Prihatin Isu Kekerasan Anak, 9 SD Gugus Teratai Kecamatan Wonogiri Deklarasikan Gerakan Jaga Putra Jaga Kanca

Print Friendly and PDF

Deklarasi Gerakan Jaga Putra Jaga Kanca.

Prihatin Isu Kekerasan Anak, 9 SD Gugus Teratai Kecamatan Wonogiri Deklarasikan Gerakan Jaga Putra Jaga Kanca

Wonogiri- majalahlarise.com -Sejumlah 9 SD se-Gugus Teratai Kecamatan Wonogiri serentak mendeklarasikan komitmen bersama Jaga Putra Jaga Kanca.  Deklarasi dilakukan secara marathon mulai pukul 07.00. Untuk jam pertama pukul 07.00-07.45  SDN 1 Wonogiri, SD IT AL Huda dan SD Kanisius, jam ke dua pukul 08.00 sampai 08.45  SDN 6 Wonogiri, SDN Kedungringin dan SD Muhammadiyah, jam ke 3 pukul 09.00 sampai 09.45 SDN 1 Giripurwo, SDN 3 Wonoboyo dan SDN 3 Wonogiri. Senin (27/11/2023).

Deklarasi dikemas apel pagi dengan pembacaan komitmen bersama yang terdiri dari komitmen Kepala Sekolah, Komitmen Guru, Komitmen Orang Tua dan komitmen Siswa. Komitmen ini dirumuskan pada saat FGD Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di sekolah pada tanggal 21 November 2023 dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen. FGD tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Dinas P2KBP3A Wonogiri, pengawas, kepala sekolah, guru, komite sekolah dan orang tua. Dengan komitmen ini maka semua elemen mempunyai tanggung jawab yang jelas terhadap porsi masing-masing. Semua memprioritaskan keamanan dan kenyamanan anak. Kita harus memastikan bahwa semua menjalankan komitmen tersebut, ini tugas berat bagi kita semua ungkap Suharti Pengawas Pembina yang juga sebagai Korwil Kecamatan Wonogiri.

Komitmen tersebut diantaranya: Kepala sekolah bertanggung jawab, peka dan responsif terhadap semua kejadian di sekolah, memastikan serta memfasilitasi keamanan dan kenyamanan sekolah, mengenal karakteristik semua guru dan tenaga kependidikan. 


Baca juga: Apresiasi Karya Unggulan Mahasiswa, DKV ISI Surakarta Adakan Abipraya Awards 2023

Komitmen guru antara lain: bertanggungjawab terhadap semua kejadian di kelas, mengenal dan memahami karakter peserta didik di kelasnya, menganggap siswa sebagai anak, melakukan refleksi kejadian di akhir pembelajaran setiap hari dan dicatat dalam jurnal harian, memperlakukan siswa sama, dan tidak membeda-bedakan status siswa dari segi apapun, menyelesaikan permasalahan yang terjadi di sekolah dengan cara yang sesuai, menghindari hukuman fisik di sekolah, mastikan siswa pulang tidak membawa masalah ke rumah.

Komitmen orang tua: menanyakan aktivitas belajar di sekolah setiap hari, menjalin komunikasi yang baik dengan guru dan sekolah, tidak membuat kelompok-kelompok sosial orang tua dalam bentuk apapun, mengontrol penggunaan Gadget anak, menyelesaikan masalah anak dengan cara yang baik dan cerdas, melakukan refleksi bersama guru setiap bulan.

Komitmen siswa: berupaya tidak melakukan tindakan bullying dalam bentuk apapun, menganggap teman adalah saudara, merangkul setiap siswa (satu sekolah) untuk berteman, membantu teman lain yang sedang kesusahan, menghindari berkata tidak sopan kepada teman, menghindari posting/ komentar tidak baik di media sosial, menegur saat melihat/ menjumpai tindakan bullying, melaporkan tindakan bullying yang terjadi, meminta maaf jika membuat kesalahan dengan siswa lain, menyelesaikan masalah dengan cerdas.


Suharno Prihutomo selaku pengawas sekolah menyampaikan kepada siswa agar memegang prinsip sabar, berkata lemah lembut, minta ijin/ permisi, tolong, maaf dan terima kasih. Dengan berpegang pada prinsip ini, maka sekolah akan tercipta situasi yang menyenangkan dan membahagiakan. 

"Deklarasi Jaga Putra Jaga Kanca ini merupakan tanggungjawab moril bagi kita, dan tentunya dengan harapan tidak akan muncul kasus kekerasan anak dalam bentuk apapun di sekolah kita," ungkap Sunaryo yang juga sebagai Pengawas Sekolah.

Deklarasi ini sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap pendidikan di Wonogiri yang pada saat ini dirasa sedang tidak baik-baik saja dengan banyaknya kasus kekerasan anak. Mirisnya lagi, banyak kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum pendidik. 

Gerakan Jaga Putra Jaga Kanca secara prinsip adalah bagaimana kolaborasi tripusat pendidikan (sekolah, orang tua dan masyarakat) lebih dikuatkan. Semua mengambil peran, dan peran tersebut saling terkait, saling beririsan. Sebagai tidak lanjut kita akan melakukan monitoring secara berkala. 

"Ke depan agenda kita adalah penguatan kepada seluruh GTK, membentuk forum parenting di tingkat gugus, serta penguatan siswa. Saat ini kita bekerjasama dengan Dinas P2KBP3A Wonogiri dibawah arahan Dinas P dan K. Dalam penguatan nanti kita akan berupaya menggandeng pihak lain seperti Kepolisian, Forum Anak Wonogiri, Tim Penggerak PKK, atau pihak lain yang relevan dengan gerakan ini," ungkap Eko Siswanto sebagai ketua Gugus. (Sofyan)

Baca juga: Siti Mar'athus Sholihah Raih Juara 1 Lomba Menulis Spesial Momen Hari Guru


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top