       Penelitian melalui model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD)   yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Program Khusus Pracimantoro kelas IV semester 2 tahun pelajaran 2020/2021 dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat perbandingan hasil belajar siswa ranah kognitif dari pra siklus, siklus I dan siklus II diketahui bahwa terjadi peningkatan hasil belajar matematika setelah diterapkan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD). Terlihat nilai rata rata hasil belajar meningkat mulai dari pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 berturut turut 68,6, 77,8, 91,0. Sedangkan untuk presentasi ketuntasan hasil belajar matematika dari pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 berturut turut 54%, 71,43%, 100%.

       Peningkatan pada tiap siklusnya di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: 1) pada pra siklus siswa sama sekali belum mengetahui model, metode atau pendekatan pada proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilakukan masih bersifat konvensional. Hasil observasi pada kegiatan pra siklus menunjukan aktivitas siswa yang rendah, hal ini ditandai dengan kurang adanya ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran matematika yang disampaikan sehingga siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran, 2) Pengalaman siswa yang kurang dalam proses pembelajaran. Pengalaman siswa kurang dikarenakan selama proses pembelajaran guru hanya meminta siswa untuk mengerjakan soal saja, dan kurang memotivasi siswa terutama terhadap siswa yang kurang memahami matematika. Berdasarkan beberapa faktor di atas maka proses pembelajaran akan diperbaiki dengan melakukan dua kali siklus belajar. Pada siklus I siswa dikenalkan dengan suatu pendekatan baru untuk proses pembelajaran yaitu menggunakan pendekatan Student Team Achievement Divisions (STAD). Penerapan awal pada siklus I menggunakan pendekatan Student Team Achievement Divisions (STAD), siswa masih belum terbiasa menggunakan pendekatan tersebut, siswa masih cenderung bingung dengan apa yang harus dilakukan, hanya saja melalui penjelasan guru mengenai pendekatan tersebut sedikit demi sedikit siswa sudah memahami cara belajar dengan menggunakan Student Team Achievement Divisions (STAD), selain itu siswa juga mulai mandiri dalam melakukan pembelajaran sehingga pembelajaran sudah tidak lagi berpusat pada guru. Siswa yang mulai paham dan mandiri dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan tersebut ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa dari pra siklus ke siklus I. Peningkatan tersebut dianggap belum maksimal sehingga pembelajaran yang telah di lakukan di siklus I akan diperbaiki lagi pada siklus II. Pada siklus 2 aktivitas siswa yang meningkat mempengaruhi hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar selain dipengaruhi oleh siswa yang sudah mulai mandiri, juga dengan penerapan pendekatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk belajar, sehingga siswa dapat menemukan sendiri konsep-konsep pembelajaran yang diberikan.

       Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan tentang peningkatan hasil belajar matematika melalui penerapan model Student Team Achievement Divisions (STAD dapat ditarik kesimpulan bahwa model Student Team Achievement Divisions (STAD yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada muatan pelajaran Matematika yang ditunjukkan dengan 100% siswa tuntas dalam muatan pelajaran Matematika. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka disarankan kepada guru bahwa penerapan model Student Team Achievement Divisions (STAD dapat digunakan sebagai alternatif dalam pemecahan masalah pembelajaran pada siswa. Penggunaan Student Team Achievement Divisions (STAD juga dapat dikembangkan pada mata pelajaran atau pembelajaran tematik sebagai rujukan pada penelitian selanjutnya.


Refrensi

Ariani, T., & Agustini, D. (2018). Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), Dampak terhadap Hasil Belajar Fisika. SPEJ (Science and Physic Education Journal), 1(2), 65-77.

Depdiknas, 2006. Peraturan Pemerintah no. 22. Tahun 2006. tentang Standar Isi Kurkulum Sekolah Dasar. Jakarta, Depdiknas.

Hamdani, 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Hamalik, Oemar. 2013, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.

Hardani, (2020). Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Isjoni, 2014. Pembelajaran Kooperatif, Bandung: Alfabeta.

Permana, E. P. 2016. “Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPS SD”. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara. Volume 1. Nomor 2.

Rakhmawan, dedi, Julianto. (2014). Penerapan model kooperatif tipe stad untuk meningkatkan hasil pada sekolah dasar. Vol. 02, no.03.. Hal 3-5.

Slavin, Robert.E. (2015). Cooperative Learning. Bandung: Penerbit Nusa Media. 

https://serupa.id/modelpembelajaranstad/https://repository.uksw.edu/bitstre am/123456789/11980/3/T1_292010071 _BAB%20II.pdf

Sudjana, Nana. 2019. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.Bandung: Tarsito.





Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top