TAHAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

Print Friendly and PDF

TAHAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

Oleh : Rina Ratnawati, S.Pd

SMA Negeri 1 Slogohimo, Wonogiri

Rina Ratnawati, S.Pd


       Perkembangan teknologi adalah sebuah keniscayaan yang tidak lagi dapat dihindari dampaknya bagi kehidupan manusia. Banyak aspek yang terdampak dari perkembangan teknologi yang salah satunya adalah aspek dunia pendidikan. Di dunia pendidikan, peran teknologi sangatlah besar terutama dalam proses pembelajaran di kelas. Adapun teknologi yang dimaksud adalah teknologi pendidikan berbasis komputer dimana menurut banyak hasil penelitian, teknologi ini dapat membantu guru dalam menyampaikan materi yang diajarkan.

       Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaian, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki. Berdasarkan teori belajar yang dikemukakan gagne bahwa ketrampilan intelektual tingkat tinggi dapat dikembangkan melalui pemecahan masalah (Suherman, 2003: 89). Polya (1973) (Desi Indarwati, 2014: 25) menjelaskan bahwa pemecahan masalah adalah menemukan makna yang dicari sampai akhirnya dapat dipahami dengan jelas. Memecahkan masalah berarti menemukan suatu cara menyelesaikan masalah, mencari jalan ke luar dari kesulitan, menemukan cara di sekitar rintangan, mencapai tujuan yang diinginkan, dengan alat yang sesuai. Pemecahan masalah merupakan aktivitas mental yang tinggi. Menurut Priyanto (2015), pemecahan masalah dalam matematika sekolah biasanya diwujudkan melalui soal cerita. Soal cerita merupakan soal yang dibuat dalam bentuk cerita serta berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Menurut Susanti (2017), soal cerita cenderung lebih sulit untuk dipecahkan dibanding soal yang hanya mengandung bilangan. Dalam memecahkan soal cerita, siswa harus mampu memahami isi soal cerita tersebut, mengetahui obyek-obyek matematika yang harus diselesaikan, mampu memisalkannya ke dalam model matematika, kemudian mampu memilih operasi hitung yang tepat untuk menyelesaikan soal cerita tersebut, hingga tahap akhir yaitu penyelesaian serta penarikan kesimpulan. Kemampuan pemecahan masalah siswa memiliki keterkaitan dengan tahap menyelesaikan masalah matematika. Menurut Polya (1973) (dalam Fauziah, 2010: 4) tahap pemecahan masalah matematika meliputi: (1) memahami masalah, (2) membuat rencana penyelesaian, (3) melaksanakan rencana, dan (4) melihat kembali. Meskipun pemecahan masalah merupakan aspek yang penting, tetapi kebanyakan siswa masih lemah dalam hal pemecahan masalah matematika.

       Hal ini dapat terlihat dari beberapa indikator kemampuan pemecahan masalah matematis yang belum dicapai secara maksimal, diantaranya mengidentifikasikan unsur-unsur yang telah diketahui, yang ditanyakan, dan kecukupan unsur yang diperlukan, serta menerapkan strategi untuk menyelesaikan dalam atau diluar matematika. Hal ini dapat dilihat ketika siswa dihadapkan pada soal pengaplikasian program linear dalam kehidupan sehari-hari, banyak siswa yang tidak bisa mengerjakanya. Sebab siswa masih kesulitan untuk mengidentifikasi apa saja yang diketahui dan yang ditanyakan pada soal dan bagaimana membuat langkah penyelesainya. Kondisi siswa yang demikian jika dibiarkan saja akan mengakibatkan siswa semakin kesulitan dalam memperlajari, memahami dan menyelesaikan soal matematika yang diberikan dan bahkan siswa akan terus bergantung pada guru dalam belajar maupun mengerjakan suatu soal. Oleh karena itu, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa harus ditingkat karena sangat penting untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (Devi Liyana, 2018: 15). Hal tersebut diperkuat oleh Robert (Shadiq, 2009: 24) menyatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah merupkan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting. Karena dalam proses pembelajaranya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimilikinya terlebih dahulu, sehingga kemampuan matematika dapat dikembangkan jauh lebih baik lagi.

       Guru matematika sebagai salah satu pelaku utama dalam pembelajaran matematika, harus memahami teori-teori belajar, strategi pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran khususnya daplam bidang pendidikan matematika. Selain itu guru matematika juga dituntut harus mampu memilih dan menerapkannya dengan tepat dalam pembelajaran dan sesuai dengan kemampuan intelektual siswa, harus berani memperbaiki dan merubah kondisi pembelajaran matematika ke upaya mengoptimalkan aktivitas, kreativitas, kemampuan dan keterampilan siswa supaya mereka terbiasa menemukan, mencari, mendiskusikan sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil pembelajaran matematika .



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top