PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT (PPT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V

Print Friendly and PDF

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT (PPT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V

Oleh : Juwaryanti, S.Pd.

SDN 2 Muneng, Temanggung Jawa Tengah

Juwaryanti, S.Pd.


       Kegiatan utama dalam proses pendidikan adalah pembelajaran kepada peserta didik melalui pembelajaran secara otomatis peserta didik dituntut untuk belajar. Proses belajar banyak sekali aspek di dalamnya seperti motivasi belajar, bentuk-bentuk belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi tujuan belajar dan sebagainya. Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kematangan lingkungan, keluarga, sekolah, metode mengajar, teknik belajar, sumber dan bahan ajar, media pembelajaran, evaluasi dan lain-lain.

       Di dalam proses kegiatan pembelajaran guru dan siswa merupakan unsur utama mereka saling berinteraksi yang akan mampu menghindari kemungkinan terjadinya hambatan dalam kegiatan belajar.  Komunikasi yang lancar antara guru dan siswa akan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan serta memungkinkan siswa berkembang secara optimal.

       Suasana belajar yang menyenangkan dan penggunaan media pembelajaran, metode pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran akan berdampak pada peningkatan hasil belajar. Menurut Abdurrahman (2003: 37) hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar dalam kegiatan belajar yang terprogram dan terkontrol yang disebut kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional. Sedangkan menurut Suprijono (2010: 5), hasil belajar adalah perubahan tingkah laku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja. Dari pendapat tersebut dapat diketahui bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku seseorang melalui suatu proses yang diperoleh setelah belajar melalui pengalaman secara keseluruhan baik yang meliputi pengetahuan sikap dan keterampilan seseorang tersebut.

       Guna meningkatkan hasil belajar pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas V SDN 2 Muneng, Temanggung, penulis sebagai guru kelas berupaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan berbagai media pembelajaran salah satunya menggunakan media pembelajaran PowerPoint (PPT). Dari pengamatan penulis sebelum menggunakan media pembelajaran kecenderungan siswa selama belajar dalam memahami materi pelajaran masih rendah. Hal ini disebabkan siswa merasa bosan karena guru hanya menggunakan metode ceramah dan hafalan saja.

       Pendidikan IPA merupakan usaha untuk menggunakan tingkah laku siswa sehingga siswa memahami proses-proses IPA memiliki nilai-nilai dan sikap yang baik terhadap IPA serta menguasai materi IPA berupa fakta konsep prinsip hukum dan teori IPA. Dalam pembelajaran IPA menggunakan media pembelajaran akan membuat siswa lebih memahami materi yang disampaikan oleh guru. Menurut R.M Soelarko (1995) media pembelajaran memiliki fungsi yaitu memvisualisasikan sesuatu yang tidak dapat dilihat atau sukar dilihat sehingga nampak jelas dan dapat menimbulkan pengertian atau meningkatkan persepsi seseorang.

       Dalam hal ini penulis memilih menggunakan media pembelajaran PowerPoint yang dianggap memiliki pengaruh dalam meningkatkan hasil belajar IPS. PowerPoint merupakan salah satu software yang dirancang khusus untuk mampu menampilkan program multimedia dengan menarik mudah dalam pembuatan mudah dalam penggunaan dan relatif murah karena tidak membutuhkan bahan baku Selain alat untuk menyampaikan data (data storage). Menurut Rudi Susilana & Cepi Riyana (2009) PowerPoint dapat digunakan melalui beberapa tipe penggunaan salah satunya personal presentation yaitu classical learning seperti kuliah, training, seminar, workshop dan lain-lain. Pada penyajian ini PowerPoint sebagai alat bantu bagi instruktur atau guru untuk presentasi menyampaikan materi dengan bantuan media PowerPoint. Dalam hal ini kontrol pembelajaran terletak pada guru atau instruktur.

       Langkah yang digunakan guru dalam penggunaan PowerPoint sebagai media pembelajaran yaitu: 1) Guru mengidentifikasi program hal ini dimaksudkan untuk melihat kesesuaian antara program yang dibuat dengan materi sasaran siswa terutama latar belakang kemampuan usia juga jenjang pendidikan perlu juga mengidentifikasi ketersediaan sumber pendukung seperti gambar animasi video dan lain-lain. 2) Guru mengumpulkan bahan pendukung sesuai dengan kebutuhan materi dan sasaran seperti video, gambar, animasi, suara. Pengumpulan bahan dapat dilakukan dengan cara mencari melalui internet atau menggunakan yang sudah ada di direktori komputer. Bersamaan dengan itu dilakukan penyusunan materi yang diambil dari bahan utama misalnya buku, modul, makalah. Materi untuk PowerPoint dikemas menjadi uraian pendek, pokok-pokok bahasan atau pointer-pointer. 3) Setelah bahan terkumpul dan materi sudah dirangkum, selanjutnya proses pengerjaan di PowerPoint hingga selesai lalu mengubah hasil akhir persentasi apakah dalam bentuk slide show, web pages atau executable file (exe). 4) Setelah program selesai dibuat tidak langsung digunakan, sebaiknya dilakukan review program dari sisi bahasa, teks tata letak dan kebenaran konsep selanjutnya direvisi dan siap digunakan untuk presentasi pembelajaran.

       Setelah penulis menggunakan media pembelajaran PowerPoint untuk pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar IPA yang dibuktikan perolehan nilai hasil ulangan harian siswa kelas V mengalami peningkatan di atas nilai KKM daripada sebelum menggunakan PowerPoint. Hal ini disebabkan siswa mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan guru dalam presentasinya berisi point-point dan kesimpulan-kesimpulan suatu materi. Selain itu materi pelajaran disajikan dalam bentuk gambar, animasi, video dan logo.



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top