GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
821 Mahasiswa Univet Bantara Resmi Diterjunkan KKN 2026, 554 Mahasiswa ke 28 Desa di Kabupaten Wonogiri
![]() |
| Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasama penerjunan KKN Univet Bantara Sukoharjo di Wonogiri. |
821 Mahasiswa Univet Bantara Resmi Diterjunkan KKN 2026, 554 Mahasiswa ke 28 Desa di Kabupaten Wonogiri
WONOGIRI - majalahlarise.com – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo secara resmi menerjunkan 821 mahasiswa terdiri 554 mahasiswa reguler dan 267 mahasiswa non reguler Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebanyak 554 mahasiswa ke 28 desa di Kabupaten Wonogiri sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Bertempat di Pendopo Kabupaten Wonogiri. Senin (3/8/2026).
Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian selama 45 hari di empat kecamatan, yakni Wuryantoro, Baturetno, Wonogiri, dan Manyaran, dengan mengusung semangat "Univet Berdampak" melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dan inovasi.
Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri yang kembali memberikan kepercayaan kepada Univet untuk melaksanakan KKN di berbagai desa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku kuliah dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.
"Mahasiswa akan belajar berdasarkan kasus yang ada di lapangan untuk mencari solusinya dengan menerapkan seluruh pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di kampus," ujar Prof. Farida.
Ia menjelaskan, pembelajaran berbasis kasus di lapangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. KKN tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga sarana perguruan tinggi menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.
Prof. Farida juga mengungkapkan hubungan emosional Univet Bantara dengan Kabupaten Wonogiri yang semakin erat. Selain banyak mahasiswa berasal dari Wonogiri, kerja sama kelembagaan dengan pemerintah daerah terus berkembang. Ia optimistis mahasiswa Univet mampu menunjukkan dedikasi, disiplin, dan semangat kerja selama menjalankan pengabdian.
"Insyaallah KKN Univet Bantara akan berbeda. Banyak kepala daerah yang memberikan testimoni bahwa mahasiswa kami memiliki semangat bekerja, disiplin, dan mampu menghadirkan berbagai inovasi di masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Rektor berharap seluruh program KKN mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mendorong dosen memanfaatkan momentum KKN untuk mengimplementasikan hasil penelitian sesuai potensi daerah, mulai dari pengembangan sektor peternakan, pertanian, pengelolaan sampah hingga berbagai inovasi yang dapat dipatenkan.
"Kami berharap seluruh kegiatan KKN benar-benar berdampak pada kemajuan masyarakat dan hasil penelitian dosen dapat diterapkan untuk memberdayakan potensi daerah," jelasnya.
Menutup sambutannya, Prof. Farida secara simbolis menyerahkan 554 mahasiswa kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk melaksanakan KKN di 28 desa. Ia berharap sinergi antara Univet Bantara dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus berkembang serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Semoga sinergi antara Univet Bantara dengan Kabupaten Wonogiri semakin baik, semakin erat, semakin bermanfaat, dan berdampak bagi masyarakat luas," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyambut baik pelaksanaan KKN Univet Bantara Tahun 2026. Dari total 821 mahasiswa peserta KKN Univet, sebanyak 554 mahasiswa ditempatkan di Kabupaten Wonogiri untuk menjalankan pengabdian selama 45 hari.
"Kami menyambut baik diterjunkannya mahasiswa KKN Univet di Kabupaten Wonogiri. Diharapkan sinergi perguruan tinggi dengan masyarakat dapat mengoptimalkan potensi daerah sekaligus menjadi sarana mengembangkan kemampuan mahasiswa," ujar Setyo Sukarno.
Bupati menjelaskan hasil pelaksanaan KKN nantinya akan dievaluasi bersama camat, kepala desa, dan lurah untuk mengukur kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan desa. Ia juga memaparkan Kabupaten Wonogiri memiliki luas wilayah sekitar 1.822 kilometer persegi yang terdiri atas 25 kecamatan, 251 desa, dan 43 kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 1.052.154 jiwa. Kondisi geografis yang didominasi kawasan hutan dan perbukitan menghadirkan tantangan, terutama saat musim kemarau ketika sejumlah wilayah mengalami kekurangan air bersih.
Selain itu, Bupati mengajak mahasiswa memahami karakter masyarakat Wonogiri sekaligus menggali berbagai potensi daerah, mulai dari kawasan Lereng Lawu Selatan hingga destinasi wisata Pantai Nampu dan Pantai Klotok yang dinilai memiliki peluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Jangan malu untuk mengaku warga Wonogiri. Tantangan besar kita adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi kewilayahan," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, sopan santun, dan menghormati norma yang berlaku selama menjalankan KKN. Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mahasiswa diharapkan turut berpartisipasi dalam berbagai agenda masyarakat, seperti Turnamen Bola Voli Piala Bupati, Karnaval Budaya, hingga pagelaran wayang kulit di seluruh kecamatan.
"Abdikan kemampuan yang adik-adik miliki untuk memberikan dampak yang baik sehingga tema besar Univet Berdampak benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat," pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala LPPM Univet Bantara Dr. Ir. Ahimsa Kandi Sariri, S.P., M.Sc. melaporkan KKN tahun 2026 diikuti sebanyak 821 mahasiswa. Sebanyak 554 mahasiswa ditempatkan di Kabupaten Wonogiri yang tersebar di empat kecamatan yaitu Wuryantoro, Baturetno, Manyaran, Nguntoronadi tersebar di 28 desa. Setiap desa didampingi dua kelompok mahasiswa dengan bimbingan seorang dosen pembimbing lapangan (DPL) agar pelaksanaan program berjalan lebih terarah.
Menurut Ahimsa, KKN tahun ini mengedepankan kolaborasi lintas disiplin ilmu dengan mendorong mahasiswa menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan bersama masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan potensi lokal desa.
"KKN ini menunjukkan mahasiswa akan berkolaborasi dan mengaktualisasikan inovasi yang sudah dimiliki untuk bersama-sama dengan masyarakat membangun desa melalui teknologi maupun potensi lokal yang ada di desa," ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan arahan pimpinan universitas sebagai bekal dalam menjalankan pengabdian. Dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pihak juga diharapkan mampu memperlancar pelaksanaan KKN sehingga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa di Kabupaten Wonogiri. (Sofyan)
Baca juga: PPMI Assalaam Gelar Jalan Sehat Keluarga, Syukuri 44 Tahun Pengabdian untuk Pendidikan Islam
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...


Tidak ada komentar: