GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah yang Ramai Didatangi di Kepatihan Wonogiri
![]() |
| Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. |
Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah yang Ramai Didatangi di Kepatihan Wonogiri
Wonogiri - majalahlarise.com - Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, semakin dikenal sebagai tempat sarapan dan makan siang favorit warga. Berada tepat di tengah area persawahan dengan latar perbukitan hijau, warung ini menawarkan suasana makan yang asri dan sejuk, jauh dari kebisingan kota.
Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan sepeda motor tampak memenuhi area parkir setiap harinya, menandakan tingginya minat pengunjung yang datang untuk menikmati hidangan rumahan khas Warung Sri Rejeki.
Warung ini berdiri sejak pertengahan tahun 2023. Pemiliknya adalah Ibu Sarwini, sementara pengelolaan warung setiap hari dibantu oleh Ibu Berlina. Meski baru setahun lebih beroperasi, warung ini sudah memiliki pelanggan tetap dari berbagai wilayah Selogiri dan sekitarnya.
Warung Sri Rejeki menyediakan beragam menu masakan rumahan yang akrab di lidah, antara lain: Kupat Sayur Komplit (tahu & telur): Rp10.000, Tahu saja: Rp7.000, Garang Asam Rp13.000 (pakai nasi) / Rp10.000 (tanpa nasi), Nasi Oseng Komplit Rp10.000, Nasi Pecel Komplit, Soto Daging Rp10.000.
Menurut Ibu Berlina, menu yang paling laris adalah kupat sayur, yang hampir setiap hari habis lebih dulu. “Kupat sayur paling banyak dicari. Bumbunya lengkap dan rasanya khas masakan kampung,” ujarnya.
Salah satu daya tarik utama warung ini adalah lokasinya yang berada di tengah hamparan sawah luas. Pohon besar yang menaungi area makan membuat suasana semakin teduh. Dari meja makan, pengunjung langsung dapat melihat panorama perbukitan yang menambah kenyamanan saat menikmati hidangan.
Suasana alami inilah yang membuat banyak pelanggan memilih Warung Sri Rejeki tidak hanya untuk makan, tetapi juga untuk melepas penat dengan menikmati pemandangan pedesaan. (Danu)
Baca juga: Wagub Taj Yasin Minta Perbankan di Jateng Dampingi UMKM
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...

Tidak ada komentar: