Peringati Hari Jamu Nasional 2023, RA At-Taqwa Sapen Adakan Workshop untuk Siswa

Print Friendly and PDF

Siswa RA At-Taqwa Sapen saat mengikuti workshop jamu.

Peringati Hari Jamu Nasional 2023, RA At-Taqwa Sapen Adakan Workshop untuk Siswa

Sukoharjo- majalahlarise.com -Jamu sebagai obat herbal asli Indonesia yang diracik menggunakan bahan-bahan alami yang berguna untuk penyembuhan berbagai macam penyakit maupun untuk menjaga kesehatan tubuh. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat jamu juga mudah ditemui di lingkungan sekitar. Diantaranya adalah daun, bunga, buah, kulit, batang, ataupun rimpang.

Banyak orang sudah mengetahui manfaat jamu untuk kesehatan namun tidak semua orang suka minum jamu, terutama anak-anak karena menurut mereka jamu rasanya pahit. 

Berangkat dari hal tersebut RA At-Taqwa Sapen mengundang bakul jamu gendong mbok Tumiati (59 tahun) yang setiap harinya berjualan jamu gendong di Pasar Jaten untuk belajar bersama membuat jamu.

Jamu yang diperkenalkan oleh mbok Tum kali ini adalah jamu beras kencur yang manfaatnya  untuk menambah nafsu makan dan juga untuk mengobati batuk, kunyit asam yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta daun pepaya untuk mengatasi perut kembung. 

Baca juga: Lebih Dari Satu Wisudawan Unisri Raih IPK 4.00

Pemilihan workshop pembuatan jamu ini, bukan tanpa alasan menurut Henny Kepala Sekolah RA At-Taqwa mengatakan bahwa anak-anak perlu tahu bahwa ada obat lain selain obat kimia yang biasa dibeli anak-anak di apotek yaitu obat tradisional atau obat alternatif dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita. 

Lanjutnya dengan melihat cara pembuatan jamu anak-anak akan mendapatkan edukasi secara langsung serta sangat baik untuk menstimulasi panca indra anak-anak. Anak-anak akan secara langsung bisa melihat proses pembuatan, mencium aroma jamu, bisa membantu menumbuk jamu, bisa mencicipi secara langsung jamu yang mereka buat, baik rasa pahit, asam ataupun manis. Selain itu membuat jamu ini bertujuan pula untuk mengedukasi anak yang selama ini menganggap jamu itu pahit. Jamu bisa diolah menjadi minuman yang segar sehingga akan diminati oleh anak-anak.

Workshop jamu ini dimulai dengan mbok Tum yang memperkenalkan berbagai rimpang bahan pembuat jamu yang dilanjutkan dengan menumbuknya.Setelah proses pembuatan jamu ini selesai, anak-anak diminta untuk mencicipi berbagai rasa jamu yang ada.

Sebanyak 35 anak dan 5 orang guru, terlihat sangat antusias saat mereka mendapat giliran untuk belajar menumbuk rimpang yang telah disediakan. Tidak kalah menarik saat mereka harus mencicipi berbagai macam rasa jamu.

Seperti Abdillah Fatih Al Khalifi, salah seorang anak dari kelompok B yang berani mencoba jamu godong kates mengatakan jamunya terasa pahit, namun setelah diberikan jamu kunyit asem dia bisa merasakan kesegaran rasa jamu gendong mbok Tum, dan ingin mencicipi rasa yang lain lagi.

Menurut Umi selaku Waka Bidang kurikulum, kegiatan workshop membuat jamu ini adalah bagian dari tema Pembelajaran Negaraku dengan memperkenalkan makanan dan minuman tradisional. Kegiatan  pembelajaran kali ini yang dikemas dalam bentuk workshop, sekaligus dalam rangka  memperingati  Hari Jamu Nasional yang diperingati setiap tanggal 27 Mei. (Sofyan)

Baca juga: Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Univet Bantara Gelar Seminar Akademik Menjadi Guru Cerdas di Era Digital


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top