Laras Loka Lampah: Membongkar Bugar, Antarkan Matheus Wasi Bantolo Raih Gelar Doktor di Pascasarjana ISI Solo

Print Friendly and PDF

MatheusWasi Bantolo, dosen, seniman dan intelektual tari Insitut Seni Indonesia (ISI) Solo berhasil mempertahankan Ujian Pagelaran Karya Seni dan Ujian Pertanggungjawaban Terbuka Karya Seni Promosi Doktor di ISI Solo.


Laras Loka Lampah: Membongkar Bugar, Antarkan Matheus Wasi Bantolo Raih Gelar Doktor di Pascasarjana ISI Solo

Solo- majalahlarise.com -MatheusWasi Bantolo, dosen, seniman dan intelektual tari Insitut Seni Indonesia (ISI) Solo berhasil mempertahankan Ujian Pagelaran Karya Seni dan Ujian Pertanggungjawaban Terbuka Karya Seni Promosi Doktor di ISI Solo dengan judul karya “Laras Loka Lampah: Menbongkar Bugar”, Kamis (30/11). Pagelaran karya dilaksanakan di lingkungan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Solo, sementara ujian pertanggungjawaban digelar di Pendhapa GPH Djojokusumo.

Penelitian artistik ”Laras Loka Lampah: Membongkar Bugar” merupakan penelitian penciptaan karya peristiwa seni sebagai representasi  kesatuan ekspresi nembang mbeksa dalam mencapai cara pandang kebugaran masyarakat Jawa. 

Tim Promotor yang terdiri dari Prof. Dr. Pande Made Sukerta, S.Kar., M.Si. (Promotor) serta Dr. Drs. RM. Pramutomo, M. Hum. dan Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A. (sebagai Ko-Promotor) mengamini bahwa Laras yang dimaknai sebagai keseimbangan jiwa raga menjadi pandangan masyarakat Jawa tentang kebugaran dicapai melalui perjalanan semesta diri dan raya atau Loka Lampah melalui nembang mbeksa. Penelitian penciptaan ini adalah hasil dari pengembaraan dan dialektikal antara empirik dan teoritik.

Baca juga: Menutup Akhir Semester Ganjil RA At Taqwa Mengadakan Outing Class ke Panti Asuhan Rumah Lentera dan Solo Summerland Tirtamas Waterpark        

Dalam paparannya, Wasi menyatakan bahwa tujuan penelitian ini adalah pembentukan kembali suatu fenomena menjadi perilaku hidup dan kesadaran kontinyuitas berolah nembang mbeksa, serta menjadi potensi menginspirasi budaya Nusantara lain yang memiliki fenomena setara sebagai satu kesatuan entitas maupun identitas untuk mencapai kebugaran jiwa raga.

Landasan konseptual yang digunakan untuk membangun konsep penciptaan serta sebagai pijakan pembahasan tentang: cara pandang kesadaran penuh akan kebugaran dalam Serat Weddataya, Serat Weddhatama, Kawruh Jiwa; Keberadaan fenomena suara, ketubuhan, dan lenggot bawa sebagai dasar pemikiran nembang mbeksa disampaikan dalam Serat Sastra Gendhing dan Serat Kridhwayangga. Metode yang digunakan adalah metode penelitian artistik dengan pendekatan autoetnografi, sedangkan penciptaan seni menggunakan metode penciptaan dialogis yang dihasilkan dari perjalanan berkarya pencipta.

Perjalanan diri dan berkarya mendasari gaya penciptaan dan cara pandang dalam karya hingga perjumpaan dengan fenomena nembang mbeksa dan laras. Metode dialogis menjadi jalan informatif bagi perumusan konsep dan perwujudan serta konfirmatif dalam pembahasan dan refleksi karya. Laras Loka Lampah berbentuk peristiwa seni dengan model presentasi workshop interaktif performatif. Pengembaraan dialogis empirik dan teoritik dalam eksplorasi hingga mewujudkan karya menghasilkan ura-ura ngawet yang menjadi inti ketubuhan nembang mbeksa membentuk secara natural berbalut keindahan pencapaian core stability dengan level capaian ngraga, nglampah, ngrasa, dan naya. Puncak capaian naya bersubstansi suwung atau sunyaruri yang berarti keheningan penuh kesadaran kebijaksanaan, kejujuran, keyakinan, kebahagiaan, dan cinta sebagaimana kemurnian jiwa anak-anak.

Tim Penguji yang terdiri dari Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum. (Ketua), Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. (Sekretaris), dan beranggotakan Hilmar Farid Setiadi, MA, Ph.D. (Penguji Tamu), Prof. Dr. Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ, Prof. Dr. Nanik Sri Prihatini, S. Kar., M.Si. serta Dr. Daryono, S. Kar., M. Hum. Menyatakan puas dan memberikan apresiasi yang tinggi untuk penelitian kekaryaan dengan pendekatan riset artistik ini, dan berharap temuan dari Dr. Matheus Wasi Bantolo, M.Sn. Bermanfaat untuk pengembangan tari dan ilmu tari yang berbasis pada tradisi budaya nusantara. (humasisisolo/antongultom)

Baca juga: Makrab FISH Univet Bantara 2023, Satukan Kebersamaan untuk Meraih Keharmonisan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top