SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Wisuda Tahfiz dengan Tausiyah Wayang Golek Pitutur

Print Friendly and PDF

Wisuda Tahfiz Al-Qur’an dengan suasana khidmat dan penuh makna di Hotel Novotel Surakarta, Sabtu (9/5/2026).


SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Wisuda Tahfiz dengan Tausiyah Wayang Golek Pitutur

Surakarta – majalahlarise.com - SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menggelar Wisuda Tahfiz Al-Qur’an dengan suasana khidmat dan penuh makna di Hotel Novotel Surakarta, Sabtu (9/5/2026). Mengusung tema “Cahaya Qur’an di Jantung Kota Budaya Surakarta”, kegiatan ini menjadi momentum syiar Al-Qur’an sekaligus bentuk komitmen sekolah dalam membentuk generasi Qurani yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Sebanyak 150 siswa mengikuti wisuda tahfiz tahun ini dengan capaian hafalan yang membanggakan. Rinciannya, 79 siswa berhasil menyelesaikan hafalan juz 30, 29, dan 28, sedangkan 71 siswa lainnya mengikuti kategori tilawah Al-Qur’an. Para wisudawan tampil percaya diri mempersembahkan hafalan dan lantunan ayat suci Al-Qur’an di hadapan orang tua, guru, dan tamu undangan yang hadir.

Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Nursalam menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa dalam program tahfiz sekolah. Ia menguraikan keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara sekolah, guru, dan dukungan penuh dari orang tua siswa.

“Alhamdulillah, hari ini menjadi momen yang membahagiakan bagi kami semua. Anak-anak telah menunjukkan semangat luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an. Kami berharap mereka tidak berhenti pada hafalan saja, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Acara semakin istimewa dengan hadirnya tausiyah Wayang Golek Pitutur yang disampaikan oleh Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. Dengan gaya dakwah yang memadukan nilai budaya dan pesan keislaman, ia mengajak para siswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan dan pedoman menghadapi tantangan zaman.

Tausiyah Wayang Golek Pitutur yang disampaikan oleh Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. 


“Anak-anak harus bangga menjadi generasi Qurani. Al-Qur’an bukan hanya untuk dihafal, tetapi menjadi petunjuk dalam bersikap, bertutur kata, dan menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan para wisudawan dan wali murid.

Perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Surakarta, Kartono turut memberikan apresiasi atas kesungguhan SD Muhammadiyah PK Kottabarat dalam membangun budaya Qurani di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan tahfiz menjadi investasi penting dalam menyiapkan generasi Islam yang berilmu, beradab, dan memiliki akhlak mulia.

“Kami melihat sekolah ini istiqamah menanamkan pendidikan Al-Qur’an sejak dini. Ini menjadi bekal yang sangat penting agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara spiritual,” jelasnya.

Pengawas PAI Kota Surakarta, Sumiyati juga menyampaikan rasa bangga kepada SD Muhammadiyah PK Kottabarat yang terus konsisten menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada para siswa. Ia menilai wisuda tahfiz bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari ikhtiar membangun generasi yang memiliki kecerdasan spiritual dan akhlak mulia di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dibiasakan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter baik, disiplin, dan mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tamu undangan istimewa yang membersamai acara dari awal hingga selesai, di antaranya Muhdiyatmoko, Upik Mairina, ibu Ratna Kepala TK Aisyiyah PK, serta Joko Susilo Ketua PCM Kottabarat.

Suasana haru dan bangga menyelimuti jalannya acara. Kehadiran para orang tua, guru, dan tokoh Muhammadiyah menjadi bukti nyata sinergi dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Wisuda Tahfiz ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus menjaga hafalan, memperbaiki akhlak, serta menjadi generasi penerang umat di tengah masyarakat. (Sofyan)


Baca juga: Menjadi Guru dan Dosen Abad XXI yang Kreatif, Kritis, Inovatif, Produktif, dan Inspiratif yang Dirindukan oleh Siswa, Mahasiswa, dan Masyarakat Indonesia  


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top