Mantap Berkarya, Inovasi SMP Negeri 8 Surakarta Tahun 2024

Print Friendly and PDF

Penampilan siswa ekstrakurikuler pencak silat SMP Negeri 8 Surakarta.


Mantap Berkarya, Inovasi SMP Negeri 8 Surakarta Tahun 2024

Solo- majalahlarise.com -Kepala SMP Negeri 8 Kota Surakarta, Triad Suparman, M.Pd. mengembangkan konsep pendidikan yang bermuara pada penanaman Manajemen yang Transparan dan Akuntabel, Berprestasi, Berkarakter dan Berbudaya. Progam inovasi yang dipopulerkan dengan istilah Konsep Pendidikan “Mantap Berkarya”. Inovasi ini bertujuan menanamkan penguasaan ilmu manajemen terhadap siswa, tanpa meninggalkan budaya tradisional dan budaya cinta lingkungan. Sehingga diharapkan adanya inovasi Mantap Berkarya tercapai pembentukan karakter siswa yang mampu meningkatkan prestasi akademik dan non akademik. 

Selain itu juga bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada sekolah dan guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan konteks lokal, kebutuhan siswa, dan perkembangan teknologi agar sejalan dengan Kurikulum Merdeka, yaitu pendidikan yang menyenangkan, pengembangan potensi, dan mengejar ketertinggalan. Untuk memastikan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan dunia yang terus berubah sejalan program dari Kurikulum Merdeka.  Juga melakukan perubahan pola pikir demi tercapainya tujuan pendidikan secara efektif, membuat strategi dan didukung dengan penerapan kompetensi pada guru. 

Konsep pendidikan berbasis Mantap Berkarya sangat relevan dengan Visi sekolah yakni Berprestasi, Berkarakter, Berbudaya. Berwawasan Lingkungan, Berdasarkan Iman dan Taqwa. Inovasi ini selaras dengan slogan yang digaungkan Pemerintah Kota Surakarta, yakni pertama: mulat sarira hangrasa wani yang berarti intropeksi diri dan merasa berani, kedua: Solo berseri yang merupakan singkatan dari bersih sehat rapi dan indah. Kalimat pertama merupakan semboyan bagi kota surakarta sedangkan kalimat yang kedua merupakan slogan akan keindahan kota Surakarta.

Namun dengan seiringnya waktu dan dalam rangka memasarkan pariwisata kota Solo maka kota Solo membuat slogan baru yaitu solo the spirit of java jiwanya yang berarti jawa. Kata tersebut mempunyai makna bahwa kota solo surakarta merupakan pusat kebudayaan jawa. Kota Surakarta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kota Solo terkenal dengan slogan 'The Spirit of Java' yang berarti jiwanya Jawa. Kota yang dilintasi Sungai Bengawan Solo ini lekat citranya sebagai pusat budaya Jawa yang hingga kini masih bertahan, yakni Kraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran sehingga akan memberikan warna yang berbeda dalam proses pembelajaran. 

Baca juga: Upgrading BEM KM-IIM Surakarta 2024, Optimalkan Aksi dan Penguatan Semangat Berorganisasi

Sedangkan untuk SMP Negeri 8 Surakarta dengan adanya inovasi Mantap Berkarya diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa untuk menguasai manajemen, tanpa meninggalkan budaya tradisional dan budaya cinta lingkungan, memiliki karakter kuat dan berprestasi di berbagai bidang. 

Inovasi Mantap Berkarya diharapkan dapat menanamkan sikap cinta akan kebudayaan khususnya penanaman budaya tradisional yang dilakukan melalui pengembangan kegiatan seni tari/ karawitan dan budaya Jawa. 

Kegiatan tersebut dilakukan dengan latihan rutin serta memberikan ruang terhadap siswa yang menguasai skill tari maupun karawitan. Hal itu diberikan kepada siswa untuk mengekspresikan diri melalui pertunjukan di luar sekolah. Budaya cinta lingkungan mendidik siswa untuk menjaga dan merawat lingkungan agar terlihat indah dan rapi. Sehingga membuat siswa merasa nyaman, menyenangkan dan kerasan jika berada di sekolah. 

Konsep inovasi pendidikan berbasis Mantap Berkarya merupakan konsep pengembangan proses pendidikan yang fleksibel untuk diterapkan di lembaga lain di jenjang SD dan SMP. Pelaksanaan program ini memanfaatkan SDM yang sudah ada di Sekolah, Guru PNS/GTT maupun Pelatih ekstrakurikuler.

Dibutuhkan suport anggaran untuk mendukung kegiatan penanaman budaya tradisional, yang dipergunakan untuk pengadaan peralatan maupun perawatan peralatan. Termasuk suport anggaran untuk penampilan panggung. Inovasi ini sudah diterapkan beberapa tahun yang lalu , namun belum dilaksanakan secara maksimal. Meskipun demikian sebagian dari konsep inovasi Mantap Berkarya, dilaksanakan secara sederhana.

Maksud dari inovasi MANTAP ini bahwa semua pengelolaan sekolah melibatkan warga SMP Negeri 8 Surakarta dan dilaporkan secara transparan ke warga sekolah pula. Transparan dan akuntabel berarti setiap aktifitas di bidang pengelolaan perbendaharaan dapat dipertanggungjawabkan secara penuh dan dilakukan dengan penuh keterbukaan (opensess) yang terkait dengan aktivitas pengelolaan sumberdaya publik. 

Sedangkan BERKARYA (Berprestasi) di sini dengan banyaknya Peserta Didik yang meraih kejuaraan akademik dan non akademik. Selain peserta didik, sekolah juga sudah berhasil meraih Sekolah Adiwiyata Mandiri, Sekolah Sehat tingkat Kota. SMP Negeri 8 Surakarta, selalu berusaha mengikut sertakan lomba yang diadakan tentu saja yang ada hubungannya dengan peserta didik. Sekolah yang mempunyai pikiran dan akal yang sudah maju. Mempunyai jumlah Ekstrakurikuler sebanyak 19 kegiatan. 

Setiap kegiatan yang ada di SMP Negeri 8 Surakarta sering di rilis dan tayang di koran tulis dan media online. Koran dan media yang bisa dibaca antara lain: https://didiknews.com, https://ptpnnews.com, https://intermedianews.net, https://wartabengawan.news, https://www.majalahlarise.com, https://poskita.co, https://joglosemarnews.com, Radar Pos, Majalah Intermedia, https://jatengonline.com, https://bingkamedia.com, https://www.kompasiana.com, https://karysmafm.com, https://lingkarnusa.com, https://timlonet.com , kompasiana.com.

Untuk tahap pembelajaran berprestasi yaitu mengajak belajar secara efektif, Aktif dalam belajar, Rajin mengerjakan tugas PR, Memiliki motivasi yang tinggi, Mampu mengatur waktu dengan baik., Memiliki sikap dan perilaku yang baik, Memiliki tekad berprestasi, dan Taat beribadah.

Berkarakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak dan budi pekerti yang dapat membuat seseorang terlihat berbeda dari yang lain. Berkarakter dapat diartikan memiliki watak dan juga kepribadian. Tujuan SMP Negeri 8 Surakarta dalam pembentukan karakter pada dasarnya adalah mendorong lahirnya anak-anak yang baik. Dengan tumbuh dan berkembangnya karakter yang baik akan mendorong anak untuk tumbuh dengan kapasitas komitmennya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik dan melakukan segalanya dengan benar serta memiliki tujuan hidup.

Tahap pembelajaran berkarakter adalah berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, shalat dhuzur berjamaah, kultum, dan peringatan hari besar Agama, dan kegiatan keagamaan lainnya. Upacara Bendera, peringatan hari-hari Besar Nasional, Memajangkan Foto Pahlawan di setiap kelas, menyanyikan lagu wajib nasional, dan lain sebagainya. 

Berbudaya di SMP Negeri 8 Surakarta mempunyai 2 budaya yaitu budaya sekolah dan budaya lingkungan. Budaya sekolah adalah sekumpulan nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian dan simbol-simbol yang dipraktekkan oleh Kepala Sekolah, Guru, Petugas Administrasi, Siswa dan masyarakat sekitar sekolah. Budaya sekolah misalnya ; gerakan literasi sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, menetapkan kegiatan pembiasaan pada awal dan akhir KBM, membiasakan perilaku baik yang bersifat spontan, menetapkan tata tertib.

Pada tahap pembiasaan Berprestasi semenjak pengimplementasian Kurikulum Merdeka belajar pada dua tahun terakhir di SMP Negeri 8 Surakarta guru membiasakan melakukan perubahan pola pikir demi tercapainya tujuan pendidikan secara efektif, membuat strategi dan didukung dengan penerapan kompetensi pada guru. Terlihat prestasi siswa ada peningkatan, dari nilai rapor tidak ada nilai dibawah KKTP.  

Membiasakan bangun belajar yang baik. Orangtua bisa membantu dalam membangun kebiasaan belajar yang baik. Membiasakan memberi dukungan emosional. Tentunya, dukungan emosional dari orangtua dan pengasuh juga sangat penting.  Membiasakan menyediakan buku dan literasi, 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar. Membiasakan bermain dan ada aktivitas fisik, dengan menampilkan bakat dan minat (perfom) setiap Jum’at pekan terakhir. 

Pada tahap pembiasaan siswa tidak hanya dibentuk menjadi cerdas, tetapi juga berkarakter sebagai wujud profil pelajar Pancasila yang mampu bersaing secara global, berprilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila serta relevansi dalam penerapan teknologi. 

Membiasakan menerapkan budaya positif di lingkungan sekolah. Budaya positif ini merupakan budaya yang mendorong pertumbuhan, kesejahteraan, dan kolaborasi antara semua anggota sekolah, termasuk Siswa, Guru, Kepala Sekolah, Staf, dan Orang Tua.

Pembelajaran berbasis budaya sebagai salah satu pendekatan pembelajaran alternatif, yaitu mengaitkan materi pelajaran dengan konsep yang berasal dari budaya lokal di mana anak berada. Melalui pengembangan konsep budaya lokal dalam proses pembelajaran, maka pembelajaran akan lebih mudah dipahami dan diterima anak-anak. Gerakan literasi sekolah, Kegiatan ekstrakulikuler, Kegiatan pembiasaan awal dan akhir proses belajar.

Harapan Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd. agar sekolah dengan inovasi Mantap Berkarya ini bisa menjadi sekolah yang benar-benar mantap, berprestasi, berkarakter, berbudaya. Mantap Berkarya! (Sofyan)

Baca juga: FISH Univet Bantara Studi Banding dan Jalin Kerjasama dengan Indorajawali, OPPAL Media dan UICI Jakarta


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top