GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Wisata
Sekda Jateng: Benteng Fort Willem I Ambarawa Tarik Ribuan Wisatawan Setiap Hari
Semarang - majalahlarise.com - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, destinasi wisata baru, Benteng Fort Willem I Ambarawa, mampu menarik ribuan wisatawan setiap harinya. Itu bukti bahwa sejarah dan budaya di Jawa Tengah mampu menopang pertumbuhan ekonomi. Sektor pariwisata sejarah dan budaya cukup kuat menjadi pintu pariwisata, dalam menarik perhatian khalayak. Baik masyarakat dalam dan dari luar provinsi.
Hal itu dikatakan Sumarno, dalam acara Malam Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah 2025, di Benteng Fort Willem I Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu malam, 13 Desember 2025.
"Selain mempunyai nilai-nilai luhur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, juga mempunyai nilai ekonomi di dalam mendukung pariwisata di Jawa Tengah," ucapnya.
Sumarno mengatakan, perlu mencontoh negara-negara yang maju yang sejalan dalam menjaga eksistensi nilai-nilai sejarah budayanya. Di negara-negara Asia, seperti apa yang dilakukan Jepang, Korea, dan China.
Moh Fajri, Vice President The Lawu Group, selaku pengelola pariwisata Benteng Pendem mengatakan, Heritage Benteng Fort Willem I Ambarawa (Benteng Pendem) mampu menarik ribuan wisatawan sejak revitalisasi selesai dan diresmikan pada 17 November 2025
Eksotika bangunan bersejarah mampu menarik kedatangan wisatawan sekitar 1.800-2.000-an orang pada hari biasa. Kemudian kurang-lebih 7.000 orang saat akhir pekan.
"Artinya ini animo yang luar biasa. Atensi akan kerinduan masyarakat untuk menghargai situs-situs seperti ini yang juga menjadi saksi sejarah bagi lahir dan tumbuh kembangnya bangsa kita,"imbuhnya.
Sebagai pariwisata ikonik baru di Jawa Tengah, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan seluruh elemen. Utamanya yang berwenang dalam pengelolaan situs cagar budaya. Supaya dalam pengelolaannya sesuai standar operasional dan ketentuan aturan perundang-undangan.
Fajri mengatakan, pengelola memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kemudian turut serta berkontribusi kepada pemerintah untuk kemajuan pengembangan budaya, perlindungan bangunan cagar budaya, dan dunia pariwisata di Jawa Tengah khususnya.
Sebagai informasi, dalam kegiatan Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah 2025 tersebut juga diberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh pelestari dan pengembangan seni dan budaya di Jawa Tengah.
Diantaranya diberikan kepada, Sri Paminto Widi Legowo, pegiat dan guru tari asal Semarang. Kedua, kepada Hadi Sumarto Sukendar sebagai pegiat kesenian alat musik tradisional Calung Banyumasan.
Selanjutnya penghargaan diberikan kepada Irawati Kusumorasri dari Kota Surakarta, seorang seniman pertunjukan tari klasik Jawa. Kemudian kepada Yono Daryono sebagai seniman kawakan teater dam sastra asal Tegal. (Hum/ Sofyan)
News
20 UMKM Pamerkan Produk Jawa Tengah ke Malaysia dan Thailand
Semarang - majalahlarise.com - Sebanyak 20 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Jawa Tengah akan dikirim ke Malaysia dan Thailand untuk memamerkan produknya pada 19-26 Desember 2025. Keikutsertaan dalam pameran di dua negara tersebut membuka peluang pasar ekspor yang lebih besar.
Puluhan UMKM tersebut dilepas secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Jawara Awarding Night yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah di Ballroom Hotel Tentrem, Kota Semarang, Sabtu malam, 13 Desember 2025.
Ketua Hipmi Jawa Tengah, Teddy Agung Tirtayadi, mengatakan, pemberangkatan UMKM merupakan bentuk komitmen untuk mengajak produk UMKM Jateng untuk go internasional. Ada 20 UMKM terpilih dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang telah melalui proses kurasi.
"Kurasi sudah berjalan dan terpilih 20 UMKM untuk berangkat ke Malaysia pada 19-21 Desember dan ke Thailand 24-26 Desember. Mereka akan ikut expo dan memamerkan produk kita," ujarnya.
Menurutnya, komitmen tersebut sesuai dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendatangkan investasi dan mempromosikan produk-produk dari Jawa Tengah. Harapannya adalah UMKM Jawa Tengah punya peluang dan market yang lebih besar dengan membawa dan mengenalkan keunggulan produk dan potensi Jawa Tengah ke luar negeri, dalam hal ini Asia Tenggara.
"Kami ingin pengusaha pejuang dan pejuang pengusaha bukan hanya menjadi slogan Hipmi melainkan memberikan dampak kepada UMKM dan ekonomi Jawa Tengah," jelasnya.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional termasuk Jawa Tengah. Ia mengapresiasi langkah Hipmi Jateng untuk mendorong ekspor produk UMKM ke luar negeri. Menurutnya, peran diaspora Jawa Tengah dan Indonesia di luar negeri juga memiliki andil besar untuk eksplorasi pemasaran produk dari Jawa Tengah.
"Ini merupakan bentuk collaborative government. Kita gandeng Hipmi, Kadin, dan lain sebagainya. Hari ini Hipmi Jateng ekspor perdana terkait UMKM ke Malaysia dan Thailand. UMKM kita bisa dijual ke negara lain. Secara tidak langsung ini akan memberikan pengembangan wilayah, khususnya UMKM," kata Ahmad Luthfi.
Gubernur meminta Hipmi yang diisi para pengusaha muda harus memiliki mata dan telinga yang tajam untuk melihat serta mendengar setiap peluang investasi, termasuk dalam pengembangan UMKM. Dijelaskan, jumlah UMKM di Jawa Tengah saat ini sekitar 4,2 juta, paling banyak adalah usaha mikro dan kecil. Potensi yang ada masih sangat besar untuk dikembangkan.
"Hipmi sebagai pengusaha mudah harus berani mengajak bupati dan wali kota untuk berdiskusi perihal usaha UMKM. Diskusi itu untuk memilah dan memilih pengusaha mikro di masing-masing kabupaten/kota, agar bisa meningkat menjadi usaha kecil bahkan menengah," katanya. (Hum/ Sofyan)
Hiburan
![]() |
| Sekitar 250 penari dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa, larut dalam gelaran “Banyuanyar Menari”. |
Meriah, 250 Penari Hidupkan “Banyuanyar Menari”
Boyolali – majalahlarise.com - Hujan yang mengguyur sejak pagi tak mampu meredam semangat ratusan penari di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel,Boyolali, Minggu (14/12). Sekitar 250 penari dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa, larut dalam gelaran “Banyuanyar Menari”, sebuah perhelatan budaya yang menghidupkan denyut tradisi desa.
Dibalut rintik hujan, para penari tetap tampil penuh energi membawakan tari Bergodo Lembu dan tari Kopi Barendo, dua tarian khas yang lahir dari keseharian warga Banyuanyar. Tepuk tangan penonton mengiringi setiap gerakan, seolah hujan justru menjadi saksi kuatnya kecintaan warga terhadap budaya lokal.
Pertunjukan dibuka oleh pemuda Desa Banyuanyar yang menampilkan tari Bergodo Lembu, tarian yang menggambarkan kedekatan masyarakat dengan ternak sapi perah. Penampilan berlanjut dengan tari Kopi Barendo yang dibawakan siswi-siswi SD bersama beberapa penari dewasa. Puncaknya, kembali ditutup dengan Bergodo Lembu oleh siswa SD Banyuanyar yang tampil penuh percaya diri.
Kepala Desa Banyuanyar, Komarudin, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari gerakan inovasi desa berbasis budaya dan pertanian.
"Banyuanyar Menari adalah upaya kami mengangkat budaya lokal yang tumbuh dari kehidupan masyarakat. Kami menciptakan tarian asli desa sebagai pondasi pelestarian budaya,” ujar Komarudin.
Ia menjelaskan, tari Bergodo Lembu terinspirasi dari potensi besar peternakan sapi perah di Banyuanyar. Saat ini, desa tersebut memiliki sekitar 1.650 ekor sapi perah yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.
"Kami juga mulai mengembangkan hilirisasi kampung susu, dari peternakan, pengolahan limbah, hingga produk susu. Di sektor pertanian ada kopi, jahe, dan madu,” tambahnya.
Sementara itu, tari Kopi Barendo menggambarkan semangat panjang masyarakat dalam mengelola kopi, dari masa lalu hingga kini, sebagai sumber penghidupan yang bernilai ekonomi.
Seluruh penari dalam acara ini merupakan warga asli Desa Banyuanyar, yang berasal dari tiga sekolah dasar di desa tersebut, serta kelompok pemuda dan masyarakat umum.
Salah satu penari cilik Bergodo Lembu, Rheyvan Aprian Ramadhan, mengaku telah berlatih selama satu hingga dua bulan bersama teman-temannya.
"Tariannya gampang kalau niat. Yang susah itu ngatur pola pas latihan, tapi seru,” katanya polos.
Hal senada disampaikan Bella Sita Kurniawati, penari Kopi Barendo. Ia menjelaskan bahwa tarian tersebut memiliki delapan gerakan utama yang melambangkan proses pengelolaan kopi.
"Mulai dari nanam, petik, sampai jemur kopi. Ini melambangkan keteguhan petani kopi sejak zaman Belanda,” tuturnya.
Tak hanya tarian, Desa Banyuanyar juga memperkenalkan batik khas desa bermotif kekayaan alam lokal seperti kopi, susu, jahe, madu, dan keris, sebagai simbol identitas sekaligus potensi ekonomi kreatif desa.
Melalui “Banyuanyar Menari”, desa ini menegaskan bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga kekuatan untuk masa depan bahkan hujan pun tak mampu memadamkannya. (Ags/ Sofyan)
Baca juga: PPG Unisri Gelar Pelatihan Analisis Data Kualitatif dengan NVivo
Pendidikan
![]() |
| Pelatihan analisis data kualitatif menggunakan perangkat lunak NVivo. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Solia Solo, Kamis (12/12). |
PPG Unisri Gelar Pelatihan Analisis Data Kualitatif dengan NVivo
SOLO — majalahlarise.com - Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar pelatihan analisis data kualitatif menggunakan perangkat lunak NVivo. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Solia Solo, Kamis (12/12).
Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dosen, khususnya dalam mendukung kualitas penelitian PPG. Koordinator PPG Unisri, Ema Butsi Prihastari, menjelaskan bahwa penguasaan analisis data kualitatif berbasis NVivo menjadi kebutuhan penting agar penelitian tidak berhenti pada deskripsi semata.
“Harapannya, penelitian ke depan akan lebih baik, baik dari segi analisis, pengolahan data, maupun kedalaman pokok bahasan. Dengan NVivo, penelitian dapat mengaitkan berbagai subjek dan tema secara lebih sistematis, sehingga tidak hanya bersifat deskriptif kualitatif,” ujar Ema.
Dalam pelatihan ini, PPG Unisri menghadirkan Dr. Sutrisno dari Universitas PGRI Semarang sebagai narasumber. Ia memberikan pengenalan sekaligus praktik penggunaan NVivo dalam mengelola, mengodekan, dan menganalisis data kualitatif untuk kebutuhan riset pendidikan.
Ema juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan hingga tuntas mengingat materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan penelitian PPG. “Setelah pelatihan ini, kami berharap dapat menyusun roadmap PPG yang terintegrasi dengan arah dan fokus penelitian yang akan dilakukan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Dekan FKIP Unisri Surakarta, Dr. Feri Faila Sufa, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan analisis data kualitatif dengan NVivo merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dosen dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas.
“Pelatihan analisis data ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam mendukung penelitian PPG, sehingga hasil riset yang dihasilkan semakin bermutu dan berdampak,” ungkapnya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen PPG FKIP Unisri Surakarta dalam meningkatkan kualitas akademik dan riset dosen, sejalan dengan tuntutan pengembangan profesionalisme guru di era pendidikan berbasis riset. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Observasi awal guna memetakan potensi, kendala, serta hambatan yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Bagor, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. |
Petakan Potensi dan Hambatan UMKM Desa Bagor Sragen, Tim Dosen FSRD ISI Surakarta Lakukan Observasi Awal
SRAGEN – majalahlarise.com – Keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah pedesaan masih menghadapi beragam tantangan untuk dapat berkembang secara berkelanjutan. Menyadari hal tersebut, tim dosen dari Jurusan Desain Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melakukan observasi awal guna memetakan potensi, kendala, serta hambatan yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Bagor, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.
Kegiatan observasi ini dipimpin oleh Dr. Ir. Tri Prasetyo Utomo, M.Sn dan dilaksanakan melalui kunjungan langsung ke desa setempat. Kunjungan awal yang melibatkan dosen dan mahasiswa tersebut diterima secara resmi oleh Kepala Desa Bagor, Kukuh Riyanto, pada Jumat, 12 Desember 2025, bertempat di Gedung Pertemuan Desa Bagor. Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan antusias dari warga serta para pelaku UMKM.
Dalam proses observasi, tim dosen mencatat sejumlah persoalan utama yang dihadapi UMKM Desa Bagor. Beberapa di antaranya adalah kebutuhan akan stand display yang representatif untuk pemasaran produk, masih minimnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, lemahnya aspek kemasan (packaging), hingga keterbatasan dalam manajemen keuangan usaha.
Selain persoalan UMKM, tim juga menyoroti potensi budaya lokal melalui keberadaan Festival Klobot yang rutin diselenggarakan setiap tahun di Desa Bagor. Namun demikian, terdapat pula sejumlah hambatan yang dirasakan warga, seperti keterbatasan kemampuan dalam merancang kostum pawai, desain gunungan tumpeng yang menarik, serta penyusunan koreografi saat defile pawai festival.
Kepala Desa Bagor, Kukuh Riyanto, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan observasi ini dapat menjadi langkah awal dalam menemukan solusi konkret bagi pengembangan UMKM desa.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap potensi dan kendala UMKM dapat terlihat secara jelas, sehingga ke depan kampus dapat memberikan solusi melalui program-program dosen,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Dosen FSRD ISI Surakarta, Dr. Ir. Tri Prasetyo Utomo, M.Sn, menjelaskan bahwa observasi awal ini memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan kegiatan riset maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Observasi ini penting untuk merancang program yang tepat sasaran, sekaligus sebagai bentuk penerapan teknologi dan keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi seni, khususnya ISI Surakarta, melalui proses hilirisasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam mendorong peningkatan daya saing UMKM sekaligus penguatan potensi budaya lokal Desa Bagor, Kabupaten Sragen. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah Muhammadiyah di sejumlah sekolah Muhammadiyah Provinsi Banten pada 12–13 Desember 2025. |
Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Dampingi Sekolah Muhammadiyah di Banten, Perkuat Mutu dan Strategi SPMB
Banten — majalahlarise.com - Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melaksanakan kegiatan Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah Muhammadiyah di sejumlah sekolah Muhammadiyah Provinsi Banten pada 12–13 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat mutu layanan pendidikan sekaligus mengoptimalkan strategi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di tengah persaingan lembaga pendidikan yang semakin kompetitif.
Pendampingan dilaksanakan di dua titik utama, yakni SMK Muhammadiyah 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Jumat (12/12/2025) dan SMA Muhammadiyah Kota Serang pada Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini diikuti oleh para kepala sekolah serta unsur pimpinan sekolah Muhammadiyah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA hingga SMK se-Kabupaten Lebak dan Kota Serang.
Tim fasilitator dari Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah dipimpin oleh Ust. Pujiono, S.Si., MM dan Drs. Errizal, S.IP., M.Pd. Dalam pendampingan tersebut, para fasilitator menekankan pentingnya pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) serta penguatan Standar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai karakter dan keunggulan khas sekolah Muhammadiyah. Sekolah juga didorong untuk memiliki value proposition atau nilai jual yang jelas sebagai pembeda di tengah persaingan dunia pendidikan.
Dalam sesi motivasi, Ust. Pujiono, S.Si., MM memberikan penguatan spiritual dan profesional kepada para kepala sekolah dan guru. Ia mengajak seluruh warga sekolah untuk mensyukuri amanah sebagai pendidik dengan meningkatkan kinerja, menjaga integritas profesi, serta berani melakukan inovasi, terutama dalam strategi SPMB.
Sementara itu, Drs. Errizal, S.IP., M.Pd menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah menjadi kunci utama kebangkitan sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, diperlukan perubahan mindset, kepemimpinan yang visioner, serta semangat jemput bola dalam mempromosikan sekolah kepada masyarakat.
Selain penyampaian materi, kegiatan pendampingan juga diisi dengan observasi lingkungan sekolah yang meliputi ruang kepala sekolah, ruang guru, tata usaha, perpustakaan, laboratorium, toilet, dan ruang kelas. Tim fasilitator juga melakukan wawancara dengan manajemen sekolah untuk memetakan kondisi riil dan tantangan yang dihadapi. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa sebagian besar sekolah telah membentuk panitia SPMB, namun masih memerlukan penguatan aksi nyata di lapangan, terutama pada aspek promosi, presentasi ke sekolah asal, serta optimalisasi media sosial dan kehumasan sekolah.
Melalui kegiatan ini, Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah merekomendasikan agar sekolah-sekolah Muhammadiyah di Provinsi Banten melakukan penataan strategi SPMB secara lebih agresif dan terencana, membangun kemitraan berkelanjutan dengan sekolah pada jenjang di bawahnya, serta menyesuaikan program pendidikan dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah konkret dan berkelanjutan dalam meningkatkan mutu, kepercayaan publik, serta daya saing sekolah Muhammadiyah di Provinsi Banten. (Sofyan)
Baca juga: RS PKU Muhammadiyah Solo dan Sampangan Gelar Baitul Arqom, Perkuat Kader Islami Berstandar SIRSMA
Berita
![]() |
| Kegiatan Baitul Arqom. |
RS PKU Muhammadiyah Solo dan Sampangan Gelar Baitul Arqom, Perkuat Kader Islami Berstandar SIRSMA
Solo - majalahlarise.com - Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Surakarta berkolaborasi dengan Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo dan RS PKU Muhammadiyah Sampangan gelar kegiatan Baitul Arqom pada Sabtu–Minggu (13-14/12/2025).
Kegiatan yang bertajuk ‘Membangun Kader Berkemajuan untuk Rumah Sakit Muhammadiyah yang Islami, Bermartabat, dan Berstandar SIRSMA’ yang berlangsung di Lorin Syariah hotel Solo, Sabtu (13/12/2025).
Ketua MPKSDI Suyanto menjelaskan sesuai dengan tema yang diusung yakni membangun kader berkemajuan di Standar Islami Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah.
“Pada sesi sore hari pertama, peserta mengikuti materi 1 bertajuk PHIWM. Membangun karakter Islami, profesional, dan berkemajuan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Materi disampaikan Ketua MPKU PDM Kota Surakarta, Prof Muhammad Da’i,” ujarnya.
Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) harus terinternalisasi dalam budaya kerja rumah sakit, sehingga pelayanan kesehatan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga sarat nilai ibadah dan kemanusiaan.
“Dilanjutkan materi 2 mengenai Profil Kader Muhammadiyah oleh saya sendiri. Inti dari materinya adalah bahwa kader Muhammadiyah kuat imannya, luas wawasannya, peduli terhadap sesama dan menjadi pemimpin di tengah Masyarakat,” tambahnya.
Malam harinya, peserta mengikuti Ishoma, kajian, dan Fathul Qulub, sebelum memasuki Materi 3 bertema Model Dakwah dalam Pelayanan dan Motivasi Pasien di RS PKU Muhammadiyah.
“Ketua PDM Kota Surakarta, Drs KH Anwar Sholeh MHum, terkait dakwah bil hal di rumah sakit terwujud melalui sikap empatik, komunikasi yang menenangkan, serta pelayanan yang memuliakan pasien. Melayani pasien sepenuh hati,” urainya.
Hari kedua diawali dengan salat Tahajud, Subuh, dan kajian. Pada sesi pagi, Prof Dr Muzakar Isa menyampaikan materi 4 tentang Service Excellent sebagai upaya mewujudkan RS PKU Muhammadiyah yang melampaui harapan pasien.
“Kegiatan ditutup dengan Materi 5 oleh Dr H Arief Budiman mengenai pelayanan bermartabat Islami sesuai standar SIRSMA dengan moderator Dwi Jatmiko. Semoga lahir kader ideologis dan aktivis adanya kegiatan Baitul arqom, yang memiliki kesamaan ide dengan Muhammadiyah,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Pantai Slili, Permata Tersembunyi di Pesisir Gunungkidul
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...






