Memantik Semangat Belajar Peserta Didik dan Guru Berbasis Teknologi Abad XXI

Print Friendly and PDF

Memantik Semangat Belajar Peserta Didik dan Guru Berbasis Teknologi Abad XXI

Oleh: Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum.

Dosen PBSI FKIP UNS, Ketua Umum ADOBSI, & Pegiat LIterasi Arfuzh Ratulisa

Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube: M Rohmadi Ratulisa

Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum


“Kawan, semesta akan senantiasa menemani untuk bercerita, bermimpi, dan berimajinasi yang dapat menembus ruang dan waktu sepanjang masa dalam segala konteks kehidupan”


       Perkembangan teknologi tidak dapat dihentikan tetapi keinginan untuk menghasilkan SDM yang unggul, kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratif abad XXI merupakan keniscayaan. Hal ini selaras dengan visi Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo untuk menghasilkan SDM yang unggul dan kreatif pada tahun 1945. Berbagai upaya terus dilakukan melalui pendidikan formal dan non formal, baik jenjang sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan perguruan tinggi. Upaya ini menjadi salah satu bagian untuk melakukan percepatan untuk  penguatan dan pengembangan hard skill dan softskill bagi multi generasi NKRI era teknologi. Dengan demikian, semua perangkat dan fasilitas teknologi yang ada abad XXI  jangan dibenci dan dijadikan lawan tetapi harus dijadikan kawan dan teman sejati untuk terus berliterasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca) sepanjang masa untuk multi generasi NKRI.

       Perlu diketahui bahwa generasi Z saat ini secara kuantitatif berjumlah paling banyak dibandingkan dengan generasi Y dan X. Generasi Z sebagai pengonsumsi produk-produk digital yang dihasilkan sebagai media pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk pengenalan, penggunaan, evaluasi, dan tindak lanjut sumber-sumber literasi digital yang dimanfaatkan oleh multi generasi Z, Y, dan X dalam berliterasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca) pada abad xxi. Komitmen untuk terus belajar dan membelajarkan diri harus didukung dengan aneka pemahaman dan konteks pembelajaran yang beragam. Kondisi geografis dan sarpras yang berbeda-beda juga akan membuka ruang untuk belajar sepanjang hayat berbasis teknologi abad xxi secara komprehensif dan berkelanjutan.

       Pemanfaatan sumber-sumber literasi digital harus terus disosialisasikan dan dilatihkan kepada multi generasi Z, Y, dan X, serta guru-guru abad xxi di seluruh wilayah NKRI. Hal ini sebagai upaya untuk memantik semangat belajar peserta didik abad xxi agar terus berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) sepanjang masa. Misal, sumber literasi perpusnas.go.id, gln.kemdikbud.go.id, badanbahasa.kemdikbud.go.id, arfuzhratulisa.id, digital.id, youtube, google, dan sumber-sumber literasi berbasis game, tiktok, twitter, Instagram, telegram, dan aneka platform digital lainnya.  Generasi Z , Y, X sudah sangat familiar dengan berbagai aplikasi-aplikasi digital yang sering digunakan setiap hari sebagai media pembelajaran dan sumber literasi berbasis teknologi digital. Dengan demikian upaya untuk mendampingi sehat bermedia sosial dan jelajah literasi digital (JLD) berbasis teknologi harus dikolaborasikan dengan kesehatan mental dan psikologi anak. Keselarasan dan kesesuaian kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual harus diarahkan sebagai bagian penguatan kompetensi hard skill dan softskill secara komprehensif Bagai peserta didik dan guru abad XXI.

      Upaya untuk terus memantik semangat belajar  peserta didik  dan guru berbasis teknologi abad xxi harus terus diupayakan sejak dini pada ranah: (1) keluarga, (2) sekolah TK,SD, SMP, SMA, SMK, PT, (3) masyarakat sebagai laboratorium kehidupan, (4) komunitas sosial, (5) komunitas religi, (6) komunitas hard skill dan softskill lainnya. Berbagai ranah tersebut harus menjadi teladan dan pemantik untuk peserta didik secara formal dan informal sebagai teladan  belajar dan membelajarkan diri dengan jelajah literasi digital. Aneka sumber jelajah literasi digital (JLD) tersebut sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan dan membiasakan semangat peserta didik dan guru abad XXI untuk terus belajar dan berliterasi dengan Ratulisa dalam berbagai konteks kehidupan. Semangat untuk berinovasi, berkarya, dan berimajinasi dalam bentuk karya nyata sebagai wujud hasil belajar berbasis teknologi tentu harus diimplementasikan dalam bentuk tulisan. Komitmen untuk menjadi teladan dan pemantik belajar berbasis teknologi abad XXI ini harus disebarluaskan dan menjadi virus-virus positif bagai seluruh masyarakat NKRI.

       Keberadaan teknologi abad XXI harus betul-betul memiliki multifungsi dan peran nyata untuk menjadi sarana dan media belajar multi generasi NKRI. Hal ini sebagai bukti pengembangan, penguatan, dan pembiasan kompetensi literasi digital bagi multi generasi NKRI. Pemanfaatan sumber-sumber literasi digital sebagai sarana pemantik semangat belajar peserta didik dan guru berbasis teknologi abad xxi harus menjadi keniscayaan bagai seluruh masyarakat NKRI yang tersebar pada 38 provinsi di Indonesia. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi  abad XXI sebagai media pembelajaran cepat dan terintegrasi untuk jelajah literasi digital dapat berdampak secara nyata dan berkelanjutan bagi seluruh peserta didik yang memasuki tahun pelajaran 2023/2024. Wahai seluruh peserta didik dan guru abad xxi di seluruh wilayah NKRI marilah kita terus belajar dan membelajarkan diri serta terus berliterasi dengan Ratulisa untuk ikut serta menyinari dunia sepanjang masa. Wujudkanlah mimpi dan imajinasimu untuk memeluk bintang, bulan, dan matahari sepanjang hari dalam genggaman semesta di beranda istana arfuzh ratulisa sepanjang masa.


 “Peluklah semesta dengan segala kerinduan dan kebahagiaan untuk dapat berbagi mimpi dan imajinasi  bagi multigenerasi NKRI sepanjang hari”

 

Wirausaha Literasi Kentingan (WLK) sebagai Wujud Kreativitas dan Inovasi Multigenerasi NKRI

Bojonegoro, 27 Juli 2023






Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top