GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Berita
![]() |
| Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara meresmikan Masjid AR Fachruddin. |
Peresmian Masjid AR Fachruddin Solo Utara, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pembinaan Umat
Solo - majalahlarise.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara meresmikan Masjid AR Fachruddin yang berada di lingkungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sekip, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Minggu (2/8/2026). Peresmian dilakukan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta KH Drs Anwar Sholeh dan dirangkaikan dengan pengajian serta pelantikan pengurus Takmir Masjid AR Fachruddin sebagai langkah memperkuat dakwah Muhammadiyah di Solo Utara.
Ketua PCM Solo Utara Abdul Mutolib menjelaskan pembangunan Masjid AR Fachruddin diawali dengan peletakan batu pertama pada 25 Januari 2026 oleh Joko Riyanto. Dalam waktu sekitar enam bulan, pembangunan berhasil diselesaikan sehingga masjid kini siap difungsikan sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.
"Kami bersyukur pembangunan Masjid AR Fachruddin dapat diselesaikan sesuai harapan. Terima kasih kepada pewakif Bapak M. Djufri serta donatur Bapak Suharto yang telah memberikan dukungan sehingga masjid ini dapat berdiri dan dimanfaatkan masyarakat," ujar Abdul Mutolib.
Ia menambahkan, keberadaan Masjid AR Fachruddin merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk menghadirkan dakwah Islam yang mencerahkan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat luas. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Lurah Banjarsari berharap Masjid AR Fachruddin menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunannya. Ia mengingatkan kemakmuran masjid tidak cukup diukur dari kemegahan bangunan, tetapi juga dari banyaknya jamaah dan aktivitas keagamaan yang berlangsung secara berkelanjutan.
"Masjid dikatakan makmur apabila memiliki bangunan yang baik, jamaah yang menghidupkannya, serta aktivitas keagamaan yang terus berjalan sehingga semuanya saling bersinergi," katanya.
Usai prosesi peresmian, PCM Solo Utara melantik pengurus Takmir Masjid AR Fachruddin yang akan mengemban amanah mengelola sekaligus memakmurkan masjid. Dalam tausiyahnya, KH Anwar Sholeh mengingatkan keutamaan membangun masjid sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah yang semisal di surga" (HR Bukhari dan Muslim).
Anwar juga mengajak seluruh jamaah mengamalkan pesan Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 35 dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, salah satunya melalui upaya memakmurkan masjid. Menurutnya, penamaan Masjid AR Fachruddin memiliki makna mendalam karena almarhum KH AR Fachruddin dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah yang berdakwah dengan penuh keikhlasan, kelembutan, dan kesejukan.
"Semoga lahir AR Fachruddin-AR Fachruddin baru yang menghadirkan dakwah penuh kesejukan, keikhlasan, dan persatuan di tengah masyarakat," pesan Anwar.
Ia juga berpesan kepada seluruh pengurus takmir agar menjaga keikhlasan dalam mengemban amanah, saling menguatkan, tidak mudah tersinggung, serta pantang menyerah dalam memakmurkan rumah Allah. Peresmian Masjid AR Fachruddin diharapkan menjadi momentum membumikan dakwah Muhammadiyah di Solo Utara sekaligus menghadirkan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat demi melahirkan generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan berkemajuan. (Sofyan)
Berita
![]() |
| Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd., dalam Pengajian Subuh Barokah di Masjid Al Mukarromah, Minggu (2/8/2026). |
Pengajian Subuh Barokah Masjid Al Mukarromah Bahas Lima Fase Manusia dan Bekal Takwa
SOLO - majalahlarise.com – Setiap manusia akan melewati lima fase kehidupan yang menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan memperbanyak bekal takwa. Pesan tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd., dalam Pengajian Subuh Barokah di Masjid Al Mukarromah, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan diawali dengan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar diberikan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, serta kesembuhan dari segala penyakit. Suasana khusyuk mengiringi pembukaan pengajian sebelum jamaah diajak merenungkan hakikat perjalanan hidup manusia berdasarkan tuntunan Islam.
Mengawali tausiyahnya, Ustaz Dwi Jatmiko mengangkat tema "Lima Fase Manusia, Momentum Memperbanyak Bekal Takwa." Ia menjelaskan bahwa setiap manusia akan melewati lima tahapan kehidupan, yakni fase bayi, anak-anak, pemuda, dewasa, hingga lanjut usia.
"Manusia melewati lima fase kehidupan. Pertama fase bayi, kemudian anak-anak, dilanjutkan fase pemuda yang identik dengan semangat dan produktivitas. Setelah itu memasuki fase dewasa sekitar usia 40 tahun yang menuntut kematangan berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan," jelas Ustaz Dwi Jatmiko.
Ia menambahkan, fase terakhir adalah usia lanjut, yakni di atas 60 tahun. Pada masa tersebut, seseorang diharapkan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.
Menurutnya, pembagian fase kehidupan bukan sekadar penanda bertambahnya usia, melainkan menjadi pengingat agar manusia terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dalam keimanan, akhlak, serta tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
"Semakin bertambah usia, semakin besar pula kewajiban untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian," ujarnya.
Dalam tausiyahnya, ia juga mengingatkan bahwa manusia kerap terlena oleh gemerlap kehidupan dunia. Kesibukan mengejar harta, jabatan, maupun berbagai urusan duniawi sering membuat seseorang merasa memiliki waktu yang panjang, padahal setiap manusia telah memiliki batas usia yang ditetapkan Allah SWT.
Ustaz Dwi Jatmiko kemudian mengutip Surah Al-A'raf ayat 34 yang menjelaskan bahwa setiap umat memiliki batas waktu kehidupan. Apabila ajal telah tiba, tidak seorang pun mampu menundanya ataupun mempercepatnya walau hanya sesaat.
Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan setiap fase kehidupan sebagai kesempatan memperbanyak amal kebajikan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Pesan tersebut diperkuat melalui Surah Al-Baqarah ayat 197 yang menegaskan bahwa sebaik-baik bekal dalam perjalanan hidup adalah ketakwaan.
"Dengan bekal takwa, seorang Muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan dunia secara bijaksana sekaligus mempersiapkan diri menyongsong kehidupan yang kekal di akhirat," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: PPMI Assalaam Gelar Jalan Sehat Keluarga, Syukuri 44 Tahun Pengabdian untuk Pendidikan Islam
Berita
![]() |
| Ustaz Dwi Jatmiko |
Investasi Abadi Tanpa Rugi, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Umat Berniaga dengan Allah
SOLO - majalahlarise.com – Di tengah kehidupan yang semakin kompetitif dan berorientasi pada keuntungan materi, Islam menawarkan konsep investasi yang tidak mengenal kerugian, yakni berniaga dengan Allah SWT melalui amal saleh. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Safari Dakwah Pencerahan Putaran Kedua yang digelar Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara di Masjid Al Muthmainnah, Nusukan, Minggu (26/7/2026).
Dalam tausiyahnya, Ustaz Dwi Jatmiko mengupas kandungan Surah Fathir ayat 29 yang menurutnya menjadi pedoman meraih keberuntungan sejati, baik di dunia maupun di akhirat. Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang-orang yang senantiasa membaca Al-Qur'an, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezekinya merupakan hamba yang melakukan perdagangan dengan Allah yang tidak akan pernah merugi.
"Investasi abadi tanpa rugi, lebih jelas lihat QS. Fathir ayat 29," ujar Ustaz Dwi Jatmiko yang juga Guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Solo.
Menurutnya, amalan pertama yang menjadi fondasi investasi terbaik adalah membaca Al-Qur'an. Kegiatan tersebut tidak hanya sebatas melafalkan ayat-ayat suci, tetapi juga membangun kedekatan dengan petunjuk Allah SWT. Ia mengutip Surah Al-Isra ayat 9 yang menjelaskan bahwa Al-Qur'an memberikan petunjuk menuju jalan yang paling lurus serta kabar gembira bagi orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh.
"Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala berlipat ganda, sekaligus menjadi cahaya yang membimbing kehidupan seorang muslim," jelasnya.
Amalan kedua, lanjut Jatmiko, adalah menegakkan salat secara istiqamah. Salat merupakan tiang agama sekaligus sarana komunikasi paling mulia antara seorang hamba dengan Allah SWT. Konsistensi dalam menjaga salat menjadi bukti ketundukan dan komitmen seorang mukmin dalam menjalankan perintah-Nya.
Sementara itu, amalan ketiga adalah menginfakkan sebagian rezeki yang telah dikaruniakan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Menurutnya, infak mencerminkan keyakinan bahwa harta hanyalah titipan Allah yang harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.
"Amalan ketiga adalah menginfakkan sebagian rezeki yang telah Allah karuniakan, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko juga mengingatkan bahwa investasi dalam urusan dunia tidak selalu memberikan keuntungan. Ia mencontohkan berbagai bentuk investasi yang berpotensi mengalami kegagalan sehingga menimbulkan kerugian bagi para investor. Sebaliknya, investasi kepada Allah melalui membaca Al-Qur'an, menegakkan salat, dan bersedekah merupakan investasi yang dijamin memberikan keberkahan.
"Bisnis dengan manusia bisa menghasilkan keuntungan, tetapi juga bisa mendatangkan kerugian. Sementara itu, berniaga dengan Allah melalui Al-Qur'an, salat, dan sedekah merupakan satu-satunya transaksi yang pasti menghadirkan keberkahan hidup di dunia sekaligus keselamatan di akhirat," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Desain Interior ISI Surakarta Hadirkan Karya Mebel dan Aksesoris di Tahir Solo Museum
Berita
Masjid di Eks Kampung Lokalisasi Solo Masuki Tahap Finishing, Panitia Ajak Masyarakat Titip Amal Jariyah
SOLO - majalahlarise.com – Sebuah masjid yang berdiri di kawasan yang dahulu dikenal sebagai kampung lokalisasi di Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, kini memasuki tahap finishing. Pembangunan rumah ibadah yang telah berlangsung lebih dari satu tahun itu menjadi simbol transformasi lingkungan sekaligus harapan baru bagi masyarakat setempat.
Masjid yang dibangun melalui swadaya masyarakat dan dukungan para donatur tersebut sempat mengalami penghentian pembangunan selama beberapa bulan akibat keterbatasan dana. Namun, berkat semangat warga dan kepedulian para dermawan, proses pembangunan kembali dilanjutkan dan kini terus dikebut agar segera dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah.
Koordinator Pelaksana Pembangunan Masjid, Mbah Wono, menjelaskan perjalanan pembangunan masjid tidaklah mudah. Meski sempat terhenti, panitia tetap optimistis rumah ibadah itu dapat segera diselesaikan.
"Alhamdulillah saat ini sudah dimulai kembali pembangunan masjidnya. Kami bersyukur karena masih banyak masyarakat yang peduli dan ikut membantu sehingga pembangunan bisa berlanjut," ujar Mbah Wono.
Menurutnya, keberadaan masjid bukan sekadar menjadi tempat melaksanakan salat berjemaah. Lebih dari itu, masjid diharapkan menjadi pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, dan kegiatan sosial yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat Cinderejo Lor.
Saat ini, panitia masih membutuhkan dukungan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan tahap akhir, di antaranya pemasangan keramik, pintu, mimbar, plafon, serta pengadaan perlengkapan ibadah. Karena itu, masyarakat luas diajak ikut berpartisipasi melalui sedekah pembangunan masjid.
"Kami berharap ada para donatur yang ikut bergabung bersedekah agar masjid segera selesai dan siap digunakan masyarakat. Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi bagian dari amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir," kata Mbah Wono.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai investasi amal jangka panjang. Menurutnya, setiap aktivitas ibadah, pembelajaran Al-Qur'an, maupun kegiatan dakwah yang berlangsung di masjid nantinya akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi siapa saja yang ikut berkontribusi dalam pembangunannya.
"Bayangkan, setiap orang yang salat di sini, setiap anak yang mengaji di sini, insyaallah pahalanya juga mengalir kepada kita yang ikut membangun. Ini kesempatan membuat sejarah sekaligus meninggalkan amal terbaik," tambahnya.
Ke depan, masjid ini direncanakan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan salat lima waktu, tetapi juga pusat kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), kajian keislaman, pembinaan generasi muda, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Pembangunan masjid di kawasan yang dahulu identik dengan lokalisasi tersebut menjadi bukti perubahan sosial yang nyata. Kehadiran rumah ibadah ini diharapkan mampu menghadirkan suasana religius sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat di Cinderejo Lor.
Panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam penyelesaian pembangunan masjid melalui koordinator lapangan. Dukungan sekecil apa pun diharapkan dapat mempercepat rampungnya pembangunan sehingga masjid segera dapat dimanfaatkan sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat. (Riya/Sofyan)
Baca juga: Keteladanan: Fondasi Sukses yang Terlupakan dalam Pendidikan Kita
Berita
BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Raih Opini WTP Kelima Berturut-turut, Perkuat Tata Kelola Zakat yang Akuntabel
Sukoharjo - majalahlarise.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas hasil audit laporan keuangan Tahun Buku 2025. Opini tertinggi dalam audit laporan keuangan tersebut menjadi pencapaian kelima kalinya secara berturut-turut, menegaskan komitmen BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dalam mewujudkan tata kelola lembaga yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Hasil audit dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kumalahadi, Sugeng Pamudji dan Rekan. Penyerahan sertifikat hasil audit berlangsung di kantor KAP di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (7/7/2026), dihadiri jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sukoharjo sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mempertahankan kepercayaan publik.
Opini WTP menunjukkan laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo telah disusun sesuai standar akuntansi yang berlaku. Selain memeriksa laporan keuangan, auditor juga melakukan penilaian terhadap tata kelola kelembagaan, mekanisme penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), pendistribusian serta pendayagunaan kepada mustahik, pengelolaan aset, administrasi perkantoran, hingga kepatuhan terhadap berbagai regulasi pengelolaan zakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, Sardiyono menjelaskan capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran, dukungan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), para muzaki, mitra kerja, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mempercayakan pengelolaan dana zakat kepada BAZNAS.
"Opini Wajar Tanpa Pengecualian bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan amanah yang harus kami jaga. Kepercayaan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah harus dikelola secara profesional, efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan umat," ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama lima tahun berturut-turut diraih melalui pembenahan sistem administrasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pengawasan internal, serta komitmen menjaga integritas dalam setiap proses pengelolaan dana umat.
Prestasi tersebut semakin memperkuat posisi BAZNAS Kabupaten Sukoharjo sebagai lembaga pengelola zakat yang menjunjung tinggi prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Kepercayaan masyarakat diharapkan terus meningkat sehingga potensi zakat di Kabupaten Sukoharjo dapat dioptimalkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta berbagai program kemanusiaan yang berkelanjutan.
Ke depan, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo berkomitmen terus menghadirkan inovasi pelayanan melalui penguatan tata kelola berbasis teknologi informasi, meningkatkan kualitas layanan kepada muzaki dan mustahik, serta memastikan setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat dikelola secara transparan, akuntabel, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo. (Sofyan)
Berita
Pria Tewas Tertemper KRL di Klaten, di Lokasi Ditemukan Tas
Klaten – majalahlarise.com - Seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah diduga tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) rute Yogyakarta–Solo di jalur rel kereta api wilayah Tonggalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026).
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya topi, tas berisi dompet, kartu tanda penduduk (KTP), serta pakaian.
Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban diketahui bernama Agus Riyanto (52), warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kapolsek Klaten Tengah, Iptu Alif Akbar, mengatakan pihaknya menerima laporan dari petugas keamanan stasiun setelah mendapat informasi dari masinis KRL. Masinis mengaku sempat melihat seseorang menyeberang di jalur rel sebelum akhirnya tertemper kereta.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan kaki. Saat pertama kali ditemukan, korban telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
"Dugaan masih kita dalami dan kita sudah menghubungi pihak keluarga korban," ujarnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas maupun menyeberang sembarangan di jalur rel kereta api. Masyarakat diminta menggunakan perlintasan resmi demi menghindari insiden serupa. (Eprilia Indra)
Berita
![]() |
| Munadhoroh Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM). |
PCM Solo Utara Gelar Munadhoroh KMM Berkemajuan, Perkuat Peran Mubaligh Menggerakkan dan Menggembirakan Jamaah
Solo - majalahlarise.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara menggelar Munadhoroh Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) di SMP Muhammadiyah 2 Solo, Senin malam (29/6/2026). Kegiatan bertema "Peran KMM dalam Menggerakkan, Menggairahkan, dan Menggembirakan Jamaah" ini menjadi forum penguatan peran mubaligh Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika dakwah di tengah masyarakat.
Munadhoroh menghadirkan Ustaz Kyai Haji Muhammad Furqon Hasbi, Lc., M.Ag. sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan dai merupakan garda terdepan gerakan dakwah Muhammadiyah yang memiliki tanggung jawab menyebarluaskan ajaran Islam Berkemajuan (Islam Wasathiyyah), membina umat, sekaligus menjadi pelopor gerakan amar ma'ruf nahi munkar hingga tingkat akar rumput.
"Peran utamanya sebagai agen pembaruan (tajdid) yang memurnikan akidah dari praktik tahayul, bid'ah, dan khurafat, sekaligus membuka ruang ijtihad untuk merespons tantangan zaman modern," ujar Ustaz Kyai Haji Muhammad Furqon Hasbi.
Ia menjelaskan, mubaligh Muhammadiyah juga berperan sebagai ujung tombak dakwah komunitas dengan terjun langsung membaur bersama masyarakat. Kehadiran mubaligh diharapkan mampu memberikan pembinaan keagamaan tanpa mengisolasi diri dari lingkungan sosial yang majemuk, sekaligus menjadi pencerah dan pemberi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi umat.
"Tidak hanya menyampaikan pesan ritual, tetapi juga memberikan edukasi dan solusi atas problem sosial kemasyarakatan, ekonomi, dan moral yang dihadapi jamaah," jelasnya.
Selain itu, Furqon menguraikan tugas pokok dai dalam mengembangkan metode dakwah melalui ceramah lisan (bil kalam), tulisan atau publikasi (bil qalam), hingga aksi nyata pemberdayaan masyarakat (bil hal). Materi dakwah juga perlu disusun secara kontekstual, mencerahkan, serta berpedoman pada Al-Qur'an dan As-Sunnah agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, KMM juga memiliki tanggung jawab menyelenggarakan pembinaan umat melalui kajian, seminar masalah keagamaan (masail diniyyah), serta menjadi tempat konsultasi umat terkait persoalan ibadah maupun kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, peningkatan kapasitas mubaligh juga perlu dilakukan secara berkala agar kompetensi, pemahaman keislaman, dan kesejahteraan para mubaligh terus berkembang sehingga dakwah tetap relevan dengan perkembangan zaman.
"Pembinaan umat dan konsultasi agama menjadi bagian penting dakwah KMM. Secara berkala juga perlu disusun rencana operasional untuk meningkatkan kompetensi, pemahaman keislaman, dan kesejahteraan anggota mubaligh agar dakwah tetap relevan," paparnya.
Pada kesempatan itu, Furqon kembali menjelaskan secara rinci peran strategis KMM dalam menggerakkan jamaah melalui aksi sosial, seperti bakti sosial, pendidikan, serta pelayanan kesehatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dakwah juga perlu dikemas secara menggembirakan dengan menghadirkan pesan-pesan agama yang mencerahkan, ramah, dan mampu memberikan solusi terhadap persoalan kehidupan sehari-hari.
"Membudayakan komunikasi interaktif melalui diskusi, pendekatan personal, dan pembinaan partisipatif akan membuat jamaah merasa dilibatkan dan nyaman dalam proses belajar agama," pungkasnya.(Sofyan)
Berita
![]() |
| Kegiatan In House Training (IHT) Pemulasaran Jenazah yang digelar di Aula Wijayakusuma RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. |
RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Gelar IHT Pemulasaran Jenazah, Tingkatkan Kompetensi Petugas Sesuai Syariat Islam
Sukoharjo - majalahlarise.com - RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk dalam pelayanan pemulasaran jenazah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan In House Training (IHT) Pemulasaran Jenazah yang digelar di Aula Wijayakusuma RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo, Kamis (25/6/2026).
Pelatihan yang diikuti 25 petugas Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) ini bertujuan meningkatkan kompetensi petugas agar pelayanan yang diberikan sesuai standar akreditasi rumah sakit sekaligus memenuhi tuntunan syariat Islam. Kegiatan menghadirkan pemateri Ma'ruf Budiyanto dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo.
Kasubag Diklat dan Penelitian RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo, Agus Setyawan, menjelaskan pelatihan tersebut sangat penting untuk membekali petugas dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai ketentuan agama.
"Tujuan kami meningkatkan kompetensi petugas IJP, agar setiap proses pemulasaran jenazah berjalan sesuai syariat Islam," kata Agus Setyawan.
Dalam pemaparannya, Ma'ruf Budiyanto menguraikan secara rinci tata cara mengurus jenazah sesuai ajaran Islam. Ia menjelaskan pemulasaran jenazah merupakan proses mengurus jenazah umat Muslim yang meninggal dunia sesuai tuntunan syariat Islam dengan status hukum fardhu kifayah, yakni kewajiban kolektif yang gugur apabila telah dilaksanakan sebagian umat Islam.
Adapun empat tahapan utama dalam pemulasaran jenazah yang disampaikan meliputi memandikan jenazah sesuai adab Islam, mengkafani dengan kain kafan sesuai ketentuan, menshalatkan jenazah, serta menguburkan jenazah di pemakaman.
Melalui kegiatan IHT ini, RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo berharap standar mutu layanan pemulasaran jenazah semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik sekaligus menghadirkan ketenangan bagi keluarga pasien yang ditinggalkan. (Sofyan)
Baca juga: UPT Bahasa Univet Bantara Buka Kursus Pambiwara, Hadirkan Praktisi Kraton Surakarta sebagai Pemateri
Berita
![]() |
| Ki Ustad Bagus Pujiono mengajak jamaah menghadirkan “Ismail-Ismail baru” di era milenial melalui pendidikan iman, akhlak, dan keteladanan keluarga. |
Ki Ustad Bagus Pujiono Ajak Orang Tua Didik “Ismail Baru” di Era Digital Saat Khutbah Idul Adha di Nogosari
Boyolali - majalahlarise.com - Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Ar Rohman, Nogosari, Rabu (27/5/2026). Dalam khutbahnya, Ki Ustad Bagus Pujiono mengajak jamaah menghadirkan “Ismail-Ismail baru” di era milenial melalui pendidikan iman, akhlak, dan keteladanan keluarga.
Khutbah bertema “Mendidik Generasi Ismail: Anak Saleh di Era Digital” tersebut menyoroti tantangan besar orang tua dalam mendidik anak di tengah perkembangan teknologi dan derasnya pengaruh media sosial. Dengan gaya bahasa ringan dan menyentuh, Ki Ustad Bagus Pujiono menyampaikan pesan dakwah yang mudah dipahami jamaah.
Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan sekadar sejarah qurban, tetapi teladan pendidikan keluarga yang relevan sepanjang zaman. Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya persoalan akademik, melainkan pembentukan karakter dan spiritual anak.
“Hari ini banyak anak cerdas secara akademik, tetapi lemah spiritual dan akhlaknya. Banyak yang dekat dengan gadget, tetapi jauh dari masjid dan Al-Qur’an. Karena itu kita harus melahirkan Ismail baru di era milenial,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Dalam khutbahnya, Pujiono menjelaskan keberhasilan Nabi Ibrahim mendidik Nabi Ismail lahir dari pendidikan tauhid sejak dini, keteladanan orang tua, serta komunikasi hangat dalam keluarga. Ia mengutip firman Allah dalam QS Ash-Shaffat ayat 102 tentang dialog Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail saat menerima perintah penyembelihan.
Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bagaimana seorang anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang taat, sabar, dan patuh kepada Allah karena didikan keluarga yang kuat. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keluarga dari pengaruh negatif zaman digital sebagaimana firman Allah dalam QS At-Tahrim ayat 6 agar setiap keluarga menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
“Jangan hanya bangga anak pandai teknologi, tetapi banggalah jika anak rajin shalat, hormat kepada orang tua, cinta Al-Qur’an, dan memiliki akhlak mulia,” pesannya.
Pujiono juga mengajak jamaah menghidupkan kembali budaya shalat berjamaah, mengaji bersama keluarga, membatasi penggunaan gadget, serta mempererat komunikasi antara orang tua dan anak sebagai pondasi pendidikan Islam di rumah.
Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Ar Rohman berlangsung tertib dan penuh antusiasme masyarakat sekitar. Salah satu panitia, Ust. Syamsi, menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi jamaah dalam pelaksanaan Idul Adha tahun ini.
“Alhamdulillah jamaah sangat antusias. Semoga momentum Idul Adha ini semakin mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat pendidikan Islam dalam keluarga,” ujarnya.
Kegiatan Idul Adha di Masjid Ar Rohman juga dirangkai dengan penyembelihan hewan qurban dan pembagian daging kepada masyarakat sekitar sebagai wujud kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama. (Sofyan)
Berita
![]() |
| Ustad Said Abdilah menyampaikan khutbah yang mengajak umat Islam mensyukuri nikmat hidayah dari Allah SWT. |
Khutbah Idul Adha di Masjid Al Barokah Gunungan Manyaran Wonogiri, Ajak Jamaah Syukuri Hidayah dan Yakin Rezeki Allah SWT
Wonogiri - majalahlarise.com - Warga Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri melaksanakan salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al Barokah, Rabu (27/5/2026). Bertindak sebagai imam dan khatib, Ustad Said Abdilah menyampaikan khutbah yang mengajak umat Islam mensyukuri nikmat hidayah dari Allah SWT sehingga dapat memeluk agama Islam dan menjalankan ajaran yang benar sebagai jalan menuju surga-Nya.
Dalam khutbahnya, Ustad Said Abdilah menjelaskan hanya kaum muslimin yang diberi izin Allah SWT memasuki surga dengan keimanan dan amal saleh. Ia mengutip kandungan Surat Al-Baqarah ayat 111-112 sebagai pengingat pentingnya berserah diri kepada Allah SWT dan berbuat kebajikan. “Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah SWT dan berbuat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Tuhan mereka,” ujar khatib.
Khatib juga menyinggung tradisi persembahan atau penyembelihan hewan yang dimiliki hampir setiap agama. Namun, menurutnya ibadah kurban dalam Islam memiliki nilai berbeda karena dilandasi tauhid dan keimanan kepada Allah SWT. “Yang membedakan hanyalah satu, yaitu keimanan kepada Allah SWT. Dengan niat yang lurus maka insyaallah ibadah kita akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak,” jelasnya.
Selain itu, jamaah diajak bersyukur karena telah diberi hidayah Islam sehingga dapat menjalankan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam khutbahnya, Ustad Said Abdilah mengutip Surat Al-Kautsar ayat 1-2 yang memerintahkan umat Islam mendirikan salat dan berkurban. Ia juga menjelaskan ibadah kurban merupakan sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan bagi muslim yang mampu. “Barang siapa yang memiliki kelapangan rezeki namun tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami,” ucapnya mengutip hadis Rasulullah SAW.
Pada kesempatan tersebut, khatib turut menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi kenaikan harga dan tekanan ekonomi. Meski demikian, umat Islam diminta tetap tenang dan meyakini seluruh rezeki telah diatur Allah SWT. Ia mencontohkan peristiwa pada masa Rasulullah SAW ketika para sahabat mengeluhkan kenaikan harga barang, namun Nabi Muhammad SAW menjelaskan harga dan rezeki sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah SWT.
“Sesungguhnya Allah adalah Zat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki,” kata khatib mengutip sabda Rasulullah SAW. Menurutnya, kenaikan maupun penurunan harga tidak akan mengurangi jatah rezeki seseorang karena Allah SWT telah menentukan ukuran rezeki setiap hamba sesuai kebutuhan dan kemaslahatan hidupnya.
Lebih lanjut, Ustad Said Abdilah menerangkan rezeki tidak hanya berupa uang dan kekayaan, melainkan juga kesehatan, kemudahan hidup, dan keberkahan. Ia menjelaskan seseorang yang kaya belum tentu memiliki rezeki lebih banyak dibanding orang sederhana yang hidup penuh keberkahan. “Bisa saja orang yang kaya itu rezekinya sedikit dan bisa saja orang yang miskin rezekinya lebih banyak,” jelasnya.
Menutup khutbah, khatib mengajak jamaah memperkuat ketakwaan, menjaga salat, dan bersabar menghadapi berbagai ujian kehidupan. Jamaah juga diingatkan agar tetap yakin Allah SWT telah menjamin rezeki setiap hamba yang bertakwa dan bersungguh-sungguh menjalankan perintah-Nya. Khutbah ditutup dengan doa untuk keselamatan umat Islam dan bangsa Indonesia agar diberi kekuatan, kesabaran, serta keberkahan hidup di dunia dan akhirat. (Sofyan)
Baca juga: Semangat Pengorbanan dalam Nilai Spiritual, Jamaah Masjid Al-Ikhlas Diajak Perkuat Kepedulian Sosial
Berita
![]() |
| Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd. saat menyampaikan khutbah Idul Adha. |
Semangat Pengorbanan dalam Nilai Spiritual, Jamaah Masjid Al-Ikhlas Diajak Perkuat Kepedulian Sosial
SOLO - majalahlarise.com - Semangat pengorbanan dalam nilai spiritual menjadi tema utama dalam kegiatan Salat Idul Adha yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta, Rabu (27/5/2026). Tema tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd.
Dalam khutbahnya, Ustaz Dwi Jatmiko menyampaikan ibadah kurban tahun ini menjadi panggilan nyata bagi umat Islam untuk memperkuat ketaatan, pengorbanan, dan solidaritas sosial di tengah berbagai ujian kehidupan yang melanda dunia.
“Dunia saat ini sedang diuji dengan ketidakpastian mulai dari krisis ekonomi, konflik kemanusiaan, hingga bencana alam. Namun, ujian tersebut sejatinya bukan bertujuan menghancurkan, melainkan sarana meninggikan derajat kaum Muslimin yang bersabar sebagaimana pesan dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 155,” ujar guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo tersebut.
Ia menjelaskan momen Idul Adha mengajak umat Islam untuk kembali merenungi kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menunjukkan ketaatan total tanpa syarat kepada Allah SWT. Menurutnya, keteladanan tersebut menjadi pengingat bagi umat agar tidak menunda ketaatan hanya karena terlalu mempertimbangkan urusan duniawi.
Melalui syariat kurban, lanjutnya, umat Islam dididik untuk mengikis egoisme pribadi. Hakikat ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan sarana menggapai ketakwaan dan keikhlasan dalam melepaskan sesuatu yang dicintai demi meraih ridha Allah SWT.
“Di tengah situasi sulit, sikap egois seperti menimbun harta atau memanfaatkan penderitaan orang lain hanya akan memperparah krisis kemanusiaan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghadirkan kepedulian sosial secara nyata melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, setiap potongan daging kurban membawa pesan cinta, kepedulian, dan harapan yang memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Setiap potongan daging yang dibagikan memuat pesan cinta dan harapan yang menguatkan ukhuwah Islamiyah,” ungkapnya.
Ustaz Dwi Jatmiko menambahkan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, umat Islam diibaratkan seperti satu tubuh yang saling merasakan penderitaan satu sama lain. Kekuatan hakiki umat, kata dia, tidak diukur dari melimpahnya harta kekayaan, melainkan dari kokohnya rasa peduli dan solidaritas sosial.
“Melalui spirit Idul Adha, umat diharapkan mampu menghadapi ujian zaman dan meraih keberkahan hidup,” imbuhnya.
Sementara itu, panitia kurban Ade Usman menyampaikan pada Idul Adha tahun ini Masjid Al-Ikhlas menyembelih lima ekor sapi dan dua ekor kambing yang akan dibagikan kepada warga sekitar lingkungan RW 15 meliputi RT 3, RT 4, RT 5, dan RT 6.
“Semoga kurban ini dapat membersihkan jiwa, membunuh sifat kebinatangan, menebas rasa keegoisan, dan memupus sekat-sekat sosial. Daging kurban dibagikan kepada warga jamaah Al-Ikhlas dan masyarakat yang membutuhkan seperti fakir miskin serta lainnya,” pungkasnya. (Sofyan)
Berita
![]() |
| Kegiatan bersih-bersih rumah ibadah lintas agama di Vihara Sradha Murti, Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran. |
Jalin Kebersamaan dan Perkuat Kerukunan, Penyuluh Agama Se-Distrik Wuryantoro Gelar Bersih-Bersih Vihara Sradha Murti Pijiharjo
Wonogiri - majalahlarise.com - Dalam upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan bersih-bersih rumah ibadah lintas agama di Vihara Sradha Murti, Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran. Selasa (19/5/2026). Kegiatan bertajuk “IPARI Wonogiri Ramah Berseri (Rumah Ibadah Bersih, Sehat, Rapi dan Indah)” tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan semangat gotong royong.
Kegiatan diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri dari Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Manyaran, Wuryantoro, Eromoko, dan Pracimantoro, Penyuluh Agama Buddha Kabupaten Wonogiri, serta umat Buddha di wilayah Desa Pijiharjo. Mereka bersama-sama membersihkan area vihara sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus simbol nyata toleransi antar umat beragama.
Koordinator kegiatan, Eko Rahmanto, S.Ud selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Manyaran menjelaskan kegiatan tersebut merupakan program yang diselenggarakan Pengurus Daerah IPARI Kemenag Wonogiri untuk memperkuat persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah IPARI Kemenag Wonogiri dengan tujuan menguatkan kerukunan, kedamaian, persaudaraan antar umat beragama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan saling mengunjungi, memperhatikan dan kerja sosial bersama, maka jangan ada lagi sikap saling curiga, saling membenci, saling mencaci antara umat agama satu dengan umat agama lainnya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari umat Buddha di Desa Pijiharjo. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian para penyuluh agama serta tokoh lintas agama yang hadir dan ikut bergotong royong membersihkan vihara.
Menurut mereka, perhatian serta kepedulian terhadap pemeluk agama lain menjadi langkah penting untuk bersama-sama mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh toleransi di tengah keberagaman. Semangat kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi contoh positif bagi masyarakat luas dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. (Sofyan)
Baca juga: Sosialisasi Kesehatan Jiwa di SMP Negeri 2 Manyaran, Bekali Siswa Hadapi Tantangan Psikologis
Berita
![]() |
| Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko. |
Kunci Kampung yang Berkah dan Bahagia, Ustaz Dwi Jatmiko Ajak Warga Gemar Baca Al-Qur’an
SOLO - majalahlarise.com - Kunci kampung yang berkah dan bahagia menjadi tema Salat Subuh Berjamaah dan Kajian Subuh di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15 Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta, Minggu (17/5/2026). Kajian tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko.
Dalam tausiyahnya, guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan itu mengingatkan pentingnya menjadikan seluruh aktivitas hidup semata-mata untuk Allah SWT. Ia mengutip penggalan Surat Al-An’am ayat 162, “Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin.”
“Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia mengajak jemaah merenungi dua konsep dasar dalam Islam yang tidak lekang oleh waktu, yakni iman dan takwa. Menurutnya, iman bukan hanya sekadar percaya, melainkan keyakinan dalam hati, pengakuan dengan lisan, serta dibuktikan melalui amal perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.
Ustaz Dwi Jatmiko juga mengutip firman Allah dalam QS Al-A’raf ayat 96 tentang keberkahan bagi negeri yang penduduknya beriman dan bertakwa. Ia menegaskan, kampung yang berkah dan bahagia dapat dimulai dari gerakan sederhana yang disebut gerakan WA, yakni waosan Al-Qur’an atau membaca Al-Qur’an serta memahami artinya.
“Seandainya seluruh penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Allah melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi. Maka kunci kampung berkah dan bahagia bisa diawali dengan gerakan WA, yaitu waosan Al-Qur’an atau membaca Al-Qur’an dan memahami artinya,” paparnya.
Ia menjelaskan, keberkahan tersebut dapat dirasakan dalam berbagai bentuk, mulai dari rezeki yang melimpah, kemudahan dalam urusan kehidupan, kesehatan rohani dan jasmani, hingga kemudahan menjalankan ibadah umrah maupun haji.
Di akhir pengajian, Ustaz Dwi Jatmiko yang juga anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Solo mengajak jemaah meningkatkan kualitas ibadah dengan peduli agama, peduli sesama manusia, peduli lingkungan, serta menjaga sistem kehidupan yang baik.
“Semoga setiap pasangan mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman, rumahku surgaku, sehingga rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah bisa haji dan umrah dengan mudah,” pungkasnya. (Sofyan)
Berita
![]() |
| Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko saat mengisi Pengajian Rutin Aisyiyah. |
Takwa Jadi Solusi Langit Setiap Persoalan Kehidupan
SOLO – majalahlarise.com - Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari berbagai persoalan. Namun, setiap masalah diyakini memiliki jalan keluar apabila manusia kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Pesan itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko saat mengisi Pengajian Rutin Aisyiyah yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Aisyiyah di Madrasah Diniyah depan Masjid Jami’ Kampung Sewu Solo, Minggu (10/5/2026).
Dalam tausiyahnya, Jatmiko menyampaikan hidup bukan tentang bagaimana manusia terbebas dari masalah, melainkan bagaimana menyelesaikan persoalan dengan petunjuk Allah SWT melalui Al-Quran dan As-Sunnah.
“Setiap masalah pasti ada solusi langit, jika kita mau kembali pada Al-Quran dan As-Sunnah. Kita buka Quran Surah At Talaq ayat 2, ‘Dan siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya jalan keluar’,” kata Jatmiko.
Guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta itu menguraikan setiap manusia pasti diuji dengan persoalan kehidupan. Menurutnya, orang beriman harus berani menghadapi ujian dengan meningkatkan ketakwaan, berikhtiar, dan berserah diri kepada Allah SWT.
“Dari kepasrahan dan usaha tersebut, Allah akan memberikan rezeki yang tak terduga. Kita buka Quran Surah At Talaq ayat 3, ‘Dan Dia memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka’,” tuturnya sambil tersenyum.
Selain itu, Jatmiko juga mengajak jamaah memahami kandungan Surah Al-Anfal ayat 29 yang menjelaskan orang bertakwa akan diberikan “furqan”, yakni kemampuan membedakan antara yang benar dan salah.
“Setiap persoalan kehidupan sejatinya bisa diselesaikan dengan meningkatkan ketakwaan. Baik laki-laki maupun perempuan, kaya ataupun miskin, pejabat maupun rakyat biasa, semuanya memiliki kesempatan yang sama mendapatkan pertolongan Allah SWT melalui ketakwaan,” jelasnya.
Anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Kota Surakarta tersebut juga menyampaikan ketakwaan tidak hanya membawa kemakmuran, tetapi mampu menghadirkan ketenteraman dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam keluarga.
Sebaliknya, perilaku maksiat dan keingkaran terhadap perintah Allah SWT dapat mengundang berbagai musibah, kemiskinan, penderitaan, hingga kehancuran suatu negeri. Ia mengutip Surah Al-Isra ayat 16 yang menjelaskan kehancuran sebuah negara dapat terjadi akibat kedurhakaan penduduknya ketika kemewahan membuat manusia lalai terhadap perintah Allah SWT.
“Semoga dengan istiqomah mengikuti pengajian mampu memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta menjadikan ketakwaan sebagai fondasi membangun bangsa yang damai, makmur, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Wisuda Tahfiz dengan Tausiyah Wayang Golek Pitutur
Berita
![]() |
| Jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo menyalurkan 150 bungkus nasi dalam program Jumat Berkah untuk jamaah usai ibadah salat Jumat di Masjid Agung Baiturahman Sukoharjo. |
Jumat Berkah Lintas Iman, Jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo Berbagi Nasi untuk Jamaah Masjid Agung Baiturahman
Sukoharjo – majalahlarise.com - Semangat toleransi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan melalui aksi nyata lintas iman. Jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo menyalurkan 150 bungkus nasi dalam program Jumat Berkah untuk jamaah usai ibadah salat Jumat di Masjid Agung Baiturahman Sukoharjo, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh Ibu Endah ini menjadi wujud keberlanjutan hubungan harmonis yang telah terjalin antara pihak gereja dan masjid selama beberapa tahun terakhir, khususnya saat momentum Ramadan.
Ibu Endah menyampaikan, program Jumat Berkah merupakan bagian dari agenda rutin gereja dalam menebar kasih kepada sesama tanpa memandang latar belakang.
“Ini adalah program dari gereja kami setelah hubungan toleransi yang baik terjalin dengan Masjid Agung selama bulan Ramadan dalam empat tahun terakhir. Setelah Ramadan, kami lanjutkan dengan program Jumat Berkah berbagi nasi untuk jamaah masjid,” ujarnya.
Penyaluran bantuan diterima langsung oleh perwakilan takmir masjid, Parmin. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh jemaat gereja.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kebaikan hati bapak ibu semua dari Jemaat Gereja Katolik Hati Kudus Yesus. Semoga ini menjadi berkah bersama. Nanti setelah jumatan, nasi ini akan kami bagikan kepada seluruh jamaah,” tutur Parmin.
Program Jumat Berkah ini merupakan agenda rutin Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Sukoharjo yang dilaksanakan setiap Jumat pertama setiap bulan. Sasaran kegiatan tidak terbatas pada satu kelompok, melainkan bergilir menyasar berbagai kalangan seperti jamaah masjid, panti asuhan, kaum dhuafa, hingga komunitas lain yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, gereja berupaya menumbuhkan nilai solidaritas, toleransi, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Aksi berbagi sederhana ini menjadi bukti nyata kerukunan antar umat beragama yang terus terjaga di Sukoharjo.
Dengan konsistensi penyaluran sebanyak 150 bungkus nasi di setiap kegiatan, Jumat Berkah diharapkan mampu menghadirkan manfaat sekaligus mempererat hubungan sosial lintas iman di tengah masyarakat. (Sofyan)
Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Terlibat Produksi Konten Promosi Lewat Program Skim Magang
Berita
PRM Canden Resmi Dikukuhkan PCM Sambi, Siap Jalankan Gerakan Muhammadiyah Berkemajuan
Boyolali – majalahlarise.com - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Canden resmi dikukuhkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sambi pada Jumat, 3 April 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid At-Taqwa Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul ‘Ulum Canden, Sambi.
Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) PCM Sambi oleh Sekretaris PCM, Drs. Sunarno. Selanjutnya, prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua PCM Sambi, Drs. Sudiman, yang secara resmi menetapkan susunan kepengurusan PRM Canden.
Adapun susunan pengurus PRM Canden yang dikukuhkan meliputi Ketua Sriyono, Sekretaris Jumadi, Bendahara Cozin Nur Azis, serta anggota Triyanto, Nurokhim, Bahtiar, Sahudi, Dahlan, Arifin, Welasono, dan Ali Setyo.
Dalam pidato perdananya, Sriyono menyampaikan komitmennya untuk menggerakkan dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting. Ia menguraikan kesiapan seluruh jajaran pengurus dalam menjalankan amanah organisasi serta memohon bimbingan dari pimpinan di atasnya.
“Kami siap melaksanakan gerakan Muhammadiyah dan mohon bimbingan serta arahan dari semua pihak agar dapat berkhidmat dengan sebaik-baiknya,” ujar Sriyono.
Sementara itu, tausiyah disampaikan oleh Wakil Ketua PDM Boyolali, Muhammad Muslih. Ia menjelaskan pentingnya mengamalkan lima ciri Islam Berkemajuan sebagai landasan gerakan Muhammadiyah, yakni tauhid murni berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, menggiatkan kajian Al-Qur’an dan Hadis, tajdid di setiap lini kehidupan, bersikap wasathiyah, serta menebarkan rahmat bagi semesta.
Menutup rangkaian acara, Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Pujiono, menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap PRM Canden mampu menjadi garda terdepan dalam dakwah dan pelayanan umat di tengah masyarakat.
Dengan pengukuhan ini, PRM Canden diharapkan dapat memperkuat peran Muhammadiyah di tingkat akar rumput serta menghadirkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan masyarakat. (Sofyan)
Berita
PERBARINDO dan PESAKOM Solo Raya Gelar Halal Bi Halal, Perkuat Integritas Perbankan BPR
Solo — majalahlarise.com - Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (PERBARINDO) Komisariat Solo Raya bersama Paguyuban Pemegang Saham dan Komisaris (PESAKOM) BPR/S Solo Raya menggelar kegiatan Halal Bi Halal di The Sunan Hotel Solo, Kamis (2/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ballroom 1 dan 2 ini mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Membangun Perbankan yang Tangguh dan Berintegritas.”
Acara tersebut dihadiri seluruh direksi BPR se-Solo Raya, para pemegang saham, komisaris, serta tamu kehormatan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo, dan Dewan Pimpinan Daerah PERBARINDO Jawa Tengah.
Ketua PERBARINDO DP Kom Solo Raya, Titon Darmasto, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Halal Bi Halal tidak sekadar agenda rutin tahunan, melainkan menjadi momentum strategis memperkuat persaudaraan dalam organisasi.
![]() |
| Momen Halal Bi Halal juga diwarnai dengan perpisahan Kepala OJK Solo, Eko Haryanto, yang akan melanjutkan tugas di Jakarta. |
“Halal Bi Halal PERBARINDO bersama PESAKOM Solo Raya bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat persaudaraan dalam organisasi. Meskipun kondisi geoekonomi dan geopolitik global belum membaik, kita diharapkan tetap solid dan meningkatkan integritas dalam mengelola BPR,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD PERBARINDO Jawa Tengah, Dadi Sumarsana, menguraikan pentingnya memperkuat silaturahmi dan komunikasi antaranggota BPR. Ia mengingatkan agar setiap lembaga tetap menjaga kesehatan dan keberlanjutan usaha.
“Kami berharap BPR anggota PERBARINDO, khususnya di Solo Raya, dapat terus mempererat silaturahmi, saling berbagi permasalahan, dan saling mengingatkan agar tidak terjadi salah urus, sehingga tetap menjadi BPR yang sehat dan berkembang,” tuturnya.
![]() |
| Tausiyah disampaikan oleh Amir Junaidi. |
Dari sisi regulator, perwakilan OJK, RM Randi Pratama, menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan BPR.
“Silaturahmi harus terus dijaga, namun yang tidak kalah penting adalah penerapan prinsip kehati-hatian dalam mengelola BPR agar tetap kuat dan dipercaya masyarakat,” jelasnya.
Sebagai puncak acara, tausiyah disampaikan oleh Amir Junaidi di yang mengajak seluruh peserta untuk menjaga kerukunan, memperkuat kebersamaan, serta menanamkan nilai amanah dan integritas dalam menjalankan usaha perbankan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.
Dalam suasana penuh kehangatan, momen Halal Bi Halal juga diwarnai dengan perpisahan Kepala OJK Solo, Eko Haryanto, yang akan melanjutkan tugas di Jakarta. Kehadirannya di akhir acara disambut haru oleh para peserta yang menyampaikan doa dan harapan terbaik.
Acara ini menjadi refleksi penting bagi pelaku industri BPR di Solo Raya untuk terus memperkuat sinergi, menjaga integritas, serta menghadapi tantangan ekonomi dengan semangat kebersamaan. (Sofyan)
Berita
![]() |
| Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko saat berkhutbah di masjid Asy Syi’ar komplek Radio Republik Indonesia (RRI), Kestelan, Banjarsari, Solo. |
Puasa Syawal 6 Hari Setara Pahala Setahun, Ini Pesan Ustaz di Era Digital
Solo - majalahlarise.com - Dalam khutbah Jumat, khatib menyerukan kepada jemaah untuk melaksanakan puasa sunah, selama enam hari di bulan Syawal. Puasa syawal bisa dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri, yaitu pada tanggal 2 Syawal, Jumat (27/3/2026).
Sebagaimana disampaikan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko saat berkhutbah di masjid Asy Syi’ar komplek Radio Republik Indonesia (RRI), Kestelan, Banjarsari, Solo.
Pada awal khutbah, ustaz yang juga anggota MPKSDI (Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta mengajak jemaah untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt.
“Dan dapat dilakukan secara berurutan maupun terpisah selama masih dalam bulan Syawal. Pahala setahun di era digitalisasi informasi dan internet,” ujarnya.
Selanjutnya khatib membacakan Hadis Riwayat Muslim, nomor 1164. Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.
Para ulama mengatakan bahwa berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan.
Lebih detail, ustaz yang juga Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta ini menganalogikan bahwa bulan Ramadhan, puasa sebulan penuh sama dengan berpuasa selama sepuluh bulan.
“Misalnya 30 x 10 = 300 hari = 10 bulan. Dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan berpuasa selama dua bulan seperti 6 x 10 = 60 hari sama dengan 2 bulan,” bebernya.
Di samping itu, agar puasa syawal tambah berkemajuan dengan mengoptimalkan mauidzah hasanah, ceramah agama, ataupun kajian berbagai jenis kitab melalui berbagai platform program di internet.
“Melimpahnya konten-konten semacam ini harus bisa kita manfaatkan khususnya di pasca Ramadan ini. Harus memilih kajian agama di internet khususnya media sosial seperti Youtube, Facebook, dan sejenisnya,” urainya sambil tersenyum.
Mengakhiri khutbah, Anggota Korps Mubaligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo ini menyampaikan tanda diterimanya amal seseorang.
“Tanda diterimanya puasa adalah perubahan perilaku setelah Ramadan. Jika kita tetap rajin salat malam, salat subuh di Masjid, membaca AlQuran, dan bersedekah baik lapang maupun sempit, maka itu pertanda Allah menerima amal kita,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Rajut Kebersamaan, SD Muhammadiyah PK Solo Gelar Halalbihalal Guru dan Tenaga Kependidikan
Berita
![]() |
| Halal Bihalal PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum. |
PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Gelar Halal Bihalal, Perkuat Keteladanan dan Ruh Keislaman Asatidz
Boyolali — majalahlarise.com - Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul ‘Ulum Sambi menggelar kegiatan Halal Bihalal pada Jumat, 27 Maret 2026, bertempat di Masjid At-Taqwa kompleks PonpesMU. Kegiatan ini diikuti seluruh asatidz dan tenaga pendidik dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA di lingkungan PonpesMU.
Acara diawali dengan sambutan Mudir PonpesMU, Pujiono, yang menyampaikan pentingnya momentum Halal Bihalal sebagai sarana memperkuat ukhuwah sekaligus memperbarui semangat pengabdian para pendidik.
“Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk menyatukan hati, memperkuat niat, dan meneguhkan kembali komitmen kita sebagai pendidik yang membawa misi dakwah,” ujar Pujiono.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ust. Mustamik, S.Pd., Ketua Kwarda Hizbul Wathan (HW) Boyolali, yang menguraikan materi bertema Menguatkan Keteladanan dan Ruh Keislaman Menuju Asatidz/ah Berkemajuan.
Dalam tausiyahnya, Ust. Mustamik menjelaskan seorang guru di lingkungan pesantren dituntut menjadi teladan utama, tidak hanya dalam ucapan tetapi juga dalam tindakan sehari-hari. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ruh keislaman agar tetap hidup dalam setiap aktivitas pendidikan.
“Asatidz harus hadir sebagai figur yang menginspirasi. Keteladanan adalah kunci, dan ruh keislaman adalah energi yang menjaga keikhlasan dalam berjuang,” jelasnya.
Selain tausiyah, kegiatan juga diisi dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang Try Out SMP dan SMA. Adapun peraih prestasi meliputi Juara Winner Khamedya Zalwa Sharfina dari SD Muhammadiyah Birul Walidain Sragen, Runner Up 1 Hania Shaliha Sutanto dari MIM Kepoh Sambi, serta Runner Up 2 Fathimah dari MIM Seboto.
Penyerahan hadiah ini menjadi bentuk apresiasi PonpesMU terhadap semangat belajar dan capaian prestasi siswa, sekaligus memotivasi peserta didik lainnya untuk terus berprestasi. Hadiah Try Out juga diberikan kepada peserta tingkat SMP yang diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah Program Khusus Manafi’ul ‘Ulum Boyolali.
Kegiatan Halal Bihalal berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Momentum ini semakin mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan kembali semangat para pendidik dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan. (Sofyan)
Berita
![]() |
| Suasana kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Boyolali. |
Halal Bihalal BKD Boyolali Perkuat Kebersamaan dan Integritas Aparatur
Boyolali — majalahlarise.com - Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Boyolali pada Kamis, 26 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di aula BKD Boyolali ini diikuti seluruh jajaran pegawai sebagai bentuk mempererat silaturahmi pasca-Ramadan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BKD Boyolali, Muhammad Syawaludin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya momentum Halal Bihalal sebagai sarana memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan sinergi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Melalui Halal Bihalal ini, kita perkuat kebersamaan dan saling memaafkan, sehingga kinerja ke depan semakin solid dan penuh keberkahan,” ujar Syawaludin.
Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk terus menjaga amanah dalam menjalankan tugas. “Mari kita tunaikan tanggung jawab dengan penuh amanah dan integritas tinggi,” imbuhnya menutup sambutan.
![]() |
| Tausiyah disampaikan oleh ustadz Pujiono. |
Kegiatan semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Pujiono. Ia menguraikan pentingnya menjaga ruh Ramadan agar nilai-nilai ibadah tidak berhenti setelah bulan suci berakhir.
Menurutnya, Ramadan merupakan madrasah spiritual yang melatih kesabaran, keikhlasan, serta kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut perlu terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
“Jangan sampai setelah Ramadan kita kembali seperti semula. Ruh Ramadan harus terus hidup dalam sikap jujur, amanah, dan kepedulian sosial,” tuturnya.
Pujiono juga mengingatkan agar Halal Bihalal tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperbaiki hubungan, baik antar sesama maupun hubungan dengan Allah SWT.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta pembagian door prize kepada peserta. Suasana penuh keakraban terasa hingga akhir acara, disertai harapan agar nilai-nilai kebaikan Ramadan terus terjaga dan menjadi landasan dalam meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
























