ANALISIS DAN REFLEKSI PERAN ASESMEN FORMATIF DAN KOGNITIF DALAM MATA PELAJARAN IPAS DI KELAS 5 SEKOLAH DASAR NEGERI PUHGOGOR 1

Print Friendly and PDF

ANALISIS DAN REFLEKSI PERAN ASESMEN FORMATIF DAN KOGNITIF DALAM MATA PELAJARAN IPAS DI KELAS 5 SEKOLAH DASAR NEGERI PUHGOGOR 1


Oleh: Bintaria Nugraha, S.Pd¹), Astari Restu Ramadhan S.Pd²), Astri Wulandari S.Pd³), Dwi Retno Hutami S.Pd⁴), Dr. Singgih Subiyantoro M.Pd⁵)

¹)²)³)⁴)⁵) Pendidikan Profesi Guru Sekolah Dasar Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo



       Pendidikan pada tingkat Sekolah Dasar memegang peranan krusial dalam membentuk landasan bagi perkembangan intelektual dan pribadi peserta didik. Di Sekolah Dasar Negeri Puhgogor 1, kami memandang asesmen formatif dan kognitif dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas 5 sebagai pilar penting pencapaian pendidikan. Asesmen yang terencana dengan baik tidak hanya mencerminkan pemahaman siswa, tetapi juga menjadi alat yang efektif dalam mengukur kemajuan kognitif mereka.

       Asesmen formatif di kelas 5 bukan sekadar alat untuk mengukur pencapaian siswa secara berkala, tetapi lebih merupakan proses dinamis yang terintegrasi dalam setiap tahap pembelajaran. Guru dapat menggunakan penilaian formatif untuk menyesuaikan metode pengajaran berdasarkan kebutuhan siswa, menciptakan lingkungan belajar yang responsif, dan memberikan umpan balik individual.(Abduh, 2019). Asesmen formatif memberikan gambaran waktu nyata yang memungkinkan guru untuk menyesuaikan metode pengajaran, memberikan bimbingan individual, dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang responsif

        Seiring dengan aspek formatif, asesmen kognitif di kelas 5 diarahkan untuk mengevaluasi penguasaan konsep-konsep IPAS. Ujian kognitif yang cermat dirancang untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, serta kemampuan mereka untuk menerapkan konsep-konsep tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari. Asesmen kognitif menjadi cermin yang mencerminkan sejauh mana siswa dapat menerapkan pengetahuan mereka dalam situasi dunia nyata

        Pentingnya integrasi asesmen formatif dan kognitif terletak pada kemampuannya untuk mendukung pencapaian optimal siswa. Dengan merancang asesmen sebagai satu kesatuan terpadu, kami berusaha menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan adaptif. Asesmen formatif memberikan umpan balik secara kontinyu, sementara asesmen kognitif memberikan gambaran holistik terhadap kemajuan kognitif siswa

       Oleh sebab itu kami percaya bahwa asesmen formatif dan kognitif dalam pelajaran IPAS di kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Puhgogor 1 adalah pilar utama pencapaian pendidikan. Dengan merangkum pendekatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan keterampilan kognitif dan pemahaman konsep siswa, menciptakan dasar yang kokoh untuk pembelajaran berkelanjutan dan berkualitas. Asesmen formatif dan kognitif di kelas 5 Sekolah Dasar adalah instrumen kritis dalam membentuk landasan pendidikan. Melalui esai ini, saya akan melakukan analisis mendalam dan refleksi pribadi terkait peran penting kedua asesmen tersebut dalam mengukur pemahaman siswa dan meningkatkan proses pembelajaran

        Metode penelitian deskriptif kualitatif adalah sebuah metode yang digunakan untuk menemukan suatu pengetahuan maupun teori terhadap suatu penelitian tertentu.(Assyakurrohim et al., 2022).  Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis, metode analisis merupakan metode yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam sebuah penelitian yang dapat diperoleh melalui wawancara, observasi dan kegiatan lapangan. Metode ini dikuatkan dengan pengertian dari para ahli seperti menurut Sugiyono (2010: 335), yang dimaksud dengan teknik analisis data adalah proses mencari data, menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Dalam analisis ini menggunakan metode penelitian berupa hasil observasi di kelas 5 SDN Puhgogor 1, dokumentasi, dan analisis secara langsung.

        Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan ketika Praktik Pengalaman Lapangan di SDN Puhgogor 1 dalam penerapan “Peran Asesmen Formatif dan Kognitif dalam Mata Pelajaran IPAS di Kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Puhgogor 1” Guru sudah memenuhi komponen dalam peneraapan asesmen formatif dan kognitif di kelas, dengan memberikan soal-soal kepada peserta didik untuk mengecek kemampuan pemahaman dari peserta didik terkait materi IPAS. Sehingga peran asesmen formatif dan kognitif sangat penting dalam penerapan pembelajaran IPAS di kelas 5 SD Negeri Puhgogor 1.

       Hasil Analisis: Asesmen formatif dan kognitif dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Puhgogor 1 memiliki peran yang sangat penting dalam memandu dan mengukur kemajuan siswa. Analisis terhadap asesmen formatif menunjukkan bahwa pendekatan ini memberikan umpan balik langsung tentang pemahaman siswa selama proses pembelajaran. Ujian harian, tugas proyek, dan observasi kelas memberikan wawasan mendalam tentang sejauh mana konsep-konsep IPAS telah diterapkan oleh siswa

        Dalam konteks asesmen kognitif, analisis menunjukkan bahwa ujian kognitif memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan penguasaan konsep secara lebih mendalam. Soal-soal yang dirancang dengan baik memberikan gambaran tentang kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks situasi kehidupan sehari-hari. Hasil asesmen kognitif juga menciptakan panggung untuk membahas area-area yang memerlukan perhatian lebih lanjut

       Hasil Refleksi: Sebagai seorang pendidik, refleksi terhadap peran asesmen formatif dan kognitif membawa pemahaman yang lebih dalam tentang kebutuhan individual siswa. Penerapan asesmen formatif memungkinkan interaksi lebih intens dengan setiap siswa. Saya merasa bahwa umpan balik kontinyu dari asesmen formatif membantu membangun hubungan yang kuat antara guru dan siswa, menciptakan lingkungan yang mendukung keberhasilan setiap individu

       Dalam refleksi terhadap asesmen kognitif, saya menyadari bahwa hal ini tidak hanya mengukur kemampuan siswa dalam menghafal fakta, tetapi juga kemampuan mereka untuk menerapkan pengetahuan tersebut secara kritis. Diskusi berbasis hasil asesmen kognitif memberikan kesempatan bagi siswa untuk berbicara tentang pemahaman mereka dan membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan ide-ide mereka

       Integrasi asesmen formatif dan kognitif mendorong refleksi kolektif di antara tim pengajar. Kami secara rutin berkumpul untuk membahas hasil asesmen, berbagi strategi pengajaran yang efektif, dan merencanakan intervensi yang sesuai. Refleksi ini memperkuat komitmen kami terhadap pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan

       Proses belajar merupakan penyampaian ilmu dari guru kepada murid yang saling berinteraksi. Proses pembelajaran adalah kegiatan interaksi  guru dengan siswa yang berlangsung secara edukatif untuk mencapai tujuan belajar. (Javadikasgari et al., 2018). Pemahaman yang mendalam tentang perkembangan anak atau peserta didik memungkinkan seorang pendidik untuk merancang strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai.

       Hal ini penting karena setiap peserta didik memiliki potensi yang multidimensi dan karakteristik yang berbeda-beda, yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran. (NURAENI & GUNAWAN, 2022). Beberapa kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman guru akan peran dan fungsinya sebagai pendidik, sehingga mereka dapat membantu siswa mengembangkan potensinya sesuai dengan tahap perkembangannya

       Dari modul ajar yang dimiliki oleh guru, diketahui bahwa guru telah memberikan asesmen yang sesuai dengan tujuan dan capaian pembelajaran yang akan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan fase yang dimiliki oleh peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa guru telah memahami karakteristik dan potensi masing-masing peserta didik, sehingga dapat merancang strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai. Pemahaman yang baik tentang perkembangan anak atau peserta didik sangat relevan dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif, dan dapat membantu meningkatkan hasil belajar

       Dengan adanya asesmen formatif dan kognitif memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran IPAS di kelas 5. Keduanya saling melengkapi untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan memastikan pemahaman konsep secara holistik

        Asesmen formatif memberikan kemungkinan untuk memantau perkembangan siswa secara terus-menerus selama proses pembelajaran. Dengan memberikan umpan balik berkala, guru dapat merespon secara cepat terhadap kebutuhan individu siswa. Hal ini membantu menciptakan lingkungan pembelajaran yang responsif, di mana siswa merasa didukung dan diberikan bimbingan sesuai dengan kemampuan mereka. Selain itu, asesmen formatif membantu mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan siswa, memungkinkan guru untuk menyesuaikan strategi pengajaran dan memberikan dukungan yang diperlukan

       Di sisi lain, asesmen kognitif mengevaluasi pemahaman konsep secara lebih mendalam. Dengan menggunakan pertanyaan kognitif, siswa didorong untuk berpikir kritis dan menerapkan pengetahuan mereka dalam situasi yang berbeda. Hal ini tidak hanya membantu mengukur pemahaman siswa, tetapi juga merangsang perkembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hasil asesmen kognitif memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kemampuan siswa dan dapat menjadi dasar evaluasi yang mendalam untuk merancang pengajaran yang lebih bermakna

       Melalui kombinasi asesmen formatif dan kognitif, guru memiliki alat yang kuat untuk menyusun rencana pembelajaran yang responsif dan relevan. Mereka dapat memberikan bimbingan individu, menyesuaikan kurikulum, dan menantang siswa yang berprestasi tinggi. Dengan demikian, peran keduanya menjadi kunci dalam mencapai pembelajaran yang efektif dan memastikan bahwa setiap siswa mencapai pemahaman yang optimal dalam mata pelajaran IPAS.

       Secara keseluruhan, analisis dan refleksi terhadap peran asesmen formatif dan kognitif dalam mata pelajaran IPAS di kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Puhgogor 1 menggambarkan betapa pentingnya pendekatan terpadu ini dalam membimbing pembelajaran. Melalui asesmen yang seimbang dan responsif, kami tidak hanya mengukur pencapaian siswa tetapi juga membantu mereka berkembang secara holistik. Asesmen bukan hanya alat penilaian, tetapi juga instrumen pembelajaran yang membangun jembatan menuju pemahaman yang mendalam dan pemikiran kritis. Dengan berfokus pada peran ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman pembelajaran siswa dan menciptakan fondasi yang kokoh untuk pencapaian pendidikan yang berkelanjutan.


DAFTAR PUSTAKA

Abduh, M. (2019). Model penilaian formatif. Pusat Penilaian Pendidikan, 64. https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/puspendik-public/MODEL PENILAIAN FORMATIF 2019.pdf

Assyakurrohim, D., Ikhram, D., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2022). Metode Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(01), 1–9. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.1951

Javadikasgari, H., Soltesz, E. G., & Gillinov, A. M. (2018). Surgery for Atrial Fibrillation. In Atlas of Cardiac Surgical Techniques (pp. 479–488). https://doi.org/10.1016/B978-0-323-46294-5.00028-5

NURAENI, N., & GUNAWAN, I. M. S. (2022). Sosialisasi Pendidikan Inklusif Dalam Rangka Meningkatkan Kompetensi Guru Pendidikan Anak Usia Dini. COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 119–123. https://doi.org/10.51878/community.v1i2.856




Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top