GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Hubungi:
Telp/ WA : 082245929199
( https://wa.me/6282245929199 )
majalahlarise@gmail.com
Total Tayangan Halaman
CB Magazine »
Mitra Usaha
»
Dapur Umum, Berkah Dibalik Pandemi
Dapur Umum, Berkah Dibalik Pandemi
Posted by CB Magazine on Jumat, 10 Juli 2020 |
Mitra Usaha
![]() |
| Nathanael (19) memperlihatkan kue moci dari dapur umum, kemarin. |
Dapur Umum, Berkah Dibalik Pandemi
Karanganyar- majalahlarise.com -DAPUR umum, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah tempat menyediakan makanan cuma cuma bagi orang banyak dalam keadaan darurat dan sebagainya. Dapur umum biasanya didirikan saat ada bencana dan berada di tengah para pengungsi.
Nah, berangkat dari melayani orang banyak itulah, sebuah keluarga mendirikan Dapur Umum Karanganyar, awal Juni 2020 silam. Namun lantaran tidak dalam keadaan darurat, makanan yang disediakan tidak gratis.
"Kami sengaja menggunakan kata dapur umum sebagai brand agar mudah dikenal. Lagi pula, belum ada yang menggunakan dapur umum untuk komersial," kata Yona Ervina, dalam bincang bincang keluarga, kemarin.
Di Dapur Umum yang dia dirikan, masakan mangut Semarangan dan botok telur asin menjadi andalan dan paling banyak dicari konsumen. Selain itu masih ada babat gongso, sambel jambal, dan kue moci. Mangut Semarangan yang dimasak di dapur umum berbeda dengan mangut yang ada di kedai atau warung di Soloraya. Kuahnya kentel, aroma menyengat, dan rasanya maknyuus lantaran ikan asap atau mangutnya didatangkan dari langsung Semarang.
Demikian juga dengan botok telur asin. Meski di kedai dan warung banyak dijual dan resep pembuatan botog telur mudah dicari di internet, namun rasa botog telur asin dari dapur umum berbeda dan terasa khas, karena sentuhan tangan saat memasak berbeda. Lagi pula, dia mengaku mendapatkan resep pembuatan telur asin itu bukan dari google apa youtube tapi dari orang tuanya di Semarang yang membuka katering di situ.
Lantaran pembuatannya dengan sentuhan berbeda yang menghasilkan cita rasa spesial, Yona pun mematok harga khusus untuk semua produk kulinernya. Misal, jika harga botog telur asin di warung-warung seharga Rp 5.000 per bungkus, dia menjual dengan harga Rp 8.500 per bungkus. Demikian juga dengan babat gongso, sambel jambal, kue moci, dan lain sebagainya.
"Selain itu, kami tidak ingin merusak harga botog telur asin yang sudah ada di pasaran. Lagi pula segmen pasar kami berbeda. Dengan begitu, kita bisa saling berbagi dan kabeh iso mangan," kata ibu tiga anak itu.
Semula, ide pendirian dapur umum adalah untuk memberi kesibukan anak-anak, begitu new normal diberlakukan, setelah anak-anak suntuk di rumah akibat libur sekolah berkepanjangan lantaran pandemi covid-19. Kendati usaha rumahan, pengoperasiaan dapur umum berbeda dengan usaha dagang pada umumnya.
Meski mengolah atau memasak semua masakan itu, namun Yona sebagai orang tua, tidak meng-handle bisnis tersebut. Dia menyerahkan usaha kuliner itu pada anaknya, Nathanael (19), kemudian Yona memposisikan diri hanya sebagai tukang masak dan dibayar. Ini terbalik, biasanya bisnis dipegang orang tua dan anak-anak hanya disuruh untuk membeli bahan-bahan atau disuruh mengantar, tanpa dilibatkan dalam manajemen.
Model yang diterapkan seperti itu dinilai cukup baik, karena anak bisa belajar manajerial dan leadership atau kepemimpinan. Soal laba, untunglah setiap hari bisa didapat, apalagi kalau banyak pesanan.
"Ceritanya begini. Nathan tak kasih modal Rp 1 juta. Modal itu untuk belanja bahan baku yang akan dimasak sesuai dengan pesanan. Apakah ikan asap, daging babat, telur asin mentah, godong gedang, atau brambang, bawang, cabe. Kalau sudah dimasak dan sudah tersaji, anak-anak tinggal mengantar," katanya.
Kendati hampir semua masakannya punya cita rasa khas, namun Yona tidak pelit berbagi. Dia mempersilakan orang lain yang mau mengintip dapur umumnya untuk melihat langsung cara membuat botog telur asin, mangut semarangan, babat gongso, atau sambel jambal. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Ziarah Agung Mbah Kyai Nur Suhud, Rawat Jejak Dakwah Ulama Keraton Kartosura di Nguter SUKOHARJO – majalahlarise.com – Warga Nahdlatul Ulam...

Tidak ada komentar: