UNISRI Lakukan FGD Bersama Satlinmas dan BPBD

Print Friendly and PDF

Satlinmas dab BPBD saat mengikuti FGD di Unisri Surakarta. 

UNISRI Lakukan FGD Bersama Satlinmas dan BPBD

SOLO-Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kamis (2/5/2019).

Judul riset yang menjadi bahan diskusi adalah “Model Pengelolaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Berbasis Kearifan Lokal dalam Upaya Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Alam” yang merupakan skema Riset Terapan yang didanai oleh Kemenristek Dikti.

Pembicara dalam Diskusi tersebut, Dr Drajat Tri Kartono, Kabid Linmas Satpol PP Seksio Heriyanto SH, dari BPBD Bapak Sardiyanto SPd.
Riset tersebut diketuai oleh Dr. Dora Kusumastuti. SH.,MH dan beranggotakan Drs. Joko Pramono Msi, berencana untuk mengembangkan model yang mengintegrasikan fungsi Linmas, BPBD, SAR, PMI, Perguruan Tinggi, Masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya sehingga dapat melaksakan fungsi mitigasi kebencanaan yang meliputi deteksi dini, penangganan bencana dan pasca bencana sehingga dapat mengurangi dampak bencana alam.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang III Dr Sutoyo, MPd yang berharap penelitian yang dilakukan oleh dosen UNISRI dapat berguna untuk pengembangan Universitas dan di masyarakat.

“Universitas berharap kepada dosen untuk juga melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi kedua, yaitu tentang Penelitian,” ungkapnya.

Dr Dora Kusumastuti, SH, MH selaku ketua peneliti menyebutkan bahwa FGD kali ini merupakan serangkaian kegiatan untuk mengumpulkan data dalam menemukan model pengelolaan Satlinmas.

Ia menambahkan peran Satlinmas untuk mitigasi kebencanaan tidak bisa terlaksana dengan baik tanpa bantuan dari stakeholder lainnya.
Dalam paparannya, Kabid Linmas menjelaskan Satlinmas atau yang dahulu dikenal dengan nama HANSIP adalah organisasi yang dibentuk oleh Pemerintah Desa / Kelurahan  dan beranggotakan warga masyarakat  yang disiapkan dan dibekali pengetahuan serta ketrampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan.

Anggota Linmas adalah Warga Negara Republik Indonesia yang memenuhi persyaratan dan secara sukarela turut serta dalam kegiatan perlindungan masyarakat. Selain bertugas membantu menciptakan ketertiban dan keamanan dan ketentraman, pengamanan PEMILU, Linmas juga memiliki tugas membantu dalam penanggulangan bencana meliputi pengurangan resiko/mitigasi, evakuasi, dan rehabilitasi.

Peran Linmas dalam mitigasi bencana bersifat: PRA (Preventif/Pencegahan); TANGGAP DARURAT (Penanganan); PASCA (Pengkondisian). Dalam perannya yang bersifat Preventif Linmas melakukan pendeteksian dini titik-titik rawan bencana.

BPBD menjelaskan bahwa beberapa daerah di Indonesia termasuk daerah rawan bencana. Bencana tersebut dapat disebabkan oleh kejadian alam (natural disaster) maupun oleh ulah manusia (man-made disaster). Faktor-faktor yang dapat menyebabkan bencana antara lain: bahaya alam (natural hazards) dan bahaya karena ulah manusia (man-made hazards).
Bencana alam gempa, kebakaran, tsunami, banjir bandang, longsor dan bencana lainnya merupakan ancaman yang berada disekitar kita. Fenomena alam yang luar biasa yang berpotensi merusak atau mengancam kehidupan manusia, kehilangan harta-benda, kehilangan mata pencaharian, kerusakan lingkungan. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top