Lomba Simulasi Pasar Modal dan Roleplay Front Office STIE Perbanas Surabaya

Print Friendly and PDF

Mahasiswa saat mengikuti lomba simulasi pasar modal

Mahasiswa saat mengikuti lomba roleplay customer service
Media Belajar Alternatif Mahasiswa Indonesia

SURABAYA-majalahlarise.com-Di tengah maraknya polemik dunia perbankan akhir-akhir ini ternyata tidak menyurutkan motivasi mahasiswa berprofesi sebagai pegawai bank. Hal ini terlihat ketika puluhan mahasiswa mengikuti Lomba Roleplay Customer Service dan Lomba Simulasi Pasar Modal di STIE Perbanas Surabaya. Kedua lomba tersebut merupakan pembuka rangkaian kegiatan program studi Sarjana Manajemen bernama Banking and Finance Festival 2018. Sabtu (24/3/2018)
     Ketua pelaksana, Dr. Yudi Sutarso, S.E., M.Si., dalam rilis mengatakan kegiatan lomba ini memberikan alternatif belajar bagi mahasiswa STIE Perbanas Surabaya maupun mahasiswa di Indonesia. Beliau bercerita, untuk lomba simulasi pasar modal ini bisa menjadi tempat mahasiswa belajar berinvestasi di pasar modal Indonesia.
    ”Kami berharap kegiatan ini dijadikan media latihan bagi mahasiswa di Indonesia dan memberikan manfaat serta pengalaman bagi semuanya,” paparnya dihadapan segenap peserta lomba.
     Pada lomba simulasi pasar modal ini, setiap tim yang terdiri atas 3 mahasiswa diberi modal untuk membeli saham sebesar Rp 250 juta rupiah. Mereka juga diberi kebebasan membelanjakan dana tersebut ke sejumlah perusahaan yang terdaftar dalam pasar modal. Lantas, penilaian juri dilihat dari jumlah sisa dana terbesar dari hasil penjualan saham yang dilakukan 20 tim yang berasal dari berbagai kampus, di antaranya: Universitas Kadiri, Univestas Katholik Darma Cendika, STIE Perbanas Surabaya, dan lain sebagainya.
     Salah satu peserta dari Univestas Katholik Darma Cendika, Sundari mengaku perlombaan simulasi pasar modal ini cukup mengedukasi mahasiswa. Kompetisi ini menambah pengetahuan mahasiswa dalam menggali informasi tentang bagaimana melakukan jual beli saham. Selain itu, pihaknya juga bisa memahami jenis-jenis saham di perusahan, bank, atau yang lainnya.
     ”Manfaatnya, kami bisa tahu transaksi saham bahwa begitu sistemnya. Ketika jual beli ada selisih harga, kita jadi tahu langkah yang tepat untuk transaksi berikutnya,” papar Sundari.
     Sementara di Lomba Roleplay Front Office, peserta lomba diberikan beragam kasus ketika menjadi customer service maupun teller. Di sini, puluhan peserta harus menghadapi karakter nasabah yang berbeda-beda dan harus tahu dalam mencari solusi yang tepat untuk tetap melayani dengan baik, sopan, dan beretika. Teknisnya, peserta lomba satu persatu menjadi customer service atau teller di suatu bank dan harus menghadapi kasus dari undian yang telah ditentukan. Para juri yang berasal dari praktisi perbankan ini menilai peserta lomba mulai dari berbagai kriteria, mulai dari penampilan, etika hingga problem solving.
      Firanti Maulia Putrie, salah satu peserta Lomba Roleplay Front Office mengaku dirinya baru pertama kali mengikuti lomba semacam ini. Meski pertama, dirinya merasa lomba ini sangat berkesan karena sangat melatih metal mahasiswa sebelum nantinya memasuki dunia kerja.
     ”Sangat menegangkan sekali saat lomba tadi. Di sini, saya diajari bahwa tidak hanya wawasan saja yang kita kuasai, tetapi juga kekuatan mental menghadapi berbagai karakter nasabah,” kesan mahasiswi Univesitas Islam Indonesia Yogyakarta ini. (Eko/Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top