Sosialisasi Kesehatan Jiwa di SMP Negeri 2 Manyaran, Bekali Siswa Hadapi Tantangan Psikologis

Print Friendly and PDF

Narasumber Arum Mustika Sari, SKM menyampaikan materi tentang P3LP atau pertolongan pertama pada luka psikologis.


Sosialisasi Kesehatan Jiwa di SMP Negeri 2 Manyaran, Bekali Siswa Hadapi Tantangan Psikologis

Wonogiri - majalahlarise.com - SMP Negeri 2 Manyaran bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Manyaran menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan jiwa bagi para siswa pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus membangun kesiapan menghadapi tantangan psikologis di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber pertama, Arum Mustika Sari, SKM menyampaikan materi tentang P3LP atau pertolongan pertama pada luka psikologis. Ia menjelaskan dukungan awal secara psikologis sangat penting diberikan kepada individu yang sedang mengalami tekanan mental, stres berat, maupun trauma.

“Pertolongan pertama pada luka psikologis menjadi langkah awal untuk membantu seseorang lebih tenang, merasa aman, dan tidak menghadapi masalahnya sendirian,” ujarnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Nur Sasongko, AMK memberikan materi mengenai self care first aider. Ia mengajak siswa memahami pentingnya merawat diri sendiri secara mental dan emosional agar mampu menjaga kesehatan jiwa secara berkelanjutan. Menurutnya, kesadaran untuk mengenali kondisi diri menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan psikologis sejak dini. 

Self care bukan hanya menjaga fisik, tetapi juga menjaga pikiran dan emosi agar tetap sehat dan produktif,” jelasnya.

Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Kumaidah Hidayati menyampaikan kegiatan ini bertujuan memberikan dukungan non-klinis berbasis empati untuk menstabilkan emosi individu yang mengalami krisis, stres berat, atau trauma. Ia berharap sosialisasi kesehatan jiwa tersebut mampu menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. 

“Harapan sekolah, kegiatan ini akan memberikan stimulus pada murid dalam menghadapi tantangan psikologis sehingga murid tetap nyaman dalam berkarya,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi kesehatan jiwa ini juga mendapat dukungan penuh dari bidang kesiswaan yang dikoordinasikan Dwi Widodo bersama guru Bimbingan Konseling (BK), Didit Edi Suryadi. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan peduli terhadap kesehatan mental peserta didik. (Sofyan)


Baca juga: UNISRI Job Fair 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Ribuan Pencari Kerja Padati Auditorium


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top