NOAH Nexus Protocol Gelar HOPE di Solo, Tawarkan Peluang DeFi Staking dan Edukasi Blockchain untuk Masyarakat

Print Friendly and PDF

Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”.


NOAH Nexus Protocol Gelar HOPE di Solo, Tawarkan Peluang DeFi Staking dan Edukasi Blockchain untuk Masyarakat

SOLO – majalahlarise.com - Platform berbasis blockchain, Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain” pada Sabtu (2/4/2026) di Grand H.A.P Hotel Solo. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus pengenalan teknologi keuangan digital kepada masyarakat, khususnya di wilayah Solo Raya.

Professional trader sekaligus leader Noah Nexus Protocol Solo, Memet, menyampaikan konsep utama yang ditawarkan berfokus pada sistem Decentralized Finance (DeFi) staking berbasis mekanisme Proof of Stake. Dalam skema ini, pengguna menanamkan modal yang dikunci untuk mendukung jaringan dan memperoleh imbal hasil harian berkisar 1,2 persen hingga 1,6 persen. 

“Konsepnya ini lebih kepada DeFi staking, kita tanam modal lalu di-lock dan mendapatkan reward harian,” ujar Memet.

Ia menguraikan, perkembangan Noah Nexus Protocol di Solo Raya menunjukkan tren positif dengan omzet mencapai sekitar 600 ribu dolar dalam waktu relatif singkat. Target jangka panjang yang diusung adalah menjadikan NOAH sebagai public chain yang dapat digunakan secara luas dalam sistem keuangan global berbasis blockchain. 

“Target akhirnya adalah melistingkan NOAH menjadi public chain yang dipakai sistem keuangan blockchain di seluruh dunia,” jelasnya.

Selain staking, sistem ini juga menghadirkan skema bagi hasil melalui referal dengan persentase antara 0,5 persen hingga 35 persen. Model ini dinilai menyerupai pemasaran konvensional, namun dikembangkan dalam ekosistem digital berbasis komunitas. 

“Kalau kita mengajak orang untuk join, kita juga mendapatkan bagi hasil dari sistem tersebut,” tutur Memet. 

Ia menambahkan, peluang ini diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh tambahan penghasilan. “Saya ingin orang-orang yang pernah mengalami kerugian bisa recovery dan masyarakat kecil mendapatkan tambahan income,” ungkapnya.

Sementara itu, Head of Community Noah Indonesia, Ayub Wicaksono, menyampaikan perkembangan dunia kripto menjadi peluang besar di era digital. Ia mencontohkan bagaimana El Salvador memanfaatkan Bitcoin sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional. 

“Intinya begini, kita ini sudah hidup di era digitalisasi, untuk itu kita harus mulai mengenal dunia digital termasuk financial digital yaitu kripto,” ujarnya.

Namun demikian, Ayub mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap investasi bodong yang mengatasnamakan kripto. Ia menuturkan banyak pihak memanfaatkan tren ini untuk menjalankan skema penipuan seperti ponzi, sehingga edukasi menjadi hal utama bagi masyarakat. 

“Kami mensosialisasikan tentang ilmu kripto, bagaimana menilai proyek yang benar, karena di tempat lain banyak kripto yang tidak benar,” katanya.

Bagi pemula, ia menyarankan langkah awal dengan praktik langsung menggunakan dompet digital seperti TokenPocket, MetaMask, atau Trust Wallet, kemudian membeli aset kripto seperti Tether (USDT) melalui platform resmi. “Untuk pemula, tidak perlu belajar dulu, yang penting praktik. Nanti ada edukasi atau video tutorial untuk lebih teknisnya,” jelasnya.

Ayub berharap Noah Nexus Protocol dapat menjadi solusi ekonomi yang inklusif, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Ia menguraikan konsep bisnis ini dirancang tanpa batasan modal minimum agar dapat diakses semua kalangan. 

“Kami ingin bisnis ini mengangkat derajat masyarakat paling bawah, bukan hanya membuat orang kaya semakin kaya,” tuturnya. 

Sementara itu, salah satu peserta Chaniago mengaku sudah memperoleh keuntungan sejak bergabung tiga bulan yang lalu. "Saya modal Rp. 200.000 sudah balik modal. Sekarang total saldo sudah tembus 16 dollar," ujarnya. (Sofyan)


Baca juga: Pentingnya Pendidikan Gratis dan Lapangan Pekerjaan untuk Anak Indonesia: Harapan, Peluang, dan Tantangan Abad XXI


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top