Kelompok 73 KKN Univet Bantara Sukoharjo Bersama Pemerintah Desa Kemasan Selenggarakan Seminar UMKM Berbasis Kearifan Lokal

Print Friendly and PDF

Seminar Pemberdayaan Masyarakat untuk menciptakan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital dengan mengangkat sub tema ”Pemanfaatan daun kelor sebagai bahan olahan makanan tambahan".


Kelompok 73 KKN Univet Bantara Sukoharjo Bersama Pemerintah Desa Kemasan Selenggarakan Seminar UMKM Berbasis Kearifan Lokal

Sukoharjo- majalahlarise.com -Kelompok 73 KKN Univet Bantara Sukoharjo bersama Pemerintah Desa Kemasan menyelenggarakan Seminar Pemberdayaan Masyarakat untuk menciptakan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital dengan mengangkat sub tema ”Pemanfaatan daun kelor sebagai bahan olahan makanan tambahan.”Acara yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Kemasan, Polokarto, Sukoharjo, menghadirkan Farid Setyo Nugroho, SKM, MKes sebagai Narasumber dan dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, meliputi pelaku UMKM, Perangkat Desa Kemasan, BPD, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Ketua RT & RT, PKK, dan Kader Jumantik. Sabtu (26/8/2023).

Ketua Kelompok 73 Ratna Nur Santi dalam sambutan menyampaikan tujuan diadakannya seminar ini untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan meningkatkan produktivitas warga terutama pelaku UMKM tentang potensi pemanfaatan daun kelor sebagai bahan olahan makanan tambahan yang bernilai gizi tinggi. 

"Sebagaimana hasil banyak penelitian menyebutkan bahwa Daun kelor memiliki kandungan nutrisi yang melimpah, seperti vitamin, mineral, dan protein, sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk makanan tambahan yang bermanfaat untuk pencegahan dan penanggulangan stunting," terangnya.

Dengan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki sebagai Akademisi dan Penggiat Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat, Farid mampu membuka mind-set dan menciptakan interaksi positif dengan seluruh peserta seminar. 

Dalam materi seminarnya Farid menjelaskan tentang nilai gizi daun kelor, manfaat daun kelor untuk kesehatan, berbagai cara pengolahan daun kelor menjadi produk makanan tambahan yang menarik dan juga teknik-teknik pemasaran agar daun kelor dapat menjadi nilai jual.

Seminar menjadi sangat hidup ketika KKN Kelompok 73 membawa sample inovasi produk olahan daun kelor dan juga resep pembuatannya seperti keripik daun kelor dan pudding waluh topping daun kelor yang kedepannya dapat dijadikan warga sebagai produk spesial khas Desa Kemasan, Polokarto. 

Peserta seminar juga sangat aktif berinteraksi tanya jawab tentang teknik pengolahan, penyimpanan, serta tips dalam mengembangkan produk makanan tambahan berbasis daun kelor. 

Kepala Desa KemasannAgi Amarno yang hadir dalam seminar memberikan tanggapan positif. ”Kami sangat mengapresiasi ide-ide kreatif dari anak-anak muda KKN Kelompok 73 Univet Bantara ini, adanya Seminar semacam ini sangat membantu Kami dan warga Kemasan dalam melihat potensi ekonomi kreatif yang ada di Desa Kami. Sebelumnya kami tidak terpikirkan mengenai potensi pemanfaatan daun kelor dalam mengembangkan olahan makanan tambahan yang bergizi tinggi. Melalui Seminar ini membuka wawasan kami bahwa berbisnis tidaklah harus mewah dan mahal, ternyata bahan-bahan alami seperti daun kelor yang ada di sekitar kami dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonimi tinggi," terangnya.

Dewi Puspito Sari, S.KM, M.Pd selaku dosen pembimbing lapangan menyampaikan terimakasih kepada KKN Kelompok 73 Univet Bantara serta harapannya kepada Pemerintah Desa Kemasan dan Warga Masyarakat, melalui seminar ini, pelaku UMKM di Desa Kemasan akan terinspirasi untuk mengembangkan produk makanan tambahan berbasis daun kelor yang inovatif dan menarik. 

"Dengan memanfaatkan potensi lokal yang melimpah seperti daun kelor, diharapkan UMKM dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan gizi masyarakat dan pada saat yang sama mendukung perkembangan ekonomi lokal," harapnya.

Purwani Agi Amarno, Ketua PKK Desa Kemasan dalam testimoninya juga menyatakan seminar ini membuka ide dan wawasan dari PKK untuk bisa lebih mengembangkan daun kelor sebagai bahan olahan makanan tambahan sebagai produk unggulan kegiatan PKK. 

Dalam tanggapannya Kelompok 73, mengharapkan terbentuknya Kelompok Kerja (POKJA) yaitu LPM dapat menggandeng Pemilik UMKM, Kader PKK, Kader Posyandu, Kader Jumantik untuk bekerjasama dalam penyediaan bahan baku, pengolahan menjadi produk, pengemasan (packing product) dan juga menggandeng anak-anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna desa kemasan dalam marketing melalui platform digital ataupun social media sebagaimana yang disampaikan oleh narasumber dalam pemaparan materi seminarnya.

UMKM memegang peranan penting dalam mendukung semangat 78 tahun HUT RI Terus Melaju Untuk Indonesia Maju. Berawal dari ide-ide kreatif sederhana yang kemudian dikelola secara profesional dengan memanfaatkan teknologi yang ada mampu memberikan perubahan pada cara manusia dalam mengelola sumber daya yang ada dan caranya dalam menciptakan sebuah produk, termasuk didalamnya sektor pangan. 

"Pada akhirnya Pemberdayaan Masyarakat untuk menciptakan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal dengan memanfaatkan teknologi Digital diharapkan mampu melahirkan pengusaha-pengusaha sukses di Masyarakat baik dari kalangan Petani, buruh, pekerja swasta bahkan Ibu Rumah Tangga," paparnya. (Eko/ Sofyan)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top