TANTANGAN YANG DIHADAPI OLEH GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Print Friendly and PDF

TANTANGAN YANG DIHADAPI OLEH GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Oleh: Muharomah

SDN 2 Tepusen, Kaloran, Temanggung Jawa Tengah


Muharomah


       Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan, dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sehari-hari. 

       Pendidikan dalam Islam disebut dengan istilah tarbiyah yang diambil dari fi’ilmadli-nya (rabbayani) maka ia memiliki arti memproduksi, mengasuh, menanggung, memberi makan, menumbuhkan, mengembangkan, memelihara, membesarkan dan menjinakkan. (Hasbullah, 2009).

        Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan latihan. Pendidikan yang dilaksanakan pemerintah bukan saja sifatnya sementara akan tetapi pendidikan itu berlangsung seumur hidup yang lebih dikenal dengan “Long Life Education”, pendidikan sebagai suatu sistem yang memiliki komponen-komponen yang saling mempengaruhi, komponen yang sangat penting dari komponen lainnya dalam pendidikan adalah guru. Dikatakan demikian sebab berpengaruh besar dalam usaha mencapai pendidikan.

       Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. Sebagaimana Bukhari Umar mengatakan bahwa pendidikan adalah suatu sistem dan proses yang melibatkan sebagai komponen.(Susanna, 2014) At-Taumy OM mendefinisikan pendidikan adalah perubahan yang diinginkan melalui proses pendidikan, baik pada tingkah laku individu pada kehidupan pribadinya, pada kehidupan masyarakat dan alam sekitar maupun pada proses pendidikan dan pengajaran itu sendiri sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai proporsi antara profesi asasi dalam masyarakat. (Bukhari, 2010) Pendidikan yang dilaksanakan pemerintah bukan saja sifatnya sementara akan tetapi pendidikan itu berlangsung seumur hidup yang lebih dikenal dengan “Long Life Education”.

       Dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi, seorang guru harus mampu bersikap dinamis dalam proses pembelajarannya, baik dalam menetapkan strategi, model, metode, dan media yang digunakan dalam pembelajaran. Seorang guru harus selalu mengupgrade pengetahuan agar selalu bersikap dinamis pada setiap perubahan, baik yang menyangkut kebijakan, ataupun tatanan kehidupan.(Hermawan et al., 2020). Teknik-teknik motivasi yang digunakan guru akan menimbulkan minat yang baik dan gairah belajar yang tinggi bagi siswa, sehingga akan terjadi proses belajar yang efektif dan tujuan belajar akan tercapai. Sebaliknya kurang atau tidak memahami makna dan pentingnya motivasi dalam belajar akan mengakibatkan kegelisahan, ketegangan, kejenuhan, kemalasan, keributan dan lain sebagainya (Elly, 2015)

       Globalisasi telah merubah cara hidup manusia sebagai individu, sebagai warga masyarakat dan sebagai warga bangsa. Tidak seorang pun yang dapat menghindari dari arus globalisasi. Tugas dan peran guru PAI dari hari ke hari semakin berat, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai guru PAI tentu akan semakin berat dalam menghadapi perkembangan globalisasi yang semakin pesat karena dalam perkembangan itu berdampak pada pergeseran nilai-nilai, sehingga sebagai guru PAI harus mampu mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai Islam di tengah arus globalisasi yang pesat, diantara tantangan guru PAI dalam menghadapi arus globalisasi sebagai berikut:

Krisis Moral

       Menjunjung tinggi Pancasila adalah merupakan tugas yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Dalam dunia global saat ini, telah terjadi banyak krisis moral, seperti tidak adanya undian antar manusia, kurangnya sopan santun dan etika, korupsi yang merajalela, dan pelecehan seksual. Hal ini dilakukan karena kurangnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat Indonesia, dan juga karena Pancasila tidak mengamalkan dengan baik dan benar, sebagaimana mestinya.(Kewarganegaraan et al., 2022)

Melek Digital

       Melek digital merupakan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang digunakan dalam berbagai perangkat digital seperti smart phone, tablet, laptop, and PC desktop, yang semuanya dianggap sebagai jaringan dari pada perangkat komputasi.

Inovasi Metode

       Peserta didik generasi now membutuhkan macam-macam metode yang dapat menggairahkan minat belajar siswa, karena peserta didik di era milenial ini lebih menguasai informasi yang disuguhkan pada gadget (Renda, 2020).

SDM yang berkualitas

       Kondisi di atas membutuhkan kesiapan yang matang dan terutama dari segi kualitas sumber daya manusia. Dibutuhkan SDM yang andal dan unggul yang bersiap bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia, Dunia pendidikan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam menciptakan SDM yang digambarkan di atas. Oleh karena itu, dibutuhkan guru yang visioner, kompeten dan berdedikasi tinggi sehingga mampu membekali peserta didik dengan sejumlah kompetensi yang diperlukan dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat yang sedang dan terus berubah (Susanna, 2014).


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top