Tampil Beda !!! KPPS 004 Desa Temon Lestarikan Warisan Budaya dalam Pemilu dengan Mengenakan Kostum Wayang

Print Friendly and PDF

Werkudara (Nawang Purbo Aji); Puntadewa (Sumarno); Sadewa (Adib Widhi Nugroho), Dewi Kunthi (Fiki Nisaul Khoiriyah), Nakula (Joko Wahyono); Arjuna (Muh. Fajar Setiyawan); dan Gatotkaca (Heri Kiswanto)., berurutan dari sebelah kanan.


Tampil Beda !!! KPPS 004 Desa Temon Lestarikan Warisan Budaya dalam Pemilu dengan Mengenakan Kostum Wayang

Boyolali- majalahlarise.com -Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 004 yang bertempat di Dukuh Randu (10/02), Desa Temon, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali mengenakan kostum wayang untuk menarik minat pemilih untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). KPPS 004 berani tampil beda, pasalnya kegiatan pemilu merupakan kegiatan yang cukup jarang dilakukan, yakni dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahunan. 

Kali ini, pemilu dilaksanakan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD-Prov), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRD-Kab) sekaligus. Maka dari itu, KPPS 004 Desa Temon, menginisiasi untuk mengenakan kostum wayang untuk menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu. Sekaligus, untuk mempertahankan eksistensi wayang di lingkungan masyarakat. 

Penggunaan Kostum wayang ini diinisiasi oleh Ketua KPPS 004 Desa Temon, Sumarno, (Foto ke-2 dari sebelah kanan). Berbagai karakter dalam wayang yang digunakan adalah Werkudara (Nawang Purbo Aji); Puntadewa (Sumarno); Sadewa (Adib Widhi Nugroho), Dewi Kunthi (Fiki Nisaul Khoiriyah), Nakula (Joko Wahyono); Arjuna (Muh. Fajar Setiyawan); dan Gatotkaca (Heri Kiswanto)., (berurutan dari sebelah kanan). 

Baca juga: Gerakan Mahasiswa Soloraya Peduli Sesama 

"Penggunaan kostum ini merupakan manifestasi Pemilu Sarana Integrasi Bangsa. Konsep yang diangkat oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) ini memiliki makna yang mendalam. Sesuai dengan Asas Pemilu yang dikenal sebagai Luber-Jurdil. Pilihan yang berbeda merupakan hak yang harus dihormati dan dijunjung tinggi. Persatuan dan kesatuan bangsa indah dalam perbedaan, diwujudkan dalam berbagai karakter wayang yang memiliki ciri khas masing-masing," terang Ketua KPPS 004 Desa Temon, Sumarno. Rabu (14/2/2024).

Menurutnya, pesan yang hendak disampaikan oleh KPPS 004 kepada masyarakat Dukuh Randu yang sudah dapat menggunakan hak pilihnya. Sebab, pemilu bukan ajang untuk saling menjelek-jelekkan calon pemimpin bangsa. Namun, untuk mencari dan memilih putra terbaik bangsa untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama 5 tahun kedepan. 

Ide-ide kreatif seperti ini merupakan langkah praksis yang bagus untuk mengenalkan tokoh perwayangan pada generasi muda. Sebab, 4 dari 3 anggota KPPS ini merupakan generasi muda, sedari mereka kecil sudah dikenalkan dengan teknologi dan berbagai kemudahannya. Sudah saatnya, kawula muda mengenal lebih dalam tentang karakter wayang yang begitu luas. Seperti halnya karakter Puntadewa yang memiliki watak sabar, ikhlas, dan percaya atas kekuasaan Tuhan; Dewi Kunthi yang memiliki watak setia, welas asih, dan keibuan; Gatot Kaca yang memiliki sifat berani, tangguh, teguh, cerdik, waspada, dan bertanggung jawab; Arjuna yang memiliki watak cerdik, sopan, pandai, teliti, pendiam, bijaksana, dan ngayomi; Werkudara yang memiliki watak kesatria, peduli, gemar menolong, jujur, adil, setia, dan berani dalam menumpas angkara murka.; Nakula adalah tokoh ksatria yang tangguh, jujur, welas asih, setia, dan taat. Sadewa adalah tokoh yang dikenal sebagai sosok berwatak jujur, setia, taat, belas kasih, tahu membalas budi, dan amanah menyimpan rahasia. (Sofyan)

Baca juga: LDK Pengurus OSIS SMPN 1 Manyaran 2023/ 2024, Bekali Karakter Kepemimpinan dan Jurnalistik



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top