DIGITALISASI LEARNING UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI MILENIAL YANG MAMPU MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Print Friendly and PDF

DIGITALISASI LEARNING UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI MILENIAL YANG MAMPU MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 

Oleh : Ike Anggita Arumsari, S.Pd

Guru SMA Negeri 1 Brebes Jawa Tengah

Ike Anggita Arumsari, S.Pd


       Digitalisasi learning merupakan segala jenis pembelajaran yang disetai dengan teknologi/ praktik pembelajaran yang memanfaatkan teknologi secara efektif (wikipedia). Revolusi industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber fisik, internet untuk segala, komputasi awam dan komputasi kognitif (wikipedia). Dapat disimpulkan bahwa revolusi industri 4.0 merupakan integrasi dunia internet/ online dengan dunia usaha/ produksi dari sebuah industri artinya semua proses produksi ditopang oleh internet.

       Pendidikan menurut undang-undang No. 20 Tahun 2003 adalah usaha sadar dan  terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Agar bisa mewujudkan pendidikan yang berkualitas harus ada kolaborasi antara peserta didik yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik saja tetapi juga kurikulum, penguasaan metode pembelajaran yang berfokus pada penguasaan teknologi komputasi khususnya metode pembelajaran digital learning yang dapat membekali peserta didik agar bisa menguasai teknologi sehingga bisa bersaing di dunia kerja.

       Namun, pada kenyataannya tujuan pendidikan di Indonesia masih masih belum tercapai dengan maksimal, hal tersebut dapat dilihat pendidikan Indonesia  berfokus pada kurikulum dan metode pembelajaran yang masih bersifat teoritis, dan lebih berfokus pada pencapaian akademik sehingga peserta didik tidak bisa berbuat banyak setelah menyelesaikan pendidikan. Akibatnya, setelah lulus nanti mereka lebih bergantung pada lapangan kerja yang tersedia. Berdampak pada tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. 

       Dengan adanya revolusi industri 4.0 diperkirakan 65% ragam pekerjaan sekarang akan tergantikan oleh jenis pekerjaan baru yang kini belum terbayangkan.  Ada beberapa faktor yang mendasari tingkat pengangguran di Indonesia masih tergolong tinggi:

1) Masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat Indonesia tentang pendidikan 

2) Lulusan sekolah hanya berfokus pada tersedianya lowongan kerja. 

3) Kurangnya kemampuan softskill lulusan untuk menghadapi lapangan kerja.

4) Dalam dunia pendidikan, metode pembelajaran yang masih berfokus terhadap apa yang disampaikan oleh guru, sehingga kurang mengasah kemampuan berfikir kreatif peserta didik. 

       Menerapkan pendidikan dengan membangun kecakapan abad 21 harus dimiliki oleh peserta didik, yaitu karakter, literasi, dan kompetensi (Kemendikbud: 2018). Kualitas karakter yang dimiliki peserta didik diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berkembang secara dinamis. disini perlu adanya metode pembelajaran dengan menggunakan digitalisasi learning, dimana peserta didik diajari bisa teknologi, termasuk mengakses digital learning (termasuk bisa melakukan tanya jawab, ulangan, review materi-materi pembelajaran, serta melihat secara langsung hasil ujian) disediakan oleh pihak sekolah. Para guru juga dibekali untuk dapat memberikan proses pembelajaran digital yang dapat melatih peserta didik  yaitu: berpikir kritis (memecahkan masalah), kreatif, komunikasi dan kolaborasi, serta percaya diri  dengan menerapkan kecakapan peserta didik di abad 21 ini diharapkan, generasi milenial dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan masa depan khususnya dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Berdasarkan pemaparan diatas, dapat diartikan bahwa pendidikan harus bersinergi agar bisa menciptakan pendidikan yang berkualitas yang menciptakan generasi milenial yang berdaya saing dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, diantaranya sebagai berikut:

1) Tenaga pendidik harus meningkatkan pemahaman dalam mengekspresikan diri di bidang digitalisasi learning, memahami informasi yang akan dibagikan pada peserta didik serta menyelesaikan permasalahan akademisi dalam digitalisasi learning.

2) Adanya kolaborasi antara stakeholder yang ada dalam orientasi pendidikan yang mendatang terutama dalam menginovasi metode-metode pembelajaran yang berbasis digitalisasi learning.

3) Mengubah kinerja sistem pendidikan yang dapat mengembangkan kualitas pola pikir pelajaran dan penguatan terhadap digitalisasi learning yang berbasis aplikasi.

4) Adanya pembaharuan kurikulum bukan hanya terfokus pada pecapaian secara akademik tetapi juga pencapaian secara softskill peserta didik.

       Harapan penulis dengan adanya inovasi, kreatifitas serta kemampuan dalam dalam digitalisasi learning khususnya dalam dunia pendidikan, dapat mempermudah kinerja peserta didik dan guru serta stakeholder sehingga menciptakan suasana yg efektif dan efisien. Para generasi milenial juga  dapat lebih siap menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 serta menekan angka pengangguran di Indonesia. Kinerja guru jadi lebih efisien, optimal dan produktif dalam bekerja.


Sumber:

- Kemendikbud. 20018. Penerapan Pembelajaran Abad 21 Memanfaatkan Rumah Belajar. Jakarta: Pusat Teknologi & Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan.

- Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

- Digitalisasi Learning, Wikipedia.

- Kementrian Perancangan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). 2018.



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top