GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Khutbah Idul Adha di Masjid Al Barokah Gunungan Manyaran Wonogiri, Ajak Jamaah Syukuri Hidayah dan Yakin Rezeki Allah SWT
![]() |
| Ustad Said Abdilah menyampaikan khutbah yang mengajak umat Islam mensyukuri nikmat hidayah dari Allah SWT. |
Khutbah Idul Adha di Masjid Al Barokah Gunungan Manyaran Wonogiri, Ajak Jamaah Syukuri Hidayah dan Yakin Rezeki Allah SWT
Wonogiri - majalahlarise.com - Warga Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri melaksanakan salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al Barokah, Rabu (27/5/2026). Bertindak sebagai imam dan khatib, Ustad Said Abdilah menyampaikan khutbah yang mengajak umat Islam mensyukuri nikmat hidayah dari Allah SWT sehingga dapat memeluk agama Islam dan menjalankan ajaran yang benar sebagai jalan menuju surga-Nya.
Dalam khutbahnya, Ustad Said Abdilah menjelaskan hanya kaum muslimin yang diberi izin Allah SWT memasuki surga dengan keimanan dan amal saleh. Ia mengutip kandungan Surat Al-Baqarah ayat 111-112 sebagai pengingat pentingnya berserah diri kepada Allah SWT dan berbuat kebajikan. “Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah SWT dan berbuat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Tuhan mereka,” ujar khatib.
Khatib juga menyinggung tradisi persembahan atau penyembelihan hewan yang dimiliki hampir setiap agama. Namun, menurutnya ibadah kurban dalam Islam memiliki nilai berbeda karena dilandasi tauhid dan keimanan kepada Allah SWT. “Yang membedakan hanyalah satu, yaitu keimanan kepada Allah SWT. Dengan niat yang lurus maka insyaallah ibadah kita akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak,” jelasnya.
Selain itu, jamaah diajak bersyukur karena telah diberi hidayah Islam sehingga dapat menjalankan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam khutbahnya, Ustad Said Abdilah mengutip Surat Al-Kautsar ayat 1-2 yang memerintahkan umat Islam mendirikan salat dan berkurban. Ia juga menjelaskan ibadah kurban merupakan sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan bagi muslim yang mampu. “Barang siapa yang memiliki kelapangan rezeki namun tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami,” ucapnya mengutip hadis Rasulullah SAW.
Pada kesempatan tersebut, khatib turut menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi kenaikan harga dan tekanan ekonomi. Meski demikian, umat Islam diminta tetap tenang dan meyakini seluruh rezeki telah diatur Allah SWT. Ia mencontohkan peristiwa pada masa Rasulullah SAW ketika para sahabat mengeluhkan kenaikan harga barang, namun Nabi Muhammad SAW menjelaskan harga dan rezeki sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah SWT.
“Sesungguhnya Allah adalah Zat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki,” kata khatib mengutip sabda Rasulullah SAW. Menurutnya, kenaikan maupun penurunan harga tidak akan mengurangi jatah rezeki seseorang karena Allah SWT telah menentukan ukuran rezeki setiap hamba sesuai kebutuhan dan kemaslahatan hidupnya.
Lebih lanjut, Ustad Said Abdilah menerangkan rezeki tidak hanya berupa uang dan kekayaan, melainkan juga kesehatan, kemudahan hidup, dan keberkahan. Ia menjelaskan seseorang yang kaya belum tentu memiliki rezeki lebih banyak dibanding orang sederhana yang hidup penuh keberkahan. “Bisa saja orang yang kaya itu rezekinya sedikit dan bisa saja orang yang miskin rezekinya lebih banyak,” jelasnya.
Menutup khutbah, khatib mengajak jamaah memperkuat ketakwaan, menjaga salat, dan bersabar menghadapi berbagai ujian kehidupan. Jamaah juga diingatkan agar tetap yakin Allah SWT telah menjamin rezeki setiap hamba yang bertakwa dan bersungguh-sungguh menjalankan perintah-Nya. Khutbah ditutup dengan doa untuk keselamatan umat Islam dan bangsa Indonesia agar diberi kekuatan, kesabaran, serta keberkahan hidup di dunia dan akhirat. (Sofyan)
Baca juga: Semangat Pengorbanan dalam Nilai Spiritual, Jamaah Masjid Al-Ikhlas Diajak Perkuat Kepedulian Sosial
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...

Tidak ada komentar: